Anda di halaman 1dari 263
i
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa setelah melalui proses penggalian gagasan sampai musyawarah dalam rangka Menggagas Masa Depan Desa, penyusun yang terdiri dari sebagian anggota BPD dan Perangkat Desa Koyawas berhasil menyusun Dokumen RPJMDes. RPJMDes adalah bagian dari program perencanaan seluruh warga masyarakat Desa Koyawas yang menginginkan perubahan yang lebih baik di segala bidang. Masa Depan akan terlihat jika dimulai dengan perencanaan yang matang dan disertai kerja keras dan usaha untuk mewujudkannya. Dokumen ini mungkin masih kurang sempurna karena keterbatasan informasi dari dokumen terdahulu yang kurang lengkap, meskipun demikian dokumen ini sudah cukup mewakili aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang membantu sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan Dokumen RPJMDes ini. Harapan kami semoga dokumen ini bisa menjadi tolok ukur Pembangunan di Desa Koyawas Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa dan semoga seluruh Rencana Pembangunan bisa terealisasi dan kemajuan pesat bisa terlihat di Desa Koyawas Kecamatan Langowan Barat.

dan kemajuan pesat bisa terlihat di Desa Koyawas Kecamatan Langowan Barat. Koyawas, 30 Desember 2010 Tim

Koyawas, 30 Desember 2010 Tim Penyusun

i
i
PEMERINTAH KABUPATEN MINAHASA KECAMATAN LANGOWAN BARAT DESA KOYAWAS PERATURAN DESA KOYAWAS KECAMATAN LANGOWAN BARAT

PEMERINTAH KABUPATEN MINAHASA KECAMATAN LANGOWAN BARAT DESA KOYAWAS

KABUPATEN MINAHASA KECAMATAN LANGOWAN BARAT DESA KOYAWAS PERATURAN DESA KOYAWAS KECAMATAN LANGOWAN BARAT KABUPATEN
KABUPATEN MINAHASA KECAMATAN LANGOWAN BARAT DESA KOYAWAS PERATURAN DESA KOYAWAS KECAMATAN LANGOWAN BARAT KABUPATEN

PERATURAN DESA KOYAWAS KECAMATAN LANGOWAN BARAT KABUPATEN MINAHASA

NOMOR : 02 TAHUN 2010

TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJMDes) TAHUN 2011 - 2015

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

HUKUM TUA KOYAWAS ,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan pembangunan dalam skala desa, pelaksanaannya harus sesuai dengan daftar skala prioritas pembangunan desa baik bidang fisik, ekonomi dan sosial budaya, maka perlu dibuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes);

b. bahwa RPJMDes tersebut merupakan rencana strategis Pembangunan Tahun 2011-2015 yang menggambarkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Porgram dan Kegiatan Desa yang wajib ditetapkan dengan Peraturan Desa;

c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas, perlu menetapkan Peraturan Desa Koyawas tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tahun 2011-2015.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4309);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421):

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4578);

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); ii
ii
ii

6.

Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4587);

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa.

9. Petunjuk Teknis Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2010 Nomor

414.2/1408/PMD

10. Peraturan Daerah Kabupaten Minahasa Nomor IX Tahun 2008 tentang RPJMD Kabupaten Minahasa Tahun 2008-2013.

Dengan Persetujuan Bersama

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA KOYAWAS dan HUKUM TUA KOYAWAS

Menetapkan

:

MEMUTUSKAN :

PERATURAN DESA KOYAWAS TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJMDes) TAHUN 2011-2015

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud :

1. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat

2. Daerah adalah Kabupaten Minahasa

3. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Minahasa

4. Bupati adalah Bupati Minahasa

5. Kecamatan adalah Kecamatan Langowan Barat sebagai Wilayah Kerja Camat sebagai Perangkat Daerah.

6. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

7. Pemerintahan Desa adalah kegiatan Pemerintahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa meliputi Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan.

8. Pemerintah Desa adalah Hukum tua dan Perangkat Desa.

9. Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disebut BPD adalah Lembaga yang berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Hukum tua, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

10. Peraturan Desa adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibuat oleh Badan Permusyawaratan Desa bersama dengan Hukum tua.

11. Keputusan Hukum tua adalah Keputusan yang ditetapkan oleh Hukum tua baik yang bersifat pengaturan maupun penetapan.

12. Keputusan BPD adalah semua Keputusan BPD yang ditetapkan oleh BPD.

baik yang bersifat pengaturan maupun penetapan. 12. Keputusan BPD adalah semua Keputusan BPD yang ditetapkan oleh
iii
iii

13.

RPJMDes adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk jangka waktu 5 (lima ) tahun.

14. Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disebut RKP Desa merupakan penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 ( satu ) tahun

15. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disebut APB Desa adalah

rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD, yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.

16. Alokasi Dana Desa yang selanjutnya disingkat ADD adalah

dana yang dialokasikan oleh

Pemerintah Kabupaten/Kota untuk Desa, yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/ Kota.

17. Visi adalah Gambaran tentang Kondisi Ideal Desa yang diinginkan.

18. Misi adalah Pernyataan tentang sesuatu yang harus dilaksanakan sehingga Visi dapat terwujud secara efektif dan efisien.

BAB II SISTEMATIKA PENYUSUNAN RPJMDes Pasal 2

(1) Rencana

Pembangunan

Jangka

Menengah

Desa

dengan sistematika sebagai berikut :

Koyawas

Tahun

2011-2015

disusun

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

1.2. DASAR HUKUM

1.3. PENGERTIAN

BAB II

PROFIL DESA

2.1. KONDISI DESA

2.1.1. Sejarah Desa

2.1.2. Demografi

2.1.3. Keadaan Sosial

2.1.4. Keadaan Ekonomi

2.2. KONDISI PEMERINTAHAN DESA

2.2.1. Pembagian Wilayah Desa

2.2.2. Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

BAB III

POTENSI DAN MASALAH

3.1. Potensi

3.2. Masalah

BAB IV

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

4.1. Visi dan Misi

4.1.1. Visi

4.1.2. Misi

4.2. Kebijakan Pembangunan

4.2.1. Arah Kebijakan Pembangunan Desa

4.2.2. Potensi dan Masalah

4.2.3. Program Pembangunan Desa

4.2.4. Strategi Pencapaian

BAB V

PENUTUP

(2) Sistematika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan landasan dan pedoman bagi pemerintah desa untuk penyusunan RPJMDes dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Desa ini.

bagi pemerintah desa untuk penyusunan RPJMDes dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Desa ini.
iv
iv

Pasal 3

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Tahun 2011-2015 merupakan landasan dan pedoman bagi Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam Pelaksanaan pembangunan lima tahun.

Pasal 4

Berdasarkan Peraturan Desa ini disusun Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP Desa) yang ditetapkan dengan Peraturan Hukum tua dan merupakan penjabaran kegiatan dari RPJMDes. yang selanjutnya disusun dalam APB Desa.

Pasal 5

RKP Desa sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 merupakan landasan dan pedoman bagi pemerintah desa dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APB Desa )

Pasal 6

Pelaksanaan pembangunan dapat mengalami perubahan dari RPJMDes karena terjadi bencana alam dan atau keadaan darurat lainnya.

Pasal 7

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Desa ini sepanjang mengenai tehnis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dalam Keputusan Hukum tua

Pasal 8

Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Diundangkan Dalam Lembaran Desa Koyawas

Nomor :

02/Sekdes/Kys-LB/XII-2010

Tanggal : 30 Desember 2010

Sekretaris Desa

FERRY RONNY MALIANGKAY NIP. 196903312009061001

Desa FERRY RONNY MALIANGKAY NIP. 196903312009061001 Ditetapkan di : KOYAWAS 30 DESEMBER 2010 Pada

Ditetapkan di

:

KOYAWAS 30 DESEMBER 2010

Pada Tanggal

:

HUKUM TUA KOYAWAS

GODFRIED D. KOLINUG

v
v
PEMERINTAH KABUPATEN MINAHASA KECAMATAN LANGOWAN BARAT DESA KOYAWAS KEPUTUSAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA KOYAWAS

PEMERINTAH KABUPATEN MINAHASA KECAMATAN LANGOWAN BARAT DESA KOYAWAS

KABUPATEN MINAHASA KECAMATAN LANGOWAN BARAT DESA KOYAWAS KEPUTUSAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA KOYAWAS KECAMATAN
KABUPATEN MINAHASA KECAMATAN LANGOWAN BARAT DESA KOYAWAS KEPUTUSAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA KOYAWAS KECAMATAN

KEPUTUSAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA KOYAWAS KECAMATAN LANGOWAN BARAT KABUPATEN MINAHASA

NOMOR : 02 TAHUN 2010

TENTANG

PERSETUJUAN PERATURAN DESA MENGENAI RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJM Des) TAHUN 2011 - 2015

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA KOYAWAS

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka RPJM-Desa perlu dibuat peraturan desa yang merupakan landasan hukum untuk mengatur kebijakan-kebijakan perencanaan pembangunan desa;

b. Bahwa untuk menetapkan RPJM-Desa sebagaimana di maksud huruf a, diperlukan adanya Peraturan Desa;

c. Bahwa peraturan desa sebagaimana dimaksud huruf b disetujui bersama antara Hukum Tua dan BPD ;

d. Bahwa untuk melaksanakan hal tersebut di atas perlu ditetapkan dengan keputusan BPD.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4309);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421):

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4578);

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); vi
vi
vi

6.

Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4587);

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa.

9. Petunjuk Teknis Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2010 Nomor

414.2/1408/PMD

10. Peraturan Daerah Kabupaten Minahasa Nomor IX Tahun 2008 tentang RPJMD Kabupaten Minahasa Tahun 2008-2013.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

PERTAMA

:

Menyetujui Peraturan Desa Koyawas tentang Rencana Pembangunan

KEDUA

:

Jangka Menengah Desa (RPJM-Desa) Tahun 2011 2015 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Desa. Persetujuan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Desa. Persetujuan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : KOYAWAS 30 Desember 2010 Pada

Ditetapkan di

:

KOYAWAS 30 Desember 2010

Pada Tanggal

:

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA KOYAWAS K E T U A,

DONALD Pj. MANOPO

vii
vii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR

i

PERATURAN DESA KOYAWAS TENTANG RPJM DESA KOYAWAS TAHUN 2011-2015

ii

KEPUTUSAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA KOYAWAS

vi

DAFTAR ISI

viii

BAB I

PENDAHULUAN

1

1.1. LATAR BELAKANG

1

1.2. DASAR HUKUM

2

1.3. PENGERTIAN

2

BAB II

PROFIL DESA

5

2.1. KONDISI DESA

5

2.1.1. Sejarah Desa

5

2.1.2. Demografi

7

2.1.3. Keadaan Sosial

8

2.1.4. Keadaan Ekonomi

11

2.2. KONDISI PEMERINTAHAN DESA

13

2.2.1. Pembagian Wilayah Desa

13

2.2.2. Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

14

BAB III

POTENSI DAN MASALAH

15

3.1. Potensi

15

3.2. Masalah

22

BAB IV

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

24

4.1. Visi dan Misi

24

4.1.1. Visi

24

4.1.2. Misi

24

4.2. Kebijakan Pembangunan

25

4.2.1. Arah Kebijakan Pembangunan Desa

25

4.2.2. Potensi dan Masalah

30

4.2.3. Program Pembangunan Desa

34

4.2.4. Strategi Pencapaian

40

BAB V

PENUTUP

42

30 4.2.3. Program Pembangunan Desa 34 4.2.4. Strategi Pencapaian 40 BAB V PENUTUP 42 viii
viii
viii

LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Peta Sosial Desa, Kalender Musim dan Bagan Kelembagaan

43

2. Tabel Data Potensi, Masalah dan Tindakan Pemecahan Masalah

44

3. Tabel Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa

53

4. Pengelompokkan Masalah

Form C1

59

5. Hasil Penentuan Peringkat Masalah

Form C2

62

6. Hasil Pengkajian Tindakan Pemecahan Masalah

Form C3

64

7. Penentuan Peringkat Tindakan

Form C4

70

8. Perencanaan Pembangunan Desa Yang Dibiayai Swadaya Masyarakat Dan Pihak Ketiga

Form D1

72

9. Perencanan Pembangunan Desa Yang Ada Dananya Tahun 2011

Form D2

75

10. Agenda Paduan Kegiatan Antara Swadaya Dan Dana Yang Sudah Ada Tugas Pembantuan

Form D3

76

11. Matriks Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tahun 2011-

Form D4

 

2015

77

12. Pemeringkatan Usulan Kegiatan Perencanaan Pembangunan Desa

Form D5

Form D6

Form D7

Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun 2011

Berdasarkan RPJM-Desa Tahun 2011 s/d 2015

81

13. Indikasi Perencanaan Pembangunan Desa Dari RPJM-Desa 14. -

84

85

 

- Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun 2012

87

- Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun 2013

89

- Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun 2014

91

- Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun 2015

93

15. Form D8

Berita Acara Musrenbang RPJMDes dan RKPDes

95

16. Form E1, E2

-

Daftar Usulan Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun 2011

96

-

Daftar Usulan Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun 2012

108

-

Daftar Usulan Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun 2013

121

-

Daftar Usulan Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun 2014

136

-

Daftar Usulan Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun 2015

153

17. Form E3

- Rekapitulasi Perencanaan Pembangunan Desa Berdasarkan RKP-Desa Tahun 2011

168

- Rekapitulasi Perencanaan Pembangunan Desa Berdasarkan RKP-Desa Tahun 2012

171

- Rekapitulasi Perencanaan Pembangunan Desa Berdasarkan RKP-Desa Tahun 2013

175

- Rekapitulasi Perencanaan Pembangunan Desa Berdasarkan RKP-Desa Tahun 2014

179

- Rekapitulasi Perencanaan Pembangunan Desa Berdasarkan RKP-Desa Tahun 2015

183

18. Formulir Perumusan Visi dan Misi Desa

186

19. Daftar Hadir Musrenbang Desa

187

20. Berita Acara Rapat Badan Permusyawaratan Desa

188

21. Daftar Hadir Rapat BPD

189

Desa 187 20. Berita Acara Rapat Badan Permusyawaratan Desa 188 21. Daftar Hadir Rapat BPD 189
ix
ix

LAMPIRAN DOKUMEN

DOKUMEN MENGAGAS MASA DEPAN DESA (MMDD) JAGA 1

190

- Berita Acara Musyawarah Sosialisasi dan Penggalian Gagasan Jaga 1

191

- Daftar Hadir Musyawarah Sosialisasi dan Penggalian Gagasan Jaga 1

192

- Form Hasil MMDD di Desa (Jaga 1)

193

Form 1. Visi Desa

194

Form 2. Prioritas Gagasan Relevan dengan Visi

194

Form 3. RPJMDes dan RPTDes

194

- Form Survey Dusun Sendiri (Jaga 1)

195

Form 1c. Jenis Potensi Umum

195

Form 1d. Jenis Potensi Khusus

195

- Format Kriteria dan Kategori Rumah Tangga (Jaga 1)

196

- Formulir Peta Sosial Jaga 1 (Visual PS)

197

- Form B1.PS. Daftar Masalah dan Potensi Peta Sosial/Sketsa Desa (Jaga 1)

198

- Formulir Kalender Musim Jaga 1 (Visual KM)

199

- Form B1.KM Daftar Masalah dan Potensi Kalender Musim (Jaga 1)

200

- Formulir Bagan Kelembagaan Jaga 1 (Visual BK)

201

- Form B1.BK. Daftar Masalah dan Potensi Bagan Kelembagaan (Jaga 1)

202

- Form C1. Pengelompokkan Masalah (Jaga 1)

203

- Form C2. Hasil Penentuan Peringkat Masalah (Jaga 1)

205

- Form C3. Pengkajian Tindakan Pemecahan Masalah (Jaga 1)

207

- Form C4. Penentuan Peringkat Tindakan (Jaga 1)

210

- Form Prioritas Gagasan (Jaga 1)

213

- Daftar Gagasan Kelompok Campuran (Jaga 1)

214

- Daftar Gagasan Kelompok Perempuan (Jaga 1)

216

- Rekapitulasi Gagasan Kelompok Perempuan

218

- Pendataan Rumah Tangga Miskin (Jaga 1)

220

DOKUMEN MENGAGAS MASA DEPAN DESA (MMDD) JAGA 2

221

- Berita Acara Musyawarah Sosialisasi dan Penggalian Gagasan Jaga 2

222

- Daftar Hadir Musyawarah Sosialisasi dan Penggalian Gagasan Jaga 2

224

- Form Hasil MMDD di Desa (Jaga 2)

225

Form 1. Visi Desa

225

Form 2. Prioritas Gagasan Relevan dengan Visi

225

Form 3. RPJMDes dan RPTDes

225

- Form Survey Dusun Sendiri (Jaga 2)

226

Form 1c. Jenis Potensi Umum

226

Form 1d. Jenis Potensi Khusus

226

- Format Kriteria dan Kategori Rumah Tangga (Jaga 2)

227

- Formulir Peta Sosial Jaga 2 (Visual PS)

228

- Form B1.PS. Daftar Masalah dan Potensi Peta Sosial/Sketsa Desa (Jaga 2)

229

- Formulir Kalender Musim Jaga 2 (Visual KM)

230

- Form B1.KM Daftar Masalah dan Potensi Kalender Musim (Jaga 2)

231

- Formulir Bagan Kelembagaan Jaga 2 (Visual BK)

232

- Form B1.BK. Daftar Masalah dan Potensi Bagan Kelembagaan (Jaga 2)

233

- Form C1. Pengelompokkan Masalah (Jaga 2)

234

- Form C2. Hasil Penentuan Peringkat Masalah (Jaga 2)

236

- Form C3. Pengkajian Tindakan Pemecahan Masalah (Jaga 2)

238

- Form C4. Penentuan Peringkat Tindakan (Jaga 2)

241

- Form Prioritas Gagasan (Jaga 2)

244

- Daftar Gagasan Kelompok Campuran (Jaga 2)

245

- Daftar Gagasan Kelompok Perempuan (Jaga 2)

247

- Rekapitulasi Gagasan Kelompok Campuran

248

- Pendataan Rumah Tangga Miskin (Jaga 2)

251

(Jaga 2) 247 - Rekapitulasi Gagasan Kelompok Campuran 248 - Pendataan Rumah Tangga Miskin (Jaga 2)
x
x

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG Bahwa berdasarkan Undang undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan pengganti Undang undang Nomor 22 Tahun 1999, Desa atau yang disebut dengan nama lain yang selanjutnya disebut Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas batas wilayah yuridis, berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan/atau dibentuk dalam sistem Pemerintah Nasional dan berada di Kabupaten/Kota, sebagaimana dimaksud dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Perencanaan Pembangunan Desa dimaksud adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di desa guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu desa dalam jangka waktu tertentu. Wujud Perencanaan Pembangunan Desa adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pembangunan Desa. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa selanjutnya disingkat (RPJM-Desa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat arah kebijakan pembangunan desa, arah kebijakan keuangan desa, kebijakan umum, dan program, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), lintas SKPD, dan program prioritas kewilayahan, disertai dengan rencana kerja. Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat (RKP-Desa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun yang merupakan penjabaran dari RPJM-Desa yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa, dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutakhirkan, program prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan serta perkiraan maju, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan RPJM-Desa. RPJMDes Desa Koyawas ini merupakan rencana strategis Desa Koyawas untuk mencapai tujuan dan cita-cita desa. RPJMDes tersebut nantinya akan menjadi dokumen perencanaan yang akan menyesuaikan perencanaan tingkat Kabupaten. Spirit ini apabila dapat dilaksanakan dengan baik maka kita akan memiliki sebuah perencanaan yang

1
1

memberi kesempatan kepada desa untuk melaksanakan kegiatan perencanaan pembangunan yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip Pemerintahan yang baik (Good Governance) seperti Partisipasif, transparan dan akuntabilitas.

1.2. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4309);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421):

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Nomor

4587);

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa.

9. Petunjuk Teknis Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2010

1.3. PENGERTIAN

1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disingkat (APBDesa) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa, dan ditetapkan dengan

Peraturan Desa.

2. Desa, atau yang disebut dengan nama lain yang selanjutnya disebut desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal

2
2

usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3. Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa yang dapat dinilai dengan uang termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhu-bungan dengan hak dan kewajiban desa tersebut.

4. Lembaga Kemasyarakatan Desa atau disebut dengan nama lain adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat.

5. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa yang selanjutnya disebut (Musrenbang Desa) adalah forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan desa (pihak berkepentingan untuk mengatasi permasalahan desa dan pihak akan terkena dampak hasil musyawarah) untuk menyepakati rencana kegiatan di desa 1 (satu) tahunan.

6. Pembangunan desa adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap pengambilan keputusan, maupun indeks pembangunan manusia.

7. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.

8. Perencanaan Pembangunan Daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan- tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu.

9. Perencanaan Pembangunan Desa dimaksud adalah suatu proses penyusunan tahapantahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di desa guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan social dalam suatu desa dalam jangka waktu tertentu. Wujud Perencanaan Pembangunan Desa adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pembangunan Desa.

10. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa selanjutnya disingkat (RPJM-Desa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat arah kebijakan pembangunan desa, arah kebijakan keuangan desa, kebijakan umum, dan program, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), lintas SKPD, dan program prioritas kewilayahan, disertai dengan rencana kerja.

3
3

11. Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat (RKP-Desa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun yang merupakan penjabaran dari RPJM-Desa yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa, dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutakhirkan, program prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan serta perkiraan maju, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan RPJM-Desa.

12. Peraturan Desa (yang selanjutnya disingkat Perdes) adalah peraturan perundang- undangan yang dibuat oleh BPD bersama Kepala Desa.

4
4

BAB II

PROFIL DESA

2.1. KONDISI DESA
2.1. KONDISI DESA

2.1.1. Sejarah Desa Desa Koyawas adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa Propinsi Sulawesi Utara yang mana pada awal terbentuknya kira pertengahan abad ke-19 mulai berdatangan sekelompok masyarakat petani yang berasal dari Mawale. Maksud kedatangan mereka adalah untuk membuka ladang pertanian pada suatu daerah perkebunan yang banyak tumbuh pohon Jambu. Lalu perkebunan ini oleh mereka diberi nama KOYAWAS yang berarti JAMBU. Dengan semakin pesatnya perkembangan di daerah perkebunan ini maka pada tahun 1880 mereka memisahkan diri dari Mawale kemudian mendirikan negeri yang mereka sebut Koyawas yang diambil dari nama pohon itu dan sebagai pemimpin negeri adalah Jan. N. Oroh, dan sejak tahun 1903 menjadi desa definitive dengan Hukum Tua Pertama adalah Jan. N. Oroh. Berikut daftar Hukum Tua yang memimpin desa Koyawas :

No.

HUKUM TUA

TAHUN

1

JAN N. OROH

1903-1923

2

ROBERT KUMOLONTANG

1923-1936

3

ALBERT D. KUMOLONTANG

1936

4

ARNOLD KUMOLONTANG

1936-1953

5

VICTOR SUMOLANG

1953-1958

6

FRITS POLUAN

1958 (Pjs)

7

JHON RUNDENGAN

1958-1963

8

FRITS E. MALIANGKAY

1963-1981

9

ANTHON LUMANGKUN

1981-1995

10

MAX MASINAMBOW

1995-2003

11

ALFRITS B. KEMBUAN

2003-2008

12

GODFRIED D. KOLINUG

2008-sekarang

Pada bulan Oktober Tahun 2008, desa Koyawas dimekarkan menjadi 2 desa yaitu :

Desa Koyawas dan Desa Raranon.

5
5

Kondisi Umum Desa

a. Letak Wilayah

Desa Koyawas terdiri dari 2 jaga dengan batas wilayah :

Sebelah Utara : Desa Lowian,

Sebelah Utara : Desa Lowian,
 

Desa Noongan,

Desa Noongan 2,

Desa Noongan 3,

Desa Walewangko,

Desa Raranon.

Sebelah Selatan

:

Desa

Tounelet,

 

Desa Kaayuran

Bawah, Desa Kaayuran Bawah.

Sebelah Timur

:

Desa Wolaang

 

Sebelah Barat

:

Desa Noongan

b. Luas Wilayah

Luas wilayah desa Koyawas adalah 408 ha, membujur dari arah Barat ke

Timur yang mana daerah selatan adalah daerah perbukitan.

TABEL LUAS WILAYAH DESA

 

Pemukiman

 

Ladang

 

Sawah

Luas

Km 2

Ha

 

Km 2

Ha

Km 2

Ha

Km 2

Ha

0.1278

12,76

 

3.17

317

0.782

78,2

4.08

408

c. Tata Guna Tanah

 
 

Tanah Pekarangan

:

12.00

ha

Tanah Sawah

:

57.96

ha

Tanah Ladang

:

338.04

ha

d. Sumber Daya Alam

a. Pertanian

b. Peternakan

c. Tanah/Lahan

: 57.96 ha Tanah Ladang : 338.04 ha d. Sumber Daya Alam a. Pertanian b. Peternakan
6
6

e.

Orbitasi

Orbitasi / jarak dari pusat-pusat pemerintahan :

 

a. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan

:

1 km

b. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kabupaten

:

30 km

c. Jarak dari Pusat Pemerintahan Propinsi

:

60 km

f.

Karakteristik Desa

Desa Koyawas merupakan pedesaan

Desa Koyawas merupakan pedesaan

yang bersifat agraris, dengan mata

pencaharian sebagian besar

penduduknya adalah bercocok tanam

terutama sektor pertanian tanaman

pangan dengan hasil utama padi dan

palawija.

Keberadaan Desa Koyawas di jalur

utama ruas Kota Langowan mengakibatkan Desa Koyawas berkembang

dengan pesat terutama dalam bidang perekonomian, perindustrian,

perdagangan dan kependudukan.

2.1.2.

DEMOGRAFI

a. Jumlah Penduduk

Berdasarkan Pemutahiran Data pada Bulan September 2011, Desa

Koyawas mempunyai Jumlah Penduduk 558 Jiwa, yang tersebar dalam 2

Jaga dengan Perincian sebagaimana tabel ;

TABEL 1 JUMLAH PENDUDUK

     

Jumlah

 

Jaga

Laki-laki

Perempuan

Jiwa

Jumlah KK

 

I 125

164

289

72

 

II 126

143

269

93

Jumlah

251

307

558

165

7
7

b. Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan masyarakat Desa Koyawas adalah sebagai berikut

TABEL 2 TINGKAT PENDIDIKAN Pra Diploma Tidak SD SMP SLTA Jumlah Sekolah/TK Sarjana Sekolah 42
TABEL 2
TINGKAT PENDIDIKAN
Pra
Diploma
Tidak
SD
SMP
SLTA
Jumlah
Sekolah/TK
Sarjana
Sekolah
42 187
95
178
55
1 558

2.1.3. KEADAAN SOSIAL

1. Kesehatan

a. Derajat Kesehatan

Untuk angka kematian bayi dan ibu relative kecil, dikarenakan kader

Posyandu, bidan dan dokter serta tenaga kesehatan secara rutin setiap

bulan melakukan kunjungan/pengobatan dan selalu proaktif dan peduli

terhadap masalah kesehatan warga.

b. Puskesmas & Sarana Kesehatan Lainnya

Desa Koyawas tidak

memiliki Puskesmas

namun jarak dari desa

ke Puskesmas hanya + 2

km, dan Desa Koyawas

merupakan tempat

kedudukan Rumah Sakit

Umum Budi Setia

Langowan yang letaknya sangat strategis dan mudah dijangkau warga.

yang letaknya sangat strategis dan mudah dijangkau warga. 2. Kesejahteraan Sosial - Jumlah Keluarga Prasejahtera :

2. Kesejahteraan Sosial

- Jumlah Keluarga Prasejahtera

:

2

kk

- Jumlah Keluarga Sejahtera I

:

32

kk

- Jumlah Keluarga Sejahtera II

:

15

kk

- Jumlah Keluarga Sejahtera III

:

72

kk

- Jumlah Keluarga Sejahtera III Plus

:

44

kk

- Pasangan Usia Subur di bawah 20 tahun

:

2

- Pasangan Usia Subur 20 29 tahun

:

8

8
8
 

-

Pasangan Usia Subur 30 40 tahun

:

31

-

Peserta KB Aktif

:

42

-

Anak Jalanan

:

-

-

Anak Panti Asuhan

:

107

orang

-

3.

Pendidikan

 

Jumlah TK

:

2

buah

Jumlah SD

:

1

buah

Jumlah SLTP

:

-

buah

Jumlah SLTA

:

-

buah

Jumlah Tenaga Pendidik

:

15

orang

- buah Jumlah Tenaga Pendidik : 15 orang 4. Ketenagakerjaan Pendeta/Pastor : 9 orang
- buah Jumlah Tenaga Pendidik : 15 orang 4. Ketenagakerjaan Pendeta/Pastor : 9 orang
- buah Jumlah Tenaga Pendidik : 15 orang 4. Ketenagakerjaan Pendeta/Pastor : 9 orang

4.

Ketenagakerjaan

Pendeta/Pastor

:

9

orang

Biarawati

:

3

orang

PNS/Guru

:

26

orang

Honorer

:

6

orang

Perawat/Bidan

:

2

orang

Dokter

:

1

orang

POLRI

:

-

orang

TNI

:

-

orang

Karyawan Swasta

:

22

orang

Pensiunan

:

31

orang

Tani

:

128

orang

Pedagang

:

10

orang

Pelajar/Mahasiswa

:

259

orang

Wiraswasta

:

61

orang

Jumlah

:

558

orang

9
9

5.

Kesenian dan Kebudayaan

Kelompok Seni Suara

:

1

kelompok

Kelompok Seni Tari

:

1

kelompok

1 kelompok Kelompok Seni Tari : 1 kelompok 6. Agama Jumlah Penduduk Menurut Agama Kristen :
1 kelompok Kelompok Seni Tari : 1 kelompok 6. Agama Jumlah Penduduk Menurut Agama Kristen :

6. Agama Jumlah Penduduk Menurut Agama Kristen

:

423

orang

Katolik

:

135

orang

Islam

:

-

orang

:

-

orang

Hindu Budha

7. Sarana Ibadah

:

-

orang

Jumlah Gereja

:

3

buah

Jumlah Mesjid

:

-

buah

10
10

2.1.4.

KEADAAN EKONOMI

1. Lembaga-Lembaga Perekonomian Desa

Lembaga-lembaga perekonomian yang ada di Desa Koyawas merupakan

asset yang besar bagi

pertumbuhan perekonomian

penduduk Desa. Di Desa

Koyawas banyak tumbuh

usaha-usaha perdagangan,

perbengkelan, apotik, ,

warung, gilingan padi,

kelontong, toko, home

industry, simpan pinjam yang

dikelola dari tingkat Jaga, PKK, dan organisasi kemasyarakatan lainnya

tingkat Jaga, PKK, dan organisasi kemasyarakatan lainnya 2. Kemampuan Keuangan Desa Koyawas a. Pendapatan Asli Desa
tingkat Jaga, PKK, dan organisasi kemasyarakatan lainnya 2. Kemampuan Keuangan Desa Koyawas a. Pendapatan Asli Desa
tingkat Jaga, PKK, dan organisasi kemasyarakatan lainnya 2. Kemampuan Keuangan Desa Koyawas a. Pendapatan Asli Desa

2. Kemampuan Keuangan Desa Koyawas

a. Pendapatan Asli Desa masih rendah

b. Bantuan dari pihak ketiga yang tidak mengikat

3. Prasarana dan Sarana Ekonomi Desa

a. Sarana Jalan yang terdapat di Desa dan kondisinya :

- Jalan Desa :

Jalan Aspal

787

m

 

- Kondisi

583

m

Baik

- Kondisi

204

m

Rusak

Jalan Kabupaten

1200

m

Baik

Jalan yang belum diaspal

5145

m

Rusak/Becek

Jalan Rabat Beton

208 m

Baik

11
11
- Sarana Irigasi yang terdapat di desa + 4170 m dan terdapat 3 bendungan dan
- Sarana Irigasi yang terdapat di desa + 4170 m dan terdapat 3 bendungan dan
- Sarana Irigasi yang terdapat di desa + 4170 m dan terdapat 3 bendungan dan
- Sarana Irigasi yang terdapat di desa + 4170 m dan terdapat 3 bendungan dan
- Sarana Irigasi yang terdapat di desa + 4170 m dan terdapat 3 bendungan dan
- Sarana Irigasi yang terdapat di desa + 4170 m dan terdapat 3 bendungan dan
- Sarana Irigasi yang terdapat di desa + 4170 m dan terdapat 3 bendungan dan
- Sarana Irigasi yang terdapat di desa + 4170 m dan terdapat 3 bendungan dan

- Sarana Irigasi yang terdapat di desa + 4170 m dan terdapat 3 bendungan dan perlu direhab.

12
12

- Telekomunikasi Dengan banyaknya alat telekomunikasi yang ada seperti telepon rumah, telepon genggam (HP), akses internet membuat komunikasi semakin lancar dan mudah. Di samping itu sebagian keluarga telah memiliki sarana TV, Radio, Komputer yang menjadikan pengetahuan perkembangan jaman semakin cepat.

menjadikan pengetahuan perkembangan jaman semakin cepat. - Sarana Perdagangan Sarana Perdagangan berupa pasar desa

- Sarana Perdagangan Sarana Perdagangan berupa pasar desa dahulu pernah di bangun di wilayah desa Koyawas, namun karena adanya pemekaran desa maka pasar desa tersebut menjadi milik desa pemekaran Raranon.

2.2. KONDISI PEMERINTAHAN DESA

2.2.1. Pembagian Wilayah Desa

Desa Koyawas pada awal pembentukanya terdiri dari 3 Jaga. Pada tahun 2008 seiring dengan perkembangan pembangunan dan penduduk maka Desa Koyawas telah dimekarkan dengan membentuk satu desa pemekaran Raranon. Saat ini Desa Koyawas terbagi atas 2 Jaga yaitu :

1. Jaga 1

:

-

Memanjang dari luas jalan Langowan-Ratahan di Kompleks Gereja Sentrum Langowan sampai depan SDN 1 Langowan

 

-

Mengingat besarnya wilayah desa Koyawas yaitu 408 ha, maka Jaga 1 mempunyai wilayah perkebunan khususnya ladang.

2. Jaga 2

:

- Memanjang dari luas jalan Langowan-Ratahan SDN 1 Langowan sampai perbatasan Desa Walewangko, dan belok kearah kiri menuju Tanjung.

 

-

Mengingat besarnya wilayah desa Koyawas yaitu 408 ha, maka Jaga 2 mempunyai wilayah persawahan.

13
13

2.2.2.

Struktur Organisasi Pemerintah Desa

Desa Koyawas menganut Sistem Kelembagaan Pemerintahan Desa dengan Pola

Minimal, selengkapnya sebagai berikut :

STRUKTUR PEMERINTAHAN DESA KOYAWAS KECAMATAN LANGOWAN BARAT KABUPATEN MINAHASA

BPD HUKUM TUA GODFRIED KOLINUG SEKRETARIS DESA FERRY R. MALIANGKAY, S.Sos KAUR KAUR. KAUR. KAUR.
BPD
HUKUM TUA
GODFRIED KOLINUG
SEKRETARIS DESA
FERRY R. MALIANGKAY, S.Sos
KAUR
KAUR.
KAUR.
KAUR.
PEMRTH.
PEMB.
KEU.
KESRA.
BOY SUMUAL
JEMMY TUNAS
FERRY SORITON
THILDA SINGAL
KEPALA
KEPALA
JAGA I
JAGA II
JEMMY RORONG
JACOBA MALONDA
MEWETENG
MEWETENG
JAGA I
JAGA II
NICOLAS PANGALILA
STENLY KEMBUAN
BAB IV
14

3.1.

BAB III POTENSI DAN MASALAH

POTENSI

a.

Potensi Sumber Daya Alam Desa Koyawas merupakan salah satu dari 14 desa yang berada di Kecamatan Langowan Barat. Luas wilayah Desa Koyawas secara keseluruhan adalah sebesar 408 Ha. Desa Koyawas berada di wilayah lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. Desa Koyawas Kecamatan Langowan Barat secara topografi datar ditunjukkan dengan kelerengan sebesar 0-5%. Wilayah Desa Koyawas yang beriklim tropik basah memiliki curah hujan sebesar 2000-3000 mm per tahun. Desa Koyawas memiliki intensitas curah hujan cukup tinggi sehingga suhu udara rendah sehingga dapat mendukung kegiatan masyarakat dalam bidang pertanian.

Potensi di bidang pertanian dan perkebunan merupakan potensi unggulan yang terdapat di desa Koyawas. Komoditas padi, jagung, tomat, tanaman hortikultura sangat dominan karena didukung oleh lahan yang subur, iklim yang baik serta kemampuan petani dalam bidang pertanian yang memadai. Adanya beberapa sumber air di Desa Koyawas menjadikan sumber pengairan utama bagi masyarakat petani disekitar Desa Koyawas sehingga pada saat musim kemarau dapat menjadi sumber cadangan air yang cukup potensial untuk dimanfaatkan.

Koyawas sehingga pada saat musim kemarau dapat menjadi sumber cadangan air yang cukup potensial untuk dimanfaatkan.
Koyawas sehingga pada saat musim kemarau dapat menjadi sumber cadangan air yang cukup potensial untuk dimanfaatkan.
Koyawas sehingga pada saat musim kemarau dapat menjadi sumber cadangan air yang cukup potensial untuk dimanfaatkan.
15
15

Iklim di Desa Koyawas terdapat dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan November hingga Mei karena bertiup angin dari arah utara barat laut. Musim kemarau umumnya terjadi pada bulan November sampai April.

kemarau umumnya terjadi pada bulan November sampai April. Desa Koyawas merupakan salah satu desa yang terdapat
kemarau umumnya terjadi pada bulan November sampai April. Desa Koyawas merupakan salah satu desa yang terdapat

Desa Koyawas merupakan salah satu desa yang terdapat di jantung kota Langowan sehingga sangat menunjang aktivitas ekonomi dan pertanian. Di Desa Koyawas terdapat jalan utama yang merupakan aksesibilitas atau jalur penghubung yaitu menghubungkan antar beberapa kecamatan di Langowan. Selain itu Desa Koyawas juga digunakan sebagai jalur antar kota yaitu mengubungkan antara Kabupaten Minahasa Induk dan Kabupaten Minahasa Tenggara. Dengan demikian diketahui bahwa Desa Koyawas terletak pada jalur strategis yang memiliki aksesibilitas tinggi. Selain itu berbagai akses jalan ke perkebunan juga telah ada, saluran air dan saluran irigasi yang cukup memadai dan didukung oleh sumber daya air yang cukup. Potensi sumber daya alam lainnya yang juga banyak terdapat di desa Koyawas adalah berupa batu, pasir dan kerikil yang merupakan bahan dasar dalam pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, bangunan dan lain-lain.

pasir dan kerikil yang merupakan bahan dasar dalam pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, bangunan dan lain-lain. 16
pasir dan kerikil yang merupakan bahan dasar dalam pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, bangunan dan lain-lain. 16
16
16

b.

Potensi Sumber Daya Manusia Potensi Sumber Daya Manusia yang ada di Desa Koyawas cukup memadai, berbagai tenaga trampil di bidang pertanian, perkebunan, industry mesin pertanian, perbengkelan, dan teknologi dan informasi serta lainnya merupakan modal bagi pembangunan ekonomi dan pertanian. Meski desa Koyawas populasi jumlah penduduk yang tidak terlalu padat dan cepat, tetapi sumber daya manusia yang ada cukup memadai. Desa Koyawas memiliki beberapa tenaga trampil di bidang industry pembuatan mesin-mesin pertanian yang ditandai dengan terdapatnya usaha industry mesin pertanian yang ada di desa. Selain itu terdapat juga industry dan jasa pembuatan meubel, perbengkelan, teknologi dan informasi dan lain-lain. Berbagai potensi yang terdapat di desa Koyawas seperti potensi industri seperti pembuatan mesin/alat-alat pertanian, industry meubel, perbengkelan dan pertukangan lainnya. Potensi tersebut berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian di Kecamatan Langowan Barat. Pengaruh yang terjadi diantara keduanya berbanding lurus yaitu jika pendapatan yang diperoleh dari industry- industri tersebut meningkat maka pendapatan yang ada di Kecamatan Langowan Barat juga akan meningkat begitu pula sebaliknya.

tersebut meningkat maka pendapatan yang ada di Kecamatan Langowan Barat juga akan meningkat begitu pula sebaliknya.
tersebut meningkat maka pendapatan yang ada di Kecamatan Langowan Barat juga akan meningkat begitu pula sebaliknya.
17
17
 

JENIS POTENSI UMUM

 

No

JENIS POTENSI UMUM

Volume

 

MATERIAL

 

1

JALAN

± 7345 meter

2

JEMBATAN

 

1 buah

3

SUMBER AIR

 

1 buah

4

SALURAN IRIGASI

± 4170 meter

5

SELOKAN / SALURAN AIR

± 2000 meter

6

RUMAH IBADAH

3

buah

7

SEKOLAH

2

buah

8

BUKIT

± 50 ha

9

KANTOR

 

1 buah

10

RUMAH SAKIT

 

1 buah

11

PANTI ASUHAN

 

1 buah

JENIS POTENSI UMUM

  1 buah 10 RUMAH SAKIT   1 buah 11 PANTI ASUHAN   1 buah JENIS
  1 buah 10 RUMAH SAKIT   1 buah 11 PANTI ASUHAN   1 buah JENIS
  1 buah 10 RUMAH SAKIT   1 buah 11 PANTI ASUHAN   1 buah JENIS
  1 buah 10 RUMAH SAKIT   1 buah 11 PANTI ASUHAN   1 buah JENIS
  1 buah 10 RUMAH SAKIT   1 buah 11 PANTI ASUHAN   1 buah JENIS
  1 buah 10 RUMAH SAKIT   1 buah 11 PANTI ASUHAN   1 buah JENIS
  1 buah 10 RUMAH SAKIT   1 buah 11 PANTI ASUHAN   1 buah JENIS
  1 buah 10 RUMAH SAKIT   1 buah 11 PANTI ASUHAN   1 buah JENIS
18
18
 

JENIS POTENSI KHUSUS

 

No

JENIS POTENSI KHUSUS

Volume

 

MATERIAL

 

1

RUMAH

172 Buah

2

SAWAH

 

± 58 ha

4

LADANG

± 338 ha

5

EMPANG

 

± 2 ha

6

PERALATAN USAHA

2

buah

7

HEWAN

± 825 ekor

 

NON MATERIAL

 

1

Pendidikan

 

- Sekolah Dasar

1

buah

- Taman Kanak-kanak

1

buah

- Tenaga Pendidik

15

orang

2

Pekerjaan

 

- Pendeta/Pastor

9

orang

- Biarawati

3

orang

- PNS/Guru

26

orang

- Honorer

6

orang

- Perawat/Bidan

2

orang

- Dokter

1

orang

- POLRI

-

- TNI

-

- Karyawan Swasta

22

orang

- Pensiunan

31

orang

- Tani

128

orang

- Pedagang

10

orang

- Pelajar/Mahasiswa

201

orang

- Wiraswasta

61

orang

- Belum/Tidak Bekerja

58

orang

3

Kepercayaan

 

- Kristen

423

orang

- Katolik

135

orang

4

Kesenian dan Budaya

 

- Kelompok Seni Suara

1 kelompok

- Kelompok Seni Tari

1 kelompok

19
19

JENIS POTENSI KHUSUS

JENIS POTENSI KHUSUS 20
JENIS POTENSI KHUSUS 20
JENIS POTENSI KHUSUS 20
JENIS POTENSI KHUSUS 20
JENIS POTENSI KHUSUS 20
JENIS POTENSI KHUSUS 20
20
20

POTENSI BIDANG PERTANIAN / PERKEBUNAN

POTENSI BIDANG PERTANIAN / PERKEBUNAN 21
POTENSI BIDANG PERTANIAN / PERKEBUNAN 21
POTENSI BIDANG PERTANIAN / PERKEBUNAN 21
POTENSI BIDANG PERTANIAN / PERKEBUNAN 21
POTENSI BIDANG PERTANIAN / PERKEBUNAN 21
21
21

3.2.

MASALAH

Seiring dengan perkembangannya yang semakin pesat, di Desa Koyawas juga

masih terdapat beberapa permasalahan yang harus segera ditangani. Ada beberapa

gambaran permasalahan yang dihadapai di Desa Koyawas dan perlu penanganan

segera berdasarkan Penjaringan masalah yang dilakukan disetiap dusun diantaranya

sebagai berikut :

A. BIDANG PENDIDIKAN

- Kurangnya guru TK dan sarana bermain dan belajar bagi anak sehingga menghambat proses belajar mengajar di sekolah

- Banyak anak-anak sekolah tidak mampu melanjutkan sekolah karena masalah ekonomi.

- Pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki oleh ibu-ibu PKK masih kurang, padahal dari berbagai keterampilan yang dimiliki diharapkan ibu-ibu PKK dapat membuka lapangan kerja sendiri di rumah sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.

B. BIDANG KESEHATAN

- Kurangnya pengetahuan yang memadai tentang kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak, sehingga mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat dan angka harapan hidup terutama bagi keluarga miskin.

- Berbagai penyakit endemik seperti malaria, demam berdarah, sering menyerang warga, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat, intensitas penyuluhan kesehatan yang belum maksimal, serta tindakan pencegahan penyebaran nyamuk terutama dari instansi terkait yang belum sepenuhnya dirasakan amat kurang oleh warga.

C. Bidang Sarana dan Prasarana

- Jalan lorong di lokasi pemukiman penduduk belum keseluruhannya diaspal dan dibuat perkerasan atau pengcoran sehingga menggangu arus transportasi warga dan pada musim penghujan jalanan menjadi becek.

- Belum adanya bahu jalan, sehingga rumput tumbuh dengan cepat di pinggir jalan terutama di musim penghujan, sehingga merusak keindahan.

- Banyak jalan kebun menuju sentra-sentra produksi pertanian yang rusak, disebabkan belum terdapatnya tanggul penahan badan jalan, sehingga menghambat pengangkutan hasil-hasil produksi pertanian yang pada akhirnya mengurangi tingkat pendapatan masyarakat petani.

- Sarana irigasi di lahan pertanian terutama sawah belum representative, sehingga pada musim penghujan, banyak saluran irigasi yang longsor, dan distribusi air yang belum merata.

- Saluran air di ruas jalan utama desa, terlalu kecil, sehingga pada musim hujan air sering meluap ke jalan dan menimbulkan banjir. Hal ini juga disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya dengan membuang sampah di sembarangan tempat.

- Sarana dan prasarana pemerintahan desa berupa balai desa yang kurang memadai seperti WC dan kamar mandi yang rusak, lantai balai desa yang sudah banyak yang retak, serta dinding yang perlu dicat kembali, belum adanya plafond serta sarana air PDAM yang belum terpasang.

22
22

-

Tidak adanya lahan pekuburan desa, sehingga di saat ada warga yang meninggal dunia maka keluarga akan kesulitan mencari lahan pekuburan. Di samping harga yang mahal, jarak dari pemukiman yang cukup jauh. Hal ini tentu sangat membebani masyarakat dari kalangan tidak mampu.

D. BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

- Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan dan keindahan lingkungan. Hal ini ditandai dengan menumpuknya sampah di ruas jalan utama desa, terutama di musim penghujan.

- Tidak adanya bak-bak penampungan sampah di desa.

E. BIDANG SOSIAL BUDAYA DAN PEMUDA

- Kurangnya pengetahuan pemuda tentang Seni Tradisional daerah

- Rendahnya pemahaman pemuda tentang bahaya penggunaan Narkoba dan obat-obat terlarang.

F. BIDANG EKONOMI

 

- Pengetahuan masyarakat dalam bidang pengembangan ekonomi yang belum memadai, terutama tentang pengelolaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

 

- Masyarakat usia produktif banyak tidak memiliki ketrampilan/skil yang memadai sehingga tidak mampu bersaing di dunia usaha.

 

- Tidak adanya modal untuk membuka usaha ekonomi produktif, dan untuk pengembangan usaha ekonomi lainnya.

G. BIDANG PEMERINTAHAN

 

- Kurangnya pemahaman aparat pemerintahan Desa seperti Hukum Tua, Perangkat Desa, BPD tentang pengelolaan administrasi dan keuangan desa.

 

- Lembaga-lembaga di desa seperti LPMD dan PKK kurang berperan karena pengetahuan tentang kelembagaan dan pengelolaan administrasi lembaga yang tidak memadai.

 

- Perangkat Desa dalam menjalankan tugasnya sering lalai, karena tunjangan operasional yang rendah.

 

- Masih terdapat masalah yang cukup krusial tentang batas antar desa.

H. BIDANG KAMTIBMAS

 

- Jalan lorong di ruas jalan utama pada malam hari gelap karena tidak ada penerangan.

 

- Pos Keamanan Lingkungan yang ada di desa rusak total.

I. BIDANG PERTANIAN

 

- Kurangnya sarana dan prasarana produksi pertanian seperti mesin pertanian, pupuk, bibit dan obat-obatan, mengakibatkan hasil produksi pertanian tidak maksimal.

 

- Kelompok Tani yang ada di desa tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang penggunaan teknologi tepat guna, penanggulangan hama dan penyakit, serta teknologi pasca panen, sehingga hasil produksi pertanian berkurang.

 

- Kurangnya penyuluhan-penyuluhan dari instansi terkait dan perlunya studi lapang ke daerah-daerah sentra produksi pertanian guna menambah wawasan petani dan kelompok tani.

J. BIDANG PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN

-

Banyak lahan perkebunan dan kehutanan yang gundul akibat bencana alam dan penebangan liar sehingga mengurangi cadangan air tanah.

K. BIDANG PETERNAKAN

-

Para petani/peternak kekurangan modal untuk mengembangkan usaha peternakan sapi, babi dan ayam.

23
23

BAB IV

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

RPJM Desa Koyawas Tahun 2011-2015 ini adalah sebagai kerangka acuan pembangunan lima tahun ke depan serta sebagai alat untuk mengukur kinerja pemerintah desa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu juga dapat dipakai sebagai alat untuk mengantisipasi perkembangan tuntutan masyarakat, sebagai pedoman tindakan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan dan sebagai alat bagi pemanfaatan dana secara efektif dan efisien serta sebagai alat untuk mewujudkan visi dan misi desa dan sebagai sarana untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan pengembangan desa.

4.1. VISI DAN MISI

4.1.1. Visi

Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa

depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa. Penyusunan

Visi Desa Koyawas ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan pihak-

pihak yang berkepentingan di Desa Koyawas seperti pemerintah Desa, BPD, Tokoh

Masyarakat, tokoh agama, lembaga masyarakat desa dan masyarakat desa pada

umumnya. Pertimbangan kondisi eksternal di desa seperti satuan kerja wilayah

pembangunan di

Koyawas adalah :

.Maka berdasarkan pertimbangan diatas Visi Desa

Kecamatan.

“ Terwujudnya masyarakat desa yang maju, makmur dan berkeadilan, yang didukung oleh sarana prasarana yang memadai, pertanian yang unggul dan aparatur pemerintahan yang handal”

4.1.2. Misi

Selain Penyusunan Visi juga telah ditetapkan misi-misi yang memuat

sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh Desa agar tercapainya visi desa

tersebut.Visi berada di atas Misi .Pernyataan Visi kemudian dijabarkan ke dalam

misi agar dapat di operasionalkan/dikerjakan. Sebagaimana penyusunan Visi,

misipun dalam penyusunannya menggunakan pendekatan partisipatif dan

pertimbangan potensi dan kebutuhan Desa Koyawas, sebagaimana proses yang

dilakukan maka misi Desa Koyawas adalah :

24
24

1. Meningkatkan sarana dan prasarana transportasi

2. Normalisasi sarana dan prasarana irigasi dan drainase

3. Meningkatkan hasil pertanian.

4. Meningkatkan Kualitas sumber daya manusia ( SDM disegala bidang )

5. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

6. Meningkatkan pendapatan masyarakat

7. Menggairahkan kehidupan ekonomi rakyat desa

8. Menyelenggarakan urusan pemerintahan secara professional, tertib administrasi dan keuangan.

9. Meningkatkan kesadaran hukum dan berbudi pekerti.

10. Menjaga kelestarian budaya.

11. Memberikan suasana aman di masyarakat

4.2. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

4.2.1. Arah Kebijakan Pembangunan Desa Dalam rangka melaksanakan strategi pembangunan daerah untuk mencapai

tujuan dan sasaran yang diharapkan sesuai dengan Visi, Misi Desa Koyawas, maka diperlukan arah kebijakan pembangunan desa yang akan dilaksanakan. Arah kebijakan pembangunan Desa Koyawas diarahkan pada terwujudnya masyarakat desa yang maju, makmur dan berkeadilan, yang didukung oleh sarana prasarana yang memadai, pertanian yang unggul dan aparatur pemerintahan yang handal. Guna mewujudkan hal tersebut, kebijakan pemerintah Desa Koyawas adalah lebih banyak memberikan “kail” daripada “ikan”, dan selanjutnya diutamakan lebih banyak lagi memberikan “cara membuat kail”. Untuk mencapai hal tersebut, maka fokus kebijakan pembangunan Desa Koyawas lima tahun mendatang diutamakan pada empat bidang, yaitu: Bidang Pendidikan; Bidang Kesehatan; Bidang Sarana dan Prasarana, Bidang Sosial dan Kepemudaan, dan Lingkungan Hidup, Bidang Kamtibmas, Bidang Pemerintahan, Bidang Ekonomi, Bidang Pertanian, Bidang Perkebunan dan Kehutanan, Bidang Peternakan yang didukung oleh bidang- bidang lain sesuai dengan potensi wilayah Desa Koyawas.

Arah Kebijakan Keuangan Desa Arah Kebijakan Keuangan Desa adalah kebijakan penyusunan program dan indikasi kegiatannya pada pengelolaan pendapatan dan belanja Desa secara efektif dan efisien. Secara garis besar, Arah Kebijakan Keuangan Desa, meliputi :

25
25

- Arah Kebijakan Pendapatan Desa :

1.

Sumber pendapatan desa,

 

a.

Pendapatan Asli Desa, yang meliputi

 

1. hasil usaha desa;

2. hasil kekayaan desa;

3. hasil swadaya dan partisipasi;

4. hasil gotong royong;

5. lain-lain pendapatan asli desa yang sah.

 

b.

bagi hasil pajak daerah Kabupaten paling sedikit 10 % (sepuluh per

 

seratus) untuk Desa dan dari retribusi Kabupaten sebagian diperuntukkan bagi Desa;

 

c.

bagian dari dana perimbangan keuangan Daerah yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten untuk desa paling sedikit 10 % (sepuluh per seratus) yang pembagiannya untuk Desa secara proporsional yang merupakan alokasi dana Desa;

d.

hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat.

2

Kebijakan Pengelolaan Pendapatan Desa Kebijakan umum pengelolaan pendapatan

desa adalah meningkatkan

efektivitas dan optimalisasi sumber-sumber pendapatan desa melalui :

a. Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber penerimaan desa dan sumber-sumber penerimaan lainnya yang sah.

b. Peningkatkan kesadaran dan ketaatan masyarakat untuk membayar pajak dan retribusi dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

c. Pengelolaan dan pemanfaatan aset aset desa yang potensial.

d. Peningkatan manajemen pengelolaan keuangan desa

e. Peningkatan pelayanan kepada wajib/obyek pajak dan retribusi

f. Peningkatan sosialisasi/penyuluhan tentang pajak dan retribusi kepada masyarakat

g. Pembangunan infrastruktur pendukung peningkatan pendapatan desa

h. Penyusunan dan perubahan peraturan tentang pendapatan desa.

26
26

Proyeksi Pendapatan Desa

 

Tahun

 

Tahun

URAIAN PENDAPATAN

Sebelumnya

         

2010

2011

2012

2013

2014

2015

Pendapatan Asli Desa :

17,500,000

18,375,000

24,293,750

25,758,438

27,321,359

28,989,927

1. Hasil Usaha Desa (Bumdes)

   

5,000,000

5,500,000

6,050,000

6,655,000

2. Hasil Kekayaan Desa (Swadaya)

14,000,000

14,700,000

15,435,000

16,206,750

17,017,088

17,867,942

3. Hasil Lainnya (Pungutan Desa)

3,500,000

3,675,000

3,858,750

4,051,688

4,254,272

4,466,985

Bagian Dana Perimbangan

531,900,000

164,695,000

485,209,750

467,850,238

622,622,749

350,033,887

1. Bagi Hasil Pajak dan Retribusi

           

2. Bagian Dana Perimbangan (ADD)

47,900,000

50,295,000

52,809,750

55,450,238

58,222,749

61,133,887

3. Bantuan Keuangan

           

* PNPM-MP

66,000,000

85,000,000

85,000,000

80,000,000

130,000,000

140,000,000

* FEATI

18,000,000

24,000,000

24,000,000

     

* Pemkab (SKPD)

 

5,400,000

313,400,000

312,400,000

344,400,000

148,900,000

* Pemprov (SKPD)

400,000,000

 

10,000,000

20,000,000

90,000,000

 

Hibah (Lahan pekuburan desa)

         

50,000,000

Sumbangan Pihak Ketiga (Pilhut)

       

10,000,000

 

TOTAL

549,400,000

183,070,000

509,503,500

493,608,675

659,944,109

429,023,814

27
27

- Arah Kebijakan Belanja Desa :

1. Jenis belanja desa :

a. Belanja Langsung

- Belanja Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Pemerintahan

- Belanja Program peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dan Kelembagaan

- Belanja Program Pembangunan Bidang Pendidikan

- Belanja Program Pembangunan Bidang Kesehatan

- Belanja Program Pembangunan Fisik / Sarana dan Prasarana/Pengembangan Wilayah

- Belanja Program Kebersihan Lingkungan

- Belanja Program Pembangunan Bidang Ekonomi

- Belanja Program Pembangunan Bidang Sosial dan Budaya

- Belanja Bidang Keamanan

- Belanja Program Pertanian, Peternakan, Perkebunan/Kehutanan

b. Belanja Tidak Langsung

- Belanja Pegawai

- Belanja Subsidi

- Belanja Hibah

- Belanja Bantuan Keuangan

- Belanja Tak Terduga/Darurat

2. Kebijakan pengelolaan belanja desa

Kebijakan

pengalokasian

besaran anggaran bidang, fungsi dan sektor dalam jangka waktu lima

tahun. Berdasarkan masalah yaang dihadapi desa serta program prioritas pembangunan tahun 2011 - 2015 maka arah kebijakan belanja desa adalah sebagai berikut

a. Efesiensi angaran pada belanja tidak langasung

a. Memperbesar alokasi belanja langsung dan belanja bantuan sosial dalam mempercepat pengurangan kemiskinan Kegiatan yang dibiayai :

1. APBD/APBN, meliputi :APBD Kabupaten, APBD Propinsi dan APBN Apabila kegiatan tersebut :

kebijakan menengani sektor, serta proyeksi

dan

proyeksi

belanja

desa

adalah

dan

belanja pada

bidang,

fungsi

1.1. Bukan Kewenangan Desa

1.2. Biayanya terlalu besar / tidak mampu dibiayai desa

1.3. Desa tidak mempunyai kapasitas teknis untuk melaksanakannya

2. APB Desa Apabila kegiatan tersebut :

1.1. Kewenangan Desa

1.2. Biayanya terjangkau oleh anggaran Desa

1.3. Desa mempunyai kapasitas teknis untuk melaksanakannya

3. Lainya:

Berasal dari selain sumber diatas, misal:

a.

Bantuan dari organisasi non pemerintah

c.

Bantuan Program ( misal : FEATI/FMA, PNPM-MP, dll )

d.

Pihak ketiga lainnya ( warga perantauan, Perusahaan, dll)

28
28

Proyeksi Belanja Desa

URAIAN BELANJA

Tahun Lalu

 

Tahun

2010

2011

2012

2013

2014

2015

Belanja Langsung

481,400,000

85,200,000

378,200,000

406,200,000

529,200,000

251,700,000

1. Belanja Operasional Pemerintahan Desa

9,000,000

9,800,000

7,800,000

7,800,000

7,800,000

7,800,000

2. Belanja Bidang Pendidikan

 

1,000,000

1,000,000

21,000,000

6,000,000

1,000,000

3. Belanja Bidang Kesehatan

5,400,000

5,400,000

5,400,000

5,400,000

5,400,000

5,400,000

4. Belanja Bidang Sarana Prasarana

66,000,000

55,000,000

322,000,000

366,500,000

419,000,000

224,000,000

5. Belanja Bidang Ekonomi

       

15,000,000

2,000,000

6. Belanja Bidang Kebersihan Lingkungan

1,000,000

 

2,000,000

     

7. Belanja Bidang Sosial Budaya

     

500,000

1,000,000

 

8. Belanja Bidang Kamtibmas

       

5,000,000

4,000,000

9. Belanja Bidang Peternakan Pertanian, Perkebunan

400,000,000

24,000,000

40,000,000

5,000,000

70,000,000

7,500,000

10. Belanja Administrasi

1,500,000

1,800,000

2,400,000

3,600,000

4,200,000

4,800,000

11. Belanja Barang dan Jasa

1,000,000

1,000,000

1,500,000

2,000,000

2,500,000

3,000,000

Belanja Tidak Langsung

65,000,000

66,000,000

81,000,000

66,000,000

66,000,000

116,000,000

1. Belanja Pegawai

15,000,000

15,000,000

15,000,000

15,000,000

15,000,000

15,000,000

2. Belanja Subsidi

 

-

-

-

-

-

3. Belanja Hibah

         

50000000

4. Belanja Bantuan Keuangan

50,000,000

50,000,000

65,000,000

50,000,000

50,000,000

50,000,000

5. Belanja Tak Terduga

 

1,000,000

1,000,000

1,000,000

1,000,000

1,000,000

TOTAL

546,400,000

161,200,000

459,200,000

472,200,000

595,200,000

367,700,000

29
29

4.2.2.

Potensi dan Masalah

Pembangunan perdesaan merupakan interaksi antara potensi yang

dimiliki oleh masyarakat desa dan dorongan dari luar untuk mempercepat

pembangunan perdesaan. Pendekatan tersebut bermuara pada proses

perubahan yang berlangsung secara berkesinambungan. Dengan mendasarkan

pada tinjauan seperti itu, pembangunan perdesaan akan terkait dengan proses

perubahan yang terjadi pada tataran nasional dan global. Setiap proses

perubahan yang bersifat nasional dan global akan berdampak langsung pada

seluruh kehidupan masyarakat di perdesaan. Perubahan itu menyangkut

perkembangan tata kehidupan ekonomi, pola hubungan sosial masyarakat,

dinamika budaya yang berkembang di masyarakat, serta pola pengambilan

keputusan oleh masyarakat Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua pelaku

ekonomi ikut serta dalam proses pembangunan dan tidak setiap penduduk

menikmati peningkatan pendapatan sebagai hasil dari proses pembangunan

tersebut. Pelaku pembangunan yang tidak memiliki sumber daya dan tidak

mempunyai akses dalam pembangunan akan menganggur. Karena menganggur,

maka tidak berpendapatan yang kemudian menyebabkan kemiskinan. Masalah

kemiskinan menyebabkan ketimpangan baik antar golongan penduduk, antar

sektor kegiatan ekonomi maupun antar daerah. Dengan demikian

permasalahan yang ada di desa dapat direduksi dengan memanfaatkan

berbagai potensi yang ada di desa.

Adapun beberapa permasalahan dan potensi yang terdapat di desa

Koyawas adalah sebagai berikut :

MASALAH

POTENSI

TK Sion Koyawas kekurangan guru dan sarana bermain dan belajar anak

- SDM ada

- Sekolah memadai

Ada anak-anak yang berprestasi tapi tidak punya biaya untuk sekolah

- SDM ada

- Sekolah ada

 

- Bantuan beasiswa

Banyak Ibu-ibu PKK tidak memiliki keterampilan

- SDM berkualitas

- Alat tersedia

Musim pancaroba warga masyarakat terutama anak-anak mendapat gangguan kesehatan

- Rumah Sakit

- Posyandu

 

- Apotik hidup

30
30

MASALAH

POTENSI

Masyarakat banyak tidak punya biaya untuk ke Rumah Sakit

- Rumah sakit

- Tenaga kesehatan desa

Jalan lorong arah GPdI "Ekklesia" di Jaga 1 rusak

- Batu

- Pasir

Bahu Jalan arah GPdI Ekklesia di Jaga 1 belum ada

- Tenaga kerja

- Batu

 

- Pasir

Jalan lorong arah Panti Asuhan "Melania" di Jaga 1 rusak

- Batu

- Pasir

Bahu Jalan arah Panti Asuhan Melania di Jaga 1 belum ada

- Tenaga kerja

- Batu

 

- Pasir

Tanggul penahan jalan di jaga 2 arah tanjung belum ada

- Batu

- Pasir

 

- Tenaga Kerja

Jalan Desa dari Jalan Raya menuju Tanjung di Jaga 2 rusak

- Batu

- Pasir

 

- Tenaga Kerja

Jalan Desa di Tanjung dari jalan rabat beton sampai pertigaan di Jaga 2 rusak

- Batu

- Pasir

 

- Tenaga Kerja

Jalan Kebun (jalan cabang 2) dari Kaayuran Bawah menuju Jembatan Kuburan Kaayuran Bawah di Jaga 1 rusak

- Batu

- Pasir

Jalan Kebun (jalan cabang 2) dari Kaayuran Bawah menuju Sina di Jaga 1 rusak

- Batu

- Pasir

Jalan Kebun dari Sina menuju Noongan di Jaga 1 rusak

- Batu

- Pasir

Saluran Irigasi Sina/Wuliling di Jaga 2 rusak

- Air cukup

- Bendungan

- Curah hujan cukup

Saluran Irigasi Salu Noongan di Wilayah Jaga 2 Sina rusak

- Air cukup

- Bendungan

 

- Curah hujan cukup

Pada Musim Kemarau saluran irigasi Wulantak di Jaga 2 kekurangan air

- Air cukup

- Bendungan

 

- Curah hujan cukup

Saluran Air Primer di jalan raya Jaga 1 rusak mengakibatkan banjir kalau musim hujan

- Pasir

- Batu

 

- Tenaga Kerja

31
31

MASALAH

POTENSI

Saluran Air Primer di jalan raya Jaga 2 rusak mengakibatkan banjir kalau musim hujan

- Pasir

- Batu

 

- Tenaga Kerja

Balai desa Koyawas perlu ada perbaikan

- Pasir

- Batu

- Tenaga Gotong Royong

Lahan Pekuburan Desa belum ada

- Lahan tersedia

Rumput dan sampah banyak berserakan di mana-mana

- Tempat sampah

- Tenaga kerja gotong royong

Kurangnya pemahaman karang taruna terhadap seni tradisional daerah

- SDM di desa

- SDM terdidik

Perlu Pembentukan akhlak generasi muda

- Tempat ibadah tersedia

- Pemuda dan pemudi terdidik

Masih ada pemuda yang belum memiliki pekerjaan / pengangguran

- SDM ada

- Semangat ada

 

- Lapangan kerja tersedia

Tidak memiliki modal usaha untuk Rumah Tangga Miskin

- SDM tersedia

- Gotong royong

Beberapa perangkat desa tidak aktif dan kurangnya pengetahuan administratif

- SDM di desa

- Tenaga administratif tersedia

Pengelolaan administrasi dan pemerintahan desa belum maksimal

- SDM di desa

- Dedikasi tinggi

Pengelolaan administrasi jaga belum maksimal

- SDM di desa

- Tenaga administratif tersedia

Pengurus BPD tidak lengkap dan kemampuan BPD dalam pembahasan Perdes lemah

- SDM di desa

Program kerja PKK monoton, pengurus tidak semua aktif dan kegiatan di pokja belum terealisasi dengan baik

- Dedikasi tinggi

- Pengurus lengkap

- Sarana prasarana memadai

LPMD kurang memahami tugas dan fungsinya

- SDM di desa

- Dedikasi tinggi

Batas desa pemekaran dan desa lainnya belum ada

- SDM ada

- Desa induk

Jalan lorong Jaga 1 kalau malam sangat gelap

- Listrik tersedia

Tingkat Keamanan Lingkungan pada malam hari rendah karena jarak desa dan polisi cukup jauh

- Masyarakat sadar hukum

- Transportasi memadai

Sarana Produksi Pertanian kurang memadai

- Lahan subur dan luas

- Air cukup

- Tingkat pengetahuan dan kemampuan petani memadai

32
32

MASALAH

POTENSI

Gapoktan masih menggunakan sistem tradisional

- Lahan cukup luas

- petani terdidik

Musim panen sering gagal

- Lahan tersedia

- Kelompok Tani

Pola tanam tidak sesuai dengan ketentuan

- Lahan tersedia

- SDM petani cukup

Masyarakat membutuhkan hewan peliharaan untuk beternak

- Lahan tersedia

- Bambu untuk kandang

 

- Tenaga trampil

Kawasan perkebunan/hutan sekitar Kawatak banyak kerusakan

- Lahan tersedia

- Kesadaran masyarakat

Untuk mengidentifikasi permasalahan dan potensi, dilakukan melalui

pengkajian keadaan desa dengan menggunakan tiga pendekatan :

1. Peta Sosial Desa / Sketsa Desa

Sketsa desa adalah gambaran desa secara umum mengenai keadaan sumber

daya fisik (alam dan buatan), sumber daya manusia (tenaga) dan sumber

daya finansial dengan tujuan :

-

Memahami akan jenis, jumlah dan sumber daya di desa.

-

Sebagai alat untuk menggali / menjaring masalah yang ada di tingkat

dusun terutama yang berkaitan dengan pemenuhan hak dasar

(Permasalahan Pengembangan Wilayah, Sosial budaya dan Ekonomi)

-

Sebagai alat untuk menggali / menjaring potensi yang ada di tingkat

dusun

-

Menyamakan presepsi tentang masalah dan potensi yang ada di tingkat

dusun

2.

Kalender Musim

Kalender musim adalah alat kajian untuk mengetahui kejadian / kegiatan

dalam kehidupan masyarakat berkaitan dengan perubahan waktu dengan

tujuan :

- Untuk mengetahui kegiatan dan aktifitas masyarakat berdasarkan

perubahan waktu

- Untuk mengetahui kejadian yang berkaitan dengan kebutuhan / hak

dasar yang terjadi secara berulang dalam kehidupan masyarakat

- Untuk mengetahui masa - masa kritis dalam kehidupan masyarakat

33
33

3. Bagan Kelembagaan

Bagan Kelembagaan adalah gambaran keadaan lembaga yang ada serta

peran dan pola hubungan dengan masyarakat dan merupakan alat untuk

mengkaji

masalah

dan

potensi