Anda di halaman 1dari 5

Pengeringan berbagai komoditi pertanian misalnya kakao, kopi, cengkeh, ikan, padi, jagung dan sebagainya dapat dilakukan

dengan cara penjemuran. Efektifitas cara ini sangat tergantung pada intensitas sinar matahari. Bila cuaca sedang cerah, pengeringan dapat berlangsung dengan baik, sebaliknya jika cuaca sedang mendung atau hujan, penjemuran tidak dapat dilakukan. Sering terjadi musim hujan atau pada saat cuaca mendung bertepatan dengan musim panen raya sehingga hasil pertanian yang baru dipetik tidak dapat langsung dikeringkan. Keadaan ini dapat mengakibatkan terjadinya pembusukan atau kerusakan pada komoditi tersebut. Penjemuran dengan sinar matahari berlangsung secara alamiah sehingga dapat dihasilkan produk yang baik. Seperti kita ketahui bahwa intensitas matahari berubah perlahan-lahan dari minimum-maksimum-minimum (pagi-siang-sore) dan selanjutnya malam hari tidak dapat dilakukan pengeringan. Pada komoditi tertentu diperlukan pengeringan yang kontinu sehingga pengeringan dengan cara penjemuran (terputus pada malam hari) akan diperoleh hasil yang kurang baik. Efektifitas penjemuran dapat ditingkatkan dengan cara menggunakan pengaturan udara panas dan hembusan secara paksa. Akan lebih baik lagi jika cara ini dilengkapi dengan tungku berbahan bakar limbah pertanian (biomassa) agar dapat dioperasikan sepanjang waktu (juga pada waktu malam atau hujan). Guna meningkatkan efektifitas cara penjemuran, saat ini telah dikembangkan dan dibuat beberapa tipe pengering, yaitu: TIPE PENGERING

Alat pengering lorong tenaga surya- biomassa. Alat pengering unit prosesing tenaga surya-biomassa.

Alat pengering lorong dibedakan menjadi tipe seri dan tipe paralel. Pengering lorong tipe paralel, ruang kolektor dan ruang pengeringnya mempunyai panjang yang sama yaitu 20 meter dan lebarnya masing-masing 1 dan 2 meter. Pada pengering lorong tipe seri, 10 meter pertama berfungsi sebagai ruang kolektor dan sisanya (10 meter) adalah ruang pengering. Pada pengering lorong paralel, salah satu ujung ruang pengering diberi plat penahan angin yang berfungsi sebagai pembelok udara (untuk mengurangi kehilangan tekanan dan sebagai perata udara), sedang pada alat pengering tipe seri, bagian kolektor dan pengering dipasang berurutan sehingga tidak perlu pembelok udara. Pada alat pengering tipe lorong, kotak fermentasi diletakkan terpisah, sedang pada alat pengering unit prosesing (rumah surya), kotak fermentasi diletakkan berdekatan dengan ruang pengering. Kotak fermentasi diperlukan jika komoditas yang akan dikeringkan membutuhkan perlakuan fermentasi. Untuk komoditas yang tidak perlu fermentasi, kotak fermentasi ditiadakan saja. 1 Komponen Alat Pengering Lorong Komponen utama dari alat pengering lorong meliputi :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Ruang kolektor Ruang pengering Kaki penahan untuk ruang kolektor dan ruang pengering Kerangka untuk ruang kolektor dan ruang pengering Penutup atas Tungku Kipas angin

Kolektor berfungsi untuk mengumpulkan radiasi sinar matahari dan menkonversikan menjadi panas. Panas yang dibentuk dipakai sebagai sumber energi untuk pengeringan. Kolektor terdiri dari absorber, isolator yang tersusun seperti lantai dengan ukuran panjang x lebar x tebal yaitu 2 meter x 2 meter x 5 cm. Lantai tersebut dibuat sebanyak 5 buah yang akan disusun memanjang. Absorber terbuat dari lembaran seng dengan ketebalan 1 mm, lebar 2 meter dan panjang 10 meter yang dicat hitam. Bahan isolator berupa glasswool, sterofoam atau bahan lainnya. Tutup atas terbuat dari plastik transparan (PVC anti sinarultra violet) dengan lebar 2,20 meter. 1) Ruang Kolektor 2) Ruang Pengering Ruang pengering berfungsi untuk meletakkan komoditi yang akan dikeringkan. Ruang pengering terdiri dari lantai dan tutup atas. Bahan baku, konstruksi dan ukuran lantai pengering dibuat sama dengan pembuatan kolektor tetapi boleh dicat atau tidak. 3) Kaki Penahan Kolektor dan Ruang Pengering Kaki-kaki penahan ruang kolektor dan ruang pengering dapat dibuat dari susunan batubata yang direkatkan dengan adukan semen ataupun dapat dibuat dengan bahan lain misalnya bekas tong atau kayu. 4) Kerangka Kolektor dan Ruang Pengering Kerangka ruang kolektor dan ruang pengering terdiri dari kerangka lantai kolektor/pengering dan kerangka penutup atas. Kerangka lantai kolektor/pengering berfungsi sebagai penjepit atau penghubung kolektor dan lantai pengering satu sama lainnya. Kerangka berupa plat besi tipe kanal (seperti huruf S) yang dipasang memanjang pada 2 sisi sepanjang 20 meter. Sedangkan kerangka penutup atas berfungsi sebagai tempat menggantung (penahan) plastik penutup atas. Kerangka tersebut berbentuk segitiga sama kaki dengan tinggi 40 cm yang dipasang setiap 2 meter sepanjang alat pengering dan dihubungkan satu sama lainnya dengan tali. 5) Penutup Atas Penutup atas berfungsi sebagai pencegah komoditi dari air hujan dan kotoran. Penutup atas terbuat dari plastik transparan yang tahan terhadap cuaca. Plastik penutup dipasang di atas kolektor dan ruang pengering dan dapat dibuka atau ditutup dengan cara digulung. Kelemahan dari alat pengering ini adalah dalam hal penggunaan plastik

penutup yang kurang tahan terhadap cuaca atau mudah rusak karena kecerobohan dalam penanganannya seperti tergores, terinjak binatang dan sebagainya. 6) Tungku Biomassa dan Penukar Kalor Tungku biomassa berfungsi sebagai sumber panas tambahan yang diperlukan pada malam hari atau hujan/mendung. Sebagai bahan baku digunakan limbah hasil pertanian seperti kayu, tandan kelapa, kulit biji kopi, kulit biji kakao dan lain-lain. Komponen tungku adalah dinding dari bata merah, ruang bakar, saringan abu, penukar kalor dan cerobong asap. 7) Kipas angin Kipas angin berfungsi menghembuskan udara panas di atas permukaan komoditi dan membawa uap air keluar ruang pengeringan. Kipas angin dapat dipilih yang digerakkan listrik PLN atau baterai/aki. Kemampuan kipas angin menghembus udara adalah 500-1500 m/jam. Untuk kipas tenaga baterai, dipilih kipas dengan daya 32 watt/12 Volt. Sebagai sumber tenaga digunakan panel surya (solar panel) atau kombinasi panel surya dan aki. 2. Komponen Alat Pengering l) Kolektor Kolektor matahari berfungsi merubah sinar matahari menjadi energi panas. Energi panas yang diserap kolektor kemudian dibawa oleh udara pengering yang melewatinya. Selain menyerap energi dari matahari, kolektor juga berfungsi sebagai atap bagi peralatan proses dan ruang kerja. Bahan yang digunakan untuk atap kolektor :

Plastik penutup:policarbonat anti sinar ultra violet Plat hitam : seng yang dicat hitam Isolator: sterofoam Papan penyangga: triplek

2) Tungku Biomassa dan Penukar Kalor Tungku atau dapur terdiri dari ruang pembakaran dan penukar kalor. Spesifikasi ruang pembakaran :

Temperatur operasi: 500 oC Temperatur maksimum : 900 oC Bahan : baja dan bata tahan api

Spesifikasi penukar kalor :


Tipe: buluh dan cangkang (tube & shell) Bahan buluh: besi baja

Bentuk cangkang: kotak dengan alas bujur sangkar Bahan cangkang: besi baja Isolator cangkang: sterofoam Aliran pada buluh :gas buang hasil pembakaran Aliran pada cangkang: udara pengering Temperatur udara pengering:60oC (operasional) Temperatur udara pengering: 90oC (maksimal)

3) Kotak Fermentasi Unit proses pengeringan ini dilengkapi dengan peralatan proses fermentasi, namun untuk pengeringan komoditi yang tidak memerlukan proses fermentasi, kotak fermentasi tidak diperlukan. Spesifikasi kotak fermentasi :

Jumlah: 8 buah (4 unit) Bentuk: kotak Bahan: papan kayu dan kayu balok

4) Ruang Pengering. Ruang pengering ini merupakan tempat komoditi yang akan dikeringkan. Oleh karena kotak fermentasi yang ada 4 unit maka tempat pengeringan juga dibuat 4 unit.

Spesifikasi tempat pengeringan :


Jumlah : 4 unit Bentuk: kotak, alas bujur sangkar dengan bahan alas: pelat aluminium berlobang (2500 lobang/m2), diameter lobang alas 8 mm dan bahan sisi-sisi dari papan kayu.

5) Kanal (Saluran Udara) Kanal aliran udara merupakan saluran udara yang menghubungkan tungku dengan tempat pengeringan dan saluran udara dari kolektor pemanas matahari ke tempat pengeringan. Pada tiap sambungan kanal dengan tempat pengeringan dipasang sebuah kipas untuk udara pengering Spesifikasi kanal : Dinding : tembok bata (bawah dan samping) dilapisi sterofoam

Dinding atas : multiplek atau papan dilapisi sterofoam

Kipas yang digunakan ada dua macam yaitu untuk mengalirkan udara pengering dan untuk udara pembakaran. 6) Kipas Angin Spesifikasi kipas untuk udara pengering: Jenis.: aksial

Jumlah: 4 buah Motor listrik: 1/4 tenaga kuda

Spesifikasi kipas udara pembakaran :Jenis: aksial

Jumlah: 1 buah Motor listrik: 1/4 tenaga kuda

MANFAAT, KEUNTUNGAN dan KEUNGGULAN Teknologi pengeringan dengan tenaga surya-biomassa ini telah dimasyarakatkan antara lain di daerah Kabupaten Luwu dan Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan beberapa waktu yang lalu. 1. Manfaat : Dapat membantu dalam pemecahan masalah pembangunan di daerah dengan penerapan teknologi dan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan dan sekaligus membantu meningkatkan kemampuan teknologi para petani dan koperasi. 2. Keuntungan : Keunggulan :Operasi pengeringan dapat berjalan siang malam, sehingga dapat memperpendek waktu pengeringan. Dengan meningkatnya mutu produk kakao kering maka harganya diharapkan akan meningkat pula, menggunakan teknologi tepat guna yang relatif murah dalam biaya operasi dan investasinya.

Untuk mengurangi kandungan air dalam bahan diperlukan alat pengering. Ada beberapa tipe alat pengering, Yang telah kami kembangkan adalah alat pengering buatan menggunakan tenaga matahari dan biomassa sebagai sumber energi adalah tipe lorong dan tipe rumah surya. Kami juga dapat melakukan perancangan alat pengering untuk keperluan khusus, misalnya untuk pengering ikan, pengering biji-bijian atau untuk pengering buah-buahan. Sumber : http://www.kamusilmiah.com/teknologi/alat-pengering-kakao/

Beri Nilai