P. 1
RPJMD Theory

RPJMD Theory

|Views: 66|Likes:
Dipublikasikan oleh Rosita Kusuma Winahyu

More info:

Published by: Rosita Kusuma Winahyu on Feb 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/11/2012

pdf

text

original

MUSRENBANG; SINERJI PEMBANGUNAN ANTARA PUSAT, PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA

(Dalam Koridor UU 32/2004, UU 25/2004, PP 8/2008 dan Permendagri 54/2010) Oleh : DR.MADE SUWANDI Msoc.sc Staf Ahli Mendagri Bid. Pemerintahan KEMENTERIAN DALAM NEGERI
HP 0816914482 EMAIL: made_suwandi@yahoo.co.id

I. TATARAN FILOSOFIS
1. Kenapa Perlu Ada Pemerintah? a. Untuk menciptakan “Law and Order” (ketentraman dan ketertiban) b. Untuk menciptakan “welfare” (Kesejahteraan) 2. Kenapa Perlu Ada Pemerintah Daerah ? a. Wilayah negara terlalu luas b. Menciptakan kesejahteraan secara demokratis
2

BAGAIMANA MENCIPTAKAN KESEJAHTERAAN OLEH PEMERINTAH
SENTRALISASI/DEKONSENTRASI (PEMERINTAH WILAYAH/FIELD ADMINISTRATION)
FUNCTIONAL FIELD ADMINISTRATION; KANDEP/KANWIL INTEGRATED FIELD ADMINISTRATION; KEPALA WILAYAH

PEMERINTAH PUSAT

POWER SHARING 1. OTONOMI TERBATAS (ULTRA VIRES) 2. OTONOMI LUAS (GENERAL COMPETENCE)

DESENTRALISASI (PEMERINTAH DAERAH)

SECONDARY AND TERTIARY GROSS ENROLLMENT RATIO (30%) DECENT STANDARD OF LIVING AS MEASURED BY GDP PER CAPITA AT PURCHASING POWER PARITY IN US $ 3. DENGAN MENGETAHUI HDI AKAN MENENTUKAN RANKING KESEJAHTERAAN SUATU BANGSA DIBANDINGKAN BANGSA2 LAINNYA 4 . A LONG AND HEALTHTY LIFE MEASURED BY LIFE EXPECTANCY AT BIRTH KNOWLEDGE MEASURED BY ADULT LITERACY (70%) AND THE COMBINED PRIMARY. KONSEP HDI DIKEMBANGKAN OLEH EKONOM PAKISTAN MAHBUB UL HAQ PADA TAHUN 1990 DANSEJAK TAHUN 1993 DIPERGUNAKAN UNDP DALAM MENYUSUN HUMAN DEVELOPMENT REPORT HDI MENGUKUR 3 DIMENSI DASAR DARI HUMAN DEV: 1. 3. 2.KONSEP HDI 1. 2.

BRUNEI 0.956 15. KORSEL 0.745 109.726 CATATAN: TAHUN 2009 INDONESIA RANKING 111 5 TAHUN 2010 INDONESIA RANKING 108 . PHILIPPINE 0. NORWAY 0.919 28. MALAYSIA 0. SINGAPORE 0. JAPAN 0. ICELAND 0.967 4. UK 0.RANKING INDONESIA DARI 179 NEGARA YG DISURVEY 2006 (ISSUED 18 DECEMBER 2008) RANKING ADALAH: 1.928 27. INDONESIA 0.968 3.965 8.968 2.942 25. CANADA 0. THAILAND 0.823 81.950 21.918 63.786 102. AUSTRALIA 0. USA 0.

Membangun Daerah Dengan Visi yang Jelas. sehat dan pintar . Dapat Dicapai selama periode tertentu   Vision without action is just a dream  Action without vision is just an activity  Vision and action altogether can change the world Contoh Visi Kabupaten Nabire: – Menuju Nabire 2010 yang masyarakatnya kenyang. Terukur.

URUSAN PEMERINTAHAN YG DI DESENTRALISASIKAN 1. 15. 10. 8. 12. SOSIAL LINGKUNGAN HIDUP PERDAGANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN KEHUTANAN PENDIDIKAN KESEHATAN UKM NAKERTRANS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN PERTAMBANGAN PERHUBUNGAN PENANAMAN MODAL KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KEPENDUDUKAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 7 . 7. 13. 2. 3. 4. 6. 5. 11. 16. 9. 14.

URUSAN YG DIDESENTRALISASIKAN 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA PERINDUSTRIAN PU PENATAAN RUANG PEMUDA DAN OLAH RAGA KOMINFO PERUMAHAN ARSIP PERTANAHAN KESBANG POL STATISTIK PUM (PEMERINTAHAN UMUM) PMD KEPEGAWAIAN PERPUSTAKAAN 8 .

Ketahanan pangan.• Urusan pemerintahan yang bersifat wajib meliputi: 1. 6. 9. Kependudukan dan catatan sipil. 13. Pemuda dan olahraga. 7. 5. Penataan ruang. Perencanaan pembangunan. 2. Koperasi dan usaha kecil dan menengah. (Tentative) 4. 11. 10. Lingkungan hidup. 8. 3. 9 . Pekerjaan umum. Kesehatan. 12. Tenaga kerja. Perumahan. penanaman modal. Pendidikan.

Komunikasi dan informatika. Statistik. kepegawaian.14. perpustakaan. 22. 15. 18. 17. 24. perangkat daerah. 19. Kebudayaan. Arsip dan 10 26. . dan 25. Pemberdayaan masyarakat dan desa. Sosial. pemerintahan umum (Tramtib). 23. administrasi keuangan daerah. Pertanahan. Kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. 20. Perhubungan. dan persandian. Otonomi daerah. Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. 21. 16. Keluarga berencana dan keluarga sejahtera.

4. 5. 11 . Perdagangan. 8. 3. Kelautan dan perikanan. 7. 2. Perindustrian. Energi dan sumber daya mineral. Pariwisata. Pertanian.• Urusan pilihan meliputi: 1. Kehutanan. dan Transmigrasi. 6.

DISTRIBUSI URUSAN PEMERINTAHAN ANTAR TINGKAT PEMERINTAHAN Kriteria Distribusi Urusan Pmerintahan Antar Tingkat Pemerintahan : 1. Externalitas (Spill-over) Siapa kena dampak. Akuntabilitas Yang berwenang mengurus adalah tingkatan pemerintahan yang paling dekat dengan dampak tersebut (sesuai prinsip demokrasi) 3. Efisiensi  Otonomi Daerah harus mampu menciptakan pelayanan publik yang efisien dan mencegah High Cost Economy  Efisiensi dicapai melalui skala ekonomis (economic of scale) pelayanan publik  Skala ekonomis dapat dicapai melalui cakupan pelayanan (catchment area) yang optimal 12 . mereka yang berwenang mengurus 2.

Provinsi: Berwenang mengatur dan mengurus urusanurusan pemerintahan dengan eksternalitas Provinsi (lintas Kab/Kota) dalam norma. Monev. standard. standar.BAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN YANG DILAKSANAKAN OLEH MASING-MASING TINGKATAN PEMERINTAHAN MASINGBERDASARKAN 3 KRITERIA 1. 2. supervisi. prosedur yang dibuat Pusat Kab/Kota: Berwenang mengatur dan mengurus urusan-urusan pemerintahan dengan eksternalitas lokal (dalam satu Kab/Kota) dalam norma. prosedur yang dibuat Pusat 13 . standard. fasilitasi dan urusan-urusan pemerintahan dengan eksternalitas nasional dan Internasional. prosedur. 3. Pusat: Berwenang membuat norma-norma.

Pusat Ada hubungan interelasi dan interdependensi Ada hubungan interelasi dan interdependensi 14 . Pemerintah Pusat urusan PT Contoh 2: Jalan Kab/Kota oleh Pemkab/Kota Jalan Prov oleh Pemprov Jalan negara oleh Pem. SLTA Kab/Kota Urusan Pendidikan Menengah oleh Provinsi Urusan SLB.Hubungan Antar Tingkatan Pemerintahan Adanya interkoneksi dan interdependensi antar tingkatan Pemerintahan dalam mengatur dan mengurus urusannya. Contoh 1: Urusan Pendidikan Dasar & SLTP.

Menampung aspirasi masyarakat dan swasta 15 . Berbasis identifikasi pelayanan dasar (urusan wajib) dan sektor unggulan (urusan pilihan) yang akan dibangun menyusun RPJMD 2. RPJMD menjadi acuan bagi SKPD untuk menyusun Renstra SKPD 3. Setiap tahun disusun RKPD yang terdiri dari rencana tahunan SKPD mengacu pada RPJMD 4. KAB/KOTA: 1.SINERJI PEMBANGUNAN BERDASARKAN PELAYANAN DASAR DAN SEKTOR UNGGULAN 1.

PROVINSI: 1. Menyusun RKPD sebagai penjabaran dari RPJMD Provinsi. Rencana kerja SKPD Provinsi harus sinerji dengan rencana SKPD Kab/Kota dalam pengembangan urusan wajib dan urusan pilihan 4. Harus tercipta sinerji target yg ingin dicapai antara 16 Provinsi dan Kab/Kota dalam urusan wajib dan pilihan .SINERJI PEMBANGUNAN BERDASARKAN PELAYANAN DASAR DAN SEKTOR UNGGULAN 2. Termasuk didalamnya bantuan yang akan diberikan kepada SKPD Kab/Kota 5. terdiri dari rencana tahunan SKPD 3. Menyusun RPJMD Provinsi sesuai dengan urusan wajib dan pilihan yang ingin dibangun sesuai kewenangan Provinsi (vide PP 38/2007) 2.

Harus tercipta sinerji target yg ingin dicapai antara K/L 17 dgn Provinsi dan Kab/Kota .SINERJI PEMBANGUNAN BERDASARKAN PELAYANAN DASAR DAN SEKTOR UNGGULAN 3. PEMERINTAH PUSAT: 1. Termasuk didalamnya bantuan yang akan diberikan kepada SKPD Provinsi atau SKPD Kab/Kota 5. Menyusun RPJMN sesuai dengan target yg ingin dicapai oleh K/L mengacu pada kewenangan Pusat (vide PP 38/2007) 2. Menyusun RK tahunan K/L sebagai penjabaran dari RPJMN 3. Rencana kerja K/L harus sinerji dengan rencana SKPD Provinsi dan Kab/Kota sesuai dengan urusan pemerintahan yg menjadi kewenangan K/L 4.

UU 25/2004 UU 32/2004.SINKRONISASI PENYUSUNAN RANCANGAN APBD & APBN (UU 17/2003. UU 33/2004) RPJMD Renstra SKPD 5 tahun 1 tahun 5 tahun RPJM 5 tahun 1 tahun Renja SKPD 1 tahun 1 tahun RKPD RKP KUA PPAS Dibahas bersama DPRD NOTA KESEPAKATAN PIMPINAN DPRD DGN KDH RKA-SKPD PEDOMAN PENYUSUNAN RKA-SKPD TAPD RAPERDA APBD 1 tahun 18 .

KETENTUAN UMUM 1. DOKUMEN PERENCANAAN DAERAH JANGKA WAKTU 20 TAHUN 4. RPJMD. PERENCANAAN PEMB DAERAH SUATU PROSES PENYUSUNAN TAHAPAN 2 KEGIATAN YG MELIBATKAN BERBAGAI UNSUR PEMANGKU KEPENTINGAN DIDALAMNYA. RPJPD. GUNA PEMANFAATAN DAN PENGALOKASIAN SUMBER DAYAYG ADA DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM SUATU WILAYAH/DAERAH DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU 3. RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) ADALAH DOKUMEN UNTUK JANGKA WAKTU 1 TAHUN . PERENCANAAN SUATU PROSES UNTUK MENENTUKAN TINDAKAN MASA DEPAN YG TEPAT MELALUI URUTAN PILIHAN DGN MEMPERHITNGKA SUMBER DAYAYG TERSEDIA 2. DOKUMEN PERENCANAAN DAERAH UNTUK PERIODE 5 TAHUN 5.

MUSRENBANG. 7. LANGKAH2 YG BERISIKAN PROGRAM2 INDIKATIF UNTUK MEWUJUDKAN VISI DAN MISI 9. FORUM ANTAR PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM RANGKA MENYUSUN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH . PRAKIRAAN MAJU ADALAH PERHITUNGAN KEBUTUHAN DANA UNTUK TAHUN2 BERIKUTNYADARI TAHUN ANGGARAN YG DIRENCANAKAN GUNA MEMASTIKAN KESINAMBUNGAN KEBIJAKAN YG TELAH DISETUJUI UNTUK SETIAP PROGRAM DAN KEGIATAN 10. RUMUSAN UMUM MENGENAI KEADAAN YG DIINGINKAN PADAAKHIR PERIODE PERENCANAAN. VISI. MISI.KETENTUAN UMUM 6. RUMUSAN UMUM MENGENAI UPAYA2 YG AKAN DILAKSANAKAN UNTUK MEWUJUDKAN VISI 8. STRATEGI.

RENBANGDA MELIBATKAN SELURUH STAKEHOLDERS BERDASARKAN KEWENANGANNYAMASING2 3.PRINSIP PERENCANAAN PEMB DAERAH 1. RPJMD 3. RKPD TAHAPANNYA. EFEKTIP. MUSRENBANG. RENBANGDA DIRUMUSKAN SECARA TRANSPARAN. RENBANGDA MENGINTEGRASIKAN RENCANA TATA RUANG DG RENCANA PEMB DAERAH 4. RPJP 2. BERKEADILAN DAN BERKELANJUTAN. PARTISIPATIF. RENBANGDA MELIPUTI: 1. 5. PERUMUSAN RANCANGAN AKHIR DAN PENETAPAN RENCANA . RENBANGDA MERUPAKAN SATU KESATUAN DALAM SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL 2. RESPONSIF EFISIEN. TERUKUR. AKUNTABEL. PENYUSUNAN RENCANA AWAL.

PELAKSANAAN MUSRENBANG DITETAPKAN OLEH KDH 4. RPJPD KAB/KOTAMENGACU PADA RPJP NASIONAL DAN RPJP PROV PELAKSANAAN MUSRENBANG: 1. MISI DAN ARAH PEMB DGN MENGACU PADA RPJP NASIONAL 3. DILAKSANAKAN BAPPEDAMELIBATKAN STAKEHOLDERS 3.RPJPD 1. RANCANGAN AKHIR RPJPD DISAMPAIKAN KE DPRD DALAM BENTUK RANPERDA PALING LAMA 6 BULAN SEBELUM RPJPD BERJALAN BERAKHIR 5. DPRD BERSAMA KDH MEMBAHAS RANPERDA RPJPD 6. RPJPD PROV MEMUAT VISI. RPJPD DITETAPKAN DGN PERDA SETELAH BERKONSULTASI DGN MENDAGRI . MUSRENBANG MEMBAHAS RANCANGAN AWAL RPJPD 2. BAPPEDAMENYUSUN RANCANGAN AWAL RPJPD 2.

RPJPD 1. GUBERNUR MENYAMPAIKAN PERDA RPJPD PROV PALING LAMBAT 1 BULAN KPD MENDAGRI 2. KDH MENYEBARLUASKAN RPJPD KPD MASYARAKAT . BUPATI/WALIKOTAMENYMPAIKAN PERDA RPJPD KAB/KOTA PALING LAMBAT 1 BULAN KPD GUBERNUR DGN TEMBUSAN KPD MENDAGRI 3.

MSRENBANG MEMBAHAS RPJMD DITETAPKAN KDH 8. KONDISI LINGKUNGAN STRATEGIS DAERAH DAN HASIL EVALUASI PELAKSANAAN RPJMD PERIODE SEBELUMNYA 4.RPJMD 1. RPJMD BEPEDOMAN KPD RPJPD DAN MEMPERHATIKAN RPJM NASIONAL. RANCANGAN RPJMD DIBAHAS DALAM MUSRENBANG YG DILAKSANAKAN BAPPEDADGN MELIBATKAN STAKE HOLDERS 7. RPJMD DITETAPKAN DALAM PERDA SETELAH BERKONSULTASI DGN MENDAGRI . KEPALA SKPD MENYUSUN RENSTRA SKPD SESUAI RANCANGAN AWAL RPJMD 5. BAPPEDAMENYUSUN RANCANGAN AWAL RPJMD 2. MISI DAN PROGRAM KDH 3. PEMBAHASAN RUMUSAN RANCANGAN AKHIR DIPIMPIN OLEH KDH 9. RANCANGAN RENSTRA SKPD DISAMPAIKANKE BAPPEDA 6. RPJMD MEMUAT VISI.

PERDA RPJMD PROV DISAMPAIKAN KE MENDAGRI DAN KAB/KOTAKE GUBERNUR DGN TEMBUSAN KE MENDAGRI 12. PERDA RPJMD DITETAPKAN PALING LAMA 6 BULAN SETELAH KDH DILANTIK 11. KDH MENYEBARLUASKAN PERDA RPJMD KPD MASYARAKAT .RPJMD 10.

PROGRAM PRIORITAS PEMB DAERAH. PENETAPAN PROGRAM PRIORITAS BERORIENTASI PADA PEMENUHAN HAK2 DASAR MASY YG BERKELANJUTAN 6. RKPD MERUPAKAN PENJABARAN DARI RPJMD 3. RENCANA KERJA DAN PENDANAANNYA SERTA PRAKIRAAN MAJU DGN MEMPERTIMBANGKAN KERANGKA PENDANAAN DAN PAGU INDIKATIF BAIK YG BERSUMBER DARI APBD MAUPUN DARI SUMBER2 LAIN DGN MENDORONG PARTISIPASI MASY 5. MUSRENBANG RKPD DILAKSANAKAN BAPPEDASETIAP TAHUN UNTUK MEMBAHAS RANCANGAN RKPD TAHUN BERIKUTNYA . RANCANGAN RKPD MEMUAT RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH. BAPPEDAMENYUSUN RANCANGAN AWAL RKPD 2.RKPD 1. MUSRENBANG RKPD MERUPAKAN WAHANA PARTISIPASI MASY 7. KEPALA BAPPEAMENGKORDINASIKAN PENYUSUNAN RANCANGAN RKPD MENGGUNAKAN RANCANGAN RENJA SKPD DGN KEPALA SKPD 4.

RKPD 9. 15. PELAKSANAAN MUSRENBANG RKPD KAB/KOTADI FASILITASI OLEH PEMDA PROV 13. MUSRENBANG RKPD PROV DILAKUKAN SETELAH MUSRENBANG KAB/KOTA. PEMDA PROV MELAKSANAKAN PERTEMUAN KORDINASI PASCA MUSRENBANG KAB/KOTA . DEPDAGRI MENYELENGGARAKAN PERTEMUAN KORDINASI PASCA MUSRENBANG PROV 16. MUSRENBANG RKPD PROV UNTUK KETERPADUAN ANTAR RENJA SKPD DAN ANTAR RKPD KAB/KOTA DALAM PROV YBS 10. MUSRENBANG RKPD KAB/KOTADIMULAI DARI MUSRENBANG DESA/KELURAHAN DAN KECAMATAN 14. MUSRENBANG RKPD KAB/KOTADILAKSANAKAN UNTUK KETERPADUAN RENJA ANTAR SKPD DAN ANTAR RENCANA PEMB KECAMATAN 11. MUSRENBANG RKPD PROV DI FASILITASI OLEH DEPDAGRI 12.

MISI. RENSTRA SKPD MEMUAT VISI. SKPD MENYUSUN RENJA SKPD 7. RENSTRA SKPD DITETAPKAN DGN KEPUTUSAN KEPALA SKPD 6.RENSTRA DAN RENJA SKPD 1. RANCANGAN RENJA SKPD MEMUAT KEBIJAKAN. PENYUSUNAN RENSTRA SKPD BERPEDOMAN PD RPJMD DAN BERSIFAT INDIKATIF 4. 8. PROGRAM DAN KEGIATAN PEMB SESUAI TUPOKSI SKPD YBS 3. RANCANGAN RENJA SKPD MENGACU PADA RANCANGAN AWAL RKPD . PROGRAM DAN KEGIATAN BAIK YG BERASAL DARI PEMDA MAUPUN DARI MASY . RENSTRA SKPD. SKPD MENYUSUN RENSTRA SKPD 2. MASALAH YG DIHADAPI DAN USULAN PROGRAM SERTA KEGIATAN YG BERASAL DARI MASY. TUJUAN. STRATEGI. KECAMATAN SBG SKPD MENYUSUN RENSTRA KEC DGN BERPEDOMAN PD RPJMD KAB/KOTA 5. HASIL EVALUASI PERIODE SEBELUMNYA. KEBIJAKAN.

INDIKATOR KINERJA. PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD BAIK YANG SEDANG BERJALAN. KELOMPOK SASARAN YG MENJADI BAHAN UTAMA RKPD SERTA MENUNJUKKAN PRA KIRAAN MAJU 9. KEGIATAN ALTERNATIF ATAU BARU.RENSTRA DAN RENJA SKPD 8. RANCANGAN RENJA SKPD DIBAHAS DALAM FORUM SKPD YG MELIBATKAN STAKE HOLDERS UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS EMBANGUNAN 10. RENJA SKPD DITETAPKAN DGN KEPUTUSAN KEPALA SKPD .

ARAH KEBIJAKAN 6. VISI DAN MISI DAERAH 5. PENDAHULUAN 2.SISTEMATIKA RENCANA PEMB DAERAH SISTEMATIKARPJP MENCAKUP: 1. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 3. ANALISIS ISU2 STRATEGIS 4. KAIDAH PELAKSANAAN .

ANALISIS ISU2 STRATEGIS 5. TUJUAN DAN SASARAN 6. PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN . PENDAHULUAN 2. PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH 10.SISTEMATIKA RENCANA PEMB JANGKA MENENGAH DAERAH SISTEMATIKARPJMD PALING SEDIKIT MENCAKUP: 1. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 3. INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS DAN DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN 9. VISI . MISI. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 7. KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMB DAERAH 8. GAMBARAN PENGELOLAAN KEUDA SERTA KERANGKA PENDANAAN 4.

EVALUASI PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU 3. RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH BESERTA KERANGKAPENDANAAN 4. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH . PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN 5. PENDAHULUAN 2.SISTEMATIKA RENCANA KERJA PEMB DAERAH SISTEMATIKARKPD PALING SEDIKIT MENCAKUP: 1.

KELOMPOK SASARAN. PENDAHULUAN 2. RENCANA PROGRAM. MISI. VISI. DAN PENDANAAN INDIKATIF 6. STRATEGI DAN KEBIJAKAN 5. TUJUAN DAN SASARAN.SISTEMATIKA RENCANA STRATEGIS SKPD SISTEMATIKA RENSTRA SKPD PALING SEDIKIT MENCAKUP: 1. INDIKATOR KINERJA. ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUPOKSI 4. KEGIATAN. GAMBARAN PELAYANAN SKPD 3. INDIATOR KINERJA SKPD YG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD .

DANA INDIKATIF BESERTA SUMBERNYA SERTA PRAKIRAAN MAJU BERDASRKAN PAGU INDIKATIF 6. SUMBER DANA YG DIBUTUHKAN UNTUK MENJALANKN PROGRAM DAN KEGIATAN 7.SISTEMATIKA RENCANA KERJA SKPD SISTEMATIKA RENJA SKPD PALING SEDIKIT MENCAKUP: 1. PROGRAM DAN KEGIATAN 4. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU 3. PENUTUP . INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN YG MENGGAMBARKAN PENCAPAIAN RENSTRA SKPD 5. PENDAHULUAN 2. TUJUAN. SASARAN.

RPJM (5 TH) MERUPAKAN PENJABARAN VISI.PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (UU 32/2004) PASAL 150 1. BAPPEDAMENYUSUN PERENCANAAN PEMB DAERAH 3. MISI DAN ARAH PEMB DAERAH. PERENCANAAN PEMB DAERAH MERUPAKAN SATU KESATUAN DGN PERENCANAAN PEMB NASIONAL 2. RKPD MENJABARKAN RPJM UNTUK 1 TAHUN 7. MENGACU PADA RPJP NASIONAL 4. DAN PROGRAM SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DAN INDIKASI PENDANAANNYA 6. RPJP (20 TH) MEMUAT VISI. RPJP DAN RPJMD DITETAPKAN DENGAN PERDA . KEBIJAKAN UMUM. STRATEGI PEMB DAERAH. RPJM MEMUAT ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH. MISI DAN PROGRAM KDHBERPEDOMAN RPJP DAERAH DAN RPJP NASIONAL 5.

RENSTRA SKPD MEMUAT KEBIJAKAN. KEBIJAKAN. SKPD MENYUSUN RENSTRA SKPD MEMUAT VISI. KEGIATAN PEMB BAIK YG DILAKSANAKAN PEMDA MAUPUN MELALUI PARTISIPASI MASYARAKAT PASAL 152: PERENCANAAN PEMB DAERAH HARUS DIDUKUNG INFORMASI YG DIKELOLA DALAM SISTEM INFORMASI DAERAH YG TERINTEGRASI SECARA NASIONAL . PROGRAM DAN KEGIATAN PEMB SESUAI TUPOKSINYA BERPEDOMAN PADA RPJM DAN BERSIFAT INDIKATIF 2.PERENCANAAN PEMB DAERAH PASAL 151: 1. PROGRAM. MISI. TUJUAN. STRATEGI.

DAERAH ATAU KAWASAN MUSRENBANG: FORUM ANTAR PELAKU DALAM RANGKA MENYUSUN PEMB NASIONAL DAN RENCANA PEMB DAERAH LEMBAGA PERENCANA: BAPPEDA BERTANGGUNG JAWAB MENYUSUN PEMB DAERAH .UU 25/2004 25/2004 SISTEM PERENCANAAN PEMB NASIONAL KETENTUAN UMUM: PROGRAM KEWILAYAHAN DAN LINTAS WILAYAH: SEKUMPULAN RENJA TERPADU ANTAR DEPT/LPND DAN SKPD MENGENAI SUATU ATAU BEBERAPA WI.AYAH.

PASAL 3 1. 2. RENCANA PEMB JANGKA PANJANG b. RENCANA PEMB JANGKA MENENGAH c. RENCANA PEMB TAHUNAN . PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL MERUPAKAN SINERJI PERENCANAAN DEPT/LPND DGN PEMDA PERENCANAAN PEMB NASIONAL TERDIRI DARI: a.

3. RPJM NASIONAL DITETAPKAN DGN PERATURAN PRESIDEN PALING LAMBAT 3 BULAN SETELAH PRESIDEN DILANTIK RENSTRA DEPT/LPND DITETAPKAN DENGAN PERATURAN MENTERI/PIMPINAN LPNDSETELAH DISESUAIKAN DGN RPJM NASIONAL RPJM DAERAHDITETAPKAN DGN PERATURAN KEPALA DAERAH PALING LAMBAT 3 BULAN SETELAH KEPALA DAERAH DILANTIK RENSTRA SKPD DITETAPKAN DGN PERATURAN PIMPINAN SKPD SETELAH DISESUAIKAN DGN RPJM DAERAH . 4. 2.PASAL 19 1.

MUSRENBANG RKPD DILAKSANAKAN PALING LAMBAT BULAN MARET PASAL 24: KA BAPPEDA MENYUSUN RANCANGAN AKHIR RKPD BERDASARKAN HASIL MUSRENBANG PASAL 25: RKP MENJADI PEDOMAN PENYUSUNAN RAPBN RKPD MENJADI PEDOMAN PENYUSUNAN RAPBD PASAL 26: RKP DITETAPKAN DGN PERATURAN PRESIDEN RKPD DITETAPKAN DGN PERATURAN KEPALA DAERAH 1. .PASAL 23. MUSRENBANG MUSRENBANG RKP DEPT/LPND DILAKSANAKAN BULAN APRIL 2.

SURAT EDARAN MENDAGRI NO.050/2020/SJ 11 AGUSTUS 2005 PETUNJUK PENYUSUNAN DOKUMEN RPJP DAERAH DAN RPJM DAERAH .

KAB/KOTA KONSULTASI KE PROV . 4. RPJP KAB/KOTA TIGA BULAN SETELAH PROV KDH WAJIB MENYUSUN RPJP ATAU CARETAKER KDH RAPERDA RPJP PROV KONSULTASI KE BANGDA. 2. LIBATKAN ALL STAKEHOLDERS BILA RPJP DIATASNYA BELUM ADA DILAKUKAN KORDINASI DALAM PENYUSUNANNYA RPJP PROV DITETAPKAN 3 BULAN SETELAH RPJP PUSAT. 7.PENYUSUNAN RPJP DAERAH 1. 6. 5. 3. 8. KDH DAN DPRD MENYUSUN RPJP DAERAH RPJP PROV MENGACU RPJP NASIONAL RPJP KAB/KOTA MENGACU RPJP PROV LAKUKAN MUSRENBANG RPJP .

8.PENYUSUNAN RPJMD 1. 7. KAB/KOTA KE PROV . RPJM KAB/KOTA MEMPERHATIKAN RENSTRADA PROV BILA RPJP BELUM ADA. 6. 3. 2. 9. 5. RENSTRA ATAU PROPEDA SBG DOKUMEN PERENCANAAN RAPERDA RPJM PROV KONSULTASI KE BANGDA. 4. RPJMD DISUSUN OLEH KDH HASIL PILKADA RPJM PROV BERPEDOMAN PADA RPJP PROV. MEMPERHATIKAN RPJM NASIONAL DAN SPM RPJM KAB/KOTA BERPEDOMAN PADA RPJP KAB/KOTA SERTA MEMPERHATIKAN RPJM PROV DAN SPM MELIBATKAN SELURUH STAKEHOLDERS VIA MUSRENBANG RPJMD APABILA RPJM PROV BELUM ADA . RPJM DISUSUN TANPA BERPEDOMAN PADA RPJP PERDA RPJM DILAKSANAKAN PALING LAMBAT 3 BLN SEJAK KDH DILANTIK SEBELUM PILKADAL.

DIJADIKAN ACUAN BAGI RPJM. 5 TAHUNAN 3. LAKUKAN MUSRENBANG UNTUK MENDAPATKAN MASUKAN2 6. DISAMPAIKAN KE DPRD UNTUK DI PERDAKAN 1. MEMUAT VISI. SESUAI DGN KEWENANGAN DAN KEUANGAN PEMDA 3.PENYUSUNAN RPJP/RPJM RPJP UNTUK 20 TAHUN KEDEPAN 2. DIPERDAKAN SETELAH DISETUJUI DPRD RPJM: 1. . PROGRAM KDH TERPILIH 2. MUSRENBANG 5. MENGACU RPJP. MELIBATKAN SELURUH STAKEHOLDERS . MISI DAN ARAH PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH 4. RANCANGAN RPJM DISAMPAIKAN BAPPEDA KE KDH 7. RENCANA KDH TETRPILIH BERDASARKAN VISI DAN MISI. INTEGRASI RKPD DGN RPJM 5. SKPD MENYUSUN RANCANGAN RENSTRA MENGACU RANCANGAN RPJM 4.

SINERJI PERENCANAAN 1. KUMPULAN RENCANA KERJA SKPD KEGIATAN ADALAH BAGIAN DARI PROGRAM SATU ATAU LEBIH SKPD . SISTEM PERENCANAAN PEMB NASIONAL ADALAH SATU KESATUAN TATA CARA UNTUK MENGHASILKAN RPJP. 6. 8. PROGRAM KERJA BEBERAPA SKPD DALAM SATU WILAYAH SPM ADALAH TOLOK UKUR KINERJA UNTUK MENJAMIN PELAYANAN DASAR MASYARAKAT PROGRAM SKPD. 3. 4. RPJM DAN RENCANA TAHUNAN YG DIHASILKAN PEMERINTAH DAN MASY DI PUSAT DAN DAERAH RENCANA PEMBANGUNAN TAHUNAN DAERAH DISEBUT RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH SATUAN KERJA DISEBUT RENSTRA SKPD (5 TAHUN) RENCANA KERJA TAHUNAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DISEBUT RENJA SKPD (1 TAHUN) PROGRAM KEWILAYAHAN. 7. 2. 5.

LANDASAN HUKUM 1. ANALISIS.SISTEMATIKA RPJP BAB I PENDAHULUAN 1.2.1. PREDIKSI KONDISI UMUM DAERAH BAB. Misi. PENUTUP . Arah Pembangunan Daerah BAB.IV. Sosbud dan Politik.3. Demografi. HUB RPJPD DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA 1.4. Prasarana dan sarana. KONDISI DAN ANALISIS.2.5. KONDISI. LH. LATAR BELAKANG 1. MAKSUD DAN TUJUAN 1. data lainnya 2. DAN PREDIKSI KONDISI DAERAH 2. MISI DAN ARAH PEMBANGUNAN DAERAH.1. pemerintahan. ekonomi dan SDA. geomorfologi. Visi.III. VISI. SISTEMATIKA PENULISAN BAB II.

INPUT – SWOT – OUTPUT V. PRASARANA DAN SARANA VI.ANALISIS KONDISI UMUM DAERAH PENYUSUNAN RPJP BERBASIS TIME SERIES 10 TAHUN TERAKHIR I.SWOT ---.SWOT ----OUTPUT II. GEOMORFOLOGI DAN LINGKUNGAN HIDUP INPUT --.OUTPUT IV. EKONOMI DAN SDA.OUTPUT III. INPUT ---. PEMERINTAHAN VII. INPUT --.SWOT --. DATA PENTING PENDUKUNG LAINNYA LAKUKAN PREDIKSI KONDISI UMUM DAERAH BERBASIS ANALISIS DATA . DEMOGRAFI. SOSIAL BUDAYA DAN POLITIK.

TATA CARA PENYUSUNAN RPJP
1.

2.

3.

4.

PENYIAPAN RANCANGAN RPJP DAERAH; MEMBENTK TIM FASILITASI RPJP, KONDISI UMUM DAERAH, PREDIKSI KONDISI UMUM, MENYUSUN VISI DAN MISI, MENYUSUN ARAH PEMB. DAERAH, SOSIALISASI DAN KONSULTASI PUBLIK PENYELENGGARAAN MUSRENBANG RPJP; FORUM KONSULTASI DGN STAKE-HOLDERS, MEMBAHAS VISI DAN MISI DAN ARAH PEMB DIKORDINIR BAPPEDA PENYUSUNAN RANCANGAN AKHIR RPJP; BERDASAR MUSRENBANG DAN DISUSUN BAPPEDA DISAMPAIKAN KPD KDH UNTUK DI PERDA-KAN PENETAPAN PERDA RPJP; PROV DITETAPKAN 3 BULAN SETELAH RPJP NASIONAL, KAB/KOTA 3 BULAN SETELAH RPJP PROV

SISTEMATIKA RPJMD
BAB.I. PENDAHULUAN Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Landasan Hukum, Hub RPJM dengan Dokumen Perencanaan lainnya, Sistematika Penulisan. BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH Kondisi Geografis, Perekonomian Daerah, Sosbud, Prasarana, Sarana Daerah, Pemerintahan Umum BAB III. VISI DAN MISI Visi, Misi BAB IV. STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH BAB V. ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH Arah Pengelolaan Pendapatan daerah, Belanja Daerah dan Kebijakan Umum Anggaran BAB VI, ARAH KEBIJAKAN UMUM BAB VII. PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH 1. Program Pemb. Daerah; Program SKPD, Lintas SKPD, Kewilayahan, 2. Rencana Kerja (Kerangka Regulasi dan Pendanaan) BAB VIII. PENUTUP 1. Program Transisi 2. Kaidah Pelaksanaan

TATA CARA PENYUSUNAN RPJM
1.

2.

3.

4. 5. 6.

PENYIAPAN RANCANGAN RPJMD; DISIAPKAN BAPPEDA, GAMBARAN VISI, MISI, PROGRAM KDH TERPILIH DAN ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH. MENJADI ACUAN SKPD MENYUSUN RENSTRA MASING2 PENYIAPAN RANCANGAN RENSTRA SKPD; MEMUAT VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI, KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD. DISAMPAIKAN KE BAPPEDA PENYUSUNAN RANCANGAN RPJMD; INTEGRASI SELURUH RANCANGAN RENSTRA SKPD DAN KONSISTENSI DGN RANCANGAN AWAL RPJMD MUSRENBANG RPJMD; MELIBATKAN SEMUA STAKE HOLDERS PENYUSUNAN RANCANGAN AKHIR RPJMD PENETAPAN PERDA RPJMD

Renstra SKPD.PERMENDAGRI 54/2010 TENTANG PELAKSANAAN PP 8/2008 Ruang Lingkup Ruang lingkup perencanaan pembangunan daerah meliputi tahapan. RKPD. tata cara penyusunan. . dan Renja SKPD. RPJMD. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah terdiri atas: RPJPD.

responsif. efisien.PERMENDAGRI 54/2010 TENTANG PELAKSANAAN PP 8/2008 PRINSIP PERENCANAAN DAERAH Perencanaan pembangunan daerah dirumuskan secara: transparan. berkeadilan. dan berwawasan lingkungan. . akuntabel. partisipatif. efektif. terukur.

partisipatif.PERMENDAGRI 54/2010 TENTANG PELAKSANAAN PP 8/2008 PENDEKATAN PERENCANAAN DAERAH Perencanaan pembangunan daerah menggunakan pendekatan: teknokratis. . politis. dan top-down dan bottom-up.

atau urusan pilihan yang menjadi tanggungjawab SKPD. dan urusan wajib yang mengacu pada SPM sesuai dengan kondisi nyata daerah dan kebutuhan masyarakat. kerangka pengeluaran jangka menengah serta perencanaan dan penganggaran terpadu.PERMENDAGRI 54/2010 TENTANG PELAKSANAAN PP 8/2008 PEMBIAYAAN PERENCANAAN DAERAH Program. kegiatan. RKPD. Renstra SKPD dan Renja SKPD disusun berdasarkan: pendekatan kinerja. . alokasi dana indikatif dan sumber pendanaan yang dirumuskan dalam RPJMD. kerangka pendanaan dan pagu indikatif.

keuangan daerah. informasi dasar kewilayahan. informasi lain terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah. potensi sumber daya daerah. produk hukum daerah. dan 9. 8. 4. 3.PERMENDAGRI 54/2010 TENTANG PELAKSANAAN PP 8/2008 DATA DAN INFORMASI 1. 6. DPRD. dan pegawai negeri sipil daerah. 5. kependudukan. 2. organisasi dan tatalaksana pemerintahan daerah. . 7. penyelenggaraan pemerintahan daerah. kepala daerah. perangkat daerah.

teknologi dan kapasitas fiskal. memantapkan hubungan dan keterikatan daerah provinsi yang satu dengan daerah provinsi yang lain dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. serta meningkatkan pertukaran pengetahuan. terciptanya sinkronisasi dan sinergi pelaksanaan pembangunan daerah dalam upaya mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya. 3. mensinergikan pengelolaan potensi antarprovinsi dan/atau dengan pihak ketiga.PERMENDAGRI 54/2010 TENTANG PELAKSANAAN PP 8/2008 KORDINASI ANTAR PROVINSI: 1. .

keterpaduan antara rencana pembangunan daerah provinsi yang didanai melalui APBD dengan rencana pembangunan di daerah provinsi yang didanai APBN. pulau-pulau terluar. mengurangi kesenjangan daerah dalam penyediaan pelayanan umum. dan 6. . khususnya yang ada di wilayah terpencil. meningkatkan kesejahteraan masyarakat danpendapatan asli daerah. perbatasan antardaerah/antar negara dan daerah tertinggal. 5.PERMENDAGRI 54/2010 TENTANG PELAKSANAAN PP 8/2008 KORDINASI ANTAR PROVINSI: 4.

pelaksanaan musrenbang RPJPD. dan 5.PERMENDAGRI 54/2010 TENTANG PELAKSANAAN PP 8/2008 PENYUSUNAN RPJPD : 1. 2. 2. penetapan RPJPD. 4. 3. penyusunan rancangan awal RPJPD. perumusan rancangan akhir RPJPD. persiapan penyusunan RPJPD. . Bappeda menyusun RPJPD. RPJPD disusun dengan tahapan sebagai berikut: 1.

3. 8. rencana kerja dalam kerangka regulasi yang bersifat indikatif. dan program kepala daerah. . dan 9.PERMENDAGRI 54/2010 TENTANG PELAKSANAAN PP 8/2008 MUATAN RPJMD : 1. rencana kerja dalam kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. arah kebijakan keuangan daerah. visi. misi. 7. program kewilayahan. 5. 6. program SKPD. 4. kebijakan umum. 2. program lintas SKPD. strategi pembangunan daerah.

4. persiapan penyusunan RPJMD. penetapan Peraturan Daerah tentang RPJMD. 3. 2. RPJMD disusun dengan tahapan sebagai berikut: 1. penyusunan rancangan awal RPJMD. dan 6. 2.PERMENDAGRI 54/2010 TENTANG PELAKSANAAN PP 8/2008 TAHAPAN PENYUSUNAN RPJMD : 1. penyusunan rancangan RPJMD. 5. pelaksanaan musrenbang RPJMD. perumusan rancangan akhir RPJMD. Bappeda menyusun RPJMD. .

. Bappeda menyusun RKPD. 2. 5. 4. 2. penetapan RKPD. 3. RKPD disusun dengan tahapan sebagai berikut: 1. persiapan penyusunan RKPD. pelaksanaan musrenbang RKPD. penyusunan rancangan RKPD.PERMENDAGRI 54/2010 TENTANG PELAKSANAAN PP 8/2008 TAHAPAN PENYUSUNAN RKPD: 1. dan 6. perumusan rancangan akhir RKPD. penyusunan rancangan awal RKPD.

2. penyusunan rancangan Renstra SKPD. dan 4. SKPD menyusun Renstra SKPD. 2. Renstra SKPDd isusun dengan tahapan sebagai berikut: 1. persiapan penyusunan Renstra SKPD.PERMENDAGRI 54/2010 TENTANG PELAKSANAAN PP 8/2008 TAHAPAN PENYUSUNAN RENSTRA SKPD: 1. penetapan Renstra SKPD. . 3. penyusunan rancangan akhir Renstra SKPD.

TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->