P. 1
ETIKA KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN

ETIKA KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN

|Views: 651|Likes:
Dipublikasikan oleh Gusti Judid Ihsan P

More info:

Published by: Gusti Judid Ihsan P on Feb 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2013

pdf

text

original

ETIKA KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN UNTUK MENDUKUNG PELAKSANAAN GOOD GOVERNANCE

BAHAN DISKUSI PADA TRAINING OF TRAINER (TOT) PENGEMBANGAN POTENSI PERILAKU KEPEMIMPINAN DI HOTEL JAYAKARTA - JAKARTA TANGGAL 25 JULI 2006

OLEH : PROF. DR. SADU WASISTIONO, MS

ETIKA PEMERINTAHAN

ETIKA
‡

PEMIKIRAN TENTANG HAL YANG BAIK DAN YANG BURUK

Menurut Poedjawijatna (1984) : OBYEK MATERIA ETIKA MANUSIA OBYEK FORMA ETIKA TINDAKAN MANUSIA YANG DILAKUKAN DGN SENGAJA. PENGETAHUAN BAHWA ADA YG BAIK DAN YG BURUK DISEBUT KESADARAN ETIS ATAU KESADARAN MORAL (Poedjawijatna, 1984 : 27).

‡

KATA HATI ATAU INSAN KAMIL : Kesadaran moral yang sudah timbul dan berkembang (Poedjawijatna, 1984 : 28). INDEX : Memberi petunjuk ttg baik-buruknya
(PETUNJUK) sesuatu tindakan yg mungkin akan dilakukan seseorang;

# 3 PERAN KATA HATI

IUDEX : Sesudah ada tindakan kata hati (HAKIM) menentukan baik-buruknya tindakan VINDEX : Jika ternyata tindakan itu buruk
(PENGHUKUM) maka dikatakan dengan tegas dan berulangkali bahwa hal tsb buruk.

(Poedjawijatna, 1984 : 31).

PANDANGAN MENGENAI UKURAN ³BAIK´
HEDONISME : tindakan baik ialah yang memberikan kenikmatan dan kepuasan rasa. UTILITARISME : yang baik ialah yang berguna. VITALISME : yang baik ialah yang mencerminkan kekuatan dalam hidup manusia. SOSIALISME : bahwa masyarakat yang menentukan baik -buruknya tindakan manusia yang menjadi anggotanya. RELIGIOSISME : yang baik adalah yang sesuai dengan kehendak Tuhan. HUMANISME : yang baik ialah yang sesuai dengan kodrat manusia yaitu kemanusiaannya. (Poedjawijatna, 1984 : 43-49).

(Thompson. diatur oleh imperatif-imperatif moral. dikutip dari Thompson. APABILA ULARNYA LAPAR. ( Immanuel Kant.. Etika pemerintahan adalah praktik melakukan penilaian etis atas tindakan pemerintah. 1987 : xvii). Etika sebagai dunia prinsip murni.? Etika politik adalah praktik melakukan penilaian etis atas tindakan politik. ‡ ‡ ‡ ‡ . 1987 : xvii). APABILA ULARNYA KENYANG. 1987 : xvii) MERPATI DAPAT DUDUK BERDEKATAN DENGAN ULAR. (Thompson. 1987 : xvii). MAKA «.. Politik sebagai dunia kekuasaan murni.««««.‡ Politik berkata : Karena itu jadilah cerdik seperti ular´ Moral berkata : ³ Dan tulus seperti merpati´. (Thompson. diatur oleh asumsi-asumsi kebijakan.

. Etika Rasional : lebih menekankan pada prinsip hakiki kegiatan politik yakni keadilan. ((Thompson. c. 1987 : 141-155).Tiga Pendekatan Etika Politik Pejabat Negara : a. b. Etika Minimalis : terdiri dari norma-norma yang menghambat konflik kepentingan finansial serta membatasi penonjolan kepentingan pribadi dalam kegiatan publik. kebebasan serta kebaikan bersama. Etika Fungsionalis : lebih menekankan perlunya penjabaran fungsi-fungsi yang harus dijalankan oleh seorang pejabat publik. yakni mengabdi pada kepentingan publik dalam arti sesungguhnya.

Kepemimpinan berkaitan dengan kemampuan seseorang. sistem (system orientation). Organisasi ada yang berorientasi pada pemimpin (leader orientation). Kepemimpinan berbicara mengenai pengaruh (lihat Maxwell. 1995). adapula yang berorientasi pada orientation). Organisasi modern (system cenderung berorientasi pada sistem. Setiap kelompok akan selalu ada pemimpinnya. . Gejala kepemimpinan muncul dalam kelompok.KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN Manusia adalah mahkluk sosial (homo socious) yang (homo socious) kemudian berkembang menjadi mahkluk organisasi (HOMO ORGANISMUS). sistem.

yaitu kemampuan mempengaruhi orang lain utk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yg dikehendaki oleh pemimpin secara sukarela. y Sekurang-kurangnya ada dua jenis kepemimpinan dalam bidang pemerintahan yakni kepemimpinan organisasional dan kepemimpinan sosial.y Kepemimpinan pada dasarnya adalah kemampuan & pengaruh. .

Timbul karena ybs menjadi pimpinan unit organisasi menj dengan pengikut sebagai bawahan yang patuh dgn yang berbagai ikatan norma-norma organisasi formal.Dimensi administratif lebih dominan daripada dimensi da sosial maupun politik. . norma.y Kepemimpinan organisasional .Timbul karena kapasitas & kualitas pribadinya dalam menggerakkan bawahannya. biasanya dapat da menggunakan fasilitas manajerial seperti : se ert kewenangan. tsb. personil dan logistik dsb y Kepemimpinan Sosial . . dana. y PIMPINAN PEMERINTAHAN seharusnya seharusnya mempunyai kedua bentuk kepemimpinan tsb. .Dimensi sosial & politik lebih dominan dari pada dimensi administratif.Pimpinan organisasi formal.

1. € Pemimpin yang baik tidak akan muncul secara tiba-tiba. tiba-tiba. tetapi melalui proses perjalanan yang panjang. Pertimbangan dalam memilih Pimpinan Pemerintahan : 1. Akseptabilitas 3. Kapabilitas 2. . Kapabilitas Gambaran kemampuan diri si pemimpin baik intelektual maupun moral. yang dapat dilihat dari catatan jejak (track record) pendidikannya maupun jejak sikap dan record) perilakunya selama ini. Kompatibilitas ad.

Akseptabilitas Gambaran tingkat penerimaan pengikut terhadap kehadiran pemimpin. €Derajat urgensi ketiga aspek tsb sangat tergantung pada tingkatan dari wilayah pengaruh dari pimpinan pemerintahan. 3.ad. . ad. 2. Kompatibilitas Kemampuan untuk menyesuaikan diri dgn kebijakan dari pemerintah tingkat atasnya & mengakomodasikan kebijakan dari pemerintah tingkat bawahnya maupun tuntutan dari para pengikutnya.

Kapabilitas 3. Kompatibilitas Kompatibili 2. Kapabilitas 3. Kompatibilitas Kompatibili 1. Kompatibilitas Kompatibili 3. Kapabilitas 2. Kapabilitas 1.@ Urutan pentingnya Aspek Kepemimpinan dikaitkan dengan Tingkatan pada Posisi Pemerintahan NO Tingkatan Posisi Pemerintahan Presiden Urutan Derajat Urgensi Aspek Kepemimpinan 1. . 4. Akseptabilitas 3. Akseptabilitas 1. Akseptabilitas 2. Akseptabilitas 2. Kompatibilitas Kompatibili 1. 2. Kepala Daerah Propinsi Kepala Daerah K/K Kepala Desa 3.

Situasi dan kondisi 4. Pengikut 3. Pemimpin 2.VARIABEL KEPEMIMPINAN Ada empat variabel yang mempengaruhi kepemimpinan visioner dalam pemerintahan yakni : 1. Visi dan misi yang diembannya .

Keterkaitan Antar Variabel Kepemimpinan PEMIMPIN Visi & misi organisasi Pengikut Situasi & Kondisi .

* Bakat dapat dilihat melalui psikotest * Kemampuan dapat dikembangkan melalui pendidikan dan atau pelatihan * Kesempatan diberikan dan diperoleh melalui perjuangan baik secara sosiologis maupun secara politis. Seseorang dapat melakukan mobilitas vertikal secara cepat. KESEMPATAN). KEMAMPUAN.Variabel Pemimpinan PEMIMPIN = Fungsi dari (BAKAT. Contoh: Walikota Cilegon yang semula adalah Kepala Desa. Pada saat sekarang kesempatan secara politis terbuka lebar. .

pemimpin mengembangkan. 1995). pemimpin adalah asli. Manajer memfokuskan pada sistem dan struktur. Manajer memiliki pandangan jangka pendek. sedangkan pemimpin menanyakan ³apa´ dan ³mengapa´. pemimpin mendasarkan pada rasa percaya. Manajer menitikberatkan pada pengendalian.Delapan Perbedaan Pemimpin dengan Manajer : Manajer mengadiministrasikan. Manajer memelihara. pemimpin memfokuskan pada orang. (Bennis & Townsend. pemimpin melakukan inovasiinovasiinovasi. Manajer memiliki pandangan pada garis dasar. Manajer tiruan. . pemimpin memiliki pandangan pada horison. pemimpin memiliki pandangan jangka panjang Manajer menanyakan ³mengapa´ dan ³bagaimana´.

. tetapi ia adalah orang yang menggugah pengikutnya untuk melakukan hal-hal yang halbesar. hak istimewa.EMPAT HAL PENTING MENGENAI PEMIMPIN 1. 4. Bahwa pemimpin itu nyata. ( Sumber : Peter F. Bahwa kepemimpinan bukanlah jabatan. 1997). 2. Drucker. Kepemimpinan adalah tanggung jawab. Bahwa definisi satu-satunya tentang seorang pemimpin satuadalah orang yang mempunyai pengikut. Bahwa seorang pemimpin efektif bukanlah orang yang dicintai atau dikagumi. Mereka adalah orang-orang yang orangnyata memberikan teladan. 3. gelar atau uang.

Tetapkan masalahnya. Kelompokkan masalahnya. Drucker. Uji validitas dan keefektifan keputusan dihadapkan pada kejadian aktual.ENAM LANGKAH BERTAHAP DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN 1. The Effective Decision. berkaitan dengan batas-batas kondisi. 4. daripada yang dapat diterima. Buat spesifikasi jawaban terhadap masalah. 3. 5. 6. Putuskan apakah yang ³benar´. batasKaitkan keputusan dengan tindakan yang nyata. 2. (Sumber : Peter F. 2001 : 2-3). 2- . Harvard Business Review on Decision Making.

LINGKARAN SETAN PEMERASAN DALAM PILKADA PARPOL BALON KDH & WAKIL KDH & WAKIL KDH RAKYAT APBD SDM SDA SDB INVESTOR/ PENGUSAHA .

yang bekerja dengan imbalan penghasilan dari negara. ada dua jenis pengikut yakni : pengikut dalam konteks organisasi administratif. .VARIABEL PENGIKUT Sesuai dengan jenis kepemimpinan dalam bidang pemerintahan. dan pengikut dalam konteks organisasi sosial. Pengikut dalam konteks organisasi administratif terdiri para PNS.

Tidak mampu dan tidak mau atau tidak yakin. M2 : Rendah ke sedang.KARAKTERISTIK PENGIKUT Menurut Hersey & Blanchard (1990 : 183) tingkat kematangan pengikut dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) macam yakni : M1 : Rendah. mampu tetapi tidak mau atau tidak yakin. tidak mampu tetapi mau atau yakin. M3 : Sedang ke tinggi. mampu/kompeten dan mau/yakin. . M4 : Tinggi.

. G2 ( Gaya Menjajakan). G3 ( Gaya Mengikutsertakan).Gaya Kepemimpian yang digunakan sesuai kematangan Pengikut : M1 M2 M3 M4 G1 ( Gaya Memberitahukan). G4 ( Gaya Mendelegasikan).

³Jack Welch Lexicon of Leadership´ 2002). Membagikan informasi secara terbuka. (Sumber : Jeffrey A. 2. 3. 4. .EMPAT KARAKTERISTIK ORGANISASI PEMBELAJARAN 1. Krames. Jangan menghukum kesalahan atau kegagalan. Harapkan orang untuk terus belajar. Tekankan pembelajaran dan investasikan masa depannya.

SIKON INTERNAL adalah situasi dan kondisi di dalam organisasi yang mempengaruhi kinerja pencapaian tujuan organisasi dan berada di bawah kendali manajemen. . SIKON EKSTERNAL adalah situasi dan kondisi di luar organisasi yang mempengaruhi kinerja pencapaian tujuan organisasi tetapi berada di luar kendali manajemen. situasi dan kondisi dapat dibedakan menjadi dua macam yakni SIKON internal dan SIKON eksternal.VARIABEL SITUASI DAN KONDISI Dalam konteks organisasi.

ekonomi .politik . .pertahanan (tertentu saja).keamanan. .Bagi pemimpinan pemerintahan.sosial dan budaya .ideologi . variabel situasi dan kondisi yang dominan meliputi : . .agama.

karena utk mencapainya diperlukan dukungan dari seluruh anggota organisasi maupun para pemegang saham. Visi pimpinan organisasi tsb kemudian dikemas menjadi visi organisasi yang dipimpinnya.VARIABEL VISI DAN MISI ORGANISASI Menghadapi perubahan situasi dan kondisi internal maupun eskternal organisasi yang serba tidak menentu. diperlukan pemimpin organisasi yang mempunyai visi ke masa depan. .

Tingkatan Sifat Visi di Daerah Abstrak Visi Daerah Visi Pemerintah Daerah Visi Perangkat Daerah Kongkret & Terukur .

(achieveable). (time-bound). . ada KPI (Key Performance (measurable Indicators) untuk organisasi dan atau individu anggota organisasi. Sederhana (simple). (simple).Ciri Visi yang Baik : Spesifik (specific). Terukur (measurable). Mungkin untuk dicapai (achieveable). (specific). Terikat Waktu (time-bound).

Visi Strategi Tujuan Program Kegiatan Misi .

Faktor-faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menyusun Visi Daerah Kontributor PDRB Terbesar 1) 2) 3) Mata Pencarian Penduduk Terbanyak 1) 2) 3) Keunggulan yang diRencanakan di masa Mendatang : 1) 2) Penetapan Bisnis Inti (Core Business) Susun Visi s 10 kata .

SDM. Misi dan Kewenangan Daerah Pemerintah Pusat Transfer Kewenangan Rakyat Potensi SDA.Model Penyusunan Organisasi Pemerintah Daerah Berdasarkan Visi. SDB Mandat Kewenangan Daerah Visi Daerah Jangka Panjang Visi Pemda Jangka Menengah Misi. Strategi & Program Organisasi Pemerintah Daerah Sumber : Sadu Wasistiono .

Oleh karena itu. korupsi. Good governance Bad Government Good Government .Konsep Good Government Berdasarkan praktek pemerintahan di berbagai negara ditengarai adanya ³bad government´. yang membuat negara mengarah ke kebangkrutan. kolusi. (good government). yang ditandai dengan banyaknya ³bad government´. nepotisme. diperlukan konsep baru mengenai cara berpemerintahan yang baik (good government).

4. 5. 7. 3. CiriCiri-ciri Good Government 1. 3.Perbandingan Ciri-ciri Bad Government dengan Good Government CiriCiri-ciri Bad Government 1. 6. 8. 6. Lamban dan bersifat reaktif Arogan Korup Birokratisme Boros Bekerja secara naluriah Enggan berubah Kurang berorientasi pada kepentingan publik Proaktif Ramah dan Persuasif Transparan Mengutamakan proses dan produk Proporsional dan profesional Bekerja secara sistemik Pembelajaran sepanjang hayat Menempatkan stakeholder & shareholder ditempat utama . 7. 2. 2. 8. 4. 5.

Konsep Good Governance *Menurut World Bank. penggunaan/ pelaksanaan. yaitu cara bagaimana kekuasaan negara digunakan untuk mengelola sumberdaya2 ekonomi dan sosial guna pembangunan masyarakat. Dengan demikian. mengartikan governance sebagai µthe exercise of political. ekonomi dan administratif untuk mengelola masalah2 nasional pada semua tingkatan. Governance diartikan sebagai µthe way state power is used in managing economic and social resources for development society¶. diartikan sbg levels¶. . yakni penggunaan kewenangan politik.economic. *UNDP. and administrative authority to manage a nation¶s affair at all levels¶. Kata governance. governance adalah cara.

Masyarakat : Sebagai subyek dan obyek dari sektor pemerintah dan swasta. Negara/pemerintahan : Sebagai pembuat kebijakan. pengendali & pengawas 2. Swasta/Dunia usaha : Sebagai penggerak aktivitas bidang ekonomi 3. .Governance memiliki tiga domain : 1.

3. Ekonomi Proses pembuatan keputusan utk memfasilitasi aktivitas ekonomi di dalam negeri & interaksi diantara penyelenggara ekonomi.Governance didukung oleh TIGA elemen : 1. 2. yang dilakukan oleh birokrasi & bersama dengan politisi. . Administrasi Implementasi proses kebijakan yang telah diputuskan oleh institusi politik. Politik Proses pembuatan keputusan utk formulasi kebijakan publik.

Menjamin adanya supremasi hukum. Menjamin bahwa prioritas2 politik. 5. Transparan dan bertanggung jawab. Efektif dan adil. Mengikutsertakan semua. pembangunan. 3. semua. masyarakat. sosial dan ekonomi didasarkan pada konsensus masyarakat. Memperhatikan kepentingan mereka yang paling miskin & lemah dlm proses pengambilan keputusan menyangkut alokasi sumber daya pembangunan. 6. jawab. . 2. Efektif adil. hukum.Ciri ciri Tata Pemerintahan yang Baik : 1. 4.

Partisipasi (Participation) Syarat utama warga negara dalam berpartisipasi : da a.Karakteristik Good Governance menurut UNDP : 1. Membangun sistem hukum yang sehat. memperoleh manfaat.perangkat (hardware) sumber daya manusianya (humanware) (humanware) 3. secara langsung dan tidak ti langsung dari keterlibatannya. . Keterbukaan mencakup semua aspek aktivitas yang menyangkut kepentingan publik. 2. mulai dari proses pengambilan keputusan. Transparansi (Transparancy). c. Penegakan Hukum (Rule of Law). baik perangkat lunaknya (software). emosional.perangkat keras (hardware) maupun (software). b. penggunaan dana publik sampai pada tahapan evaluasi. paksaaan. ada rasa kesukarelaan dan tanpa paksaaan. ada keterlibatan secara emosional.

4. M. 6. Lihat Kep.Pan /2004 tentang Indeks Kepuasan Konsumen (IKM) 5.arogan dan berorientasi pada kekuasaan. perlu dilakukan survey secara periodik. Daya Tanggap (Responsiveness). . Berorientasi pada konsensus (Consensus Orientation). walaupun kemampuan individu berlainan namun sektor publik harus berperan agar kesejahteraan dan keadilan seiring sejalan. Dalam pengambilan keputusan lebih menitikberatkan konsensus. 25.Untuk mengetahui kepuasan masyarakat sebagai konsumen. Musyawarah merupakan proses. Sektor publik selama ini dianggap tertutup. Keadilan/kesetaraan (Equity) Setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh kesejahteraan. Orientation). Menpan No. sedangkan mufakat merupakan hasil. Aktivitas politik berisi dua hal pokok yaitu konflik dan konsensus.

Akuntabilitas organisasional/administratif b. Akuntabilitas politik d. Akuntabilitas meliputi : a. korupsi terjadi karena : Corruption = Discretion + Monopoly .7. Akuntabilitas (Accountability) (Accountability) Pertanggungjawaban setiap aktivitas menyeluruh kepada publik/masyarakat luas. Akuntabilitas profesional e. 8. Keefektifan dan Efisiensi (Effectiveness & (Effectiveness Efficiency) Efficiency).Accountability . Perlunya kompetisi untuk menciptakan keefektifan dan efisiensi pada sektor publik. Akuntabilitas moral Menurut Klitgaard (2000). disamping kepada atasan. Akuntabilitas legal c.

Ciri visi yang baik adalah : a. visi jangka menengah (mid-term vision) dan visi jangka pendek (short-term vision). mempunyai dimensi waktu tertentu. mungkin untuk dicapai e.9.10 kata) c. bersifat spesifik b. bersifat terukur d. Visi Strategis (Strategic Vision) Perlunya memiliki visi jangka panjang (long-term vision). disusun dalam bahasa yang sederhana(+/. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->