Persero PT.

WASKITA KARYA
Wilayah : Divisi :I Kode Dokumen : Tgl. Edisi Pertama Nomor Edisi Halaman : :1 : 1 dari 1 Nomor Kopi : Tanggal Revisi : Januari 2007

Nama Dibuat

Jabatan

Tandatangan

Tanggal Jan-07

Wiyono

Sekretaris K3LM

Disetujui

Ir. Ghozy Perdana

Ketua K3LM

Jan-07

DAFTAR ISI
Pendahuluan Tujuan Pembuatan Rencana K3LM Scope Aplikasi Rencana K3LM Gambaran Umum Kebijakan K3LM Perencanaan K3LM VI. 1 Penilaian Resiko VI. 2 Identifikasi Undang-undang VI. 3 Sasaran, Target dan Program Kerja K3LM VII Implementasi K3LM dan Operasi VII. 1 Organisasi K3LM Proyek VII. 2 Rencana Pelatihan K3LM VII. 3 Rencana Komunikasi & Konsultasi VII. 4 Rencana Pendokumentasian VII. 5 Rencana Kontrol Operasi VII. 6 Rencana Kesiagaan & Tanggap Darurat VIII Pemantauan, Pengukuran, Tindakan Pencegahan dan Perbaikan IX Sub Kontarktor yang Dominan dipakai di Proyek IX. 1 Nama Sub Kontraktor Pekerjaan Dominan IX. 2 Daftar Sub Kontraktor yang melaksanakan pekerjaan beresiko tinggi X Daftar Material yang Memerlukan Penanganan Khusus XI Daftar Peralatan yang Memerlukan Penanganan Khusus XII Daftar Tenaga Kerja yang Memerlukan Keahlian Tertentu XIII Schedule Waktu XIV Schedule Bahan I II III IV V VI

BAB I PENDAHULUAN
Kegiatan konstruksi adalah suatu kegiatan yang kompleks, yaitu perpaduan antara kondisi lingkungan dan tuntutan spesifikasi teknis bangunan yang didalamnya banyak terjadi interaksi antara alat-alat / bahan - bahan kerja dan sumber daya manusia. Interaksi antar alat-alat / bahan - bahan kerja dan sumber daya manusia ini berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja, penurunan kualitas lingkungan akibat pembuangan limbah dari proses produksi dan ketidaksesuaian mutu produk dengan spesifikasi teknisnya. Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini sebagai langkah awal untuk meminimalisir resiko kerja, mencegah polusi & meningkatkan efisiensi kerja serta kualitas produk. Upaya preventif ini dimulai dengan membentuk suatu sistem manajemen K3LM yang didasarkan pada Plan - Do - Check dan Action yang dilakukan secara berkesinambungan dalam pelaksanaannya.

BAB II TUJUAN PEMBUATAN RENCANA K3LM
Tujuan dari pembuatan Rencana K3LM adalah untuk memastikan : 1. Proyek telah menerapkan SM-K3LM yang terdapat dalam Kebijakan Waskita, sebagai perwujudan komitmen perusahaan 2. SM-K3LM yang dibuat telah mampu memenuhi sasaran proyek yang ingin dicapai. 3. Proyek telah memenuhi peraturan dan persyaratan yang sesuai dengan SM-K3LM 4. Proyek telah melakukan upaya pencegahan awal untuk meminimalisir resiko yang berhubungan dengan K3LM semaksimal mungkin. Tujuan dan Sasaran SM-K3LM adalah : menciptakan suatu sistem K3LM di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

BAB III SCOPE APLIKASI RENCANA K3LM
Scope aplikasi rencana K3LM di Proyek Shangri-La Hotel Condominium Jakarta dimaksudkan agar dapat : - Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja - Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas konstruksi - Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien - Mengurangi buangan/ limbah yang timbul - Menjamin proses produksi berjalan aman dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan - Menjamin komitmen terhadap perlindungan tenaga kerja & lingkungan serta pemeliharaannya. Program K3LM meliputi : - Kondisi lingkungan - Struktur Organisasi K3LM - Pokok - pokok perhatian K3LM - Perencanaan HIRARC, Identifikasi Aspek Lingkungan dan Penetapan Persyaratan yang berkaitan dengan produk. - Identifikasi kondisi dan alat yang berpotensi menimbulkan bahaya, maupun yang menimbulkan dampak dampak terhadap lingkungan - Jenis penyakit dan kecelakaan akibat kerja, serta jenis limbah dan karakteristik buangan yang ada - Daftar Instasi terkait Kondisi Lingkungan Lingkungan Lalu Lintas - Lalu lintas di depan proyek sangat padat - Pekerjaan Cor, mobilitas dan demobilitas, pengiriman barang-barang dengan truk dilaksanakan hampir setiap hari. Lingkungan Sosial - Lokasi Proyek Shangri-La Hotel Condominium berdekatan dengan Hotel Shangri-La, perkantoran dan rumah penduduk - Pada umumnya masyarakat sekitar Proyek Shangri-La Hotel Condominium bekerja di perkantoran dan sektor konstruksi. Struktur Organisasi K3LM Ketua Unit K3LM : Kepala Proyek Sekertaris : Pelaksana K3 Anggota : - Kepala Lapangan - Kepala Teknik - Kepala Administrasi Kontrak - Kepala Peralatan dan Logistik - Kepala Personalia dan Keuangan - Para Pelaksana - Para Staf Kantor - Para Satpam

- Para Sub Kontraktor - Para Mandor Pokok-pokok Perhatian K3LM : Kecelakaan kerja, dan penurunan kualitas lingkungan maupun mutu produk akibat dari : - Alat/Mesin - Tahap/Metode Pelaksanaan - Perilaku pekerja yang tidak sesuai standar/persyaratan Penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan yang berasal dari: - Suara dan asap penggunaan alat - Debu hasil bobokan concrete - Penggunaan bahan kimia berbahaya Minimalisasi dampak dari aktivitas konstruksi tarhadap : - Kerugian materil maupun moril - Kecelakaan Kesehatan Kerja - Penurunan kualitas lingkungan serta - Ketidaksesuain produk dengan spesifikasi teknisnya Identifikasi Resiko K3LM dan upaya pencegahannya ; Identifikasi bahaya dan pencegahannya : Jatuh dari ketinggian > 1,5 meter : Menggunakan safety harness Pemasangan safety net dan safety deck Scaffolding yang dipergunakan kuat, kokoh dan nyaman Pemasangan pagar pengaman dan railing Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai helm Pemasangan safety net dan safety deck Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Menutup lubang-lubang / void yang terdapat di area kerja Memasang proteksi pada dinding luar gedung : Penggunaan daya listrik sesuai kapasitas Menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar Sambungan kabel harus di islasi dengan baik dan rapi Memakai sarung tangan & sepatu safety Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Penyediaan APAR di area kerja Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Meminimalisir bahaya yang akan timbul dengan memberikan himbauan kepada pekerja untuk bekerja dengan hati-hati

Kejatuhan benda

Tersengat listrik

Kebakaran

pewadahan & pengangkutan sampah : Mengganti alat yang mengandung bahan perusak ozon dengan alat lain yang tidak merusak ozon.Tertabrak/menabrak : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety & helm Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety. sarung tangan. masker. Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Memakai APD yang memadai seperti ear plug Menghirup/menelan/menyerap zat berbahaya Kebisingan Identifikasi aspek lingkungan dan upaya mereduksi pencemarannya . Pencemaran tanah : Menangani tumpahan B3 sesuai prosedur penanganan tumpahan Penyediaan tempat sampah dan memisahkan sampah sesuai jenisnya. kaca mata dan helm. : Mengukur emisi kendaran dan udara ambien proyek Pemasangan rambu larangan merokok di lokasi kerja dan pembuatan lokasi khusus merokok : Mengukur nilai parameter pencemar yang terkandung dalam air buangan Pembuatan saluran air buangan proyek ke riol kota Membersihkan saluran air buangan proyek dari sampah : Memompa air tanah sesuai dengan kapasitas pengambilan air yang telah diijinkan Pencemaran udara Pencemaran air Penurunan muka air tanah Kebersihan lingkungan : Mengadakan petugas kebersihan khusus untuk membersih kan lingkungan kerja Ikut berperan serta dalam menjaga kebersihan area kerja Mengatur pembuangan. : Menyediakan tempat penyimpanan khusus B3 Menyediakan tempat pembuangan khusus B3 ( tempat sampah dan TPS B3) Memproteksi dan menangani tumpahan yang timbul di area kerja sesuai dengan prosedur penanganan tumpahan Menyediakan MSDS di gudang penyimpanan B3 Kerusakan lapisan ozon Bahan Berbahaya dan Beracun .

Puskesmas / Dokter . Briffing setiap pagi kepada Mandor dan Sub yang terlibat. asap dan residu lainnya. Clean Technology. Penyediaan alat pemadam kebakaran Penempatan Satpam. biologi. Perlu mendapat perhatian terhadap alat yang menimbulkan suara bising. masker & kaca mata Pencegahan dan Penanggulangan Kecelakaan : Pemasangan poster/ himbauan tentang K3LM. Pemberian rambu-rambu petunjuk dan larangan Pemasangan pagar pengaman di antara lantai & tangga. dll. dan fisika. Penggunaan alat sesuai fungsi dan manualnya. sarung tangan. menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk mereduksi limbah yang dihasilkan. 5. Recycling/ Reuse. mengolah limbah B3 untuk di urai menjadi limbah yang tidak berbahaya melalui proses kimiawi. Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai.Pembuatan sarana MCK yang memadai .Penyediaan air bersih . kacamata. Material Berbahaya (B3) 2.).Astek Pencegahan Pencemaran (Pollution Prevention) 1.Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat Instansi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja : . sarung tangan. Ultimate Disposal. Treatment . Penggunaan alat keselamatan yang memadai (helm. Penanganan Khusus 1. Source Reduction. Penempatan material/ bahan yang sensitif/ berbahaya. merupakan langkah akhir jika limbah tersebut tidak dapat di olah dengan recycling dan treatment dengan membuang limbah tersebut dengan cara-cara yang aman seperti landfilling.Penyediaan obat-obatan . 4. Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat - Pemeliharaan Kesehatan : .Pemda . Peralatan Khusus (peralatan yang berpotensi menimbulkan dampak) . memanfaatkan kembali bahan-bahan buangan yang dapat di daur ulang 3. sepatu.Depnakertrans .Kepolisian . pengurangan penggunaan sumber daya yang dapat menimbulkan limbah 2.Penyediaan tempat sampah dan pembuangan keluar lokasi .Memakai APD yang memadai ketika bekerja dengan B3 seperti sepatu safety.

Bonding agen. Bensin 3. Generator set 3. dll ) 5. operator yang mengoperasikan harus memiliki Surat Ijin Operasi (SIO) dari Depnaker. Operator Tower Crane 3. floor hardener 2. Passanger Hoist Alat-alat tersebut harus di pelihara oleh tenaga ahli atau teknisi yang biasa menangani peralatan khusus tersebut dan memerlukan sertifikasi sehingga mampu menangani jika terjadi kebocoran atau ledakan. Bekerja pada ketinggian ( pasang bata. Waterproofing. Peralatan Khusus Daftar peralatan yang memerlukan penanganan khusus : 1. Pengoperasian Tower Crane 4. Tenaga kerja ahli 4. Zincromate. Scafolder Peralatan yang memiliki kategori khusus. Tukang las plumbing 2. Pengelasan 3. Material Berbahaya dan berpotensi merusak lingkungan Daftar material yang memerlukan penanganan khusus : 1. granit. Semen. minyak bekisting.menggunakan alat khusus. Floorhardener . Pembobokan 2. APD dan mengikuti IK yang ada. bekisting. Concrete pump. concrete mixer 6. Olie. Pembongkaran Bekisting 8. antara lain : 1. Pekerjaan yang berpotensi menimbulkan bahaya/ buangan. cat Material yang termasuk dalam kategori berbahaya harus dilengkapi dengan cara penanggulangan bahaya yang terdapat pada Material Safety Data Sheet (MSDS). Penggunaan Bahan bakar 6. Tenaga Kerja Ahli Tenaga kerja yang harus mempunyai setifikat keahlian : 1. besi. Tower Crane 2. Operator alat berat 4. Mesin Las 4. Solar. Pekerjaan Berbahaya Pekerjaan yang dianggap menimbulkan dampak terhadap lingkungan harus menggunakan metode pengerjaan tertentu. Pengecatan 10. Waterproofing 9. Penggunaan bahan kimia / berbahaya 7. APAR 5.3.

11 Pengoperasian stamper .

.

.

.

.). sepatu. dll.an. p dan residu lainnya.

.

.

Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien . Pokok-pokok Perhatian K3LM : Kecelakaan kerja.Tahap/Metode Pelaksanaan .Mengurangi buangan/ limbah yang timbul . mobilitas dan demobilitas.Daftar Instasi terkait Kondisi Lingkungan Lingkungan Lalu Lintas . Program K3LM meliputi : . Identifikasi Aspek Lingkungan dan Penetapan Persyaratan yang berkaitan dengan produk.Pada umumnya masyarakat sekitar Proyek Shangri-La Hotel Condominium bekerja di perkantoran dan sektor konstruksi.Perilaku pekerja yang tidak sesuai standar/persyaratan Penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan yang berasal dari: .Jenis penyakit dan kecelakaan akibat kerja. serta jenis limbah dan karakteristik buangan yang ada .Debu hasil bobokan concrete .Kondisi lingkungan .Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas konstruksi .Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja .Lokasi Proyek Shangri-La Hotel Condominium berdekatan dengan Hotel Shangri-La.Suara dan asap penggunaan alat . dan penurunan kualitas lingkungan maupun mutu produk akibat dari : .Pokok .Menjamin proses produksi berjalan aman dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan . pengiriman barang-barang dengan truk dilaksanakan hampir setiap hari.Penggunaan bahan kimia berbahaya Minimalisasi dampak dari aktivitas konstruksi tarhadap : . perkantoran dan rumah penduduk . maupun yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan dampak . Lingkungan Sosial .pokok perhatian K3LM .Identifikasi kondisi dan alat yang berpotensi menimbulkan bahaya.BAB III SCOPE APLIKASI RENCANA K3LM Scope aplikasi rencana K3LM di Proyek Shangri-La Hotel Condominium Jakarta dimaksudkan agar dapat : .Menjamin komitmen terhadap perlindungan tenaga kerja & lingkungan serta pemeliharaannya.Pekerjaan Cor.Perencanaan HIRARC.Lalu lintas di depan proyek sangat padat . .Alat/Mesin .

kaca mata dan helm.Kecelakaan Kesehatan Kerja .5 meter : Menggunakan safety harness Pemasangan safety net dan safety deck Scaffolding yang dipergunakan kuat. .Kerugian materil maupun moril . Pencemaran tanah : Menangani tumpahan B3 sesuai prosedur penanganan tumpahan Penyediaan tempat sampah dan memisahkan sampah sesuai jenisnya. Jatuh dari ketinggian > 1. Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Memakai APD yang memadai seperti ear plug Kejatuhan benda Tersengat listrik Kebakaran Tertabrak/menabrak Menghirup/menelan/menyerap zat berbahaya Kebisingan Identifikasi aspek lingkungan dan upaya mereduksi pencemarannya . masker. sarung tangan. kokoh dan nyaman Pemasangan pagar pengaman dan railing Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai helm Pemasangan safety net dan safety deck Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Menutup lubang-lubang / void yang terdapat di area kerja Memasang proteksi pada dinding luar gedung : Penggunaan daya listrik sesuai kapasitas Menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar Sambungan kabel harus di islasi dengan baik dan rapi Memakai sarung tangan & sepatu safety Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Penyediaan APAR di area kerja Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Meminimalisir bahaya yang akan timbul dengan memberikan himbauan kepada pekerja untuk bekerja dengan hati-hati : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety & helm Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety..Ketidaksesuain produk dengan spesifikasi teknisnya Identifikasi Resiko K3LM dan upaya pencegahannya .Penurunan kualitas lingkungan serta .

sarung tangan. Penyediaan alat pemadam kebakaran Penempatan Satpam. Pemberian rambu-rambu petunjuk dan larangan Pemasangan pagar pengaman di antara lantai & tangga. Perlu mendapat perhatian terhadap alat yang menimbulkan suara bising.Pencemaran udara : Mengukur emisi kendaran dan udara ambien proyek Pemasangan rambu larangan merokok di lokasi kerja dan pembuatan lokasi khusus merokok : Mengukur nilai parameter pencemar yang terkandung dalam air buangan Pembuatan saluran air buangan proyek ke riol kota Membersihkan saluran air buangan proyek dari sampah : Memompa air tanah sesuai dengan kapasitas pengambilan air yang telah diijinkan : Mengadakan petugas kebersihan khusus untuk membersih kan lingkungan kerja Ikut berperan serta dalam menjaga kebersihan area kerja Mengatur pembuangan. Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai. Penggunaan alat sesuai fungsi dan manualnya. dll. Briffing setiap pagi kepada Mandor dan Sub yang terlibat. Penempatan material/ bahan yang sensitif/ berbahaya.). kacamata. asap dan residu lainnya. sarung tangan. Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat . : Menyediakan tempat penyimpanan khusus B3 Menyediakan tempat pembuangan khusus B3 ( tempat sampah dan TPS B3) Memproteksi dan menangani tumpahan yang timbul di area kerja sesuai dengan prosedur penanganan tumpahan Menyediakan MSDS di gudang penyimpanan B3 Memakai APD yang memadai ketika bekerja dengan B3 seperti sepatu safety. Penggunaan alat keselamatan yang memadai (helm. sepatu. masker & kaca mata Pencemaran air Penurunan muka air tanah Kebersihan lingkungan Kerusakan lapisan ozon Bahan Berbahaya dan Beracun - Pencegahan dan Penanggulangan Kecelakaan : Pemasangan poster/ himbauan tentang K3LM. pewadahan & pengangkutan sampah : Mengganti alat yang mengandung bahan perusak ozon dengan alat lain yang tidak merusak ozon.

4. Peralatan Khusus Daftar peralatan yang memerlukan penanganan khusus : 1. Zincromate. Solar.Penyediaan air bersih . Material Berbahaya (B3) 2. Tower Crane 2. 5. Tenaga kerja ahli 4. Waterproofing.Pembuatan sarana MCK yang memadai . Source Reduction. minyak bekisting. cat dll. Material Berbahaya dan berpotensi merusak lingkungan Daftar material yang memerlukan penanganan khusus : 1. Pekerjaan yang berpotensi menimbulkan bahaya/ buangan.Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat Instansi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja : . memanfaatkan kembali bahan-bahan buangan yang dapat di daur ulang 3. Generator set 3. Penanganan Khusus 1. mengolah limbah B3 untuk di urai menjadi limbah yang tidak berbahaya melalui proses kimiawi.Depnakertrans . Bensin 3. merupakan langkah akhir jika limbah tersebut tidak dapat di olah dengan recycling dan treatment dengan membuang limbah tersebut dengan cara-cara yang aman seperti landfilling.Pemda .Penyediaan tempat sampah dan pembuangan keluar lokasi . Clean Technology. Mesin Las . floor hardener 2. Recycling/ Reuse.Penyediaan obat-obatan . Treatment .Astek Pencegahan Pencemaran (Pollution Prevention) 1. dan fisika. biologi. Ultimate Disposal. Peralatan Khusus (peralatan yang berpotensi menimbulkan dampak) 3.Kepolisian . Olie. Semen. menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk mereduksi limbah yang dihasilkan.Puskesmas / Dokter . Material yang termasuk dalam kategori berbahaya harus dilengkapi dengan cara penanggulangan bahaya yang terdapat pada Material Safety Data Sheet (MSDS). pengurangan penggunaan sumber daya yang dapat menimbulkan limbah 2.Pemeliharaan Kesehatan : .

Pembongkaran Bekisting 8. APD dan mengikuti IK yang ada. APAR 5. Concrete pump. Pengoperasian stamper . bekisting. Waterproofing 9. besi. antara lain : 1. Penggunaan Bahan bakar 6. Tukang las plumbing 2. Passanger Hoist Alat-alat tersebut harus di pelihara oleh tenaga ahli atau teknisi yang biasa menangani peralatan khusus tersebut dan memerlukan sertifikasi sehingga mampu menangani jika terjadi kebocoran atau ledakan. Pengelasan 3. Pengecatan 10. Tenaga Kerja Ahli Tenaga kerja yang harus mempunyai setifikat keahlian : 1. operator yang mengoperasikan harus memiliki Surat Ijin Operasi (SIO) dari Depnaker. Pembobokan 2. granit. Bekerja pada ketinggian ( pasang bata. Operator alat berat 4. Floorhardener 11. Scafolder Peralatan yang memiliki kategori khusus. Pekerjaan Berbahaya Pekerjaan yang dianggap menimbulkan dampak terhadap lingkungan harus menggunakan metode pengerjaan tertentu. Penggunaan bahan kimia / berbahaya 7.menggunakan alat khusus. Operator Tower Crane 3. concrete mixer 6. dll ) 5. Pengoperasian Tower Crane 4.4.

.

.

. sepatu. p dan residu lainnya.an. dll.).

.

.

Abdul Jalil : Jl. Satyaprima Konsulindo in association with Northcroft Lim Consultants Pte Ltd Konsultan Perencana Arsitek Konsultan Interior Design Konsultan Landscape Konsultan Perencana Struktur & Sipil Konsultan Perencana Quantity Surveyor Konsultan Perencana : PCR Consulting Pte Ltd Mekanikal Elektrikal & Plumbing in association with PT.tec Indonesia : Hirsch Bedner Associates Hongkong : Peridian Asia Pte Ltd : T.H. Asdi Swasatya Consulting Engineers . Abdul Muis No. Jakarta. Enviro . K.675. Mas Mansur Nilai Kontrak Jenis Kontrak Sumber Dana LOA Tanggal Cara Mendapatkan Kontrak Pengguna Jasa US $ 26.870.BAB IV GAMBARAN UMUM Nama Proyek Jenis/ Type Proyek Lokasi : Shangri-La Hotel Condominium Jakarta : Gedung B : Jl.Y.M.19 (diluar PPN) Lump Sum Swasta 006/EB/M1/VII/2005 12 Juli 2005 : Tender Bebas : PT. Lin International Pte Ltd in association with Wiratman & Associates : PT. Indonesia : Jalan R. Utara Timur Selatan Barat : : : : : Margono. Margono : Hotel Shangri-La Hotel : Jl.48 Jakarta 10160. Estetika Binagriya Jl. Satyaprima Konsulindo in association with PT. R. Indonesia : PT.M.

31 Mei 2007 : 12 bulan Jenis-Jenis Pekerjaan Dominan : A B C 1 2 3 4 5 PRELIMINARIES PREAMBLES MEASURED WORK Demolition Reinstatement Clearing Site Works Structure Works .Interior . (021) 8500005 .Plester . (021) 8515509 E-mail : div-1@waskita.10 Cawang Jakarta 13340 Telp.ME .waskita.Fax.Jakarta Jl.Conrete Works Architectural & Finishing Works . Homepage : www.Finishing . Biru Laut X Kav.id Persero PT.co. Biru Laut X Kav. (021) 8515521.co.Homepage : www.Formwork .id.ME 6 7 8 . Waskita Karya Wilayah II .Gedung & Prasarana Industri Jl.Struktur .Masonry .id Jangka Waktu Pelaksanaan Masa Pemeliharaan : 15 Juli 2005 .id . Jakarta 13340 Indonesia Telp.Pekerjaan kulit luar (exclude Alumunium luar) Show Unit and Temporary Sales Office .co.co. Waskita Karya Divisi I . (021) 8194141 E-mail : jkt-2@waskita.Aci .Struktur . Fax.Kontraktor : Persero PT.waskita.Reinforcement . 10.Landscape Link Brigde . Cawang.

5 m 3.Lantai 7 s. tetapi pondasi berupa bore pile telah dikerjakan sebelumnya serta pekerjaan mekanikal & elektrikal tidak termasuk dalam kontrak.Lantai 5 s. 29 .Finishing Gambaran proyek : Pekerjaan ini adalah pembangunan gedung berupa hotel 33 lantai mulai dari struktur dasar sampai finishing tidak termasuk pengerjaan Alumunium luar.00 WIB.19. 11 . 3 . 32 : : : : : : : : : 4835 m2 1667 m2 3158 m2 1556 m2 1488 m2 1514 m2 1479 m2 1332 m2 236 m2 : : : : 10. Mas Mansyur merupakan jalan protokol yang padat kendaraan setiap harinya.00 . Margono yang merupakan jalan protokol yang biasanya padat kendaraan terutama pada pagi hari 07.d.d. Daftar telepon yang harus dihubungi bila terjadi kecelakaan / keadaan emergency lainnya : Instansi : .Lantai 2 .d. sehingga diperlukan pengaturan lalu-lintas terutama rambu-rambu informasi bagi pengendara yang melintasinya. sehingga diperlukan perhatian khusus untuk management traffic.00 .Luas Bangunan 1 s.d.. Sebelah Barat berhadapan langsung dengan jalan K.Podium .d.3 m x 6 3.H.d.M. yang saat ini hotel masih dipergunakan oleh pengunjung baik untuk bermalam atau kegiatan lainnya.Lantai 1 .Roof Data Ketinggian . Luas Bangunan .Lantai 1 .Lantai 12 s.Lantai 3 s.5 m x 25 Lokasi Proyek : Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Abdul Jalil merupakan jalan protokol yang padat kendaraan setiap harinya. 6 .9 m x 3 5. Sebelah Utara berhadapan langsung dengan jalan R.Basement . 32 .00 WIB dan pada sore hari mulai jam 16.d. Sebelah Timur berbatasan dengan kompleks Hotel Shangri-La. 4 .Lantai 30 s.Lantai 2 s.10.

Dinas Tenaga Kerja 7. 74 C Jak-Pus . K. Mas Mansyur no.7390 5226 .392 5206 Jl.384 7937 / 384 8303 : 021 . Klinik Al-Afiat : 021 .574 3272 2.75873337 / 7563114 : 021 . R. Kepolisian 4.27 021 . Dinas Pemadam Kebakaran 3. Kantor Divisi I Waskita : : : : : 118 021 . Ambulance 2.1. Angkatan Laut Mintohardjo : 021 .850 5255 / 851 5521 Rumah Sakit : 1. PUSARPEDAL 6.638 60019 / 634 4215 110 021 .H.S. Kantor Jamsostek 5.

3. pengembangan karir. termasuk persyaratan pelanggan.MM . penilaian kinerja pegawai serta peningkatan pengetahuan & keterampilan pegawai melalui pelatihan dan pembelajaran. meningkatkan efisiensi kerja. mengkomunikasikan serta meninjau secara periodik agar tetap relevan. menerapkan dan merawat Sistem Manajemen Waskita ( SMW) Untuk mewujudkan tujuan tersebut. berusaha untuk memenuhi harapan dan kepuasan para Stakeholder utama dengan cara menetapkan. 2. Mematuhi semua peraturan dan persyaratan lainnya yang berlaku sesuai kaidah GCG. Waskita Karya dengan visi menjadi badan usaha terkemuka dalam industri konstruksi dan misi meningkatkan nilai perusahaan melalui produk dan jasa konstruksi yang bermutu dan berdaya saing tinggi. mengefisiensikan penggunaan dan perawatan sumberdaya serta mengutamakan produk ramah lingkungan. 6 Februari 2006 Direktur Utama Ir. Melakukan rekruitmen. mengelola informasi yang aman tersedia dan akurat. sasaran. 5. misi dan nilai-nilai budaya serta tantangan internal/external yang dihadapi perusahaan sebagai dasar dalam menetapkan arah dan strategi. Umar T. pengelolaan semua proses kegiatan.BAB V KEBIJAKAN K3LM Persero PT. MT. mencegah polusi. Jakarta. Menggunakan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCFPE) sebagai alat ukur untuk mengukur SMW serta untuk perbaikan berkelanjutan. Menjadikan visi. 4. program.A. aman dan nyaman untuk meningkatkan kepuasan dan produktifitas kerja pegawai. Waskita bertekad : 1. pengalaman dan inovasi serta menyediakan tempat dan sarana kerja yang sehat. Meminimalkan resiko usaha. suksesi .

kesehatan karyawan dan kualitas lingkungan. Tujuan Sasaran dan Program Kerja K3LM SASARAN DAN PROGRAM Dalam melaksanakan program K3LM dalam proyek dibuatkan sasaran dan program yang berkaitan dengan rangkaian aktivitas program K3LM. Tujuan Sasaran dan Program Kerja K3LM 1. Penilaian Resiko Proses pembobotan yang dilakukan untuk mengklasifikasikan potensi . 2. . Penilaian Resiko Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua potensi bahaya / pencemaran lingkungan teridentifikasi. c. dinilai resikonya dan dilakukan pengendaliannya agar tidak membahayakan bagi para pekerja / mencemari lingkungan sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar.Undang yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan. Identifikasi Undang-undang Legislasi dipergunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan Peraturan dan Undang . Pengendalian Resiko Suatu upaya untuk meminimalkan atau menghilangkan celaka / sakit dan pencemaran lingkungan sehingga terwujud zero accident / pencemaran tidak melebihi NAB. a. b.potensi bahaya / dampak lingkungan ke dalam kategori tinggi. Perencanaan meliputi : 1.BAB VI PERENCANAAN K3LM Perencanaan di sini dimaksudkan bahwa program K3LM yang ada di Proyek Shangri-La Hotel Condominium direncanakan sesuai dengan kondisi pekerjaan dan lingkungan yang ada di sekitar proyek. Penilaian Resiko 2. Identifikasi Undang-undang 3. Identifikasi Bahaya & Aspek Lingkungan Merupakan suatu proses untuk memperkirakan potensi bahaya atau dampak terhadap lingkungan yang timbul dari aktivitas kegiatan konstruksi . 3. menengah atau rendah dengan menggunakan sistem score. meningkatkan kesesuaian legal. diantaranya Incident Rate = 0 atau tingkat pencemaran = NAB.

Waspada terhadap pengguna jalan lain Ya 1.Mobil rusak .Memasang rambu batas kecepatan kendaraan di area proyek .Tanggap terhadap kendaraan jika terasa ada kerusakan .Menjaga kebersihan makanan & minuman .Luka sedang .Mengikuti IK P6-K3LM-08-07 1 1 1 IR = 0 IR = 0 .13 3 1 3 .3 1 3 3 Ya 1.13 1 2 2 .3 1 2 2 .Kendaraan di servis secara rutin setiap bulan ke bengkel .Mobil rusak .Mengemudikan kendaraan dengan hati . Bau yang tidak enak . marka dan peraturan lalu lintas .muntah Ya 1.Menjaga kebersihan dapur dan area sekitar kantor .Mengikuti IK P6-K3LM-08-05 Keracunan makanan .Kendaraan di servis secara rutin setiap bulan ke bengkel Ya 1. Mencuci peralatan makan & minum Tempat mencuci piring Piring / gelas pecah .Luka berat . K3LM-01-01 Edisi : 1 Revisi : 0 Edisi : 3 IDENTIFIKASI BAHAYA.Mobil rusak .Menjaga kebersihan tempat makan & minum .hati .Persero PT.Mual Ya 1.Luka berat . tikus dan kecoa.Meletakkan piring dan gelas yang sudah bersih di rak piring Terkena percikan air sabun .Luka ringan .Tanggap terhadap kendaraan jika terasa ada kerusakan .P6.Luka berat .Menjaga kebersihan makanan & minuman .13 3.Membuang sisa makanan / sampah organik setiap hari .Mematuhi rambu .Tidak menyimpan makanan yang sudah basi / kadaluarsa .Tidak menumpuk piring / gelas di kitchen sink .Muntah .Kerugian materiil Luar Proyek Selip .Mobil rusak .Luka sedang . Catering untuk karyawan Catering proyek Sakit Perut .Luka ringan Ya 1.Kerugian materiil Area Proyek Kebakaran . Jakarta Form.Luka berat .Menjaga kebersihan dapur & area sekitar kantor dari vektor penyakit seperti lalat.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.Tidak meletakkan piring / gelas di pinggiran meja dapur .Kerugian materiil Luar Proyek Kebakaran .3 1 3 3 .rambu.Memakai sarung tangan ketika mencuci piring .Mengganti ban jika sudah sampai batas penggantian .Mencuci piring / gelas dengan aliran air kran sedang / tidak terlalu besar .Kerugian materiil 2.Luka ringan .Mobil rusak .Memastikan makanan catering tidak basi / kadaluarsa / beracun . PENILAIAN RISIKO DAN PENGENDALIAN RISIKO INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb I 1.Kendaraan di servis secara rutin setiap bulan ke bengkel Ya 1.Menggunakan campuran sabun dan air sesuai takaran / tidak berlebihan .Tidak mengucek mata ketika mencuci piring Ya 1.Kram perut Ya 1.Mata perih/ iritasi Ya 1.Kendaraan di servis secara rutin setiap bulan ke bengkel .Kerugiaan materiil Area Proyek Tabrakan .Merapikan akses jalan di area proyek 1 1 1 1 1 1 IR = 0 1 1 1 IR = 0 1 1 1 IR = 0 1 1 1 IR = 0 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 1 1 IR = 0 1 1 1 .3 1 2 2 .3 1 3 3 . AKTIFITAS PENUNJANG Mengemudi mobil & motor Area Proyek Selip .3 1 3 3 .Luka berat .Luka berat .13 3 1 3 3 1 3 .13 2 1 2 .Mobil rusak .Mengganti ban jika sudah sampai batas penggantian Ya 1.Kerugiaan materiil Luar Proyek Tabrakan .

Membuang sampah setiap hari ke TPS / ke luar proyek . Membersihkan kamar mandi Kamar mandi proyek Terpeleset .Tidak membuang sampah ke dalam lubang wc .13 1 2 2 .13 3 1 3 1 Terpeleset 4.13 3 1 3 Tidak membiarkan sampah menumpuk dalam jangka waktu yang terlalu lama di area proyek mau pun sekitar kantor Membersihkan tempat sampah kantor / proyek secara berkala ( misal dengan mengosongkan tempat sampah setiap hari atau mencuci tempat sampah plastik yang ada di dalam kantor) 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan II KANTOR WASKITA & OWNER 1. .Mengeringkan lantai setiap kali air jatuh / tergenang di lantai .Membersihkan kamar mandi secara berkala .Menggunakan campuran sabun dan air sesuai takaran / tidak berlebihan .13 Ya 1.Sumber penyakit Ya 1.Luka ringan .Tidak membiarkan sampah membusuk di tempat sampah / TPS proyek .4.Mengadakan fogging secara berkala 1 1 1 5.4.4.Luka ringan Ya 1.4.Membuat tempat sampah sesuai jenis dan kategori sampah .Air kotor dari septic tank meluap Ya 1.Membersihkan tangan dengan air bersih setelah selesai mencuci piring .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a .Membudayakan pekerja untuk membuat sampah pada tempatnya sesuai jenis / kategori sampah.Vektor penyakit DB .13 3 1 3 .Air kamar mandi tergenang Tempat berkembang biaknya jentik nyamuk .dengan masa simpan maksimum sampah organik adalah 5 hari .Sesak napas Ya 1.Membersihkan tempat mencuci piring secara berkala agar tidak licin .Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk membersihkan kamar mandi . Membuang sampah Area Proyek dan Sekitar Kantor Menumpuknya sampah disekitar area proyek dan kantor . . Membersihkan area kantor Area Kantor Udara kantor tidak sehat karena debu yang menumpuk .Mengikuti IK P6-K3LM-08-04 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Bau Mual dan sesak napas Ya 1.Membuat design TPS yang mampu meminimalisir bau (seperti melakukan rekayasa teknik / membuat lahan urug) 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Sarang vektor penyakit .Menggunakan sabun yang sesuai / tidak menyebabkan iritasi kulit b 1 axb 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Kontak dengan sabun .Mencegah berkembang biak nya jentik nyamuk dengan menggunakan abate 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 2 2 4 .Menyediakan tempat sampah khusus untuk kamar mandi .Membuang sampah setiap hari ke TPS proyek / ke luar proyek .Menghitung kapasitas / masa pakai septic tank .Membersihkan kamar mandi secara berkala .13 3 1 3 .Menjaga sirkulasi udara kantor agar tidak lembab 1 1 1 .Iritasi kulit Ya 1.13 3 1 3 - Membersihkan kantor setiap hari Menyediakan tenaga kebersihan khusus untuk menjaga kebersihan di area kantor Menyediakan fasilitas kebersihan (seperti sapu/ kain pel/kemoceng dll) Mengikuti IK P6-K3LM-08-04 1 1 1 Memakai cairan pembersih Meningkatkan kesehatan karyawan lantai ketika membersihkan lantai .13 Ya 1.Floor drain dipakai sesuai design & spesifikasi teknis nya.13 2 2 4 .4.13 Ya 1.Menguras bak kamar mandi setiap minggu .Menyediakan fasilitas penunjang seperti TPS proyek dan tempat sampah .13 3 3 1 1 3 3 .13 3 1 3 .Menyediakan tempat sampah khusus untuk kamar mandi 1 1 1 2 2 4 .Menyediakan keset di depan kamar mandi 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan .Bau .Menyediakan tenaga kebersihan khusus sampah di area proyek dan kantor .Menyediakan tempat sampah khusus untuk kamar mandi .Membersihkan kamar mandi proyek setiap minggu .13 3 1 3 .Memakai sarung tangan ketika mencuci piring .Menyediakan tempat sampah khusus untuk kamar mandi 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Floor drain kamar mandi tersumbat .Menyedot tinja dari septic tank secara berkala .Estetika Ya 1.4.4.Bau Ya 1.Lingkungan kerja tidak sehat Ya 1.Mengikuti IK P6-K3LM-08-10 1 1 1 1 1 1 IR = 0 IR = 0 Septic Tank penuh .Sarang nyamuk Ya 1.

Shock Ya 1.Memastikan cutter dalam kondisi layak pakai ( tidak tumpul / berkarat) . Memeriksa peralatan dan kabel-kabel sebelum digunakan Menggunakan alat listrik standart Penyambungan kabel harus diisolasi dg rapi & menggunakan islasi yang baik Memakai sepatu.Memasang penyejuk udara Mengatur perletakan dokumen Menyediakan rak / lemari buku Merapikan meja / tempat kerja setiap kali selesai bekerja Mengikuti IK P6-K3LM-04-01 1 1 1 IR = 0 6. Menggunakan aliran listrik Kantor Induk .Mesin fotocopy dalam keadaan baik dan layak pakai .11.Kelelahan Ya 1 3 1 3 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Radiasi panas komputer .Luka ringan 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Kejatuhan dokumen . .tempat yang memiliki potensi bahaya arus listrik III 1.hati .dengan rapi dan benar) . Menyusun dokumen Area kantor Tersandung .Memakai cutter dengan pegangan yangtidak longgar .Penyimpanan alat dikelompokkan berdasarkan jenisnya 1 1 1 IR = 0 Gudang alat Kebakaran .Memakai mesin fotocopy sesuai aturan .Kematian.Menata ruangan dan rak/tempat penyimpanan dokumen agar lebih hemat tempat1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Tersandung barang / dokumen 3 1 3 .13 Ya 1.11 2 3 6 1 1 1 IR = 0 . GUDANG A.Luka ringan 3 1 3 .Luka ringan Ya 1 3 1 3 1 1 1 IR = 0 4. Mengatur efisiensi ruang kerja Area kantor Ruang kerja sempit . Mengoperasikan komputer Area kantor Radiasi cahaya monitor .13 Ya 1.Menyediakan keset di depan pintu kamar mandi .Luka ringan Ya 1 3 1 3 - Mengatur perletakan dokumen / menyimpan rekaman dalam map/ordner. Menyediakan rak / lemari buku Merapikan meja / tempat kerja setiap kali selesai bekerja Mengikuti IK P6-K3LM-04-01 1 1 1 IR = 0 8.Memakai cutter dengan hati . menyediakan APAR Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 Memasang stiker awas aliran = 0 IR listrik di tempat .Luka ringan Ya 1 3 1 3 Pengaturan perletakan alat Menumpuk alat sesuai batas ketinggian yang aman Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Menyimpan alat berdasarkan jenisnya Pengambilan alat dilakukan dengan posisi yang benar & dikembalikan ke tempat semula .Cacat / hilang hari kerja .Pusing .Merusak mata .Mengikuti IK P6-K3LM-08-12 .Membersihkan kamar mandi setiap minggu ( menyikat lantai kamar mandi) .Luka ringan Ya 1.Luka berat .Menata dokumen di rak/ tempat yang telah ditentukan 1 1 1 IR = 0 9.Tidak mengoperasikan / memakai mesin fotocopy terlalu lama .Memeriksa kondisi mesin fotocopy termasuk kabel tidak ada yang terkelupas .Kebakaran Tersengat listrik .Mengatur posisi / letak komputer .Kerugian materiil Ya 1. Gudang Alat Penyimpanan Alat Gudang alat Tersandung alat Kejatuhan alat .Instalasi listrik dalam gudang harus rapi (sambungan kabel terisolasi .Membersihkan floor drain yang tersumbat sehingga tidak ada genangan air .Luka ringan .Mengistirahatkan mata selama 15 menit setelah 2 jam bekerja di depan komputer .11 2 2 4 Radiasi panas dan cahaya dari mesin fotocopy .14 3 1 3 .10.Kerugian materiil 2 3 6 - Menggunakan kabel sesuai kapasitas.Luka ringan Ya 1 Ya 1 3 1 3 1 1 1 IR = 0 5. Ke kamar mandi Area kantor Terpeleset .Menempatkan mesin fotocopy di ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik . Memfotocopy Area kantor Tersengat listrik .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a .Menservice mesin fotocopy secara berkala .Memakai staples dengan benar 1 b 1 axb 1 Mengisolasi ulang kabel yg IR = 0 terkelupas dengan lakban 2.Pusing Ya 1 Ya 1 3 1 3 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 7.Suasana kerja kurang nyaman . Menggunakan cutter Area kantor Tergores pisau cutter .Mengatur pencahayaan monitor .Mengatur posisi duduk agar jarak mata ke monitor tidak terlalu dekat .Mengganggu kesehatan Ya 1 3 1 3 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 3.Penerangan yang cukup . Menggunakan staples Area kantor Tertusuk isi staples .

Pengambilan bahan B3 dilakukan dengan posisi yang benar & hati . Penyimpanan material Gudang material Tersandung Terjepit / Tertusuk material .Luka ringan / sedang Ya 1.Keseleo Ya 1.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 2.Alat yang rusak ditandai (diberi status) .13 Ya 1.13 3 1 3 - Mengatur perletakan material Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan Memegang balok kayu dengan kuat Memakai sarung tangan Memakai sepatu safety 1 1 1 IR = 0 b. Pekerjaan Bekisting 1 Pengangkutan kayu/papan a.hati . 18 Ya 1.Tangan terkena palu .13 2 3 6 . Pengangkutan alat secara manual (tenaga manusia) Gudang alat Kejatuhan alat Tersandung .Tangan terjepit .Luka ringan Ya 1.Luka ringan Ya 1.17.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 3. Penyimpanan bahan B3 Gudang Bahan B3 Tersandung .Luka berat Luka ringan Luka sedang/cacat Sesak napas Sakit mata Ya 1. Pengangkutan manual (tenaga manusia) Fabrikasi Kayu - Tersandung kayu Kaki Terpeleset Kejatuhan balok kayu Tangan terjepit - Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Ya 1.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Terhirup zat B3 . Pengangkutan dengan Tower Crane 2 Penggergajian kayu/papan Fabrikasi Kayu . Penyimpanan semen Gudang semen Tersandung .Memakai sarung tangan .Bekerja dengan hati .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL .13 2 2 4 - Mengangkat beban sesuai batas kemampuan Mengatur posisi badan ketika mengangkat beban Memakai APD yang sesuai (helm/sarung tangan dan sepatu safety) Menggunakan alat bantu (seperti gerobak) untuk mengangkut alat yang berat Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Pengaturan perletakan material Pengambilan alat dilakukan dengan posisi yang benar & dikembalikan ke tempat semula Menumpuk material sesuai batas ketinggian yang aman Mengelompokkan material sesuai jenisnya Penamaan material sesuai kelompok dan jenisnya Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Pengaturan perletakan material / semen Menumpuk material / semen sesuai batas ketinggian yang aman Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Pengaturan perletakan bahan B3 1 1 1 IR = 0 B. 11 2 3 6 - 1 1 1 IR = 0 Iritasi tangan / kaki .Luka ringan Ya 1.Mengikuti IK P6-K3LM-13-11 Memakai sarung tangan Tidak bercanda ketika bekerja Memakai masker & tidak membakar sampah kayu di area fabrikasi Memakai kacamata pelindung 1 1 1 IR = 0 Fabrikasi Kayu 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan 3 Menginstal kayu/papan Fabrikasi Kayu .Memakai sarung tangan . Gudang Bahan/Material 1.Kejatuhan balok kayu Tangan lecet Tangan terpotong Terhirup serbuk kayu Mata kemasukan serbuk kayu .Tangan terjepit .Luka berat .Kerugian materiil Ya 1.Luka ringan .hati 1 1 1 IR = 0 .Luka ringan .Membaca manual book sebelum mengoperasikan alat Mengambil dan mempergunakan alat dengan benar Menyediakan APAR di dalam gudang penyimpanan alat Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb 2.Menyediakan alat penanganan tumpahan di sekitar area gudang B3 1 1 1 Mencegah pencemaran & Kesesuaian legal IV PEKERJAAN STRUKTUR A.Luka ringan Ya 1.Menyediakan pasir di sekitar area gudang B3 .Luka ringan / sedang .13 3 1 3 .Pencemaran tanah Ya 1.Sesak napas 2 3 6 - Memakai masker ketika memasuki gudang bahan B3 Mengatur sirkulasi udara di dalam gudang (misal dengan menggunakan exhaust van / blower) Menutup bahan B3 dengan rapat setiap kali selesai menggunakan bahan Menempatkan MSDS bahan B3 di dalam gudang B3 Mengikuti IK P6-WK-K3LM-12-01 Memasang rambu dilarang merokok di dalam & disekitar gudang B3 Menyediakan APAR di dekat gudang Menempatkan MSDS bahan B3 di dalam gudang B3 Menangani bahan B3 sesuai dengan petunjuk penggunaannya Memakai sarung tangan ketika akan menpergunakan bahan B3 Menangani bahan B3 sesuai dengan petunjuk penggunaannya Menempatkan MSDS bahan B3 di dalam gudang B3 Memakai sepatu safety 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Kebakaran .13 3 1 3 .Luka ringan .13 3 2 6 1 1 1 IR = 0 Terjadinya tumpahan .

17.Luka ringan / sedang Ya 1.Tangan terjepit .13 3 1 3 Memakai sarung tangan Tidak bercanda ketika bekerja Memastikan alat tidak dalam keadaan rusak Mengatur posisi alat sehingga pemotongan dengan blander dapat dilakukan dengan aman.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA .Kejatuhan besi / cedera badan . Fabrikasi besi . Menggunakan sarung tangan Memasang jaring pengaman Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan 1 1 1 1 1 1 Memeriksa kondisi alat setiap = 0 IR akan dipergunakan 3.Mengikuti IK P6-K3LM-13-11 1 1 1 2.Kejatuhan besi .Tersandung besi .Tangan lecet . .Hilang hari kerja Ya 1.Tangan lecet . a. Membengkokkan besi Fabrikasi besi 4.Memakai sepatu safety & merapikan area kerja dari tumpukan kayu berpaku .Memakai sarung tangan .Tangan terjepit .Kaki kejatuhan kayu/alat bantu .Luka sedang/cacat Ya 1. 1. Mengatur perletakan material Memakai sarung tangan Tidak bercanda ketika bekerja Memastikan alat tidak dalam keadaan rusak Mengatur posisi alat sehingga pemotongan dengan blander dapat dilakukan dengan aman.Luka ringan . Bekerja dengan hati-hati dan kondisi sehat Memasang rambu awas IR = 0 kejatuhan di area fabrikasi besi IR = 0 b.13 3 1 3 - Mengatur perletakan material Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan Memegang besidengan kuat Memakai sarung tangan Memakai sepatu safety 1 1 1 Lahan fabrikasi besi di beriIR = 0 batas berupa tambang railing dan rambu kerja. Pengangkutan dengan Tower Crane Pemotongan besi Pemotongan dengan Blander Fabrikasi besi .18 3 1 3 .Luka sedang/cacat Ya 1.Tangan terpotong .Memakai sepatu safety . Mengatur perletakan material Pengaturan letak mesin Bar Bender.5 meter & di tepi bangunan. Pekerjaan Pembesian Pengangkutan besi Pengangkutan manual ( tenaga manusia) Fabrikasi besi .Luka ringan .Kaki kena paku 4 Pemasangan bekisting Lapangan Tangan terjepit Tangan lecet Tangan atau kaki terkena paku Kejatuhan kayu / cedera badan RESIDUAL RISK Nilai DESKRIPSI KONSEKUENSI .Luka berat Ya 1.Tangan terjepit .Tangan terpotong .Luka ringan .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 B. Menggunakan Aliran Listrik Fabrikasi besi - Tangan lecet Tangan terjepit Kaki kesandung Kaki tertusuk besi Tangan terpotong Kesetrum .Luka ringan .13 3 1 3 - b.Luka ringan .Menata area kerja (membuat tempat paku agar tidak berceceran) Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb Ya 1.Luka ringan .13 3 1 3 - 1 1 1 IR = 0 . dan besi yang difabrikasi Memakai sarung tangan Memakai sepatu kerja Pasang lampu penerangan cukup Panel tertutup / terkunci Jalur kabel berada diatas Stop kontak tidak disimpan dibawah Sambungan kabel diisolasi dengan benar Kabel tidak banyak sambungan Bekerja tidak sambil merokok Bekerja dg hati-hati Pasang lampu penerangan cukup Memasang support tambahan.Memakai sarung tangan . Pemotongan dengan Bar Cutter Fabrikasi besi .Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL . 10 2 3 6 1 1 1 Memakai sepatu safety IR = 0 5 Instal Pembesian Lapangan - Tangan terjepit Kaki kesandung Kaki tertusuk besi Pembesian kolom roboh Pembesian dinding roboh Tertimpa besi Tangan lecet - Cacat Luka ringan Hilang hari kerja Hilang hari kerja Hilang hari kerja Luka ringan Luka ringan Ya 1.Luka sedang/berat Ya 1.Tangan terjepit .13 3 2 6 1 1 1 IR = 0 . Gunakan sabuk pengaman Memakai helm pengaman Memakai sepatu kerja.Cacat .Luka berat Ya 1.Luka ringan .Jatuh dari ketinggian .Memakai helm Memakai safety harness Memasang jaring pengaman / safety net Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat & rapi Memasang rambu peringatan atau pagar pengaman di tepi bangunan Memastikan area kerja telah dipasangi lampu penerangan Memakai sepatu safety Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 1 1 1 IR = 0 Pemasangan lebih dari 1.Luka ringan .Luka ringan .13 3 1 3 . a.

sarung tangan ) Memasang rambu peringatan untuk memakai APD di lokasi proyek Memakai sarung tangan .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Luka berat .Luka ringan Ya 3 1 3 .Luka berat . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN IR = 0 SASARAN Ya/ tdk a b axb a 1 b 1 axb 1 Ya 1.Besi tarik putus .Luka berat .5m & tepi bangunan E Repair/Perbaikan 1 Chipping .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Anggota badan terciprat beton .Diperiksa kapasitas kabel post tension . Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Jatuh dari ketinggian . sepatu safety.Tertabrak truck .13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan IR = 0 1 1 1 IR = 0 2 Bobok beton Area Proyek Ya 1.13 3 1 3 - Memakai APD (helm.Memakai sepatu kerja.13 2 3 6 C.17 2 2 4 1 1 1 IR = 0 b. Pengecoran Akses jalan proyek (mobilisasi mixer) . kacamata dan sarung tangan) . kacamata dan sarung tangan) Memakai safety harness Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Meningkatkan kesehatan karyawan IR = 0 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 3 Repair/Perbaikan Area Proyek . sepatu safety.13 Ya 1. sepatu safety.Tangan lecet .Cacat Cacat Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Ya 1.5m & di tepi bangunan .Terjatuh dari ketinggian DESKRIPSI KONSEKUENSI .Pasang lampu penerangan cukup .Memakai helm pengaman . .Tangan lecet .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 D Pembongkaran Bekisting Lapangan - Tangan terjepit Tangan lecet Tersandung stek besi Kejatuhan kayu Kaki atau tangan kena paku 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Pasang lbh dr 1.Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .Kematian Ya 1. Dengan Bucket (diangkat dengan Tower Crane) .Kebisingan tinggi .Luka sedang .13 1 3 3 Merapikan akses jalan untuk mobilisasi truck mixer Menyediakan rambu kecepatan maximal truck Menyediakan pemandu / security untuk mengatur mobilitas truck mixer Memastikan pengemudi memiliki SIM dan surat jalan Memakai APD yang memadai ( seperti helm.13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 Beam .Memasang jaring pengaman . sepatu.Luka berat Ya 1.13 2 2 4 Memakai ear plug Memakai APD yang memadai ( seperti helm.Jatuh dari ketinggian Ya 1.Gunakan sabuk pengaman .5m & tepi bangunan RESIDUAL RISK Nilai BAHAYA . kacamata dan sarung tangan) Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi 1 1 1 IR = 0 Area Proyek - Tangan lecet Kena pecahan beton Mata kemasukan serpihan beton Menghirup debu Jatuh dari scaffolding Tangan lecet Kena pecahan beton Mata kemasukan serpihan beton Menghirup debu Jatuh dari scaffolding - Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Ya 1.Luka berat .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.13 2 3 6 Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memasang rambu dan pagar pengaman tepi bangunan Memasang safety net / safety deck Memakai safety harness Memakai APD (helm.Kematian Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL Scaffolding terpasang dg kuat & rapi Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Memakai APD (helm. Menggunakan pompa Ya 1.Menghirup debu semen .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi . sarung tangan ) Memasang rambu peringatan untuk memakai APD di lokasi proyek 1 1 1 IR = 0 a.Anggota badan terciprat beton .Kematian Ya 1.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI Pasang lbh dr 1. sepatu.Penarikan dengan batas angka aman Pasang lampu penerangan cukup Bekerja tidak sambil merokok Bekerja dg hati-hati Memakai sepatu safety 1 1 1 IR = 0 Pengecoran lbh dr 1. .

Memasang jaring pengaman .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit . sepatu safety dan sarung tangan) Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaaan .Perancah roboh .Luka ringan .Tangan tergores .Memakai APD yang memadai ketika bekerja di lapangan seperti sepatu.Kematian 2 3 6 .Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Tersandung material .Jatuh dari scaffolding RESIDUAL RISK Nilai DESKRIPSI KONSEKUENSI .Luka ringan .Merapikan kabel & membuat panel tertutup 1 1 1 IR = 0 2 Memasang bata Lapangan .13 V FINISHING 1.Luka berat Ya 1.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Pemasangan lebih dari 1. Ya 1.13 5 Memasang Aluminium Pintu dan jendela Pabrikasi Ya 1.Memakai sarung tangan .Terciprat adukan semen .Perancah kayu roboh .Luka berat .Pengaturan perletakan stock material .5 meter tepi bangunan. Mengikuti prosedur dan IK pemasangan bata .Terhirup debu .Memakai masker .Luka berat .pengaman utk tepi bangunan.13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 3 Memplester dan mengaci Lapangan .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA .Luka ringan .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 Pasang lbh dr 1.Sesak nafas Ya 1.Penempatan bahan tertata rapi . helm.Jatuh dari ketinggian .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit 1 1 1 IR = 0 .Memasang rambu atau pagar . 10 Ya 1.Luka berat Ya 1.Pasangan bata roboh .Luka ringan / sedang Ya 1. Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Memakai helm Memakai sepatu safety Memasang rambu peringatan Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memasang rambu dan pagar pengaman tepi bangunan Memasang safety net / safety deck Memakai safety harness Memakai APD (helm.Luka ringan .Sesak napas .Kejatuhan bata .Kejatuhan batu .Tangan tergores .13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Pemasangan lebih dari 1.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Pemasangan dlm gedung / bangunan Ya 1.Tersandung material .Luka ringan .Luka ringan Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL .Merapikan kabel & membuat panel tertutup .Jatuh dari ketinggian .Memakai sepatu kerja.5 meter tepi bangunan.helm. 1 1 1 IR = 0 Pasang dlm bangunan .Kematian Ya 1.Memakai masker .Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN IR = 0 SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb 1.13 3 1 3 . .13 2 2 4 Alat bantu yang digunakan harus dalam kondisi baik Memakai APD yang memadai (sepatu.5m & tepi .Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit . .Sesak napas .Tersandung kabel Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan Terdengar suara bising Tersandung kabel .Luka ringan .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 4 Memasang aluminium pintu & Instalasi jendela .Memakai masker .Terhirup debu .Perancah kayu roboh . sarung tangan) Stock material terlokalisasi Bekerja dengan hati .Tersengat listrik .Tersandung .Luka ringan Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Tuli Luka ringan Ya 1.Luka ringan .Jatuh dari ketinggian .Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 IR = 0 . Masonry Lapangan .Memakai sarung tangan .13 3 1 3 - Penempatan bahan tertata rapi Ruang pabrikasi tidak sempit Menggunakan sarung tangan Memakai masker Menggunakan sarung tangan Memakai penutup telinga Memakai sepatu kerja.Luka ringan Ya 1.Luka ringan .Luka berat .Terpeleset .Hirup udara kotor / debu . sarung tangan dll. .Luka ringan .Memakai safety harness .hati .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Tersandung kabel . .

Jatuh dari ketinggian .Memakai helm pengaman . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Jatuh dari ketinggian .Jatuh dari ketinggian .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Memakai ear plug 1 1 1 IR = 0 7 Ramset Lapangan .Luka berat .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan. .Hirup udara kotor / debu .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .13 3 1 3 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Pasang lbh dr 1.Memakai sepatu kerja.Memakai masker 1 1 1 Meingkatkan kesehatan karyawan .Luka berat .Kematian 2 3 6 .13 Ya 1.Pasang lampu penerangan cukup .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 .Menggunakan sarung tangan .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Kematian Ya 1.8. 10 Ya 1.Gunakan sabuk pengaman .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .5m & tepi bangunan .Luka berat .Gunakan sabuk pengaman .Pendengaran terganggu Ya 1.13 3 1 3 1 1 1 Meingkatkan kesehatan karyawan Dalam bangunan .13 Ya 1.Sesak nafas Ya 1.Luka ringan .Memakai sepatu kerja.Memasang jaring pengaman .Memasang jaring pengaman .Luka ringan 3 1 3 Pemasangan lebih dari 1.Sesak nafas .Luka ringan .Sesak nafas Ya 1.Perancah roboh .Memakai sepatu kerja.Tangan tergores .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit . .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 . .Memakai masker 1 1 1 IR = 0 6 Memasang Partisi Gipsum Tepi bangunan Pasang lbh dr 1.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI bangunan RESIDUAL RISK Nilai BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL .Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.13 3 1 3 1 1 1 Meingkatkan kesehatan karyawan .Hirup udara kotor / debu .13 Ya 1.Memakai masker .Luka berat 3 2 6 Pengaturan perletakan material Menggunakan sarung tangan] Memakai sepatu safety Scaffolding terpasang dg kuat & rapi Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Perancah roboh .Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 IR = 0 Pasang lbh dr 1.Hirup udara kotor / debu .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .Pasang lampu penerangan cukup .Jatuh dari ketinggian .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Perancah roboh .Kematian 2 3 6 .Tersandung material .5 mtr & tepi bangunan .Memakai helm pengaman .Kebisingan .Tersandung material .Memasang rambu atau pagar 1 1 1 IR = 0 1 1 1 IR = 0 8 Memasang Pintu Kayu Pasang dlm bangunan .13 Ya 1.Scaffolding terpasang dg kuat & rapi . .Perancah roboh . . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb Pasang tepi bangunan .5m & tepi bangunan Ya 1.Kematian 2 3 6 . Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.5m & tepi bangunan .Tersengat listrik .13 3 1 3 .

5m & tepi bangunan Ya 1.13 2 3 6 .5m & tepi bangunan .Luka ringan Ya 1.Perancah roboh .Luka ringan . Mengikuti IK P6-K3LM-13-03 1 1 1 IR = 0 13 Mengecat Dalam bangunan .Jatuh dari ketinggian .Hirup udara kotor / debu . .Memakai sepatu kerja.Tersengat listrik .Memasang jaring pengaman .Memasang jaring pengaman .Perancah roboh .Pasang lampu penerangan cukup .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Menggunakan sarung tangan .Luka ringan .Kematian Ya 1. .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Tangan kena bahan kimia .Perancah roboh .4.Tersandung material .13 3 1 3 .Kematian Ya 1.Sesak nafas .Jatuh dari ketinggian .Sesak nafas .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL pengaman utk tepi bangunan.13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 Pasang lbh dr 1.Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Kematian 2 3 6 .Luka berat .7 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan Pasang lbh dr 1.Sesak nafas .7 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan Ya 1.Luka ringan .Memakai sepatu kerja. .4.Hirup udara kotor / debu .Luka ringan .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .Kematian Ya 1.13 2 3 6 10 Pekerjaan Floorhardener Lapangan - Tersandung material Hirup udara kotor / debu Tangan kena bahan kimia Kaki kena bahan kimia Tersandung material Hirup udara kotor / debu Tangan kena bahan kimia Kaki kena bahan kimia - Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Luka ringan Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Luka ringan Ya 1.Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.7 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan 11 Pekerjaan Waterproofing Lapangan Ya 1.Tangan kena bahan kimia .Gunakan sabuk pengaman .7 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan 12 Memasang Ceiling Pasang dlm bangunan . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja. . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 1 1 IR = 0 Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb 9 Memasang Pintu Besi Pasang dlm bangunan . 10 Ya 1.Tersandung material . Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.5m & tepi bangunan .Luka berat .4.Tersandung material .4.Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan. Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Pasang lampu penerangan cukup 1 1 1 IR = 0 .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Tangan tergores . Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 Pasang lbh dr 1.Memakai helm pengaman .Luka berat .Hirup udara kotor / debu .Memakai masker Scaffolding terpasang dg kuat & rapi Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit Memasang rambu atau pagar pengamanan untuk tepi bangunan Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Jatuh dari ketinggian . Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Luka ringan .

Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Perancah roboh Ya 1. Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 . 1 1 1 Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb Luar bangunan .Menggunakan sarung tangan .8 3 1 3 1 1 1 Pasang lbh dr 1.Luka ringan .Menempatkan material terlokalisir .5m & tepi bangunan .Tangan kena bahan kimia .Menempatkan material terlokalisir .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja. . .Memakai sepatu kerja.Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .4.Luka berat .Luka ringan .5m & tepi bangunan .8 3 1 3 - Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja. 1 1 1 Luar bangunan Ya 1.Luka ringan .13 3 1 3 .8 3 1 3 1 1 1 Dalam bangunan - Tersandung material Hirup udara kotor / debu Tangan kena bahan kimia Tangan tergores Tersandung material Hirup udara kotor / debu Tangan kena bahan kimia Tangan tergores - Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Luka ringan Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Luka ringan Ya 1.5m & tepi bangunan .Memakai helm pengaman .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .Memasang jaring pengaman .13 2 3 6 1 1 1 .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan . 1 1 1 Pasang lbh dr 1.Kematian Ya 1.Gunakan sabuk pengaman .Memasang jaring pengaman .4.Memakai helm pengaman . 1 1 1 15 Memasang Keramik Lapangan 16 Memasang Atap Rangka Baja Atap - Tangan tergores Terkena percikan Tersandung material Tangan kena bahan kimia Tangan tergores Tersandung material Tangan tergores - Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Ya 1.Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Hirup udara kotor / debu .Luka berat .Luka berat .Perancah roboh . .Jatuh keluar bangunan .Pasang lampu penerangan cukup .13 2 3 6 .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Menggunakan sarung tangan .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Luka ringan .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Jatuh dari ketinggian .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Kematian Ya 1.Gunakan sabuk pengaman .Jatuh dari ketinggian .Pasang lampu penerangan cukup . 1 1 1 14 Pabrikasi - Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan Terdengar suara bising Tersandung - Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Tuli Luka ringan Ya 1.Scaffolding terpasang dg kuat & rapi . .4.Kematian .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL .Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Memakai sepatu kerja.Memakai sepatu kerja.13 3 1 3 1 1 1 .4.Memakai sepatu kerja.13 2 3 6 .Sesak nafas Ya 1.Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Jatuh keluar bangunan .7 3 1 3 - Pasang lbh dr 1.Tersandung material .Kematian Ya 1. Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja. .Luka ringan .Perancah roboh .

Luka sedang .Memakai sepatu kerja. helm.Luka ringan 3 1 3 .Kulit tangan terkelupas .Kesetrum 5 Memasang Bahan Sanitary Lapangan .Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit .Kematian Ya 1. Connnecting Lokasi Proyek Ya 1.Tersengat listrik .Memakai sepatu kerja. Pekerjaan Pemasangan Instalasi a.4.Memakai APD yang memadai (sepatu safety.Tangan tergores .Luka ringan Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Tuli Luka ringan 2 3 3 1 6 3 1 1 1 6 Pekerjaan Plumbing Pabrikasi Ya 1.Menggunakan sarung tangan . Welding Lokasi Proyek . Pemasangan Armatur Lokasi Proyek .Kulit tangan terkelupas Jatuh Kulit tangan terkelupas Iritasi mata Kesetrum . . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb VI PEKERJAAN M/E 1.Pasang lampu penerangan cukup .Memakai helm pengaman . 1 1 1 .Memakai sepatu kerja.Jatuh .Luka sedang 2 3 6 1 1 1 .Luka sedang/berat .Menempatkan material terlokalisir .8 2 3 6 - Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit Memakai sarung tangan Memakai masker Memakai kacamata las Memakai earplug 1 1 1 b.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Memakai APD yang memadai (sepatu safety.13 Ya 1.Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit .Luka ringan .Tangan tergores Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan Terdengar suara bising Tersandung kabel . helm.Memakai kaca mata pelindung & sarung tangan .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi . 10 Ya 1. Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Luka sedang . dan sarung tangan) 1 1 1 c.13 Ya Ya 1.Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan. dan sarung tangan) .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan 1 1 1 Pasang lbh dr 1.Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Mata terkena debu .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Luka berat . .13 2 3 6 .Jatuh .Luka ringan . Wiring Lokasi Proyek .7 2 3 6 1 1 1 d.Tangan kena bahan kimia .Luka sedang 2 3 6 .Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit . 10 Ya 1.Jatuh dari ketinggian .Luka ringan .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .4.8 3 1 3 1 1 1 Pabrikasi .Menempatkan material terlokalisir . Piping Lokasi Proyek - Jatuh Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan api/las Terdengar suara bising Tersandung kabel - Luka sedang Luka ringan Pernafasan terganggu Luka ringan Pendengaran terganggu Luka ringan Ya 1.Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 Dalam bangunan .Memakai kaca mata pelindung .Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit Memakai sarungan tangan .5m & tepi bangunan .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Gunakan sabuk pengaman . .13 2 3 6 .Luka ringan .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Menggunakan sarung tangan .Luka sedang Ya 1.Kematian Ya 1.Tersandung material .13 Ya 1.Jatuh .13 2 3 6 1 1 1 .Memasang jaring pengaman .Luka sedang/berat 2 3 6 1 1 1 d.Perancah roboh .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Tersandung material .

Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Asap pengelasan .Cacat/hilang hari Ya 1.Menyediakan APAR .Sesak nafas .Percikan api 2 3 6 .Cahaya pijar pengelasan .Cacat / hilang hari kerja 1.13 Ya 1.Kerugian materiil Ya 1.Ambil posisi aman pd waktu mengelas .Kerugian materiil Ya 1.Percikan api .Memakai APD yang memadai ( memakai pakaian pelindung/kacamata las/ sarung tangan las ) .11.Memakai kacamata las 1 1 1 Lapangan / proyek .Hindari bahan mudah terbakar dekat dg pengelasan .Luka bakar .Cahaya pijar pengelasan .Luka berat / cacat Ya 1.Cacat/hilang hari kerja . Pengelasan Lapangan / proyek .Luka berat Ya .14 2 3 6 1 1 1 Lapangan .Menyediakan APAR .Rusaknya alat kerja .Kebakaran . 10 2 3 6 Menggunakan listrik sesuai kapasitas Inspeksi stop kontak dan saklar secara periodik per 1 bulan Memastikan sambungan kabel terisolasi dengan rapi dan baik Panel listrik dibuat tertutup dan terkunci Memasang rambu peringatan bahaya arus listrik Menyelenggarakan latihan penanggulangan kebakaran secara berkala Menyediakan APAR di sekitar area proyek / lapangan yang berpotensi menjadi sumber kebakaran Memasang rambu evakuasi Memastikan sirine / alarm kebakaran masih berfugsi dengan baik Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 RESIDUAL RISK Nilai AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a 1 b 1 axb 1 .Kebutaan .Kematian . .Kerugian materiil .Kacamata / topeng pelindung .14 3 2 6 1 1 1 3 Mengelas dengan Las listrik Lapangan .Luka ringan .Kebakaran .Menggunakan listrik sesuai kapasitas . . 10 Ya 1.11.10.Mencabut steker dari stop kontak apabila peralatan listrik tidak dipakai Menggunakan listrik sesuai kapasitas Memastikan sambungan kabel terisolasi dengan rapi dan baik Memakai APD yang memadai (sepatu safety / sarung tangan) Memasang rambu peringatan bahaya arus listrik 1 1 1 Lapangan / proyek 2 3 6 1 1 1 2.Percikan api .Meletakkan tabung gas dalam posisi berdiri .Mengikuti IK P6-K3LM-13-10 .Memakai masker .Cacat/hilang hari kerja .INITIAL RISK NO VII LAPANGAN 1.Ambil posisi aman pd waktu mengelas .Tabung Gas meledak .10.9.Tidak melakukan pengelasan di dekat tempat penyimpanan bahan mudah terbakar / meledak.Memakai pakaian pelindung .Hindari bahan mudah terbakar dekat dg pengelasan .Tersengat listrik / kesetrum .Mata pedih 3 1 3 .Menempatkan tabung dalam area 1 1 1 4 Mengelas dengan Las Tabung Lapangan .Bekerja dalam aktifitas berlawanan dengan arah angin.Menggunakan sarung tangan yang sesuai .14 2 3 6 Lapangan / proyek .Kebakaran karena arus pendek . Penggunaan alat listrik Lapangan / proyek .Kerugian materiil 11.14 3 1 3 .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Luka bakar .Kematian .Memakai pakaian pelindung .Menggunakan sarung tangan yang sesuai .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Rusaknya peralatan karena arus pendek .Mata silau .Kacamata / topeng pelindung .Mengikuti IK P6-K3LM-13-10 .Mata silau Ya 1.14 2 3 6 1 1 1 . .4 3 1 3 1 1 1 Lapangan .Kebakaran kecil Ya 1.11.4 Ya 1.Menyediakan APAR di sekitar area pengelasan .Mengikuti IK P6-K3LM-13-10 .Memakai kacamata / topeng las 1 1 1 Lapangan .Luka bakar .

Memakai sarung tangan .Dipasang rambu peringatan .Luka ringan Ya 1.Kematian Ya 1.4 3 1 3 .Memakai masker .Mengikuti IK P6-K3LM-13-08 .Penyemprotan nyamuk .Percikan Serpihan . sump pit .Luka ringan .Luka ringan Ya 1. .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI kerja .Longsor .Sesak nafas .Sarang nyamuk Ya 1.Memakai kacamata pelindung dan masker .Posisi berdiri menghindari arah pecahan .Pelindung putaran alat terpasang .Serpihan segera dibersihkan .Luka ringan .13 3 1 3 1 1 1 .Material tertata pada saat diangkat .Memindahkan tepi galian ke sump pit untuk memudahkan pemompaan .Memakai alat untuk material tertentu .13 3 1 3 1 1 1 .Buat tangga turun . tebing.Tepi galian diarahkan ke sump pit untuk memudahkan pemompaan .Genangan air .Mata silau .Lubang Galian menyebabkan longsor .Asap pengelasan .Kemiringan galian yang cukup .Memastikan alat dlm kondisi baik sebelum digunakan.Menyediakan pompa air yang cukup .13 3 1 3 1 1 1 .13 2 2 4 1 1 1 . Pondasi (penggalian) Pile cap.13 Ya 1.Cedera badan .Luka ringan Ya 1.Bila mungkin galian ditutup pada saat hujan .Proteksi dengan shortcrete .4 3 1 3 Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL terlindung dari panas dan hujan Menandai tabung isi dan kosong Regulator sesuai dengan ketentuan Menyetel regulator secara tepat Memeriksa regulator sebelum bekerja Nozel regulator dipasang tidak terbalik Mengikuti IK P6-K3LM-13-10 1 1 1 Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb Lapangan .Luka ringan/ sedang .13 Ya 1. .Kemiringan galian yang cukup .Terkena pecahan beton .Mata pedih 3 1 3 .Kerugian materiil Ya 1.Kerugian material Ya 1.13 Ya 1.Kebakaran .Luka tergores .Bekerja dalam aktifitas berlawanan dengan arah angin.Memakai sarung tangan .13 3 1 3 1 1 1 7 Memotong Tiang Pancang Pile cap .Kerugian material Ya 1. .Aturan pengangkutan dipatuhi .Dibuat pagar pengaman .Luka berat .13 3 1 3 1 1 1 .Mengikuti IK P6-K3LM-13-17 . tebing.Mengatur posisi badan .Luka berat 2 2 4 1 1 1 8 Pengangkatan material Lapangan dengan manual (tenaga orang) .Memakai helm proyek .Tangan lecet .Pegangan bodem pastikan tdk mudah lepas/copot .Lubang Galian menyebabkan jatuh dari ketinggian .Tertimpa tiang .Lubang Galian menyebabkan banjir .Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.Menyediakan pompa air .Proteksi dengan support 1 1 1 .Bila mungkin galian ditutup pada saat hujan .Menghindari arah roboh potongan tiang 1 1 1 5 Menggerinda Lapangan .Cahaya pijar pengelasan .Memakai kacamata / topeng las Lapangan .Kesandung - Keseleo Tangan terjepit Pinggang sakit Bahu sakit 2 2 4 .Luka ringan .Mengangkat bahan sesuai batas kemampuan angkat . sump pit .Jalur jalan kerja dipastikan aman 1 1 1 VIII LINK BRIDGE 1.13 3 1 3 1 1 1 6 Menggali Tanah Pile cap.Kerugian material Ya 1.

Stamper Lapangan .Kesetrum 2 3 6 .11.Kebakaran .Kematian Ya 1.8 Ya 1.Mematikan mesin selama perawatan .Kematian 3 1 3 .Dipasang rambu peringatan .Gangguan pendengaran Ya 1. 10 Ya 1.Membuat tangga turun Memastikan pegangan bodem tidak longgar Memakai sarung tangan Memakai helm Posisi berdiri menghindari arah pecahan 1 b 1 axb 1 .Roboh Ya 1.Memastikan ruangan genset memiliki ventilasi udara yang memadai .Luka berat Ya 1.Luka sedang Ya 1.Getaran .Kaki terjepit 3 1 3 .Memasang rambu peringatan Pemasangan pondasi harus dilakukan oleh tenaga ahli Pada saat instal TC diberi pagar pengaman Ijin pada Disnaker Memasang rambu peringatan bagi orang yang melintas di area sekitar Memasang penangkal petir Mendapatkan surat ijin operasi Memastikan kabin operator terlindungi Mengikuti IK P6-K3LM-13-11 1 1 1 2.Luka berat Ya 1.Memastikan sambungan antar pipa terikat dengan kencang .8 3 1 3 - Membuatkan ruangan khusus untuk genset Menempatkan ruang genset di tempat yang jauh dari area kantor Memakai earmuff Memastikan ventilasi udara di ruangan genset sudah cukup memadai 1 1 1 Lapangan . Passanger Hoist lapangan .Tersambar petir .Kematian 3 1 3 .Gangguan pada sistem tubuh .8 Ya 1.Memakai sarung tangan .Gangguan pendengaran Ya 1.Instalasi kabel diperiksa secara periodik .Luka berat .Istirahat yang cukup 1 1 1 .Pondasi Tower Crane tidak kuat .Kematian Ya 1.Memakai masker jika diperlukan . Tower Crane Lapangan .Getaran .Terkena pecahan beton .Memakai ear plug 1 1 1 4.Tersengat listrik 2 3 6 .Sesak napas & pusing .Kipas Genset .17. Vibrator Lapangan .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a .4 1 3 3 .Memeriksa instalasi kabel secara periodik .13 2 2 4 2.Kebisingan .Memasang police line di area yang berbahaya 1 1 1 7.19 2 3 6 1 1 1 3. Memotong Tiang Pancang Pile cap .17 1 3 3 1 1 1 Kabin Radius TC .8 Ya 1.Menghirup gas CO .Kematian .Lubang galian menyebabkan jatuh dari ketinggian .hati 1 1 1 6.Istirahat yang cukup 1 1 1 .Luka ringan Ya 1.Pemasangan Hoist harus dilakukan oleh tenaga ahli .Dibuat pagar pengaman .Retak pada kaki Ya 1. Compresor Lapangan .Gangguan pada sistem tubuh .Gangguan pada sistem tubuh .13 2 2 4 .14 2 3 6 1 1 1 .8 Ya 1.Memasang rambu pengaman Menempatkan BBM minimum 5 meter dari tempat genset Memeriksa peralatan secara periodik Menempatkan APAR di sekitar ruang genset Memasang rambu peringatan 1 1 1 .13 Ya 1. 10 3 1 3 .Luka berat .Pipa pecah 3 1 3 1 1 1 .Bekerja dengan hati .13 2 2 4 1 1 1 IX PERALATAN 1.Memeriksa pompa sebelum dipergunakan . Genset Ruang Genset .Kebisingan .Luka sedang .Getaran . Stasionary Concrete Pump Lapangan .Operator Hoist harus memiliki ijin pengoperasian hoist .Istirahat yang cukup 1 1 1 5.Memastikan pipa masih layak pakai .13 3 1 3 1 1 1 .

Luka berat . .13 2 3 6 .Periksa peralatan secara periodik .13 Ya 1.Luka bakar .Luka ringan Ya 1.Terpeleset Jatuh dari ketinggian .Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 Lapangan . kejatuhan benda .Memakai masker jika diperlukan .Kematian 2 3 6 - Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai sepatu kerja.Pasang rambu bahaya Kebakaran . .Luka berat .Lain 1 Memasang Railing Pabrikasi Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan Terdengar suara bising Tersandung kabel Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Tuli Ya 1.Tabrakan Material terlepas.Kematian Ya 1.Pasang rambu peringatan .Tangan tergores .Luka berat .Sesak nafas Ya 1.Tersengat listrik .Matikan mesin selama perawatan . Scaffolding terpasang dg kuat & rapi Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan. Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan 1 1 1 1 1 1 2 Mengoperasikan Genset Lapangan Putaran Kipas .5m & tepi bangunan .Luka berat di tangan Ya 1. 10 3 1 3 .Kematian 2 3 6 1 1 1 5 Landscape Area Taman Kena cangkul .Kemiringan galian tidak terlalu tegak .Memakai masker 1 1 1 Tersengat arus listrik . Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Petugas pompa khusus.Pasang rambu peringatan .INITIAL RISK NO X Lain .18 2 3 6 1 1 1 4 Dewatering Daerah Galian - Tertimbun tanah longsor .Tidak diperbolehkan naik turun saat hujan .Luka ringan Ya 1.14 2 3 6 1 1 1 Lapangan Menghirup gas CO .Siapkan APAR .11.13 3 2 6 1 1 1 Kabin Radius TC .Jatuh dari ketinggian .8 3 1 3 Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Memakai sepatu boot .Kerugian materiil Ya 1.4 1 3 3 1 1 1 3 Operasional Tower Crane Tangga Segmen .Pasang exhaust fan jika diperlukan .13 Ya 1. RESIDUAL RISK Nilai AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a 1 b 1 axb 1 .Kematian Ya 1.Lewat tangga railing & memakai safety belt Alat komunikasi terus dipakai Arah swing dibatasi Kabin operator terlindung Punya Surat Ijin Operasi Mengikuti IK P6-K3LM-13-11 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Prosedur pengangkatan masing-masing jenis material di ikuti Komando dari bawah dengan HT atau kode manual orang 1 1 1 Lapangan Kebakaran .Petugas pompa khusus.Tempatkan BBM minimum 5m dari tempat genset .13 3 1 3 1 1 1 .Instalasi kabel selalu diperiksa sebelum digunakan .17.Pasang pagar pengaman .4.Kematian Ya 1. 10 Ya 1.Selalu diperiksa dulu pompanya sebelum dipergunakan .13 2 3 6 .Luka ringan 3 1 3 Pasang lbh dr 1.Memakai sarung tangan karet .Tangan tergores .

Obat yang digunakan sesuai dg penyakit yang dialami . Menyimpan obat-obatan dalam lemari Tersedia tenaga paramedis Tersedia obat-obatan utk P3K Menggunakan jarum suntik steril apabila melakukan penyuntikan 1 1 1 Menjaga kondisi tubuh agar selalu fit .Keracunan Obat . ruang paramedis.16 2 2 4 - Ruang klinik harus bersih dan steril Sarana yang dibutuhkan tersedia.Perkelahian Tindak kekerasan .Petugas penyemprot nyamuk menggunakan masker 1 b 1 axb 1 6 Fogging/ kegiatan penyemprotan Lapangan & Kantor Menghirup asap dari obat semprot nyamuk .l: tempat periksa.Dosis pemakaian obat sesuai dengan anjuran tenaga paramedis / dokter 1 1 1 X 1 PSHYCHO SOCIO Perbedaan pendapat/ Kesalahpahaman Lapangan .Sakit berat Ya 1.13 2 2 4 - Briefing tiap pagi Penjagaan keamanan di lapangan Meredam emosi Menjaga tidak menyinggung org lain Briefing tiap pagi Penjagaan keamanan di lapangan Perlakuan yang tdk arogan pd pekerja Meredam emosi tenaga kerja Memenuhi hak pekerja (upah) Pendekatan sosial Mendeteksi lebih dini situasi lapangan sebelum timbul gejolak 1 1 1 2 Ketidakpuasan Lapangan .4.hara .Mengosongkan area yang akan disemprot ketika akan disemprot .Luka ringan .Sakit berat .4 3 1 3 XI 1 KLINIK Mengobati Pasien Klinik .16 2 2 4 .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a .Luka ringan .Tertular penyakit .4.Kematian Ya 1.13 1 2 2 1 1 1 Disetujui oleh : Dibuat oleh : ( Ir.Kerusakan properti Ya 1.Luka berat .Luka berat .Kerusakan properti Ya 1.Obat tidak kadaluarsa .Membuat jadwal pelaksanaan fogging . Ghozy Perdana ) Kapro ( Wiyono ) Unit K3LM . a.Demo masal Huru .Bentrok Fisik .Gangguan pernafasan Ya 1.

Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .13 2 3 6 .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 . Jakarta IDENTIFIKASI BAHAYA.Tersandung material .Luka berat/meninggal Ya 1.Persero PT.Luka ringan Ya 1.Luka ringan . .13 Ya 1. PENILAIAN RISIKO DAN PENGENDALIAN RISIKO INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN Ya/ tdk a b axb a Memakai APD (helm.Jatuh dari scaffolding . Mengikuti IK P6-K3LM-13-03 2 1 2 3 Mengecat Dalam bangunan .Memakai masker 1 1 1 .Perancah roboh .13 2 3 6 2 1 2 2 Memasang Bracket & Trim Aluminium Kulit luar . . sepatu dan helm Ketika bekerja harus memakai Rope Grad Memastikan gondola terpasang dengan kuat Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja. sepatu safety.Sesak nafas .Gunakan sabuk pengaman .Jatuh dari ketinggian .Luka berat .Luka berat/meninggal 2 3 6 - Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman Memakai Safety Harness.Kematian 2 3 6 .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Hirup udara kotor / debu .Memakai helm pengaman .Jatuh dari ketinggian .Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman .Sesak nafas Ya 1. sepatu dan helm Ketika bekerja harus memakai Rope Grad Memastikan gondola terpasang dengan kuat 1 b 1 axb 1 1 Repair/Perbaikan dinding Dalam bangunan .13 2 3 6 2 1 2 .Jatuh dari ketinggian . 10 Ya 1.Luka berat/meninggal Ya 1.7 3 1 3 1 1 1 Pasang lbh dr 1.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.Luka ringan Ya 1.Luka ringan .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Memasang jaring pengaman .Jatuh dari ketinggian .4.Tersengat listrik .13 3 1 3 .Tangan kena bahan kimia .13 3 1 3 Kulit luar .Memakai sepatu kerja. sepatu dan helm 1 1 1 Kulit luar .Menghirup debu semen .Hirup udara kotor / debu . kacamata dan sarung tangan) Memakai safety harness Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman Memakai Safety Harness.Pasang lampu penerangan cukup .Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Memakai Safety Harness.5m & tepi bangunan .Kematian Ya 1.

INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL .Luka berat/meninggal Ya 1.Memastikan gondola terpasang dengan kuat Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN Ya/ tdk a b axb a b axb 4 Perapihan kusen jendela Kulit luar .Ketika bekerja harus memakai Rope Grad . sepatu dan helm Ketika bekerja harus memakai Rope Grad Memastikan gondola terpasang dengan kuat Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman Memakai Safety Harness.13 2 3 6 - Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman Memakai Safety Harness.13 2 3 6 2 1 2 Disetujui oleh : Dibuat oleh : ( Ir.Luka berat/meninggal Ya 1. Ghozy Perdana ) Kapro ( Wiyono ) Unit K3LM .Jatuh dari ketinggian .Jatuh dari ketinggian . sepatu dan helm Ketika bekerja harus memakai Rope Grad Memastikan gondola terpasang dengan kuat 2 1 2 5 Pembersihan kaca jendela Kulit luar .

P6. K3LM-01-01 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3 KONTROL TAMBAHAN SASARAN Meningkatkan kesehatan karyawan IR = 0 Meingkatkan kesehatan karyawan IR = 0 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan IR = 0 .Form.

KONTROL TAMBAHAN SASARAN .

11/M/BW/1997 PERATURAN MENTERI Peraturan Menteri Perburuhan No.05/MEN/1985 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 11 INSTRUKSI MENTERI Instruksi Menteri Tenaga Kerja No.75/MEN/2002 Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift untuk pengangkutan orang dan barang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja Pemberlakuan standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI-04-0225-2000 mengenai persyaratan umum instalasi listrik 2000 (PUIL 2000) di tempat kerja.: Per.01/MEN/1980 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.01/MEN/1981 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per. UNDANG-UNDANG RI UU No. Kep-187/MEN/1999 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.03/MEN/1999 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.Persero PT. Per. Kep.01/ MEN/1997 21 Pengadaan Kantin dan Ruang Makan Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di Udara Lingkungan Kerja .04/MEN/1980 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.SE. 3 tahun 1992 UU No. 14 tahun 1992 UU No. Kep-186/MEN/1999 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi RI No. Kep-51/MEN/1999 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.SE. Kebersihan serta Penerangan dlm Tempat Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan Syarat Syarat Pemasangan & Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan Kewajban Melapor Penyakit Akibat Kerja Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja Pesawat Angkat Dan Angkut Kualifikasi dan syarat-syarat operator keran angkat Pengawasan instalasi penyalur petir Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan kerja SURAT EDARAN Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no.03/MEN/1982 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 23 tahun 1992 LEGISLASI TEMA 1 2 3 4 Keselamatan Kerja Jaminan Sosial Tenaga Kerja Lalu Lintas Jalan Kesehatan 5 PERATURAN PEMERINTAH & KEPUTUSAN PRESIDEN Peraturan Pemerintah No.: Per.: Per. 01/Men/1979 22 Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja no. Jakarta DAFTAR LEGISLASI Yang Berkaitan Dengan Kesehatan Keselamatan Kerja NO. 1 tahun 1970 UU No.02/MEN/1989 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.05/MEN/1996 Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Syarat Kesehatan.01/MEN/1989 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.7 tahun 1964 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: 14 tahun 1993 KEPUTUSAN MENTERI Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja 6 7 8 9 10 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per. Ins.: Per.

kelembaban. n.K3LM-15-10 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi 3 EVALUASI PENERAPAN LEGISLASI Yaag Berkaitan Dengan Kesehatan Keselamtan Kerja No. 1 tahun 1970 Deskripsi Legislasi Keselamatan Kerja BAB III Syarat-Syarat Keselamatan Kerja Pasal 3 Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamata kerja untuk . hembusan angin. perlakuan dan penyimpanan barang q. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja. peracunan. mengurangi dan memadamkan kebakaran c. p. Mnecegah terkena aliran listrik yang berbahaya √ HIRARC dan OTP Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 1 . Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang.P6. debu. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium Form. uap. Legislasi UU No. cuaca. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan d. kotoran. Mencegah. gas. kesehatan dan ketertiban m. Mencegah dan mengurangi kecelakaan b. binatang. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya e. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup l. h. o. a. tanaman atau barang. cara dan proses kerjanya. alat kerja. Memberi pertolongan pertama pada kecelakaan f. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis. lingkungan. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai j. UNDANG-UNDANG RI Legislasi No. asap.Persero PT. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarl uasnya suhu. infeksi dan penularan. suara dan getaran. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang cukup k. Memelihara kebersihan. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. sinar atau radiasi. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja g. i.

Dengan peraturan perundangan dapat di ubah perincian tersebut dalam ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. perlengkapan alat-alat perlindungan. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang akan diberikan padanya. pemasangan. pemeliharaan dan penyimpanan bahan. 2. secara berkala pada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur. Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan. Briefing pagi/safety morning Penyediaan APD bagi pekerja . barang. produk teknis. Semua pengamanan dan alat . Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur. Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian tersebut dalam ayat (1) dan (2) . Pengurus diwajibkan memeriksakan semua tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya. pengepakan atau pembungkusan. Pasal 8 1. √ Penyediaan APD MSDS Kompartemen / gudang penyimpanan bahan/ material √ Pemeriksaan dari Jamsostek √ Induksi. Pembinaan Pasal 9 1. 2. pembuatan pengankutan. teknik dan teknologi serta pendapatan-pendapatan baru dikemudian hari. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. Legislasi Deskripsi Legislasi r. penggunaan. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pasal 4 1.kondisi dan bahaya . pengujian dan pengesahan. kondisi . perdagangan. barang. jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi. pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan. Pengurus diwajibkan memeriksakan kesehatan badan. 3. Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang : a. pengolahan dan pembuatan . 3. Bab V.bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya.alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya. keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum. produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan menaati syarat-syarat keselamatan tersebut.No. 2. peredaran. pemakaian. b. Legislasi No. Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan. bahan. atau aparat produksi guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri.

2. Legislasi Deskripsi Legislasi c. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pengadaan P3K dan klinik Pemenuhan legislasi √ Laporan tahap awal √ Pengadaan APD bagi pekerja √ Induksi & Inspeksi oleh security . c. d.syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.No. pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri tenaga Kerja. Tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan oleh pegawai termaksud dalam ayat (1) di atur dengan peraturan perundangan. Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah memahami syarat . Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya. Memenuhi dan menaati semua syarat . Pengurus diwajibkan memenuhi dan menaati semua syarat -syarat dan ketentuan . 4.ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan. dalam pencegahan kebakaran dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. e. BAB VII Kecelakaan Pasal 11 1. diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan.alat pelindung diri yang diwajibkan. BAB IX Kewajiban Bila Memasuki Tempat Kerja Pasal 13 Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja.alat pelindung diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas -batas yang masih dapat dipertanggung-jawabkan. b.syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. Alat . 3.syarat tsb di atas.alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. Legislasi No. Memakai alat . Cara . 2.cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaan. d. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat . Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawasan atau ahli keselamatan kerja. BAB VIII Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja Pasal 12 Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk : a. Meminta para pengurus agar dilaksanakan semua syarat .

semua alat perlindungan diri yang di wajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut. Legislasi No. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) √ Papan informasi & Rambu-rambu K3LM Pengadaan APD 2. sehelai Undang -undang ini dan semua peraturan pelaksanaanya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan. pada tempattempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya. Legislasi Deskripsi Legislasi BAB X Kewajiban Pengurus Pasal 14 Pengurus diwajibkan . Menyediakan secara cuma-cuma.No. pada tempat . Pasal 8 point 1 tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan kerja Pasal 10 point 1 pengusaha wajib melaporkan kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja kepada kantor departemen tenaga kerja dan Badan Penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam point 2 pengusaha wajib melaporkan kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sembuh.tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli kesehatan kerja. 3 tahun 1992 Jaminan Sosial Tenaga Kerja Pasal 3 point 2 setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja Pasal 4 point 1 program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud pasal 3 wajib dilakukan oleh setiap perusahaan bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan didalam hubungan kerja sesuai dengan ketentuan undang-undang ini. cacad atau meninggal dunia. UU No. c. a. b. semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. √ Pendaftaran Jamsostek √ No Pendaftaran √ √ Laporan awal kecelakaan √ . disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli-ahli keselamatan kerja. semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya.

Setiap tempat atau sarana pelayanan umum wajib memelihara dan meningkatkan lingkungan yang sehat sesuai dengan standar dan persyaratan. pengendalian faktor penyakit. 3. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) point 3 pengusaha wajib mengurus tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja kepada badan penyelenggara sampai memperoleh hak-haknya. 3. pengamanan limbah padat. limbah cair. radiasi dan kebisingan. UU No. pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat kesehatan kerja. Kesehatan lingkungan dilaksanakan terhadap tempat umum. Kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat. 23 tahun 1992 Lalu Lintas Jalan Kesehatan Kesehatan Lingkungan Pasal 22 1. √ √ √ √ 3. 4. dan penyehatan atau pengamanan lainnya. limbah gas. 4. No. 14 tahun 1992 UU No. Kesehatan Kerja Pasal 23 1. angkutan umum dan lingkungan lainnya. cacad atau meninggal dunia. Kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas yang optimal 2. daftar upah beserta perubahan-perubahan dan daftar kecelakaan kerja di perusahaan atau bagian perusahaan yang berdiri sendiri. √ √ Pengukuran parameter pencemar √ Pengadaa Klinik & Prasarana olah raga bagi karyawan .No. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara. Legislasi pengusaha wajib melaporkan kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan Legislasi penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah tenaga kerja yang Deskripsi Legislasi tertimpa kecelakaan oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sembuh. Pasal 16 tenaga kerja. lingkungan pemukiman. Setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja. suami atau istri dan anak berhak memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan Pasal 17 pengusaha dan tenaga kerja wajib ikut serta dalam program jaminan sosial tenga kerja Pasal 18 pengusaha wajib memiliki daftar tenaga kerja beserta keluarganya. Kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja. 2. lingkungan kerja.

dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam setelah ada hasil diagnosis dari dokter periksa. pasal 5 point 1 Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 wajib mendaftarkan perusahaan dan tenaga kerjanya sebagai peserta program jaminan sosial tenaga kerja pada badan penyelenggara dengan mengisi formulir yang disediakan oleh badan penyelenggara.No. PERATURAN PEMERINTAH & KEPUTUSAN PRESIDEN Peraturan Pemerintah No. atau membayar upah minimal Rp. point 2 Pengusaha wajib melaporkan setiap kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerjanya kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggaraan setempat/terdekat sebagai laporan kecelakaan tahap I. pasal 18 point 1 Pengusaha wajib memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan bagi tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan.000. jaminan kematian. 1. dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam terhitung terjadinya kecelakaan. √ KEPUTUSAN MENTERI .: 14 tahun 1993 Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja pasal 2 point 1 Program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini. wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. jaminan hari tua b. Legislasi No. jaminan berupa uang yang meliputi : jaminan kecelakaan kerja. √ Kerjasama dengan Jamsostek P3K √ √ √ √ Laporan awal pasal 19 Pengusaha wajib melaporkan penyakit yang timbul karena hubungan kerja. Legislasi Deskripsi Legislasi Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 5. jaminan berupa pelayanan yaitu jaminan pemeliharaan kesehatan.000 sebulan. terdiri: a. Pasal 2 point 3 Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih.

No. stabilitas dan reaktivitas bahan. PARAGRAF 1 MESIN DAN KAMAR MESIN Pasal 5 (1) Mesin dan konstruksinya harus memenuhi Standar Nasional Indonesia yang berlaku (2) Apabila lift akan bergerak. tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). identifikasi bahaya. identitas bahan dan perusahaan. Kep-187/MEN/1999 Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya Pasal 4 (1) Lembar data keselamatan bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan tentang: a. (2) Kapasitas angkut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus sesuai dengan kapasitas angkut yang dinyatakan dalam ijin pemakaian lift. c. Legislasi Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. f. sifat fisik dan kimia. i. tindakan mengatasi kebocoran dan tumpahan. j. BAGIAN 2 BAGIAN-BAGIAN LIFT DAN PEMASANGANNYA Pasal 4 (1) Bagian-bagian lift harus kuat. √ Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pemasangan rambu √ √ 7 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. g. aman dan memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja.03/MEN/1999 Deskripsi Legislasi Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift untuk pengangkutan orang dan barang BAB II Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift BAGIAN 1 UMUM Pasal 3 (1) Kapasitas angkut lift harus dicantumkan dan dipasang dalam kereta serta dinyatakan dalam jumlah orang dan atau jumlah bobot muatan yang diangkut dalam kilogram (kg). 6 Legislasi No. tindakan penanggulangan kebakaran. h. pengendalian pemajanan dan alat pelindung diri. √ MSDS . d. b. penyimpanan dan penanganan bahan. komposisi bahan. tidak cacat. (3) Mesin harus dilengkapi dengan rem yang bekerja dengan tenaga pegas. (3) Penetapan jumlah orang yang dapat diangkut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan Standar Nasional Indonesia yang berlaku. Per. e. rem membuka dengan tenaga magnet listrik dan harus dapat memberhentikan mesin secara otomatis dan pada saat arus listrik putus.

e. n. instruksi tumpahan atau bocoran. g. instruksi dalam hal terkena atau terpapar. pengangkutan bahan. f. d. instruksi pengisian dan penyimpanan. nama. Kep-51/MEN/1999 Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja Pasal 3 (1) NAB kebisingan ditetapkan sebesar 85 desi Bell A (dBA). cairan sangat mudah terbakar. l. cairan mudah terbakar. bahan mudah meledak. h. tanda bahaya dan artinya. j. bahan reaktif. e. bahan beracun. i. tindakan pencegahan. h. informasi toksikologi. uraian resiko dan penanggulangannya. o. Legislasi Deskripsi Legislasi k. m. referensi. Legislasi No. pembuangan limbah. f. Pasal 9 Kriteria bahan kimia berbahaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (3) terdiri dari: a.No. c. √ . Pasal 5 Label sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan mengenai: a. bahan sangat beracun. Pasal 6 Lembar data keselamatan Bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 dan Label sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 diletakkan di tempat yang mudah diketahui oleh tenaga kerja dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan. instruksi kebakaran. bahan oksidator. √ √ Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) √ Papan informasi 8 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. g. c. identifikasi bahaya. waktu pemajanan ditetapkan sebagaimana tercantum dalam lampiran II. b. informasi peraturan perundang-undangan yang berlaku. p. informasi lain yang diperlukan. gas mudah terbakar. nama produk. (2) Kebisingan yang melampaui NAB. alamat dan nomor telepon pabrik pembuat atau distributor. b. informasi ekologi. k. d.

pemadam kebakaran dan sarana evakuasi.No. prosedur dalam menghadapi keadaan darurat bahaya kebakaran. bagi tempat kerja yang mempekerjakan lebih dari 50 (lima puluh) orang tenaga kerja dan atau tempat kerja yang berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat. Legislasi No. pemadam kebakaran dan sarana evakuasi serta pengendalian penyebaran asap.75/MEN/2002 . Kep-186/MEN/1999 Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja Pasal 2 (1) Pengurus atau pengusaha wajib mencegah. pemasangan. penyediaan sarana deteksi. (4) Buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf f. d. SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja. Status Kesesuaian Ya (100%) √ Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 9 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. panas dan gas. b. pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik di tempat kerja harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) No. pengendalian setiap bentuk energi. pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Pemberlakuan standar Nasional Indonesia (SNI) No. c. mengurangi dan memadamkan kebakaran. informasi tentang sumber potensi bahaya kebakaran dan cara pencegahannya. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi RI No. Kep. jenis. alarm. panas dan gas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. pengendalian penyebaran asap. memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran. prosedur pelaksanaan pekerjaan berkaitan dengan pencegahan bahaya kebakaran. mengurangi dan memadamkan kebakaran di tempat kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. e. SNI-04-0225-2000 mengenai persyaratan umum instalasi listrik 2000 (PUIL 2000) di tempat kerja Pasal 2 (1) Perencanaan. d. √ √ Training ERP 10. waktu pemajanan ditetapkan sebagaimana tercantum dalam lampiran III. b. penyediaan sarana deteksi. penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala f. penggunaan. latihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja (2) Kewajiban mencegah. alarm. cara pemeliharaan dan penggunaan sarana proteksi kebakaran di tempat kerja. huruf b dan huruf c dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. memuat antara lain: a. Legislasi Deskripsi Legislasi Pasal 4 (1) NAB getaran alat kerja yang kontak langsung maupun tidak langsung pada lengan dan tangan tenaga kerja ditetapkan sebesar 4 meter per detik kuadrat (m/det2) (2) Getaran yang melampaui NAB. c. (3) Pengendalian setiap bentuk energi.

panas. SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja. Sumber ignition Perhatikan potensi apa saja yang dapat menjadi sumber pemicu kebakaran dan perhatikan apakah alat pengaman yang diperlukan telah sesuai. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pasal 3 Pengawasan terhadap pelaksanaan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. apakah ada petunjuk arah. SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja. 11/M/BW/1997 Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran Pemeriksaan dan Pengujian: 1. Apakah ada prosedur keselamatan kerja dan dilaksanakan dengan benar. SNI 04-02252000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja dilakukan oleh Pegawai Pengawas atau Ahli Keselamatan Kerja Spesialis Bidang Listrik √ 11 INSTRUKSI MENTERI Instruksi Menteri Tenaga Kerja No.No. Alat pemadam api ringan . asap apakah telah ada upaya untuk mengendalikannya. Ins. Kenali sifat fisik dan sifat-sifat kimianya apakah mengandung potensi mudah terbakar atau meledak. wajib disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. Legislasi Deskripsi Legislasi (2) Pengurus bertanggungjawab terhadap ditaatinya dan wajib melaksanakan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. panjang jarak tempuh mencapai pintu ke luar tidak melebihi 36 meter untuk resiko ringan. pintu keluar atau tangga darurat. Klasifikasi Umum Klasifikasi jenis hunian akan menentukan persyaratan standar teknik sistem proteksi kebakaran yang harus diterapkan 2. Kapan diadakan pemeriksaan terakhir dan apakah syarat-syarat yang diberikan telah dilaksanakan. Apakah ada rintangan yang dapat mengganggu. Bahan-bahan yang mudah terbakar /meledak Perhatikan jenis-jenis bahan yang diolah. apakah ada penerangan darurat. (3) Instalasi Listrik yang telah terpasang sebelum diberlakukannya Keputusan ini. 3. dikerjakan atau disimpan. Kompartemen Amati keadaan lingkungan tempat kerja terhadap masalah penyebaran api. Legislasi No. 4. Pintu darurat Amati jalur evakuasi. √ 6. 5. 30 meter untuk resiko sedang dan 24 meter untuk resiko berat.

Halaman harus bersih. Instalasi Hydran dan Springkler 9. untuk keperluan air (riolering) harus cukup saluran yang kuat dan bersih 4. sampah dan terbuang lainnya harus terkumpul pada suatu tempat yang rapi dan tertutup. point 6 jumlah kakus sebagai berikut 1-15 buruh =1 kakus 16-30 buruh = 2 kakus 31-45 buruh = 3 kakus 46-60 buruh = 4 kakus 61-80 buruh = 5 kakus 81-100 buruh = 5 kakus dan selanjutnya untuk tiap 100 orang 6 kakus pasal 8 dapur. Legislasi Deskripsi Legislasi Apakah alat pemadam api ringan telah sesuai jenis dan cukup jumlahnya. saluran air yang melintasi halaman harus tertutup 5. 8. Apakah penempatannya mudah dilihat dan mudah dijangkau serta mudah untuk diambil. Kebersihan serta Penerangan dlm Tempat Kerja 1. Apakah telah dipasang penandaan zone alarm. 7. tempat pengumpulan sampah tidak boleh menjadi sarang lalat atau binatang serangga yang lain. 6. 7. pasal 6 point 1 kakus-kakus yang terbuat dari bahan yang kuat harus disediakan untuk kaum buruh. teratur.7 tahun 1964 Syarat Kesehatan.No. √ diangkut setiap hari Diberi tutup √ √ Belum mencukupi karena keterbatasan lahan √ . Apakah semua perlengkapan dan indikator bekerja dengan baik. Instalasi Khusus Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 12 PERATURAN MENTERI Peraturan Menteri Perburuhan No. Periksa pula masa efektif bahan pemadamnya serta masa uji tabungnya. Instalasi Alarm Lakukan tes fungsi perlengkapan pada panel. kamar makan dan alat keperluan makan harus selalu bersih dan rapi. pada waktunya sampah itu harus dibuang ketempat pembuangan sampah atau dibakar pada tempat yang aman. Legislasi No. rata dan tidak becek dan cukup luas untuk kemungkinan perluasan 2. jalanan dihalaman tidak boleh berdebu 3.

01/MEN/1980 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan pasal 2 Setiap pekerjaan konstruksi bangunan yang akan dilakukan wajib dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk.No. menyisihkan barang besar. peledakan. penyakit akibat kerja. harus dilengkapi dengan penerangan yang cukup sesuai dengan ketentuan yang berlaku. pasal 3 point 1 pada pekerjaan konstruksi bangunan harus diusahakan pencegahan dan dikurangi terjadinya kecelakaan atau sakit akibat kerja terhadap tenaga kerjanya. bahan-bahan bangunan. tangga-tangga. lorong-lorong atau gang-gang tempat orang bekerja atau sering dilalui. tempat penyimpanan barang sedang dan kecil. ruang penerimaan dan pengiriman dengan kapal. peralatan dan alat-alat kerja tidak merintangi atau menimbulkan kecelakaan. kebakaran. Legislasi No.: Per. Status Kesesuaian Ya (100%) √ Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 13 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. alat pengangkut orang dan barang. gudang untuk menyimpan barang besar dan kasar paling sedikit memiliki kekuatan 50 Lux Point 5 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kecil secara sepintas lalu. Depnaker. pasal 6 kebersihan dan kerapihan ditempat kerja harus dijaga sehingga bahan-bahan yang berserakan. pasal 5 point 1 disetiap tempat kerja harus dilengkapi dengan sarana untuk keperluan keluar masuk dengan aman point 2 semua tempat kerja. kakus. Jamsostek dan Koordinasi keamanan √ Mengevaluasi HIRARC Membentuk unit K3LM dan dicantumkan dalam struktur organisasi HIRARC √ Jamsostek. kamar mesin. pertolongan pertama pada kecelakaan dan usaha-usaha penyelamatan pasal 4 setiap kecelakaan kerja atau kejadian yang berbahaya harus dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. Kantor Pusat √ Pembuatan akses jalan √ Pembersihan oleh mandor . √ Ijin ke Depnaker. seperti pemasangan yang kasar. Legislasi Deskripsi Legislasi Pasal 14 Point 4 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kasar seperti mengerjakan bahan-bahan kasar. point 2 sewaktu pekerjaan dimulai harus segera disusun suatu unit keselamatan dan kesehatan kerja hal tersebut harus diberitahukan kepada setiap tenaga kerja point 3 unit keselamatan kerja meliputi usaha-usaha pencegahan terhadap : kecelakaan.

surat edaran dilarang menjatuhkan benda ke bawah. dilayani dan dipelihara sedemikian rupa sehingga terjamin keselamatan pemakainya. bahan-bahan dan benda-benda tidak dilemparkan. police line √ √ . safety net. Legislasi Legislasi kebersihan dan kerapihan ditempat kerja harus dijaga sehingga bahan-bahan yang Deskripsi Legislasi berserakan. sisi-sisi tangga yang terbuka. pasal 67 √ √ Rambu. No. peralatan dan bahan yang dipergunakan pasal 25 point 1 tangga harus terdiri dari 2 kaki tangga dan sejumlah anak tangga yang dipasang pada kedua kaki tangga dengan kuat. alat-alat kerja.No. pasal 28 alat-alat angkat harus direncanakan. diluncurkan atau dijatuhkan kebawah dari tempat yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kecelakaan. pasal 44 operator mesin harus terlatih untuk pekerjaannya dan harus mengetahui peraturan keselamatan kerja pada mesin tersebut. semua galian-galian dan lubang-lubang yang berbahaya harus diberi pagar atau tutup pengamannya. peralatan dan alat-alat kerja tidak merintangi atau menimbulkan kecelakaan. pasal 7 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa peralatan perancah. dipasang. kecuali apabila pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan aman pasal 13 point 1 perancah harus diberi lantai papan yang kuat dan rapat sehingga dapat menahan dengan aman tenaga kerja. pasal 9 kebisingan dan getaran ditempat kerja tidak boleh melebihi ketentuan nilai ambang batas yang berlaku Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pembersihan oleh mandor √ Safety deck. bahan-bahan bangunan. pasal 8 semua peralatan sisi-sisi lantai yang terbuka. √ railing √ Pengukuran kebisingan dan getaran secara periodik pasal 10 orang tidak berkepentingan dilarang masuk pasal 12 perancah yang sesuai dan aman harus disediakan untuk semua pekerjaan yang tidak dapat dilakukan dengan aman oleh seseoarang yang berdiri diatas konstruksi yang kuat dan permanen. atap-atap atau panggung yang dapat dimasuki. lubang-lubang dilantai yang terbuka. pasal 31 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk melarang orang memasuki daerah lintas keran jalan untuk menghindarkan kecelakaan karena terhimpit. Papan Pengumuman √ √ √ √ rambu.

Legislasi No. mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan pasal 5 dilarang memasang atau menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang atau cacat karena karat. pasal 8 pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1.2 m dari permukaan lantai. pasal 74 setiap ujung-ujung mencuat yang membahayakan harus dilengkungkan atau dilindungi.No. pasal 14 √ √ Pemasangan rambu APAR √ √ √ √ . pasal 9 alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49◦C turun sampai minus 44 o C kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu diluar batas tersebut diatas. Legislasi Deskripsi Legislasi point 2 pinggir-pinggir dan dinding-dinding pekerjaan galian harus diberi pengaman dan penunjang yang kuat untuk menjamin keselamatan orang yang bekerja dalam lubang / parit. jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dari permukaan lantai.: Per. kecuali jenis C02 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat. pasal 99 point 1 alat-alat pelindung diri yang jenisnya disesuaikan dengan sifat pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing tenaga kerja harus disediakan dalam jumlah yang cukup. √ √ √ Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) pemotongan stek yang tidak terpakai safety harness 14 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. pasal 86 tenaga kerja yang melakukan pekerjaan diatap harus dilengkapi dengan alat pelindung diri yang sesuai untuk menjamin agar mereka tidak jatuh dari atap atau bagian-bagian atap yang rapuh.04/MEN/1980 Syarat Syarat Pemasangan & Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan pasal 3 tabung alat pemadam api ringan harus diisi sesuai dengan jenis dan konstruksinya pasal 4 point 1 setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas.

: Per.01/MEN/1981 √ √ 16 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.03/MEN/1982 Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja pasal 3 point 1 setiap tenaga kerja berhak mendapatkan pelayanan kesehatan kerja point 2 pengurus wajib memberikan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi Pesawat Angkat Dan Angkut pasal 2 bahan konstruksi serta perlengkapan pesawat angkat dan angkut harus cukup kuat.05/MEN/1985 √ √ √ √ . pasal 7 baut pengikat yang dipergunakan peralatan angkat harus memiliki kelebihan ulir sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang. Kewajban Melapor Penyakit Akibat Kerja pasal 2 point 1 apabila dalam pemeriksaan kesehatan bekerja dan pemeriksaan kesehatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi No Per 02/MEN 1980 ditemukan penyakit kerja yang diderita oleh tenaga kerja. tidak cacat dan memenuhi syarat. pasal 4 setiap pesawat angkat dan angkut harus dilayani oleh operator yang mempunyai kemampuan dan telah memiliki keterampilan khusus tentang pesawat angkat dan angkut. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Instruksi Kerja 15 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. √ Bekerjasama dgn RSAL Mintohardjo 17 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi petunjuk cara-cara pemakaian alat pemadam api ringan harus dapat dibaca dengan jelas. pengurus dan badan yang ditunjuk wajib melaporkan secara tertulis kepada kantor Direktorat Jendral Pembinaan Hubungan Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja setempat.No. jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. pasal 3 point 1 beban maksimum yang diijinkan dari pesawat angkat dan angkut ditulis pada bagian yang mudah dilihat dan dibaca dengan jelas.: Per.: Per. pasal 3 point 1 laporan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat 1 dilakukan dalam waktu paling lama 2X24 jam setelah penyakit tersebut didiagnosa.

: Per. cerobong.02/MEN/1989 Pengawasan instalasi penyalur petir BAB II RUANG LINGKUP Pasal 9 (1) Tempat kerja sebagaimana dimaksud pasal 8 yang perlu dipasang instalasi penyalur petir antara lain: a. monumen dan lain-lain. gedung pertunjukan. pasal 101 semua perlengkapan pesawat angkutan diatas landasan dan diatas permukaan sebelum digunakan harus diperikasa terlebih dahulu oleh operator. dibuat dengan angka keamanan sekurang-kurangnya . gudang penyimpanan bahan peledak dan lain-lain c. √ Pemasangan instalasi penangkal petir di TC . Legislasi Legislasi baut pengikat yang dipergunakanDeskripsi Legislasiharus memiliki kelebihan ulir peralatan angkat sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang. alat .alat pengaman dan alat-alat perlengkapan lainnya yang terkait dengan bekerjanya keran angkat yang dilayaninya. stasiun. dikonstruksikan dari baja b. hotel.No. jika muatan dihentikan pasal 42 point 2 operator dan tenaga kerja harus menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan bahaya yang dihadapi. b.8 untuk baja tuang .: Per. pasal 33 peralatan angkat listrik harus a. dan lain-lain. diolah atau digunakan bahan yang mudah meledak atau terbakar seperti pabrik-pabrik amunisi. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) √ √ Pemakaian Helm dan Sepatu √ Check list 18 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.5 untuk baja konstruksi atau baja tempa . √ 19 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. silo. bangunan yang terpencil atau tinggi dan lebih tinggi dari pada bangunan sekitarnya seperti: menara-menara. Bangunan dimana disimpan. antena pemancar. No. pasar. bangunan untuk kepentingan umum seperi: tempat ibadah.01/MEN/1989 Kualifikasi dan syarat-syarat operator keran angkat pasal 10 point 1 operator dilarang meninggalkan tempat pelayanan selama keran angkat dioperasikan point 2 melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi atau kemampuan kerja serta merawat keran angkat.dilengkapi dengan rem otomatis yang mampu menahan muatan. sekolah. rumah sakit.

tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.SE. √ 21 SURAT EDARAN Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Daerah-daerah terbuka seperti: daerah perkebunan. Legislasi No. kebakaran. merencanakan pemenuhan kebijakan. Stadion Olah Raga dan tempat-tempat lainnya. √ Pengadaan Kantin di bedeng pekerja . e.Waskita Karya HIRARC √ √ c. khususnya dalam bidang ketenagakerjaan sebagaimana yang diarahkan oleh Garis Besar Haluan Negara. menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan. pasal 5 point 1 untuk membuktikan penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4.05/MEN/1996 Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan kerja pasal 3 point 1 Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan. tempat penyimpanan arsip dan lain-lain. memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. pencemaran dan penyakit akibat kerja wajib menerapkan SMK3. d. meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. perpustakaan.: Per. Padang Golf. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 20 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kebijakan K3LM PT. Legislasi Deskripsi Legislasi d. tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja. perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. e. mengukur.No. mutukehidupan tenaga kerja yang erat bertalian dengan tingkat produktivitas kerjanya perlu secara terus menerus ditingkatkan. pasal 4 point 1 dalam penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 3. perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh menteri. 01/Men/1979 Pengadaan Kantin dan Ruang Makan Sebagaimana pelaksanaan kebijakan Pembangunan. menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan sistem manajemen K3 b. Bangunan untuk menyimpan barang-barang yang sukar diganti seperti:musemum.

Legislasi Deskripsi Legislasi Salah satu usaha guna meningkatkan mutu kehidupan tenaga kerja tersebut adalah penyerasian setiap tenaga kerja dalam pekerjaannya sebagai suatu aspek terpadu dalam ruang lingkup hygiene perusahaan dan kesehatan kerja. Atas dasar kemanfaatan gizi kerja bagi pembangunan. apresiasi terhadap gizi kerja oleh masyarakat pada umumnya dan masyarakat industri/perusahaan pada khususnya merupakan sandaran utama bagi kemantapan upaya dalam memperbaiki kondisi tenaga kerja. Usaha pengembangan hygiene perusahaan dan kesehatan kerja termasuk gizi kerja sejalan dengan tugas pemerintah untuk membina perlindungan kerja sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. hendaknya harga makanan dan minuman diusahakan secara layak sesuai dengan kemampuan perusahaan dan daya beli dari buruh yang bersangkutan serta selalu diusahakan agar nilai gizi makanan tetap mendapat perhatian yang utama. Sebagai pedoman dalam pelaksanaan kedua anjuran tersebut diatas. maka diharapkan agar perusahaan-perusahaan berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan penerapan gizi kerja yang antara lain pengadaan kanatin dan ruang tempat makan di perusahaan-perusahaan atau tempat kerja. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) . Legislasi No. 7 tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan. Dalam hal perusahaan tersebut menyediakan kantin. Disadari sepenuhnya. pemerintah dalam hal ini Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengambil kebijaksanaan untuk menganjurkan kepada: 1. Lebih lanjut. perusahaan-perusahaan yang bersangkutan hendaknya memperhatikan ketentuanketentuan sebagai dimaksud dalam Peraturan Menteri Perburuhan No. Semua perusahaan yang mempekerjakan buruh antara 0 sampai 200 orang supaya menyediakan ruang tempat makan di perusahaan yang bersangkutan. bahwa untuk bekera gizi kerja memegang peranan penting untuk efisiensi dan produktifitas kerja yang memadai. Semua perusahaan yang mempekerjakan buruh lebih dari 200 orang supaya menyediakan kantin di perusahaan yang bersangkutan Apabila suatu perusahaan yang jumlah tenaga kerjanya kurang dari ketentuan dalam anjuran seperti tersebut di atas. 14 tahun 1969 tentang Ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja. melalui perbaikan gizi untuk mendukung perbaikan produktifitas kerja. Gizi kerja sebagaimana hygiene perusahaan dan kesehatan pada umumnya bertujuan meningkatkan produktifitas dan daya kerja tenaga kerja. maka perhatian dan kesadaran perusahaan tersebut sangat dihargai. Kebersihan serta Penerangan tempat kerja.No. Dalam rangka mencapai tujuan ini. tetapi juga mengadakan ruang/tempat makan atau kantin. 2. khususnya ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam pasal 8 yang isinya dimuat dalam Lampiran Surat Edaran ini. sebab dengan begitu perusahaan-perusahaan tersebut lebih membantu pengembangan gizi kerja yang manfaatnya akan lebih dirasakan lagi bagi pembangunan secara keseluruhan.

April 2007 Mengetahui Dibuat oleh. Legislasi No. Dengan berlakunya Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja ini.SE.01/ MEN/1997 Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di Udara Lingkungan Kerja Telah diketahui dan dimaklumi bahwa bahan-bahan dan peralatan kerja disatu pihak mutlak diperlukan bagi pembangunan demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa. maka para pengusahaagar selalu mengendalikan lingkungan kerja secara teknis sehingga kadar bahan-bhan kimia di udara lingkungan kerja tidak melampaui Nilai Ambang Batas (NAB) seperti yagn tercantum pada lampiran Surat Edaran ini. (Ir. Mengingat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 belum lengkap peraturan pelaksanaannya serta menimbang bahwa Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor Kimia yang ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Koperasi Nomor SE-02/Men/1978 dinilai telah tidak sesuai lagi dengan kemajuan dan perkembangan teknologi masa kini. maka dipandang perlu untuk melakukan kemajuan kembali dan penyempurnaan NAB Faktor Kimia dalam SE-02/Men/1978 tersebut. agar benar-benar memberikan manfaat dalam mencapai tujuannya.No. Untuk maksud tersebut di atas. kesehatan dan kenyamanan kerja serta gangguan pencemaran lingkungan Guna mengantisipasi dampak negatif yang kemungkinan terjadi di lingkungan kerja perlu dilakukan upaya-upaya pengamanan guna meningkatkan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan tenaga kerja.12 % Jakarta. namun di pihak lain dapat memberikan akibat-akibat negatif seperti gangguan keselamatan. Ghozy Perdana) Kepala Proyek (Wiyono) Safety Officer . √ Pengukuran Udara (73x100%) + (9x 50%) + (4x0%) 86 = 90. Legislasi Deskripsi Legislasi Aparatur Hygiene Perusahaan dan Kesehatan kerja dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan membantu pengusaha dalam pengembangan gizi kerja pada umumnya dan pembinaan kantin-kantin dan ruang makan pada khususnya. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 22 Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja no. maka Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Koperasi Nomor SE-02/Men/1978 dinyatakan tidak berlaku lagi.

No. Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) .

Keterangan (Tindak Lanjut) 83 0.79 HIRARC dan OTP 82 83 0.81 0.78 .

Briefing pagi/safety morning Penyediaan APD bagi pekerja .Keterangan (Tindak Lanjut) Penyediaan APD MSDS Kompartemen / gudang penyimpanan bahan/ material Pemeriksaan dari Jamsostek Induksi.

8 Induksi & Inspeksi oleh security .Keterangan (Tindak Lanjut) Pengadaan P3K dan klinik Pemenuhan legislasi Laporan tahap awal Pengadaan APD bagi pekerja 0.

Keterangan (Tindak Lanjut) Papan informasi & Rambu-rambu K3LM Pengadaan APD Pendaftaran Jamsostek No Pendaftaran Laporan awal kecelakaan .

Keterangan (Tindak Lanjut) Pengukuran parameter pencemar Pengadaa Klinik & Prasarana olah raga bagi karyawan .

Keterangan (Tindak Lanjut) Kerjasama dengan Jamsostek P3K Laporan awal .

Keterangan (Tindak Lanjut) Pemasangan rambu MSDS .

Keterangan (Tindak Lanjut) Papan informasi .

Keterangan (Tindak Lanjut) Training ERP .

Keterangan (Tindak Lanjut) .

Keterangan (Tindak Lanjut) diangkut setiap hari Diberi tutup Belum mencukupi karena keterbatasan lahan .

Depnaker. Jamsostek dan Koordinasi keamanan Mengevaluasi HIRARC Membentuk unit K3LM dan dicantumkan dalam struktur organisasi HIRARC Jamsostek.Keterangan (Tindak Lanjut) Ijin ke Depnaker. Kantor Pusat Pembuatan akses jalan Pembersihan oleh mandor .

Papan Pengumuman rambu. safety net. surat edaran dilarang menjatuhkan benda ke bawah.Keterangan (Tindak Lanjut) Pembersihan oleh mandor Safety deck. railing Pengukuran kebisingan dan getaran secara periodik Rambu. police line .

Keterangan (Tindak Lanjut) pemotongan stek yang tidak terpakai safety harness Pemasangan rambu APAR .

Keterangan (Tindak Lanjut) Instruksi Kerja Bekerjasama dgn RSAL Mintohardjo .

Keterangan (Tindak Lanjut) Pemakaian Helm dan Sepatu Check list Pemasangan instalasi penangkal petir di TC .

Keterangan (Tindak Lanjut) Kebijakan K3LM PT.Waskita Karya HIRARC Pengadaan Kantin di bedeng pekerja .

Keterangan (Tindak Lanjut) .

Keterangan (Tindak Lanjut) Pengukuran Udara .

Keterangan (Tindak Lanjut) .

P6-K3LM-13-08 IK.P6-K3LM-08-08 IK.P6-K3LM-13-05 IK.P6-K3LM-13-11 IK.P6-K3LM-04-05 IK.P6-K3LM-13-12 IK.P6-K3LM-13-03 IK.P6-WK-K3LM-15-03 IK.P6-K3LM-04-02 IK.P6-K3LM-08-11 IK.P6-K3LM-13-16 IK.P6-K3LM-08-06 IK.P6-K3LM-13-17 IK.P6-WK-K3LM-12-01 IK.P6-WK-K3LM-15-04 Uraian Dokumentasi Distribusi & Penerapan Instruksi Kerja Pemberian Nomor Kopi Dokumen Pembuatan & Distribusi IK Spesifik Pendistribusian IK Perkakas Tangan Akses Kerja Perancah ( Scafolding ) House Keeping Catering Tangga Pengoperasian Kendaraan Bermotor Hoist Gondola Fasilitas Umum Tangga Kerja Ergonomi APD Penimpanan Material Berbahaya Penanganan Bahan Yang Mudah Meledak Tangki Bahan Bakar Penanganan Material Berbahaya Isolasi Energi(Lockout/Tagout) Ijin Kerja Pek.P6-K3LM-13-10 IK.P6-K3LM-13-02 IK. Yang Berhubungan Dengan Instalasi Listrik Bekerja Berhubungan Dengan Gas Beracun Bekerja Diruang Terbatas Bekerja Di Daerah Padat Lalu Lintas Bekerja Di Ketinggian Pengangkutan Beban Secara Manual Penggalian Pembongkaran Bangunan Pengelasan Pengoperasian TC Pengoperasian Crane Pengoperasian Peralatan Berat Mekanis Pekerjaan Atap Pemotongan Penggerindaan Bekerja Di Air Plant dan Camp Area Pengendalian Kebisingan Di Tempat Kerja Penggunaan APAR P3K Pencegahan Bahaya Kebakaran Verifikasi Sertifikat Kalibrasi Alat Ukur Waterpass Verifikasi Keandalan Kalibrasi Timbangan AMP Penyimpanan dan Perawatan Alat Ukur Optik Verifikasi Kelaikan Alat Ukur Total Station Verifikasi Kelaikan Alat Ukur EDM Koreksi Alat Ukur Theodolite Pengukuran Pencahayaan dg Alat Ukur Light Meter Pengukuran Kebisingan Pengukuran Kelembaban & Temperature .P6-WK-K3LM-15-02 IK.P6-K3LM-08-03 IK.P6-K3LM-13-09 IK.P6-WK-K3LM-12-02 IK.P6-K3LM-08-07 IK.P6-K3LM-08-02 IK.P6-K3LM-08-10 IK.P6-K3LM-08-05 IK.P6-WK-K3LM-15-03 IK.P6-K3LM-13-19 IK.P6-K3LM-13-04 IK.P6-K3LM-13-18 IK.P6-K3LM-13-13 IK.P6-K3LM-14-02 IK.P6-K3LM-04-01 IK.P6-WK-K3LM-15-05 IK.P6-K3LM-13-15 IK.DAFTAR INSTRUKSI KERJA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Kode IK.P6-K3LM-08-12 IK.P6-K3LM-08-01 IK.P6-WK-K3LM-15-06 IK.P6-K3LM-13-06 IK.P6-WK-K3LM-15-04 IK.P6-WK-K3LM-15-02 IK.P6-K3LM-04-03 IK.P6-K3LM-13-20 IK.P6-K3LM-13-07 IK.P6-WK-K3LM-12-04 IK.P6-K3LM-04-04 IK.P6-K3LM-08-09 IK.P6-WK-K3LM-12-03 IK.P6-K3LM-08-04 IK.P6-WK-K3LM-15-01 IK.P6-WK-K3LM-12-05 IK.P6-K3LM-14-01 IK.P6-K3LM-14-03 IK.P6-K3LM-13-01 IK.P6-K3LM-08-13 IK.

.

sisa toner & kaleng bekas baygon/pewangi ruangan Dampak Pencemaran Tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 3.7) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Pemakaian listrik Pemborosan pemakaian sumber energi tak terbarukan N Y (6) 3 1 3 P Pemakaian air Pemborosan pemakaian sumber daya air N Y (6) 3 1 3 P Aktivitas MCK Pembuangan limbah cair Pencemaran tanah N Y ( 20) 3 2 6 P Pencemaran air Estetika Vektor penyakit N N N Y ( 21. Keet Direksi dan Keet Subkontraktor Kegiatan Aktivitas Kantor Aspek Pembuangan sampah kertas. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium. 1. Tahapan/Lokasi Kontruksi / Keet Waskita.5) Y ( 28) Y ( 6) 3 2 3 2 1 2 6 2 6 P p P . plastik.Persero PT. Jakarta Identifikasi Aspek Lingkungan dan Evaluasi Dampak Lingkungan No.

Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Pemakaian air Dampak Pemborosan pemakaian sumber daya air Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y (6) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Kebersihan MCK Estetika N Y ( 28) 2 1 2 P Bau N Y ( 12) 3 1 3 P Aktivitas dapur Pembuangan limbah cair dari pencucian Pencemaran air N Y ( 21.No.5) 3 1 3 P Vektor penyakit N Y (6) 3 2 6 P . bungkus dan sisa makanan) Pencemaran tanah N Y ( 1) 3 1 3 P Pencemaran air N Y ( 21.5) 3 2 6 P Pencemaran tanah Vektor Penyakit N N Y ( 20) Y (6) 3 3 2 2 6 6 P P Pembuangan sampah padat (plastik/kaleng bekas.

3) 2 3 6 P Pencemaran udara AB Y ( 18.27) 3 2 6 P Bau AB Y ( 12) 3 1 3 P Kebakaran D Y (6) 1 3 3 P Administrasi gudang Pembuangan sampah padat (plastik dan kertas) Pencemaran tanah N Y (1) 3 1 3 P Penyimpanan bahan bakar Tetesan dan tumpahan bahan bakar Pencemaran tanah AB Y ( 7.3) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Pencemaran air AB Y ( 21. Tahapan/Lokasi Konstruksi / Gudang Waskita Kegiatan Penyimpanan bahan kimia dan B3 Aspek Tumpahan dan tetesan bahan kimia Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 7.No.5.3) 2 3 6 P . 2.

No.3) 2 3 6 P . oli.27) 3 1 3 P Bau AB Y ( 12) 3 1 3 P Kebakaran D Y (6) 1 3 3 P 3. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 21.5) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Pencemaran udara AB Y ( 18. Konstruksi / Ruang Mekanik Administrasi mekanik Pembuangan sampah padat (plastik dan kertas) Pencemaran tanah N Y ( 1) 3 1 3 P Penyimpanan bahan B3 Ledakan dan kebakaran D Y ( 7) 1 3 3 P Perbaikan peralatan Tumpahan bahan kimia (bensin. solar grease) Pencemaran tanah AB Y ( 7.

Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 21.3) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Kebakaran 4.5.No. Konstruksi / Lapangan Workshop kayu Pembuangan sampah padat (sisa kayu) Pencemaran Tanah AB N Y (6) Y ( 1) 1 3 3 1 3 3 P P Pencemaran Air N Y ( 21.5) 3 1 3 P Kenyamanan N Y (6) 3 1 3 P Estetika N Y (6) 3 1 3 P Serbuk pemotongan kayu Pencemaran udara N Y ( 27) 3 1 3 P Pemotongan kayu Kebisingan N Y ( 19) 3 2 6 P Getaran N Y ( 11) 3 1 3 P .

3) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Pencemaran air N Y ( 21.No.3) Y ( 21.5) 3 3 1 1 3 3 P P Operasional Tower Crane Pengangkatan beban Kerusakan bangunan N Y (6) 1 2 2 TP Perbaikan Tower Crane Tumpahan oli dan gemuk Pencemaran tanah AB Y ( 7.5 m Buangan puing beton pancang Longsor N Y (6) 2 2 4 P Pemotongan pancang Pencemaran tanah Pencemaran air N N Y ( 7.5) 3 1 3 P Kerusakan bangunan N Y (6) 1 3 3 P Galian Galian pada tanah tidak stabil dan kedalaman lebih dari 1. Tahapan/Lokasi Kegiatan Pabrikasi Besi Aspek Pembuangan sampah padat (sisa besi) Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.3) 2 3 6 P Pencemaran air AB Y ( 21.5.3) 2 3 6 P Pembongkaran TC Kerusakan bangunan Y (6) .

3) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Pencemaran air AB Y ( 21.3) 3 1 3 P Proses pengecoran dengan concrete pump Getaran N Y ( 11.28) 3 1 3 P Bongkar pasang bekisting Tumpahan minyak bekisting Pencemaran tanah AB Y ( 7.3) 2 3 6 P .No. Tahapan/Lokasi Kegiatan Pengecoran Aspek Tumpahan beton Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 7.5.28) 2 1 2 P Kebisingan N Y ( 19.

No.5. paku) Pencemaran tanah & air N Y ( 21.3) 3 1 3 P Instal kayu Limbah padat (kayu.5) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Bongkar pasang scaffolding Limbah padat (kayu.3) Y ( 21. pecahan beton) Pencemaran tanah N Y ( 7.5) 2 2 1 1 2 2 P P . paku.3) 3 1 3 P Estetika N Y (6) 3 1 3 P Penempatan material Kenyamanan kerja N Y (6) 3 1 3 P Instal besi Sisa besi Pencemaran tanah & air N Y ( 21.3) 3 1 3 P Las listrik Sisa besi Pencemaran Tanah Pencemaran air N N Y ( 7.5. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 21.

5) P 3 2 Kuantitatif S 1 2 R 3 4 P/TP P P Proses las Penggerindaan Dewatering Scrub besi Genangan air Kebakaran/Ledakan Pencemaran tanah Vektor penyakit AB N N Y ( 1) Y ( 7.3) 2 3 6 P .3) Y ( 21.3) Y ( 6) 1 3 3 3 1 2 3 3 6 P P P Pemompaan air tanah Turunnya muka air tanah N Y (6) 3 1 3 P Pemancangan Operasional alat pancang Kebisingan N Y ( 19) 3 1 3 P Getaran N Y ( 11) 3 1 3 P Pencemaran udara AB Y ( 18.27) 2 2 4 P Tumpahan oli dan bahan bakar Pencemaran tanah AB Y ( 7.No. Tahapan/Lokasi Kegiatan Las tabung Aspek Sisa besi Dampak Pencemaran tanah Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.

3) 2 2 4 P .5.3) 3 1 3 P Pencemaran air N Y ( 21.3) 2 2 4 P Pencemaran air AB Y ( 21.3) 3 1 3 P Pencemaran air N Y ( 21.5.5. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 21.3) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Pasangan batu bata Pembuatan campuran semen Pencemaran tanah N Y ( 7.3) 3 1 3 P Pembuatan lantai kerja Pembuangan sisa beton (B0) Pencemaran tanah N Y ( 7.5.3) 3 1 3 P Pengecatan Tumpahan cat Pencemaran tanah AB Y ( 7.No.

27) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Kenyamanan N Y (6) 3 1 3 P Ceceran tanah dari roda Kenyamanan AB Y ( 6) 3 1 3 P Teguran dari masyarakat sekitar AB Y ( 6) 3 1 3 P Mobilitas kendaraan Kebisingan N Y ( 19) 3 1 3 P Getaran N Y ( 11) 3 1 3 P WC Pekerja Pembuangan limbah cair Pencemaran tanah N Y ( 20) 3 2 6 P . Tahapan/Lokasi Kegiatan Aktivitas kendaraan Aspek Asap kendaraan Dampak Pencemaran udara Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 18.No.

5.3) 3 2 6 P Vektor penyakit N Y ( 6) 3 2 6 P . Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 21.5.3) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Vektor penyakit N Y ( 6) 3 2 6 P Pemakaian air Pemborosan pemakaian sumber daya air N Y ( 6) 3 1 3 P Kebersihan MCK Kenyamanan N Y ( 6) 3 1 3 P Bau N Y ( 12) 3 2 6 P Depo transfer dan TPS sampah proyek Lindi Pencemaran tanah N Y ( 7.No.3) 3 2 6 P Pencemaran air N Y ( 21.

5) 3 2 6 P Kenyamanan N Y ( 6) 3 1 3 P Bau N Y ( 12) 3 1 3 P Washing Bay (bak kontrol) Pencucian kendaraan (mixer) dan penampungan sisa beton Pencemaran air N Y ( 21.No.3) 3 2 6 P . Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Bau Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 12) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Sampah padat Pencemaran tanah N Y ( 1) 3 2 6 P Pencemaran Air N Y ( 21.5.

Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.3) 3 2 6 P Pencemaran tanah Y ( 7.5.5.3) 3 2 6 P Bau Sumber energi Tumpahan dan tetesan bahan bakar dan oli Pencemaran tanah AB Y ( 12) Y ( 7.3) 3 3 1 2 3 6 P P Pencemaran Air AB Y ( 21.3) 3 2 6 P Kebakaran/Ledakan Operasional genset Getaran Kebisingan Pencemaran udara D N N N Y ( 6) Y ( 11) Y ( 19) Y ( 18.27) 2 3 3 3 3 1 2 2 6 3 6 6 P P P P .No.3) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Bau Y ( 12) 3 1 3 P Pembuangan lumpur (Sludge) Pencemaran air N Y ( 21.

No.5.27) 2 3 2 2 4 6 P P . Tahapan/Lokasi Kegiatan Mechanical dan Electrical (ME) Aspek Pembuangan bahan sisa Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.3) Y ( 21.3) 2 2 2 2 4 4 P P Pembobokan operasional satmper/jack hammer Getaran N Y ( 11) 3 2 6 P Kebisingan Operasional kompressor Tahap operasi Kebisingan N N Y ( 19) Y ( 19) 3 3 2 2 6 6 P P Getaran Pencemaran udara N N Y ( 11) Y ( 18.5.3) P 2 Kuantitatif S 2 R 4 P/TP P Pencemaran Air N Y ( 21.3) 2 2 4 P Fogging Asap Fogging Pencemaran udara N Y ( 27) 2 2 4 P Toksik N Y ( 6) 2 2 4 P Pencucian alat fogging Pencemaran tanah Pencemaran air N N Y ( 7.

5.3) 2 2 2 2 3 3 4 6 6 P P P Bau N Y ( 12) 2 2 4 P Vektor penyakit 5. Konstruksi/Bedeng dan Warung Aktivitas bedeng dan warung Pembuangan sampah padat Pencemaran tanah N N Y (6) Y ( 1) 2 3 2 2 4 6 P P Pencemaran air N Y ( 21. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Tumpahan dan tetesan bahan bakar dan oli Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.3) Y ( 21.3) Y ( 7.3) P 2 Kuantitatif S 2 R 4 P/TP P Pencemaran air Klinik Pembuangan limbah klinik Pencemaran tanah Pencemaran Air N N N Y ( 21.5) 2 2 4 P Bau N Y ( 12) 2 2 4 P Vektor penyakit N Y ( 6) 2 2 4 P .No.5.

Akhir Konstruksi Pengangkutan/Peminda han material Mobilitas kendaraan Pencemaran udara N Y ( 18.27) 3 2 6 P Kebisingan N Y ( 19) 3 1 3 P Kemacetan lalulintas Getaran Kerusakan bangunan sekitar N N N Y ( 6) Y ( 11) Y ( 6) 2 2 2 2 1 2 4 2 4 P P P . Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Pembuangan limbah cair Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 21.No.5.3) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Bau N Y ( 12) 3 1 3 P Banjir N Y ( 6) 2 3 6 P Proses memasak di warung Pemakaian listrik Pemakaian air Kebakaran Pemborosan pemakaian sumber daya tak terbarukan Pemborosan pemakaian sumber daya tak terbarukan D N N Y ( 6) Y (6) Y (6) 2 3 3 3 1 1 6 3 3 P P P 7.

Dibuat oleh. Januari 2007 Mengetahui. konstruksi dan akhir konstruksi Pengaruh cuaca dan musim Hujan (Musim Penghujan) Banjir D Y (6) 2 2 4 P Longsor D Y (6) 2 2 4 P Debu (musim Kemarau) Pencemaran udara N Y ( 27) 3 2 6 P Jakarta.No. (Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek (Devy Friska. Tahapan/Lokasi Kegiatan Pembongkaran keet kantor Aspek Pembuangan sisa material Dampak Kenyamanan Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 6) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Pencemaran tanah N Y ( 1) 3 1 3 P Pencemaran air N Y ( 21.5) 3 1 3 P 8. Prakonstruksi. ST) Safety Officer .

) atau terjadi setiap 10 tahun atau lebih. Siginifikan/Penting Siginifikan/Penting Kalau ada peraturan perundangan yang mengatur perusahaan dan/ atau Kalau tidak ada peraturan perundangan yang mengatur . kebakaran. kerugian materiil atau terjadi kerusakan/pencemaran lingkungan yang tidak signifikan atau terdapat keluhan yang terkait dengan issue lokal maupun global tetapi tidak menghambat aktivitas proyek atau biaya kerugian antara Rp(5-50) juta 3 = Luka berat / luka yang dapat mengakibatkan cacat permanen / sakit yang tidak dapat diobati / Kematian / pelanggaran Undang-undang / kerusakan properti. terjadi tumpahan) D : Darurat (kondisi kebakaran. ledakan. 2 = Hilang hari kerja / sakit yang dapat diobati dengan pertolongan medis tetapi tidak mengakibatkan cacat permanen / kerusakan properti. selama tidak ada peraturan hukum/persyaratan yang berlaku. kerugian materiil atau dampak yang terjadi mempengaruhi kenyamanan atau perubahan terhadap daya dukung lingkungan atau biaya kerugian < Rp. selalu dilakukan) AB : Abnormal (kondisi saat maintenance. 5 juta. maintenance. kerusakan akibat tidak berfungsi sesuai kondisi) atau terjadi hampir setiap bulan. gempa. kerugian materiil atau kerusakan/pencemaran lingkungan parah atau kematian atau terdapat keluhan yang terkait dengan issue lokal maupun global sehingga dapat menghambat aktivitas proyek atau biaya kerugian lebih dari Rp. 50 juta. R = Risk = P x S P / TP = Penting / Tidak Penting Penentuan aspek penting : Nilai 1-2 3-6 9 Resiko yang sedang Resiko yang tidak dapat diterima Jenis resiko Resiko yang tidak berpengaruh / kurang berarti Sifat Aspek Tidak signifikan/penting. ledakan dll.No. dll) Kualitatif 1 Legal (L) = Peraturan perundangan yang mengatur Y (Ya) T (Tidak) Kuantitatif Probability (P) = Tingkat kemungkinan terjadi 1 1 = Hampir tidak pernah terjadi / sangat kecil kemungkinannya terjadi/ hanya mungkin terjadi pada kondisi darurat (banjir. 2 = Jarang terjadi/ mungkin terjadi jika ada kesalahan dari operator atau jika peralatan tidak terawat sebagaimana mestinya atau pada kondisi abnormal (misalnya overhaul. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Kondisi Operasi (N/AB/D) Legislasi Y/T P Kuantitatif S R P/TP Keterangan Kondisi : N : Normal ( kondisi rutin. 3 = Hampir pasti terjadi / sangat besar kemungkinannya terjadi/sering terjadi pada kondisi normal atau terus menerus terjadi 2 Severity (S) = Keparahan berdasarkan konsekwensi dampak terhadap lingkungan 1 = Luka ringan / sakit yang dapat diobati dengan pertolongan pertama /kerusakan property.

Penilaiannya dilakukan berdasarkan pemenuhan peraturan terkait (kualitatif) dan scoring probability-severity (kuantitatif) Dimana apabila aspek yang ditinjau memiliki legal dan scoring > 3. . Penyaringan selanjutnya dilakukan dengan sistem matrik.No. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Kondisi Operasi (N/AB/D) Legislasi Y/T P Kuantitatif S R P/TP KRITERIA PENILAIAN SISTEM Aspek lingkunga yang berdampak penting dalam IAL selanjutnya disaring terlebih dahulu sebelum menentukan sasaran dan target yang ingin dicapai. Aspek yang memiliki dampak terhadap suatu kriteria penilaian di dalam matrik bernilai = 1 sedangkan aspek yang tidak memiliki dampak bernilai = 0 Apabila total penilaian/scoring akhir > 3 maka aspek ini dinilai memiliki dampak penting sehingga perlu ditindaklanjuti & dimasukan dalam OTP rencana lingkungan. matrik dibuat dengan beberapa kriteria penilaian. antara lain: 1 jumlah manusia yang terkena dampak dan 2 luas sebaran dampak dst. maka aspek dinilai memiliki dampak penting yang harus ditindaklanjuti.

reuse.02 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3 Pengendalian Resiko Jumlah bak sampah sesuai timbulan sampah. . menaburkan abate pada kolam penampungan terbuka dan mengalirkan air over flow ke riol proyek. menyediakan bak sampah organik. Membuat septic tank dengan beberapa chamber sebagai resapan Menjaga kebersihan saluran agar air buangan tidak menggenang.01. Menutup bak penampungan air. mematikan alat listrik jika pekerjaan selesai. anorganik dan B3 Menghimbau dan menempel pengumuman tentang hemat energi. K3LM .Form P6. menggunakan alat listrik yang hemat energi (low energi) Memasang himbauan untuk mematikan keran air jika tidak dipakai. memisahkan sampah terpakai dan tak terpakai. Mengalirkan air buangan dari WC ke tangki septic (dengan design saluran tertutup).

menyediakan tempat sampah di area MCK. mengganti kran air yang rusak. anorganik & B3. menyediakan bak sampah sesuai dengan jumlah timbulan sampah. Membuat screening di hulu saluran air buangan. Menyalurkan air buangan dengan saluran tertutup dan membersihkan kitchen sink setelah dipakai. . Air bersih harus selalu tersedia. memisahkan sampah organik. membersihkan screening/saluran air buangan dari sampah setiap hari. membuat screening untuk mencegah tersumbatnya saluran air dan mengalirkan air buangan ke riol kota. Tes karakteristik air limbah. Menyediakan petugas kebersihan. membuang sampah yang ada di TPS Proyek setiap 2 hari sekali. menyedot septic tank secara berkala. Reuse. Membuat bak sampah bertutup. Membuat saluran air buangan yang kedap air (plesteran).Pengendalian Resiko Memasang himbauan untuk mematikan keran air jika tidak terpakai.

Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. melokalisir lokasi penyimpanan. . ventilasi yang cukup. Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. memberi alas pada penyimpanan bahan kimia dan menampung tumpahan pada bak plastik sesuai karakteristik tumpahan. Alas penyimpanan kedap air. Minimalisir limbah. Reuse. record pemakaian bahan B3. ventilasi yang cukup. menyediakan bak sampah sesuai dengan jumlah timbulan sampah. memberi alas pada penyimpanan bahan kimia dan menampung tumpahan pada bak plastik sesuai karakteristik tumpahan. anorganik & B3. memisahkan sampah organik. penanganan tumpahan sesuai prosedur Waskita. penyediaan APAR dan rambu serta pasir. menyimpan sesuai MSDS.Pengendalian Resiko Minimalisir limbah. menyimpan sesuai MSDS. Penyimpanan bahan B3 sesuai dengan MSDS dan sesuai prosedur penanganan bahan B3. melokalisir lokasi penyimpanan. ruangan kedap air. identifikasi dan label B3. teknologi bersih.

. melokalisir lokasi penyimpanan. ventilasi yang cukup. memisahkan sampah organik. melokalisir lokasi penyimpanan. Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. menampung tumpahan pada bak plastik sesuai IK penanganan tumpahan.Pengendalian Resiko Penanganan tumpahan sesuai prosedur Waskita. Memperkeras (plester) lantai bengkel mekanik. Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. menyediakan alat pemadam kebakaran. Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. menyediakan bak sampah sesuai dengan jumlah timbulan sampah. ventilasi yang cukup dan menyalurkan udara dengan ventilasi khusus. penyediaan alat penanganan tumpahan. ventilasi yang cukup. memberi batas pada saat pekerjaan berlangsung. Penyimpanan sesuai dengan MSDS dan sesuai prosedur penanganan bahan B3. melokalisir lokasi penyimpanan. anorganik & B3. penyediaan APAR dan rambu serta pasir. Reuse. tumpahan dilokalisisr.

Pengendalian Resiko Menyimpan dan menampung tumpahan pada bak plastik sesuai IK penanganan tumpahan, memperbaiki alat pada lokasi yang kedap air.

Menyediakan APAR sesuai IK pencegahan Kebakaran. Membuang sisa kayu pada lokasi tertentu, memberi pagar (proteksi), membuang keluar secara periodik, Reuse

Rambu dilarang buang ke selokan, lokalisir sampah kayu, membuang secara periodik, memilah & memisahkan antara kayu masih pakai dan tidak terpakai.

Menampung pada lokasi tertentu, Reuse dengan memisahkan kayu yang masih bisa pakai. sisa kayu dibuang ke bak sampah dan ditata sehingga tidak mengganggu akses jalan. Menyediakan masker bagi pekerja yang melakukan pemotongan kayu, mengumpulkan serbuk kayu dan memasukkannya ke dalam karung. Mengukur kebisingan alat dan jarak tertentu dari sumber bunyi, pemotongan dilokasi jauh dari pekerja lain dan lingkungan padat serta dilokalisir tempat pemotongannya.

Mengukur tingkat getaran alat dan pada penerima getaran, memakai sarung tangan.

Pengendalian Resiko Lokalisisr pabrikasi besi, secara periodik membuang sisa besi, reuse, minimasi limbah. Lokalisisr pabrikasi besi, menutup dan memberi alas besi dengan terpal, identifikasi jumlah dan berat besi.

Menempatkan besi dan sisa besi berdasarkan kemampuan lahan menerima beban besi (dilihat pada tabel berat besi) Menggali sesuai Instruksi kerja K3, sesuai metode kerja.

Pancang dibuang pihak ke-3 untuk pengurugan Sisa pancang segera dibuang ke pihak 3 untuk urugan, memanfaatkan untuk pagar. Menempatkan TC pada lokasi aman, bebas bangunan, pondasi kuat, mengangkut beban sesuai daya angkut TC yang tertulis pada TC. Lokalisir lokasi perbaikan, menyiapkan alat penanganan tumpahan seperti IK penanganan tumpahan. Alas untuk alat perbaikan.

Menampung tumpahan dalam bak B3 seperti IK penanganan tumpahan.Minimasi pemakaian bahan B3. Melakukan pekerjaan bongkaran tiang TC sesuai dengan standar kerja di ketinggian

Pengendalian Resiko Minimasi limbah, bekerja sesuai metode kerja, memberi alas pada penuangan beton dari mixer ke bucket atau ke concrete pump, reuse sisa beton untuk pembuatan bahan lain.

Minimalisir limbah, bekerja sesuai metode kerja, memberi alas pada penuangan beton dari mixer ke bucket atau ke concrete pump, mengukur kualitas air pada saluran air, bak kontrol.

Mengukur getaran concrete pump dan area yang diperkirakan masih terkena, menempatkan pada lokasi yang kuat terhadap beban dan getaran.

Mengukur tingkat kebisingan kendaraan dan area yang diperkirakan masih terpapar, menempatan concrete pump pada lokasi yang jauh dari penduduk.

Minimalisir limbah, memberi alas pada saat pengolesan minyak bekisting, menampung tumpahan pada bak plastik sesuai karakteristik tumpahan, memberi batas pada saat pekerjaan berlangsung, bekerja sesuai IK penanganan tumpahan.

Pengendalian Resiko Memberi alas pada saat pengolesan minyak bekisting,menampung tumpahan pada bak plastik sesuai karakteristik tumpahan, memberi batas pada saat pekerjaan berlangsung, bekerja sesuai IK penanganan tumpahan,membuang sisa tumpahan pada TPS B3.

Mengumpulkan dan menempatkan sesuai kategori yaitu sampah kayu masih pakai dan tidak pakai, sampah organik, anorganik dan B3, bak sampah sesuai dengan timbulan sampah, secara periodik membuang sampah keluar proyek.

Menyingkirkan sisa dengan segera,menempatkan petugas kebersihan dan menerapkan prinsip polluter pay principal(penimbul sampah harus menangani sampah).

Menempatkan material sesuai jenis dan bahan serta frekuensi pemakaian, membuat jalur dan lokasi khusus material. Minimasi pemakaian besi, reuse, lokalisisr sisa besi, secara periodik mengeluarklan sampah besi. Minimasi pemakaian kayu, reuse, lokalisisr sisa kayu, secara periodik mengeluarkan sampah kayu. Mengumpulkan dalam bak sampah agar teridentifikasi Mengumpulkan sisa las ke bak anorganik.

Pengendalian Resiko Mengumpulkan dalam bak sampah agar teridentifikasi Mengumpulkan sisa besi ke bak anorganik, membuang secara peridik ke pihak ke-3 Mengikuti IK pengelasan Mengumpulkan dalam bak atau kantong agar teridentifikasi Menguras, menggunakan pompa sesuai volume air yang akan dikuras, menutup dan membatasi genangan air pada sumpit

Memompa air sesuai metode kerja dan tekanan yang tidak terlalu besar serta menyesuaikan dengan kondisi tanah,topografi dan fungsi lahan sehingga muka iar tanah stabil

Mengukur tingkat kebisingan alat pancang dan area yang dimungkinkan terpapar kebisingan,lokasi diproteksi (pagar)

Mengukur getaran alat dan area yang diperkirakan terpapar getaran.

Mengukur emisi alat pancang,menerapkan peraturan tentang kelayakan emisi dan memperbaiki alat pancang agar emisi sesuai baku mutu.

Minimalisir limbah,bekerja sesuai IK pemancangan,proteksi area pemancangan.

Pengendalian Resiko Proteksi area tumpahan,penanganan sesuai IK penanganan tumpahan,minimasi pemakaian bahan kimia. memberi alas dengan plastik atau membuat tempat bak campur semen dengan kayu,membuang sisa beton ke pihak ke-3,memanfaatkan sisa beton untuk pembuatan bahan lain.

memberi alas dengan plastik atau membuat tempat bak campur semen dengan kayu,membuang sisa beton ke washing bay,memanfaatkan sisa beton untuk bahan lain.

Minimasi pemakaian beton sesuai kebutuhan (optimal), sisa beton dimanfaatkan untuk membuat barang lain, dibuang ke pihak 3. Membuang ke washing bay untuk pengendapan sisa beton, mengencerkan air beton, minimasi buangan dengan jumlah beton sesuai kebutuhan (optimal)

Minimalisir pemakaian cat berbahan B3, menggunakan alas pada saat pengecatan, membuang sisa cat ke bak sampah B3, sesuai IK penanganan tumpahan.

Minimalisir pemakaian cat berbahan B3,menggunakan alas pada saat pengecatan, membuang sisa cat ke bak sampah B3,sesuai IK penanganan tumpahan.

Pengendalian Resiko Mengukur emisi kendaraan,membuat peraturan uji emisi yang dapat memasuki area proyek,mengatur lalulintas,mematikan mesin kendaraan pada saat aktivitas berhenti.

Mengatur lalulintas kendaraan,pemasangan rambu,memarkir kendaraan dengan teratur

Membersihkan jalan&kendaraan yang dilewati kendaraan dari dan ke area proyek,mengatur kendaraan,memasang rambu. Mengaktifkan washing bay.

Bekerjasama dengan masyarakat, pemda untuk penanganan ceceran dan melewatkan kendaraan ke washing bay, membersihkan/mencuci kendaraan didalam proyek sebelum keluar.

Mengukur tingkat kebisingan kendaraan di area yang berpotensi terpapar kebisingan secara periodik,mematikan mesin saat berhenti/parkir.

Mengukur getaran alat dan area yang diperkirakan terpapar getaran. Pembuatan penampung limbah (septic tank)sesuai timbulan,membuat pipa vent,tampungan kedap air dan jauh dari sumber air minum.

saluran selalu bersih. pengurasan secara periodik.measang screening untuk menyaring sampah padat. proteksi dari genangan air (hujan). Menampung lindi.penanganan lindi seperti penanganan tumpahan B3 dan pemisahan antara sampah B3. Memasang himbauan untuk mematikan keran air jika tidak terpakai dan mengatur jumlah air yang diperlukan pada saat peak hour Menempatkan petugas kebersihan setiap hari dan selalu menjaga kebersihannya. bak sampah tersedia. jadwal kebersihan. pembuangan secara berkala. pembersihan dengan rebol.Pengendalian Resiko Pengukuran kondisi sir limbah disaluran terakhir. pemasangan screening. organik dan anorganik . penyemprotan dengan insectisida dan pemisahan antara sampah B3. organik dan anorganik Mengalirkan lindi ke bak tampungan lindi. dan pemisahan antara sampah B3. Menutup bak penampung. organik dan anorganik Menutup bak sampah dan posisi bak sampah pada lokasi jauh dari pekerjaan. Menjaga kebersihan.pembersihan saluran secara periodik.

pembuangan secara periodik. fogging sesuai jadwal fogging untuk sterilisasi TPS dan pemisahan antara sampah B3. menyekat TPS agar tidak terbang kemana-mana & sarang penyakit. membuang secara periodik dan pemisahan antara sampah B3.organik dan anorganik Proteksi dengan terpal atau kayu untuk mengurangi bau.menutup TPS dan menerapkan sanitary landfill atau semi sanitary landfill. organik dan anorganik Washing bay terdiri bak pengering lumpur dan pengendap lumpur serta bak kontrol. mengalirkan lindi ke bak penampung. mengalirkan air ke riol proyek setelah air dalam kondisi jernih. organik dan anorganik Bak sampah dibuat dari bahan kedap air (plesteran). organik dan anorganik Menempatkan TPS pada area yang jauh dari rumah penduduk atau pekerja. membuang sampah keluar secara teratur sesuai jadawal dan pemisahan antara sampah B3. organik dan anorganik Membuat bak sampah sesuai timbulan sampah dengan batas penyimpanan 5 hari. . pembuangan secara periodik dan pemisahan antara sampah B3.Pengendalian Resiko Menutup TPS. TPS diberi alas dari plastik atau beton.dan pemisahan antara sampah B3.

Pemantauan dan pengukuran secara berkala.menempatkan genset dengan alas dari beton dan bahan kedap air (plesteran). Meneyediakan APAR dan rambu perawatan secara berkala. Lokalisir lokasi genset dan pemantauan. mengisolisir lokasi pembuangan lumpur Menyediakan alat penanganan tumpahan sesuai IK penanganan tumpahan.meyediakan alat penanganan tumpahan. pemanfaatan lumpur untuk urugan pada lokasi bangunan lain. . Memastikan lumpur dalam kondisi kering setelah keluar dari instalasi. ventilasi udara lancar. membuang lumpur secara berkala untuk urugan ke pihak ke-3. Mengalirkan air secara berkala sehingga tidak timbul bau basa dari instalasi. maintenance secara periodik dan pemasangan filter. memastikan lumpur tersebut dalam kndisi netral dengan tes pH dan membuang ke pihak ke-3 untuk urugan.Pengendalian Resiko Lumpur dibuang ke pihak ke-3 setelah dikeringkan. Pemantauan secara berkala. lokalisir dan proteksi Genset. Membuang sisa tumpahan ke bak sampah B3.

Menampung pada bak B3 dan menjaga supaya tidak terjadi tumpahan dan menyediakan alat penanganan tumpahan pada lokasi pencucian.Pengendalian Resiko Reuse. proteksi buangan. Pengukuran secara berkala Pemantauan terhadap emisi yang terjadi. . pemakaian APD untuk pekerja Pemantauan dan pengukuran secara berkala. pembuangan keluar proyek secara berkala. menutup area penyimpanan dan bebas air. Pemantauan secara berkala. Campuran bahan fogging sesuai aturan penggunaan. pemasangan filter pada saluran gas buang. Recycle dan melokalisir pada area sampah anorganik atau lokasi khusus Lokalisisr buangan. mengupayakan pemasangan alat peredam pada alat. dan pemakaian sarung tangan untuk pekerja Pemantauan dan pengukuran alat. fogging secara berkala Penyemprot menggunakan masker dan pengawasan saat penyemprotan. Menampung air cucian pada bak B3.

sayur) dikemas dalam plastik. . Membuat dan menyediakan personil kebersihan untuk membuang sampah secara rutin ke TPS Menutup bak sampah dan membuang ke TPS proyek setiap hari. untuk sampah sisa makanan (nasi. non organik dan B3. Proteksi sampah dan limbah serta tampungan B3 dari klinik.menampung dalam bak sampah B3 dan ke TPS B3. Sampah dan limbah cair dimasukkan dalam plastik dan proteksi dari kebocoran serta tempat umum. Penampungan tumpahan pada bak B3 Pengumpulan pada bak sampah B3 dan seterusnya ke TPS B3 Penanganan sesuai penanganan tumpahan B3. pengangkutan sampah secara periodik ke TPS proyek. rambu tentang pembuangan sampah ke saluran. Penyediaan bak sampah organik. sosialisasi mengenai limbah dan jenis limbah. Menyediakan bak sampah dengan kondisi tertutup (kedap air). bak sampah dari bahan kedap air.Pengendalian Resiko Pemasangan alat penanganan tumpahan sesuai prosedur Waskita. pengangkutan dan pembuangan sampah secara berkala.

Mengukur tingkat kebisingan kendaraan dan pada jarak tertentu. Membersihkan saluran secara periodik dari sampah padat. Menyediakan APAR.Pengendalian Resiko Memisahkan antara limbah cair dengan sampah padat sehingga saluran tidak tersumbat dan menyebabkan banjir. . mematikan mesin jika tidak beroperasi/beraktivitas. Mengukur emisi kendaraan yang masuk proyek. mengatur lalulintas. memasang rambu lalu lintas. Saluran dibersihkan terus menerus dan pemasangan screening untuk menghambat sampah padat. sosialisasi penghematan listrik. pengaturan lalulintas dalam area proyek Mengatur lalulintas.menggelontor dengan air jika terjadi sumbatan. Himbauan penghematan pemakaian air. sosialisasi pemakaian air sehari hari termasuk pemakaian pada jam puncak. Mengukur getaran pada jalan yang dilalui Membuat perkerasan jalan yang sesuai dengan beban kendaraan yang masuk dan keluar. Himbauan penghematan listrik. mematikan kendaraan jika tidak beroperasi. sosialisasi tentang penanganan kebakaran.

Reuse. Bak sampah diberi alas dan bebas air. Membuat saluran drainase sesuai dengan curah hujan dan catchment area. membuat batas dan pagar supaya material tidak berserakan. Januari 2007 Dibuat oleh. membuat bak sampah terpisah untuk material sisa masaih pakai dan sisa tak terpakai. (Devy Friska. menutup kemiringan galian dengan plastik dan membuat saluran air Menyiram tanah pada jalan tanah Jakarta. menyediakan pompa sesuai debit hujan yang ditimbulkan. ST) Safety Officer . memanfaatkan sumpit seefektif mungkin Menggali sesuai Intruksi Kerja tentang galian. membuat bak sampah terpisah untuk material sisa masaih pakai dan sisa tak terpakai. Reuse. Bak sampah diberi alas dan bebas air.Pengendalian Resiko Mengumpulkan material kelokasi yang aman. nyaman dan tidak mengganggu aktivitas serta memberi rambu.

kan/Penting kan/Penting .Pengendalian Resiko an dll.) normal uhi an l t Aspek a peraturan hukum/persyaratan yang berlaku.

memiliki dampak bernilai = 0 & dimasukan dalam OTP rencana . us ditindaklanjuti.Pengendalian Resiko an target yang ingin dicapai.

Gub.Gub.50/11/1996 Kepmen.Persero PT.45/1997 Kep.115/2003 Kepmen.LH No.Kadal No. RKL & RPL Prosedur Penanganan.02/1995 Kep.14/1992 PP No.2/2005 Dokumen AMDAL Proyek Shangri-La Hotel Condominium MSDS Legislasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lalulintas Jalan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengendalian Pencemaran Udara Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Bahan Berbahaya dan Beracun Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Kegiatan Domestik Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Baku Tingkat Kebisingan Baku Tingkat Getaran Baku Tingkat Kebauan Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting Pedoman Penentuan Status Mutu Air Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Pengesahan Montreal tentang zat-zat yang merusak lapisan ozon Baku Mutu Udara Emisi Kendaraan Bermotor di Propinsi DKI Jakarta Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan di Propinsi DKI Jakarta Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Limbah Cair di Wilayah DKI Jakarta Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai/Badan Air serta Baku Mutu Limbah Cair di wilayah DKI Jakarta Pembuatan Sumur Resapan di Propinsi DKI Jakarta Perhitungan dan Pelaporan Serta Informasi ISPU Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3 Dokumen Limbah B3 Simbol dan Label B3 Pengendalian Pencemaran Udara ANDAL.Pres No.582/1995 Kep.551/2001 Kep. 74/2001 Kepmen LH No.115/2001 Kep.49/1996 KepMen.48/1996 Kepmen LH No. Jakarta DAFTAR LEGISLASI Yang Berkaitan Dengan Lingkungan No.1041/2000 Kep.23/1992 Kep.DKI No. LH No.05/1995 Perda Provinsi DKI No.DKI No.DKI No.85/1999 PP No.Gub.056/1994 Kepmen.Kadal No.Gub.13/1995 Kepmen LH No. LH No.DKI No.Kadal No.299/1996 Kep.82/2001 PP No.Kadal No.23/1997 UU No.LH No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 UU No. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Penyimpanan dan Pengelolaan Bahan Kimia dan B3 dari Produsen Tema .DKI No.107/1997 Kep.41/1999 PP No.112/2003 Kepmen LH No.27/1999 PP No.Gub.01/1995 Kep.

pencegahan dan penanggulangan kerusakan serta pemulihan daya dukungnya diatur dengan Peraturan Pemerintah. No.Persero PT. serta tata cara penyusunan dan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan hidup ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Pasal 16 1. wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup. gas.P6. Legislasi Legislasi Deskripsi Legislasi Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 1 UU No. Pasal 15 1. Pasal 20 √ √ Manajemen Pengelolaan B3.K3LM-15-10 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi: 3 EVALUASI PENERAPAN LEGISLASI No. sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1). cair. Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun meliputi : menghasilkan.Ketentuan mengenai baku mutu lingkungan hidup. √ √ Metode Pengelolaan Limbah. Penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menyerahkan pengelolaan limbah tersebut kepada pihak lain. Setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. udara ambient. Pasal 17 1. setiap usaha dan / atau kegiatan dilarang melanggar mutu dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup 2. Untuk menjamin pelestarian fungsi lingkungan hidup. mengedarkan. Jakarta Form. rencana pantau Status mutu air. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan wajib melakukan pengelolaan bahan berbahaya dan beracun.Pengaturan Denah Membuat TPS B3 sebagai tempat penyimpanan sementara. mengangkut. 2. pencegahan dan penanggulangan pencemaran serta pemulihan daya tampungnya diatur dengan PP 3.23/1997 Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 14 1. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan wajib melakukan pengelolaan limbah hasil usaha dan/ atau kegiatan.Pengadaan MSDS di Gudang Bahan Kimia. Ketentuan mengenai kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. Pengadaan TPS & IPAL Pembuangan Sampah oleh Pihak Ke3 √ AMDAL Proyek Shangri-La HC √ AMDAL Proyek Shangri-La HC √ √ √ Melakukan uji kualitas air. udara emisi Membuat metode penanganan buangan padat. menyimpan. menggunakan dan/ atau membuang. 2. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Ketentuan tentang rencana usaha dan/ atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. 2.status nutu udara .

tanpa pengolahan lebih dahulu Pasal 4 Setiap orang atau badan usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan. pengumpulan. pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup Pasal 28 Dalam rangka peningkatan kinerja usaha dan/ atau kegiatan. pengangkutan. Jenis. jumlah dan waktu penyerahan limbah B3 b. dan penimbunan limbah B3 dilarang melakukan pengenceran untuk maksud menurunkan konsentrasi zat racun dan bahaya limbah B3 Pasal 10 Point (1) 1.IPAL dan TPS di area proyek. pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup.Point (1) Tanpa suatu keputusan. Nama pengangkut limbah B3 yang melaksanakan pengiriman kepada pengumpul atau pemanfaat atau pengolah atau penimbun limbah B3 Point (2) Penghasil limbah B3 wajib menyampaikan catatan sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan kepada instansi yang bertanggung jawab Pengaturan oleh Security √ √ Membuat Washing Bay. sebagai sarana pendukung. Penghasil limbah B3 dapat menyimpan limbah B3 yang dihasilkan paling lama 90 hari (sembilan puluh hari) sebelum menyerahkan kepada pengumpul atau pemanfaat atau pengolah atau penimbun limbah B3 Pasal 11 Point (1) Penghasil limbah B3 wajib membuat dan menyimpan catatan tentang : a. pengolahan. setiap orang dilarang melakukan pembuangan limbah ke media lingkungan hidup Point (2) Pembuangan limbah kemedia lingkungan hidup hanya dapat dilakukan kelokasi pembuangan yang ditetapkan oleh Menteri Pasal 20 Dalam rangka peningkatam kinerja usaha dan/atau kegiatan . Karakteristik. √ Audit Internal √ Audit Internal √ TPS proyek.85/1999 Lalulintas Jalan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pasal 3 Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang menghasilkan limbah B3 dilarang membuang limbah B3 yang dihasilkannya itu secara langsung kedalam media lingkungan hidup.menyediakan TPS 2 3 UU No. Laporan Bulanan .14/1992 PP No. record pembuangan limbah √ Melakukan pembuangan secara berkala. √ Mendesign TPS B3 & Membuat Bak B3 tertutup √ Maksimal penyimpanan limbah diproyek 90 hari Pemasangan Label & Simbol B3 √ √ √ Berita Acara.

b. pengangkut. sumber bergerak spesifik. b.Pengangkut limbah B3 wajib memiliki ijin pengangkutan dari Menteri Perhubungan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Instansi yang bertanggungjawab. pengolahan dan penimbunan limbah B3 wajib memiliki ijin operasi dari Kepala Instansi yang bertanggung jawab.Pasal 28 Setiap kemasan limbah B3 wajib diberi simbol dan label yang menunjukkan karakteristik dan jenis limbah Pasal 29 Penyimpanan limbah B3 dilakukan ditempat penyimpanan yang sesuai dengan persyaratan Pasal 40 1.41/1999 Pengendalian Pencemaran Udara Pasal 2 Pengendalian pencemaran udara meliputi pengendalian dari usaha dan/ atau kegiatan sumber bergerak. √ √ Uji emisi. √ √ Surat Divisi √ Design TPS B3 √ Karakteristik tdp di Label & Simbol c. Pemanfaat limbah B3 sebagai kegiatan utama wajib memiliki ijin pemanfaatan dari instansi yang berweang memberikan ijin pemanfaatan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Instansi yang bertanggungjawab. Menaati baku mutu udara ambien. pemanfaat. sumber tidak bergerak.kebakaran. Setiap badan usaha yang melakukan kegiatan : a. a.CAR . baku mutu emisi dan baku tingkat gangguan yang ditetapkan untuk usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. dan penimbun limbah B3 wajib memiliki sistem tanggap darurat √ √ - √ - Membuat Tanggap darurat terjadinya tumpahan. Pasal 52 Point (1) Untuk menjaga kesehatan pekerja dan pengawas yang bekerja dibidang pengelolaan limbah B3 dilakukan uji kesehatan secara berkala Pasal 58 Point(2) Penghasil. pemanfaatan. penyimpanan. pengumpul. dan sumber tidak bergerak spesifik yang dilakukan dengan upaya pngendaian sumber emisi dan/ atau sumber gan √ Melakukan Uji emisi dan Uji udara ambient Pasal 21 Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan ke udara ambien wajib . Melakukan pencegahan dan atau penanggulangan pencemaran udara yang diakibatkan oleh usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. pengolah.gempa bumi & kebanjiran 4 PP No.status mutu udara ambient uji emisi. pengumpulan.

Setiap orang atau penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Pasal 23 Setiap usaha dan/ atau kegiatan yang wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup dilarang membuang mutu emisi melampaui ketentuan yang telah ditetapkan baginya dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. 2. baku mutu emisi. 2. tindakan perbaikan dan pencegahan √ Sasaran Program Pasal 30 1. Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan wajib memenuhi persyaratan mutu emisi dan/ atau gangguan yang ditetapkan dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. Setiap orang dan/ atau penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan/ atau gangguan wajib melakukan upaya penanggulangan dan pemulihannya. Pasal 22 1. √ √ Uji emisi √ Status mutu udara ambient √ - 5 PP No. Kepala instansi yang bertanggungjawab menetapkan pedoman teknis penanggulangan dan pemulihan pencemaran udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) √ √ √ - Uji emisi. √ √ Satus Mutu Udara Ambient Uji Emisi. Setiap penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan baku mutu udara ambien.c. Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Rencana pemantauan. Setiap orang atau penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan yang mengakibatkan terjadinya pencemaran udara wajib menanggung biaya penanggulangan pencemaran udara serta biaya pemulihannya. Izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tindakan Perbaikan dan pencegahan 2. Setiap penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan persyaratan teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2). Pasal 54 1. dan baku tingkat gangguan. Memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat dalam rangka upaya pengendalian pencemaran udara dalam lingkup usaha dan/ atau kegiatannya. 2. Pasal 25 1. akibat terjadinya pencemaran udara wajib membayar ganti rugi terhadp pihak yang dirugikan.82/2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Pasal 2 Point (1) .

Pemantauan Kondisi IPAL √ Uji kualitas air. RKL. pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati. jenis hewan dan jenis jasad renik. f. pengubahan bentuk lahan dan bentang alam b. lingkungan buatan serta lingkungan sosial dan budaya. RPL √ - √ Tes air limbah tidak melebihi Baku Mutu.27/1999 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Pasal 3 1. eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tidak terbaharui. proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi pelestaria kawasan konservasi sumber daya dan/ atau perlindungan cagar budaya. IPAL. Rencana Pemantauan. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan. g. Usaha dan/ atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup meliputi : a. d. Tindakan perbaikan dan pencegahan √ - 6 PP No. pencemaran dan kerusakanlingkungan hidup serta kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya. introduksi jenis tumbuh-tumbuhan. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempegaruhi lingkungan alam. e. c. √ √ √ √ Hemat energi √ √ √ Pemakaian Kayu .Gubernur menunjuk laboratorium lingkungan yang telah diakreditasi untuk melakukan analisis mutu air dan mutu air limbah dalam rangka pengendalian pencemaran √ Pengukuran kualitas air dilakukan oleh PUSARPEDAL KLH Pasal 25 Setiap usaha dan/atau kegiatan wajib membuat rencana penanggulangan pencemaran air pada keadaan darurat dan atau keadaan yang tidak terduga lainnya Pasal 34 Point (2) Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan wajib menyampaikan laporan tentang penaatan persyaratan izin pembuangan air limbah ke air atau sumber air Pasal 37 Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib mencegah dan menanggulangi terjadinya pencemaran air Pasal 38 Point (1) Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib Mentaati persyaratan yang ditetapkan dalam izin Pasal 40 Point (1) Setiap usaha atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib mendapat izin tertulis dari bupati/walikota √ Sasaran Program.

berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak 2. sifatnya kumulatif dampak f. Kriteria mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/ atau kegiatan terhadap lingkungan hidup antara lain : a. Usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwajibkan untuk melakukan pengendalian dampak lingkungan hidup dan perlindungan fiungsi lingkungan hidup sesuai dengan rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pengelolaan lingkungan Pasal 5 1. Penyimpanan & Penggunaan Sesuai MSDS . Pedoman mengenai penentuan dampak besar dan penting sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala instasi yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan. RKL Matrik Dampak Penting 7 PP No. 74/2001 Bahan Berbahaya dan Beracun Pasal 4 Setiap orang yang melakukan kegiatan pengelolaan B3 wajib mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup Pasal 15 √ Metode Penanganan Tumpahan. luas wilayah persebaran dampak c. Jenis usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya dalam 5 (lima) tahun. √ √ √ √ √ AMDAL √ √ AMDAL Owner Rencana pemantauan. 4. Usaha dan/ atau kegiatan yang akan dibangun di dalam kawasan yang sudah dibuatkan analisis mengenai dampak lingkungan tidak diwajibkan membuat analisis mengenai dampak lingkungan hidup lagi. intensitas dan lamanya dampak berlangsung d. bagi rencana usaha dan/ atau kegiatan di luar usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup yang pembinaannya berada pada instansi yang membidangi us Pasal 4 1. jumlah manusia yang akan terkena dampak b.h. Jenis usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup ditetapkan oleh Menteri setelah mndengar dan memperhatikan saran dan pendapat Menteri lain dan/ atau Pimpinan Lembaga Pemeri 3. 2. penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan hidup. banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak e. sasaran program AMDAL Owner √ RPL. i. 2. kegiatan yang mempunyai resiko tinggi dan atau mempengaruhi pertahanan negara.

Rencana Pemantauan Saluran air hujan tertutup. membuat saluran pembuangan air limbah domestik tertutup dan kedap air sehingga tidak terjadi perembesan air limbah ke lingkungan. Pasal 8 Setiap penanggung jawab usaha dan kegiatan pemukiman (real estate). rumah makan (restauran). Concrete Pump terdapat kontrak untuk buangan udara. membuat sarana pengambilan sample pada outlet unit pengolahan air limbah. Melakukan pengolahan air limbah dimestik sehingga mutu air limbah domestik yang dibuang ke lingkungan tidak melampaui baku mutu air limbah domestik yang telah ditetapkan. perkantoran. c. b. Keet Waskita & Direksi.13/1995 Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Pasal 7 Setiap penanggung jawab jenis kegiatan wajib memenuhi ketentuan sbb : a. sebagian saluran limbah domestik masuk ke drainage √ Sampel diambil pada saluran terluar sebelum terjadi pencampuran dengan riol kota. perkantoran. membuat cerobong emisi yang dilengkapi dengan sarana pendukung dan alat pengaman √ Genset tdk dipergunakan. √ Air limbah berasal dari Warung. perniagaan dan apartemen wajib : a.112/2003 Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Kegiatan Domestik Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1..Point (1) Setiap kemasan B3 wajib diberikan simbol dan label serta dilengkapi dengan Lembar Data Keselamatan Bahan (MSDS) Pasal 18 Point (1) Setiap tempat penyimpanan B3 wajib diberikan simbol dan Label Pasal 23 Point (1) Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja dan pengawas B3 wajib dilakukan uji keselamatan secara berkala √ √ Penempatan disetiap lokasi √ Papan MSDS dan Label B3 8 Kepmen LH No. melakukan pencatatan harian hasil emisi yang dikeluarkan dari setiap cerobong emisi c. - b. perniagaan. Pengecoran √ 9 Kepmen LH No. Emisi kendaraan dilakukan oleh setiap pemakai kendaraan bermotor. Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan pemukiman (real estate). rumah makan (restauran). √ Bak Penyaring. menyampaikan hasil pemeriksaan kepada gubernur dengan tembusan kepala badan sekurang-kurangnya dalam 3 bulan √ √ . apartemen dan asrama.

b. c. menyampaikan laporan hasil pemantauan tingkat kebisingan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan kepada Gubernur.056/1994 Kepmen. Menteri. Menteri. Mengendalikan sumber penyebab bau yang dapat mengganggu kesehatan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan.LH No. instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan dan instansi teknis yang membidangi kegiatan yang bersangkutan s √ √ √ Pengukuran & Pemantauan KepMen. b. a. Instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan dan instansi teknis yang membidangi kegiatan yang bersangkutan serta instansi lain yang dipandang perlu.45/1997 Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) √ .115/2003 Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting Pedoman Penentuan Status Mutu Air √ √ √ - √ √ Metode Indeks Kualitas air untuk menentukan tingkat ketercemaran air limbah Penentuan status mutu udara untuk menentukan tingkat ketercemaran udara ambient 16 Kepmen. Menaati baku tingkat kebauan yang telah dipersyaratkan. LH No. Menteri. melaporkan kepada Gubernur serta Kepala Badan apabila ada kejadian tidak normal dan atau dalam keadaan darurat yang mengakibatkan baku mutu emisi dilampaui √ - 10 Kepmen LH No. menyampaikan laporan hasil pemantauan tingkat geteran sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan kepada Gubernur. mentaati baku tingkat kebisingan yang telah dipersyaratkan b. memasang alat pencegahan terjadinya kebisingan c. 13 15 Kepmen.Kep-50/MENLH/11/1996 12 Baku Tingkat Kebauan Pasal 5 1.49/1996 Baku Tingkat Getaran Pasal 6 Setiap penanggung jawab usaha atau kegiatan wajib a mentaati baku tingkat getaran yang telah dipersyaratkan. LH No. √ √ √ Pengukuran & Pemantauan Pemakaian Ear Plug Laporan ke Owner 11 Kepmen LH No. instansi yang bertanggungjawab dibidang pengendalian dampak lingkunga dan instansi teknis yang membidangi kegiatan yang bersangkutan serta instansi lainnya yang dipandang perlu. Menyampaikan laporan hasil pemantauan tingkat getaran sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali kepada Gubernur. Setiap penanggungjawab usaha atau kegiatan wajib : a.48/1996 Baku Tingkat Kebisingan Pasal 6 Setiap penanggung jawab usaha atau kegiatan wajib .d.LH No. memasang alat pencegahan terjadinya getaran c.

Setiap orang/ Badan di wilayah DKI Jakarta wajib melakukan perlindungan mutu air sungai/ badan air sebagaimana ditetapkan dalam pasal 8.Gub. Membuat saluran pembuangan limbah cair yang memudahkan pengambilan contoh dan pengukuran debit. Melaksanakan swa-pantau selama pembuangan limbah berlangsung. Mengizinkan petugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 untuk memasuki lingkungan kerjanya dan membantu terlaksananya tugas petugas tersebut. e.115/2001 Kep. b. Apabila penanggungjawab kegiatan tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksudkan pada huruf c.DKI No.DKI No.Gub.DKI No.582/1995 Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai/Badan Air serta Baku Mutu Limbah Cair di wilayah DKI Jakarta Pasal 12 1.Gub.299/1996 Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Limbah Cair di Wilayah DKI Jakarta LAMPIRAN √ 21 Kep. memeriksa limbah cair secara berkala ke labratorium lingkungan KPPL d. Pasal 15 1.DKI No. c. dan d di atas.Pres No.1041/2000 Pengesahan Montreal tentang zat-zat yang merusak lapisan ozon √ Rencana penggantian alat/mesin yang merusak lapisan ozon Uji Emisi Uji Ambient Baku Mutu Udara Emisi Kendaraan Bermotor di Propinsi DKI Jakarta LAMPIRAN (Baku mutu) √ √ 19 Kep. 2. setiap penanggung jawab kegiatan wajib : a. IPAL Penmantauan & Pengukuran. √ √ Sampel diambil pada titik ujung riol proyek Job Description untuk operator IPAL √ √ Pengukuran & pemantauan.107/1997 Pembuatan Sumur Resapan di Propinsi DKI Jakarta Perhitungan dan Pelaporan Serta Informasi ISPU √ √ Metode Indeks Kualitas air untuk menentukan tingkat ketercemaran Udara Ambient .23/1992 Kep. f.DKI No.551/2001 Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan di Propinsi DKI Jakarta LAMPIRAN (Baku mutu) 20 Kep.Kadal No. Setiap orang/ Badan yang membuang limbah cair di wilayah DKI Jakarta wajib menaati baku mutu limbah cair sebagaimana ditentukan dalam pasal 10. melaporkan swa-pantau sebagaimana dimaksud dalam huruf d beserta hasil analisisnya kepada Gubernur cq KKPL secara berkala minimal 1 (satu) kali dalam 3(tiga) bulan. IPAL √ √ √ Uji kualitas air ke PUSARPEDAL Swa-pantau untuk parameter kejernihan dan kekeruhan - √ - 22 23 Kep. maka KKPL akan melakukan peninjauan dan mengambil contoh ke lapangan.Gub.17 18 Kep.Gub.

Tempat umum.02/1995 Kep. Pemimpin atau penanggungjawab tempat umum dan tempat kerja harus menyediakan tempat khusus untuk merokok serta menyediakan alat penghisap udara sehingga tidak mengganggu kesehatan bagi yang tidak merokok. Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan wajib memenuhi persyaratan mutu emisi dan/ atau gangguan yang ditetapkan dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan.24 Kep.Kadal No. baku mutu emisi dan baku tingkat gangguan yang ditetapkan untuk usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar. Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan ke udara ambien dan dalam ruangan wajib : a. 4. Melakukan pencegahan dan/ atau penanggulangan pencemaran udara yang diakibatkan oleh usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya.Kadal No.05/1995 Dokumen Limbah B3 Simbol dan Label B3 √ √ Perda Provinsi DKI No. saluran untuk pengumpul lindi Jumlah dan pengumpulan B3 Terpasang di gudang bahan kimia. Setiap usaha dan/ atau kegiatan yang wajib melakukan analisis mengenai dampak lingkungan hidup dilarang membuang mutu emisi melampaui ketentuan yang telah ditetapkan baginya dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. Memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat dalam rangka upaya pengendalian pencemaran udara dalam lingkup usaha dan/ atau kegiatannya. Pasal 14 √ uji emisi tidak melebihi NAB √ Uji emisi dan tindakan perbaikan √ menyediakan tempat merokok. arena kegiatan anak.Kadal No.2/2005 Pengendalian Pencemaran Udara Pasal 12 1. b. tindakan perbaikan dan pencegahan tindakan perbaikan dan pencegahan √ √ uji emisi untuk kendaraan yang masuk area proyek 3. rambu dilarang merokok diarea kerja dan ruangan menyediakan tempat merokok. Setiap orang atau Badan yang melakukan usaha atau kegiatan yang menghasilkan dan/ atau memasarkan produk yang berpotensi menimbulkan emisi dan gangguan udara ambien wajib menaati standar dan/ atau spesifikasi bahan bakar yang ditetapkan. limbah B3 25 26 27 Kep. sarana kesehatan. 2. rambu dilarang merokok diarea kerja dan ruangan √ . Menaati baku mutu udara ambien. c. tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok. 2. √ √ Pengukuran dan pemantauan.01/1995 Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3 √ Simbol & Label B3. Bak sampah B3 dari drum & tertutup. Pasal 13 1.

Pasal 15 1.Setiap orang atau Badan dilarang membakar sampah di ruang terbuka yang mengakibatkan pencemaran udara. Pasal 19 1. hasil uji emisi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian dari persyaratan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menjalani uji emisi sekurang-kurangnya setiap 6 (enam) bulan. Uji emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan dan/ atau pihak swasta yang memiliki bengkel umum yang telah memenuhi syarat. Setiap orang atau penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan/ atau gangguan wajib melakukan upaya penanggulangan pencemaran udara. dan baku tingkat gangguan. 2. √ - √ - . 2. Bagi kendaraan bermotor yang dinyatakan lulus uji emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberi tanda lulus uji emisi. 5. √ Pengukuran dan pemantauan emisi kendaraan. √ √ Uji getaran. dan pmeriksaan penaatan terhad √ Rambu dilarang membakar sampah diarea proyek √ Analisa kondisi udara ambient dan jumlah kendaraan yang lolos uji emisi Memperbaiki kendaraan yang emisinya melebihi baku mutu √ √ Pendataan kendaraan yang telah lolos uji emisi sehingga apat diketahui tingkat ketaatan terhadap legal Pasal 17 1. Pemulihan mutu udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengikuti pedoman yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. pemantauan emisi yang keluar dari kegiatan dan mutuu udara ambien di sekitar lokasi kegiatan. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan baku mutu udara ambien. baku mutu emisi. Kendaraan brmotor wajib memenuhi ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan persyaratan teknis. 4.udara ambient. 2. kebisingan. 2. 3. Pasal 16 Penanggulangan pencemaran udara sumber tidak bergerak meliputi pengawasan terhadap penaatan baku mutu emisi yang telah ditetapkan. Setiap orang atau penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan/ atau gangguan wajib melakukan pemulihan mutu udara. Upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Gubernur. Batas berlaku uji emisi pada bukti uji emisi Bukti uji emisi Dilakukan oleh bengkel yang ditunjuk. √ √ √ √ Pasal 25 1.

20 % Jakarta.28 Dokumen AMDAL Proyek Shangri-La Hotel Condominium MSDS ANDAL. Ghozy Perdana) Kepala Proyek (Wiyono) Safety Officer . RKL & RPL √ Identifikasi dampak penting Pengukuran dan pemantauan parameter yang terdapat dalam rencana pantau dan kelola MSDS terdapat pada gudang bahan kimia dan lokasi yang merupakan penyimpanan bahan B3 29 Prosedur Penanganan. April 2007 Dibuat oleh. Mengetahui (Ir. Penyimpanan dan Pengelolaan Bahan Kimia dan B3 dari Produsen √ Evaluasi Pemenuhan Legislasi = = = (Ya x 100%) + (Tidak x 0 %) + (Sebagian x 50%) Total pasal / ayat dalam PP Lingkungan terkait (94x100%) + (31X0%) + (0x50%) (94+31) x 100% x 100% 75.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Ya 95 Tidak 31 75.2 .

Persero PT. Jakarta MATRIKS PENILAIAN DAMPAK PENTING Revisi-01 Banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak Intensitas dan lamanya dampak berlangsung Jumlah manusia yang terkena dampak Luas wilayah sebaran dampak Sifat kumulatif dampak Pencemaran tanah Pencemaran air Pencemaran udara Vektor penyakit Kenyamanan Kebisingan Getaran Kemacetan Area Kepadatan lalulintas Parkir Kerusakan bangunan Pemborosan pemakaian air Pemborosan pemakaian listrik Bau Ledakan/Kebakaran Estetika Keamanan Longsor dari Teguran masyarakat Banjir/Genangan air Penurunan muka air tanah Toksik Keterangan : Penilaian Score >3 = Penting <3 = Kurang Penting 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 Θ 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 Penilaian Dampak Positif = Dampak Positif Negatif = Dampak Negatif Score 5 6 5 3 4 4 3 3 2 3 2 2 4 3 3 3 1 3 3 4 2 . Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium.

(Ir.Mengetahui. ST) Safety Officer . 6 Mei 2006 Dibuat oleh. Jakarta. Ghozy Perdana) Kepala Proyek (Devy Friska.

Penilaian Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Penting Penting Penting Penting Penting Penting Penting Penting Kurang Penting Penting Kurang Penting Kurang Penting Penting Penting Penting Penting Kurang Penting Penting Penting Penting Negatif Kurang Penting .

(Devy Friska. ST) Safety Officer . 6 Mei 2006 Dibuat oleh.Jakarta.

Jakarta MATRIKS IDENTIFIKASI DAMPAK PENTING ` Pemborosan pemakaian listrik Pemborosan pemakaian air Kepadatan Area Parkir Kemacetan lalulintas Kerusakan bangunan Pencemaran udara Pencemaran tanah Vektor penyakit Pencemaran air Kenyamanan Kebisingan Getaran Persiapan Pembuatan kantor dan fasilitas Sisa material Tumpahan cat Pengangkutan/ Pemindahan material Pembuatan washing bay Kontruksi / Keet Waskita. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium. plastik 1 1 Pemakaian listrik 1 Pemakaian air Aktivitas MCK Pembuangan limbah cair Pemakaian air Kebersihan MCK Aktivitas dapur Pembuangan limbah cair dari pencucian 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Bau . sisa toner.Persero PT. Keet Direksi dan Keet Subkontraktor Pekerjaan administrasi proyek Mobilitas kendaraan 1 1 1 1 Sisa material 1 1 1 1 1 1 1 Pembuangan sampah kertas.

oli.Pembuangan sampah padat (plastik. solar grease) 1 Konstruksi / Lapangan Workshop kayu Pembuangan sampah padat (sisa kayu) serbuk pemotongan kayu 1 1 1 1 1 Pemotongan kayu 1 Pabrikasi Besi Pembuangan sampah padat (sisa besi) Penyimpanan besi 1 1 1 1 . bungkus makanan dan sisa makanan) 1 Penggunaan&pen yimpanan bahan bakar Konstruksi / Gudang Waskita Penyimpanan bahan kimia dan B3 Administrasi gudang Tumpahan dan tetesan bahan kimia Pembuangan sampah padat (plastik. bungkus makanan dan kertas) 1 1 1 1 1 1 1 Penyimpanan bahan bakar Tetesan dan tumpahan bahan bakar Pembuangan sampah padat (plastik. bungkus makanan dan kertas) 1 1 1 1 Konstruksi / Ruang mekanik Administrasi mekanik 1 Penyimpanan bahan B3 Perbaikan peralatan Tumpahan bahan kimia (bensin.

Galian Galian pada tanah tidak stabil dan kedalaman lebih dari 1. paku. pecahan beton) 1 1 1 Penempatan material Instal besi Instal kayu Las listrik Las tabung Sisa besi Limbah padat (kayu.5 m Pemotongan pancang Operasional Tower crane Buangan puing beton pancang Pengangkatan beban 1 1 1 1 Perbaikan Tower Tumpahan oli dan Crane gemuk Pengecoran Tumpahan beton 1 1 1 1 1 Proses pengecoran dengan concrete pump 1 Bongkar pasang bekisting Tumpahan minyak bekisting 1 1 Penempatan bekisting Bongkar pasang scaffolding Limbah padat (kayu. paku) Sisa besi Sisa besi Proses las Penggerindaan Dewatering Scrub besi Genangan air Pemompaan air dalam Pemancangan Operasional alat pancang Tumpahan oli dan bahan bakar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pasangan batu bata Pembuatan campuran semen 1 1 1 .

Pembuatan lantai Pembuangan sisa kerja beton (B0) Pengecatan Aktivitas kendaraan Tumpahan cat Asap kendaraan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Ceceran tanah dari roda Mobilitas kendaraan WC Pekerja Pembuangan limbah cair Pemakaian air Kebersihan MCK Depo transfer dan TPS sampah proyek Lindi 1 1 1 1 1 1 Sampah padat Washing Bay (bak kontrol) Pencucian kendaraan (mixer) dan penampungan sisa beton 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pembuangan lumpur (Sludge) Sumber energi Tumpahan dan tetesan bahan bakar dan oli Operasional genset Mechanical dan Electrical (ME) Fogging Pembuangan bahan sisa Asap Fogging Pencucian alat fogging Pembobokan operasional satmper/jack hammer Tahap operasi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Operasional kompressor Tumpahan dan tetesan bahan bakar dan oli Klinik Konstruksi/Beden Aktivitas bedeng g dan Warung dan warung Pembuangan limbah klinik Pembuangan sampah padat 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 .

(Ir.Pembuangan limbah cair Proses memasak di warung 1 1 Pemakaian listrik 1 Pemakaian air Akhir Konstruksi Pengangkutan/Pe mindahan material Mobilitas kendaraan 1 1 Pembongkaran keet kantor Prakonstruksi. konstruksi dan akhir konstruksi Pengaruh cuaca dan musim Pembuangan sisa material Hujan (Musim Penghujan) 1 1 1 1 1 1 1 Debu (musim Kemarau) 1 40 35 11 8 14 9 9 2 1 4 4 2 11 Total Dampak Mengetahui. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .

TING Ledakan/Kebakaran Estetika Keamanan Longsor Teguran dari masyarakat Banjir/Genangan air Penurunan muka air tanah Toksik Banjir Total Dampak Kegiatan 3 4 1 2 1 1 1 2 7 1 2 .

3 1 1 1 5 1 1 5 1 1 1 1 3 1 4 1 2 3 1 1 .

1 1 2 2 3 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 3 1 2 2 .

2 2 2 1 2 2 3 1 2 4 4 3 3 1 3 3 2 2 2 1 2 3 2 4 4 .

1 3 1 1 1 1 5 3 1 1 1 3 1 8 1 1 2 1 1 1 1 2 Jakarta. Mei 2006 Dibuat oleh. ST) Safety Officer . (Devy Friska.

Sasaran Rencana Tindakan Mulai Rencana 1 Tidak ada limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 2 Tidak terjadi pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Identifikasi karakteristik limbah padat dan cair Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan (pengendapan dan filtrasi) Memberi alas besi. dan membuat saluran pada tempat penampungan sampah & bahan B3 Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Feb-06 Membuat bak sampah dengan volume dan ukuran bak sesuai timbulan sampah Membuat TPA proyek sesuai dengan timbulan sampah dengan umur pakai 2 hari. Pemisahan sampah organik dan anorganik Material dan Water balance Memonitor.Persero PT. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja. Jakarta PEMANTAUAN No. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 .

Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air. Memonitor. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 5 Tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar dan pekerja. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair 4 Mencegah penularan dan penyebaran penyakit Mengumpulkan secara kolektif dan membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. serta memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan terkait Identifikasi karakteristik dan kualitas limbah cair Mapping sumber limbah cair Mapping saluran air buangan Himbauan penghematan pemakaian air Mendesign IPAL untuk penanganan buangan sisa cor (semen) Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi) Water dan material balance Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit. Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Memonitor. Pembersihan jalan kendaraan secara rutin.3 Mencegah pencemaran air tanah & badan air. Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek. Feb-06 Okt-05 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 .

Mengganti alat kerja dengan alat kerja lain yang tingkat kebisingannya memenuhi baku mutu Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga kebisingan bisa ditekan Monitoring dan kontrol kebisingan Feb-06 Feb-06 7 Tingkat getaran diarea proyek Melakukan pengukuran pada alat. Monitoring. Sosialisasi dan himbauan terhadap pemakaian air. mampu menahan beban puncak pengangkutan. Membuat jalan atau akses kerja yang aman. Membersihkan area kerja dari sampah. manusia dengan metode purposif sampling Monitoring dan kontrol getaran Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek. sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait Feb-06 8 Tidak terjadi kemacetan lalulintas disekitar proyek Shangri-La Hotel Condominium Okt-05 Feb-06 Feb-06 Feb-06 9 Tidak terjadi kerusakan struktur maupun kerusakan bangunan pendukung lainnya Mengatur parkir kendaraan. Okt-05 Feb-06 Konsultasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait.5 Tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar dan pekerja. tahan lama dan mudah dalam pemeliharaan. Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis. area kerja dan memenuhi baku mutu. Feb-06 . tahan getaran. Kuesioner kepada pekerja dan masyarakat sekitar Feb-06 Okt-05 Mar-06 Feb-06 Feb-06 6 Tingkat kebisingan diarea proyek sesuai dengan baku mutu Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber bergerak dan sumber titik. kontrol dan evaluasi Feb-06 Feb-06 10 Penghematan pemakaian air dan minimisasi buangan cair.

monitoring dan evaluasi terhadap pemakaian listrik. Merecord setiap pemakaian listrik sehingga terjadi material balance untuk energi recovery. Mematikan keran jika air tidak dipakai. Menggunakan alat listrik hemat energi. Feb-06 Kontrol. Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan. Feb-06 Kontrol. Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (maksimal 2 hari sekali) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring. kontrol dan evaluasi. bedeng proyek dan kantor. Menutup bak tampungan air kotor Menutup bak sampah atau melokalisir bak sampah sehingga bau tidak mengganggu. Mendata semua peralatan listrik yang dipakai selama satu hari dan berakumulasi sampai 1 bulan. Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 13 Tidak terjadi Kebakaran diarea Memasang APAR disetiap Pos Security. monitoring dan evaluasi terhadap pemakaian air.10 Penghematan pemakaian air dan minimisasi buangan cair. Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 12 Memenuhi baku mutu untuk parameter bau. Water balance. Mencatat pemakaian air pada setiap proses kerja. Mematikan alat listrik jika sudah tidak terpakai dan mematikan lampu jika sudah siang (untuk lokasi yang terkena sinar matahari) Sosialisasi dan himbauan pemakaian listrik Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 11 Penghematan pemakaian listrik. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. Feb-06 Feb-06 .

Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait (masyarakat sekitar) 17 Menjaga keamanan Tidak terjadi penurunan muka Monitoring terhadap alat pompa yang dipakai air tanah. 15 Tidak terjadi gangguan kemanan dan kerusuhan Menempatkan POS Security disetiap pintu masuk. Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 . Membersihkan area kerja masing-masing pada saat bekerja dan akhir pekerjaan. Setiap pekerja harus mempunyai identitas jelas (KTP. Memasang peringatan tentang pembuangan sampah. pemandangan. sehingga memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan pengelolaan sumber daya air. 14 Lingkungan kerja yang nyaman Mengatur peletakan material menurut jenis. Melakukan pekerjaan sesuai metode kerja 18 Tidak terjadi kelongsoran tanah akibat kerja dan akibat air hujan (erosi) Membuat saluran air hujan Menyediakan pompa untuk menguras air Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja.13 Tidak terjadi Kebakaran diarea proyek Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai. Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Menciptakan lingkungan kerja yang bersahabat dengan safety morning bersama setiap hari Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait (Kepolisian) 16 Tidak ada komplain dari masyarakat sekitar Kebersihan area proyek dan lingkungan luar proyek. sifat dan tidak mengganggu dan fungsinya sehingga mudah dipergunakan. SIM atau Surat Keterangan Kelurahan) Mengontrol dan memonitor pekerja yang keluar masuk.

21 Penyimpanan sementara dan Menentukan lokasi penyimpanan sementara pembuangan limbah B3 sesuai limbah B3 peraturan sampai dengan Januari 2007 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan 22 Semua ceceran bahan kimia/B3 Identifikasi area/tempat yang berpotensi dan limbah B3. tidak ada yang menimbulkan ceceran/tumpahan mencemari lingkungan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu terakhir Jan ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu terakhir Jan ‘06 Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 Minggu ke 1 Jan ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 .19 Mencegah Banjir Membuat saluran air hujan (drainase) Menyediakan pompa sesuai debit limpasan Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat/kendaraan/genset) Melakukan pengukuran emisi Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran. Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi Pemasangan safety net keliling bangunan Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. Feb-06 Feb-06 Minggu ke 1 Jan ‘06 Minggu ke-4 Jan ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 20 Emisi yang dihasilkan memenuhi baku mutu yang ditetapkan Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan Minggu ke-4 Jan ‘06 evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga.

mencemari lingkungan Sosialisasi/training IK ke pihak terkait 23 Tidak adanya kotoran bekas beton atau tanah pada jalan raya (fasilitas umum) Semua karyawan menerapkan SML secara konsisten Membuatkan washing bay pada area proyek Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu terakhir Jan ‘06 Minggu terakhir Jan ‘06 Pembuatan rambu-rambu peringatan atau informasi 24 Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada Minggu ke-2 Feb ‘06 karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada Minggu ke-2 Feb ‘06 rekanan 25 Secara bertahap tidak ada lagi Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat. dll) Minggu terakhir Jan penggunaan peralatan/fasilitas ‘06 yang mengandung BPO Identifikasi bahan penggantinya Minggu ke-1 Feb ’06 Membuat jadwal pergantian bertahap Minggu ke-1 Feb ’06 Minggu terakhir Jan ‘06 Minggu ke-3 Jan ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 26 Semua aspek lingkungan penting dipantau dan diukur Identifikasi item pemantauan dan pengukuran yang harus dilakukan Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal 27 Minggu ke-1 Mar ‘06 Pelaksanaan peraturan daerah Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Minggu ke-1 Feb ‘06 terkait Mendata Peraturan daerah terkait Minggu ke-1 Feb ‘06 Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait Minggu ke-1 Feb ‘06 28 RK3LM proyek dapat digunakan Mereview data yang telah ada untuk panduan pelaksanaan proyek Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Close Dalam proses Belum terlaksana .

Ghozy Perdana) Kepala Proyek . (Ir.Disetujui oleh.

PEMANTAUAN SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM Revisi-02 Rencana Selesai 1 Minggu ke-2 Feb ‘06 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4 1 Raalisasi Agustus 2 3 4 September 1 2 3 4 1 Oktober 2 3 4 Minggu terakhir Feb ‘06 Feb-06 Feb-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Feb-06 Feb-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 .

Mar-06 Mar-06 Mar-06 Feb-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 .

Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 .

Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 .

Mar-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 .

Mar-06 Mar-06 Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 ( 1 bulan sekali ) Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-4 Feb ‘06 Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu ke-4 Feb ’06 Periodik setiap 1 bln sekali Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-4 Feb ‘06 Minggu ke-4 Feb ‘06 .

Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-4 Feb ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-4 Mar ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 .

.

FormK3LMM-03-01 Edisi : 1 Revisi : 0 Pelaksana Keterangan Status Pelaksanaan Close Tindak Lanjut Kaloglat Kalap K3L K3L/Loglat/Pelak sana Teknik/Pelaksana K3l/Loglat Kalap/Teknik/Pel aksana/K3L/Logla t/adkont/PK/Surv ey Kalap/Teknik/Pel aksana/K3L/Logla t/adkont/PK/Surv ey K3L K3L/Pelaksana K3L K3L K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Continue Close Close Close Close Open Sosialisasi tentang pollution prevention Continue Close Close Close Continue Close Continue .

K3L K3L/Loglat/Pelak sana K3L/Loglat/Pelak sana K3L Teknik/Pelaksana /K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat K3L/Loglat Close Close Close Close Close Continue Close Close Teknik/Pelaksana /K3L Kalap/Teknik/Pel aksana/K3L/Logla t/adkont/PK/Surv ey UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L K3L K3L K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Security K3L Close Open Sosialisasi tentang pollution prevention Continue Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue .

Loglat/K3L/Pelak sana K3L K3L K3L Teknik/Pelaksana /Loglat Teknik/Pelaksana /K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L Continue Continue Continue Close Open Sosialisasi tentang pollution prevention Sosialisasi tentang pollution prevention Open Close Close K3L Security K3L Kalap/Teknik/Pel aksana/K3L/Logla t/adkont/PK/Surv ey Security Teknik/Pelaksana /Loglat/K3L Continue Continue Close Open Koordinasi dengan polsek atau masyarakat sekitar jika terjadi kemacetan yang diakibatkan kendaraan proyek Continue Close Kalap UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Close Continue Continue .

UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Loglat/PK K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Loglat/PK Continue Continue Continue Close Continue Estimasi pemakaian air diperinci/perjelas Continue Continue Continue Loglat Close UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L Teknik/Pelaksana /K3L/Loglat K3L PK/K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L/Loglat Continue Close Close Continue Continue Continue Continue Close Close .

Loglat K3L/Loglat/Pelak sana Loglat/Pelaksana /K3L Personel proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L Security K3L Continue Continue Continue Continue Close Close Close Security Open Peningkatan kedisiplinan dan pemasangan pos security dipintu masuk area kerja K3L/Security Continue Kalap K3L Kalap Security Pelaksana/Loglat Close Continue Close Continue Continue Pelaksana/Teknik / Loglat/Pelaksana /K3L Loglat Pelaksana Pelaksana/K3L Continue Close Close Close Close .

Teknik/Pelaksana Loglat Safety Officer Safety Officer Pelaksana Safety Officer Close Close Close Close Continue Close Kaloglat Kaloglat Close Open dilakukan oleh pihak uji emisi untuk pemasangan label Safety Officer Kalap Kalap Continue Continue Close Kalap Kaloglat Kaloglat Kalap Pelaksana Close Close Close Koordinasi Continue Continue Safety Officer Kaloglat Close Close Kaloglat Close .

Kalap Kalap Kalap Kalap UnitK3LM Kantor Pusat Kaloglat Ka P/K Ka. P/K Safety Officer Safety Officer Ka P/K Continue Close Close Continue Continue Close Close Close Close Close Close Safety Officer Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Continue Close Close Continue Continue Continue Continue Continue .

September 2006 Dibuat oleh.Jakarta. Devy Friska. ST (Safety Officer) .

Regulasi UNDANG-UNDANG RI Regulasi 1 UU No 14 Tahun 1969 2 UU No 1 Tahun 1970 .Persero PT. No. Waskita Karya Proyek Shangrila Hotel Condominium. Jakarta EVALUASI PENERAPAN REGU No.

3 UU No 3 Tahun 1992 4 UU RI No 23 Tahun 1992 .

5 UU No 18 Tahun 1999 6 UU No 13 Tahun 2003 Peraturan Pemerintah & Keputusan Presiden 7 PP No 14 Tahun 1993 .

10 Kepres RI No 22 Tahun 1993 11 PP RI No 29 Tahun 2000 PerMen / KepMen 12 PerMen Perburuhan No 07 Tahun 1964 .

PER 01/MEN/1979 .13 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.

14 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1980 .

15 PerMen Tenaga Kerja No 04/Men/1980 .

16 PerMen Tenaga Kerja No 02/MEN/1980 17 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1981 18 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1982 .

PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1982 19 PerMen Tenaga Kerja No 02/Men/1982 20 PerMen Tenaga Kerja No 03/Men/1982 .

23 PerMen Tenaga Kerja No 04/Men/1985 24 PerMen Tenaga Kerja No 05/Men/1985 .

25 PerMen Tenaga Kerja No 04/Men/1987 27 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1989 .

28 PerMen Tenaga Kerja No 02/Men/1992 29 PerMen Tenaga Kerja No 05/Men/1996 .

30 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1998 31 PerMen Tenaga Kerja No 03/Men/1998 32 PerMen Tenaga Kerja No 03/Men/1999 .

Lampiran 1 Mengetahui. .33 Keputusan Menkes No 1405 Tahun 2002 .

Ir. Ghozy Perdana Kepala Proyek .

mematuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan. memakai alat-alat pelindung diri yang diwajibkan c. kesehatan.otel Condominium.kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya . meminta pada pengurus agar dilaksanakan semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan. kesusilaan.semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya . memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas keselamtan kerja b. e. menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alatalat pelindung diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang dapat dipenuhi.alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan . Jakarta EVALUASI PENERAPAN REGULASI Regulasi Deskripsi Regulasi Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja Pasal 9 Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan. pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat dan moral agama Keselamatan Kerja Pasal 9 Point 1 Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang : . d.cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya Pasal 11 Point 1 Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya. Pasal 13 . pada pejabat yang ditunjuk oleh menteri tenaga kerja Pasal 12 Dengan peraturan perundangaan diatur kewajiban dan hak tenaga kerja untuk : a.

pasal 8 point 1 tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan kerja pasal 10 point 1 pengusaha wajib melaporkan kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja kepada kantor departemen tenaga kerja dan Badan Penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam point 2 pengusaha wajib melaporkan kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sembuh. daftar upah beserta perubahanperubahan dan daftar kecelakaan kerja di perusahaan atau bagian perusahaan yang berdiri sendiri. suami atau istri dan anak berhak memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan pasal 17 pengusaha dan tenaga kerja wajib ikut serta dalam program jaminan sosial tenga kerja pasal 18 pengusaha wajib memiliki daftar tenaga kerja beserta keluarganya.Barang siapa akan memasuki susuatu tempat kerja. pasal 16 tenaga kerja. pasal 22 pengusaha wajib membayar iuran dan melakukan pemungutan iuran yang menjadi kewajiban tenaga kerja melalui pemotongan upah tenaga kerja serta membayarkan kepada Badan Penyelenggara dalam waktu yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah Kesehatan . point 3 pengusaha wajib mengurus tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja kepada badan penyelenggara sampai memperoleh hak-haknya. diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat pelindungan diri yang diwajibkan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Pasal 3 point 2 setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja pasal 4 point 1 program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud pasal 3 wajib dilakukan oleh setiap perusahaan bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan didalam hubungan kerja sesuai dengan ketentuan undangundang ini. cacad atau meninggal dunia.

jaminan berupa pelayanan yaitu jaminan pemeliharaan kesehatan.000. Penyelenggaraan Program Kerja Jaminan Sosial Tenaga pasal 2 point 1 program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini. perlindungan tenaga keraj. minat dan kemampuannya melalui pelatihan kerja Pasal 68 Pengusaha dilarang memperkerjakan anak Pasal 86 Point 1 setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : keselamatan dan kesehatan kerja. jaminan berupa uang yang meliputi : jaminan kecelakaan kerja. Pasal 2 point 3 pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih. jaminan hari tua b. jaminan kematian. keselamatan dan kesehatan kerja.pasal 23 point 3 setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja Jasa Konstruksi pasal 23 point 2 Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keteknikan. moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama Pasal 87 Point 1 Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. terdiri: a. atau membayar upah minimal Rp.000 sebulan. 1. serta tata lingkungan setempat untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi. keamanan. . Ketenagakerjaan Pasal 6 Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tampa diskriminasi dari pengusaha Pasal 11 Setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh dan/atau mengembangkan komptensi kerja sesuai dengan bakat. wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja.

penyelenggara pekerja konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang : b.000. Kebersihan serta Penerangan dalam tempat kerja pasal 3 1.000 sebulan. keamanan. keselamatan dan kesehatan tempat kerja konstruksi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku c. 1. point 2 pengusaha wajib melaporkan setiap kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerjanya kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggaraan setempat/terdekat sebagai laporan kcelakaan tahap I. Halaman harus bersih. wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam terhitung terjadinya kc pasal 19 pengusaha wajib melaporkan penyakit yang timbul karena hubungan kerja.pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih. dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam setelah ada hasil diagnosis dari dokter periksa. perlindungan sosial tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku d. Syarat Kesehatan. Penyakit yang timbul karena hubungan kerja Pasal 2 Setiap tenaga kerja yang menderita penyakit yang timbul karena hubungan kerja berhak mendapat jaminan kecelakaan kerja baik pada saat masih dalam hubungan kerja maupun setelah hubungan kerja berakhir Penyelenggaraan Jasa Konstruksi pasal 30 point 1 untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaankonstruksi . atau membayar upah minimal Rp. rata dan tidak becek dan cukup luas untuk kemungkinan perluasan . tata lingkungan setempat dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. teratur. pasal 5 point 1 pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 wajib mendaftarkan perusahaan dan tenaga kerjanya sebagai peserta program jaminan sosial tenaga kerja pada badan penyelenggara dengan mengisi formulir yang disediakan oleh badan penyelenggara. pasal 18 point 1 pengusaha wajib memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan bagi tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan.

seperti pemasangan yang kasar. sampah dan terbuang lainnya harus terkumpul pada suatu tempat yang rapi dan tertutup. pasal 6 point 1 kakus-kakus yang terbuat dari bahan yang kuat harus disediakan untuk kaum buruh. kamar mesin. kakus.2. tempat penyimpanan barang sedang dan kecil. Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja bagi Paramedis Perusahaan. . pada waktunya sampah itu harus dibuang ketempat pembuangan sampah atau dibakar pada tempat yang aman. alat pengangkut orang dan barang. tempat pengumpulan sampah tidak boleh menjadi sarang lalat atau binatang serangga yang lain. saluran air yang melintasi halaman harus tertutup 5. Pasal 14 Point 4 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kasar seperti mengerjakan bahan-bahan kasar. kesehatan dan keselamatan kerja. menyisihkan barang besar. gudang untuk menyimpan barang besar dan kasar paling sedikit memiliki kekuatan 50 Lux Point 5 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kecil secara sepintas lalu. ruang penerimaan dan pengiriman dengan kapal. kamar makan dan alat keperluan makan harus selalu bersih dan rapi. jalanan dihalaman tidak boleh berdebu 3. 7. Pasal 1 Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga paramedis diwajibkan untuk mengirimkan setiap tenaga tersebut untuk mendapatkan latihan dalam bidang Hygiene Perusahaan. untuk keperluan air (riolering) harus cukup saluran yang kuat dan bersih 4. point 6 jumlah kakus sebagai berikut 1-15 buruh =1 kakus 16-30 buruh = 2 kakus 31-45 buruh = 3 kakus 46-60 buruh = 4 kakus 61-80 buruh = 5 kakus 81-100 buruh = 5 kakus san selanjutnya untuk tiap 100 orang 6 kakus pasal 8 dapur. 6.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan pasal 2 Setiap pekerjaan konstruksi bangunan yang akan dilakukan wajib dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. kebakaran. alat-alat kerja. harus dilengkapi dengan penerangan yang cukup sesuai dengan ketentuan yang berlaku. pasal 3 point 1 pada pekerjaan konstruksi bangunan harus diusahakan pencegahan dan dikurangi terjadinya kecelakaan atau sakit akibat kerja terhadap tenaga kerjanya. penyakit akibat kerja. diluncurkan atau dijatuhkan kebawah dari tempat yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kecelakaan. pasal 5 point 1 disetiap tempat kerja harus dilengkapi dengan sarana untuk keperluan keluar masuk dengan aman point 2 semua tempat kerja. pasal 7 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa peralatan perancah. atap-atap atau panggung yang dapat dimasuki. peledakan. bahan-bahan bangunan. pasal 8 semua peralatan sisi-sisi lantai yang terbuka. semua galian-galian dan lubang-lubang yang berbahaya harus diberi pagar atau tutup pengaman yan pasal 9 kebisingan dan getaran ditempat kerja tidak boleh melebihi ketentuan nilai ambang batas yang berlaku pasal 10 . pasal 6 kebersihan dan kerapihan ditempat kerja harus dijaga sehingga bahan-bahan yang berserakan. lubang-lubang dilantai yang terbuka. point 2 sewaktu pekerjaan dimulai harus segera disusun suatu unit keselamatan dan kesehatan kerja hal tersebut harus diberitahukan kepada setiap tenaga kerja point 3 unit keselamatan kejera meliputi usaha-usaha pencegahan terhadap : kecelakaan. bahanbahan dan benda-benda tidak dilemparkan. peralatan dan alat-alat kerja tidak merintangi atau menimbulkan kecelakaan. sisi-sisi tangga yang terbuka. lorong-lorong atau gang-gang tempat orang bekerja atau sering dilalui. pertolongan pertama pada kecelakaan dan usaha-usaha penyelamatan pasal 4 setiap kecelakaan kerja atau kejadian yang berbahaya harus dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. tangga-tangga.

dilayani dan dipelihara sedimikian rupa sehingga terjamin keselamatan pemakainya. Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan APAR pasal 3 tabung alat pemadam api ringan harus diisi sesuai dengan jenis dan konstruksinya . pasal 44 operator mesin harus terlatih untuk pekerjaannya dan harus mengetahui peraturan keselamatan kerja pada mesin tersebut. pasal 31 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk melarang orang memasuki daerah lintas keran jalan untuk menghindarkan kecelakaan karena terhimpit.orang tidak berkepentingan dilarang masuk pasal 12 perancah yang sesuai dan aman harus disediakan untuk semua pekerjaan yang tidak dapat dilakukan dengan aman oleh seseoarang yang berdiri diatas konstruksi yang kuat dan permanen. pasal 99 point 1 alat-alat pelindung diri yang jenisnya disesuaikan dengan sifat pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing tenaga kerja harus disediakan dalam jumlah yang cukup. pasal 74 setiap ujung-ujung mencuat yang membahayakan harus dilengkungkan atau dilindungi. pasal 67 point 2 pinggir-pinggir dan dinding-dinding pekerjaan galian harus diberi pengaman dan penunjang yang kuat untuk menjamin keselamatan orang yang bekerja dalam lubang / parit. dipasang. peralatan dan bahan yang dipergunakan pasal 25 point 1 tangga harus terdiri dari 2 kaki tangga dan sejumlah anak tangga yang dipasang pada kedua kaki tangga dengan kuat. pasal 86 tenaga kerja yang melakukan pekerjaan diatap harus dilengkapi dengan alat pelindung diri yang sesuai untuk menjamin agar mereka tidak jatuh dari atap atau bagian-bagian atap yang rapuh. pasal 28 alat-alat angkat harus direncanakan. kecuali apabila pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan aman dengan memper pasal 13 point 1 perancah harus diberi lantai papan yang kuat dan rapat sehingga dapat menahan dengan aman tenaga kerja.

kecuali jenis C02 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat. Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja Pasal 2 semua perusahaan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat 2 UU No 1 tahun 1970 harus melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali kecuali ditentukan lain oleh Direktur Jendral Pembinanaan Hubungan Perburuhan dan Per Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja pasal 2 point 1 apabila dalam pemeriksaan kesehatan bekerja dan pemeriksaan kesehatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi No Per 02/MEN 1980 ditemukan penyakit kerja yang diderita oleh tenaga kerja. jarak an pasal 9 alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49◦C turun sampai minus 44 o C kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu dluar batas tersebut diatas.pasal 4 point 1 setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas. pasal 8 pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1. Bejana Bertekanan . pasal 14 petunjuk cara-cara pemakaian alat pemadam api ringan harus dapat dibaca dengan jelas. pengurus dan badan yang ditunjuk wajib melapor secara tertulis kepada Kantor Direktorat Jendral Pembinan Hubungan Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja setempat pasal 3 point 1 laporan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayaaat 1 dilakukan dalam waktu paling lama 2X24 jam setelah penyakit tersebut didiagnosa. mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan pasal 5 dilarang memasang atau menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang atau cacad karena karat.2 m dari permukaan lantai.

atau mudah terbakar dan ruangan penyimpanan botol-botol baja dan bejana transport yang kosong harus memiliki ventilasi yang cukup dan memiliki pintupintu keluar dan penyelamat. nama pemilik b. Kwalifikasi Juru Las pasal 3 point 1 juru las dianggap terampil apabila telah menempuh ujian las dengan hasil memuaskan dan mempunyai sertifikat juru las Pelayanan Kesehatan dan Tenaga Kerja pasal 3 point 1 setiap tenaga kerja berhak mendapatkan pelayanan kesehatan kerja point 2 pengurus wajib memberikan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi . alat pengangkat dan benda-benda bergerak yang dapat menyentuh atau menimpa. pasal 22 setiap bejana diberikan tanda-tanda pengenal sebagai berikut: a. dimuka pemasukan angin. nama gas yang diisikan (bukan simbol kimia) d. tekanan pengisian yang diijinkan kg/cm2 (Po) pasal 35 point 2 ruangan penyimpanan khusus untuk gas beracun menggigit. gang. jika dari sudut keselamatan bisa dipertanggungjawabkan pasal 16 point 1 setiap bahan dari bagian konstruksi bejana tekanan harus memiliki surat tanda hasil pengujian atau sertifikat bahan yang diakui. nama dan nomor urut pabrik pembuatnya c. berat dari botol baja dalam keadaan kosong tampa keran dan tutup. point 4 dilarang menaruh atau menyimpan bejana tekanan dan botol baja dekat tangga. e.Pasal 5 Bahan dan konstruksi bejana tekanan harus cukup kuat dan memenuhi syarat pasal 7 Setiap botol harus dilengkapi dengan penutup katup yang baik kecuali botol-botol yang dirangkaikan satu sama lain diperbolehkan memakai satu katup penutup bersama.

pasal 7 baut pengikat yang dipergunakan peralatan angkat harus memiliki kelebihan ulir sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang. pasal 2 bahan konstruksi serta perlengkapan pesawat angkat dan angkut harus cukup kuat.Pesawat tenaga dan produksi pasal 3 point 2 setiap bahan dari bagian konstruksi pesawat tenaga dan produksi yang utama harus memiliki tanda hasil pengujian atau sertifikasi bahan yang diakui. pasal 3 point 1 beban maksimum yang diijinkan dari pesawat angkat dan angkut ditulis pada bagian yang mudah dilihat dan dibaca dengan jelas. pasal 29 operator pesawat tenaga dan produksi harus memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja Pesawat angkat dan angkut. jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. pasal 6 pada pesawat tenaga atau produksi yang sedang diperbaiki tenaga penggerak harus dimatikan dan alat pengontrol harus dikunci serta diberi suatu tanda larangan untuk menjalankan pada tempat yang mudah dibaca sampai pesawat yang tenaga dan produksi atau alat pasal 7 jarak antara peawat-pesawat atau mesin-mesin harus cukup lebar dan bebas dari segala sesuatu yang dapat membahayakan bagi lalu lintas. pasal 9 point 1 pada pekerjaan yang menimbulkan serbuk. pasal 4 semua bagian yang bergerak dan berbahaya dari pesawat tenaga dan produksi harus dipasang alat perlindungan yang efektif kecuali ditempatkan sedemikan rupa sehingga tidak ada orang atau benda yang menyinggungnya. pasal 4 setiap pesawat angkat dan angkut harus dilayani oleh operator yang mempunyai kemampuan dan telah memiliki keterampilan khusus tentang pesawat angkat dan angkut. . tidak cacat dan memenuhi syarat. serpih. debu dan bunga api yang dapat menimbulkan bahaya harus diadakan pengamanan dan perlindungan.

baut pengikat yang dipergunakan peralatan angkat harus memiliki kelebihan ulir sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang, jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. pasal 33 peralatan angkat listrik harus a. dikonstruksikan dari baja b. dibuat dengan angka keamanan sekurang-kurangnya - 8 untuk baja tuang - 5 untuk baja konstruksi atau baja tempa - dilengkapi dengan rem otomatis yang mampu menahan muatan, jika muatan dihentikan pasal 42 point 2 operator dan tenaga kerja harus menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan bahaya yang dihadapi. pasal 101 semua perlengkapan pesawat angkutan diatas landasan dan diatas permukaan sebelum digunakan harus diperikasa terlebih dahulu oleh operator.

P2K3 Serta tata cara penunjukan ahli keselamatan kerja
pasal 2 point 1 setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu, pengusaha atau pengurus wajib membentuk P2K3

point 2 a. tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus mempekerjakan 100 orang atau lebih pasal 3 Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusaha dan pekerja yang susunannya terdiri dari ketua, sekertaris dan anggota. pasal 4 P2K3 mempunyai tugas memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha atau pengurus mengenai masalah keselamatan dan kesehatan kerja.

Kualifikasi dan syarat-syarat operator keran angkat
pasal 10 point 1 operator dilarang meninggalkan tempat pelayanan selama keran angkat dioperasikan point 2 melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi atau kemampuan kerja serta merawat keran angkat, alat alat pengaman dan alat-alat perlengkapan lainnya yang terkait dengan bekerjanya keran angkat yang dilayaninya.

melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi atau kemampuan kerja serta merawat keran angkat, alat alat pengaman dan alat-alat perlengkapan lainnya yang terkait dengan bekerjanya keran angkat yang dilayaninya.

Tata cara penunjukan kewajiban dan wewenang ahli keselamatan kerja
pasal 3 untuk dapat ditunjuk sebagai ahli keselamatan dan kesehatan kerja harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Sarjana dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang keahliannya sekurang-kurangnya 2 tahun pasal 9 point 1 ahli keselamatan dan kesehatan kerja berkewajiban untuk membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan bidang yang ditentukan dalam keputusan penunjukannya.

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
pasal 3 point 1 Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran,

pasal 4 point 1 dalam penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 3, perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan sistem manajemen K3 b. merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. c. menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja. d. mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. e. meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. pasal 5 point 1 untuk membuktikan penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4, perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh menteri.

untuk membuktikan penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4, perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh menteri.

Penyelenggaraan pemeliharaan kesehatan bagi tenaga kerja dengan manfaat lebih baik daripada paket jaminan pemeliharaan kesehatan dasar Jaminan Sosial Tenaga Kerja
pasal 1 perusahaan yang menyelenggarakan sendiri pemeliharaan kesehatan dapat dengan cara a. menyediakan sendiri atau bekerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan (PPK)

Tatacara pelaporan dan pemeriksaan kesehatan
pasal 2 point 1 pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi ditempat kerja yang dipimpinnya. pasal 3 kewajiban melaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan belum mengikutsertakan pekerjaannya dalam program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan UU No 3 tahun 1992

pasal 4 point 1 pengurus atau pengusaha sebagaimana dimaksud pasal 3 wajib melaporkan secara tertulis kecelakaan kepada Kepala Kantor Departemen tenaga kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2x24 jam (dua kali duapuluh empat ) jam terhitung sejak terjadinya kecelaka

Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja lift untuk pengangkutan orang dan barang
pasal 3 point 1 kapasitas angkut lift harus dicantumkan dan dipasang dalam kereta serta dinyatakan dalam jumlah orang dan atau jumlah bobot muatan yang diangkut dalam kilogram (Kg) pasal 4 point 1 bagian-bagian lift harus kuat, tidak cacat, aman dan memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja pasal 6 point 6 setiap kamar mesin dilengkapi dengan alat pemadam api ringan jenis kering dengan kapasitas sekurangkurangnya 5 (lima) kg pasal 7

point 1 tali baja penarik bobot imbang dan governor harus kuat, luwes, tidak boleh terdapat sambungan dan semua utas tali seragam dari satu sumber yang sama.

Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri Air Bersih Kualitas air bersih memenuhi syarat kesehatan yang meliputi persyaratan fisika,kimia, mikrobiologi dan radioaktif sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku

Udara Ruangan Suhu : 18 - 28 ºC Kelembaban : 40 - 60 %

Limbah - setiap perkantoran harus dilengkapi dengan tempat sampah dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya dan dilengkapi penutup

- sampah kering dan basah di tampung dalam tempat yang terpisah - tersedianya tempat penampungan sementara yang memenuhi syarat. Pencahayaan. Intenstitas minimal untuk ruang kantor 100 lux

Kebisingan Tingkat kebisingan maksimal ditempat kerja maksimal 85 dBA

Toilet Karyawan 1-25 : 1 karyawan 25-50 : 2 Karyawan 51 - 100 : 3

100% x 59 + 90% x 9 + 85% x 2 + 80% x 34 + 75% x 2 + 70% x 13 + 60% x 7 + 50 % x 2 +0% x9 137.00 =81,6 %

Form.P6.K3LM-02-01 Edisi : 1 Revisi : 1

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan

Kebijakan K3LM PT. Waskita Karya

80% 80% 80% 80%

Induksi K3LM, Safety Morning, Papan Informasi

Laporan awal kecelakaan (Laporan Tahap I)

70% 70% 70% 60% 60%

80%

Papan Informasi, Induksi K3LM

Pendaftaran Jamsostek

No Pendaftaran SW 0684092005 / 16 September 2005

Laporan awal kecelakaan

Surat Keterangan Dokter

√ √ √

80% Kebijakan K3LM √ SMK3LM 80% √ Pembuatan P3K √ .√ Bekerjasama dgn RS Atmajaya 80% Dibentuknya Unit K3LM √ 80% Gab analisis √ Surat Perjanjian Tidak akan mempekerjakan anak dibawah umur.

√ √ √ √ √ 80% 80% 80% HIRARC Upah sesuai UMR IAL(Identifikasi Aspek Lingkungan) 80% .

80% 80% 80% 80% √ √ diangkut setiap hari Diberi tutup 60% 60% 70% √ 70% √ .

Kantor Pusat 90% Pembuatan akses jalan 70% Pembersihan oleh mandor 90% Safety deck. railing 90% 90% Pengukuran kebisingan dan getaran secara periodik . safety net. surat edaran dilarang menjatuhkan benda ke bawah.√ Ijin ke Depnaker. Jamsostek dan Koordinasi keamanan 80% Mengevaluasi HIRARC √ Membentuk unit K3LM dan dicantumkan dalam struktur 80% HIRARC √ Jamsostek. Depnaker.

Papan Pengumuman 80% bordes 80% bordes 80% 80% 75% rambu.70% Rambu. police line √ 80% railing 90% pemotongan stek yang tidak terpakai 70% safety harness 80% √ .

√ √ 80% √ √ Instruksi Kerja √ pemeriksaan dari jamsostek februari 2006. dari proyek Desember 2005 √ √ .

√ √ √ √ √ √ √ Bekerjasama dgn RS Atmajaya .

80% 85% 60% √ 60% 80% √ √ √ 80% .

Risalah Rapat √ 90% .√ 70% √ Pemakaian Helm dan Sepatu √ Check list √ √ √ 90% CAR.

Waskita Karya HIRARC 80% 70% √ .80% 80% √ √ √ 75% Kebijakan K3LM PT.

Atmajaya √ Laporan Awal Kecelakaan √ √ √ Pencantuman Beban Maksimum dalam hoist √ √ .√ Bekerjasama dengan RS.

. Juni 2006 Dibuat Oleh. non organik dan B3 70% Pengukuran secara berkala 85% Pengukuran secara berkala 50% Jakarta. air pakai dari perusahaan penyedia air bersih 80% Pengukuran secara berkala 90% 70% Tempat sampah organik.√ 90% air minum aqua.

Devy F Unit K3LM .

Waskita Karya SASARAN DAN PROGRAM K3LM Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 No. lapangan dan Mess 11 Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan K3LM 12 Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan P3K 13 Melakukan services berkala pada kendaraan milik proyek 14 Memberikan identitas pada setiap barang yang ada di gudang 15 Mendistribusikan IK 16 Memberikan penerangan yang cukup pada tempat kerja 17 Menyusun kabel dengan rapi di area kantor & proyek Kaloglat.Ka. P/K & Katek. P/K & Katek. Sasaran K3LM Program K3LM Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Januari Januari Mei Mei Januari Mei Mei 1 Incidence Rate = 0 1 Merevisi HIRARC untuk semua kegiatan proyek 2 Melakukuan sosialisasi / induksi K3LM bagi seluruh personil. Ka. Safety Officer Kaloglat.K3LM-03-01 Edisi : 1 PT.Adkon.Kalap.Kalap.Ka.Kalap. 6 Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh karyawan dan pekerja.Adkon.Ka. P/K Kaloglat Katek Kaloglat Kaloglat .Kalap.P6. Ka.Persero Form. Safety Officer Kalap.Adkon.Safety Officer Kaloglat. P/ K Ka P/ K Ka. Safety Officer Kalap & Safety Officer Kalap & Safety Officer Kapro & Safety Officer Kapro. antara lain ke Subkontraktor 7 Melaksanakan Inspeksi harian K3LM 8 Melaksanakan Weekly dan Monthy Safety meeting secara rutin 9 Segera melaksanakan Safety Meeting setelah terjadi accident atau incident 10 Membersihkan dan merapikan Lingkungan kantor. tamu maupun Subkontraktor 3 Memeriksa kelengkapan K3LM Subkontraktor sesuai dgn ceklist kelengkapan K3LM 4 Menyediakan rambu-rambu K3LM sesuai dengan Kebutuhan 5 Melaksanakan pengendalian sesuai rencana pengendalian terhadap potensi bahaya dan resiko. P/K & Katek. Safety Officer Ka. Loglat. Safety Officer dan Security Ka Adkon Ka. Ka.

komputer. 43 Menyediakan tempat istirahat pekerja/bedeng yang memadai 44 Ikut memelihara pagar sementara pada tepi construction joint lantai . 35 36 37 38 Sosialisasi metode kerja yang aman kepada Mandor Ikut memelihara rambu-rambu petunjuk area berbahaya Membantu dalam penyediaan jalan kerja yang aman Membantu dalam Pemeliharaan petunjuk jalan masuk dan keluar dan ke master area Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Januari Januari 39 Menginformasikan kepada pelaksana K3LM tentang area berbahaya dalam proyek 40 Memelihara pagar pengaman disekeliling lubang 41 Membantu dalam pengecekan scafollding dan cat walk 42 Ikut memelihara kebersihan proyek yang ada di area kerja ataupun proyek. safety net dan proteksi Mendistribusikan ijin kerja pada area berbahaya. Sasaran K3LM 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Program K3LM Menyediakan & memasang APAR Membuat cheklist untuk APAR. P/K Kaloglat Kaloglat Kaloglat Kaloglat Kaloglat Katek Kalap Kalap & SO Kalap Kalap Kalap Kalap & SO Kalap & SO Kalap & SO Kalap & SO Kalap & SO Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei 27 Melengkapi kebutuhan karyawan. Melakukan training ERP Monitoring dan supporting sehingga seluruh program K3 berjalan dengan baik. Mengalokasikan barang sesuai jenisnya Penyediaan APD Memasang & marawat railing pada tepi bangunan & area rawan Penguncian panel Memasang safety deck.meja. 28 29 30 31 32 33 Melengkapi kebutuhan rumah tangga proyek Pemberian status alat Pemeriksaan Peralatan sebelum beroperasi dan secara berkala Maintenance Alat berat dan ringan Menata dan Merapihkan gudang Alat dan kabel Membuat lock out .tag out untuk setiap peralatan dan perlengkapan di lingkungan proyek 34 Menyusun dan menempatkan Sampel Material ke almari yang representatif. printer dll. Kotak P3K. seperti. kursi. P/K Kapro Ka.KM. P/K Ka.No. Penanggung Jawab Kaloglat & SO Safety Officer Kaloglat Kaloglat Kalap & Safety Officer Kaloglat Safety Officer Safety Officer Ka.

Mintohardjo atau Ka. Loglat Ka. 2 Melaksanakan Pemeriksaan kesehatan bagi karyawan & pekerja Ka. P/K & Safety Officer klinik Al-Afiat untuk program pemeriksaan dan pengobatan serta penanganan kecelakaan bagi karyawan & pekerja dan bekerjasama dengan Jamsostek 4 Menyediakan Klinik kesehatan. Loglat Ka. P/K Loglat Safety Officer Ka.Adkon.Ka.Ka. Ka. Safety Officer Ka. paramedis. P/K & Katek.Kalap. Loglat Januari Januari Januari Mei Mei Mei Januari Januari Januari Mei Januari Januari 3 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 Merapihkan Lay out ruang kerja Kaloglat. Loglat Kaloglat.No. Sasaran K3LM Program K3LM Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai 45 Membantu dlm penyedian APD untuk pekerja & memantau pemakaiannya 46 Melaksanakan Investigasi Kecelakaan accident/ incident dan mengurusnya setiap habis terjadi Safety Officer Safety Officer Januari Januari Mei Mei 2 Meningkatkan kesesuaian legal 1 Melaksanakan pengurusan perijinan /pengesahan penggunaan Alat Berat / peralatan yang belum memiliki atau surat ijin pengesahan yang sudah tidak berlaku lagi ke pihak yang berwenang 2 Mendata & mengadakan pelatihan yang diperlukan 3 Meminta MSDS untuk setiap material khusus 4 Melakukan pengukuran-pengukuran yang diperlukan 5 Meminta SIO untuk setiap pekerja yang memerlukan keahlian khusus 6 Mempelajari peraturan dan menyesuaikan penerapannya 7 Mempelajari Peraturan tentang Instalasi Listrik 8 Mempelajari Peraturan tentang peralatan safety untuk operator Alat berat Ka. Loglat 6 Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Ka. Loglat Alat dan Lingkungannya 7 Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan Kalap Januari Mei Januari Mei Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei .Adkon.Kalap. P/K & Safety Officer kelengkapannya. 5 Membersihkan Gudang Alat dan Lingkungannya Ka. obat-obatan dan Ka. P/K & Katek. P/K & Safety Officer yang belum pernah diperiksa melalui kerjasama dgn Jamsostek 3 Mengadakan kerjasama dengan pihak RS. Ka.

(Ir. Kalap & Safety Officer Kalap & Safety Officer Safety Officer Januari Januari Januari Mei Mei Mei Jakarta. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .No. Januari 2007 Dibuat oleh. Sasaran K3LM Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan Program K3LM Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai 8 Menentukan dan menyediakan tempat buang air kecil yang terjangkau pekerja 9 Mengawasi pekerja dalam membuang sampah di area proyek 10 Melakukan fogging.

K3LM-03-01 Revisi : 0 Status Pelaksanaan Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Closed Continue Continue Closed Continue Continue .orm.P6.

Status Pelaksanaan Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Closed Closed .

Status Pelaksanaan Continue Continue Closed Continue Continue Continue Closed Continue Closed Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Continue Continue Continue .

P6.Form.K3LM-15-14 Persero Edisi : 1 Revisi : 0 PT. Waskita Karya Revisi : 3 MATRIKS RENCANA PEMANTAUAN & PENGUKURAN KINERJA K3LM NO AKTIFITAS/KONDISI PERALATAN PARAMETER PANTAU / UKUR LOKASI FREKUENSI PENANGGUNG JAWAB PROSEDUR/ IK BUKTI KERJA .

NO AKTIFITAS/KONDISI PERALATAN PARAMETER PANTAU / UKUR LOKASI FREKUENSI PENANGGUNG JAWAB PROSEDUR/ IK BUKTI KERJA .

antara lain ke Subkontraktor 7 Melaksanakan Inspeksi harian K3LM 8 Melaksanakan Weekly dan Monthy Safety meeting secara rutin 9 Segera melaksanakan Safety Meeting setelah terjadi accident atau incident 10 Membersihkan dan merapikan Lingkungan kantor. lapangan dan Mess 11 Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan K3LM 12 Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan P3K 13 Melakukan services berkala pada kendaraan milik proyek 14 Memberikan identitas pada setiap barang yang ada di gudang 15 Mendistribusikan IK Januari Januari Januari Mei Mei Januari Januari Januari Januari April April Januari .Persero Form. tamu maupun Subkontraktor 3 Memeriksa kelengkapan K3LM Subkontraktor sesuai dgn ceklist kelengkapan K3LM 4 Menyediakan rambu-rambu K3LM sesuai dengan Kebutuhan 5 Melaksanakan pengendalian sesuai rencana pengendalian terhadap potensi bahaya dan resiko.P6. 6 Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh karyawan dan pekerja. Sasaran K3LM Program K3LM Realisasi Mulai Selesai Januari Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Januari Januari Januari Januari Januari April Januari April April April April April April April Status Pencap. Waskita Karya PEMANTAUAN & PENGUKURAN SASARAN & PROGRAM K3LM BULAN APRIL Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 Rencana Mulai Selesai Januari Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Januari Januari Januari Januari Januari Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei No.K3LM-15-13 Edisi : 1 PT. Sasaran Closed Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Standby Continue Close Close Continue Continue Close Tindak Lanjut 1 Incidence Rate = 0 1 Merevisi HIRARC untuk semua kegiatan proyek 2 Melakukuan sosialisasi / induksi K3LM bagi seluruh personil.

KM. Sasaran Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Tindak Lanjut 27 Melengkapi kebutuhan karyawan. Melakukan training ERP Monitoring dan supporting sehingga seluruh program K3 berjalan dengan baik. kursi. Mengalokasikan barang sesuai jenisnya Penyediaan APD Memasang & marawat railing pada tepi bangunan & area rawan Penguncian panel Memasang safety deck. 28 29 30 31 32 33 Melengkapi kebutuhan rumah tangga proyek Pemberian status alat Pemeriksaan Peralatan sebelum beroperasi dan secara berkala Maintenance Alat berat dan ringan Menata dan Merapihkan gudang Alat dan kabel Membuat lock out . Sasaran K3LM Program K3LM 16 Memberikan penerangan yang cukup pada tempat kerja 17 Menyusun kabel dengan rapi di area kantor & proyek 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Menyediakan & memasang APAR Membuat cheklist untuk APAR. 35 36 37 38 Sosialisasi metode kerja yang aman kepada Mandor Ikut memelihara rambu-rambu petunjuk area berbahaya Membantu dalam penyediaan jalan kerja yang aman Membantu dalam Pemeliharaan petunjuk jalan masuk dan keluar dan ke master area 39 Menginformasikan kepada pelaksana K3LM tentang area berbahaya dalam proyek 40 Memelihara pagar pengaman disekeliling lubang 41 Membantu dalam pengecekan scafollding dan cat walk 42 Ikut memelihara kebersihan proyek yang ada di area kerja ataupun proyek. komputer.No.tag out untuk setiap peralatan dan perlengkapan di lingkungan proyek 34 Menyusun dan menempatkan Sampel Material ke almari yang representatif. safety net dan proteksi Mendistribusikan ijin kerja pada area berbahaya. Kotak P3K. seperti. Rencana Mulai Selesai Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Realisasi Mulai Selesai Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April Status Pencap. printer dll.meja. 43 Menyediakan tempat istirahat pekerja/bedeng yang memadai .

No. Mintohardjo atau klinik Al-Afiat untuk program pemeriksaan dan pengobatan serta penanganan kecelakaan bagi karyawan & pekerja dan bekerjasama dengan Jamsostek 4 Menyediakan Klinik kesehatan. paramedis. 5 Membersihkan Gudang Alat dan Lingkungannya 6 Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Alat dan Lingkungannya Januari Mei Januari April Continue Close Continue Januari Mei Januari April Januari Januari Januari Mei Mei Mei Januari Januari Januari April April April Continue Continue Continue . Sasaran Continue Tindak Lanjut 45 Membantu dlm penyedian APD untuk pekerja & memantau pemakaiannya 46 Melaksanakan Investigasi Kecelakaan accident/ incident dan mengurusnya setiap habis terjadi Januari Januari Mei Mei Januari Januari April April Continue Continue 2 Meningkatkan kesesuaian legal 1 Melaksanakan pengurusan perijinan /pengesahan penggunaan Alat Berat / peralatan yang belum memiliki atau surat ijin pengesahan yang sudah tidak berlaku lagi ke pihak yang berwenang 2 Mendata & mengadakan pelatihan yang diperlukan 3 Meminta MSDS untuk setiap material khusus 4 Melakukan pengukuran-pengukuran yang diperlukan 5 Meminta SIO untuk setiap pekerja yang memerlukan keahlian khusus 6 Mempelajari peraturan dan menyesuaikan penerapannya 7 Mempelajari Peraturan tentang Instalasi Listrik 8 Mempelajari Peraturan tentang peralatan safety untuk operator Alat berat Close Awal proyek Januari Januari Mei Mei Mei Awal proyek Januari Januari April April April Continue Continue Continue Close Continue Close Close Januari Januari Januari Mei Januari Januari Januari Januari Januari April Januari Januari 3 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 Merapihkan Lay out ruang kerja 2 Melaksanakan Pemeriksaan kesehatan bagi karyawan & pekerja yang belum pernah diperiksa melalui kerjasama dgn Jamsostek 3 Mengadakan kerjasama dengan pihak RS. obat-obatan dan kelengkapannya. Sasaran K3LM Program K3LM 44 Ikut memelihara pagar sementara pada tepi construction joint lantai Rencana Mulai Selesai Januari Mei Realisasi Mulai Selesai Januari April Status Pencap.

Sasaran Continue Tindak Lanjut 8 Menentukan dan menyediakan tempat buang air kecil yang terjangkau pekerja 9 Mengawasi pekerja dalam membuang sampah di area proyek 10 Melakukan fogging.No. Januari Januari Januari Mei Mei Mei Januari Januari Januari April April April Continue Continue Continue . Sasaran K3LM Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Alat dan Lingkungannya 7 Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan Program K3LM Rencana Mulai Selesai Januari Mei Realisasi Mulai Selesai Januari April Status Pencap.

m.K3LM-15-13 Revisi : 0 ndak Lanjut Status Pelaksanaan Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Open Open Continue Continue Closed .P6.

ndak Lanjut Status Pelaksanaan Continue Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue .

ndak Lanjut Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Closed Continue Continue Continue Closed Continue Closed Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue .

ndak Lanjut Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Continue .

Persero PT. Pemisahan sampah organik dan anorganik Memonitor.Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan sederhana (saringan & resapan) Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) 2 Mencegah terjadinya pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Menggunakan kembali material dan bahan yang masih Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L bisa digunakan (Reuse dan Recycling) oglat/adkont/PK/Survey Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 3 Mencegah pencemaran air Re-Mapping sumber limbah cair tanah & badan air. Waskita Karya Form.K3LM-03-01 Edisi : 1 SASARAN DAN PROGRAM K3LM Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 Penanggung Jawab Kaloglat Kalap K3L/Loglat/Pelaksana Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Nopember Nopember Januari Nopember Nopember Januari Januari Nopember Nopember Mei No.P6. 1 Sasaran Menangani limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan Program Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek Re . serta Mapping saluran air buangan memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang Himbauan penghematan pemakaian air diijinkan sesuai peraturan terkait K3L K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat/Pelaksana K3L/Loglat/Pelaksana K3L Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Januari Mei Mei Mei Mei Nopember Nopember Mei .

Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 5 Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan produktivitas tinggi. 3 Penanggung Jawab UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Mei Januari Mei Teknik/Pelaksana/K3L Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Januari Mei UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L K3L K3L K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Security Loglat/K3L/Pelaksana Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei K3L Januari Mei .Mencegah pencemaran air tanah & badan air. Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. serta No. Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air. sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air Memonitor. memastikan air buangan Sasaran Program memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi) terkait Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit. Membersihkan area kerja dari sampah. Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis. Memonitor. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair 4 Mencegah penularan dan penyebaran penyakit Mengumpulkan secara kolektif dan membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah.

Menutup bak sampah atau melokalisir bak sampah sehingga bau tidak mengganggu. 6 Sasaran Program Mencegah dan Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber bergerak menanggulangi kebisingan dan sumber titik. 8 K3L Security K3L Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Security K3L Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat K3L PK/K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L/Loglat Loglat Februari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Januari Februari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Nopember Nopember Mei 9 Mengurangi dan menghilangkan bau yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu. bedeng dan kantor. Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (minimal 1x seminggu) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring. kebisingan bisa ditekan Monitoring dan kontrol kebisingan Penanggung Jawab K3L Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Februari Februari Februari Februari Februari Februari Februari Februari 7 Mencegah terjadinya Melakukan pengukuran pada alat. 10 Mengurangi resiko kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran Memasang APAR disetiap Pos Security. kontrol dan evaluasi.No. Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan. diarea proyek dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga lingkungan sekitar. Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS . Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait Mengatur parkir kendaraan. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. area kerja dan pemaparan getaran yang manusia secara periodik terus menerus pada manusia sehingga menurunkan produktivitas kerja Monitoring dan kontrol getaran Transportasi dan mobilitas Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area lancar tanpa hambatan proyek.

Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi 14 Mengendalikan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Limbah B3 Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. Sasaran Program Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai. 11 Menghindari terjadinya kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan Membuat saluran air hujan Menyediakan pompa untuk menguras air Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja. Menentukan lokasi penyimpanan sementara limbah B3 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan Penanggung Jawab K3L/Loglat/Pelaksana Loglat/Pelaksana/K3L Loglat Pelaksana Pelaksana/K3L Teknik/Pelaksana Loglat Safety Officer Safety Officer Pelaksana Safety Officer Januari Nopember Nopember Nopember Nopember Mei Nopember Mei Mei Mei Januari Mei Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Mei Kaloglat Kaloglat Kalap Kalap Kalap Kaloglat Kaloglat Kalap Pelaksana Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Desember Nopember Nopember Mei Mei Mei Mei . 12 Mencegah Banjir Membuat saluran air hujan (drainase) Menyediakan pompa sesuai debit limpasan 13 Mengendalikan emisi yang Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat berasal dari sumber /kendaraan/genset) bergerak dan tidak Melakukan pengukuran emisi ulang bergerak Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran. Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga.10 Mengurangi resiko kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran No.

d. P/K Safety Officer Safety Officer Safety Officer Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Desember Desember Desember Nopember Desember Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait Mereview data yang telah ada Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Ka Ka Ka Ka Safety Officer P/K & Safety Officer P/K & Safety Officer P/K & Safety Officer P/K & Safety Officer Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari Ka P/K & Safety Officer Ka P/K & Safety Officer Ka P/K & Safety Officer .No. 2010 Sosialisasi/training IK ke pihak terkait Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada rekanan Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat. Sasaran Program 15 Penanganan ceceran bahan Identifikasi area/tempat yang berpotensi kimia/B3 dan limbah B3 menimbulkan ceceran/tumpahan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan 16 Peningkatan kepedulian terhadap implementasi SML 17 Melakukan Penggantian semua peralatan/fasilitas yang mengandung Bahan Perusak Ozon (BPO) s. dll) Penanggung Jawab Safety Officer Kaloglat Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Nopember Desember Nopember Desember Kaloglat Kalap Kalap UnitK3LM Kantor Pusat Kaloglat Nopember Nopember Desember Desember Nopember Desember 18 Melakukan semua pemantauan dan pengukuran sesuai dengan peraturan dan persyaratan Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal lainnya yang relevan laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran 19 Pemenuhan Peraturan Daerah terkait 20 Membuat RK3LM Identifikasi bahan penggantinya Membuat jadwal pergantian bertahap Identifikasi item pemantauan dan pengukuran yang harus dilakukan Ka P/K Ka.

Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Sasaran Program Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Jakarta. Januari 2007 Dibuat oleh. (Ir.No.

m.K3LM-03-01 Revisi : 0 Status Pelaksanaan Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue .P6.

Status Pelaksanaan Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue .

Status Pelaksanaan Continue Close Continue Close Close Close Continue Close Continue Continue Continue Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Close Open Close Close Close Close Close Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Close Close Close Close .

Status Pelaksanaan .

P6. Waskita Karya Form.Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan sederhana (saringan & resapan) Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja. Pemisahan sampah organik dan anorganik Memonitor.K3LM-15-13 Edisi : 1 Revisi : 0 PEMANTAUAN & PENGUKURAN SASARAN & PROGRAM K3LM BULAN APRIL Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 Rencana Realisasi Status Penc.Persero PT. Sasaran Mulai Selesai Mulai Selesai Close Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Mei Januari April Continue Close Close Continue No. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan Tindak Lanjut 1 Menangani limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan 2 Mencegah terjadinya pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Mei Januari April Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari April April April April Continue Continue Continue Continue Close Close Continue 3 Mencegah pencemaran air Re-Mapping sumber limbah cair tanah & badan air. serta Mapping saluran air buangan memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang Himbauan penghematan pemakaian air diijinkan sesuai peraturan terkait Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Mei Januari April . Sasaran Program Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek Re .

Rencana Mulai Selesai Januari Mei Januari Mei Realisasi Mulai Selesai Januari April Januari April Status Penc. Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 5 Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan produktivitas tinggi. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air Memonitor. Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek.3 Mencegah pencemaran air tanah & badan air. Sasaran Continue Continue Tindak Lanjut Close Januari Mei Januari April Continue Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari April April April April April April April April April April Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Membersihkan area kerja dari sampah. Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis. Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair 4 Mencegah penularan dan penyebaran penyakit Mengumpulkan secara kolektif dan membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. Januari Februari Mei Februari Januari Februari April Februari Continue Close . diarea proyek dan lingkungan sekitar. Memonitor. 6 Mencegah dan Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber bergerak menanggulangi kebisingan dan sumber titik. memastikan air buangan Sasaran Program memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi) terkait Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit. serta No.

11 Menghindari terjadinya kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan Membuat saluran air hujan Menyediakan pompa untuk menguras air Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Februari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Februari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Februari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Februari April April April April April April April Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue Continue Close Continue Close 9 Mengurangi dan menghilangkan bau yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu. Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai. area kerja dan manusia secara periodik Rencana Mulai Selesai Februari Februari Februari Februari Februari Februari Realisasi Mulai Selesai Februari Februari Februari Februari Februari Februari Status Penc. menanggulangi kebisingan Sasaran Program diarea proyek dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga lingkungan sekitar. Memasang APAR disetiap Pos Security. bedeng dan kantor. Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (minimal 1x seminggu) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring. Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan. Sasaran Close Close Close Tindak Lanjut Monitoring dan kontrol getaran 8 Transportasi dan mobilitas Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area lancar tanpa hambatan proyek. Menutup bak sampah atau melokalisir bak sampah sehingga bau tidak mengganggu.6 Mencegah dan No. kontrol dan evaluasi. Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait Mengatur parkir kendaraan. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. 10 Mengurangi resiko kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran Januari Mei Januari April Januari Mei Januari April Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Januari Januari Mei Mei Mei Januari Januari Januari April April April . kebisingan bisa ditekan 7 Mencegah terjadinya pemaparan getaran yang terus menerus pada manusia sehingga menurunkan produktivitas kerja Monitoring dan kontrol kebisingan Melakukan pengukuran pada alat.

Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga. Nopember Desember Nopember Desember 14 Mengendalikan Tempat Menentukan lokasi penyimpanan sementara limbah B3 Nopember Nopember Nopember Nopember Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Limbah B3 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah Nopember Nopember Nopember Nopember B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan 15 Penanganan ceceran bahan Identifikasi area/tempat yang berpotensi kimia/B3 dan limbah B3 menimbulkan ceceran/tumpahan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari April April April April Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Close Open . Sasaran Close Close Tindak Lanjut 12 Mencegah Banjir Membuat saluran air hujan (drainase) Januari Mei Januari April Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Mei Mei Mei Nopember Nopember Nopember April April April Menyediakan pompa sesuai debit limpasan 13 Mengendalikan emisi yang Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat berasal dari sumber /kendaraan/genset) bergerak dan tidak Melakukan pengukuran emisi ulang bergerak Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran.11 Menghindari terjadinya kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas No. kendaraan Sasaran Program Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja. Rencana Mulai Selesai Realisasi Mulai Selesai Status Penc. Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi Continue Close Continue Continue Continue Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait.

Sasaran Program Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan Tindak Lanjut 16 Peningkatan kepedulian terhadap implementasi SML 17 Melakukan Penggantian semua peralatan/fasilitas yang mengandung Bahan Perusak Ozon (BPO) s.d.15 Penanganan ceceran bahan kimia/B3 dan limbah B3 Rencana Realisasi Mulai Selesai Mulai Selesai Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Status Penc. 2010 Sosialisasi/training IK ke pihak terkait Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada rekanan Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat. dll) 18 Melakukan semua pemantauan dan pengukuran sesuai dengan peraturan dan persyaratan Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal lainnya yang relevan laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran 19 Pemenuhan Peraturan Daerah terkait 20 Membuat RK3LM Identifikasi bahan penggantinya Membuat jadwal pergantian bertahap Identifikasi item pemantauan dan pengukuran yang harus dilakukan Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Desember Nopember Desember Close Close Close Close Close Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait Mereview data yang telah ada Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari April April April April Januari Januari Januari Januari Continue Continue Continue Continue Close Close Close Close . Sasaran Close Close Close Close Nopember Desember Nopember Desember Close No.

No. Sasaran Tindak Lanjut . Sasaran Program Rencana Mulai Selesai Realisasi Mulai Selesai Status Penc.

P6. Waskita Karya Form. Pemisahan sampah organik dan anorganik Memonitor.Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan sederhana (saringan & resapan) Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan yang masih Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L bisa digunakan (Reuse dan Recycling) oglat/adkont/PK/Survey Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja. 1 Sasaran Menangani limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan Program Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek 2 Mencegah terjadinya pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Re .Persero PT. serta memastikan air buangan memenuhi K3L/Loglat/Pelaksana Re-Mapping sumber limbah cair baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan terkait Nopember Nopember Mapping saluran air buangan K3L/Loglat/Pelaksana Nopember Nopember Himbauan penghematan pemakaian air K3L Januari Mei . mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 3 K3L K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mencegah pencemaran air tanah & badan air.K3LM-03-01 Edisi : 1 SASARAN DAN PROGRAM K3LM Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 Penanggung Jawab Kaloglat Kalap K3L/Loglat/Pelaksana Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Nopember Nopember Januari Nopember Nopember Januari Januari Nopember Nopember Mei No.

Penanggung Jawab UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Mei Januari Mei Teknik/Pelaksana/K3L Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Januari Mei UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L K3L K3L K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Security Loglat/K3L/Pelaksana Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei K3L Januari Mei . Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair 4 Mencegah penularan dan penyebaran penyakit Mengumpulkan secara kolektif dan membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 5 Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kendaraan keluar masuk area Mengatur lalulintas produktivitas tinggi. sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. proyek.3 No. Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. Memonitor. Membersihkan area kerja dari sampah. Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air Memonitor. Sasaran Program Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi) Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit.

Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan. kontrol dan evaluasi. Menutup bak timbul atau melokalisir bak sampah K3L sehingga bau tidak mengganggu. 6 Sasaran Program Mencegah dan menanggulangi kebisingan diarea proyek dan lingkungan bergerak Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber sekitar. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS . Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga kebisingan bisa ditekan Monitoring dan kontrol kebisingan Penanggung Jawab K3L Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Februari Februari Februari Februari Februari Februari Februari 7 Mencegah terjadinya pemaparan getaran yang terus menerus pada manusia sehingga menurunkan produktivitas kerja Februari Melakukan pengukuran pada alat. Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (minimal 1x seminggu) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring. area kerja dan K3L manusia secara periodik 8 Monitoring dan kontrol getaran Transportasi dan mobilitas lancar tanpa hambatan Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek. dan sumber titik.No. Security Mengurangi dan menghilangkan bau yang sampahsehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu. Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat K3L PK/K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L/Loglat Loglat 10 Mengurangi resiko kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran Memasang APAR disetiap Pos Security. Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait K3L Security K3L Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Februari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Januari Februari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Nopember Nopember Mei 9 Mengatur parkir kendaraan. bedeng dan kantor.

14 Mengendalikan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Limbah B3 Menentukan lokasi penyimpanan sementara limbah B3 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan Januari Nopember Nopember Nopember Nopember Mei Nopember Mei Mei Mei Kaloglat Kaloglat Kalap Kalap Kalap Kaloglat Kaloglat Kalap Pelaksana Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Desember Nopember Nopember Mei Mei Mei Mei . Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. Penanggung Jawab K3L/Loglat/Pelaksana Loglat/Pelaksana/K3L Loglat Pelaksana Pelaksana/K3L Teknik/Pelaksana Loglat Safety Officer Safety Officer Pelaksana Safety Officer Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Mei Januari Mei 11 Menghindari terjadinya kelongsoran tanah akibat hujan Membuat saluran air penggalian dan aktivitas kendaraan Menyediakan pompa untuk menguras air Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja. Sasaran Program Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai.10 No. 12 Mencegah Banjir Membuat saluran air hujan (drainase) Menyediakan pompa sesuai debit limpasan 13 Mengendalikan emisi yang berasal dari sumber bergerakemisitidak bergerak Identifikasi sumber-sumber dan (alat berat /kendaraan/genset) Melakukan pengukuran emisi ulang Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran. Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga.

2010 Kaloglat Nopember Desember Identifikasi bahan penggantinya Ka P/K Membuat jadwal pergantian bertahap Ka. P/K 18 Melakukan semua pemantauan dan pengukuran sesuai dengan peraturan dan persyaratan lainnya yang relevan Identifikasi item pemantauan dan pengukuran yang Safety Officer harus dilakukan Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal 19 Pemenuhan Peraturan Daerah terkait Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait 20 Membuat RK3LM Mereview data yang telah ada Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Safety Officer Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Desember Desember Desember Nopember Desember Safety Officer Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari . Perusak Ozon (BPO) s.d. Sasaran Program 15 Penanganan ceceran bahan kimia/B3 dan limbah B3 yang berpotensi Identifikasi area/tempat menimbulkan ceceran/tumpahan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan Sosialisasi/training IK ke pihak terkait 16 Peningkatan kepedulian terhadap implementasi SML komunikasi SML kepada Melakukan konsultasi dan karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada rekanan Penanggung Jawab Safety Officer Kaloglat Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Nopember Desember Nopember Desember Kaloglat Kalap Kalap UnitK3LM Kantor Pusat Nopember Nopember Desember Desember 17 Melakukan Penggantian semua peralatan/fasilitas yang mengandung Bahandll) Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat.No.

Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Januari 2007 Dibuat oleh. Sasaran Program Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Jakarta. (Ir.No.

K3LM-03-01 Revisi : 0 Status Pelaksanaan Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue .P6.m.

Status Pelaksanaan Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue .

Status Pelaksanaan Continue Close Continue Close Close Close Continue Close Continue Continue Continue Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Close Open Close Close Close Close Close Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Close Close Close Close .

Status Pelaksanaan .

T. meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R serta memastikan air metode kerja sehingga antara input dan buangan memenuhi output sama (sisa sekecil mungkin) baku mutu yang diijinkan sesuai Himbauan penghematan pemakaian air peraturan terkait R SO R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai R bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO .P6.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.Persero PT. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Safety Officer : Wiyono : 2007 RENCANA TINDAKAN I terjadinya Menerapkan teknologi bersih dengan R 1 Mencegah pencemaran tanah & meminimalkan buangan dan bekerja sesuai buangan melebihi baku metode kerja sehingga antara input dan mutu terkait output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan R yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Re . K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Jakarta Form.Mapping sumber limbah Januari II III IV R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R Mei II III IV R R R Pelaksana SO I R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO SO Pembuatan instalasi pengolah air buangan sederhana (saringan & resapan) 2 Mencegah pencemaran Menerapkan teknologi bersih dengan air tanah & badan air.

R R R R SO R R R R SO . bergerak dan sumber titik. sehingga tidak mengganggu akses jalan. R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) 5 Mencegah menanggulangi sehingga kebisingan bisa ditekan kebisingan diarea proyek dan lingkungan Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber sekitar.peraturan terkait No SASARAN RENCANA TINDAKAN Re-Mapping sumber limbah cair Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana SO Mapping saluran air buangan SO Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit. R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO Membersihkan area kerja dari sampah. sifat dan frekuensi pemakaian R produktivitas tinggi. 3 Mencegah dan penyakit secara kolektif dan R penularan Mengumpulkan penyebaran membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. R Menjaga kebersihan prasarana lingkungan. WC dan sarana R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO SO 4 Menciptakan lingkungan Menyusun dan meletakkan material sesuai kerja yang nyaman dan dengan jenis. Membersihkan area kerja R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO SO R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO SO Menguras dan menghilangkan genangan air.

8 menghilangkan yang timbul sehingga S masyarakat dan pekerja Menutup bak sampah atau melokalisir bak R tidak terganggu. 9 kebakaran tidak terjadi kebakaran S Memasang APAR disetiap Pos Security.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R I Mei II III IV Pelaksana SO 6 Mencegah terjadinya Melakukan pengukuran pada alat. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. area kerja pemaparan getaran dan manusia secara periodik yang terus menerus pada manusia sehingga Monitoring dan kontrol getaran menurunkan produktivitas kerja Transportasi dan 7 mobilitas lancar tanpa hambatan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait R R R R SO R R R S R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO Memasang rambu lalulintas R R R S SO Mengurangi dan Menggunakan saluran tertutup untuk R bau penyaluran air buangan. sampah sehingga bau tidak mengganggu. bedeng dan kantor. S Mengeluarkan sampah domestik berkala (minimal 1x seminggu) Meletakkan pengharum ruangan WC secara R S R S Mengurangi resiko Memisahkan antara bahan sisa dan bahan R sehingga terpakai. 10 Menghindari terjadinya Membuat saluran air hujan kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S SO SO SO SO SO SO SO SO .

sesuai dengan Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana SO emisi Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat 11 Mengendalikan yang berasal dari /kendaraan/genset) sumber bergerak dan tidak bergerak Melakukan pengukuran emisi ulang SO SO Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) ceceran Identifikasi area/tempat yang berpotensi 12 Penanganan bahan kimia/B3 dan menimbulkan ceceran/tumpahan limbah B3 item pemantauan dan semua Identifikasi 13 Melakukan pemantauan dan pengukuran yang harus dilakukan pengukuran sesuai dengan peraturan dan persyaratan lainnya Membuat jadwal pemantauan pengukuran yang relevan Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal 14 Pemenuhan Peraturan Menghubungi pihak terkait atau instansi R Daerah terkait setempat S Mendata Peraturan daerah terkait R S Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait SO SO SO SO SO SO R S R S R SO SO SO .Menghindari terjadinya No kelongsoran SASARAN tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan RENCANA TINDAKAN Melakukan penggalian metode kerja.

Pemenuhan Peraturan Daerah terkait

No

SASARAN

RENCANA TINDAKAN Januari Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan I II III IV terkait S Mereview data yang telah ada R S Menggabungkan tersedia data-data yang telah R S secara R S R S

WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV

I

Mei II III IV

Pelaksana

15 Membuat RK3LM

SO

SO

Mendokumentasikan berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait

SO

SO

KETERANGAN

R S T P

Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan

Jakarta, Januari 2007 Dibuat oleh, Disetujui oleh :

(Wiyono) Safety Officer

(Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek

Form.P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3

Keterangan Status Pelaksanaan Continue

Continue

Close

Close

Continue

Continue

Continue

Keterangan Status Pelaksanaan Close

Close

Close

Continue

Continue Continue

Continue Continue

Continue

Continue

Close

Close

Keterangan Status Pelaksanaan Close

Close

Close

Close

Continue

Continue

Continue

Continue

Continue

Close

Close

Close

Keterangan Status Pelaksanaan Close

Close

Close

Close

Close

Close

Close

Close

Close

Continue

Continue

Continue

Keterangan Status Pelaksanaan Close

Close

Close

Close

Persero PT.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium, Jakarta

Form.P6. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3

RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.T. WASKITA KARYA (Persero)
Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Teknik : Ir. Heru Prastomo, MM : 2007 RENCANA TINDAKAN I 1 Mencegah terjadinya Mendesign instalasi pengolah air buangan pencemaran tanah dan sederhana (saringan & resapan) buangan melebihi baku mutu terkait Menerapkan teknologi bersih dengan R meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan R yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) 2 Mencegah pencemaran Mendesign bak sampah dan TPA proyek air tanah & badan air, dengan sistem tertutup agar tidak serta memastikan air menimbulkan vektor penyakit. buangan memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai Menerapkan teknologi bersih dengan peraturan terkait meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) 3 Mengurangi dan Mendesign saluran tertutup menghilangkan bau penyaluran air buangan. yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu. untuk Januari II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Katek

I

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

Katek

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

Katek

Katek

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

Katek

Katek

WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Katek KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta. Januari 2007 Dibuat oleh. Heru Prastomo.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari 3 Mengurangi dan Mendesign saluran tertutup untuk I II III IV menghilangkan bau penyaluran air buangan. yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja 4 Mencegah Banjir Mendesign saluran air hujan (drainase) tidak terganggu. Ghozy Perdana) Kepala Proyek . MM) Kepala Teknik (Ir. Disetujui oleh : (Ir.

P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Continue Continue Close Continue Close .Form.

Keterangan Status Pelaksanaan Close .

Persero PT. meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R serta memastikan air metode kerja sehingga antara input dan buangan memenuhi output sama (sisa sekecil mungkin) baku mutu yang diijinkan sesuai Re-Mapping sumber limbah cair peraturan terkait R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap Kalap Mapping saluran air buangan Kalap Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.T.P6. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Jakarta Form. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Kalap : Ir. Winursito Adi : 2007 RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV R S R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Kalap I 1 Menangani limbah B3 Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait maupun non B3 yang pada personil proyek mencemari lingkungan terjadinya Menerapkan 2 Mencegah teknologi bersih dengan pencemaran tanah & meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R buangan melebihi baku metode kerja sehingga antara input dan mutu terkait output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan R yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) 3 Mencegah pencemaran Menerapkan teknologi bersih dengan air tanah & badan air. Kalap .

sifat dan frekuensi pemakaian R produktivitas tinggi. yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Kalap 4 Menciptakan lingkungan Menyusun dan meletakkan material sesuai kerja yang nyaman dan dengan jenis. dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) 5 Mencegah menanggulangi sehingga kebisingan bisa ditekan kebisingan diarea proyek dan lingkungan sekitar. tidak terjadi kebakaran 9 Menghindari terjadinya Membuat saluran air hujan kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian metode kerja. tertutup untuk R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap resiko Memisahkan antara bahan sisa dan bahan 8 Mengurangi R kebakaran sehingga terpakai. sehingga tidak mengganggu akses jalan. 10 Mencegah Banjir sesuai dengan R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap Kalap Kalap Kalap Membuat saluran air hujan (drainase) Kalap . 6 Transportasi dan mobilitas lancar tanpa hambatan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait R R R R Kalap Kalap dan Menggunakan saluran 7 Mengurangi menghilangkan bau penyaluran air buangan.

No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Kalap emisi Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. 2007 Disetujui oleh : (Ir. Dibuat oleh. Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Winursito Adi) Kepala Lapangan (Ir. 11 Mengendalikan yang berasal dari sumber bergerak dan tidak bergerak 12 Mengendalikan Tempat Menentukan lokasi penyimpanan sementara Pembuangan Sampah limbah B3 Sementara (TPS) Limbah B3 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Sosialisasi IK kepada pihak terkait Kalap Kalap R S Kalap Melakukan pemeriksaan berkala terhadap R pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan ceceran Sosialisasi/training IK ke pihak terkait 13 Penanganan bahan kimia/B3 dan limbah B3 14 Peningkatan kepedulian Melakukan konsultasi dan komunikasi SML terhadap implementasi kepada karyawan SML R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap Kalap Kalap KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta.

P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Continue Continue Continue Close Close Close .Form.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Close Continue Continue Close Close Close Close .

Keterangan Status Pelaksanaan Close Close Close Close Continue Close Close .

WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Peralatan dan Logistik : Djarot D. Jakarta Form.P6.S. tumpahan pada pekerjaan yang memakai R serta memastikan air bahan kimia serta lokasi penyimpanan buangan memenuhi (bahan kimia dan bahan B3) baku mutu yang diijinkan sesuai Menerapkan teknologi bersih dengan peraturan terkait meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat .Persero PT.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.T. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. : 2007 RENCANA TINDAKAN Menyediakan tempat sampah baik maupun non-B3 (organic & an organic) B3 Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Kaloglat I 1 Menangani limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan terjadinya Pembuatan instalasi pengolah air buangan 2 Mencegah pencemaran tanah dan sederhana (saringan & resapan) buangan melebihi baku mutu terkait Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan R yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Pemisahan sampah organik dan anorganik R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat 3 Mencegah pencemaran Menyediakan alas dan bak penampung air tanah & badan air.

8 Mencegah Banjir Menyediakan pompa sesuai debit limpasan R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat emisi Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak 9 Mengendalikan yang berasal dari ketiga. sehingga tidak mengganggu akses jalan. sumber bergerak dan tidak bergerak Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi 10 Mengendalikan Tempat Menyiapkan simbol & label yang Pembuangan Sampah mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Sementara (TPS) Limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Kaloglat Kaloglat Kaloglat Kaloglat . 6 Transportasi dan mobilitas lancar tanpa hambatan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat Kaloglat 7 Mengurangi resiko Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat Memisahkan antara bahan sisa dan bahan R terpakai. WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) 5 Mencegah menanggulangi sehingga kebisingan bisa ditekan kebisingan diarea proyek dan lingkungan sekitar. sifat dan frekuensi pemakaian R produktivitas tinggi. serta memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai MenerapkanRENCANA TINDAKAN teknologi bersih dengan No peraturan terkait SASARAN Januari meminimalkan buangan dan bekerja sesuai I II III IV metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) 4 Menciptakan lingkungan Menyusun dan meletakkan material sesuai kerja yang nyaman dan dengan jenis.air tanah & badan air.

No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Kaloglat ceceran Menyediakan 11 Penanganan peralatan penanganan bahan kimia/B3 dan tumpahan (spillage kit) di area yang limbah B3 berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan 12 Melakukan Penggantian Identifikasi penggunaan semua (AC/Kulkas/Alat. Januari 2007 Dibuat oleh.S. Disetujui oleh : (Djarot D. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .d. dll) peralatan/fasilitas yang mengandung Bahan Perusak Ozon (BPO) s. 2010 BPO Kaloglat Kaloglat KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta.) Kaloglat (Ir.

K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Close Continue Continue Continue Continue Continue .Form.P6.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Continue Continue Continue Continue Close Close Standby Standby .

Keterangan Status Pelaksanaan Open Close Close .

d.P6.Persero PT. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : P/ K : Alan May Nasution : 2007 RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R Mei II III IV R R R Pelaksana I R Mencegah terjadinya Menggunakan kembali material dan bahan 1 pencemaran tanah dan yang masih bisa digunakan (Reuse dan R buangan melebihi baku Recycling) mutu terkait 2 Mencegah pencemaran Menerapkan teknologi bersih dengan air tanah & badan air. meminimalkan buangan dan bekerja sesuai serta memastikan air metode kerja sehingga antara input dan R buangan memenuhi output sama (sisa sekecil mungkin) baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan terkait Ka P/K Ka P/K R R R R R R R R R R R R R R R R R R R 3 Melakukan Penggantian Identifikasi bahan penggantinya semua peralatan/fasilitas yang mengandung Bahan Perusak Ozon (BPO) Membuat jadwal pergantian bertahap s.T.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. 2010 4 Pemenuhan Peraturan Menghubungi pihak terkait atau instansi R Daerah terkait setempat S Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait R S R S R S R Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K . Jakarta Form.

Pemenuhan Peraturan Daerah terkait WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan I II III IV terkait S I Mei II III IV Pelaksana .

Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Januari 2007 Dibuat oleh. Disetujui oleh : (Alan May Nasution) Ka P/K (Ir.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Mereview data yang telah ada Januari I II III IV R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Ka P/K 5 Membuat RK3LM Menggabungkan tersedia data-data yang telah R S secara R S R S Ka P/K Mendokumentasikan berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Ka P/K Ka P/K KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta.

P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Close Close Close Close Close .Form.

Keterangan Status Pelaksanaan .

Keterangan Status Pelaksanaan Close Close Close Close .

WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Kalap : Ir. Winursito Adi : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Incidence Rate = 0 7. Ikut memelihara rambu-rambu petunjuk R area berbahaya S 6. Membantu dalam Pemeliharaan R petunjuk jalan masuk dan keluar dan ke master area S 8.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.Persero PT. Membantu dalam kerja yang aman penyediaan jalan R S Kalap Kalap 1. Menginformasikan kepada pelaksana K3LM tentang area berbahaya dalam proyek R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kalap Kalap . Jakarta Form. Sosialiasi dan mengawasi penggunaan APD yang memadai dan sesuai pekerjaan 4. R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Mei II III IV R S R S R S Kalap Pelaksana Kalap I R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kalap Kalap 5. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.T. Membantu memelihara railing-railing yang terdapat pada area proyek. Sosialisasi metode kerja yang aman kepada Mandor 3.P6. Inspeksi K3LM harian Januari I II III IV R S 2.

Meningkatkan kesehatan karyawan R S Kalap Kalap Kalap Kalap R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kalap 2. Meningkatkan kesesuaian Legal peraturan R S 1. Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan 3. Winursito Adi) (Ir. Menentukan tempat buang air kecil R yang terjangkau pekerja S 3. Disetujui oleh : (Ir.1. Ikut memelihara kebersihan proyek yang R ada di area kerja ataupun proyek. Ghozy Perdana) . S 12. Incidence Rate = 0 WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S No SASARAN RENCANA TINDAKAN 9. Sosialisasi mengenai perundang-undangan K3LM R S 2. Memelihara pagar disekeliling lubang 10. 31 Mei 2007 Dibuat oleh. Membantu dalam pengecekan scafollding dan cat walk Januari I II III IV pengaman R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S I R S R S R S Mei II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S Pelaksana Kalap Kalap 11. Ikut memelihara pagar sementara pada tepi construction joint lantai 1. Menyediakan tempat istirahat R pekerja/bedeng yang memadai S 13. Mengawasi pekerja dalam membuang sampah di area proyek R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kalap Kalap KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta.

No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Kepala Lapangan I Mei II III IV Pelaksana Kepala Proyek .

K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Continue Continue Continue Close Continue Close .Form.P6.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Close Close Close Continue Close Continue .

Keterangan Status Pelaksanaan .

APD dll) S 7. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Safety Officer : Wiyono : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Melaksanakan Investigasi Kecelakaan R setiap habis terjadi accident/ incident dan mengurusnya S 6. Melaksanakan pengendalian sesuai rencana pengendalian thdp potensi R bahaya dan risiko (Safety deck. Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S 2.P6. R S R S R S R S R S R S R R S R S R S R R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana I Safety Officer Safety Officer Safety Officer 1. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Meeting mingguan /Rapat Koordinasi K3LM rutin R . Melaksanakan Inspeksi K3LM & merangkum hasil inspeksi yang dilakukan personil lain.Persero PT. Proteksi. Jakarta Form.T.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. induksi dll 4. Melaksanakan sosialisasi & pengarahan K3LM kepada seluruh karyawan & pekerja antara lain Program safety morning. Membantu dlm penyedian APD untuk pekerja & memantau pemakaiannya R S 3. Safety net. Incidence Rate = 0 5.

Menyediakan perlengkapan P3K R S 2. lapangan. Melakukan fogging di area proyek R S KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R 2. Memasang & merawat rambu-rambu K3LM di area proyek R S Meningkatkan kesesuaian Legal 1. mess & bedeng pekerja S 9. Meningkatkan kesehatan karyawan 3. Mempelajari peraturan & penyesuaian penerapannya R S 1. Disetujui oleh : (Wiyono) Safety Officer (Ir. Menyediakan tempat kencing sementara 3. Januari 2007 Dibuat oleh. Memelihara & merapikan lingkungan R kantor. Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer Safety Officer R S R R R R R R R R Safety Officer Jakarta. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .No SASARAN MeetingRENCANA TINDAKANKoordinasi mingguan /Rapat K3LM rutin Januari I II III IV S S R S R S R S R S R S S R S R S R S R S S R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana 8.

K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Continue Close Continue Continue Continue Continue .P6.Form.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Continue Close Continue .

K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.T. . MM : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Menginformasikan Jadwal kerja pada R petugas K3LM S Meningkatkan kesesuaian Legal 1.P6.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.Persero PT. Incidence Rate = 0 2. Menyusun dan menempatkan Sampel Material ke almari yang representatif. Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S 2. Melengkapi APD yang sesuai untuk staf teknik yang ke lapangan. R S R S 4. Heru Prastomo. 3. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Teknik : Ir. Jakarta Form. R S 5. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh staf teknik. Mempelajari peraturan menyesuaikan penerapannya dan R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Katek Continue R R R R R R R R R R R R R R R R Katek Continue R R R R R R R R R R R R R R R R Katek Continue Katek Close Katek Close WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Katek Keterangan Status Pelaksanaan Close I 1.

Januari I II III IV R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Katek Keterangan Status Pelaksanaan Continue 3. Meningkatkan kesehatan karyawan KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Ir. Memelihara kebersihan pada area kerja. Januari 2007 Dibuat oleh. Heru Prastomo. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta.No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1. Disetujui oleh : . MM) Kepala Teknik (Ir.

Incidence Rate = 0 2. Paulus Budi Kartiko : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3 kepada seluruh staf adkon. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. . 2. Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S R S 3.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.Persero PT. Melakukan sosialisasi K3LM kepada Subkontraktor proyek R S R S Meningkatkan kesesuaian Legal 1. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Adkon : Ir. Mempelajari peraturan menyesuaikan penerapannya dan R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Adkon Adkon Adkon R S R S R S Adkon WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Adkon I 1.P6. Memeriksa kelengkapan K3LM Subkontraktor sesuai dengan Cek list kelengkapan K3LM di Kantor Sub Kont.T. Jakarta Form. 4.

Januari I II III IV R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Adkon 3. Januari 2007 Dibuat oleh. Paulus Budi Kartiko) Adkon (Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta. Meningkatkan kesehatan karyawan KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Ir. Memelihara kebersihan pada area kerja.No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1. Disetujui oleh : .

P6.Form. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Close Close Continue .

Keterangan Status Pelaksanaan Continue .

S. Menyediakan APD yang sesuai dengan Kebutuhannya R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R Mei II III IV R R R Pelaksana Kaloglat I R . : 2007 RENCANA TINDAKAN 1.Persero PT. Maintenance Alat berat dan ringan R S 4. Jakarta Form. Pemberian status alat Januari I II III IV R S 2.T. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Menata dan merapihkan Panel dan kabel R listrik Sementara S 6. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Peralatan dan Logistik : Djarot D. Pemeriksaan Peralatan sebelum beroperasi dan secara berkala R S 3. Menata dan Merapihkan gudang Alat R S 1. Incidence Rate = 0 5. Menata dan merapihkan gudang kabel R S 7.P6.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.

Membersihkan Gudang Alat dan Lingkungannya 3. Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Alat dan Lingkungannya Kaloglat KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Djarot D.tag out untuk setiap R peralatan dan perlengkapan di lingkungan proyek S 1. Mempelajari Peraturan tentang peralatan safety untuk operator Alat berat R S Kaloglat 1.) Kaloglat (Ir. Meningkatkan kesehatan karyawan R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat 2. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Kaloglat 8. Membuat lock out . Meningkatkan kesesuaian Legal Listrik R S Kaloglat 3. Disetujui oleh : . Mempelajari Peraturan tentang Pemakaian alat Angkut dan angkat Kaloglat 2.S. Mempelajari Peraturan tentang Instalasi 2. Januari 2007 Dibuat oleh.

P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue .Form.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Close Close Continue Close .

Persero PT. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : P/K : Alan May Nasution : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Jakarta Form. Mengusulkan 2 orang karyawan ke Divisi untuk diikutkan kedalam pelatihan P3K Ka P/K 6. Incidence Rate = 0 R S R S R S R S Ka P/K R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K Ka P/K WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Ka P/K I 5. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh staf P/K. Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S 2. Mengusulkan 2 orang karyawan ke Divisi untuk diikutkan kedalam pelatihan K3 1. Membersihkan dan Lingkungan kerjanya. kursi. Penyediaan Obat-obatan dan peralatan R P3K untuk lingkungan proyek. S 8.P6. komputer.T. merapikan R S 4. seperti. Melengkapi kebutuhan karyawan.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. 3. R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K .meja. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. printer dll.

No SASARAN RENCANA TINDAKAN 9. R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K 3. Mintoharjo untuk program pemeriksaan dan pengobatan serta penanganan kecelakaan bagi karyawan & pekerja. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta. Mempelajari peraturan & menyesuaikan R penerapannya S 1. Meningkatkan kesehatan karyawan R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Alan May Nasution) Ka P/K (Ir. 2. Menyediakan Klinik kesehatan . Mengadakan kerjasama dengan pihak RS. Melengkapi kebutuhan rumah tangga proyek dan merawat kendaraan operasional Januari I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Ka P/K 2. Meningkatkan kesesuaian Legal 1. Disetujui oleh : . paramedis dan kelengkapannya dilapangan . Januari 2007 Dibuat oleh.

Form.P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Close Continue Continue Continue .

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Continue .

T. R S R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R Kapro Continue 5. Mempelajari peraturan menyesuaikan penerapannya dan R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kapro Continue Kapro Continue 2. Melakukan inspeksi K3 Mingguan dan Bulanan. S Meningkatkan kesesuaian Legal 1. Incidence Rate = 0 Kapro Close 4. Melakukan sosialisasi K3 kepada Sub Kontraktor dan Supplier proyek 1. R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kapro Continue 3. Melakukan sosialisasi K3 kepada seluruh pegawai proyek saat weekly meeting Januari I II III IV R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Kapro Keterangan Status Pelaksanaan Continue 2. .Persero PT. Ghozy Perdana : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Monitoring dan supporting sehingga R seluruh program K3 berjalan dengan baik.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Jakarta Form. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Kepala Proyek : Ir. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Segera melaksanakan Safety Meeting setelah terjadi accident atau insident R Kapro Standby 6.P6. Melaksanakan Weekly dan Monthly Safety Meeting secara rutin.

. Meningkatkan kesehatan karyawan KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Ir.No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1. Januari 2007 Dibuat oleh. Merapihkan Lay out ruang kerja Januari I II III IV R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S I R S Mei II III IV R S R S R S Pelaksana Kapro Keterangan Status Pelaksanaan Continue 3. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta.

PERAN. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium SUMBER DAYA. Devy Friska. TANGGUNG JAWAB. GHOZI PERDANA) 1 Menetapkan Program Kerja K3LM dikantor/Proyek 2 Memberikan Briefing dan pelatihan K3LM di Proyek/Kantor 3 Memimpin rapat kordinasi setiap minggu 4 Melakukan Inspeksi dan Supervisi dilapangan 5 Membantu menjelaskan mengenai dampak terhadap kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan dari setiap kegiatan proyek dan upaya pencegahan/ minimalisasinya. WEWENANG DAN GAP ANAL Revisi-01 Tanggung Jawab Ketua Organisasi P2K3LM (Ir. 6 Melakukan investigasi bila terjadi ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan serta pencegahan 7 Menerangkan Kebijakan K3LM Perusahaan maupun proyek Sekertaris Organisasi P2K3LM 1 Menyelenggarakan administrasi K3LM & 5R 2 Menghimpun dan mengelola data tentang K3LM & 5R 3 Mensosialisasikan persyaratan SMK3LM kepada seluruh tingkat dalam organisasi sehingga dalam bekerja mengutamakan K3LM 4 Memeriksa kelengkapan K3LM & 5R 5 Mengevaluasi penyebab timbulnya ketidaksesuaian 6 Melaporkan kepada Ketua P2K3LM kinerja SMK3LM 7 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3LM secara berkesinambungan di proyek Sekertaris Organisasi P2K3LM .Persero PT. ST 1 2 Wewenang 1 .

Sunendi. 1 Membantu merumuskan HIRARC 2 Menentukan Sasaran & Program masing-masing bagian sesuai dengan HIRARC 3 Membantu dan berberan aktif dalam penyelenggaraan K3LM Ir.Wiyono Jamil Hasan Security 1 Memberikan jaminan keamanan lingkungan proyek. Jajat. Alat c. baik ancaman dari luar maupun dlm yang lingkupnya . keluar masuk material / alat dan data pengunjung 4 Memonitor pintu gerbang yang menjadi akses jalan Security Leonardo. kejadian lapangan bila ada. Heru Prastomo. Pekerja 2 Pengendalian terhadap pekerja dan tamu 3 Pendokumentasian serah terima jaga. a. Material b. Surahman Anggota . Alam. Wahyudin. Patoni dan Kholil Taufik. MM .

Ichsan Ir. Ade Jatnika Ir.Ir. Pedrix Marliando Ir. Utin Tri A Aditya Ir. Armanda . Henky Sitorus Agus Gunawan Asep Muslihat Ir. Putu Gede Ir.

SE Taufik Alamsyah. Ida Flora Hartono. Zulfi Ir. Achmat Garnala Eko Mulyono Nasir Iwan Juansyah Teguh Ir. SE . Paulus Budi K Ir.Ir. Martini Ir.

Yovi Sarki Ir.Djarot DS Wawan Setiawan Rudi Cahyadi Lukman Daniel Sumarsono Ir. Sudarmoko Amdani Iman Aris .

M Adnan Kohar Bafiyono Ir.Iwan Gunawan Yasin Ir. (Ir. Supangat Mengetahui. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .

ndominium YA. PERAN. WEWENANG DAN GAP ANALISIS ORGANISASI TANGGAP P2K3LM Revisi-01 Gap Analisis Kompetensi Kesesuaian Ya Mengesahkan Instruksi Kerja K3LM Proyek Melaksanakan Inspeksi K3LM secara periodik Awareness MK3L Accident Investigation OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP Tidak x x x x x Wewenang Mewakili ketua P2K3LM dalam berhubungan dgn pihak ekstern khususnya berkaitan dengan Awareness MK3L Accident Investigation x x . TANGGUNG JAWAB.

OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP Awareness MK3L Accident Investigation OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP Awareness MK3L Accident Investigation OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP x x x x x x x x x x x x x OHSAS 18001 Training ERP OHSAS 18001 Training ERP x x x x OHSAS 18001 Training ERP x x .

Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x .

OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP x x

x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x

Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L x x x x x

x x x x x x x x x x x x

x

x x x x x x x x x x x x x

OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L

x x x x x x x x x x x x x x x x x x

TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG DI DALAM STRUKTUR UMUM ORGANISASI

ANGGAP P2K3LM

JABATAN : SAFETY OFFICER TANGGUNG JAWAB dilaksanakan dan 1 1 Menjamin, dipeliharanya proses yang dibutuhkan dari SMK3LM di proyek.

WEWENAN

Keterangan

30 Mei - 1 Juni 2005 di Yogyakarta 1 kali ( 7 Jan 2006)

2 Melaksanakan sosialisasi terhadap persyaratan-persyaratan SMK3LM kepada seluruh tingkat dalam organisasi proyek tercapainya kesadaran dalam bekerja selamatan dan kesehatan kerja.

3 Melaporkan kepada Ketua Unit K3LM atas kinerja SMK3LM.

4 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3LM secara berkesinambungan di proyek

5 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3LM secara berkesinambungan di proyek

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) .

1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) .

KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN A.Menguasai OHSAS 18001 . OHSAS 18001 & ISO 14001 : 2004 .Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000. KETRAMPILAN. jantung dll) C. tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D. LEVEL PENDIDIKAN .N WEWENANG UMUM ORGANISASI WEWENANG Mewakili Ketua Unit K3LM dalam berhubungan dengan pihak ekstern khususnya yang berkaitan dengan SMK3LM.Pernah mengikuti Diklat Accident Investigation .Syarat kesehatan (buta warna.Laki-laki atau perempuan .Menguasai SMK3LM Waskita .Menguasai AMDAL .Menguasai SML ISO 14001:2004 . cacat fisik.Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet.Minimal D3 . FISIK & KESEHATAN .Pernah mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM . PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA . PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) .Diutamakan dari jurusan teknik B.Pernah mengikuti Pelatihan Pemadam Kebakaran .Menguasai SMM ISO 9001:2000 .

.

.

.

.

.

PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000 & OHSAS 18001 Pernah Pernah Pernah Pernah mengikuti mengikuti mengikuti mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Diklat Accident Investigation Pelatihan Pemadam Kebakaran Diklat Safety Observation SO 9001 : 2000.ANALISA KOMPETENSI (GAP ANALYSIS) JABATAN : SAFETY OFFICER KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN A. jantung dll) AMAN KERJA C.Menguasai SML ISO 14001:2004 . tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi (tipe manusia . PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA .pembelajar) Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D.Menguasai SMM ISO 9001:2000 . FISIK & KESEHATAN Laki-laki atau perempuan Syarat kesehatan (buta warna.Menguasai SMK3LM Waskita .Menguasai OHSAS 18001 .Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM n bahaya kebakaran Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet. LEVEL PENDIDIKAN Minimal D3 Diutamakan dari jurusan teknik LUKAN B. KETRAMPILAN. dan Dokumentation K3LM Penaggung Jawab : KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN . cacat fisik.

A. PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000 & OHSAS 18001 Pernah Pernah Pernah Pernah mengikuti mengikuti mengikuti mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Diklat Accident Investigation Pelatihan Pemadam Kebakaran Diklat Safety Observation ANALISA KOMPETENSI (GAP ANALYSIS) JABATAN : SAFETY OFFICER KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN .Menguasai SMM ISO 9001:2000 . PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA . jantung dll) C.Menguasai SMK3LM Waskita .Menguasai SML ISO 14001:2004 . tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi (tipe manusia pembelajar) Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D.Laki-laki atau perempuan . FISIK & KESEHATAN .Menguasai OHSAS 18001 Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet.Minimal D3 . LEVEL PENDIDIKAN .Diutamakan dari jurusan teknik B. cacat fisik. KETRAMPILAN.Syarat kesehatan (buta warna.

tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi (tipe manusia . jantung dll) C.Minimal D3 Diutamakan dari jurusan teknik B. PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA . KETRAMPILAN.Menguasai SMM ISO 9001:2000 Menguasai SML ISO 14001:2004 Menguasai SMK3LM Waskita Menguasai OHSAS 18001 Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet.A. cacat fisik. LEVEL PENDIDIKAN .Laki-laki atau perempuan Syarat kesehatan (buta warna. PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000 & OHSAS 18001 Pernah mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Pernah mengikuti Diklat Accident Investigation Pernah mengikuti Pelatihan Pemadam Kebakaran Pernah mengikuti Diklat Safety Observation ANALISA KOMPETENSI (GAP ANALYSIS) JABATAN : SAFETY OFFICER KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN . FISIK & KESEHATAN .pembelajar) Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D.

KETRAMPILAN. jantung dll) C. PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000 & . cacat fisik. FISIK & KESEHATAN Laki-laki atau perempuan Syarat kesehatan (buta warna.OHSAS 18001 Pernah Pernah Pernah Pernah mengikuti mengikuti mengikuti mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Diklat Accident Investigation Pelatihan Pemadam Kebakaran Diklat Safety Observation . PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA Menguasai Menguasai Menguasai Menguasai SMM ISO 9001:2000 SML ISO 14001:2004 SMK3LM Waskita OHSAS 18001 Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet.pembelajar) Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D. LEVEL PENDIDIKAN .A. tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi (tipe manusia .Diutamakan dari jurusan teknik B.Minimal D3 .

.

.

GAP ANALYSIS) KESESUAIAN YA TIDAK KETERANGAN KESESUAIAN KETERANGAN .

YA TIDAK GAP ANALYSIS) KESESUAIAN YA TIDAK KETERANGAN .

GAP ANALYSIS) KESESUAIAN YA TIDAK KETERANGAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful