Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN UJIAN PRAKTEK FISIKA DASAR

2011-2012

TIM PENYUSUN NAMA


IMAM FAUZI YOGI GUNTARA HARDY J SIGALINGGING HARDISMAN

NIM
: 20103124720650019 : 20103124720650047 : 20103124720650016 : 20093124720650100

DAFTAR ISI

-Pendahuluan.3 -Tujuan & Teori.4-7 -Alat & Bahan.8 -Percobaan.9-11 -pertanyaan dan jawaban..12-14 -Kesimpulan.15

PENDAHULUAN

Sehubungan dengan tengah dilaksanakannya ujian praktek fisika dasar, kami selaku mahasiswa telah selesai menyelesaikan tugas laporan fisika yang telah di berikan kepada seluruh mahasiswa, sebelum kami menyelesaikan laporan ini, terlebih dahulu kami telah melakukan uji coba terhadap tugas yang telah di berikan mengenai konstanta gaya pegas dan gravitasi, koefisien pergeseran zat cair, modulus elastisitas,dan tegangan permukaan larutan sabun. laporan ini dibuat sesuai kemampuan dan hasil dari uji coba yang telah kami lakukan, jadi saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam laporan ini, kami sadar bahwa laporan yang sudah kami buat masih jauh dari kata sempurna.

KONSTANTA GAYA PEGAS DAN GRAVITASI  Maksud : a. Pemakaian hukum Hooke untuk elastisitas pegas b. Mengukur kecepatan Gravitasi dengan getaran koloum zat cair

 Teori : A. 1.Bila pada pegas di kerjakan suatu gaya maka perpanjangan pegas akan sebanding dengan besar gaya tersebut (selama batas elastisitas belum di lewati). Menurut Hukum Hooke : F = k . x ...........................................( A . 1dengan : k = Konstata gaya pegas. x = Pertambahan panjang Pegas . 2.Graafik antara gaya F dengan perpanjangan X merupakan garis lurus, maka dengan grafik tersebut dapat di hitung harga k. 3.Pegas di berikan suatu beban , kemudian beban itu di tarik melewati titik sseimbang dan di lepaskan, maka pegas itu akan bergetar dengan waktu getar : T=2 Mo/k. 1).

dengan : Mo adalah masa total yang menyebabkan gaya pada pegas, dalam percobaan ini besarnya di nyatakan dalam bentuk : Mo = M (beban) + M (tatakan) + f.M (pegas) dengan 0  jadi : =


[ M (beban) + M (tatakan) + f . M (pegas) ]....( A.1 - 3).

Grafik antara  dengan M (beban) merupakan garis lurus, dan dengan Grafik tersebut dapat di hitung harga k dan f . B.  Suatu pipa U di isi dengan zat cair ( kedua ujung pipa terbuka ). Jika salah satu permukaan zat cair itu lebih tinggi maka gaya yang mengembalikan zat cair pada

kedudukan setinmbang sebanding dengan besar simpangan yang terjadi terhadap titik setimbang. 2. Akibatnya akan terjadi getaran, bila dalam kedudukan tersebut kedua ujung pipa di biarkan terbuka. 3. Dengan menggunkan analogi getaran pada pegas, maka waktu getar di tulis dalam bentuk : T = 2  ................................................................................( A. 1 - 4)

4. Dengan mengukur T dan l, maka harga g dapat di hitung. MODULUS ELASTISITAS  Maksud : Menentukan Modulus lastisitas ( E ) daari pada berbagi zat padat dengan metode pelenturan.

 Teori : Bentang Logam yang akan di ukur Modulus elastisitasnya diletakan di atas tumpuan T dan tatakan beban ( GB ) di pasang tepat pada titik tengah logam sehingga beban dapat di ubah-ubah besarnya. Setiap perubahan beban dapat di baca pada skala penunjuk yang ditempatkan di belakang logam, Untuk mengurangi kesalahan maka pembacaan diusahakan berimpit dengan bayangannya pada loupe. Dalam melakukan percobaan ( saat penambahan dan pengurangan beban tabel seperti di bawah ini dapat digunakan, liat gambar A-2.1: Tabel pengukuran ( saat penambahan dan pengurangan) beban : Massa beban ( kg ) Penambahan 0,0 0,5 1,0 1,5 dst ....................... ...................... ..................... ..................... ..................... dst Kedudukan skala pada Pengurangan ........................... ........................... ........................... ........................... ........................... dst Rata rata .................................... .................................... .................................... .................................... .................................... dst

Bila pelenturan adalah f pada setiap penambahan beban, maka f dinyatakan dalam bentuk ( A2.`1 ). Liahat gambar A-2.2: f =


Dengan : E = Modulus Elastisitas.

 

  



............................................................( A.2-1)

l = Jarak antara kedua tunpuan. I = Momen inersia batang logam pada titik tengah, terhadap sumbu vertikal. b = Lebar batang. h = Tebal batang.

KOEFISIEN PERGESERAN ZAT CAIR 1. Maksud : Menentukan angka pergeseran ( coefisien of viscoscity ) zat cair dengan hukum Stoke's.

2. Teori : Bila sebuah benda berbentuk bola, bergerak dalam suatu medium ( zat cair atau zat gas ) yang tetap sifat- sifatnya. Menurut hukum Stoke's gaya yang terjadi untuk meahan gerakan adalah : F = -6 ( B.1-1 ) Dengan : F = Gaya gesek yang menahan gerakan. = Koefisien kekentalan zat cair. r = Jari - jari bola zat padat. v = Kecepatan bola relative terhadap medium. Tanda minus menyatakan arah F berlawanan dengan arah v. Adapun syarat- syarat pemakaian hukum Stoke's tersebut adalah : a. Tabung tempat medium terbatas. b. Tidak ada turbulensi ( penggelinciran ) pada medium. c. Kecepatan v tidak besar. Pada persamaan ( B.1-1 , bilamana v makin besar maka gaya gesek F mempunyai harga mutlak yang besar juga. Hal ini akan mengakibatkan benda jatuh karena gaya gravitasi bumi, sehingga pada suatu saat gaya gesekan F akan sama dengan gaya gravitasi bumi ( dikurang gaya Archimedes ), dalam hal ini v menjadi konstan. Maka persamaan kecepatan dinyatakan dengan : v= atau : (   ( B.1-2 ).

=

.................................................................................( B.1-3 ).

dengan : t = waktu jatuh bola dalam menumpuh jarakl d. d = jarak jatuh yang ditempuh bola. = Massa jenis bola - bola zat padat. Massa jenis medium ( zat cair atau gas ).

TEGANGAN PERMUKAAN LARUTAN SABUN  Maksud : Menentukan koefisien tegangan permukaan ( selaput tipis dari larutan tersebut.  larutan sabun dengan menggunakan

 Teori : Seutas kawat A digantungkan seperti gambar, dengan adanya selaput larutan sabun benang yang mula-mula tegang kebawah akan membentuk busur lingkaran. hal ini disebabkan keren selaput sabun selalu menghendaki atau menempati tempat yang sekecil- kecilnya maka tegangan permukaan larutan sabun dapat di hitung dengan persamaan B.2-1, liat gambar B.2-1 : T=
     

.....................................................................................( B. 2-1).


dengan : m = massa kawat yang menggantung. a = panjang kawat. b = 1/2 jarak kedua benang . h = panjang benang. Catatan : pakai harga gravitasi bumi g =9,81 m/det2.

KONSTANTA GAYA PEGAS DAN GRAVITASI  Alat - Alat : a. Statif dengan pegasnya b. Tatakan beban dan keping-keping beban c. Pipa bentuk U dengan zat cair d. Stopwach e. meter untuk mengukur kolom zat cair

 a. b. c. d.

MODULUS ELASTISITAS Alat - Alat : Meja dan tumpuan beban Zat padat ( Batang Tembaga, Kuningan, dan stailess steel ). Beban ( Anak timbangan ). Skala Penunjuk dan Loupe.

KOEFISIEN PERGESERAN ZAT CAIR 3. a. b. c. d. e. f. Alat - alat: Tabung zat cair dengan isinya. Bola - bola zat padatkecil. Mikrometer sekrup, Jangka sorong, Mistar, dan Termometer. Magnet batang. Stopwatch, dan aerometer. Neraca torsi.

TEGANGAN PERMUKAAN LARUTAN SABUN  a. b. c. Alat - alat : Statip. 2 batang kawat, dan 2 potong benang. Mistar.
8

d. Neraca analisis.

KONSTANTA GAYA PEGAS DAN GRAVITASI  : Timbanglah massa pegas, tatakan, dan beban-beban kecil dengan neraca tehnis. Gantungkan tatakan pada pegas dan amati pertambahan jarak atau pertambahan panjang dari pegas ( x ). Tatakan secara berturut-turut di beri beban yaitu 1 beban, 2 beban, 3 beban, .........( k - 1 ) beban, (k) beban. kemudian secara berturut-turut beban itu di ambil dari tatakan mulai dari (k) beban, ( k - 1 ) beban, ....... 3 beban, 2 beban, dan 1 beban, sampai 0 beban. Setiap pengurangan beban catatlah harga ( x ). Ulangi percobaan b,c, dan d, tetapi sekarang tatakan di getarkan turun-naik, amatilah waktu getar T beberapa kali (m) kali, Setiap pengamatan terdiri dari n getaran. Ukurlah panjang kolom zat cair dalam tabung U. Usahakan kedudukan permukaan zat cair dalam tabung U tidak sama, dan lepaskan sehingga terjadi osilasi. Ukurlah T beberapa kali ( p ) kali.

 a. b. c. d.

e.

f. g.

Jalannya teori: A.1 F = ( x1-x0).m = ( 50,3 - 48 ) . 50 = 2,3 . 50 = 115 2. =




 

  

  

 

 



 



=

 

= 213,043
 
  

 

  

 

 

 



= 426, 086 3. T=2   = 3,14 = 3,14 - 2, 064 =1, 076

Hasil pencarian T yang lainnya dari empat beban tersebut adalah sama seperti yang dia atas yaitu 1,076

MODULUS ELASTISITAS  Jalannya percobaan : a. Ukur panjang batang logam ( l ) masing-masing ( m ) kali. b. Ukur lebar ( b ) dan tebal ( h ) batang logam masing - masing pada n tempat untuk di ambil harga rata- ratanya. c. Timbang setiap beban B yang akan di pakai. d. Letakan batang logam di atas tumpuan, dan gantungkan tatakan beban GB pada titik tengah batang logam. e. Letakan skala penumjuk S di belakang batang logam. f. Bacalah kedudukan skala penunjuk S pada keadaan ini. g. Tnabahkan beban pada tatakan, dan baca skala penunjuk S. Setiap penambahan beban, skala penunjuk S dibaca. h. Kurangai beban pada tatakan, dan baca skala pada penunjuk S.Setiap pengurangan beban, skala penunjuk S di baca. Catatan : m, n, dan B ditentukan asisten.

KOEFISIEN PERGESERAN ZAT CAIR Jalankan percobaan : a. Ukurlah diameter bola - bola zat padat dengan mikrometer sekrup ( lakukan 5 kali pengukuran pada setiap bola ). b. Timbang tiap - tiap bola dengan neraca torsi. c. Ukurlah diameter dalam tabung gelas. d. Catatlah temperatur dan massa jenis zat cair sebelum dan sesudah percobaan ( lakukan setiap kali percobaan ). e. Tempatkan kawat yang melingkari tabung gelas kira - kira 5 cm dari permukaan zat cair dan dasartabung. f. Ukurlah jarak jatuh d ( jarak ke 2 kawat tersebut ).
10

g. Ukurlah jarak jatuh t untuk tiap - tiap bola beberapa kali. h. ubahlah jarak d dan lakukan kembali petunjuk f dan g. i. masukan tabung zat cair ke dalam penduiingin atau pemanas. j. Ulangipercobaan d, e, f, g, dan h untuk temperatur yang tidak sama dengan temperatur semula.

TEGANGAN PERMUKAAN LARUTAN SABUN  a. b. c. d. e. Jalannya percobaan : catatlah keadaan ruangan ( p, t, e ). timbanglah kawat pemmberat A. Buatlah rangka seperti Gambar. Ukurlah panjang 2a. Masukan rangka tersebut kedalam larutan sabun dan angakatlah kembali hingga terjadi selaput, atau Oleskan kertas yang telah dibasahi dengan larutan sabun pada rangka tersebut. Ukurlah panjang 2b dan 2h. Ulangilah percobaan d, e, dan f beberapa kali. Ubahlahpanjang 2a dan ulangilah percobaan g Catatlah keadaan ruangan setelah percobaan.

f. g. h. i.

11

KONSTANTA GAYA PEGAS DAN GRAVITASI

 Pertanyaan : a. Gambarlah grafik antara gaya F dengan perpanjangan X. b. Hitunglah harga k dari grafik, dan ketelitiannya. c. Gambarkanlah grafik antara dengan M . d. Hitunglah harga ( k ) dari grafik, dan ketelitiannya. e. Bandingkan harga ( k ) pada ( b ) dan ( d ), metode mana yang lebih teliti ( terangkan). f. Hitunglah harga f , dan tuliskan satuannya. g. Hitunglah harga ( g ) dengan metode B. h. Sebutkanlah sumber-sumber kesalahan yang terjadi.

Jawaban pertanyaan d : Harga ( k ) ( A . 1 - 2 ) lebih besar dari ( k ) ( A. 1 - 4 ), dan cara yang lebih baik adalah ( A. 1 - 4 ) karena lebih teliti.

MODULUS ELASTISITAS

 Pertanyaan : a) Hitunglah modulus elastisitas untuk setiap batang logam. b) Berilah komentar/ pendapat saudara tentang percobaan ini. c) Perlukah mengukur panjang batang logam ? Jelaskan. Jawab : Buktikan persamaan ( A.2-1 )
12

B = 1 

dan di ambil rata- rata dari pelenturannya ( F ) untuk tiap B dan kemudian B = 2 kg, 2

kg, dan seterusnya.

KOEFISIEN PERGESERAN ZAT CAIR 4. Pertanyaan : a. Apakah akibatnya bila jarak kawat d terlalu tinggi atau terlalu rendah? b. Hitunglah harga t . untuk tiap bola pada d yang berbeda. c. Hitunglah harga (n) dengan memakai grafik tersebut. d. buktikan bahwa t . mempunyai harga tetap untuk berbagai bola pada jarka d yang sama. e. Berikan ketelitian percobaan ini. f. Apa fungsinya menghitung t .  lebih dulu untuk menghitung harga ( n ) ? g. Buatlah grafik antara ( t ) dengan r/R, Garis apakah yang didapat dari grafik tersebut ? h. Hitunglah harga dan ( k ) dari grafik. i. Hitung ( n ) setelah di koreksi. Jawab : a) Suatu zat apabila bergesekan dengan benda atau zat lain akan mengakibatkan perubahan perceptan zAt tersebut sesuai dengan koefisien gesek yang mempengaruhinya. b) V =
 


 

( p - po ) = 2 Tr =



detik. Maka ...Tr =

 

 

= Tr = =
 

 

=V=

karena V = d ; T = 1

jadi....T

terbukti antara rumus ( B.1-2 )

dengan ( B. 1-3 ). c) Akibat kalau beban bola-bola kecepatan berlaku besar adalah : tidak teridentivikasi dengan akurat saat bola jatuh dari permukaan cairan menuju dasar. d)

I+K



=

....... To =



  



13

TEGANGAN PERMUKAAN LARUTAN SABUN

 Pertanyaan : a. Buatlah tabel pengamatan yang jelas untuk besaran yang di ukur. b. Hitunglah harga T Untuk tiap-tiap pengukuran beserta kesalahannya, dan hitung juga harga T rata-rata. c. Berilah pendapat saudara tentang perhitungan T rata-rata ini apakah harga b dan h rata-rata terlebih dulu dihitung atau langsung T kemudian di rata-ratakan d. Bandingkan harga T yang didapat dengan T menurut lieratur, berikan tanggapan saudara. e. Terangkanlah seluruh pengaruh yang mungkin menyebabkan perbedaan harga T.

Jawab : a.) Selaput sabun selalu menghendaki permukaan yang minimal karena adanya tegangan permukaan pada zat cair yang mnghasilkan gaya muka F yang sama besar tapi berlawanan arah dengan gaya berat W. b.) Didalam rumus panjang permukaan diambil 2L karena selaput air sabun mempunyai 2 permukaan. c.) T =
 

Rumus tegangan permukaan adalah :

= F dimana F adalah gaya (m.g)




A adalah luas permukaan yang terkena gaya = 2

14

Maka T = 

 

d.) Pengaruhnya terhadap tegangan adalah semkin tinggi suhu maka akan semakin tinggi pula tegangan permukaan dan semakin kecil tegangan permukaan.

KESIMPULAN
Dengan menjalankan percobaan ini, mahasiswa mampu memahami bagaimana cara yang benar melakukan perhitungan dan percobaan dengan bimbingan dari dosen pengajar. Semua percobaan ini semoga bisa dipahami dan dimengerti secara jelas,. Pada KONSTANTA GAYA PEGAS DAN GRAVITASI dapat kita tarik kesimpulan bahwa apabila suatu pegas diberikan suatu gaya dan beban maka pegas tersebut mengalami perubahan jarak atau panjang,. Pada MUDULUS ELASTISITAS dapat kita tarik kesimpulan bahwa setiap beba ditambahkan ke tatakan yang digantungkan pada batang logam maka kedudukan skala penunjuk akan bertambah begitu juga sebaliknya,. Pada KOEFISIEN PERGESERAN ZAT CAIR dapat kita tarik kesimpulan bahwa setiap bola yang diberikan jarak jatuh(d) yang berbeda, maka waktu jatuh(t)nya pun akan berbeda,. Pada TEGANGAN LARUTAN PERMUKAAN SABUN dapat kita tarik kesimpulan bahwa setiap benang yang mula tegang kebawah, akan membentuk sebuah lingkaran,. Karena disebabkan selaput selalu menempati tempat yang sekecil nya maka tegangannya pun akan berubahrubah,.

15