Anda di halaman 1dari 11

1. Jelaskan pengertian filsafat, ciriciri persoalan filsafat dan ciriciri berfikir secara kefilsafatan ?

Jawaban:

Filsafat adalah usaha untuk memahami atau mengerti dunia dalam hal makna dan nilai-nilai. Ciri-ciri persoalan filsafat: a. Bersifat sangat umum, artinya persoalan kefilsafatan tidak bersangkutan dengan objekobjek khusus tetapi berkaitan dengan ideide besar. b. Tidak menyangkut fakta, dengan kata lain persoalan filsafat lebih bersifat spekulatif. Persoalan-persoalan yang dihadapi melampaui batas-batas pengetahuan ilmiah. Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang menyangkut fakta. c. Bersangkutan dengan nilainilai (values), artinya persoalanpersoalan kefilsafatan bertalian dengan penilaian baik moral, estetis, agama maupun nilai sosial. Nilai dalam perngertian adalah suatu kualitas abstrak yang ada pada suatu hal. Nilai-nilai dalam dimengerti dan dihayati. d. Bersifat kritis, artinya filsafat merupakan analisis secara kritis terhadap konsepkonsep dan artiarti yang biasanya diterima dengan begitu saja oleh suatu ilmu tanpa pemeriksaan secara kritis. e. Bersifat sinoptik, artinya persoalan filsafat mencakup struktur kenyataan secara keseluruhan. Filsafat merupakan ilmu yang membuat susunan kenyataan sebagai keseluruhan. f. Bersifat implikatif, artinya jika sesuatu kefilsafatan sudah dijawab, dari jawaban tersebut akan memunculkan persoalan baru yang saling berhubungan. Jawaban yang dikemukakan mengandung akibat-akibat lebih jauh yang menyentuh kepentingankepentingan manusia. Ciri-ciri berpikir secara kefilsafatan: a. Berpikir secara kefilsafatan dicirikan secara radikal artinya berpikir sampai ke akarakarnya. Berpikir sampai kehakikat, esensi, atau sampai kesubstansi yang dipikirkan. b. Bersifat umum (universal), artinya berpikir tentang hal-hal serta proses-proses yang sifat umum. Filsafat bersangkutan dengan pengalaman umum dari umat manusia. c. Bersifat konseptual, artinya hasil generalisasi dan abstraksi dari pengalaman tentang hal-hal serta proses-proses individual. d. Bersifat koheren dan konsisten, artinya sesuai dengan kaidah-kaidah berpikir dan tidak mengandung kontradiksi, baik koheren maupun konsisten keduanya dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia runtut artinya bagan konseptual yang disusun terjadi terdiri atas pendapat-pendapat yang saling kontradiksi didalamnya.

e. Bersifat sistematik, artinya kebulatan dari sejumlah unsur-unsur yang saling berhubungan menurut tata pengaturan untuk mencapai sesuatu maksud atau menunaikan suatu peran tertentu. f. Dicirikan secara komprehensif, artinya mencakup secara meyeluruh. g. Dicirikan secara bebas, artinya pemikiran bebas dari prasangka-prasangka sosial, historis, kultural, atau religius. h. Dicirikan secara bertanggung jawab, yaitu pertanggung jawaban yang pertama adalah terhadap hati nuraninya. 2. Jelaskan persamaan dan perbedaan antara pengetahuan dan ilmu ? Jawaban: Persamaan antara pengetahuan dan ilmu:

Mencari rumusan yang sebaik-baiknya menyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai keakar-akarnya. Memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadiankejadian yang kita alami dan mencoba menunjukan sebab-sebanya. Memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan. Mempunyai metode dan sitem. Memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang lebih mendasar. Perbedaan antara pengetahuan dan ilmu: Pengetahuan Pengetahuan adalah lingkungan hidup manusia. material. Tidak menilai obyek dari suatu sistem Pengetahuan nilai tertentu. Pengetahuan dapat sampai kebenaran melalui kesimpulan logis dari pengamatan empiris eksperimental pada Bertugas memberikan jawaban adalah definisi Ilmu penguasaan Segi-segi yang dipelajari dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti

Pengetahuan adalah kajian tentang dunia Obyek penelitian yang terbatas

3. Jelaskan ciri ciri dan perbedaan perkembangan ilmu pada zaman pra Yunani kuno dengan zaman Yunani kuno, zaman modern dengan zaman kontemporer ? Jawaban: a. Ciri-ciri :

Zaman pra yunani kuno (abad XV-VII SM) : pengetahuan ilmiah bercampur dengan mitos/gaib. Zaman yunani kuno (abad VII-II SM): tokohnya jelas mulai dipergunakan logika. Zaman modern Zaman kontemporer b. Perbedaan: : kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan : kompleksitas pengetahuan, saling ketergantungan eksakta menjadi basis perkembangan ilmu.

antar ilmu, dan teknologi perkembangan pesat. Zaman pra yunani kuno dengan masa yunani kuno : Pada zaman pra yunani belum berpikir secara logis, hanya pengetahuan sederhana tentang mitos dan kegaiban yang masih bersifat tradisional sedangkan pada masa yunani kuno sudah mengembangkan ilmu pengetahuan yang bersifat logis. Pada zaman pra yunani kuno tokoh atau pencetus sebuah ilmu masih belum jelas alias anonym sedangkan pada masa yunani kuno sudah jelas tokohnya.

Zaman modern dan kontemporer : Di zaman modern belum ada saling ketergantungan antarilmu sedangkan kompleksitas pengetahuan dan saling ketergantungan antar ilmu sudah sangat terlihat di zaman kontemporer.

4.

Jelaskan hubungan landasan ontology, epistemology dan aksiologi dalam eksistensi sebuah ilmu? dan berikan contohnya sesuai bidang ilmu saudara masing-masing!

Jawaban : a. Hubungan:

Landasan ontology: landasan ontology dalam eksistensi sebuah ilmu mengajarkan kita untuk mempelajari objek apa yang ditelaah oleh sebuah ilmu, bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut,dan bagaimana hubungan objek tadi dengan daya tangkap manusia meliputi penginderaan manusia dalam hubungannya dengan eksistensi ilmu itu sendiri. Landasan epistemology: Bagaimana proses yg memungkinkan ditimbanya pengetahuan yg berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yg harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yg benar? Apa yg disebut kebenaran itu sendiri?Apakah kriterianya? Cara/teknik/sarana apa yg membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan

tersebut?

Landasan aksiologi: Untuk apa pengetahuan yg berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yg akan ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yg merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional?

b. Contohnya:

Landasan ontology dalam fisioterapi, kita mempelajari tentang manusia dan keseluruhan seluk beluk sistem dan fungsi gerak manusia dapat ditangkap oleh penginderaan kita. Landasan epistemology dalam ilmu fisioterapi: kita dapat mempelajari ilmu fisioterapi dengan mengikuti kuliah dan profesi di rumah sakit (klinik), dan untuk mendapat pengetahuan yang benar kita harus memperhatikan dosen saat memberikan kuliah. Cara kita untuk lebih mengetahuinya adalah dengan mengulang-ulangi pelajarannya di rumah, serta mempraktikkannya. Landasan aksiologi: ilmu fisioterapi hakikatnya digunakan untuk menolong sesama di bidang kesehatan, dan harus sesuai dengan etika fisioterapi.

5. Jelaskan macam-macam dan kegunaan dari sarana berpikir ilmiah ? Jawaban : a. Bahasa ilmiah Bahasa adalah pernyataan pikiran atau perasaan sebagai alat komunikasi manusia. Bahasa pada dasarnya terdiri atas kata-kata atau istilah dan sintaksis. Kata atau istilah merupakan symbol dari arti sesuatu dapat juga berupa benda-benda, kejadian-kejadian, proses-proses, atau juga hubungan-hubungan, sedangkan sintaksis ialah cara untuk menyusun kata-kata atau istilah di dalam kalimat untuk menyatakan arti yang bermakna. Kegunaan dari bahasa sebagai sarana berpikir ilmiah ialah untuk mengekspresikan berbagai pemikiran, emosi, dan sikap, serta sebagai sarana berkomunikasi antara manusia yang satu dengan yang lain sehingga ilmu dapat dengan mudah disampaikan. b. Matematika Merupakan alat yang memungkinkan ditemukannya serta dikomunikasikanya kebenaran ilmiah lewat berbagai disiplin keilmuan. Bahasa matematika adalah bahasa numerik dilambangkan dengan berbagai symbol matematika yang merupakan kesepakatan-kesepakatan. Kegunaannya adalah untuk menerjemahkan bahasa ilmiah yang bersifat kualitatif menjadi pernyataan matematika yang bersifat kuantitatif yang pasti.

c. Statistika Ilmu yang berhubungan dengan cara pengumpulan fakta, pengolahan dan penganalisisan, penarikan kesimpulan, dan pembuatan keputusan. Semula statistika hanya digunakan untuk menggambarkan keadaan mengenai persoalan seperti pencatatan banyaknya penduduk, penarikan pajak dan sebagainya mengenai penyelesaiannya. Kegunaannya adalah untuk mencatat data penelitian dengan eksak, mamandu peneliti untuk menganut tata pikir dan tata kerja yang definit dan eksak, untuk menyajikan cara-cara yang meringkas data ke dalam bentuk yang bermakna lebih banyak dan lebih mudah mengerjakannya, dll. d. Logika Ilmu berpikir tepat yang dapat menunjukkan adanya kekeliruan-kekeliruan di dalam rantai proses berpikir. Dengan batasan itu, logika pada hakikatnya adalah teknik berpikir. Kegunaan teknik berpikir adalah untuk memberkan penalaran yang lebih baik dalam berilmu. 6. Jelaskan perbedaan metode siklus empirik dengan metode linier? sebutkan ciriciri khusus metode keilmuan hermeneutika, kualitatif dan kuantitatif? Jawaban:

Perbedaan metode siklus empirik dengan metode linier berdasarkan hasil dalam penerapan yaitu :

~> Bila menerapkan metode siklus empirik, maka biasanya kita akan sampai pada hipotesahipotesa, teori-teori atau bahkan sampai pada hukum-hukum alam. Dan jika kita berbicara mengenai hukum-hukum alam, maka pada dasarnya dalam hal ini tidak memungkinkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan. ~> Penerapan metode linier, maka kita akan sampai pada hukum-hukum umum. Disebut hukumhukum umum karena dalam kasus-kasus tertentu selalu ada kemungkinan terjadi penyimpangan terhadap hukum- hukum tadi. Ciri-ciri metode keilmuan Hermeneutika: sebagai filsafat dan hermeneutika sebagai kritis. 2. Kriteria interpretasi dalam metode ini yaitu: interpretasi harus koheren, komprehensif, teliti, kentekstual, sugestif, dan potensial. 3. Hasil yang dicapai tidak lebih dari probality judgments. Ciri-ciri Metode Kualitatif :

1. Hermeneutika dibedakan dalam tiga jenis yaitu hermeneutika sebagai teori, hermenetika

1. Metode kualitatif merupakan metode dengan konteks dan setting apa adanya atau alamiah

(naturalistic), bukan melakukan eksperimen yang dikontrol secara ketat atau memanipulasi variabel. 2. Metode ilmiah kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang masalah-masalah manusia dan sosial dengan menginterpretasikan bagaimana subjek memperoleh makna dari lingkungan sekeliling dan bagaimana makna tersebut mempengaruhi perilaku mereka, bukan mendeskripsikan bagian permukaan dari suatu realitas seperti yang dilakukan peneliti kuantitatif dengan positivismenya. 3. Agar peneliti bisa mendapatkan pemahaman mendalam bagaimana subjek memaknai realitas dan bagaimana makna tersebut mempengaruhi perilaku subjek, peneliti perlu melakukan hubungan yang erat dengan subjek yang diteliti. Untuk itu, bila perlu peneliti melakukan observasi terlibat (participant observation). 4. Metode kualitatif tidak membuat perlakuan (treatment), memanipulasi variabel, dan menyusun definisi operasional variabel. Untuk mencapai tujuan penelitian kualitatif, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data tidak terbatas pada observasi dan wawancara saja, tetapi juga dokumen, riwayat hidup subjek, karya-karya tulis subjek, publikasi teks, dan lainlain. 5. Metode ilmiah kualitatif menggali nilai yang terkandung dari suatu perilaku. Metode kualitatif meyakini bahwa perilaku tidak mungkin bebas dari nilai yang dihayati individu yang diteliti. 6. Bersifat fleksibel, tidak terpaku pada konsep, fokus, teknik pengumpulan data yang direncanakan pada awal penelitian, tetapi dapat berubah di lapangan mengikuti situasi dan perkembangan penelitian. 7. Metode kualitatif mendapatkan akurasi data dengan melakukan hubungan yang erat dengan subjek yang diteliti dalam konteks dan setting yang alamiah (naturalistic). Ciri-ciri Metode Kuantitatif 1. Prosedur kuantitatif lebih menunjukkan pada penggunaan prinsip-prinsip matematikasistematika. 2. Metode keilmuan kuantitatif sangat mendasarkan pada pandangan positivistik, yang berakar dari filsafat positifisme A.Comte yang menghendaki penerapan metodologi natural sciences ke dalam social sciences. 3. Metode kuantitatif bertujuan menghasilkan suatu kebenaran. Benar secara prinsip korespondensi antara materi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut dengan topik yang dituju oleh pernyataan tersebut. 4. Metode ilmiah kuantitatif merupakan sintesis antara berpikir rasional dan bertumpu pada

data empiris yang dikuantifikasikan. 5. Dititik beratkan pada penggunaan sarana berpikir statistic yang menggunakan prinsip probabilitas dan lebih banyak menggunakan konsep distribusi normal. 7. Sebutkan dan jelaskan macammacam teori kebenaran? Jawaban:

Teori Kebenaran Korespondensi Teori ini menyatakan bahwa kebenaran atau keadaan benar berupa kesesuaian antara makna yang dimaksudkan oleh suatu pernyataan dengan apa yang senugguh-sungguh merupakan halnya atau apa yang merupakan fakta-faktanya. Teori Kebenaran Koherensi Teori ini menyatakan bahwa suatu proposisi cenderung benar jika proposisi tersebut dalam keadaan saling berhubungan dengan proposisi-proposisi yang lain yang benar, atau jika makna yang dikandungnya dalam keadaan saling berhubungan dengan pengalaman kita. Teori Kebenaran Pragmatis Teori ini meletakkan ukuran kebenaran dalam salah satu macam konsekuensi. Teori Kebenaran Sintaksis Teori ini berpangkal tolak pada keteraturan sintaksis atau gramatika yang dipakai oleh suatu pernyataan atau tata bahasa yang melekatnya. Teori Kebenaran Semantis Teori ini menyatakan bahwa suatu proposisi memiliki nilai benar ditinjau dari segi arti atau makna. Teori Kebanaran Non-Deskripsi Teori ini menyatakan bahwa pengetahuan akan memiliki nilai benar sejauh pernyataan itu memiliki fungsi yang sangat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Teori Kebenaran Logis yang Berlebihan Teori ini menyatakan bahwa problem kebenaran hanya merupakan kekacauan bahasa saja, dan hal ini akibatnya merupakan suatu pemborosan kaena pada dasarnya apa, pernyataan yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logika yang sama dan masingmasing saling melingkupinya.

8. Apakah ilmu itu bebas nilai? Berikan contoh penjelasannya? Jawaban:

Ilmu dapat dikatakan bebas nilai jika ilmu harus bebas dari pengandaian-pengandaian yakni bebas dari pengaruh eksternal, seperti faktor politis, ideologis, agama, budaya,dan unsur kemasyarakatan lainnya. ~> Contohnya: Ilmu alam, sebab dalam ilmu alam tidak terdapat pengandaianpengandaian. Semua yang termasuk dalam ilmu alam merupakan hal-hal yang terlah terbukti kebenarannya. Ilmu dapat dikatakan tidak bebas nilai jika ilmu mendapat pengaruh erksternal, seperti faktor politis, ideologis, agama, budaya, dan unsur kemasyarakatan lainnya. ~> Contohnya: Ilmu sosial, sebab pengaruh eksternal merupakan salah satu bagian dari ilmu sosial. Dalam ilmu sosial dipelajari tentang ideologis dan terdapat suatu pandangan dari segi agaman budaya, dan lain-lain.

9. Jelaskan persamaan dan perbedaan ilmu, teknologi dan kebudayaan? kemudian ilmu, filsafat dan agama? Jawaban:

Persamaan dan perbedaan ilmu, teknologi, dan kebudayaan: ~> Persamaan:

1. Ilmu, teknologi, dan kebudayaan merupakan hasil olah akal pikiran manusia yang dilakukan demi kepentingan manusia itu sendiri. 2. Baik ilmu maupun teknologi memiliki aspek ideasinal maupun faktual, dimensi abstrak maupun konkit, dan aspek teoritis maupun praktis. ~> Perbedaan: Ilmu Teknologi Kebudayaan untuk sarana menata bagi dalam dan Bertujuan untuk memahami Bertujuan untuk memecahkan Bertujuan dan menerangkan fenomena masalah material manusia, atau hidup fisik, biologis, psikologis, untuk membawa praktis pada manusia yang kehidupannya. dengan tingkah dan dunia sosial manusia perubahan secara empiris Berkaitan pemahaman meningkatkan manusia

diimpikan manusia dengan Memusatkan diri pada manfaat Berkaitan pikiran kapasitas kerja manusia untuk dan tujuannya untuk menambah laku sekelompok orang yang melakukan suatu kebiasaan dan menjadi kebudayaan

Persamaan dan perbedaan ilmu, filsafat, dan agama: ~> Persamaan: Ilmu Mencari alam kebenaran dan (termasuk Filsafat tentang Menghampiri Agama Memberikan asasi baik alam tentang ataupun

di kebenaran, baik tentang jawaban atas segala alam maupun tentang persoalan atau dijawab atas tidak oleh dapat manusia; ilmu, tentang manusia (yang belum yang dipertanyakan

dalamnya) manusia. Kebenaran

karena di luar atau di maupun jangkauannya), manusia

ataupun tentang Tuhan. tentang Tuhan. ~> Perbedaan: Ilmu budi, rasio) manusia Mencari jalan pengalaman batu ujian kebenaran (empiri), Filsafat budi, rasio) manusia dengan Menghampiri Allah SWT kebenaran Manusia mencari kebenaran Agama Bersumber dari ra'yu (akal, Bersumber dari ra'yu (akal, Bersumber pada wahyu dari

penyelidikan(riset), dengan cara mengermbarakan dengan jalam pelbagai masalah dan atau mengelanakan akal-budi asasi dari atau kepada Kitab integral universal (menyeluruh) tangannya filsafat serta untuk manusia di atas planet sendiri bumi ini adalah Kebenaran agama bersifat

percobaan (eksperimen) sebagai secara radikal (mengakar) dan Suci, kodifikasi, firman Ilahi

bernama logika Kebenaran (relatif) atau tidak percaya ilmu adalah Kebenaran (relatif) atau tidak percaya dan iman kebenaran positif dan nisbi kebenaran spekulatif dan nisbi mulak (absolut) Dimulai dengan sikap sangsi Dimulai dengan sikap sangsi Dimulai dengan sikap percaya

10. Jelaskan pengertian etika? Dan bagaimana seharusnya sikap ilmiah seorang ilmuwan? Jawaban:

Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandanganpandangan moral. Sikap ilmiah seorang ilmuwan, sebagai berikut:

1. Tidak ada rasa pamrih (disinterstedness). Artinya, suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilimiah yang objektif dengan menghilangkan pamrih atau kesenangan pribadi. 2. Bersikap selektif, yaitu suatu sikap bertujuan agar para ilmuwan mampu mengadakan pemilihan terhadap pelbagai hal yang dihadapi. 3. Adanya rasa percaya yang layak, baik terhadap kenyataan maupun terhadap alat-alat indera serta budi (mind). 4. Adanya suatu sikap yang berdasar pada suatu kepercayaan dan dengan merasa pasti bahwa setiap pendapat atau teori yang terdahulu telah mencapai kepastian. 5. Adanya suatu kegiatan rutin bahwa seorang ilmuwan harus selalu tidak puas terhadap penelitian yang telah dilakukan sehingga selalu ada dorongan untuk riset, dan riset sebagai aktifitas yang menonjol dlam hidupnya. 6. Seorang ilmuwan harus memiliki sikap etis (akhlak) yang selalu berkehendak untuk mengembangkan ilmu untuk kemajuan ilmu dan untuk kebahagian manusia, labih khusus untuk pembangunan bangsa dan negara.

TUGAS AKHIR FILSAFAT

DISUSUN OLEH:

DIAH PRAMUDITA C131 11 105

PROGRAM STUDI S1 FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011