P. 1
KARSINOMA-MAMMAE

KARSINOMA-MAMMAE

|Views: 863|Likes:

More info:

Published by: Nurie 'Winny' Shulfie Syadzwinny on Feb 12, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

KARSINOMA MAMMAE B.

DEFINISI Karsinoma mammae merupakan pertumbuhan baru yang ganas terdiri dari sel-sel epithelial yang cenderung menginfiltrasi jaringan sekitarnya dan menimbulkan metastasis, di payudara. C. EPIDEMIOLOGI Kanker payudara paling banyak diderita oleh wanita di negara barat, yaitu sekitar 32 % dari seluruh keganasan pada wanita, merupakan penyebab kematian nomor dua pada wanita. Di Indonesia, kanker payudara merupakan kanker pada wanita terbanyak setelah kanker mulut rahim. Insidensi kira-kira 18 per 100.000 penduduk wanita dan kebanyak ditemukan sudah dalam stadium lanjut. Kanker payudara yang mempunyai predisposisi keturunan ini biasanya diderita oleh penderita dengan usia muda, penderita kanker payudara bilateral, penderita dengan riwayat keluarga tumor positif. Karsinoma payudara jarang sebelum umur 25 tahun dan tidak biasa sebelum umur 30 tahun, tetapi insidensinya meningkat dengan cepat setelah umur 30 tahun dengan rat-rata medium age 60 tahun. Penyakit ini terutama mengenai wanita, kanker payudara pada pria hanya sekitar 1 % dari kanker mammae. Eropa Utara, Amerika Utara merupakan area insiden tinggi, Eropa Selatan, Amerika Selatan merupakan area insiden sedang, Asia, Afrika merupakan area insiden rendah. Studi epidemiologi menunjukkan, perbedaan geografis insiden karsinoma payudara tidak sepenuhnya berkaitan dengan suseptibilitas genetik, tetapi juga dipengaruhi factor lingkungan, terutama lingkungan hidup masa kini atau life style. D. ETIOLOGI Etiologi kanker payudara tidak diketahui dengan pasti. Namun beberapa faktor resiko pada penderita diduga berhubungan dengan kejadian kanker payudara, yaitu : Usia >30 tahun. Menurut analisis data dari 6263 kasus di RS Kanker Universitas Zhongshan, rentang usia pasien adalah 17-90 tahun, usia median 47 tahun. Dihitung dengan selang usia 5 tahunan, pasien terbanyak berusia 45-49 tahun (25,2 %), disusul 40-44 tahun (15,8 %), dan 54-59 tahun (15,6 %). Reproduksi. Usia menarke kecil, henti haid lanjut, dan siklus haid pendek merupakan faktor resiko tinggi karsinoma mammae. Selain itu, yang seumur hidup tidak menikah atau belum menikah, partus pertama berusia lebih dari 30 tahun dan setelah partus belum menyusui, berinsiden relatif tinggi. Kelainan kelenjar mammae. Penderita kistadenoma mammae hiperplastik berat berinsiden lebih tinggi. Jika satu payudara sudah terkena kanker, mammae kontralateral resikonya meningkat. Pernah mengalami infeksi, trauma, atau operasi tumor jinak payudara. Penggunaan obat di masa lalu. Penggunaan jangka panjang hormon insidennya lebih tinggi. Terdapat laporan penggunaan jangka panjang reserpin, metildopa, analgesik trisiklik, dan lainnya, dapat menyebabkan kadar prolaktin meninggi, beresiko karsinogenik bagi mammae. Radiasi pengion. Kelenjar mammae relatif peka terhadap radiasi pengion, paparan berlebihan menyebabkan peluang terjadinya kanker lebih tinggi.

Pernah menjalani operasi ginekologis. timbulnya kelainan kulit (dimpling. atau tanda metastasis jauh. kwadran medial bawah 15:6 %. Ketika vasa limfatik subkutis tersumbat sel kanker. Tanda lesung. F. E. orang yang gemuk sesudah berusia 50 tahun berpeluang besar menderita kanker payudara. yang dapat ditularkan melalui air susu. misalnya tumor ovarium. Untuk lokasi terjadinya kanker payudara. 2008). wanita yang setiap hari mengkonsumsi alkohol 3 kali ke atas beresiko terkena karsinoma mammae meningkat 50-70 %. kemudian terjadi karsinoma intraepitelial (karsinoma in situ). Perubahan pada kulit yang biasa terjadi adalah : 1. Perubahan kulit jeruk (peau de¶orange). Virus juga didapat dalam genom tikus ini dipindahkan secara vertikal dan mengakibatkan strain genetik tikus dengan insiden karsinoma payudara yang tinggi. Riwayat keluarga dan gen terkait dengan karsinoma mammae. kemerahan. kwadran medial atas kiri dan kanan 15:14 %. Virus. keluar cairan dari puting susu. hambatan drainase limfe menyebabkan udem kulit. ulserasi. Dengan presentasi kwadran lateral atas kiri dan kanan 45:63 %. Penelitian lain menunjukkan (diet tinggi selulosa. dan protein kedelai dapat menurunkan insiden karsinoma mammae (Desen. Ketika tumor mengenai ligamen glandula mammae. Selanjutnya sel-sel tersebut akan menginvasi stroma jaringan ikat di sekitarnya pada payudara. pembesaran kelenjar getah bening. Pada ukuran itu sekitar ¼ kasus sudah disertai dengan kejadian metastasis. probabilitas terkena karsinoma mammae lebih tinggi 2-3 kali dibanding wanita tanpa riwayat keluarga. peau de¶orange). MANIFESTASI KLINIS Pasien biasanya datang dengan keluhan benjolan atau massa di payudara. Penelitian dewasa ini menunjukkan gen utama yang terkait dengan timbulnya karsinoma mammae adalah BRCA-1 dan BRCA-2. ligamen tersebut akan memendek hingga kulit setempat menjadi cekung. Faktor Bittner-Milk adalah suat virus (mammae virus) yang menyebabkan terjadinya karsinoma payudara pada tikus. folikel rambut tenggelam ke bawah tampak sebagai ¶tanda kulit jeruk¶ . Terdapat data menunjukkan. penelitian menunjukkan bahwa hal ini tidak terjadi pada manusia. rasa sakit. dengan perbandingan 60:40. kwadran lateral bawah kiri dan kanan 25:17 %. vitamin A. bahwa konsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Setiap kelainan pada payudara harus dipikirkan ganas sebelum dibuktikan tidak . Penelitian menunjukkan pada wanita dengan saudara primer menderita karsinoma mammae. Namun. Membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 7 tahun pada karsinoma untuk tumbuh dari sebuah sel tunggal sampai menjadi massa yang cukup besar untuk dapat teraba (diameter sekitar 1 cm). Terdapat laporan. PATOFISIOLOGI Kejadian karsinoma payudara dihubungkan dengan terjadinya hiperplasia sel dengan perkembangan sel-sel atipik. yang disebut dengan ¶tanda lesung¶ 2. Berbagai studi kasus menunjukkan diet tinggi lemak dan kalori berkaitan langsung dengan timbulnya karsinoma mammae. Diet dan gizi. setelah terjadinya karsinoma in situ akan terjadi multiplikasi sel-sel dengan cepat. payudara kiri lebih sering daripada payudara kanan.

.3. Anamnesis harus mencakup status menstruasi. DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING Diagnosis karsinoma payudara didapatkan dari anamnesis. ulserasi membentuk bunga terbalik. Umumnya akibat tumor menginvasi jaringan subpapilar Sekret papilar (umumnya sanguineus). dan lainnya yang termasuk sebagai faktor resiko dari penyakit ini. adakah kelainan papila. sekret. Bila tumor bertambah besar. berkrusta. riwayat keluarga kanker. ini disebut sebagai karsinoma mammae tipe tersembunyi . ulserasi kulit. ataksia. letak dan bentuknya. simetris/tidak. Dalam riwayat penyakit sekarang terutama harus diperhatikan waktu timbulnya massa. Yang perlu diperhatikan adalah ada sebagian sangat kecil pasien kanker payudara hanya tampil dengan limfadenopati aksilar tapi tak teraba massa mammae. paresis. tampil sebagai keseluruhan kulit mammae berwarna merah bengkak. Dengan perkembangan penyakit. mirip peradangan. Perubahan inflamatorik. Perubahan papilla mammae pada karsinoma mammae adalah : Retraksi. Perhatikan keadaan payudara kanan dan kiri. fungsi kelenjar tiroid. epilepsi. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. perkawinan. Adanya gejala metastasis jauh : Otak : nyeri kepala. Invasi. Merupakan manifestasi spesifik dari kanker eksematoid (Paget disease). kelenjar limfe supraklavikular juga dapat menyusul membesar. Ketika tumor menginvasi kulit. mual. Pembesaran kelenjar limfe regional. patah tulang . Ketika sel kanker di dalam vasa limfatik subkutis masing-masing membentuk nodul metastasis. dan hubungan dengan menstruasi. partus. di sekitar lesi primer dapat muncul banyak nodul tersebar. kemudian dapat saling berkoalesensi atau adhesi dengan jaringan sekitarnya. Secara klinis disebut ¶karsinoma mammae inflamatorik¶. Pada pemeriksaan fisik dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh (sesuai dengan pemeriksaan rutin) dan pemeriksaan kelenjar mammae. retraksi puting susu. sangat mirip eksim. Nodul satelit kulit. deskuamasi. lokasi itu dapat menjadi iskemik. distorsi papilla mammae. ikterus obstruktif Tulang : nyeri. G. riwayat kelainan mammae sebelumnya. paralisis Paru : efusi. tampak perubahan berwrna merah atau merah gelap. penyakit ginekologik. laktasi. pada awalnya mobile. ini disebut ¶tanda kembang kol¶ 5. muntah. kecepatan pertumbuhan. secara klinis disebut ¶tanda satelit¶ 4. 2008). Pembesaran kelenjar limfe aksilar ipsilateral dapat soliter maupun multipel. massa. Teknik pemeriksaan fisik adalah sebagai berikut : Posisi duduk Lakukan inspeksi pada pasien dengan posisi tangan jatuh bebas ke samping dan pemeriksa berdiri di depan dalam posisi lebih kurang sama tinggi. papilla mammae tererosi. Klinis tampak areola. Tipe ini sering ditemukan pada kanker payudara waktu hamil atau laktasi. Sering karena karsinoma papilar dalam duktus besar atau tumor mengenai duktus besar Perubahan eksematoid. sesak nafas Hati : kadang tanpa gejala. dapat disebut ¶tanda peradangan¶. serta lainnya (Desen.

Tapi pemeriksaan ini cukup mahal. Pemeriksaan kelenjar getah bening regional di daerah : aksila. Lakukan juga dalam keadaan kedua lengan diangkat ke atas untuk melihat apakah ada bayangan tumor di bawah kulit yang ikut bergerak atau adakah bagian yang tertinggal. dimpling. yang ditentukan kelompok kelenjar : ~ mamaria eksterna di anterior. yaitu lokasi tumor berdasarkan kuadrannya. Pada mammografi. terakhir dilakukan penekanan daerah papila untuk melihat apakah ada cairan yang keluar. aspirasi jarum halus. dimpling. lakukan palpasi mulai dari kranial setinggi costa 2 sampai distal setinggi costa 6. adanya bridge of tumor. otot pektoralis. pemeriksaan laboratorium. dan paru. perubahan posisi papila dan areola. adanya mikrokalsifikasi. Pemeriksaan gabungan USG dan mammografi memberikan ketepatan diagnosis yang lebih tinggi . penebalan kulit. dan adanya metastasis ke kelenjar (gambaran ini tidak khas). ukuran. adanya spikulae. Karena tumor mammae mengandung densitas mikrovaskular (MVD = microvascular density) abnormal. serta daerah subareolar dan papila atau dilakukan secara sentrifugal. Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan untuk membantu diagnosis karsinoma payudara yaitu USG payudara. dan lainnya. USG abdomen/hepar. CEA memiliki nilai positif bervariasi dari 20 hingga 70 %. atau dinding dada. dan distorsi pada struktur arsitektur payudara. ulserasi. tetapi dapat mengetahui pasokan darah serta kandisi jaringan sekitarnya. Tanda primer berupa fibrosis reaktif. adanya perbedaan yang nyata antara ukuran klinis dan radiologis. Tetapkan tanda tumornya. infiltrasi dalam jaringan lunak di belakang mammae. hanya menjadi suatu pilihan dalam diagnosis banding terhadap mikrotumor . atau tanda-tanda radang. lien. dan pemeriksaan biopsi. di bawah tepi otot pektoralis ~ subskapularis di posterior aksila ~ sentral di pusat aksila ~ apikal di ujung atas fasia aksilaris supra dan infraklavikular. MRI mammae dengan kontras memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi dalam diagnosis karsinoma mammae stadium dini. Pemeriksaan sitologik dengan metode aspirasi jarum halus caranya sederhana. Pemeriksaan histologik dengan pungsi jarum mandrin memiliki . antibodi monoklonal CA 15-3 angka positifnya sekitar 33-60 %. comet sign (Stellata). bone survey. aman. batas tegas/tidak. serta KGB leher utama Organ lain yang diperiksa untuk melihat adanya metastasis. Tanda sekunder berupa retraksi. mammografi. tulang belakang. Dewasa ini belum ada petanda tumor spesifik untuk kanker payudara. keganasan dapat memberikan tanda-tanda primer dan sekunder. semuanya dapat untuk referensi diagnosis dan tindak lanjut klinis .kelainan kulit berupa peau de¶orange. Posisi berbaring Sebaiknya dengan punggung diganjal dengan bantal. Pemeriksaan USG hanya dapat membedakan lesi/tumor yang solid atau kistik. MRI mammae. yaitu hepar. dan mobilitas terhadap kulit. sulit digunakan meluas. bertambahnya vaskularisasi. Data menunjukkan pungsi aspirasi jarum halus tidak mempengaruhi hasil terapi. keadaan daerah tumor dan jaringan fibroglandular tidak teratur. dan akurasinya mencapai lebih dari 90 %. Untuk menentukan adanya metastasis dapat dilakukan pemeriksaan foto thoraks. konsistensi.

berbatas tegas. merupakan tumor pada jaringan lemak dengan batas tegas. KLASIFIKASI DAN STADIUM Klasifikasi karsinoma payudara menurut WHO tahun 1968. khususnya sesuai bagi pasien yang diberi kemoterapi adjuvan . terdapat pada ibu yang baru/sedang menyusui. terdapat nyeri terutama menjelang haid. merupakan tumor jinak payudara yang biasa terdapat pada usia muda (15-30 tahun). Pemeriksaan ini luas dipakai di klinis. yaitu infeksi pada payudara dengan tanda radang lengkap. berbatas tegas. 2009). dengan ukuran dapat mencapai 20-30 cm. terdiri dari : medullary carcinoma scrirrhus carcinoma comedo carcinoma gelatinoum carcinoma/mucoid carcinoma papillary carcinoma paget disease epidermoid carcinoma Lobular carcinoma (5 %) Dewasa ini menggunakan cara penggolongan TNM menurut Perhimpunan Anti Kanker Internasional (edisi tahun 2002). konsistensi padat kenyal atau kistik. (4) Galaktokel. batas tegas. (3) Kistosarkoma filoides menyerupai FAM yang besar. biasanya terdapat pada ibu yang menyusui. (2) Kelainan fibrokistik. dibagi menjadi : Ductal karsinoma (95 %) Non infiltrating ductal cell carcinoma Infiltrating ductal cell carcinoma. serta dapat dibuat pemeriksaan imunohistologik yang sesuai. (6) Lipoma. Diagnosis bandingnya terdiri dari : (1) Fibroadenoma mammae (FAM). dengan mengangkat seluruh jaringan tumor beserta sedikit jaringan sehat di sekitarnya. tidak nyeri tekan. bahkan dapat berkembang menjadi abses. ukuran membesar. dilakukan untuk tumor-tumor yang inoperabel atau lebih besar dari 2 cm (Anonim.cara yang juga sederhana dan aman seperti diagnosis sitologi aspirasi jarum halus. dilakukan bila ukuran atau diameter tumor < 2 cm Biopsi insisi. dan dapat digerakkan. merupakan massa tumor kistik yang timbul akibat tersumbatnya saluran/duktus laktiferus. Diagnosis pasti hanya ditegakkan dengan pemeriksaan histopatologis yang dilakukan dengan : Biopsi eksisi. kadang disertai dengan penarikan kulit. lunak. H. merupakan tumor yang tidak berbatas tegas. juga ketepatan diagnosis histologik biopsi eksisi. dengan konsistensi padat kenyal. tidak nyeri dan mobile. dengan mengangkat sebagian jaringan tumor dan sedikit jaringan sehat. biasanya bilateral/multipel. (7) Nekrosis lemak. (5) Mastitis. mobile. Klasifikasi cTNM klinis . keras. berbentuk bulat lonjong.

menyebar langsung ke dinding thoraks atau kulit (dinding thoraks termasuk tulang iga. tapi ” 1 cm T1c : diameter terbesar > 1 cm. m. tapi ” 2 cm T2 : diameter tumor terbesar > 2 cm. Mencakup karsinoma duktal atau karsinoma lobular. atau bukti klinis menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mamaria interna namun tanpa metastasis kelenjar limfe aksilar N2a : kelenjar limfe aksilar ipsilateral saling konfluen dan terfiksasi dengan jaringan lain N2b : bukti klinis menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mamaria interna namun tanpa metastasis kelenjar limfe aksilar N3 : metastasis kelenjar limfe infraklavikular ipsilateral.pektoralis) T4a : menyebar ke dinding thoraks T4b : udem kulit mammae ( termasuk peau de¶orange) atau ulserasi. klasifikasi patologi adalah pTx. (2) Terhadap karsinoma mammae inflamatorik (T4d).intercostales dan m. atau nodul satelit di mammae ipsilateral T4c : terdapat 4a dan 4b sekaligus T4d : karsinoma mammae inflamatorik Catatan : (1) Lesi mikroinvasif multipel. penyakit paget papilla mammae tanpa nodul (penyakit Paget dengan nodul diklasifilasikan menurut ukuran nodul) T1 : diameter tumor terbesar ” 2 cm Tmic : infiltrasi mikro ” 0. N : kelenjar limfe regional NX : kelenjar limfe regional tidak dapat dinilai (misal sudah diangkat sebelumnya) N0 : tak ada metastasis kelenjar limfe regional N1 : di fosa ipsilateral terdapat metastasis kelenjar limfe mobile N2 : kelenjar limfe metastatik fosa aksilar ipsilateral saling konfluen dan terfiksasi dengan jaringan lain.5 cm T1b : diameter terbesar > 0.5 cm.1 cm T1a : diameter terbesar > 0.1 cm. jika biopsi kulit negatif dan tak ada tumor primer yang dapat diukur. tapi ” 5 sm T3 : diemeter tumor terbesar > 5 cm T4 : berapapun ukuran tumor.serratus anterior.T : kanker primer TX : tumor primer tidak dapat dinilai (misal telah direseksi) T0 : tidak ada bukti lesi primer Tis : karsinoma in situ. tak termasuk m. tapi ” 0. atau bukti klinis menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mamaria interna dan metastasis kelenjar limfe aksilar. tidak atas dasar tiral massa lesi multipel tersebut. atau metastasis kelenjar limfe supraklavikular ipsilateral N3a : metastasis kelenjar limfe infraklavikular ipsilateral N3b : bukti klinis menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mamaria interna dan metastasis kelenjar limfe aksilar N3c : metastasis kelenjar limfe supraklavikular ipsilateral . diklasifikasikan berdasarkan massa terbesar.

2 mm. imunohistologis ITC positif pN0 (mol-) : histologis tak ada metastasis kelenjar limfe. tapi tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk kelompok sel tumor terisolasi (ITC). atau bukti klinis menunjukkan metastasis kelenjar limfe mamaria interna ipsilateral tapi tanpa metastasis kelenjar limfe aksilar pN2a : di aksila ipsilateral terdapat 4-9 kelenjar limfe metastatik. atau bukti klinis menunjukkan metastasis . Catatan : ITC adalah satu sel atau sekumpulan sel berdiameter ” 0.2 mm. tapi tanpa bukti klinis pN1a : di aksila ipsilateral terdapat 1-3 kelenjar limfe metastatik. pada tepi irisan seputar spesimen harus terlihat tumur secara makroskopik. ukuran tumor untuk klasifikasi didasarkan atas ukuran karsinoma invasif. dan minimal satu kelenjar limfe metastatik berdiameter maksimal > 2 mm pN1b : dari diseksi kelenjar limfe sentinel secara mikroskopik ditemukan metastasis kelenjar limfe mamaria interna ipsilateral. pN0 ( i-) : histologis tak ada metastasis kelenjar limfe. Catata : jika tumor mengandung dua unsur yaitu karsinoma in situ dan karsinoma invasif. atau dari diseksi kelenjar limfe sentinel secara mikroskopik ditemukan metastasis kelenjar limfe mamaria interna ipsilateral. pemeriksaan malekular ITC negatif (RT-PCR) pN0 (mol+) : histologis tak ada metastasis kelenjar limfe. imunohistologis ITC negatif pN0 ( i+) : histologis tidak ada metastasis kelenjar limfe. N ± kelenjar limfe regional pNx : kelenjar limfe regional tak dapat dinilai (misal sudah diangkat sebelumnya) pN0 : secara histologis tak ada metastasis kelenjar limfe.M MX M0 M1 : metastasis jauh : metastasis jauh tidak dapat dinilai : tidak ada metastasis jauh : ada metastasis jauh Klasifikasi patologik pTNM pT ± tumor primer Sama dengan klasifikasi T. dan minimal satu kelenjar limfe metastatik berdiameter maksimal > 2 mm pN2b : bukti klinis menunjukkan metastasis kelenjar limfe mamaria interna ipsilateral tapi tanpa metastasis kelenjar limfe aksilar pN3 : di aksila ipsilateral terdapat 10 atau lebih kelenjar limfe metastatik. tapi tanpa bukti klinis pN1c : pN1a disertai pN1b pN2 : di aksila ipsilateral terdapat 4-9 kelenjar limfe metastatik. atau metastasis kelenjar limfe infraklavikular ipsilateral. adanya lesi ganas hanya tampak secara mikroskopik pada tepi irisan tidak mempengaruhi klasifikasi. ITC biasanya ditemukan dengan pemeriksaan imunohistologis atau molekuler. tapi ” 2mm) pN1 : di aksila ipsilateral terdapat 1-3 kelenjar limfe metastatik. tapi dapat diverifikasi dengan pewarnaan HE. pemeriksaan molekuler ITC positif (RT-PCR) pN1mi : mikrometastasis (diameter terbesar > 0.

atau secara klinis negatif. namun terdapat lebih dari 3 kelenjar limfe aksilar metastatik pN3c : metastasis kelenjar limfe supraklavikular M ± metastasis jauh Klasifikasi pM dan cM sama. namun terdapat lebih dari 3 kelenjar limfe aksilar metastatik. tapi tanpa bukti klinis. dari diseksi kelenjar limfe sentinel secara mikroskopis ditemukan metastasis kelenjar limfe mamaria interna ipsilateral. Stadium klinis kanker payudara Stadium T 0 Tis I T1 IIA T0 T1 T2 IIB T2 T3 IIIA T0 T1 T2 T3 IIIB T4 Setiap T IV Setiap T N N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N2 N1. atau metastasis kelenjar limfe supraklavikular ipsilateral pN3a : di aksila ipsilateral terdapat 10 atau lebih kelenjar limfe metastatik.N2 Setiap N N3 Setiap N M M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M1 I. rencana tindakan didasarkan atas : stadium TNM umur pasien status menopause keadaan umum pasien Tujuan terapi adalah : kuratif è menyembuhkan penderita paliatif è meringankan penderitaan penderita dan perbaiki kualitas hidup . dan minimal satu kelenjar limfe metastatik berdiameter maksimal > 2 mm. atau secara klinis negatif.kelenjar limfe mamaria interna disertai metastasis kelenjar limfe aksilar ipsilateral. atau metastasis kelenjar limfe infraklavikular pN3b : bukti klinis menunjukkan metastasis kelenjar limfe mamaria interna disertai metastasis kelenjar limfe aksilar ipsilateral. dari diseksi kelenjar limfe sentinel secara mikroskopis ditemukan metastasis kelenjar limfe mamaria interna ipsilateral. PENATALAKSANAAN Bila staging sudah dikerjakan. tapi tanpa bukti klinis.

fasia pektoral terinvasi.terminal è supaya penderita meninggal dengan tenang dan damai Menurut Peraboi 2003. 2008). bila patologik negatif maka operasi dihentikan. Biasanya dibuat dua insisi terpisah di mammae dan aksila. seluruh kelenjar mammae. Radioterapi pasca operasi adalah radioterapi seluruh mammae (bila perlu ditambah radioterapi kelenjar limfe regional) pasca operasi konservasi mammae dan radioterapi adjuvan pasca mastektomi (Desen. CAF.pektoralis minor (model Patey). (3) Mastektomi total. radioterapi adjuvan. saat operasi dilakukan insisi kecil di aksila dan secara tepat mengangkat kelenjar limfe sentinel. tapi sulit membersihkan kelenjar limfe aksilar superior. Pola operasi yang sering dipakai adalah : (1) Mastektomi radikal. Aditive (tamoxifen). modalitas terapi pada karsinoma mammae meliputi : Operasi è untuk terapi : BCT. (4) Mastektomi segmental plus diseksi kelenjar limfe aksilar. dibiopsi. bila positif maka dilakukan diseksi kelenjar limfe aksilar. Taxa-Doxorubicin. hanya membuang seluruh kelenjar mammae tanpa membersihkan kelenjar limfe. m. Radioterapi terutama mempunyai 3 tujuan. dan radioterapi paliatif. Radioterapi pra-operasi terutama untuk pasien stadium lanjut lokalisasi.pektoralis minor. aksilar secara kontinyu enblok direseksi. Mastektomi radikal. tapi mempertahankan m.pektoralis mayor. Radioterapi adjuvan menjadi bagian integral penting dari terapi kombinasi. metodenya sama dengan di atas. lingkup reseksinya mencakup kulit berjarak minimal 3 cm dari tumor. dapat membuat sebagian kanker mammae nonoperabel menjadi yang operabel. adjuvan. Optional (GnRH) Pasien yang pada awal terapi termasuk stadium 0. Mastektomi segmental bertujuan mereseksi sebagian jaringan kelenjar mammae normal di tepi tumor. (2) Mastektomi radikal modifikasi. jumlah kelenjar limfe aksilar metastatik lebih dari 4 buah dan tepi irisan positif . Kelenjar limfe sentinel adalah terminal pertama metastasis limfogen dari karsinoma mammae. Model operasi ini terutama untuk karsinoma in situ atau pasien lanjut usia. 2008). (5) Mastektomi segmental plus biopsi kelenjar limfe sentinel. survival 5 tahun 10-37 %. Capecetabin Hormonal è Ablative (bilateral ovarektomi). lingkup reseksinya sama dengan teknik radikal. yaitu radioterapi murni kuratif. Pola operasi ini memiliki kelebihan antara lain memacu pemulihan fungsi pasca operasi. mastektomi madifikasi. jaringan limfatik dan lemak subskapular. mereseksi m. di bawah mikroskop tak ada invasi tumor di tempat irisan. Lingkup diseksi kelenjar limfe aksilar biasanya juga mencakup jaringan aksila dan kelenjar limfe aksilar kelompok tengah. Radioterapi murni kuratif terhadap kanker payudara hasilnya kurang ideal. II. Menurut pengaturan waktu radioterapi pra operasi dan pasca operasi. radikal mastektomi/modifikasi Radiasi è primer. I.pektoralis mayor dan minor (model Auchincloss) atau mempertahankan m. paliatif Kemoterapi è kombinasi CMF. secara umum disebut dengan operasi konservasi mammae (BCT). dan mastektomi total dilakukan untuk terapi. dan sebagian stadium III disebut kanker payudara operabel. simple mastektomi. Dewasa ini indikasi radioterapi pasca mastektomi adalah : diameter tumor primer • 5 cm.pektoralis mayor. m. . Terutama digunakan untuk pasien dengan kontraindikasi atau menolak operasi. sedangkan mastektomi segmental plus diseksi kelenjar limfe alsila maupun plus biopsi kelenjar limfe sentinel termasuk operasi biopsi (Desen.

dan 47 %. efek terapi hormonal agak kurang. Kemoterapi terhadap kanker payudara stadium lanjut atau rekuren dan metastatik sebagian kecil masih memakai regimen CMF. diindikasikan untuk operasi yang relatif luas. terutama kemoterapi sistemik. Terapi hormonal terutama mencakup bedah dan hormon. 2008). Kemoterapi dibagi menjadi kemoterapi pra-operasi. PROGNOSIS Banyak faktor yang mempengaruhi prognosis. diaognosis dini. (3) obat sejenis LH-RH (luteining hormon-realising hormon). kemoterapi adjuvan pasca operasi. sedangkan adrenalektomi dan hipofisektomi sudah ditinggalkan. seperti goserelin. Herseptin adalah antibodi monoklonal hasil teknologi transgenik yang berefek antiprotein HER-2 secara langsung dan menghasilkan efek sitotoksik yang dimediasi sel dan bergantung antibodi. mungkin dapat membuat sebagian kanker mammae lanjut lokal nonoperabel menjadi operabel. II dan III adalah masing-masing 92 %. letrozol. Yang terbaru adalah terapi biologis. J. sehingga berefek antitumor . Dalam hal meredakan nyeri efeknya sangat baik. 73 %. PR positif dapat dipertimbangkan hanya diberikan terapi hormonal.Radioterapi paliatif terutama untuk terapi paliatif kasus stadium lanjut dengan rekurensi. Dewasa ini dilakukan pemeriksaan reseptor estrogen (ER) dan progesteron (PR) dari tumor untuk menentukan efek terapi hormonal. kemoterapi terhadap kanker payudara stadium lanjut atau rekuran dan metastatik. (2) inhibitor aromatase. pasien dengan hasil tes negatif tergolong kanker mamae tipe tak bergantung hormon. terapi dini dan tepat . Oleh karena itu dalam kondisi dewasa ini. . untuk meningkatkan angka kesembuhan kanker payudara kuncinya adalah penemuan dini. Yang sekarang digunakan adalah : (1) obat antiestrogen. (4) obat sejenis profesteron. survival 5 tahun untuk stadium )-I. Hanya terhadap pasien lanjut usia dengan ER. menggunakan herseptin dengan overekspresi terhadap gen cerbB-2 (HER-2). Kemoterapi pra-operasi. seperti aminoglutetimid tetapi saat ini obat ini sudah tidak dipakai karena efek sampingnya yang berbahaya. seperti medroksiprogesteron asetat (MPA) dan megesterol asetat (MA). survival 5 tahun pasca operasi pada kasus kelenjar limfe negatif dan positif adalah masing-masing 80 % dan 59 %. terhadap semua pasien karsinoma invasif dengan diameter terbesar tumor • 1 cm. bila perlu dapat dilakukan kemoterapi intraarterial. seperti tamoksifen. metastasis. hasil terapi hormonal baik. survival 5 tahun kebanyakan dilaporkan dalam batas 20 %. semakin banyak yang memakai kemoterapi kombinasi berbasis golongan antrasiklin . Tapi yang paling jelas dan berpengaruh terbesar atas prognosis adalah kondisi kelenjar limfe dan stadium. Dari hasil analisis atas data 6263 kasus karsinoma mammae yang operabel di RS Kanker Universitas Zhongshan. Kemoterapi adjuvan pasca operasi. Pasien dengan hasil pemeriksaan positif tergolong kanker mamae tipe bergantung hormon. Selain itu kadang kala digunakan radiasi terhadap ovarium bilateral untuk menghambat fungsi ovarium (Desen. Sedangkan pada yang inoperabel. yang sekarang digunakan adalah golongan steroid anastrozol. Terapi hormonal bedah terutama adalah ooforektomi (disebut juga kastrasi) terhadap wanita pramenopause. dan golongan steroid eksemestan.

Ada batas yang tegas 5. 2. Benjolan dapat digerakkan 8. Ada bagian yang menonjol ke permukaan 3. pada penampang tampak jaringan ikat berwarna putih. Hereditas f. Pada gambaran histologis menunjukkan stroma dengan proliferasi fibroblast yang mengelilingi kelenjar dan rongga kistik yang dilapisi epitel dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Bila segera ditangani tidak menyebabkan kematian PATOFISIOLOGI Fibroadenoma merupakan tumor jinak payudara yang sering ditemukan pada masa reproduksi yang disebabkan oelh beberapa kemungkinan yaitu akibat sensitivitas jaringan setempat yang berlebihan terhadap estrogen sehingga kelainan ini sering digolongkan dalam mamary displasia. Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak pada payudara yang bersimpai jelas. Geografi d. 2. Genetik : payudara 3. Usia : < 30 tahun b. PENYEBAB GANGGUAN 1. Pembagian fibroadenoma berdasarkan histologik yaitu : 1. Memiliki kapsul dan soliter 7. berbatas jelas. Jenis kelamin c. Bila diameter mencapai 10 ± 15 cm muncul Fibroadenoma raksasa ( Giant Fibroadenoma ) 6. Peningkatan aktivitas Estrogen yang absolut atau relatif.FIBROADENOMA MAMMAE PENGERTIAN 1. Fibroadenoma Pericanaliculare . Pekerjaan e. Pertumbuhannya lambat 9. Fibroadenoma biasanya ditemukan pada kuadran luar atas. Diet g. Faktor-faktor predisposisi : a. soliter. berbentuk benjolan yang dapat digerakkan. Secara makroskopik : tumor bersimpai. Ada penekanan pada jaringan sekitar 4. kenyal 2. Fibroadenoma adalah suatu tumor jinak yang merupakan pertumbuhan yang meliputi kelenjar dan stroma jaringan ikat. mudah digerakkan dari jaringan di sekitarnya. Stress h. berwarna putih keabu-abuan. Lesi prekanker TANDA & GEJALA 1. Mudah diangkat dengan lokal surgery 10. merupakan lobus yang berbatas jelas.

Yakni kelenjar berbentuk bulat dan lonjong dilapisi epitel selapis atau beberapa lapis. Angiografi 7. Hormonal 4. PET ( Positron Emision Tomografi ) 5. Biopsi 2. Pada saat menjelang haid dan kehamilan tampak pembesaran sedikit dan pada saat menopause terjadi regresi. Blood Study . CT ± Scan 9. Mammografi 6. 2. MRI 8. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. Pembedahan 3. Fibroadenoma intracanaliculare Yakni jaringan ikat mengalami proliferasi lebih banyak sehingga kelenjar berbentuk panjangpanjang (tidak teratur) dengan lumen yang sempit atau menghilang. Foto Rontqen ( x ± ray ) 10.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->