Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PENDAHULUAN 1. Badan pemberdayaan masyarakat dan perempuan provinsi Kal-Sel membantu Gubernur melaksanakan pembinaan dan koordinasi dibidang pemberdayaan masyarakat dan perempuan. 2. Konsep pemberdayaan masyarakat (empowerment) mengandung pengertian sebagai berikut:
a. To give ebility or enable to, yaitu meningkatkan kemampuan masyarakat melalui

berbagai kebijakan dan program-program pembangunan. b. To give power or autority to, yaitu memberikan kekuasaan, mendelegasikan otoritas kepada masyarakat agar memiliki kemandirian dalam mengambil keputusan dalam membangun diri dan lingkungan secara mandiri. Dengan demikian upaya pemberdayaan masyarakat berarti memampukan dan memandirikan masyarakat. 3. Yang menjadi fokus pemberdayaan masyarakat adalah: a. b. c. d. Pemberdayaan masyarakat dalam bidang Ekonomi. Pemberdayaan masyarakat dalam bidang Sosbud. Pemberdayaan masyarakat dalam bidang Politik. Pemberdayaan masyarakat dalam bidang Lingkungan.

Hal-hal sangat mendasar dalam penjelasan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahaan Daerah adlah perlunya dorongan untuk memberdayakan masyarakat, menumbuhkan prakarsa dan kreativitas serta peranserta masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Dengan demikian melalui proses pemberdayaan masyarakat diharapkan hasil-hasil pembangunan dapat dimanfaatkan, dipelihara dan dikembangkan oleh masyarakat. Dalam rangka semakin memacu upaya pemberdayaan daerah melalui penyelenggaraannya harus ditangani oleh SKPD yang berwenang untuk hal tersebut. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membentuk dan menetapkan SKPD Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaga Daerah Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2008 Nomr 6). Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat pada hakekatnya memiliki 2 (dua) makna pokok yakni :

2. Akselesrasi pencapaian visi Kalimantan Selatan. Penguatan dalam fasilitasi kelembagaan-kelembagaan keuangan yang menopang aktivitas usaha mikro dan kecil serta akses pelaku usaha terhadapnya. 6. 5. Upaya mewujudkan Visi pembangunan jangka panjan tersebut. difokuskan pada RPJMD 2006-2010 melalui penetapan 66 prioritas pembangunan. Masyarakat yang mengedapankan nilai-nilai kesetiakawanan sosial. 4. Visi pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2006-2010 adalah : "Tersenyumnya Masyarakat Kalimantan Selatan Yang Tertib. Peningkatan fasilitasi keberadaan organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial masyarakat di daerah. Masyarakat yang makin kokoh dalam mewujudkan tanggung jawab untuk membangun daerah dan mendistribusikan kemakmuran daerah. 2. 7. Meningkatkan pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia dan mewujudkan Kalimantan Sehat 2010. pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan 7 (tujuh) Misi pembangunan sebai berikut : 1. Dari sejumlah itu didalamnya terdapat beberapa prioritas pembangunan yang berada dalam lingkup kewenangan dan tupoksi BPMPD yaitu : 1. Meningkatkan kualitas pengelolaan Sumber Daya Alam dan lingkungan hidup. Mewujudakan kehidupan masyarakat yang tertib. 5. Sejuk Nyaman.1. saling menolong dalam mengelola permasalahan dan kebutuhan masyarakat daerah. Meningkatkan pengelolaan sistem usaha yang kopetitif dan profesional. Pemberdayaan kelembagaan ekonomi masyarakat. Dalam rangka mencapai Visi di atas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan Misi sebagai berikut : . 4. 3. Mewujdkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan daerah. aman dan demokratis. Meningkatkan kemampuan masyaakar melalui pelaksanaan berbagai program pembangunan agar masyarakat dapat mencapai tingkat kemampuan yang diharapkan. 2." (Tersenyum) yang diartikan sebagai Provinsi yang makin kokoh dan berdaya saing tinggi dalam membangun daerahnya dengan dilandasi oleh orientasi masyarakat dalam bentuk : • • • Perilaku masyarakat yang menyadari hak dan kewajibannya dan secara sadar mematuhi peraturan dan norma yang berlaku. 3. Mewujudkan pembangunan norma religius dalam sistem sosial budaya mkemasyarakatn. Unggul dan Maju. Pengelolaan kemiskinan. Mewujudkan kemandirian masyarakat melalui pemberian wewenang secara proporsional kepada masyarakat untuk mengambil keputusan dalam seluruh proses pengelolaan pembangunan sesuai dengan esensi dan prioritas kebutuhan. Mewujudkan penyelenggarann sistemdan tata-kepemerintahan lokal yang baik (local good goverment). Pembinaan partisipasi masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan sosial.

Indikator : 1. Mengembangkan kapasitas masyarakat melalui bantuan peningkatan keterampilan dan pengetahuan. misi dan visi yang telah ditetapkan BPMPD Provinsi Kalsel menetapkan kebijakan dan program sebagai berikut : 1. Melakukan penguatan Lembaga Pemerintahan Desa/Kelurahan dan organisasi/lembaga masyarakat lainnya guna mendukung peningkatan posisi tawar dan akses masyarakat untuk memperoleh dan memanfaatkan input sumber daya yang dapat meningkatkan kegiatan ekonomi lokal. Fasilitasi bantuan keuangan dan sarana prasarana desa. Telah disadari bersama bahwa Pemerintah Desa/Kelurahan sebagai unit Pemerintah terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat serta mempunyai tugas-tugas di bidang Pemerintahan dan Pembangunan memerlukan dukungan dana yang memadai untuk melaksanakan tugas dan fungsinya baik yang berasal dari Pemerintah. penataan kelembagaan sehingga mampu membangun diri dan lingkungan secara berkelanjutan. Dalam rangka perwujudan sasaran. tujuan. Menciptakan suasana/iklim guna meningkatkan potensi/daya masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan melalui koordinasi dan keterpaduan pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat. 3. Misi tersebut disusun dengan mempertimbangkan adanya kebutuhan atau tuntutan masyarakat yang menghendaki adanya pembangunan yang berorientasi pada Pemberdayaan Masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan. Berkurangnya jumlah desa yang termasuk dalam kategori desa tertinggal di Provinsi Kalimantan Selatan. 2. 2.1. Kebijakan : Melakukan penguatan Lembaga Pemerintahan Desa/Kelurahan dan organisasi/lembaga masyarakat untuk memperoleh dan memanfaatkan input sumber daya yang dapat meningkatkan kegiatan ekonomi lokal. sejak tahun 2007 s/d tahun 2010 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan dana stimulan guna pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat . Provinsi maupun Kabupaten/Kota. 4. 2. Sasaran : Meningkatnya peran dan fungsi kelembagaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam memperlancar dan meningkatnya arus perekonomian di perdesaan. Bertambahnya jumlah tenaga terlatih pengelola bantuan desa dan. Meningkatnya wawasan aparatur desa. Secara lebih terarah dapat dilihat dalam uraian sebagai berikut : • • • • Misi : Peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan ekonomi kerakyatan. sehingga dapat memperluas kesempatan kerja dan memberikan pendapatan yang layak. Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi kepada Pemerintahan Desa. penataan kelembagaan sehingga mampu membangun diri dan lingkungan secara berkelanjutan. penyediaan prasarana dan sarana seperti modal. informasi pasar dan teknologi. Peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan ekonomi kerakyatan. khususnya keluarga dan kelompok masyarakat miskin.

000.dimana masing-masing desa mendapat alokasi sebesar Rp50.000.000. 9. Sedangkan pada tahun pada tahun 2008 program ini dilaksanakan di 50 Kecamatan yang tersebar 150 Desa/Kelurahan di 13 Kabupaten/Kota dengan total dana sebesar Rp2.000.000.dan pada tahun 2009 kegiatan ini dilaksanakan diseluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan di 39 Kecamatan yan tersebar di 88 desa/kelurahan dengan jumlah dana sebesar Rp1.000.000. Program pemberian stimulan ini merupakan salah satu program Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka mendukung upaya Pemerintah dalam menurunkan angka Desa Tertinggal di Kalimantan Selatan.-.000.000.000. Pada tahun 2007 kgiatan ini dilaksanakan di 13 Kabupaten/Kota yang tersebar di 52 desa dengan total dana sebesar Rp2.600.000. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dengan dana dari APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.10.000. Berikut disajikan data pelaksanaan pemberian stimulasi pembangunan desa dan pelaksanaan Gerbangmas-Taskin di Provinsi Kalimantan Selatan periode tahun 2007-2010: DATA PELAKSANAAN STIMULASI PEMBANGUNAN DESA DI PROVINSI KALSEL No 1 2 3 Tahun Pelaksanaan Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Jumlah Desa Yang Dibantu 252 desa / kelurahan 150 desa / kelurahan 88 desa / kelurahan Besar Bantuan Keterangan @ Rp. jembatan serta kegiatan simpan pinjam masyarakat dan lain-lain.dan pada tahun 2009 kegiatan ini dilaksanakan seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatanyang tersebar di 48 desa/kelurahan dengan jumlah dana sebesar Rp2.@ Rp.400.. Nama kegiatan itu adalah Program Pemberian Stimulan Pembangunan Desa (PSPD). juga diharapkan dari unsur swadaya masyarakat lokasi bahkan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalsel.- .di Desa/Kelurahan tertinggal yang diusulkan oleh Kabupaten/Kota yang bersangkutan.3.-.-.600..075.000.000. Demikina juga pada tahun 2010 untuk kegiatan penyaluran bantuan langsung untuk desa pada program Gerbangmas-taskin yang semula direncanakan untuk 52 desa se Provinsi Kalimantan Selatan untuk realisasinya hanya disalurkan ke 48 dikarenakan Kabupaten Tabalong tidak menyediakan dana sharing sesuai dengan MOU yang telah disepakati.hal ini dikarenakan Kabupaten Tabalong tidak menyediakan dana pendamping sehingga dana dari Provinsi tidak dicairkan. Bantuan stimulan pembangunan desa ini dimulai sejak tahun 2007 yang diluncurkan untuk 62 Kecamatan dan 252 Desa/Kelurahan di 13 Kabupaten/Kota dengan total dana sebesar Rp.. Demikian juga untuk 2010 kegiatan ini dilaksanakan seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan di Kecamatan yang sebar di 88 Desa/Kelurahan dengan jumlah dana sebesar Rp1. Program lain yang telah dilaksnakan oleh Badan Pemberdayaan masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalsel adalah Gerbangmas-taskin. Kegiatan yang dibiayai dengan dana APBD Provinsi Kalimantan Selatan ini pelaksanaannya meliputi pembangunan sarana dan prasarana fisik pedesaan seperti jalan.000.000.000.10.000.@ Rp. yang menurut data Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal berjumlah 828 buah..000. Pada tahun 2008 program ini masih dilaksanakan di 50 desa pada 13 Kabupaten/Kota dengan jumlah dana sebesar Rp2. Selain bersumber dari Dana APBD Provinsi Kalimantan Selatan.-.150.000.120.150.000.000.

000. Jumlah aparat desa yang mengikuti pelatihan dan pengembangan kapasitas dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan pemerintah desa dan kelurahan dalam memperlancar dan meningkatnya arus perekonomian di perdesaan dapat dilihat dalam tabel berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kabupaten/Kota Barito Kuala Banjarmasi Banjarbaru Tanah Laut Kotabaru Banjar Tapin Hulu Sungai Selatan Hulu Sungai Tengah Hulu Sungai Utara Balangan Jumlah Aparat Yang mengikuti Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Desa/Kel Perangkat 2007 2008 2009 2010 200 100 6 6 6 6 50 250 6 6 6 6 20 100 6 6 6 6 135 675 6 6 6 6 201 1005 6 6 6 6 290 1450 6 6 6 6 132 660 6 6 6 6 148 740 6 6 6 6 169 845 6 6 6 6 219 1095 6 6 6 6 160 800 6 6 6 6 Jumlah .50.000. Kegiatan ini dimulai pada tahun 2007 dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan pasar desa sebagai potensi penghasilan desa.@ Rp.000.000.000.- DATA PELAKSANAAN GERBANGMAS – TASKIN DI PROVINSI KALSEL No 1 2 3 4 Tahun Pelaksanaan Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Jumlah Desa Yang Dibantu 58 desa / kelurahan 58 desa / kelurahan 54 desa / kelurahan 54 desa / kelurahan Besar Bantuan Keterangan @ Rp.50.50.@ Rp. Selain itu juga telah dilaksanakan kegiatan bimbingan teknis pasar desa bagi aparat desa yang dilaksanakan sebanyak 2 (dua) angkatan setiap tahunnya yang diikuti oleh 26 orang peserta pada setiap angkatan.- Pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pembangunan perdesaan yang meliputi kegiatan sosialisasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat secara terorganisir supaya mampu mengidentifikasi kebutuhan dan memecahkan masalah yang dihadapi melalui kewaspadaan bersama (gotong royong).000.50. Seiring dengan pelaksanaan kegiatan penyaluran dana Gerbangmas – Taskin dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2010 juga sdilaksanakan pelatihan petugas lapangan sebanyak 52 orang dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan bagi Unit Pengelola Keuangan (UPK) Gerbangmas – Taskin dengan peserta juga sebanyak 52 orang setiap tahunnya dari seluruh Kalimantan Selatan. 9.000.4 Tahun 2010 88 desa / kelurahan @ Rp.000. dermaga dan lain sebagainya yang dibutuhkan masyarakat dan telah disepakati dalam forum musyawarah.000. irigasi.000. Selain itu komponen ini meliputi juga kegiatan pembangunan prasarana pendukung pengembangan social ekonomi masyarakat seperti jalan.@ Rp.

Selain itu juga untuk pemerintah daerah kabupaten/kota diharapkan agar dapat mensinergikan kegiatan pembangunan dengan melakukan kegiatan pembangunan sarana prasarana seperti jalan tembus antar desa atau pembangunan pasar desa agar dampak perkembangan ekonomi masyarakat perdesaan dapat lebih nyata. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan Drs.19540922 198003 1 011 . walaupun dari segi administrasi masih jauh dari sempurna.M.MASDERIANSYAH.Si Pembina Utama Muda NIP. Dimana selama periode pelaksanaan kegiatan tersebut terjadi penurunan jumlah desa / kelurahan miskin dari sejumlah 828 buah desa / kelurahan tertinggal pada tahun 2006 menjadi 671 desa/ kelurahan tertinggal sesuai kabupaten / kota dapat dilihat pada tabel berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kabupaten/Kota Barito Kuala Banjarmasi Banjarbaru Tanah Laut Kotabaru Banjar Tapin Hulu Sungai Selatan Hulu Sungai Tengah Hulu Sungai Utara Balangan Tanah Bumbu Tabalong Jumlah Jumlah Maju Tertinggal 83 115 41 9 19 1 79 55 103 94 166 139 84 46 80 74 111 58 138 81 114 46 50 85 106 25 1174 828 Tahun 2010 Maju Tertinggal 99 101 50 20 85 50 102 99 165 125 101 31 68 80 114 55 132 87 152 8 110 25 120 10 1318 671 Keterangan Demikian hasil realisasi selama 3 tahun pelaksanaan program PSPD.12 Tanah Bumbu 13 Tabalong Jumlah 135 131 1990 675 655 9050 6 6 78 6 6 78 6 6 78 6 6 78 Dari berbagai pelaksanaan kegiatan tersebut hasil yang dicapai ternyata cukup menjanjikan apabila diukur dari perkembangan jumlah desa / kelurahan tertinggal di Provinsi Klaimantan Selatan. sebagai bentuk pembinaan dan perhatian Provinsi kepada desa-desa / kelurahan di Kalsel. namun masih perlu dilanjutkan untuk semua Desa/Kelurahan se Kalimantan Selatan bukan hanya desa tertinggal.

CAPAIAN KINERJA ORGANISASI BPMPD PROVINSI KALSEL TAHUN 2010 .

SDM 905. SDM 200.70% me pendapatan Bantua Rumah n Tangga Miskin b Pembinaan/pelest Input Dana.00 . permodalan bagi usaha mikro kecil dan menengah di perdesaan Input Dana.975. giatan 1 2 Indikator Kinerja 3 Realisasi s/d Volume Satuan Triwulan IV 4 5 6 1.- Output Tersalurnya 52 Desa/Ke 92.0.Nama No SKPD/Program/Ke .0.30% BLM pada l desa/kel lokasi program Terlatihnya 52 Orang 92.875.00 0.pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan desa Output Rapat 1 kali 100% koordinasi PNPM Mandiri . arian kegiatan 0.30% UPK gerbangmastaskin Monitoring 2 Keg 100% evaluasi PKPSBBM Monitoring 13 Kab/Kot 100% evaluasi a gerbangmastaskin Outco Meningkatnya 52 Lokasi 92.30% petugas lapangan gerbangmastaskin Terlatihnya 52 Orang 92.000. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan a Fasilitasi .000.00 Rupiah 194.00 Rupiah 838.

SDM 150. 5 Tahun 2007 Pendataan Lembaga Kemasyarakat an Pembentukan asosiasi LPM Outco Meningkatnya me peran lembaga kemasyarakat an 3. SDM 75.900..Perdesaan Bimbingan Teknis Pasar Desa Penilaian LSPBM Monitoring dan evaluasi PNPM Mandiri Perdesaan Outco Meningkatnya me taraf hidup masyarakat perdesaan 2. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dlm Pembangunan Perdesaan a Pemberian 1 Keg 100% 11 Kab 100% 1 11 Keg Kab 100% 95.000.44% Input Dana.87% Input Dana. lembaga dan organisasi masyarakat perdesaan 2 2 10 kali Kab Kab 100% 100% 100% 10 Kab Pelaksa na PNPM 97. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan a Pemberdayaan .00 Rupiah 148.00 .030.000.000 Rupiah 71.000 .- Output Sosialisasi Permendagri No.

0. dan Kelurahan 0.0.00 0.325.69% c Pembinaan . stimulan pembangunan desa Output Sosialisasi pedoman umum stimulan pembangunan desa Bantuan keuangan kpd Pemerintah Desa/Keluraha n Penyaluran BOP ke Kab/Kota dan Kecamatan lokasi Monitoring evaluasi stimulan pembangunan desa Outco Lancar dan me meningkatnya arus perekonomian perdesaan b Perlombaan Desa .00 Rupiah 192. SDM 105.00 0.16% me tertib l pengelolaan administrasi Desa/Kel dan tersedianya data pasar profil Desa/Keluraha n Input Dana..025.000.00 Rupiah 104. SDM Output Pelaksanaan lomba Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Outco Meningkatnya 24 Desa/Ke 96.100% 88 Desa/Ke l 100% 13/39 Kab/Kec 100% 13 Kab/Kot a 100% 88 Lokasi Bantua n 98. Kelompok Input Dana.- 200.13 Kab/Kot 100% a .000.2 kali 0.

00 0.Masyarakat Pembangunan Desa Output Bantuan 2 Keg 100% keuangan kpd Kabupaten lokasi TMMD Keikutsertaan 1 kali 100% gelar TTG Nasional XII tahun 2010 Outco Terbangunnya 2 Lokasi 99. Pembinaan Koordinasi Pemberdayaan Program Output Rapat koordinasi pemberdayaa n program Monitoring evaluasi profil pemberdayaa n program Rapat teknis perencanaan Rapat koordinasi TKPK Monitoring evaluasi Program TKPK Outco Meningkatnya me koordinasi dan sinkronisasi program pemberdayaa n 4.- d Peningkatan . Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa 1 Keg 100% 13 Kab/Kot a Keg Keg Kab/Kot a Kab/Kot a 100% 3 1 13 13 100% 100% 100% 93.0.00 Rupiah 139.13% .07% me sarana dari Kegiata TMMD dan n memasyarakat nya pemanfaatan TTG Input Dana.000.690. SDM 150.

000 Rupiah 62.900.000.000 . SDM 65.a Fasilitasi .2 Keg 100% Output Peningkatan kapasitas Pemerintahan Desa/Keluraha n Pembinaan pengelolaan administrasi Desa/Keluraha n Outco Meningkatnya me penyelenggara an Pemerintahan Desa/Keluraha n yang baik dan tertib 2 Keg 100% 13 Kab/Kot a 96..77% . Pengelolaan Administrasi Desa dan Kelurahan Input Dana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful