Contoh K3 Lengkap Proyek Sangrila

Persero PT.

WASKITA KARYA
Wilayah : Divisi :I Kode Dokumen : Tgl. Edisi Pertama Nomor Edisi Halaman : :1 : 1 dari 1 Nomor Kopi : Tanggal Revisi : Januari 2007

Nama Dibuat

Jabatan

Tandatangan

Tanggal Jan-07

Wiyono

Sekretaris K3LM

Disetujui

Ir. Ghozy Perdana

Ketua K3LM

Jan-07

DAFTAR ISI
Pendahuluan Tujuan Pembuatan Rencana K3LM Scope Aplikasi Rencana K3LM Gambaran Umum Kebijakan K3LM Perencanaan K3LM VI. 1 Penilaian Resiko VI. 2 Identifikasi Undang-undang VI. 3 Sasaran, Target dan Program Kerja K3LM VII Implementasi K3LM dan Operasi VII. 1 Organisasi K3LM Proyek VII. 2 Rencana Pelatihan K3LM VII. 3 Rencana Komunikasi & Konsultasi VII. 4 Rencana Pendokumentasian VII. 5 Rencana Kontrol Operasi VII. 6 Rencana Kesiagaan & Tanggap Darurat VIII Pemantauan, Pengukuran, Tindakan Pencegahan dan Perbaikan IX Sub Kontarktor yang Dominan dipakai di Proyek IX. 1 Nama Sub Kontraktor Pekerjaan Dominan IX. 2 Daftar Sub Kontraktor yang melaksanakan pekerjaan beresiko tinggi X Daftar Material yang Memerlukan Penanganan Khusus XI Daftar Peralatan yang Memerlukan Penanganan Khusus XII Daftar Tenaga Kerja yang Memerlukan Keahlian Tertentu XIII Schedule Waktu XIV Schedule Bahan I II III IV V VI

BAB I PENDAHULUAN
Kegiatan konstruksi adalah suatu kegiatan yang kompleks, yaitu perpaduan antara kondisi lingkungan dan tuntutan spesifikasi teknis bangunan yang didalamnya banyak terjadi interaksi antara alat-alat / bahan - bahan kerja dan sumber daya manusia. Interaksi antar alat-alat / bahan - bahan kerja dan sumber daya manusia ini berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja, penurunan kualitas lingkungan akibat pembuangan limbah dari proses produksi dan ketidaksesuaian mutu produk dengan spesifikasi teknisnya. Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini sebagai langkah awal untuk meminimalisir resiko kerja, mencegah polusi & meningkatkan efisiensi kerja serta kualitas produk. Upaya preventif ini dimulai dengan membentuk suatu sistem manajemen K3LM yang didasarkan pada Plan - Do - Check dan Action yang dilakukan secara berkesinambungan dalam pelaksanaannya.

BAB II TUJUAN PEMBUATAN RENCANA K3LM
Tujuan dari pembuatan Rencana K3LM adalah untuk memastikan : 1. Proyek telah menerapkan SM-K3LM yang terdapat dalam Kebijakan Waskita, sebagai perwujudan komitmen perusahaan 2. SM-K3LM yang dibuat telah mampu memenuhi sasaran proyek yang ingin dicapai. 3. Proyek telah memenuhi peraturan dan persyaratan yang sesuai dengan SM-K3LM 4. Proyek telah melakukan upaya pencegahan awal untuk meminimalisir resiko yang berhubungan dengan K3LM semaksimal mungkin. Tujuan dan Sasaran SM-K3LM adalah : menciptakan suatu sistem K3LM di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

BAB III SCOPE APLIKASI RENCANA K3LM
Scope aplikasi rencana K3LM di Proyek Shangri-La Hotel Condominium Jakarta dimaksudkan agar dapat : - Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja - Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas konstruksi - Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien - Mengurangi buangan/ limbah yang timbul - Menjamin proses produksi berjalan aman dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan - Menjamin komitmen terhadap perlindungan tenaga kerja & lingkungan serta pemeliharaannya. Program K3LM meliputi : - Kondisi lingkungan - Struktur Organisasi K3LM - Pokok - pokok perhatian K3LM - Perencanaan HIRARC, Identifikasi Aspek Lingkungan dan Penetapan Persyaratan yang berkaitan dengan produk. - Identifikasi kondisi dan alat yang berpotensi menimbulkan bahaya, maupun yang menimbulkan dampak dampak terhadap lingkungan - Jenis penyakit dan kecelakaan akibat kerja, serta jenis limbah dan karakteristik buangan yang ada - Daftar Instasi terkait Kondisi Lingkungan Lingkungan Lalu Lintas - Lalu lintas di depan proyek sangat padat - Pekerjaan Cor, mobilitas dan demobilitas, pengiriman barang-barang dengan truk dilaksanakan hampir setiap hari. Lingkungan Sosial - Lokasi Proyek Shangri-La Hotel Condominium berdekatan dengan Hotel Shangri-La, perkantoran dan rumah penduduk - Pada umumnya masyarakat sekitar Proyek Shangri-La Hotel Condominium bekerja di perkantoran dan sektor konstruksi. Struktur Organisasi K3LM Ketua Unit K3LM : Kepala Proyek Sekertaris : Pelaksana K3 Anggota : - Kepala Lapangan - Kepala Teknik - Kepala Administrasi Kontrak - Kepala Peralatan dan Logistik - Kepala Personalia dan Keuangan - Para Pelaksana - Para Staf Kantor - Para Satpam

- Para Sub Kontraktor - Para Mandor Pokok-pokok Perhatian K3LM : Kecelakaan kerja, dan penurunan kualitas lingkungan maupun mutu produk akibat dari : - Alat/Mesin - Tahap/Metode Pelaksanaan - Perilaku pekerja yang tidak sesuai standar/persyaratan Penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan yang berasal dari: - Suara dan asap penggunaan alat - Debu hasil bobokan concrete - Penggunaan bahan kimia berbahaya Minimalisasi dampak dari aktivitas konstruksi tarhadap : - Kerugian materil maupun moril - Kecelakaan Kesehatan Kerja - Penurunan kualitas lingkungan serta - Ketidaksesuain produk dengan spesifikasi teknisnya Identifikasi Resiko K3LM dan upaya pencegahannya ; Identifikasi bahaya dan pencegahannya : Jatuh dari ketinggian > 1,5 meter : Menggunakan safety harness Pemasangan safety net dan safety deck Scaffolding yang dipergunakan kuat, kokoh dan nyaman Pemasangan pagar pengaman dan railing Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai helm Pemasangan safety net dan safety deck Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Menutup lubang-lubang / void yang terdapat di area kerja Memasang proteksi pada dinding luar gedung : Penggunaan daya listrik sesuai kapasitas Menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar Sambungan kabel harus di islasi dengan baik dan rapi Memakai sarung tangan & sepatu safety Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Penyediaan APAR di area kerja Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Meminimalisir bahaya yang akan timbul dengan memberikan himbauan kepada pekerja untuk bekerja dengan hati-hati

Kejatuhan benda

Tersengat listrik

Kebakaran

Pencemaran tanah : Menangani tumpahan B3 sesuai prosedur penanganan tumpahan Penyediaan tempat sampah dan memisahkan sampah sesuai jenisnya. masker. sarung tangan. Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Memakai APD yang memadai seperti ear plug Menghirup/menelan/menyerap zat berbahaya Kebisingan Identifikasi aspek lingkungan dan upaya mereduksi pencemarannya . kaca mata dan helm. : Menyediakan tempat penyimpanan khusus B3 Menyediakan tempat pembuangan khusus B3 ( tempat sampah dan TPS B3) Memproteksi dan menangani tumpahan yang timbul di area kerja sesuai dengan prosedur penanganan tumpahan Menyediakan MSDS di gudang penyimpanan B3 Kerusakan lapisan ozon Bahan Berbahaya dan Beracun . pewadahan & pengangkutan sampah : Mengganti alat yang mengandung bahan perusak ozon dengan alat lain yang tidak merusak ozon.Tertabrak/menabrak : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety & helm Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety. : Mengukur emisi kendaran dan udara ambien proyek Pemasangan rambu larangan merokok di lokasi kerja dan pembuatan lokasi khusus merokok : Mengukur nilai parameter pencemar yang terkandung dalam air buangan Pembuatan saluran air buangan proyek ke riol kota Membersihkan saluran air buangan proyek dari sampah : Memompa air tanah sesuai dengan kapasitas pengambilan air yang telah diijinkan Pencemaran udara Pencemaran air Penurunan muka air tanah Kebersihan lingkungan : Mengadakan petugas kebersihan khusus untuk membersih kan lingkungan kerja Ikut berperan serta dalam menjaga kebersihan area kerja Mengatur pembuangan.

Peralatan Khusus (peralatan yang berpotensi menimbulkan dampak) . Briffing setiap pagi kepada Mandor dan Sub yang terlibat. Pemberian rambu-rambu petunjuk dan larangan Pemasangan pagar pengaman di antara lantai & tangga.Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat Instansi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja : . Source Reduction.Astek Pencegahan Pencemaran (Pollution Prevention) 1.). biologi. Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai. Penggunaan alat keselamatan yang memadai (helm. Ultimate Disposal. 4. Treatment . dan fisika.Puskesmas / Dokter . 5. dll.Kepolisian . Penggunaan alat sesuai fungsi dan manualnya.Pemda . Recycling/ Reuse.Penyediaan air bersih . Perlu mendapat perhatian terhadap alat yang menimbulkan suara bising. pengurangan penggunaan sumber daya yang dapat menimbulkan limbah 2. masker & kaca mata Pencegahan dan Penanggulangan Kecelakaan : Pemasangan poster/ himbauan tentang K3LM. Penanganan Khusus 1. sarung tangan. menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk mereduksi limbah yang dihasilkan. Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat - Pemeliharaan Kesehatan : . Clean Technology.Pembuatan sarana MCK yang memadai . kacamata. Material Berbahaya (B3) 2. memanfaatkan kembali bahan-bahan buangan yang dapat di daur ulang 3. asap dan residu lainnya. mengolah limbah B3 untuk di urai menjadi limbah yang tidak berbahaya melalui proses kimiawi. merupakan langkah akhir jika limbah tersebut tidak dapat di olah dengan recycling dan treatment dengan membuang limbah tersebut dengan cara-cara yang aman seperti landfilling. Penempatan material/ bahan yang sensitif/ berbahaya.Depnakertrans . Penyediaan alat pemadam kebakaran Penempatan Satpam.Penyediaan obat-obatan .Penyediaan tempat sampah dan pembuangan keluar lokasi .Memakai APD yang memadai ketika bekerja dengan B3 seperti sepatu safety. sepatu. sarung tangan.

concrete mixer 6. Material Berbahaya dan berpotensi merusak lingkungan Daftar material yang memerlukan penanganan khusus : 1. minyak bekisting.3. Pengelasan 3. Floorhardener . Operator Tower Crane 3. Semen. Generator set 3. Mesin Las 4. Penggunaan bahan kimia / berbahaya 7.menggunakan alat khusus. Pekerjaan yang berpotensi menimbulkan bahaya/ buangan. Pengecatan 10. Pembongkaran Bekisting 8. besi. Peralatan Khusus Daftar peralatan yang memerlukan penanganan khusus : 1. Bonding agen. Tower Crane 2. Pengoperasian Tower Crane 4. Bekerja pada ketinggian ( pasang bata. operator yang mengoperasikan harus memiliki Surat Ijin Operasi (SIO) dari Depnaker. floor hardener 2. Bensin 3. cat Material yang termasuk dalam kategori berbahaya harus dilengkapi dengan cara penanggulangan bahaya yang terdapat pada Material Safety Data Sheet (MSDS). APAR 5. Zincromate. Pekerjaan Berbahaya Pekerjaan yang dianggap menimbulkan dampak terhadap lingkungan harus menggunakan metode pengerjaan tertentu. Penggunaan Bahan bakar 6. Waterproofing 9. Tenaga Kerja Ahli Tenaga kerja yang harus mempunyai setifikat keahlian : 1. Tenaga kerja ahli 4. Scafolder Peralatan yang memiliki kategori khusus. Olie. Tukang las plumbing 2. Waterproofing. granit. antara lain : 1. APD dan mengikuti IK yang ada. Pembobokan 2. Solar. Concrete pump. Operator alat berat 4. bekisting. dll ) 5. Passanger Hoist Alat-alat tersebut harus di pelihara oleh tenaga ahli atau teknisi yang biasa menangani peralatan khusus tersebut dan memerlukan sertifikasi sehingga mampu menangani jika terjadi kebocoran atau ledakan.

11 Pengoperasian stamper .

.

.

.

. dll. p dan residu lainnya.).an. sepatu.

.

.

serta jenis limbah dan karakteristik buangan yang ada .Menjamin komitmen terhadap perlindungan tenaga kerja & lingkungan serta pemeliharaannya. Identifikasi Aspek Lingkungan dan Penetapan Persyaratan yang berkaitan dengan produk. dan penurunan kualitas lingkungan maupun mutu produk akibat dari : .Alat/Mesin .Pada umumnya masyarakat sekitar Proyek Shangri-La Hotel Condominium bekerja di perkantoran dan sektor konstruksi. .Suara dan asap penggunaan alat . maupun yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan dampak .Pokok .Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja .Perilaku pekerja yang tidak sesuai standar/persyaratan Penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan yang berasal dari: . Lingkungan Sosial . perkantoran dan rumah penduduk .pokok perhatian K3LM .Jenis penyakit dan kecelakaan akibat kerja.BAB III SCOPE APLIKASI RENCANA K3LM Scope aplikasi rencana K3LM di Proyek Shangri-La Hotel Condominium Jakarta dimaksudkan agar dapat : .Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien .Pekerjaan Cor. Program K3LM meliputi : . mobilitas dan demobilitas. Pokok-pokok Perhatian K3LM : Kecelakaan kerja.Identifikasi kondisi dan alat yang berpotensi menimbulkan bahaya.Daftar Instasi terkait Kondisi Lingkungan Lingkungan Lalu Lintas . pengiriman barang-barang dengan truk dilaksanakan hampir setiap hari.Tahap/Metode Pelaksanaan .Mengurangi buangan/ limbah yang timbul .Menjamin proses produksi berjalan aman dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan .Debu hasil bobokan concrete .Kondisi lingkungan .Lalu lintas di depan proyek sangat padat .Perencanaan HIRARC.Penggunaan bahan kimia berbahaya Minimalisasi dampak dari aktivitas konstruksi tarhadap : .Lokasi Proyek Shangri-La Hotel Condominium berdekatan dengan Hotel Shangri-La.Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas konstruksi .

Kerugian materil maupun moril . kaca mata dan helm. Jatuh dari ketinggian > 1.Penurunan kualitas lingkungan serta . masker. sarung tangan.. Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Memakai APD yang memadai seperti ear plug Kejatuhan benda Tersengat listrik Kebakaran Tertabrak/menabrak Menghirup/menelan/menyerap zat berbahaya Kebisingan Identifikasi aspek lingkungan dan upaya mereduksi pencemarannya .Kecelakaan Kesehatan Kerja .5 meter : Menggunakan safety harness Pemasangan safety net dan safety deck Scaffolding yang dipergunakan kuat. kokoh dan nyaman Pemasangan pagar pengaman dan railing Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai helm Pemasangan safety net dan safety deck Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Menutup lubang-lubang / void yang terdapat di area kerja Memasang proteksi pada dinding luar gedung : Penggunaan daya listrik sesuai kapasitas Menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar Sambungan kabel harus di islasi dengan baik dan rapi Memakai sarung tangan & sepatu safety Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Penyediaan APAR di area kerja Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko Meminimalisir bahaya yang akan timbul dengan memberikan himbauan kepada pekerja untuk bekerja dengan hati-hati : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety & helm Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety. .Ketidaksesuain produk dengan spesifikasi teknisnya Identifikasi Resiko K3LM dan upaya pencegahannya . Pencemaran tanah : Menangani tumpahan B3 sesuai prosedur penanganan tumpahan Penyediaan tempat sampah dan memisahkan sampah sesuai jenisnya.

Penggunaan alat keselamatan yang memadai (helm. Perlu mendapat perhatian terhadap alat yang menimbulkan suara bising. Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai.). sarung tangan. Penyediaan alat pemadam kebakaran Penempatan Satpam. dll.Pencemaran udara : Mengukur emisi kendaran dan udara ambien proyek Pemasangan rambu larangan merokok di lokasi kerja dan pembuatan lokasi khusus merokok : Mengukur nilai parameter pencemar yang terkandung dalam air buangan Pembuatan saluran air buangan proyek ke riol kota Membersihkan saluran air buangan proyek dari sampah : Memompa air tanah sesuai dengan kapasitas pengambilan air yang telah diijinkan : Mengadakan petugas kebersihan khusus untuk membersih kan lingkungan kerja Ikut berperan serta dalam menjaga kebersihan area kerja Mengatur pembuangan. : Menyediakan tempat penyimpanan khusus B3 Menyediakan tempat pembuangan khusus B3 ( tempat sampah dan TPS B3) Memproteksi dan menangani tumpahan yang timbul di area kerja sesuai dengan prosedur penanganan tumpahan Menyediakan MSDS di gudang penyimpanan B3 Memakai APD yang memadai ketika bekerja dengan B3 seperti sepatu safety. sarung tangan. sepatu. kacamata. Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat . asap dan residu lainnya. pewadahan & pengangkutan sampah : Mengganti alat yang mengandung bahan perusak ozon dengan alat lain yang tidak merusak ozon. Pemberian rambu-rambu petunjuk dan larangan Pemasangan pagar pengaman di antara lantai & tangga. masker & kaca mata Pencemaran air Penurunan muka air tanah Kebersihan lingkungan Kerusakan lapisan ozon Bahan Berbahaya dan Beracun - Pencegahan dan Penanggulangan Kecelakaan : Pemasangan poster/ himbauan tentang K3LM. Briffing setiap pagi kepada Mandor dan Sub yang terlibat. Penggunaan alat sesuai fungsi dan manualnya. Penempatan material/ bahan yang sensitif/ berbahaya.

minyak bekisting. Olie. Peralatan Khusus Daftar peralatan yang memerlukan penanganan khusus : 1. pengurangan penggunaan sumber daya yang dapat menimbulkan limbah 2. menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk mereduksi limbah yang dihasilkan. Clean Technology. Bensin 3. merupakan langkah akhir jika limbah tersebut tidak dapat di olah dengan recycling dan treatment dengan membuang limbah tersebut dengan cara-cara yang aman seperti landfilling. Zincromate. Solar. 5.Penyediaan tempat sampah dan pembuangan keluar lokasi . Tower Crane 2. Pekerjaan yang berpotensi menimbulkan bahaya/ buangan. Semen. Peralatan Khusus (peralatan yang berpotensi menimbulkan dampak) 3. Tenaga kerja ahli 4.Penyediaan air bersih .Pemda . Generator set 3. Material Berbahaya (B3) 2. Ultimate Disposal. Recycling/ Reuse.Penyediaan obat-obatan . Material yang termasuk dalam kategori berbahaya harus dilengkapi dengan cara penanggulangan bahaya yang terdapat pada Material Safety Data Sheet (MSDS). 4. floor hardener 2. mengolah limbah B3 untuk di urai menjadi limbah yang tidak berbahaya melalui proses kimiawi. dan fisika.Puskesmas / Dokter . cat dll. Mesin Las .Kepolisian . Source Reduction. Material Berbahaya dan berpotensi merusak lingkungan Daftar material yang memerlukan penanganan khusus : 1.Astek Pencegahan Pencemaran (Pollution Prevention) 1. Waterproofing.Pemeliharaan Kesehatan : .Depnakertrans . memanfaatkan kembali bahan-bahan buangan yang dapat di daur ulang 3. biologi.Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat Instansi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja : . Penanganan Khusus 1.Pembuatan sarana MCK yang memadai . Treatment .

Operator Tower Crane 3. Operator alat berat 4. Waterproofing 9. APAR 5. Tukang las plumbing 2. Penggunaan Bahan bakar 6. bekisting. operator yang mengoperasikan harus memiliki Surat Ijin Operasi (SIO) dari Depnaker. Bekerja pada ketinggian ( pasang bata. antara lain : 1. Pengoperasian Tower Crane 4. Concrete pump. Pembobokan 2. Pekerjaan Berbahaya Pekerjaan yang dianggap menimbulkan dampak terhadap lingkungan harus menggunakan metode pengerjaan tertentu. Scafolder Peralatan yang memiliki kategori khusus. Penggunaan bahan kimia / berbahaya 7. granit. besi. Pembongkaran Bekisting 8. APD dan mengikuti IK yang ada. Floorhardener 11. Pengelasan 3. Tenaga Kerja Ahli Tenaga kerja yang harus mempunyai setifikat keahlian : 1.4. Pengoperasian stamper .menggunakan alat khusus. Pengecatan 10. Passanger Hoist Alat-alat tersebut harus di pelihara oleh tenaga ahli atau teknisi yang biasa menangani peralatan khusus tersebut dan memerlukan sertifikasi sehingga mampu menangani jika terjadi kebocoran atau ledakan. concrete mixer 6. dll ) 5.

.

.

dll. sepatu. . p dan residu lainnya.an.).

.

.

Enviro .48 Jakarta 10160.M. Lin International Pte Ltd in association with Wiratman & Associates : PT. Margono : Hotel Shangri-La Hotel : Jl. Mas Mansur Nilai Kontrak Jenis Kontrak Sumber Dana LOA Tanggal Cara Mendapatkan Kontrak Pengguna Jasa US $ 26.19 (diluar PPN) Lump Sum Swasta 006/EB/M1/VII/2005 12 Juli 2005 : Tender Bebas : PT. Abdul Muis No.H. K. Satyaprima Konsulindo in association with PT. Asdi Swasatya Consulting Engineers .tec Indonesia : Hirsch Bedner Associates Hongkong : Peridian Asia Pte Ltd : T.870. Abdul Jalil : Jl.BAB IV GAMBARAN UMUM Nama Proyek Jenis/ Type Proyek Lokasi : Shangri-La Hotel Condominium Jakarta : Gedung B : Jl. Utara Timur Selatan Barat : : : : : Margono.Y. Indonesia : Jalan R. Satyaprima Konsulindo in association with Northcroft Lim Consultants Pte Ltd Konsultan Perencana Arsitek Konsultan Interior Design Konsultan Landscape Konsultan Perencana Struktur & Sipil Konsultan Perencana Quantity Surveyor Konsultan Perencana : PCR Consulting Pte Ltd Mekanikal Elektrikal & Plumbing in association with PT.M. Estetika Binagriya Jl. Indonesia : PT. Jakarta.675. R.

Cawang.ME .id Persero PT.waskita. Homepage : www. (021) 8194141 E-mail : jkt-2@waskita.co.Gedung & Prasarana Industri Jl.Formwork . (021) 8500005 . Jakarta 13340 Indonesia Telp.Finishing .waskita.Interior .co. Waskita Karya Divisi I . Biru Laut X Kav.Struktur .Landscape Link Brigde . 10.co. Waskita Karya Wilayah II .Aci .Kontraktor : Persero PT.co.Reinforcement . Fax.id.Struktur .id .Pekerjaan kulit luar (exclude Alumunium luar) Show Unit and Temporary Sales Office .id Jangka Waktu Pelaksanaan Masa Pemeliharaan : 15 Juli 2005 .Masonry .10 Cawang Jakarta 13340 Telp. Biru Laut X Kav.ME 6 7 8 .Plester .Fax. (021) 8515521. (021) 8515509 E-mail : div-1@waskita.Jakarta Jl.Homepage : www.Conrete Works Architectural & Finishing Works .31 Mei 2007 : 12 bulan Jenis-Jenis Pekerjaan Dominan : A B C 1 2 3 4 5 PRELIMINARIES PREAMBLES MEASURED WORK Demolition Reinstatement Clearing Site Works Structure Works .

3 m x 6 3.d.00 .Basement . 11 . yang saat ini hotel masih dipergunakan oleh pengunjung baik untuk bermalam atau kegiatan lainnya. Mas Mansyur merupakan jalan protokol yang padat kendaraan setiap harinya.5 m 3.M.00 WIB.Podium .10. sehingga diperlukan pengaturan lalu-lintas terutama rambu-rambu informasi bagi pengendara yang melintasinya.d. sehingga diperlukan perhatian khusus untuk management traffic.5 m x 25 Lokasi Proyek : Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Abdul Jalil merupakan jalan protokol yang padat kendaraan setiap harinya. 29 .00 .19.Lantai 1 .Lantai 3 s.Lantai 30 s.Lantai 1 .Lantai 2 s. 32 : : : : : : : : : 4835 m2 1667 m2 3158 m2 1556 m2 1488 m2 1514 m2 1479 m2 1332 m2 236 m2 : : : : 10.Luas Bangunan 1 s. Daftar telepon yang harus dihubungi bila terjadi kecelakaan / keadaan emergency lainnya : Instansi : .Finishing Gambaran proyek : Pekerjaan ini adalah pembangunan gedung berupa hotel 33 lantai mulai dari struktur dasar sampai finishing tidak termasuk pengerjaan Alumunium luar.Lantai 2 . Sebelah Utara berhadapan langsung dengan jalan R.d.d. 6 .d.Lantai 7 s.H. 32 . 4 .Lantai 12 s.Roof Data Ketinggian . 3 . Luas Bangunan . Margono yang merupakan jalan protokol yang biasanya padat kendaraan terutama pada pagi hari 07.d.00 WIB dan pada sore hari mulai jam 16. Sebelah Timur berbatasan dengan kompleks Hotel Shangri-La.9 m x 3 5.Lantai 5 s.. Sebelah Barat berhadapan langsung dengan jalan K.d. tetapi pondasi berupa bore pile telah dikerjakan sebelumnya serta pekerjaan mekanikal & elektrikal tidak termasuk dalam kontrak.

Dinas Tenaga Kerja 7. Kantor Divisi I Waskita : : : : : 118 021 . Angkatan Laut Mintohardjo : 021 .75873337 / 7563114 : 021 .574 3272 2. Dinas Pemadam Kebakaran 3. Klinik Al-Afiat : 021 . K.638 60019 / 634 4215 110 021 .H.1. 74 C Jak-Pus .S. Mas Mansyur no. Kepolisian 4. Ambulance 2.384 7937 / 384 8303 : 021 . R. Kantor Jamsostek 5. PUSARPEDAL 6.392 5206 Jl.850 5255 / 851 5521 Rumah Sakit : 1.27 021 .7390 5226 .

2. 4. menerapkan dan merawat Sistem Manajemen Waskita ( SMW) Untuk mewujudkan tujuan tersebut. Jakarta. Mematuhi semua peraturan dan persyaratan lainnya yang berlaku sesuai kaidah GCG. mengelola informasi yang aman tersedia dan akurat. aman dan nyaman untuk meningkatkan kepuasan dan produktifitas kerja pegawai. Waskita bertekad : 1. 5. 6 Februari 2006 Direktur Utama Ir. Umar T.A. berusaha untuk memenuhi harapan dan kepuasan para Stakeholder utama dengan cara menetapkan. program. pengembangan karir. sasaran. Waskita Karya dengan visi menjadi badan usaha terkemuka dalam industri konstruksi dan misi meningkatkan nilai perusahaan melalui produk dan jasa konstruksi yang bermutu dan berdaya saing tinggi. Melakukan rekruitmen. Menggunakan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCFPE) sebagai alat ukur untuk mengukur SMW serta untuk perbaikan berkelanjutan. Menjadikan visi. Meminimalkan resiko usaha. penilaian kinerja pegawai serta peningkatan pengetahuan & keterampilan pegawai melalui pelatihan dan pembelajaran. misi dan nilai-nilai budaya serta tantangan internal/external yang dihadapi perusahaan sebagai dasar dalam menetapkan arah dan strategi. termasuk persyaratan pelanggan.MM . mencegah polusi. mengefisiensikan penggunaan dan perawatan sumberdaya serta mengutamakan produk ramah lingkungan. meningkatkan efisiensi kerja. 3. pengelolaan semua proses kegiatan. suksesi .BAB V KEBIJAKAN K3LM Persero PT. pengalaman dan inovasi serta menyediakan tempat dan sarana kerja yang sehat. MT. mengkomunikasikan serta meninjau secara periodik agar tetap relevan.

BAB VI PERENCANAAN K3LM Perencanaan di sini dimaksudkan bahwa program K3LM yang ada di Proyek Shangri-La Hotel Condominium direncanakan sesuai dengan kondisi pekerjaan dan lingkungan yang ada di sekitar proyek. Perencanaan meliputi : 1. Tujuan Sasaran dan Program Kerja K3LM 1.potensi bahaya / dampak lingkungan ke dalam kategori tinggi. dinilai resikonya dan dilakukan pengendaliannya agar tidak membahayakan bagi para pekerja / mencemari lingkungan sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar. diantaranya Incident Rate = 0 atau tingkat pencemaran = NAB. Identifikasi Undang-undang Legislasi dipergunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan Peraturan dan Undang . Tujuan Sasaran dan Program Kerja K3LM SASARAN DAN PROGRAM Dalam melaksanakan program K3LM dalam proyek dibuatkan sasaran dan program yang berkaitan dengan rangkaian aktivitas program K3LM.Undang yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan. kesehatan karyawan dan kualitas lingkungan. . meningkatkan kesesuaian legal. Penilaian Resiko Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua potensi bahaya / pencemaran lingkungan teridentifikasi. c. Identifikasi Bahaya & Aspek Lingkungan Merupakan suatu proses untuk memperkirakan potensi bahaya atau dampak terhadap lingkungan yang timbul dari aktivitas kegiatan konstruksi . Identifikasi Undang-undang 3. Penilaian Resiko Proses pembobotan yang dilakukan untuk mengklasifikasikan potensi . a. 2. 3. b. menengah atau rendah dengan menggunakan sistem score. Pengendalian Resiko Suatu upaya untuk meminimalkan atau menghilangkan celaka / sakit dan pencemaran lingkungan sehingga terwujud zero accident / pencemaran tidak melebihi NAB. Penilaian Resiko 2.

Mencuci piring / gelas dengan aliran air kran sedang / tidak terlalu besar . Jakarta Form.Mobil rusak . Catering untuk karyawan Catering proyek Sakit Perut .13 1 2 2 .Persero PT.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. K3LM-01-01 Edisi : 1 Revisi : 0 Edisi : 3 IDENTIFIKASI BAHAYA.Menggunakan campuran sabun dan air sesuai takaran / tidak berlebihan . Mencuci peralatan makan & minum Tempat mencuci piring Piring / gelas pecah .Mata perih/ iritasi Ya 1.Waspada terhadap pengguna jalan lain Ya 1.Mengganti ban jika sudah sampai batas penggantian Ya 1.Mobil rusak .Luka berat . Bau yang tidak enak .hati .13 3 1 3 .Kerugian materiil 2.Muntah .3 1 2 2 .Luka ringan Ya 1.Luka ringan .Luka sedang .3 1 3 3 .Kerugiaan materiil Luar Proyek Tabrakan .Mematuhi rambu . marka dan peraturan lalu lintas .Luka berat .3 1 2 2 .Mengganti ban jika sudah sampai batas penggantian .3 1 3 3 .Kendaraan di servis secara rutin setiap bulan ke bengkel Ya 1.Kendaraan di servis secara rutin setiap bulan ke bengkel Ya 1. AKTIFITAS PENUNJANG Mengemudi mobil & motor Area Proyek Selip .3 1 3 3 Ya 1.Memastikan makanan catering tidak basi / kadaluarsa / beracun .13 3.Mobil rusak .P6.muntah Ya 1.Luka ringan .Menjaga kebersihan makanan & minuman .Mobil rusak .Mengikuti IK P6-K3LM-08-07 1 1 1 IR = 0 IR = 0 .Tidak meletakkan piring / gelas di pinggiran meja dapur .Tidak menyimpan makanan yang sudah basi / kadaluarsa .Kendaraan di servis secara rutin setiap bulan ke bengkel .Kerugian materiil Area Proyek Kebakaran . PENILAIAN RISIKO DAN PENGENDALIAN RISIKO INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb I 1.Luka berat .Kerugian materiil Luar Proyek Selip .Tanggap terhadap kendaraan jika terasa ada kerusakan .Luka berat .Mengemudikan kendaraan dengan hati .Luka berat .Kram perut Ya 1.Mobil rusak .3 1 3 3 .Membuang sisa makanan / sampah organik setiap hari .Luka sedang .Tanggap terhadap kendaraan jika terasa ada kerusakan .Tidak menumpuk piring / gelas di kitchen sink .Menjaga kebersihan tempat makan & minum .Luka berat .Mobil rusak .Memasang rambu batas kecepatan kendaraan di area proyek .Tidak mengucek mata ketika mencuci piring Ya 1. tikus dan kecoa.Meletakkan piring dan gelas yang sudah bersih di rak piring Terkena percikan air sabun .13 3 1 3 3 1 3 .Mengikuti IK P6-K3LM-08-05 Keracunan makanan .13 2 1 2 .Kerugian materiil Luar Proyek Kebakaran .Menjaga kebersihan dapur dan area sekitar kantor .Menjaga kebersihan makanan & minuman .Kendaraan di servis secara rutin setiap bulan ke bengkel .rambu.Memakai sarung tangan ketika mencuci piring .Menjaga kebersihan dapur & area sekitar kantor dari vektor penyakit seperti lalat.Kerugiaan materiil Area Proyek Tabrakan .Mual Ya 1.Merapikan akses jalan di area proyek 1 1 1 1 1 1 IR = 0 1 1 1 IR = 0 1 1 1 IR = 0 1 1 1 IR = 0 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 1 1 IR = 0 1 1 1 .

Mengadakan fogging secara berkala 1 1 1 5.4.Membersihkan kamar mandi secara berkala .Air kotor dari septic tank meluap Ya 1.Menghitung kapasitas / masa pakai septic tank .Sesak napas Ya 1. .Membuang sampah setiap hari ke TPS proyek / ke luar proyek .Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk membersihkan kamar mandi .Membuat tempat sampah sesuai jenis dan kategori sampah .Memakai sarung tangan ketika mencuci piring .13 3 1 3 1 Terpeleset 4.13 1 2 2 .Menyediakan tempat sampah khusus untuk kamar mandi .Menggunakan campuran sabun dan air sesuai takaran / tidak berlebihan .4.Membersihkan kamar mandi secara berkala .Sarang nyamuk Ya 1.Membersihkan tangan dengan air bersih setelah selesai mencuci piring .Menguras bak kamar mandi setiap minggu .13 3 1 3 .Membuat design TPS yang mampu meminimalisir bau (seperti melakukan rekayasa teknik / membuat lahan urug) 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Sarang vektor penyakit .Menyediakan keset di depan kamar mandi 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan .dengan masa simpan maksimum sampah organik adalah 5 hari .13 3 3 1 1 3 3 .Estetika Ya 1.Bau Ya 1.Menjaga sirkulasi udara kantor agar tidak lembab 1 1 1 .Tidak membuang sampah ke dalam lubang wc .Air kamar mandi tergenang Tempat berkembang biaknya jentik nyamuk .Menyediakan tempat sampah khusus untuk kamar mandi 1 1 1 2 2 4 .Menyediakan tempat sampah khusus untuk kamar mandi 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Floor drain kamar mandi tersumbat .Sumber penyakit Ya 1.Mencegah berkembang biak nya jentik nyamuk dengan menggunakan abate 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 2 2 4 .13 2 2 4 .Luka ringan Ya 1.13 Ya 1.Menyedot tinja dari septic tank secara berkala .4.4.Membuang sampah setiap hari ke TPS / ke luar proyek .13 3 1 3 .Membudayakan pekerja untuk membuat sampah pada tempatnya sesuai jenis / kategori sampah.13 3 1 3 .Tidak membiarkan sampah membusuk di tempat sampah / TPS proyek .Membersihkan tempat mencuci piring secara berkala agar tidak licin .Mengeringkan lantai setiap kali air jatuh / tergenang di lantai . Membuang sampah Area Proyek dan Sekitar Kantor Menumpuknya sampah disekitar area proyek dan kantor .Vektor penyakit DB .Lingkungan kerja tidak sehat Ya 1. Membersihkan kamar mandi Kamar mandi proyek Terpeleset .Menyediakan tenaga kebersihan khusus sampah di area proyek dan kantor .Menyediakan tempat sampah khusus untuk kamar mandi .Membersihkan kamar mandi proyek setiap minggu .13 3 1 3 Tidak membiarkan sampah menumpuk dalam jangka waktu yang terlalu lama di area proyek mau pun sekitar kantor Membersihkan tempat sampah kantor / proyek secara berkala ( misal dengan mengosongkan tempat sampah setiap hari atau mencuci tempat sampah plastik yang ada di dalam kantor) 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan II KANTOR WASKITA & OWNER 1. .Bau . Membersihkan area kantor Area Kantor Udara kantor tidak sehat karena debu yang menumpuk .Mengikuti IK P6-K3LM-08-10 1 1 1 1 1 1 IR = 0 IR = 0 Septic Tank penuh .4.Menggunakan sabun yang sesuai / tidak menyebabkan iritasi kulit b 1 axb 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Kontak dengan sabun .4.Iritasi kulit Ya 1.Menyediakan fasilitas penunjang seperti TPS proyek dan tempat sampah .4.Luka ringan .13 Ya 1.13 Ya 1.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a .13 3 1 3 .Floor drain dipakai sesuai design & spesifikasi teknis nya.13 3 1 3 - Membersihkan kantor setiap hari Menyediakan tenaga kebersihan khusus untuk menjaga kebersihan di area kantor Menyediakan fasilitas kebersihan (seperti sapu/ kain pel/kemoceng dll) Mengikuti IK P6-K3LM-08-04 1 1 1 Memakai cairan pembersih Meningkatkan kesehatan karyawan lantai ketika membersihkan lantai .Mengikuti IK P6-K3LM-08-04 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Bau Mual dan sesak napas Ya 1.

.hati . GUDANG A.Merusak mata . Memfotocopy Area kantor Tersengat listrik . Menggunakan staples Area kantor Tertusuk isi staples .Mengikuti IK P6-K3LM-08-12 .Penerangan yang cukup .Kelelahan Ya 1 3 1 3 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Radiasi panas komputer .tempat yang memiliki potensi bahaya arus listrik III 1.Menempatkan mesin fotocopy di ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik .Luka ringan 3 1 3 .11.13 Ya 1.14 3 1 3 .13 Ya 1.Menata dokumen di rak/ tempat yang telah ditentukan 1 1 1 IR = 0 9.10. Mengatur efisiensi ruang kerja Area kantor Ruang kerja sempit . menyediakan APAR Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 Memasang stiker awas aliran = 0 IR listrik di tempat .Memeriksa kondisi mesin fotocopy termasuk kabel tidak ada yang terkelupas .Luka ringan 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Kejatuhan dokumen .Luka ringan Ya 1.dengan rapi dan benar) .Memastikan cutter dalam kondisi layak pakai ( tidak tumpul / berkarat) .Membersihkan kamar mandi setiap minggu ( menyikat lantai kamar mandi) . Menyediakan rak / lemari buku Merapikan meja / tempat kerja setiap kali selesai bekerja Mengikuti IK P6-K3LM-04-01 1 1 1 IR = 0 8.Mengatur pencahayaan monitor . Ke kamar mandi Area kantor Terpeleset .Menata ruangan dan rak/tempat penyimpanan dokumen agar lebih hemat tempat1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Tersandung barang / dokumen 3 1 3 .Memakai cutter dengan pegangan yangtidak longgar .Luka ringan Ya 1 3 1 3 1 1 1 IR = 0 4.Luka ringan Ya 1 3 1 3 Pengaturan perletakan alat Menumpuk alat sesuai batas ketinggian yang aman Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Menyimpan alat berdasarkan jenisnya Pengambilan alat dilakukan dengan posisi yang benar & dikembalikan ke tempat semula .Instalasi listrik dalam gudang harus rapi (sambungan kabel terisolasi .Suasana kerja kurang nyaman .Mesin fotocopy dalam keadaan baik dan layak pakai . Menggunakan cutter Area kantor Tergores pisau cutter .11 2 2 4 Radiasi panas dan cahaya dari mesin fotocopy .Kebakaran Tersengat listrik .Memakai staples dengan benar 1 b 1 axb 1 Mengisolasi ulang kabel yg IR = 0 terkelupas dengan lakban 2.11 2 3 6 1 1 1 IR = 0 .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a .Luka berat . Gudang Alat Penyimpanan Alat Gudang alat Tersandung alat Kejatuhan alat .Luka ringan .Tidak mengoperasikan / memakai mesin fotocopy terlalu lama . Menyusun dokumen Area kantor Tersandung .Luka ringan Ya 1 3 1 3 - Mengatur perletakan dokumen / menyimpan rekaman dalam map/ordner.Kerugian materiil 2 3 6 - Menggunakan kabel sesuai kapasitas.Luka ringan Ya 1 Ya 1 3 1 3 1 1 1 IR = 0 5.Mengatur posisi / letak komputer .Penyimpanan alat dikelompokkan berdasarkan jenisnya 1 1 1 IR = 0 Gudang alat Kebakaran .Kematian.Pusing Ya 1 Ya 1 3 1 3 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 7.Memakai mesin fotocopy sesuai aturan .Kerugian materiil Ya 1. Menggunakan aliran listrik Kantor Induk .Mengatur posisi duduk agar jarak mata ke monitor tidak terlalu dekat .Mengganggu kesehatan Ya 1 3 1 3 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 3. Mengoperasikan komputer Area kantor Radiasi cahaya monitor . Memeriksa peralatan dan kabel-kabel sebelum digunakan Menggunakan alat listrik standart Penyambungan kabel harus diisolasi dg rapi & menggunakan islasi yang baik Memakai sepatu.Memasang penyejuk udara Mengatur perletakan dokumen Menyediakan rak / lemari buku Merapikan meja / tempat kerja setiap kali selesai bekerja Mengikuti IK P6-K3LM-04-01 1 1 1 IR = 0 6.Membersihkan floor drain yang tersumbat sehingga tidak ada genangan air .Shock Ya 1.Cacat / hilang hari kerja .Pusing .Mengistirahatkan mata selama 15 menit setelah 2 jam bekerja di depan komputer .Menyediakan keset di depan pintu kamar mandi .Memakai cutter dengan hati .Menservice mesin fotocopy secara berkala .

Pekerjaan Bekisting 1 Pengangkutan kayu/papan a.Luka ringan / sedang . Gudang Bahan/Material 1.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 2.Pencemaran tanah Ya 1.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 3.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL .hati 1 1 1 IR = 0 .Tangan terkena palu .Luka ringan / sedang Ya 1.Sesak napas 2 3 6 - Memakai masker ketika memasuki gudang bahan B3 Mengatur sirkulasi udara di dalam gudang (misal dengan menggunakan exhaust van / blower) Menutup bahan B3 dengan rapat setiap kali selesai menggunakan bahan Menempatkan MSDS bahan B3 di dalam gudang B3 Mengikuti IK P6-WK-K3LM-12-01 Memasang rambu dilarang merokok di dalam & disekitar gudang B3 Menyediakan APAR di dekat gudang Menempatkan MSDS bahan B3 di dalam gudang B3 Menangani bahan B3 sesuai dengan petunjuk penggunaannya Memakai sarung tangan ketika akan menpergunakan bahan B3 Menangani bahan B3 sesuai dengan petunjuk penggunaannya Menempatkan MSDS bahan B3 di dalam gudang B3 Memakai sepatu safety 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Kebakaran . 18 Ya 1.13 2 3 6 . 11 2 3 6 - 1 1 1 IR = 0 Iritasi tangan / kaki .Kerugian materiil Ya 1. Pengangkutan dengan Tower Crane 2 Penggergajian kayu/papan Fabrikasi Kayu . Pengangkutan alat secara manual (tenaga manusia) Gudang alat Kejatuhan alat Tersandung .13 3 1 3 .Luka berat .13 3 1 3 . Penyimpanan bahan B3 Gudang Bahan B3 Tersandung .Memakai sarung tangan .Luka ringan .Luka ringan .Tangan terjepit .Pengambilan bahan B3 dilakukan dengan posisi yang benar & hati .17. Pengangkutan manual (tenaga manusia) Fabrikasi Kayu - Tersandung kayu Kaki Terpeleset Kejatuhan balok kayu Tangan terjepit - Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Ya 1.Luka berat Luka ringan Luka sedang/cacat Sesak napas Sakit mata Ya 1.Menyediakan pasir di sekitar area gudang B3 .Luka ringan Ya 1.Tangan terjepit .Membaca manual book sebelum mengoperasikan alat Mengambil dan mempergunakan alat dengan benar Menyediakan APAR di dalam gudang penyimpanan alat Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb 2.Bekerja dengan hati .Luka ringan Ya 1.Luka ringan Ya 1.Alat yang rusak ditandai (diberi status) . Penyimpanan material Gudang material Tersandung Terjepit / Tertusuk material .Mengikuti IK P6-K3LM-13-11 Memakai sarung tangan Tidak bercanda ketika bekerja Memakai masker & tidak membakar sampah kayu di area fabrikasi Memakai kacamata pelindung 1 1 1 IR = 0 Fabrikasi Kayu 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan 3 Menginstal kayu/papan Fabrikasi Kayu .13 2 2 4 - Mengangkat beban sesuai batas kemampuan Mengatur posisi badan ketika mengangkat beban Memakai APD yang sesuai (helm/sarung tangan dan sepatu safety) Menggunakan alat bantu (seperti gerobak) untuk mengangkut alat yang berat Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Pengaturan perletakan material Pengambilan alat dilakukan dengan posisi yang benar & dikembalikan ke tempat semula Menumpuk material sesuai batas ketinggian yang aman Mengelompokkan material sesuai jenisnya Penamaan material sesuai kelompok dan jenisnya Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Pengaturan perletakan material / semen Menumpuk material / semen sesuai batas ketinggian yang aman Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan ke gudang Pengaturan perletakan bahan B3 1 1 1 IR = 0 B.13 3 1 3 - Mengatur perletakan material Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan Memegang balok kayu dengan kuat Memakai sarung tangan Memakai sepatu safety 1 1 1 IR = 0 b.Memakai sarung tangan .Keseleo Ya 1.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Terhirup zat B3 .13 3 2 6 1 1 1 IR = 0 Terjadinya tumpahan .Menyediakan alat penanganan tumpahan di sekitar area gudang B3 1 1 1 Mencegah pencemaran & Kesesuaian legal IV PEKERJAAN STRUKTUR A.13 Ya 1.Luka ringan Ya 1.hati .Luka ringan .Kejatuhan balok kayu Tangan lecet Tangan terpotong Terhirup serbuk kayu Mata kemasukan serbuk kayu . Penyimpanan semen Gudang semen Tersandung .

Memakai sarung tangan .Luka sedang/cacat Ya 1. 10 2 3 6 1 1 1 Memakai sepatu safety IR = 0 5 Instal Pembesian Lapangan - Tangan terjepit Kaki kesandung Kaki tertusuk besi Pembesian kolom roboh Pembesian dinding roboh Tertimpa besi Tangan lecet - Cacat Luka ringan Hilang hari kerja Hilang hari kerja Hilang hari kerja Luka ringan Luka ringan Ya 1.13 3 1 3 Memakai sarung tangan Tidak bercanda ketika bekerja Memastikan alat tidak dalam keadaan rusak Mengatur posisi alat sehingga pemotongan dengan blander dapat dilakukan dengan aman.Luka ringan . Menggunakan sarung tangan Memasang jaring pengaman Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan 1 1 1 1 1 1 Memeriksa kondisi alat setiap = 0 IR akan dipergunakan 3.Menata area kerja (membuat tempat paku agar tidak berceceran) Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb Ya 1.13 3 1 3 - b.Luka berat Ya 1. Gunakan sabuk pengaman Memakai helm pengaman Memakai sepatu kerja.Luka berat Ya 1.Hilang hari kerja Ya 1. Pekerjaan Pembesian Pengangkutan besi Pengangkutan manual ( tenaga manusia) Fabrikasi besi .Tersandung besi . .Memakai sarung tangan .Tangan lecet .Kejatuhan besi / cedera badan .17.Luka ringan .Tangan lecet .Tangan terjepit . Mengatur perletakan material Memakai sarung tangan Tidak bercanda ketika bekerja Memastikan alat tidak dalam keadaan rusak Mengatur posisi alat sehingga pemotongan dengan blander dapat dilakukan dengan aman.13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 B. Bekerja dengan hati-hati dan kondisi sehat Memasang rambu awas IR = 0 kejatuhan di area fabrikasi besi IR = 0 b.Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL .Luka ringan .18 3 1 3 .13 3 1 3 .Jatuh dari ketinggian .Mengikuti IK P6-K3LM-13-11 1 1 1 2.Luka ringan .Luka sedang/berat Ya 1. Pengangkutan dengan Tower Crane Pemotongan besi Pemotongan dengan Blander Fabrikasi besi .Tangan terpotong .Cacat .Luka ringan . a. dan besi yang difabrikasi Memakai sarung tangan Memakai sepatu kerja Pasang lampu penerangan cukup Panel tertutup / terkunci Jalur kabel berada diatas Stop kontak tidak disimpan dibawah Sambungan kabel diisolasi dengan benar Kabel tidak banyak sambungan Bekerja tidak sambil merokok Bekerja dg hati-hati Pasang lampu penerangan cukup Memasang support tambahan.Memakai helm Memakai safety harness Memasang jaring pengaman / safety net Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat & rapi Memasang rambu peringatan atau pagar pengaman di tepi bangunan Memastikan area kerja telah dipasangi lampu penerangan Memakai sepatu safety Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 1 1 1 IR = 0 Pemasangan lebih dari 1.Luka sedang/cacat Ya 1.5 meter & di tepi bangunan.Tangan terpotong .Luka ringan / sedang Ya 1. Membengkokkan besi Fabrikasi besi 4. a. Mengatur perletakan material Pengaturan letak mesin Bar Bender.Kaki kejatuhan kayu/alat bantu . 1.Tangan terjepit .Tangan terjepit .Kejatuhan besi .Kaki kena paku 4 Pemasangan bekisting Lapangan Tangan terjepit Tangan lecet Tangan atau kaki terkena paku Kejatuhan kayu / cedera badan RESIDUAL RISK Nilai DESKRIPSI KONSEKUENSI . Fabrikasi besi .13 3 1 3 - 1 1 1 IR = 0 .Luka ringan .13 3 2 6 1 1 1 IR = 0 . Menggunakan Aliran Listrik Fabrikasi besi - Tangan lecet Tangan terjepit Kaki kesandung Kaki tertusuk besi Tangan terpotong Kesetrum .Luka ringan .Luka ringan .Memakai sepatu safety .Tangan terjepit .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA .Luka ringan .13 3 1 3 - Mengatur perletakan material Tidak menghalangi akses keluar masuk jalan Memegang besidengan kuat Memakai sarung tangan Memakai sepatu safety 1 1 1 Lahan fabrikasi besi di beriIR = 0 batas berupa tambang railing dan rambu kerja.Memakai sepatu safety & merapikan area kerja dari tumpukan kayu berpaku . Pemotongan dengan Bar Cutter Fabrikasi besi .

Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit . .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 . sepatu.Luka sedang .17 2 2 4 1 1 1 IR = 0 b.Memakai helm pengaman .13 2 2 4 Memakai ear plug Memakai APD yang memadai ( seperti helm.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI Pasang lbh dr 1.Cacat Cacat Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Ya 1.Tangan lecet .13 2 3 6 C. sepatu safety.5m & tepi bangunan RESIDUAL RISK Nilai BAHAYA .Jatuh dari ketinggian . Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja. Pengecoran Akses jalan proyek (mobilisasi mixer) .Luka berat .13 3 1 3 - Memakai APD (helm. sepatu safety.Luka ringan Ya 3 1 3 .5m & tepi bangunan E Repair/Perbaikan 1 Chipping .Memakai APD (helm. sepatu safety.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan IR = 0 1 1 1 IR = 0 2 Bobok beton Area Proyek Ya 1.Anggota badan terciprat beton .Besi tarik putus .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 Beam . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN IR = 0 SASARAN Ya/ tdk a b axb a 1 b 1 axb 1 Ya 1.Memasang jaring pengaman . kacamata dan sarung tangan) .Kematian Ya 1.Luka berat . sarung tangan ) Memasang rambu peringatan untuk memakai APD di lokasi proyek Memakai sarung tangan .13 Ya 1.Pasang lampu penerangan cukup .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 D Pembongkaran Bekisting Lapangan - Tangan terjepit Tangan lecet Tersandung stek besi Kejatuhan kayu Kaki atau tangan kena paku 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Pasang lbh dr 1.Luka berat Ya 1.13 2 3 6 Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memasang rambu dan pagar pengaman tepi bangunan Memasang safety net / safety deck Memakai safety harness Memakai APD (helm.Jatuh dari ketinggian Ya 1.Penarikan dengan batas angka aman Pasang lampu penerangan cukup Bekerja tidak sambil merokok Bekerja dg hati-hati Memakai sepatu safety 1 1 1 IR = 0 Pengecoran lbh dr 1.Memakai sepatu kerja.13 1 3 3 Merapikan akses jalan untuk mobilisasi truck mixer Menyediakan rambu kecepatan maximal truck Menyediakan pemandu / security untuk mengatur mobilitas truck mixer Memastikan pengemudi memiliki SIM dan surat jalan Memakai APD yang memadai ( seperti helm.Tangan lecet .Menghirup debu semen . Menggunakan pompa Ya 1.Gunakan sabuk pengaman .Terjatuh dari ketinggian DESKRIPSI KONSEKUENSI . kacamata dan sarung tangan) Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi 1 1 1 IR = 0 Area Proyek - Tangan lecet Kena pecahan beton Mata kemasukan serpihan beton Menghirup debu Jatuh dari scaffolding Tangan lecet Kena pecahan beton Mata kemasukan serpihan beton Menghirup debu Jatuh dari scaffolding - Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Ya 1. sepatu.Luka berat .Diperiksa kapasitas kabel post tension .Luka berat .Kematian Ya 1.Kematian Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL Scaffolding terpasang dg kuat & rapi Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Anggota badan terciprat beton .Kebisingan tinggi .Tertabrak truck .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi . . Dengan Bucket (diangkat dengan Tower Crane) . sarung tangan ) Memasang rambu peringatan untuk memakai APD di lokasi proyek 1 1 1 IR = 0 a. kacamata dan sarung tangan) Memakai safety harness Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Meningkatkan kesehatan karyawan IR = 0 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan 3 Repair/Perbaikan Area Proyek .5m & di tepi bangunan .

Memakai masker .Luka ringan .helm.Perancah kayu roboh .Terhirup debu .Kejatuhan batu .13 V FINISHING 1.Tersandung material .13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 4 Memasang aluminium pintu & Instalasi jendela .Memakai safety harness .Hirup udara kotor / debu .Sesak napas .Luka ringan .Luka berat .13 3 1 3 .Tangan tergores . . .Luka berat Ya 1.Pengaturan perletakan stock material .Memakai APD yang memadai ketika bekerja di lapangan seperti sepatu.Memakai sarung tangan .Kejatuhan bata .Memasang rambu atau pagar .Sesak napas .Luka ringan Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Tuli Luka ringan Ya 1. Mengikuti prosedur dan IK pemasangan bata .Merapikan kabel & membuat panel tertutup . sarung tangan dll.Luka ringan .Luka berat Ya 1.Perancah kayu roboh . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Memakai helm Memakai sepatu safety Memasang rambu peringatan Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memasang rambu dan pagar pengaman tepi bangunan Memasang safety net / safety deck Memakai safety harness Memakai APD (helm.Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit .Merapikan kabel & membuat panel tertutup 1 1 1 IR = 0 2 Memasang bata Lapangan .5 meter tepi bangunan.Memakai sepatu kerja.Pasangan bata roboh .Luka ringan .13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Pemasangan lebih dari 1.Penempatan bahan tertata rapi .Luka ringan .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Jatuh dari ketinggian .Luka ringan . 1 1 1 IR = 0 Pasang dlm bangunan .13 5 Memasang Aluminium Pintu dan jendela Pabrikasi Ya 1. .Tangan tergores .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit 1 1 1 IR = 0 .Jatuh dari ketinggian . Ya 1.Jatuh dari scaffolding RESIDUAL RISK Nilai DESKRIPSI KONSEKUENSI .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi . Masonry Lapangan .Kematian 2 3 6 . .Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 IR = 0 .Luka ringan Ya 1.Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN IR = 0 SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb 1.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Pemasangan lebih dari 1.Kematian Ya 1.13 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Pemasangan dlm gedung / bangunan Ya 1.5m & tepi .Luka ringan .hati .Memasang jaring pengaman .Tersandung kabel Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan Terdengar suara bising Tersandung kabel .Luka ringan .13 2 2 4 Alat bantu yang digunakan harus dalam kondisi baik Memakai APD yang memadai (sepatu.13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 Pasang lbh dr 1.pengaman utk tepi bangunan.Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.13 3 1 3 - Penempatan bahan tertata rapi Ruang pabrikasi tidak sempit Menggunakan sarung tangan Memakai masker Menggunakan sarung tangan Memakai penutup telinga Memakai sepatu kerja.Tersengat listrik .Memakai masker .Memakai sarung tangan .5 meter tepi bangunan.Luka ringan Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL . sepatu safety dan sarung tangan) Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaaan .Jatuh dari ketinggian .Terpeleset .Memakai masker .Tersandung material .Tersandung . helm.Luka berat .Luka ringan .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA .Luka ringan / sedang Ya 1.13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 3 Memplester dan mengaci Lapangan .Tersandung kabel .Perancah roboh .Sesak nafas Ya 1.Terhirup debu .Luka berat . 10 Ya 1.Terciprat adukan semen .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi . sarung tangan) Stock material terlokalisasi Bekerja dengan hati .

Hirup udara kotor / debu . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb Pasang tepi bangunan .Memakai masker . .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .8.5m & tepi bangunan .Tersandung material .Luka berat . .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Memakai ear plug 1 1 1 IR = 0 7 Ramset Lapangan .Luka berat .Memakai sepatu kerja.Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan. Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .13 3 1 3 .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Perancah roboh .13 Ya 1.Hirup udara kotor / debu .5 mtr & tepi bangunan .Gunakan sabuk pengaman .5m & tepi bangunan Ya 1.13 Ya 1.Memasang jaring pengaman .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Gunakan sabuk pengaman .Kematian 2 3 6 .5m & tepi bangunan .Kematian Ya 1. .Perancah roboh .Pasang lampu penerangan cukup .Tersandung material .Tangan tergores .Jatuh dari ketinggian .13 3 1 3 1 1 1 Meningkatkan kesehatan karyawan Pasang lbh dr 1.Kematian 2 3 6 .Luka ringan .Kematian 2 3 6 .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Jatuh dari ketinggian .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI bangunan RESIDUAL RISK Nilai BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL .13 Ya 1.13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 . .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Memakai sepatu kerja.Memakai helm pengaman .Pendengaran terganggu Ya 1.Menggunakan sarung tangan .Memasang rambu atau pagar 1 1 1 IR = 0 1 1 1 IR = 0 8 Memasang Pintu Kayu Pasang dlm bangunan .Luka berat 3 2 6 Pengaturan perletakan material Menggunakan sarung tangan] Memakai sepatu safety Scaffolding terpasang dg kuat & rapi Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.13 Ya 1.Memakai helm pengaman .Perancah roboh .Luka berat . 10 Ya 1.Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Memakai masker 1 1 1 Meingkatkan kesehatan karyawan .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Luka ringan .Jatuh dari ketinggian .Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 IR = 0 Pasang lbh dr 1.Hirup udara kotor / debu .13 3 1 3 1 1 1 Meingkatkan kesehatan karyawan . Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Memakai sepatu kerja.Memakai masker 1 1 1 IR = 0 6 Memasang Partisi Gipsum Tepi bangunan Pasang lbh dr 1.Jatuh dari ketinggian .Kebisingan .Luka ringan 3 1 3 Pemasangan lebih dari 1.Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .Sesak nafas .Perancah roboh .13 3 1 3 1 1 1 Meingkatkan kesehatan karyawan Dalam bangunan .Sesak nafas Ya 1. .Tersengat listrik .Memasang jaring pengaman .Pasang lampu penerangan cukup .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Sesak nafas Ya 1.

Perancah roboh .Gunakan sabuk pengaman .Memasang jaring pengaman .Luka ringan .Tersandung material .Tangan kena bahan kimia .Tersengat listrik . .Perancah roboh .Tangan tergores .Tangan kena bahan kimia .7 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan Ya 1.Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Kematian Ya 1.7 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan 12 Memasang Ceiling Pasang dlm bangunan . Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Luka ringan . .Memakai sepatu kerja.13 2 3 6 .Pasang lampu penerangan cukup .Perancah roboh .Jatuh dari ketinggian .Luka berat .4.Jatuh dari ketinggian . Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan. Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.13 3 1 3 .Kematian Ya 1.Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .4.5m & tepi bangunan Ya 1. .4.Sesak nafas . Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 Pasang lbh dr 1.Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Jatuh dari ketinggian .7 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan 11 Pekerjaan Waterproofing Lapangan Ya 1.Luka ringan Ya 1. 10 Ya 1.Luka ringan .4.Kematian 2 3 6 .Kematian Ya 1. Mengikuti IK P6-K3LM-13-03 1 1 1 IR = 0 13 Mengecat Dalam bangunan .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Tersandung material . Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Tersandung material .Memakai helm pengaman .7 3 1 3 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan Pasang lbh dr 1.Memakai masker Scaffolding terpasang dg kuat & rapi Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit Memasang rambu atau pagar pengamanan untuk tepi bangunan Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Pasang lampu penerangan cukup 1 1 1 IR = 0 .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .5m & tepi bangunan .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Hirup udara kotor / debu .Memakai sepatu kerja.5m & tepi bangunan .Sesak nafas .Luka berat .Menggunakan sarung tangan .Sesak nafas .Hirup udara kotor / debu . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan 1 1 1 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 1 1 IR = 0 Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb 9 Memasang Pintu Besi Pasang dlm bangunan .13 2 3 6 10 Pekerjaan Floorhardener Lapangan - Tersandung material Hirup udara kotor / debu Tangan kena bahan kimia Kaki kena bahan kimia Tersandung material Hirup udara kotor / debu Tangan kena bahan kimia Kaki kena bahan kimia - Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Luka ringan Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Luka ringan Ya 1.13 2 3 6 1 1 1 IR = 0 Pasang lbh dr 1.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL pengaman utk tepi bangunan.Hirup udara kotor / debu .Luka berat .Luka ringan .Memasang jaring pengaman .Luka ringan . .

Luka ringan .13 2 3 6 . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Luka ringan .7 3 1 3 - Pasang lbh dr 1.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL . . 1 1 1 Pasang lbh dr 1.Memakai helm pengaman .Memakai helm pengaman .Kematian Ya 1.Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .5m & tepi bangunan .4.Menggunakan sarung tangan .Jatuh keluar bangunan . .Sesak nafas Ya 1.Memakai sepatu kerja.Menempatkan material terlokalisir .Tangan kena bahan kimia .8 3 1 3 1 1 1 Pasang lbh dr 1.5m & tepi bangunan .Perancah roboh . 1 1 1 14 Pabrikasi - Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan Terdengar suara bising Tersandung - Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Tuli Luka ringan Ya 1.8 3 1 3 1 1 1 Dalam bangunan - Tersandung material Hirup udara kotor / debu Tangan kena bahan kimia Tangan tergores Tersandung material Hirup udara kotor / debu Tangan kena bahan kimia Tangan tergores - Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Luka ringan Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Luka ringan Ya 1.Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Kematian Ya 1. . 1 1 1 Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb Luar bangunan .Luka ringan .Kematian Ya 1.Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 . Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Memasang jaring pengaman .13 2 3 6 .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan. 1 1 1 15 Memasang Keramik Lapangan 16 Memasang Atap Rangka Baja Atap - Tangan tergores Terkena percikan Tersandung material Tangan kena bahan kimia Tangan tergores Tersandung material Tangan tergores - Luka ringan Luka ringan Luka ringan Luka ringan Ya 1.13 2 3 6 1 1 1 .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Jatuh dari ketinggian .Hirup udara kotor / debu .4.Gunakan sabuk pengaman .Jatuh keluar bangunan . .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .Luka berat .Kematian .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Luka berat .Tersandung material . 1 1 1 Luar bangunan Ya 1.Memasang jaring pengaman .Memakai sepatu kerja.Gunakan sabuk pengaman .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Perancah roboh Ya 1.Pasang lampu penerangan cukup .Jatuh dari ketinggian .4.13 3 1 3 1 1 1 .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Memakai sepatu kerja.Luka berat . .4.Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Menggunakan sarung tangan .Menempatkan material terlokalisir .Luka ringan .5m & tepi bangunan .Pasang lampu penerangan cukup .Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.8 3 1 3 - Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Luka ringan .Perancah roboh .13 3 1 3 .Memakai sepatu kerja.

13 Ya 1.Gunakan sabuk pengaman .Jatuh .Luka sedang/berat . Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb VI PEKERJAAN M/E 1.Menempatkan material terlokalisir .8 2 3 6 - Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit Memakai sarung tangan Memakai masker Memakai kacamata las Memakai earplug 1 1 1 b.Kematian Ya 1.13 2 3 6 1 1 1 .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL .Tersandung material .Luka ringan .Memakai sepatu kerja.Luka ringan . .Pasang lampu penerangan cukup .Luka ringan Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Tuli Luka ringan 2 3 3 1 6 3 1 1 1 6 Pekerjaan Plumbing Pabrikasi Ya 1.Tangan kena bahan kimia . 1 1 1 . Wiring Lokasi Proyek .Luka ringan .Kulit tangan terkelupas Jatuh Kulit tangan terkelupas Iritasi mata Kesetrum .Luka sedang 2 3 6 .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi . helm.Luka ringan 3 1 3 .Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .4.Memakai kaca mata pelindung .Luka sedang/berat 2 3 6 1 1 1 d.Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit .13 Ya Ya 1. Pekerjaan Pemasangan Instalasi a.13 Ya 1.Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit .Memakai APD yang memadai (sepatu safety. 10 Ya 1.Luka sedang Ya 1. Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 Dalam bangunan .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Luka sedang .Catwalk untuk pijakan kuat dan tidak sempit Memakai sarungan tangan . .13 2 3 6 .Luka sedang 2 3 6 1 1 1 .Kulit tangan terkelupas .Memakai sepatu kerja.Menggunakan sarung tangan .Memakai helm pengaman .Jatuh dari ketinggian . .Luka berat .13 2 3 6 .Jatuh .Tangan tergores . Welding Lokasi Proyek . Connnecting Lokasi Proyek Ya 1.Jatuh .Kesetrum 5 Memasang Bahan Sanitary Lapangan .Memakai APD yang memadai (sepatu safety.Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Tangan tergores Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan Terdengar suara bising Tersandung kabel .5m & tepi bangunan .Memakai kaca mata pelindung & sarung tangan . dan sarung tangan) . 10 Ya 1.Menggunakan sarung tangan . helm.Tersengat listrik .Tersandung material .Luka ringan . dan sarung tangan) 1 1 1 c.Menempatkan material terlokalisir .Luka sedang .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit .Mata terkena debu .4.Memakai sepatu kerja. Pemasangan Armatur Lokasi Proyek .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan 1 1 1 Pasang lbh dr 1.Memasang jaring pengaman .7 2 3 6 1 1 1 d.Kematian Ya 1.Perancah roboh .8 3 1 3 1 1 1 Pabrikasi . Piping Lokasi Proyek - Jatuh Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan api/las Terdengar suara bising Tersandung kabel - Luka sedang Luka ringan Pernafasan terganggu Luka ringan Pendengaran terganggu Luka ringan Ya 1.Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .

Mengikuti IK P6-K3LM-13-10 .Luka berat Ya .Kerugian materiil Ya 1.Memakai kacamata las 1 1 1 Lapangan / proyek . .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Cahaya pijar pengelasan .11.Hindari bahan mudah terbakar dekat dg pengelasan .4 Ya 1.Percikan api .Kebakaran .Ambil posisi aman pd waktu mengelas .Rusaknya alat kerja .10.Memakai pakaian pelindung .Mengikuti IK P6-K3LM-13-10 .Rusaknya peralatan karena arus pendek .Tersengat listrik / kesetrum .14 3 2 6 1 1 1 3 Mengelas dengan Las listrik Lapangan .11.Mata silau Ya 1.Kacamata / topeng pelindung .Kebutaan . .Sesak nafas .Kacamata / topeng pelindung .9.Kebakaran karena arus pendek .14 3 1 3 .Kerugian materiil Ya 1.Kematian . Pengelasan Lapangan / proyek . 10 Ya 1.Menyediakan APAR .Tidak melakukan pengelasan di dekat tempat penyimpanan bahan mudah terbakar / meledak.Luka bakar .Cacat / hilang hari kerja 1.Memakai pakaian pelindung .Menggunakan sarung tangan yang sesuai .Luka bakar .14 2 3 6 1 1 1 .11.Menyediakan APAR .Menyediakan APAR di sekitar area pengelasan .Meletakkan tabung gas dalam posisi berdiri .Luka berat / cacat Ya 1.Cacat/hilang hari kerja . 10 2 3 6 Menggunakan listrik sesuai kapasitas Inspeksi stop kontak dan saklar secara periodik per 1 bulan Memastikan sambungan kabel terisolasi dengan rapi dan baik Panel listrik dibuat tertutup dan terkunci Memasang rambu peringatan bahaya arus listrik Menyelenggarakan latihan penanggulangan kebakaran secara berkala Menyediakan APAR di sekitar area proyek / lapangan yang berpotensi menjadi sumber kebakaran Memasang rambu evakuasi Memastikan sirine / alarm kebakaran masih berfugsi dengan baik Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 RESIDUAL RISK Nilai AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a 1 b 1 axb 1 .INITIAL RISK NO VII LAPANGAN 1.10.Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Memakai kacamata / topeng las 1 1 1 Lapangan .Luka bakar .Cahaya pijar pengelasan .Cacat/hilang hari Ya 1.Hindari bahan mudah terbakar dekat dg pengelasan .Menggunakan sarung tangan yang sesuai .Percikan api .Mencabut steker dari stop kontak apabila peralatan listrik tidak dipakai Menggunakan listrik sesuai kapasitas Memastikan sambungan kabel terisolasi dengan rapi dan baik Memakai APD yang memadai (sepatu safety / sarung tangan) Memasang rambu peringatan bahaya arus listrik 1 1 1 Lapangan / proyek 2 3 6 1 1 1 2.13 Ya 1.Memakai masker .Luka ringan .Kebakaran .4 3 1 3 1 1 1 Lapangan .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan .Tabung Gas meledak .Kebakaran kecil Ya 1.Bekerja dalam aktifitas berlawanan dengan arah angin.14 2 3 6 Lapangan / proyek .Memakai APD yang memadai ( memakai pakaian pelindung/kacamata las/ sarung tangan las ) .Cacat/hilang hari kerja .Kerugian materiil .Asap pengelasan .Kematian .Mengikuti IK P6-K3LM-13-10 . .Mata silau .14 2 3 6 1 1 1 Lapangan .Mata pedih 3 1 3 .Ambil posisi aman pd waktu mengelas . Penggunaan alat listrik Lapangan / proyek .Menggunakan listrik sesuai kapasitas .Percikan api 2 3 6 .Menempatkan tabung dalam area 1 1 1 4 Mengelas dengan Las Tabung Lapangan .Kerugian materiil 11.

Menghindari arah roboh potongan tiang 1 1 1 5 Menggerinda Lapangan .Kerugian material Ya 1.Kebakaran .Mata silau .Tepi galian diarahkan ke sump pit untuk memudahkan pemompaan .Luka ringan .Mengikuti IK P6-K3LM-13-17 .Jalur jalan kerja dipastikan aman 1 1 1 VIII LINK BRIDGE 1. tebing.13 3 1 3 1 1 1 7 Memotong Tiang Pancang Pile cap . Pondasi (penggalian) Pile cap.13 3 1 3 1 1 1 .Proteksi dengan support 1 1 1 .Sesak nafas .Luka tergores . .13 Ya 1.Memakai helm proyek .Percikan Serpihan .Memindahkan tepi galian ke sump pit untuk memudahkan pemompaan .Cedera badan .Mengangkat bahan sesuai batas kemampuan angkat .Mengikuti IK P6-K3LM-13-08 .Lubang Galian menyebabkan longsor .Luka ringan/ sedang .Mata pedih 3 1 3 .Pelindung putaran alat terpasang .Bekerja dalam aktifitas berlawanan dengan arah angin.13 3 1 3 1 1 1 .Kerugian material Ya 1.Pegangan bodem pastikan tdk mudah lepas/copot . sump pit .Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.Dibuat pagar pengaman .Aturan pengangkutan dipatuhi .13 3 1 3 1 1 1 .Kerugian material Ya 1.Memakai masker .Luka ringan .4 3 1 3 Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL terlindung dari panas dan hujan Menandai tabung isi dan kosong Regulator sesuai dengan ketentuan Menyetel regulator secara tepat Memeriksa regulator sebelum bekerja Nozel regulator dipasang tidak terbalik Mengikuti IK P6-K3LM-13-10 1 1 1 Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a b axb Lapangan .Genangan air .Proteksi dengan shortcrete .Luka ringan Ya 1. .Kemiringan galian yang cukup .Memakai kacamata / topeng las Lapangan .13 Ya 1.Material tertata pada saat diangkat .13 Ya 1.Memakai alat untuk material tertentu .Serpihan segera dibersihkan .4 3 1 3 .Penyemprotan nyamuk .Lubang Galian menyebabkan banjir .13 2 2 4 1 1 1 .Luka berat .Luka ringan .Bila mungkin galian ditutup pada saat hujan .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI kerja .Sarang nyamuk Ya 1. sump pit .Tertimpa tiang .Cahaya pijar pengelasan .Menyediakan pompa air yang cukup .Menyediakan pompa air .Luka berat 2 2 4 1 1 1 8 Pengangkatan material Lapangan dengan manual (tenaga orang) .Memakai sarung tangan .Luka ringan Ya 1.13 3 1 3 1 1 1 .Memakai sarung tangan .Mengatur posisi badan .Kemiringan galian yang cukup . tebing.Tangan lecet .Memastikan alat dlm kondisi baik sebelum digunakan.Dipasang rambu peringatan .Terkena pecahan beton .Kesandung - Keseleo Tangan terjepit Pinggang sakit Bahu sakit 2 2 4 .Buat tangga turun .Lubang Galian menyebabkan jatuh dari ketinggian .Kematian Ya 1. .Memakai kacamata pelindung dan masker .Kerugian materiil Ya 1.Luka ringan Ya 1.Longsor .13 3 1 3 1 1 1 6 Menggali Tanah Pile cap.Asap pengelasan .Posisi berdiri menghindari arah pecahan .Bila mungkin galian ditutup pada saat hujan .

8 Ya 1.13 2 2 4 2.8 3 1 3 - Membuatkan ruangan khusus untuk genset Menempatkan ruang genset di tempat yang jauh dari area kantor Memakai earmuff Memastikan ventilasi udara di ruangan genset sudah cukup memadai 1 1 1 Lapangan . Vibrator Lapangan . Stasionary Concrete Pump Lapangan .Kematian 3 1 3 .Luka berat Ya 1.Kematian 3 1 3 .Memeriksa pompa sebelum dipergunakan .Menghirup gas CO .Memakai sarung tangan .Luka berat .Luka sedang Ya 1.Kebisingan .13 2 2 4 .Istirahat yang cukup 1 1 1 .Membuat tangga turun Memastikan pegangan bodem tidak longgar Memakai sarung tangan Memakai helm Posisi berdiri menghindari arah pecahan 1 b 1 axb 1 . Stamper Lapangan .Tersengat listrik 2 3 6 . Memotong Tiang Pancang Pile cap .Kesetrum 2 3 6 .Luka ringan Ya 1.Terkena pecahan beton .8 Ya 1. Genset Ruang Genset .Istirahat yang cukup 1 1 1 5.Memeriksa instalasi kabel secara periodik .Tersambar petir .Kebisingan .17.Instalasi kabel diperiksa secara periodik . Passanger Hoist lapangan .Dipasang rambu peringatan .Gangguan pada sistem tubuh .Memakai masker jika diperlukan .Luka berat Ya 1.Retak pada kaki Ya 1.Gangguan pada sistem tubuh .Sesak napas & pusing . 10 3 1 3 .Kematian Ya 1. Compresor Lapangan .Memakai ear plug 1 1 1 4.19 2 3 6 1 1 1 3.Gangguan pada sistem tubuh .Gangguan pendengaran Ya 1.Mematikan mesin selama perawatan . Tower Crane Lapangan .Getaran . 10 Ya 1.13 Ya 1.hati 1 1 1 6.Luka sedang .Getaran .Operator Hoist harus memiliki ijin pengoperasian hoist .Getaran .Kaki terjepit 3 1 3 .Memastikan pipa masih layak pakai .Gangguan pendengaran Ya 1.Pemasangan Hoist harus dilakukan oleh tenaga ahli .Memasang rambu peringatan Pemasangan pondasi harus dilakukan oleh tenaga ahli Pada saat instal TC diberi pagar pengaman Ijin pada Disnaker Memasang rambu peringatan bagi orang yang melintas di area sekitar Memasang penangkal petir Mendapatkan surat ijin operasi Memastikan kabin operator terlindungi Mengikuti IK P6-K3LM-13-11 1 1 1 2.Kebakaran .Bekerja dengan hati .11.Memastikan ruangan genset memiliki ventilasi udara yang memadai .14 2 3 6 1 1 1 .Roboh Ya 1.Lubang galian menyebabkan jatuh dari ketinggian .13 3 1 3 1 1 1 .Memastikan sambungan antar pipa terikat dengan kencang .Dibuat pagar pengaman .Memasang police line di area yang berbahaya 1 1 1 7.17 1 3 3 1 1 1 Kabin Radius TC .Pipa pecah 3 1 3 1 1 1 .8 Ya 1.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a .Kipas Genset .Kematian .13 2 2 4 1 1 1 IX PERALATAN 1.Memasang rambu pengaman Menempatkan BBM minimum 5 meter dari tempat genset Memeriksa peralatan secara periodik Menempatkan APAR di sekitar ruang genset Memasang rambu peringatan 1 1 1 .Kematian Ya 1.4 1 3 3 .Luka berat .Istirahat yang cukup 1 1 1 .Pondasi Tower Crane tidak kuat .8 Ya 1.

13 Ya 1.Kematian Ya 1.Selalu diperiksa dulu pompanya sebelum dipergunakan .11.8 3 1 3 Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Tersengat listrik . .Tangan tergores .5m & tepi bangunan .13 2 3 6 .Siapkan APAR .Kematian 2 3 6 - Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai sepatu kerja.Lain 1 Memasang Railing Pabrikasi Tangan tergores Hirup udara kotor / debu Terkena percikan Terdengar suara bising Tersandung kabel Luka ringan Sesak nafas Luka ringan Tuli Ya 1.Luka berat . Memasang jaring pengaman Pasang lampu penerangan cukup Gunakan sabuk pengaman Memakai sepatu kerja.Luka berat .Tabrakan Material terlepas. RESIDUAL RISK Nilai AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a 1 b 1 axb 1 .Pasang rambu peringatan .Petugas pompa khusus. Memakai helm pengaman Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan 1 1 1 1 1 1 2 Mengoperasikan Genset Lapangan Putaran Kipas .Jatuh dari ketinggian .Pasang pagar pengaman .Luka berat di tangan Ya 1.Tempatkan BBM minimum 5m dari tempat genset .Memakai masker 1 1 1 Tersengat arus listrik .17.Matikan mesin selama perawatan .Luka ringan 3 1 3 Pasang lbh dr 1.Kerugian materiil Ya 1.Luka ringan Ya 1.13 3 1 3 1 1 1 .Luka berat .Kemiringan galian tidak terlalu tegak .Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 Lapangan .Pasang exhaust fan jika diperlukan .INITIAL RISK NO X Lain .Memakai masker jika diperlukan . 10 3 1 3 .Memakai sarung tangan karet .Luka bakar .13 3 2 6 1 1 1 Kabin Radius TC .14 2 3 6 1 1 1 Lapangan Menghirup gas CO .Pasang rambu peringatan .Kematian Ya 1.Pasang rambu bahaya Kebakaran .Sesak nafas Ya 1. kejatuhan benda .Tangan tergores .Kematian Ya 1.13 Ya 1. Scaffolding terpasang dg kuat & rapi Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.4 1 3 3 1 1 1 3 Operasional Tower Crane Tangga Segmen .Memakai sepatu boot .13 2 3 6 . 10 Ya 1.18 2 3 6 1 1 1 4 Dewatering Daerah Galian - Tertimbun tanah longsor .4. .Kematian 2 3 6 1 1 1 5 Landscape Area Taman Kena cangkul .Tidak diperbolehkan naik turun saat hujan .Luka ringan Ya 1.Petugas pompa khusus.Terpeleset Jatuh dari ketinggian .Instalasi kabel selalu diperiksa sebelum digunakan .Periksa peralatan secara periodik .Lewat tangga railing & memakai safety belt Alat komunikasi terus dipakai Arah swing dibatasi Kabin operator terlindung Punya Surat Ijin Operasi Mengikuti IK P6-K3LM-13-11 Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan Prosedur pengangkatan masing-masing jenis material di ikuti Komando dari bawah dengan HT atau kode manual orang 1 1 1 Lapangan Kebakaran .

Luka berat . Menyimpan obat-obatan dalam lemari Tersedia tenaga paramedis Tersedia obat-obatan utk P3K Menggunakan jarum suntik steril apabila melakukan penyuntikan 1 1 1 Menjaga kondisi tubuh agar selalu fit . a.l: tempat periksa.16 2 2 4 - Ruang klinik harus bersih dan steril Sarana yang dibutuhkan tersedia.Kematian Ya 1.13 2 2 4 - Briefing tiap pagi Penjagaan keamanan di lapangan Meredam emosi Menjaga tidak menyinggung org lain Briefing tiap pagi Penjagaan keamanan di lapangan Perlakuan yang tdk arogan pd pekerja Meredam emosi tenaga kerja Memenuhi hak pekerja (upah) Pendekatan sosial Mendeteksi lebih dini situasi lapangan sebelum timbul gejolak 1 1 1 2 Ketidakpuasan Lapangan .Petugas penyemprot nyamuk menggunakan masker 1 b 1 axb 1 6 Fogging/ kegiatan penyemprotan Lapangan & Kantor Menghirup asap dari obat semprot nyamuk .16 2 2 4 .Kerusakan properti Ya 1. ruang paramedis.Sakit berat .INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN SASARAN Ya/ tdk a b axb a .Keracunan Obat . Ghozy Perdana ) Kapro ( Wiyono ) Unit K3LM .Demo masal Huru .Gangguan pernafasan Ya 1.4.Luka ringan .hara .4 3 1 3 XI 1 KLINIK Mengobati Pasien Klinik .Obat yang digunakan sesuai dg penyakit yang dialami .Bentrok Fisik .Membuat jadwal pelaksanaan fogging .Sakit berat Ya 1.Tertular penyakit .Perkelahian Tindak kekerasan .Kerusakan properti Ya 1.4.Luka ringan .Mengosongkan area yang akan disemprot ketika akan disemprot .Luka berat .Obat tidak kadaluarsa .13 1 2 2 1 1 1 Disetujui oleh : Dibuat oleh : ( Ir.Dosis pemakaian obat sesuai dengan anjuran tenaga paramedis / dokter 1 1 1 X 1 PSHYCHO SOCIO Perbedaan pendapat/ Kesalahpahaman Lapangan .

sepatu dan helm Ketika bekerja harus memakai Rope Grad Memastikan gondola terpasang dengan kuat Menempatkan material terlokalisir Menggunakan sarung tangan Memakai masker Memakai sepatu kerja.Luka berat .Luka ringan Ya 1.7 3 1 3 1 1 1 Pasang lbh dr 1.13 Ya 1.Memakai sepatu kerja. sepatu safety.Jatuh dari ketinggian .Luka ringan .13 3 1 3 Kulit luar .Luka berat/meninggal Ya 1.Luka berat/meninggal Ya 1.13 2 3 6 2 1 2 2 Memasang Bracket & Trim Aluminium Kulit luar .Memasang rambu atau pagar pengaman utk tepi bangunan.Sesak nafas Ya 1.Memakai Safety Harness.Jatuh dari ketinggian .Kematian 2 3 6 .Memasang jaring pengaman .Persero PT.Luka ringan Ya 1. Jakarta IDENTIFIKASI BAHAYA.Perancah roboh . .Memakai masker 1 1 1 .Hirup udara kotor / debu .Tangan kena bahan kimia . kacamata dan sarung tangan) Memakai safety harness Catwalk penyangga kuat dan tidak sempit Memastikan scaffolding terpasang dengan kuat dan rapi Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman Memakai Safety Harness. sepatu dan helm Ketika bekerja harus memakai Rope Grad Memastikan gondola terpasang dengan kuat 1 b 1 axb 1 1 Repair/Perbaikan dinding Dalam bangunan .Luka berat/meninggal 2 3 6 - Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman Memakai Safety Harness.4.13 2 3 6 2 1 2 . .WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.13 3 1 3 .Jatuh dari scaffolding .Sesak nafas .Luka ringan .Jatuh dari ketinggian .5m & tepi bangunan .13 2 3 6 .Mengikuti IK P6-K3LM-13-02 1 1 1 .Kematian Ya 1.Tersandung material . Mengikuti IK P6-K3LM-13-03 2 1 2 3 Mengecat Dalam bangunan .Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman . PENILAIAN RISIKO DAN PENGENDALIAN RISIKO INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN Ya/ tdk a b axb a Memakai APD (helm.Tersengat listrik .Gunakan sabuk pengaman .Pasang lampu penerangan cukup .Jatuh dari ketinggian .Menghirup debu semen .Pijakan utk andang kuat dan tdk sempit . sepatu dan helm 1 1 1 Kulit luar .Ijin kerja sebelum melakukan pekerjaan . 10 Ya 1.Hirup udara kotor / debu .Mengikuti IK P6-K3LM-13-06 .Memakai helm pengaman .Scaffolding terpasang dg kuat & rapi .

Jatuh dari ketinggian .Luka berat/meninggal Ya 1.13 2 3 6 2 1 2 Disetujui oleh : Dibuat oleh : ( Ir.Jatuh dari ketinggian . Ghozy Perdana ) Kapro ( Wiyono ) Unit K3LM .Luka berat/meninggal Ya 1.13 2 3 6 - Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman Memakai Safety Harness. sepatu dan helm Ketika bekerja harus memakai Rope Grad Memastikan gondola terpasang dengan kuat Gondola dilengkapi dengan life line/tambang pengaman Memakai Safety Harness.INITIAL RISK NO AKTIVITAS LOKASI BAHAYA DESKRIPSI KONSEKUENSI Legal Kemung kinan Kepa rahan Nilai RESIDUAL RISK KONTROL AWAL .Ketika bekerja harus memakai Rope Grad . sepatu dan helm Ketika bekerja harus memakai Rope Grad Memastikan gondola terpasang dengan kuat 2 1 2 5 Pembersihan kaca jendela Kulit luar .Memastikan gondola terpasang dengan kuat Kemung kinan Kepa rahan Nilai KONTROL TAMBAHAN Ya/ tdk a b axb a b axb 4 Perapihan kusen jendela Kulit luar .

Form. K3LM-01-01 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3 KONTROL TAMBAHAN SASARAN Meningkatkan kesehatan karyawan IR = 0 Meingkatkan kesehatan karyawan IR = 0 IR = 0 Meningkatkan kesehatan karyawan IR = 0 .P6.

KONTROL TAMBAHAN SASARAN .

03/MEN/1999 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. 3 tahun 1992 UU No. Kebersihan serta Penerangan dlm Tempat Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan Syarat Syarat Pemasangan & Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan Kewajban Melapor Penyakit Akibat Kerja Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja Pesawat Angkat Dan Angkut Kualifikasi dan syarat-syarat operator keran angkat Pengawasan instalasi penyalur petir Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan kerja SURAT EDARAN Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Per.: Per.: Per. 01/Men/1979 22 Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja no.01/MEN/1980 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-187/MEN/1999 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.05/MEN/1996 Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Syarat Kesehatan.: 14 tahun 1993 KEPUTUSAN MENTERI Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja 6 7 8 9 10 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per. 23 tahun 1992 LEGISLASI TEMA 1 2 3 4 Keselamatan Kerja Jaminan Sosial Tenaga Kerja Lalu Lintas Jalan Kesehatan 5 PERATURAN PEMERINTAH & KEPUTUSAN PRESIDEN Peraturan Pemerintah No. Ins.: Per. Kep-51/MEN/1999 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. 14 tahun 1992 UU No. Jakarta DAFTAR LEGISLASI Yang Berkaitan Dengan Kesehatan Keselamatan Kerja NO.01/MEN/1981 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.SE. 11/M/BW/1997 PERATURAN MENTERI Peraturan Menteri Perburuhan No. 11 INSTRUKSI MENTERI Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. SNI-04-0225-2000 mengenai persyaratan umum instalasi listrik 2000 (PUIL 2000) di tempat kerja. 1 tahun 1970 UU No. UNDANG-UNDANG RI UU No.: Per. Kep.Persero PT.02/MEN/1989 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.SE. Kep-186/MEN/1999 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi RI No.05/MEN/1985 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.03/MEN/1982 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.: Per.01/ MEN/1997 21 Pengadaan Kantin dan Ruang Makan Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di Udara Lingkungan Kerja .7 tahun 1964 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.75/MEN/2002 Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift untuk pengangkutan orang dan barang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja Pemberlakuan standar Nasional Indonesia (SNI) No.04/MEN/1980 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.01/MEN/1989 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.

cuaca. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang cukup k. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup l. p. i. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya e. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium Form. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai j. 1 tahun 1970 Deskripsi Legislasi Keselamatan Kerja BAB III Syarat-Syarat Keselamatan Kerja Pasal 3 Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamata kerja untuk . sinar atau radiasi. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. hembusan angin. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis. peracunan. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan d. UNDANG-UNDANG RI Legislasi No. uap. lingkungan. gas. a.K3LM-15-10 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi 3 EVALUASI PENERAPAN LEGISLASI Yaag Berkaitan Dengan Kesehatan Keselamtan Kerja No. o. kesehatan dan ketertiban m. debu. kotoran. cara dan proses kerjanya. h.P6. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarl uasnya suhu. Mnecegah terkena aliran listrik yang berbahaya √ HIRARC dan OTP Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 1 . asap. mengurangi dan memadamkan kebakaran c. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang. kelembaban. suara dan getaran. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja. Mencegah. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. Legislasi UU No. Mencegah dan mengurangi kecelakaan b. tanaman atau barang. Memelihara kebersihan. perlakuan dan penyimpanan barang q. n. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja g. alat kerja. Memberi pertolongan pertama pada kecelakaan f.Persero PT. binatang. infeksi dan penularan.

Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian tersebut dalam ayat (1) dan (2) . pengepakan atau pembungkusan. Semua pengamanan dan alat . atau aparat produksi guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri. 3. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.No. barang. Dengan peraturan perundangan dapat di ubah perincian tersebut dalam ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Pengurus diwajibkan memeriksakan kesehatan badan. perlengkapan alat-alat perlindungan. 2. Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur. Legislasi Deskripsi Legislasi r. kondisi .alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang akan diberikan padanya. Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan. jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi.bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya. pengujian dan pengesahan. teknik dan teknologi serta pendapatan-pendapatan baru dikemudian hari. pemeliharaan dan penyimpanan bahan. Briefing pagi/safety morning Penyediaan APD bagi pekerja . Pembinaan Pasal 9 1. Legislasi No. keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum. pembuatan pengankutan. barang. perdagangan. pengolahan dan pembuatan . produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pasal 4 1. bahan. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan menaati syarat-syarat keselamatan tersebut. Pengurus diwajibkan memeriksakan semua tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya. Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang : a. pemasangan. b. secara berkala pada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur. Pasal 8 1. 2. pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan.kondisi dan bahaya . 3. pemakaian. penggunaan. produk teknis. peredaran. 2. √ Penyediaan APD MSDS Kompartemen / gudang penyimpanan bahan/ material √ Pemeriksaan dari Jamsostek √ Induksi. Bab V. Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan.

BAB VII Kecelakaan Pasal 11 1. Pengurus diwajibkan memenuhi dan menaati semua syarat -syarat dan ketentuan . e. Tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan oleh pegawai termaksud dalam ayat (1) di atur dengan peraturan perundangan.syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. Memakai alat . dalam pencegahan kebakaran dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. BAB VIII Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja Pasal 12 Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk : a. 3.syarat tsb di atas. Memenuhi dan menaati semua syarat . Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawasan atau ahli keselamatan kerja. Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah memahami syarat . d. Alat . pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri tenaga Kerja.cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaan.ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan.syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. b. Cara .No. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan.alat pelindung diri yang diwajibkan. 2. Legislasi Deskripsi Legislasi c. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pengadaan P3K dan klinik Pemenuhan legislasi √ Laporan tahap awal √ Pengadaan APD bagi pekerja √ Induksi & Inspeksi oleh security . d. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat . Meminta para pengurus agar dilaksanakan semua syarat . 4. BAB IX Kewajiban Bila Memasuki Tempat Kerja Pasal 13 Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja.alat pelindung diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas -batas yang masih dapat dipertanggung-jawabkan. c. 2. Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. Legislasi No.

Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya. pada tempat . semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya. UU No. √ Pendaftaran Jamsostek √ No Pendaftaran √ √ Laporan awal kecelakaan √ . Menyediakan secara cuma-cuma. semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan.tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli kesehatan kerja. b. Pasal 8 point 1 tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan kerja Pasal 10 point 1 pengusaha wajib melaporkan kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja kepada kantor departemen tenaga kerja dan Badan Penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam point 2 pengusaha wajib melaporkan kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sembuh. cacad atau meninggal dunia. 3 tahun 1992 Jaminan Sosial Tenaga Kerja Pasal 3 point 2 setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja Pasal 4 point 1 program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud pasal 3 wajib dilakukan oleh setiap perusahaan bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan didalam hubungan kerja sesuai dengan ketentuan undang-undang ini. semua alat perlindungan diri yang di wajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut. Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi BAB X Kewajiban Pengurus Pasal 14 Pengurus diwajibkan . a. disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli-ahli keselamatan kerja. pada tempattempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. sehelai Undang -undang ini dan semua peraturan pelaksanaanya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan.No. c. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) √ Papan informasi & Rambu-rambu K3LM Pengadaan APD 2.

pengamanan limbah padat. pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat kesehatan kerja. Setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja. lingkungan pemukiman. Pasal 16 tenaga kerja. dan penyehatan atau pengamanan lainnya. 23 tahun 1992 Lalu Lintas Jalan Kesehatan Kesehatan Lingkungan Pasal 22 1. lingkungan kerja. Kesehatan lingkungan dilaksanakan terhadap tempat umum. Kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja. No. pengendalian faktor penyakit. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) point 3 pengusaha wajib mengurus tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja kepada badan penyelenggara sampai memperoleh hak-haknya. radiasi dan kebisingan. Kesehatan Kerja Pasal 23 1. Kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas yang optimal 2. Kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat. Legislasi pengusaha wajib melaporkan kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan Legislasi penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah tenaga kerja yang Deskripsi Legislasi tertimpa kecelakaan oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sembuh. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara. 4. Setiap tempat atau sarana pelayanan umum wajib memelihara dan meningkatkan lingkungan yang sehat sesuai dengan standar dan persyaratan. √ √ Pengukuran parameter pencemar √ Pengadaa Klinik & Prasarana olah raga bagi karyawan . limbah cair.No. cacad atau meninggal dunia. 2. UU No. limbah gas. daftar upah beserta perubahan-perubahan dan daftar kecelakaan kerja di perusahaan atau bagian perusahaan yang berdiri sendiri. 3. suami atau istri dan anak berhak memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan Pasal 17 pengusaha dan tenaga kerja wajib ikut serta dalam program jaminan sosial tenga kerja Pasal 18 pengusaha wajib memiliki daftar tenaga kerja beserta keluarganya. 4. 3. √ √ √ √ 3. angkutan umum dan lingkungan lainnya. 14 tahun 1992 UU No.

jaminan hari tua b. jaminan kematian. 1. point 2 Pengusaha wajib melaporkan setiap kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerjanya kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggaraan setempat/terdekat sebagai laporan kecelakaan tahap I.: 14 tahun 1993 Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja pasal 2 point 1 Program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini. Legislasi No. dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam terhitung terjadinya kecelakaan. pasal 5 point 1 Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 wajib mendaftarkan perusahaan dan tenaga kerjanya sebagai peserta program jaminan sosial tenaga kerja pada badan penyelenggara dengan mengisi formulir yang disediakan oleh badan penyelenggara. terdiri: a.No. wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Legislasi Deskripsi Legislasi Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 5. dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam setelah ada hasil diagnosis dari dokter periksa. Pasal 2 point 3 Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih. √ KEPUTUSAN MENTERI . pasal 18 point 1 Pengusaha wajib memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan bagi tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan. atau membayar upah minimal Rp.000 sebulan. √ Kerjasama dengan Jamsostek P3K √ √ √ √ Laporan awal pasal 19 Pengusaha wajib melaporkan penyakit yang timbul karena hubungan kerja. jaminan berupa pelayanan yaitu jaminan pemeliharaan kesehatan. PERATURAN PEMERINTAH & KEPUTUSAN PRESIDEN Peraturan Pemerintah No. jaminan berupa uang yang meliputi : jaminan kecelakaan kerja.000.

b. j. aman dan memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja. identitas bahan dan perusahaan. √ MSDS . rem membuka dengan tenaga magnet listrik dan harus dapat memberhentikan mesin secara otomatis dan pada saat arus listrik putus. penyimpanan dan penanganan bahan. d. PARAGRAF 1 MESIN DAN KAMAR MESIN Pasal 5 (1) Mesin dan konstruksinya harus memenuhi Standar Nasional Indonesia yang berlaku (2) Apabila lift akan bergerak. √ Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pemasangan rambu √ √ 7 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. i. tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). pengendalian pemajanan dan alat pelindung diri. g. (2) Kapasitas angkut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus sesuai dengan kapasitas angkut yang dinyatakan dalam ijin pemakaian lift. (3) Penetapan jumlah orang yang dapat diangkut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan Standar Nasional Indonesia yang berlaku.No. h. stabilitas dan reaktivitas bahan. (3) Mesin harus dilengkapi dengan rem yang bekerja dengan tenaga pegas. tindakan mengatasi kebocoran dan tumpahan. f. tindakan penanggulangan kebakaran. identifikasi bahaya. e. c. Legislasi Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per. Kep-187/MEN/1999 Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya Pasal 4 (1) Lembar data keselamatan bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan tentang: a. tidak cacat.03/MEN/1999 Deskripsi Legislasi Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift untuk pengangkutan orang dan barang BAB II Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift BAGIAN 1 UMUM Pasal 3 (1) Kapasitas angkut lift harus dicantumkan dan dipasang dalam kereta serta dinyatakan dalam jumlah orang dan atau jumlah bobot muatan yang diangkut dalam kilogram (kg). 6 Legislasi No. komposisi bahan. sifat fisik dan kimia. BAGIAN 2 BAGIAN-BAGIAN LIFT DAN PEMASANGANNYA Pasal 4 (1) Bagian-bagian lift harus kuat.

informasi ekologi. nama. informasi lain yang diperlukan. √ √ Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) √ Papan informasi 8 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-51/MEN/1999 Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja Pasal 3 (1) NAB kebisingan ditetapkan sebesar 85 desi Bell A (dBA). gas mudah terbakar. √ . b. i.No. pengangkutan bahan. tanda bahaya dan artinya. m. bahan reaktif. (2) Kebisingan yang melampaui NAB. h. g. Pasal 9 Kriteria bahan kimia berbahaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (3) terdiri dari: a. instruksi pengisian dan penyimpanan. Legislasi No. c. nama produk. o. j. uraian resiko dan penanggulangannya. f. Pasal 6 Lembar data keselamatan Bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 dan Label sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 diletakkan di tempat yang mudah diketahui oleh tenaga kerja dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan. e. alamat dan nomor telepon pabrik pembuat atau distributor. instruksi dalam hal terkena atau terpapar. e. cairan sangat mudah terbakar. informasi toksikologi. k. instruksi tumpahan atau bocoran. g. bahan oksidator. Pasal 5 Label sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan mengenai: a. waktu pemajanan ditetapkan sebagaimana tercantum dalam lampiran II. pembuangan limbah. b. referensi. bahan mudah meledak. cairan mudah terbakar. instruksi kebakaran. bahan beracun. bahan sangat beracun. informasi peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. identifikasi bahaya. tindakan pencegahan. n. c. l. Legislasi Deskripsi Legislasi k. f. h. d. p.

No. Legislasi Deskripsi Legislasi Pasal 4 (1) NAB getaran alat kerja yang kontak langsung maupun tidak langsung pada lengan dan tangan tenaga kerja ditetapkan sebesar 4 meter per detik kuadrat (m/det2) (2) Getaran yang melampaui NAB. panas dan gas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. pengendalian setiap bentuk energi. penggunaan. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi RI No. c. pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja. memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran. pemadam kebakaran dan sarana evakuasi. (3) Pengendalian setiap bentuk energi. jenis. prosedur pelaksanaan pekerjaan berkaitan dengan pencegahan bahaya kebakaran.75/MEN/2002 . (4) Buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf f. d. Kep. penyediaan sarana deteksi. SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja. √ √ Training ERP 10. cara pemeliharaan dan penggunaan sarana proteksi kebakaran di tempat kerja. alarm. SNI-04-0225-2000 mengenai persyaratan umum instalasi listrik 2000 (PUIL 2000) di tempat kerja Pasal 2 (1) Perencanaan. pengendalian penyebaran asap. waktu pemajanan ditetapkan sebagaimana tercantum dalam lampiran III. mengurangi dan memadamkan kebakaran. e. huruf b dan huruf c dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik di tempat kerja harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) No. informasi tentang sumber potensi bahaya kebakaran dan cara pencegahannya. memuat antara lain: a. d. Pemberlakuan standar Nasional Indonesia (SNI) No. penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala f. mengurangi dan memadamkan kebakaran di tempat kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. penyediaan sarana deteksi. Status Kesesuaian Ya (100%) √ Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 9 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. pemadam kebakaran dan sarana evakuasi serta pengendalian penyebaran asap. Legislasi No. pemasangan. b. alarm. c. panas dan gas. prosedur dalam menghadapi keadaan darurat bahaya kebakaran. b. latihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja (2) Kewajiban mencegah. bagi tempat kerja yang mempekerjakan lebih dari 50 (lima puluh) orang tenaga kerja dan atau tempat kerja yang berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat. Kep-186/MEN/1999 Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja Pasal 2 (1) Pengurus atau pengusaha wajib mencegah.

(3) Instalasi Listrik yang telah terpasang sebelum diberlakukannya Keputusan ini. 3. Legislasi Deskripsi Legislasi (2) Pengurus bertanggungjawab terhadap ditaatinya dan wajib melaksanakan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. apakah ada petunjuk arah. Klasifikasi Umum Klasifikasi jenis hunian akan menentukan persyaratan standar teknik sistem proteksi kebakaran yang harus diterapkan 2. panas.No. 11/M/BW/1997 Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran Pemeriksaan dan Pengujian: 1. Alat pemadam api ringan . SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja. Pintu darurat Amati jalur evakuasi. apakah ada penerangan darurat. pintu keluar atau tangga darurat. Kenali sifat fisik dan sifat-sifat kimianya apakah mengandung potensi mudah terbakar atau meledak. Kompartemen Amati keadaan lingkungan tempat kerja terhadap masalah penyebaran api. Apakah ada prosedur keselamatan kerja dan dilaksanakan dengan benar. Ins. asap apakah telah ada upaya untuk mengendalikannya. Sumber ignition Perhatikan potensi apa saja yang dapat menjadi sumber pemicu kebakaran dan perhatikan apakah alat pengaman yang diperlukan telah sesuai. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pasal 3 Pengawasan terhadap pelaksanaan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 30 meter untuk resiko sedang dan 24 meter untuk resiko berat. Apakah ada rintangan yang dapat mengganggu. wajib disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. Kapan diadakan pemeriksaan terakhir dan apakah syarat-syarat yang diberikan telah dilaksanakan. SNI 04-02252000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja dilakukan oleh Pegawai Pengawas atau Ahli Keselamatan Kerja Spesialis Bidang Listrik √ 11 INSTRUKSI MENTERI Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. √ 6. panjang jarak tempuh mencapai pintu ke luar tidak melebihi 36 meter untuk resiko ringan. Bahan-bahan yang mudah terbakar /meledak Perhatikan jenis-jenis bahan yang diolah. dikerjakan atau disimpan. Legislasi No. 5. 4. SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja.

point 6 jumlah kakus sebagai berikut 1-15 buruh =1 kakus 16-30 buruh = 2 kakus 31-45 buruh = 3 kakus 46-60 buruh = 4 kakus 61-80 buruh = 5 kakus 81-100 buruh = 5 kakus dan selanjutnya untuk tiap 100 orang 6 kakus pasal 8 dapur. Legislasi Deskripsi Legislasi Apakah alat pemadam api ringan telah sesuai jenis dan cukup jumlahnya. tempat pengumpulan sampah tidak boleh menjadi sarang lalat atau binatang serangga yang lain. kamar makan dan alat keperluan makan harus selalu bersih dan rapi. sampah dan terbuang lainnya harus terkumpul pada suatu tempat yang rapi dan tertutup. jalanan dihalaman tidak boleh berdebu 3.7 tahun 1964 Syarat Kesehatan. 7. pasal 6 point 1 kakus-kakus yang terbuat dari bahan yang kuat harus disediakan untuk kaum buruh. Apakah penempatannya mudah dilihat dan mudah dijangkau serta mudah untuk diambil. teratur. Halaman harus bersih. 8. Apakah semua perlengkapan dan indikator bekerja dengan baik. pada waktunya sampah itu harus dibuang ketempat pembuangan sampah atau dibakar pada tempat yang aman. saluran air yang melintasi halaman harus tertutup 5. 6. Instalasi Hydran dan Springkler 9. Apakah telah dipasang penandaan zone alarm. Legislasi No. 7. Instalasi Khusus Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 12 PERATURAN MENTERI Peraturan Menteri Perburuhan No. untuk keperluan air (riolering) harus cukup saluran yang kuat dan bersih 4. Kebersihan serta Penerangan dlm Tempat Kerja 1. √ diangkut setiap hari Diberi tutup √ √ Belum mencukupi karena keterbatasan lahan √ .No. rata dan tidak becek dan cukup luas untuk kemungkinan perluasan 2. Instalasi Alarm Lakukan tes fungsi perlengkapan pada panel. Periksa pula masa efektif bahan pemadamnya serta masa uji tabungnya.

pertolongan pertama pada kecelakaan dan usaha-usaha penyelamatan pasal 4 setiap kecelakaan kerja atau kejadian yang berbahaya harus dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. Jamsostek dan Koordinasi keamanan √ Mengevaluasi HIRARC Membentuk unit K3LM dan dicantumkan dalam struktur organisasi HIRARC √ Jamsostek. seperti pemasangan yang kasar. point 2 sewaktu pekerjaan dimulai harus segera disusun suatu unit keselamatan dan kesehatan kerja hal tersebut harus diberitahukan kepada setiap tenaga kerja point 3 unit keselamatan kerja meliputi usaha-usaha pencegahan terhadap : kecelakaan. peledakan. harus dilengkapi dengan penerangan yang cukup sesuai dengan ketentuan yang berlaku. kamar mesin. gudang untuk menyimpan barang besar dan kasar paling sedikit memiliki kekuatan 50 Lux Point 5 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kecil secara sepintas lalu. Legislasi No. kakus. penyakit akibat kerja. Kantor Pusat √ Pembuatan akses jalan √ Pembersihan oleh mandor . alat pengangkut orang dan barang. pasal 6 kebersihan dan kerapihan ditempat kerja harus dijaga sehingga bahan-bahan yang berserakan. pasal 3 point 1 pada pekerjaan konstruksi bangunan harus diusahakan pencegahan dan dikurangi terjadinya kecelakaan atau sakit akibat kerja terhadap tenaga kerjanya.No. lorong-lorong atau gang-gang tempat orang bekerja atau sering dilalui. Depnaker. tempat penyimpanan barang sedang dan kecil. kebakaran.: Per. bahan-bahan bangunan.01/MEN/1980 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan pasal 2 Setiap pekerjaan konstruksi bangunan yang akan dilakukan wajib dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. Status Kesesuaian Ya (100%) √ Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 13 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. menyisihkan barang besar. Legislasi Deskripsi Legislasi Pasal 14 Point 4 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kasar seperti mengerjakan bahan-bahan kasar. ruang penerimaan dan pengiriman dengan kapal. tangga-tangga. peralatan dan alat-alat kerja tidak merintangi atau menimbulkan kecelakaan. pasal 5 point 1 disetiap tempat kerja harus dilengkapi dengan sarana untuk keperluan keluar masuk dengan aman point 2 semua tempat kerja. √ Ijin ke Depnaker.

police line √ √ . pasal 44 operator mesin harus terlatih untuk pekerjaannya dan harus mengetahui peraturan keselamatan kerja pada mesin tersebut. dilayani dan dipelihara sedemikian rupa sehingga terjamin keselamatan pemakainya.No. surat edaran dilarang menjatuhkan benda ke bawah. pasal 9 kebisingan dan getaran ditempat kerja tidak boleh melebihi ketentuan nilai ambang batas yang berlaku Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Pembersihan oleh mandor √ Safety deck. atap-atap atau panggung yang dapat dimasuki. sisi-sisi tangga yang terbuka. Legislasi Legislasi kebersihan dan kerapihan ditempat kerja harus dijaga sehingga bahan-bahan yang Deskripsi Legislasi berserakan. pasal 28 alat-alat angkat harus direncanakan. pasal 7 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa peralatan perancah. bahan-bahan dan benda-benda tidak dilemparkan. lubang-lubang dilantai yang terbuka. bahan-bahan bangunan. Papan Pengumuman √ √ √ √ rambu. kecuali apabila pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan aman pasal 13 point 1 perancah harus diberi lantai papan yang kuat dan rapat sehingga dapat menahan dengan aman tenaga kerja. safety net. √ railing √ Pengukuran kebisingan dan getaran secara periodik pasal 10 orang tidak berkepentingan dilarang masuk pasal 12 perancah yang sesuai dan aman harus disediakan untuk semua pekerjaan yang tidak dapat dilakukan dengan aman oleh seseoarang yang berdiri diatas konstruksi yang kuat dan permanen. alat-alat kerja. peralatan dan alat-alat kerja tidak merintangi atau menimbulkan kecelakaan. semua galian-galian dan lubang-lubang yang berbahaya harus diberi pagar atau tutup pengamannya. No. peralatan dan bahan yang dipergunakan pasal 25 point 1 tangga harus terdiri dari 2 kaki tangga dan sejumlah anak tangga yang dipasang pada kedua kaki tangga dengan kuat. pasal 67 √ √ Rambu. pasal 31 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk melarang orang memasuki daerah lintas keran jalan untuk menghindarkan kecelakaan karena terhimpit. diluncurkan atau dijatuhkan kebawah dari tempat yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kecelakaan. dipasang. pasal 8 semua peralatan sisi-sisi lantai yang terbuka.

: Per.2 m dari permukaan lantai. jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dari permukaan lantai. kecuali jenis C02 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat. Legislasi No. mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan pasal 5 dilarang memasang atau menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang atau cacat karena karat. pasal 99 point 1 alat-alat pelindung diri yang jenisnya disesuaikan dengan sifat pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing tenaga kerja harus disediakan dalam jumlah yang cukup. pasal 86 tenaga kerja yang melakukan pekerjaan diatap harus dilengkapi dengan alat pelindung diri yang sesuai untuk menjamin agar mereka tidak jatuh dari atap atau bagian-bagian atap yang rapuh.No. Legislasi Deskripsi Legislasi point 2 pinggir-pinggir dan dinding-dinding pekerjaan galian harus diberi pengaman dan penunjang yang kuat untuk menjamin keselamatan orang yang bekerja dalam lubang / parit. √ √ √ Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) pemotongan stek yang tidak terpakai safety harness 14 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. pasal 9 alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49◦C turun sampai minus 44 o C kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu diluar batas tersebut diatas. pasal 14 √ √ Pemasangan rambu APAR √ √ √ √ . pasal 8 pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1. pasal 74 setiap ujung-ujung mencuat yang membahayakan harus dilengkungkan atau dilindungi.04/MEN/1980 Syarat Syarat Pemasangan & Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan pasal 3 tabung alat pemadam api ringan harus diisi sesuai dengan jenis dan konstruksinya pasal 4 point 1 setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas.

Legislasi No. pasal 3 point 1 beban maksimum yang diijinkan dari pesawat angkat dan angkut ditulis pada bagian yang mudah dilihat dan dibaca dengan jelas.No.: Per. √ Bekerjasama dgn RSAL Mintohardjo 17 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. pasal 7 baut pengikat yang dipergunakan peralatan angkat harus memiliki kelebihan ulir sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang. pengurus dan badan yang ditunjuk wajib melaporkan secara tertulis kepada kantor Direktorat Jendral Pembinaan Hubungan Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja setempat.05/MEN/1985 √ √ √ √ .: Per. pasal 3 point 1 laporan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat 1 dilakukan dalam waktu paling lama 2X24 jam setelah penyakit tersebut didiagnosa. Legislasi Deskripsi Legislasi petunjuk cara-cara pemakaian alat pemadam api ringan harus dapat dibaca dengan jelas.: Per. tidak cacat dan memenuhi syarat. jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. Kewajban Melapor Penyakit Akibat Kerja pasal 2 point 1 apabila dalam pemeriksaan kesehatan bekerja dan pemeriksaan kesehatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi No Per 02/MEN 1980 ditemukan penyakit kerja yang diderita oleh tenaga kerja. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) Instruksi Kerja 15 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. pasal 4 setiap pesawat angkat dan angkut harus dilayani oleh operator yang mempunyai kemampuan dan telah memiliki keterampilan khusus tentang pesawat angkat dan angkut.01/MEN/1981 √ √ 16 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.03/MEN/1982 Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja pasal 3 point 1 setiap tenaga kerja berhak mendapatkan pelayanan kesehatan kerja point 2 pengurus wajib memberikan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi Pesawat Angkat Dan Angkut pasal 2 bahan konstruksi serta perlengkapan pesawat angkat dan angkut harus cukup kuat.

rumah sakit.: Per.5 untuk baja konstruksi atau baja tempa . diolah atau digunakan bahan yang mudah meledak atau terbakar seperti pabrik-pabrik amunisi. dikonstruksikan dari baja b.dilengkapi dengan rem otomatis yang mampu menahan muatan. sekolah. b. cerobong.: Per.No. pasal 101 semua perlengkapan pesawat angkutan diatas landasan dan diatas permukaan sebelum digunakan harus diperikasa terlebih dahulu oleh operator.alat pengaman dan alat-alat perlengkapan lainnya yang terkait dengan bekerjanya keran angkat yang dilayaninya. dibuat dengan angka keamanan sekurang-kurangnya . antena pemancar. pasal 33 peralatan angkat listrik harus a. Bangunan dimana disimpan. √ Pemasangan instalasi penangkal petir di TC . jika muatan dihentikan pasal 42 point 2 operator dan tenaga kerja harus menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan bahaya yang dihadapi. No. Legislasi Legislasi baut pengikat yang dipergunakanDeskripsi Legislasiharus memiliki kelebihan ulir peralatan angkat sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang. bangunan untuk kepentingan umum seperi: tempat ibadah. alat . dan lain-lain.01/MEN/1989 Kualifikasi dan syarat-syarat operator keran angkat pasal 10 point 1 operator dilarang meninggalkan tempat pelayanan selama keran angkat dioperasikan point 2 melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi atau kemampuan kerja serta merawat keran angkat. silo. stasiun. jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. gudang penyimpanan bahan peledak dan lain-lain c. pasar.8 untuk baja tuang . monumen dan lain-lain. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) √ √ Pemakaian Helm dan Sepatu √ Check list 18 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.02/MEN/1989 Pengawasan instalasi penyalur petir BAB II RUANG LINGKUP Pasal 9 (1) Tempat kerja sebagaimana dimaksud pasal 8 yang perlu dipasang instalasi penyalur petir antara lain: a. gedung pertunjukan. √ 19 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. bangunan yang terpencil atau tinggi dan lebih tinggi dari pada bangunan sekitarnya seperti: menara-menara. hotel.

menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan sistem manajemen K3 b. Legislasi No. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 20 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Bangunan untuk menyimpan barang-barang yang sukar diganti seperti:musemum. menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan.Waskita Karya HIRARC √ √ c. merencanakan pemenuhan kebijakan. tempat penyimpanan arsip dan lain-lain. √ Pengadaan Kantin di bedeng pekerja . √ 21 SURAT EDARAN Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. pasal 5 point 1 untuk membuktikan penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4. Kebijakan K3LM PT. d. tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. e.No. Legislasi Deskripsi Legislasi d. mutukehidupan tenaga kerja yang erat bertalian dengan tingkat produktivitas kerjanya perlu secara terus menerus ditingkatkan. perpustakaan. pencemaran dan penyakit akibat kerja wajib menerapkan SMK3. Daerah-daerah terbuka seperti: daerah perkebunan. perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh menteri. Stadion Olah Raga dan tempat-tempat lainnya. khususnya dalam bidang ketenagakerjaan sebagaimana yang diarahkan oleh Garis Besar Haluan Negara. pasal 4 point 1 dalam penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 3. tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja. e. memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. Padang Golf. mengukur. perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja.05/MEN/1996 Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan kerja pasal 3 point 1 Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan. 01/Men/1979 Pengadaan Kantin dan Ruang Makan Sebagaimana pelaksanaan kebijakan Pembangunan.: Per.SE. kebakaran.

bahwa untuk bekera gizi kerja memegang peranan penting untuk efisiensi dan produktifitas kerja yang memadai. hendaknya harga makanan dan minuman diusahakan secara layak sesuai dengan kemampuan perusahaan dan daya beli dari buruh yang bersangkutan serta selalu diusahakan agar nilai gizi makanan tetap mendapat perhatian yang utama. Dalam rangka mencapai tujuan ini. Legislasi No. 7 tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan. Usaha pengembangan hygiene perusahaan dan kesehatan kerja termasuk gizi kerja sejalan dengan tugas pemerintah untuk membina perlindungan kerja sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. Lebih lanjut. sebab dengan begitu perusahaan-perusahaan tersebut lebih membantu pengembangan gizi kerja yang manfaatnya akan lebih dirasakan lagi bagi pembangunan secara keseluruhan. maka diharapkan agar perusahaan-perusahaan berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan penerapan gizi kerja yang antara lain pengadaan kanatin dan ruang tempat makan di perusahaan-perusahaan atau tempat kerja. apresiasi terhadap gizi kerja oleh masyarakat pada umumnya dan masyarakat industri/perusahaan pada khususnya merupakan sandaran utama bagi kemantapan upaya dalam memperbaiki kondisi tenaga kerja. Semua perusahaan yang mempekerjakan buruh lebih dari 200 orang supaya menyediakan kantin di perusahaan yang bersangkutan Apabila suatu perusahaan yang jumlah tenaga kerjanya kurang dari ketentuan dalam anjuran seperti tersebut di atas. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) . 2. Semua perusahaan yang mempekerjakan buruh antara 0 sampai 200 orang supaya menyediakan ruang tempat makan di perusahaan yang bersangkutan. pemerintah dalam hal ini Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengambil kebijaksanaan untuk menganjurkan kepada: 1. Legislasi Deskripsi Legislasi Salah satu usaha guna meningkatkan mutu kehidupan tenaga kerja tersebut adalah penyerasian setiap tenaga kerja dalam pekerjaannya sebagai suatu aspek terpadu dalam ruang lingkup hygiene perusahaan dan kesehatan kerja. Sebagai pedoman dalam pelaksanaan kedua anjuran tersebut diatas. Disadari sepenuhnya. 14 tahun 1969 tentang Ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja. Dalam hal perusahaan tersebut menyediakan kantin. maka perhatian dan kesadaran perusahaan tersebut sangat dihargai. melalui perbaikan gizi untuk mendukung perbaikan produktifitas kerja. perusahaan-perusahaan yang bersangkutan hendaknya memperhatikan ketentuanketentuan sebagai dimaksud dalam Peraturan Menteri Perburuhan No. Kebersihan serta Penerangan tempat kerja. tetapi juga mengadakan ruang/tempat makan atau kantin. Gizi kerja sebagaimana hygiene perusahaan dan kesehatan pada umumnya bertujuan meningkatkan produktifitas dan daya kerja tenaga kerja. Atas dasar kemanfaatan gizi kerja bagi pembangunan.No. khususnya ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam pasal 8 yang isinya dimuat dalam Lampiran Surat Edaran ini.

Legislasi No. √ Pengukuran Udara (73x100%) + (9x 50%) + (4x0%) 86 = 90. Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 22 Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja no.12 % Jakarta. Untuk maksud tersebut di atas. Mengingat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 belum lengkap peraturan pelaksanaannya serta menimbang bahwa Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor Kimia yang ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Koperasi Nomor SE-02/Men/1978 dinilai telah tidak sesuai lagi dengan kemajuan dan perkembangan teknologi masa kini. maka para pengusahaagar selalu mengendalikan lingkungan kerja secara teknis sehingga kadar bahan-bhan kimia di udara lingkungan kerja tidak melampaui Nilai Ambang Batas (NAB) seperti yagn tercantum pada lampiran Surat Edaran ini.01/ MEN/1997 Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di Udara Lingkungan Kerja Telah diketahui dan dimaklumi bahwa bahan-bahan dan peralatan kerja disatu pihak mutlak diperlukan bagi pembangunan demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa. kesehatan dan kenyamanan kerja serta gangguan pencemaran lingkungan Guna mengantisipasi dampak negatif yang kemungkinan terjadi di lingkungan kerja perlu dilakukan upaya-upaya pengamanan guna meningkatkan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan tenaga kerja. agar benar-benar memberikan manfaat dalam mencapai tujuannya. Legislasi Deskripsi Legislasi Aparatur Hygiene Perusahaan dan Kesehatan kerja dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan membantu pengusaha dalam pengembangan gizi kerja pada umumnya dan pembinaan kantin-kantin dan ruang makan pada khususnya. Dengan berlakunya Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja ini. April 2007 Mengetahui Dibuat oleh. (Ir. maka dipandang perlu untuk melakukan kemajuan kembali dan penyempurnaan NAB Faktor Kimia dalam SE-02/Men/1978 tersebut.SE. maka Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Koperasi Nomor SE-02/Men/1978 dinyatakan tidak berlaku lagi.No. Ghozy Perdana) Kepala Proyek (Wiyono) Safety Officer . namun di pihak lain dapat memberikan akibat-akibat negatif seperti gangguan keselamatan.

No. Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) .

78 .79 HIRARC dan OTP 82 83 0.81 0.Keterangan (Tindak Lanjut) 83 0.

Keterangan (Tindak Lanjut) Penyediaan APD MSDS Kompartemen / gudang penyimpanan bahan/ material Pemeriksaan dari Jamsostek Induksi. Briefing pagi/safety morning Penyediaan APD bagi pekerja .

8 Induksi & Inspeksi oleh security .Keterangan (Tindak Lanjut) Pengadaan P3K dan klinik Pemenuhan legislasi Laporan tahap awal Pengadaan APD bagi pekerja 0.

Keterangan (Tindak Lanjut) Papan informasi & Rambu-rambu K3LM Pengadaan APD Pendaftaran Jamsostek No Pendaftaran Laporan awal kecelakaan .

Keterangan (Tindak Lanjut) Pengukuran parameter pencemar Pengadaa Klinik & Prasarana olah raga bagi karyawan .

Keterangan (Tindak Lanjut) Kerjasama dengan Jamsostek P3K Laporan awal .

Keterangan (Tindak Lanjut) Pemasangan rambu MSDS .

Keterangan (Tindak Lanjut) Papan informasi .

Keterangan (Tindak Lanjut) Training ERP .

Keterangan (Tindak Lanjut) .

Keterangan (Tindak Lanjut) diangkut setiap hari Diberi tutup Belum mencukupi karena keterbatasan lahan .

Depnaker. Kantor Pusat Pembuatan akses jalan Pembersihan oleh mandor .Keterangan (Tindak Lanjut) Ijin ke Depnaker. Jamsostek dan Koordinasi keamanan Mengevaluasi HIRARC Membentuk unit K3LM dan dicantumkan dalam struktur organisasi HIRARC Jamsostek.

police line .Keterangan (Tindak Lanjut) Pembersihan oleh mandor Safety deck. Papan Pengumuman rambu. railing Pengukuran kebisingan dan getaran secara periodik Rambu. safety net. surat edaran dilarang menjatuhkan benda ke bawah.

Keterangan (Tindak Lanjut) pemotongan stek yang tidak terpakai safety harness Pemasangan rambu APAR .

Keterangan (Tindak Lanjut) Instruksi Kerja Bekerjasama dgn RSAL Mintohardjo .

Keterangan (Tindak Lanjut) Pemakaian Helm dan Sepatu Check list Pemasangan instalasi penangkal petir di TC .

Keterangan (Tindak Lanjut) Kebijakan K3LM PT.Waskita Karya HIRARC Pengadaan Kantin di bedeng pekerja .

Keterangan (Tindak Lanjut) .

Keterangan (Tindak Lanjut) Pengukuran Udara .

Keterangan (Tindak Lanjut) .

P6-WK-K3LM-12-05 IK.P6-WK-K3LM-15-02 IK.P6-WK-K3LM-12-02 IK.P6-K3LM-04-02 IK.P6-WK-K3LM-15-01 IK.P6-K3LM-04-01 IK.P6-K3LM-08-09 IK.P6-K3LM-13-19 IK.P6-K3LM-13-10 IK.P6-K3LM-08-02 IK.P6-K3LM-13-15 IK.P6-K3LM-13-08 IK.P6-WK-K3LM-15-03 IK.P6-WK-K3LM-15-03 IK.P6-K3LM-13-18 IK.P6-K3LM-08-01 IK.P6-WK-K3LM-15-04 Uraian Dokumentasi Distribusi & Penerapan Instruksi Kerja Pemberian Nomor Kopi Dokumen Pembuatan & Distribusi IK Spesifik Pendistribusian IK Perkakas Tangan Akses Kerja Perancah ( Scafolding ) House Keeping Catering Tangga Pengoperasian Kendaraan Bermotor Hoist Gondola Fasilitas Umum Tangga Kerja Ergonomi APD Penimpanan Material Berbahaya Penanganan Bahan Yang Mudah Meledak Tangki Bahan Bakar Penanganan Material Berbahaya Isolasi Energi(Lockout/Tagout) Ijin Kerja Pek.P6-WK-K3LM-12-04 IK.P6-WK-K3LM-12-03 IK.P6-WK-K3LM-15-06 IK.P6-K3LM-13-20 IK.P6-K3LM-08-11 IK.P6-K3LM-13-02 IK.P6-K3LM-13-17 IK.P6-K3LM-08-05 IK.P6-K3LM-13-05 IK.P6-K3LM-08-08 IK.P6-K3LM-13-07 IK.P6-K3LM-13-03 IK.P6-K3LM-13-12 IK.P6-K3LM-08-04 IK.P6-WK-K3LM-15-05 IK.P6-K3LM-08-03 IK.P6-K3LM-14-01 IK.DAFTAR INSTRUKSI KERJA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Kode IK.P6-K3LM-13-11 IK.P6-K3LM-08-07 IK.P6-K3LM-13-16 IK.P6-K3LM-04-05 IK.P6-WK-K3LM-15-02 IK.P6-K3LM-08-12 IK. Yang Berhubungan Dengan Instalasi Listrik Bekerja Berhubungan Dengan Gas Beracun Bekerja Diruang Terbatas Bekerja Di Daerah Padat Lalu Lintas Bekerja Di Ketinggian Pengangkutan Beban Secara Manual Penggalian Pembongkaran Bangunan Pengelasan Pengoperasian TC Pengoperasian Crane Pengoperasian Peralatan Berat Mekanis Pekerjaan Atap Pemotongan Penggerindaan Bekerja Di Air Plant dan Camp Area Pengendalian Kebisingan Di Tempat Kerja Penggunaan APAR P3K Pencegahan Bahaya Kebakaran Verifikasi Sertifikat Kalibrasi Alat Ukur Waterpass Verifikasi Keandalan Kalibrasi Timbangan AMP Penyimpanan dan Perawatan Alat Ukur Optik Verifikasi Kelaikan Alat Ukur Total Station Verifikasi Kelaikan Alat Ukur EDM Koreksi Alat Ukur Theodolite Pengukuran Pencahayaan dg Alat Ukur Light Meter Pengukuran Kebisingan Pengukuran Kelembaban & Temperature .P6-K3LM-08-10 IK.P6-WK-K3LM-15-04 IK.P6-K3LM-08-06 IK.P6-K3LM-04-03 IK.P6-K3LM-08-13 IK.P6-K3LM-13-06 IK.P6-K3LM-13-04 IK.P6-K3LM-13-01 IK.P6-K3LM-14-03 IK.P6-WK-K3LM-12-01 IK.P6-K3LM-13-09 IK.P6-K3LM-04-04 IK.P6-K3LM-14-02 IK.P6-K3LM-13-13 IK.

.

7) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Pemakaian listrik Pemborosan pemakaian sumber energi tak terbarukan N Y (6) 3 1 3 P Pemakaian air Pemborosan pemakaian sumber daya air N Y (6) 3 1 3 P Aktivitas MCK Pembuangan limbah cair Pencemaran tanah N Y ( 20) 3 2 6 P Pencemaran air Estetika Vektor penyakit N N N Y ( 21. sisa toner & kaleng bekas baygon/pewangi ruangan Dampak Pencemaran Tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 3. plastik. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium. 1.Persero PT. Keet Direksi dan Keet Subkontraktor Kegiatan Aktivitas Kantor Aspek Pembuangan sampah kertas. Jakarta Identifikasi Aspek Lingkungan dan Evaluasi Dampak Lingkungan No. Tahapan/Lokasi Kontruksi / Keet Waskita.5) Y ( 28) Y ( 6) 3 2 3 2 1 2 6 2 6 P p P .

5) 3 2 6 P Pencemaran tanah Vektor Penyakit N N Y ( 20) Y (6) 3 3 2 2 6 6 P P Pembuangan sampah padat (plastik/kaleng bekas.5) 3 1 3 P Vektor penyakit N Y (6) 3 2 6 P .No. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Pemakaian air Dampak Pemborosan pemakaian sumber daya air Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y (6) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Kebersihan MCK Estetika N Y ( 28) 2 1 2 P Bau N Y ( 12) 3 1 3 P Aktivitas dapur Pembuangan limbah cair dari pencucian Pencemaran air N Y ( 21. bungkus dan sisa makanan) Pencemaran tanah N Y ( 1) 3 1 3 P Pencemaran air N Y ( 21.

3) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Pencemaran air AB Y ( 21.No.5. Tahapan/Lokasi Konstruksi / Gudang Waskita Kegiatan Penyimpanan bahan kimia dan B3 Aspek Tumpahan dan tetesan bahan kimia Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 7.3) 2 3 6 P . 2.3) 2 3 6 P Pencemaran udara AB Y ( 18.27) 3 2 6 P Bau AB Y ( 12) 3 1 3 P Kebakaran D Y (6) 1 3 3 P Administrasi gudang Pembuangan sampah padat (plastik dan kertas) Pencemaran tanah N Y (1) 3 1 3 P Penyimpanan bahan bakar Tetesan dan tumpahan bahan bakar Pencemaran tanah AB Y ( 7.

oli.5) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Pencemaran udara AB Y ( 18.No. solar grease) Pencemaran tanah AB Y ( 7. Konstruksi / Ruang Mekanik Administrasi mekanik Pembuangan sampah padat (plastik dan kertas) Pencemaran tanah N Y ( 1) 3 1 3 P Penyimpanan bahan B3 Ledakan dan kebakaran D Y ( 7) 1 3 3 P Perbaikan peralatan Tumpahan bahan kimia (bensin. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 21.27) 3 1 3 P Bau AB Y ( 12) 3 1 3 P Kebakaran D Y (6) 1 3 3 P 3.3) 2 3 6 P .

5.3) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Kebakaran 4. Konstruksi / Lapangan Workshop kayu Pembuangan sampah padat (sisa kayu) Pencemaran Tanah AB N Y (6) Y ( 1) 1 3 3 1 3 3 P P Pencemaran Air N Y ( 21.No. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 21.5) 3 1 3 P Kenyamanan N Y (6) 3 1 3 P Estetika N Y (6) 3 1 3 P Serbuk pemotongan kayu Pencemaran udara N Y ( 27) 3 1 3 P Pemotongan kayu Kebisingan N Y ( 19) 3 2 6 P Getaran N Y ( 11) 3 1 3 P .

3) Y ( 21.3) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Pencemaran air N Y ( 21.5) 3 3 1 1 3 3 P P Operasional Tower Crane Pengangkatan beban Kerusakan bangunan N Y (6) 1 2 2 TP Perbaikan Tower Crane Tumpahan oli dan gemuk Pencemaran tanah AB Y ( 7.5 m Buangan puing beton pancang Longsor N Y (6) 2 2 4 P Pemotongan pancang Pencemaran tanah Pencemaran air N N Y ( 7.5.5) 3 1 3 P Kerusakan bangunan N Y (6) 1 3 3 P Galian Galian pada tanah tidak stabil dan kedalaman lebih dari 1.3) 2 3 6 P Pembongkaran TC Kerusakan bangunan Y (6) .3) 2 3 6 P Pencemaran air AB Y ( 21. Tahapan/Lokasi Kegiatan Pabrikasi Besi Aspek Pembuangan sampah padat (sisa besi) Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.No.

3) 2 3 6 P .28) 2 1 2 P Kebisingan N Y ( 19. Tahapan/Lokasi Kegiatan Pengecoran Aspek Tumpahan beton Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 7.No.5.3) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Pencemaran air AB Y ( 21.3) 3 1 3 P Proses pengecoran dengan concrete pump Getaran N Y ( 11.28) 3 1 3 P Bongkar pasang bekisting Tumpahan minyak bekisting Pencemaran tanah AB Y ( 7.

Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 21.3) 3 1 3 P Las listrik Sisa besi Pencemaran Tanah Pencemaran air N N Y ( 7.3) Y ( 21.No.3) 3 1 3 P Estetika N Y (6) 3 1 3 P Penempatan material Kenyamanan kerja N Y (6) 3 1 3 P Instal besi Sisa besi Pencemaran tanah & air N Y ( 21.3) 3 1 3 P Instal kayu Limbah padat (kayu.5) 2 2 1 1 2 2 P P . paku) Pencemaran tanah & air N Y ( 21.5. pecahan beton) Pencemaran tanah N Y ( 7.5) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Bongkar pasang scaffolding Limbah padat (kayu.5. paku.

3) Y ( 6) 1 3 3 3 1 2 3 3 6 P P P Pemompaan air tanah Turunnya muka air tanah N Y (6) 3 1 3 P Pemancangan Operasional alat pancang Kebisingan N Y ( 19) 3 1 3 P Getaran N Y ( 11) 3 1 3 P Pencemaran udara AB Y ( 18.27) 2 2 4 P Tumpahan oli dan bahan bakar Pencemaran tanah AB Y ( 7.5) P 3 2 Kuantitatif S 1 2 R 3 4 P/TP P P Proses las Penggerindaan Dewatering Scrub besi Genangan air Kebakaran/Ledakan Pencemaran tanah Vektor penyakit AB N N Y ( 1) Y ( 7. Tahapan/Lokasi Kegiatan Las tabung Aspek Sisa besi Dampak Pencemaran tanah Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.No.3) Y ( 21.3) 2 3 6 P .

No.5. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) AB Legislasi Y/T Y ( 21.3) 2 2 4 P Pencemaran air AB Y ( 21.3) P 2 Kuantitatif S 3 R 6 P/TP P Pasangan batu bata Pembuatan campuran semen Pencemaran tanah N Y ( 7.3) 3 1 3 P Pengecatan Tumpahan cat Pencemaran tanah AB Y ( 7.3) 2 2 4 P .5.5.3) 3 1 3 P Pencemaran air N Y ( 21.5.3) 3 1 3 P Pembuatan lantai kerja Pembuangan sisa beton (B0) Pencemaran tanah N Y ( 7.3) 3 1 3 P Pencemaran air N Y ( 21.

Tahapan/Lokasi Kegiatan Aktivitas kendaraan Aspek Asap kendaraan Dampak Pencemaran udara Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 18.27) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Kenyamanan N Y (6) 3 1 3 P Ceceran tanah dari roda Kenyamanan AB Y ( 6) 3 1 3 P Teguran dari masyarakat sekitar AB Y ( 6) 3 1 3 P Mobilitas kendaraan Kebisingan N Y ( 19) 3 1 3 P Getaran N Y ( 11) 3 1 3 P WC Pekerja Pembuangan limbah cair Pencemaran tanah N Y ( 20) 3 2 6 P .No.

Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 21.No.3) 3 2 6 P Pencemaran air N Y ( 21.3) 3 2 6 P Vektor penyakit N Y ( 6) 3 2 6 P .5.3) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Vektor penyakit N Y ( 6) 3 2 6 P Pemakaian air Pemborosan pemakaian sumber daya air N Y ( 6) 3 1 3 P Kebersihan MCK Kenyamanan N Y ( 6) 3 1 3 P Bau N Y ( 12) 3 2 6 P Depo transfer dan TPS sampah proyek Lindi Pencemaran tanah N Y ( 7.5.

No.5) 3 2 6 P Kenyamanan N Y ( 6) 3 1 3 P Bau N Y ( 12) 3 1 3 P Washing Bay (bak kontrol) Pencucian kendaraan (mixer) dan penampungan sisa beton Pencemaran air N Y ( 21.3) 3 2 6 P .5. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Bau Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 12) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Sampah padat Pencemaran tanah N Y ( 1) 3 2 6 P Pencemaran Air N Y ( 21.

3) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Bau Y ( 12) 3 1 3 P Pembuangan lumpur (Sludge) Pencemaran air N Y ( 21.No.3) 3 3 1 2 3 6 P P Pencemaran Air AB Y ( 21.27) 2 3 3 3 3 1 2 2 6 3 6 6 P P P P .3) 3 2 6 P Kebakaran/Ledakan Operasional genset Getaran Kebisingan Pencemaran udara D N N N Y ( 6) Y ( 11) Y ( 19) Y ( 18.5.5. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.3) 3 2 6 P Pencemaran tanah Y ( 7.3) 3 2 6 P Bau Sumber energi Tumpahan dan tetesan bahan bakar dan oli Pencemaran tanah AB Y ( 12) Y ( 7.

5.No.27) 2 3 2 2 4 6 P P .3) Y ( 21.3) 2 2 2 2 4 4 P P Pembobokan operasional satmper/jack hammer Getaran N Y ( 11) 3 2 6 P Kebisingan Operasional kompressor Tahap operasi Kebisingan N N Y ( 19) Y ( 19) 3 3 2 2 6 6 P P Getaran Pencemaran udara N N Y ( 11) Y ( 18. Tahapan/Lokasi Kegiatan Mechanical dan Electrical (ME) Aspek Pembuangan bahan sisa Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.3) P 2 Kuantitatif S 2 R 4 P/TP P Pencemaran Air N Y ( 21.5.3) 2 2 4 P Fogging Asap Fogging Pencemaran udara N Y ( 27) 2 2 4 P Toksik N Y ( 6) 2 2 4 P Pencucian alat fogging Pencemaran tanah Pencemaran air N N Y ( 7.

3) 2 2 2 2 3 3 4 6 6 P P P Bau N Y ( 12) 2 2 4 P Vektor penyakit 5.5. Konstruksi/Bedeng dan Warung Aktivitas bedeng dan warung Pembuangan sampah padat Pencemaran tanah N N Y (6) Y ( 1) 2 3 2 2 4 6 P P Pencemaran air N Y ( 21. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Tumpahan dan tetesan bahan bakar dan oli Dampak Pencemaran tanah Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 7.3) Y ( 21.5) 2 2 4 P Bau N Y ( 12) 2 2 4 P Vektor penyakit N Y ( 6) 2 2 4 P .3) Y ( 7.3) P 2 Kuantitatif S 2 R 4 P/TP P Pencemaran air Klinik Pembuangan limbah klinik Pencemaran tanah Pencemaran Air N N N Y ( 21.No.5.

27) 3 2 6 P Kebisingan N Y ( 19) 3 1 3 P Kemacetan lalulintas Getaran Kerusakan bangunan sekitar N N N Y ( 6) Y ( 11) Y ( 6) 2 2 2 2 1 2 4 2 4 P P P . Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Pembuangan limbah cair Dampak Pencemaran air Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 21. Akhir Konstruksi Pengangkutan/Peminda han material Mobilitas kendaraan Pencemaran udara N Y ( 18.3) P 3 Kuantitatif S 2 R 6 P/TP P Bau N Y ( 12) 3 1 3 P Banjir N Y ( 6) 2 3 6 P Proses memasak di warung Pemakaian listrik Pemakaian air Kebakaran Pemborosan pemakaian sumber daya tak terbarukan Pemborosan pemakaian sumber daya tak terbarukan D N N Y ( 6) Y (6) Y (6) 2 3 3 3 1 1 6 3 3 P P P 7.5.No.

Prakonstruksi. Tahapan/Lokasi Kegiatan Pembongkaran keet kantor Aspek Pembuangan sisa material Dampak Kenyamanan Kondisi Operasi (N/AB/D) N Legislasi Y/T Y ( 6) P 3 Kuantitatif S 1 R 3 P/TP P Pencemaran tanah N Y ( 1) 3 1 3 P Pencemaran air N Y ( 21. Ghozy Perdana) Kepala Proyek (Devy Friska. Januari 2007 Mengetahui. (Ir. konstruksi dan akhir konstruksi Pengaruh cuaca dan musim Hujan (Musim Penghujan) Banjir D Y (6) 2 2 4 P Longsor D Y (6) 2 2 4 P Debu (musim Kemarau) Pencemaran udara N Y ( 27) 3 2 6 P Jakarta.No.5) 3 1 3 P 8. Dibuat oleh. ST) Safety Officer .

No. maintenance. selalu dilakukan) AB : Abnormal (kondisi saat maintenance.) atau terjadi setiap 10 tahun atau lebih. kerugian materiil atau kerusakan/pencemaran lingkungan parah atau kematian atau terdapat keluhan yang terkait dengan issue lokal maupun global sehingga dapat menghambat aktivitas proyek atau biaya kerugian lebih dari Rp. kerugian materiil atau terjadi kerusakan/pencemaran lingkungan yang tidak signifikan atau terdapat keluhan yang terkait dengan issue lokal maupun global tetapi tidak menghambat aktivitas proyek atau biaya kerugian antara Rp(5-50) juta 3 = Luka berat / luka yang dapat mengakibatkan cacat permanen / sakit yang tidak dapat diobati / Kematian / pelanggaran Undang-undang / kerusakan properti. ledakan. kerugian materiil atau dampak yang terjadi mempengaruhi kenyamanan atau perubahan terhadap daya dukung lingkungan atau biaya kerugian < Rp. terjadi tumpahan) D : Darurat (kondisi kebakaran. ledakan dll. dll) Kualitatif 1 Legal (L) = Peraturan perundangan yang mengatur Y (Ya) T (Tidak) Kuantitatif Probability (P) = Tingkat kemungkinan terjadi 1 1 = Hampir tidak pernah terjadi / sangat kecil kemungkinannya terjadi/ hanya mungkin terjadi pada kondisi darurat (banjir. kebakaran. 2 = Jarang terjadi/ mungkin terjadi jika ada kesalahan dari operator atau jika peralatan tidak terawat sebagaimana mestinya atau pada kondisi abnormal (misalnya overhaul. 5 juta. 2 = Hilang hari kerja / sakit yang dapat diobati dengan pertolongan medis tetapi tidak mengakibatkan cacat permanen / kerusakan properti. gempa. kerusakan akibat tidak berfungsi sesuai kondisi) atau terjadi hampir setiap bulan. 3 = Hampir pasti terjadi / sangat besar kemungkinannya terjadi/sering terjadi pada kondisi normal atau terus menerus terjadi 2 Severity (S) = Keparahan berdasarkan konsekwensi dampak terhadap lingkungan 1 = Luka ringan / sakit yang dapat diobati dengan pertolongan pertama /kerusakan property. R = Risk = P x S P / TP = Penting / Tidak Penting Penentuan aspek penting : Nilai 1-2 3-6 9 Resiko yang sedang Resiko yang tidak dapat diterima Jenis resiko Resiko yang tidak berpengaruh / kurang berarti Sifat Aspek Tidak signifikan/penting. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Kondisi Operasi (N/AB/D) Legislasi Y/T P Kuantitatif S R P/TP Keterangan Kondisi : N : Normal ( kondisi rutin. selama tidak ada peraturan hukum/persyaratan yang berlaku. Siginifikan/Penting Siginifikan/Penting Kalau ada peraturan perundangan yang mengatur perusahaan dan/ atau Kalau tidak ada peraturan perundangan yang mengatur . 50 juta.

matrik dibuat dengan beberapa kriteria penilaian. Penyaringan selanjutnya dilakukan dengan sistem matrik. Aspek yang memiliki dampak terhadap suatu kriteria penilaian di dalam matrik bernilai = 1 sedangkan aspek yang tidak memiliki dampak bernilai = 0 Apabila total penilaian/scoring akhir > 3 maka aspek ini dinilai memiliki dampak penting sehingga perlu ditindaklanjuti & dimasukan dalam OTP rencana lingkungan. Penilaiannya dilakukan berdasarkan pemenuhan peraturan terkait (kualitatif) dan scoring probability-severity (kuantitatif) Dimana apabila aspek yang ditinjau memiliki legal dan scoring > 3. antara lain: 1 jumlah manusia yang terkena dampak dan 2 luas sebaran dampak dst. maka aspek dinilai memiliki dampak penting yang harus ditindaklanjuti.No. Tahapan/Lokasi Kegiatan Aspek Dampak Kondisi Operasi (N/AB/D) Legislasi Y/T P Kuantitatif S R P/TP KRITERIA PENILAIAN SISTEM Aspek lingkunga yang berdampak penting dalam IAL selanjutnya disaring terlebih dahulu sebelum menentukan sasaran dan target yang ingin dicapai. .

mematikan alat listrik jika pekerjaan selesai. Mengalirkan air buangan dari WC ke tangki septic (dengan design saluran tertutup). menaburkan abate pada kolam penampungan terbuka dan mengalirkan air over flow ke riol proyek.02 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3 Pengendalian Resiko Jumlah bak sampah sesuai timbulan sampah. Menutup bak penampungan air. Membuat septic tank dengan beberapa chamber sebagai resapan Menjaga kebersihan saluran agar air buangan tidak menggenang. menggunakan alat listrik yang hemat energi (low energi) Memasang himbauan untuk mematikan keran air jika tidak dipakai. .01.Form P6. anorganik dan B3 Menghimbau dan menempel pengumuman tentang hemat energi. menyediakan bak sampah organik. K3LM . reuse. memisahkan sampah terpakai dan tak terpakai.

Membuat screening di hulu saluran air buangan. menyediakan bak sampah sesuai dengan jumlah timbulan sampah. memisahkan sampah organik. Membuat saluran air buangan yang kedap air (plesteran). membuat screening untuk mencegah tersumbatnya saluran air dan mengalirkan air buangan ke riol kota. Menyalurkan air buangan dengan saluran tertutup dan membersihkan kitchen sink setelah dipakai. Tes karakteristik air limbah. Membuat bak sampah bertutup. membuang sampah yang ada di TPS Proyek setiap 2 hari sekali. Air bersih harus selalu tersedia. Reuse. menyediakan tempat sampah di area MCK. . anorganik & B3.Pengendalian Resiko Memasang himbauan untuk mematikan keran air jika tidak terpakai. membersihkan screening/saluran air buangan dari sampah setiap hari. Menyediakan petugas kebersihan. mengganti kran air yang rusak. menyedot septic tank secara berkala.

record pemakaian bahan B3. ventilasi yang cukup. . Alas penyimpanan kedap air. Minimalisir limbah. Penyimpanan bahan B3 sesuai dengan MSDS dan sesuai prosedur penanganan bahan B3. penyediaan APAR dan rambu serta pasir. anorganik & B3. melokalisir lokasi penyimpanan. teknologi bersih. menyediakan bak sampah sesuai dengan jumlah timbulan sampah. Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. menyimpan sesuai MSDS. memberi alas pada penyimpanan bahan kimia dan menampung tumpahan pada bak plastik sesuai karakteristik tumpahan. memisahkan sampah organik. Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. memberi alas pada penyimpanan bahan kimia dan menampung tumpahan pada bak plastik sesuai karakteristik tumpahan. identifikasi dan label B3. penanganan tumpahan sesuai prosedur Waskita. menyimpan sesuai MSDS. melokalisir lokasi penyimpanan. ventilasi yang cukup. ruangan kedap air.Pengendalian Resiko Minimalisir limbah. Reuse.

Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. ventilasi yang cukup dan menyalurkan udara dengan ventilasi khusus. ventilasi yang cukup. melokalisir lokasi penyimpanan. ventilasi yang cukup. penyediaan alat penanganan tumpahan. penyediaan APAR dan rambu serta pasir. . melokalisir lokasi penyimpanan. melokalisir lokasi penyimpanan. memisahkan sampah organik. menampung tumpahan pada bak plastik sesuai IK penanganan tumpahan. anorganik & B3. Memperkeras (plester) lantai bengkel mekanik. Menyimpan bahan kimia sesuai MSDS. menyediakan alat pemadam kebakaran. Penyimpanan sesuai dengan MSDS dan sesuai prosedur penanganan bahan B3. tumpahan dilokalisisr. memberi batas pada saat pekerjaan berlangsung.Pengendalian Resiko Penanganan tumpahan sesuai prosedur Waskita. menyediakan bak sampah sesuai dengan jumlah timbulan sampah. Reuse.

Pengendalian Resiko Menyimpan dan menampung tumpahan pada bak plastik sesuai IK penanganan tumpahan, memperbaiki alat pada lokasi yang kedap air.

Menyediakan APAR sesuai IK pencegahan Kebakaran. Membuang sisa kayu pada lokasi tertentu, memberi pagar (proteksi), membuang keluar secara periodik, Reuse

Rambu dilarang buang ke selokan, lokalisir sampah kayu, membuang secara periodik, memilah & memisahkan antara kayu masih pakai dan tidak terpakai.

Menampung pada lokasi tertentu, Reuse dengan memisahkan kayu yang masih bisa pakai. sisa kayu dibuang ke bak sampah dan ditata sehingga tidak mengganggu akses jalan. Menyediakan masker bagi pekerja yang melakukan pemotongan kayu, mengumpulkan serbuk kayu dan memasukkannya ke dalam karung. Mengukur kebisingan alat dan jarak tertentu dari sumber bunyi, pemotongan dilokasi jauh dari pekerja lain dan lingkungan padat serta dilokalisir tempat pemotongannya.

Mengukur tingkat getaran alat dan pada penerima getaran, memakai sarung tangan.

Pengendalian Resiko Lokalisisr pabrikasi besi, secara periodik membuang sisa besi, reuse, minimasi limbah. Lokalisisr pabrikasi besi, menutup dan memberi alas besi dengan terpal, identifikasi jumlah dan berat besi.

Menempatkan besi dan sisa besi berdasarkan kemampuan lahan menerima beban besi (dilihat pada tabel berat besi) Menggali sesuai Instruksi kerja K3, sesuai metode kerja.

Pancang dibuang pihak ke-3 untuk pengurugan Sisa pancang segera dibuang ke pihak 3 untuk urugan, memanfaatkan untuk pagar. Menempatkan TC pada lokasi aman, bebas bangunan, pondasi kuat, mengangkut beban sesuai daya angkut TC yang tertulis pada TC. Lokalisir lokasi perbaikan, menyiapkan alat penanganan tumpahan seperti IK penanganan tumpahan. Alas untuk alat perbaikan.

Menampung tumpahan dalam bak B3 seperti IK penanganan tumpahan.Minimasi pemakaian bahan B3. Melakukan pekerjaan bongkaran tiang TC sesuai dengan standar kerja di ketinggian

Pengendalian Resiko Minimasi limbah, bekerja sesuai metode kerja, memberi alas pada penuangan beton dari mixer ke bucket atau ke concrete pump, reuse sisa beton untuk pembuatan bahan lain.

Minimalisir limbah, bekerja sesuai metode kerja, memberi alas pada penuangan beton dari mixer ke bucket atau ke concrete pump, mengukur kualitas air pada saluran air, bak kontrol.

Mengukur getaran concrete pump dan area yang diperkirakan masih terkena, menempatkan pada lokasi yang kuat terhadap beban dan getaran.

Mengukur tingkat kebisingan kendaraan dan area yang diperkirakan masih terpapar, menempatan concrete pump pada lokasi yang jauh dari penduduk.

Minimalisir limbah, memberi alas pada saat pengolesan minyak bekisting, menampung tumpahan pada bak plastik sesuai karakteristik tumpahan, memberi batas pada saat pekerjaan berlangsung, bekerja sesuai IK penanganan tumpahan.

Pengendalian Resiko Memberi alas pada saat pengolesan minyak bekisting,menampung tumpahan pada bak plastik sesuai karakteristik tumpahan, memberi batas pada saat pekerjaan berlangsung, bekerja sesuai IK penanganan tumpahan,membuang sisa tumpahan pada TPS B3.

Mengumpulkan dan menempatkan sesuai kategori yaitu sampah kayu masih pakai dan tidak pakai, sampah organik, anorganik dan B3, bak sampah sesuai dengan timbulan sampah, secara periodik membuang sampah keluar proyek.

Menyingkirkan sisa dengan segera,menempatkan petugas kebersihan dan menerapkan prinsip polluter pay principal(penimbul sampah harus menangani sampah).

Menempatkan material sesuai jenis dan bahan serta frekuensi pemakaian, membuat jalur dan lokasi khusus material. Minimasi pemakaian besi, reuse, lokalisisr sisa besi, secara periodik mengeluarklan sampah besi. Minimasi pemakaian kayu, reuse, lokalisisr sisa kayu, secara periodik mengeluarkan sampah kayu. Mengumpulkan dalam bak sampah agar teridentifikasi Mengumpulkan sisa las ke bak anorganik.

Pengendalian Resiko Mengumpulkan dalam bak sampah agar teridentifikasi Mengumpulkan sisa besi ke bak anorganik, membuang secara peridik ke pihak ke-3 Mengikuti IK pengelasan Mengumpulkan dalam bak atau kantong agar teridentifikasi Menguras, menggunakan pompa sesuai volume air yang akan dikuras, menutup dan membatasi genangan air pada sumpit

Memompa air sesuai metode kerja dan tekanan yang tidak terlalu besar serta menyesuaikan dengan kondisi tanah,topografi dan fungsi lahan sehingga muka iar tanah stabil

Mengukur tingkat kebisingan alat pancang dan area yang dimungkinkan terpapar kebisingan,lokasi diproteksi (pagar)

Mengukur getaran alat dan area yang diperkirakan terpapar getaran.

Mengukur emisi alat pancang,menerapkan peraturan tentang kelayakan emisi dan memperbaiki alat pancang agar emisi sesuai baku mutu.

Minimalisir limbah,bekerja sesuai IK pemancangan,proteksi area pemancangan.

Pengendalian Resiko Proteksi area tumpahan,penanganan sesuai IK penanganan tumpahan,minimasi pemakaian bahan kimia. memberi alas dengan plastik atau membuat tempat bak campur semen dengan kayu,membuang sisa beton ke pihak ke-3,memanfaatkan sisa beton untuk pembuatan bahan lain.

memberi alas dengan plastik atau membuat tempat bak campur semen dengan kayu,membuang sisa beton ke washing bay,memanfaatkan sisa beton untuk bahan lain.

Minimasi pemakaian beton sesuai kebutuhan (optimal), sisa beton dimanfaatkan untuk membuat barang lain, dibuang ke pihak 3. Membuang ke washing bay untuk pengendapan sisa beton, mengencerkan air beton, minimasi buangan dengan jumlah beton sesuai kebutuhan (optimal)

Minimalisir pemakaian cat berbahan B3, menggunakan alas pada saat pengecatan, membuang sisa cat ke bak sampah B3, sesuai IK penanganan tumpahan.

Minimalisir pemakaian cat berbahan B3,menggunakan alas pada saat pengecatan, membuang sisa cat ke bak sampah B3,sesuai IK penanganan tumpahan.

Pengendalian Resiko Mengukur emisi kendaraan,membuat peraturan uji emisi yang dapat memasuki area proyek,mengatur lalulintas,mematikan mesin kendaraan pada saat aktivitas berhenti.

Mengatur lalulintas kendaraan,pemasangan rambu,memarkir kendaraan dengan teratur

Membersihkan jalan&kendaraan yang dilewati kendaraan dari dan ke area proyek,mengatur kendaraan,memasang rambu. Mengaktifkan washing bay.

Bekerjasama dengan masyarakat, pemda untuk penanganan ceceran dan melewatkan kendaraan ke washing bay, membersihkan/mencuci kendaraan didalam proyek sebelum keluar.

Mengukur tingkat kebisingan kendaraan di area yang berpotensi terpapar kebisingan secara periodik,mematikan mesin saat berhenti/parkir.

Mengukur getaran alat dan area yang diperkirakan terpapar getaran. Pembuatan penampung limbah (septic tank)sesuai timbulan,membuat pipa vent,tampungan kedap air dan jauh dari sumber air minum.

organik dan anorganik .penanganan lindi seperti penanganan tumpahan B3 dan pemisahan antara sampah B3.Pengendalian Resiko Pengukuran kondisi sir limbah disaluran terakhir. Memasang himbauan untuk mematikan keran air jika tidak terpakai dan mengatur jumlah air yang diperlukan pada saat peak hour Menempatkan petugas kebersihan setiap hari dan selalu menjaga kebersihannya. jadwal kebersihan. penyemprotan dengan insectisida dan pemisahan antara sampah B3. pembersihan dengan rebol. dan pemisahan antara sampah B3. Menutup bak penampung. pengurasan secara periodik. pembuangan secara berkala. organik dan anorganik Menutup bak sampah dan posisi bak sampah pada lokasi jauh dari pekerjaan. saluran selalu bersih. bak sampah tersedia. proteksi dari genangan air (hujan). pemasangan screening.pembersihan saluran secara periodik. Menjaga kebersihan.measang screening untuk menyaring sampah padat. organik dan anorganik Mengalirkan lindi ke bak tampungan lindi. Menampung lindi.

pembuangan secara periodik.Pengendalian Resiko Menutup TPS. organik dan anorganik Membuat bak sampah sesuai timbulan sampah dengan batas penyimpanan 5 hari. TPS diberi alas dari plastik atau beton. organik dan anorganik Menempatkan TPS pada area yang jauh dari rumah penduduk atau pekerja. membuang secara periodik dan pemisahan antara sampah B3.menutup TPS dan menerapkan sanitary landfill atau semi sanitary landfill. fogging sesuai jadwal fogging untuk sterilisasi TPS dan pemisahan antara sampah B3. organik dan anorganik Washing bay terdiri bak pengering lumpur dan pengendap lumpur serta bak kontrol. organik dan anorganik Bak sampah dibuat dari bahan kedap air (plesteran). membuang sampah keluar secara teratur sesuai jadawal dan pemisahan antara sampah B3. .organik dan anorganik Proteksi dengan terpal atau kayu untuk mengurangi bau. mengalirkan air ke riol proyek setelah air dalam kondisi jernih. pembuangan secara periodik dan pemisahan antara sampah B3.dan pemisahan antara sampah B3. menyekat TPS agar tidak terbang kemana-mana & sarang penyakit. mengalirkan lindi ke bak penampung.

pemanfaatan lumpur untuk urugan pada lokasi bangunan lain. Mengalirkan air secara berkala sehingga tidak timbul bau basa dari instalasi.meyediakan alat penanganan tumpahan. memastikan lumpur tersebut dalam kndisi netral dengan tes pH dan membuang ke pihak ke-3 untuk urugan. ventilasi udara lancar. maintenance secara periodik dan pemasangan filter. Pemantauan dan pengukuran secara berkala.Pengendalian Resiko Lumpur dibuang ke pihak ke-3 setelah dikeringkan. Memastikan lumpur dalam kondisi kering setelah keluar dari instalasi. Lokalisir lokasi genset dan pemantauan. Meneyediakan APAR dan rambu perawatan secara berkala. membuang lumpur secara berkala untuk urugan ke pihak ke-3. lokalisir dan proteksi Genset.menempatkan genset dengan alas dari beton dan bahan kedap air (plesteran). . Pemantauan secara berkala. Membuang sisa tumpahan ke bak sampah B3. mengisolisir lokasi pembuangan lumpur Menyediakan alat penanganan tumpahan sesuai IK penanganan tumpahan.

Pengukuran secara berkala Pemantauan terhadap emisi yang terjadi. pemasangan filter pada saluran gas buang. Menampung pada bak B3 dan menjaga supaya tidak terjadi tumpahan dan menyediakan alat penanganan tumpahan pada lokasi pencucian. fogging secara berkala Penyemprot menggunakan masker dan pengawasan saat penyemprotan. Campuran bahan fogging sesuai aturan penggunaan. pembuangan keluar proyek secara berkala. pemakaian APD untuk pekerja Pemantauan dan pengukuran secara berkala. dan pemakaian sarung tangan untuk pekerja Pemantauan dan pengukuran alat.Pengendalian Resiko Reuse. mengupayakan pemasangan alat peredam pada alat. proteksi buangan. Menampung air cucian pada bak B3. . Pemantauan secara berkala. menutup area penyimpanan dan bebas air. Recycle dan melokalisir pada area sampah anorganik atau lokasi khusus Lokalisisr buangan.

bak sampah dari bahan kedap air. non organik dan B3. rambu tentang pembuangan sampah ke saluran. Proteksi sampah dan limbah serta tampungan B3 dari klinik. . Sampah dan limbah cair dimasukkan dalam plastik dan proteksi dari kebocoran serta tempat umum.menampung dalam bak sampah B3 dan ke TPS B3. sosialisasi mengenai limbah dan jenis limbah. untuk sampah sisa makanan (nasi. Penampungan tumpahan pada bak B3 Pengumpulan pada bak sampah B3 dan seterusnya ke TPS B3 Penanganan sesuai penanganan tumpahan B3. Membuat dan menyediakan personil kebersihan untuk membuang sampah secara rutin ke TPS Menutup bak sampah dan membuang ke TPS proyek setiap hari.Pengendalian Resiko Pemasangan alat penanganan tumpahan sesuai prosedur Waskita. Menyediakan bak sampah dengan kondisi tertutup (kedap air). pengangkutan dan pembuangan sampah secara berkala. pengangkutan sampah secara periodik ke TPS proyek. sayur) dikemas dalam plastik. Penyediaan bak sampah organik.

mengatur lalulintas. Himbauan penghematan listrik. Mengukur getaran pada jalan yang dilalui Membuat perkerasan jalan yang sesuai dengan beban kendaraan yang masuk dan keluar. Himbauan penghematan pemakaian air. sosialisasi pemakaian air sehari hari termasuk pemakaian pada jam puncak. memasang rambu lalu lintas. pengaturan lalulintas dalam area proyek Mengatur lalulintas. mematikan mesin jika tidak beroperasi/beraktivitas. Mengukur tingkat kebisingan kendaraan dan pada jarak tertentu.menggelontor dengan air jika terjadi sumbatan. sosialisasi tentang penanganan kebakaran. . Saluran dibersihkan terus menerus dan pemasangan screening untuk menghambat sampah padat. sosialisasi penghematan listrik. Menyediakan APAR.Pengendalian Resiko Memisahkan antara limbah cair dengan sampah padat sehingga saluran tidak tersumbat dan menyebabkan banjir. Mengukur emisi kendaraan yang masuk proyek. Membersihkan saluran secara periodik dari sampah padat. mematikan kendaraan jika tidak beroperasi.

membuat bak sampah terpisah untuk material sisa masaih pakai dan sisa tak terpakai. Bak sampah diberi alas dan bebas air. menyediakan pompa sesuai debit hujan yang ditimbulkan. Reuse. Membuat saluran drainase sesuai dengan curah hujan dan catchment area. ST) Safety Officer . membuat bak sampah terpisah untuk material sisa masaih pakai dan sisa tak terpakai. Reuse. memanfaatkan sumpit seefektif mungkin Menggali sesuai Intruksi Kerja tentang galian.Pengendalian Resiko Mengumpulkan material kelokasi yang aman. nyaman dan tidak mengganggu aktivitas serta memberi rambu. (Devy Friska. menutup kemiringan galian dengan plastik dan membuat saluran air Menyiram tanah pada jalan tanah Jakarta. Januari 2007 Dibuat oleh. membuat batas dan pagar supaya material tidak berserakan. Bak sampah diberi alas dan bebas air.

kan/Penting kan/Penting .Pengendalian Resiko an dll.) normal uhi an l t Aspek a peraturan hukum/persyaratan yang berlaku.

memiliki dampak bernilai = 0 & dimasukan dalam OTP rencana . us ditindaklanjuti.Pengendalian Resiko an target yang ingin dicapai.

49/1996 KepMen. Jakarta DAFTAR LEGISLASI Yang Berkaitan Dengan Lingkungan No.582/1995 Kep.01/1995 Kep. RKL & RPL Prosedur Penanganan. Penyimpanan dan Pengelolaan Bahan Kimia dan B3 dari Produsen Tema .LH No.115/2003 Kepmen.2/2005 Dokumen AMDAL Proyek Shangri-La Hotel Condominium MSDS Legislasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Lalulintas Jalan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengendalian Pencemaran Udara Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Bahan Berbahaya dan Beracun Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Kegiatan Domestik Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Baku Tingkat Kebisingan Baku Tingkat Getaran Baku Tingkat Kebauan Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting Pedoman Penentuan Status Mutu Air Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Pengesahan Montreal tentang zat-zat yang merusak lapisan ozon Baku Mutu Udara Emisi Kendaraan Bermotor di Propinsi DKI Jakarta Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan di Propinsi DKI Jakarta Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Limbah Cair di Wilayah DKI Jakarta Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai/Badan Air serta Baku Mutu Limbah Cair di wilayah DKI Jakarta Pembuatan Sumur Resapan di Propinsi DKI Jakarta Perhitungan dan Pelaporan Serta Informasi ISPU Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3 Dokumen Limbah B3 Simbol dan Label B3 Pengendalian Pencemaran Udara ANDAL.DKI No.23/1992 Kep.Kadal No.50/11/1996 Kepmen. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium.Pres No.Kadal No.41/1999 PP No.27/1999 PP No.115/2001 Kep.02/1995 Kep.45/1997 Kep. LH No.23/1997 UU No.Persero PT.Gub.112/2003 Kepmen LH No.DKI No.82/2001 PP No.Gub.056/1994 Kepmen.299/1996 Kep.85/1999 PP No.Kadal No.551/2001 Kep.05/1995 Perda Provinsi DKI No.107/1997 Kep. LH No.1041/2000 Kep.14/1992 PP No.DKI No. 74/2001 Kepmen LH No.Kadal No.48/1996 Kepmen LH No.13/1995 Kepmen LH No.DKI No.LH No.Gub. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 UU No.DKI No.Gub.Gub.

Pasal 20 √ √ Manajemen Pengelolaan B3. Ketentuan mengenai kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. pencegahan dan penanggulangan kerusakan serta pemulihan daya dukungnya diatur dengan Peraturan Pemerintah. No. sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1). setiap usaha dan / atau kegiatan dilarang melanggar mutu dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup 2. pencegahan dan penanggulangan pencemaran serta pemulihan daya tampungnya diatur dengan PP 3. 2. gas. mengangkut. 2. Jakarta Form. wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup. Pengadaan TPS & IPAL Pembuangan Sampah oleh Pihak Ke3 √ AMDAL Proyek Shangri-La HC √ AMDAL Proyek Shangri-La HC √ √ √ Melakukan uji kualitas air.P6.Pengadaan MSDS di Gudang Bahan Kimia.Pengaturan Denah Membuat TPS B3 sebagai tempat penyimpanan sementara. Legislasi Legislasi Deskripsi Legislasi Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut) 1 UU No. Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun meliputi : menghasilkan. √ √ Metode Pengelolaan Limbah. Setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan wajib melakukan pengelolaan limbah hasil usaha dan/ atau kegiatan. menggunakan dan/ atau membuang. Ketentuan tentang rencana usaha dan/ atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. Pasal 15 1.23/1997 Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 14 1.Persero PT. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan wajib melakukan pengelolaan bahan berbahaya dan beracun. cair.Ketentuan mengenai baku mutu lingkungan hidup. udara ambient. Untuk menjamin pelestarian fungsi lingkungan hidup. menyimpan. Pasal 17 1. mengedarkan. udara emisi Membuat metode penanganan buangan padat. serta tata cara penyusunan dan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan hidup ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Pasal 16 1.status nutu udara . Penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menyerahkan pengelolaan limbah tersebut kepada pihak lain. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium.K3LM-15-10 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi: 3 EVALUASI PENERAPAN LEGISLASI No. 2. rencana pantau Status mutu air.

14/1992 PP No. √ Mendesign TPS B3 & Membuat Bak B3 tertutup √ Maksimal penyimpanan limbah diproyek 90 hari Pemasangan Label & Simbol B3 √ √ √ Berita Acara. jumlah dan waktu penyerahan limbah B3 b. Jenis.85/1999 Lalulintas Jalan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pasal 3 Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang menghasilkan limbah B3 dilarang membuang limbah B3 yang dihasilkannya itu secara langsung kedalam media lingkungan hidup. pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup Pasal 28 Dalam rangka peningkatan kinerja usaha dan/ atau kegiatan. pengolahan.Point (1) Tanpa suatu keputusan. pengumpulan. Karakteristik.IPAL dan TPS di area proyek. √ Audit Internal √ Audit Internal √ TPS proyek. pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup. sebagai sarana pendukung. tanpa pengolahan lebih dahulu Pasal 4 Setiap orang atau badan usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan. Laporan Bulanan . Nama pengangkut limbah B3 yang melaksanakan pengiriman kepada pengumpul atau pemanfaat atau pengolah atau penimbun limbah B3 Point (2) Penghasil limbah B3 wajib menyampaikan catatan sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan kepada instansi yang bertanggung jawab Pengaturan oleh Security √ √ Membuat Washing Bay. Penghasil limbah B3 dapat menyimpan limbah B3 yang dihasilkan paling lama 90 hari (sembilan puluh hari) sebelum menyerahkan kepada pengumpul atau pemanfaat atau pengolah atau penimbun limbah B3 Pasal 11 Point (1) Penghasil limbah B3 wajib membuat dan menyimpan catatan tentang : a. record pembuangan limbah √ Melakukan pembuangan secara berkala. dan penimbunan limbah B3 dilarang melakukan pengenceran untuk maksud menurunkan konsentrasi zat racun dan bahaya limbah B3 Pasal 10 Point (1) 1. setiap orang dilarang melakukan pembuangan limbah ke media lingkungan hidup Point (2) Pembuangan limbah kemedia lingkungan hidup hanya dapat dilakukan kelokasi pembuangan yang ditetapkan oleh Menteri Pasal 20 Dalam rangka peningkatam kinerja usaha dan/atau kegiatan .menyediakan TPS 2 3 UU No. pengangkutan.

pemanfaatan. a.Pengangkut limbah B3 wajib memiliki ijin pengangkutan dari Menteri Perhubungan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Instansi yang bertanggungjawab. sumber bergerak spesifik. √ √ Surat Divisi √ Design TPS B3 √ Karakteristik tdp di Label & Simbol c. Pasal 52 Point (1) Untuk menjaga kesehatan pekerja dan pengawas yang bekerja dibidang pengelolaan limbah B3 dilakukan uji kesehatan secara berkala Pasal 58 Point(2) Penghasil. Menaati baku mutu udara ambien.kebakaran. baku mutu emisi dan baku tingkat gangguan yang ditetapkan untuk usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. Pemanfaat limbah B3 sebagai kegiatan utama wajib memiliki ijin pemanfaatan dari instansi yang berweang memberikan ijin pemanfaatan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Instansi yang bertanggungjawab. pengangkut.41/1999 Pengendalian Pencemaran Udara Pasal 2 Pengendalian pencemaran udara meliputi pengendalian dari usaha dan/ atau kegiatan sumber bergerak. Setiap badan usaha yang melakukan kegiatan : a. pengumpul. dan penimbun limbah B3 wajib memiliki sistem tanggap darurat √ √ - √ - Membuat Tanggap darurat terjadinya tumpahan. sumber tidak bergerak. pemanfaat. Melakukan pencegahan dan atau penanggulangan pencemaran udara yang diakibatkan oleh usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. pengolah. penyimpanan.gempa bumi & kebanjiran 4 PP No.Pasal 28 Setiap kemasan limbah B3 wajib diberi simbol dan label yang menunjukkan karakteristik dan jenis limbah Pasal 29 Penyimpanan limbah B3 dilakukan ditempat penyimpanan yang sesuai dengan persyaratan Pasal 40 1. pengumpulan. √ √ Uji emisi. dan sumber tidak bergerak spesifik yang dilakukan dengan upaya pngendaian sumber emisi dan/ atau sumber gan √ Melakukan Uji emisi dan Uji udara ambient Pasal 21 Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan ke udara ambien wajib .status mutu udara ambient uji emisi. b. b. pengolahan dan penimbunan limbah B3 wajib memiliki ijin operasi dari Kepala Instansi yang bertanggung jawab.CAR .

c. Pasal 23 Setiap usaha dan/ atau kegiatan yang wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup dilarang membuang mutu emisi melampaui ketentuan yang telah ditetapkan baginya dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. Pasal 22 1. Setiap penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan baku mutu udara ambien. Pasal 54 1. √ √ Satus Mutu Udara Ambient Uji Emisi. √ √ Uji emisi √ Status mutu udara ambient √ - 5 PP No. Memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat dalam rangka upaya pengendalian pencemaran udara dalam lingkup usaha dan/ atau kegiatannya. Izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. tindakan perbaikan dan pencegahan √ Sasaran Program Pasal 30 1. Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan wajib memenuhi persyaratan mutu emisi dan/ atau gangguan yang ditetapkan dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. Setiap orang dan/ atau penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan/ atau gangguan wajib melakukan upaya penanggulangan dan pemulihannya. Setiap penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan persyaratan teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2). 2.82/2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Pasal 2 Point (1) . Setiap orang atau penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan yang mengakibatkan terjadinya pencemaran udara wajib menanggung biaya penanggulangan pencemaran udara serta biaya pemulihannya. Tindakan Perbaikan dan pencegahan 2. dan baku tingkat gangguan. baku mutu emisi. 2. akibat terjadinya pencemaran udara wajib membayar ganti rugi terhadp pihak yang dirugikan. Pasal 25 1. Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Rencana pemantauan. Kepala instansi yang bertanggungjawab menetapkan pedoman teknis penanggulangan dan pemulihan pencemaran udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) √ √ √ - Uji emisi. Setiap orang atau penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain.

e. IPAL. RKL.Gubernur menunjuk laboratorium lingkungan yang telah diakreditasi untuk melakukan analisis mutu air dan mutu air limbah dalam rangka pengendalian pencemaran √ Pengukuran kualitas air dilakukan oleh PUSARPEDAL KLH Pasal 25 Setiap usaha dan/atau kegiatan wajib membuat rencana penanggulangan pencemaran air pada keadaan darurat dan atau keadaan yang tidak terduga lainnya Pasal 34 Point (2) Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan wajib menyampaikan laporan tentang penaatan persyaratan izin pembuangan air limbah ke air atau sumber air Pasal 37 Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib mencegah dan menanggulangi terjadinya pencemaran air Pasal 38 Point (1) Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib Mentaati persyaratan yang ditetapkan dalam izin Pasal 40 Point (1) Setiap usaha atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib mendapat izin tertulis dari bupati/walikota √ Sasaran Program. Rencana Pemantauan. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempegaruhi lingkungan alam. d. Tindakan perbaikan dan pencegahan √ - 6 PP No. pencemaran dan kerusakanlingkungan hidup serta kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya. f. pengubahan bentuk lahan dan bentang alam b. jenis hewan dan jenis jasad renik. introduksi jenis tumbuh-tumbuhan. proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi pelestaria kawasan konservasi sumber daya dan/ atau perlindungan cagar budaya. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan. Pemantauan Kondisi IPAL √ Uji kualitas air. √ √ √ √ Hemat energi √ √ √ Pemakaian Kayu .27/1999 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Pasal 3 1. RPL √ - √ Tes air limbah tidak melebihi Baku Mutu. c. g. pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati. eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tidak terbaharui. lingkungan buatan serta lingkungan sosial dan budaya. Usaha dan/ atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup meliputi : a.

Jenis usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya dalam 5 (lima) tahun. 2. Penyimpanan & Penggunaan Sesuai MSDS . 2. Kriteria mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/ atau kegiatan terhadap lingkungan hidup antara lain : a. 4. √ √ √ √ √ AMDAL √ √ AMDAL Owner Rencana pemantauan. kegiatan yang mempunyai resiko tinggi dan atau mempengaruhi pertahanan negara. bagi rencana usaha dan/ atau kegiatan di luar usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup yang pembinaannya berada pada instansi yang membidangi us Pasal 4 1.h. intensitas dan lamanya dampak berlangsung d. penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan hidup. banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak e. 74/2001 Bahan Berbahaya dan Beracun Pasal 4 Setiap orang yang melakukan kegiatan pengelolaan B3 wajib mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup Pasal 15 √ Metode Penanganan Tumpahan. Usaha dan/ atau kegiatan yang akan dibangun di dalam kawasan yang sudah dibuatkan analisis mengenai dampak lingkungan tidak diwajibkan membuat analisis mengenai dampak lingkungan hidup lagi. jumlah manusia yang akan terkena dampak b. Usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwajibkan untuk melakukan pengendalian dampak lingkungan hidup dan perlindungan fiungsi lingkungan hidup sesuai dengan rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pengelolaan lingkungan Pasal 5 1. Jenis usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup ditetapkan oleh Menteri setelah mndengar dan memperhatikan saran dan pendapat Menteri lain dan/ atau Pimpinan Lembaga Pemeri 3. RKL Matrik Dampak Penting 7 PP No. i. Pedoman mengenai penentuan dampak besar dan penting sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala instasi yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan. berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak 2. sifatnya kumulatif dampak f. sasaran program AMDAL Owner √ RPL. luas wilayah persebaran dampak c.

Rencana Pemantauan Saluran air hujan tertutup. rumah makan (restauran). Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan pemukiman (real estate). membuat cerobong emisi yang dilengkapi dengan sarana pendukung dan alat pengaman √ Genset tdk dipergunakan. menyampaikan hasil pemeriksaan kepada gubernur dengan tembusan kepala badan sekurang-kurangnya dalam 3 bulan √ √ . √ Bak Penyaring. membuat saluran pembuangan air limbah domestik tertutup dan kedap air sehingga tidak terjadi perembesan air limbah ke lingkungan. perniagaan dan apartemen wajib : a.Point (1) Setiap kemasan B3 wajib diberikan simbol dan label serta dilengkapi dengan Lembar Data Keselamatan Bahan (MSDS) Pasal 18 Point (1) Setiap tempat penyimpanan B3 wajib diberikan simbol dan Label Pasal 23 Point (1) Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja dan pengawas B3 wajib dilakukan uji keselamatan secara berkala √ √ Penempatan disetiap lokasi √ Papan MSDS dan Label B3 8 Kepmen LH No. apartemen dan asrama.112/2003 Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Kegiatan Domestik Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. perkantoran. b. Pengecoran √ 9 Kepmen LH No. Emisi kendaraan dilakukan oleh setiap pemakai kendaraan bermotor.. - b. Keet Waskita & Direksi. Melakukan pengolahan air limbah dimestik sehingga mutu air limbah domestik yang dibuang ke lingkungan tidak melampaui baku mutu air limbah domestik yang telah ditetapkan. sebagian saluran limbah domestik masuk ke drainage √ Sampel diambil pada saluran terluar sebelum terjadi pencampuran dengan riol kota. √ Air limbah berasal dari Warung. membuat sarana pengambilan sample pada outlet unit pengolahan air limbah. c. melakukan pencatatan harian hasil emisi yang dikeluarkan dari setiap cerobong emisi c. Pasal 8 Setiap penanggung jawab usaha dan kegiatan pemukiman (real estate).13/1995 Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Pasal 7 Setiap penanggung jawab jenis kegiatan wajib memenuhi ketentuan sbb : a. perniagaan. rumah makan (restauran). Concrete Pump terdapat kontrak untuk buangan udara. perkantoran.

mentaati baku tingkat kebisingan yang telah dipersyaratkan b.115/2003 Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting Pedoman Penentuan Status Mutu Air √ √ √ - √ √ Metode Indeks Kualitas air untuk menentukan tingkat ketercemaran air limbah Penentuan status mutu udara untuk menentukan tingkat ketercemaran udara ambient 16 Kepmen. 13 15 Kepmen.45/1997 Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) √ .49/1996 Baku Tingkat Getaran Pasal 6 Setiap penanggung jawab usaha atau kegiatan wajib a mentaati baku tingkat getaran yang telah dipersyaratkan. Setiap penanggungjawab usaha atau kegiatan wajib : a. Menteri. LH No.Kep-50/MENLH/11/1996 12 Baku Tingkat Kebauan Pasal 5 1. b. Menaati baku tingkat kebauan yang telah dipersyaratkan. melaporkan kepada Gubernur serta Kepala Badan apabila ada kejadian tidak normal dan atau dalam keadaan darurat yang mengakibatkan baku mutu emisi dilampaui √ - 10 Kepmen LH No.LH No. LH No. instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan dan instansi teknis yang membidangi kegiatan yang bersangkutan s √ √ √ Pengukuran & Pemantauan KepMen. √ √ √ Pengukuran & Pemantauan Pemakaian Ear Plug Laporan ke Owner 11 Kepmen LH No. instansi yang bertanggungjawab dibidang pengendalian dampak lingkunga dan instansi teknis yang membidangi kegiatan yang bersangkutan serta instansi lainnya yang dipandang perlu.LH No. c. Mengendalikan sumber penyebab bau yang dapat mengganggu kesehatan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. menyampaikan laporan hasil pemantauan tingkat geteran sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan kepada Gubernur. Menteri.d. b.48/1996 Baku Tingkat Kebisingan Pasal 6 Setiap penanggung jawab usaha atau kegiatan wajib . menyampaikan laporan hasil pemantauan tingkat kebisingan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan kepada Gubernur. memasang alat pencegahan terjadinya getaran c. Menteri. Menyampaikan laporan hasil pemantauan tingkat getaran sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali kepada Gubernur. memasang alat pencegahan terjadinya kebisingan c. a.056/1994 Kepmen. Instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan dan instansi teknis yang membidangi kegiatan yang bersangkutan serta instansi lain yang dipandang perlu.

e.23/1992 Kep.DKI No. IPAL Penmantauan & Pengukuran. melaporkan swa-pantau sebagaimana dimaksud dalam huruf d beserta hasil analisisnya kepada Gubernur cq KKPL secara berkala minimal 1 (satu) kali dalam 3(tiga) bulan.Gub. Apabila penanggungjawab kegiatan tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksudkan pada huruf c.Gub.551/2001 Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan di Propinsi DKI Jakarta LAMPIRAN (Baku mutu) 20 Kep.Kadal No. c.DKI No.DKI No.Pres No. Setiap orang/ Badan yang membuang limbah cair di wilayah DKI Jakarta wajib menaati baku mutu limbah cair sebagaimana ditentukan dalam pasal 10. IPAL √ √ √ Uji kualitas air ke PUSARPEDAL Swa-pantau untuk parameter kejernihan dan kekeruhan - √ - 22 23 Kep.Gub. f.115/2001 Kep.107/1997 Pembuatan Sumur Resapan di Propinsi DKI Jakarta Perhitungan dan Pelaporan Serta Informasi ISPU √ √ Metode Indeks Kualitas air untuk menentukan tingkat ketercemaran Udara Ambient . Membuat saluran pembuangan limbah cair yang memudahkan pengambilan contoh dan pengukuran debit.582/1995 Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai/Badan Air serta Baku Mutu Limbah Cair di wilayah DKI Jakarta Pasal 12 1.17 18 Kep. √ √ Sampel diambil pada titik ujung riol proyek Job Description untuk operator IPAL √ √ Pengukuran & pemantauan. b.DKI No. setiap penanggung jawab kegiatan wajib : a. dan d di atas. Pasal 15 1.1041/2000 Pengesahan Montreal tentang zat-zat yang merusak lapisan ozon √ Rencana penggantian alat/mesin yang merusak lapisan ozon Uji Emisi Uji Ambient Baku Mutu Udara Emisi Kendaraan Bermotor di Propinsi DKI Jakarta LAMPIRAN (Baku mutu) √ √ 19 Kep. memeriksa limbah cair secara berkala ke labratorium lingkungan KPPL d. Mengizinkan petugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 untuk memasuki lingkungan kerjanya dan membantu terlaksananya tugas petugas tersebut.DKI No. maka KKPL akan melakukan peninjauan dan mengambil contoh ke lapangan.299/1996 Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Limbah Cair di Wilayah DKI Jakarta LAMPIRAN √ 21 Kep.Gub.Gub. 2. Setiap orang/ Badan di wilayah DKI Jakarta wajib melakukan perlindungan mutu air sungai/ badan air sebagaimana ditetapkan dalam pasal 8. Melaksanakan swa-pantau selama pembuangan limbah berlangsung.

rambu dilarang merokok diarea kerja dan ruangan √ . Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan wajib memenuhi persyaratan mutu emisi dan/ atau gangguan yang ditetapkan dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. Pemimpin atau penanggungjawab tempat umum dan tempat kerja harus menyediakan tempat khusus untuk merokok serta menyediakan alat penghisap udara sehingga tidak mengganggu kesehatan bagi yang tidak merokok. rambu dilarang merokok diarea kerja dan ruangan menyediakan tempat merokok.Kadal No. arena kegiatan anak. tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar. c. Melakukan pencegahan dan/ atau penanggulangan pencemaran udara yang diakibatkan oleh usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. Pasal 14 √ uji emisi tidak melebihi NAB √ Uji emisi dan tindakan perbaikan √ menyediakan tempat merokok. tindakan perbaikan dan pencegahan tindakan perbaikan dan pencegahan √ √ uji emisi untuk kendaraan yang masuk area proyek 3. limbah B3 25 26 27 Kep. Tempat umum. Bak sampah B3 dari drum & tertutup.2/2005 Pengendalian Pencemaran Udara Pasal 12 1. Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan ke udara ambien dan dalam ruangan wajib : a. Menaati baku mutu udara ambien. 4. saluran untuk pengumpul lindi Jumlah dan pengumpulan B3 Terpasang di gudang bahan kimia. sarana kesehatan. Setiap usaha dan/ atau kegiatan yang wajib melakukan analisis mengenai dampak lingkungan hidup dilarang membuang mutu emisi melampaui ketentuan yang telah ditetapkan baginya dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. b. baku mutu emisi dan baku tingkat gangguan yang ditetapkan untuk usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. Memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat dalam rangka upaya pengendalian pencemaran udara dalam lingkup usaha dan/ atau kegiatannya.02/1995 Kep.05/1995 Dokumen Limbah B3 Simbol dan Label B3 √ √ Perda Provinsi DKI No. Pasal 13 1.Kadal No. √ √ Pengukuran dan pemantauan. 2.24 Kep. tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok. 2. Setiap orang atau Badan yang melakukan usaha atau kegiatan yang menghasilkan dan/ atau memasarkan produk yang berpotensi menimbulkan emisi dan gangguan udara ambien wajib menaati standar dan/ atau spesifikasi bahan bakar yang ditetapkan.Kadal No.01/1995 Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3 √ Simbol & Label B3.

√ √ √ √ Pasal 25 1. Pasal 19 1. pemantauan emisi yang keluar dari kegiatan dan mutuu udara ambien di sekitar lokasi kegiatan. √ Pengukuran dan pemantauan emisi kendaraan. Pasal 15 1. dan pmeriksaan penaatan terhad √ Rambu dilarang membakar sampah diarea proyek √ Analisa kondisi udara ambient dan jumlah kendaraan yang lolos uji emisi Memperbaiki kendaraan yang emisinya melebihi baku mutu √ √ Pendataan kendaraan yang telah lolos uji emisi sehingga apat diketahui tingkat ketaatan terhadap legal Pasal 17 1.Setiap orang atau Badan dilarang membakar sampah di ruang terbuka yang mengakibatkan pencemaran udara. Kendaraan brmotor wajib memenuhi ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor. Pemulihan mutu udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengikuti pedoman yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. √ - √ - . Bagi kendaraan bermotor yang dinyatakan lulus uji emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberi tanda lulus uji emisi. Setiap orang atau penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan/ atau gangguan wajib melakukan pemulihan mutu udara. Uji emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan dan/ atau pihak swasta yang memiliki bengkel umum yang telah memenuhi syarat. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan baku mutu udara ambien. √ √ Uji getaran. Pasal 16 Penanggulangan pencemaran udara sumber tidak bergerak meliputi pengawasan terhadap penaatan baku mutu emisi yang telah ditetapkan. Kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menjalani uji emisi sekurang-kurangnya setiap 6 (enam) bulan. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan persyaratan teknis. 4. hasil uji emisi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian dari persyaratan pembayaran pajak kendaraan bermotor. kebisingan. Upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Gubernur. 3. 2. Batas berlaku uji emisi pada bukti uji emisi Bukti uji emisi Dilakukan oleh bengkel yang ditunjuk.udara ambient. 2. 5. 2. 2. dan baku tingkat gangguan. Setiap orang atau penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan/ atau gangguan wajib melakukan upaya penanggulangan pencemaran udara. baku mutu emisi.

Mengetahui (Ir.20 % Jakarta. April 2007 Dibuat oleh. Penyimpanan dan Pengelolaan Bahan Kimia dan B3 dari Produsen √ Evaluasi Pemenuhan Legislasi = = = (Ya x 100%) + (Tidak x 0 %) + (Sebagian x 50%) Total pasal / ayat dalam PP Lingkungan terkait (94x100%) + (31X0%) + (0x50%) (94+31) x 100% x 100% 75. Ghozy Perdana) Kepala Proyek (Wiyono) Safety Officer .28 Dokumen AMDAL Proyek Shangri-La Hotel Condominium MSDS ANDAL. RKL & RPL √ Identifikasi dampak penting Pengukuran dan pemantauan parameter yang terdapat dalam rencana pantau dan kelola MSDS terdapat pada gudang bahan kimia dan lokasi yang merupakan penyimpanan bahan B3 29 Prosedur Penanganan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Ya 95 Tidak 31 75.2 .

Persero PT. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Jakarta MATRIKS PENILAIAN DAMPAK PENTING Revisi-01 Banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak Intensitas dan lamanya dampak berlangsung Jumlah manusia yang terkena dampak Luas wilayah sebaran dampak Sifat kumulatif dampak Pencemaran tanah Pencemaran air Pencemaran udara Vektor penyakit Kenyamanan Kebisingan Getaran Kemacetan Area Kepadatan lalulintas Parkir Kerusakan bangunan Pemborosan pemakaian air Pemborosan pemakaian listrik Bau Ledakan/Kebakaran Estetika Keamanan Longsor dari Teguran masyarakat Banjir/Genangan air Penurunan muka air tanah Toksik Keterangan : Penilaian Score >3 = Penting <3 = Kurang Penting 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 Θ 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 Penilaian Dampak Positif = Dampak Positif Negatif = Dampak Negatif Score 5 6 5 3 4 4 3 3 2 3 2 2 4 3 3 3 1 3 3 4 2 .

6 Mei 2006 Dibuat oleh. Ghozy Perdana) Kepala Proyek (Devy Friska. Jakarta. (Ir. ST) Safety Officer .Mengetahui.

Penilaian Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Penting Penting Penting Penting Penting Penting Penting Penting Kurang Penting Penting Kurang Penting Kurang Penting Penting Penting Penting Penting Kurang Penting Penting Penting Penting Negatif Kurang Penting .

ST) Safety Officer . (Devy Friska. 6 Mei 2006 Dibuat oleh.Jakarta.

sisa toner. plastik 1 1 Pemakaian listrik 1 Pemakaian air Aktivitas MCK Pembuangan limbah cair Pemakaian air Kebersihan MCK Aktivitas dapur Pembuangan limbah cair dari pencucian 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Bau . Jakarta MATRIKS IDENTIFIKASI DAMPAK PENTING ` Pemborosan pemakaian listrik Pemborosan pemakaian air Kepadatan Area Parkir Kemacetan lalulintas Kerusakan bangunan Pencemaran udara Pencemaran tanah Vektor penyakit Pencemaran air Kenyamanan Kebisingan Getaran Persiapan Pembuatan kantor dan fasilitas Sisa material Tumpahan cat Pengangkutan/ Pemindahan material Pembuatan washing bay Kontruksi / Keet Waskita. Keet Direksi dan Keet Subkontraktor Pekerjaan administrasi proyek Mobilitas kendaraan 1 1 1 1 Sisa material 1 1 1 1 1 1 1 Pembuangan sampah kertas. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium.Persero PT.

bungkus makanan dan kertas) 1 1 1 1 Konstruksi / Ruang mekanik Administrasi mekanik 1 Penyimpanan bahan B3 Perbaikan peralatan Tumpahan bahan kimia (bensin.Pembuangan sampah padat (plastik. solar grease) 1 Konstruksi / Lapangan Workshop kayu Pembuangan sampah padat (sisa kayu) serbuk pemotongan kayu 1 1 1 1 1 Pemotongan kayu 1 Pabrikasi Besi Pembuangan sampah padat (sisa besi) Penyimpanan besi 1 1 1 1 . bungkus makanan dan kertas) 1 1 1 1 1 1 1 Penyimpanan bahan bakar Tetesan dan tumpahan bahan bakar Pembuangan sampah padat (plastik. bungkus makanan dan sisa makanan) 1 Penggunaan&pen yimpanan bahan bakar Konstruksi / Gudang Waskita Penyimpanan bahan kimia dan B3 Administrasi gudang Tumpahan dan tetesan bahan kimia Pembuangan sampah padat (plastik. oli.

5 m Pemotongan pancang Operasional Tower crane Buangan puing beton pancang Pengangkatan beban 1 1 1 1 Perbaikan Tower Tumpahan oli dan Crane gemuk Pengecoran Tumpahan beton 1 1 1 1 1 Proses pengecoran dengan concrete pump 1 Bongkar pasang bekisting Tumpahan minyak bekisting 1 1 Penempatan bekisting Bongkar pasang scaffolding Limbah padat (kayu. paku) Sisa besi Sisa besi Proses las Penggerindaan Dewatering Scrub besi Genangan air Pemompaan air dalam Pemancangan Operasional alat pancang Tumpahan oli dan bahan bakar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pasangan batu bata Pembuatan campuran semen 1 1 1 . pecahan beton) 1 1 1 Penempatan material Instal besi Instal kayu Las listrik Las tabung Sisa besi Limbah padat (kayu. paku.Galian Galian pada tanah tidak stabil dan kedalaman lebih dari 1.

Pembuatan lantai Pembuangan sisa kerja beton (B0) Pengecatan Aktivitas kendaraan Tumpahan cat Asap kendaraan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Ceceran tanah dari roda Mobilitas kendaraan WC Pekerja Pembuangan limbah cair Pemakaian air Kebersihan MCK Depo transfer dan TPS sampah proyek Lindi 1 1 1 1 1 1 Sampah padat Washing Bay (bak kontrol) Pencucian kendaraan (mixer) dan penampungan sisa beton 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pembuangan lumpur (Sludge) Sumber energi Tumpahan dan tetesan bahan bakar dan oli Operasional genset Mechanical dan Electrical (ME) Fogging Pembuangan bahan sisa Asap Fogging Pencucian alat fogging Pembobokan operasional satmper/jack hammer Tahap operasi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Operasional kompressor Tumpahan dan tetesan bahan bakar dan oli Klinik Konstruksi/Beden Aktivitas bedeng g dan Warung dan warung Pembuangan limbah klinik Pembuangan sampah padat 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 .

konstruksi dan akhir konstruksi Pengaruh cuaca dan musim Pembuangan sisa material Hujan (Musim Penghujan) 1 1 1 1 1 1 1 Debu (musim Kemarau) 1 40 35 11 8 14 9 9 2 1 4 4 2 11 Total Dampak Mengetahui. (Ir.Pembuangan limbah cair Proses memasak di warung 1 1 Pemakaian listrik 1 Pemakaian air Akhir Konstruksi Pengangkutan/Pe mindahan material Mobilitas kendaraan 1 1 Pembongkaran keet kantor Prakonstruksi. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .

TING Ledakan/Kebakaran Estetika Keamanan Longsor Teguran dari masyarakat Banjir/Genangan air Penurunan muka air tanah Toksik Banjir Total Dampak Kegiatan 3 4 1 2 1 1 1 2 7 1 2 .

3 1 1 1 5 1 1 5 1 1 1 1 3 1 4 1 2 3 1 1 .

1 1 2 2 3 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 3 1 2 2 .

2 2 2 1 2 2 3 1 2 4 4 3 3 1 3 3 2 2 2 1 2 3 2 4 4 .

Mei 2006 Dibuat oleh.1 3 1 1 1 1 5 3 1 1 1 3 1 8 1 1 2 1 1 1 1 2 Jakarta. (Devy Friska. ST) Safety Officer .

Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Sasaran Rencana Tindakan Mulai Rencana 1 Tidak ada limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 2 Tidak terjadi pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Identifikasi karakteristik limbah padat dan cair Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan (pengendapan dan filtrasi) Memberi alas besi.Persero PT. Pemisahan sampah organik dan anorganik Material dan Water balance Memonitor. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 . dan membuat saluran pada tempat penampungan sampah & bahan B3 Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Feb-06 Membuat bak sampah dengan volume dan ukuran bak sesuai timbulan sampah Membuat TPA proyek sesuai dengan timbulan sampah dengan umur pakai 2 hari. Jakarta PEMANTAUAN No. Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja.

Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. Memonitor. Pembersihan jalan kendaraan secara rutin. Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Memonitor. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 5 Tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar dan pekerja.3 Mencegah pencemaran air tanah & badan air. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair 4 Mencegah penularan dan penyebaran penyakit Mengumpulkan secara kolektif dan membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. serta memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan terkait Identifikasi karakteristik dan kualitas limbah cair Mapping sumber limbah cair Mapping saluran air buangan Himbauan penghematan pemakaian air Mendesign IPAL untuk penanganan buangan sisa cor (semen) Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi) Water dan material balance Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit. Feb-06 Okt-05 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 . Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek.

tahan lama dan mudah dalam pemeliharaan. Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis. kontrol dan evaluasi Feb-06 Feb-06 10 Penghematan pemakaian air dan minimisasi buangan cair. Mengganti alat kerja dengan alat kerja lain yang tingkat kebisingannya memenuhi baku mutu Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga kebisingan bisa ditekan Monitoring dan kontrol kebisingan Feb-06 Feb-06 7 Tingkat getaran diarea proyek Melakukan pengukuran pada alat. Membuat jalan atau akses kerja yang aman. sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. Feb-06 . Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait Feb-06 8 Tidak terjadi kemacetan lalulintas disekitar proyek Shangri-La Hotel Condominium Okt-05 Feb-06 Feb-06 Feb-06 9 Tidak terjadi kerusakan struktur maupun kerusakan bangunan pendukung lainnya Mengatur parkir kendaraan. Sosialisasi dan himbauan terhadap pemakaian air. Membersihkan area kerja dari sampah. Okt-05 Feb-06 Konsultasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. area kerja dan memenuhi baku mutu. manusia dengan metode purposif sampling Monitoring dan kontrol getaran Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek. mampu menahan beban puncak pengangkutan. Monitoring. tahan getaran.5 Tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar dan pekerja. Kuesioner kepada pekerja dan masyarakat sekitar Feb-06 Okt-05 Mar-06 Feb-06 Feb-06 6 Tingkat kebisingan diarea proyek sesuai dengan baku mutu Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber bergerak dan sumber titik.

monitoring dan evaluasi terhadap pemakaian listrik. Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 13 Tidak terjadi Kebakaran diarea Memasang APAR disetiap Pos Security. Feb-06 Feb-06 . Menutup bak tampungan air kotor Menutup bak sampah atau melokalisir bak sampah sehingga bau tidak mengganggu. monitoring dan evaluasi terhadap pemakaian air. Mencatat pemakaian air pada setiap proses kerja. Menggunakan alat listrik hemat energi.10 Penghematan pemakaian air dan minimisasi buangan cair. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. bedeng proyek dan kantor. Water balance. kontrol dan evaluasi. Feb-06 Kontrol. Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan. Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 12 Memenuhi baku mutu untuk parameter bau. Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (maksimal 2 hari sekali) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring. Mendata semua peralatan listrik yang dipakai selama satu hari dan berakumulasi sampai 1 bulan. Mematikan alat listrik jika sudah tidak terpakai dan mematikan lampu jika sudah siang (untuk lokasi yang terkena sinar matahari) Sosialisasi dan himbauan pemakaian listrik Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 11 Penghematan pemakaian listrik. Merecord setiap pemakaian listrik sehingga terjadi material balance untuk energi recovery. Feb-06 Kontrol. Mematikan keran jika air tidak dipakai.

15 Tidak terjadi gangguan kemanan dan kerusuhan Menempatkan POS Security disetiap pintu masuk. sifat dan tidak mengganggu dan fungsinya sehingga mudah dipergunakan. Memasang peringatan tentang pembuangan sampah. Setiap pekerja harus mempunyai identitas jelas (KTP. Membersihkan area kerja masing-masing pada saat bekerja dan akhir pekerjaan.13 Tidak terjadi Kebakaran diarea proyek Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai. 14 Lingkungan kerja yang nyaman Mengatur peletakan material menurut jenis. Melakukan pekerjaan sesuai metode kerja 18 Tidak terjadi kelongsoran tanah akibat kerja dan akibat air hujan (erosi) Membuat saluran air hujan Menyediakan pompa untuk menguras air Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja. sehingga memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan pengelolaan sumber daya air. SIM atau Surat Keterangan Kelurahan) Mengontrol dan memonitor pekerja yang keluar masuk. Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Menciptakan lingkungan kerja yang bersahabat dengan safety morning bersama setiap hari Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait (Kepolisian) 16 Tidak ada komplain dari masyarakat sekitar Kebersihan area proyek dan lingkungan luar proyek. pemandangan. Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 . Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait (masyarakat sekitar) 17 Menjaga keamanan Tidak terjadi penurunan muka Monitoring terhadap alat pompa yang dipakai air tanah.

Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi Pemasangan safety net keliling bangunan Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. 21 Penyimpanan sementara dan Menentukan lokasi penyimpanan sementara pembuangan limbah B3 sesuai limbah B3 peraturan sampai dengan Januari 2007 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan 22 Semua ceceran bahan kimia/B3 Identifikasi area/tempat yang berpotensi dan limbah B3.19 Mencegah Banjir Membuat saluran air hujan (drainase) Menyediakan pompa sesuai debit limpasan Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat/kendaraan/genset) Melakukan pengukuran emisi Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran. tidak ada yang menimbulkan ceceran/tumpahan mencemari lingkungan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu terakhir Jan ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu terakhir Jan ‘06 Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 Minggu ke 1 Jan ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 . Feb-06 Feb-06 Minggu ke 1 Jan ‘06 Minggu ke-4 Jan ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 20 Emisi yang dihasilkan memenuhi baku mutu yang ditetapkan Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan Minggu ke-4 Jan ‘06 evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga.

mencemari lingkungan Sosialisasi/training IK ke pihak terkait 23 Tidak adanya kotoran bekas beton atau tanah pada jalan raya (fasilitas umum) Semua karyawan menerapkan SML secara konsisten Membuatkan washing bay pada area proyek Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu terakhir Jan ‘06 Minggu terakhir Jan ‘06 Pembuatan rambu-rambu peringatan atau informasi 24 Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada Minggu ke-2 Feb ‘06 karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada Minggu ke-2 Feb ‘06 rekanan 25 Secara bertahap tidak ada lagi Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat. dll) Minggu terakhir Jan penggunaan peralatan/fasilitas ‘06 yang mengandung BPO Identifikasi bahan penggantinya Minggu ke-1 Feb ’06 Membuat jadwal pergantian bertahap Minggu ke-1 Feb ’06 Minggu terakhir Jan ‘06 Minggu ke-3 Jan ‘06 Minggu ke-3 Feb ‘06 26 Semua aspek lingkungan penting dipantau dan diukur Identifikasi item pemantauan dan pengukuran yang harus dilakukan Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal 27 Minggu ke-1 Mar ‘06 Pelaksanaan peraturan daerah Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Minggu ke-1 Feb ‘06 terkait Mendata Peraturan daerah terkait Minggu ke-1 Feb ‘06 Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait Minggu ke-1 Feb ‘06 28 RK3LM proyek dapat digunakan Mereview data yang telah ada untuk panduan pelaksanaan proyek Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Close Dalam proses Belum terlaksana .

Disetujui oleh. (Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .

PEMANTAUAN SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM Revisi-02 Rencana Selesai 1 Minggu ke-2 Feb ‘06 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4 1 Raalisasi Agustus 2 3 4 September 1 2 3 4 1 Oktober 2 3 4 Minggu terakhir Feb ‘06 Feb-06 Feb-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Feb-06 Feb-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 .

Mar-06 Mar-06 Mar-06 Feb-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 .

Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 .

Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 .

Mar-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 .

Mar-06 Mar-06 Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 ( 1 bulan sekali ) Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-4 Feb ‘06 Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu ke-4 Feb ’06 Periodik setiap 1 bln sekali Minggu ke-2 Jan ‘06 Minggu ke-4 Feb ‘06 Minggu ke-4 Feb ‘06 .

Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu ke-1 Feb ‘06 Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu terakhir Feb ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-2 Feb ‘06 Minggu ke-4 Feb ‘06 Minggu ke-1 Mar ‘06 Minggu ke-4 Mar ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 Minggu Ke-3 Feb ‘06 .

.

FormK3LMM-03-01 Edisi : 1 Revisi : 0 Pelaksana Keterangan Status Pelaksanaan Close Tindak Lanjut Kaloglat Kalap K3L K3L/Loglat/Pelak sana Teknik/Pelaksana K3l/Loglat Kalap/Teknik/Pel aksana/K3L/Logla t/adkont/PK/Surv ey Kalap/Teknik/Pel aksana/K3L/Logla t/adkont/PK/Surv ey K3L K3L/Pelaksana K3L K3L K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Continue Close Close Close Close Open Sosialisasi tentang pollution prevention Continue Close Close Close Continue Close Continue .

K3L K3L/Loglat/Pelak sana K3L/Loglat/Pelak sana K3L Teknik/Pelaksana /K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat K3L/Loglat Close Close Close Close Close Continue Close Close Teknik/Pelaksana /K3L Kalap/Teknik/Pel aksana/K3L/Logla t/adkont/PK/Surv ey UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L K3L K3L K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Security K3L Close Open Sosialisasi tentang pollution prevention Continue Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue .

Loglat/K3L/Pelak sana K3L K3L K3L Teknik/Pelaksana /Loglat Teknik/Pelaksana /K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L Continue Continue Continue Close Open Sosialisasi tentang pollution prevention Sosialisasi tentang pollution prevention Open Close Close K3L Security K3L Kalap/Teknik/Pel aksana/K3L/Logla t/adkont/PK/Surv ey Security Teknik/Pelaksana /Loglat/K3L Continue Continue Close Open Koordinasi dengan polsek atau masyarakat sekitar jika terjadi kemacetan yang diakibatkan kendaraan proyek Continue Close Kalap UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Close Continue Continue .

UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Loglat/PK K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Loglat/PK Continue Continue Continue Close Continue Estimasi pemakaian air diperinci/perjelas Continue Continue Continue Loglat Close UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L Teknik/Pelaksana /K3L/Loglat K3L PK/K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L/Loglat Continue Close Close Continue Continue Continue Continue Close Close .

Loglat K3L/Loglat/Pelak sana Loglat/Pelaksana /K3L Personel proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L Security K3L Continue Continue Continue Continue Close Close Close Security Open Peningkatan kedisiplinan dan pemasangan pos security dipintu masuk area kerja K3L/Security Continue Kalap K3L Kalap Security Pelaksana/Loglat Close Continue Close Continue Continue Pelaksana/Teknik / Loglat/Pelaksana /K3L Loglat Pelaksana Pelaksana/K3L Continue Close Close Close Close .

Teknik/Pelaksana Loglat Safety Officer Safety Officer Pelaksana Safety Officer Close Close Close Close Continue Close Kaloglat Kaloglat Close Open dilakukan oleh pihak uji emisi untuk pemasangan label Safety Officer Kalap Kalap Continue Continue Close Kalap Kaloglat Kaloglat Kalap Pelaksana Close Close Close Koordinasi Continue Continue Safety Officer Kaloglat Close Close Kaloglat Close .

Kalap Kalap Kalap Kalap UnitK3LM Kantor Pusat Kaloglat Ka P/K Ka. P/K Safety Officer Safety Officer Ka P/K Continue Close Close Continue Continue Close Close Close Close Close Close Safety Officer Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Continue Close Close Continue Continue Continue Continue Continue .

September 2006 Dibuat oleh. Devy Friska. ST (Safety Officer) .Jakarta.

Regulasi UNDANG-UNDANG RI Regulasi 1 UU No 14 Tahun 1969 2 UU No 1 Tahun 1970 . No.Persero PT. Waskita Karya Proyek Shangrila Hotel Condominium. Jakarta EVALUASI PENERAPAN REGU No.

3 UU No 3 Tahun 1992 4 UU RI No 23 Tahun 1992 .

5 UU No 18 Tahun 1999 6 UU No 13 Tahun 2003 Peraturan Pemerintah & Keputusan Presiden 7 PP No 14 Tahun 1993 .

10 Kepres RI No 22 Tahun 1993 11 PP RI No 29 Tahun 2000 PerMen / KepMen 12 PerMen Perburuhan No 07 Tahun 1964 .

13 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER 01/MEN/1979 .

14 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1980 .

15 PerMen Tenaga Kerja No 04/Men/1980 .

16 PerMen Tenaga Kerja No 02/MEN/1980 17 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1981 18 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1982 .

PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1982 19 PerMen Tenaga Kerja No 02/Men/1982 20 PerMen Tenaga Kerja No 03/Men/1982 .

23 PerMen Tenaga Kerja No 04/Men/1985 24 PerMen Tenaga Kerja No 05/Men/1985 .

25 PerMen Tenaga Kerja No 04/Men/1987 27 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1989 .

28 PerMen Tenaga Kerja No 02/Men/1992 29 PerMen Tenaga Kerja No 05/Men/1996 .

30 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1998 31 PerMen Tenaga Kerja No 03/Men/1998 32 PerMen Tenaga Kerja No 03/Men/1999 .

. Lampiran 1 Mengetahui.33 Keputusan Menkes No 1405 Tahun 2002 .

Ghozy Perdana Kepala Proyek .Ir.

kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya .otel Condominium. d. kesusilaan.semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya . mematuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan.alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan . e. memakai alat-alat pelindung diri yang diwajibkan c. memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas keselamtan kerja b. menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alatalat pelindung diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang dapat dipenuhi. meminta pada pengurus agar dilaksanakan semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan. pada pejabat yang ditunjuk oleh menteri tenaga kerja Pasal 12 Dengan peraturan perundangaan diatur kewajiban dan hak tenaga kerja untuk : a. Jakarta EVALUASI PENERAPAN REGULASI Regulasi Deskripsi Regulasi Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja Pasal 9 Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan. Pasal 13 .cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya Pasal 11 Point 1 Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya. kesehatan. pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat dan moral agama Keselamatan Kerja Pasal 9 Point 1 Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang : .

pasal 16 tenaga kerja. daftar upah beserta perubahanperubahan dan daftar kecelakaan kerja di perusahaan atau bagian perusahaan yang berdiri sendiri. suami atau istri dan anak berhak memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan pasal 17 pengusaha dan tenaga kerja wajib ikut serta dalam program jaminan sosial tenga kerja pasal 18 pengusaha wajib memiliki daftar tenaga kerja beserta keluarganya. cacad atau meninggal dunia. pasal 22 pengusaha wajib membayar iuran dan melakukan pemungutan iuran yang menjadi kewajiban tenaga kerja melalui pemotongan upah tenaga kerja serta membayarkan kepada Badan Penyelenggara dalam waktu yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah Kesehatan . pasal 8 point 1 tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan kerja pasal 10 point 1 pengusaha wajib melaporkan kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja kepada kantor departemen tenaga kerja dan Badan Penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam point 2 pengusaha wajib melaporkan kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sembuh. diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat pelindungan diri yang diwajibkan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Pasal 3 point 2 setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja pasal 4 point 1 program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud pasal 3 wajib dilakukan oleh setiap perusahaan bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan didalam hubungan kerja sesuai dengan ketentuan undangundang ini.Barang siapa akan memasuki susuatu tempat kerja. point 3 pengusaha wajib mengurus tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja kepada badan penyelenggara sampai memperoleh hak-haknya.

keselamatan dan kesehatan kerja. Pasal 2 point 3 pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih. Penyelenggaraan Program Kerja Jaminan Sosial Tenaga pasal 2 point 1 program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini. jaminan kematian. Ketenagakerjaan Pasal 6 Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tampa diskriminasi dari pengusaha Pasal 11 Setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh dan/atau mengembangkan komptensi kerja sesuai dengan bakat. jaminan hari tua b. minat dan kemampuannya melalui pelatihan kerja Pasal 68 Pengusaha dilarang memperkerjakan anak Pasal 86 Point 1 setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : keselamatan dan kesehatan kerja. wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. jaminan berupa pelayanan yaitu jaminan pemeliharaan kesehatan.000. atau membayar upah minimal Rp. terdiri: a. . serta tata lingkungan setempat untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi. perlindungan tenaga keraj. 1.000 sebulan. jaminan berupa uang yang meliputi : jaminan kecelakaan kerja. keamanan.pasal 23 point 3 setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja Jasa Konstruksi pasal 23 point 2 Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keteknikan. moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama Pasal 87 Point 1 Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.

penyelenggara pekerja konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang : b. wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. rata dan tidak becek dan cukup luas untuk kemungkinan perluasan . pasal 5 point 1 pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 wajib mendaftarkan perusahaan dan tenaga kerjanya sebagai peserta program jaminan sosial tenaga kerja pada badan penyelenggara dengan mengisi formulir yang disediakan oleh badan penyelenggara. pasal 18 point 1 pengusaha wajib memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan bagi tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan. atau membayar upah minimal Rp. Kebersihan serta Penerangan dalam tempat kerja pasal 3 1. perlindungan sosial tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku d.000. keamanan. tata lingkungan setempat dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Syarat Kesehatan. Penyakit yang timbul karena hubungan kerja Pasal 2 Setiap tenaga kerja yang menderita penyakit yang timbul karena hubungan kerja berhak mendapat jaminan kecelakaan kerja baik pada saat masih dalam hubungan kerja maupun setelah hubungan kerja berakhir Penyelenggaraan Jasa Konstruksi pasal 30 point 1 untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaankonstruksi . teratur. dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam terhitung terjadinya kc pasal 19 pengusaha wajib melaporkan penyakit yang timbul karena hubungan kerja. dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam setelah ada hasil diagnosis dari dokter periksa.000 sebulan. point 2 pengusaha wajib melaporkan setiap kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerjanya kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggaraan setempat/terdekat sebagai laporan kcelakaan tahap I. keselamatan dan kesehatan tempat kerja konstruksi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku c. 1.pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih. Halaman harus bersih.

jalanan dihalaman tidak boleh berdebu 3. Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja bagi Paramedis Perusahaan. kamar makan dan alat keperluan makan harus selalu bersih dan rapi. 7. 6. tempat penyimpanan barang sedang dan kecil. point 6 jumlah kakus sebagai berikut 1-15 buruh =1 kakus 16-30 buruh = 2 kakus 31-45 buruh = 3 kakus 46-60 buruh = 4 kakus 61-80 buruh = 5 kakus 81-100 buruh = 5 kakus san selanjutnya untuk tiap 100 orang 6 kakus pasal 8 dapur. sampah dan terbuang lainnya harus terkumpul pada suatu tempat yang rapi dan tertutup. . pada waktunya sampah itu harus dibuang ketempat pembuangan sampah atau dibakar pada tempat yang aman. menyisihkan barang besar. gudang untuk menyimpan barang besar dan kasar paling sedikit memiliki kekuatan 50 Lux Point 5 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kecil secara sepintas lalu. kesehatan dan keselamatan kerja. tempat pengumpulan sampah tidak boleh menjadi sarang lalat atau binatang serangga yang lain. Pasal 1 Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga paramedis diwajibkan untuk mengirimkan setiap tenaga tersebut untuk mendapatkan latihan dalam bidang Hygiene Perusahaan. ruang penerimaan dan pengiriman dengan kapal. kamar mesin.2. alat pengangkut orang dan barang. seperti pemasangan yang kasar. Pasal 14 Point 4 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kasar seperti mengerjakan bahan-bahan kasar. untuk keperluan air (riolering) harus cukup saluran yang kuat dan bersih 4. kakus. saluran air yang melintasi halaman harus tertutup 5. pasal 6 point 1 kakus-kakus yang terbuat dari bahan yang kuat harus disediakan untuk kaum buruh.

pasal 6 kebersihan dan kerapihan ditempat kerja harus dijaga sehingga bahan-bahan yang berserakan. harus dilengkapi dengan penerangan yang cukup sesuai dengan ketentuan yang berlaku. tangga-tangga. semua galian-galian dan lubang-lubang yang berbahaya harus diberi pagar atau tutup pengaman yan pasal 9 kebisingan dan getaran ditempat kerja tidak boleh melebihi ketentuan nilai ambang batas yang berlaku pasal 10 . peledakan. atap-atap atau panggung yang dapat dimasuki. alat-alat kerja. sisi-sisi tangga yang terbuka. pasal 3 point 1 pada pekerjaan konstruksi bangunan harus diusahakan pencegahan dan dikurangi terjadinya kecelakaan atau sakit akibat kerja terhadap tenaga kerjanya. penyakit akibat kerja. bahan-bahan bangunan. pertolongan pertama pada kecelakaan dan usaha-usaha penyelamatan pasal 4 setiap kecelakaan kerja atau kejadian yang berbahaya harus dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. pasal 7 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa peralatan perancah. pasal 8 semua peralatan sisi-sisi lantai yang terbuka. peralatan dan alat-alat kerja tidak merintangi atau menimbulkan kecelakaan. lorong-lorong atau gang-gang tempat orang bekerja atau sering dilalui. kebakaran. diluncurkan atau dijatuhkan kebawah dari tempat yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kecelakaan. pasal 5 point 1 disetiap tempat kerja harus dilengkapi dengan sarana untuk keperluan keluar masuk dengan aman point 2 semua tempat kerja. point 2 sewaktu pekerjaan dimulai harus segera disusun suatu unit keselamatan dan kesehatan kerja hal tersebut harus diberitahukan kepada setiap tenaga kerja point 3 unit keselamatan kejera meliputi usaha-usaha pencegahan terhadap : kecelakaan.Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan pasal 2 Setiap pekerjaan konstruksi bangunan yang akan dilakukan wajib dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. bahanbahan dan benda-benda tidak dilemparkan. lubang-lubang dilantai yang terbuka.

pasal 99 point 1 alat-alat pelindung diri yang jenisnya disesuaikan dengan sifat pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing tenaga kerja harus disediakan dalam jumlah yang cukup. pasal 31 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk melarang orang memasuki daerah lintas keran jalan untuk menghindarkan kecelakaan karena terhimpit. kecuali apabila pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan aman dengan memper pasal 13 point 1 perancah harus diberi lantai papan yang kuat dan rapat sehingga dapat menahan dengan aman tenaga kerja. Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan APAR pasal 3 tabung alat pemadam api ringan harus diisi sesuai dengan jenis dan konstruksinya . dipasang. pasal 74 setiap ujung-ujung mencuat yang membahayakan harus dilengkungkan atau dilindungi. pasal 86 tenaga kerja yang melakukan pekerjaan diatap harus dilengkapi dengan alat pelindung diri yang sesuai untuk menjamin agar mereka tidak jatuh dari atap atau bagian-bagian atap yang rapuh. pasal 44 operator mesin harus terlatih untuk pekerjaannya dan harus mengetahui peraturan keselamatan kerja pada mesin tersebut. peralatan dan bahan yang dipergunakan pasal 25 point 1 tangga harus terdiri dari 2 kaki tangga dan sejumlah anak tangga yang dipasang pada kedua kaki tangga dengan kuat. pasal 67 point 2 pinggir-pinggir dan dinding-dinding pekerjaan galian harus diberi pengaman dan penunjang yang kuat untuk menjamin keselamatan orang yang bekerja dalam lubang / parit. pasal 28 alat-alat angkat harus direncanakan. dilayani dan dipelihara sedimikian rupa sehingga terjamin keselamatan pemakainya.orang tidak berkepentingan dilarang masuk pasal 12 perancah yang sesuai dan aman harus disediakan untuk semua pekerjaan yang tidak dapat dilakukan dengan aman oleh seseoarang yang berdiri diatas konstruksi yang kuat dan permanen.

Bejana Bertekanan .2 m dari permukaan lantai. mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan pasal 5 dilarang memasang atau menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang atau cacad karena karat. pengurus dan badan yang ditunjuk wajib melapor secara tertulis kepada Kantor Direktorat Jendral Pembinan Hubungan Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja setempat pasal 3 point 1 laporan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayaaat 1 dilakukan dalam waktu paling lama 2X24 jam setelah penyakit tersebut didiagnosa. jarak an pasal 9 alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49◦C turun sampai minus 44 o C kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu dluar batas tersebut diatas. pasal 14 petunjuk cara-cara pemakaian alat pemadam api ringan harus dapat dibaca dengan jelas.pasal 4 point 1 setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas. pasal 8 pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1. Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja Pasal 2 semua perusahaan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat 2 UU No 1 tahun 1970 harus melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali kecuali ditentukan lain oleh Direktur Jendral Pembinanaan Hubungan Perburuhan dan Per Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja pasal 2 point 1 apabila dalam pemeriksaan kesehatan bekerja dan pemeriksaan kesehatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi No Per 02/MEN 1980 ditemukan penyakit kerja yang diderita oleh tenaga kerja. kecuali jenis C02 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat.

nama gas yang diisikan (bukan simbol kimia) d. point 4 dilarang menaruh atau menyimpan bejana tekanan dan botol baja dekat tangga. nama pemilik b. tekanan pengisian yang diijinkan kg/cm2 (Po) pasal 35 point 2 ruangan penyimpanan khusus untuk gas beracun menggigit. alat pengangkat dan benda-benda bergerak yang dapat menyentuh atau menimpa. pasal 22 setiap bejana diberikan tanda-tanda pengenal sebagai berikut: a. Kwalifikasi Juru Las pasal 3 point 1 juru las dianggap terampil apabila telah menempuh ujian las dengan hasil memuaskan dan mempunyai sertifikat juru las Pelayanan Kesehatan dan Tenaga Kerja pasal 3 point 1 setiap tenaga kerja berhak mendapatkan pelayanan kesehatan kerja point 2 pengurus wajib memberikan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi . dimuka pemasukan angin.Pasal 5 Bahan dan konstruksi bejana tekanan harus cukup kuat dan memenuhi syarat pasal 7 Setiap botol harus dilengkapi dengan penutup katup yang baik kecuali botol-botol yang dirangkaikan satu sama lain diperbolehkan memakai satu katup penutup bersama. jika dari sudut keselamatan bisa dipertanggungjawabkan pasal 16 point 1 setiap bahan dari bagian konstruksi bejana tekanan harus memiliki surat tanda hasil pengujian atau sertifikat bahan yang diakui. nama dan nomor urut pabrik pembuatnya c. gang. berat dari botol baja dalam keadaan kosong tampa keran dan tutup. e. atau mudah terbakar dan ruangan penyimpanan botol-botol baja dan bejana transport yang kosong harus memiliki ventilasi yang cukup dan memiliki pintupintu keluar dan penyelamat.

pasal 4 setiap pesawat angkat dan angkut harus dilayani oleh operator yang mempunyai kemampuan dan telah memiliki keterampilan khusus tentang pesawat angkat dan angkut.Pesawat tenaga dan produksi pasal 3 point 2 setiap bahan dari bagian konstruksi pesawat tenaga dan produksi yang utama harus memiliki tanda hasil pengujian atau sertifikasi bahan yang diakui. pasal 4 semua bagian yang bergerak dan berbahaya dari pesawat tenaga dan produksi harus dipasang alat perlindungan yang efektif kecuali ditempatkan sedemikan rupa sehingga tidak ada orang atau benda yang menyinggungnya. serpih. pasal 9 point 1 pada pekerjaan yang menimbulkan serbuk. debu dan bunga api yang dapat menimbulkan bahaya harus diadakan pengamanan dan perlindungan. pasal 29 operator pesawat tenaga dan produksi harus memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja Pesawat angkat dan angkut. . tidak cacat dan memenuhi syarat. pasal 6 pada pesawat tenaga atau produksi yang sedang diperbaiki tenaga penggerak harus dimatikan dan alat pengontrol harus dikunci serta diberi suatu tanda larangan untuk menjalankan pada tempat yang mudah dibaca sampai pesawat yang tenaga dan produksi atau alat pasal 7 jarak antara peawat-pesawat atau mesin-mesin harus cukup lebar dan bebas dari segala sesuatu yang dapat membahayakan bagi lalu lintas. jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. pasal 7 baut pengikat yang dipergunakan peralatan angkat harus memiliki kelebihan ulir sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang. pasal 2 bahan konstruksi serta perlengkapan pesawat angkat dan angkut harus cukup kuat. pasal 3 point 1 beban maksimum yang diijinkan dari pesawat angkat dan angkut ditulis pada bagian yang mudah dilihat dan dibaca dengan jelas.

baut pengikat yang dipergunakan peralatan angkat harus memiliki kelebihan ulir sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang, jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. pasal 33 peralatan angkat listrik harus a. dikonstruksikan dari baja b. dibuat dengan angka keamanan sekurang-kurangnya - 8 untuk baja tuang - 5 untuk baja konstruksi atau baja tempa - dilengkapi dengan rem otomatis yang mampu menahan muatan, jika muatan dihentikan pasal 42 point 2 operator dan tenaga kerja harus menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan bahaya yang dihadapi. pasal 101 semua perlengkapan pesawat angkutan diatas landasan dan diatas permukaan sebelum digunakan harus diperikasa terlebih dahulu oleh operator.

P2K3 Serta tata cara penunjukan ahli keselamatan kerja
pasal 2 point 1 setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu, pengusaha atau pengurus wajib membentuk P2K3

point 2 a. tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus mempekerjakan 100 orang atau lebih pasal 3 Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusaha dan pekerja yang susunannya terdiri dari ketua, sekertaris dan anggota. pasal 4 P2K3 mempunyai tugas memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha atau pengurus mengenai masalah keselamatan dan kesehatan kerja.

Kualifikasi dan syarat-syarat operator keran angkat
pasal 10 point 1 operator dilarang meninggalkan tempat pelayanan selama keran angkat dioperasikan point 2 melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi atau kemampuan kerja serta merawat keran angkat, alat alat pengaman dan alat-alat perlengkapan lainnya yang terkait dengan bekerjanya keran angkat yang dilayaninya.

melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi atau kemampuan kerja serta merawat keran angkat, alat alat pengaman dan alat-alat perlengkapan lainnya yang terkait dengan bekerjanya keran angkat yang dilayaninya.

Tata cara penunjukan kewajiban dan wewenang ahli keselamatan kerja
pasal 3 untuk dapat ditunjuk sebagai ahli keselamatan dan kesehatan kerja harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Sarjana dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang keahliannya sekurang-kurangnya 2 tahun pasal 9 point 1 ahli keselamatan dan kesehatan kerja berkewajiban untuk membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan bidang yang ditentukan dalam keputusan penunjukannya.

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
pasal 3 point 1 Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran,

pasal 4 point 1 dalam penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 3, perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan sistem manajemen K3 b. merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. c. menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja. d. mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. e. meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. pasal 5 point 1 untuk membuktikan penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4, perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh menteri.

untuk membuktikan penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4, perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh menteri.

Penyelenggaraan pemeliharaan kesehatan bagi tenaga kerja dengan manfaat lebih baik daripada paket jaminan pemeliharaan kesehatan dasar Jaminan Sosial Tenaga Kerja
pasal 1 perusahaan yang menyelenggarakan sendiri pemeliharaan kesehatan dapat dengan cara a. menyediakan sendiri atau bekerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan (PPK)

Tatacara pelaporan dan pemeriksaan kesehatan
pasal 2 point 1 pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi ditempat kerja yang dipimpinnya. pasal 3 kewajiban melaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan belum mengikutsertakan pekerjaannya dalam program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan UU No 3 tahun 1992

pasal 4 point 1 pengurus atau pengusaha sebagaimana dimaksud pasal 3 wajib melaporkan secara tertulis kecelakaan kepada Kepala Kantor Departemen tenaga kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2x24 jam (dua kali duapuluh empat ) jam terhitung sejak terjadinya kecelaka

Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja lift untuk pengangkutan orang dan barang
pasal 3 point 1 kapasitas angkut lift harus dicantumkan dan dipasang dalam kereta serta dinyatakan dalam jumlah orang dan atau jumlah bobot muatan yang diangkut dalam kilogram (Kg) pasal 4 point 1 bagian-bagian lift harus kuat, tidak cacat, aman dan memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja pasal 6 point 6 setiap kamar mesin dilengkapi dengan alat pemadam api ringan jenis kering dengan kapasitas sekurangkurangnya 5 (lima) kg pasal 7

point 1 tali baja penarik bobot imbang dan governor harus kuat, luwes, tidak boleh terdapat sambungan dan semua utas tali seragam dari satu sumber yang sama.

Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri Air Bersih Kualitas air bersih memenuhi syarat kesehatan yang meliputi persyaratan fisika,kimia, mikrobiologi dan radioaktif sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku

Udara Ruangan Suhu : 18 - 28 ºC Kelembaban : 40 - 60 %

Limbah - setiap perkantoran harus dilengkapi dengan tempat sampah dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya dan dilengkapi penutup

- sampah kering dan basah di tampung dalam tempat yang terpisah - tersedianya tempat penampungan sementara yang memenuhi syarat. Pencahayaan. Intenstitas minimal untuk ruang kantor 100 lux

Kebisingan Tingkat kebisingan maksimal ditempat kerja maksimal 85 dBA

Toilet Karyawan 1-25 : 1 karyawan 25-50 : 2 Karyawan 51 - 100 : 3

100% x 59 + 90% x 9 + 85% x 2 + 80% x 34 + 75% x 2 + 70% x 13 + 60% x 7 + 50 % x 2 +0% x9 137.00 =81,6 %

Form.P6.K3LM-02-01 Edisi : 1 Revisi : 1

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan

Kebijakan K3LM PT. Waskita Karya

80% 80% 80% 80%

Induksi K3LM, Safety Morning, Papan Informasi

Laporan awal kecelakaan (Laporan Tahap I)

70% 70% 70% 60% 60%

80%

Papan Informasi, Induksi K3LM

Pendaftaran Jamsostek

No Pendaftaran SW 0684092005 / 16 September 2005

Laporan awal kecelakaan

Surat Keterangan Dokter

√ √ √

80% Kebijakan K3LM √ SMK3LM 80% √ Pembuatan P3K √ .√ Bekerjasama dgn RS Atmajaya 80% Dibentuknya Unit K3LM √ 80% Gab analisis √ Surat Perjanjian Tidak akan mempekerjakan anak dibawah umur.

√ √ √ √ √ 80% 80% 80% HIRARC Upah sesuai UMR IAL(Identifikasi Aspek Lingkungan) 80% .

80% 80% 80% 80% √ √ diangkut setiap hari Diberi tutup 60% 60% 70% √ 70% √ .

safety net. Jamsostek dan Koordinasi keamanan 80% Mengevaluasi HIRARC √ Membentuk unit K3LM dan dicantumkan dalam struktur 80% HIRARC √ Jamsostek. railing 90% 90% Pengukuran kebisingan dan getaran secara periodik . Kantor Pusat 90% Pembuatan akses jalan 70% Pembersihan oleh mandor 90% Safety deck.√ Ijin ke Depnaker. surat edaran dilarang menjatuhkan benda ke bawah. Depnaker.

Papan Pengumuman 80% bordes 80% bordes 80% 80% 75% rambu. police line √ 80% railing 90% pemotongan stek yang tidak terpakai 70% safety harness 80% √ .70% Rambu.

dari proyek Desember 2005 √ √ .√ √ 80% √ √ Instruksi Kerja √ pemeriksaan dari jamsostek februari 2006.

√ √ √ √ √ √ √ Bekerjasama dgn RS Atmajaya .

80% 85% 60% √ 60% 80% √ √ √ 80% .

Risalah Rapat √ 90% .√ 70% √ Pemakaian Helm dan Sepatu √ Check list √ √ √ 90% CAR.

80% 80% √ √ √ 75% Kebijakan K3LM PT.Waskita Karya HIRARC 80% 70% √ .

√ Bekerjasama dengan RS.Atmajaya √ Laporan Awal Kecelakaan √ √ √ Pencantuman Beban Maksimum dalam hoist √ √ .

non organik dan B3 70% Pengukuran secara berkala 85% Pengukuran secara berkala 50% Jakarta.√ 90% air minum aqua. Juni 2006 Dibuat Oleh. . air pakai dari perusahaan penyedia air bersih 80% Pengukuran secara berkala 90% 70% Tempat sampah organik.

Devy F Unit K3LM .

Loglat.Adkon.Kalap.Kalap. Sasaran K3LM Program K3LM Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Januari Januari Mei Mei Januari Mei Mei 1 Incidence Rate = 0 1 Merevisi HIRARC untuk semua kegiatan proyek 2 Melakukuan sosialisasi / induksi K3LM bagi seluruh personil. antara lain ke Subkontraktor 7 Melaksanakan Inspeksi harian K3LM 8 Melaksanakan Weekly dan Monthy Safety meeting secara rutin 9 Segera melaksanakan Safety Meeting setelah terjadi accident atau incident 10 Membersihkan dan merapikan Lingkungan kantor. tamu maupun Subkontraktor 3 Memeriksa kelengkapan K3LM Subkontraktor sesuai dgn ceklist kelengkapan K3LM 4 Menyediakan rambu-rambu K3LM sesuai dengan Kebutuhan 5 Melaksanakan pengendalian sesuai rencana pengendalian terhadap potensi bahaya dan resiko. Ka. P/K & Katek. P/ K Ka P/ K Ka. Safety Officer Kaloglat.Adkon.Ka.Safety Officer Kaloglat. lapangan dan Mess 11 Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan K3LM 12 Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan P3K 13 Melakukan services berkala pada kendaraan milik proyek 14 Memberikan identitas pada setiap barang yang ada di gudang 15 Mendistribusikan IK 16 Memberikan penerangan yang cukup pada tempat kerja 17 Menyusun kabel dengan rapi di area kantor & proyek Kaloglat. Ka. P/K & Katek.P6. Ka. P/K & Katek. Safety Officer Ka. Safety Officer Kalap & Safety Officer Kalap & Safety Officer Kapro & Safety Officer Kapro.Kalap. 6 Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh karyawan dan pekerja.Ka. Safety Officer Kalap.Persero Form.Adkon.K3LM-03-01 Edisi : 1 PT. P/K Kaloglat Katek Kaloglat Kaloglat . Waskita Karya SASARAN DAN PROGRAM K3LM Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 No.Kalap.Ka. Safety Officer dan Security Ka Adkon Ka.

printer dll.KM. 28 29 30 31 32 33 Melengkapi kebutuhan rumah tangga proyek Pemberian status alat Pemeriksaan Peralatan sebelum beroperasi dan secara berkala Maintenance Alat berat dan ringan Menata dan Merapihkan gudang Alat dan kabel Membuat lock out . kursi. Melakukan training ERP Monitoring dan supporting sehingga seluruh program K3 berjalan dengan baik. komputer. safety net dan proteksi Mendistribusikan ijin kerja pada area berbahaya. Sasaran K3LM 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Program K3LM Menyediakan & memasang APAR Membuat cheklist untuk APAR. P/K Kapro Ka.tag out untuk setiap peralatan dan perlengkapan di lingkungan proyek 34 Menyusun dan menempatkan Sampel Material ke almari yang representatif. 35 36 37 38 Sosialisasi metode kerja yang aman kepada Mandor Ikut memelihara rambu-rambu petunjuk area berbahaya Membantu dalam penyediaan jalan kerja yang aman Membantu dalam Pemeliharaan petunjuk jalan masuk dan keluar dan ke master area Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Januari Januari 39 Menginformasikan kepada pelaksana K3LM tentang area berbahaya dalam proyek 40 Memelihara pagar pengaman disekeliling lubang 41 Membantu dalam pengecekan scafollding dan cat walk 42 Ikut memelihara kebersihan proyek yang ada di area kerja ataupun proyek. P/K Kaloglat Kaloglat Kaloglat Kaloglat Kaloglat Katek Kalap Kalap & SO Kalap Kalap Kalap Kalap & SO Kalap & SO Kalap & SO Kalap & SO Kalap & SO Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei 27 Melengkapi kebutuhan karyawan. Kotak P3K. 43 Menyediakan tempat istirahat pekerja/bedeng yang memadai 44 Ikut memelihara pagar sementara pada tepi construction joint lantai . seperti.meja. Penanggung Jawab Kaloglat & SO Safety Officer Kaloglat Kaloglat Kalap & Safety Officer Kaloglat Safety Officer Safety Officer Ka. Mengalokasikan barang sesuai jenisnya Penyediaan APD Memasang & marawat railing pada tepi bangunan & area rawan Penguncian panel Memasang safety deck.No. P/K Ka.

Loglat Alat dan Lingkungannya 7 Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan Kalap Januari Mei Januari Mei Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei . paramedis. P/K & Katek. P/K & Safety Officer yang belum pernah diperiksa melalui kerjasama dgn Jamsostek 3 Mengadakan kerjasama dengan pihak RS. Safety Officer Ka. P/K & Katek.Adkon. Ka. Mintohardjo atau Ka.Ka. Loglat Januari Januari Januari Mei Mei Mei Januari Januari Januari Mei Januari Januari 3 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 Merapihkan Lay out ruang kerja Kaloglat. P/K Loglat Safety Officer Ka. Ka.No. P/K & Safety Officer kelengkapannya.Adkon.Kalap. Loglat Ka. P/K & Safety Officer klinik Al-Afiat untuk program pemeriksaan dan pengobatan serta penanganan kecelakaan bagi karyawan & pekerja dan bekerjasama dengan Jamsostek 4 Menyediakan Klinik kesehatan. 2 Melaksanakan Pemeriksaan kesehatan bagi karyawan & pekerja Ka. Loglat Ka. Loglat 6 Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Ka. Sasaran K3LM Program K3LM Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai 45 Membantu dlm penyedian APD untuk pekerja & memantau pemakaiannya 46 Melaksanakan Investigasi Kecelakaan accident/ incident dan mengurusnya setiap habis terjadi Safety Officer Safety Officer Januari Januari Mei Mei 2 Meningkatkan kesesuaian legal 1 Melaksanakan pengurusan perijinan /pengesahan penggunaan Alat Berat / peralatan yang belum memiliki atau surat ijin pengesahan yang sudah tidak berlaku lagi ke pihak yang berwenang 2 Mendata & mengadakan pelatihan yang diperlukan 3 Meminta MSDS untuk setiap material khusus 4 Melakukan pengukuran-pengukuran yang diperlukan 5 Meminta SIO untuk setiap pekerja yang memerlukan keahlian khusus 6 Mempelajari peraturan dan menyesuaikan penerapannya 7 Mempelajari Peraturan tentang Instalasi Listrik 8 Mempelajari Peraturan tentang peralatan safety untuk operator Alat berat Ka. Loglat Kaloglat. obat-obatan dan Ka.Kalap.Ka. 5 Membersihkan Gudang Alat dan Lingkungannya Ka.

No. Kalap & Safety Officer Kalap & Safety Officer Safety Officer Januari Januari Januari Mei Mei Mei Jakarta. Sasaran K3LM Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan Program K3LM Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai 8 Menentukan dan menyediakan tempat buang air kecil yang terjangkau pekerja 9 Mengawasi pekerja dalam membuang sampah di area proyek 10 Melakukan fogging. (Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Januari 2007 Dibuat oleh.

K3LM-03-01 Revisi : 0 Status Pelaksanaan Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Closed Continue Continue Closed Continue Continue .orm.P6.

Status Pelaksanaan Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Closed Closed .

Status Pelaksanaan Continue Continue Closed Continue Continue Continue Closed Continue Closed Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Continue Continue Continue .

K3LM-15-14 Persero Edisi : 1 Revisi : 0 PT.Form. Waskita Karya Revisi : 3 MATRIKS RENCANA PEMANTAUAN & PENGUKURAN KINERJA K3LM NO AKTIFITAS/KONDISI PERALATAN PARAMETER PANTAU / UKUR LOKASI FREKUENSI PENANGGUNG JAWAB PROSEDUR/ IK BUKTI KERJA .P6.

NO AKTIFITAS/KONDISI PERALATAN PARAMETER PANTAU / UKUR LOKASI FREKUENSI PENANGGUNG JAWAB PROSEDUR/ IK BUKTI KERJA .

Persero Form. Sasaran Closed Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Standby Continue Close Close Continue Continue Close Tindak Lanjut 1 Incidence Rate = 0 1 Merevisi HIRARC untuk semua kegiatan proyek 2 Melakukuan sosialisasi / induksi K3LM bagi seluruh personil. tamu maupun Subkontraktor 3 Memeriksa kelengkapan K3LM Subkontraktor sesuai dgn ceklist kelengkapan K3LM 4 Menyediakan rambu-rambu K3LM sesuai dengan Kebutuhan 5 Melaksanakan pengendalian sesuai rencana pengendalian terhadap potensi bahaya dan resiko.K3LM-15-13 Edisi : 1 PT. 6 Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh karyawan dan pekerja.P6. antara lain ke Subkontraktor 7 Melaksanakan Inspeksi harian K3LM 8 Melaksanakan Weekly dan Monthy Safety meeting secara rutin 9 Segera melaksanakan Safety Meeting setelah terjadi accident atau incident 10 Membersihkan dan merapikan Lingkungan kantor. Sasaran K3LM Program K3LM Realisasi Mulai Selesai Januari Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Januari Januari Januari Januari Januari April Januari April April April April April April April Status Pencap. Waskita Karya PEMANTAUAN & PENGUKURAN SASARAN & PROGRAM K3LM BULAN APRIL Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 Rencana Mulai Selesai Januari Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Januari Januari Januari Januari Januari Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei No. lapangan dan Mess 11 Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan K3LM 12 Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan P3K 13 Melakukan services berkala pada kendaraan milik proyek 14 Memberikan identitas pada setiap barang yang ada di gudang 15 Mendistribusikan IK Januari Januari Januari Mei Mei Januari Januari Januari Januari April April Januari .

Mengalokasikan barang sesuai jenisnya Penyediaan APD Memasang & marawat railing pada tepi bangunan & area rawan Penguncian panel Memasang safety deck.No.tag out untuk setiap peralatan dan perlengkapan di lingkungan proyek 34 Menyusun dan menempatkan Sampel Material ke almari yang representatif. safety net dan proteksi Mendistribusikan ijin kerja pada area berbahaya. 35 36 37 38 Sosialisasi metode kerja yang aman kepada Mandor Ikut memelihara rambu-rambu petunjuk area berbahaya Membantu dalam penyediaan jalan kerja yang aman Membantu dalam Pemeliharaan petunjuk jalan masuk dan keluar dan ke master area 39 Menginformasikan kepada pelaksana K3LM tentang area berbahaya dalam proyek 40 Memelihara pagar pengaman disekeliling lubang 41 Membantu dalam pengecekan scafollding dan cat walk 42 Ikut memelihara kebersihan proyek yang ada di area kerja ataupun proyek. komputer.KM.meja. kursi. Melakukan training ERP Monitoring dan supporting sehingga seluruh program K3 berjalan dengan baik. Kotak P3K. 43 Menyediakan tempat istirahat pekerja/bedeng yang memadai . seperti. printer dll. 28 29 30 31 32 33 Melengkapi kebutuhan rumah tangga proyek Pemberian status alat Pemeriksaan Peralatan sebelum beroperasi dan secara berkala Maintenance Alat berat dan ringan Menata dan Merapihkan gudang Alat dan kabel Membuat lock out . Rencana Mulai Selesai Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Realisasi Mulai Selesai Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April Status Pencap. Sasaran Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Tindak Lanjut 27 Melengkapi kebutuhan karyawan. Sasaran K3LM Program K3LM 16 Memberikan penerangan yang cukup pada tempat kerja 17 Menyusun kabel dengan rapi di area kantor & proyek 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Menyediakan & memasang APAR Membuat cheklist untuk APAR.

Sasaran Continue Tindak Lanjut 45 Membantu dlm penyedian APD untuk pekerja & memantau pemakaiannya 46 Melaksanakan Investigasi Kecelakaan accident/ incident dan mengurusnya setiap habis terjadi Januari Januari Mei Mei Januari Januari April April Continue Continue 2 Meningkatkan kesesuaian legal 1 Melaksanakan pengurusan perijinan /pengesahan penggunaan Alat Berat / peralatan yang belum memiliki atau surat ijin pengesahan yang sudah tidak berlaku lagi ke pihak yang berwenang 2 Mendata & mengadakan pelatihan yang diperlukan 3 Meminta MSDS untuk setiap material khusus 4 Melakukan pengukuran-pengukuran yang diperlukan 5 Meminta SIO untuk setiap pekerja yang memerlukan keahlian khusus 6 Mempelajari peraturan dan menyesuaikan penerapannya 7 Mempelajari Peraturan tentang Instalasi Listrik 8 Mempelajari Peraturan tentang peralatan safety untuk operator Alat berat Close Awal proyek Januari Januari Mei Mei Mei Awal proyek Januari Januari April April April Continue Continue Continue Close Continue Close Close Januari Januari Januari Mei Januari Januari Januari Januari Januari April Januari Januari 3 Meningkatkan kesehatan karyawan 1 Merapihkan Lay out ruang kerja 2 Melaksanakan Pemeriksaan kesehatan bagi karyawan & pekerja yang belum pernah diperiksa melalui kerjasama dgn Jamsostek 3 Mengadakan kerjasama dengan pihak RS. Mintohardjo atau klinik Al-Afiat untuk program pemeriksaan dan pengobatan serta penanganan kecelakaan bagi karyawan & pekerja dan bekerjasama dengan Jamsostek 4 Menyediakan Klinik kesehatan. paramedis. 5 Membersihkan Gudang Alat dan Lingkungannya 6 Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Alat dan Lingkungannya Januari Mei Januari April Continue Close Continue Januari Mei Januari April Januari Januari Januari Mei Mei Mei Januari Januari Januari April April April Continue Continue Continue .No. obat-obatan dan kelengkapannya. Sasaran K3LM Program K3LM 44 Ikut memelihara pagar sementara pada tepi construction joint lantai Rencana Mulai Selesai Januari Mei Realisasi Mulai Selesai Januari April Status Pencap.

No. Januari Januari Januari Mei Mei Mei Januari Januari Januari April April April Continue Continue Continue . Sasaran K3LM Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Alat dan Lingkungannya 7 Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan Program K3LM Rencana Mulai Selesai Januari Mei Realisasi Mulai Selesai Januari April Status Pencap. Sasaran Continue Tindak Lanjut 8 Menentukan dan menyediakan tempat buang air kecil yang terjangkau pekerja 9 Mengawasi pekerja dalam membuang sampah di area proyek 10 Melakukan fogging.

m.P6.K3LM-15-13 Revisi : 0 ndak Lanjut Status Pelaksanaan Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Open Open Continue Continue Closed .

ndak Lanjut Status Pelaksanaan Continue Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue .

ndak Lanjut Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Closed Continue Continue Continue Closed Continue Closed Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue .

ndak Lanjut Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Continue .

P6. Waskita Karya Form.K3LM-03-01 Edisi : 1 SASARAN DAN PROGRAM K3LM Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 Penanggung Jawab Kaloglat Kalap K3L/Loglat/Pelaksana Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Nopember Nopember Januari Nopember Nopember Januari Januari Nopember Nopember Mei No.Persero PT. Pemisahan sampah organik dan anorganik Memonitor. 1 Sasaran Menangani limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan Program Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek Re . mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 3 Mencegah pencemaran air Re-Mapping sumber limbah cair tanah & badan air. serta Mapping saluran air buangan memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang Himbauan penghematan pemakaian air diijinkan sesuai peraturan terkait K3L K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat/Pelaksana K3L/Loglat/Pelaksana K3L Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Januari Mei Mei Mei Mei Nopember Nopember Mei .Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan sederhana (saringan & resapan) Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) 2 Mencegah terjadinya pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Menggunakan kembali material dan bahan yang masih Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L bisa digunakan (Reuse dan Recycling) oglat/adkont/PK/Survey Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja.

mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair 4 Mencegah penularan dan penyebaran penyakit Mengumpulkan secara kolektif dan membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. Memonitor. Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air Memonitor. Membersihkan area kerja dari sampah. memastikan air buangan Sasaran Program memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi) terkait Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit.Mencegah pencemaran air tanah & badan air. sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 5 Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan produktivitas tinggi. serta No. Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air. 3 Penanggung Jawab UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Mei Januari Mei Teknik/Pelaksana/K3L Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Januari Mei UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L K3L K3L K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Security Loglat/K3L/Pelaksana Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei K3L Januari Mei .

kontrol dan evaluasi. diarea proyek dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga lingkungan sekitar. 6 Sasaran Program Mencegah dan Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber bergerak menanggulangi kebisingan dan sumber titik. Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (minimal 1x seminggu) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring. kebisingan bisa ditekan Monitoring dan kontrol kebisingan Penanggung Jawab K3L Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Februari Februari Februari Februari Februari Februari Februari Februari 7 Mencegah terjadinya Melakukan pengukuran pada alat. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. 10 Mengurangi resiko kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran Memasang APAR disetiap Pos Security. 8 K3L Security K3L Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Security K3L Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat K3L PK/K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L/Loglat Loglat Februari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Januari Februari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Nopember Nopember Mei 9 Mengurangi dan menghilangkan bau yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu. bedeng dan kantor. Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan. Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait Mengatur parkir kendaraan. Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS . Menutup bak sampah atau melokalisir bak sampah sehingga bau tidak mengganggu. area kerja dan pemaparan getaran yang manusia secara periodik terus menerus pada manusia sehingga menurunkan produktivitas kerja Monitoring dan kontrol getaran Transportasi dan mobilitas Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area lancar tanpa hambatan proyek.No.

12 Mencegah Banjir Membuat saluran air hujan (drainase) Menyediakan pompa sesuai debit limpasan 13 Mengendalikan emisi yang Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat berasal dari sumber /kendaraan/genset) bergerak dan tidak Melakukan pengukuran emisi ulang bergerak Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran. Menentukan lokasi penyimpanan sementara limbah B3 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan Penanggung Jawab K3L/Loglat/Pelaksana Loglat/Pelaksana/K3L Loglat Pelaksana Pelaksana/K3L Teknik/Pelaksana Loglat Safety Officer Safety Officer Pelaksana Safety Officer Januari Nopember Nopember Nopember Nopember Mei Nopember Mei Mei Mei Januari Mei Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Mei Kaloglat Kaloglat Kalap Kalap Kalap Kaloglat Kaloglat Kalap Pelaksana Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Desember Nopember Nopember Mei Mei Mei Mei . Sasaran Program Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai. Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi 14 Mengendalikan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Limbah B3 Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga. 11 Menghindari terjadinya kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan Membuat saluran air hujan Menyediakan pompa untuk menguras air Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja.10 Mengurangi resiko kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran No.

No. P/K Safety Officer Safety Officer Safety Officer Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Desember Desember Desember Nopember Desember Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait Mereview data yang telah ada Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Ka Ka Ka Ka Safety Officer P/K & Safety Officer P/K & Safety Officer P/K & Safety Officer P/K & Safety Officer Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari Ka P/K & Safety Officer Ka P/K & Safety Officer Ka P/K & Safety Officer . 2010 Sosialisasi/training IK ke pihak terkait Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada rekanan Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat. Sasaran Program 15 Penanganan ceceran bahan Identifikasi area/tempat yang berpotensi kimia/B3 dan limbah B3 menimbulkan ceceran/tumpahan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan 16 Peningkatan kepedulian terhadap implementasi SML 17 Melakukan Penggantian semua peralatan/fasilitas yang mengandung Bahan Perusak Ozon (BPO) s. dll) Penanggung Jawab Safety Officer Kaloglat Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Nopember Desember Nopember Desember Kaloglat Kalap Kalap UnitK3LM Kantor Pusat Kaloglat Nopember Nopember Desember Desember Nopember Desember 18 Melakukan semua pemantauan dan pengukuran sesuai dengan peraturan dan persyaratan Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal lainnya yang relevan laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran 19 Pemenuhan Peraturan Daerah terkait 20 Membuat RK3LM Identifikasi bahan penggantinya Membuat jadwal pergantian bertahap Identifikasi item pemantauan dan pengukuran yang harus dilakukan Ka P/K Ka.d.

Januari 2007 Dibuat oleh. Sasaran Program Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Jakarta. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .No. (Ir.

K3LM-03-01 Revisi : 0 Status Pelaksanaan Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue .P6.m.

Status Pelaksanaan Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue .

Status Pelaksanaan Continue Close Continue Close Close Close Continue Close Continue Continue Continue Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Close Open Close Close Close Close Close Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Close Close Close Close .

Status Pelaksanaan .

Waskita Karya Form. Sasaran Mulai Selesai Mulai Selesai Close Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Mei Januari April Continue Close Close Continue No.P6.Persero PT.Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan sederhana (saringan & resapan) Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja. Pemisahan sampah organik dan anorganik Memonitor. Sasaran Program Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek Re . serta Mapping saluran air buangan memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang Himbauan penghematan pemakaian air diijinkan sesuai peraturan terkait Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Mei Januari April . mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan Tindak Lanjut 1 Menangani limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan 2 Mencegah terjadinya pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Mei Januari April Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari April April April April Continue Continue Continue Continue Close Close Continue 3 Mencegah pencemaran air Re-Mapping sumber limbah cair tanah & badan air.K3LM-15-13 Edisi : 1 Revisi : 0 PEMANTAUAN & PENGUKURAN SASARAN & PROGRAM K3LM BULAN APRIL Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 Rencana Realisasi Status Penc.

6 Mencegah dan Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber bergerak menanggulangi kebisingan dan sumber titik. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair 4 Mencegah penularan dan penyebaran penyakit Mengumpulkan secara kolektif dan membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. memastikan air buangan Sasaran Program memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi) terkait Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit. Rencana Mulai Selesai Januari Mei Januari Mei Realisasi Mulai Selesai Januari April Januari April Status Penc. Memonitor. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air Memonitor. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 5 Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan produktivitas tinggi. Januari Februari Mei Februari Januari Februari April Februari Continue Close .3 Mencegah pencemaran air tanah & badan air. Sasaran Continue Continue Tindak Lanjut Close Januari Mei Januari April Continue Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari April April April April April April April April April April Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Membersihkan area kerja dari sampah. diarea proyek dan lingkungan sekitar. sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. serta No. Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis. Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek. Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air.

Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai. menanggulangi kebisingan Sasaran Program diarea proyek dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga lingkungan sekitar. 10 Mengurangi resiko kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran Januari Mei Januari April Januari Mei Januari April Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Januari Januari Mei Mei Mei Januari Januari Januari April April April . Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (minimal 1x seminggu) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring. kebisingan bisa ditekan 7 Mencegah terjadinya pemaparan getaran yang terus menerus pada manusia sehingga menurunkan produktivitas kerja Monitoring dan kontrol kebisingan Melakukan pengukuran pada alat. Menutup bak sampah atau melokalisir bak sampah sehingga bau tidak mengganggu. bedeng dan kantor. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan. 11 Menghindari terjadinya kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan Membuat saluran air hujan Menyediakan pompa untuk menguras air Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Februari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Februari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Februari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Februari April April April April April April April Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue Continue Close Continue Close 9 Mengurangi dan menghilangkan bau yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu. Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait Mengatur parkir kendaraan.6 Mencegah dan No. Memasang APAR disetiap Pos Security. area kerja dan manusia secara periodik Rencana Mulai Selesai Februari Februari Februari Februari Februari Februari Realisasi Mulai Selesai Februari Februari Februari Februari Februari Februari Status Penc. kontrol dan evaluasi. Sasaran Close Close Close Tindak Lanjut Monitoring dan kontrol getaran 8 Transportasi dan mobilitas Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area lancar tanpa hambatan proyek.

Sasaran Close Close Tindak Lanjut 12 Mencegah Banjir Membuat saluran air hujan (drainase) Januari Mei Januari April Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Mei Mei Mei Nopember Nopember Nopember April April April Menyediakan pompa sesuai debit limpasan 13 Mengendalikan emisi yang Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat berasal dari sumber /kendaraan/genset) bergerak dan tidak Melakukan pengukuran emisi ulang bergerak Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran. Rencana Mulai Selesai Realisasi Mulai Selesai Status Penc. kendaraan Sasaran Program Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja. Nopember Desember Nopember Desember 14 Mengendalikan Tempat Menentukan lokasi penyimpanan sementara limbah B3 Nopember Nopember Nopember Nopember Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Limbah B3 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah Nopember Nopember Nopember Nopember B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan 15 Penanganan ceceran bahan Identifikasi area/tempat yang berpotensi kimia/B3 dan limbah B3 menimbulkan ceceran/tumpahan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari April April April April Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Close Open .11 Menghindari terjadinya kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas No. Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi Continue Close Continue Continue Continue Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga.

Sasaran Program Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan Tindak Lanjut 16 Peningkatan kepedulian terhadap implementasi SML 17 Melakukan Penggantian semua peralatan/fasilitas yang mengandung Bahan Perusak Ozon (BPO) s.15 Penanganan ceceran bahan kimia/B3 dan limbah B3 Rencana Realisasi Mulai Selesai Mulai Selesai Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Status Penc. 2010 Sosialisasi/training IK ke pihak terkait Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada rekanan Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat. dll) 18 Melakukan semua pemantauan dan pengukuran sesuai dengan peraturan dan persyaratan Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal lainnya yang relevan laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran 19 Pemenuhan Peraturan Daerah terkait 20 Membuat RK3LM Identifikasi bahan penggantinya Membuat jadwal pergantian bertahap Identifikasi item pemantauan dan pengukuran yang harus dilakukan Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Desember Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Desember Nopember Desember Close Close Close Close Close Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait Mereview data yang telah ada Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari April April April April Januari Januari Januari Januari Continue Continue Continue Continue Close Close Close Close .d. Sasaran Close Close Close Close Nopember Desember Nopember Desember Close No.

Sasaran Program Rencana Mulai Selesai Realisasi Mulai Selesai Status Penc.No. Sasaran Tindak Lanjut .

1 Sasaran Menangani limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan Program Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek 2 Mencegah terjadinya pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Re . mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 3 K3L K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mencegah pencemaran air tanah & badan air.P6. Pemisahan sampah organik dan anorganik Memonitor. serta memastikan air buangan memenuhi K3L/Loglat/Pelaksana Re-Mapping sumber limbah cair baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan terkait Nopember Nopember Mapping saluran air buangan K3L/Loglat/Pelaksana Nopember Nopember Himbauan penghematan pemakaian air K3L Januari Mei .Persero PT.K3LM-03-01 Edisi : 1 SASARAN DAN PROGRAM K3LM Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 Penanggung Jawab Kaloglat Kalap K3L/Loglat/Pelaksana Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Nopember Nopember Januari Nopember Nopember Januari Januari Nopember Nopember Mei No. Waskita Karya Form.Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan sederhana (saringan & resapan) Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan yang masih Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L bisa digunakan (Reuse dan Recycling) oglat/adkont/PK/Survey Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja.

3 No. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan 5 Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kendaraan keluar masuk area Mengatur lalulintas produktivitas tinggi. Sasaran Program Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi) Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit. sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. Membersihkan area kerja dari sampah. proyek. Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis. Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air. Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air Memonitor. Penanggung Jawab UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Mei Januari Mei Teknik/Pelaksana/K3L Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Januari Mei UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L K3L K3L K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Security Loglat/K3L/Pelaksana Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei K3L Januari Mei . Memonitor. mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair 4 Mencegah penularan dan penyebaran penyakit Mengumpulkan secara kolektif dan membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah.

Security Mengurangi dan menghilangkan bau yang sampahsehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu. bedeng dan kantor. Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait K3L Security K3L Kalap/Teknik/Pelaksana/K3L/L oglat/adkont/PK/Survey Februari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Januari Februari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Nopember Nopember Mei 9 Mengatur parkir kendaraan. Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (minimal 1x seminggu) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring. dan sumber titik. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS . Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga kebisingan bisa ditekan Monitoring dan kontrol kebisingan Penanggung Jawab K3L Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Februari Februari Februari Februari Februari Februari Februari 7 Mencegah terjadinya pemaparan getaran yang terus menerus pada manusia sehingga menurunkan produktivitas kerja Februari Melakukan pengukuran pada alat. Teknik/Pelaksana/K3L/Loglat K3L PK/K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L/Loglat Loglat 10 Mengurangi resiko kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran Memasang APAR disetiap Pos Security. area kerja dan K3L manusia secara periodik 8 Monitoring dan kontrol getaran Transportasi dan mobilitas lancar tanpa hambatan Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek.No. Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan. kontrol dan evaluasi. 6 Sasaran Program Mencegah dan menanggulangi kebisingan diarea proyek dan lingkungan bergerak Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber sekitar. Menutup bak timbul atau melokalisir bak sampah K3L sehingga bau tidak mengganggu.

Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. 14 Mengendalikan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Limbah B3 Menentukan lokasi penyimpanan sementara limbah B3 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan Januari Nopember Nopember Nopember Nopember Mei Nopember Mei Mei Mei Kaloglat Kaloglat Kalap Kalap Kalap Kaloglat Kaloglat Kalap Pelaksana Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Januari Januari Januari Januari Nopember Nopember Desember Nopember Nopember Mei Mei Mei Mei . Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga.10 No. Sasaran Program Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai. 12 Mencegah Banjir Membuat saluran air hujan (drainase) Menyediakan pompa sesuai debit limpasan 13 Mengendalikan emisi yang berasal dari sumber bergerakemisitidak bergerak Identifikasi sumber-sumber dan (alat berat /kendaraan/genset) Melakukan pengukuran emisi ulang Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran. Penanggung Jawab K3L/Loglat/Pelaksana Loglat/Pelaksana/K3L Loglat Pelaksana Pelaksana/K3L Teknik/Pelaksana Loglat Safety Officer Safety Officer Pelaksana Safety Officer Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Januari Mei Januari Mei 11 Menghindari terjadinya kelongsoran tanah akibat hujan Membuat saluran air penggalian dan aktivitas kendaraan Menyediakan pompa untuk menguras air Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja.

Sasaran Program 15 Penanganan ceceran bahan kimia/B3 dan limbah B3 yang berpotensi Identifikasi area/tempat menimbulkan ceceran/tumpahan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan Sosialisasi/training IK ke pihak terkait 16 Peningkatan kepedulian terhadap implementasi SML komunikasi SML kepada Melakukan konsultasi dan karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada rekanan Penanggung Jawab Safety Officer Kaloglat Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Nopember Desember Nopember Desember Kaloglat Kalap Kalap UnitK3LM Kantor Pusat Nopember Nopember Desember Desember 17 Melakukan Penggantian semua peralatan/fasilitas yang mengandung Bahandll) Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat.No. 2010 Kaloglat Nopember Desember Identifikasi bahan penggantinya Ka P/K Membuat jadwal pergantian bertahap Ka.d. Perusak Ozon (BPO) s. P/K 18 Melakukan semua pemantauan dan pengukuran sesuai dengan peraturan dan persyaratan lainnya yang relevan Identifikasi item pemantauan dan pengukuran yang Safety Officer harus dilakukan Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal 19 Pemenuhan Peraturan Daerah terkait Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait 20 Membuat RK3LM Mereview data yang telah ada Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Safety Officer Nopember Nopember Nopember Nopember Nopember Desember Desember Desember Nopember Desember Safety Officer Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Januari Januari Januari Januari .

Januari 2007 Dibuat oleh. Sasaran Program Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai Jakarta. (Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .No.

P6.K3LM-03-01 Revisi : 0 Status Pelaksanaan Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue .m.

Status Pelaksanaan Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Close Continue .

Status Pelaksanaan Continue Close Continue Close Close Close Continue Close Continue Continue Continue Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue .

Status Pelaksanaan Close Open Close Close Close Close Close Close Close Close Close Close Continue Continue Continue Continue Close Close Close Close .

Status Pelaksanaan .

P6.Mapping sumber limbah Januari II III IV R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R Mei II III IV R R R Pelaksana SO I R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO SO Pembuatan instalasi pengolah air buangan sederhana (saringan & resapan) 2 Mencegah pencemaran Menerapkan teknologi bersih dengan air tanah & badan air. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Safety Officer : Wiyono : 2007 RENCANA TINDAKAN I terjadinya Menerapkan teknologi bersih dengan R 1 Mencegah pencemaran tanah & meminimalkan buangan dan bekerja sesuai buangan melebihi baku metode kerja sehingga antara input dan mutu terkait output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan R yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Re . meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R serta memastikan air metode kerja sehingga antara input dan buangan memenuhi output sama (sisa sekecil mungkin) baku mutu yang diijinkan sesuai Himbauan penghematan pemakaian air peraturan terkait R SO R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai R bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO .Persero PT.T.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Jakarta Form.

Membersihkan area kerja R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO SO R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO SO Menguras dan menghilangkan genangan air. sifat dan frekuensi pemakaian R produktivitas tinggi. R Menjaga kebersihan prasarana lingkungan.peraturan terkait No SASARAN RENCANA TINDAKAN Re-Mapping sumber limbah cair Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana SO Mapping saluran air buangan SO Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit. R R R R SO R R R R SO . R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO Membersihkan area kerja dari sampah. bergerak dan sumber titik. sehingga tidak mengganggu akses jalan. WC dan sarana R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO SO 4 Menciptakan lingkungan Menyusun dan meletakkan material sesuai kerja yang nyaman dan dengan jenis. R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) 5 Mencegah menanggulangi sehingga kebisingan bisa ditekan kebisingan diarea proyek dan lingkungan Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber sekitar. 3 Mencegah dan penyakit secara kolektif dan R penularan Mengumpulkan penyebaran membuang sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah.

Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R I Mei II III IV Pelaksana SO 6 Mencegah terjadinya Melakukan pengukuran pada alat. bedeng dan kantor. area kerja pemaparan getaran dan manusia secara periodik yang terus menerus pada manusia sehingga Monitoring dan kontrol getaran menurunkan produktivitas kerja Transportasi dan 7 mobilitas lancar tanpa hambatan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait R R R R SO R R R S R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R SO Memasang rambu lalulintas R R R S SO Mengurangi dan Menggunakan saluran tertutup untuk R bau penyaluran air buangan. 9 kebakaran tidak terjadi kebakaran S Memasang APAR disetiap Pos Security. 10 Menghindari terjadinya Membuat saluran air hujan kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S SO SO SO SO SO SO SO SO . sampah sehingga bau tidak mengganggu. 8 menghilangkan yang timbul sehingga S masyarakat dan pekerja Menutup bak sampah atau melokalisir bak R tidak terganggu. S Mengeluarkan sampah domestik berkala (minimal 1x seminggu) Meletakkan pengharum ruangan WC secara R S R S Mengurangi resiko Memisahkan antara bahan sisa dan bahan R sehingga terpakai.

Menghindari terjadinya No kelongsoran SASARAN tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan RENCANA TINDAKAN Melakukan penggalian metode kerja. sesuai dengan Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana SO emisi Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat 11 Mengendalikan yang berasal dari /kendaraan/genset) sumber bergerak dan tidak bergerak Melakukan pengukuran emisi ulang SO SO Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) ceceran Identifikasi area/tempat yang berpotensi 12 Penanganan bahan kimia/B3 dan menimbulkan ceceran/tumpahan limbah B3 item pemantauan dan semua Identifikasi 13 Melakukan pemantauan dan pengukuran yang harus dilakukan pengukuran sesuai dengan peraturan dan persyaratan lainnya Membuat jadwal pemantauan pengukuran yang relevan Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal 14 Pemenuhan Peraturan Menghubungi pihak terkait atau instansi R Daerah terkait setempat S Mendata Peraturan daerah terkait R S Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait SO SO SO SO SO SO R S R S R SO SO SO .

Pemenuhan Peraturan Daerah terkait

No

SASARAN

RENCANA TINDAKAN Januari Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan I II III IV terkait S Mereview data yang telah ada R S Menggabungkan tersedia data-data yang telah R S secara R S R S

WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV

I

Mei II III IV

Pelaksana

15 Membuat RK3LM

SO

SO

Mendokumentasikan berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait

SO

SO

KETERANGAN

R S T P

Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan

Jakarta, Januari 2007 Dibuat oleh, Disetujui oleh :

(Wiyono) Safety Officer

(Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek

Form.P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3

Keterangan Status Pelaksanaan Continue

Continue

Close

Close

Continue

Continue

Continue

Keterangan Status Pelaksanaan Close

Close

Close

Continue

Continue Continue

Continue Continue

Continue

Continue

Close

Close

Keterangan Status Pelaksanaan Close

Close

Close

Close

Continue

Continue

Continue

Continue

Continue

Close

Close

Close

Keterangan Status Pelaksanaan Close

Close

Close

Close

Close

Close

Close

Close

Close

Continue

Continue

Continue

Keterangan Status Pelaksanaan Close

Close

Close

Close

Persero PT.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium, Jakarta

Form.P6. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3

RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.T. WASKITA KARYA (Persero)
Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Teknik : Ir. Heru Prastomo, MM : 2007 RENCANA TINDAKAN I 1 Mencegah terjadinya Mendesign instalasi pengolah air buangan pencemaran tanah dan sederhana (saringan & resapan) buangan melebihi baku mutu terkait Menerapkan teknologi bersih dengan R meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan R yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) 2 Mencegah pencemaran Mendesign bak sampah dan TPA proyek air tanah & badan air, dengan sistem tertutup agar tidak serta memastikan air menimbulkan vektor penyakit. buangan memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai Menerapkan teknologi bersih dengan peraturan terkait meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) 3 Mengurangi dan Mendesign saluran tertutup menghilangkan bau penyaluran air buangan. yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu. untuk Januari II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Katek

I

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

Katek

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

Katek

Katek

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

Katek

Katek

MM) Kepala Teknik (Ir. WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Katek KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta. yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja 4 Mencegah Banjir Mendesign saluran air hujan (drainase) tidak terganggu. Heru Prastomo.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari 3 Mengurangi dan Mendesign saluran tertutup untuk I II III IV menghilangkan bau penyaluran air buangan. Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Disetujui oleh : (Ir. Januari 2007 Dibuat oleh.

P6.Form. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Continue Continue Close Continue Close .

Keterangan Status Pelaksanaan Close .

Kalap . Winursito Adi : 2007 RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV R S R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Kalap I 1 Menangani limbah B3 Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait maupun non B3 yang pada personil proyek mencemari lingkungan terjadinya Menerapkan 2 Mencegah teknologi bersih dengan pencemaran tanah & meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R buangan melebihi baku metode kerja sehingga antara input dan mutu terkait output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan R yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) 3 Mencegah pencemaran Menerapkan teknologi bersih dengan air tanah & badan air. meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R serta memastikan air metode kerja sehingga antara input dan buangan memenuhi output sama (sisa sekecil mungkin) baku mutu yang diijinkan sesuai Re-Mapping sumber limbah cair peraturan terkait R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap Kalap Mapping saluran air buangan Kalap Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit.Persero PT. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Kalap : Ir.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.T.P6. Jakarta Form.

6 Transportasi dan mobilitas lancar tanpa hambatan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait R R R R Kalap Kalap dan Menggunakan saluran 7 Mengurangi menghilangkan bau penyaluran air buangan.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Kalap 4 Menciptakan lingkungan Menyusun dan meletakkan material sesuai kerja yang nyaman dan dengan jenis. 10 Mencegah Banjir sesuai dengan R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap Kalap Kalap Kalap Membuat saluran air hujan (drainase) Kalap . tertutup untuk R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap resiko Memisahkan antara bahan sisa dan bahan 8 Mengurangi R kebakaran sehingga terpakai. sifat dan frekuensi pemakaian R produktivitas tinggi. yang timbul sehingga masyarakat dan pekerja tidak terganggu. tidak terjadi kebakaran 9 Menghindari terjadinya Membuat saluran air hujan kelongsoran tanah akibat penggalian dan aktivitas kendaraan Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian metode kerja. sehingga tidak mengganggu akses jalan. dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) 5 Mencegah menanggulangi sehingga kebisingan bisa ditekan kebisingan diarea proyek dan lingkungan sekitar.

Ghozy Perdana) Kepala Proyek . 2007 Disetujui oleh : (Ir.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Kalap emisi Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait. 11 Mengendalikan yang berasal dari sumber bergerak dan tidak bergerak 12 Mengendalikan Tempat Menentukan lokasi penyimpanan sementara Pembuangan Sampah limbah B3 Sementara (TPS) Limbah B3 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Sosialisasi IK kepada pihak terkait Kalap Kalap R S Kalap Melakukan pemeriksaan berkala terhadap R pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan ceceran Sosialisasi/training IK ke pihak terkait 13 Penanganan bahan kimia/B3 dan limbah B3 14 Peningkatan kepedulian Melakukan konsultasi dan komunikasi SML terhadap implementasi kepada karyawan SML R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kalap Kalap Kalap KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta. Dibuat oleh. Winursito Adi) Kepala Lapangan (Ir.

Form.P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Continue Continue Continue Close Close Close .

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Close Continue Continue Close Close Close Close .

Keterangan Status Pelaksanaan Close Close Close Close Continue Close Close .

P6. Jakarta Form. : 2007 RENCANA TINDAKAN Menyediakan tempat sampah baik maupun non-B3 (organic & an organic) B3 Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Kaloglat I 1 Menangani limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan terjadinya Pembuatan instalasi pengolah air buangan 2 Mencegah pencemaran tanah dan sederhana (saringan & resapan) buangan melebihi baku mutu terkait Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan R yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Pemisahan sampah organik dan anorganik R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat 3 Mencegah pencemaran Menyediakan alas dan bak penampung air tanah & badan air. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Peralatan dan Logistik : Djarot D.Persero PT.S.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. tumpahan pada pekerjaan yang memakai R serta memastikan air bahan kimia serta lokasi penyimpanan buangan memenuhi (bahan kimia dan bahan B3) baku mutu yang diijinkan sesuai Menerapkan teknologi bersih dengan peraturan terkait meminimalkan buangan dan bekerja sesuai R metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat .T. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.

sumber bergerak dan tidak bergerak Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi 10 Mengendalikan Tempat Menyiapkan simbol & label yang Pembuangan Sampah mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Sementara (TPS) Limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Kaloglat Kaloglat Kaloglat Kaloglat . 6 Transportasi dan mobilitas lancar tanpa hambatan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat Kaloglat 7 Mengurangi resiko Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS kebakaran sehingga tidak terjadi kebakaran R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat Memisahkan antara bahan sisa dan bahan R terpakai.air tanah & badan air. WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat dan Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) 5 Mencegah menanggulangi sehingga kebisingan bisa ditekan kebisingan diarea proyek dan lingkungan sekitar. sehingga tidak mengganggu akses jalan. 8 Mencegah Banjir Menyediakan pompa sesuai debit limpasan R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat emisi Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak 9 Mengendalikan yang berasal dari ketiga. sifat dan frekuensi pemakaian R produktivitas tinggi. serta memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai MenerapkanRENCANA TINDAKAN teknologi bersih dengan No peraturan terkait SASARAN Januari meminimalkan buangan dan bekerja sesuai I II III IV metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) 4 Menciptakan lingkungan Menyusun dan meletakkan material sesuai kerja yang nyaman dan dengan jenis.

2010 BPO Kaloglat Kaloglat KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta. Disetujui oleh : (Djarot D.) Kaloglat (Ir.S.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Kaloglat ceceran Menyediakan 11 Penanganan peralatan penanganan bahan kimia/B3 dan tumpahan (spillage kit) di area yang limbah B3 berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan 12 Melakukan Penggantian Identifikasi penggunaan semua (AC/Kulkas/Alat. Ghozy Perdana) Kepala Proyek .d. Januari 2007 Dibuat oleh. dll) peralatan/fasilitas yang mengandung Bahan Perusak Ozon (BPO) s.

P6. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Close Continue Continue Continue Continue Continue .Form.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Continue Continue Continue Continue Close Close Standby Standby .

Keterangan Status Pelaksanaan Open Close Close .

K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : P/ K : Alan May Nasution : 2007 RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R Mei II III IV R R R Pelaksana I R Mencegah terjadinya Menggunakan kembali material dan bahan 1 pencemaran tanah dan yang masih bisa digunakan (Reuse dan R buangan melebihi baku Recycling) mutu terkait 2 Mencegah pencemaran Menerapkan teknologi bersih dengan air tanah & badan air.Persero PT. meminimalkan buangan dan bekerja sesuai serta memastikan air metode kerja sehingga antara input dan R buangan memenuhi output sama (sisa sekecil mungkin) baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan terkait Ka P/K Ka P/K R R R R R R R R R R R R R R R R R R R 3 Melakukan Penggantian Identifikasi bahan penggantinya semua peralatan/fasilitas yang mengandung Bahan Perusak Ozon (BPO) Membuat jadwal pergantian bertahap s. 2010 4 Pemenuhan Peraturan Menghubungi pihak terkait atau instansi R Daerah terkait setempat S Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait R S R S R S R Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K . Jakarta Form.d.T.P6.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.

Pemenuhan Peraturan Daerah terkait WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan I II III IV terkait S I Mei II III IV Pelaksana .

Januari 2007 Dibuat oleh. Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Disetujui oleh : (Alan May Nasution) Ka P/K (Ir.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Mereview data yang telah ada Januari I II III IV R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Ka P/K 5 Membuat RK3LM Menggabungkan tersedia data-data yang telah R S secara R S R S Ka P/K Mendokumentasikan berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait Ka P/K Ka P/K KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta.

P6.Form. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Close Close Close Close Close .

Keterangan Status Pelaksanaan .

Keterangan Status Pelaksanaan Close Close Close Close .

Jakarta Form. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Kalap : Ir.T. Menginformasikan kepada pelaksana K3LM tentang area berbahaya dalam proyek R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kalap Kalap . Membantu dalam kerja yang aman penyediaan jalan R S Kalap Kalap 1. Ikut memelihara rambu-rambu petunjuk R area berbahaya S 6. Membantu dalam Pemeliharaan R petunjuk jalan masuk dan keluar dan ke master area S 8.Persero PT. Sosialiasi dan mengawasi penggunaan APD yang memadai dan sesuai pekerjaan 4.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Inspeksi K3LM harian Januari I II III IV R S 2. Membantu memelihara railing-railing yang terdapat pada area proyek. Incidence Rate = 0 7. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Sosialisasi metode kerja yang aman kepada Mandor 3. Winursito Adi : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Mei II III IV R S R S R S Kalap Pelaksana Kalap I R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kalap Kalap 5.P6.

Ikut memelihara pagar sementara pada tepi construction joint lantai 1. Ghozy Perdana) . Meningkatkan kesesuaian Legal peraturan R S 1. Memelihara pagar disekeliling lubang 10. S 12. Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan 3. Menyediakan tempat istirahat R pekerja/bedeng yang memadai S 13. Mengawasi pekerja dalam membuang sampah di area proyek R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kalap Kalap KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta. Membantu dalam pengecekan scafollding dan cat walk Januari I II III IV pengaman R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S I R S R S R S Mei II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S Pelaksana Kalap Kalap 11.1. Incidence Rate = 0 WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S No SASARAN RENCANA TINDAKAN 9. Disetujui oleh : (Ir. Ikut memelihara kebersihan proyek yang R ada di area kerja ataupun proyek. 31 Mei 2007 Dibuat oleh. Winursito Adi) (Ir. Menentukan tempat buang air kecil R yang terjangkau pekerja S 3. Meningkatkan kesehatan karyawan R S Kalap Kalap Kalap Kalap R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kalap 2. Sosialisasi mengenai perundang-undangan K3LM R S 2.

No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Kepala Lapangan I Mei II III IV Pelaksana Kepala Proyek .

K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Continue Continue Continue Close Continue Close .Form.P6.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Close Close Close Continue Close Continue .

Keterangan Status Pelaksanaan .

P6.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Membantu dlm penyedian APD untuk pekerja & memantau pemakaiannya R S 3. Meeting mingguan /Rapat Koordinasi K3LM rutin R . Incidence Rate = 0 5. APD dll) S 7. Proteksi. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Jakarta Form. Melaksanakan pengendalian sesuai rencana pengendalian thdp potensi R bahaya dan risiko (Safety deck. Safety net. Melaksanakan Investigasi Kecelakaan R setiap habis terjadi accident/ incident dan mengurusnya S 6. R S R S R S R S R S R S R R S R S R S R R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana I Safety Officer Safety Officer Safety Officer 1. Melaksanakan Inspeksi K3LM & merangkum hasil inspeksi yang dilakukan personil lain. induksi dll 4. Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S 2. Melaksanakan sosialisasi & pengarahan K3LM kepada seluruh karyawan & pekerja antara lain Program safety morning. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Safety Officer : Wiyono : 2007 RENCANA TINDAKAN 1.Persero PT.T.

Memasang & merawat rambu-rambu K3LM di area proyek R S Meningkatkan kesesuaian Legal 1. mess & bedeng pekerja S 9. Menyediakan perlengkapan P3K R S 2. Memelihara & merapikan lingkungan R kantor. Disetujui oleh : (Wiyono) Safety Officer (Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek . Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer Safety Officer R S R R R R R R R R Safety Officer Jakarta. Meningkatkan kesehatan karyawan 3. Melakukan fogging di area proyek R S KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer R R R R R R R R R R R R R R R R 2. lapangan.No SASARAN MeetingRENCANA TINDAKANKoordinasi mingguan /Rapat K3LM rutin Januari I II III IV S S R S R S R S R S R S S R S R S R S R S S R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana 8. Menyediakan tempat kencing sementara 3. Mempelajari peraturan & penyesuaian penerapannya R S 1. Januari 2007 Dibuat oleh.

K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Continue Close Continue Continue Continue Continue .P6.Form.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Continue Close Continue .

Menyusun dan menempatkan Sampel Material ke almari yang representatif.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.Persero PT. R S 5. MM : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. . Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S 2. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Teknik : Ir.P6.T. Incidence Rate = 0 2. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh staf teknik. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Menginformasikan Jadwal kerja pada R petugas K3LM S Meningkatkan kesesuaian Legal 1. Melengkapi APD yang sesuai untuk staf teknik yang ke lapangan. 3. Jakarta Form. Mempelajari peraturan menyesuaikan penerapannya dan R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Katek Continue R R R R R R R R R R R R R R R R Katek Continue R R R R R R R R R R R R R R R R Katek Continue Katek Close Katek Close WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Katek Keterangan Status Pelaksanaan Close I 1. R S R S 4. Heru Prastomo.

Januari I II III IV R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Katek Keterangan Status Pelaksanaan Continue 3. Januari 2007 Dibuat oleh. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta. Disetujui oleh : . Heru Prastomo. Meningkatkan kesehatan karyawan KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Ir.No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1. MM) Kepala Teknik (Ir. Memelihara kebersihan pada area kerja.

WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Adkon : Ir. . Incidence Rate = 0 2. Paulus Budi Kartiko : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Jakarta Form. Mempelajari peraturan menyesuaikan penerapannya dan R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Adkon Adkon Adkon R S R S R S Adkon WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Adkon I 1. Memeriksa kelengkapan K3LM Subkontraktor sesuai dengan Cek list kelengkapan K3LM di Kantor Sub Kont.P6.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.T. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S R S 3. 2. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3 kepada seluruh staf adkon. 4.Persero PT. Melakukan sosialisasi K3LM kepada Subkontraktor proyek R S R S Meningkatkan kesesuaian Legal 1.

Disetujui oleh : . Januari 2007 Dibuat oleh. Meningkatkan kesehatan karyawan KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Ir. Paulus Budi Kartiko) Adkon (Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta. Memelihara kebersihan pada area kerja. Januari I II III IV R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Adkon 3.No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1.

K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Close Close Continue .P6.Form.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue .

Persero PT.T. Incidence Rate = 0 5. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Peralatan dan Logistik : Djarot D.S. Menata dan merapihkan Panel dan kabel R listrik Sementara S 6.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. Menyediakan APD yang sesuai dengan Kebutuhannya R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R Mei II III IV R R R Pelaksana Kaloglat I R .P6. : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Pemberian status alat Januari I II III IV R S 2. Menata dan merapihkan gudang kabel R S 7. Maintenance Alat berat dan ringan R S 4. Jakarta Form. Pemeriksaan Peralatan sebelum beroperasi dan secara berkala R S 3. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Menata dan Merapihkan gudang Alat R S 1.

Meningkatkan kesesuaian Legal Listrik R S Kaloglat 3. Mempelajari Peraturan tentang Instalasi 2. Meningkatkan kesehatan karyawan R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Kaloglat 2.No SASARAN RENCANA TINDAKAN Januari I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Kaloglat 8.S. Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Alat dan Lingkungannya Kaloglat KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Djarot D. Membuat lock out . Mempelajari Peraturan tentang peralatan safety untuk operator Alat berat R S Kaloglat 1. Januari 2007 Dibuat oleh. Disetujui oleh : .tag out untuk setiap R peralatan dan perlengkapan di lingkungan proyek S 1. Membersihkan Gudang Alat dan Lingkungannya 3. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta. Mempelajari Peraturan tentang Pemakaian alat Angkut dan angkat Kaloglat 2.) Kaloglat (Ir.

Form. K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue .P6.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Close Close Close Continue Close .

T.Persero PT.P6. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh staf P/K. Penyediaan Obat-obatan dan peralatan R P3K untuk lingkungan proyek. Membersihkan dan Lingkungan kerjanya. Jakarta Form. Melengkapi kebutuhan karyawan. kursi. seperti. printer dll. komputer. merapikan R S 4. Mengusulkan 2 orang karyawan ke Divisi untuk diikutkan kedalam pelatihan K3 1. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : P/K : Alan May Nasution : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Mengusulkan 2 orang karyawan ke Divisi untuk diikutkan kedalam pelatihan P3K Ka P/K 6. 3.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium. R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K .meja. Incidence Rate = 0 R S R S R S R S Ka P/K R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K Ka P/K WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Ka P/K I 5. S 8. Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S 2.

Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta. Mengadakan kerjasama dengan pihak RS. R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K 3. Mintoharjo untuk program pemeriksaan dan pengobatan serta penanganan kecelakaan bagi karyawan & pekerja.No SASARAN RENCANA TINDAKAN 9. Disetujui oleh : . 2. Menyediakan Klinik kesehatan . Melengkapi kebutuhan rumah tangga proyek dan merawat kendaraan operasional Januari I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R I R Mei II III IV R R R Pelaksana Ka P/K 2. paramedis dan kelengkapannya dilapangan . Januari 2007 Dibuat oleh. Meningkatkan kesehatan karyawan R R R R R R R R R R R R R R R R Ka P/K KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Alan May Nasution) Ka P/K (Ir. Mempelajari peraturan & menyesuaikan R penerapannya S 1. Meningkatkan kesesuaian Legal 1.

K3LM-03-03 Revisi : 0 Revisi : 3 Keterangan Status Pelaksanaan Close Close Continue Continue Continue .Form.P6.

Keterangan Status Pelaksanaan Continue Continue Continue Continue .

Incidence Rate = 0 Kapro Close 4. . R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kapro Continue 3. Mempelajari peraturan menyesuaikan penerapannya dan R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S Kapro Continue Kapro Continue 2.Persero PT. S Meningkatkan kesesuaian Legal 1. Monitoring dan supporting sehingga R seluruh program K3 berjalan dengan baik. R S R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R R S R Kapro Continue 5. Melaksanakan Weekly dan Monthly Safety Meeting secara rutin. Segera melaksanakan Safety Meeting setelah terjadi accident atau insident R Kapro Standby 6. Ghozy Perdana : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Melakukan sosialisasi K3 kepada seluruh pegawai proyek saat weekly meeting Januari I II III IV R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV I Mei II III IV Pelaksana Kapro Keterangan Status Pelaksanaan Continue 2. WASKITA KARYA (Persero) Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Kepala Proyek : Ir. Jakarta Form.P6.T. Melakukan sosialisasi K3 kepada Sub Kontraktor dan Supplier proyek 1. Melakukan inspeksi K3 Mingguan dan Bulanan. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3 RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium.

. Merapihkan Lay out ruang kerja Januari I II III IV R S R S R S R S WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S I R S Mei II III IV R S R S R S Pelaksana Kapro Keterangan Status Pelaksanaan Continue 3.No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1. Meningkatkan kesehatan karyawan KETERANGAN R S T P Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan (Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek Jakarta. Januari 2007 Dibuat oleh.

TANGGUNG JAWAB. Devy Friska. 6 Melakukan investigasi bila terjadi ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan serta pencegahan 7 Menerangkan Kebijakan K3LM Perusahaan maupun proyek Sekertaris Organisasi P2K3LM 1 Menyelenggarakan administrasi K3LM & 5R 2 Menghimpun dan mengelola data tentang K3LM & 5R 3 Mensosialisasikan persyaratan SMK3LM kepada seluruh tingkat dalam organisasi sehingga dalam bekerja mengutamakan K3LM 4 Memeriksa kelengkapan K3LM & 5R 5 Mengevaluasi penyebab timbulnya ketidaksesuaian 6 Melaporkan kepada Ketua P2K3LM kinerja SMK3LM 7 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3LM secara berkesinambungan di proyek Sekertaris Organisasi P2K3LM .Persero PT. ST 1 2 Wewenang 1 . PERAN. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium SUMBER DAYA. WEWENANG DAN GAP ANAL Revisi-01 Tanggung Jawab Ketua Organisasi P2K3LM (Ir. GHOZI PERDANA) 1 Menetapkan Program Kerja K3LM dikantor/Proyek 2 Memberikan Briefing dan pelatihan K3LM di Proyek/Kantor 3 Memimpin rapat kordinasi setiap minggu 4 Melakukan Inspeksi dan Supervisi dilapangan 5 Membantu menjelaskan mengenai dampak terhadap kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan dari setiap kegiatan proyek dan upaya pencegahan/ minimalisasinya.

Alam. Material b. Wahyudin. Pekerja 2 Pengendalian terhadap pekerja dan tamu 3 Pendokumentasian serah terima jaga. Heru Prastomo. Sunendi. MM . 1 Membantu merumuskan HIRARC 2 Menentukan Sasaran & Program masing-masing bagian sesuai dengan HIRARC 3 Membantu dan berberan aktif dalam penyelenggaraan K3LM Ir.Wiyono Jamil Hasan Security 1 Memberikan jaminan keamanan lingkungan proyek. keluar masuk material / alat dan data pengunjung 4 Memonitor pintu gerbang yang menjadi akses jalan Security Leonardo. baik ancaman dari luar maupun dlm yang lingkupnya . kejadian lapangan bila ada. a. Jajat. Alat c. Surahman Anggota . Patoni dan Kholil Taufik.

Ir. Putu Gede Ir. Ichsan Ir. Henky Sitorus Agus Gunawan Asep Muslihat Ir. Pedrix Marliando Ir. Utin Tri A Aditya Ir. Ade Jatnika Ir. Armanda .

Ir. SE . Paulus Budi K Ir. Martini Ir. Zulfi Ir. Achmat Garnala Eko Mulyono Nasir Iwan Juansyah Teguh Ir. Ida Flora Hartono. SE Taufik Alamsyah.

Yovi Sarki Ir. Sudarmoko Amdani Iman Aris .Djarot DS Wawan Setiawan Rudi Cahyadi Lukman Daniel Sumarsono Ir.

(Ir. Supangat Mengetahui. Ghozy Perdana) Kepala Proyek . M Adnan Kohar Bafiyono Ir.Iwan Gunawan Yasin Ir.

ndominium YA. WEWENANG DAN GAP ANALISIS ORGANISASI TANGGAP P2K3LM Revisi-01 Gap Analisis Kompetensi Kesesuaian Ya Mengesahkan Instruksi Kerja K3LM Proyek Melaksanakan Inspeksi K3LM secara periodik Awareness MK3L Accident Investigation OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP Tidak x x x x x Wewenang Mewakili ketua P2K3LM dalam berhubungan dgn pihak ekstern khususnya berkaitan dengan Awareness MK3L Accident Investigation x x . TANGGUNG JAWAB. PERAN.

OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP Awareness MK3L Accident Investigation OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP Awareness MK3L Accident Investigation OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP x x x x x x x x x x x x x OHSAS 18001 Training ERP OHSAS 18001 Training ERP x x x x OHSAS 18001 Training ERP x x .

Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x .

OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP x x

x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x

Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L x x x x x

x x x x x x x x x x x x

x

x x x x x x x x x x x x x

OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L

x x x x x x x x x x x x x x x x x x

TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG DI DALAM STRUKTUR UMUM ORGANISASI

ANGGAP P2K3LM

JABATAN : SAFETY OFFICER TANGGUNG JAWAB dilaksanakan dan 1 1 Menjamin, dipeliharanya proses yang dibutuhkan dari SMK3LM di proyek.

WEWENAN

Keterangan

30 Mei - 1 Juni 2005 di Yogyakarta 1 kali ( 7 Jan 2006)

2 Melaksanakan sosialisasi terhadap persyaratan-persyaratan SMK3LM kepada seluruh tingkat dalam organisasi proyek tercapainya kesadaran dalam bekerja selamatan dan kesehatan kerja.

3 Melaporkan kepada Ketua Unit K3LM atas kinerja SMK3LM.

4 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3LM secara berkesinambungan di proyek

5 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3LM secara berkesinambungan di proyek

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006)

1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) .

1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) .

Menguasai SML ISO 14001:2004 . OHSAS 18001 & ISO 14001 : 2004 .Pernah mengikuti Diklat Accident Investigation .Laki-laki atau perempuan . jantung dll) C. cacat fisik. FISIK & KESEHATAN .Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000.Menguasai AMDAL . PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA . PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) .Diutamakan dari jurusan teknik B.Minimal D3 . KETRAMPILAN. KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN A.Menguasai SMM ISO 9001:2000 .Syarat kesehatan (buta warna.N WEWENANG UMUM ORGANISASI WEWENANG Mewakili Ketua Unit K3LM dalam berhubungan dengan pihak ekstern khususnya yang berkaitan dengan SMK3LM.Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet.Menguasai OHSAS 18001 .Menguasai SMK3LM Waskita . tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D.Pernah mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM .Pernah mengikuti Pelatihan Pemadam Kebakaran . LEVEL PENDIDIKAN .

.

.

.

.

.

Menguasai SML ISO 14001:2004 .Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM n bahaya kebakaran Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet. PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA . cacat fisik.ANALISA KOMPETENSI (GAP ANALYSIS) JABATAN : SAFETY OFFICER KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN A. tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi (tipe manusia .Menguasai OHSAS 18001 . LEVEL PENDIDIKAN Minimal D3 Diutamakan dari jurusan teknik LUKAN B. dan Dokumentation K3LM Penaggung Jawab : KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN .Menguasai SMM ISO 9001:2000 . PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000 & OHSAS 18001 Pernah Pernah Pernah Pernah mengikuti mengikuti mengikuti mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Diklat Accident Investigation Pelatihan Pemadam Kebakaran Diklat Safety Observation SO 9001 : 2000. KETRAMPILAN. FISIK & KESEHATAN Laki-laki atau perempuan Syarat kesehatan (buta warna.Menguasai SMK3LM Waskita . jantung dll) AMAN KERJA C.pembelajar) Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D.

Menguasai SMM ISO 9001:2000 . tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi (tipe manusia pembelajar) Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D. FISIK & KESEHATAN .Laki-laki atau perempuan .Minimal D3 . PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000 & OHSAS 18001 Pernah Pernah Pernah Pernah mengikuti mengikuti mengikuti mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Diklat Accident Investigation Pelatihan Pemadam Kebakaran Diklat Safety Observation ANALISA KOMPETENSI (GAP ANALYSIS) JABATAN : SAFETY OFFICER KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN . PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA . LEVEL PENDIDIKAN .Menguasai SML ISO 14001:2004 .Menguasai SMK3LM Waskita . jantung dll) C. cacat fisik.Menguasai OHSAS 18001 Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet. KETRAMPILAN.Syarat kesehatan (buta warna.A.Diutamakan dari jurusan teknik B.

FISIK & KESEHATAN .Laki-laki atau perempuan Syarat kesehatan (buta warna.Minimal D3 Diutamakan dari jurusan teknik B. PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000 & OHSAS 18001 Pernah mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Pernah mengikuti Diklat Accident Investigation Pernah mengikuti Pelatihan Pemadam Kebakaran Pernah mengikuti Diklat Safety Observation ANALISA KOMPETENSI (GAP ANALYSIS) JABATAN : SAFETY OFFICER KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN .Menguasai SMM ISO 9001:2000 Menguasai SML ISO 14001:2004 Menguasai SMK3LM Waskita Menguasai OHSAS 18001 Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet.A. jantung dll) C. LEVEL PENDIDIKAN . PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA .pembelajar) Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D. KETRAMPILAN. cacat fisik. tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi (tipe manusia .

KETRAMPILAN. jantung dll) C. cacat fisik.Minimal D3 .pembelajar) Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan D.OHSAS 18001 Pernah Pernah Pernah Pernah mengikuti mengikuti mengikuti mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Diklat Accident Investigation Pelatihan Pemadam Kebakaran Diklat Safety Observation . LEVEL PENDIDIKAN . PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA Menguasai Menguasai Menguasai Menguasai SMM ISO 9001:2000 SML ISO 14001:2004 SMK3LM Waskita OHSAS 18001 Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Prosedur K3LM Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet.Diutamakan dari jurusan teknik B. FISIK & KESEHATAN Laki-laki atau perempuan Syarat kesehatan (buta warna. tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi (tipe manusia . PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000 & .A.

.

.

GAP ANALYSIS) KESESUAIAN YA TIDAK KETERANGAN KESESUAIAN KETERANGAN .

YA TIDAK GAP ANALYSIS) KESESUAIAN YA TIDAK KETERANGAN .

GAP ANALYSIS) KESESUAIAN YA TIDAK KETERANGAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful