Anda di halaman 1dari 15

Succi Ariessa Revianti

Everything on My Mind

Senin, 03 Januari 2011


Granulasi Basah Tablet Parasetamol

BAB II PREFORMULASI
II.1 Formulasi
Fase dalam ( 92% ) Parasetamol PVP Amprotab Laktosa Etanol 95% Fase luar ( 8% ) Magnesium stearat Talk Amprotab 4,34 mg 8,68 mg 34,72 mg 250 mg 25 mg 50 mg 135 mg qs.

Tiap tablet mengandung :

II.2
a.

Monografi
: Hablur atau serbuk hablur putih; tidak berbau; rasa pahit.

Parasetamol / Asetaminofen Pemerian : Larut dalam 70 bagian air, dalam 7 bagian etanol ( 95% ) P, dalam 13 bagian aseton P, dalam 40 bagian gliserol P dan dalam 9 bagian propilenglikol P; larut dalam larutan alkali hidroksida. Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya. Khasiat & Kegunaan : Analgetikum ; Antipiretikum.

arutan

b. Polivinilpirolidon Nama dagang Pemerian untuk tablet kunyah). Kelarutan : Larut air dan alkohol, digunakan dalam konsentrasi 3-15%, Tablet efervesen bisa dibuat menggunakan PVP dalam etanol anhidrat. Jangan menggunakan isopropanol anhidrat karena meninggalkan bau pada granul. Kegunaan c. Laktosa : Serbuk atau masa hablur, keras, putih atau putih krem. Tidak berbau dan rasa : Mudah ( dan pelan-pelan ) larut dalam airdan lebih mudah larut dalam air : Dalam wadah tertutup baik. sedikit manis. Stabil di udara, tetapi mudah menyerap bau. Kelarutan Penyimpanan mendidih ; sangat sukar larut dalam etanol; tidak larut dalam kloroform dan dalam eter. Khasiat & Kegunaan : Zat tambahan sebagai zat pengisi d. Magnesium Stearat Pemerian Kelarutan Penyimpanan Kegunaan e. Pemerian Talk : Serbuk hablur sangat halus, putih atau putih kelabu. Berkilat, mudah melekat pada kulit dan bebas dari butiran. Penyimpanan Kegunaan : Dalam wadah tertutup baik : Zat tambahan sebagai glidan dan lubrikan : Hablur halus, putih dan voluminous; bau lemah khas; mudah melekat : Tidak larut dalam air, dalam etanol dan dalam eter. : Dalam wadah tertutup baik. : Zat tambahan sebagai glidan dikulit; bebas dari butiran. : Sebagai zat pengikat : Kollidon atau Plasdon : Inert, sedikit higroskopis, tidak mengeras selama penyimpanan (baik

Pemerian

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifikasikan sebagai tablet atau tablet kompresi .(USP 26, Hal 2406) Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. (FI IV, Hal 4) III.1 Kriteria Tablet Suatu tablet harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Harus mengandung zat aktif dan non aktif yang memenuhi persyaratan; 2. Harus mengandung zat aktif yang homogen dan stabil; 3. Keadaan fisik harus cukup kuat terhadap gangguan fisik/mekanik; 4. Keseragaman bobot dan penampilan harus memenuhi persyaratan; 5. Waktu hancur dan laju disolusi harus memenuhi persyaratan; 6. Harus stabil terhadap udara dan suhu lingkungan; 7. Bebas dari kerusakan fisik; 8. Stabilitas kimiawi dan fisik cukup lama selama penyimpanan; 9. Zat aktif harus dapat dilepaskan secara homogen dalam waktu tertentu; 10. Tablet memenuhi persayaratan Farmakope yang berlaku. III.2 Keuntungan Sediaan Tablet Sediaan tablet banyak digunakan karena memiliki beberapa keuntungan, yaitu: 1. Tablet dapat bekerja pada rute oral yang paling banyak dipilih 2. Tablet memberikan ketepatan yang tinggi dalam dosis 3. Tablet dapat mengandung dosis zat aktif dengan volume yang kecil sehingga memudahkan proses pembuatan, pengemasan, pengangkutan, dan penyimpanan

4. Bebas dari air, sehingga potensi adanya hidrolisis dapat dicegah/diperkecil. Dibandingkan dengan bentuk sediaan lain, sediaan tablet mempunyai keuntungan, antara lain : 1. Volume sediaan cukup kecil dan wujudnya padat (merupakan bentuk sediaan oral yang paling ringan dan paling kompak), memudahkan pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutan. 2. Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh (mengandung dosis zat aktif yang tepat/teliti) dan menawarkan kemampuan terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas kandungan yang paling rendah. 3. Dapat mengandung zat aktif dalam jumlah besar dengan volume yang kecil. 4. Tablet merupakan sediaan yang kering sehingga zat aktif lebih stabil. 5. Tablet sangat cocok untuk zat aktif yang sulit larut dalam air. 6. Zat aktif yang rasanya tidak enak akan berkurang rasanya dalam tablet. 7. Pemberian tanda pengenal produk pada tablet paling mudah dan murah; tidak memerlukan langkah pekerjaan tambahan bila menggunakan permukaan pencetak yang bermonogram atau berhiasan timbul. 8. Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal di tenggorokan, terutama bila bersalut yang memungkinkan pecah/hancurnya tablet tidak segera terjadi. 9. Dapat diproduksi besar-besaran, sederhana, cepat, sehingga biaya produksinya lebih rendah. 10. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang memiliki sifat pencampuran kimia, mekanik, dan stabilitas mikrobiologi yang paling baik. III.3 Kerugian Sediaan Tablet Di samping keuntungan di atas, sediaan tablet juga mempunya beberapa kerugian, antara lain : 1. Ada orang tertentu yang tidak dapat menelan tablet (dalam keadaan tidak sadar/pingsan); 2. Formulasi tablet cukup rumit, antara lain : Beberapa zat aktif sulit dikempa menjadi kompak padat, karena sifat amorfnya, flokulasi, atau rendahnya berat jenis. Zat aktif yang sulit terbasahi (hidrofob), lambat melarut, dosisnya cukup besar atau tinggi, absorbsi optimumnya tinggi melalui saluran cerna, atau kombinasi dari sifat tersebut, akan sulit untuk diformulasi (harus diformulasi sedemikian rupa).

Zat aktif yang rasanya pahit, tidak enak, atau bau yang tidak disenangi, atau zat aktif yang peka terhadap oksigen, atmosfer, dan kelembaban udara, memerlukan enkapsulasi sebelum dikempa. Dalam hal ini sediaan kapsul menjadi lebih baik daripada tablet. Tetapi jika dibandingkan dengan keuntungannya, kerugian sediaan tablet jauh lebih sedikit sehingga sediaan tablet merupakan sediaan yang paling banyak dijumpai di perdagangan.

III.4 Keseragaman Kandungan (FI IV hlm.999) Dilakukan bila : Kadar bahan aktif dibawah 50 mg Bila perbandingan kadar bahan aktif dengan bobot tablet lebih kecil dari pada 50% III.5 Jenis Sediaan Tablet Berdasarkan prinsip pembuatan, tablet terdiri atas : a. Tablet Kempa Dibuat dengan cara pengempaan dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk/granul menggunakan pons/cetakan baja. b. Tablet Cetak Dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah pada lubang cetakan. Kepadatan tablet tergantung pada pembentukan kristal yang terbentuk selama pengeringan, tidak tergantung pada kekuatan yang diberikan III.6 Metode Pembuatan Tablet Sediaan tablet ini dapat dibuat melalui tiga macam metode, yaitu granulasi basah, granulasi kering, dan kempa langsung. Pemilihan metode pembuatan sediaan tablet ini biasanya disesuaikan dengan karakteristik zat aktif yang akan dibuat tablet, apakah zat tersebut tahan terhadap panas atau lembab, kestabilannya, besar kecilnya dosis, dan lain sebagainya. Granulasi Basah, yaitu memproses campuran partikel zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat sehingga terjadi massa lembab yang dapat digranulasi. Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan terhadap lembab dan panas. Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak

langsung karena sifat aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. Prinsip dari metode granulasi basah adalah membasahi masa tablet dengan larutan pengikat teretentu sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu pula, kemudian masa basah tersebut digranulasi. Metode ini membentuk granul dengan cara mengikat serbuk dengan suatu perekat sebagai pengganti pengompakan, tehnik ini membutuhkan larutan, suspensi atau bubur yang mengandung pengikat yang biasanya ditambahkan ke campuran serbuk atau dapat juga bahan tersebut dimasukan kering ke dalam campuran serbuk dan cairan dimasukan terpisah. Cairan yang ditambahkan memiliki peranan yang cukup penting dimana jembatan cair yang terbentuk di antara partikel dan kekuatan ikatannya akan meningkat bila jumlah cairan yang ditambahkan meningkat, gaya tegangan permukaan dan tekanan kapiler paling penting pada awal pembentukan granul, bila cairan sudah ditambahkan pencampuran dilanjutkan sampai tercapai dispersi yang merata dan semua bahan pengikat sudah bekerja, jika sudah diperoleh massa basah atau lembab maka massa dilewatkan pada ayakan dan diberi tekanan dengan alat penggiling atau oscillating granulator tujuannya agar terbentuk granul sehingga luas permukaan meningkat dan proses pengeringan menjadi lebih cepat, setelah pengeringan granul diayak kembali ukuran ayakan tergantung pada alat penghancur yang dugunakan dan ukuran tablet yang akan dibuat. Keuntungan metode granulasi basah : Memperoleh aliran yang baik Meningkatkan kompresibilitas Untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai Mengontrol pelepasan Mencegah pemisahan komponen campuran selama proses Distribusi keseragaman kandungan Meningkatkan kecepatan disolusi Kekurangan metode granulasi basah: Banyak tahap dalam proses produksi yang harus divalidasi Biaya cukup tinggi Zat aktif yang sensitif terhadap lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan cara ini. Untuk zat termolabil dilakukan dengan pelarut non air

III.6.1 Bahan Pembantu Granulasi Basah A. Pengisi Adalah zat inert yang ditambahkan dalam formula tablet yang ditujukan untuk membuat bobot tablet sesuai dengan yang diharapkan. Biasanya tablet yang mengandung zat aktif dengan dosis kecil memerlukan zat pengisi yang banyak. Jika dosis besar maka pengisi sedikit atau tidak sama sekali. Contoh : Avicel (mikrokristalin selulosa), Kalsium sulfat trihidrat, Kalsium fosfat dibasic, Laktosa dan Starch 1500. B. Adsorben Adsorben harus memiliki titik leleh yang tinggi. Dengan titik leleh tinggi setelah terjadi lelehan pertama akan terbentuk massa yang bertitik leleh lebih tinggi. Manfaat adsorben: mencegah tablet basah oleh lelehan zat aktif, jika tablet basah maka tablet akan lengket dalam cetakan. Bekerja menyerap lelehan zat aktif. Contoh : Avicel, Bolus alba, Kaolin, bentonit, Mg silikat, MgO, trikalsium fosfat dan Aerosil C. Pengikat Pengikat bisa berupa gula dan polimer. Pengikat yang berupa polimer alam: starch, gum (acacia, tragacanth, gelatin) Pengikat yang berupa polimer sintetik: PVP, metilselulosa, etilselulosa, hidroksipropilselulosa Bisa dengan cara kering/basah. Cara basah lebih sedikit membutuhkan bahan. akasia, PVP, Selulosa (Metil selulosa , CMC Na, Etil selulosa), Polivinil alkohol, PEG 6000 D. Disintegran Fungsinya untuk memecah tablet. Cara pakai : saat granulasi dan paling baik saat sebelum dicetak. Contoh : Starch (amylum), Starch 1500, Sodium starch glycolate (primogel, explotab), Selulosa (selulosa, metilselulosa, CMC, CMC-Na, Avicel, Acdisol), Gums (agar, pectin, tragacant, guar gum), Clays, Alginat (asam alginat dan Na-alginat). E. Lubrikan Konsentrasi optimum: 1%

Contoh : Starch (amylum), Starch 1500, Amilum pragelatinasi, Gelatin, Larutan sukrosa, Larutan

F. -

Fungsi: sebagai eksipien untuk menghilangkan gesekan/friksi saat pengempaan dan penarikan tablet ke luar cetakan. Glidan Secara umum, fine silica > Mg stearat > talk murni Talk mengandung sejumlah kecil Al silikat dan Fe. Harus hati-hati untuk zat aktif yang penguraiannya dikatalisis oleh Fe

III.7

Evaluasi Granul

1. Granulometri Granulometri adalah analisis ukuran dan repartisi granul (penyebaran ukuran-ukuran granul). Dalam melakukan analisis granulometri digunakan susunan pengayak dengan berbagai ukuran. Mesh terbesar diletakkan paling atas dan dibawahnya disusun pengayak dengan mesh yang makin kecil. Tujuan granulometri adalah untuk melihat keseragaman dari ukuran granul. Diharapkan ukuran granul tidak terlalu berbeda. Granulometri berhubungan dengan sifat aliran granul. Jika ukuran granul berdekatan, aliran akan lebih baik. Diharapkan ukuran granul mengikuti kurva distribusi normal. 2. Bobot Jenis a. Bobot jenis sejati b. Bobot jenis nyata c. Obat jenis nyata setelah pemampatan 3. Kadar Pemampatan %T = Vo V500 Vo %T = Kadar pemampatan Vo = Volume sebelum pemampatan V500 = Volume setelah pemampatan 500 x %T < 20 atau ^V<20 ml granul memiliki aliran yang baik

Kadar pemampatan dan berat jenis dapat untuk menilai aliran.

4. Aliran a. Metode corong Mengukur kecepatan aliran 100 g granul menggunakan corong kaca dengan dimensi sesuai. Metode corong dapat dilakukan dengan 2 cara : a. cara bebas b. cara tidak bebas (paksa) digetarkan b. Metode sudut istirahat () Masukkan 100 g granul (tutup bagian bawah corong) kemudian tampung granul di atas kertas grafik. Hitung . Jika 25 30 30 40 40 45 >45 III.8 Evaluasi Tablet Sifat alir sangat mudah mengalir mudah mengalir mengalir kurang mengalir

1. Visual /Organoleptik, meliputi bau, rasa dan rupa. 2. Sifat fisika kimia 1. Keseragaman ukuran a. b. Keseragaman tebal Keseragaman diameter 2. Kekerasan 3. Friabilitas Prinsipnya adalah menetapkan bobot yang hilang dari sejumlah tablet selama diputar dalam friabilator selama waktu tertentu. Hal yang harus diperhatikan dalam pengujian friabilitas adalah jika dalam proses pengukuran friabilitas ada tablet yang pecah atau terbelah, maka tablet tersebut tidak diikutsertakan dalam perhitungan. Jika hasil pengukuran meragukan (bobot yang hilang terlalu besar), maka pengujian harus diulang sebanyak dua kali. Selanjutnya tentukan nilai rata-rata dari ketiga uji yang telah dilakukan. 4. Keragaman sediaan a. Keragaman bobot b. Keseragaman kandungan

5. Waktu hancur 6. Uji kadar zat aktif Penyimpanan Tablet Tablet harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya, lembab, gesekan dan guncangan mekanik. Kondisi penyimpanan khusus harus dicantumkan dalam etiket. Tablet harus cukup bertahan selama proses penanganan, misal pada saat pengemasan dan transportasi, tanpa harus kehilangan intregitasnya. Uji Waktu Hancur Tablet Dan Kapsul Uji ini dimaksudkan untuk menetapkan kesesuaian batas waktu hancur yang tertera dalam masing-masing monografi, kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet atau kapsul digunakan sebagai tablet isap atau dikunyah atau dirancang untuk pelepasan kandungan obat secara bertahap dalam jangka waktu tertentu atau melepaskan obat dalam dua periode berbeda atau lebih dengan jarak waktu yang jelas di antara periode pelepasan tersebut. Tetapkan jenis sediaan yang akan diuji dari etiket serta dari pengamatan dan gunakan prosedur yang tepat untuk 6 unit sediaan atau lebih.

BAB III METODOLOGI PERCOBAAN


1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. III.1 Alat Percobaan Labu takar Pipet Volum 1,0 ml;2,0 ml;5,0 ml;10,0 ml Pipet tetes Ayakan mesh 16 dan mesh 14 Timbangan III.2 Bahan Percobaan Parasetamol Parasetamol baku pembanding Amprotab PVP Laktosa Etanol

7. Mg-stearat 8. Talk III.3 Prosedur Percobaan 1. Menimbang semua zat yang dibutuhkan. 2. Penambahan larutan pengikat pvp cara kering. 3. Parasetamol, amilum kering, PVP, laktosa dicampur sampai homogen, kemudian pelarut pengikat ditambahkan sedikit demi sedikit sampai diperoleh massa yang basah. 4. Massa basah diayak dengan ayakan mesh 14 ( untuk tablet besar). 5. Granul basah dikeringkan dengan Oven pada suhu 40 o C. 6. Pemeriksaan kadar kelembaban dalam granul. 7. Granul yang telah memenuhi persyaratan yaitu dengan kadar 2-5 % kadar air dalam granul. Granul diayak kembali menggunakan mesh 16. 8. Granul ditimbang kembali. 9. Evaluasi granul dilakukan dengan membandingkan kadar parasetamol dalam baku pembanding dalam berbagai konsentrasi, Granul Parasetamol yang di uji kadar secara Duplo. 10. Uji Kecepatan alir dan sudut istirahat pada granul dilakukan. 11. Granul yang telah memenuhi persyaratan kemudian dicampur dengan fase luar ( talk dan amilum kering) di aduk selama 10 menit hingga homogen, kemudia ditambahkan mg stearat di aduk sampai homogen selama 2 menit. 12. Massa siap cetak di evaluasi dan ditabletasi dengan menggunakan punch yang sesuai dengan bobot yang telah ditentukan dari perhitungan hasil perolehan granul. 13. Tablet dievaluasi - Organoleptis Tablet di amati secara visual baik itu bau rasa dan warna. - Sifat Fisiko kimianya 1. Keseragaman ukuran : perbandingan diameter dan tebal tablet menggunakan jangka sorong yang dilakukan secara acak pada 20 tablet. 2. Uji kekerasan dilakukan pada 20 tablet secara acak dengan menggunakan hardness tester dengan syarat tablet besar 7-10 kg/cm 2 ; tablet kecil 4-6kg/cm 2. 3. Friabilitas: dilakukan secara acak terhadap 20-40 tablet tablet dibersihkan satu-satu dengan sikat halus lalu ditimbang dimasukkan ke dalam alat lalu diputar sebanyak 100 putaran. Lalu tablet dibersihkan lagi dan ditimbang. Tablet yang tidak mempunyai fiabilitas yang kurang dari 1 %. 4. Keseragaman bobot Dengan menimbang secara acak dari 20 tablet lalu ditimbang masing-masing dan tidak boleh dari tablet tersebut yang menyimpang dari bobot rata-rata. 5. Uji keseragaman Bobot 30 tablet secara acak di ambil lalu 10 tablet ditimbang satu persatu lalu dihitung bobot ratarata. Dari hasil penetapan kadar yang diperoleh seperti yang tertera dalam monografi dihitung jumlah zat aktif dari masing-masing dari 10 tablet dengan anggapan bahwa zat aktif tersebut terdistribusi homogen dilakukan triplo lalu di ambil rata-rata.

BAB V

HASIL PERCOBAAN
V.1 Penimbangan bahan
Zat / Bahan Parasetamol PVP Amprotab Laktosa Etanol 95% Magnesium Stearat Talk Amprotab Berat tiap tablet 250 mg 25 mg 50 mg 135 mg qs. 4,34 mg 8,68 mg 34,72 mg

V.2 Evaluasi Granul


Bobot Jenis (BJ) nyata BJ nyata granul = 0,510 g/ml Kadar mampat Kadar mampat granul = 18,33 % Kecepatan aliran Kec. alir granul = 10 g/det Kandungan lembab Suhu Waktu Bobot awal Bobot akhir Kandungan air = 105oC = 1 menit, 31 detik = 1 gram = 0,970 gram = 3,0 %

Kadar zat aktif dalam granul

Larutan baku No. C ( ppm ) 1. 4 2. 6 3. 8 4. 12 5. 14 A ( Serapan ) 0,254 0,395 0,489 0,715 0,837 Persamaan kurva kalibrasi : Y = 0,057 X + 0,0361 R2 = 0,9981 max. = 242,5 nm Larutan sampel

250 mg parasetamol setara dengan 460 mg granul No. 1. 2. A ( serapan ) 0,3289 0,3246

Serapan rata rata = 0,3261 Kadar parasetamol dalam granul adalah 254,96 mg ( 101,984 % )

V.3 Evaluasi Tablet


Organoleptis Rupa Bau Rasa : Bagus, permukaan tidak cacat dan tidak terdapat bintik-bintik noda. : Khas : Pahit

Sifat fisika kimia

Keseragaman ukuran

Diameter rata-rata tablet Tebal rata-rata tablet Diameter tablet

= 1,21075 cm = 0,320 cm

= 3,78 kali tebal tablet

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 No.

Diameter tablet Tebal tablet 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,32 cm 1,211 cm 0,321 cm 1,212 cm 0,322 cm 1,205 cm 0,322 cm 1,211 cm 0,322 cm 1,211 cm (kg/cm0,322 cm 2 Kekerasan (gram) Bobot tablet )

1 0,5345 4 2 0,5198 3,5 3 0,5394 4 4 0,5235 4,5 5 0,4937 3 6 0,5281 3 7 0,5341 4 8 0,5195 3,5 9 0,5250 3 No. Bobot tablet ( mg ) 10 0,5438 3 11 1 529,9 0,5356 3,5 12 2 529,2 0,5297 3,5 13 3 520,1 0,5128 3,5 14 4 528,3 0,5421 3,5 15 5 498,5 0,5216 3,5 16 6 521,3 0,5313 3,5 17 7 539,1 0,5301 3 18 8 515,7 0,5395 3,5 19 9 528,3 0,5358 4 10 20 517,1 0,5358 4

% kadar parasetamol 111.1 110.95 109.04 110.76 104.51 109.29 113.03 108.12 110.76 108.41