P. 1
Faktor Resiko Kehamilan Artikel

Faktor Resiko Kehamilan Artikel

|Views: 861|Likes:
Dipublikasikan oleh midwife_shifa

More info:

Published by: midwife_shifa on Feb 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

faktor resiko kehamilan Sebagai gambaran tentang mengapa angka kematian ibu dan angka kematian anak tinggi

di Indonesia dapat dikemukakan beberapa faktor yang dapat disebut sebagai 4T, terlalu banyak anak, terlalu pendek jarak kehamilan, terlalu muda hamil dan melahirkan, dan terlalu tua untuk hamil kembali (Manuaba, 1999: 5) Beberapa situasi dan kondisi serta keadaan umum seorang ibu selama kehamilan, persalinan, dan nifas akan memberikan ancaman pada kesehatan dan jiwa ibu maupun janin yang dikandungnya. Keadaan dan kondisi tersebut bisa digolongkan sebagai faktor medis dan non-medis. Faktor non-medis antara lain adalah : kemiskinan, ketidaktahuan, adat, tradisi, dan kepercayaan. Status gizi buruk, sosio ekonomi yang rendah, kebersihan lingkungan, kesdaran untuk memeriksakan kehamilan secara teratur, fasilitas dan sarana kesehatan yang serba kekurangan. Faktor medis antara lain adalah : penyakit-penyakit ibu dan janin, kelainan obstetrik, gangguan plasenta, gangguan tali pusat, komplikasi persalinan, penyakit neonatus, dan kelainan genetik.

2. tidak ada risiko lagi pada kehamilan > Low-high Adalah kasus-kasus tanpa risiko selama kehamilan. persalinan. Faktor-faktor tersebut digolongkan menjadi 4 golongan kasus risiko : > Low-low risk Adalah kasus-kasus baik pada kehamilan maupun dalam persalinan yang bukan/tidak ada risiko. 1998 : 34). (1973) mengemukakan terdapat sekitar 126 jenis faktor risiko yang ditemukan pada masa hamil. > High-low risk Adalah kasus-kasus dengan risiko tinggi pada kehamilan. Di bawah ini dikemukakan beberapa definisi yang erat hubungannya dengan risiko tinggi (high risk) : .Hobel dkk. dan nifas.1 Definisi Definisi kehamilan risiko tinggi adalah keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi (Manuaba. termasuk pada bayi baru lahir. tetapi dengan risiko tinggi pada persalinan > High-high risk Adalah kasus-kasus dengan risiko tinggi baik dalam kehamilan maupun persalinan (Mochtar. 1998 : 203) 2.

‡ ‡ ‡ Komplikasi Obstetri Umur kurang dari 19 tahun atau di atas 35 tahun Paritas : primi gravida tua primer atau sekunder. Riwayat persalinan : abortus lebih dari 2 kali.2.2 Ibu Risiko Tinggi (High Risk Mothers) adalah faktor ibu yang dapat mempertinggi risiko kematian perinatal atau kematian maternal. ekstraksi forceps. terdapat disproporsi sefalopelvik.3 Anak Risiko Tinggi (High Risk Infants) adalah faktor anak yang dapat mempertinggi risiko kematian perinatal. partus premature 2 kali atau lebih. 2. riwayat pre eklampsi dan eklampsi. 2. riwayat persalinan dengan tindakan operasi (ekstraksi vakum.1 Wanita Risiko Tinggi (High Risk Woman) adalah wanita yang dalam lingkaran hidupnya dapat terancam kesehatan dan jiwanya oleh karena sesuatu penyakit atau oleh kehamilan. (Mochtar. riwayat kematian janin dalam rahim. ekstraksi versi. .2.2. riwayat kehamilan molahidatidosa. 2. grande multipara. atau plasenta manual). Berdasarkan definisi tersebut beberapa peneliti menetapkan kehamilan dengan risiko tinggi sebagai berikut : Menurut Herbert Hutabarat Membagi faktor kehamilan dengan risiko tinggi berdasarkan : A. perdarahan pasca persalinan. 1998 : 201-202).4 Kehamilan risiko tinggi (high risk pregnancies) adalah suatu kehamilan di mana jiwa dan kesehatan ibu dan atau bayi dapat terancam.2. persalinan dan nifas.2.

diabetes mellitus. penyakit paru. B. peningkatan risiko toksemia. seksio caesarea. dismaturitas. b. kehamilan ektopik. § Gravida/ Para Mempengaruhi durasi persalinan (persalinan primipara berlangsung lebih lama. diabetes gestasional. . 2002 : 184). Evaluasi awal dan diagnosa persalinan a. plasenta previa. kelahiran prematur. kematian janin. Kehamilan yang perlu diwaspadai adalah bila : § Umur ibu kurang dari 20 tahun. abnormalitas kromosomal. Di atas 35 tahun. penyakit hepar. dan penyakit lainnya (Manuaba. penyakit jantung. mortalitas maternal dan perinatal) (Varney. hamil disertai mioma uteri atau kista ovarium. peningkatan risiko hipertensi kronik. perdarahan postpartum. grandemultipara kemungkinan bersalin lebih lama). kelainan letak. 1998 : 34-35).perdarahan antepartum. Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). Komplikasi Medis Kehamilan yang disertai anemia. multipara bersalin lebih cepat. persalinan lama. serviks inkompeten. kehamilan ganda atau hidramnion. hipertensi. ‡ ‡ Usia Maternal Di bawah 16 tahun. § Mempengaruhi laju komplikasi (multipara risikonya meningkat untuk terjadi abrupsio plasenta. obesitas.

kejang±kejang. Pada umur 35 tahun atau lebih. vagina. akibatnya ibu hamil pada usia itu mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mempunyai anak cacat. Jumlah anak 4 orang atau lebih. kesehatan ibu sudah menurun. karena tanda bahaya dapat terjadi sewaktu±waktu dan tidak terduga (Depkes. pada kehamilan rahim ibu teregang oleh adanya janin. Menurut Kloosterman (1973). Faktor multipara sampai grandemultipara dapat merupakan penyebab kejadian varises yang dijumpai pada saat hamil di sekitar vulva. § Ibu pernah mengalami kehamilan dan persalinan dengan salah satu keadaan berikut : perdarahan. 1999 : 27). § Jumlah anak 4 orang atau lebih. persalinan lama (lebih dari 12 jam). 1998 : 208). paha. rahim akan semakin lemah. Umur lebih dari 35 tahun juga merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya pre eklampsia (Prawirohardjo. Namun kehamilan normal pun tetap diwaspadai. dan tungkai bawah (Manuaba. persalinan. dan nifas (Depkes. persalinan lama dan perdarahan (Depkes. § Jarak dengan anak sebelumnya kurang dari 2 tahun. 1999 : 26). Pada grande multipara yang berumur lebih dari 35 tahun kira-kira 4 kali lebih sering dibandingkan dengan grande multipara yang berumur kurang dari 25 tahun . maka perlu diwaspadai adanya gangguan pada waktu kehamilan.§ Umur ibu lebih dari 35 tahun. 1999 : 24). § Tinggi badan kurang dari 145 cm. bila terlalu sering melahirkan. frekuensi plasenta previa pada primigravida yang berumur lebih dari 35 tahun kira-kira 10 kali lebih sering dibandingkan dengan primigravida yang berumur kurang dari 25 tahun. demam tinggi. bayi yang dilahirkan meninggal. Bila ibu telah melahirkan 4 orang anak atau lebih. 2002 : 287). melahirkan dengan cara operasi.

hal ini disebabkan banyak wanita Indonesia menikah pada usia muda dimana endometrium masih belum matang (Mochtar. Holmer mencatat bahwa dari 83 kasus solusio plasenta dijumpai 45 multi dan 18 primi (Mochtar. Dugaan penyakit gula makin tinggi terjadi pada umur penderita makin tua dan pada multiparitas (Manuaba. 2002 : 367). 1998 : 288). Faktor usia relatif tua juga dapat menyebabkan inkoordinasi kontraksi otot rahim (Manuaba. Etiologi solusio plasenta hingga kini belum diketahui dengan jelas. 1998 : 300). . 1998 : 281). menurut Toha. Umur yang terlalu muda atau terlalu tua serta multipara atau grande multipara merupakan faktor predisposisi terjadinya atonia uteri (Mochtar. karena menyebabkan defleksi kepala (Mochtar. Umur dan paritas juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kehamilan kembar (Prawirohardjo. Umur di atas 35 tahun dan grande multi juga merupakan faktor predisposisi persalinan preterm (Manuaba. 1998 : 239). walaupun beberapa keadaan tertentu dapat menyertainya. 1998 : 272).(Prawirohardjo. 1998 : 223). 2002 : 591).Kelainan his terutama ditemukan pada primigravida. faktor usia merupakan faktor predisposisi terjadinya molahidatidosa (Mochtar. 1998 : 281) Grande multipara juga merupakan penyebab sekunder presentasi muka. seperti umur ibu yang terlalu tua dan paritas (Prawirohardjo. Penyebab molahidatidosa tidak diketahui. 2002 : 387). plasenta previa banyak dijumpai pada umur muda dan paritas kecil. Di Indonesia. karena dinding perut sudah kendor dan kepala masih tinggi (Mochtar. 2002 : 377). Pada multipara lebih banyak ditemukan kelainan yang bersifat inersia uteri (Prawirohardjo. 1998 : 373). Multipara juga dapat merupakan etiologi pada presentasi ganda. 1998 : 340). khususnya primigravida tua.

1998 : 323). plasenta inkreta. plasenta akreta. 1998 : 301).Otot-otot yang sudah lembek pada multipara juga merupakan faktor predisposisi terjadinya kelainan letak . . 2002 : 596). Multiparitas juga merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya letak sungsang (Prawirohardjo. Faktor umur. dan plasenta perkreta (Manuaba. makin tua hamil menjadi makin besar kemungkinan menderita kelainan congenital diantaranya mongoloid (Sindrom down) (Manuaba. Kejadian retensio plasenta juga berkaitan dengan grande multipara dengan implantasi plasenta adhesive. yaitu posisi oksipitalis posterior persistens (Prawirohardjo. 2002 : 611).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->