P. 1
ande-ande lumut

ande-ande lumut

|Views: 51|Likes:
Dipublikasikan oleh eflc

More info:

Published by: eflc on Feb 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2012

pdf

text

original

ANDE - ANDE LUMUT

Alkisah, tersebutlah seorang putri nan cantik jelita bernama Dewi Sekartaji dari Kerajaan Daha dan Panji Asmara Bangun yang gagah perkasa dari Kahuripan. Mereka berdua saling mencintai. Untung tak dapat diraih, malang pun tak dapat ditolak. sebuah angin topan membawa Dewi Sekartaji hingga ke desa Dadapan. Saat terdampar, Dewi Sekartaji ditemukan oleh Mbok Menah. Mbok Menah mempunyai 4 orang anak yaitu Kleting Merah, Kleting Hijau, Kleting Biru dan Ungu. Akhirnya, Dewi Sekartaji diangkat oleh Mbok Menah dan diberi nama Kleting Kuning. Keempat anak Mbok Menah mempunyai sifat yang jahat terhadap Kleting Kuning. K. Merah : Adik-adikku, kami ini kan anak Mbok Menah yang sangat cantik dan sangat menyayangi si Mbok. Karena si Mbok memberi kami kebebasan. Itu artinya, si Mbok memberi kepercayaan yang lebih buat kami. : Benar sekali. Kami ini kan masih muda-muda. Usia muda harus kita manfaatkan sebaik-baiknya dan hidup cuma satu kali. Maka dari itu, hidup ini jangan disia-siakan. : Eh adik-adikku. Ayo kita masuk ke dalam. Kita kan harus membantu si Mbok. (Kleting Hijau, Biru dan Ungu mengikuti Kleting Merah dari belakang)

K. Hijau

K.Merah

Tak lama kemudian, datanglah Kleting Kuning. K. Kuning : Permisi....permisi

Para Kleting berbalik arah menuju Kleting Kuning. Dan, Kleting Merah mencoba mendekati Kleting Kuning. K. Merah K. Kuning : Ada apa? Mau ketemu siapa? : Saya...saya.. saya ini pengembara yang tersesat karena terbawa oleh angin topan. Saya tidak mempunyai orang tua dan rumah. Saya mohon jadikanlah saya sebagai saudara kalian. : Apa? Mau numpang di sini? Sorry ya. Sudah nggak ada tempat.

K. Hijau

K. Ungu K. Kuning K. Merah

: Iya. Lebih baik kamu cari di tempat lain saja! Di sini sudah penuh! Pergi sana!!! : Saya mohon untuk kali ini saja. Saya mau disuruh apa saja asalkan saya bisa tinggal di sini. : Sudah dibilangi mulai tadi. Tidak ada tempat lagi. Di sini sudah penuh. Dibilangi mulai tadi kok masih maksa. Sudah sana pergi saja!!!

Tetapi, Kleting Kuning tetap memaksa sehingga terjadi keributan. Mendengar keributan dari luar, Mbok Randa datang dari arah dalam. M. Menah : Anak-anakku, ada apa ini? Kedengarannya ribut-ribut di luar. Ada apa? (kemudian Mbok Menah menghampiri Kleting Kuning). Lho siapa ini? Cantik sekali kamu.. : Mbok, saya ini seorang pengembara yang tersesat karena ada angin topan. Saya tidak punya orang tua dan rumah. Saya hidup sebatang kara. Jadi, asaya mohon, tolonglah saya, mbok. Saya ingin menjadi keluarga di sini. : Alah.... sudahlah Mbok! Tidak ada gunanya menanggai dia. : Iya, lagian rumah kita kan sudah penuh dengan wanita mbok, kamarnya sudah pas. : Sudah-sudah, jangan ribut! Si Mbok tambah bingung nih (menuju ke arah Kleting Kuning) Cah Ayu, si Mbok mengizinkan kamu untuk tinggal di sini. Tapi, kamu harus bantu-bantu di sini ya? : Wah... Terima kasih...Terima kasih Mbok. (sambil mencium tangan si Mbok dan Kleting yang lain merasa risih) : Iya...iya.... Eh ngomong-ngomong, siapa namamu cah ayu? : Saya nggak tahu. (K. Kuning tampak bingung) : Ya sudah, mmm.... karena pakaianmu kuning-kuning, jadi kamu kuberi nama Kleting Kuning saja ya Cah Ayu.

K. Kuning

K. Merah K. Ungu M. Menah

K. Kuning M. Menah K. Kuning M. Menah

Para kleting merasa sewot tetapi Kleting Kuning merasa gembira. M. Menah : Nah, kamu sekarang saudaramu. Ayo sana!!! bergabung dengan saudara-

K. Kuning

: Baik mbok Kleting Kuning menyapu teras rumah. Sementara kleting yang lain berada di dalam.

K. Kuning

: Saya sangat bersyukur karena saya sudah mendapat tempat tinggal. Tetapi, saudara-saudara saya tidak menjaga kebersihan dan tidak menyukai kehadiran saya di rumah ini. Walaupun saya diperlakukan seperti pembantu, tidak apaapa, asalkan tujuan saya untuk menemukan Panji Asmara Bangun tersampai. Tetapi, saya heran terhadap tingkah laku kakak-kakak saya. Sifat ini bertolak belakang dengan si Mbok. Kakak-kakak saya sering pulang larut malam. Tetapi, si Mbok tidak mengetahui hal ini. Mungkin ini akibat salah pergaulan.

Tak lama kemudian, para kleting menghampiri Kleting Kuning untuk menanyakan keberadaan si Mbok dengan suara lantang. K. Merah K. Kuning K. Merah : Heh, Kleting Kuning! Si Mbok mana? (dengan nada ketus) : Ada di dalam. : Ya sudah.

Para kleting masuk ke rumah dan Kleting Kuning melanjutkan kembali menyapu. Kemudian M. Menah datang menghampiri Kleting Kuning untuk membantu. Beberapa menit kemudian datanglah seorang penyiar TV sambil membawa pengumuman. Py. TV : Pengumuman... pengumuman. Barang siapa yang merasa perempuan dan memenuhi persyaratan , maka bisa ikut kompetisi ini. Seorang pemuda dari dusun seberang sedang mencari jodoh untuk dijadikan pendamping hidupnya. : Wah... ini baru kabar gembira, anak-anakku. Kleting Merah, Kleting Hijau, Kleting Biru dan Kleting Ungu ayo, semuanya kesini! : Ada apa, mbok? : Dengar Cah Ayu, baru saja ada seorang penyiar TV menyebarkan informasi bahwa seorang Ande-Ande Lumut yang gagah perkasa sedang mencari istri. Ini peluang untuk

M. Menah

S. Kleting M. Menah

kalian! Ayo cepat berangkat! nanti pendaftarannya keburu ditutup. Semua Kleting nampak sangat bergembira. Tetapi, Kleting Kuning tidak diperbolehkan ikut sehingga Kleting Kuning menjadi sedih. K. Kuning K. Merah K. Hijau M. Menah : Mbok, bagaimana dengan saya? : Heh! Kamu di rumah saja! : Iya, lagian nggak level! Ande-Ande Lumut tidak akan menerima kamu, ngerti! : Iya nduk, kamu di rumah saja sama si Mbok. Kleting Kuning menggerutu. K. Merah K. Ungu M. Menah : Ya sudah, mbok. Kami berangkat dulu ya. : Kami mohon doa restu saja mbok. Semoga saja berjalan dengan lancar. : Pasti mbok doakan. Ya sudah sana berangkat.

Para kleting mulai berangkat dan muali meninggalkan rumah. Sementara itu, Kleting Kuning di rumah bersama si Mbok dengan perasaan sangat kecewa. Selama di perjalanan, para kleting yang akan pergi ke pesta bertemu dengan seorang kepiting yang bernama Yuyu Kangkang. Yuyu Kangkang : Kok sepi ya, tumben. Dari pagi sampai siang belum ada penglaris. K. Merah : Wah.... kok sepi. Mana perahunya?

Semua kleting jadi ribut mencari perahu. Tiba-tiba datang Yuyu Kangkang sambil menawarkan jasa. Yuyu Kangkang K. Hijau : Duh nona-nona yang cantik ini mau kemana ya?

: Wah kebetulan ada Yuyu Kangkang (menuju ke arah Yuyu Kangkang). Yuyu Kangkang yang baik dan ganteng, tolong dong. Tolong kami sebrangkan di dusun sebrang karena kami akan menemui Ande-Ande Lumut.

Yuyu Kangkang : Oh... mau ke desa Dadapan? Mau menemui Ande-Ande Lumut? Boleh-boleh saja asalkan saya dibayar 1 juta tiap orang, bagaimana? (sambil berekspresi cuek)

K. Merah

: Wah.. mahal sekali. Kami tidak mempunyai uang sebanyak itu. : Kalau tidak mau bayar, ya saya tinggal saja.

Yuyu Kangkang

Semua kleting nampak kebingungan. K. Merah : Eh.... eh... tunggu dulu. (mendekati Yuyu Kangkang dan merayu) Yuyu Kangkang kamu kan baik dan ganteng. Tolong dong, bantu kami. Sekali-kali gratis kan tidak apa-apa. Yuyu Kangkang yang semula GR karena dirayu, tiba-tiba jadi marah dan kaget. Yuyu Kangkang : Apa? Gratis? Duh... duh jaman sekarang nggak ada yang gratis, dek. Sampeyang jangan seenaknya bilang begini sama saya. Yuyu Kangkang berpikir dan para kleting tampak terlihat bingung. Yuyu Kangkang S. Kleting : Mmmm.... yak! Saya punya jalan keluarnya, dek.

: Bagaimana..... bagaimana?

Yuyu Kangkang : Begini jalan keluarnya. (para kleting mendekati Yuyu Kangkang) Setelah samapai di seberang, saya minta di sun sama sampeyan. Bagaimana? Para kleting merasa kaget dan bingung sehingga mereka mengadakan pembicaraan beberapa menit. K. Merah : Ya sudah, kami setuju. Yang penting kami cepat sampai di sana. : Oke.... oke....

Yuyu Kangkang

Para kleting mulai mendekat ke Yuyu Kangkang. Yuyu Kangkang : Wah........... ciumannya dahsyat banget!!!!!

Selama di rumah, Kleting Kuning bingung mencari cara agar ia bisa pergi ke pesta tersebut. Akhirnya, Kleting Kuning nekat untuk pergi ke pesta tersebut. Tak lama kemudian, sampailah Kleting Kuning di sungai yang terdapat sungai yang dihuni oleh Yuyu Kangkang. Kleting Kuning bingung mencari perahu dan Yuyu Kangkang menghampiri untuk menawarkan jasa.

Yuyu Kangkang : Hey, nona cantik. Sampeyan pasti mau nyebrang ya? Sudah nggak perahu di sini karena semua perahu telah tenggelam ke dasar lautan. Bagaimana kalau saya sebrangkan? Tapi ada syaratnya, yaitu cium pipi kanan dan pipi kiri. Bagaimana? Kleting Kuning bingung sejenak. Tanpa berpikir panjang, Kleting Kuning langsung menyetujuinya. K. Kuning : Baiklah saya setuju dengan jasa yang kamu tawarkan. : Oke....oke...

Yuyu Kangkang

Sebelum sampai tujuan, Kleting Kuning cepat-cepat mengolesi wajah dan tangannya dengan kotoran, sehingga membuat Yuyu Kangkang merasa risih. Yuyu Kangkang : Duh... bau apa ini? (sambil menoleh ke Kleting Kuning) Aduh, rupanya sampeyan yang bau. Sudahlah, pergi sana!!! Kleting Kuning melanjutkan perjalanan. Sementara itu di desa Dadapan...... A. Lumut : Mbok, mendaftarkan diri? bagaimana? Sudah berapa wanita yang

M.R Dadapan : Aduh, le. Si mbok yo nggak tahu. Tanya saja sama asisten. Aku sudah bayar mahal-mahal Rp. 1.500.000/ bulan. Kok ngasih informasi begitu saja nggak bisa? Asisten : Mbok, jangan korupsi. Bayaranku hanya Rp. 100.000/ bulan, bilangnya Rp. 1.500.000/ bulan. Biar dikira saya itu kuaya? Masalah informasi lamaran, sampai hari ini sudah 999 peserta, juragan. : Wah.. cukup banyak juga ya. Bagaimana dengan hari ini? : Sampai detik ini kita masih menunggu.

A Lumut Asisten

M.R Dadapan : Nak, kowe wis kebelet tenan ta? Sabar sedikit kenapa sih? Kita tunggu sampai banyak gadis-gadis yang melamar. Tiba-tiba terdengar musik, tanda bahwa pengiring para kleting datang. S. Kleting : Permisi....

M.R Dadapan : Sana, ten. Coba dilihat, mungkin itu yang mau melamar.

Asisten K. Merah Asisten

: Ya. (menuju ke pintu) Mari-mari silahkan masuk. Pasti nonanona cantik ini mau melamar juragan Ande-Ande Lumut. : Benar sekali asisten. Kami semua mau mendaftar. : Boleh.. boleh. Tapi ada beberapa persyaratan. Syaratnya apa mbok?

M.R Dadapan : Kamu ini gimana sih ten. Wong catatan sudah lengkap di fotocopy dan diperkecil lagi, masa kamu lupa. Sudah baca saja persyaratannya! K. Ungu K. Merah Asisten S. Kleting : Lho... kok pakai persyaratan segala. Kayak mau melamar pekerjaan saja. : Tuan asisten, anda jangan meragukan kami dong. Apakah kami kurang cantik? : Heh! Sudah jangan cerewet! Kalau nggak mau, pergi saja dari sini! : Eh.. iya.. iya. Kami berjanji akan mematuhi semua peraturan. Semua Kleting ribut Asisten : Semuanya, dengarkan baik-baik! Pertama : harus cantik. Kedua : harus bersuara merdu. Ketiga : harus mengikuti tes kesehatan (lari 100 m tanpa nafas) dan keempat : bibir tidak boleh sumbing dan artikulasi harus jelas. Gimana? Sudah jelas persyaratannya? Saya panggil peserta 1 Kleting Merah. Semua kleting maju satu per satu untuk di tes oleh Mbok Rondo Dadapan. Asisten : Saatnya pengumuman.

Semua kleting-kleting sudah mulai ribut, merasa dirinyalah yang terpilih. Kemudian datang Kleting Kuning yang bersahaja. K. Kuning Asisten : Permisi.... saya mau mendaftarkan diri. : Silahkan.. silahkan. Seperti peserta lain, nona harus memenuhi beberapa persyaratan seperti peserta yang lainnya. Pertama : harus cantik. Kedua : harus bersuara merdu. Ketiga : harus mengikuti tes kesehatan (lari 100 m tanpa nafas) dan keempat : bibir tidak boleh sumbing dan

artikulasi harus jelas. Mbok, ini ada gadis yang mau melamar lagi, tapi ini lain, baunya mak nyoss banget. Apa kamu siap? Kemudian Mbok Rondo Dadapan melakukan tes terhadap Kleting Kuning. M.R Dadapan : Aduh, bau apa ini? Nduk, coba lihat kakimu. Mungkin saja kamu menginjak sesuatu. Eh, ternyata baumu yang nggak enak. Setelah audisi selesai, Mbok Rondo Dadapan, AndeAnde Lumut dan asistennya melakukan rapat untuk memutuskan siapa yang akan dipilihnya. Asisten : Saatnya pengumuman. Berdasarkan hasil rapat segitiga antara saya, Mbok Rondo Dadapan dan Ande-Ande Lumut, maka hasil keputusannya adalah....K. Merah : Dari hasil tes, kamu terkena virus HIV. K. Biru : Dari hasil tes, kamu memiliki sifat yang tidak baik akibat salah pergaulan. K. Hijau : Dari hasil tes, sudah terlihat dari fisik kamu yang kurus. K. Ungu : Dari hasil tes, kamu terkena anemia. Dilihat dari wajahmu yang terlihat pucat. : Jadi kesimpulannya, semua tidak bisa menjaga kesehatan. Dan semua tidak bisa diterima. Kleting Kuning........ dari hasil tes, kamu bebas penyakit dan kamulah yang terpilih. Kleting Kuning langsung berdiri disambut oleh AndeAnde Lumut. A Lumut : Diajeng... akhirnya kau yang kupilih. Kau akan kujadikan calon istriku.

Asisten

Akhirnya mereka berdua menikah dan Kleting Kuning tinggal di Desa Dadapan bersama Ande-Ande Lumut. Dan semua saudara Kleting Kuning meminta maaf karena selama tinggal bersama mereka telah menyiksa dan membuat derita.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->