Anda di halaman 1dari 5

Hidrogen peroksida dengan rumus kimia H2O2 ditemukan oleh Louis Jacques Thenard di tahun 1818 melalui isolasi

dari reaksi barium peroksida dan asam nitrat. Senyawa ini merupakan bahan kimia anorganik yang memiliki sifat oksidator kuat. Bahan baku pembuatan hidrogen peroksida adalah gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2). Teknologi yang banyak digunakan di dalam industri hidrogen peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone. H2O2 tidak berwarna, berbau khas agak keasaman, dan larut dengan baik dalam air. Hidrogen peroksida memiliki potensial oksidasi sebesar 1,8 V. Dalam kondisi normal (kondisi ambient), hidrogen peroksida sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun. H2O2 sangat melimpah di alam, terutama terbentuk oleh rangsangan cahaya matahari pada air dan ditemukan pada air hujan dan salju. Hidrogen peroksida bisa digunakan sebagai bleaching agent pada industri pulp, kertas, dan tekstil. Senyawa ini juga biasa dipakai pada proses pengolahan limbah cair, industri kimia, pembuatan deterjen, makanan dan minuman, medis, serta industri elektronika (pembuatan PCB). Salah satu keunggulan hidrogen peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh dalam industri pulp dan kertas, penggunaan hidrogen peroksida biasanya dikombinasikan dengan NaOH atau soda api. Semakin basa, maka laju dekomposisi hidrogen peroksida pun semakin tinggi.

Hidrogen peroksida 35% Warna Kondisi fisik Bau Densitas Tekanan uap Densitas uap relatif Ttitik didih Titik beku Kearutan dalam air % volatil Berat molekul Tidak berwarna Cair Tajam 1,13 g/cm3 (20 C) 24 mmHg (20 C) 1,0 108 C -33 C Sangat larut 100 % 34,01 g/mol

Hidrogen peroksida 50% Tidak berwarna Cair Tajam 1,196 g/cm3 (20 C) 18 mmHg 1,0 114 C -52 C Sangat larut 100 % 34,01 g/mol

Standard H2O2 Industrial Strengths H2O2 Concentration Active oxygen content, wt.% Density @ 68: Specific gravity lbs per gallon gms-100% per mL Apparent pH Acidity, mg/L (as H2SO4) Total heavy metals, mg/L Freezing point, Boiling point, Vapor pressure @ 86, mm Hg Viscosity: @ 32, cp @ 68, cp Heat of decomposition, cal/gm Mole fraction 1.81 1.11 233 0.22 1.87 1.17 335 0.346 1.132 9.45 0.397 2-3 < 50 <1 -27 226 23 1.196 9.98 0.598 1-2 < 50 <1 -62 237 18 35% 16.5 50% 23.5

Federal Hazard Ratings Berikut ini data peringkat bahaya dari H2O2 berdasarkan Code of Federal Regulation, Title 29. Nilai ini juga menjadi standar nasional. <8% Examples: Baking soda - peroxide toothpaste (0.5%) Contact lens sterilizer (2%)

Over-the-counter drug store Hydrogen Peroxide (3%) Liquid detergent bleach (5%) Hair bleach (7.5%) Rating(s): Non-hazardous 8%28% Examples: Pool shock (27%) Rating(s): Oxidizer - Class 1. An oxidizer whose primary hazard is that it slightly increases the burning rate but does not cause spontaneous ignition when it comes into contact with combustible materials. 28.1%52% Examples: Most industrial strength grades. Rating(s): Oxidizer - Class 2. An oxidizer that will cause a moderate increase in the burning rate or that may cause spontaneous ignition of combustible materials with which it comes into contact. Corrosive. A substance that "burns" skin and tissue when it comes into contact with them. Unstable (reactive) - Class 1.(35 - 52% H2O2). Materials which in themselves are normally stable but which can become unstable at elevated temperatures and pressures. 52.1%91% Examples: Specialty chemical processes, shipping to very large users (70% shipped and diluted/stored onsite at < 52%). Rating(s): Oxidizer - Class 3. An oxidizer that will cause a severe increase in the burning rate of combustible materials with which it comes in contact or that will undergo vigorous self-sustained decomposition due to contamination or exposure to heat. Corrosive. A substance that "burns" skin and tissue when it comes into contact with them. Unstable (reactive) - Class 3. Materials which in themselves are capable of detonation or of explosive decomposition or explosive reaction but which require a strong initiating source or which must be heated under

confinement before initiation. This degree includes materials which are sensitive to thermal or mechanical shock at elevated temperatures. >91% Examples: Rocket propellant Rating(s): Oxidizer - Class 4. An oxidizer that can undergo an explosive reaction due to contamination or exposure to thermal or physical shock. In addition, the oxidizer will enhance the burning rate and may cause spontaneous ignition of combustibles. Corrosive. A substance that "burns" skin and tissue when it comes into contact with them. Unstable (reactive) - Class 3. Materials which in themselves are capable of detonation or of explosive decomposition or explosive reaction but which require a strong initiating source or which must be heated under confinement before initiation. This degree includes materials which are sensitive to thermal or mechanical shock at elevated temperatures.

Konsentrasi Konsentrasi H2O2 adalah: 1) 3-3,5% (kadar farmasi) sediaan dengan konsentrasi ini banyak dijual di apotek, toko obat dan supermarket. Sediaan ini mengandung sejumlah stabilisator, seperti asetanilid, fenol, natrium stanat dan tetranatrium fosfat yang bersifat toksik, sehingga tidak direkomendasikan untuk pemakaian dalam tubuh; 2) 6% (kadar kecantikan) banyak digunakan di salon kecantikan sebagai pelarut zat warna rambut. Tidak direkomendasikan untuk pemakaian dalam tubuh; 3) 30% (kadar regen) digunakan dalam percobaan di laboratorium dan biasanya mengandung stabilisator; 4) 30-32% (kadar elektronik) digunakan untuk membersihkan komponen elektronik; 5) 35% (kadar teknik) biasa digunakan bersama dengan fosfor untuk menetralisir klorin dalam air;

6) 35% (kadar makanan) digunakan dalam produk makanan seperti keju dan telur. Juga terdapat dalam lapisan kertas alumunium pembungkus aseptik untuk makanan, seperti produk jus buah dan susu. Ini merupakan kadar yang direkomendasi untuk pemakaian dalam tubuh; 7) 90% digunakan sebagai sumber oksigen dalam bahan bakar roket.

Efek yang merugikan H2O2 adalah suatu senyawa yang iritan terhadap mata, membran mukosa dan kulit. Pemaparan singkat pada mata dapat mengakibatkan rasa perih dan mata berair, walaupun dengan konsentrasi 1-3%. Kontak kulit akan menyebabkan pemutihan kulit sementara. Inhalasi pada kadar yang tinggi akan menyebabkan iritasi yang berat pada hidung dan saluran napas. Bila tertelan, maka akan terjadi iritasi sampai kerusakan berat pada saluran cerna. Keracunan sistemik akan menyebabkan sakit kepala, pusing, muntah, diare, tremor, mati rasa, kejang, edema paru, kehilangan kesadaran sampai syok.7

Cara penyimpanan H2O2 sebaiknya disimpan dalam ruangan dingin, kering, dengan ventilasi yang baik, dan dijauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Tempat penyimpanan seharusnya terbuat dari bahan yang tidak bereaksi, seperti stainless steel, kaca, beberapa jenis plastik dan campuran aluminium yang berwarna gelap.