Anda di halaman 1dari 73

Bab 2 Landasan Teori

2.1. Mesin dan Peralatan Pendukung Proses pemesinan adalah bagian dari proses pembentukan dengan cara membuang material yang tidak diinginkan pada benda kerja sehingga diperoleh produk akhir dengan bentuk, ukuran dan permukaan akhir seperti yang dikehendaki. Yang termasuk proses pemesinan dasar ialah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Turning (Bubut) Milling (Freis) Shaping dan Planing (Sekrap) Drilling, Boring dan Reaming (Bor, Gurdi dan Reamer) Sawing Grinding Broaching (Pembuatan lubang yang penampangnya tidak berbentuk lingkaran). Pada risalah praktikum proses manufaktur ini hanya akan dijelaskan mengenai proses pemesinan turning, milling, sekrap, gerinda (menghaluskan permukaan benda kerja yang tidak rata) dan proses welding (proses penyambungan logam dengan cara pemanasan). Proses Turning Proses pemesinan turning (bubut) adalah proses pemotongan logam dengan permukaan silindrik atau konis dengan cara membuang material yang tidak diinginkan pada benda kerja sehingga diperoleh produk akhir

dengan bentuk, ukuran dan surface finish seperti yang dikehendaki. Bagian benda kerja yang terbuang tersebut dinamakan chips (geram). Sewaktu mesin ini beroperasi benda kerja yang dipasang pada spindle melakukan gerak rotasi sedangkan pahat melakukan gerak translasi sepanjang sumbu benda kerja. Kecepatan benda kerja lebih tinggi dibandingkan kecepatan pahat, dengan demikian pada mesin bubut yang melakukan gerak potong adalah benda kerja dan gerak makan dilakukan oleh pahat. Proses Milling Proses milling (freis) adalah proses pengerjaan logam untuk melengkung (3 Dimensi) dan bidang-bidang bertingkat dengan pahat yang berputar pada spindle atau arbor. Jenis-jenis milling berdasarkan posisi pahat ada yang vertikal, horizontal, dan universal. Proses Sekrap Proses sekrap merupakan proses pemesinan yang paling sederhana dimana gerak potong berupa garis lurus dengan pahat bermata tunggal, digunakan untuk menghasilkan permukaan datar. Proses pengerjaan hampir sama dengan mesin milling, hanya mesin sekrap memiliki kecepatan pemotongan dan pemakanan lebih rendah dibandingkan dengan mesin milling. Benda kerja diumpankan tegak lurus terhadap gerak potong diantara langkah-langkah pemotongan yang berurutan.

Gerak potong dilakukan pahat dan gerak makan dilakukan oleh benda kerja dan gerak makan dilakukan oleh benda kerja. Hampir semua bentuk yang dibuat dengan proses sekrap dapat dibuat dengan proses yang lebih produktif, seperti proses milling, broaching ataupun gerinda. Dewasa ini, mesin sekrap hanya dipakai untuk pengerjaan khusus seperti pembuatan perkakas atau dies dengan volume produksi yang kecil. Proses Gerinda Proses gerinda adalah proses untuk menghasilkan permukaan yang halus dan yang dapat mencapai ketelitian yang tinggi. Ketelitian yang tinggi ini dapat tercapai karena pemotongan atau pemakanan oleh mesin-mesin gerinda tersebut dapat diatur sekecil mungkin atau setipis mungkin, yaitu sebesar 2 sampai 5 mikron. Berdasarkan keperluan, penggerindaan dapat menghasilkan permukaan akhir sesuai dengan yang dikehendaki, dari yang kasar hingga yang halus dengan ketelitian yang tinggi. Apapun jenis mesin gerinda yang digunakan, pada umumnya yang digerinda adalah bagian permukaan benda kerja. Salah satu keuntungan penggerindaan ialah kita dapat mengerjakan benda yang telah dikeraskan. Karena apabila benda ini dikerjakan dengan mesin potong biasa sulit untuk dilaksanakan. Proses Welding Proses welding (pengelasan) adalah salah satu proses penyambungan logam dengan cara pemanasan dengan atau tanpa tekanan. Secara mikroskopis, proses penyambungan terjadi karena adanya difusi atom yaitu terjadi perpindahan atom-atom dari tempat asalnya ke tempat atom logam yang disambung.

Dalam risalah praktikum Proses Manufaktur ini akan dijelaskan dua jenis proses pengelasan yaitu pengelasan listrik dan pengelasan asetilen.

Gambar 2.1 Proses Permesinan Setiap proses mempunyai spesifikasi sendiri seperti pisau potong dan gerakan pisau potong terhadap benda kerja. Bidang teknik mesin menekankan kemampuan memilih dan memutuskan proses mana yang paling efektif dan efisien pada tahapan produksi suatu benda kerja produk. Macam-macam perkakas: mesin bubut / lathe mesin bor horizontal mesin sekrap / shape mesin ketam / planer mesin frais horizontal mesin frais vertikal

Gambar 2.2 Mesin Perkakas

Setiap mesin mempunyai kontruksi atau bagian utama seperti kolom, head, spindel, meja tool post dan lain-lain. Bidang teknik mesin harus mampu merancang dan mendisai kekuatan kontruksi dari mesin perkakas tersebut. Tabel 2.1 Tabel Mesin dan Operasinya Mesin perkakas Gerakan pemotong Benda kerja berputar Tool rotasi Meja relative bolak-balik Tool linier bolak-balik Tool rotasi Tool rotasi Piringan berputar Tool linier atau rotasi Tool linier Gerakan pemakan Tool dan meja pembawa relative linier Meja relative linier Tool relative linier Meja relative linier Meja relative linier Tool relative linier Pringan relative linier Benda kerja dan tool linier Tool linier Jenis operasi Muka, drilling boring, reaming Drilling, boring, reaming Permukaan datar Permukaan datar Roda gigi, cam facing, drilling Pelubangan, permukaan datar Permukaan silindris Pemotongan Permukan luar

Mesin Bubut

Mesin Bor Horizontal Mesin Ketam Mesin Sekrap Mesin Frais Horizontal Mesin Frais Vertical Mesin Gerinda Silindrik Mesin Gergaji Mesin

Broaching Peralatan Pendukung a. 1. Peralatan Pendukung Kerja Permesinan Palu dan sikat kawat

dan dalam

Palu dan sikat kawat baja digunakan untuk membersihkan terakterak setiap selesai suatu pengelasan atau waktu menyambung. Palu mempunyai ujung pahat yang dipakai untuk membuat rigirigi pada bagian yang sudut sedangkan yang ujungnya berbentuk pahat digunakan untuk permukaan rigi-rigi yang rata. Sikat untuk membersihkan bagian terak yang ketinggalan setelah di ketok dengan 2. Penjepit Untuk memegang benda kerja yang panas dipergunakan penjepit tempa dengan macam- macam bentuk seperti bentuk moncong rata, moncong bulat, moncong serigala dan moncong kompikasi. Macam-macam penjepit lain yang seringdigunakan padawaktu pengelasan ialah klem C dan lain-lain. Klem ini sering digunakan untuk mengikat bendakerja selama pengelasan. 3. Jangka sorong Untuk mengukur tebal, diameter luar dan dalam, dan mengukur tinggi atau kedalaman lubang dapat mengukur sampai 0,025 mmm / 0,001 inci. 4. Mistar baja Untuk mengukur , menarik garis pada saat pembuatan gambar. palu selain itu sekat kawat digunakan untuk membersikkan bidang bendakerja sebelum dilas .

5.

Siku-siku Siku-siku termasuk alat ukur dan juga alat gambar, pada dasarnya siku-siku digunakan untuk memeriksa mengukur sudut, menarik garis dan memeriksa kerataan suatu bidang.

6.

Ragum Digunakan untuk menjepit benda kerja, karena ukuran dan bentuk benda kerja berbeda-beda maka disediakan juga bermacammacam ragum. Ragum datar dipakai untuk pekerjaan ringan, ragum pelat dipakai untuk pekerjaan berat pada mesin besar, ragum busur pada alas ragum terdapat skala indeks sudut, sudut rahang benda kerja dapat distel dalam arah horizontal sebesar sudut tertentu. Pada ragum universal sudut rahangnya dapat distel dalam arah horizontal dan vertikal.

7.

Mikrometer Digunakan untuk mengukur tebalan pada pekerjaan yang memerlukan ketelitian dan kepadatan, misalnya pada pekerjaan membubut, mengepres dan lain-lain.

8.

Penitik (Penggores) Terbuat dari baja karbon tinggi digunakan untuk melukis garis pada logam.

b. 1.

Alat-alat Keselamatan Kerja Helm pengaman Digunakan untuk menghindari tumbukan langsung benda kerja dengan kepala dan melindung kepala dari benda yang jatuh dari atas.

2.

Helem dan kedok las Digunakan pada saat pengelasan untuk melindung muka dari radiasi inframerah dan ultraviolet dari busur, sinar tajam dari busur dan sinar yang berasal dari cairan benda kerja.

3.

Pelindung telinga Untuk melindung telinga dari kebisingan pada waktu proses pengerjaan benda kerja.

4.

Pelindung hidung Untuk menjaga asap dan debu agar tidak langsung masuk kehidung.

5.

Jaket las atau baju praktek Untuk menghindari terbakarnya pakaian kerja karena percikan cairan logam goresan benda-benda panas dan cahaya yang timbul dari lasan dan proses pengerja pada mesen bubut dan lain-lain. Dianjurkan pakaian kerja berleher tinggi dan menutup rapat bagian leher, demikian pula ujung lengan baju. Jangan memakai pakaian kerja yang sudah usang atau berlubang, sebaiknya menggunakan sepatu tinggi agar bagian atasnya tertutup oleh celana, kesemuanya ini untuk mencegah kemungkinan bunga api las masuk mengenai badan kita.

6.

Sarung tangan Untuk melindung tangan terhadap sinar las atau percikan logam cair dan melindung tangan dari percikan pada saat proses pengerjaan benda kerja dimesin bubut dan lain-lain. Jangan menggunakan sarung tangan dari katun karena mudah terbakar. Saraung tangan biasanya terbuat dari kulit, disamping kuat pakai, juga tahan terhadap panas.

7.

Sepatu kerja Untuk melindung kaki dari benda-benda tajam, jatuhnya bendabenda dan goresan benda tajam.

2.2 Mesin Bubut Mesin bubut dapat kita temui pada bengkel mesin konstruksi khususnya, dan bengkel-bengkel pengerjaan logam pada umumnya, karena mesin ini banyak gunanya dalam pembuatan atau perbaikan peralatan. Mesin yang gerak utamanya berputar ini berfungsi sebagai pengubah bentuk dan ukuran benda dengan jalan menyayat benda tersebut dengan pahat penyayat. Adapun pokok kerjanya ialah bahwa benda kerja yang dibubut itu dalam keadaan berputar, sedangkan alat penyayatnya bergerak mendatar atau melintang secara perlahan. Benda kerja tersebut dipasang pada alat jepit dan penjepit ini dipasang pada poros utama mesin tersebut. Perputaran mesin itu berasal dari sebuah motor listrik yang dipasang di bawah atau di samping mesin. Ukuran mesin bubut ditentukan oleh panjang dan tingginya. Panjangnya diukur dari jarak kedua senternya, sedangkan tingginya diukur dari jarak senter terhadap alasnya dalam satuan inchi. Ukuran ini menunjukkan kapasitas kerjanya. Misalnya mesin bubut yang berukuran panjang 40 dan 7 , berarti kemampuan kerjanya hanya terhadap benda kerja yang panjangnya 40 dalam sekali penyayatan ke arah memanjang dan 7 ke arah melintang.

Lebih dari itu tidak dapat dikerjakan karena gerak pahat dan gerak putar benda kerja terbatas. Meskipun demikian, hal ini pada hakekatnya masih dapat kita kerjakan dengan menggunakan alat khusus. 1. Komponen Utama Mesin Bubut

Gambar 2.3 Mesin Bubut Bagian-bagian terpenting dari mesin bubut adalah sebagai berikut: Kepala tetap (Head Stock) Kepala tetap adalah bagian mesin bubut yang letaknya di sebelah kiri mesin, dan bagian inilah yang memutarkan benda kerja. Di dalamnya terdapat kumparan satu seri roda gigi serta roda tingkat atau roda tunggal.

Sumbu utama pada tiap-tiap mesin bubut dibuat berlubang. Lubang ini gunanya selain untuk mengurangi berat, juga untuk memasukkan benda kerja yang berukuran panjang pada waktu dibubut. Pada kepala tetap dipasang pula alat-alat jepit benda kerja yang akan dibubut.

Gambar 2.4 Kepala Tetap Kepala lepas (Tail Stock) Kepala lepas adalah bagian dari mesin bubut yang letaknya disebelah kanan mesin dan dipasang di atas alas mesin. Guna alat ini ialah: a. b. c. Sebagai tempat pemikul ujung benda kerja yang dibubut. Sebagai tempat kedudukan bor pada waktu mengebor. Sebagai tempat kedudukan penjepit bor.

Kepala lepas dapat bergeser di sepanjang alas mesin dan kedudukannya pada alas tersebut diikat dengan baut dan mur ikat. Baut dan mur ini mengikat bagian alas kepala lepas dengan alas mesin. Poros (sleve) kepala lepas itu berlubang tirus (tirus Morse) sesuai dengan ketirusan tangkai bor.

Pada paksi ini terdapat garis-garis pengukur (dalam inci atau mm) yang gunanya untuk memeriksa panjang pergerakan poros itu, misalnya di waktu mengebor dan lain-lain. Tinggi kepala lepas ini sama dengan tinggi kepala tetap. Untuk memeriksa ketinggian ini, maka pada kedua lubang poros kepala lepas dan kepala tetap dipasang senter yang bersudut 600. Kedua senter ini kita tempatkan sehingga hamper bersentuhan. Jika tinggi kedua ujung senter itu sama, maka kedudukan kepala lepas dan kepala tetap itu baik. Kepala lepas terdiri atas dua bagian, yaitu alas dan badan. Kedua bagian itu diikat dengan 2 atau 3 baut ikat dan dapat digeserkan. Pergeseran ini diperlukan apabila: a. b. Kedudukan kedua senter tersebut tidak sepusat. Kedudukan kedua senter tersebut harus tidak sepusat, misalnya untuk menghasilkan pembubutan yang tirus.

Gambar 2.5 Kepala Lepas Alas (Bed) Alas mesin bubut gunanya sebagai : a. b. c. tempat kedudukan kepala lepas. tempat kedudukan eretan (carriage atau support). tempat kedudukan penyangga diam (steady rest).

Alas yang bentuknya memanjang ini juga merupakan tempat tumpuan gaya-gaya pemakanan pahat di waktu membubut. Permukaannya rata dan halus sehingga melancarkan gerakan eretan ataupun kepala lepas di atasnya. Bentuk alas ini bermacam-macam, ada yang datar, ada yang salah satu atau kedua sisinya mempunyai ketinggian dan lain-lain. Antara eretan-alas dan alat tersebut mempunyai tempat kedudukan masing-masing sehingga satu sama lain dapat bergerak bebas. Jika bagian ini rusak, maka jalannya eretan atau kedudukan kepala lepas tidak akan baik lagi dan berakibat hasil bubutan itu tidak akan baik pula. Eretan (carriage atau support) Eretan terdiri atas eretan alas, eretan lintang dan eretan atas. Eretan alas adalah eretan yang kedudukannya pada alas mesin dan bergerak ke kiri atau ke kanan sepanjang alas. Di dalamnya terdapat alat-alat mekanik untuk menggerakkan eretan tersebut secara otomatis ataupun digerakkan dengan tangan. Gerakan eretan ini melalui roda gigi yang dihubungkan pada batang gigi panjang yang dipasang di bawah alas atau melalui as penghantar (lead screw atau as transporter). Apabila mesin berputar, maka sumbu penghantar ikut pula berputar. Jika roda gigi eretan dihubungkan dengan sumbu tersebut, maka roda gigi itu akan berputar pula, berarti akan membawa eretan bergeser ke kiri atau ke kanan.

a.

Eretan lintang Eretan ini letaknya di atas eretan alas dan kedudukannya melintang terhadap alas. Eretan ini dapat bergeser ke arah melintang, yaitu menjauhi atau mendekati pekerja, baik diputar dengan tangan ataupun secara otomatis. Guna eretan ini antara lain untuk memberikan tebal pemakanan pahat atau menggerakkan pemakanan pahat di waktu membubut. Pada bagian ujung dekat dengan pemutarnya terdapat pembagian ukuran. Dengan pembagian ukuran ini kita dapat mengatur tebal pemakanan pahat bubut. Eretan memanjang Poros transfortir Poros peeding Tabel putaran mesin Tabel ulir dan kecepatan pemakanan Kotak roda gigi Laci alat

b.

Eretan atas Letak eretan ini di atas eretan lintang dan diikat 2 baut dan mur ikat. Pada eretan ini terpasang rumah pahat yang gunanya untuk memasang pahat bubut. Pahat tersbut dipasang pada rumah bubut kemudian dijepit oleh sebuah atau beberapa buah jepit. Kedudukan eretan ini dapat diubah-ubah atau diputar 3600 sesuai dengan yang kita kehendaki. Pada bagian alasnya terdapat pembagian ukuran dalam derajat.

Eretan ini khususnya digunakan untuk membubut tirus dengan sudut yang besar pada jarak yang pendek (berhubung panjang langkahnya terbatas). Gerakannya tidak dapat otomatis melainkan harus diputar dengan tangan.

Gambar 2.6 Eretan Pahat Bubut Pahat bubut adalah pisau penyayat yang digunakan untuk menyayat benda kerja yang dibubut. Benda kerja yang dibubut mempunyai gerakan berputar dan pahat yang menyayat bergerak mendatar, tegak lurus, miring terhadap benda kerja dengan gerakan lambat. Bahan dan kualitas pahat bubut adalah bermacam-macam tergantung dari kualitas bahan yang dibubut seperti pahat baja kecepatan tinggi, pahat baja karbon, pahat baja perkakas, pahat logam keras dan lain-lain. Kualitas bahan pahat ini menentukan pula penggunaannya, misalnya pahat baja karbon atau baja perkakas digunakan untuk mengerjakan bahan-bahan yang lunak, seperti tembaga, kuningan dan semacamnya, karena baja ini tidak tahan terhadap panas yang tinggi.

Sebab dengan adanya sayatan itu, bagian yang tersayat menjadi panas. Pahat yang banyak dipakai sekarang ialah pahat baja kecepatan tinggi. Pahat ini tahan terhadap suhu 6000C karena mengandung perpaduan wolfram, vanadium dan chrom disamping karbon. Bentuk pahat bubut itu bermacam-macam tergantung dari fungsinya, hal ini berarti bahwa satu macam bentuk pahat bubut prinsipnya tidak boleh dipakai untuk bermacam-macam pengerjaan. Misalnya pahat bubut rata semata-mata untuk membubut permukaan memanjang dari benda kerja dan tidak diperbolehkan untuk memotong atau membubut ulir dan lain-lain. Bentuk-bentuk pahat bubut itu antara lain : a. Pahat bubut rata Pahat ini gunanya untuk membubut bagian luar benda kerja hingga bulat dan rata. Bagian puncaknya menyudut 800. Pahat ini terdiri dari 2 macam, yaitu pahat kanan dan pahat kiri. Pahat kanan penyayatannya dimulai dari kanan ke kiri, dan pahat kiri penyayatannya dari kiri ke kanan. Perbedaan kedua macam pahat itu terletak pada sudut-sudut bebasnya. b. Pahat bubut muka Guna pahat ini ialah untuk membubut permukaan ujung benda (bagian tebalnya) hingga rata, baik pekerjaan itu dipikul oleh senter kepala lepas maupun tidak. Pemakanannya dimulai dari tengah-tengah (titik senter) ke arah sisi pekerjaan, jadi gerakannya mundur. Jika sebaliknya, maka pahat akan melawan putaran benda kerja dan mendapat beban sayat yang sangat besar sehingga akan cepat tumpul.

Sudut puncaknya menyudut 500 550 dan pemasangannya miring ke kiri sehingga bagian puncaknya mengenai benda kerja. c. Pahat potong Bentuk pahat potong berbeda dengan bentuk pahat lainnya. Bentuknya tipis dan dipasang pada pemegang khusus. Guna pahat ini untuk memotong benda kerja atau membuat alur pada mesin bubut. d. Pahat bentuk Pahat bentuk adalah pahat yang ujung pemotongnya berbentuk sedemikian rupa sehingga hasil pembubutannya akan berbentuk cekung, cembung dan lain-lain.Gerak pemakanannya bermacammacam dan bebas, ke kiri, ke kanan dan melintang tergantung dari bagian yang akan dibentuk. Dengan pahat bentuk ini kita akan dapat menghasilkan bentuk yang sama pada beberapa pengerjaan atau pekerjaan. e. Pahat bubut dalam Pahat ini gunanya untuk membubut bagian dalam atau lubang benda kerja. Pahat ini bertangkai panjang dan dipasang diujung tangkai dan diikat dengan sebuah baut atau disatukan dengan jalan dilas. f. Pahat bubut ulir Pahat ulir gunanya untuk membubut ulir pada benda kerja. Bentuknya bermacam-macam, misalnya berbetuk segi tiga, segi empat, trapesium dan lain-lain.

Tool Post
Berfungsi sebagai pengikat pahat, yang bertumpu pada carriage dengan Cross Slide dan Compound Rest. Feed Rod dan Lead Screw Fungsinya sebagai penggerak untuk gerakan otomatis carried sepanjang bed, sebagai contoh pembuatan ulir. Kecepatan makan pahat adalah gerakan carried sepanjang bed harus dilakukan gerak secara otomatis.

Spindle
Spindle merupakan suatu poros yang berputar tempat terpasangnya Cekam (chuck).

Gear Box
Gear Box terpasang pada head stock yang berfungsi mengatur putaran spindle dan menggerakan benda kerja sewaktu mesin beroperasi. Dengan adanya Gear Box, putaran spindle dapat divariasikan dari 4 sampai 18. 2. Klasifikasi Mesin Bubut Pada garis besarnya mesin bubut dapat diklasifikasikan dalam 4 kelompok, yaitu mesin bubut ringan, mesin bubut sedang, mesin bubut standar dan mesin bubut beralas panjang. 1. Mesin bubut ringan Mesin bubut jenis ini digunakan untuk latihan dan pekerjaan mesin ringan. Bentuk peralatannya kecil dan sederhana, dan dipergunakan untuk mengerjakan benda-benda kerja yang berukuran kecil pula.

2.1 Klasifikasi Mesin Bubut Berdasarkan 4 kelompok besar

Gambar 2.7 Mesin Bubut Ringan 2. Mesin bubut sedang Konstruksi mesin bubut ini lebih cermat dan dilengkapi dengan penggabungan peralatan khusus. Oleh karena itu mesin ini dipergunakan untuk pekerjaan yang lebih banyak variasinya dan lebih teliti. Fungsi utamanya ialah untuk menghasilkan atau untuk memperbaiki perkakas-perkakas secara produksi .

Gambar 2.8 Mesin Bubut Sedang 3. Mesin bubut standar Mesin ini dibuat lebih berat, daya kudanya lebih besar dan dipergunakan untuk pekerjaan yang lebih besar daripada yang dikerjakan mesin bubut ringan dan sedang. Mesin ini merupakan standard dalam pembuatan mesin-mesin bubut pada umumnya.

4.

Mesin bubut beralas panjang Mesin bubut ini termasuk mesin bubut industri yang dipergunakan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang panjang dan besar, misalnya membuat poros-poros kapal, poros transmisi, bahan roda gigi kapal dan lain-lain.

Gambar 2.9 Mesin Bubut Beralas Panjang 2.2 Klasifikasi Mesin Bubut Berdasarkan pada Model Kontruksi Pengelompokan mesin bubut berdasarkan pada model kuntrusi yaitu: 1. Speed Lathe digunakan untuk pengerjaan kayu, pengerjaan spining logam dan polishing. 2. Engine Lathe Mesin bubut dengan kecepatan spindel konstan yang dapat dihubungkan dengan pulley luar untuk menghasilkan tingkat kecepatan yang bervariasi. 3. Bench Lathe Mesin bubut ukuran meja, untuk pengerjaan ringan.

4.

Toolroom Lathe Digunakan untuk pengerjaan presisi terutama untuk membuat tool, dies dan komponen presisi lainnya.

5.

Turret Lathe Mesin bubut dengan multi toolpost dimana beberapa mata potong terletak pada satu tool post. Beberapa mata potong pada turret dapat diset urutan produksinya sehingga cocok untuk produksi massa (berulang-ulang).

6.

Automatic Lathe Pengendalian parameter secara otomatis seperti penyetelan kecepatan spidel, kedalaman pemotongan, indexing dan panjang lengkah pemekanan diatur melalui selektor yang secarapermanen teleh disetting untuk setiap operasi. Pengendalian semua gerakan diatur oleh rangkaian cam.

3.

Alat Bantu Mesin Bubut Benda kerja yang akan dibubut harus dijepit dengan menggunakan alat penjepit. Penjepit ini bermacam-macam, yaitu:

1.

Cekam berahang tiga dan cekam berahang empat Cekam berahang tiga bentuknya bundar dan mempunyai 3 rahang jepit. Ketiga rahang itu dapat bergerak otomatis atau memusat sendiri apabila kuncinya diputar sehingga dapat menjepit dengan cepat. Cekam ini khusus untuk menjepit benda kerja yang sudah bulat atau benda kerja yang bersegi 3, bersegi 6, bersegi 9 sama sisi.

Gambar 2.10 Cekam Rahang 3 Cekam berahang empat memiliki empat mulut rahang yang masing-masing dapat bergerak bebas (tidak otomatis). Guna cekam ini ialah untuk menjepit benda kerja yang berbentuk segi empat, bulat atau yang bentuknya tidak teratur. Tiap mulut jepitnya dapat diatur sehingga benda kerja yang dijepit terletak ditengah-tengah atau sepusat. Pada cekam ini terdapat beberapa garis lingkaran yang gunanya untuk memudahkan atau mempercepat pengaturan letak benda kerja di tengah-tengah sehingga titik tengahnya segaris dengan garis senter mesin. Bagian luar rahang tersebut, baik cekam berahang tiga maupun berahang empat, dapat pula dipakai untuk menjepit pekerjaan bagian dalamnya, misalnya pipa, flens yang berlubang besar dan lain-lain. Pemasangan kedua penjepit ini pada sumbu kepala tetap tergantung dari konstruksi poros mesin bubut itu, ada yang diputarkan (berulir) dan ada pula yang diikat dengan baut dan mur pengikat. 2. Cekam rata, pembawa dan pelat pembawa Bentuk cekam rata adalah pipih bulat dan terdapat banyak lubang atau alur. Guna alat ini untuk menjepit benda kerja yang sukar atau yang tak dapat dijepit dengan berahang 3 atau berahang 4.

Alur-alur itu gunanya sebagai tempat kedudukan baut pengikat (sama halnya dengan alur-alur pada meja mesin bor). Benda kerja yang diletakkan pada permukaan alat ini kemudian dijepit dengan pelat-pelat penjepit. Pembawa adalah alat yang fungsinya membawa benda kerja sehingga berputar diwaktu membubut. Pelat pembawa berbentuk bulat pipih dan digunakan untuk memutar pembawa sehingga benda kerja yang terpasang pada pembawa ikut berputar poros mesin. Baik alat pembawa maupun pelat pembawa, keduanya dipakai manakala benda kerja yang dibubut dipasang atau dipikul oleh 2 senter. 3. Senter Senter adalah alat yang terbuat dari baja yang dikeraskan dan digunakan untuk memikul benda kerja yang dibubut. Senter ini dipasang pada lubang poros kepala tetap atau kepala lepas. Bagian yang memikul benda kerja menyudut 600. Senter yang terpasang pada kepala tetap dinamakan senter hidup. Dinamakan senter hidup karena ia ikut berputar dengan benda kerja, sedangkan senter mati tinggal diam tidak berputar. Senter mati ini selalu bergesek dengan benda kerja yang berputar, jika tidak dipelihara dengan baik, maka ujung senter ini akan cepat aus dan rusak. Oleh karena itu pemasangannya pada benda kerja harus diberi minyak pelumas. Senter kepala lepas yang baik adalah senter yang dapat berputar sehingga antara benda kerja dan ujung senter tidak ada gesekan.

4.

Kolet (collet) Untuk menjepit benda kerja yang sudah halus dan bulat yang akan dibubut digunakan kolet. Bentuknya bulat panjang, lehernya tirus dan berlubang, ujungnya berulir dan kepalanya dibelah menjadi 3 bagian. Ukuran alat ini bermacam-macam. Ukuran tersebut tercantum pada bagian mukanya dan menyatakan garis tengah benda kerja yang dijepit. Misalnya kolet yang berukuran 3/8 , berarti alat ini untuk menjepit benda kerja yang garis tengahnya 3/8. Pemasangannya pada lubang poros kepala tetap. Alat ini selalu dilengkapi dengan batang penarik yang ujungnya berulir dan ujung yang lainnya sebagai pemutar. Benda yang akan dibubut dimasukkan ke dalam lubang kolet, kemudian batang penarik tadi dimasukkan ke dalam lubang sumbu utama lalu diputar ke kanan sehingga menarik kolet. Karena leher kolet dan ujung lubang paksi mempunyai ketirusan yang sama, maka kepala kolet akan menjepit benda kerja dengan baik.

Gambar 2.11 Kollet 5. Penyangga tetap (steady rest) Penyangga tetap adalah alat yang gunanya untuk menyokong atau menunjang benda kerja yang dibubut jika bagian yang dibubut itu panjang.

Tanpa alat penunjang ini, maka benda tersebut, terutama pada bagian tengah antara senter kepala lepas dan senter kepala tetap akan bergetar sehingga hasilnya akan kasar. Terlebih-lebih di waktu membubut lubang pada benda yang panjang, alat ini mutlak diperlukan. Penyangga tetap dipasang pada alas mesin dan diikat dengan baut dan mur. Bagian yang menyokong benda kerja sebanyak 3 buah dan terbuat dari baja atau perunggu. Batang-batang penyokong tersebut dapat diatur melalui baut penekannya sehingga ketiganya merapat pada benda kerja. Penekanannya pada benda kerja tidak boleh terlalu keras dan juga tidak boleh terlalu longgar. Jika terlalu keras, kemungkinan benda kerja akan termakan penyokong tersebut dan apabila terlalu longgar, benda kerja akan bergetar waktu dibubut. Pada bagian yang disokong harus diberi minyak pelumas untuk mengurangi gesekan dan melancarkan putaran benda kerja.

Gambar 2.12 Penyangga Tetap (Steady Rest) 6. Penyangga jalan (follower rest) Fungsi alat ini hamper sama dengan fungsi penyangga tetap, yaitu untuk menunjang benda kerja yang panjang dan kecil waktu dibubut.

Perbedaannya ialah, bahwa penyangga jalan pemasangannya pada eretan dan ikut bergerak di belakang pahat bubut. 7. Poros Bantu (Mandrel) Untuk membubut bagian luar benda kerja yang pendek dan berlubang digunakan poros bantu untuk menyangga agar benda tersebut dapat dikerjakan tanpa banyak pengaturan atau penyetelan (harus dibolak-balik). Poros bantu ini berupa batang bulat yang pemasangannya dimasukkan ke dalam lubang benda kerja. Bentuknya tirus atau lurus dan bagian ujungnya ada yang berulir dan ada pula yang tidak. Poros bantu yang bentuknya lurus biasanya berukuran 0,03-0,05 mm lebih besar daripada ukuran lubang benda kerja dan salah satu ujungnya berulir untuk pemasangan mur pengikat. Sedangkan poros bantu yang tirus mempunyai ketirusan 0,021 mm tiap inci. Poros ini biasanya tidak berulir pada ujungnya. Jika toleransi itu terlalu besar, selain berat mengepresnya, juga ada kemungkinan benda kerja itu akan pecah, terutama jika benda itu tipis atau terbuat dari besi tuang. Ujung bagian yang tirus itu harus dibulatkan sedikit dan diberi minyak untuk memudahkan pemasukan atau pengepresan pada benda kerja. Jika benda itu telah selesai dibubut, poros bantu itu dikeluarkan lagi dengan alat pengepres.

Gambar 2.13 Mandrel 8. Kartel Kartel adalah suatu alat yang gunanya untuk membuat alur-alur kecil pada benda kerja. Benda yang dibuat alur-alur ini dimaksudkan agar tidak licin, dan terdapat pada batang-batang penarik atau pemutar yang dipegang oleh tangan. Alat ini terdiri dari tangkai dan sepasang gigi. Gigi tersebut terpasang pada bagian muka tangkai dan dibuat dari baja yang dikeraskan. Hasil pengartelan ini ada yang lurus dan ada yang belah ketupat (diamond). Ukuran kehalusan alurnya atau giginya ditentukan dalam banyak alur tiap inci. Kartel yang beralur 14 tiap inci adalah kartel kasar. Yang 21 alur tiap inci adalah kartel sedang dan yang beralur 33 tiap inci adalah kartel halus. Kartel ini dipasang pada rumah pahat dan kedudukannya harus setinggi senter. Kerja kartel bukan menyayat seperti pahat bubut, melainkan menekan benda kerja, sehingga bagian yang tertekan akan beralur, sedangkan bagian yang tidak tertekan akan mengembang keluar.

9.

Pemegang Pahat dan Rumah Pahat Pahat yang dipakai membubut ada yang langsung dijepit pada rumah-rumah pahat, ada juga yang dipasang pada pemegang pahat kemudian dijepit pada rumah-rumah pahat. Umumnya pahat yang berukuran kecil dipasang pada pemegang pahat agar tertahan oleh pemegang tersebut waktu mendapat tekanan pemakanan. Lubang pemegang pahat itu berbentuk segi empat dan biasanya menyudut 170. Guna rumah pahat adalah untuk menjepit pahat atau pemegang pahat. Bentuknya bermacammacam dan dipasang pada eretan atas. Rumah pahat dapat menjepit 4 macam pahat yang berlainan bentuk, sehingga lebih praktis dan melancarkan jalannya pengerjaan dengan tidak usah mengganti-ganti pahat setiap pengerjaan. Penggantian pahat yang akan dipakai hanya dengan mengendorkan batang penjepit rumah itu, kemudian rumah ini diputar ke kiri atau ke kanan sehingga pahat yang akan dipakai menghadap kepada benda kerja.

2.3 Mesin Freis Mesin Freis adalah mesin perkakas yang digunakan untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu benda kerja dengan mempergunakan pahat freis (cutter) majemuk sebagai pahat penyayat yang berputar pada sumbu mesin. Mesin freis termasuk mesin perkakas yang mempunyai gerak utama berputar, pahat freis dipasang pada sumbu atau arbor mesin yang didukung dengan alat pendukung arbor, jika arbor mesin berputar melalui suatu putaran motor listrik maka pahat freis ikut berputar, arbor mesin dapat berputar ke kanan atau ke kiri sedangkan banyaknya putaran diatur sesuai dengan kebutuhan.

Kegunaan mesin freis itu bermacam-macam, diantaranya ialah untuk meratakan permukaan, membuat alur, membuat roda gigi, membesarkan lubang, mengebor, reamer, dan lain-lain. Prinsip kerja mesin freis ialah pahat atau alat-alat penyayat mempunyai gerak putar, sedangkan benda kerja terpasang pada meja dengan keadaan bergerak mendatar, tegak, atau berputar secara lambat. Dalam bentuknya mesin freis dibagi menjadi tiga golongan, yaitu mesin freis lutut dan tiang (knee and column), mesin freis industri, dan mesin freis khusus. Yang termasuk mesin freis lutut dan tiang adalah mesin freis datar (plain milling machine), mesin freis universal dan mesin freis tegak. Mesin-mesin freis ini merupakan mesin freis standar. Mesin freis datar adalah mesin freis yang letak sumbu utamanya mendatar. Mejanya terpasang diatas lutut dan dapat bergerak mendatar menyilang dan naik turun. Mesin ini banyak dipakai pada industri-industri kecil untuk reparasi atau memproduksi sesuatu dalam bentuk kecil, atau dipakai di sekolahsekolah untuk pelajaran dasar cara-cara mengefreis.

1.

Bagian Utama Mesin Freis

Gambar 2.14. Bagian-bagian Utama Mesin Freis Bagian-bagian penting dari mesin freis ialah badan, alas, lengan, paksi atau spindle, lutut, sadel, meja, dan penahan-penahan poros.Badan adalah bagian yang menahan seluruh bagian-bagian mesin itu. Didalamnya terdapat motor penggerak, susunan rodaroda gigi pengatur kecepatan putar, tempat minyak pelumas untuk melumasi bagian-bagian yang berputar. Dibagian alasnya terdapat tempat penampungan cairan pendingin. Cairan pendingin ini dialirkan oleh suatu pompa ke tempet kedudukan pahat freis melalui pipa-pipa atau selang untuk mendinginkan pahat penyayat. Apabila sudah dipakai akan kembali ke tempat semula melalui suatu saluran.

Paksi atau spindle adalah poros utama mesin freis dan fungsinya sebagai tempat kedudukan poros freis (arbor). Poros tersebut dimasukan ke dalam lubang paksi dan diikat dengan baut pengikat yang letaknya di ujung lubang paksi. Jika mesin dijalankan, paksi akan membawa poros ikut berputar. Lengan adalah bagian mesin freis yang gunanya sebagai tempat kedudukan penopang atau penahan ujung poros feis, dan letaknya pada bagian paling atas mesin tersebut. Kedudukan lengan ini dapat diatur atau digeser. Pada suatu pengerjaan tertentu, lengan ini kadang-kadang tidak dipakai karena menghalangi perlengkapan yang dipakai. Lutut adalah tempat kedudukan meja dan eretan meja (sadel). Lutut ini ditahan oleh eretan yang melekat pada badan mesin serta ditopang oleh poros berulir sebagai poros penggerak naik turunnya lutut tersebut. Eretan meja atau sadel adalah bagian yang menyokong meja dan terpasang diatas lutut. Bagian bawahnya berbentuk sambungan ekor burung yang menghubungkan bagian atas lutut. Bagian atasnya terdapat bantalan penahan meja dan mempunyai sambungan ekor burung pula yang bentuknya memanjang. Meja tersebut diikat dengan baut yang terpasang pada salurannya. Bentuk meja mesin freis umumnya persegi panjang dan fungsinya sebagai tempat kedudukan benda kerja yang akan difreis. Permukaannya rata dan. Gunanya permukaan disamping sebagai tempat baut-baut pengikat, juga sebagai saluran untuk mengalirkan cairan yang sudah terpakai ketempatnya semula.

Penahan Poros yang letaknya pada lengan mesin gunanya menahan atau menopang ujung poros freis. Penahan ini dapat digeser-geserkan kedudukannya untuk menyesuaikan dengan kedudukan benda kerja yang akan difreis. Penahan ini dapat digeser-geserkan kedudukannya untuk menyesuaikan dengan kedudukan benda kerja yang akan difreis. Pada mesin yang modern, terdapat dua buah penahan. Yang sebuah dipasang bagian tengah dan yang sebuah lagi dipasang di ujung poros fris. Yang letaknya di tengah mempunyai lubang lebih besar daripada yang dipasang di ujung poros. Dengan ditahan oleh kedua penahan ini maka kedudukan poros freis menjadi lebih kokoh dari pada hanya memakai satu penahan, terutama diwaktu mengefreis dengan sayatan tebal. Bantalan yang menahan poros freis tersebut biasanya terbuat dari kuningan atau perunggu dan selalu diminyaki/dilumasi sehingga gesekan antara poros dan penahan relatif kecil. 2. Klasifikasi Mesin Freis Klasifikasi mesin perkakas freis berdasarkan posisi spindle/paksi dapat dibagi menjadi 3 yaitu : a. Mesin Freis Universal. Bentuk konstruksi mesin freis universal tidak banyak berbeda dengan mesin freis datar, perbedaannya adalah terletak pada mejanya. Meja mesin ini dapat bergerak ke kiri dan ke kanan hingga menyudut, disamping dapat bergerak mendatar dan tegak.

Karenanya mesin ini dapat mengerjakan bermacam-macam pekerjaan dalam keadaan menyudut, misalnya: membuat roda gigi spiral, reamer, dan lain-lain.

Gambar 2.15. Mesin Freis Universal b. Mesin Freis Vertikal atau Tegak. Mesin freis tegak kedudukan sumbu utamanya berdiri tegak. Paksi atau spindle yang tegak ini dapat diputar ke kiri dan ke kanan serta dapat digerakan naik turun secara otomatis atau diputar dengan tangan. Mesin ini digunakan untuk mengefreis permukaan luar atau permukaan dalam, reamer, membuat alur tegak atau mendatar. Mejanya dapat bergerak mendatar, menyilang, dan naik turun. Dibandingkan dengan mesin freis datar, penggunaannya sangat terbatas.

Gambar 2.16. Mesin Freis Vertikal c. Mesin Freis Horizontal Mesin freis horizontal adalah mesin freis dengan posisi spindel mendatar. Fungsi mesin ini hampir sama dengan mesin freis vertikal.

Gambar 2.17. Mesin Freis Horizontal d. Mesin Freis Industri Mesin freis industri adalah mesin freis produksi yang umumnya berukuran besar, gerakan mejanya tak dapat naik turun, kecuali pada arah mendatar, dalam hal ini spindle atau paksi yang dapat bergerak naik turun.

Pahat yang digunakan pada umumnya berkualitas lebih tinggi dari pada pahat mesin freis biasa, yaitu dari baja kecepatan tinggi atau baja karbida.

Gambar 2.18. Mesin Freis Industri Ketentuan dasar dari mesin freis adalah ukuran, kekuatan motor, macam dan bentuknya. Ukuran mesin freis ditentukan oleh kapasitas panjang langkah mejanya pada arah mendatar, melintang, dan tinggi pergerakan lutut secara maksimum. Mesin freis dengan bentuk lutut terbagi 6 ukuran standar panjang langkah mendatar mejanya, yaitu : - Nomor 1 : panjang langkah meja 550 mm - Nomor 2 : panjang langkah meja 700 mm - Nomor 3 : panjang langkah meja 850 mm - Nomor 4 : panjang langkah meja 1050 mm

- Nomor 5 : panjang langkah meja 1250 mm - Nomor 6 : panjang langkah meja 1500 mm Ukuran ini biasanya digabungkan dengan ukuran daya motornya, misalnya untuk Nomor 3 dengan 3 daya kuda. 3. Alat Bantu Mesin Freis. Perlengkapan mesin freis pada garis besarnya dapat dibagi dalam tiga bagian, yaitu perlengkapan yang kedudukannya pada paksi atau spindel mesin, misalnya poros freis, kolet, dan lain-lain yang digunakan untuk pemasangan pahat freis. Perlengkapan kedua ialah perlengkapan yang fungsinya sebagai alat penjepit, misalnya catok, pelat-pelat penjepit, penahan benda kerja, dan lain-lain. Dan yang temasuk pada perlengkapan ketiga ialah kepala pembagi, kepala lepas, dan perlengkapan tegak (vertikal milling attachment). a. Poros Freis Poros freis adalah perlengkapan mesin freis yang gunanya sebagai tempat kedudukan pahat freis dan ditempatkan pada sumbu utama mesin. Alat ini bentuknya bulat panjang dan sepanjang badannya beralur. Bagian ujungnya berbentuk tirus (tirus brown and sharp) dan ujung yang lainnya berulir spi. Bagian yang tirus itu berlubang dan berulir dan ditempatkan pada lubang paksi atau spindel dan diikat oleh baut pengikat. Poros ini selalu dilengkapi dengan cincin-cincin (collar) yang beralur spi dan terpasang sepanjang poros. Cincin ini gunanya untuk mengikat pahat freis yang terpasang diantara cincincincin tersebut.

Cincin yang akan ditahan oleh penahan poros ukurannya lebih besar daripada cincin-cincin yang lainnya dan dikerjakan dengan sangat hati-hati sehingga halus dan ukurannya tepat sama dengan lubang penahan poros. Jika kedudukan cincin dan poros longgar, maka akibatnya penyayatan pahat freis akan bergetar, putaran pahat tidak sentris, hasil penyayatan tidak rata dan lambat laun poros tersebut menjadi bengkok. Ukuran poros freis bentuk A dan B adalah 7/8 1 1 .

Gambar 2.19. Poros freis b. Kolet Kolet adalah alat penjepit pahat freis yang bertungkai tirus. Bentuk alat ini bermacam-macam, tetapi prinsip kerjanya sama. Penempatannya pada paksi atau spindel mesin ada yang diikat dengan baut, tetapi ada juga tidak.

Gambar 2.20. Kolet c. Kepala Pembagi Kepala pembagi adalah alat yang gunanya untuk membagi sudut dari benda yang di freis sehingga menghasilkan pembagian yang sama. Cara pembagian ini bermacam-macam, dan penggunaannya bergantung dari jumlah bagian yang harus dibagi dan bentuk kepala pembagi itu. Macammacam pembagi antara lain : - Pembagian langsung (direct indexing) - Pembagian sederhana (simple indexing) - Pembagian sudut/derajat (angular indexing) - Pembagian diferensial (diferensial indexing) - Pembagian campuran (compound indexing)

Alat ini sangat penting, Khususnya diwaktu membuat sesuatu segi yang sama sisi pada suatu batang bulat, misalnya segi 4, 6, 8 dan seterusnya atau di waktu membuat gigi-gigi untuk roda gigi. Di dalam alat ini terdapat roda gigi cacing yang bergigi 40. Roda gigi ini diputar oleh suatu poros yang berulir cacing. Perbandingan putaran antara poros dan roda gigi tersebut adalah 40 : 1, sehingga apabila poros diputar 40 kali, maka roda gigi akan berputar 1 kali. Karena roda gigi ini terpasang pada poros utama yang berhubungan langsung dengan benda kerja. Dengan demikian, jika poros berulir cacing berputar 1 kali, maka benda kerja akan berputar 1/40 putaran. Pada poros berulir cacing ini dipasang piring pembagi yang berlubanglubang kecil dalam jumlah banyak. Tetapi kedudukan lubanglubang itu beraturan menurut garis lingkaran. Pada tiap-tiap garis lingkaran ditandai dengan angka-angka, Misalnya 15, 16, 17, 18, 19 20, 21, 23, dan seterusnya; angka-angka ini menunjukan jumlah lubang pada garis lingkaran tersebut. Selain piring pembagi, pada ujung poros ini dipasang pula suatu batang pemutar dan sepansang kaki jangka. Pada batang pemutar ini dipasang punca yang berpegas. Ujung punca akan masuk pada lubang yang terdapat pada garis lingkaran yang dikehendaki. Sedangkan kaki jangka gunanya untuk menentukan sudut dan kedudukan punca.

Gambar 2.21 Kepala Pembagi d. Kepala Lepas Alat ini sama seperti kepala lepas pada mesin bubut, berfungsi sebagai penahan benda kerja yang akan difreis bila benda tersebut dipasang kedua center atau salah satu ujungnya dijepit pada cekam. Kedudukan center kepala lepas ini dapat diatur naik turun serta maju mundur untuk menyesuaikan kedudukan benda kerja. Kepala lepas dipasang diatas meja mesin dengan kedudukan segaris dengan kepala pembagi. Perlengkapan pembuat alur.

Perlengkapan ini dipasang pada sumbu utama mesin dan diikat dengan baut pada eretan yang terdapat pada badan mesin. Bentuk alat ini serupa dengan eretan pahat mesin serut dan fungsinya sama dengan mesin serut tegak yaitu untuk membuat bermacam-macam alur secara tegak ataupun menyudut, karena perlengkapan ini dapat diatur kedudukannya. Alat penyayatan ialah pahat dan gerak sayatannya naik-turun dengan langkah 4.

Gambar 2.22 Kepala Lepas e. Meja Putar Untuk mesin freis tegak atau vertikal digunakan meja putar sebagai kepala pembaginya, dalam alat ini dibuat alur T untuk menambatkan atau menjepit benda kerja atau perkakas lain dengan bantuan baut jepit. Meja putar keliling dikokohkan dan atas meja penambat mesin freis dengan bantuan baut jepit.

Gambar 2.23. Meja Putar f. Ragum Ragum digunakan untuk menjepit benda kerja, karena ukuran dan bentuk benda kerja berbeda-beda maka disediakan juga bermacam-macam ragum. Ragum datar dipakai untuk pekerjaan ringan, ragum pelat dipakai untuk pekerjaan berat pada mesin besar, ragum busur pada alas ragum terdapat skala indeks sudut, sudut rahang benda kerja dapat distel dalam arah horizontal sebesar sudut tertentu. Pada ragum universal sudut rahangnya dapat distel dalam arah hotizontal dan vertikal.

Gambar 2.24. Ragum g. Perlengkapan Tegak Perlengkapan tegak adalah perlengkapan yang sangat membantu mesin iris datar sehingga dapat mengerjakan pekerjaan secara tegak. Disamping tegak, alat ini dapat pula mengerjakan pekerjaan yang datar dan menyudut, karena dapat diatur dalam kedudukan menyudut dari 0 sampai 90. Pemasangan alat ini pada sumbu utama diikat dengan empat baut pengikat pada eretan yang terdapat pada badan mesin. h. Pisau Freis Alat penyayat yang dipakai waktu mengereis ialah pisau freis. Umumnya bentuk pahat ini bulat panjang dan disekelilingnya bergerigi. Garis tengahnya diukur antara puncak gigi yang satu degan yang lainnya yang letaknya berseberangan. Sedangkan lebar atau tebalnya diukur pada permukaan yang melintang dan sejajar dengan garis sumbunya.

Tanda ukuran pahat biasanya terdapat pada bagian mukanya yang menunjukan ukuran garis tengahnya, lebarnya dan garis tengah lubangnya. Misalnya ukuran tersebut 4 x 5 x 1, berarti pahat tersebut garis tengahnya 4, lebarnya 5, dan lubangnya 1, lubang pahat freis ini dibuat dengan sangat teliti dengan toletransi + 0,001 sehingga pas benar apabila dimasukan pada poros freis. Pada lubang dibuat saluran pasak untuk kedudukan pasak agar pahat ikut berputar dengan poros freis. Bentuk pisau freis adalah bermacam-macam sesuai dengan fungsinya, dan pada umumnya terbuat dari baja kecepatan tinggi.

Gambar 2.25. Macam-macam Pisau Freis Pisau Rata (Plain Milling Cutter) Gigi-gigi pisau ini hanya terdapat pada sekeliling garis tengahnya saja sedangkan pada bagian sisinya tidak. Bentuk giginya ada yang lurus dan ada pula yang spiral dengan menyudut 45.

Pisau ini mempunyai jumlah gigi sedikit dengan sudut heliks kiri atau kanan dan dapat menyayat dengan sayatan tebal. Oleh karena itu pahat ini dapat digunakan untuk pengerjaan permulaan.

Gambar 2.26. Pisau Rata Pisau Samping (Side Milling Cutter) Pisau ini banyak persamaannya dengan pahat rata yang bergigi lurus. Perbedaannya ialah bahwa pahat samping pada bagian sisinya bergigi dan bentuk giginya tirus. Pahat ini digunakan untuk membuat alur spi atau alur lainnya. Pisau Ujung (End Milling Cutter) Pisau ujung mempunyai gigi di sekeliling badannya dan juga pada ujungnya. Pahat ini ada yang bertingkai (lurus dan tirus) dan ada juga yang tidak. Pahat yang bertangkai pemasangannya dimasukan pada kolet, sedangkan pisau yang tak bertangkai dipasang pada poros freis golongan C dan digunakan untuk mengefreis permukaan dan sisi tegak secara tegak maupun secara mendatar.

Gambar 2.27 Pisau Ujung Pisau Muka (Face Milling Cutter) Pisau ini sebenarnya serupa dengan pahat ujung, hanya bentuknya lebih besar. Bagian sisi dan sekeliling permukaanya bergigi. pisau ini biasanya terbuat dari dua macam bahan, terbuat dari bahan yang lebih lunak dari pada gigi. Pada sekeliling badan ini terdapat banyak alur sebagai tempat kedudukan pahat-pahat.

Gambar 2.28. Pisau Muka

Pisau Alur T (T Slot Milling Cutter) Pahat yang bertangkai tirus ini digunakan untuk membuat alur yang berbentuk T seperti alur yang terdapat pada meja mesin bor atau meja mesin serut. Pahat ini berukuran 1 1/2 dan dipasang pada spindle mesin baik secara tegak maupaun secara mendatar.

Gambar 2.29. pisau Alur T Pisau Sudut (Anggular Milling Cutter) Bentuk permukaan gigi pisau ini bersusut dan terdiri dari atas pisau bersudut tunggal dan bersudut kembar. Pisau yang bersudut tunggal, besar sudutnya 40 - 60 dan 90. Guna pisau ini adalah untuk mengefreis permukaan sehingga membentuk bermacam-macam sudut.

Gambar 2.30. Pisau Sudut

Pisau Belah (Slitting Saw) Bentuk pisau ini pipih atau tipis dan giginya lurus serta dangkal. Antara 132 sampai dan garis tengahnya antara 2 9. pisau ini adalah untuk membuat alur kecil dan untuk membelah.

Gambar 2.31. Pisau Belah Pisau Bentuk (Form Milling Cutter) Bentuk pisau ini adalah bermacam-macam dan digunakan untuk membentuk permukaan menjadi beralur cekung, beralur cembung, dan lain-lain. Dengan pisau ini kita akan mendapatkan hasil pengefreisan yang sama pada beberapa pengerjaan. Oleh karena itu pahat ini termasuk pisau produksi. Yang termasuk pisau bentuk adalah pisau cekung (convex cutter), pisau cembung (concave cutter), pisau radius (corner rounding cutter), pisau alur T, pisau roda gigi, dan lain-lain.

Gambar 2.32 Pisau Bentuk Pisau Roda Gigi (Spur Gear Cutter) Pisau ini digunakan untuk mengefreis gigi-gigi. Bentuknya bermacam-macam, misalnya Pisau untuk roda gigi lurus, Pisau untuk roda gigi payung, Pisau untuk roda gig cacing, dan lainlain. Tiap-tiap Pisau mempunyai ukuran atau ketentuan dan dinyatakan dalam nomor, jumlah gigi atau modul.

Gambar 2.33. Pisau roda gigi 2.4 Mesin Bor (Drilling) Mesin bor adalah salah satu mesin perkakas yang umum dimana operasinya untuk membuat lubang baru atau memperbesar atau memperdalam lubang yang sudah ada.

Proses pembuatan lubang yang paling banyak dilakukan dengan proses drilling, dengan demikian maka proses drilling merupakan proses yang cukup penting. Walaupun proses drilling nampaknya merupakan proses yang sederhana namun beberapa aspek proses tersebet sedikit banyak telah mengakibatkan kesulitan. Mesin drilling termasuk perkakas dengan gerakan utama adalah putaran pahat. Disamping membuat lubang mesin ini dapat juga digunakan untuk proses boring dan reaming. Hampir semua proses dirlling dilakukan dengan menggunakan pahat yang mempunyai dua mata potong. Mata potong tersebut terletak pada ujung pahat. Pahat potong dapat diganti-ganti sesuai dengan diameter lubang yang diingankan. Untuk membuat lubang yang besar sebaiknya pembuatan lubung dimulai dengan pahat yang berukuran kecil. 1. Bagian utama

Gambar 2.34 Bagian Utama

Spindle Drill head

: merupakan bagian yang menggerakan matabor : bagian yang menopang mekanisme penggerak pisau potong dan menghantarkan ke benda kerja

Push button Column Lengan radial : bagian dari mesin bor radial yang dapat bergerak naik turun maupun putar dimana motor penggerak dan drill kuat Meja/base : bagian yang menopang seluruh bagian bagian mesin bor dimana meja terbuat dari material besi cor dengan kekakuan/rigid tinggi dan stabilitas yang mantap. 2. Gurdi (mata bor ) Gurdi adalah sebuah pahat pemotong yang ujungnya berputar dan memiliki satu atau beberapa tepi potong dan galur yang berhubungan continyu disepanjang badan gurdi. Galur ini dapat lurus atau heliks, disediakan untuk memungkinkan serpihan dan fluida pemotongan. Meskipun gurdi pada umumnya memiliki dua galur, tetapi mungkin juga digunakan tiga atau empat galur: maka gurdi kemudian dikenal sebagai penggurdi inti. head terpasang

Penggurdi semacam ini tidak dipakai untuk memulai sebuah lubang, melainkan untuk meluaskan atau menyelesaikan lubang yang telah digurdi atau diberi inti. Jenis yang paling umum dari penggurdi adalah penggurdi puntir, yang memiliki dua galur dan dua tepi potong. Penggurdi dapat dilengkapi dengan tangkai yang lurus maupun tirus. Penggurdi bertangkai tirus dipegang dan dipusatkan dengan soket tirus dari spindel mesin penggurdi. Soket penggurdi memiliki ketirusan morse sebesar 0,0521 mm(5,209%) yang juga merupakan standar dari pelebar lubang dan pahat lain yang serupa. Tang pada akhir ketirusan pas kedalam celah dalam soket spindel untuk mencegah pemelesetan dari permukaan tirus. Gurdi bergalur lurus biasanya dipegang dan di pusatkan dengan baik dalam pencekam gurdi, tetapi banyak juga yang diberi tang dan juga digunakan dengan selubung bercelah tirus.penggurdi ini lebih murah dari pada yang bergalur tirus, digunakan hanya untuk yang berukuran sampai 12 mm. Beberapa jenis penggurdi (mata gurdi) , bervariasi dalam jumlah dan sudut dari galurnya. Penggurdi beralur tunggal digunakan untuk pelubangan mula dan untuk penggurdian lubang yang dalam. Penggurdi dua galur adalah jenis konpensional yang dipakai untuk pelubangan mula dan menggurdi lubang. Beberapa penggurdian dengan saluran oli di dalam atau diluar adalah digunakan untuk penggurdian produksi. Penggurdian beralur tiga atau empat pada prinsipnya dipakai untuk memperbesar lubang yang telah dibuat sebelumnya.

Kesemuanya mempunyai produktivitas yang lebih besar dan penyelesaianya lebih baik dari pada penggurdian bergalur dua. Penggurdian lain dengan berbagai sudut galur tersedia untuk memperbaiki penggurdian kepada bahan khusus dan paduan.

Gambar 2.35 Macam-Macam Gurdi (Matabor) Sudut Mata Gurdi Untuk mendapat kan pelayanan yang baik dari sebuah penggurdi, maka penggerindaannya harus lebih baik. Sudut mata harus tetap untuk bahan yang harus digurdi. Sudut mata yang biasa pada penggurdian komersial pada umumnya adalah 118 derajat yang cukup memuaskan untuk baja lunak, kuningan dan bahan pada umumnya. Untuk logam yang lebih keras, maka maka sudut yang lebih besar akan memberikan prestasi yang lebih baik.

Sudut Heliks Prestasi penggurdian dipengaruhi oleh sudut heliks dari galurnya. Meskipunsudut ini dapat bervariasi dari 0-40 derajat, standar yang umum untuk baja dan bahan lainnya pada umumnya adalah 30 derajat. Makin kecil sudut ini dibuat, akan makin besar puntiran yang di perlukan untuk mengoprasikan pada kecepatan yang sama. Kalau sudatnyan meningkat cukup besar, umur dari tepi pemotongan berkurang untuk beberapa bahan. Efisieni penggurdian meningkat kalau digunakan sudut heliks yang baik. Sebagai contoh sudut untuk menggurdi tembaga, magnesium dan plastic lunak sebaiknya sekitar 35-45 derajat, paduan tembaga 20-25 derajat, plastic keras 17 derajat dan baja lunak dan sampai menengah 25-32 derajat. Percobaan menunjukan bahwa terdapat sedikit penurunan pada momen punter dan desakan kalau sudut heliks diperbesar, tetapi tidak begitu penting sepanjang yang di perhatikan adalah prestasi gurdi.

3.

Macam-Macam Mesin Bor (Gurdi) Mesin Gurdi Tegak Penggurdi tegak, mirip dengan penggurdi peka, mempunyai mekanisme hantaran daya untuk penggurdi putar dan dirancang untuk kerja yang lebih berat. Mesin tipe ini lebih kaku dari pada mesin tiang bulat,sehingga labih sesuai untuk kerja yang lebih berat. Mesin penggurdin semacamini dapat dipakai untuk mengetap maupun menggurdi.

Gambar 2.36 Mesin Gurdi Tegak Mesin Penggurdi Gang (Kelompok) Kalau beberapa spindel dipasang pada meja tunggal, ini disebut sebagai penggirdi gang (kelompok). Jenis ini sesuai untuk pengerjaan produksi yang harus melakukan beberapa oprasi. Benda kerja dipasang dalam sebuah jig yang dapat diluncurkan pada meja dari satu spindel ke spindel berikutnya. Kalau beberapa oprasi harus dilakukan, mesalnya menggurdi dua buah lubang yang berukuran berbeda dan meluaskannya, maka dipasang empat spindel.

Dengan kendali hantaran otomatis, maka dua ataulebih dari operasi ini dapatberjalan secara serempak, dengan hanya diwasi seorng operator. Pengaturannya mirip dengan mengoperasikan beberapa kempa gurdi tak tergantung, jauh lebih mudah karena kepadatannya. Mesin Penggurdi Radial Mesin pennggurdi radial dirancang untuk pengerjaan besar kalau tidak memungkinkan bagi benda kerja untuk dibergerak berputar bila beberapa harus di gurdi. Mesin ini terdiri atas sebuah tiang vertikal yang menyangga semua lengan yang membawa kepala gurdi. Lengannya dapat berputar berkeliling ke sembarang keduduykandiatas bangku kerja, dan kepala gurdi mempunyai penyetelan disepan jang lengan ini. Penyetelan ini memungkinkan operator untuk menempatkan penggurdi dengan cepat di sembarang titik diatas benda kerja. Mesin biasa dari jenis ini hanya dapat menggurdi dalam bidang vertical. Pada mesin semi vertical kepalanya dapat diputar pada lengan untuk menggurdi lubang pada berbagai sudut dalam bidang vertikal. Pada mesin universal mempunyai pada tambahan penyetelan putar pada kepala maupunlengan dan dapat menggurdi lubang pada sembarang sudut.

Gambar 2.37 Mesin Gurdi Radial Mesin Turret Mesin turret mengatasi keterbatasan ruang lantai yang di timbulkan oleh kempa gurdi kelompok. Stasiunnya dapat disetel dengan dengan berbagai perkakas. Kn adalah juga merupakan tambahan, dua pemegang dapat ditempatkanpada meja kerja, pemuatan dan penurunan dan pemutaran selama daur mesin. Mesin Penggurdi Spindel Jamak Mesin penggurdi spindel jamak, dapat menggurdi beberapa lubang secara serempak. Mereka khususnya adalah mesin produksi yang dapat menggurdi banyak sukucadang dengan ketepatan sedemikinan sehinggasemua sukucadang mampu tukar. Biasanya sebuah plat yang dilengkapi dengan selongsong yang dekeraskan sangat dibutuhkan untuk memandu penggurdi secara tepat ke benda kerja. Disini yang umum dari mesin ini memilikirakitan kepala dengan sejumlah spindel atas tetap yang digerakan dari pinyon yang mengelilingi roda gigi pusat.

Spindel yang berhubungan ditempatkan di bawah roda gigi ini dan dihubungkan dengan spindel yng atas dengan poros penggerak tabung dan dua sambungan universal. Tiga spindel bawah, yang membawaa penggurdi , dapat disetel meliputi daerah yang luas. Mesin penggurdi spindel jamak sering menggunakan sebuah hantaran meja untuk menghilangkan gerakan dari mekanisme kepala beroda gigi yang berat yang memutar penggurdi. Ini dapat dilakukan dengan beberapa cara : dengan penggerakan batang gigi dan pinyon, dengan ulir pengarah, atau dengan nok plat putar. Metoda yang tersebut terakhir memberikan gerakan yang bervariasi yang menghasilkan hantaran yang mendekat dengan cepat dan seragam, serta pengembalian cepat kekedudukan awal.

Gambar 2.38 Mesin Gurdi Spidel Jamak

4.

Jenis Perkakas Bantu Drill chuck: alat Bantu untuk mencekam mata bor, beberapa jenis antara lain tipe kunci (tersusun tiga penjepit/jaws), tanpa kunci (dapat dilepas atau dikencangkan tanpa kunci, presisi tanpa kunci untuk mencekam mata bor ukuran kecil/pengerjaan lubang presisi), keyless jaco (pencekam mata bor dengan penjepit karet elastis yang mudah dilepas atau dipasang). Socket/sleeve (pembungkus): alat yang digunakan saat lubang didalam spindel terlalu kecil buat tapper. Vise: digunakan untuk mencekam benda kerja berbentuk slinder atau persegi saat proses pelubangan ukuran diameter besar (lebih dari 9,5 mm). V-block: digunakan untuk menopang benda kerja berbentuk silinder. Drill jig: digunakan untuk mencekam benda kerja yang diproses (perulangan) dengan pola yang sama secara akurat dan cepat Clamp: digunakan untuk mencekam benda kerja yang dipasang pada meja kerja, jenis clamp antara lain finger clamp, U-clamp dan clamp lurus.

2.5 Mesin Sekrap Mesin sekrap atau mesin ketam adalah merupakan salah satu mesin prekakas yang digunakan untuk mengubah permukaan-permukaan bidang rata sesuai dengan bentuk-bentuk yang dikehendaki antara lain: - Bidang-bidang datar. - Bidang saling menyiku tegak lurus.

- Bidang alur bantu dan alur tembus. - Bidang-bidang bertingkat. - Bidang bersudut. Mesin sekrap dapat dipakai untuk mengerjakan benda kerja sampai sepanjang 800 mm, berpegang pada perinsip gerakan utama mendatar, pada langkah pemakanan akan menghasilkan beram (tatal logam) dari benda kerja, untuk menyekrap datar benda kerja yang terpasang pada ragum akan bergerak berlawanan dengan pahat. Panjang langkah diatur dengan mengubah jalan keliling pasak engkol pada roda gigi penggerak, karnanya menambah atau mengurangi ayunan engkol, pemindahan ini diatur dengan memutar poros pengatur langkah yang akan memutar roda gigi kerucut dengan menggeraan batang berulir yang mengatur penggerak blok engkol. 2.5.1 1. Jenis-jenis Mesin Sekrap atau Ketam Mesin Ketam Horizontal Mesin ketam horijontal biasa yang umu dipakai untuk pekerjaan produksi dan pekerjaan serbaguna, terdiri atas dasar dan rangka yang mendukung ram horisontal, kontruksi nya aga sederhana. Ram yang membawa pahat, terdiri bolak-balik sama dengan panjang langkah yang di inginkan.

Mekanisme balik cepat yang menggerakkan ram diran cang sedemikian sehingga langkah balik dari mesin ketam lebih cepat dari pada langkah potong sehingga mengurangi waktu tanpa kerja dari mesin sampai minimum. Kepala pahat di ujung ram yang dapat diputar melalui sebuah sudut, dilengkapi dengan sebuah alat untuk menghantarkan pahat kedalam benda kerja. Pada penguncinya maka pemegang pahat peti lonceng, diberi engsel pada ujung atas untuk memungkinkan pahat naik pada langkah balik sehingga tidak menggali kedalam benda kerja. Benda kerja didukung pada rel silang di muka mesin ketam. Sebuah ulir pengarah, yang berhubungan dengan rel silang dimungkinkan benda kerja digerakan menyilang atau vertikal dengan tangan atau pergerakan daya. Suatu mesin ketam universal yang memiliki sifat seperti ini, dilengkapi dengan pengaturan berputar dan condong untuk memungkinkan pemesinan teliti pada sembarang sudut. Pengaturan berputar mengambil tempat sekitar sebuah sumbu yang sejajar dengan gaerak ram. Kecondongannya adalah pada puncak meja yang menyediakan sebuah alat untuk menyetel meja pada suatu sudut terhadap sumbu putar. Benda kerja pada mesin ketam dipenggang dengan membautkan nya kepada meja kerja dengan catok atau beberapa pemegang yang lain.

Gambar 2.39 Mesin Ketam 2. Mesin Ketam Vertikal atau Mesin Tusuk Mesin ketam vertikal atau slotter terutama digunakan untuk pemotongan dalam dan meyerut bersudut, serta untuk operasi yang memerlukan pemotongan vertikal karena kedudukan yang diharuskan untuk memegang benda kerja. Operasi dari bentuk ini sering di jumpai pada pekerjaan cetakan, cetakan logam dan pola logam. Ram dari mesin serut beroprasi secara vertikal dan memiliki sipat balik cepat biasa seperti mesin jenis horizontal. Bendakerja yang harus dimesin ditumpu pada meja putar yang memiliki sebuah hantaran putar sebagai gerakan tambahan untuk meja biasa. Hantaran meja putar memungkinkan permesinan permukaan lengkung, yaitu suatu proses yang sebagian diperlukan untuk beberapa suku cadang berbentuk ganjil yang tidak dapat dibubut dimesin bubut.

Permukaan datar di potong dengan menggunakan salah satu dari hantaran silang meja. Sebuah jenis khusus dari mesin ketam vertikal dikenal sebagai pembuat kedudukan pasak yang dirancang untuk memotong alur pasak pada roda gigi, puli, nok dan suku cadang yang serupa.

Gambar 2.40 Mesin Ketam Vertikal 3. Mesin Ketam Hidrolis Mesin ketam hidrolis menyerupai yang digerakan oleh mekanisme lengan osilasi, tetapi pergerakannyan dalam halini adalah rangkaian hidrolis. Salah satu keuntungan untama dari mesin ketam ini adalah bahwa kecepatan potong dan tekanan dalam pergerakan ram konstan dari awal sampai akhir pemotongan. Kecepatan biasanya ditunjukan oada indikator dan tidak memerlukan perhitungan.

Baik panjang potong maupun kedudukan panjang relatifnya terhadap benda kerja dapta diubah dengan cepat, tanpa menghentikan mesin, dengan menggunakan dua gagang kecil pada sisi ram. Ciri yang lain adalah bahwa gerakan ram dapat dibalik mendadak dimana saja dalanm segala arah perjalanan. Hantaran hidrolis dekerjakan padawaktu pahat bebas dari benda kerja dan operasi keseluruhan dari mesin tidak bising. Perbandingan maksimum dari kecapatan balik terhadap kecepatan potongan adalah sekitar 2:1. 4. Mesin ketam potong tarik Mesin ketam ini diberi nama demikian karena pahat ditarik melintas benda kerja oleh ram, bukannya didorong. untuk Mesinketam potong tarik horizontal dianjurkan

pemotongan berat dan dipakai secara luas untuk memoting blok cetakan besar dan memesan suku cadang dalam bengkel kereta api. Selama pemotongan benda kerja ditarik terhadap bantalan belakang atau permukaan yang mampu setel dari tiang, sehingga menurunkan regangan pada rel lintang dan bantalan sadel. Terjadi sedikit getaran karena tegangan tarik dekenakan ke dalam ram selama pemotongan. 2.5.2 Dasar Pekerjaan Menyekrap

Mesin ketam menghasilkan permukaan-permukaan yang datar, hal ini dicapai oleh pahat yang bergerak horizontal ke depan benda kerja di bawahnya dengan tegak lurus padanya, benda kerja tetap diam pada waktu pahat menyayat (pada langkah tenaga) dan berpindah pada

langkah balik pahat, derajat penyelesaian akhir tergantung pada bentuk pahat, kecepatan pahat yang lewat diatas benda kerja (tergantung pada jenis logam yang diketam atau disekrap), kecepatan benda kerja yang melintangi pahat (penyayatan halus) menghasilkan pengerjaan akhir yang baik dan penerapan cairan pendingin yang tepat. Pajang langkah diatur dengan menggerakan poros roda gigi, gerak langkah mundur memerlukan waktu yang lebih pendek dari pada langkah maju. Untuk langkah maksimum poros harus ditempatkan pada jarak maksimum dari titik pusat roda gigi, pada waktu langkah maju poros melintasi jarak dari paling kiri ke paling kanan dan melintasi jarak tersebut pada waktu langkah mundur, oleh sebab itu langkah maju memakan waktu lebih lama dari pada langkah mundur. Jarak yang ditempuh oleh pahat sekrap dengan satuan meter/menit selama langkah kerja tersebut kecepatan potong, sedangkan kecepatan lankah mundur adalah kecepatan pahat sekrap selama langkah mundur (langkah tanpa memotong). Pada waktu langkah mundur mekanisme penggerak pemakanan bekerja. Gerak pemakanan ini dapat dilakukan secara manual, hanya saja hal tersebut mengakibatkan kerugian yang berupa kasarnya permukaan benda kerja dan permukaan benda tersebut tidak konstan. Kerugian tadi dapat dihindari dengan cara menggerakan gerak pemakanan secara otomatis, roda gigi dengan alur T digerakan oleh poros mesin, didalam slot (alur) pada baut yang dapat digeser dan dikunci sembarang posisi, pada spindel penggerak meja dipasang roda gigi retchat dengan lidah jentera (lidah pengukit).

Baut dan lidah pengukit dihubungkan dengan batang penggerak waktu gerakan maju, gerakan putar dari lidah pengikat dipindahkan ke sepindel penggerak meja, pada gerakan berikutnya batang penggerak bergerak mudur dan lidah pengungkit melewati roda gigi retchat di antara roda gigi, dengan memutar lidah pengungkit 1800, maka arah pemakanan terbalik, pemakanan dapat disetel dengan baut, pengerjaan kasar lidah pengungkit bisa dilewati beberapa gigi, penyelesaian akhirnya melewat gigi demi gigi. 2.5.3 Pahat Mesin Ketam

Pahat mesin ketam serupa dengan pahat mesin bubut dan seringkali dipegang dalam pemegang yang jenisnya sama. Sudut pahat yang sama juga berlaku, kecuali bahwa rung bebas sudut sebesar 4 derajat adalah cukup. Untuk baja maka sudut garuk samping sebaiknya sekitar 15 derajat dan untuk besi cpor sekitar 5 derajat.

Gambar 2.41 Pahat Sekrap

Pemegang pahat terpasang pada plat-plat yang dapat bergerak berayun seperti engsel, hal ini dimaksudkan agar pahat tidak mencangkup atau menekan benda kerja pada langkah kebelakang. Bentuk pahat ketam hampir sama dengan bentuk pahat bubut, perbedaannya terletak pada sudut-sudut bebas muka dan sampingnya lebih kecil, sudut bebas yang lebih kecil ini dimaksudkan untuk menghindari gerakan-gerakan pada pahat atau pada benda kerja karena penyayatan pada mesin jauh lebih lembut, bentuk dan besarnya sudut-sudut pahat tersebut sangat penting karena baik tidaknya hasil penyayatan tergantung sebagian dari cara mengasah sudut-sudut pahat itu.

Gambar 2.42 Pemegang Pahat (Rumah Pahat) 2.5.4 1. Pekerjaan Mengetam Mengetam Datar Yang dimaksud dengan mengetam datar ialah bahwa gerak pahat yang menyayatnya ke arah mendatar dari kiri kekanan atau dari kanan ke kiri, arah gerakan pahat tersebut tergantung dari bentuk sudut-sudut bebasnya, jika pahat tersebut berbentuk pahat kanan maka penyayatanya di mulai dari sebelah kanan ke

arah kiri, tetepi jika sudut bebasnya netral maka pahat ini dapat bergerak bebas dari kanan dari kiri atau sebaliknya. 2. Mengetam Tegak Dalam mengetam tegak maka gerak penyayatan pahat berlangsung dari atas ke bawah secara tegak lurus, dalam hal ini penggerakan sayatan pahat dilakukan dengan memutar eretan pahat dengan tangan, kedudukan pelat pahat pada penyayatan ini arus dimiringkan secukupnya agar memegang pahat tidak mengenai bidang kerja dan pahat tidak menekan benda kerja yang disekrap pada langkah kebelakang. Tebal pemakanan hendaknya tipis saja kurang lebih 0,5 mm, pada taraf penyelesaian pakailah pahat lurus dengan sudut-sudut bebas yang kecil, usahakan agar ujung mata pemotongannya mengenai benda kerja. a. Mengetam Sudut Jika mengetam bagian yang menyudut maka gerak penyayatanya dilakukan dengan memutar eretan pahat yang kedudukannya menyudut sesuai dengan banyaknya sudut yang di ketam, pelat-pelat pahat dimiringkan secukupnya dan ditahan oleh suatu biji (pasak) sehingga pahat tidak menggaruk permukaan benda kerja pada langkah kebelakang. b. Mengetam alur Alur yang dapat disekrap adalah: alur terus luar, alur terus dalam, alur bantu, alur tembus.

2.5.5

Alat Bantu Mesin Sekrap Meja Sekrap Meja sekrap dapat diatur naik atau turun sesuai dengan bentuk dan tingginya benda yang akan dikerjakan. a. Bila benda kerjanya agak tipis, meja dinaikan mendekati pahat. b. Bila benda kerjanya agak tinggi meja diturunkan sampai bidang atas benda kerja mendekati ujung pahat.

Alat bantu dari mesin sekrap adalah sebagai berikut :

Toolpost Pemegang pahat dipasang pada support. Dibagian atas dihubungkan langsung dengan eretan. Bila support diputar kekanan, eretan akan turun sehingga pahat pun terbawa turun.

Ragum Ragum ini berat dan kuat. Dapat diputar dan disetel untuk setiap sudut yang dikehendaki. Ragum harus dipasang sedemikian rupa sehingga rahang-rahangnya tegak lurus pada langkah potong. Bila rahang ragum diatur sejajar dengan langkah potong, maka benda kerja dapat dipaksakan keluar dari rahang bila dilakukan penyekrapan yang berat. Alas ragum yang diikat pada meja, umumnya dilengkapi dengan dengan busur derajat gunanya untuk menyetel kedudukan ragum sejumlah derajat yang dikehendaki baik ke kiri dank e kanan maksimum 90 derajat.

Gambar 2.43 Ragum Balok V Benda kerja yang silindris dijepit oleh balok v yang diikat pada meja seperti halnya bila mengebor.

a. posisi klem untuk menjepit benda kecil b. Posisi klem untuk benda kecil

c. penjepitan benda bebas

d. Penggunaan klem U

Gambar 2.44. Blok V dengan kelengkapannya

Pelat siku Dipergunakan terutama untuk memasang tuangan atau bentukbentuk lain yang rumit.

Jepitan Benda kerja sering secara langsung diikat dengan baut diatas atau di samping meja. Hal ini mungkin lebih baik daripada menggunakan ragum.

a. penjepit bengkok

b. Penjepit datar

c. penjepit jari

Gambar 2.45. Jenis-jenis penjepit