Anda di halaman 1dari 8

ILMU NEGARA Ilmu Negara merupakan salah satu ilmu dasar di bidang ilmu hukum.

Kedudukan Ilmu Negara Kedudukan Ilmu Negara dalam kurikulum pendidikan tinggi hukum adalah sebagai mata kuliah yang bersifat pengantar atau dasar bagi mata kuliah berikutnya di bidang kenegaraan. Karena sifatnya sebagai pengantar atau dasar, maka dalam mata kuliah Ilmu Negara ini kajiannya akan lebih bersifat abstrak, umum dan universal Secara etimologis istilah Ilmu Negara berasal dari Eropa, yaitu: Staatsleer (bahasa Belanda), Staatslehre (bahasa Jerman), Theorie dEtat (bahasa Perancis). Theory of State (bahasa Inggris), The General Theory of State atau Political Theory Istilah Ilmu Negara pertama kali diperkenalkan oleh George Jellinek yang disebut sebagai Bapak Ilmu Negara. George Jellinek memandang ilmu negara sebagai suatu keseluruhan dan membaginya ke dalam bagian-bagian yang berhubungan satu sama lain. Menurut Kranenburg, Ilmu Negara adalah ilmu tentang negara, dimana diadakan penyelidikan tentang sifat hakekat, struktur, bentuk, asal mula, ciri-ciri serta seluruh persoalan di sekitar negara. Ada perbedaan antara ilmu Negara dengan ilmu politik yaitu perbedaannya adalah terletak pada sifat kajian masing-masing. Kajian Ilmu Negara lebih bersifat teoritis dan lebih mementingkan segi normatifnya, hal ini menunjukkan bahwa Ilmu Negara bergerak dalam teori dan konsep. Kajian demikian ini dipengaruhi oleh pandangan ahli hukum. Kajian Ilmu Politik lebih bersifat praktis dan dinamis, berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada saat itu. Kajian demikian ini dipengaruhi oleh ahli sejarah dan sosial. Sehingga hubungan antara Ilmu Negara dan Ilmu Politik sangatlah erat. Oleh Karenanya untuk mendefinisikan Ilmu Negara secara terminologis akan diambil salah satu definisi yang ada, yaitu: Ilmu Negara adalah ilmu yang mempelajari persoalan-persoalan serta pengertianpengertian umum yang biasa terdapat pada setiap negara.

Obyek Ilmu Negara Obyek kajian Ilmu Negara adalah negara. Ilmu yang membicarakan negara itu tidak hanya Ilmu Negara, masih banyak ilmu-ilmu lain yang obyeknya juga negara. Ada perbedaan yang mendasar antara Ilmu Negara dengan ilmuilmu lain yang berobyek negara. Perbedaan tersebut adalah, negara sebagai obyek kajian Ilmu Negara adalah bersifat abstrakumum-universal, artinya obyeknya itu dalam keadaan terlepas dari tempat, keadaan dan waktu, jadi merupakan negara yang terlepas dari ruang dan waktu. Ilmu lainnya itu memandang, menyelidiki, mempelajari obyeknya, yaitu negara yang bersifat konkrit dan tertentu serta terikat oleh ruang dan waktu. Pandangan para sarjana tidaklah sama dalam memandang obyek Ilmu Negara ini. Salah satunya adalah pandangan dari seorang sarjana Jerman, yaitu George Jellinek yang dikenal sebagai Bapak Ilmu Negara. Dalam bukunya yang sangat terkenal Algemeine Staatlehre, Jellinek membuat suatu sistematika yang sangat teratur, dan karena pengaruh sistematika ini kemudian timbul ketentuan dalam membuat sistematika Ilmu Negara.

Jika ditinjau dari segi istilah, maka istilah Ilmu Kenegaraan (Staatswetenschap / General State Science) merupakan istilah yang tertua disamping Ilmu Negara (Staats Leer) dan Ilmu Politik (Wetenschap der Politiek). Pengertian istilah staatswetenschap dalam arti luas bukanlah ilmu kenegaraan yang ditinjau dari sudut hukum saja, tetapi juga dari sudut ekonomi sebagai akibat dari pengaruh merkantilisme. Theoritische staatswissenschaft dapat dibagi lagi ke dalam : Allgemeine staatslehre Yaitu ilmu negara umum yang membahas teori-teori tentang negara yang berlaku umum terhadap semua negara. 1. Nama negara 2. Karakteristik negara 3. Dasar pengesahan hukum negara 4. Tujuan negara 5. Timbul - lenyapnya negara 6. Sejarah dari tipe-tipe pokok negara Jellinek membahas Ilmu Negara Umum dengan menggunakan Teori Dua Segi atau zweiseiten theori. Berdasarkan teori tersebut maka Jellinek membedakan lagi Allgemeine Staatslehre dalam : Allgemeine soziale staatslehre (peninjauan dari sudut sosiologis). Melakukan peninjauan dari segi sosiologis. Yang termasuk ke dalam Allgemeine Soziale adalah : Teori mengenai sifat hakekat negara Teori mengenai pembenaran hukum atau penghalalan negara Teori mengenai terjadinya hukum negara Teori mengenai tujuan negara Teori mengenai penggolongan tipe-tipe negara dll. Allgemeine staatsrechtslehre (peninjauan dari sudut yuridis). Termasuk di dalamnya adalah : Teori mengenai bentuk negara dan bentuk pemerintahan Teori mengenai kedaulatan negara. Teori mengenai unsur negara Teori mengenai fungsi negara Teori mengenai konstitusi negara. Teori mengenai lembaga perwakilan Teori mengenai alat-alat perlengkapan negara Teori mengenai sendi-sendi pemerintahan Teori mengenai kerjasama antar negara BesondereStaatslehre Yaitu ilmu negara khusus yang membahas teori-teori tentang negara yang hanya berlaku pada suatu negara tertentu.

Praktische staatswissenschaft atau lebih dikenal dengan politiek Yaitu ilmu pengetahuan mengenai negara yang menguraikan tentang tata cara mempraktekkan teori-teori ilmu negara.

Ilmu Politik dalam sistematika Jellinek mempunyai arti yang berbeda dengan Political Science yang dikenal di negara-negara Anglo Saxon. Di negara-negara Anglo Saxon, ilmu politik merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. Sedangkan di negara-negara Eropa Kontinental, ilmu politik tidak berdiri sendiri tetapi berkaitan erat dengan staatswissenschaft. Pelaksanaan ilmu politik merupakan hasil penyelidikan dari theoritical science. Negara-negara Eropa Kontinental adalah negara-negara di daratan Eropa kecuali Inggris. Sedangkan negara-negara Anglo Saxon adalah Inggris dan daerah jajahannya.

Rechtswissenschaft Yaitu ilmu pengetahuan mengenai negara yang titik berat pembahasannya terletak pada segi yuridis/hukum dari suatu negara. Rechtwissenschaft terdiri dari Hukum Tata Negara, Hukum Tata Usaha Negara/Hukum Administrasi Negara dan Hukum Antar Negara

ILMU NEGARA KHUSUS REPUBLIK INDONESIA Dalam klasifikasi Jellineck, ilmu negara umum (algemeine staatsleer) bersifat teoritis, abstrak dan universal, sedangkan ilmu negara khusus lebih dekat kepada realitas ketatanegaraan suatu negara. Ilmu negara khusus adalah ilmu negara teoritis yang khusus berlaku hanya untuk satu negara tertentu saja. Melalui pendekatan deduktif, ilmu negara khusus menjangkau permulaan dari HTN positif sehingga ada hubungan antara ilmu negara umum dan HTN positif. Menurut Padmo Wahyono, teori ilmu negara umum yang bersifat universal merupakan hasil perbandingan dari teori-teori ilmu negara khusus dengan menghilangkan sifatsifat khusus yang akan diperoleh suatu abstraksi universal. Ilmu negara khusus merupakan embrio dari HTN positif. Ilmu negara khusus merupakan komplementer (pelengkap) bagi ilmu negara umum.

Metode Pendekatan Metode dalam ilmu adalah suatu prosedur berpikir runtut yang diguna-kan dalam penelitian untuk mendapatkan kesimpulan-kesimpulan ilmiah. Dalam ilmu sosial pada umumnya metode yang dipakai adalah: Pengamatan (observation); Analisis (analysis); Penggolong-golongan (classification); Perbandingan (comparison); Pengukuran (measurement); Penyelidikan (survey). Pengertian ilmu adalah suatu pengetahuan yang telah mempunyai sasaran (obyek) tertentu, mempunyai metode pendekatan tertentu dan mempunyai sistematika tertentu. Sedangkan ciri-ciri pokok ilmu adalah: rasional, empiris, umum, akumulatif

Metode pendekatan yang digunakan dalam Ilmu Negara adalah pendekatan historissistematis, yaitu mengkaji obyek Ilmu Negara berdasarkan sejarah munculnya konsep tertentu M. Observatif; Bekerja dgn memperhatikan, menanggapi & memperdalam sesuatunya baik pertumbuhan negara, wilayah, umatnya, & pemerintahannya. M. Komparatif; Bekerja dengan studi banding antara negara yang satu dengan negara yang lain. M. Dialektis; Bekerja dengan Dialektika, dengan mengkonfrontasikan, menguji fakta-fakta, fenomena yang satu dengan yang lain. Pola ilmu negara ditentukan oleh 2 kerangka yaitu : Kerangka struktural: disebut sistemetik, menyusun data rencana kerja yg lengkap dgn bahan yg ada, merangkum data, fenomena & persoalannya. Kerangka Susunan fungsional / metodik, taktik kerja yg mntukan cara bgmn melakukan tugas.

Metode Psikologis Untuk Menjelaskan Negara; Karena dua alasan (JJ Van Schmid,1978 :183) : a. Mempelajari pengaruh pikiran dengan perasaan serta naluri manusia dlm hidup bernegara; b. Menentukan gejala sosial yang sama sekali baru dalam konteks moralitas susunan negara & masy. Metode Hukum Positif Utk Menjelaskan Negara; Melalui metode ini para penganut teori kedaulatan negara juga memberikan gambaran mangenai negara hukum, jd untuk pemikiran mengenai negara dari sudut ajaran yuridis , diketemukan metode yang sama dengan metode yang dipakai untuk mempelajari per UU an. Metode Mac Iver Negara menurut Mac Iver adalah alat masyarakat. Metode yang digunakan bersandar pada sejarah & perbandingan.

HUBUNGAN ILMU NEGARA DENGAN DISIPLIN ILMU LAIN Disiplin ilmu lain yang berhubungan dengan Ilmu Negara antara lain Hukum Tata Negara (HTN) dan Hukum Administrasi Negara (HAN) Relationships With the Constitutional Law AV.Dicey, Constitutional Law is all rules which directly or indirectly affect the distribution or exercise of the souvereign power in the state. Wade and Phillips Constitutional Law is the body of rules whichs regulated the structure of the principal organs of government and their relationship to each other, and determine their principal functions. PERSAMAAN ILMU NEGARA DENGAN HTN

Keduanya memiliki obyek yang sama, yaitu negara (Both of them have same object, namely a state) Keduanya memiliki kesamaan dalam penerapan dan penggunaan dalil-dalil dan teoriteori kenegaraan PERBEDAAN IN DAN HTN The point of difference: The political sciene focuses on the theoretical value, but the constitutional law focuses on the practical value, because the research issue directly use in the practice by the jurist who as the state official fuctionary. ILMU NEGARA HTN 1. Sifatnya umum dan abstrak karena obyeknya negara dalam arti menyeluruh 2. Tidak terbatas pada ruang dan waktu karena tidak terikat oleh suatu negara tertentu 3. Kajiannya cenderung lebih bersifat teoritis karena banyak mengandung dalil atau pendapat tertentu 4. Ruang lingkupnya terbatas pada hal-hal yang bersifat pokok dan mendasar dari negara 1. Sifatnya spesifik karena obyeknya khusus dan konkret, yaitu negara tertentu 2. Dibatasi oleh ruang dan waktu karena terikat pada negara tertentu 3. Kajiannya cenderung lebih praktis ka-rena hanya membicarakan operasio-nal kenegaraan 4. Ruang lingkup kajiannya lebih luas terutama meliputi teknis penyeleng-garaan pemerintahan negara

Relationships With the Administrative Law Sjachran Basah The Administrative Law is all rules which directly or indirectly regulated manner for the public administration to execute their functions, all at once to protect the citizenship from the public administration act, and also to protect the public administration too. Oppenheimer Laeuterpacht Const. Law is all rules of the state in rest (de staat in rust); and Adm. Law is all rules of the state in action (de staat in beweging). Political sciene has influence and explain relationship with the const. Law and Adm. Law. Relationships With the Politics The political sciene lesson a state in abstract, general, and universal term. Then practice of the political sciene in the political practice. The politics is the fundamental lesson for the political figur to manage the state. MANFAAT ILMU NEGARA KAITANNYA DENGAN ILMU LAIN Manfaat Ilmu Negara bagi ilmu lain adalah hasil kajian Ilmu Negara menjadi landasan untuk penerapan hukum positif oleh pembentuk negara (terutama pada hukum dasar/UUD/Konstitusi) dengan modivikasi berdasarkan ecosystem dan social system negara yang bersangkutan.

NEGARA
Istilah negara diterjemahkan dari bahasa asing: State (bahasa Inggris), Staat (bahasa Belanda/Jerman), Etat (bahasa Perancis) yang berasal dari bahasa Latin Status/Statum dan digunakan sejak abad XVI SM. George Jellinek mengatakan bahwa sebelum abad XVI SM oleh Kaisar Romawi yang bernama Ulpianus, kata status digunakan dalam pengertian die verfassung/die ordnung yang berarti konstitusi. Kranenburg menyatakan bahwa Lo Stato (bahasa Itali) juga diambil dari kata status tersebut yang digunakan pertama kali pada abad XV, yaitu dalam laporan wakil persekutuan Itali yang menyatakan bahwa kata status berarti keseluruhan jabatan tetap atau diartikan juga sebagai pejabat-pejabat jabatan itu sendiri (stato di firenzi). Selanjutnya kata tersebut diartikan pula sebagai penguasa beserta pengikut mereka (stato di medici) dan lebih luas lagi diartikan sebagai wilayah kesatuan yang dikuasai (stato della cheisa). Sebelum abad XV orang Romawi lebih senang mengguna-kan istilah civitas atau res publica. Pada jaman Yunani dipergunakan istilah Polis (negara kota) karena pada waktu itu bentuk negara tidak berbentuk seperti negara saat ini yang terdiri dari daerah-daerah yang cukup luas dengan daratan dan lautannya. Baru abad XVII SM, istilah lo stato diartikan sebagai negara. Istilah lo stato dalam arti negara pertama kali diperguna-kan oleh Nicollo Macchiavelli, Jean Bodin menggunakan istilah republique dan civitas, Grotius dalam bukunya de jure belli of pacis pada tahun 1625 menggunakan istilah civitas. Thomas Hobbes berbeda dengan sarjana lainnya, dia menggunakan istilah commonwealth untuk pengertian negara. DEFINISI NEGARA A. Negara merupakan organisasi kekuasaaan Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan orang yang memiliki kekuasaan. Negara sebagai organisasi kekuasaan berarti kemampuan negara untuk mempengaruhi tingkah laku masyarakatnya sedemikian rupa sehingga masyarakat bertingkah laku sesuai dengan keinginan dari tujuan negara. Tokoh penganut teori ini adalah :  Logeman dan Kranenburg, Negara adalah organisasi kekuasaan yang bertujuan mengatur masyarakat dengan menggunakan kekuasaannya.  Roger H. Soltau, "Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas nama masyarakat" (The state is agency or authority managing and controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community).  Harold J. Laski: "Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu. Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup dan bekerjasama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama. Masyarakat merupakan

negara kalau cara hidup yang harus ditaati baik oleh individu-individu maupun asosiasi-asosiasi ditentu-kan oleh suatu wewenang yang bersifat memaksa dan mengikat". (The state is society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society. A society is a group of human beings living together and working together for the satisfactions of their mutual wants. Such a society is a state when the way of life to which both inviduals and associations must conform is difined by coercive authority binding upon them all). B. Negara Merupakan Organisasi Politik Negara merupakan suatu persekutuan manusia yang dibentuk untuk melaksanakan kehendak anggotanya dalam rangka mewujudkan cita-cita bersama yang dituangkan dalam suatu peraturan perundang-undangan. Tokoh yang menganut pandangan ini adalah :  Max Weber: "Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah" (The state is human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory).  Bluntschli, negara adalah diri rakyat yang disusun dalam organisasi politik di daerah tertentu.  Prof. R. Djoko Soetono, Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada dibawah suatu pemerintahan yang sama.  Rober M. MacIver: "Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan system hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa" (The state is an association which, acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power, maintains within a community territorially demarcated the external conditions of order).  Miriam Budiarjo: Suatu daerah territorial yang rakyatnya diperintah (governed) oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundanganya melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaan yang sah c. Negara Merupakan Organiasasi Kesusilaan Negara merupakan kehendak kesusilaan rakyat. Menurut Hegel, negara adalah penjelmaan seluruh rakyat, oleh karena itu tidak perlu ada pemilihan umum. Negara mempunyai kekuasaan yang tertinggi yang tidak dimiliki oleh organisasi lainnya, oleh karena itu tidak perlu ada pemisahaan kekuasaan karena dapat mengakibatkan lenyapnya negara.  Tokoh yang menganut pendapat ini adalah :  George Wilhelm Friederich Hegel, menyatakan negara adalah orbanisasi kesusilaan yang timbul sebagai sintesa antara kemerdekaan universal dan kemerdekaan individu.  d. Negara Merupakan Integritas antara Pemerintah dan Rakyat  Berarti negara merupakan satu kesatuan yang utuh antara pemerintah dan rakyat.  Tokoh yang menganut pendapat ini adalah:

 Benecdictus De Spinoza dan Adam Muller. Menurut kedua tokoh ini negara adalah susunan masyarakat yang integral antara semua bagian dan semua golongan dari seluruh anggota masyarakat yang merupakan kesatuan masyarakat yang organis.