P. 1
Contoh K3 Lengkap Proyek Sangrila

Contoh K3 Lengkap Proyek Sangrila

5.0

|Views: 11,516|Likes:
Dipublikasikan oleh Dnanidref SciFi

More info:

Published by: Dnanidref SciFi on Feb 12, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as XLS, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2015

pdf

text

original

Persero PT.

WASKITA KARYA
Wilayah : Divisi :I Kode Dokumen : Tgl. Edisi Pertama Nomor Edisi Halaman : :1 : 1 dari 1 Nomor Kopi : Tanggal Revisi : Januari 2007

Nama Dibuat

Jabatan

Tandatangan

Tanggal Jan-07

Wiyono

Sekretaris K3LM

Disetujui

Ir. Ghozy Perdana

Ketua K3LM

Jan-07

DAFTAR ISI
Pendahuluan Tujuan Pembuatan Rencana K3LM Scope Aplikasi Rencana K3LM Gambaran Umum Kebijakan K3LM Perencanaan K3LM VI. 1 Penilaian Resiko VI. 2 Identifikasi Undang-undang VI. 3 Sasaran, Target dan Program Kerja K3LM VII Implementasi K3LM dan Operasi VII. 1 Organisasi K3LM Proyek VII. 2 Rencana Pelatihan K3LM VII. 3 Rencana Komunikasi & Konsultasi VII. 4 Rencana Pendokumentasian VII. 5 Rencana Kontrol Operasi VII. 6 Rencana Kesiagaan & Tanggap Darurat VIII Pemantauan, Pengukuran, Tindakan Pencegahan dan Perbaikan IX Sub Kontarktor yang Dominan dipakai di Proyek IX. 1 Nama Sub Kontraktor Pekerjaan Dominan IX. 2 Daftar Sub Kontraktor yang melaksanakan pekerjaan beresiko tinggi X Daftar Material yang Memerlukan Penanganan Khusus XI Daftar Peralatan yang Memerlukan Penanganan Khusus XII Daftar Tenaga Kerja yang Memerlukan Keahlian Tertentu XIII Schedule Waktu XIV Schedule Bahan I II III IV V VI

BAB I PENDAHULUAN
Kegiatan konstruksi adalah suatu kegiatan yang kompleks, yaitu perpaduan antara kondisi lingkungan dan tuntutan spesifikasi teknis bangunan yang didalamnya banyak terjadi interaksi antara alat-alat / bahan - bahan kerja dan sumber daya manusia. Interaksi antar alat-alat / bahan - bahan kerja dan sumber daya manusia ini berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja, penurunan kualitas lingkungan akibat pembuangan limbah dari proses produksi dan ketidaksesuaian mutu produk dengan spesifikasi teknisnya. Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini sebagai langkah awal untuk meminimalisir resiko kerja, mencegah polusi & meningkatkan efisiensi kerja serta kualitas produk. Upaya preventif ini dimulai dengan membentuk suatu sistem manajemen K3LM yang didasarkan pada Plan - Do - Check dan Action yang dilakukan secara berkesinambungan dalam pelaksanaannya.

BAB II TUJUAN PEMBUATAN RENCANA K3LM
Tujuan dari pembuatan Rencana K3LM adalah untuk memastikan : 1. Proyek telah menerapkan SM-K3LM yang terdapat dalam Kebijakan Waskita, sebagai perwujudan komitmen perusahaan 2. SM-K3LM yang dibuat telah mampu memenuhi sasaran proyek yang ingin dicapai. 3. Proyek telah memenuhi peraturan dan persyaratan yang sesuai dengan SM-K3LM 4. Proyek telah melakukan upaya pencegahan awal untuk meminimalisir resiko yang berhubungan dengan K3LM semaksimal mungkin. Tujuan dan Sasaran SM-K3LM adalah : menciptakan suatu sistem K3LM di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

BAB III SCOPE APLIKASI RENCANA K3LM
Scope aplikasi rencana K3LM di Proyek Shangri-La Hotel Condominium Jakarta dimaksudkan agar dapat : - Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja - Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas konstruksi - Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien - Mengurangi buangan/ limbah yang timbul - Menjamin proses produksi berjalan aman dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan - Menjamin komitmen terhadap perlindungan tenaga kerja & lingkungan serta pemeliharaannya. Program K3LM meliputi : - Kondisi lingkungan - Struktur Organisasi K3LM - Pokok - pokok perhatian K3LM - Perencanaan HIRARC, Identifikasi Aspek Lingkungan dan Penetapan Persyaratan yang berkaitan dengan produk. - Identifikasi kondisi dan alat yang berpotensi menimbulkan bahaya, maupun yang menimbulkan dampak dampak terhadap lingkungan - Jenis penyakit dan kecelakaan akibat kerja, serta jenis limbah dan karakteristik buangan yang ada - Daftar Instasi terkait Kondisi Lingkungan Lingkungan Lalu Lintas - Lalu lintas di depan proyek sangat padat - Pekerjaan Cor, mobilitas dan demobilitas, pengiriman barang-barang dengan truk dilaksanakan hampir setiap hari. Lingkungan Sosial - Lokasi Proyek Shangri-La Hotel Condominium berdekatan dengan Hotel Shangri-La, perkantoran dan rumah penduduk - Pada umumnya masyarakat sekitar Proyek Shangri-La Hotel Condominium bekerja di perkantoran dan sektor konstruksi. Struktur Organisasi K3LM Ketua Unit K3LM : Kepala Proyek Sekertaris : Pelaksana K3 Anggota : - Kepala Lapangan - Kepala Teknik - Kepala Administrasi Kontrak - Kepala Peralatan dan Logistik - Kepala Personalia dan Keuangan - Para Pelaksana - Para Staf Kantor - Para Satpam

- Para Sub Kontraktor - Para Mandor Pokok-pokok Perhatian K3LM : Kecelakaan kerja, dan penurunan kualitas lingkungan maupun mutu produk akibat dari : - Alat/Mesin - Tahap/Metode Pelaksanaan - Perilaku pekerja yang tidak sesuai standar/persyaratan Penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan yang berasal dari: - Suara dan asap penggunaan alat - Debu hasil bobokan concrete - Penggunaan bahan kimia berbahaya Minimalisasi dampak dari aktivitas konstruksi tarhadap : - Kerugian materil maupun moril - Kecelakaan Kesehatan Kerja - Penurunan kualitas lingkungan serta - Ketidaksesuain produk dengan spesifikasi teknisnya Identifikasi Resiko K3LM dan upaya pencegahannya ; Identifikasi bahaya dan pencegahannya : Jatuh dari ketinggian > 1,5 meter : Menggunakan safety harness Pemasangan safety net dan safety deck Scaffolding yang dipergunakan kuat, kokoh dan nyaman Pemasangan pagar pengaman dan railing Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai helm Pemasangan safety net dan safety deck Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Menutup lubang-lubang / void yang terdapat di area kerja Memasang proteksi pada dinding luar gedung : Penggunaan daya listrik sesuai kapasitas Menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar Sambungan kabel harus di islasi dengan baik dan rapi Memakai sarung tangan & sepatu safety Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Penyediaan APAR di area kerja Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Meminimalisir bahaya yang akan timbul dengan memberikan himbauan kepada pekerja untuk bekerja dengan hati-hati

Kejatuhan benda

Tersengat listrik

Kebakaran

kaca mata dan helm. masker. : Mengukur emisi kendaran dan udara ambien proyek Pemasangan rambu larangan merokok di lokasi kerja dan pembuatan lokasi khusus merokok : Mengukur nilai parameter pencemar yang terkandung dalam air buangan Pembuatan saluran air buangan proyek ke riol kota Membersihkan saluran air buangan proyek dari sampah : Memompa air tanah sesuai dengan kapasitas pengambilan air yang telah diijinkan Pencemaran udara Pencemaran air Penurunan muka air tanah Kebersihan lingkungan : Mengadakan petugas kebersihan khusus untuk membersih kan lingkungan kerja Ikut berperan serta dalam menjaga kebersihan area kerja Mengatur pembuangan. Pencemaran tanah : Menangani tumpahan B3 sesuai prosedur penanganan tumpahan Penyediaan tempat sampah dan memisahkan sampah sesuai jenisnya. Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Memakai APD yang memadai seperti ear plug Menghirup/menelan/menyerap zat berbahaya Kebisingan Identifikasi aspek lingkungan dan upaya mereduksi pencemarannya . : Menyediakan tempat penyimpanan khusus B3 Menyediakan tempat pembuangan khusus B3 ( tempat sampah dan TPS B3) Memproteksi dan menangani tumpahan yang timbul di area kerja sesuai dengan prosedur penanganan tumpahan Menyediakan MSDS di gudang penyimpanan B3 Kerusakan lapisan ozon Bahan Berbahaya dan Beracun .Tertabrak/menabrak : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety & helm Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety. sarung tangan. pewadahan & pengangkutan sampah : Mengganti alat yang mengandung bahan perusak ozon dengan alat lain yang tidak merusak ozon.

Depnakertrans . memanfaatkan kembali bahan-bahan buangan yang dapat di daur ulang 3.Penyediaan air bersih . mengolah limbah B3 untuk di urai menjadi limbah yang tidak berbahaya melalui proses kimiawi.Penyediaan tempat sampah dan pembuangan keluar lokasi . Source Reduction.). 5.Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat Instansi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja : . dan fisika. Briffing setiap pagi kepada Mandor dan Sub yang terlibat. pengurangan penggunaan sumber daya yang dapat menimbulkan limbah 2. biologi. Recycling/ Reuse.Penyediaan obat-obatan . asap dan residu lainnya. Penggunaan alat keselamatan yang memadai (helm. kacamata.Pemda . Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai. Peralatan Khusus (peralatan yang berpotensi menimbulkan dampak) . Treatment . merupakan langkah akhir jika limbah tersebut tidak dapat di olah dengan recycling dan treatment dengan membuang limbah tersebut dengan cara-cara yang aman seperti landfilling. sarung tangan. Penggunaan alat sesuai fungsi dan manualnya. sarung tangan. Ultimate Disposal. Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat - Pemeliharaan Kesehatan : . Pemberian rambu-rambu petunjuk dan larangan Pemasangan pagar pengaman di antara lantai & tangga. Penempatan material/ bahan yang sensitif/ berbahaya. Perlu mendapat perhatian terhadap alat yang menimbulkan suara bising. sepatu.Kepolisian . 4.Puskesmas / Dokter . menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk mereduksi limbah yang dihasilkan.Astek Pencegahan Pencemaran (Pollution Prevention) 1.Memakai APD yang memadai ketika bekerja dengan B3 seperti sepatu safety. dll.Pembuatan sarana MCK yang memadai . Clean Technology. Penanganan Khusus 1. masker & kaca mata Pencegahan dan Penanggulangan Kecelakaan : Pemasangan poster/ himbauan tentang K3LM. Material Berbahaya (B3) 2. Penyediaan alat pemadam kebakaran Penempatan Satpam.

Floorhardener . Semen. antara lain : 1. Tenaga Kerja Ahli Tenaga kerja yang harus mempunyai setifikat keahlian : 1. Penggunaan bahan kimia / berbahaya 7. Pengelasan 3. Pembongkaran Bekisting 8. Pembobokan 2. granit. Peralatan Khusus Daftar peralatan yang memerlukan penanganan khusus : 1. cat Material yang termasuk dalam kategori berbahaya harus dilengkapi dengan cara penanggulangan bahaya yang terdapat pada Material Safety Data Sheet (MSDS). dll ) 5. concrete mixer 6. Zincromate. operator yang mengoperasikan harus memiliki Surat Ijin Operasi (SIO) dari Depnaker. bekisting. Mesin Las 4. Waterproofing 9. besi. Solar. Pengecatan 10.menggunakan alat khusus. Tenaga kerja ahli 4. Operator Tower Crane 3. Penggunaan Bahan bakar 6. Concrete pump. Bensin 3. Scafolder Peralatan yang memiliki kategori khusus. floor hardener 2. APD dan mengikuti IK yang ada. Pekerjaan Berbahaya Pekerjaan yang dianggap menimbulkan dampak terhadap lingkungan harus menggunakan metode pengerjaan tertentu. Bonding agen. minyak bekisting. Olie. Tukang las plumbing 2. Bekerja pada ketinggian ( pasang bata. Pekerjaan yang berpotensi menimbulkan bahaya/ buangan. Generator set 3. Pengoperasian Tower Crane 4. Waterproofing.3. Passanger Hoist Alat-alat tersebut harus di pelihara oleh tenaga ahli atau teknisi yang biasa menangani peralatan khusus tersebut dan memerlukan sertifikasi sehingga mampu menangani jika terjadi kebocoran atau ledakan. Material Berbahaya dan berpotensi merusak lingkungan Daftar material yang memerlukan penanganan khusus : 1. APAR 5. Operator alat berat 4. Tower Crane 2.

11 Pengoperasian stamper .

.

.

.

dll.). .an. p dan residu lainnya. sepatu.

.

.

Daftar Instasi terkait Kondisi Lingkungan Lingkungan Lalu Lintas .Lokasi Proyek Shangri-La Hotel Condominium berdekatan dengan Hotel Shangri-La.Identifikasi kondisi dan alat yang berpotensi menimbulkan bahaya. Program K3LM meliputi : .Suara dan asap penggunaan alat .Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien .Penggunaan bahan kimia berbahaya Minimalisasi dampak dari aktivitas konstruksi tarhadap : . .Menjamin komitmen terhadap perlindungan tenaga kerja & lingkungan serta pemeliharaannya. perkantoran dan rumah penduduk . Identifikasi Aspek Lingkungan dan Penetapan Persyaratan yang berkaitan dengan produk. maupun yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan dampak .Perilaku pekerja yang tidak sesuai standar/persyaratan Penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan yang berasal dari: .Perencanaan HIRARC.Lalu lintas di depan proyek sangat padat .Menjamin proses produksi berjalan aman dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan .Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas konstruksi .pokok perhatian K3LM . mobilitas dan demobilitas.Pekerjaan Cor.Pada umumnya masyarakat sekitar Proyek Shangri-La Hotel Condominium bekerja di perkantoran dan sektor konstruksi.Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja . serta jenis limbah dan karakteristik buangan yang ada . pengiriman barang-barang dengan truk dilaksanakan hampir setiap hari.BAB III SCOPE APLIKASI RENCANA K3LM Scope aplikasi rencana K3LM di Proyek Shangri-La Hotel Condominium Jakarta dimaksudkan agar dapat : .Kondisi lingkungan . Lingkungan Sosial . Pokok-pokok Perhatian K3LM : Kecelakaan kerja.Jenis penyakit dan kecelakaan akibat kerja. dan penurunan kualitas lingkungan maupun mutu produk akibat dari : .Alat/Mesin .Mengurangi buangan/ limbah yang timbul .Debu hasil bobokan concrete .Tahap/Metode Pelaksanaan .Pokok .

kokoh dan nyaman Pemasangan pagar pengaman dan railing Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai helm Pemasangan safety net dan safety deck Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Menutup lubang-lubang / void yang terdapat di area kerja Memasang proteksi pada dinding luar gedung : Penggunaan daya listrik sesuai kapasitas Menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar Sambungan kabel harus di islasi dengan baik dan rapi Memakai sarung tangan & sepatu safety Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Penyediaan APAR di area kerja Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Meminimalisir bahaya yang akan timbul dengan memberikan himbauan kepada pekerja untuk bekerja dengan hati-hati : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety & helm Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety.Ketidaksesuain produk dengan spesifikasi teknisnya Identifikasi Resiko K3LM dan upaya pencegahannya . kaca mata dan helm. Jatuh dari ketinggian > 1. Pencemaran tanah : Menangani tumpahan B3 sesuai prosedur penanganan tumpahan Penyediaan tempat sampah dan memisahkan sampah sesuai jenisnya.Kerugian materil maupun moril ..Kecelakaan Kesehatan Kerja . sarung tangan. masker.Penurunan kualitas lingkungan serta . Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Memakai APD yang memadai seperti ear plug Kejatuhan benda Tersengat listrik Kebakaran Tertabrak/menabrak Menghirup/menelan/menyerap zat berbahaya Kebisingan Identifikasi aspek lingkungan dan upaya mereduksi pencemarannya . .5 meter : Menggunakan safety harness Pemasangan safety net dan safety deck Scaffolding yang dipergunakan kuat.

kacamata. Briffing setiap pagi kepada Mandor dan Sub yang terlibat. dll. Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai. pewadahan & pengangkutan sampah : Mengganti alat yang mengandung bahan perusak ozon dengan alat lain yang tidak merusak ozon. sepatu. sarung tangan. Penggunaan alat sesuai fungsi dan manualnya. Perlu mendapat perhatian terhadap alat yang menimbulkan suara bising.Pencemaran udara : Mengukur emisi kendaran dan udara ambien proyek Pemasangan rambu larangan merokok di lokasi kerja dan pembuatan lokasi khusus merokok : Mengukur nilai parameter pencemar yang terkandung dalam air buangan Pembuatan saluran air buangan proyek ke riol kota Membersihkan saluran air buangan proyek dari sampah : Memompa air tanah sesuai dengan kapasitas pengambilan air yang telah diijinkan : Mengadakan petugas kebersihan khusus untuk membersih kan lingkungan kerja Ikut berperan serta dalam menjaga kebersihan area kerja Mengatur pembuangan. Penempatan material/ bahan yang sensitif/ berbahaya. Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat .). : Menyediakan tempat penyimpanan khusus B3 Menyediakan tempat pembuangan khusus B3 ( tempat sampah dan TPS B3) Memproteksi dan menangani tumpahan yang timbul di area kerja sesuai dengan prosedur penanganan tumpahan Menyediakan MSDS di gudang penyimpanan B3 Memakai APD yang memadai ketika bekerja dengan B3 seperti sepatu safety. Penggunaan alat keselamatan yang memadai (helm. masker & kaca mata Pencemaran air Penurunan muka air tanah Kebersihan lingkungan Kerusakan lapisan ozon Bahan Berbahaya dan Beracun - Pencegahan dan Penanggulangan Kecelakaan : Pemasangan poster/ himbauan tentang K3LM. Pemberian rambu-rambu petunjuk dan larangan Pemasangan pagar pengaman di antara lantai & tangga. sarung tangan. Penyediaan alat pemadam kebakaran Penempatan Satpam. asap dan residu lainnya.

Generator set 3. 5. merupakan langkah akhir jika limbah tersebut tidak dapat di olah dengan recycling dan treatment dengan membuang limbah tersebut dengan cara-cara yang aman seperti landfilling. Peralatan Khusus Daftar peralatan yang memerlukan penanganan khusus : 1. Material Berbahaya dan berpotensi merusak lingkungan Daftar material yang memerlukan penanganan khusus : 1.Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat Instansi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja : . Material yang termasuk dalam kategori berbahaya harus dilengkapi dengan cara penanggulangan bahaya yang terdapat pada Material Safety Data Sheet (MSDS).Kepolisian . Mesin Las . Material Berbahaya (B3) 2. mengolah limbah B3 untuk di urai menjadi limbah yang tidak berbahaya melalui proses kimiawi.Pemeliharaan Kesehatan : . Penanganan Khusus 1. Recycling/ Reuse. Tower Crane 2. Tenaga kerja ahli 4. Clean Technology. minyak bekisting. Waterproofing.Astek Pencegahan Pencemaran (Pollution Prevention) 1.Penyediaan obat-obatan . pengurangan penggunaan sumber daya yang dapat menimbulkan limbah 2. floor hardener 2. Zincromate. Solar.Penyediaan air bersih .Pembuatan sarana MCK yang memadai . Source Reduction.Penyediaan tempat sampah dan pembuangan keluar lokasi .Depnakertrans . menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk mereduksi limbah yang dihasilkan. Ultimate Disposal. biologi. Peralatan Khusus (peralatan yang berpotensi menimbulkan dampak) 3. Bensin 3. memanfaatkan kembali bahan-bahan buangan yang dapat di daur ulang 3. Pekerjaan yang berpotensi menimbulkan bahaya/ buangan. Treatment . cat dll. Semen. 4.Pemda . Olie.Puskesmas / Dokter . dan fisika.

Pengelasan 3. Pembongkaran Bekisting 8. Tenaga Kerja Ahli Tenaga kerja yang harus mempunyai setifikat keahlian : 1. Pembobokan 2. Floorhardener 11. Tukang las plumbing 2.menggunakan alat khusus. Penggunaan bahan kimia / berbahaya 7. APAR 5. concrete mixer 6. Concrete pump. Pengoperasian Tower Crane 4. antara lain : 1. Bekerja pada ketinggian ( pasang bata. Scafolder Peralatan yang memiliki kategori khusus. Passanger Hoist Alat-alat tersebut harus di pelihara oleh tenaga ahli atau teknisi yang biasa menangani peralatan khusus tersebut dan memerlukan sertifikasi sehingga mampu menangani jika terjadi kebocoran atau ledakan. bekisting. operator yang mengoperasikan harus memiliki Surat Ijin Operasi (SIO) dari Depnaker. granit. Pengoperasian stamper . Operator Tower Crane 3. besi. Pekerjaan Berbahaya Pekerjaan yang dianggap menimbulkan dampak terhadap lingkungan harus menggunakan metode pengerjaan tertentu.4. APD dan mengikuti IK yang ada. Penggunaan Bahan bakar 6. Waterproofing 9. Pengecatan 10. dll ) 5. Operator alat berat 4.

.

.

. sepatu.).an. p dan residu lainnya. dll.

.

.

Margono : Hotel Shangri-La Hotel : Jl. Satyaprima Konsulindo in association with PT. Jakarta.M.Y. Abdul Muis No. Enviro . Estetika Binagriya Jl. Satyaprima Konsulindo in association with Northcroft Lim Consultants Pte Ltd Konsultan Perencana Arsitek Konsultan Interior Design Konsultan Landscape Konsultan Perencana Struktur & Sipil Konsultan Perencana Quantity Surveyor Konsultan Perencana : PCR Consulting Pte Ltd Mekanikal Elektrikal & Plumbing in association with PT.M. Lin International Pte Ltd in association with Wiratman & Associates : PT.48 Jakarta 10160. Utara Timur Selatan Barat : : : : : Margono.675.19 (diluar PPN) Lump Sum Swasta 006/EB/M1/VII/2005 12 Juli 2005 : Tender Bebas : PT. Indonesia : PT. Asdi Swasatya Consulting Engineers .BAB IV GAMBARAN UMUM Nama Proyek Jenis/ Type Proyek Lokasi : Shangri-La Hotel Condominium Jakarta : Gedung B : Jl. K. Indonesia : Jalan R. Abdul Jalil : Jl.870. R.tec Indonesia : Hirsch Bedner Associates Hongkong : Peridian Asia Pte Ltd : T. Mas Mansur Nilai Kontrak Jenis Kontrak Sumber Dana LOA Tanggal Cara Mendapatkan Kontrak Pengguna Jasa US $ 26.H.

Homepage : www. Waskita Karya Wilayah II .waskita.co.31 Mei 2007 : 12 bulan Jenis-Jenis Pekerjaan Dominan : A B C 1 2 3 4 5 PRELIMINARIES PREAMBLES MEASURED WORK Demolition Reinstatement Clearing Site Works Structure Works .id Jangka Waktu Pelaksanaan Masa Pemeliharaan : 15 Juli 2005 .Finishing . Jakarta 13340 Indonesia Telp. (021) 8515509 E-mail : div-1@waskita.id Persero PT.Conrete Works Architectural & Finishing Works .Jakarta Jl.co.Kontraktor : Persero PT.Struktur .Interior .id . (021) 8500005 . Biru Laut X Kav. Homepage : www.ME 6 7 8 .waskita.Masonry .ME .id. Fax.Plester .Pekerjaan kulit luar (exclude Alumunium luar) Show Unit and Temporary Sales Office .10 Cawang Jakarta 13340 Telp.Formwork . Waskita Karya Divisi I .co. (021) 8194141 E-mail : jkt-2@waskita.co.Landscape Link Brigde . Biru Laut X Kav. (021) 8515521. Cawang.Struktur .Aci .Fax.Reinforcement .Gedung & Prasarana Industri Jl. 10.

9 m x 3 5.Podium .d.M.d. Margono yang merupakan jalan protokol yang biasanya padat kendaraan terutama pada pagi hari 07.Lantai 2 . 4 .d.d.Lantai 7 s.Roof Data Ketinggian . 32 : : : : : : : : : 4835 m2 1667 m2 3158 m2 1556 m2 1488 m2 1514 m2 1479 m2 1332 m2 236 m2 : : : : 10.Lantai 1 . 6 .Lantai 12 s.00 .Lantai 30 s.19. Sebelah Utara berhadapan langsung dengan jalan R.3 m x 6 3.5 m 3.Lantai 3 s.Lantai 2 s.Finishing Gambaran proyek : Pekerjaan ini adalah pembangunan gedung berupa hotel 33 lantai mulai dari struktur dasar sampai finishing tidak termasuk pengerjaan Alumunium luar.d. Daftar telepon yang harus dihubungi bila terjadi kecelakaan / keadaan emergency lainnya : Instansi : . Mas Mansyur merupakan jalan protokol yang padat kendaraan setiap harinya.Luas Bangunan 1 s.d. Sebelah Timur berbatasan dengan kompleks Hotel Shangri-La. 3 .00 .5 m x 25 Lokasi Proyek : Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Abdul Jalil merupakan jalan protokol yang padat kendaraan setiap harinya. sehingga diperlukan pengaturan lalu-lintas terutama rambu-rambu informasi bagi pengendara yang melintasinya. yang saat ini hotel masih dipergunakan oleh pengunjung baik untuk bermalam atau kegiatan lainnya.Lantai 1 .. tetapi pondasi berupa bore pile telah dikerjakan sebelumnya serta pekerjaan mekanikal & elektrikal tidak termasuk dalam kontrak. 11 .Basement .d.H. Luas Bangunan . 29 .Lantai 5 s.00 WIB dan pada sore hari mulai jam 16. 32 .10. Sebelah Barat berhadapan langsung dengan jalan K. sehingga diperlukan perhatian khusus untuk management traffic.00 WIB.

384 7937 / 384 8303 : 021 . R.1.H. Mas Mansyur no. Kantor Divisi I Waskita : : : : : 118 021 .850 5255 / 851 5521 Rumah Sakit : 1. PUSARPEDAL 6.574 3272 2. Ambulance 2. Dinas Pemadam Kebakaran 3.638 60019 / 634 4215 110 021 .S.392 5206 Jl. Dinas Tenaga Kerja 7.7390 5226 .75873337 / 7563114 : 021 . Klinik Al-Afiat : 021 . Kepolisian 4.27 021 . 74 C Jak-Pus . Kantor Jamsostek 5. K. Angkatan Laut Mintohardjo : 021 .

sasaran. 4. 6 Februari 2006 Direktur Utama Ir. 3.MM . Menggunakan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCFPE) sebagai alat ukur untuk mengukur SMW serta untuk perbaikan berkelanjutan. Jakarta. berusaha untuk memenuhi harapan dan kepuasan para Stakeholder utama dengan cara menetapkan. 2. program. Waskita Karya dengan visi menjadi badan usaha terkemuka dalam industri konstruksi dan misi meningkatkan nilai perusahaan melalui produk dan jasa konstruksi yang bermutu dan berdaya saing tinggi. mengelola informasi yang aman tersedia dan akurat. penilaian kinerja pegawai serta peningkatan pengetahuan & keterampilan pegawai melalui pelatihan dan pembelajaran. pengalaman dan inovasi serta menyediakan tempat dan sarana kerja yang sehat. Meminimalkan resiko usaha. MT. mengefisiensikan penggunaan dan perawatan sumberdaya serta mengutamakan produk ramah lingkungan. mengkomunikasikan serta meninjau secara periodik agar tetap relevan. Waskita bertekad : 1. Menjadikan visi. menerapkan dan merawat Sistem Manajemen Waskita ( SMW) Untuk mewujudkan tujuan tersebut. meningkatkan efisiensi kerja. Umar T. aman dan nyaman untuk meningkatkan kepuasan dan produktifitas kerja pegawai.A. suksesi . pengembangan karir. mencegah polusi. Melakukan rekruitmen. misi dan nilai-nilai budaya serta tantangan internal/external yang dihadapi perusahaan sebagai dasar dalam menetapkan arah dan strategi. Mematuhi semua peraturan dan persyaratan lainnya yang berlaku sesuai kaidah GCG. 5. pengelolaan semua proses kegiatan.BAB V KEBIJAKAN K3LM Persero PT. termasuk persyaratan pelanggan.

2.potensi bahaya / dampak lingkungan ke dalam kategori tinggi. b. dinilai resikonya dan dilakukan pengendaliannya agar tidak membahayakan bagi para pekerja / mencemari lingkungan sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Perencanaan meliputi : 1. kesehatan karyawan dan kualitas lingkungan. Identifikasi Undang-undang 3. meningkatkan kesesuaian legal. Identifikasi Undang-undang Legislasi dipergunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan Peraturan dan Undang . Penilaian Resiko Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua potensi bahaya / pencemaran lingkungan teridentifikasi. Tujuan Sasaran dan Program Kerja K3LM SASARAN DAN PROGRAM Dalam melaksanakan program K3LM dalam proyek dibuatkan sasaran dan program yang berkaitan dengan rangkaian aktivitas program K3LM. c. . diantaranya Incident Rate = 0 atau tingkat pencemaran = NAB.BAB VI PERENCANAAN K3LM Perencanaan di sini dimaksudkan bahwa program K3LM yang ada di Proyek Shangri-La Hotel Condominium direncanakan sesuai dengan kondisi pekerjaan dan lingkungan yang ada di sekitar proyek. Pengendalian Resiko Suatu upaya untuk meminimalkan atau menghilangkan celaka / sakit dan pencemaran lingkungan sehingga terwujud zero accident / pencemaran tidak melebihi NAB. Penilaian Resiko Proses pembobotan yang dilakukan untuk mengklasifikasikan potensi . Penilaian Resiko 2. menengah atau rendah dengan menggunakan sistem score.Undang yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan. 3. Identifikasi Bahaya & Aspek Lingkungan Merupakan suatu proses untuk memperkirakan potensi bahaya atau dampak terhadap lingkungan yang timbul dari aktivitas kegiatan konstruksi . a. Tujuan Sasaran dan Program Kerja K3LM 1.

Luka ringan Ya 1.Kerugian materiil 2.Meletakkan piring dan gelas yang sudah bersih di rak piring Terkena percikan air sabun .Luka ringan .Kerugian materiil Luar Proyek Kebakaran .Persero PT. Jakarta Form.Mengganti ban jika sudah sampai batas penggantian .3 1 3 3 Ya 1.Mobil rusak .Waspada terhadap pengguna jalan lain Ya 1.Luka berat .Mual Ya 1.Kendaraan di servis secara rutin setiap bulan ke bengkel .Menjaga kebersihan makanan & minuman . marka dan peraturan lalu lintas .Merapikan akses jalan di area proyek 1 1 1 1 1 1 IR = 0 1 1 1 IR = 0 1 1 1 IR = 0 1 1 1 IR = 0 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 1 1 IR = 0 1 1 1 .Mata perih/ iritasi Ya 1.Tidak menyimpan makanan yang sudah basi / kadaluarsa .Memastikan makanan catering tidak basi / kadaluarsa / beracun . Catering untuk karyawan Catering proyek Sakit Perut .Mengikuti IK P6-K3LM-08-05 Keracunan makanan .3 1 3 3 .Membuang sisa makanan / sampah organik setiap hari .Muntah .13 3 1 3 3 1 3 .Menjaga kebersihan dapur & area sekitar kantor dari vektor penyakit seperti lalat.Mengikuti IK P6-K3LM-08-07 1 1 1 IR = 0 IR = 0 .muntah Ya 1.3 1 3 3 .Luka berat .hati .3 1 2 2 .Memakai sarung tangan ketika mencuci piring .Mobil rusak .Mematuhi rambu .Menjaga kebersihan dapur dan area sekitar kantor .Luka ringan .13 2 1 2 .Kendaraan di servis secara rutin setiap bulan ke bengkel Ya 1.P6.Luka berat .Mengemudikan kendaraan dengan hati .Luka sedang .Kendaraan di servis secara rutin setiap bulan ke bengkel Ya 1.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.Kendaraan di servis secara rutin setiap bulan ke bengkel .Kram perut Ya 1.13 1 2 2 .Mobil rusak .Memasang rambu batas kecepatan kendaraan di area proyek .Mobil rusak .rambu.Kerugiaan materiil Area Proyek Tabrakan . K3LM-01-01 Edisi : 1 Revisi : 0 Edisi : 3 IDENTIFIKASI BAHAYA.3 1 2 2 .Kerugian materiil Area Proyek Kebakaran .Kerugiaan materiil Luar Proyek Tabrakan .Luka berat .Mengganti ban jika sudah sampai batas penggantian Ya 1.Menjaga kebersihan tempat makan & minum .Luka berat .13 3.3 1 3 3 .Mobil rusak .Tanggap terhadap kendaraan jika terasa ada kerusakan . Mencuci peralatan makan & minum Tempat mencuci piring Piring / gelas pecah .Mobil rusak . tikus dan kecoa.Menggunakan campuran sabun dan air sesuai takaran / tidak berlebihan .Kerugian materiil Luar Proyek Selip .Mencuci piring / gelas dengan aliran air kran sedang / tidak terlalu besar .Tidak mengucek mata ketika mencuci piring Ya 1. AKTIFITAS PENUNJANG Mengemudi mobil & motor Area Proyek Selip .Tidak meletakkan piring / gelas di pinggiran meja dapur .Menjaga kebersihan makanan & minuman .Tanggap terhadap kendaraan jika terasa ada kerusakan . PENILAIAN RISIKO DAN PENGENDALIAN RISIKO INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb I 1. Bau yang tidak enak .13 3 1 3 .Tidak menumpuk piring / gelas di kitchen sink .Luka sedang .Luka berat .

Membersihkan tangan dengan air bersih setelah selesai mencuci piring .Menyediakan tempat sampah khusus untuk kamar mandi 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Floor drain kamar mandi tersumbat . Membuang sampah Area Proyek dan Sekitar Kantor Menumpuknya sampah disekitar area proyek dan kantor .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a .Membersihkan kamar mandi proyek setiap minggu .13 Ya 1.Bau .4.Membuang sampah setiap hari ke TPS proyek / ke luar proyek .Menjaga sirkulasi udara kantor agar tidak lembab 1 1 1 .Menyediakan keset di depan kamar mandi 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan .Luka ringan .Membersihkan kamar mandi secara berkala .dengan masa simpan maksimum sampah organik adalah 5 hari . .Membuat design TPS yang mampu meminimalisir bau (seperti melakukan rekayasa teknik / membuat lahan urug) 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Sarang vektor penyakit .Floor drain dipakai sesuai design & spesifikasi teknis nya.Menyediakan tempat sampah khusus untuk kamar mandi 1 1 1 2 2 4 .13 3 1 3 - Membersihkan kantor setiap hari Menyediakan tenaga kebersihan khusus untuk menjaga kebersihan di area kantor Menyediakan fasilitas kebersihan (seperti sapu/ kain pel/kemoceng dll) Mengikuti IK P6-K3LM-08-04 1 1 1 Memakai cairan pembersih Meningkatkan kesehatan karyawan lantai ketika membersihkan lantai .13 Ya 1.Membuat tempat sampah sesuai jenis dan kategori sampah .Menguras bak kamar mandi setiap minggu .Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk membersihkan kamar mandi .13 3 1 3 .Mengadakan fogging secara berkala 1 1 1 5.Air kotor dari septic tank meluap Ya 1. . Membersihkan area kantor Area Kantor Udara kantor tidak sehat karena debu yang menumpuk .Tidak membuang sampah ke dalam lubang wc .4.Vektor penyakit DB .Mengikuti IK P6-K3LM-08-10 1 1 1 1 1 1 IR = 0 IR = 0 Septic Tank penuh .Menyediakan tenaga kebersihan khusus sampah di area proyek dan kantor .13 3 1 3 .Mencegah berkembang biak nya jentik nyamuk dengan menggunakan abate 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 2 2 4 . Membersihkan kamar mandi Kamar mandi proyek Terpeleset .Memakai sarung tangan ketika mencuci piring .4.13 1 2 2 .13 3 1 3 1 Terpeleset 4.Menyedot tinja dari septic tank secara berkala .Menyediakan fasilitas penunjang seperti TPS proyek dan tempat sampah .Mengikuti IK P6-K3LM-08-04 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Bau Mual dan sesak napas Ya 1.13 3 3 1 1 3 3 .Bau Ya 1.Sumber penyakit Ya 1.Air kamar mandi tergenang Tempat berkembang biaknya jentik nyamuk .Mengeringkan lantai setiap kali air jatuh / tergenang di lantai .13 3 1 3 Tidak membiarkan sampah menumpuk dalam jangka waktu yang terlalu lama di area proyek mau pun sekitar kantor Membersihkan tempat sampah kantor / proyek secara berkala ( misal dengan mengosongkan tempat sampah setiap hari atau mencuci tempat sampah plastik yang ada di dalam kantor) 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan II KANTOR WASKITA & OWNER 1.13 2 2 4 .Menggunakan sabun yang sesuai / tidak menyebabkan iritasi kulit b 1 axb 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Kontak dengan sabun .4.13 3 1 3 .13 Ya 1.4.Luka ringan Ya 1.Menggunakan campuran sabun dan air sesuai takaran / tidak berlebihan .4.Membudayakan pekerja untuk membuat sampah pada tempatnya sesuai jenis / kategori sampah.4.13 3 1 3 .Menghitung kapasitas / masa pakai septic tank .Iritasi kulit Ya 1.Sarang nyamuk Ya 1.Lingkungan kerja tidak sehat Ya 1.Menyediakan tempat sampah khusus untuk kamar mandi .Estetika Ya 1.Menyediakan tempat sampah khusus untuk kamar mandi .Membuang sampah setiap hari ke TPS / ke luar proyek .Tidak membiarkan sampah membusuk di tempat sampah / TPS proyek .Membersihkan kamar mandi secara berkala .Sesak napas Ya 1.Membersihkan tempat mencuci piring secara berkala agar tidak licin .

Mesin fotocopy dalam keadaan baik dan layak pakai .Luka ringan Ya 1 3 1 3 1 1 1 IR = 0 4. Menggunakan aliran listrik Kantor Induk . Mengoperasikan komputer Area kantor Radiasi cahaya monitor .Kerugian materiil 2 3 6 - Menggunakan kabel sesuai kapasitas.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a .Menservice mesin fotocopy secara berkala .10.Mengatur pencahayaan monitor .Penerangan yang cukup .Memakai staples dengan benar 1 b 1 axb 1 Mengisolasi ulang kabel yg IR = 0 terkelupas dengan lakban 2.11.Mengatur posisi duduk agar jarak mata ke monitor tidak terlalu dekat . Memfotocopy Area kantor Tersengat listrik . Menggunakan cutter Area kantor Tergores pisau cutter .Cacat / hilang hari kerja .Memeriksa kondisi mesin fotocopy termasuk kabel tidak ada yang terkelupas .Luka ringan Ya 1 3 1 3 - Mengatur perletakan dokumen / menyimpan rekaman dalam map/ordner.Shock Ya 1.Menata dokumen di rak/ tempat yang telah ditentukan 1 1 1 IR = 0 9.tempat yang memiliki potensi bahaya arus listrik III 1.Menata ruangan dan rak/tempat penyimpanan dokumen agar lebih hemat tempat1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Tersandung barang / dokumen 3 1 3 .Memakai cutter dengan hati .Suasana kerja kurang nyaman . menyediakan APAR Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 Memasang stiker awas aliran = 0 IR listrik di tempat .Luka ringan Ya 1 3 1 3 Pengaturan perletakan alat Menumpuk alat sesuai batas ketinggian yang aman Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Menyimpan alat berdasarkan jenisnya Pengambilan alat dilakukan dengan posisi yang benar & dikembalikan ke tempat semula .11 2 3 6 1 1 1 IR = 0 .Luka berat .11 2 2 4 Radiasi panas dan cahaya dari mesin fotocopy .Membersihkan kamar mandi setiap minggu ( menyikat lantai kamar mandi) . GUDANG A.Mengganggu kesehatan Ya 1 3 1 3 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 3.hati .Menyediakan keset di depan pintu kamar mandi .Memakai mesin fotocopy sesuai aturan .Merusak mata .Luka ringan 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Kejatuhan dokumen .13 Ya 1.Luka ringan 3 1 3 . Mengatur efisiensi ruang kerja Area kantor Ruang kerja sempit . Menyediakan rak / lemari buku Merapikan meja / tempat kerja setiap kali selesai bekerja Mengikuti IK P6-K3LM-04-01 1 1 1 IR = 0 8. Gudang Alat Penyimpanan Alat Gudang alat Tersandung alat Kejatuhan alat .Mengistirahatkan mata selama 15 menit setelah 2 jam bekerja di depan komputer .Kelelahan Ya 1 3 1 3 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Radiasi panas komputer .Memakai cutter dengan pegangan yangtidak longgar .Membersihkan floor drain yang tersumbat sehingga tidak ada genangan air . .Luka ringan .Instalasi listrik dalam gudang harus rapi (sambungan kabel terisolasi .Kerugian materiil Ya 1.Pusing .13 Ya 1. Menggunakan staples Area kantor Tertusuk isi staples .Penyimpanan alat dikelompokkan berdasarkan jenisnya 1 1 1 IR = 0 Gudang alat Kebakaran .Mengikuti IK P6-K3LM-08-12 .Memasang penyejuk udara Mengatur perletakan dokumen Menyediakan rak / lemari buku Merapikan meja / tempat kerja setiap kali selesai bekerja Mengikuti IK P6-K3LM-04-01 1 1 1 IR = 0 6.Kebakaran Tersengat listrik .Luka ringan Ya 1.Luka ringan Ya 1 Ya 1 3 1 3 1 1 1 IR = 0 5.Menempatkan mesin fotocopy di ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik .dengan rapi dan benar) . Menyusun dokumen Area kantor Tersandung . Memeriksa peralatan dan kabel-kabel sebelum digunakan Menggunakan alat listrik standart Penyambungan kabel harus diisolasi dg rapi & menggunakan islasi yang baik Memakai sepatu.Pusing Ya 1 Ya 1 3 1 3 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 7.Memastikan cutter dalam kondisi layak pakai ( tidak tumpul / berkarat) . Ke kamar mandi Area kantor Terpeleset .Tidak mengoperasikan / memakai mesin fotocopy terlalu lama .Mengatur posisi / letak komputer .Kematian.14 3 1 3 .

Tangan terjepit .17.13 2 2 4 - Mengangkat beban sesuai batas kemampuan Mengatur posisi badan ketika mengangkat beban Memakai APD yang sesuai (helm/sarung tangan dan sepatu safety) Menggunakan alat bantu (seperti gerobak) untuk mengangkut alat yang berat Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Pengaturan perletakan material Pengambilan alat dilakukan dengan posisi yang benar & dikembalikan ke tempat semula Menumpuk material sesuai batas ketinggian yang aman Mengelompokkan material sesuai jenisnya Penamaan material sesuai kelompok dan jenisnya Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Pengaturan perletakan material / semen Menumpuk material / semen sesuai batas ketinggian yang aman Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Pengaturan perletakan bahan B3 1 1 1 IR = 0 B.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Terhirup zat B3 . Pekerjaan Bekisting 1 Pengangkutan kayu/papan a.Tangan terkena palu .Pengambilan bahan B3 dilakukan dengan posisi yang benar & hati .Luka ringan .Luka berat Luka ringan Luka sedang/cacat Sesak napas Sakit mata Ya 1.hati .Keseleo Ya 1.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL .Memakai sarung tangan .Menyediakan pasir di sekitar area gudang B3 .Menyediakan alat penanganan tumpahan di sekitar area gudang B3 1 1 1 Mencegah pencemaran & Kesesuaian legal IV PEKERJAAN STRUKTUR A.Kejatuhan balok kayu Tangan lecet Tangan terpotong Terhirup serbuk kayu Mata kemasukan serbuk kayu .Luka ringan Ya 1.13 3 1 3 .13 3 2 6 1 1 1 IR = 0 Terjadinya tumpahan .13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 2.Mengikuti IK P6-K3LM-13-11 Memakai sarung tangan Tidak bercanda ketika bekerja Memakai masker & tidak membakar sampah kayu di area fabrikasi Memakai kacamata pelindung 1 1 1 IR = 0 Fabrikasi Kayu 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan 3 Menginstal kayu/papan Fabrikasi Kayu .Luka berat .Luka ringan / sedang .Luka ringan Ya 1. Pengangkutan dengan Tower Crane 2 Penggergajian kayu/papan Fabrikasi Kayu .13 2 3 6 .Alat yang rusak ditandai (diberi status) .Tangan terjepit . Pengangkutan manual (tenaga manusia) Fabrikasi Kayu - Tersandung kayu Kaki Terpeleset Kejatuhan balok kayu Tangan terjepit - Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Ya 1.Luka ringan .Kerugian materiil Ya 1. 18 Ya 1.hati 1 1 1 IR = 0 .13 3 1 3 - Mengatur perletakan material Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan Memegang balok kayu dengan kuat Memakai sarung tangan Memakai sepatu safety 1 1 1 IR = 0 b. Penyimpanan material Gudang material Tersandung Terjepit / Tertusuk material .Luka ringan Ya 1.13 Ya 1.13 3 1 3 . Penyimpanan bahan B3 Gudang Bahan B3 Tersandung . Gudang Bahan/Material 1.Pencemaran tanah Ya 1.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 3.Membaca manual book sebelum mengoperasikan alat Mengambil dan mempergunakan alat dengan benar Menyediakan APAR di dalam gudang penyimpanan alat Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb 2.Memakai sarung tangan .Bekerja dengan hati .Luka ringan Ya 1. Pengangkutan alat secara manual (tenaga manusia) Gudang alat Kejatuhan alat Tersandung .Luka ringan .Sesak napas 2 3 6 - Memakai masker ketika memasuki gudang bahan B3 Mengatur sirkulasi udara di dalam gudang (misal dengan menggunakan exhaust van / blower) Menutup bahan B3 dengan rapat setiap kali selesai menggunakan bahan Menempatkan MSDS bahan B3 di dalam gudang B3 Mengikuti IK P6-WK-K3LM-12-01 Memasang rambu dilarang merokok di dalam & disekitar gudang B3 Menyediakan APAR di dekat gudang Menempatkan MSDS bahan B3 di dalam gudang B3 Menangani bahan B3 sesuai dengan petunjuk penggunaannya Memakai sarung tangan ketika akan menpergunakan bahan B3 Menangani bahan B3 sesuai dengan petunjuk penggunaannya Menempatkan MSDS bahan B3 di dalam gudang B3 Memakai sepatu safety 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Kebakaran . Penyimpanan semen Gudang semen Tersandung . 11 2 3 6 - 1 1 1 IR = 0 Iritasi tangan / kaki .Luka ringan / sedang Ya 1.

Kaki kejatuhan kayu/alat bantu . Fabrikasi besi .Luka ringan . 10 2 3 6 1 1 1 Memakai sepatu safety IR = 0 5 Instal Pembesian Lapangan - Tangan terjepit Kaki kesandung Kaki tertusuk besi Pembesian kolom roboh Pembesian dinding roboh Tertimpa besi Tangan lecet - Cacat Luka ringan Hilang hari kerja Hilang hari kerja Hilang hari kerja Luka ringan Luka ringan Ya 1.Menata area kerja (membuat tempat paku agar tidak berceceran) Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb Ya 1.Tangan terpotong .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 B.13 3 1 3 .13 3 1 3 Memakai sarung tangan Tidak bercanda ketika bekerja Memastikan alat tidak dalam keadaan rusak Mengatur posisi alat sehingga pemotongan dengan blander dapat dilakukan dengan aman.Hilang hari kerja Ya 1.Luka sedang/berat Ya 1. a.Memakai sarung tangan .Memakai helm Memakai safety harness Memasang jaring pengaman / safety net Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat & rapi Memasang rambu peringatan atau pagar pengaman di tepi bangunan Memastikan area kerja telah dipasangi lampu penerangan Memakai sepatu safety Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 1 1 1 IR = 0 Pemasangan lebih dari 1.13 3 1 3 - Mengatur perletakan material Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan Memegang besidengan kuat Memakai sarung tangan Memakai sepatu safety 1 1 1 Lahan fabrikasi besi di beriIR = 0 batas berupa tambang railing dan rambu kerja.Memakai sepatu safety .13 3 1 3 - b. Mengatur perletakan material Memakai sarung tangan Tidak bercanda ketika bekerja Memastikan alat tidak dalam keadaan rusak Mengatur posisi alat sehingga pemotongan dengan blander dapat dilakukan dengan aman.Luka sedang/cacat Ya 1.Cacat .Mengikuti IK P6-K3LM-13-11 1 1 1 2.Jatuh dari ketinggian .Kaki kena paku 4 Pemasangan bekisting Lapangan Tangan terjepit Tangan lecet Tangan atau kaki terkena paku Kejatuhan kayu / cedera badan RESIDUAL RISK Nilai DESKRIPSI KONSEKUENSI .17. Bekerja dengan hati-hati dan kondisi sehat Memasang rambu awas IR = 0 kejatuhan di area fabrikasi besi IR = 0 b.Tangan terjepit .Kejatuhan besi . Menggunakan Aliran Listrik Fabrikasi besi - Tangan lecet Tangan terjepit Kaki kesandung Kaki tertusuk besi Tangan terpotong Kesetrum . dan besi yang difabrikasi Memakai sarung tangan Memakai sepatu kerja Pasang lampu penerangan cukup Panel tertutup / terkunci Jalur kabel berada diatas Stop kontak tidak disimpan dibawah Sambungan kabel diisolasi dengan benar Kabel tidak banyak sambungan Bekerja tidak sambil merokok Bekerja dg hati-hati Pasang lampu penerangan cukup Memasang support tambahan.18 3 1 3 . 1.Luka ringan . a.Memakai sepatu safety & merapikan area kerja dari tumpukan kayu berpaku . Gunakan sabuk pengaman Memakai helm pengaman Memakai sepatu kerja. Menggunakan sarung tangan Memasang jaring pengaman Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan 1 1 1 1 1 1 Memeriksa kondisi alat setiap = 0 IR akan dipergunakan 3.Kejatuhan besi / cedera badan .Luka ringan .13 3 1 3 - 1 1 1 IR = 0 .Memakai sarung tangan .Tersandung besi .Luka ringan .5 meter & di tepi bangunan.Luka ringan .13 3 2 6 1 1 1 IR = 0 . Pengangkutan dengan Tower Crane Pemotongan besi Pemotongan dengan Blander Fabrikasi besi .Luka sedang/cacat Ya 1.Luka ringan . Pekerjaan Pembesian Pengangkutan besi Pengangkutan manual ( tenaga manusia) Fabrikasi besi . Membengkokkan besi Fabrikasi besi 4. Pemotongan dengan Bar Cutter Fabrikasi besi .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA .Luka berat Ya 1.Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL . .Luka berat Ya 1.Tangan lecet .Luka ringan . Mengatur perletakan material Pengaturan letak mesin Bar Bender.Tangan terjepit .Luka ringan .Tangan terpotong .Tangan terjepit .Tangan lecet .Luka ringan / sedang Ya 1.Tangan terjepit .Luka ringan .

.Kematian Ya 1.Luka berat . sepatu safety.Memakai APD (helm.Memasang jaring pengaman .13 1 3 3 Merapikan akses jalan untuk mobilisasi truck mixer Menyediakan rambu kecepatan maximal truck Menyediakan pemandu / security untuk mengatur mobilitas truck mixer Memastikan pengemudi memiliki SIM dan surat jalan Memakai APD yang memadai ( seperti helm.5m & di tepi bangunan .Luka sedang .Anggota badan terciprat beton . kacamata dan sarung tangan) Memakai safety harness Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Meningkatkan kesehatan karyawan IR = 0 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 3 Repair/Perbaikan Area Proyek .17 2 2 4 1 1 1 IR = 0 b.Kebisingan tinggi .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 Beam .13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan IR = 0 1 1 1 IR = 0 2 Bobok beton Area Proyek Ya 1. .Besi tarik putus .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Jatuh dari ketinggian Ya 1.Pasang lampu penerangan cukup .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi . Dengan Bucket (diangkat dengan Tower Crane) .Tangan lecet . sepatu.Jatuh dari ketinggian .Memakai sepatu kerja.13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 D Pembongkaran Bekisting Lapangan - Tangan terjepit Tangan lecet Tersandung stek besi Kejatuhan kayu Kaki atau tangan kena paku 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Pasang lbh dr 1.Menghirup debu semen .Luka ringan Ya 3 1 3 .Luka berat .Kematian Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL Scaffolding terpasang dg kuat & rapi Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.13 2 2 4 Memakai ear plug Memakai APD yang memadai ( seperti helm. sepatu. sarung tangan ) Memasang rambu peringatan untuk memakai APD di lokasi proyek Memakai sarung tangan . Pengecoran Akses jalan proyek (mobilisasi mixer) . kacamata dan sarung tangan) .Terjatuh dari ketinggian DESKRIPSI KONSEKUENSI .Luka berat .Diperiksa kapasitas kabel post tension .Memakai helm pengaman .13 3 1 3 - Memakai APD (helm. sepatu safety.5m & tepi bangunan RESIDUAL RISK Nilai BAHAYA .Gunakan sabuk pengaman . sarung tangan ) Memasang rambu peringatan untuk memakai APD di lokasi proyek 1 1 1 IR = 0 a.Tangan lecet .13 Ya 1.Anggota badan terciprat beton . sepatu safety.Tertabrak truck . Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja. kacamata dan sarung tangan) Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi 1 1 1 IR = 0 Area Proyek - Tangan lecet Kena pecahan beton Mata kemasukan serpihan beton Menghirup debu Jatuh dari scaffolding Tangan lecet Kena pecahan beton Mata kemasukan serpihan beton Menghirup debu Jatuh dari scaffolding - Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Ya 1.Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN IR = 0 SASARAN Ya/ tdk a b axb a 1 b 1 axb 1 Ya 1. Menggunakan pompa Ya 1.Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .Cacat Cacat Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Ya 1.Kematian Ya 1.Penarikan dengan batas angka aman Pasang lampu penerangan cukup Bekerja tidak sambil merokok Bekerja dg hati-hati Memakai sepatu safety 1 1 1 IR = 0 Pengecoran lbh dr 1.Luka berat .13 2 3 6 C.Luka berat Ya 1.13 2 3 6 Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memasang rambu dan pagar pengaman tepi bangunan Memasang safety net / safety deck Memakai safety harness Memakai APD (helm.Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.5m & tepi bangunan E Repair/Perbaikan 1 Chipping .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI Pasang lbh dr 1.

Luka ringan . .Memakai masker .Luka ringan . Ya 1.Tersandung material .Perancah kayu roboh .Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 IR = 0 .Perancah roboh .Jatuh dari ketinggian .Kejatuhan batu .Memakai APD yang memadai ketika bekerja di lapangan seperti sepatu. helm. .Tersandung .Luka ringan .Sesak nafas Ya 1.Memasang jaring pengaman .Pasangan bata roboh .Luka berat Ya 1.hati .Jatuh dari scaffolding RESIDUAL RISK Nilai DESKRIPSI KONSEKUENSI .13 3 1 3 .Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit .Perancah kayu roboh .Luka ringan .Tersandung kabel Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan Terdengar suara bising Tersandung kabel .Tangan tergores .Luka ringan .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 Pasang lbh dr 1.Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Merapikan kabel & membuat panel tertutup .Tersandung material .Kejatuhan bata . sarung tangan) Stock material terlokalisasi Bekerja dengan hati .Tangan tergores .13 3 1 3 - Penempatan bahan tertata rapi Ruang pabrikasi tidak sempit Menggunakan sarung tangan Memakai masker Menggunakan sarung tangan Memakai penutup telinga Memakai sepatu kerja.Memakai safety harness .Luka berat .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 4 Memasang aluminium pintu & Instalasi jendela .Memasang rambu atau pagar .Memakai sarung tangan .Memakai masker .Terpeleset .Kematian Ya 1.Luka ringan / sedang Ya 1.Jatuh dari ketinggian .Jatuh dari ketinggian .Luka ringan Ya 1.Luka berat .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 3 Memplester dan mengaci Lapangan .helm.Pengaturan perletakan stock material .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Memakai helm Memakai sepatu safety Memasang rambu peringatan Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memasang rambu dan pagar pengaman tepi bangunan Memasang safety net / safety deck Memakai safety harness Memakai APD (helm. 10 Ya 1.13 2 2 4 Alat bantu yang digunakan harus dalam kondisi baik Memakai APD yang memadai (sepatu.Memakai sarung tangan .Merapikan kabel & membuat panel tertutup 1 1 1 IR = 0 2 Memasang bata Lapangan .Luka ringan . Masonry Lapangan . sarung tangan dll.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA .Penempatan bahan tertata rapi .Terciprat adukan semen .Sesak napas .5 meter tepi bangunan.Sesak napas .Hirup udara kotor / debu .Kematian 2 3 6 .13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Pemasangan lebih dari 1.Luka ringan Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL .13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Pemasangan dlm gedung / bangunan Ya 1.Tersengat listrik .Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN IR = 0 SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb 1.Luka ringan .13 V FINISHING 1.Memakai sepatu kerja. Mengikuti prosedur dan IK pemasangan bata .5 meter tepi bangunan.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Pemasangan lebih dari 1. . .Luka berat . 1 1 1 IR = 0 Pasang dlm bangunan .Memakai masker .5m & tepi .pengaman utk tepi bangunan. sepatu safety dan sarung tangan) Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaaan .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit 1 1 1 IR = 0 .13 5 Memasang Aluminium Pintu dan jendela Pabrikasi Ya 1.Luka berat Ya 1.Terhirup debu .Terhirup debu .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Tersandung kabel .Luka ringan .Luka ringan .Luka ringan Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Tuli Luka ringan Ya 1.

5m & tepi bangunan Ya 1.Sesak nafas Ya 1.Memakai helm pengaman .8.Hirup udara kotor / debu .Pendengaran terganggu Ya 1.Tersandung material .Jatuh dari ketinggian .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Memakai sepatu kerja.Memasang jaring pengaman .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Gunakan sabuk pengaman . .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan. 10 Ya 1.Menggunakan sarung tangan .Luka berat .Memakai masker 1 1 1 IR = 0 6 Memasang Partisi Gipsum Tepi bangunan Pasang lbh dr 1.Luka berat . .Luka berat .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Memakai ear plug 1 1 1 IR = 0 7 Ramset Lapangan .Gunakan sabuk pengaman .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI bangunan RESIDUAL RISK Nilai BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL .Perancah roboh .Hirup udara kotor / debu .Memakai sepatu kerja.5m & tepi bangunan .Tersengat listrik . Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.13 Ya 1. Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb Pasang tepi bangunan .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .5m & tepi bangunan .Memasang rambu atau pagar 1 1 1 IR = 0 1 1 1 IR = 0 8 Memasang Pintu Kayu Pasang dlm bangunan . .Memakai helm pengaman .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Memakai sepatu kerja.Memasang jaring pengaman . .Perancah roboh . . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Pasang lampu penerangan cukup .Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Kematian 2 3 6 .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Tersandung material .13 3 1 3 1 1 1 Meingkatkan kesehatan karyawan .5 mtr & tepi bangunan .13 Ya 1.Pasang lampu penerangan cukup .Memakai masker 1 1 1 Meingkatkan kesehatan karyawan .Luka ringan .Perancah roboh .13 3 1 3 .Kematian Ya 1.13 Ya 1.Tangan tergores .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .13 3 1 3 1 1 1 Meingkatkan kesehatan karyawan Dalam bangunan .Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 IR = 0 Pasang lbh dr 1.Sesak nafas .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Perancah roboh .Jatuh dari ketinggian .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Kematian 2 3 6 .Kematian 2 3 6 .Jatuh dari ketinggian .Luka ringan .13 3 1 3 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Pasang lbh dr 1.Luka ringan 3 1 3 Pemasangan lebih dari 1.Luka berat 3 2 6 Pengaturan perletakan material Menggunakan sarung tangan] Memakai sepatu safety Scaffolding terpasang dg kuat & rapi Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Kebisingan .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 .Hirup udara kotor / debu .Sesak nafas Ya 1.Memakai masker .13 Ya 1.Jatuh dari ketinggian .

5m & tepi bangunan .Tersandung material .Kematian Ya 1.4.Jatuh dari ketinggian . Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Memasang jaring pengaman .Sesak nafas .Tangan kena bahan kimia .Luka ringan .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .4.Kematian Ya 1.Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Luka ringan .7 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan 12 Memasang Ceiling Pasang dlm bangunan .Pasang lampu penerangan cukup 1 1 1 IR = 0 .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi . Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 Pasang lbh dr 1.7 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan Pasang lbh dr 1.Luka ringan .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Luka berat .Pasang lampu penerangan cukup . Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Memakai helm pengaman .Tangan kena bahan kimia . 10 Ya 1.Jatuh dari ketinggian .Tersandung material .Kematian Ya 1.Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan. . .Memakai sepatu kerja.4.5m & tepi bangunan .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 Pasang lbh dr 1.Luka berat .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.4.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL pengaman utk tepi bangunan.13 3 1 3 . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Luka ringan .Sesak nafas . .Hirup udara kotor / debu .Kematian 2 3 6 .Gunakan sabuk pengaman .7 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan 11 Pekerjaan Waterproofing Lapangan Ya 1.Hirup udara kotor / debu .Memakai sepatu kerja.Menggunakan sarung tangan . .Tersengat listrik .Tersandung material .Perancah roboh .Jatuh dari ketinggian .Perancah roboh . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 1 1 IR = 0 Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb 9 Memasang Pintu Besi Pasang dlm bangunan .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Sesak nafas .Luka ringan .13 2 3 6 .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Luka berat .Luka ringan Ya 1.Memasang jaring pengaman . Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.13 2 3 6 10 Pekerjaan Floorhardener Lapangan - Tersandung material Hirup udara kotor / debu Tangan kena bahan kimia Kaki kena bahan kimia Tersandung material Hirup udara kotor / debu Tangan kena bahan kimia Kaki kena bahan kimia - Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Luka ringan Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Luka ringan Ya 1. Mengikuti IK P6-K3LM-13-03 1 1 1 IR = 0 13 Mengecat Dalam bangunan .Tangan tergores .Memakai masker Scaffolding terpasang dg kuat & rapi Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit Memasang rambu atau pagar pengamanan untuk tepi bangunan Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.7 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan Ya 1.Perancah roboh .5m & tepi bangunan Ya 1.Hirup udara kotor / debu .

Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Luka ringan .Memakai sepatu kerja.Memasang jaring pengaman .5m & tepi bangunan . .Pasang lampu penerangan cukup .4.Jatuh dari ketinggian .Menggunakan sarung tangan .Menempatkan material terlokalisir .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL .Perancah roboh . .4.8 3 1 3 - Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Memasang jaring pengaman .Kematian Ya 1.Menempatkan material terlokalisir .Gunakan sabuk pengaman .13 3 1 3 1 1 1 .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Memakai helm pengaman .Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.5m & tepi bangunan . 1 1 1 14 Pabrikasi - Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan Terdengar suara bising Tersandung - Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Tuli Luka ringan Ya 1.Luka ringan . Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja. Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Memakai sepatu kerja.Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .4.Luka berat .Perancah roboh Ya 1.13 2 3 6 .Hirup udara kotor / debu .Luka berat .Tangan kena bahan kimia .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .8 3 1 3 1 1 1 Dalam bangunan - Tersandung material Hirup udara kotor / debu Tangan kena bahan kimia Tangan tergores Tersandung material Hirup udara kotor / debu Tangan kena bahan kimia Tangan tergores - Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Luka ringan Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Luka ringan Ya 1.Perancah roboh .4.Sesak nafas Ya 1.Menggunakan sarung tangan .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Kematian Ya 1. .Luka ringan .Kematian .Gunakan sabuk pengaman . 1 1 1 Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb Luar bangunan .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi . 1 1 1 Pasang lbh dr 1.Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan. .Luka berat . 1 1 1 Luar bangunan Ya 1. .8 3 1 3 1 1 1 Pasang lbh dr 1.Jatuh keluar bangunan .13 3 1 3 .Tersandung material .5m & tepi bangunan .Memakai helm pengaman .Luka ringan .Memakai sepatu kerja.Pasang lampu penerangan cukup .Jatuh keluar bangunan .13 2 3 6 .13 2 3 6 1 1 1 .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit . 1 1 1 15 Memasang Keramik Lapangan 16 Memasang Atap Rangka Baja Atap - Tangan tergores Terkena percikan Tersandung material Tangan kena bahan kimia Tangan tergores Tersandung material Tangan tergores - Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Ya 1.Kematian Ya 1.Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Memakai sepatu kerja.Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Jatuh dari ketinggian .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .7 3 1 3 - Pasang lbh dr 1.Luka ringan .

Connnecting Lokasi Proyek Ya 1. Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb VI PEKERJAAN M/E 1.4.Tersandung material .13 2 3 6 1 1 1 .Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL .Kulit tangan terkelupas Jatuh Kulit tangan terkelupas Iritasi mata Kesetrum .Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 Dalam bangunan .Kematian Ya 1.Memakai APD yang memadai (sepatu safety. helm. .Luka sedang 2 3 6 1 1 1 . .Luka ringan 3 1 3 . Pemasangan Armatur Lokasi Proyek .4. 10 Ya 1.Jatuh dari ketinggian .Luka ringan .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi . helm.Memakai sepatu kerja.Perancah roboh .8 3 1 3 1 1 1 Pabrikasi .Tangan tergores .Kematian Ya 1.Luka sedang/berat 2 3 6 1 1 1 d.Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Pasang lampu penerangan cukup .Luka berat .Gunakan sabuk pengaman . dan sarung tangan) 1 1 1 c.13 Ya Ya 1.Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .Jatuh .Luka sedang Ya 1.Memakai kaca mata pelindung & sarung tangan .Luka ringan .Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit Memakai sarungan tangan . dan sarung tangan) .Luka ringan .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.13 2 3 6 .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Memakai kaca mata pelindung . 10 Ya 1.5m & tepi bangunan .Luka sedang . Pekerjaan Pemasangan Instalasi a.Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Menempatkan material terlokalisir .Memakai APD yang memadai (sepatu safety. Piping Lokasi Proyek - Jatuh Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan api/las Terdengar suara bising Tersandung kabel - Luka sedang Luka ringan Pernafasan terganggu Luka ringan Pendengaran terganggu Luka ringan Ya 1.Tersandung material .Luka ringan . Wiring Lokasi Proyek .Luka sedang .Luka sedang 2 3 6 .Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit .Memasang jaring pengaman . 1 1 1 .Tersengat listrik .Luka sedang/berat .Luka ringan Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Tuli Luka ringan 2 3 3 1 6 3 1 1 1 6 Pekerjaan Plumbing Pabrikasi Ya 1.Memakai sepatu kerja. .Tangan kena bahan kimia .Menempatkan material terlokalisir . Welding Lokasi Proyek .Kesetrum 5 Memasang Bahan Sanitary Lapangan .Memakai helm pengaman .Kulit tangan terkelupas .13 Ya 1.Menggunakan sarung tangan . Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Memakai sepatu kerja.Jatuh .13 2 3 6 .Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.7 2 3 6 1 1 1 d.Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .8 2 3 6 - Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit Memakai sarung tangan Memakai masker Memakai kacamata las Memakai earplug 1 1 1 b.Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan 1 1 1 Pasang lbh dr 1.Tangan tergores Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan Terdengar suara bising Tersandung kabel .Menggunakan sarung tangan .Mata terkena debu .13 Ya 1.Jatuh .

14 3 1 3 .13 Ya 1.Cacat / hilang hari kerja 1.10.Luka bakar .9.14 2 3 6 1 1 1 .Ambil posisi aman pd waktu mengelas .Tidak melakukan pengelasan di dekat tempat penyimpanan bahan mudah terbakar / meledak.Menggunakan listrik sesuai kapasitas .Menggunakan sarung tangan yang sesuai .Sesak nafas .Kebutaan .Menyediakan APAR .Ambil posisi aman pd waktu mengelas .Bekerja dalam aktifitas berlawanan dengan arah angin.Cacat/hilang hari kerja .Cacat/hilang hari Ya 1.Mengikuti IK P6-K3LM-13-10 .Kebakaran kecil Ya 1. 10 2 3 6 Menggunakan listrik sesuai kapasitas Inspeksi stop kontak dan saklar secara periodik per 1 bulan Memastikan sambungan kabel terisolasi dengan rapi dan baik Panel listrik dibuat tertutup dan terkunci Memasang rambu peringatan bahaya arus listrik Menyelenggarakan latihan penanggulangan kebakaran secara berkala Menyediakan APAR di sekitar area proyek / lapangan yang berpotensi menjadi sumber kebakaran Memasang rambu evakuasi Memastikan sirine / alarm kebakaran masih berfugsi dengan baik Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 RESIDUAL RISK Nilai AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a 1 b 1 axb 1 .Mengikuti IK P6-K3LM-13-10 .Percikan api .Mata silau .Kematian .Cahaya pijar pengelasan .Kacamata / topeng pelindung .Memakai pakaian pelindung .Memakai APD yang memadai ( memakai pakaian pelindung/kacamata las/ sarung tangan las ) .Asap pengelasan .Percikan api 2 3 6 .Kebakaran karena arus pendek .Menempatkan tabung dalam area 1 1 1 4 Mengelas dengan Las Tabung Lapangan . .Tabung Gas meledak . .Menggunakan sarung tangan yang sesuai .Mata pedih 3 1 3 .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Cacat/hilang hari kerja .14 2 3 6 1 1 1 Lapangan .Hindari bahan mudah terbakar dekat dg pengelasan .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .11.Memakai kacamata / topeng las 1 1 1 Lapangan .INITIAL RISK NO VII LAPANGAN 1.11.14 2 3 6 Lapangan / proyek .Kerugian materiil Ya 1.Mencabut steker dari stop kontak apabila peralatan listrik tidak dipakai Menggunakan listrik sesuai kapasitas Memastikan sambungan kabel terisolasi dengan rapi dan baik Memakai APD yang memadai (sepatu safety / sarung tangan) Memasang rambu peringatan bahaya arus listrik 1 1 1 Lapangan / proyek 2 3 6 1 1 1 2.Menyediakan APAR di sekitar area pengelasan .Mata silau Ya 1. . 10 Ya 1.Memakai masker .Rusaknya peralatan karena arus pendek .Rusaknya alat kerja .Memakai kacamata las 1 1 1 Lapangan / proyek .Kebakaran . Pengelasan Lapangan / proyek .Kerugian materiil 11.Luka berat Ya .10.Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .11.Menyediakan APAR .Kematian .Kacamata / topeng pelindung .Cahaya pijar pengelasan .4 3 1 3 1 1 1 Lapangan .Percikan api .Hindari bahan mudah terbakar dekat dg pengelasan .Memakai pakaian pelindung . Penggunaan alat listrik Lapangan / proyek .14 3 2 6 1 1 1 3 Mengelas dengan Las listrik Lapangan .Luka ringan .4 Ya 1.Kebakaran .Kerugian materiil .Luka bakar .Tersengat listrik / kesetrum .Luka bakar .Mengikuti IK P6-K3LM-13-10 .Luka berat / cacat Ya 1.Meletakkan tabung gas dalam posisi berdiri .Kerugian materiil Ya 1.

tebing.Mengangkat bahan sesuai batas kemampuan angkat .Menyediakan pompa air yang cukup .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI kerja .Bekerja dalam aktifitas berlawanan dengan arah angin.Buat tangga turun .Kerugian material Ya 1. .Luka ringan .Bila mungkin galian ditutup pada saat hujan .Lubang Galian menyebabkan banjir .13 Ya 1.Kerugian material Ya 1.Bila mungkin galian ditutup pada saat hujan .Longsor .Luka ringan/ sedang .Tepi galian diarahkan ke sump pit untuk memudahkan pemompaan .Lubang Galian menyebabkan longsor .Sesak nafas .Kebakaran .Luka ringan Ya 1.Pelindung putaran alat terpasang .Mengikuti IK P6-K3LM-13-17 .13 3 1 3 1 1 1 .Serpihan segera dibersihkan .Memakai kacamata / topeng las Lapangan .13 3 1 3 1 1 1 . sump pit .Mata pedih 3 1 3 .Terkena pecahan beton .Kesandung - Keseleo Tangan terjepit Pinggang sakit Bahu sakit 2 2 4 .Memakai masker .Aturan pengangkutan dipatuhi .Kemiringan galian yang cukup .Tangan lecet .Menyediakan pompa air .Cedera badan .Memindahkan tepi galian ke sump pit untuk memudahkan pemompaan .Luka ringan .Luka berat .4 3 1 3 Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL terlindung dari panas dan hujan Menandai tabung isi dan kosong Regulator sesuai dengan ketentuan Menyetel regulator secara tepat Memeriksa regulator sebelum bekerja Nozel regulator dipasang tidak terbalik Mengikuti IK P6-K3LM-13-10 1 1 1 Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb Lapangan .Sarang nyamuk Ya 1.Mengikuti IK P6-K3LM-13-08 .13 Ya 1.Luka ringan .Mengatur posisi badan .Jalur jalan kerja dipastikan aman 1 1 1 VIII LINK BRIDGE 1.13 Ya 1.Pegangan bodem pastikan tdk mudah lepas/copot .Tertimpa tiang .Kemiringan galian yang cukup .Proteksi dengan shortcrete .Genangan air .13 3 1 3 1 1 1 7 Memotong Tiang Pancang Pile cap . Pondasi (penggalian) Pile cap.4 3 1 3 .Luka berat 2 2 4 1 1 1 8 Pengangkatan material Lapangan dengan manual (tenaga orang) .13 3 1 3 1 1 1 .Lubang Galian menyebabkan jatuh dari ketinggian . .Memakai kacamata pelindung dan masker .Penyemprotan nyamuk . sump pit .Memakai sarung tangan .Luka ringan Ya 1.Dipasang rambu peringatan .Kerugian materiil Ya 1.Cahaya pijar pengelasan .13 2 2 4 1 1 1 .13 3 1 3 1 1 1 6 Menggali Tanah Pile cap.Kerugian material Ya 1. .Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.Dibuat pagar pengaman .Memakai alat untuk material tertentu .Memakai sarung tangan .Luka tergores .Proteksi dengan support 1 1 1 .Percikan Serpihan .13 3 1 3 1 1 1 .Kematian Ya 1.Material tertata pada saat diangkat .Luka ringan Ya 1.Menghindari arah roboh potongan tiang 1 1 1 5 Menggerinda Lapangan .Posisi berdiri menghindari arah pecahan . tebing.Memakai helm proyek .Mata silau .Memastikan alat dlm kondisi baik sebelum digunakan.Asap pengelasan .

Genset Ruang Genset .Lubang galian menyebabkan jatuh dari ketinggian . Stasionary Concrete Pump Lapangan .Luka sedang .Memeriksa pompa sebelum dipergunakan .Pipa pecah 3 1 3 1 1 1 .Pondasi Tower Crane tidak kuat .Memastikan sambungan antar pipa terikat dengan kencang .Luka sedang Ya 1.13 3 1 3 1 1 1 .19 2 3 6 1 1 1 3.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a .Luka berat Ya 1. Tower Crane Lapangan .13 2 2 4 1 1 1 IX PERALATAN 1.Gangguan pendengaran Ya 1.13 2 2 4 2.Menghirup gas CO .Luka berat .Kematian 3 1 3 .13 2 2 4 .Kematian Ya 1.Luka berat Ya 1.Memastikan pipa masih layak pakai . Stamper Lapangan .Dipasang rambu peringatan .Getaran .Getaran .Memasang police line di area yang berbahaya 1 1 1 7.Kebakaran .Sesak napas & pusing .11.Bekerja dengan hati .Memakai ear plug 1 1 1 4. Vibrator Lapangan .Dibuat pagar pengaman .Istirahat yang cukup 1 1 1 .Gangguan pada sistem tubuh .Kebisingan .Kebisingan .Tersengat listrik 2 3 6 .Istirahat yang cukup 1 1 1 5.Luka berat . Passanger Hoist lapangan .8 Ya 1.Kipas Genset .17.8 Ya 1.13 Ya 1.Luka ringan Ya 1.Mematikan mesin selama perawatan .17 1 3 3 1 1 1 Kabin Radius TC . 10 Ya 1.8 Ya 1.Memastikan ruangan genset memiliki ventilasi udara yang memadai .Kesetrum 2 3 6 .Kematian .Getaran .Memeriksa instalasi kabel secara periodik .Memakai masker jika diperlukan .Kematian 3 1 3 .14 2 3 6 1 1 1 .8 3 1 3 - Membuatkan ruangan khusus untuk genset Menempatkan ruang genset di tempat yang jauh dari area kantor Memakai earmuff Memastikan ventilasi udara di ruangan genset sudah cukup memadai 1 1 1 Lapangan .Memasang rambu pengaman Menempatkan BBM minimum 5 meter dari tempat genset Memeriksa peralatan secara periodik Menempatkan APAR di sekitar ruang genset Memasang rambu peringatan 1 1 1 .Operator Hoist harus memiliki ijin pengoperasian hoist .hati 1 1 1 6.Kematian Ya 1.4 1 3 3 .Retak pada kaki Ya 1.Membuat tangga turun Memastikan pegangan bodem tidak longgar Memakai sarung tangan Memakai helm Posisi berdiri menghindari arah pecahan 1 b 1 axb 1 .Kaki terjepit 3 1 3 .8 Ya 1.Memasang rambu peringatan Pemasangan pondasi harus dilakukan oleh tenaga ahli Pada saat instal TC diberi pagar pengaman Ijin pada Disnaker Memasang rambu peringatan bagi orang yang melintas di area sekitar Memasang penangkal petir Mendapatkan surat ijin operasi Memastikan kabin operator terlindungi Mengikuti IK P6-K3LM-13-11 1 1 1 2.Memakai sarung tangan .Tersambar petir .Roboh Ya 1.Instalasi kabel diperiksa secara periodik .Pemasangan Hoist harus dilakukan oleh tenaga ahli .Gangguan pada sistem tubuh .Terkena pecahan beton .Gangguan pada sistem tubuh . 10 3 1 3 .Istirahat yang cukup 1 1 1 . Compresor Lapangan .Gangguan pendengaran Ya 1. Memotong Tiang Pancang Pile cap .

Jatuh dari ketinggian .Pasang exhaust fan jika diperlukan .13 Ya 1.13 2 3 6 .Luka berat . RESIDUAL RISK Nilai AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a 1 b 1 axb 1 .INITIAL RISK NO X Lain .Selalu diperiksa dulu pompanya sebelum dipergunakan .Tabrakan Material terlepas.Tangan tergores . 10 3 1 3 .Tidak diperbolehkan naik turun saat hujan .Memakai masker jika diperlukan .Petugas pompa khusus. 10 Ya 1.Luka berat .18 2 3 6 1 1 1 4 Dewatering Daerah Galian - Tertimbun tanah longsor .Kematian Ya 1.5m & tepi bangunan .Kematian 2 3 6 - Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai sepatu kerja.Luka ringan Ya 1.13 3 2 6 1 1 1 Kabin Radius TC .Kerugian materiil Ya 1.Memakai sepatu boot .11.Pasang rambu bahaya Kebakaran .Kematian Ya 1.Sesak nafas Ya 1.Luka ringan Ya 1.Tempatkan BBM minimum 5m dari tempat genset .Matikan mesin selama perawatan .Lewat tangga railing & memakai safety belt Alat komunikasi terus dipakai Arah swing dibatasi Kabin operator terlindung Punya Surat Ijin Operasi Mengikuti IK P6-K3LM-13-11 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Prosedur pengangkatan masing-masing jenis material di ikuti Komando dari bawah dengan HT atau kode manual orang 1 1 1 Lapangan Kebakaran .13 Ya 1.Luka berat .Lain 1 Memasang Railing Pabrikasi Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan Terdengar suara bising Tersandung kabel Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Tuli Ya 1.Pasang rambu peringatan .Petugas pompa khusus.Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 Lapangan .8 3 1 3 Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Kematian 2 3 6 1 1 1 5 Landscape Area Taman Kena cangkul .Terpeleset Jatuh dari ketinggian .Siapkan APAR .13 3 1 3 1 1 1 .Instalasi kabel selalu diperiksa sebelum digunakan .Pasang pagar pengaman .4. . Scaffolding terpasang dg kuat & rapi Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan. .Luka berat di tangan Ya 1.Pasang rambu peringatan .Kemiringan galian tidak terlalu tegak .4 1 3 3 1 1 1 3 Operasional Tower Crane Tangga Segmen . kejatuhan benda . Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Tangan tergores .Luka bakar . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan 1 1 1 1 1 1 2 Mengoperasikan Genset Lapangan Putaran Kipas .Tersengat listrik .Luka ringan 3 1 3 Pasang lbh dr 1.Memakai sarung tangan karet .14 2 3 6 1 1 1 Lapangan Menghirup gas CO .17.Memakai masker 1 1 1 Tersengat arus listrik .Kematian Ya 1.13 2 3 6 .Periksa peralatan secara periodik .

Tertular penyakit .Luka berat .Sakit berat Ya 1.Gangguan pernafasan Ya 1.4. Ghozy Perdana ) Kapro ( Wiyono ) Unit K3LM .Kerusakan properti Ya 1. ruang paramedis.4.13 1 2 2 1 1 1 Disetujui oleh : Dibuat oleh : ( Ir.Bentrok Fisik .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a .Membuat jadwal pelaksanaan fogging .Obat tidak kadaluarsa .13 2 2 4 - Briefing tiap pagi Penjagaan keamanan di lapangan Meredam emosi Menjaga tidak menyinggung org lain Briefing tiap pagi Penjagaan keamanan di lapangan Perlakuan yang tdk arogan pd pekerja Meredam emosi tenaga kerja Memenuhi hak pekerja (upah) Pendekatan sosial Mendeteksi lebih dini situasi lapangan sebelum timbul gejolak 1 1 1 2 Ketidakpuasan Lapangan . a.Luka ringan .16 2 2 4 - Ruang klinik harus bersih dan steril Sarana yang dibutuhkan tersedia.Mengosongkan area yang akan disemprot ketika akan disemprot .Obat yang digunakan sesuai dg penyakit yang dialami .Keracunan Obat .Dosis pemakaian obat sesuai dengan anjuran tenaga paramedis / dokter 1 1 1 X 1 PSHYCHO SOCIO Perbedaan pendapat/ Kesalahpahaman Lapangan .hara .Perkelahian Tindak kekerasan .Sakit berat .Petugas penyemprot nyamuk menggunakan masker 1 b 1 axb 1 6 Fogging/ kegiatan penyemprotan Lapangan & Kantor Menghirup asap dari obat semprot nyamuk .Luka ringan .Kerusakan properti Ya 1. Menyimpan obat-obatan dalam lemari Tersedia tenaga paramedis Tersedia obat-obatan utk P3K Menggunakan jarum suntik steril apabila melakukan penyuntikan 1 1 1 Menjaga kondisi tubuh agar selalu fit .Demo masal Huru .16 2 2 4 .Kematian Ya 1.l: tempat periksa.4 3 1 3 XI 1 KLINIK Mengobati Pasien Klinik .Luka berat .

Tangan kena bahan kimia .Luka ringan .Jatuh dari ketinggian . 10 Ya 1.Sesak nafas .Luka ringan Ya 1.Hirup udara kotor / debu .4.Perancah roboh .Kematian 2 3 6 . .WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. sepatu dan helm Ketika bekerja harus memakai Rope Grad Memastikan gondola terpasang dengan kuat 1 b 1 axb 1 1 Repair/Perbaikan dinding Dalam bangunan .Memakai masker 1 1 1 .7 3 1 3 1 1 1 Pasang lbh dr 1.13 3 1 3 Kulit luar .Tersandung material . kacamata dan sarung tangan) Memakai safety harness Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman Memakai Safety Harness.Luka berat/meninggal Ya 1.Kematian Ya 1.Memakai sepatu kerja.5m & tepi bangunan .13 2 3 6 .Sesak nafas Ya 1.Gunakan sabuk pengaman .Menghirup debu semen .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Luka ringan Ya 1.Memakai helm pengaman .13 2 3 6 2 1 2 2 Memasang Bracket & Trim Aluminium Kulit luar .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .Hirup udara kotor / debu . sepatu safety.Luka berat/meninggal Ya 1.Tersengat listrik .13 3 1 3 .Jatuh dari ketinggian .Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman .Pasang lampu penerangan cukup . sepatu dan helm Ketika bekerja harus memakai Rope Grad Memastikan gondola terpasang dengan kuat Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan . .Memakai Safety Harness. Jakarta IDENTIFIKASI BAHAYA.Luka berat .Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 .Memasang jaring pengaman . Mengikuti IK P6-K3LM-13-03 2 1 2 3 Mengecat Dalam bangunan .Jatuh dari ketinggian .13 Ya 1. PENILAIAN RISIKO DAN PENGENDALIAN RISIKO INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN Ya/ tdk a b axb a Memakai APD (helm.Persero PT.Jatuh dari scaffolding .Luka ringan .Jatuh dari ketinggian . sepatu dan helm 1 1 1 Kulit luar .13 2 3 6 2 1 2 .Luka berat/meninggal 2 3 6 - Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman Memakai Safety Harness.

Ghozy Perdana ) Kapro ( Wiyono ) Unit K3LM .Jatuh dari ketinggian .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL .Ketika bekerja harus memakai Rope Grad .Jatuh dari ketinggian .Luka berat/meninggal Ya 1.13 2 3 6 2 1 2 Disetujui oleh : Dibuat oleh : ( Ir. sepatu dan helm Ketika bekerja harus memakai Rope Grad Memastikan gondola terpasang dengan kuat Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman Memakai Safety Harness.Memastikan gondola terpasang dengan kuat Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN Ya/ tdk a b axb a b axb 4 Perapihan kusen jendela Kulit luar .13 2 3 6 - Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman Memakai Safety Harness.Luka berat/meninggal Ya 1. sepatu dan helm Ketika bekerja harus memakai Rope Grad Memastikan gondola terpasang dengan kuat 2 1 2 5 Pembersihan kaca jendela Kulit luar .

P6. K3LM-01-01 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3 KONTROL TAMBAHAN SASARAN Meningkatkan kesehatan karyawan IR = 0 Meingkatkan kesehatan karyawan IR = 0 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan IR = 0 .Form.

KONTROL TAMBAHAN SASARAN .

1 tahun 1970 UU No.: Per. Ins.04/MEN/1980 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.05/MEN/1985 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 23 tahun 1992 LEGISLASI TEMA 1 2 3 4 Keselamatan Kerja Jaminan Sosial Tenaga Kerja Lalu Lintas Jalan Kesehatan 5 PERATURAN PEMERINTAH & KEPUTUSAN PRESIDEN Peraturan Pemerintah No.01/ MEN/1997 21 Pengadaan Kantin dan Ruang Makan Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di Udara Lingkungan Kerja . 3 tahun 1992 UU No. Kep-187/MEN/1999 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-51/MEN/1999 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.: 14 tahun 1993 KEPUTUSAN MENTERI Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja 6 7 8 9 10 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.Persero PT.02/MEN/1989 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 11/M/BW/1997 PERATURAN MENTERI Peraturan Menteri Perburuhan No.03/MEN/1999 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.05/MEN/1996 Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Syarat Kesehatan.: Per.: Per.: Per.: Per. 14 tahun 1992 UU No. Per. Kep.03/MEN/1982 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. UNDANG-UNDANG RI UU No.SE.7 tahun 1964 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.75/MEN/2002 Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift untuk pengangkutan orang dan barang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja Pemberlakuan standar Nasional Indonesia (SNI) No. 11 INSTRUKSI MENTERI Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. SNI-04-0225-2000 mengenai persyaratan umum instalasi listrik 2000 (PUIL 2000) di tempat kerja. Kebersihan serta Penerangan dlm Tempat Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan Syarat Syarat Pemasangan & Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan Kewajban Melapor Penyakit Akibat Kerja Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja Pesawat Angkat Dan Angkut Kualifikasi dan syarat-syarat operator keran angkat Pengawasan instalasi penyalur petir Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan kerja SURAT EDARAN Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no.01/MEN/1989 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.01/MEN/1981 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.SE.01/MEN/1980 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Jakarta DAFTAR LEGISLASI Yang Berkaitan Dengan Kesehatan Keselamatan Kerja NO.: Per. Kep-186/MEN/1999 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi RI No. 01/Men/1979 22 Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja no.

a. UNDANG-UNDANG RI Legislasi No. Mencegah dan mengurangi kecelakaan b. peracunan. Legislasi UU No. h. o. i. debu. Memberi pertolongan pertama pada kecelakaan f. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup l. cara dan proses kerjanya. 1 tahun 1970 Deskripsi Legislasi Keselamatan Kerja BAB III Syarat-Syarat Keselamatan Kerja Pasal 3 Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamata kerja untuk . Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium Form.Persero PT. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya e. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. sinar atau radiasi. alat kerja. cuaca. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarl uasnya suhu. asap. n. suara dan getaran. perlakuan dan penyimpanan barang q. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis. hembusan angin. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang cukup k. kotoran. kesehatan dan ketertiban m. mengurangi dan memadamkan kebakaran c. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja g. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja.K3LM-15-10 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi 3 EVALUASI PENERAPAN LEGISLASI Yaag Berkaitan Dengan Kesehatan Keselamtan Kerja No. lingkungan. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai j. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan d. tanaman atau barang. Mencegah. binatang. p. Memelihara kebersihan.P6. infeksi dan penularan. kelembaban. Mnecegah terkena aliran listrik yang berbahaya √ HIRARC dan OTP Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 1 . uap. gas.

2. Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan. pemasangan. produk teknis. pengepakan atau pembungkusan. kondisi . pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan. Pengurus diwajibkan memeriksakan kesehatan badan. pengolahan dan pembuatan . Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur. Pembinaan Pasal 9 1.kondisi dan bahaya . Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pasal 4 1. Pengurus diwajibkan memeriksakan semua tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya. pengujian dan pengesahan. teknik dan teknologi serta pendapatan-pendapatan baru dikemudian hari. pemeliharaan dan penyimpanan bahan. Legislasi No. 3. jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi. √ Penyediaan APD MSDS Kompartemen / gudang penyimpanan bahan/ material √ Pemeriksaan dari Jamsostek √ Induksi. Semua pengamanan dan alat .bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya. Pasal 8 1. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan menaati syarat-syarat keselamatan tersebut. barang. barang. pembuatan pengankutan. 3. b. Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan. Bab V. Legislasi Deskripsi Legislasi r. produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. perdagangan. pemakaian. keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum. Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian tersebut dalam ayat (1) dan (2) . penggunaan. atau aparat produksi guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri. bahan. 2. peredaran. 2. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang akan diberikan padanya.No. perlengkapan alat-alat perlindungan. secara berkala pada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur. Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang : a. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya. Dengan peraturan perundangan dapat di ubah perincian tersebut dalam ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Briefing pagi/safety morning Penyediaan APD bagi pekerja .

2.alat pelindung diri yang diwajibkan.alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. Pengurus diwajibkan memenuhi dan menaati semua syarat -syarat dan ketentuan .alat pelindung diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas -batas yang masih dapat dipertanggung-jawabkan. Cara . b. Meminta para pengurus agar dilaksanakan semua syarat .syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. Legislasi Deskripsi Legislasi c. Memakai alat . d.syarat tsb di atas. Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya. 4.cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaan.No. pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri tenaga Kerja. BAB IX Kewajiban Bila Memasuki Tempat Kerja Pasal 13 Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja. c. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pengadaan P3K dan klinik Pemenuhan legislasi √ Laporan tahap awal √ Pengadaan APD bagi pekerja √ Induksi & Inspeksi oleh security . Memenuhi dan menaati semua syarat . dalam pencegahan kebakaran dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. Legislasi No. e.syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah memahami syarat .ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan. d. Alat . BAB VII Kecelakaan Pasal 11 1. BAB VIII Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja Pasal 12 Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk : a. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawasan atau ahli keselamatan kerja. 2. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat . Tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan oleh pegawai termaksud dalam ayat (1) di atur dengan peraturan perundangan. 3. Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya.

a. UU No. Pasal 8 point 1 tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan kerja Pasal 10 point 1 pengusaha wajib melaporkan kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja kepada kantor departemen tenaga kerja dan Badan Penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam point 2 pengusaha wajib melaporkan kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sembuh. Legislasi No. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya. √ Pendaftaran Jamsostek √ No Pendaftaran √ √ Laporan awal kecelakaan √ . cacad atau meninggal dunia. Legislasi Deskripsi Legislasi BAB X Kewajiban Pengurus Pasal 14 Pengurus diwajibkan . Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya. b. semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya. sehelai Undang -undang ini dan semua peraturan pelaksanaanya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan.No. disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli-ahli keselamatan kerja. Menyediakan secara cuma-cuma. pada tempattempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. semua alat perlindungan diri yang di wajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) √ Papan informasi & Rambu-rambu K3LM Pengadaan APD 2. 3 tahun 1992 Jaminan Sosial Tenaga Kerja Pasal 3 point 2 setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja Pasal 4 point 1 program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud pasal 3 wajib dilakukan oleh setiap perusahaan bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan didalam hubungan kerja sesuai dengan ketentuan undang-undang ini. c.tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli kesehatan kerja. pada tempat . semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan.

lingkungan pemukiman. suami atau istri dan anak berhak memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan Pasal 17 pengusaha dan tenaga kerja wajib ikut serta dalam program jaminan sosial tenga kerja Pasal 18 pengusaha wajib memiliki daftar tenaga kerja beserta keluarganya. √ √ Pengukuran parameter pencemar √ Pengadaa Klinik & Prasarana olah raga bagi karyawan . pengendalian faktor penyakit.No. lingkungan kerja. Kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja. Kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas yang optimal 2. 14 tahun 1992 UU No. pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat kesehatan kerja. 2. √ √ √ √ 3. pengamanan limbah padat. angkutan umum dan lingkungan lainnya. radiasi dan kebisingan. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) point 3 pengusaha wajib mengurus tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja kepada badan penyelenggara sampai memperoleh hak-haknya. Setiap tempat atau sarana pelayanan umum wajib memelihara dan meningkatkan lingkungan yang sehat sesuai dengan standar dan persyaratan. 3. limbah gas. UU No. Kesehatan Kerja Pasal 23 1. limbah cair. daftar upah beserta perubahan-perubahan dan daftar kecelakaan kerja di perusahaan atau bagian perusahaan yang berdiri sendiri. cacad atau meninggal dunia. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara. Pasal 16 tenaga kerja. Kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat. No. dan penyehatan atau pengamanan lainnya. 23 tahun 1992 Lalu Lintas Jalan Kesehatan Kesehatan Lingkungan Pasal 22 1. Legislasi pengusaha wajib melaporkan kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan Legislasi penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah tenaga kerja yang Deskripsi Legislasi tertimpa kecelakaan oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sembuh. Setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja. Kesehatan lingkungan dilaksanakan terhadap tempat umum. 3. 4. 4.

Legislasi No. dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam setelah ada hasil diagnosis dari dokter periksa.: 14 tahun 1993 Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja pasal 2 point 1 Program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini. 1. pasal 5 point 1 Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 wajib mendaftarkan perusahaan dan tenaga kerjanya sebagai peserta program jaminan sosial tenaga kerja pada badan penyelenggara dengan mengisi formulir yang disediakan oleh badan penyelenggara.000.No. dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam terhitung terjadinya kecelakaan. atau membayar upah minimal Rp. pasal 18 point 1 Pengusaha wajib memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan bagi tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan. jaminan kematian. jaminan berupa uang yang meliputi : jaminan kecelakaan kerja.000 sebulan. jaminan berupa pelayanan yaitu jaminan pemeliharaan kesehatan. terdiri: a. √ Kerjasama dengan Jamsostek P3K √ √ √ √ Laporan awal pasal 19 Pengusaha wajib melaporkan penyakit yang timbul karena hubungan kerja. wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. point 2 Pengusaha wajib melaporkan setiap kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerjanya kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggaraan setempat/terdekat sebagai laporan kecelakaan tahap I. Legislasi Deskripsi Legislasi Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 5. jaminan hari tua b. PERATURAN PEMERINTAH & KEPUTUSAN PRESIDEN Peraturan Pemerintah No. Pasal 2 point 3 Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih. √ KEPUTUSAN MENTERI .

03/MEN/1999 Deskripsi Legislasi Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift untuk pengangkutan orang dan barang BAB II Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift BAGIAN 1 UMUM Pasal 3 (1) Kapasitas angkut lift harus dicantumkan dan dipasang dalam kereta serta dinyatakan dalam jumlah orang dan atau jumlah bobot muatan yang diangkut dalam kilogram (kg). b. f. penyimpanan dan penanganan bahan. identitas bahan dan perusahaan. 6 Legislasi No. tindakan penanggulangan kebakaran.No. d. c. g. j. Kep-187/MEN/1999 Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya Pasal 4 (1) Lembar data keselamatan bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan tentang: a. (3) Mesin harus dilengkapi dengan rem yang bekerja dengan tenaga pegas. rem membuka dengan tenaga magnet listrik dan harus dapat memberhentikan mesin secara otomatis dan pada saat arus listrik putus. √ Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pemasangan rambu √ √ 7 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. stabilitas dan reaktivitas bahan. Per. pengendalian pemajanan dan alat pelindung diri. tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). (2) Kapasitas angkut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus sesuai dengan kapasitas angkut yang dinyatakan dalam ijin pemakaian lift. komposisi bahan. sifat fisik dan kimia. aman dan memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja. i. tindakan mengatasi kebocoran dan tumpahan. Legislasi Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PARAGRAF 1 MESIN DAN KAMAR MESIN Pasal 5 (1) Mesin dan konstruksinya harus memenuhi Standar Nasional Indonesia yang berlaku (2) Apabila lift akan bergerak. e. (3) Penetapan jumlah orang yang dapat diangkut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan Standar Nasional Indonesia yang berlaku. tidak cacat. BAGIAN 2 BAGIAN-BAGIAN LIFT DAN PEMASANGANNYA Pasal 4 (1) Bagian-bagian lift harus kuat. √ MSDS . h. identifikasi bahaya.

j. m. Pasal 5 Label sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan mengenai: a. informasi ekologi. bahan sangat beracun. bahan reaktif. instruksi pengisian dan penyimpanan. instruksi dalam hal terkena atau terpapar. waktu pemajanan ditetapkan sebagaimana tercantum dalam lampiran II. bahan oksidator. informasi toksikologi. h. d. e. c. Legislasi Deskripsi Legislasi k. √ √ Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) √ Papan informasi 8 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. √ . gas mudah terbakar. d. cairan mudah terbakar. Kep-51/MEN/1999 Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja Pasal 3 (1) NAB kebisingan ditetapkan sebesar 85 desi Bell A (dBA). e. g. instruksi kebakaran. bahan beracun.No. g. alamat dan nomor telepon pabrik pembuat atau distributor. referensi. tindakan pencegahan. cairan sangat mudah terbakar. l. pengangkutan bahan. k. Pasal 6 Lembar data keselamatan Bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 dan Label sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 diletakkan di tempat yang mudah diketahui oleh tenaga kerja dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan. informasi peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. instruksi tumpahan atau bocoran. f. c. o. Pasal 9 Kriteria bahan kimia berbahaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (3) terdiri dari: a. i. bahan mudah meledak. h. pembuangan limbah. Legislasi No. b. p. informasi lain yang diperlukan. nama produk. tanda bahaya dan artinya. n. (2) Kebisingan yang melampaui NAB. nama. f. identifikasi bahaya. uraian resiko dan penanggulangannya.

memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran. (3) Pengendalian setiap bentuk energi. penyediaan sarana deteksi. huruf b dan huruf c dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik di tempat kerja harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) No. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi RI No. Status Kesesuaian Ya (100%) √ Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 9 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. bagi tempat kerja yang mempekerjakan lebih dari 50 (lima puluh) orang tenaga kerja dan atau tempat kerja yang berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat. SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja. informasi tentang sumber potensi bahaya kebakaran dan cara pencegahannya. alarm. c. Pemberlakuan standar Nasional Indonesia (SNI) No. b.No. Legislasi No. prosedur pelaksanaan pekerjaan berkaitan dengan pencegahan bahaya kebakaran. pengendalian penyebaran asap. waktu pemajanan ditetapkan sebagaimana tercantum dalam lampiran III. e. latihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja (2) Kewajiban mencegah. d. b. mengurangi dan memadamkan kebakaran di tempat kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.75/MEN/2002 . pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Kep. prosedur dalam menghadapi keadaan darurat bahaya kebakaran. cara pemeliharaan dan penggunaan sarana proteksi kebakaran di tempat kerja. pemadam kebakaran dan sarana evakuasi serta pengendalian penyebaran asap. SNI-04-0225-2000 mengenai persyaratan umum instalasi listrik 2000 (PUIL 2000) di tempat kerja Pasal 2 (1) Perencanaan. penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala f. d. Legislasi Deskripsi Legislasi Pasal 4 (1) NAB getaran alat kerja yang kontak langsung maupun tidak langsung pada lengan dan tangan tenaga kerja ditetapkan sebesar 4 meter per detik kuadrat (m/det2) (2) Getaran yang melampaui NAB. penyediaan sarana deteksi. Kep-186/MEN/1999 Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja Pasal 2 (1) Pengurus atau pengusaha wajib mencegah. panas dan gas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. pengendalian setiap bentuk energi. (4) Buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf f. jenis. panas dan gas. penggunaan. alarm. mengurangi dan memadamkan kebakaran. memuat antara lain: a. pemasangan. √ √ Training ERP 10. c. pemadam kebakaran dan sarana evakuasi.

Kompartemen Amati keadaan lingkungan tempat kerja terhadap masalah penyebaran api. Sumber ignition Perhatikan potensi apa saja yang dapat menjadi sumber pemicu kebakaran dan perhatikan apakah alat pengaman yang diperlukan telah sesuai. Bahan-bahan yang mudah terbakar /meledak Perhatikan jenis-jenis bahan yang diolah. panas. Kenali sifat fisik dan sifat-sifat kimianya apakah mengandung potensi mudah terbakar atau meledak. 5. pintu keluar atau tangga darurat. Ins. asap apakah telah ada upaya untuk mengendalikannya. Apakah ada prosedur keselamatan kerja dan dilaksanakan dengan benar. Pintu darurat Amati jalur evakuasi. SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja. SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja. 30 meter untuk resiko sedang dan 24 meter untuk resiko berat. 11/M/BW/1997 Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran Pemeriksaan dan Pengujian: 1.No. Klasifikasi Umum Klasifikasi jenis hunian akan menentukan persyaratan standar teknik sistem proteksi kebakaran yang harus diterapkan 2. dikerjakan atau disimpan. apakah ada penerangan darurat. Kapan diadakan pemeriksaan terakhir dan apakah syarat-syarat yang diberikan telah dilaksanakan. Legislasi No. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pasal 3 Pengawasan terhadap pelaksanaan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 3. Legislasi Deskripsi Legislasi (2) Pengurus bertanggungjawab terhadap ditaatinya dan wajib melaksanakan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. (3) Instalasi Listrik yang telah terpasang sebelum diberlakukannya Keputusan ini. Alat pemadam api ringan . apakah ada petunjuk arah. Apakah ada rintangan yang dapat mengganggu. SNI 04-02252000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja dilakukan oleh Pegawai Pengawas atau Ahli Keselamatan Kerja Spesialis Bidang Listrik √ 11 INSTRUKSI MENTERI Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. √ 6. wajib disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. panjang jarak tempuh mencapai pintu ke luar tidak melebihi 36 meter untuk resiko ringan. 4.

7 tahun 1964 Syarat Kesehatan. Halaman harus bersih. Instalasi Hydran dan Springkler 9. rata dan tidak becek dan cukup luas untuk kemungkinan perluasan 2. 6. 8. Periksa pula masa efektif bahan pemadamnya serta masa uji tabungnya. pada waktunya sampah itu harus dibuang ketempat pembuangan sampah atau dibakar pada tempat yang aman. kamar makan dan alat keperluan makan harus selalu bersih dan rapi. saluran air yang melintasi halaman harus tertutup 5. point 6 jumlah kakus sebagai berikut 1-15 buruh =1 kakus 16-30 buruh = 2 kakus 31-45 buruh = 3 kakus 46-60 buruh = 4 kakus 61-80 buruh = 5 kakus 81-100 buruh = 5 kakus dan selanjutnya untuk tiap 100 orang 6 kakus pasal 8 dapur. Apakah semua perlengkapan dan indikator bekerja dengan baik. Apakah telah dipasang penandaan zone alarm. 7. 7.No. pasal 6 point 1 kakus-kakus yang terbuat dari bahan yang kuat harus disediakan untuk kaum buruh. jalanan dihalaman tidak boleh berdebu 3. Instalasi Khusus Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 12 PERATURAN MENTERI Peraturan Menteri Perburuhan No. Kebersihan serta Penerangan dlm Tempat Kerja 1. sampah dan terbuang lainnya harus terkumpul pada suatu tempat yang rapi dan tertutup. Instalasi Alarm Lakukan tes fungsi perlengkapan pada panel. teratur. Legislasi No. √ diangkut setiap hari Diberi tutup √ √ Belum mencukupi karena keterbatasan lahan √ . untuk keperluan air (riolering) harus cukup saluran yang kuat dan bersih 4. tempat pengumpulan sampah tidak boleh menjadi sarang lalat atau binatang serangga yang lain. Legislasi Deskripsi Legislasi Apakah alat pemadam api ringan telah sesuai jenis dan cukup jumlahnya. Apakah penempatannya mudah dilihat dan mudah dijangkau serta mudah untuk diambil.

Legislasi Deskripsi Legislasi Pasal 14 Point 4 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kasar seperti mengerjakan bahan-bahan kasar. penyakit akibat kerja.No. pasal 5 point 1 disetiap tempat kerja harus dilengkapi dengan sarana untuk keperluan keluar masuk dengan aman point 2 semua tempat kerja. Depnaker. Status Kesesuaian Ya (100%) √ Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 13 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Jamsostek dan Koordinasi keamanan √ Mengevaluasi HIRARC Membentuk unit K3LM dan dicantumkan dalam struktur organisasi HIRARC √ Jamsostek. tempat penyimpanan barang sedang dan kecil. pasal 6 kebersihan dan kerapihan ditempat kerja harus dijaga sehingga bahan-bahan yang berserakan. tangga-tangga. Legislasi No. √ Ijin ke Depnaker. menyisihkan barang besar. kakus. kamar mesin. bahan-bahan bangunan. seperti pemasangan yang kasar. ruang penerimaan dan pengiriman dengan kapal. pasal 3 point 1 pada pekerjaan konstruksi bangunan harus diusahakan pencegahan dan dikurangi terjadinya kecelakaan atau sakit akibat kerja terhadap tenaga kerjanya.: Per. lorong-lorong atau gang-gang tempat orang bekerja atau sering dilalui. point 2 sewaktu pekerjaan dimulai harus segera disusun suatu unit keselamatan dan kesehatan kerja hal tersebut harus diberitahukan kepada setiap tenaga kerja point 3 unit keselamatan kerja meliputi usaha-usaha pencegahan terhadap : kecelakaan.01/MEN/1980 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan pasal 2 Setiap pekerjaan konstruksi bangunan yang akan dilakukan wajib dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. harus dilengkapi dengan penerangan yang cukup sesuai dengan ketentuan yang berlaku. alat pengangkut orang dan barang. kebakaran. Kantor Pusat √ Pembuatan akses jalan √ Pembersihan oleh mandor . gudang untuk menyimpan barang besar dan kasar paling sedikit memiliki kekuatan 50 Lux Point 5 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kecil secara sepintas lalu. peralatan dan alat-alat kerja tidak merintangi atau menimbulkan kecelakaan. pertolongan pertama pada kecelakaan dan usaha-usaha penyelamatan pasal 4 setiap kecelakaan kerja atau kejadian yang berbahaya harus dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. peledakan.

peralatan dan alat-alat kerja tidak merintangi atau menimbulkan kecelakaan. peralatan dan bahan yang dipergunakan pasal 25 point 1 tangga harus terdiri dari 2 kaki tangga dan sejumlah anak tangga yang dipasang pada kedua kaki tangga dengan kuat. kecuali apabila pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan aman pasal 13 point 1 perancah harus diberi lantai papan yang kuat dan rapat sehingga dapat menahan dengan aman tenaga kerja. √ railing √ Pengukuran kebisingan dan getaran secara periodik pasal 10 orang tidak berkepentingan dilarang masuk pasal 12 perancah yang sesuai dan aman harus disediakan untuk semua pekerjaan yang tidak dapat dilakukan dengan aman oleh seseoarang yang berdiri diatas konstruksi yang kuat dan permanen. pasal 28 alat-alat angkat harus direncanakan. pasal 8 semua peralatan sisi-sisi lantai yang terbuka. bahan-bahan dan benda-benda tidak dilemparkan. dipasang. Legislasi Legislasi kebersihan dan kerapihan ditempat kerja harus dijaga sehingga bahan-bahan yang Deskripsi Legislasi berserakan. lubang-lubang dilantai yang terbuka. safety net. pasal 44 operator mesin harus terlatih untuk pekerjaannya dan harus mengetahui peraturan keselamatan kerja pada mesin tersebut. pasal 31 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk melarang orang memasuki daerah lintas keran jalan untuk menghindarkan kecelakaan karena terhimpit. dilayani dan dipelihara sedemikian rupa sehingga terjamin keselamatan pemakainya. sisi-sisi tangga yang terbuka. Papan Pengumuman √ √ √ √ rambu. surat edaran dilarang menjatuhkan benda ke bawah. No.No. semua galian-galian dan lubang-lubang yang berbahaya harus diberi pagar atau tutup pengamannya. atap-atap atau panggung yang dapat dimasuki. police line √ √ . alat-alat kerja. bahan-bahan bangunan. pasal 9 kebisingan dan getaran ditempat kerja tidak boleh melebihi ketentuan nilai ambang batas yang berlaku Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pembersihan oleh mandor √ Safety deck. pasal 67 √ √ Rambu. pasal 7 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa peralatan perancah. diluncurkan atau dijatuhkan kebawah dari tempat yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kecelakaan.

mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan pasal 5 dilarang memasang atau menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang atau cacat karena karat. pasal 99 point 1 alat-alat pelindung diri yang jenisnya disesuaikan dengan sifat pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing tenaga kerja harus disediakan dalam jumlah yang cukup.: Per. pasal 8 pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1. pasal 9 alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49◦C turun sampai minus 44 o C kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu diluar batas tersebut diatas.04/MEN/1980 Syarat Syarat Pemasangan & Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan pasal 3 tabung alat pemadam api ringan harus diisi sesuai dengan jenis dan konstruksinya pasal 4 point 1 setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas. jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dari permukaan lantai. pasal 86 tenaga kerja yang melakukan pekerjaan diatap harus dilengkapi dengan alat pelindung diri yang sesuai untuk menjamin agar mereka tidak jatuh dari atap atau bagian-bagian atap yang rapuh. Legislasi Deskripsi Legislasi point 2 pinggir-pinggir dan dinding-dinding pekerjaan galian harus diberi pengaman dan penunjang yang kuat untuk menjamin keselamatan orang yang bekerja dalam lubang / parit. pasal 74 setiap ujung-ujung mencuat yang membahayakan harus dilengkungkan atau dilindungi. Legislasi No. kecuali jenis C02 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat. pasal 14 √ √ Pemasangan rambu APAR √ √ √ √ .No.2 m dari permukaan lantai. √ √ √ Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) pemotongan stek yang tidak terpakai safety harness 14 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.

pasal 3 point 1 laporan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat 1 dilakukan dalam waktu paling lama 2X24 jam setelah penyakit tersebut didiagnosa. pengurus dan badan yang ditunjuk wajib melaporkan secara tertulis kepada kantor Direktorat Jendral Pembinaan Hubungan Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja setempat.: Per. Kewajban Melapor Penyakit Akibat Kerja pasal 2 point 1 apabila dalam pemeriksaan kesehatan bekerja dan pemeriksaan kesehatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi No Per 02/MEN 1980 ditemukan penyakit kerja yang diderita oleh tenaga kerja. √ Bekerjasama dgn RSAL Mintohardjo 17 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. pasal 7 baut pengikat yang dipergunakan peralatan angkat harus memiliki kelebihan ulir sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang. pasal 3 point 1 beban maksimum yang diijinkan dari pesawat angkat dan angkut ditulis pada bagian yang mudah dilihat dan dibaca dengan jelas. jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. Legislasi Deskripsi Legislasi petunjuk cara-cara pemakaian alat pemadam api ringan harus dapat dibaca dengan jelas.: Per. pasal 4 setiap pesawat angkat dan angkut harus dilayani oleh operator yang mempunyai kemampuan dan telah memiliki keterampilan khusus tentang pesawat angkat dan angkut.No.05/MEN/1985 √ √ √ √ . Legislasi No.: Per. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Instruksi Kerja 15 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. tidak cacat dan memenuhi syarat.03/MEN/1982 Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja pasal 3 point 1 setiap tenaga kerja berhak mendapatkan pelayanan kesehatan kerja point 2 pengurus wajib memberikan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi Pesawat Angkat Dan Angkut pasal 2 bahan konstruksi serta perlengkapan pesawat angkat dan angkut harus cukup kuat.01/MEN/1981 √ √ 16 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.

pasal 101 semua perlengkapan pesawat angkutan diatas landasan dan diatas permukaan sebelum digunakan harus diperikasa terlebih dahulu oleh operator. pasal 33 peralatan angkat listrik harus a. √ 19 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Bangunan dimana disimpan. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) √ √ Pemakaian Helm dan Sepatu √ Check list 18 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. No. dibuat dengan angka keamanan sekurang-kurangnya . rumah sakit.: Per. gudang penyimpanan bahan peledak dan lain-lain c. bangunan yang terpencil atau tinggi dan lebih tinggi dari pada bangunan sekitarnya seperti: menara-menara. cerobong. monumen dan lain-lain. sekolah. b.dilengkapi dengan rem otomatis yang mampu menahan muatan.02/MEN/1989 Pengawasan instalasi penyalur petir BAB II RUANG LINGKUP Pasal 9 (1) Tempat kerja sebagaimana dimaksud pasal 8 yang perlu dipasang instalasi penyalur petir antara lain: a.8 untuk baja tuang .01/MEN/1989 Kualifikasi dan syarat-syarat operator keran angkat pasal 10 point 1 operator dilarang meninggalkan tempat pelayanan selama keran angkat dioperasikan point 2 melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi atau kemampuan kerja serta merawat keran angkat. diolah atau digunakan bahan yang mudah meledak atau terbakar seperti pabrik-pabrik amunisi. antena pemancar.No. silo. √ Pemasangan instalasi penangkal petir di TC . stasiun. pasar. dan lain-lain.alat pengaman dan alat-alat perlengkapan lainnya yang terkait dengan bekerjanya keran angkat yang dilayaninya. hotel. alat . bangunan untuk kepentingan umum seperi: tempat ibadah. dikonstruksikan dari baja b.: Per. Legislasi Legislasi baut pengikat yang dipergunakanDeskripsi Legislasiharus memiliki kelebihan ulir peralatan angkat sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang.5 untuk baja konstruksi atau baja tempa . jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. gedung pertunjukan. jika muatan dihentikan pasal 42 point 2 operator dan tenaga kerja harus menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan bahaya yang dihadapi.

pencemaran dan penyakit akibat kerja wajib menerapkan SMK3. kebakaran. pasal 5 point 1 untuk membuktikan penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4. perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. mengukur.SE. menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan. Stadion Olah Raga dan tempat-tempat lainnya. merencanakan pemenuhan kebijakan. Kebijakan K3LM PT. √ Pengadaan Kantin di bedeng pekerja . memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. Padang Golf. Bangunan untuk menyimpan barang-barang yang sukar diganti seperti:musemum. mutukehidupan tenaga kerja yang erat bertalian dengan tingkat produktivitas kerjanya perlu secara terus menerus ditingkatkan. tempat penyimpanan arsip dan lain-lain. meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. e. d. tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja.05/MEN/1996 Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan kerja pasal 3 point 1 Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan. Legislasi Deskripsi Legislasi d.: Per.No. 01/Men/1979 Pengadaan Kantin dan Ruang Makan Sebagaimana pelaksanaan kebijakan Pembangunan. perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh menteri. tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. √ 21 SURAT EDARAN Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Legislasi No. pasal 4 point 1 dalam penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 3. khususnya dalam bidang ketenagakerjaan sebagaimana yang diarahkan oleh Garis Besar Haluan Negara. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 20 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. perpustakaan. Daerah-daerah terbuka seperti: daerah perkebunan. e.Waskita Karya HIRARC √ √ c. menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan sistem manajemen K3 b.

perusahaan-perusahaan yang bersangkutan hendaknya memperhatikan ketentuanketentuan sebagai dimaksud dalam Peraturan Menteri Perburuhan No. khususnya ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam pasal 8 yang isinya dimuat dalam Lampiran Surat Edaran ini. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) . Kebersihan serta Penerangan tempat kerja. Lebih lanjut. 2. bahwa untuk bekera gizi kerja memegang peranan penting untuk efisiensi dan produktifitas kerja yang memadai. sebab dengan begitu perusahaan-perusahaan tersebut lebih membantu pengembangan gizi kerja yang manfaatnya akan lebih dirasakan lagi bagi pembangunan secara keseluruhan. Dalam hal perusahaan tersebut menyediakan kantin. 7 tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan. Atas dasar kemanfaatan gizi kerja bagi pembangunan. Usaha pengembangan hygiene perusahaan dan kesehatan kerja termasuk gizi kerja sejalan dengan tugas pemerintah untuk membina perlindungan kerja sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. Sebagai pedoman dalam pelaksanaan kedua anjuran tersebut diatas. apresiasi terhadap gizi kerja oleh masyarakat pada umumnya dan masyarakat industri/perusahaan pada khususnya merupakan sandaran utama bagi kemantapan upaya dalam memperbaiki kondisi tenaga kerja. Disadari sepenuhnya. Dalam rangka mencapai tujuan ini. Semua perusahaan yang mempekerjakan buruh lebih dari 200 orang supaya menyediakan kantin di perusahaan yang bersangkutan Apabila suatu perusahaan yang jumlah tenaga kerjanya kurang dari ketentuan dalam anjuran seperti tersebut di atas. Gizi kerja sebagaimana hygiene perusahaan dan kesehatan pada umumnya bertujuan meningkatkan produktifitas dan daya kerja tenaga kerja. Legislasi Deskripsi Legislasi Salah satu usaha guna meningkatkan mutu kehidupan tenaga kerja tersebut adalah penyerasian setiap tenaga kerja dalam pekerjaannya sebagai suatu aspek terpadu dalam ruang lingkup hygiene perusahaan dan kesehatan kerja. Legislasi No. 14 tahun 1969 tentang Ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja. hendaknya harga makanan dan minuman diusahakan secara layak sesuai dengan kemampuan perusahaan dan daya beli dari buruh yang bersangkutan serta selalu diusahakan agar nilai gizi makanan tetap mendapat perhatian yang utama. tetapi juga mengadakan ruang/tempat makan atau kantin.No. pemerintah dalam hal ini Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengambil kebijaksanaan untuk menganjurkan kepada: 1. melalui perbaikan gizi untuk mendukung perbaikan produktifitas kerja. maka diharapkan agar perusahaan-perusahaan berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan penerapan gizi kerja yang antara lain pengadaan kanatin dan ruang tempat makan di perusahaan-perusahaan atau tempat kerja. maka perhatian dan kesadaran perusahaan tersebut sangat dihargai. Semua perusahaan yang mempekerjakan buruh antara 0 sampai 200 orang supaya menyediakan ruang tempat makan di perusahaan yang bersangkutan.

No. namun di pihak lain dapat memberikan akibat-akibat negatif seperti gangguan keselamatan. Legislasi Deskripsi Legislasi Aparatur Hygiene Perusahaan dan Kesehatan kerja dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan membantu pengusaha dalam pengembangan gizi kerja pada umumnya dan pembinaan kantin-kantin dan ruang makan pada khususnya. √ Pengukuran Udara (73x100%) + (9x 50%) + (4x0%) 86 = 90. April 2007 Mengetahui Dibuat oleh. Dengan berlakunya Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja ini. Legislasi No.12 % Jakarta. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 22 Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja no. Untuk maksud tersebut di atas. kesehatan dan kenyamanan kerja serta gangguan pencemaran lingkungan Guna mengantisipasi dampak negatif yang kemungkinan terjadi di lingkungan kerja perlu dilakukan upaya-upaya pengamanan guna meningkatkan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan tenaga kerja.SE. maka Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Koperasi Nomor SE-02/Men/1978 dinyatakan tidak berlaku lagi. Ghozy Perdana) Kepala Proyek (Wiyono) Safety Officer . agar benar-benar memberikan manfaat dalam mencapai tujuannya.01/ MEN/1997 Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di Udara Lingkungan Kerja Telah diketahui dan dimaklumi bahwa bahan-bahan dan peralatan kerja disatu pihak mutlak diperlukan bagi pembangunan demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa. maka para pengusahaagar selalu mengendalikan lingkungan kerja secara teknis sehingga kadar bahan-bhan kimia di udara lingkungan kerja tidak melampaui Nilai Ambang Batas (NAB) seperti yagn tercantum pada lampiran Surat Edaran ini. Mengingat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 belum lengkap peraturan pelaksanaannya serta menimbang bahwa Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor Kimia yang ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Koperasi Nomor SE-02/Men/1978 dinilai telah tidak sesuai lagi dengan kemajuan dan perkembangan teknologi masa kini. (Ir. maka dipandang perlu untuk melakukan kemajuan kembali dan penyempurnaan NAB Faktor Kimia dalam SE-02/Men/1978 tersebut.

Legislasi No.No. Legislasi Deskripsi Legislasi Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) .

81 0.78 .79 HIRARC dan OTP 82 83 0.Keterangan (Tindak Lanjut) 83 0.

Briefing pagi/safety morning Penyediaan APD bagi pekerja .Keterangan (Tindak Lanjut) Penyediaan APD MSDS Kompartemen / gudang penyimpanan bahan/ material Pemeriksaan dari Jamsostek Induksi.

Keterangan (Tindak Lanjut) Pengadaan P3K dan klinik Pemenuhan legislasi Laporan tahap awal Pengadaan APD bagi pekerja 0.8 Induksi & Inspeksi oleh security .

Keterangan (Tindak Lanjut) Papan informasi & Rambu-rambu K3LM Pengadaan APD Pendaftaran Jamsostek No Pendaftaran Laporan awal kecelakaan .

Keterangan (Tindak Lanjut) Pengukuran parameter pencemar Pengadaa Klinik & Prasarana olah raga bagi karyawan .

Keterangan (Tindak Lanjut) Kerjasama dengan Jamsostek P3K Laporan awal .

Keterangan (Tindak Lanjut) Pemasangan rambu MSDS .

Keterangan (Tindak Lanjut) Papan informasi .

Keterangan (Tindak Lanjut) Training ERP .

Keterangan (Tindak Lanjut) .

Keterangan (Tindak Lanjut) diangkut setiap hari Diberi tutup Belum mencukupi karena keterbatasan lahan .

Jamsostek dan Koordinasi keamanan Mengevaluasi HIRARC Membentuk unit K3LM dan dicantumkan dalam struktur organisasi HIRARC Jamsostek.Keterangan (Tindak Lanjut) Ijin ke Depnaker. Kantor Pusat Pembuatan akses jalan Pembersihan oleh mandor . Depnaker.

safety net. Papan Pengumuman rambu. railing Pengukuran kebisingan dan getaran secara periodik Rambu. surat edaran dilarang menjatuhkan benda ke bawah. police line .Keterangan (Tindak Lanjut) Pembersihan oleh mandor Safety deck.

Keterangan (Tindak Lanjut) pemotongan stek yang tidak terpakai safety harness Pemasangan rambu APAR .

Keterangan (Tindak Lanjut) Instruksi Kerja Bekerjasama dgn RSAL Mintohardjo .

Keterangan (Tindak Lanjut) Pemakaian Helm dan Sepatu Check list Pemasangan instalasi penangkal petir di TC .

Waskita Karya HIRARC Pengadaan Kantin di bedeng pekerja .Keterangan (Tindak Lanjut) Kebijakan K3LM PT.

Keterangan (Tindak Lanjut) .

Keterangan (Tindak Lanjut) Pengukuran Udara .

Keterangan (Tindak Lanjut) .

DAFTAR INSTRUKSI KERJA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Kode IK.P6-K3LM-04-05 IK.P6-WK-K3LM-15-06 IK.P6-WK-K3LM-12-04 IK.P6-K3LM-13-12 IK.P6-K3LM-08-06 IK.P6-WK-K3LM-15-01 IK.P6-K3LM-14-02 IK.P6-WK-K3LM-15-03 IK.P6-K3LM-08-13 IK.P6-K3LM-08-04 IK.P6-K3LM-08-05 IK.P6-WK-K3LM-15-03 IK.P6-WK-K3LM-12-01 IK.P6-WK-K3LM-15-02 IK.P6-K3LM-13-18 IK.P6-K3LM-13-08 IK.P6-K3LM-13-03 IK.P6-K3LM-08-11 IK.P6-K3LM-13-13 IK.P6-K3LM-13-17 IK.P6-K3LM-13-07 IK.P6-K3LM-13-20 IK.P6-WK-K3LM-15-05 IK.P6-K3LM-08-03 IK.P6-K3LM-04-04 IK.P6-WK-K3LM-15-04 IK.P6-K3LM-08-02 IK.P6-K3LM-13-11 IK.P6-K3LM-13-05 IK.P6-K3LM-04-03 IK.P6-K3LM-13-02 IK.P6-K3LM-13-15 IK.P6-K3LM-08-07 IK.P6-K3LM-13-10 IK.P6-WK-K3LM-15-04 Uraian Dokumentasi Distribusi & Penerapan Instruksi Kerja Pemberian Nomor Kopi Dokumen Pembuatan & Distribusi IK Spesifik Pendistribusian IK Perkakas Tangan Akses Kerja Perancah ( Scafolding ) House Keeping Catering Tangga Pengoperasian Kendaraan Bermotor Hoist Gondola Fasilitas Umum Tangga Kerja Ergonomi APD Penimpanan Material Berbahaya Penanganan Bahan Yang Mudah Meledak Tangki Bahan Bakar Penanganan Material Berbahaya Isolasi Energi(Lockout/Tagout) Ijin Kerja Pek.P6-K3LM-14-03 IK.P6-K3LM-08-12 IK.P6-WK-K3LM-12-05 IK.P6-K3LM-13-16 IK.P6-K3LM-08-01 IK.P6-K3LM-08-10 IK.P6-K3LM-14-01 IK.P6-K3LM-13-19 IK.P6-K3LM-04-01 IK.P6-WK-K3LM-12-02 IK.P6-K3LM-13-04 IK.P6-K3LM-13-01 IK.P6-K3LM-08-09 IK.P6-K3LM-13-06 IK.P6-K3LM-08-08 IK.P6-K3LM-13-09 IK.P6-WK-K3LM-12-03 IK.P6-WK-K3LM-15-02 IK. Yang Berhubungan Dengan Instalasi Listrik Bekerja Berhubungan Dengan Gas Beracun Bekerja Diruang Terbatas Bekerja Di Daerah Padat Lalu Lintas Bekerja Di Ketinggian Pengangkutan Beban Secara Manual Penggalian Pembongkaran Bangunan Pengelasan Pengoperasian TC Pengoperasian Crane Pengoperasian Peralatan Berat Mekanis Pekerjaan Atap Pemotongan Penggerindaan Bekerja Di Air Plant dan Camp Area Pengendalian Kebisingan Di Tempat Kerja Penggunaan APAR P3K Pencegahan Bahaya Kebakaran Verifikasi Sertifikat Kalibrasi Alat Ukur Waterpass Verifikasi Keandalan Kalibrasi Timbangan AMP Penyimpanan dan Perawatan Alat Ukur Optik Verifikasi Kelaikan Alat Ukur Total Station Verifikasi Kelaikan Alat Ukur EDM Koreksi Alat Ukur Theodolite Pengukuran Pencahayaan dg Alat Ukur Light Meter Pengukuran Kebisingan Pengukuran Kelembaban & Temperature .P6-K3LM-04-02 IK.

.

Persero PT.7) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Pemakaian listrik Pemborosan pemakaian sumber energi tak terbarukan N Y (6) 3 1 3 P Pemakaian air Pemborosan pemakaian sumber daya air N Y (6) 3 1 3 P Aktivitas MCK Pembuangan limbah cair Pencemaran tanah N Y ( 20) 3 2 6 P Pencemaran air Estetika Vektor penyakit N N N Y ( 21. sisa toner & kaleng bekas baygon/pewangi ruangan Dampak Pencemaran Tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 3. plastik.5) Y ( 28) Y ( 6) 3 2 3 2 1 2 6 2 6 P p P . Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Jakarta Identifikasi Aspek Lingkungan dan Evaluasi Dampak Lingkungan No. Tahapan/Lokasi Kontruksi / Keet Waskita. 1. Keet Direksi dan Keet Subkontraktor Kegiatan Aktivitas Kantor Aspek Pembuangan sampah kertas.

5) 3 2 6 P Pencemaran tanah Vektor Penyakit N N Y ( 20) Y (6) 3 3 2 2 6 6 P P Pembuangan sampah padat (plastik/kaleng bekas. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Pemakaian air Dampak Pemborosan pemakaian sumber daya air Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y (6) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Kebersihan MCK Estetika N Y ( 28) 2 1 2 P Bau N Y ( 12) 3 1 3 P Aktivitas dapur Pembuangan limbah cair dari pencucian Pencemaran air N Y ( 21.5) 3 1 3 P Vektor penyakit N Y (6) 3 2 6 P .No. bungkus dan sisa makanan) Pencemaran tanah N Y ( 1) 3 1 3 P Pencemaran air N Y ( 21.

3) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Pencemaran air AB Y ( 21. 2.3) 2 3 6 P Pencemaran udara AB Y ( 18.No.3) 2 3 6 P . Tahapan/Lokasi Konstruksi / Gudang Waskita Kegiatan Penyimpanan bahan kimia dan B3 Aspek Tumpahan dan tetesan bahan kimia Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 7.5.27) 3 2 6 P Bau AB Y ( 12) 3 1 3 P Kebakaran D Y (6) 1 3 3 P Administrasi gudang Pembuangan sampah padat (plastik dan kertas) Pencemaran tanah N Y (1) 3 1 3 P Penyimpanan bahan bakar Tetesan dan tumpahan bahan bakar Pencemaran tanah AB Y ( 7.

solar grease) Pencemaran tanah AB Y ( 7. Konstruksi / Ruang Mekanik Administrasi mekanik Pembuangan sampah padat (plastik dan kertas) Pencemaran tanah N Y ( 1) 3 1 3 P Penyimpanan bahan B3 Ledakan dan kebakaran D Y ( 7) 1 3 3 P Perbaikan peralatan Tumpahan bahan kimia (bensin.27) 3 1 3 P Bau AB Y ( 12) 3 1 3 P Kebakaran D Y (6) 1 3 3 P 3.5) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Pencemaran udara AB Y ( 18. oli. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 21.3) 2 3 6 P .No.

Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 21.5) 3 1 3 P Kenyamanan N Y (6) 3 1 3 P Estetika N Y (6) 3 1 3 P Serbuk pemotongan kayu Pencemaran udara N Y ( 27) 3 1 3 P Pemotongan kayu Kebisingan N Y ( 19) 3 2 6 P Getaran N Y ( 11) 3 1 3 P .5.3) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Kebakaran 4. Konstruksi / Lapangan Workshop kayu Pembuangan sampah padat (sisa kayu) Pencemaran Tanah AB N Y (6) Y ( 1) 1 3 3 1 3 3 P P Pencemaran Air N Y ( 21.No.

5) 3 1 3 P Kerusakan bangunan N Y (6) 1 3 3 P Galian Galian pada tanah tidak stabil dan kedalaman lebih dari 1.5 m Buangan puing beton pancang Longsor N Y (6) 2 2 4 P Pemotongan pancang Pencemaran tanah Pencemaran air N N Y ( 7.3) Y ( 21.3) 2 3 6 P Pembongkaran TC Kerusakan bangunan Y (6) .No.3) 2 3 6 P Pencemaran air AB Y ( 21.5) 3 3 1 1 3 3 P P Operasional Tower Crane Pengangkatan beban Kerusakan bangunan N Y (6) 1 2 2 TP Perbaikan Tower Crane Tumpahan oli dan gemuk Pencemaran tanah AB Y ( 7. Tahapan/Lokasi Kegiatan Pabrikasi Besi Aspek Pembuangan sampah padat (sisa besi) Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.5.3) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Pencemaran air N Y ( 21.

Tahapan/Lokasi Kegiatan Pengecoran Aspek Tumpahan beton Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 7.5.28) 2 1 2 P Kebisingan N Y ( 19.3) 3 1 3 P Proses pengecoran dengan concrete pump Getaran N Y ( 11.No.28) 3 1 3 P Bongkar pasang bekisting Tumpahan minyak bekisting Pencemaran tanah AB Y ( 7.3) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Pencemaran air AB Y ( 21.3) 2 3 6 P .

No.3) 3 1 3 P Las listrik Sisa besi Pencemaran Tanah Pencemaran air N N Y ( 7. paku) Pencemaran tanah & air N Y ( 21. paku.3) Y ( 21.3) 3 1 3 P Estetika N Y (6) 3 1 3 P Penempatan material Kenyamanan kerja N Y (6) 3 1 3 P Instal besi Sisa besi Pencemaran tanah & air N Y ( 21.5) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Bongkar pasang scaffolding Limbah padat (kayu.3) 3 1 3 P Instal kayu Limbah padat (kayu. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 21.5.5) 2 2 1 1 2 2 P P .5. pecahan beton) Pencemaran tanah N Y ( 7.

3) Y ( 6) 1 3 3 3 1 2 3 3 6 P P P Pemompaan air tanah Turunnya muka air tanah N Y (6) 3 1 3 P Pemancangan Operasional alat pancang Kebisingan N Y ( 19) 3 1 3 P Getaran N Y ( 11) 3 1 3 P Pencemaran udara AB Y ( 18. Tahapan/Lokasi Kegiatan Las tabung Aspek Sisa besi Dampak Pencemaran tanah Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.3) 2 3 6 P .3) Y ( 21.5) P 3 2 Kuantitatif S 1 2 R 3 4 P/TP P P Proses las Penggerindaan Dewatering Scrub besi Genangan air Kebakaran/Ledakan Pencemaran tanah Vektor penyakit AB N N Y ( 1) Y ( 7.27) 2 2 4 P Tumpahan oli dan bahan bakar Pencemaran tanah AB Y ( 7.No.

5.3) 3 1 3 P Pengecatan Tumpahan cat Pencemaran tanah AB Y ( 7.No.3) 3 1 3 P Pencemaran air N Y ( 21.3) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Pasangan batu bata Pembuatan campuran semen Pencemaran tanah N Y ( 7.5.3) 2 2 4 P .3) 3 1 3 P Pembuatan lantai kerja Pembuangan sisa beton (B0) Pencemaran tanah N Y ( 7.3) 2 2 4 P Pencemaran air AB Y ( 21. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 21.5.5.3) 3 1 3 P Pencemaran air N Y ( 21.

Tahapan/Lokasi Kegiatan Aktivitas kendaraan Aspek Asap kendaraan Dampak Pencemaran udara Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 18.No.27) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Kenyamanan N Y (6) 3 1 3 P Ceceran tanah dari roda Kenyamanan AB Y ( 6) 3 1 3 P Teguran dari masyarakat sekitar AB Y ( 6) 3 1 3 P Mobilitas kendaraan Kebisingan N Y ( 19) 3 1 3 P Getaran N Y ( 11) 3 1 3 P WC Pekerja Pembuangan limbah cair Pencemaran tanah N Y ( 20) 3 2 6 P .

5.5.No. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 21.3) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Vektor penyakit N Y ( 6) 3 2 6 P Pemakaian air Pemborosan pemakaian sumber daya air N Y ( 6) 3 1 3 P Kebersihan MCK Kenyamanan N Y ( 6) 3 1 3 P Bau N Y ( 12) 3 2 6 P Depo transfer dan TPS sampah proyek Lindi Pencemaran tanah N Y ( 7.3) 3 2 6 P Pencemaran air N Y ( 21.3) 3 2 6 P Vektor penyakit N Y ( 6) 3 2 6 P .

5.5) 3 2 6 P Kenyamanan N Y ( 6) 3 1 3 P Bau N Y ( 12) 3 1 3 P Washing Bay (bak kontrol) Pencucian kendaraan (mixer) dan penampungan sisa beton Pencemaran air N Y ( 21. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Bau Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 12) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Sampah padat Pencemaran tanah N Y ( 1) 3 2 6 P Pencemaran Air N Y ( 21.3) 3 2 6 P .No.

No.3) 3 3 1 2 3 6 P P Pencemaran Air AB Y ( 21.5. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.5.27) 2 3 3 3 3 1 2 2 6 3 6 6 P P P P .3) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Bau Y ( 12) 3 1 3 P Pembuangan lumpur (Sludge) Pencemaran air N Y ( 21.3) 3 2 6 P Pencemaran tanah Y ( 7.3) 3 2 6 P Kebakaran/Ledakan Operasional genset Getaran Kebisingan Pencemaran udara D N N N Y ( 6) Y ( 11) Y ( 19) Y ( 18.3) 3 2 6 P Bau Sumber energi Tumpahan dan tetesan bahan bakar dan oli Pencemaran tanah AB Y ( 12) Y ( 7.

3) 2 2 4 P Fogging Asap Fogging Pencemaran udara N Y ( 27) 2 2 4 P Toksik N Y ( 6) 2 2 4 P Pencucian alat fogging Pencemaran tanah Pencemaran air N N Y ( 7.3) Y ( 21.27) 2 3 2 2 4 6 P P . Tahapan/Lokasi Kegiatan Mechanical dan Electrical (ME) Aspek Pembuangan bahan sisa Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.3) P 2 Kuantitatif S 2 R 4 P/TP P Pencemaran Air N Y ( 21.No.5.3) 2 2 2 2 4 4 P P Pembobokan operasional satmper/jack hammer Getaran N Y ( 11) 3 2 6 P Kebisingan Operasional kompressor Tahap operasi Kebisingan N N Y ( 19) Y ( 19) 3 3 2 2 6 6 P P Getaran Pencemaran udara N N Y ( 11) Y ( 18.5.

Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Tumpahan dan tetesan bahan bakar dan oli Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.3) Y ( 7.3) 2 2 2 2 3 3 4 6 6 P P P Bau N Y ( 12) 2 2 4 P Vektor penyakit 5.5) 2 2 4 P Bau N Y ( 12) 2 2 4 P Vektor penyakit N Y ( 6) 2 2 4 P .5.5.No. Konstruksi/Bedeng dan Warung Aktivitas bedeng dan warung Pembuangan sampah padat Pencemaran tanah N N Y (6) Y ( 1) 2 3 2 2 4 6 P P Pencemaran air N Y ( 21.3) Y ( 21.3) P 2 Kuantitatif S 2 R 4 P/TP P Pencemaran air Klinik Pembuangan limbah klinik Pencemaran tanah Pencemaran Air N N N Y ( 21.

Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Pembuangan limbah cair Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 21. Akhir Konstruksi Pengangkutan/Peminda han material Mobilitas kendaraan Pencemaran udara N Y ( 18.3) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Bau N Y ( 12) 3 1 3 P Banjir N Y ( 6) 2 3 6 P Proses memasak di warung Pemakaian listrik Pemakaian air Kebakaran Pemborosan pemakaian sumber daya tak terbarukan Pemborosan pemakaian sumber daya tak terbarukan D N N Y ( 6) Y (6) Y (6) 2 3 3 3 1 1 6 3 3 P P P 7.27) 3 2 6 P Kebisingan N Y ( 19) 3 1 3 P Kemacetan lalulintas Getaran Kerusakan bangunan sekitar N N N Y ( 6) Y ( 11) Y ( 6) 2 2 2 2 1 2 4 2 4 P P P .No.5.

Ghozy Perdana) Kepala Proyek (Devy Friska.5) 3 1 3 P 8. konstruksi dan akhir konstruksi Pengaruh cuaca dan musim Hujan (Musim Penghujan) Banjir D Y (6) 2 2 4 P Longsor D Y (6) 2 2 4 P Debu (musim Kemarau) Pencemaran udara N Y ( 27) 3 2 6 P Jakarta. Dibuat oleh. Prakonstruksi. Tahapan/Lokasi Kegiatan Pembongkaran keet kantor Aspek Pembuangan sisa material Dampak Kenyamanan Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 6) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Pencemaran tanah N Y ( 1) 3 1 3 P Pencemaran air N Y ( 21. Januari 2007 Mengetahui. (Ir. ST) Safety Officer .No.

kebakaran. kerusakan akibat tidak berfungsi sesuai kondisi) atau terjadi hampir setiap bulan. 5 juta.No. selama tidak ada peraturan hukum/persyaratan yang berlaku. maintenance. selalu dilakukan) AB : Abnormal (kondisi saat maintenance. ledakan. Siginifikan/Penting Siginifikan/Penting Kalau ada peraturan perundangan yang mengatur perusahaan dan/ atau Kalau tidak ada peraturan perundangan yang mengatur . dll) Kualitatif 1 Legal (L) = Peraturan perundangan yang mengatur Y (Ya) T (Tidak) Kuantitatif Probability (P) = Tingkat kemungkinan terjadi 1 1 = Hampir tidak pernah terjadi / sangat kecil kemungkinannya terjadi/ hanya mungkin terjadi pada kondisi darurat (banjir. terjadi tumpahan) D : Darurat (kondisi kebakaran. kerugian materiil atau kerusakan/pencemaran lingkungan parah atau kematian atau terdapat keluhan yang terkait dengan issue lokal maupun global sehingga dapat menghambat aktivitas proyek atau biaya kerugian lebih dari Rp. R = Risk = P x S P / TP = Penting / Tidak Penting Penentuan aspek penting : Nilai 1-2 3-6 9 Resiko yang sedang Resiko yang tidak dapat diterima Jenis resiko Resiko yang tidak berpengaruh / kurang berarti Sifat Aspek Tidak signifikan/penting.) atau terjadi setiap 10 tahun atau lebih. 2 = Jarang terjadi/ mungkin terjadi jika ada kesalahan dari operator atau jika peralatan tidak terawat sebagaimana mestinya atau pada kondisi abnormal (misalnya overhaul. gempa. 2 = Hilang hari kerja / sakit yang dapat diobati dengan pertolongan medis tetapi tidak mengakibatkan cacat permanen / kerusakan properti. kerugian materiil atau terjadi kerusakan/pencemaran lingkungan yang tidak signifikan atau terdapat keluhan yang terkait dengan issue lokal maupun global tetapi tidak menghambat aktivitas proyek atau biaya kerugian antara Rp(5-50) juta 3 = Luka berat / luka yang dapat mengakibatkan cacat permanen / sakit yang tidak dapat diobati / Kematian / pelanggaran Undang-undang / kerusakan properti. kerugian materiil atau dampak yang terjadi mempengaruhi kenyamanan atau perubahan terhadap daya dukung lingkungan atau biaya kerugian < Rp. 50 juta. ledakan dll. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Kondisi Operasi (N/AB/D) Legislasi Y/T P Kuantitatif S R P/TP Keterangan Kondisi : N : Normal ( kondisi rutin. 3 = Hampir pasti terjadi / sangat besar kemungkinannya terjadi/sering terjadi pada kondisi normal atau terus menerus terjadi 2 Severity (S) = Keparahan berdasarkan konsekwensi dampak terhadap lingkungan 1 = Luka ringan / sakit yang dapat diobati dengan pertolongan pertama /kerusakan property.

antara lain: 1 jumlah manusia yang terkena dampak dan 2 luas sebaran dampak dst.No. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Kondisi Operasi (N/AB/D) Legislasi Y/T P Kuantitatif S R P/TP KRITERIA PENILAIAN SISTEM Aspek lingkunga yang berdampak penting dalam IAL selanjutnya disaring terlebih dahulu sebelum menentukan sasaran dan target yang ingin dicapai. Penilaiannya dilakukan berdasarkan pemenuhan peraturan terkait (kualitatif) dan scoring probability-severity (kuantitatif) Dimana apabila aspek yang ditinjau memiliki legal dan scoring > 3. Penyaringan selanjutnya dilakukan dengan sistem matrik. matrik dibuat dengan beberapa kriteria penilaian. . maka aspek dinilai memiliki dampak penting yang harus ditindaklanjuti. Aspek yang memiliki dampak terhadap suatu kriteria penilaian di dalam matrik bernilai = 1 sedangkan aspek yang tidak memiliki dampak bernilai = 0 Apabila total penilaian/scoring akhir > 3 maka aspek ini dinilai memiliki dampak penting sehingga perlu ditindaklanjuti & dimasukan dalam OTP rencana lingkungan.

02 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3 Pengendalian Resiko Jumlah bak sampah sesuai timbulan sampah. Membuat septic tank dengan beberapa chamber sebagai resapan Menjaga kebersihan saluran agar air buangan tidak menggenang. reuse.Form P6. memisahkan sampah terpakai dan tak terpakai. Mengalirkan air buangan dari WC ke tangki septic (dengan design saluran tertutup). menaburkan abate pada kolam penampungan terbuka dan mengalirkan air over flow ke riol proyek. menggunakan alat listrik yang hemat energi (low energi) Memasang himbauan untuk mematikan keran air jika tidak dipakai. menyediakan bak sampah organik. Menutup bak penampungan air. .01. K3LM . anorganik dan B3 Menghimbau dan menempel pengumuman tentang hemat energi. mematikan alat listrik jika pekerjaan selesai.

Tes karakteristik air limbah. menyedot septic tank secara berkala. mengganti kran air yang rusak. Membuat bak sampah bertutup. Reuse. membuat screening untuk mencegah tersumbatnya saluran air dan mengalirkan air buangan ke riol kota. membersihkan screening/saluran air buangan dari sampah setiap hari. menyediakan bak sampah sesuai dengan jumlah timbulan sampah. menyediakan tempat sampah di area MCK.Pengendalian Resiko Memasang himbauan untuk mematikan keran air jika tidak terpakai. . Menyalurkan air buangan dengan saluran tertutup dan membersihkan kitchen sink setelah dipakai. Air bersih harus selalu tersedia. memisahkan sampah organik. anorganik & B3. membuang sampah yang ada di TPS Proyek setiap 2 hari sekali. Membuat screening di hulu saluran air buangan. Menyediakan petugas kebersihan. Membuat saluran air buangan yang kedap air (plesteran).

Alas penyimpanan kedap air. melokalisir lokasi penyimpanan. teknologi bersih. Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. ruangan kedap air. Penyimpanan bahan B3 sesuai dengan MSDS dan sesuai prosedur penanganan bahan B3. memberi alas pada penyimpanan bahan kimia dan menampung tumpahan pada bak plastik sesuai karakteristik tumpahan. menyimpan sesuai MSDS. memberi alas pada penyimpanan bahan kimia dan menampung tumpahan pada bak plastik sesuai karakteristik tumpahan. penanganan tumpahan sesuai prosedur Waskita. melokalisir lokasi penyimpanan. record pemakaian bahan B3. penyediaan APAR dan rambu serta pasir. ventilasi yang cukup. . Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. anorganik & B3. memisahkan sampah organik. menyediakan bak sampah sesuai dengan jumlah timbulan sampah. Minimalisir limbah. identifikasi dan label B3. menyimpan sesuai MSDS.Pengendalian Resiko Minimalisir limbah. ventilasi yang cukup. Reuse.

penyediaan APAR dan rambu serta pasir. melokalisir lokasi penyimpanan. ventilasi yang cukup dan menyalurkan udara dengan ventilasi khusus. tumpahan dilokalisisr. . menyediakan alat pemadam kebakaran. memberi batas pada saat pekerjaan berlangsung. menyediakan bak sampah sesuai dengan jumlah timbulan sampah. Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. ventilasi yang cukup. melokalisir lokasi penyimpanan. Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. melokalisir lokasi penyimpanan.Pengendalian Resiko Penanganan tumpahan sesuai prosedur Waskita. memisahkan sampah organik. Penyimpanan sesuai dengan MSDS dan sesuai prosedur penanganan bahan B3. penyediaan alat penanganan tumpahan. menampung tumpahan pada bak plastik sesuai IK penanganan tumpahan. Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. ventilasi yang cukup. Memperkeras (plester) lantai bengkel mekanik. Reuse. anorganik & B3.

Pengendalian Resiko Menyimpan dan menampung tumpahan pada bak plastik sesuai IK penanganan tumpahan, memperbaiki alat pada lokasi yang kedap air.

Menyediakan APAR sesuai IK pencegahan Kebakaran. Membuang sisa kayu pada lokasi tertentu, memberi pagar (proteksi), membuang keluar secara periodik, Reuse

Rambu dilarang buang ke selokan, lokalisir sampah kayu, membuang secara periodik, memilah & memisahkan antara kayu masih pakai dan tidak terpakai.

Menampung pada lokasi tertentu, Reuse dengan memisahkan kayu yang masih bisa pakai. sisa kayu dibuang ke bak sampah dan ditata sehingga tidak mengganggu akses jalan. Menyediakan masker bagi pekerja yang melakukan pemotongan kayu, mengumpulkan serbuk kayu dan memasukkannya ke dalam karung. Mengukur kebisingan alat dan jarak tertentu dari sumber bunyi, pemotongan dilokasi jauh dari pekerja lain dan lingkungan padat serta dilokalisir tempat pemotongannya.

Mengukur tingkat getaran alat dan pada penerima getaran, memakai sarung tangan.

Pengendalian Resiko Lokalisisr pabrikasi besi, secara periodik membuang sisa besi, reuse, minimasi limbah. Lokalisisr pabrikasi besi, menutup dan memberi alas besi dengan terpal, identifikasi jumlah dan berat besi.

Menempatkan besi dan sisa besi berdasarkan kemampuan lahan menerima beban besi (dilihat pada tabel berat besi) Menggali sesuai Instruksi kerja K3, sesuai metode kerja.

Pancang dibuang pihak ke-3 untuk pengurugan Sisa pancang segera dibuang ke pihak 3 untuk urugan, memanfaatkan untuk pagar. Menempatkan TC pada lokasi aman, bebas bangunan, pondasi kuat, mengangkut beban sesuai daya angkut TC yang tertulis pada TC. Lokalisir lokasi perbaikan, menyiapkan alat penanganan tumpahan seperti IK penanganan tumpahan. Alas untuk alat perbaikan.

Menampung tumpahan dalam bak B3 seperti IK penanganan tumpahan.Minimasi pemakaian bahan B3. Melakukan pekerjaan bongkaran tiang TC sesuai dengan standar kerja di ketinggian

Pengendalian Resiko Minimasi limbah, bekerja sesuai metode kerja, memberi alas pada penuangan beton dari mixer ke bucket atau ke concrete pump, reuse sisa beton untuk pembuatan bahan lain.

Minimalisir limbah, bekerja sesuai metode kerja, memberi alas pada penuangan beton dari mixer ke bucket atau ke concrete pump, mengukur kualitas air pada saluran air, bak kontrol.

Mengukur getaran concrete pump dan area yang diperkirakan masih terkena, menempatkan pada lokasi yang kuat terhadap beban dan getaran.

Mengukur tingkat kebisingan kendaraan dan area yang diperkirakan masih terpapar, menempatan concrete pump pada lokasi yang jauh dari penduduk.

Minimalisir limbah, memberi alas pada saat pengolesan minyak bekisting, menampung tumpahan pada bak plastik sesuai karakteristik tumpahan, memberi batas pada saat pekerjaan berlangsung, bekerja sesuai IK penanganan tumpahan.

Pengendalian Resiko Memberi alas pada saat pengolesan minyak bekisting,menampung tumpahan pada bak plastik sesuai karakteristik tumpahan, memberi batas pada saat pekerjaan berlangsung, bekerja sesuai IK penanganan tumpahan,membuang sisa tumpahan pada TPS B3.

Mengumpulkan dan menempatkan sesuai kategori yaitu sampah kayu masih pakai dan tidak pakai, sampah organik, anorganik dan B3, bak sampah sesuai dengan timbulan sampah, secara periodik membuang sampah keluar proyek.

Menyingkirkan sisa dengan segera,menempatkan petugas kebersihan dan menerapkan prinsip polluter pay principal(penimbul sampah harus menangani sampah).

Menempatkan material sesuai jenis dan bahan serta frekuensi pemakaian, membuat jalur dan lokasi khusus material. Minimasi pemakaian besi, reuse, lokalisisr sisa besi, secara periodik mengeluarklan sampah besi. Minimasi pemakaian kayu, reuse, lokalisisr sisa kayu, secara periodik mengeluarkan sampah kayu. Mengumpulkan dalam bak sampah agar teridentifikasi Mengumpulkan sisa las ke bak anorganik.

Pengendalian Resiko Mengumpulkan dalam bak sampah agar teridentifikasi Mengumpulkan sisa besi ke bak anorganik, membuang secara peridik ke pihak ke-3 Mengikuti IK pengelasan Mengumpulkan dalam bak atau kantong agar teridentifikasi Menguras, menggunakan pompa sesuai volume air yang akan dikuras, menutup dan membatasi genangan air pada sumpit

Memompa air sesuai metode kerja dan tekanan yang tidak terlalu besar serta menyesuaikan dengan kondisi tanah,topografi dan fungsi lahan sehingga muka iar tanah stabil

Mengukur tingkat kebisingan alat pancang dan area yang dimungkinkan terpapar kebisingan,lokasi diproteksi (pagar)

Mengukur getaran alat dan area yang diperkirakan terpapar getaran.

Mengukur emisi alat pancang,menerapkan peraturan tentang kelayakan emisi dan memperbaiki alat pancang agar emisi sesuai baku mutu.

Minimalisir limbah,bekerja sesuai IK pemancangan,proteksi area pemancangan.

Pengendalian Resiko Proteksi area tumpahan,penanganan sesuai IK penanganan tumpahan,minimasi pemakaian bahan kimia. memberi alas dengan plastik atau membuat tempat bak campur semen dengan kayu,membuang sisa beton ke pihak ke-3,memanfaatkan sisa beton untuk pembuatan bahan lain.

memberi alas dengan plastik atau membuat tempat bak campur semen dengan kayu,membuang sisa beton ke washing bay,memanfaatkan sisa beton untuk bahan lain.

Minimasi pemakaian beton sesuai kebutuhan (optimal), sisa beton dimanfaatkan untuk membuat barang lain, dibuang ke pihak 3. Membuang ke washing bay untuk pengendapan sisa beton, mengencerkan air beton, minimasi buangan dengan jumlah beton sesuai kebutuhan (optimal)

Minimalisir pemakaian cat berbahan B3, menggunakan alas pada saat pengecatan, membuang sisa cat ke bak sampah B3, sesuai IK penanganan tumpahan.

Minimalisir pemakaian cat berbahan B3,menggunakan alas pada saat pengecatan, membuang sisa cat ke bak sampah B3,sesuai IK penanganan tumpahan.

Pengendalian Resiko Mengukur emisi kendaraan,membuat peraturan uji emisi yang dapat memasuki area proyek,mengatur lalulintas,mematikan mesin kendaraan pada saat aktivitas berhenti.

Mengatur lalulintas kendaraan,pemasangan rambu,memarkir kendaraan dengan teratur

Membersihkan jalan&kendaraan yang dilewati kendaraan dari dan ke area proyek,mengatur kendaraan,memasang rambu. Mengaktifkan washing bay.

Bekerjasama dengan masyarakat, pemda untuk penanganan ceceran dan melewatkan kendaraan ke washing bay, membersihkan/mencuci kendaraan didalam proyek sebelum keluar.

Mengukur tingkat kebisingan kendaraan di area yang berpotensi terpapar kebisingan secara periodik,mematikan mesin saat berhenti/parkir.

Mengukur getaran alat dan area yang diperkirakan terpapar getaran. Pembuatan penampung limbah (septic tank)sesuai timbulan,membuat pipa vent,tampungan kedap air dan jauh dari sumber air minum.

pembuangan secara berkala. pengurasan secara periodik. Menutup bak penampung. organik dan anorganik . dan pemisahan antara sampah B3. organik dan anorganik Mengalirkan lindi ke bak tampungan lindi. pembersihan dengan rebol.Pengendalian Resiko Pengukuran kondisi sir limbah disaluran terakhir. penyemprotan dengan insectisida dan pemisahan antara sampah B3. Menjaga kebersihan. organik dan anorganik Menutup bak sampah dan posisi bak sampah pada lokasi jauh dari pekerjaan. saluran selalu bersih. pemasangan screening. Menampung lindi. jadwal kebersihan. Memasang himbauan untuk mematikan keran air jika tidak terpakai dan mengatur jumlah air yang diperlukan pada saat peak hour Menempatkan petugas kebersihan setiap hari dan selalu menjaga kebersihannya. proteksi dari genangan air (hujan). bak sampah tersedia.penanganan lindi seperti penanganan tumpahan B3 dan pemisahan antara sampah B3.measang screening untuk menyaring sampah padat.pembersihan saluran secara periodik.

organik dan anorganik Bak sampah dibuat dari bahan kedap air (plesteran).organik dan anorganik Proteksi dengan terpal atau kayu untuk mengurangi bau. mengalirkan air ke riol proyek setelah air dalam kondisi jernih. . organik dan anorganik Membuat bak sampah sesuai timbulan sampah dengan batas penyimpanan 5 hari. mengalirkan lindi ke bak penampung. pembuangan secara periodik dan pemisahan antara sampah B3.dan pemisahan antara sampah B3. menyekat TPS agar tidak terbang kemana-mana & sarang penyakit. organik dan anorganik Menempatkan TPS pada area yang jauh dari rumah penduduk atau pekerja. pembuangan secara periodik. organik dan anorganik Washing bay terdiri bak pengering lumpur dan pengendap lumpur serta bak kontrol.Pengendalian Resiko Menutup TPS.menutup TPS dan menerapkan sanitary landfill atau semi sanitary landfill. fogging sesuai jadwal fogging untuk sterilisasi TPS dan pemisahan antara sampah B3. membuang sampah keluar secara teratur sesuai jadawal dan pemisahan antara sampah B3. membuang secara periodik dan pemisahan antara sampah B3. TPS diberi alas dari plastik atau beton.

lokalisir dan proteksi Genset. Lokalisir lokasi genset dan pemantauan. mengisolisir lokasi pembuangan lumpur Menyediakan alat penanganan tumpahan sesuai IK penanganan tumpahan. Pemantauan secara berkala. Pemantauan dan pengukuran secara berkala. Membuang sisa tumpahan ke bak sampah B3. Meneyediakan APAR dan rambu perawatan secara berkala. ventilasi udara lancar. maintenance secara periodik dan pemasangan filter. Mengalirkan air secara berkala sehingga tidak timbul bau basa dari instalasi. .menempatkan genset dengan alas dari beton dan bahan kedap air (plesteran).Pengendalian Resiko Lumpur dibuang ke pihak ke-3 setelah dikeringkan. membuang lumpur secara berkala untuk urugan ke pihak ke-3. Memastikan lumpur dalam kondisi kering setelah keluar dari instalasi. pemanfaatan lumpur untuk urugan pada lokasi bangunan lain. memastikan lumpur tersebut dalam kndisi netral dengan tes pH dan membuang ke pihak ke-3 untuk urugan.meyediakan alat penanganan tumpahan.

pembuangan keluar proyek secara berkala. Pemantauan secara berkala. mengupayakan pemasangan alat peredam pada alat. Menampung air cucian pada bak B3. pemakaian APD untuk pekerja Pemantauan dan pengukuran secara berkala. fogging secara berkala Penyemprot menggunakan masker dan pengawasan saat penyemprotan.Pengendalian Resiko Reuse. dan pemakaian sarung tangan untuk pekerja Pemantauan dan pengukuran alat. Campuran bahan fogging sesuai aturan penggunaan. Pengukuran secara berkala Pemantauan terhadap emisi yang terjadi. pemasangan filter pada saluran gas buang. menutup area penyimpanan dan bebas air. . Recycle dan melokalisir pada area sampah anorganik atau lokasi khusus Lokalisisr buangan. proteksi buangan. Menampung pada bak B3 dan menjaga supaya tidak terjadi tumpahan dan menyediakan alat penanganan tumpahan pada lokasi pencucian.

rambu tentang pembuangan sampah ke saluran. sosialisasi mengenai limbah dan jenis limbah. untuk sampah sisa makanan (nasi. Membuat dan menyediakan personil kebersihan untuk membuang sampah secara rutin ke TPS Menutup bak sampah dan membuang ke TPS proyek setiap hari. . sayur) dikemas dalam plastik. Menyediakan bak sampah dengan kondisi tertutup (kedap air). pengangkutan dan pembuangan sampah secara berkala. bak sampah dari bahan kedap air. Sampah dan limbah cair dimasukkan dalam plastik dan proteksi dari kebocoran serta tempat umum.menampung dalam bak sampah B3 dan ke TPS B3. Proteksi sampah dan limbah serta tampungan B3 dari klinik.Pengendalian Resiko Pemasangan alat penanganan tumpahan sesuai prosedur Waskita. Penyediaan bak sampah organik. pengangkutan sampah secara periodik ke TPS proyek. non organik dan B3. Penampungan tumpahan pada bak B3 Pengumpulan pada bak sampah B3 dan seterusnya ke TPS B3 Penanganan sesuai penanganan tumpahan B3.

memasang rambu lalu lintas. pengaturan lalulintas dalam area proyek Mengatur lalulintas. Himbauan penghematan pemakaian air.Pengendalian Resiko Memisahkan antara limbah cair dengan sampah padat sehingga saluran tidak tersumbat dan menyebabkan banjir. Himbauan penghematan listrik. mematikan mesin jika tidak beroperasi/beraktivitas. Mengukur tingkat kebisingan kendaraan dan pada jarak tertentu. Mengukur emisi kendaraan yang masuk proyek.menggelontor dengan air jika terjadi sumbatan. Membersihkan saluran secara periodik dari sampah padat. . sosialisasi penghematan listrik. Saluran dibersihkan terus menerus dan pemasangan screening untuk menghambat sampah padat. sosialisasi tentang penanganan kebakaran. Menyediakan APAR. mematikan kendaraan jika tidak beroperasi. Mengukur getaran pada jalan yang dilalui Membuat perkerasan jalan yang sesuai dengan beban kendaraan yang masuk dan keluar. sosialisasi pemakaian air sehari hari termasuk pemakaian pada jam puncak. mengatur lalulintas.

membuat bak sampah terpisah untuk material sisa masaih pakai dan sisa tak terpakai. Bak sampah diberi alas dan bebas air. membuat bak sampah terpisah untuk material sisa masaih pakai dan sisa tak terpakai.Pengendalian Resiko Mengumpulkan material kelokasi yang aman. menyediakan pompa sesuai debit hujan yang ditimbulkan. (Devy Friska. nyaman dan tidak mengganggu aktivitas serta memberi rambu. ST) Safety Officer . Reuse. Reuse. Januari 2007 Dibuat oleh. Membuat saluran drainase sesuai dengan curah hujan dan catchment area. memanfaatkan sumpit seefektif mungkin Menggali sesuai Intruksi Kerja tentang galian. membuat batas dan pagar supaya material tidak berserakan. menutup kemiringan galian dengan plastik dan membuat saluran air Menyiram tanah pada jalan tanah Jakarta. Bak sampah diberi alas dan bebas air.

) normal uhi an l t Aspek a peraturan hukum/persyaratan yang berlaku. kan/Penting kan/Penting .Pengendalian Resiko an dll.

Pengendalian Resiko an target yang ingin dicapai. memiliki dampak bernilai = 0 & dimasukan dalam OTP rencana . us ditindaklanjuti.

Penyimpanan dan Pengelolaan Bahan Kimia dan B3 dari Produsen Tema .LH No.Persero PT.Gub.27/1999 PP No.Gub.85/1999 PP No.Kadal No.23/1997 UU No.Gub.82/2001 PP No.107/1997 Kep. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium.551/2001 Kep.01/1995 Kep.23/1992 Kep.14/1992 PP No.DKI No.112/2003 Kepmen LH No.05/1995 Perda Provinsi DKI No.299/1996 Kep.DKI No.02/1995 Kep.Pres No.45/1997 Kep.41/1999 PP No. LH No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 UU No.Kadal No.49/1996 KepMen. RKL & RPL Prosedur Penanganan.Gub.Kadal No.DKI No.2/2005 Dokumen AMDAL Proyek Shangri-La Hotel Condominium MSDS Legislasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lalulintas Jalan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengendalian Pencemaran Udara Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Bahan Berbahaya dan Beracun Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Kegiatan Domestik Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Baku Tingkat Kebisingan Baku Tingkat Getaran Baku Tingkat Kebauan Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting Pedoman Penentuan Status Mutu Air Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Pengesahan Montreal tentang zat-zat yang merusak lapisan ozon Baku Mutu Udara Emisi Kendaraan Bermotor di Propinsi DKI Jakarta Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan di Propinsi DKI Jakarta Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Limbah Cair di Wilayah DKI Jakarta Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai/Badan Air serta Baku Mutu Limbah Cair di wilayah DKI Jakarta Pembuatan Sumur Resapan di Propinsi DKI Jakarta Perhitungan dan Pelaporan Serta Informasi ISPU Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3 Dokumen Limbah B3 Simbol dan Label B3 Pengendalian Pencemaran Udara ANDAL. 74/2001 Kepmen LH No. Jakarta DAFTAR LEGISLASI Yang Berkaitan Dengan Lingkungan No.LH No.50/11/1996 Kepmen.Kadal No.Gub.582/1995 Kep.DKI No.48/1996 Kepmen LH No.1041/2000 Kep. LH No.056/1994 Kepmen.DKI No.13/1995 Kepmen LH No.115/2003 Kepmen.115/2001 Kep.

pencegahan dan penanggulangan pencemaran serta pemulihan daya tampungnya diatur dengan PP 3. mengedarkan. Ketentuan mengenai kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. Legislasi Legislasi Deskripsi Legislasi Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 1 UU No.23/1997 Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 14 1. rencana pantau Status mutu air.P6.Ketentuan mengenai baku mutu lingkungan hidup. No. Pasal 15 1. setiap usaha dan / atau kegiatan dilarang melanggar mutu dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup 2. udara emisi Membuat metode penanganan buangan padat. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan wajib melakukan pengelolaan limbah hasil usaha dan/ atau kegiatan.Persero PT. Setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1).Pengadaan MSDS di Gudang Bahan Kimia. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium. 2. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan wajib melakukan pengelolaan bahan berbahaya dan beracun. Ketentuan tentang rencana usaha dan/ atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. 2. menyimpan. Penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menyerahkan pengelolaan limbah tersebut kepada pihak lain. Pasal 20 √ √ Manajemen Pengelolaan B3. cair. pencegahan dan penanggulangan kerusakan serta pemulihan daya dukungnya diatur dengan Peraturan Pemerintah.status nutu udara . mengangkut. Pengadaan TPS & IPAL Pembuangan Sampah oleh Pihak Ke3 √ AMDAL Proyek Shangri-La HC √ AMDAL Proyek Shangri-La HC √ √ √ Melakukan uji kualitas air. Untuk menjamin pelestarian fungsi lingkungan hidup. wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup. 2. Pasal 17 1. gas. Jakarta Form. udara ambient. serta tata cara penyusunan dan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan hidup ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Pasal 16 1.K3LM-15-10 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi: 3 EVALUASI PENERAPAN LEGISLASI No. menggunakan dan/ atau membuang. √ √ Metode Pengelolaan Limbah. Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun meliputi : menghasilkan.Pengaturan Denah Membuat TPS B3 sebagai tempat penyimpanan sementara.

√ Audit Internal √ Audit Internal √ TPS proyek. pengumpulan. pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup Pasal 28 Dalam rangka peningkatan kinerja usaha dan/ atau kegiatan. Karakteristik.Point (1) Tanpa suatu keputusan. jumlah dan waktu penyerahan limbah B3 b. pengolahan. Laporan Bulanan . Penghasil limbah B3 dapat menyimpan limbah B3 yang dihasilkan paling lama 90 hari (sembilan puluh hari) sebelum menyerahkan kepada pengumpul atau pemanfaat atau pengolah atau penimbun limbah B3 Pasal 11 Point (1) Penghasil limbah B3 wajib membuat dan menyimpan catatan tentang : a. record pembuangan limbah √ Melakukan pembuangan secara berkala. Jenis. dan penimbunan limbah B3 dilarang melakukan pengenceran untuk maksud menurunkan konsentrasi zat racun dan bahaya limbah B3 Pasal 10 Point (1) 1. pengangkutan. setiap orang dilarang melakukan pembuangan limbah ke media lingkungan hidup Point (2) Pembuangan limbah kemedia lingkungan hidup hanya dapat dilakukan kelokasi pembuangan yang ditetapkan oleh Menteri Pasal 20 Dalam rangka peningkatam kinerja usaha dan/atau kegiatan . tanpa pengolahan lebih dahulu Pasal 4 Setiap orang atau badan usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan.85/1999 Lalulintas Jalan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pasal 3 Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang menghasilkan limbah B3 dilarang membuang limbah B3 yang dihasilkannya itu secara langsung kedalam media lingkungan hidup.IPAL dan TPS di area proyek. Nama pengangkut limbah B3 yang melaksanakan pengiriman kepada pengumpul atau pemanfaat atau pengolah atau penimbun limbah B3 Point (2) Penghasil limbah B3 wajib menyampaikan catatan sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan kepada instansi yang bertanggung jawab Pengaturan oleh Security √ √ Membuat Washing Bay. √ Mendesign TPS B3 & Membuat Bak B3 tertutup √ Maksimal penyimpanan limbah diproyek 90 hari Pemasangan Label & Simbol B3 √ √ √ Berita Acara.14/1992 PP No. pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup. sebagai sarana pendukung.menyediakan TPS 2 3 UU No.

baku mutu emisi dan baku tingkat gangguan yang ditetapkan untuk usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. Setiap badan usaha yang melakukan kegiatan : a. dan penimbun limbah B3 wajib memiliki sistem tanggap darurat √ √ - √ - Membuat Tanggap darurat terjadinya tumpahan. Melakukan pencegahan dan atau penanggulangan pencemaran udara yang diakibatkan oleh usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. Pemanfaat limbah B3 sebagai kegiatan utama wajib memiliki ijin pemanfaatan dari instansi yang berweang memberikan ijin pemanfaatan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Instansi yang bertanggungjawab. b.41/1999 Pengendalian Pencemaran Udara Pasal 2 Pengendalian pencemaran udara meliputi pengendalian dari usaha dan/ atau kegiatan sumber bergerak. penyimpanan. √ √ Uji emisi. pemanfaatan. dan sumber tidak bergerak spesifik yang dilakukan dengan upaya pngendaian sumber emisi dan/ atau sumber gan √ Melakukan Uji emisi dan Uji udara ambient Pasal 21 Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan ke udara ambien wajib . Menaati baku mutu udara ambien.Pengangkut limbah B3 wajib memiliki ijin pengangkutan dari Menteri Perhubungan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Instansi yang bertanggungjawab. pengumpul.CAR .gempa bumi & kebanjiran 4 PP No. pengumpulan. Pasal 52 Point (1) Untuk menjaga kesehatan pekerja dan pengawas yang bekerja dibidang pengelolaan limbah B3 dilakukan uji kesehatan secara berkala Pasal 58 Point(2) Penghasil. pengolah.kebakaran.status mutu udara ambient uji emisi. a. pengangkut. √ √ Surat Divisi √ Design TPS B3 √ Karakteristik tdp di Label & Simbol c. pengolahan dan penimbunan limbah B3 wajib memiliki ijin operasi dari Kepala Instansi yang bertanggung jawab. sumber bergerak spesifik.Pasal 28 Setiap kemasan limbah B3 wajib diberi simbol dan label yang menunjukkan karakteristik dan jenis limbah Pasal 29 Penyimpanan limbah B3 dilakukan ditempat penyimpanan yang sesuai dengan persyaratan Pasal 40 1. pemanfaat. b. sumber tidak bergerak.

Setiap orang dan/ atau penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan/ atau gangguan wajib melakukan upaya penanggulangan dan pemulihannya. 2. Memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat dalam rangka upaya pengendalian pencemaran udara dalam lingkup usaha dan/ atau kegiatannya. Setiap orang atau penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Setiap penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan baku mutu udara ambien. 2. Pasal 25 1. Pasal 22 1. Izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 54 1. akibat terjadinya pencemaran udara wajib membayar ganti rugi terhadp pihak yang dirugikan.c. Setiap penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan persyaratan teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2). Pasal 23 Setiap usaha dan/ atau kegiatan yang wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup dilarang membuang mutu emisi melampaui ketentuan yang telah ditetapkan baginya dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan wajib memenuhi persyaratan mutu emisi dan/ atau gangguan yang ditetapkan dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. √ √ Uji emisi √ Status mutu udara ambient √ - 5 PP No. √ √ Satus Mutu Udara Ambient Uji Emisi. tindakan perbaikan dan pencegahan √ Sasaran Program Pasal 30 1. Kepala instansi yang bertanggungjawab menetapkan pedoman teknis penanggulangan dan pemulihan pencemaran udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) √ √ √ - Uji emisi. Setiap orang atau penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan yang mengakibatkan terjadinya pencemaran udara wajib menanggung biaya penanggulangan pencemaran udara serta biaya pemulihannya. baku mutu emisi.82/2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Pasal 2 Point (1) . dan baku tingkat gangguan. Tindakan Perbaikan dan pencegahan 2. Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Rencana pemantauan. 2.

IPAL. eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tidak terbaharui. introduksi jenis tumbuh-tumbuhan. pencemaran dan kerusakanlingkungan hidup serta kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya.27/1999 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Pasal 3 1. jenis hewan dan jenis jasad renik. RPL √ - √ Tes air limbah tidak melebihi Baku Mutu. c. √ √ √ √ Hemat energi √ √ √ Pemakaian Kayu . d. pengubahan bentuk lahan dan bentang alam b. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempegaruhi lingkungan alam. Rencana Pemantauan. lingkungan buatan serta lingkungan sosial dan budaya. pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan. e. RKL. Usaha dan/ atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup meliputi : a. proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi pelestaria kawasan konservasi sumber daya dan/ atau perlindungan cagar budaya. Pemantauan Kondisi IPAL √ Uji kualitas air. f. g.Gubernur menunjuk laboratorium lingkungan yang telah diakreditasi untuk melakukan analisis mutu air dan mutu air limbah dalam rangka pengendalian pencemaran √ Pengukuran kualitas air dilakukan oleh PUSARPEDAL KLH Pasal 25 Setiap usaha dan/atau kegiatan wajib membuat rencana penanggulangan pencemaran air pada keadaan darurat dan atau keadaan yang tidak terduga lainnya Pasal 34 Point (2) Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan wajib menyampaikan laporan tentang penaatan persyaratan izin pembuangan air limbah ke air atau sumber air Pasal 37 Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib mencegah dan menanggulangi terjadinya pencemaran air Pasal 38 Point (1) Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib Mentaati persyaratan yang ditetapkan dalam izin Pasal 40 Point (1) Setiap usaha atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib mendapat izin tertulis dari bupati/walikota √ Sasaran Program. Tindakan perbaikan dan pencegahan √ - 6 PP No.

h. Kriteria mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/ atau kegiatan terhadap lingkungan hidup antara lain : a. RKL Matrik Dampak Penting 7 PP No. penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan hidup. Pedoman mengenai penentuan dampak besar dan penting sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala instasi yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan. Penyimpanan & Penggunaan Sesuai MSDS . banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak e. sasaran program AMDAL Owner √ RPL. √ √ √ √ √ AMDAL √ √ AMDAL Owner Rencana pemantauan. Usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwajibkan untuk melakukan pengendalian dampak lingkungan hidup dan perlindungan fiungsi lingkungan hidup sesuai dengan rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pengelolaan lingkungan Pasal 5 1. 2. sifatnya kumulatif dampak f. Jenis usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup ditetapkan oleh Menteri setelah mndengar dan memperhatikan saran dan pendapat Menteri lain dan/ atau Pimpinan Lembaga Pemeri 3. jumlah manusia yang akan terkena dampak b. 74/2001 Bahan Berbahaya dan Beracun Pasal 4 Setiap orang yang melakukan kegiatan pengelolaan B3 wajib mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup Pasal 15 √ Metode Penanganan Tumpahan. kegiatan yang mempunyai resiko tinggi dan atau mempengaruhi pertahanan negara. intensitas dan lamanya dampak berlangsung d. i. bagi rencana usaha dan/ atau kegiatan di luar usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup yang pembinaannya berada pada instansi yang membidangi us Pasal 4 1. 4. Usaha dan/ atau kegiatan yang akan dibangun di dalam kawasan yang sudah dibuatkan analisis mengenai dampak lingkungan tidak diwajibkan membuat analisis mengenai dampak lingkungan hidup lagi. Jenis usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya dalam 5 (lima) tahun. 2. luas wilayah persebaran dampak c. berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak 2.

Pasal 8 Setiap penanggung jawab usaha dan kegiatan pemukiman (real estate). Melakukan pengolahan air limbah dimestik sehingga mutu air limbah domestik yang dibuang ke lingkungan tidak melampaui baku mutu air limbah domestik yang telah ditetapkan. perkantoran.Point (1) Setiap kemasan B3 wajib diberikan simbol dan label serta dilengkapi dengan Lembar Data Keselamatan Bahan (MSDS) Pasal 18 Point (1) Setiap tempat penyimpanan B3 wajib diberikan simbol dan Label Pasal 23 Point (1) Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja dan pengawas B3 wajib dilakukan uji keselamatan secara berkala √ √ Penempatan disetiap lokasi √ Papan MSDS dan Label B3 8 Kepmen LH No. Pengecoran √ 9 Kepmen LH No. membuat cerobong emisi yang dilengkapi dengan sarana pendukung dan alat pengaman √ Genset tdk dipergunakan.112/2003 Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Kegiatan Domestik Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. menyampaikan hasil pemeriksaan kepada gubernur dengan tembusan kepala badan sekurang-kurangnya dalam 3 bulan √ √ . sebagian saluran limbah domestik masuk ke drainage √ Sampel diambil pada saluran terluar sebelum terjadi pencampuran dengan riol kota.. b. perkantoran. √ Bak Penyaring. apartemen dan asrama. Keet Waskita & Direksi. Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan pemukiman (real estate). Emisi kendaraan dilakukan oleh setiap pemakai kendaraan bermotor. membuat sarana pengambilan sample pada outlet unit pengolahan air limbah. rumah makan (restauran). √ Air limbah berasal dari Warung. perniagaan dan apartemen wajib : a.13/1995 Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Pasal 7 Setiap penanggung jawab jenis kegiatan wajib memenuhi ketentuan sbb : a. - b. perniagaan. Rencana Pemantauan Saluran air hujan tertutup. melakukan pencatatan harian hasil emisi yang dikeluarkan dari setiap cerobong emisi c. membuat saluran pembuangan air limbah domestik tertutup dan kedap air sehingga tidak terjadi perembesan air limbah ke lingkungan. c. rumah makan (restauran). Concrete Pump terdapat kontrak untuk buangan udara.

Menteri. 13 15 Kepmen. melaporkan kepada Gubernur serta Kepala Badan apabila ada kejadian tidak normal dan atau dalam keadaan darurat yang mengakibatkan baku mutu emisi dilampaui √ - 10 Kepmen LH No. a. memasang alat pencegahan terjadinya getaran c. Menaati baku tingkat kebauan yang telah dipersyaratkan. b. instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan dan instansi teknis yang membidangi kegiatan yang bersangkutan s √ √ √ Pengukuran & Pemantauan KepMen. Menyampaikan laporan hasil pemantauan tingkat getaran sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali kepada Gubernur.48/1996 Baku Tingkat Kebisingan Pasal 6 Setiap penanggung jawab usaha atau kegiatan wajib . mentaati baku tingkat kebisingan yang telah dipersyaratkan b. b. LH No. instansi yang bertanggungjawab dibidang pengendalian dampak lingkunga dan instansi teknis yang membidangi kegiatan yang bersangkutan serta instansi lainnya yang dipandang perlu. LH No.LH No. menyampaikan laporan hasil pemantauan tingkat geteran sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan kepada Gubernur. Menteri.056/1994 Kepmen. Mengendalikan sumber penyebab bau yang dapat mengganggu kesehatan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan dan instansi teknis yang membidangi kegiatan yang bersangkutan serta instansi lain yang dipandang perlu. Menteri.LH No.Kep-50/MENLH/11/1996 12 Baku Tingkat Kebauan Pasal 5 1.45/1997 Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) √ . Setiap penanggungjawab usaha atau kegiatan wajib : a. menyampaikan laporan hasil pemantauan tingkat kebisingan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan kepada Gubernur.49/1996 Baku Tingkat Getaran Pasal 6 Setiap penanggung jawab usaha atau kegiatan wajib a mentaati baku tingkat getaran yang telah dipersyaratkan.115/2003 Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting Pedoman Penentuan Status Mutu Air √ √ √ - √ √ Metode Indeks Kualitas air untuk menentukan tingkat ketercemaran air limbah Penentuan status mutu udara untuk menentukan tingkat ketercemaran udara ambient 16 Kepmen.d. c. √ √ √ Pengukuran & Pemantauan Pemakaian Ear Plug Laporan ke Owner 11 Kepmen LH No. memasang alat pencegahan terjadinya kebisingan c.

DKI No.Gub. Apabila penanggungjawab kegiatan tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksudkan pada huruf c. Membuat saluran pembuangan limbah cair yang memudahkan pengambilan contoh dan pengukuran debit. c.DKI No.115/2001 Kep. maka KKPL akan melakukan peninjauan dan mengambil contoh ke lapangan.Gub.Kadal No.107/1997 Pembuatan Sumur Resapan di Propinsi DKI Jakarta Perhitungan dan Pelaporan Serta Informasi ISPU √ √ Metode Indeks Kualitas air untuk menentukan tingkat ketercemaran Udara Ambient .Gub. √ √ Sampel diambil pada titik ujung riol proyek Job Description untuk operator IPAL √ √ Pengukuran & pemantauan. IPAL √ √ √ Uji kualitas air ke PUSARPEDAL Swa-pantau untuk parameter kejernihan dan kekeruhan - √ - 22 23 Kep.299/1996 Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Limbah Cair di Wilayah DKI Jakarta LAMPIRAN √ 21 Kep.Pres No. b. Mengizinkan petugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 untuk memasuki lingkungan kerjanya dan membantu terlaksananya tugas petugas tersebut.Gub. memeriksa limbah cair secara berkala ke labratorium lingkungan KPPL d.Gub. Setiap orang/ Badan di wilayah DKI Jakarta wajib melakukan perlindungan mutu air sungai/ badan air sebagaimana ditetapkan dalam pasal 8.551/2001 Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan di Propinsi DKI Jakarta LAMPIRAN (Baku mutu) 20 Kep.DKI No. Setiap orang/ Badan yang membuang limbah cair di wilayah DKI Jakarta wajib menaati baku mutu limbah cair sebagaimana ditentukan dalam pasal 10.582/1995 Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai/Badan Air serta Baku Mutu Limbah Cair di wilayah DKI Jakarta Pasal 12 1. dan d di atas. 2. e.DKI No.23/1992 Kep.17 18 Kep.DKI No. f. melaporkan swa-pantau sebagaimana dimaksud dalam huruf d beserta hasil analisisnya kepada Gubernur cq KKPL secara berkala minimal 1 (satu) kali dalam 3(tiga) bulan. setiap penanggung jawab kegiatan wajib : a. Pasal 15 1.1041/2000 Pengesahan Montreal tentang zat-zat yang merusak lapisan ozon √ Rencana penggantian alat/mesin yang merusak lapisan ozon Uji Emisi Uji Ambient Baku Mutu Udara Emisi Kendaraan Bermotor di Propinsi DKI Jakarta LAMPIRAN (Baku mutu) √ √ 19 Kep. IPAL Penmantauan & Pengukuran. Melaksanakan swa-pantau selama pembuangan limbah berlangsung.

2.Kadal No. saluran untuk pengumpul lindi Jumlah dan pengumpulan B3 Terpasang di gudang bahan kimia. Tempat umum. Pemimpin atau penanggungjawab tempat umum dan tempat kerja harus menyediakan tempat khusus untuk merokok serta menyediakan alat penghisap udara sehingga tidak mengganggu kesehatan bagi yang tidak merokok.01/1995 Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3 √ Simbol & Label B3. arena kegiatan anak. Pasal 14 √ uji emisi tidak melebihi NAB √ Uji emisi dan tindakan perbaikan √ menyediakan tempat merokok. tindakan perbaikan dan pencegahan tindakan perbaikan dan pencegahan √ √ uji emisi untuk kendaraan yang masuk area proyek 3. 2. Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan wajib memenuhi persyaratan mutu emisi dan/ atau gangguan yang ditetapkan dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. Setiap usaha dan/ atau kegiatan yang wajib melakukan analisis mengenai dampak lingkungan hidup dilarang membuang mutu emisi melampaui ketentuan yang telah ditetapkan baginya dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. Melakukan pencegahan dan/ atau penanggulangan pencemaran udara yang diakibatkan oleh usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya.24 Kep. Memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat dalam rangka upaya pengendalian pencemaran udara dalam lingkup usaha dan/ atau kegiatannya. Pasal 13 1. baku mutu emisi dan baku tingkat gangguan yang ditetapkan untuk usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. b. Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan ke udara ambien dan dalam ruangan wajib : a.05/1995 Dokumen Limbah B3 Simbol dan Label B3 √ √ Perda Provinsi DKI No. rambu dilarang merokok diarea kerja dan ruangan √ . sarana kesehatan.Kadal No.2/2005 Pengendalian Pencemaran Udara Pasal 12 1. 4. c. Menaati baku mutu udara ambien. limbah B3 25 26 27 Kep. √ √ Pengukuran dan pemantauan. tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok. Bak sampah B3 dari drum & tertutup. Setiap orang atau Badan yang melakukan usaha atau kegiatan yang menghasilkan dan/ atau memasarkan produk yang berpotensi menimbulkan emisi dan gangguan udara ambien wajib menaati standar dan/ atau spesifikasi bahan bakar yang ditetapkan. tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar. rambu dilarang merokok diarea kerja dan ruangan menyediakan tempat merokok.02/1995 Kep.Kadal No.

√ Pengukuran dan pemantauan emisi kendaraan. Kendaraan brmotor wajib memenuhi ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor. 4. dan pmeriksaan penaatan terhad √ Rambu dilarang membakar sampah diarea proyek √ Analisa kondisi udara ambient dan jumlah kendaraan yang lolos uji emisi Memperbaiki kendaraan yang emisinya melebihi baku mutu √ √ Pendataan kendaraan yang telah lolos uji emisi sehingga apat diketahui tingkat ketaatan terhadap legal Pasal 17 1. Pemulihan mutu udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengikuti pedoman yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. Setiap orang atau penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan/ atau gangguan wajib melakukan pemulihan mutu udara. Uji emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan dan/ atau pihak swasta yang memiliki bengkel umum yang telah memenuhi syarat. √ - √ - . dan baku tingkat gangguan. 2. pemantauan emisi yang keluar dari kegiatan dan mutuu udara ambien di sekitar lokasi kegiatan. 2. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan persyaratan teknis. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan baku mutu udara ambien. hasil uji emisi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian dari persyaratan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Pasal 19 1. Kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menjalani uji emisi sekurang-kurangnya setiap 6 (enam) bulan. 5. Upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Gubernur.udara ambient. baku mutu emisi. kebisingan. Pasal 15 1. Batas berlaku uji emisi pada bukti uji emisi Bukti uji emisi Dilakukan oleh bengkel yang ditunjuk. √ √ √ √ Pasal 25 1. 3. 2. √ √ Uji getaran. Pasal 16 Penanggulangan pencemaran udara sumber tidak bergerak meliputi pengawasan terhadap penaatan baku mutu emisi yang telah ditetapkan.Setiap orang atau Badan dilarang membakar sampah di ruang terbuka yang mengakibatkan pencemaran udara. Setiap orang atau penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan/ atau gangguan wajib melakukan upaya penanggulangan pencemaran udara. 2. Bagi kendaraan bermotor yang dinyatakan lulus uji emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberi tanda lulus uji emisi.

Penyimpanan dan Pengelolaan Bahan Kimia dan B3 dari Produsen √ Evaluasi Pemenuhan Legislasi = = = (Ya x 100%) + (Tidak x 0 %) + (Sebagian x 50%) Total pasal / ayat dalam PP Lingkungan terkait (94x100%) + (31X0%) + (0x50%) (94+31) x 100% x 100% 75.28 Dokumen AMDAL Proyek Shangri-La Hotel Condominium MSDS ANDAL. April 2007 Dibuat oleh. Mengetahui (Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek (Wiyono) Safety Officer .20 % Jakarta. RKL & RPL √ Identifikasi dampak penting Pengukuran dan pemantauan parameter yang terdapat dalam rencana pantau dan kelola MSDS terdapat pada gudang bahan kimia dan lokasi yang merupakan penyimpanan bahan B3 29 Prosedur Penanganan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

2 .Ya 95 Tidak 31 75.

Jakarta MATRIKS PENILAIAN DAMPAK PENTING Revisi-01 Banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak Intensitas dan lamanya dampak berlangsung Jumlah manusia yang terkena dampak Luas wilayah sebaran dampak Sifat kumulatif dampak Pencemaran tanah Pencemaran air Pencemaran udara Vektor penyakit Kenyamanan Kebisingan Getaran Kemacetan Area Kepadatan lalulintas Parkir Kerusakan bangunan Pemborosan pemakaian air Pemborosan pemakaian listrik Bau Ledakan/Kebakaran Estetika Keamanan Longsor dari Teguran masyarakat Banjir/Genangan air Penurunan muka air tanah Toksik Keterangan : Penilaian Score >3 = Penting <3 = Kurang Penting 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 Θ 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 Penilaian Dampak Positif = Dampak Positif Negatif = Dampak Negatif Score 5 6 5 3 4 4 3 3 2 3 2 2 4 3 3 3 1 3 3 4 2 .Persero PT. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium.

Ghozy Perdana) Kepala Proyek (Devy Friska.Mengetahui. Jakarta. (Ir. 6 Mei 2006 Dibuat oleh. ST) Safety Officer .

Penilaian Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Penting Penting Penting Penting Penting Penting Penting Penting Kurang Penting Penting Kurang Penting Kurang Penting Penting Penting Penting Penting Kurang Penting Penting Penting Penting Negatif Kurang Penting .

(Devy Friska. ST) Safety Officer .Jakarta. 6 Mei 2006 Dibuat oleh.

Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Jakarta MATRIKS IDENTIFIKASI DAMPAK PENTING ` Pemborosan pemakaian listrik Pemborosan pemakaian air Kepadatan Area Parkir Kemacetan lalulintas Kerusakan bangunan Pencemaran udara Pencemaran tanah Vektor penyakit Pencemaran air Kenyamanan Kebisingan Getaran Persiapan Pembuatan kantor dan fasilitas Sisa material Tumpahan cat Pengangkutan/ Pemindahan material Pembuatan washing bay Kontruksi / Keet Waskita. Keet Direksi dan Keet Subkontraktor Pekerjaan administrasi proyek Mobilitas kendaraan 1 1 1 1 Sisa material 1 1 1 1 1 1 1 Pembuangan sampah kertas. plastik 1 1 Pemakaian listrik 1 Pemakaian air Aktivitas MCK Pembuangan limbah cair Pemakaian air Kebersihan MCK Aktivitas dapur Pembuangan limbah cair dari pencucian 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Bau . sisa toner.Persero PT.

oli. bungkus makanan dan sisa makanan) 1 Penggunaan&pen yimpanan bahan bakar Konstruksi / Gudang Waskita Penyimpanan bahan kimia dan B3 Administrasi gudang Tumpahan dan tetesan bahan kimia Pembuangan sampah padat (plastik. solar grease) 1 Konstruksi / Lapangan Workshop kayu Pembuangan sampah padat (sisa kayu) serbuk pemotongan kayu 1 1 1 1 1 Pemotongan kayu 1 Pabrikasi Besi Pembuangan sampah padat (sisa besi) Penyimpanan besi 1 1 1 1 .Pembuangan sampah padat (plastik. bungkus makanan dan kertas) 1 1 1 1 1 1 1 Penyimpanan bahan bakar Tetesan dan tumpahan bahan bakar Pembuangan sampah padat (plastik. bungkus makanan dan kertas) 1 1 1 1 Konstruksi / Ruang mekanik Administrasi mekanik 1 Penyimpanan bahan B3 Perbaikan peralatan Tumpahan bahan kimia (bensin.

Galian Galian pada tanah tidak stabil dan kedalaman lebih dari 1. paku) Sisa besi Sisa besi Proses las Penggerindaan Dewatering Scrub besi Genangan air Pemompaan air dalam Pemancangan Operasional alat pancang Tumpahan oli dan bahan bakar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pasangan batu bata Pembuatan campuran semen 1 1 1 . paku.5 m Pemotongan pancang Operasional Tower crane Buangan puing beton pancang Pengangkatan beban 1 1 1 1 Perbaikan Tower Tumpahan oli dan Crane gemuk Pengecoran Tumpahan beton 1 1 1 1 1 Proses pengecoran dengan concrete pump 1 Bongkar pasang bekisting Tumpahan minyak bekisting 1 1 Penempatan bekisting Bongkar pasang scaffolding Limbah padat (kayu. pecahan beton) 1 1 1 Penempatan material Instal besi Instal kayu Las listrik Las tabung Sisa besi Limbah padat (kayu.

Pembuatan lantai Pembuangan sisa kerja beton (B0) Pengecatan Aktivitas kendaraan Tumpahan cat Asap kendaraan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Ceceran tanah dari roda Mobilitas kendaraan WC Pekerja Pembuangan limbah cair Pemakaian air Kebersihan MCK Depo transfer dan TPS sampah proyek Lindi 1 1 1 1 1 1 Sampah padat Washing Bay (bak kontrol) Pencucian kendaraan (mixer) dan penampungan sisa beton 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pembuangan lumpur (Sludge) Sumber energi Tumpahan dan tetesan bahan bakar dan oli Operasional genset Mechanical dan Electrical (ME) Fogging Pembuangan bahan sisa Asap Fogging Pencucian alat fogging Pembobokan operasional satmper/jack hammer Tahap operasi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Operasional kompressor Tumpahan dan tetesan bahan bakar dan oli Klinik Konstruksi/Beden Aktivitas bedeng g dan Warung dan warung Pembuangan limbah klinik Pembuangan sampah padat 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 .

Ghozy Perdana) Kepala Proyek . konstruksi dan akhir konstruksi Pengaruh cuaca dan musim Pembuangan sisa material Hujan (Musim Penghujan) 1 1 1 1 1 1 1 Debu (musim Kemarau) 1 40 35 11 8 14 9 9 2 1 4 4 2 11 Total Dampak Mengetahui. (Ir.Pembuangan limbah cair Proses memasak di warung 1 1 Pemakaian listrik 1 Pemakaian air Akhir Konstruksi Pengangkutan/Pe mindahan material Mobilitas kendaraan 1 1 Pembongkaran keet kantor Prakonstruksi.

TING Ledakan/Kebakaran Estetika Keamanan Longsor Teguran dari masyarakat Banjir/Genangan air Penurunan muka air tanah Toksik Banjir Total Dampak Kegiatan 3 4 1 2 1 1 1 2 7 1 2 .

3 1 1 1 5 1 1 5 1 1 1 1 3 1 4 1 2 3 1 1 .

1 1 2 2 3 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 3 1 2 2 .

2 2 2 1 2 2 3 1 2 4 4 3 3 1 3 3 2 2 2 1 2 3 2 4 4 .

Mei 2006 Dibuat oleh. (Devy Friska.1 3 1 1 1 1 5 3 1 1 1 3 1 8 1 1 2 1 1 1 1 2 Jakarta. ST) Safety Officer .

Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja.Persero PT. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 . dan membuat saluran pada tempat penampungan sampah & bahan B3 Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Feb-06 Membuat bak sampah dengan volume dan ukuran bak sesuai timbulan sampah Membuat TPA proyek sesuai dengan timbulan sampah dengan umur pakai 2 hari. Pemisahan sampah organik dan anorganik Material dan Water balance Memonitor. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Jakarta PEMANTAUAN No. Sasaran Rencana Tindakan Mulai Rencana 1 Tidak ada limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 2 Tidak terjadi pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Identifikasi karakteristik limbah padat dan cair Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan (pengendapan dan filtrasi) Memberi alas besi.

Feb-06 Okt-05 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 . Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air. Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. Pembersihan jalan kendaraan secara rutin. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Memonitor. serta memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan terkait Identifikasi karakteristik dan kualitas limbah cair Mapping sumber limbah cair Mapping saluran air buangan Himbauan penghematan pemakaian air Mendesign IPAL untuk penanganan buangan sisa cor (semen) Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi) Water dan material balance Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit.3 Mencegah pencemaran air tanah & badan air. Memonitor. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair 4 Mencegah penularan dan penyebaran penyakit Mengumpulkan secara kolektif dan membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 5 Tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar dan pekerja. Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek.

Membuat jalan atau akses kerja yang aman. tahan getaran. Kuesioner kepada pekerja dan masyarakat sekitar Feb-06 Okt-05 Mar-06 Feb-06 Feb-06 6 Tingkat kebisingan diarea proyek sesuai dengan baku mutu Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber bergerak dan sumber titik. Monitoring. tahan lama dan mudah dalam pemeliharaan. Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait Feb-06 8 Tidak terjadi kemacetan lalulintas disekitar proyek Shangri-La Hotel Condominium Okt-05 Feb-06 Feb-06 Feb-06 9 Tidak terjadi kerusakan struktur maupun kerusakan bangunan pendukung lainnya Mengatur parkir kendaraan. Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis. kontrol dan evaluasi Feb-06 Feb-06 10 Penghematan pemakaian air dan minimisasi buangan cair. area kerja dan memenuhi baku mutu.5 Tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar dan pekerja. Sosialisasi dan himbauan terhadap pemakaian air. Membersihkan area kerja dari sampah. sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. mampu menahan beban puncak pengangkutan. Feb-06 . manusia dengan metode purposif sampling Monitoring dan kontrol getaran Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek. Okt-05 Feb-06 Konsultasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Mengganti alat kerja dengan alat kerja lain yang tingkat kebisingannya memenuhi baku mutu Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga kebisingan bisa ditekan Monitoring dan kontrol kebisingan Feb-06 Feb-06 7 Tingkat getaran diarea proyek Melakukan pengukuran pada alat.

Menggunakan alat listrik hemat energi. Feb-06 Feb-06 . Merecord setiap pemakaian listrik sehingga terjadi material balance untuk energi recovery. Mematikan alat listrik jika sudah tidak terpakai dan mematikan lampu jika sudah siang (untuk lokasi yang terkena sinar matahari) Sosialisasi dan himbauan pemakaian listrik Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 11 Penghematan pemakaian listrik. Mendata semua peralatan listrik yang dipakai selama satu hari dan berakumulasi sampai 1 bulan. monitoring dan evaluasi terhadap pemakaian air. Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (maksimal 2 hari sekali) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring. Menutup bak tampungan air kotor Menutup bak sampah atau melokalisir bak sampah sehingga bau tidak mengganggu. kontrol dan evaluasi. bedeng proyek dan kantor. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. Feb-06 Kontrol. Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 13 Tidak terjadi Kebakaran diarea Memasang APAR disetiap Pos Security. monitoring dan evaluasi terhadap pemakaian listrik. Mencatat pemakaian air pada setiap proses kerja. Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan. Water balance.10 Penghematan pemakaian air dan minimisasi buangan cair. Feb-06 Kontrol. Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 12 Memenuhi baku mutu untuk parameter bau. Mematikan keran jika air tidak dipakai.

13 Tidak terjadi Kebakaran diarea proyek Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai. SIM atau Surat Keterangan Kelurahan) Mengontrol dan memonitor pekerja yang keluar masuk. sehingga memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan pengelolaan sumber daya air. Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 . Melakukan pekerjaan sesuai metode kerja 18 Tidak terjadi kelongsoran tanah akibat kerja dan akibat air hujan (erosi) Membuat saluran air hujan Menyediakan pompa untuk menguras air Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja. Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Menciptakan lingkungan kerja yang bersahabat dengan safety morning bersama setiap hari Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait (Kepolisian) 16 Tidak ada komplain dari masyarakat sekitar Kebersihan area proyek dan lingkungan luar proyek. sifat dan tidak mengganggu dan fungsinya sehingga mudah dipergunakan. pemandangan. Memasang peringatan tentang pembuangan sampah. Setiap pekerja harus mempunyai identitas jelas (KTP. Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait (masyarakat sekitar) 17 Menjaga keamanan Tidak terjadi penurunan muka Monitoring terhadap alat pompa yang dipakai air tanah. 14 Lingkungan kerja yang nyaman Mengatur peletakan material menurut jenis. 15 Tidak terjadi gangguan kemanan dan kerusuhan Menempatkan POS Security disetiap pintu masuk. Membersihkan area kerja masing-masing pada saat bekerja dan akhir pekerjaan.

19 Mencegah Banjir Membuat saluran air hujan (drainase) Menyediakan pompa sesuai debit limpasan Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat/kendaraan/genset) Melakukan pengukuran emisi Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran. tidak ada yang menimbulkan ceceran/tumpahan mencemari lingkungan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu terakhir Jan ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu terakhir Jan ‘06 Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 Minggu ke 1 Jan ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 . Feb-06 Feb-06 Minggu ke 1 Jan ‘06 Minggu ke-4 Jan ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 20 Emisi yang dihasilkan memenuhi baku mutu yang ditetapkan Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan Minggu ke-4 Jan ‘06 evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga. Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi Pemasangan safety net keliling bangunan Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. 21 Penyimpanan sementara dan Menentukan lokasi penyimpanan sementara pembuangan limbah B3 sesuai limbah B3 peraturan sampai dengan Januari 2007 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan 22 Semua ceceran bahan kimia/B3 Identifikasi area/tempat yang berpotensi dan limbah B3.

mencemari lingkungan Sosialisasi/training IK ke pihak terkait 23 Tidak adanya kotoran bekas beton atau tanah pada jalan raya (fasilitas umum) Semua karyawan menerapkan SML secara konsisten Membuatkan washing bay pada area proyek Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu terakhir Jan ‘06 Minggu terakhir Jan ‘06 Pembuatan rambu-rambu peringatan atau informasi 24 Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada Minggu ke-2 Feb ‘06 karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada Minggu ke-2 Feb ‘06 rekanan 25 Secara bertahap tidak ada lagi Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat. dll) Minggu terakhir Jan penggunaan peralatan/fasilitas ‘06 yang mengandung BPO Identifikasi bahan penggantinya Minggu ke-1 Feb ’06 Membuat jadwal pergantian bertahap Minggu ke-1 Feb ’06 Minggu terakhir Jan ‘06 Minggu ke-3 Jan ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 26 Semua aspek lingkungan penting dipantau dan diukur Identifikasi item pemantauan dan pengukuran yang harus dilakukan Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal 27 Minggu ke-1 Mar ‘06 Pelaksanaan peraturan daerah Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Minggu ke-1 Feb ‘06 terkait Mendata Peraturan daerah terkait Minggu ke-1 Feb ‘06 Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait Minggu ke-1 Feb ‘06 28 RK3LM proyek dapat digunakan Mereview data yang telah ada untuk panduan pelaksanaan proyek Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Close Dalam proses Belum terlaksana .

Ghozy Perdana) Kepala Proyek .Disetujui oleh. (Ir.

PEMANTAUAN SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM Revisi-02 Rencana Selesai 1 Minggu ke-2 Feb ‘06 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4 1 Raalisasi Agustus 2 3 4 September 1 2 3 4 1 Oktober 2 3 4 Minggu terakhir Feb ‘06 Feb-06 Feb-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Feb-06 Feb-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 .

Mar-06 Mar-06 Mar-06 Feb-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 .

Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 .

Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 .

Mar-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 .

Mar-06 Mar-06 Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 ( 1 bulan sekali ) Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-4 Feb ‘06 Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu ke-4 Feb ’06 Periodik setiap 1 bln sekali Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-4 Feb ‘06 Minggu ke-4 Feb ‘06 .

Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-4 Feb ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-4 Mar ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 .

.

FormK3LMM-03-01 Edisi : 1 Revisi : 0 Pelaksana Keterangan Status Pelaksanaan Close Tindak Lanjut Kaloglat Kalap K3L K3L/Loglat/Pelak sana Teknik/Pelaksana K3l/Loglat Kalap/Teknik/Pel aksana/K3L/Logla t/adkont/PK/Surv ey Kalap/Teknik/Pel aksana/K3L/Logla t/adkont/PK/Surv ey K3L K3L/Pelaksana K3L K3L K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Continue Close Close Close Close Open Sosialisasi tentang pollution prevention Continue Close Close Close Continue Close Continue .

K3L K3L/Loglat/Pelak sana K3L/Loglat/Pelak sana K3L Teknik/Pelaksana /K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat K3L/Loglat Close Close Close Close Close Continue Close Close Teknik/Pelaksana /K3L Kalap/Teknik/Pel aksana/K3L/Logla t/adkont/PK/Surv ey UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L K3L K3L K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Security K3L Close Open Sosialisasi tentang pollution prevention Continue Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue .

Loglat/K3L/Pelak sana K3L K3L K3L Teknik/Pelaksana /Loglat Teknik/Pelaksana /K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L Continue Continue Continue Close Open Sosialisasi tentang pollution prevention Sosialisasi tentang pollution prevention Open Close Close K3L Security K3L Kalap/Teknik/Pel aksana/K3L/Logla t/adkont/PK/Surv ey Security Teknik/Pelaksana /Loglat/K3L Continue Continue Close Open Koordinasi dengan polsek atau masyarakat sekitar jika terjadi kemacetan yang diakibatkan kendaraan proyek Continue Close Kalap UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Close Continue Continue .

UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Loglat/PK K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Loglat/PK Continue Continue Continue Close Continue Estimasi pemakaian air diperinci/perjelas Continue Continue Continue Loglat Close UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L Teknik/Pelaksana /K3L/Loglat K3L PK/K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L/Loglat Continue Close Close Continue Continue Continue Continue Close Close .

Loglat K3L/Loglat/Pelak sana Loglat/Pelaksana /K3L Personel proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L Security K3L Continue Continue Continue Continue Close Close Close Security Open Peningkatan kedisiplinan dan pemasangan pos security dipintu masuk area kerja K3L/Security Continue Kalap K3L Kalap Security Pelaksana/Loglat Close Continue Close Continue Continue Pelaksana/Teknik / Loglat/Pelaksana /K3L Loglat Pelaksana Pelaksana/K3L Continue Close Close Close Close .

Teknik/Pelaksana Loglat Safety Officer Safety Officer Pelaksana Safety Officer Close Close Close Close Continue Close Kaloglat Kaloglat Close Open dilakukan oleh pihak uji emisi untuk pemasangan label Safety Officer Kalap Kalap Continue Continue Close Kalap Kaloglat Kaloglat Kalap Pelaksana Close Close Close Koordinasi Continue Continue Safety Officer Kaloglat Close Close Kaloglat Close .

P/K Safety Officer Safety Officer Ka P/K Continue Close Close Continue Continue Close Close Close Close Close Close Safety Officer Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Continue Close Close Continue Continue Continue Continue Continue .Kalap Kalap Kalap Kalap UnitK3LM Kantor Pusat Kaloglat Ka P/K Ka.

September 2006 Dibuat oleh.Jakarta. Devy Friska. ST (Safety Officer) .

Regulasi UNDANG-UNDANG RI Regulasi 1 UU No 14 Tahun 1969 2 UU No 1 Tahun 1970 . Waskita Karya Proyek Shangrila Hotel Condominium.Persero PT. No. Jakarta EVALUASI PENERAPAN REGU No.

3 UU No 3 Tahun 1992 4 UU RI No 23 Tahun 1992 .

5 UU No 18 Tahun 1999 6 UU No 13 Tahun 2003 Peraturan Pemerintah & Keputusan Presiden 7 PP No 14 Tahun 1993 .

10 Kepres RI No 22 Tahun 1993 11 PP RI No 29 Tahun 2000 PerMen / KepMen 12 PerMen Perburuhan No 07 Tahun 1964 .

PER 01/MEN/1979 .13 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.

14 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1980 .

15 PerMen Tenaga Kerja No 04/Men/1980 .

16 PerMen Tenaga Kerja No 02/MEN/1980 17 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1981 18 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1982 .

PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1982 19 PerMen Tenaga Kerja No 02/Men/1982 20 PerMen Tenaga Kerja No 03/Men/1982 .

23 PerMen Tenaga Kerja No 04/Men/1985 24 PerMen Tenaga Kerja No 05/Men/1985 .

25 PerMen Tenaga Kerja No 04/Men/1987 27 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1989 .

28 PerMen Tenaga Kerja No 02/Men/1992 29 PerMen Tenaga Kerja No 05/Men/1996 .

30 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1998 31 PerMen Tenaga Kerja No 03/Men/1998 32 PerMen Tenaga Kerja No 03/Men/1999 .

33 Keputusan Menkes No 1405 Tahun 2002 . Lampiran 1 Mengetahui. .

Ghozy Perdana Kepala Proyek .Ir.

alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan .kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya . memakai alat-alat pelindung diri yang diwajibkan c. Pasal 13 . kesehatan.cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya Pasal 11 Point 1 Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya. d. kesusilaan. Jakarta EVALUASI PENERAPAN REGULASI Regulasi Deskripsi Regulasi Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja Pasal 9 Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan. pada pejabat yang ditunjuk oleh menteri tenaga kerja Pasal 12 Dengan peraturan perundangaan diatur kewajiban dan hak tenaga kerja untuk : a. memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas keselamtan kerja b. mematuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan. e. pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat dan moral agama Keselamatan Kerja Pasal 9 Point 1 Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang : . menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alatalat pelindung diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang dapat dipenuhi. meminta pada pengurus agar dilaksanakan semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan.otel Condominium.semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya .

point 3 pengusaha wajib mengurus tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja kepada badan penyelenggara sampai memperoleh hak-haknya. pasal 22 pengusaha wajib membayar iuran dan melakukan pemungutan iuran yang menjadi kewajiban tenaga kerja melalui pemotongan upah tenaga kerja serta membayarkan kepada Badan Penyelenggara dalam waktu yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah Kesehatan . daftar upah beserta perubahanperubahan dan daftar kecelakaan kerja di perusahaan atau bagian perusahaan yang berdiri sendiri. pasal 8 point 1 tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan kerja pasal 10 point 1 pengusaha wajib melaporkan kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja kepada kantor departemen tenaga kerja dan Badan Penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam point 2 pengusaha wajib melaporkan kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sembuh. suami atau istri dan anak berhak memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan pasal 17 pengusaha dan tenaga kerja wajib ikut serta dalam program jaminan sosial tenga kerja pasal 18 pengusaha wajib memiliki daftar tenaga kerja beserta keluarganya. cacad atau meninggal dunia.Barang siapa akan memasuki susuatu tempat kerja. pasal 16 tenaga kerja. diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat pelindungan diri yang diwajibkan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Pasal 3 point 2 setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja pasal 4 point 1 program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud pasal 3 wajib dilakukan oleh setiap perusahaan bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan didalam hubungan kerja sesuai dengan ketentuan undangundang ini.

keamanan. keselamatan dan kesehatan kerja. Pasal 2 point 3 pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih. moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama Pasal 87 Point 1 Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. . jaminan hari tua b.pasal 23 point 3 setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja Jasa Konstruksi pasal 23 point 2 Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keteknikan. minat dan kemampuannya melalui pelatihan kerja Pasal 68 Pengusaha dilarang memperkerjakan anak Pasal 86 Point 1 setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : keselamatan dan kesehatan kerja. serta tata lingkungan setempat untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi. jaminan kematian. atau membayar upah minimal Rp. Penyelenggaraan Program Kerja Jaminan Sosial Tenaga pasal 2 point 1 program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini. wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Ketenagakerjaan Pasal 6 Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tampa diskriminasi dari pengusaha Pasal 11 Setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh dan/atau mengembangkan komptensi kerja sesuai dengan bakat.000 sebulan. 1. perlindungan tenaga keraj. jaminan berupa pelayanan yaitu jaminan pemeliharaan kesehatan. terdiri: a.000. jaminan berupa uang yang meliputi : jaminan kecelakaan kerja.

point 2 pengusaha wajib melaporkan setiap kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerjanya kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggaraan setempat/terdekat sebagai laporan kcelakaan tahap I. rata dan tidak becek dan cukup luas untuk kemungkinan perluasan . keamanan. dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam terhitung terjadinya kc pasal 19 pengusaha wajib melaporkan penyakit yang timbul karena hubungan kerja. Syarat Kesehatan. Penyakit yang timbul karena hubungan kerja Pasal 2 Setiap tenaga kerja yang menderita penyakit yang timbul karena hubungan kerja berhak mendapat jaminan kecelakaan kerja baik pada saat masih dalam hubungan kerja maupun setelah hubungan kerja berakhir Penyelenggaraan Jasa Konstruksi pasal 30 point 1 untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaankonstruksi .pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih. keselamatan dan kesehatan tempat kerja konstruksi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku c. atau membayar upah minimal Rp. 1. penyelenggara pekerja konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang : b.000 sebulan. wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam setelah ada hasil diagnosis dari dokter periksa. pasal 5 point 1 pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 wajib mendaftarkan perusahaan dan tenaga kerjanya sebagai peserta program jaminan sosial tenaga kerja pada badan penyelenggara dengan mengisi formulir yang disediakan oleh badan penyelenggara.000. perlindungan sosial tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku d. Kebersihan serta Penerangan dalam tempat kerja pasal 3 1. teratur. pasal 18 point 1 pengusaha wajib memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan bagi tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan. Halaman harus bersih. tata lingkungan setempat dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

tempat penyimpanan barang sedang dan kecil. untuk keperluan air (riolering) harus cukup saluran yang kuat dan bersih 4. tempat pengumpulan sampah tidak boleh menjadi sarang lalat atau binatang serangga yang lain. Pasal 1 Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga paramedis diwajibkan untuk mengirimkan setiap tenaga tersebut untuk mendapatkan latihan dalam bidang Hygiene Perusahaan. kamar mesin. menyisihkan barang besar. ruang penerimaan dan pengiriman dengan kapal. . jalanan dihalaman tidak boleh berdebu 3. point 6 jumlah kakus sebagai berikut 1-15 buruh =1 kakus 16-30 buruh = 2 kakus 31-45 buruh = 3 kakus 46-60 buruh = 4 kakus 61-80 buruh = 5 kakus 81-100 buruh = 5 kakus san selanjutnya untuk tiap 100 orang 6 kakus pasal 8 dapur. gudang untuk menyimpan barang besar dan kasar paling sedikit memiliki kekuatan 50 Lux Point 5 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kecil secara sepintas lalu. kesehatan dan keselamatan kerja.2. sampah dan terbuang lainnya harus terkumpul pada suatu tempat yang rapi dan tertutup. kamar makan dan alat keperluan makan harus selalu bersih dan rapi. pasal 6 point 1 kakus-kakus yang terbuat dari bahan yang kuat harus disediakan untuk kaum buruh. Pasal 14 Point 4 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kasar seperti mengerjakan bahan-bahan kasar. 7. 6. kakus. pada waktunya sampah itu harus dibuang ketempat pembuangan sampah atau dibakar pada tempat yang aman. alat pengangkut orang dan barang. Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja bagi Paramedis Perusahaan. seperti pemasangan yang kasar. saluran air yang melintasi halaman harus tertutup 5.

sisi-sisi tangga yang terbuka. peledakan. pasal 8 semua peralatan sisi-sisi lantai yang terbuka. pertolongan pertama pada kecelakaan dan usaha-usaha penyelamatan pasal 4 setiap kecelakaan kerja atau kejadian yang berbahaya harus dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. pasal 3 point 1 pada pekerjaan konstruksi bangunan harus diusahakan pencegahan dan dikurangi terjadinya kecelakaan atau sakit akibat kerja terhadap tenaga kerjanya. pasal 6 kebersihan dan kerapihan ditempat kerja harus dijaga sehingga bahan-bahan yang berserakan. diluncurkan atau dijatuhkan kebawah dari tempat yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kecelakaan. kebakaran. harus dilengkapi dengan penerangan yang cukup sesuai dengan ketentuan yang berlaku. lubang-lubang dilantai yang terbuka. semua galian-galian dan lubang-lubang yang berbahaya harus diberi pagar atau tutup pengaman yan pasal 9 kebisingan dan getaran ditempat kerja tidak boleh melebihi ketentuan nilai ambang batas yang berlaku pasal 10 . lorong-lorong atau gang-gang tempat orang bekerja atau sering dilalui. tangga-tangga. bahan-bahan bangunan. atap-atap atau panggung yang dapat dimasuki. peralatan dan alat-alat kerja tidak merintangi atau menimbulkan kecelakaan. pasal 5 point 1 disetiap tempat kerja harus dilengkapi dengan sarana untuk keperluan keluar masuk dengan aman point 2 semua tempat kerja. alat-alat kerja. point 2 sewaktu pekerjaan dimulai harus segera disusun suatu unit keselamatan dan kesehatan kerja hal tersebut harus diberitahukan kepada setiap tenaga kerja point 3 unit keselamatan kejera meliputi usaha-usaha pencegahan terhadap : kecelakaan. bahanbahan dan benda-benda tidak dilemparkan. pasal 7 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa peralatan perancah.Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan pasal 2 Setiap pekerjaan konstruksi bangunan yang akan dilakukan wajib dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. penyakit akibat kerja.

Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan APAR pasal 3 tabung alat pemadam api ringan harus diisi sesuai dengan jenis dan konstruksinya . pasal 99 point 1 alat-alat pelindung diri yang jenisnya disesuaikan dengan sifat pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing tenaga kerja harus disediakan dalam jumlah yang cukup. pasal 86 tenaga kerja yang melakukan pekerjaan diatap harus dilengkapi dengan alat pelindung diri yang sesuai untuk menjamin agar mereka tidak jatuh dari atap atau bagian-bagian atap yang rapuh. dipasang. peralatan dan bahan yang dipergunakan pasal 25 point 1 tangga harus terdiri dari 2 kaki tangga dan sejumlah anak tangga yang dipasang pada kedua kaki tangga dengan kuat. pasal 28 alat-alat angkat harus direncanakan. dilayani dan dipelihara sedimikian rupa sehingga terjamin keselamatan pemakainya. pasal 31 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk melarang orang memasuki daerah lintas keran jalan untuk menghindarkan kecelakaan karena terhimpit. kecuali apabila pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan aman dengan memper pasal 13 point 1 perancah harus diberi lantai papan yang kuat dan rapat sehingga dapat menahan dengan aman tenaga kerja. pasal 67 point 2 pinggir-pinggir dan dinding-dinding pekerjaan galian harus diberi pengaman dan penunjang yang kuat untuk menjamin keselamatan orang yang bekerja dalam lubang / parit. pasal 44 operator mesin harus terlatih untuk pekerjaannya dan harus mengetahui peraturan keselamatan kerja pada mesin tersebut.orang tidak berkepentingan dilarang masuk pasal 12 perancah yang sesuai dan aman harus disediakan untuk semua pekerjaan yang tidak dapat dilakukan dengan aman oleh seseoarang yang berdiri diatas konstruksi yang kuat dan permanen. pasal 74 setiap ujung-ujung mencuat yang membahayakan harus dilengkungkan atau dilindungi.

Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja Pasal 2 semua perusahaan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat 2 UU No 1 tahun 1970 harus melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali kecuali ditentukan lain oleh Direktur Jendral Pembinanaan Hubungan Perburuhan dan Per Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja pasal 2 point 1 apabila dalam pemeriksaan kesehatan bekerja dan pemeriksaan kesehatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi No Per 02/MEN 1980 ditemukan penyakit kerja yang diderita oleh tenaga kerja. mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan pasal 5 dilarang memasang atau menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang atau cacad karena karat. pasal 14 petunjuk cara-cara pemakaian alat pemadam api ringan harus dapat dibaca dengan jelas.pasal 4 point 1 setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas. Bejana Bertekanan . pasal 8 pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1. pengurus dan badan yang ditunjuk wajib melapor secara tertulis kepada Kantor Direktorat Jendral Pembinan Hubungan Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja setempat pasal 3 point 1 laporan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayaaat 1 dilakukan dalam waktu paling lama 2X24 jam setelah penyakit tersebut didiagnosa. kecuali jenis C02 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat.2 m dari permukaan lantai. jarak an pasal 9 alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49◦C turun sampai minus 44 o C kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu dluar batas tersebut diatas.

jika dari sudut keselamatan bisa dipertanggungjawabkan pasal 16 point 1 setiap bahan dari bagian konstruksi bejana tekanan harus memiliki surat tanda hasil pengujian atau sertifikat bahan yang diakui. e. dimuka pemasukan angin. atau mudah terbakar dan ruangan penyimpanan botol-botol baja dan bejana transport yang kosong harus memiliki ventilasi yang cukup dan memiliki pintupintu keluar dan penyelamat. tekanan pengisian yang diijinkan kg/cm2 (Po) pasal 35 point 2 ruangan penyimpanan khusus untuk gas beracun menggigit. pasal 22 setiap bejana diberikan tanda-tanda pengenal sebagai berikut: a. berat dari botol baja dalam keadaan kosong tampa keran dan tutup. Kwalifikasi Juru Las pasal 3 point 1 juru las dianggap terampil apabila telah menempuh ujian las dengan hasil memuaskan dan mempunyai sertifikat juru las Pelayanan Kesehatan dan Tenaga Kerja pasal 3 point 1 setiap tenaga kerja berhak mendapatkan pelayanan kesehatan kerja point 2 pengurus wajib memberikan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi .Pasal 5 Bahan dan konstruksi bejana tekanan harus cukup kuat dan memenuhi syarat pasal 7 Setiap botol harus dilengkapi dengan penutup katup yang baik kecuali botol-botol yang dirangkaikan satu sama lain diperbolehkan memakai satu katup penutup bersama. point 4 dilarang menaruh atau menyimpan bejana tekanan dan botol baja dekat tangga. nama gas yang diisikan (bukan simbol kimia) d. nama dan nomor urut pabrik pembuatnya c. nama pemilik b. gang. alat pengangkat dan benda-benda bergerak yang dapat menyentuh atau menimpa.

jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. pasal 4 semua bagian yang bergerak dan berbahaya dari pesawat tenaga dan produksi harus dipasang alat perlindungan yang efektif kecuali ditempatkan sedemikan rupa sehingga tidak ada orang atau benda yang menyinggungnya. pasal 4 setiap pesawat angkat dan angkut harus dilayani oleh operator yang mempunyai kemampuan dan telah memiliki keterampilan khusus tentang pesawat angkat dan angkut. debu dan bunga api yang dapat menimbulkan bahaya harus diadakan pengamanan dan perlindungan. tidak cacat dan memenuhi syarat. . pasal 2 bahan konstruksi serta perlengkapan pesawat angkat dan angkut harus cukup kuat. pasal 9 point 1 pada pekerjaan yang menimbulkan serbuk.Pesawat tenaga dan produksi pasal 3 point 2 setiap bahan dari bagian konstruksi pesawat tenaga dan produksi yang utama harus memiliki tanda hasil pengujian atau sertifikasi bahan yang diakui. pasal 6 pada pesawat tenaga atau produksi yang sedang diperbaiki tenaga penggerak harus dimatikan dan alat pengontrol harus dikunci serta diberi suatu tanda larangan untuk menjalankan pada tempat yang mudah dibaca sampai pesawat yang tenaga dan produksi atau alat pasal 7 jarak antara peawat-pesawat atau mesin-mesin harus cukup lebar dan bebas dari segala sesuatu yang dapat membahayakan bagi lalu lintas. pasal 29 operator pesawat tenaga dan produksi harus memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja Pesawat angkat dan angkut. pasal 3 point 1 beban maksimum yang diijinkan dari pesawat angkat dan angkut ditulis pada bagian yang mudah dilihat dan dibaca dengan jelas. serpih. pasal 7 baut pengikat yang dipergunakan peralatan angkat harus memiliki kelebihan ulir sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang.

baut pengikat yang dipergunakan peralatan angkat harus memiliki kelebihan ulir sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang, jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. pasal 33 peralatan angkat listrik harus a. dikonstruksikan dari baja b. dibuat dengan angka keamanan sekurang-kurangnya - 8 untuk baja tuang - 5 untuk baja konstruksi atau baja tempa - dilengkapi dengan rem otomatis yang mampu menahan muatan, jika muatan dihentikan pasal 42 point 2 operator dan tenaga kerja harus menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan bahaya yang dihadapi. pasal 101 semua perlengkapan pesawat angkutan diatas landasan dan diatas permukaan sebelum digunakan harus diperikasa terlebih dahulu oleh operator.

P2K3 Serta tata cara penunjukan ahli keselamatan kerja
pasal 2 point 1 setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu, pengusaha atau pengurus wajib membentuk P2K3

point 2 a. tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus mempekerjakan 100 orang atau lebih pasal 3 Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusaha dan pekerja yang susunannya terdiri dari ketua, sekertaris dan anggota. pasal 4 P2K3 mempunyai tugas memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha atau pengurus mengenai masalah keselamatan dan kesehatan kerja.

Kualifikasi dan syarat-syarat operator keran angkat
pasal 10 point 1 operator dilarang meninggalkan tempat pelayanan selama keran angkat dioperasikan point 2 melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi atau kemampuan kerja serta merawat keran angkat, alat alat pengaman dan alat-alat perlengkapan lainnya yang terkait dengan bekerjanya keran angkat yang dilayaninya.

melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi atau kemampuan kerja serta merawat keran angkat, alat alat pengaman dan alat-alat perlengkapan lainnya yang terkait dengan bekerjanya keran angkat yang dilayaninya.

Tata cara penunjukan kewajiban dan wewenang ahli keselamatan kerja
pasal 3 untuk dapat ditunjuk sebagai ahli keselamatan dan kesehatan kerja harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Sarjana dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang keahliannya sekurang-kurangnya 2 tahun pasal 9 point 1 ahli keselamatan dan kesehatan kerja berkewajiban untuk membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan bidang yang ditentukan dalam keputusan penunjukannya.

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
pasal 3 point 1 Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran,

pasal 4 point 1 dalam penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 3, perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan sistem manajemen K3 b. merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. c. menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja. d. mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. e. meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. pasal 5 point 1 untuk membuktikan penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4, perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh menteri.

untuk membuktikan penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4, perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh menteri.

Penyelenggaraan pemeliharaan kesehatan bagi tenaga kerja dengan manfaat lebih baik daripada paket jaminan pemeliharaan kesehatan dasar Jaminan Sosial Tenaga Kerja
pasal 1 perusahaan yang menyelenggarakan sendiri pemeliharaan kesehatan dapat dengan cara a. menyediakan sendiri atau bekerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan (PPK)

Tatacara pelaporan dan pemeriksaan kesehatan
pasal 2 point 1 pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi ditempat kerja yang dipimpinnya. pasal 3 kewajiban melaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan belum mengikutsertakan pekerjaannya dalam program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan UU No 3 tahun 1992

pasal 4 point 1 pengurus atau pengusaha sebagaimana dimaksud pasal 3 wajib melaporkan secara tertulis kecelakaan kepada Kepala Kantor Departemen tenaga kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2x24 jam (dua kali duapuluh empat ) jam terhitung sejak terjadinya kecelaka

Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja lift untuk pengangkutan orang dan barang
pasal 3 point 1 kapasitas angkut lift harus dicantumkan dan dipasang dalam kereta serta dinyatakan dalam jumlah orang dan atau jumlah bobot muatan yang diangkut dalam kilogram (Kg) pasal 4 point 1 bagian-bagian lift harus kuat, tidak cacat, aman dan memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja pasal 6 point 6 setiap kamar mesin dilengkapi dengan alat pemadam api ringan jenis kering dengan kapasitas sekurangkurangnya 5 (lima) kg pasal 7

point 1 tali baja penarik bobot imbang dan governor harus kuat, luwes, tidak boleh terdapat sambungan dan semua utas tali seragam dari satu sumber yang sama.

Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri Air Bersih Kualitas air bersih memenuhi syarat kesehatan yang meliputi persyaratan fisika,kimia, mikrobiologi dan radioaktif sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku

Udara Ruangan Suhu : 18 - 28 ºC Kelembaban : 40 - 60 %

Limbah - setiap perkantoran harus dilengkapi dengan tempat sampah dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya dan dilengkapi penutup

- sampah kering dan basah di tampung dalam tempat yang terpisah - tersedianya tempat penampungan sementara yang memenuhi syarat. Pencahayaan. Intenstitas minimal untuk ruang kantor 100 lux

Kebisingan Tingkat kebisingan maksimal ditempat kerja maksimal 85 dBA

Toilet Karyawan 1-25 : 1 karyawan 25-50 : 2 Karyawan 51 - 100 : 3

100% x 59 + 90% x 9 + 85% x 2 + 80% x 34 + 75% x 2 + 70% x 13 + 60% x 7 + 50 % x 2 +0% x9 137.00 =81,6 %

Form.P6.K3LM-02-01 Edisi : 1 Revisi : 1

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan

Kebijakan K3LM PT. Waskita Karya

80% 80% 80% 80%

Induksi K3LM, Safety Morning, Papan Informasi

Laporan awal kecelakaan (Laporan Tahap I)

70% 70% 70% 60% 60%

80%

Papan Informasi, Induksi K3LM

Pendaftaran Jamsostek

No Pendaftaran SW 0684092005 / 16 September 2005

Laporan awal kecelakaan

Surat Keterangan Dokter

√ √ √

√ Bekerjasama dgn RS Atmajaya 80% Dibentuknya Unit K3LM √ 80% Gab analisis √ Surat Perjanjian Tidak akan mempekerjakan anak dibawah umur. 80% Kebijakan K3LM √ SMK3LM 80% √ Pembuatan P3K √ .

√ √ √ √ √ 80% 80% 80% HIRARC Upah sesuai UMR IAL(Identifikasi Aspek Lingkungan) 80% .

80% 80% 80% 80% √ √ diangkut setiap hari Diberi tutup 60% 60% 70% √ 70% √ .

surat edaran dilarang menjatuhkan benda ke bawah.√ Ijin ke Depnaker. safety net. Depnaker. Jamsostek dan Koordinasi keamanan 80% Mengevaluasi HIRARC √ Membentuk unit K3LM dan dicantumkan dalam struktur 80% HIRARC √ Jamsostek. Kantor Pusat 90% Pembuatan akses jalan 70% Pembersihan oleh mandor 90% Safety deck. railing 90% 90% Pengukuran kebisingan dan getaran secara periodik .

70% Rambu. Papan Pengumuman 80% bordes 80% bordes 80% 80% 75% rambu. police line √ 80% railing 90% pemotongan stek yang tidak terpakai 70% safety harness 80% √ .

dari proyek Desember 2005 √ √ .√ √ 80% √ √ Instruksi Kerja √ pemeriksaan dari jamsostek februari 2006.

√ √ √ √ √ √ √ Bekerjasama dgn RS Atmajaya .

80% 85% 60% √ 60% 80% √ √ √ 80% .

Risalah Rapat √ 90% .√ 70% √ Pemakaian Helm dan Sepatu √ Check list √ √ √ 90% CAR.

80% 80% √ √ √ 75% Kebijakan K3LM PT.Waskita Karya HIRARC 80% 70% √ .

√ Bekerjasama dengan RS.Atmajaya √ Laporan Awal Kecelakaan √ √ √ Pencantuman Beban Maksimum dalam hoist √ √ .

√ 90% air minum aqua. air pakai dari perusahaan penyedia air bersih 80% Pengukuran secara berkala 90% 70% Tempat sampah organik. . non organik dan B3 70% Pengukuran secara berkala 85% Pengukuran secara berkala 50% Jakarta. Juni 2006 Dibuat Oleh.

Devy F Unit K3LM .

Adkon. Safety Officer Ka. P/ K Ka P/ K Ka. 6 Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh karyawan dan pekerja.Safety Officer Kaloglat.Ka.Adkon.Kalap.P6. Safety Officer dan Security Ka Adkon Ka. Safety Officer Kaloglat.Persero Form. Ka. P/K Kaloglat Katek Kaloglat Kaloglat . P/K & Katek. Ka.Kalap. Safety Officer Kalap. tamu maupun Subkontraktor 3 Memeriksa kelengkapan K3LM Subkontraktor sesuai dgn ceklist kelengkapan K3LM 4 Menyediakan rambu-rambu K3LM sesuai dengan Kebutuhan 5 Melaksanakan pengendalian sesuai rencana pengendalian terhadap potensi bahaya dan resiko.Ka.Adkon.Kalap.Kalap. Waskita Karya SASARAN DAN PROGRAM K3LM Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 No. Ka.Ka. lapangan dan Mess 11 Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan K3LM 12 Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan P3K 13 Melakukan services berkala pada kendaraan milik proyek 14 Memberikan identitas pada setiap barang yang ada di gudang 15 Mendistribusikan IK 16 Memberikan penerangan yang cukup pada tempat kerja 17 Menyusun kabel dengan rapi di area kantor & proyek Kaloglat.K3LM-03-01 Edisi : 1 PT. P/K & Katek. Safety Officer Kalap & Safety Officer Kalap & Safety Officer Kapro & Safety Officer Kapro. Sasaran K3LM Program K3LM Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Januari Januari Mei Mei Januari Mei Mei 1 Incidence Rate = 0 1 Merevisi HIRARC untuk semua kegiatan proyek 2 Melakukuan sosialisasi / induksi K3LM bagi seluruh personil. Loglat. P/K & Katek. antara lain ke Subkontraktor 7 Melaksanakan Inspeksi harian K3LM 8 Melaksanakan Weekly dan Monthy Safety meeting secara rutin 9 Segera melaksanakan Safety Meeting setelah terjadi accident atau incident 10 Membersihkan dan merapikan Lingkungan kantor.

P/K Ka. safety net dan proteksi Mendistribusikan ijin kerja pada area berbahaya. P/K Kapro Ka. printer dll. 35 36 37 38 Sosialisasi metode kerja yang aman kepada Mandor Ikut memelihara rambu-rambu petunjuk area berbahaya Membantu dalam penyediaan jalan kerja yang aman Membantu dalam Pemeliharaan petunjuk jalan masuk dan keluar dan ke master area Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Januari Januari 39 Menginformasikan kepada pelaksana K3LM tentang area berbahaya dalam proyek 40 Memelihara pagar pengaman disekeliling lubang 41 Membantu dalam pengecekan scafollding dan cat walk 42 Ikut memelihara kebersihan proyek yang ada di area kerja ataupun proyek. Mengalokasikan barang sesuai jenisnya Penyediaan APD Memasang & marawat railing pada tepi bangunan & area rawan Penguncian panel Memasang safety deck. Sasaran K3LM 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Program K3LM Menyediakan & memasang APAR Membuat cheklist untuk APAR. 28 29 30 31 32 33 Melengkapi kebutuhan rumah tangga proyek Pemberian status alat Pemeriksaan Peralatan sebelum beroperasi dan secara berkala Maintenance Alat berat dan ringan Menata dan Merapihkan gudang Alat dan kabel Membuat lock out . Kotak P3K.No. komputer. seperti. Melakukan training ERP Monitoring dan supporting sehingga seluruh program K3 berjalan dengan baik. kursi.meja. Penanggung Jawab Kaloglat & SO Safety Officer Kaloglat Kaloglat Kalap & Safety Officer Kaloglat Safety Officer Safety Officer Ka. P/K Kaloglat Kaloglat Kaloglat Kaloglat Kaloglat Katek Kalap Kalap & SO Kalap Kalap Kalap Kalap & SO Kalap & SO Kalap & SO Kalap & SO Kalap & SO Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei 27 Melengkapi kebutuhan karyawan.KM. 43 Menyediakan tempat istirahat pekerja/bedeng yang memadai 44 Ikut memelihara pagar sementara pada tepi construction joint lantai .tag out untuk setiap peralatan dan perlengkapan di lingkungan proyek 34 Menyusun dan menempatkan Sampel Material ke almari yang representatif.

obat-obatan dan Ka. P/K Loglat Safety Officer Ka. Mintohardjo atau Ka. Loglat Kaloglat. P/K & Safety Officer kelengkapannya.Kalap. Loglat Alat dan Lingkungannya 7 Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan Kalap Januari Mei Januari Mei Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei . Loglat 6 Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Ka. 5 Membersihkan Gudang Alat dan Lingkungannya Ka. Loglat Ka.Ka. Safety Officer Ka. Ka. Loglat Ka. P/K & Katek. P/K & Safety Officer klinik Al-Afiat untuk program pemeriksaan dan pengobatan serta penanganan kecelakaan bagi karyawan & pekerja dan bekerjasama dengan Jamsostek 4 Menyediakan Klinik kesehatan.Kalap. P/K & Katek. Ka.Adkon.No.Ka. P/K & Safety Officer yang belum pernah diperiksa melalui kerjasama dgn Jamsostek 3 Mengadakan kerjasama dengan pihak RS.Adkon. 2 Melaksanakan Pemeriksaan kesehatan bagi karyawan & pekerja Ka. paramedis. Loglat Januari Januari Januari Mei Mei Mei Januari Januari Januari Mei Januari Januari 3 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 Merapihkan Lay out ruang kerja Kaloglat. Sasaran K3LM Program K3LM Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai 45 Membantu dlm penyedian APD untuk pekerja & memantau pemakaiannya 46 Melaksanakan Investigasi Kecelakaan accident/ incident dan mengurusnya setiap habis terjadi Safety Officer Safety Officer Januari Januari Mei Mei 2 Meningkatkan kesesuaian legal 1 Melaksanakan pengurusan perijinan /pengesahan penggunaan Alat Berat / peralatan yang belum memiliki atau surat ijin pengesahan yang sudah tidak berlaku lagi ke pihak yang berwenang 2 Mendata & mengadakan pelatihan yang diperlukan 3 Meminta MSDS untuk setiap material khusus 4 Melakukan pengukuran-pengukuran yang diperlukan 5 Meminta SIO untuk setiap pekerja yang memerlukan keahlian khusus 6 Mempelajari peraturan dan menyesuaikan penerapannya 7 Mempelajari Peraturan tentang Instalasi Listrik 8 Mempelajari Peraturan tentang peralatan safety untuk operator Alat berat Ka.

(Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Kalap & Safety Officer Kalap & Safety Officer Safety Officer Januari Januari Januari Mei Mei Mei Jakarta. Sasaran K3LM Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan Program K3LM Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai 8 Menentukan dan menyediakan tempat buang air kecil yang terjangkau pekerja 9 Mengawasi pekerja dalam membuang sampah di area proyek 10 Melakukan fogging. Januari 2007 Dibuat oleh.No.

P6.K3LM-03-01 Revisi : 0 Status Pelaksanaan Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Closed Continue Continue Closed Continue Continue .orm.

Status Pelaksanaan Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Closed Closed .

Status Pelaksanaan Continue Continue Closed Continue Continue Continue Closed Continue Closed Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Continue Continue Continue .

Form.K3LM-15-14 Persero Edisi : 1 Revisi : 0 PT.P6. Waskita Karya Revisi : 3 MATRIKS RENCANA PEMANTAUAN & PENGUKURAN KINERJA K3LM NO AKTIFITAS/KONDISI PERALATAN PARAMETER PANTAU / UKUR LOKASI FREKUENSI PENANGGUNG JAWAB PROSEDUR/ IK BUKTI KERJA .

NO AKTIFITAS/KONDISI PERALATAN PARAMETER PANTAU / UKUR LOKASI FREKUENSI PENANGGUNG JAWAB PROSEDUR/ IK BUKTI KERJA .

Sasaran K3LM Program K3LM Realisasi Mulai Selesai Januari Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Januari Januari Januari Januari Januari April Januari April April April April April April April Status Pencap. 6 Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh karyawan dan pekerja. tamu maupun Subkontraktor 3 Memeriksa kelengkapan K3LM Subkontraktor sesuai dgn ceklist kelengkapan K3LM 4 Menyediakan rambu-rambu K3LM sesuai dengan Kebutuhan 5 Melaksanakan pengendalian sesuai rencana pengendalian terhadap potensi bahaya dan resiko.P6. Sasaran Closed Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Standby Continue Close Close Continue Continue Close Tindak Lanjut 1 Incidence Rate = 0 1 Merevisi HIRARC untuk semua kegiatan proyek 2 Melakukuan sosialisasi / induksi K3LM bagi seluruh personil. Waskita Karya PEMANTAUAN & PENGUKURAN SASARAN & PROGRAM K3LM BULAN APRIL Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 Rencana Mulai Selesai Januari Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Januari Januari Januari Januari Januari Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei No. antara lain ke Subkontraktor 7 Melaksanakan Inspeksi harian K3LM 8 Melaksanakan Weekly dan Monthy Safety meeting secara rutin 9 Segera melaksanakan Safety Meeting setelah terjadi accident atau incident 10 Membersihkan dan merapikan Lingkungan kantor. lapangan dan Mess 11 Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan K3LM 12 Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan P3K 13 Melakukan services berkala pada kendaraan milik proyek 14 Memberikan identitas pada setiap barang yang ada di gudang 15 Mendistribusikan IK Januari Januari Januari Mei Mei Januari Januari Januari Januari April April Januari .Persero Form.K3LM-15-13 Edisi : 1 PT.

Sasaran Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Tindak Lanjut 27 Melengkapi kebutuhan karyawan. safety net dan proteksi Mendistribusikan ijin kerja pada area berbahaya. kursi. Rencana Mulai Selesai Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Realisasi Mulai Selesai Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April Status Pencap. 28 29 30 31 32 33 Melengkapi kebutuhan rumah tangga proyek Pemberian status alat Pemeriksaan Peralatan sebelum beroperasi dan secara berkala Maintenance Alat berat dan ringan Menata dan Merapihkan gudang Alat dan kabel Membuat lock out .tag out untuk setiap peralatan dan perlengkapan di lingkungan proyek 34 Menyusun dan menempatkan Sampel Material ke almari yang representatif. Kotak P3K. Melakukan training ERP Monitoring dan supporting sehingga seluruh program K3 berjalan dengan baik.No. Sasaran K3LM Program K3LM 16 Memberikan penerangan yang cukup pada tempat kerja 17 Menyusun kabel dengan rapi di area kantor & proyek 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Menyediakan & memasang APAR Membuat cheklist untuk APAR.meja. 43 Menyediakan tempat istirahat pekerja/bedeng yang memadai .KM. 35 36 37 38 Sosialisasi metode kerja yang aman kepada Mandor Ikut memelihara rambu-rambu petunjuk area berbahaya Membantu dalam penyediaan jalan kerja yang aman Membantu dalam Pemeliharaan petunjuk jalan masuk dan keluar dan ke master area 39 Menginformasikan kepada pelaksana K3LM tentang area berbahaya dalam proyek 40 Memelihara pagar pengaman disekeliling lubang 41 Membantu dalam pengecekan scafollding dan cat walk 42 Ikut memelihara kebersihan proyek yang ada di area kerja ataupun proyek. komputer. printer dll. Mengalokasikan barang sesuai jenisnya Penyediaan APD Memasang & marawat railing pada tepi bangunan & area rawan Penguncian panel Memasang safety deck. seperti.

Sasaran Continue Tindak Lanjut 45 Membantu dlm penyedian APD untuk pekerja & memantau pemakaiannya 46 Melaksanakan Investigasi Kecelakaan accident/ incident dan mengurusnya setiap habis terjadi Januari Januari Mei Mei Januari Januari April April Continue Continue 2 Meningkatkan kesesuaian legal 1 Melaksanakan pengurusan perijinan /pengesahan penggunaan Alat Berat / peralatan yang belum memiliki atau surat ijin pengesahan yang sudah tidak berlaku lagi ke pihak yang berwenang 2 Mendata & mengadakan pelatihan yang diperlukan 3 Meminta MSDS untuk setiap material khusus 4 Melakukan pengukuran-pengukuran yang diperlukan 5 Meminta SIO untuk setiap pekerja yang memerlukan keahlian khusus 6 Mempelajari peraturan dan menyesuaikan penerapannya 7 Mempelajari Peraturan tentang Instalasi Listrik 8 Mempelajari Peraturan tentang peralatan safety untuk operator Alat berat Close Awal proyek Januari Januari Mei Mei Mei Awal proyek Januari Januari April April April Continue Continue Continue Close Continue Close Close Januari Januari Januari Mei Januari Januari Januari Januari Januari April Januari Januari 3 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 Merapihkan Lay out ruang kerja 2 Melaksanakan Pemeriksaan kesehatan bagi karyawan & pekerja yang belum pernah diperiksa melalui kerjasama dgn Jamsostek 3 Mengadakan kerjasama dengan pihak RS. obat-obatan dan kelengkapannya. Mintohardjo atau klinik Al-Afiat untuk program pemeriksaan dan pengobatan serta penanganan kecelakaan bagi karyawan & pekerja dan bekerjasama dengan Jamsostek 4 Menyediakan Klinik kesehatan. Sasaran K3LM Program K3LM 44 Ikut memelihara pagar sementara pada tepi construction joint lantai Rencana Mulai Selesai Januari Mei Realisasi Mulai Selesai Januari April Status Pencap. paramedis. 5 Membersihkan Gudang Alat dan Lingkungannya 6 Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Alat dan Lingkungannya Januari Mei Januari April Continue Close Continue Januari Mei Januari April Januari Januari Januari Mei Mei Mei Januari Januari Januari April April April Continue Continue Continue .No.

No. Sasaran Continue Tindak Lanjut 8 Menentukan dan menyediakan tempat buang air kecil yang terjangkau pekerja 9 Mengawasi pekerja dalam membuang sampah di area proyek 10 Melakukan fogging. Januari Januari Januari Mei Mei Mei Januari Januari Januari April April April Continue Continue Continue . Sasaran K3LM Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Alat dan Lingkungannya 7 Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan Program K3LM Rencana Mulai Selesai Januari Mei Realisasi Mulai Selesai Januari April Status Pencap.

K3LM-15-13 Revisi : 0 ndak Lanjut Status Pelaksanaan Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Open Open Continue Continue Closed .P6.m.

ndak Lanjut Status Pelaksanaan Continue Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue .

ndak Lanjut Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Closed Continue Continue Continue Closed Continue Closed Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue .

ndak Lanjut Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Continue .

Waskita Karya Form.Persero PT. serta Mapping saluran air buangan memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang Himbauan penghematan pemakaian air diijinkan sesuai peraturan terkait K3L K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat/Pelaksana K3L/Loglat/Pelaksana K3L Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Januari Mei Mei Mei Mei Nopember Nopember Mei . mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 3 Mencegah pencemaran air Re-Mapping sumber limbah cair tanah & badan air.Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan sederhana (saringan & resapan) Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) 2 Mencegah terjadinya pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Menggunakan kembali material dan bahan yang masih Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L bisa digunakan (Reuse dan Recycling) oglat/adkont/PK/Survey Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja. 1 Sasaran Menangani limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan Program Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek Re .K3LM-03-01 Edisi : 1 SASARAN DAN PROGRAM K3LM Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 Penanggung Jawab Kaloglat Kalap K3L/Loglat/Pelaksana Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Nopember Nopember Januari Nopember Nopember Januari Januari Nopember Nopember Mei No. Pemisahan sampah organik dan anorganik Memonitor.P6.

Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis.Mencegah pencemaran air tanah & badan air. memastikan air buangan Sasaran Program memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi) terkait Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit. Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 5 Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan produktivitas tinggi. Membersihkan area kerja dari sampah. Memonitor. Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air Memonitor. Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek. serta No. sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair 4 Mencegah penularan dan penyebaran penyakit Mengumpulkan secara kolektif dan membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. 3 Penanggung Jawab UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Mei Januari Mei Teknik/Pelaksana/K3L Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Januari Mei UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L K3L K3L K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Security Loglat/K3L/Pelaksana Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei K3L Januari Mei .

Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. kebisingan bisa ditekan Monitoring dan kontrol kebisingan Penanggung Jawab K3L Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Februari Februari Februari Februari Februari Februari Februari Februari 7 Mencegah terjadinya Melakukan pengukuran pada alat. Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS . Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan. Menutup bak sampah atau melokalisir bak sampah sehingga bau tidak mengganggu. bedeng dan kantor. 8 K3L Security K3L Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Security K3L Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat K3L PK/K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L/Loglat Loglat Februari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Januari Februari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Nopember Nopember Mei 9 Mengurangi dan menghilangkan bau yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu.No. Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (minimal 1x seminggu) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring. 6 Sasaran Program Mencegah dan Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber bergerak menanggulangi kebisingan dan sumber titik. diarea proyek dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga lingkungan sekitar. area kerja dan pemaparan getaran yang manusia secara periodik terus menerus pada manusia sehingga menurunkan produktivitas kerja Monitoring dan kontrol getaran Transportasi dan mobilitas Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area lancar tanpa hambatan proyek. Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait Mengatur parkir kendaraan. 10 Mengurangi resiko kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran Memasang APAR disetiap Pos Security. kontrol dan evaluasi.

11 Menghindari terjadinya kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan Membuat saluran air hujan Menyediakan pompa untuk menguras air Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja. Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi 14 Mengendalikan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Limbah B3 Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. Sasaran Program Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai. Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga.10 Mengurangi resiko kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran No. 12 Mencegah Banjir Membuat saluran air hujan (drainase) Menyediakan pompa sesuai debit limpasan 13 Mengendalikan emisi yang Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat berasal dari sumber /kendaraan/genset) bergerak dan tidak Melakukan pengukuran emisi ulang bergerak Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran. Menentukan lokasi penyimpanan sementara limbah B3 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan Penanggung Jawab K3L/Loglat/Pelaksana Loglat/Pelaksana/K3L Loglat Pelaksana Pelaksana/K3L Teknik/Pelaksana Loglat Safety Officer Safety Officer Pelaksana Safety Officer Januari Nopember Nopember Nopember Nopember Mei Nopember Mei Mei Mei Januari Mei Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Mei Kaloglat Kaloglat Kalap Kalap Kalap Kaloglat Kaloglat Kalap Pelaksana Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Desember Nopember Nopember Mei Mei Mei Mei .

No.d. Sasaran Program 15 Penanganan ceceran bahan Identifikasi area/tempat yang berpotensi kimia/B3 dan limbah B3 menimbulkan ceceran/tumpahan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan 16 Peningkatan kepedulian terhadap implementasi SML 17 Melakukan Penggantian semua peralatan/fasilitas yang mengandung Bahan Perusak Ozon (BPO) s. P/K Safety Officer Safety Officer Safety Officer Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Desember Desember Desember Nopember Desember Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait Mereview data yang telah ada Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Ka Ka Ka Ka Safety Officer P/K & Safety Officer P/K & Safety Officer P/K & Safety Officer P/K & Safety Officer Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari Ka P/K & Safety Officer Ka P/K & Safety Officer Ka P/K & Safety Officer . 2010 Sosialisasi/training IK ke pihak terkait Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada rekanan Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat. dll) Penanggung Jawab Safety Officer Kaloglat Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Nopember Desember Nopember Desember Kaloglat Kalap Kalap UnitK3LM Kantor Pusat Kaloglat Nopember Nopember Desember Desember Nopember Desember 18 Melakukan semua pemantauan dan pengukuran sesuai dengan peraturan dan persyaratan Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal lainnya yang relevan laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran 19 Pemenuhan Peraturan Daerah terkait 20 Membuat RK3LM Identifikasi bahan penggantinya Membuat jadwal pergantian bertahap Identifikasi item pemantauan dan pengukuran yang harus dilakukan Ka P/K Ka.

Januari 2007 Dibuat oleh. Sasaran Program Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Jakarta. (Ir.No. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .

P6.m.K3LM-03-01 Revisi : 0 Status Pelaksanaan Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue .

Status Pelaksanaan Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue .

Status Pelaksanaan Continue Close Continue Close Close Close Continue Close Continue Continue Continue Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Close Open Close Close Close Close Close Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Close Close Close Close .

Status Pelaksanaan .

Persero PT. Sasaran Mulai Selesai Mulai Selesai Close Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Mei Januari April Continue Close Close Continue No. Waskita Karya Form. serta Mapping saluran air buangan memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang Himbauan penghematan pemakaian air diijinkan sesuai peraturan terkait Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Mei Januari April . Pemisahan sampah organik dan anorganik Memonitor.P6.K3LM-15-13 Edisi : 1 Revisi : 0 PEMANTAUAN & PENGUKURAN SASARAN & PROGRAM K3LM BULAN APRIL Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 Rencana Realisasi Status Penc.Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan sederhana (saringan & resapan) Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja. Sasaran Program Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek Re . mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan Tindak Lanjut 1 Menangani limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan 2 Mencegah terjadinya pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Mei Januari April Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari April April April April Continue Continue Continue Continue Close Close Continue 3 Mencegah pencemaran air Re-Mapping sumber limbah cair tanah & badan air.

Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air Memonitor. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 5 Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan produktivitas tinggi. Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair 4 Mencegah penularan dan penyebaran penyakit Mengumpulkan secara kolektif dan membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. Sasaran Continue Continue Tindak Lanjut Close Januari Mei Januari April Continue Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari April April April April April April April April April April Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Membersihkan area kerja dari sampah.3 Mencegah pencemaran air tanah & badan air. sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis. diarea proyek dan lingkungan sekitar. serta No. Januari Februari Mei Februari Januari Februari April Februari Continue Close . Memonitor. 6 Mencegah dan Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber bergerak menanggulangi kebisingan dan sumber titik. Rencana Mulai Selesai Januari Mei Januari Mei Realisasi Mulai Selesai Januari April Januari April Status Penc. memastikan air buangan Sasaran Program memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi) terkait Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit.

Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (minimal 1x seminggu) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring. kebisingan bisa ditekan 7 Mencegah terjadinya pemaparan getaran yang terus menerus pada manusia sehingga menurunkan produktivitas kerja Monitoring dan kontrol kebisingan Melakukan pengukuran pada alat. 10 Mengurangi resiko kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran Januari Mei Januari April Januari Mei Januari April Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Januari Januari Mei Mei Mei Januari Januari Januari April April April . Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan.6 Mencegah dan No. menanggulangi kebisingan Sasaran Program diarea proyek dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga lingkungan sekitar. Memasang APAR disetiap Pos Security. area kerja dan manusia secara periodik Rencana Mulai Selesai Februari Februari Februari Februari Februari Februari Realisasi Mulai Selesai Februari Februari Februari Februari Februari Februari Status Penc. kontrol dan evaluasi. bedeng dan kantor. 11 Menghindari terjadinya kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan Membuat saluran air hujan Menyediakan pompa untuk menguras air Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Februari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Februari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Februari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Februari April April April April April April April Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue Continue Close Continue Close 9 Mengurangi dan menghilangkan bau yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu. Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait Mengatur parkir kendaraan. Menutup bak sampah atau melokalisir bak sampah sehingga bau tidak mengganggu. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. Sasaran Close Close Close Tindak Lanjut Monitoring dan kontrol getaran 8 Transportasi dan mobilitas Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area lancar tanpa hambatan proyek. Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai.

Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi Continue Close Continue Continue Continue Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. Nopember Desember Nopember Desember 14 Mengendalikan Tempat Menentukan lokasi penyimpanan sementara limbah B3 Nopember Nopember Nopember Nopember Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Limbah B3 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah Nopember Nopember Nopember Nopember B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan 15 Penanganan ceceran bahan Identifikasi area/tempat yang berpotensi kimia/B3 dan limbah B3 menimbulkan ceceran/tumpahan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari April April April April Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Close Open . Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga.11 Menghindari terjadinya kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas No. kendaraan Sasaran Program Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja. Rencana Mulai Selesai Realisasi Mulai Selesai Status Penc. Sasaran Close Close Tindak Lanjut 12 Mencegah Banjir Membuat saluran air hujan (drainase) Januari Mei Januari April Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Mei Mei Mei Nopember Nopember Nopember April April April Menyediakan pompa sesuai debit limpasan 13 Mengendalikan emisi yang Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat berasal dari sumber /kendaraan/genset) bergerak dan tidak Melakukan pengukuran emisi ulang bergerak Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran.

d. Sasaran Close Close Close Close Nopember Desember Nopember Desember Close No. 2010 Sosialisasi/training IK ke pihak terkait Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada rekanan Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat. Sasaran Program Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan Tindak Lanjut 16 Peningkatan kepedulian terhadap implementasi SML 17 Melakukan Penggantian semua peralatan/fasilitas yang mengandung Bahan Perusak Ozon (BPO) s.15 Penanganan ceceran bahan kimia/B3 dan limbah B3 Rencana Realisasi Mulai Selesai Mulai Selesai Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Status Penc. dll) 18 Melakukan semua pemantauan dan pengukuran sesuai dengan peraturan dan persyaratan Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal lainnya yang relevan laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran 19 Pemenuhan Peraturan Daerah terkait 20 Membuat RK3LM Identifikasi bahan penggantinya Membuat jadwal pergantian bertahap Identifikasi item pemantauan dan pengukuran yang harus dilakukan Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Desember Nopember Desember Close Close Close Close Close Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait Mereview data yang telah ada Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari April April April April Januari Januari Januari Januari Continue Continue Continue Continue Close Close Close Close .

Sasaran Tindak Lanjut .No. Sasaran Program Rencana Mulai Selesai Realisasi Mulai Selesai Status Penc.

serta memastikan air buangan memenuhi K3L/Loglat/Pelaksana Re-Mapping sumber limbah cair baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan terkait Nopember Nopember Mapping saluran air buangan K3L/Loglat/Pelaksana Nopember Nopember Himbauan penghematan pemakaian air K3L Januari Mei . Pemisahan sampah organik dan anorganik Memonitor.P6.Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan sederhana (saringan & resapan) Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan yang masih Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L bisa digunakan (Reuse dan Recycling) oglat/adkont/PK/Survey Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 3 K3L K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mencegah pencemaran air tanah & badan air.Persero PT. 1 Sasaran Menangani limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan Program Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek 2 Mencegah terjadinya pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Re .K3LM-03-01 Edisi : 1 SASARAN DAN PROGRAM K3LM Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 Penanggung Jawab Kaloglat Kalap K3L/Loglat/Pelaksana Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Nopember Nopember Januari Nopember Nopember Januari Januari Nopember Nopember Mei No. Waskita Karya Form.

proyek. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair 4 Mencegah penularan dan penyebaran penyakit Mengumpulkan secara kolektif dan membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 5 Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kendaraan keluar masuk area Mengatur lalulintas produktivitas tinggi.3 No. Sasaran Program Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi) Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit. Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air. Membersihkan area kerja dari sampah. sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air Memonitor. Memonitor. Penanggung Jawab UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Mei Januari Mei Teknik/Pelaksana/K3L Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Januari Mei UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L K3L K3L K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Security Loglat/K3L/Pelaksana Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei K3L Januari Mei .

Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS . Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat K3L PK/K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L/Loglat Loglat 10 Mengurangi resiko kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran Memasang APAR disetiap Pos Security. Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (minimal 1x seminggu) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring. Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga kebisingan bisa ditekan Monitoring dan kontrol kebisingan Penanggung Jawab K3L Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Februari Februari Februari Februari Februari Februari Februari 7 Mencegah terjadinya pemaparan getaran yang terus menerus pada manusia sehingga menurunkan produktivitas kerja Februari Melakukan pengukuran pada alat. Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait K3L Security K3L Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Februari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Januari Februari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Nopember Nopember Mei 9 Mengatur parkir kendaraan. dan sumber titik. 6 Sasaran Program Mencegah dan menanggulangi kebisingan diarea proyek dan lingkungan bergerak Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber sekitar. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. kontrol dan evaluasi. Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan.No. bedeng dan kantor. Security Mengurangi dan menghilangkan bau yang sampahsehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu. Menutup bak timbul atau melokalisir bak sampah K3L sehingga bau tidak mengganggu. area kerja dan K3L manusia secara periodik 8 Monitoring dan kontrol getaran Transportasi dan mobilitas lancar tanpa hambatan Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek.

14 Mengendalikan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Limbah B3 Menentukan lokasi penyimpanan sementara limbah B3 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan Januari Nopember Nopember Nopember Nopember Mei Nopember Mei Mei Mei Kaloglat Kaloglat Kalap Kalap Kalap Kaloglat Kaloglat Kalap Pelaksana Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Desember Nopember Nopember Mei Mei Mei Mei . Sasaran Program Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai. 12 Mencegah Banjir Membuat saluran air hujan (drainase) Menyediakan pompa sesuai debit limpasan 13 Mengendalikan emisi yang berasal dari sumber bergerakemisitidak bergerak Identifikasi sumber-sumber dan (alat berat /kendaraan/genset) Melakukan pengukuran emisi ulang Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran. Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga.10 No. Penanggung Jawab K3L/Loglat/Pelaksana Loglat/Pelaksana/K3L Loglat Pelaksana Pelaksana/K3L Teknik/Pelaksana Loglat Safety Officer Safety Officer Pelaksana Safety Officer Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Mei Januari Mei 11 Menghindari terjadinya kelongsoran tanah akibat hujan Membuat saluran air penggalian dan aktivitas kendaraan Menyediakan pompa untuk menguras air Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja. Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait.

No.d. Perusak Ozon (BPO) s. 2010 Kaloglat Nopember Desember Identifikasi bahan penggantinya Ka P/K Membuat jadwal pergantian bertahap Ka. Sasaran Program 15 Penanganan ceceran bahan kimia/B3 dan limbah B3 yang berpotensi Identifikasi area/tempat menimbulkan ceceran/tumpahan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan Sosialisasi/training IK ke pihak terkait 16 Peningkatan kepedulian terhadap implementasi SML komunikasi SML kepada Melakukan konsultasi dan karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada rekanan Penanggung Jawab Safety Officer Kaloglat Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Nopember Desember Nopember Desember Kaloglat Kalap Kalap UnitK3LM Kantor Pusat Nopember Nopember Desember Desember 17 Melakukan Penggantian semua peralatan/fasilitas yang mengandung Bahandll) Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat. P/K 18 Melakukan semua pemantauan dan pengukuran sesuai dengan peraturan dan persyaratan lainnya yang relevan Identifikasi item pemantauan dan pengukuran yang Safety Officer harus dilakukan Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal 19 Pemenuhan Peraturan Daerah terkait Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait 20 Membuat RK3LM Mereview data yang telah ada Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Safety Officer Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Desember Desember Desember Nopember Desember Safety Officer Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari .

Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Januari 2007 Dibuat oleh. Sasaran Program Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Jakarta.No. (Ir.

m.K3LM-03-01 Revisi : 0 Status Pelaksanaan Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue .P6.

Status Pelaksanaan Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue .

Status Pelaksanaan Continue Close Continue Close Close Close Continue Close Continue Continue Continue Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Close Open Close Close Close Close Close Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Close Close Close Close .

Status Pelaksanaan .

K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.P6.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R serta memastikan air metode kerja sehingga antara input dan buangan memenuhi output sama (sisa sekecil mungkin) baku mutu yang diijinkan sesuai Himbauan penghematan pemakaian air peraturan terkait R SO R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai R bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO . WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Safety Officer : Wiyono : 2007 RENCANA TINDAKAN I terjadinya Menerapkan teknologi bersih dengan R 1 Mencegah pencemaran tanah & meminimalkan buangan dan bekerja sesuai buangan melebihi baku metode kerja sehingga antara input dan mutu terkait output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan R yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Re .Mapping sumber limbah Januari II III IV R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R Mei II III IV R R R Pelaksana SO I R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO SO Pembuatan instalasi pengolah air buangan sederhana (saringan & resapan) 2 Mencegah pencemaran Menerapkan teknologi bersih dengan air tanah & badan air.Persero PT. Jakarta Form.T.

R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO Membersihkan area kerja dari sampah. sifat dan frekuensi pemakaian R produktivitas tinggi. R R R R SO R R R R SO . 3 Mencegah dan penyakit secara kolektif dan R penularan Mengumpulkan penyebaran membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. Membersihkan area kerja R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO SO R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO SO Menguras dan menghilangkan genangan air. R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) 5 Mencegah menanggulangi sehingga kebisingan bisa ditekan kebisingan diarea proyek dan lingkungan Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber sekitar. WC dan sarana R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO SO 4 Menciptakan lingkungan Menyusun dan meletakkan material sesuai kerja yang nyaman dan dengan jenis. R Menjaga kebersihan prasarana lingkungan. sehingga tidak mengganggu akses jalan. bergerak dan sumber titik.peraturan terkait No SASARAN RENCANA TINDAKAN Re-Mapping sumber limbah cair Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana SO Mapping saluran air buangan SO Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit.

Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. 8 menghilangkan yang timbul sehingga S masyarakat dan pekerja Menutup bak sampah atau melokalisir bak R tidak terganggu. S Mengeluarkan sampah domestik berkala (minimal 1x seminggu) Meletakkan pengharum ruangan WC secara R S R S Mengurangi resiko Memisahkan antara bahan sisa dan bahan R sehingga terpakai. bedeng dan kantor. sampah sehingga bau tidak mengganggu. 9 kebakaran tidak terjadi kebakaran S Memasang APAR disetiap Pos Security. 10 Menghindari terjadinya Membuat saluran air hujan kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S SO SO SO SO SO SO SO SO .No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R I Mei II III IV Pelaksana SO 6 Mencegah terjadinya Melakukan pengukuran pada alat. area kerja pemaparan getaran dan manusia secara periodik yang terus menerus pada manusia sehingga Monitoring dan kontrol getaran menurunkan produktivitas kerja Transportasi dan 7 mobilitas lancar tanpa hambatan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait R R R R SO R R R S R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO Memasang rambu lalulintas R R R S SO Mengurangi dan Menggunakan saluran tertutup untuk R bau penyaluran air buangan.

Menghindari terjadinya No kelongsoran SASARAN tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan RENCANA TINDAKAN Melakukan penggalian metode kerja. sesuai dengan Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana SO emisi Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat 11 Mengendalikan yang berasal dari /kendaraan/genset) sumber bergerak dan tidak bergerak Melakukan pengukuran emisi ulang SO SO Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) ceceran Identifikasi area/tempat yang berpotensi 12 Penanganan bahan kimia/B3 dan menimbulkan ceceran/tumpahan limbah B3 item pemantauan dan semua Identifikasi 13 Melakukan pemantauan dan pengukuran yang harus dilakukan pengukuran sesuai dengan peraturan dan persyaratan lainnya Membuat jadwal pemantauan pengukuran yang relevan Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal 14 Pemenuhan Peraturan Menghubungi pihak terkait atau instansi R Daerah terkait setempat S Mendata Peraturan daerah terkait R S Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait SO SO SO SO SO SO R S R S R SO SO SO .

Pemenuhan Peraturan Daerah terkait

No

SASARAN

RENCANA TINDAKAN Januari Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan I II III IV terkait S Mereview data yang telah ada R S Menggabungkan tersedia data-data yang telah R S secara R S R S

WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV

I

Mei II III IV

Pelaksana

15 Membuat RK3LM

SO

SO

Mendokumentasikan berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait

SO

SO

KETERANGAN

R S T P

Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan

Jakarta, Januari 2007 Dibuat oleh, Disetujui oleh :

(Wiyono) Safety Officer

(Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek

Form.P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3

Keterangan Status Pelaksanaan Continue

Continue

Close

Close

Continue

Continue

Continue

Keterangan Status Pelaksanaan Close

Close

Close

Continue

Continue Continue

Continue Continue

Continue

Continue

Close

Close

Keterangan Status Pelaksanaan Close

Close

Close

Close

Continue

Continue

Continue

Continue

Continue

Close

Close

Close

Keterangan Status Pelaksanaan Close

Close

Close

Close

Close

Close

Close

Close

Close

Continue

Continue

Continue

Keterangan Status Pelaksanaan Close

Close

Close

Close

Persero PT.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium, Jakarta

Form.P6. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3

RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.T. WASKITA KARYA (Persero)
Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Teknik : Ir. Heru Prastomo, MM : 2007 RENCANA TINDAKAN I 1 Mencegah terjadinya Mendesign instalasi pengolah air buangan pencemaran tanah dan sederhana (saringan & resapan) buangan melebihi baku mutu terkait Menerapkan teknologi bersih dengan R meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan R yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) 2 Mencegah pencemaran Mendesign bak sampah dan TPA proyek air tanah & badan air, dengan sistem tertutup agar tidak serta memastikan air menimbulkan vektor penyakit. buangan memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai Menerapkan teknologi bersih dengan peraturan terkait meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) 3 Mengurangi dan Mendesign saluran tertutup menghilangkan bau penyaluran air buangan. yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu. untuk Januari II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Katek

I

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

Katek

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

Katek

Katek

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

Katek

Katek

No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari 3 Mengurangi dan Mendesign saluran tertutup untuk I II III IV menghilangkan bau penyaluran air buangan. WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Katek KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta. MM) Kepala Teknik (Ir. Disetujui oleh : (Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Heru Prastomo. yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja 4 Mencegah Banjir Mendesign saluran air hujan (drainase) tidak terganggu. Januari 2007 Dibuat oleh.

P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Continue Continue Close Continue Close .Form.

Keterangan Status Pelaksanaan Close .

Winursito Adi : 2007 RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV R S R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Kalap I 1 Menangani limbah B3 Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait maupun non B3 yang pada personil proyek mencemari lingkungan terjadinya Menerapkan 2 Mencegah teknologi bersih dengan pencemaran tanah & meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R buangan melebihi baku metode kerja sehingga antara input dan mutu terkait output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan R yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) 3 Mencegah pencemaran Menerapkan teknologi bersih dengan air tanah & badan air. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Kalap : Ir.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.Persero PT. Jakarta Form. meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R serta memastikan air metode kerja sehingga antara input dan buangan memenuhi output sama (sisa sekecil mungkin) baku mutu yang diijinkan sesuai Re-Mapping sumber limbah cair peraturan terkait R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap Kalap Mapping saluran air buangan Kalap Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit.P6. Kalap . K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.T.

yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Kalap 4 Menciptakan lingkungan Menyusun dan meletakkan material sesuai kerja yang nyaman dan dengan jenis. tidak terjadi kebakaran 9 Menghindari terjadinya Membuat saluran air hujan kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian metode kerja. 6 Transportasi dan mobilitas lancar tanpa hambatan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait R R R R Kalap Kalap dan Menggunakan saluran 7 Mengurangi menghilangkan bau penyaluran air buangan. sifat dan frekuensi pemakaian R produktivitas tinggi. sehingga tidak mengganggu akses jalan. 10 Mencegah Banjir sesuai dengan R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap Kalap Kalap Kalap Membuat saluran air hujan (drainase) Kalap . tertutup untuk R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap resiko Memisahkan antara bahan sisa dan bahan 8 Mengurangi R kebakaran sehingga terpakai. dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) 5 Mencegah menanggulangi sehingga kebisingan bisa ditekan kebisingan diarea proyek dan lingkungan sekitar.

No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Kalap emisi Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. Winursito Adi) Kepala Lapangan (Ir. 11 Mengendalikan yang berasal dari sumber bergerak dan tidak bergerak 12 Mengendalikan Tempat Menentukan lokasi penyimpanan sementara Pembuangan Sampah limbah B3 Sementara (TPS) Limbah B3 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Sosialisasi IK kepada pihak terkait Kalap Kalap R S Kalap Melakukan pemeriksaan berkala terhadap R pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan ceceran Sosialisasi/training IK ke pihak terkait 13 Penanganan bahan kimia/B3 dan limbah B3 14 Peningkatan kepedulian Melakukan konsultasi dan komunikasi SML terhadap implementasi kepada karyawan SML R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap Kalap Kalap KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta. 2007 Disetujui oleh : (Ir. Dibuat oleh. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .

K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Continue Continue Continue Close Close Close .P6.Form.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Close Continue Continue Close Close Close Close .

Keterangan Status Pelaksanaan Close Close Close Close Continue Close Close .

T. Jakarta Form. tumpahan pada pekerjaan yang memakai R serta memastikan air bahan kimia serta lokasi penyimpanan buangan memenuhi (bahan kimia dan bahan B3) baku mutu yang diijinkan sesuai Menerapkan teknologi bersih dengan peraturan terkait meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat . K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.P6. : 2007 RENCANA TINDAKAN Menyediakan tempat sampah baik maupun non-B3 (organic & an organic) B3 Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Kaloglat I 1 Menangani limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan terjadinya Pembuatan instalasi pengolah air buangan 2 Mencegah pencemaran tanah dan sederhana (saringan & resapan) buangan melebihi baku mutu terkait Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan R yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Pemisahan sampah organik dan anorganik R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat 3 Mencegah pencemaran Menyediakan alas dan bak penampung air tanah & badan air.S.Persero PT.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Peralatan dan Logistik : Djarot D.

air tanah & badan air. sehingga tidak mengganggu akses jalan. sifat dan frekuensi pemakaian R produktivitas tinggi. WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) 5 Mencegah menanggulangi sehingga kebisingan bisa ditekan kebisingan diarea proyek dan lingkungan sekitar. serta memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai MenerapkanRENCANA TINDAKAN teknologi bersih dengan No peraturan terkait SASARAN Januari meminimalkan buangan dan bekerja sesuai I II III IV metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) 4 Menciptakan lingkungan Menyusun dan meletakkan material sesuai kerja yang nyaman dan dengan jenis. 6 Transportasi dan mobilitas lancar tanpa hambatan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat Kaloglat 7 Mengurangi resiko Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat Memisahkan antara bahan sisa dan bahan R terpakai. 8 Mencegah Banjir Menyediakan pompa sesuai debit limpasan R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat emisi Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak 9 Mengendalikan yang berasal dari ketiga. sumber bergerak dan tidak bergerak Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi 10 Mengendalikan Tempat Menyiapkan simbol & label yang Pembuangan Sampah mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Sementara (TPS) Limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Kaloglat Kaloglat Kaloglat Kaloglat .

Januari 2007 Dibuat oleh. Disetujui oleh : (Djarot D. 2010 BPO Kaloglat Kaloglat KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta.) Kaloglat (Ir.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Kaloglat ceceran Menyediakan 11 Penanganan peralatan penanganan bahan kimia/B3 dan tumpahan (spillage kit) di area yang limbah B3 berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan 12 Melakukan Penggantian Identifikasi penggunaan semua (AC/Kulkas/Alat. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .S. dll) peralatan/fasilitas yang mengandung Bahan Perusak Ozon (BPO) s.d.

Form.P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Close Continue Continue Continue Continue Continue .

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Continue Continue Continue Continue Close Close Standby Standby .

Keterangan Status Pelaksanaan Open Close Close .

P6.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : P/ K : Alan May Nasution : 2007 RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R Mei II III IV R R R Pelaksana I R Mencegah terjadinya Menggunakan kembali material dan bahan 1 pencemaran tanah dan yang masih bisa digunakan (Reuse dan R buangan melebihi baku Recycling) mutu terkait 2 Mencegah pencemaran Menerapkan teknologi bersih dengan air tanah & badan air.Persero PT. meminimalkan buangan dan bekerja sesuai serta memastikan air metode kerja sehingga antara input dan R buangan memenuhi output sama (sisa sekecil mungkin) baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan terkait Ka P/K Ka P/K R R R R R R R R R R R R R R R R R R R 3 Melakukan Penggantian Identifikasi bahan penggantinya semua peralatan/fasilitas yang mengandung Bahan Perusak Ozon (BPO) Membuat jadwal pergantian bertahap s.T.d. 2010 4 Pemenuhan Peraturan Menghubungi pihak terkait atau instansi R Daerah terkait setempat S Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait R S R S R S R Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K . Jakarta Form.

Pemenuhan Peraturan Daerah terkait WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan I II III IV terkait S I Mei II III IV Pelaksana .

Januari 2007 Dibuat oleh. Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Disetujui oleh : (Alan May Nasution) Ka P/K (Ir.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Mereview data yang telah ada Januari I II III IV R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Ka P/K 5 Membuat RK3LM Menggabungkan tersedia data-data yang telah R S secara R S R S Ka P/K Mendokumentasikan berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Ka P/K Ka P/K KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta.

K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Close Close Close Close Close .Form.P6.

Keterangan Status Pelaksanaan .

Keterangan Status Pelaksanaan Close Close Close Close .

R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Mei II III IV R S R S R S Kalap Pelaksana Kalap I R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kalap Kalap 5. Membantu dalam kerja yang aman penyediaan jalan R S Kalap Kalap 1. Inspeksi K3LM harian Januari I II III IV R S 2. Membantu memelihara railing-railing yang terdapat pada area proyek.P6. Membantu dalam Pemeliharaan R petunjuk jalan masuk dan keluar dan ke master area S 8. Sosialiasi dan mengawasi penggunaan APD yang memadai dan sesuai pekerjaan 4. Incidence Rate = 0 7.T. Sosialisasi metode kerja yang aman kepada Mandor 3. Ikut memelihara rambu-rambu petunjuk R area berbahaya S 6. Jakarta Form.Persero PT. Menginformasikan kepada pelaksana K3LM tentang area berbahaya dalam proyek R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kalap Kalap . K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Kalap : Ir. Winursito Adi : 2007 RENCANA TINDAKAN 1.

Menyediakan tempat istirahat R pekerja/bedeng yang memadai S 13.1. Ikut memelihara pagar sementara pada tepi construction joint lantai 1. Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan 3. Membantu dalam pengecekan scafollding dan cat walk Januari I II III IV pengaman R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S I R S R S R S Mei II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S Pelaksana Kalap Kalap 11. Meningkatkan kesehatan karyawan R S Kalap Kalap Kalap Kalap R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kalap 2. 31 Mei 2007 Dibuat oleh. Incidence Rate = 0 WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S No SASARAN RENCANA TINDAKAN 9. S 12. Meningkatkan kesesuaian Legal peraturan R S 1. Memelihara pagar disekeliling lubang 10. Winursito Adi) (Ir. Ikut memelihara kebersihan proyek yang R ada di area kerja ataupun proyek. Mengawasi pekerja dalam membuang sampah di area proyek R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kalap Kalap KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta. Ghozy Perdana) . Disetujui oleh : (Ir. Sosialisasi mengenai perundang-undangan K3LM R S 2. Menentukan tempat buang air kecil R yang terjangkau pekerja S 3.

No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Kepala Lapangan I Mei II III IV Pelaksana Kepala Proyek .

Form.P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Continue Continue Continue Close Continue Close .

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Close Close Close Continue Close Continue .

Keterangan Status Pelaksanaan .

Persero PT.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Melaksanakan pengendalian sesuai rencana pengendalian thdp potensi R bahaya dan risiko (Safety deck. Proteksi. APD dll) S 7. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Membantu dlm penyedian APD untuk pekerja & memantau pemakaiannya R S 3. Safety net. Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S 2. Incidence Rate = 0 5. induksi dll 4.T. Melaksanakan Inspeksi K3LM & merangkum hasil inspeksi yang dilakukan personil lain.P6. Meeting mingguan /Rapat Koordinasi K3LM rutin R . Melaksanakan sosialisasi & pengarahan K3LM kepada seluruh karyawan & pekerja antara lain Program safety morning. Jakarta Form. Melaksanakan Investigasi Kecelakaan R setiap habis terjadi accident/ incident dan mengurusnya S 6. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Safety Officer : Wiyono : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. R S R S R S R S R S R S R R S R S R S R R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana I Safety Officer Safety Officer Safety Officer 1.

Memasang & merawat rambu-rambu K3LM di area proyek R S Meningkatkan kesesuaian Legal 1. Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Menyediakan perlengkapan P3K R S 2. Mempelajari peraturan & penyesuaian penerapannya R S 1. Memelihara & merapikan lingkungan R kantor. mess & bedeng pekerja S 9. Melakukan fogging di area proyek R S KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R 2. Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer Safety Officer R S R R R R R R R R Safety Officer Jakarta. Disetujui oleh : (Wiyono) Safety Officer (Ir. Meningkatkan kesehatan karyawan 3. Menyediakan tempat kencing sementara 3. Januari 2007 Dibuat oleh. lapangan.No SASARAN MeetingRENCANA TINDAKANKoordinasi mingguan /Rapat K3LM rutin Januari I II III IV S S R S R S R S R S R S S R S R S R S R S S R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana 8.

Form.P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Continue Close Continue Continue Continue Continue .

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Continue Close Continue .

Melengkapi APD yang sesuai untuk staf teknik yang ke lapangan. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Teknik : Ir. 3. MM : 2007 RENCANA TINDAKAN 1.P6. Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S 2. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh staf teknik. Heru Prastomo.T. Incidence Rate = 0 2. Jakarta Form.Persero PT. Menginformasikan Jadwal kerja pada R petugas K3LM S Meningkatkan kesesuaian Legal 1.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Menyusun dan menempatkan Sampel Material ke almari yang representatif. Mempelajari peraturan menyesuaikan penerapannya dan R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Katek Continue R R R R R R R R R R R R R R R R Katek Continue R R R R R R R R R R R R R R R R Katek Continue Katek Close Katek Close WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Katek Keterangan Status Pelaksanaan Close I 1. . R S 5. R S R S 4. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.

Memelihara kebersihan pada area kerja. Disetujui oleh : . Januari 2007 Dibuat oleh. Heru Prastomo. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta. MM) Kepala Teknik (Ir. Januari I II III IV R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Katek Keterangan Status Pelaksanaan Continue 3.No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1. Meningkatkan kesehatan karyawan KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Ir.

Memeriksa kelengkapan K3LM Subkontraktor sesuai dengan Cek list kelengkapan K3LM di Kantor Sub Kont. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Adkon : Ir. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Jakarta Form. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3 kepada seluruh staf adkon. Incidence Rate = 0 2.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S R S 3. Mempelajari peraturan menyesuaikan penerapannya dan R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Adkon Adkon Adkon R S R S R S Adkon WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Adkon I 1. Melakukan sosialisasi K3LM kepada Subkontraktor proyek R S R S Meningkatkan kesesuaian Legal 1. 4.Persero PT.P6. Paulus Budi Kartiko : 2007 RENCANA TINDAKAN 1.T. . 2.

Januari 2007 Dibuat oleh. Paulus Budi Kartiko) Adkon (Ir. Januari I II III IV R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Adkon 3.No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1. Memelihara kebersihan pada area kerja. Disetujui oleh : . Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta. Meningkatkan kesehatan karyawan KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Ir.

K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Close Close Continue .P6.Form.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue .

S. Menata dan merapihkan gudang kabel R S 7. Menyediakan APD yang sesuai dengan Kebutuhannya R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R Mei II III IV R R R Pelaksana Kaloglat I R . Pemeriksaan Peralatan sebelum beroperasi dan secara berkala R S 3. Maintenance Alat berat dan ringan R S 4.T.Persero PT. Pemberian status alat Januari I II III IV R S 2. Menata dan merapihkan Panel dan kabel R listrik Sementara S 6. Menata dan Merapihkan gudang Alat R S 1.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.P6. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Peralatan dan Logistik : Djarot D. : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Incidence Rate = 0 5. Jakarta Form. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.

tag out untuk setiap R peralatan dan perlengkapan di lingkungan proyek S 1. Disetujui oleh : . Mempelajari Peraturan tentang peralatan safety untuk operator Alat berat R S Kaloglat 1.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Kaloglat 8. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta. Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Alat dan Lingkungannya Kaloglat KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Djarot D.S. Meningkatkan kesesuaian Legal Listrik R S Kaloglat 3. Mempelajari Peraturan tentang Instalasi 2. Meningkatkan kesehatan karyawan R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat 2. Membuat lock out . Membersihkan Gudang Alat dan Lingkungannya 3. Mempelajari Peraturan tentang Pemakaian alat Angkut dan angkat Kaloglat 2.) Kaloglat (Ir. Januari 2007 Dibuat oleh.

P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue .Form.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Close Close Continue Close .

S 8. Penyediaan Obat-obatan dan peralatan R P3K untuk lingkungan proyek. kursi. 3.P6. Incidence Rate = 0 R S R S R S R S Ka P/K R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K Ka P/K WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Ka P/K I 5. seperti. merapikan R S 4. Mengusulkan 2 orang karyawan ke Divisi untuk diikutkan kedalam pelatihan P3K Ka P/K 6.Persero PT. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : P/K : Alan May Nasution : 2007 RENCANA TINDAKAN 1.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Melengkapi kebutuhan karyawan. Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S 2. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh staf P/K.meja. R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K . printer dll. Jakarta Form. Membersihkan dan Lingkungan kerjanya. komputer.T. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Mengusulkan 2 orang karyawan ke Divisi untuk diikutkan kedalam pelatihan K3 1.

Januari 2007 Dibuat oleh. Mempelajari peraturan & menyesuaikan R penerapannya S 1. Mengadakan kerjasama dengan pihak RS. Disetujui oleh : .No SASARAN RENCANA TINDAKAN 9. Melengkapi kebutuhan rumah tangga proyek dan merawat kendaraan operasional Januari I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Ka P/K 2. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta. Meningkatkan kesehatan karyawan R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Alan May Nasution) Ka P/K (Ir. Menyediakan Klinik kesehatan . 2. R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K 3. Meningkatkan kesesuaian Legal 1. Mintoharjo untuk program pemeriksaan dan pengobatan serta penanganan kecelakaan bagi karyawan & pekerja. paramedis dan kelengkapannya dilapangan .

Form.P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Close Continue Continue Continue .

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Continue .

Segera melaksanakan Safety Meeting setelah terjadi accident atau insident R Kapro Standby 6. Melaksanakan Weekly dan Monthly Safety Meeting secara rutin. Melakukan sosialisasi K3 kepada Sub Kontraktor dan Supplier proyek 1. Incidence Rate = 0 Kapro Close 4. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Jakarta Form. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Kepala Proyek : Ir.P6. Melakukan inspeksi K3 Mingguan dan Bulanan. S Meningkatkan kesesuaian Legal 1.T. Ghozy Perdana : 2007 RENCANA TINDAKAN 1.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kapro Continue 3. Melakukan sosialisasi K3 kepada seluruh pegawai proyek saat weekly meeting Januari I II III IV R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Kapro Keterangan Status Pelaksanaan Continue 2. . Mempelajari peraturan menyesuaikan penerapannya dan R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kapro Continue Kapro Continue 2. Monitoring dan supporting sehingga R seluruh program K3 berjalan dengan baik. R S R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R Kapro Continue 5.Persero PT.

. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta.No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1. Januari 2007 Dibuat oleh. Meningkatkan kesehatan karyawan KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Ir. Merapihkan Lay out ruang kerja Januari I II III IV R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S I R S Mei II III IV R S R S R S Pelaksana Kapro Keterangan Status Pelaksanaan Continue 3.

Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium SUMBER DAYA. GHOZI PERDANA) 1 Menetapkan Program Kerja K3LM dikantor/Proyek 2 Memberikan Briefing dan pelatihan K3LM di Proyek/Kantor 3 Memimpin rapat kordinasi setiap minggu 4 Melakukan Inspeksi dan Supervisi dilapangan 5 Membantu menjelaskan mengenai dampak terhadap kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan dari setiap kegiatan proyek dan upaya pencegahan/ minimalisasinya.Persero PT. 6 Melakukan investigasi bila terjadi ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan serta pencegahan 7 Menerangkan Kebijakan K3LM Perusahaan maupun proyek Sekertaris Organisasi P2K3LM 1 Menyelenggarakan administrasi K3LM & 5R 2 Menghimpun dan mengelola data tentang K3LM & 5R 3 Mensosialisasikan persyaratan SMK3LM kepada seluruh tingkat dalam organisasi sehingga dalam bekerja mengutamakan K3LM 4 Memeriksa kelengkapan K3LM & 5R 5 Mengevaluasi penyebab timbulnya ketidaksesuaian 6 Melaporkan kepada Ketua P2K3LM kinerja SMK3LM 7 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3LM secara berkesinambungan di proyek Sekertaris Organisasi P2K3LM . TANGGUNG JAWAB. Devy Friska. ST 1 2 Wewenang 1 . WEWENANG DAN GAP ANAL Revisi-01 Tanggung Jawab Ketua Organisasi P2K3LM (Ir. PERAN.

Alam. MM . keluar masuk material / alat dan data pengunjung 4 Memonitor pintu gerbang yang menjadi akses jalan Security Leonardo. a.Wiyono Jamil Hasan Security 1 Memberikan jaminan keamanan lingkungan proyek. Surahman Anggota . kejadian lapangan bila ada. 1 Membantu merumuskan HIRARC 2 Menentukan Sasaran & Program masing-masing bagian sesuai dengan HIRARC 3 Membantu dan berberan aktif dalam penyelenggaraan K3LM Ir. baik ancaman dari luar maupun dlm yang lingkupnya . Alat c. Wahyudin. Jajat. Material b. Patoni dan Kholil Taufik. Heru Prastomo. Pekerja 2 Pengendalian terhadap pekerja dan tamu 3 Pendokumentasian serah terima jaga. Sunendi.

Ichsan Ir. Utin Tri A Aditya Ir. Henky Sitorus Agus Gunawan Asep Muslihat Ir. Putu Gede Ir. Armanda .Ir. Pedrix Marliando Ir. Ade Jatnika Ir.

Paulus Budi K Ir. Ida Flora Hartono. Achmat Garnala Eko Mulyono Nasir Iwan Juansyah Teguh Ir. Zulfi Ir. Martini Ir. SE .Ir. SE Taufik Alamsyah.

Sudarmoko Amdani Iman Aris .Djarot DS Wawan Setiawan Rudi Cahyadi Lukman Daniel Sumarsono Ir. Yovi Sarki Ir.

Supangat Mengetahui.Iwan Gunawan Yasin Ir. M Adnan Kohar Bafiyono Ir. (Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .

TANGGUNG JAWAB. WEWENANG DAN GAP ANALISIS ORGANISASI TANGGAP P2K3LM Revisi-01 Gap Analisis Kompetensi Kesesuaian Ya Mengesahkan Instruksi Kerja K3LM Proyek Melaksanakan Inspeksi K3LM secara periodik Awareness MK3L Accident Investigation OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP Tidak x x x x x Wewenang Mewakili ketua P2K3LM dalam berhubungan dgn pihak ekstern khususnya berkaitan dengan Awareness MK3L Accident Investigation x x .ndominium YA. PERAN.

OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP Awareness MK3L Accident Investigation OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP Awareness MK3L Accident Investigation OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP x x x x x x x x x x x x x OHSAS 18001 Training ERP OHSAS 18001 Training ERP x x x x OHSAS 18001 Training ERP x x .

Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x .

OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP x x

x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x

Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L x x x x x

x x x x x x x x x x x x

x

x x x x x x x x x x x x x

OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L

x x x x x x x x x x x x x x x x x x

TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG DI DALAM STRUKTUR UMUM ORGANISASI

ANGGAP P2K3LM

JABATAN : SAFETY OFFICER TANGGUNG JAWAB dilaksanakan dan 1 1 Menjamin, dipeliharanya proses yang dibutuhkan dari SMK3LM di proyek.

WEWENAN

Keterangan

30 Mei - 1 Juni 2005 di Yogyakarta 1 kali ( 7 Jan 2006)

2 Melaksanakan sosialisasi terhadap persyaratan-persyaratan SMK3LM kepada seluruh tingkat dalam organisasi proyek tercapainya kesadaran dalam bekerja selamatan dan kesehatan kerja.

3 Melaporkan kepada Ketua Unit K3LM atas kinerja SMK3LM.

4 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3LM secara berkesinambungan di proyek

5 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3LM secara berkesinambungan di proyek

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) .

1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) .

Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000.Pernah mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM .Minimal D3 .Menguasai SMK3LM Waskita .Diutamakan dari jurusan teknik B. OHSAS 18001 & ISO 14001 : 2004 .Menguasai SML ISO 14001:2004 .Menguasai AMDAL . cacat fisik.Menguasai OHSAS 18001 . jantung dll) C.N WEWENANG UMUM ORGANISASI WEWENANG Mewakili Ketua Unit K3LM dalam berhubungan dengan pihak ekstern khususnya yang berkaitan dengan SMK3LM.Laki-laki atau perempuan .Menguasai SMM ISO 9001:2000 . KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN A. tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D. LEVEL PENDIDIKAN . PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) .Syarat kesehatan (buta warna.Pernah mengikuti Diklat Accident Investigation . PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA .Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet.Pernah mengikuti Pelatihan Pemadam Kebakaran . KETRAMPILAN. FISIK & KESEHATAN .

.

.

.

.

.

Menguasai OHSAS 18001 . dan Dokumentation K3LM Penaggung Jawab : KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN . PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000 & OHSAS 18001 Pernah Pernah Pernah Pernah mengikuti mengikuti mengikuti mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Diklat Accident Investigation Pelatihan Pemadam Kebakaran Diklat Safety Observation SO 9001 : 2000. FISIK & KESEHATAN Laki-laki atau perempuan Syarat kesehatan (buta warna. PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA .Menguasai SMM ISO 9001:2000 .ANALISA KOMPETENSI (GAP ANALYSIS) JABATAN : SAFETY OFFICER KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN A.pembelajar) Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D. tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi (tipe manusia . cacat fisik. LEVEL PENDIDIKAN Minimal D3 Diutamakan dari jurusan teknik LUKAN B.Menguasai SMK3LM Waskita .Menguasai SML ISO 14001:2004 . jantung dll) AMAN KERJA C. KETRAMPILAN.Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM n bahaya kebakaran Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet.

PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000 & OHSAS 18001 Pernah Pernah Pernah Pernah mengikuti mengikuti mengikuti mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Diklat Accident Investigation Pelatihan Pemadam Kebakaran Diklat Safety Observation ANALISA KOMPETENSI (GAP ANALYSIS) JABATAN : SAFETY OFFICER KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN .Laki-laki atau perempuan . PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA . KETRAMPILAN. LEVEL PENDIDIKAN . tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi (tipe manusia pembelajar) Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D.Menguasai OHSAS 18001 Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet. FISIK & KESEHATAN .Diutamakan dari jurusan teknik B.Minimal D3 . cacat fisik. jantung dll) C.Menguasai SMM ISO 9001:2000 .Menguasai SMK3LM Waskita .A.Syarat kesehatan (buta warna.Menguasai SML ISO 14001:2004 .

PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA . tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi (tipe manusia .pembelajar) Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D. PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000 & OHSAS 18001 Pernah mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Pernah mengikuti Diklat Accident Investigation Pernah mengikuti Pelatihan Pemadam Kebakaran Pernah mengikuti Diklat Safety Observation ANALISA KOMPETENSI (GAP ANALYSIS) JABATAN : SAFETY OFFICER KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN .Menguasai SMM ISO 9001:2000 Menguasai SML ISO 14001:2004 Menguasai SMK3LM Waskita Menguasai OHSAS 18001 Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet. FISIK & KESEHATAN .Minimal D3 Diutamakan dari jurusan teknik B. jantung dll) C. cacat fisik.A. KETRAMPILAN. LEVEL PENDIDIKAN .Laki-laki atau perempuan Syarat kesehatan (buta warna.

LEVEL PENDIDIKAN .Diutamakan dari jurusan teknik B. FISIK & KESEHATAN Laki-laki atau perempuan Syarat kesehatan (buta warna.pembelajar) Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D. tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi (tipe manusia .Minimal D3 . PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA Menguasai Menguasai Menguasai Menguasai SMM ISO 9001:2000 SML ISO 14001:2004 SMK3LM Waskita OHSAS 18001 Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet.A. PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000 & .OHSAS 18001 Pernah Pernah Pernah Pernah mengikuti mengikuti mengikuti mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Diklat Accident Investigation Pelatihan Pemadam Kebakaran Diklat Safety Observation . jantung dll) C. KETRAMPILAN. cacat fisik.

.

.

GAP ANALYSIS) KESESUAIAN YA TIDAK KETERANGAN KESESUAIAN KETERANGAN .

YA TIDAK GAP ANALYSIS) KESESUAIAN YA TIDAK KETERANGAN .

GAP ANALYSIS) KESESUAIAN YA TIDAK KETERANGAN .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->