BIOTEKNOLOGI KONVESIONAL, YOUGURTH

Yoghurt adalah susu yang difermentasi. Melalui proses fermenatasi ini maka susu akan memiliki konsitensi berupa pasta atau puding yang mempunyai cita rasa yang spesifik karena timbulnya senyawa senyawa yang mudah menguap yang dihasilkan oleh bakteri stater. Starter atau biakan yang di gunakanpada proses fermentasi yoghurt adalah Lactobacillus Bulgaricusdan Streptococcus termophillus.

BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL

Page 1

Pertama. atau selama 4-6 jam pada suhu 45ºC 6. Gula pasir 300-400 gram 13. Essens Cara Membuat Yoghurt: 1. tambahkan starter sabanyak 2-3% dari jumlah susu 5. Membantu penderita lactose intolerance 6. Kompor 2. Lalu. Menetralisir antibiotic BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL Page 2 . Melalui proses fermenatasi ini maka susu akan memiliki konsitensi berupa pasta atau puding yang mempunyai cita rasa yang spesifik karena timbulnya senyawa senyawa yang mudah menguap yang dihasilkan oleh bakteri stater. Mengatur saluran pencernaan 3. Termometer 10. Antidiare 7. Antikanker. Yoghurt siap untuk disantap sebagai plain yoghurt 7. Meningkatkan pertumbuhan 2. Dan diamkan selama 24 jam dengan suhu ruang. Starter atau biakan yang di gunakanpada proses fermentasi yoghurt adalah Lactobacillus Bulgaricusdan Streptococcus termophillus. Panaskan susu dengan suhu 82ºC selama 20 menit sambil terus diaduk 3. PROSES PEMBUATAN BahandanAlat: 1. Starter 40-60 ml 14. Pengaduk 8. Baskom Plastik 9.Yoghurt Yoghurt adalah susu yang difermentasi. Sususegar 2 liter 12. Dinginkan hingga mencapai suhu 43ºC 4. Kandungan vitamin B yang tinggi dapat memperhalus kulit wajah 8. Mencegah jantung koroner 4. Mixer / Blender 5. kita saring susu segar dengan penyaring untuk menghilangkan kotoran 2. GelasUkur 7. Penyaring 4. Kita juga bias membuat flavoured yoghurt dengan menambahka nessens Manfaat 1. Panci 3. Menghambat pertumbuhan bakteri patogen 5. Inkubator 6. Kulkas 11. Degradasi kolesterol 10. Mencegah terjadinya keracunan kronis alami akibat serangan radikal bebas 9.

"Nata de coco" dalam bahasa Spanyol berarti "krimkelapa".BIOTEKNOLOGI KONVESIONAL. Penamaan nata de coco dalam bahasa Spanyol karena Filipina pernah menjadi koloni Spanyol. BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL Page 3 . Krim yang dimaksudkan adalah santan kelapa.Makanan ini dihasilkan dari fermentasi air kelapa. dan mulanya dibuat di Filipina. berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. NATA DE COCCO Nata de coco adalah hidanga npenutup yang terlihat seperti jeli.

2. lalu masukkan kedalam dandang atau panic ukuran 5 liter atau 20 liter 2. masukkan kedalam baki plastik yang bersih dan steril lalu tutup rapatrapat menggunakan koran lalu tunggu hingga dingin 4.NATA de COCO Nata de coco adalah hidanga npenutup yang terlihat seperti jeli. Karet pengikat 9. Za/Urea 14. Setelah dingin tambahkan bibit nata de coco pada jam 5. Saring air kelapa mentah. Pengaduk/sendok stenless 3. Baki plastik 7. GulaPasir/putih 13. Timbangan duduk 5. Setelah itu. za 2. Panci/Langseng dari stenless 2. dan mulanya dibuat di Filipina. Cuka Biang 15. "Nata de coco" dalam bahasa Spanyol berarti "krimkelapa". Gelas ukur 6. berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. masak hingga mendidih. Air Kelapa murni 12. setelah mendidih untuk panci 5 liter masukkan gula 250 gr. Bibit Nata De Coco/Sari Kelapa Cara Membuat: 1. 3. Krim yang dimaksudkan adalah santan kelapa. Penamaan nata de coco dalam bahasa Spanyol karena Filipina pernah menjadi koloni Spanyol.Makanan ini dihasilkan dari fermentasi air kelapa. Lalu tunggu hingga satu minggu 6. PROSES PEMBUATAN Bahan dan Alat: 1.30 lalu tutup lagi 5. Banyak mengandung serat Sumber energi Sebagai makanan diet Membantu pencernaan BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL Page 4 . Muk Ukur 10.0 gr. za 0. 4. Koran penutup 8. untuk panci 20 liter tambahkan gula 1000 gr .30-6.5 gr dan cuka biang 50 cc. Setelah satu minggu nata de coco boleh dibuka Manfaat: 1. Kain Kassa/Saringan Halus 11. Kompor 4. dan cuka biang 200 cc 3. Lalu.

Rh. stolonifer (kapang roti). BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL Page 5 . Mempunyai beberapa kegunaan.BIOTEKNOLOGI KONVESIONAL. koroner. Fermentasi umum menggunakan ragitempe . Seperti Rhizopusoligosporus. menghambat penyakit jantung. meningkatkan vitalitas. dll. atau Rh. TEMPE Tempe adalah makanan khas Indonesia terbuat dari fermentasi biji kedelai atau beberapa jenis kapang Rihizopuslainnya. seperti mencegah dan mengendalikan diare. oryzae. Rh. arrhizus.

mempunyai beberapa kegunaan. Mencegah kanker payudara dan penuaan (awetmuda) 1. atau Rh. 3. Lalu. aduk dan campur hingga merata 8. Tepung Sagu/Tapioka 1 sdm 10. tusuk-tusuk kantong plastik. bersihkan kedelai dari kulitnya Setelah itu. Wadah dengan permukaan 3. 10. Lalu. rebus kedelai hingga airnya mengeluarkan buih/ empuk. masukkan kacang kedelai kewadah datar. Ragi tempe 1 sdm 9. Mencegah penyakit anemia dan osteoporosis (pengeroposantulang) 2. arrhizus.Tempe Tempe adalah makanan khas indonesia terbuat dari fermentasi biji kedelai atau beberapa jenis kapang Rihizopus lainnya. Tusuk gigi 5. oryzae. dll. stolonifer (kapang roti). koroner. Lalu. tempe siap diolah Manfaat: 1. agar tempe mendapatkan udara. menghambat penyakit jantung. 4. seperti mencegah dan mengendalikan diare. Bahan dan Alat: 1. seperti Rhizopus oligosporus. 5. Rak berjeruji 6. Lalu. simpan tempe didalam tempat/kotak yang hangat. masukkan ragi tempe dan tepung sagu kedalam kedelai. Tutup tempe dengan kain/handuk dan simpan selama 3 hari 12. Wadah dan panic cukup besar 2. Setelah kering. Lalu. Air secukupnya Cara Membuat: Rebus air dalam panic hingga mendidih dan angkat Masukkan kedelai kedalam panic tersebut dan tunggu sampai airnya hangat Lalu. Rh. Rh. Kantong plastik 4. wadahnya harus diberi alas kain/ handuk 6. meningkatkan vitalitas. BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL Page 6 . Mangkok 7. 11. 2. masukkan kemangkok 7. Fermentasi umum menggunakan ragi tempe . Kacang kedelai 2kg 8. Menurunkan kadar kolesterol 3. Masukkan tempe kedalam plastic dan tutup rapat ujung plastik 9.

Endomycopsisburtonii. Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih.BIOTEKNOLOGI KONVESIONAL. tapai diproduksi oleh industry kecil dan menengah sebagai kudapan atau hidangan pencuci mulut. mengandung alkohol.. Tapai hasil fermentasi dari S. Rhizopusoryzae.Cerevisiae umumnya berbentuk semi-cair. seperti singkong dan ketan. Saccharomycopsisfibuligera.. Tapai bias dibuat dari singkong (ubikayu) dan hasilnya dinamakan tapai singkong. Mucor sp. TAPE Tape adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat. Pediococcus sp. digunakan beberapa jenis mikroorganisme seperti Saccharomyces cerevisiae. dan memiliki tekstur lengket. berasa manis keasaman. Umumnya. Dalam proses fermentasi tapai. Candida utilis. dan lain-lain. BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL Page 7 . hasilnya disebut "tapaipulut" atau "tapaiketan".

Penyaring 6. Bahan dan Alat: 1. Mucor sp. Sumber probiotik Menjaga system pencernaan karena mengandung banyak bakteri baik Mencegah anemia Menghilangkan racun Sumber vitamin B1 BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL Page 8 .Tape Tape adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat. seperti singkong dan ketan. mengandung alkohol. hasilnya disebut "tapaipulut" atau "tapaiketan". 4. 3. Baskom 2. Saccharomycopsisfibuligera. Sendok & Garpu 9. Candida utilis. Ragi yang telah dihaluskan 12. berasa manis keasaman. 4. dan lain-lain. Daun pisang 11. Kain Lap 3. Dalam proses fermentasi tapai. 2. diamkan selama 2-3 hari Tape siapun tuk di konsumsi Manfaat: 1. Kompor 4. Pediococcus sp. digunakan beberapa jenis mikroorganisme seperti Saccharomyces cerevisiae. Endomycopsisburtonii. Cerevisiae umumnya berbentuk semi-cair. 2. Tapai hasil fermentasi dari S. Bahan yang akan dijadikan tape Cara Membuat: 1. Rhizopusoryzae. Masak dahulu bahan baku yang akan dibuat menjadi tape Lalu.. bubuhi dengan ragi Lalu. Umumnya. Pisau 8.. Panci Kukus 5. dan memiliki tekstur lengket. 5. tapai diproduksi oleh industry kecil dan menengah sebagai kudapan atau hidangan pencuci mulut. 3. Tapai bias dibuat dari singkong (ubikayu) dan hasilnya dinamakan tapai singkong. Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih. Air secukupnya 10. Piring 7.