Anda di halaman 1dari 37

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)

TIM PENYUSUN
1. 2. 3. 4. 5. 6. Drs. Abubakar Ajalil, M.Si (Ketua) Drs. M.Isa Rani, M.Pd (Anggota) Drs. Jailani, M.Pd (Anggota) Drs. Soewarno, M.Si (Anggota) Dra. Sakdiyah, M.Si (Anggota) Drs. Zulfan, M.Hum (Anggota)

DEPERTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH


BANDA ACEH 2007

DAFTAR ISI Kata Pengantar ............................................................................. Daftar Isi ...................................................................................... Bab 1 Pendahuluan 1. Pengertian ............................................................ 2. Pengertian Karya Ilmiah ..................................... 3. Pengertian Skripsi ............................................... 4. Tujuan Penulisan Skripsi ..................................... Bab 2 Aturan Penulisan Skripsi 1. Syarat Akademik bagi Mahasiswa ...................... 2. Pengajuan Proposal Skripsi ................................ 3. Pembimbing Skripsi ........................................... 4. Bimbingan Penulisan Skripsi ............................. Bab 3 Ujian Sarjana dan Yudisium Sarjana 1. Pengertian Ujian Sarjana ....................................... 2. Ketentuan Ujian Sarjana ....................................... 3. Persyaratan Mengikuti Ujian Sarjana .................. 4. Yudisium Sarjana ................................................. Bab 4 Teknik Penulisan Skripsi 1. Penggunaan Bahasa .............................................. 2. Bagian Bagian Skripsi ...................................... 3. Sistimatika Pengetikan Skripsi ............................ 4. Penggunaan Huruf Skripsi ................................... 5. Margin Skripsi ..................................................... 6. Penggunaan Spasi ............................................... 7. Penomoran Halaman Skripsi .............................. 8. Judul ................................................................... 9. Sub Judul ........................................................... 10. Sub Sub Judul ................................................. 11. Alinea atau Paragraf Baru ................................. 12. Kutipan dan Rujukan ........................................ 13. Tambel dan Gambar .......................................... 14. Lampiran ........................................................... 15. Daftar Rujukan .................................................. 16. Aturan Aturan Penyusunan Daftar Pustaka .... i ii 1 2 2 3 4 4 6 7 8 8 8 9 10 11 13 13 13 13 13 14 14 14 14 15 17 18 19 19
2

17. Penulisan Sumber Rujukan dalam Daftar Rujukan .. 18. Kata Pengantar ........................................................ 19. Abstrak ................................................................... 20. Riwayat Hidup ....................................................... Lampiran Lampiran ............................................................

19 25 25 25 26

Kata Pengantar Bismillahirrahmanirrahim, Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Berkat kudrah dan Iradah-Nyalah kami telah diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat menyelesaikan tugas penyusunan buku panduan penulisan karya ilmiah mahasiswa ini. Selawat dan salam kita sampaikan keharibaan Nabi Besar Muhammad SAW. Karena berkat perjuangan Beliaulah kita telah terlepas dari belunggu kebodohan dan telah sampai pada zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni ini. Penyusunan Pedoman Penulisan Skripsi ini merupakan suatu upaya akademik guna membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya, sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USM Banda Aceh. Di samping itu, dengan adanya pedoman ini akan mempermudah bagi pihak-pihak terkait seperti Pembimbing, Ketua Jurusan dalam mengarahkan keseragaman format redaksi penulisan skripsi mahsiswa. Kami menyadari meskipun kami telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyusun pedoman ini, namun karya ini belumlah dapat memenuhi harapan kita semua, karena kemampuan kami yang terbatas. Oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati kami menerima kritikan kritikan yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan di masa yang akan datang. Akhir kata terima kasih kepada semua anggota yang telah bersusah payah merampung buku ini, dan terima kasih pula kepada semua pihak yang membantu, baik moril maupun materil sehingga buku ini dapat selesai sebagaimana yang telah dijadwalkan, dan Insya Allah mulai dapat digunakan pada tahun akademik 2007/2008. Sejak diberlakukannya pedoman penulisan skripsi yang baru ini, dengan sendirinya pedoman penulisan sebelumnya dinyatakan tidak berfungsi lagi. Segala bantuan tersebut kami serahkan kepada Allah SWT. Sehingga menjadi amal bakti yang bergunan di hari kemudian nanti, amin....... Banda Aceh, Januari 2007 Tim Penyusun

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)

TIM PENYUSUN
7. 8. 9. 10. 11. 12. Drs. Abubakar Ajalil, M.Si (Ketua) Drs. M.Isa Rani, M.Pd (Anggota) Drs. Jailani, M.Pd (Anggota) Drs. Soewarno, M.Si (Anggota) Dra. Sakdiyah, M.Si (Anggota) Drs. Zulfan, M.Hum (Anggota)

DEPERTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH


BANDA ACEH 2007

DAFTAR ISI Kata Pengantar ............................................................................. Daftar Isi ...................................................................................... Bab 1 Pendahuluan 1. Pengertian ............................................................ 2. Pengertian Karya Ilmiah ..................................... 3. Pengertian Skripsi ............................................... 4. Tujuan Penulisan Skripsi ..................................... Bab 2 Aturan Penulisan Skripsi 1. Syarat Akademik bagi Mahasiswa ...................... 2. Pengajuan Proposal Skripsi ................................ 3. Pembimbing Skripsi ........................................... 4. Bimbingan Penulisan Skripsi ............................. Bab 3 Ujian Sarjana dan Yudisium Sarjana 1. Pengertian Ujian Sarjana ....................................... 2. Ketentuan Ujian Sarjana ....................................... 3. Persyaratan Mengikuti Ujian Sarjana .................. 4. Yudisium Sarjana ................................................. Bab 4 Teknik Penulisan Skripsi 1. Penggunaan Bahasa .............................................. 2. Bagian Bagian Skripsi ...................................... 3. Sistimatika Pengetikan Skripsi ............................ 4. Penggunaan Huruf Skripsi ................................... 5. Margin Skripsi ..................................................... 6. Penggunaan Spasi ............................................... 7. Penomoran Halaman Skripsi .............................. 8. Judul ................................................................... 9. Sub Judul ........................................................... 10. Sub Sub Judul ................................................. 11. Alinea atau Paragraf Baru ................................. 12. Kutipan dan Rujukan ........................................ 13. Tambel dan Gambar .......................................... 14. Lampiran ........................................................... 15. Daftar Rujukan .................................................. 16. Aturan Aturan Penyusunan Daftar Pustaka .... i ii 1 2 2 3 4 4 6 7 8 8 8 9 10 11 13 13 13 13 13 14 14 14 14 15 17 18 19 19
6

17. Penulisan Sumber Rujukan dalam Daftar Rujukan .. 18. Kata Pengantar ........................................................ 19. Abstrak ................................................................... 20. Riwayat Hidup ....................................................... Lampiran Lampiran ............................................................

19 25 25 25 26

Kata Pengantar Bismillahirrahmanirrahim, Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Berkat kudrah dan Iradah-Nyalah kami telah diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat menyelesaikan tugas penyusunan buku panduan penulisan karya ilmiah mahasiswa ini. Selawat dan salam kita sampaikan keharibaan Nabi Besar Muhammad SAW. Karena berkat perjuangan Beliaulah kita telah terlepas dari belunggu kebodohan dan telah sampai pada zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni ini. Penyusunan Pedoman Penulisan Skripsi ini merupakan suatu upaya akademik guna membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya, sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USM Banda Aceh. Di samping itu, dengan adanya pedoman ini akan mempermudah bagi pihak-pihak terkait seperti Pembimbing, Ketua Jurusan dalam mengarahkan keseragaman format redaksi penulisan skripsi mahsiswa. Kami menyadari meskipun kami telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyusun pedoman ini, namun karya ini belumlah dapat memenuhi harapan kita semua, karena kemampuan kami yang terbatas. Oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati kami menerima kritikan kritikan yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan di masa yang akan datang. Akhir kata terima kasih kepada semua anggota yang telah bersusah payah merampung buku ini, dan terima kasih pula kepada semua pihak yang membantu, baik moril maupun materil sehingga buku ini dapat selesai sebagaimana yang telah dijadwalkan, dan Insya Allah mulai dapat digunakan pada tahun akademik 2007/2008. Sejak diberlakukannya pedoman penulisan skripsi yang baru ini, dengan sendirinya pedoman penulisan sebelumnya dinyatakan tidak berfungsi lagi. Segala bantuan tersebut kami serahkan kepada Allah SWT. Sehingga menjadi amal bakti yang bergunan di hari kemudian nanti, amin....... Banda Aceh, Januari 2007 Tim Penyusun

BAB I PENDAHULUAN 1. Pengantar Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan kemajuan peradaban manusia yang sangat penting. Karena melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia dapat mendayagunakan kekayaan dan lingkungan alam ciptaan Allah Subhanahu Wataala. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mendorong terjadinya globalisasi kehidupan manusia karena dengan mudah dapat mengatasi demensidimensi ruang dan waktu dalam kehidupannya. Negara-negara yang telah memilki ilmu pengetahuan dan teknologi akan lebih mudah melakukan akselarasi di berbagai bidang ke berbagai negera lain. Sementara negara tersebut sangat sulit diterebos oleh negara-negara lain yang kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologinya tertinggal, hal ini akan berdampak buruk bagi kesejahteraan warga negara yang memiliki kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang rendah. Pengembangan ilmu pengetahuan dapat diperoleh melalui serangkaian pengetahuan yang digali, disusun, dan dikembangkan secara sistimatis dengan menggunakan pendekatan tertentu yang dilandasi oleh metodologi ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif, kualitatif maupun ekspoloratif sehingga dapat menerangkan pembuktian gejala alam dan/atau gejala kemasyarakatan tertentu. Untuk itu kemampuan penguasaan metodologi penelitian dan penulisan karya ilmiah merupakan pengejewantahan Tridharma Perguruan Tinggi bagi para mahasiswa sebagai insan kampus yang tidak terpisahkan, sebagaimna yang telah diamanatkan melalui Pendidikan, Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Bahkan untuk memperkuat Penelitian di Indonesia Pemerintah telah mengeluarkan UU RI Nomor. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan menempatkan Perguruan Tinggi sebagai salah satu unsur Kelembagaan Sistem Nasional Penelitian sebagaimana tercantum dalam Bagian Kedua Pasal 7 yaitu : Perguruan Tinggi sebagai salah satu unsur kelembagaan dalam sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berfungsi membentuk sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi. Mencermati kedua dasar tersebut maka sangat tepat disebutkan bahwa para mahasiswa dan dosen merupakan kelompok masyarakat ilmiah yang tugas pokoknya menyangkut kemampuan menumbuhkembangkan pengusaan, pemanfaatan dan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan penelitian dan dan penulisan karya ilmiah, hal inilah yang menjadi salah satu unsur penguat Lembaga Penelitian di Perguruan Tinggi sehingga menjadikan Perguruan Tinggi tersebut sebagai salah satu unsur yang bertanggungjawab dalam Sistem Nasional Penelitian sebagaimana yang telah dibicarakan di atas. Mahasiswa sebagai salah satu unsur pergruan tinggi di tuntut kemampuan membuat karya ilmiah, baik berupa hasil penetitian, konseptual teori, ide, gagasan maupun hasil pengembangan atau pembahasan atau bentuk lain yang ditulis atau dikerjakan sesuai dengan konvensi ilmiah yang dilandasi kejujuran ilmiah. Kegiatan penulisan karya ilmiah dalam strata penilaian kualitas suatu perguruan tinggi memiliki bobot yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, kegiatan ini dijadikan salah satu

tugas pokok perguruan tinggi seperti yang dijabarkan dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Dalam mewujudkan karya tulis, memerlukan suatu pedoman yang baik, sehingga tercipta suatu format yang seragam sebagai salah satu ciri khas suatu lembaga, Pedoman penulisan karya ilmiah ini dibatasi sebagai pedoman penulisan skripsi untuk memenuhi kebutuhan khusus bagi komunitas akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Serambi Mekkah. Oleh sebab itu, pedoman ini sejak dikeluarkan dijadikan sebagai acuan penulisan skripsi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah. Dalam bab pendahuluan ini dirumuskan pengertian karya ilmiah, penulisan karya ilmiah, dan pengertian sikripsi. 2. Pengertian Karya Ilmiah Karya ilmiah merupakan suatu karya tulis yang mengkaji, memuat, mengungkapkan suatu permasalahan, gejala, fenomena tertentu, atau temuan baru dalam suatu bidang IPTEK, dan seni yang dapat memberi sumbangan baru kepada khasanah ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan. Adapun, dimaksud dengan kaidah-kaidah keilmuan adalah bahwa karya ilmiah menggunakan metode ilmiah di dalam membahas permasalahan,menyajikan kajiannnya dengan menggunakan bahasa baku dan tata tulis ilmiah, serta menggunakan prinsip-prinsip keilmuan yang lain, yakni bersifat objektif, logis, empiris, sistematis, lugas, jelas, dan konsisten. Pada mulanya, karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasarkan atas suatu penelitian ilmiah saja. Namun dalam pengertian yang lebih luas, karya tulis ilmiah dapat berupa hasil penelitian, hasil suatu kajian terhadap suatu masalah, suatu konseptual teori, ide dan gagasan, atau suatu isu baru yang dianalisis dengan menggunakan metode atau prosedur ilmiah yang cukup tepat. Pandangan terakhir menggambarkan bahwa suatu karya tulis dianggap ilmiah apabila dilihat dari ketepatan/kesesuaian penggunaan metode ilmiah dalam menelaah suatu permasalahan dan kemutakhiran suatu permasalahannya. Pengertian karya ilmiah itu sendiri telah banyak dirumuskan oleh para pakar dengan cara yang berbeda-beda. Pengertian karya limiah dalam pedoman ini dibatasi sebagai suatu karya tulis hasil penelitian, hasil telaah pustaka atau pembahasan, gagasan dan hasil pengembangan yang mengungkapkan suatu temuan baru yang memberi sumbangan baru kepada khasanah ilmu pengetahuan yang ditulis sesuai dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan disertai prinsip kejujuran ilmiah. Penyajiannya dilakukan secara cermat, sistematis, logis, konsisten, serta memiliki kejujuran ilmiah. Karya ilmiah ditulis dalam bahasa (Indonesia atau Inggris) yang baik, teratur, konsistensi dan efektif, menggunakan kaidah bahasa baku, dan menghindari penonjolan pribadi penulis. 3. Pengertian Skripsi Skripsi adalah karya ilmiah resmi (tugas akhir) yang ditulis mahasiswa dalam menyelesaikan studi program sarjana (S1). Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik seorang mahasiswa dalam memahami, mengidentifikasi, dan memecahkan suatu permasalahan yang berhubungan dengan bidang studi/bidang keahlian yang
10

ditekuninya melalui penelitian atau pembahasan suatu masalah. Oleh karena itu, skripsi disusun sesuai dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan. Pada tahap akhir, apa yang ditulis dalam skripsi tersebut dipertahankan oleh mahasiswa dalam suatu ujian skripsi sebagai satu syarat untuk mencapai gelar sarjana pendidikan pada FKIP Universitas Serambi Mekkah. 4. Tujuan Penulisan Skripsi/Karya Ilmiah Tujuan penulisan suatu karya tulis ilmiah atau skripsi oleh setiap mahasiswa adalah sebagai berikut. 1. Memberikan pengalaman praktik sebagai calon sarjana dalam menyandra berbagai fenomena sosial bidang pendidikan 2. Meningkatkan kemampuan calon sarjana dalam mengindentifikasi, menganalisa dan memecahkan permasalahan sesuai dengan bidang yang ditekuninya. 3. Mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam berfikir dan bersikap ilmiah, menelaah pemikiran dan fenomena serta mengkomunikasikan pemikiran yang dimiliki secara tertulis. 4. Merupakan tugas akhir untuk melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat dalam mencapai gelar sarjana pendidikan.

11

BAB II ATURAN PENULISAN SKRIPSI Dalam bab ini dijelaskan beberapa ketentuan penulisan skripsi bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah. Ketentuan tersebut antara lain meliputi persyaratan akademik, pengajuan proposal, pembimbing, bimbingan, dan ujian skripsi. A. Syarat Akademik bagi Mahasiswa yang Akan Menulis Skripsi Mahasiswa yang diperkenankan mengajukan usulan (proposal) penulisan skripsi apabila telah memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut. Mahasiswa aktif dan terdaftar (aktif) pada semester yang sedang berjalan. 2. Telah lulus minimal sebanyak 140 SKS dengan indeks prestasi komulatif (IPK) 2,75. 3. Telah lulus mata kuliah Metodelogi Penelitian, Statistik Pendidikan, Seminar/ Koloqium dengan nilai minimal B. 4. Mencantumkan tanda pengambilan skripsi dalam Kartu Rencana Studi (KRS). 5. Telah menduduki semester tujuh tidak termasuk semester non-aktif, bagi mahasiswa yang pernah mengambil non-aktif B. Pengajuan Proposal Skripsi Dalam mengajukan proposal mahasiswa perlu memperhatikan beberapa ketentuan berikut ; 1. Mahasiswa harus memilih masalah/judul skripsi yang berkaitan dengan bidang kependidikan/pembelajaran atau masalah khusus sesuai dengan program studi yang ditempuh. 2. Mahasiswa mengajukan proposal skripsi setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbing akademik (PA) atau dosen wali melalui Ka. Program Studi/Ka. Jurusan masing-masing. 3. Ka. Program Studi/Ketua Jurusan meneruskan proposal tersebut kepada penelaah (calon dosen pembimbing) yang dianggap memahami permasalahan yang diajukan. Pengiriman atau penyampaian proposal kepada penelaah selambatlambatnya satu minggu sebelum penelaahan berlangsung. 4. Ka. Program Studi/Ketua Jurusan menetapkan jadwal penelaahan proposal skripsi mahasiswa, dengan mengundang dosen penelaah, dan jika memungkinkan mengumumkan atau mengundang mahasiswa lain yang akan segera mengajukan proposal skripsi. Hal ini berarti, pengkajian proposal skripsi minimal diikuti oleh mahasiswa yang mengajukan proposal, ketua jurusan, calon dosen pembimbing skripsi, dosen penelaah, dan mahasiswa program studi tersebut yang akan segera mengajukan proposal skripsi. Penelaah proposal dapat saja dari jurusan lain, apabila masalah yang akan ditulis oleh mahasiswa sangat terkait dengan kemampuan dosen tersebut. 5. Di depan mahasiswa yang mengajukan proposal, penelaah mengkaji kelayakan proposal yang diajukan dan memberi masukan sampai terwujudnya sebuah proposal skripsi yang layak dilihat dari berbagai sudut pandang keilmuan. 6. Kerangka/sistematika proposal skripsi berisi hal sebagai berikut.
12

1.

Sebelum penulisan skripsi diawali dengan penyusunan usulan penelitian atau disebut dengan proposal penelitian. Dalam penyusunan proposal perlu memuat langkah-langkah berikut : 1). Bab I Pendahuluan 1. Latar Belakang Masalah (mampu memberi keyakinan bahwa masalah yang diteliti itu cukup penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan profesi sehingga melahirkan kelayakan mengapa masalah itu harus diteliti, di dalam penjelasan latar belakang masalah penulis mampu mengungkapkan secara jelas gambaran permasalahan yang akan di kaji, dengan membangun pola seharusnya dan senyatanya, sehingga selisih kedua aspek tersebut perlu dijawab dengan penelitian yang mendalam). Untuk memudahkan pemahaman pembaca, maka latar belakang dijelaskan secara singkat dan jelas dan terarah dengan menggunakan pola deduksi atau induksi. 2. Rumusan Masalah (komprehensif meliputi semua variabel) 3. Tujuan Penelitian 4. Anggapan Dasar dan Hipotesis (Penelitian deskriptif tidak harus ada hipotesa) 5. Manfaat Penelitian (secara teoritis dan praktis) 6. Organisasi Laporan Penelitian 2). Bab II. Landasan Teori. Dalam Proposal mahsiswa bab ini mahasiswa tidak perlu membahas dan menganalisa teori yang akan digunakan secara rinci, namun yang perlu diperinci adalah pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok yang akan dianalisa sebagai landasan penelitiannya. 3). Bab III Metodelogi Penelitian Dalam metodologi penelitian ini memuat berbagai hal yang menyangkut metoda yang akan digunakan dan sumber data penelitiannya, perlu diperhatikan kekeliruan dalam metodologi akan menyebabkan keliru pula hasil penelitiannya, oleh sebab itu metodologi penelitian harus sesuai dengan sifat masalah, tujuan yang ingin dicapai dan sumber data yang akan digunakan. Dalam bab ini harus memuat : - Populasi dan sample - Teknik pengumpulan - Teknik pengolahan dan analisis data) Semua unsur tersebut perlu dijelaskan secara rinci dan segala sesuatu secara detil perlu dibunyikan dalam bab ini. 4). Daftar Pustaka yang digunakan. Tidak ada ketentuan berapa jumlah daftar pustaka yang harus digunakan dalam suatu penelitian. Namun perlu diperhatikan konsistensi dan jumlah daftar pustaka yang memadai juga akan mempekuat kadar keilmiahan suatu karya tulis.

13

7. Penelaah merekomendasikan proposal skripsi dan selanjutnya diteruskan oleh mahasiswa kepada Ka. Prodi/Ka. Jurusan untuk mendapat pengesahan dan penentuan pembimbing dengan surat keputusan (SK) pimpinan fakultas. 8. Pembimbing utama dan pembimbing pembantu melakukan pembimbingan ulang secara cermat keseluruhan isi proposal, instrumen penelitian, dan prangkat lain yang diperlukan dalam penelitian, serta jadwal penelitian sebelum penelitian dilakukan. 9. Pembimbing utama dan pembimbing pembantu menandatangani lembar persetujuan pelaksanaan penelitian. 10. Setelah mendapat pengesahan Ka. Prodi/Ka. Jurusan, mahasiswa mengajukan permohonan izin penelitian kepada Pimpinan Fakultas. C. Pembimbing Skripsi Pembimbing skripsi adalah tenaga pengajar tetap atau luar biasa Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan Universitas Serambi Mekkah yang memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam disiplin ilmu yang berhubungan dengan masalah/topik skripsi yang dibimbingnya. Ketentuan mengenai pembimbing skripsi diatur sebagai berikut. (1) Pembimbing skripsi ditetapkan oleh Ka. Prodi/Ka. Jurusan berdasarkan keterkaitan dan kemampuannya dengan topik skripsi yang akan ditulis oleh mahasiswa. (2) Jumlah pembimbing skripsi sebanyak 2 orang terdiri atas pembimbing utama (1) dan pembimbing pembantu (2). (3) Persyaratan yang harus terpenuhi oleh calon pembimbing adalah sebagai berikut : Pembimbing Utama : - S3 atau Prof - S2 Minimal Lektor (III/c) - S1 Minimal Lektor Kepala (IV/a) Pembimbing Pembantu: - S2, S3 atau Pro - S1 Minimal Asisten Ahli (III/b) (4) Apabila Program Studi/Jurusan tertentu yang belum dapat memenuhi ketentuan kualifikasi dan jabatan tersebut bagi calon pembimbingnya dapat menyesuaikan dengan kondisi yang ada dengan pertimbangan bahwa pembimbing utama lebih diutamakan bidang keahliannya walaupun pangkatnya lebih rendah dari pembimbing pembantu. (5) Tugas Pembimbing Utama dan Pembimbing Pembantu a. Memberikan arahan tentang penyusunan proposal, sistematika dan materi skripsi. b. Mempertajam dan fokus rumusan masalah, tujuan penelitian dan hal-hal lain yang menyangkut dengan metodologi penelitian c. Menelaah dan memberikan rekomendasi tentang prosedur, instrumen, dan alat pengumpulan data yang akan digunakan. d. Memberikan persetujuan akhir terhadap naskah skripsi yang akan diajukan ke sidang sarjana (diawali oleh pembimbing utama).
14

(6) Baik pembimbing ataupun penguji dapat ditunjuk dari staf pengajar di luar jurusan yang bersangkutan, asal saja bidang keahliannya sesuai dengan masalah yang dibahas dalam skripsi tersebut. (7) Apabila karena suatu hal diperlukan perubahan atau pergantian pembimbing dapat dilakukan tanpa harus menggantikan judul ataupun perubahan total terhadap mateda skripsi yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa bersama pembimbing sebelumnya. (8) Apabila ada sesuatu dan lain hal yang menyebabkan proses bimbingan, tidak berjalan dengan baik, pergantian pembimbing dapat saja dilakukan melalui pengusulan kembali oleh Ka. Prodi/Ka. Jurusan kepada pimpinan fakultas. (9) Dosen Tetap Yayasan dapat berperan sebagai pembimbing sebagaimana ketentuan dalam poin (3) di atas, apabila telah memiliki jabatan fungsional dari Dikti atau telah melakukan usulan berdasarkan PAK dan surat pengantar Kopertis Wilayah I (10)Bimbingan adalah usaha mengarahkan hasil kajian teoritis dan lapangan mahasiswa berdasarkan prinsip-prinsip keilmiahan, bukan pemaksaan kehendak pembimbing semata. 4. Bimbingan Penulisan Skripsi Ketentuan-ketentuan mengenai bimbingan dalam penulisan skripsi diatur sebagai berikut. (1) Pembimbingan harus dilaksanakan sebaik-baiknya dan menyeluruh dengan memperhatikan keterampilan proses, prinsip-prinsip keilmuan, asas demokrasi, dan keadilan. Pemahaman dan keterampilan yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa dalam proses mengerjakan skripsi bukan hanya sekadar menghasilkan produk sehingga dia lepas dari kewajibannya. Akan tetapi, hal- hal yang berkaitan dengan kesesuaian masalah yang diteliti dengan bidang ilmu mahasiswa, orisinalitas masalah, orisionalitas data, penggunaan bahasa, teknik perujukan dan penulisan rujukan, dan teknik penulisan haruslah menurut kaidah atau kelaziman penulisan sebuah karya ilmiah (skripsi). Dan sedapat mungkin hasil penulisan bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. (2) Secara formal bimbingan oleh dosen pembimbing dimulai sejak penunjukan pembimbing hingga skripsi selesai. (3) Bimbingan skripsi diharapkan dapat selesai paling cepat 3 bulan dan paling lama 6 bulan sejak SK Pembimbing dikeluarkan. Namun perpanjangan waktu dapat saja dilakukan paling lama l x 6 bulan. Apabila melewati batas waktu tersebut, maka pembimbing berkewajiban menanyakan kesanggupan mahasiswa menyelesaikan kewajiban tersebut dan memberitahukan kepada ketua jurusan yang bersangkutan untuk diambil langkah-langkah yang tepat. (4). Skripsi dapat disahkan oleh pembimbing apabila perbaikan telah dilakukan sesuai dengan arahan. (5) Skripsi yang telah selesai proses pembimbingannya disahkan oleh pembimbing dan selanjutnya mahasiswa menyerahkan kepada Ketua Prodi/ Jurusan untuk menentukan jaduwal ujian sarjananya. (6) Ketua Prodi/Jurusan mengusulkan kepada fakultas untuk menetapkan jadwal ujian dan tim penguji. Waktu pengusulan dan penetapan itu tidak lebih satu
15

minggu terhitung sejak mahasiswa menyerahkan naskah skripsinya kepada ketua jurusan. (7) Berdasarkan penetapan tim penguji dan jadwal ujian oleh Ketua Prodi/Jurusan, Ketua prodi/Jurusan membuat dan menyampaikan surat undangan kepada tim penguji untuk melaksanakan ujian sarjana yang disahkan oleh pimpinan fakultas. (8) Pengiriman undangan ujian skripsi (ujian sarjana) kepada tim penguji beserta draf skripsi yang telah ditandatangani oleh pembimbing utama dan pembimbing pembantu.

16

BAGIAN III UJIAN SARJANA DAN YUDISIUM SARJANA 1. Pengertian Ujian Sarjana Ujian sarjana dalam pedoman ini adalah ujian skripsi dan ujian komprehensif terhadap pengalaman belajarnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan oleh tim penguji yang telah ditunjuk oleh Ketua Prodi/Jurusan. Pengujian meliputi seluruh aspek serta substansi skripsi dan mahasiswa mempertanggungjawabkan isi skripsinya secara baik. Serta ujian penguasaan pengetahuan program studi/jurusan keahliannya, atau elemen-elemen lain bidang kependidikan dan keterampilan profesionalnya sebagai calon guru yang baik. Di samping itu, tim penguji melakukan ujian komprehensif, yakni ujian penguasaan pengetahuan bidang studi atau bidang keahlian, bidang kependidikan, dan keterampilan profesional mahasiswa yang bersangkutan sebagai pertanggungjawaban ilmu yang telah dikuasainya. Kedua ujian tersebut dilakukan secara terintegrasi pada saat ujian sarjana berlangsung. Berikut ini disajikan ketentuan mengenai ujian sarjana (skripsi dan ujian komprehensif) dan yudisium sarjana. 2. Ketentuan Ujian Sarjana Dalam pelaksanaan ujian sarjana perluk dilakukan persiapan-persiapan sebagai berikut ; (i) Ketua Prodi/Jurusan membuat dan menyampaikan surat undangan ujian sarjana kepada tim penguji sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. (2) Draf skripsi mahasiswa yang akan diuji telah mendapat bimbingan dan disahkan oleh pembimbing utama dan pembimbing pembantu. (3) Draf tersebut diserahkan kepada tim penguji masing-masing 1 (satu) eks bersama surat undangan ujian sarjana kepada 2 orang pembimbingnya dan 2 orang penguji, paling lambat 1 (satu) minggu sebelum hari ujian. (4) Ujian sarjana adalah kewajiban bagi seluruh mahasiswa dan untuk menentukan lulus atau tidaknya seorang mahasiswa dalam penyelesaian pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Serambi Mekkah. (5) Ketua ujian sarjana adalah pimpinan fakultas, sedangkan Ketua Prodi/Jurusan adalah sebagai sekretaris ujian sarjana. (6) Ketua tim penguji adalah Pembimbing utama yang tugasnya memimpin pelaksanaan ujian sarjana sejak awal sampai ujian berakhir. 3. Persyaratan Mengikuti Ujian Sarjana Hal ada beberapa hal yang menjadi persyaratan bagi mahasiswa untu dibenarkan mengikuti ujian sarjana (ujian skripsi dan komprehensif) yaitu : a. Telah lulus semua mata kuliah dan telah menyelesaikan semua kegiatan akademik lainnya yang ditetapkan dalam kurikulum setiap jurusan b. Telah melunasi semua uang SPP semester selama kuliah dan SPP semester sedang berjalan serta persyaratan lainnya yang ditetapkan oleh fakultas.
17

c. Tim penguji berjumlah 4 orang dosen yang terdiri dari 2 orang dosen pembimbing dan 2 orang dosen penguji yang ditetapkan oleh pimpinan fakultas berdasarkan usulan ketua jurusan. d. Para penguji haruslah dosen yang memiliki bidang keahlian sama dengan materi skripsi. e. Pelaksanaan ujian terhadap seorang mahasiswa hanya boleh dilakukan jika dihadiri oleh tim penguji secara lengkap dan salah satu pembimbingnya. Jika salah seorang tim penguji (bukan pembimbing) tidak berhadir, Ketua Prodi/Jurusan dapat menggantikan tim penguji tersebut. f. Waktu untuk ujian sarjana bagi seorang mahasiswa minimal 200 menit, belum termasuk jam istirahat jika suatu waktu diperlukan oleh mahasiswa. g. Penilaian dalam ujian sarjana secara umum meliputi dua aspek berikut. a. Penilaian terhadap kemampuan mahasiswa mempertahankan isi skripsinya. b. Penilaian terhadap kemampuan mahasiswa menguasai pengetahuan bidang keahliannya, bidang kependidikan, dan keterampilan ketrampilan lain yang dipandang perlu untuk peningkatan profesionalnya. 4. Yudisium Sarjana Yudisium sarjana merupakan pengumuman akhir dari kemampuan mahasiswa terhadap seluruh prestasi akademiknya, termasuk nilai ujian sarjananya. Yudisium dilakukan oleh pimpinan fakultas setelah ujian sarjana berakhir. Seorang mahasiswa berhak mengikuti yudisium apabila telah memenuhi persyaratan akademik sebagai berikut. (1) Telah lulus ujian skripsinya (2) Telah memperbaiki skripsinya sesuai dengan saran atau masukan tim penguji dan pembimbingnya. (3) Skripsi telah ditandatangani oleh tim penguji dan para pimpinan fakultas. (4) Telah menyerahkan skripsi kepada pembimbing utama dan pembimbing pembantu, jurusan, fakultas, perpustakaan masing-masing satu eksemplar yang dibuktikan dengan suatu bukti penyerahannya. Yudisium sarjana dilaksanakan secara kolektif oleh fakultas dalam rentangan satu bulan sekali. Kegiatan yudisium dipimpin oleh Dekan FKIP dan dihadiri oleh para Ketua Prodi/Jurusan, dan Dosen Pembimbing.

18

BAGIAN IV TEKNIK PENULISAN SKRIPSI Setiap universitas memiliki bentuk dan cirikhas tersendiri dalam teknik penulisan skripsi, baik ditinjau dari format, jumlah bab, teknik pengutipan, penulisan daftar pustaka dan sebagainya. Namun, apabila dicermati secara mendalam, secara mendalam, semua bentuk karya tulis ilmiah mahasiswa memperlihatkan ada beberapa kesamaan format dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu untuk menjaga keseragaman dalam teknik teknik, bentuk, jumlah bab tersebut FKIP perlu menetapkan hal-hal sebagai berikut. 1. Penggunaan Bahasa Bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Bahasa yang digunakan dalam penulisan skripsi adalah Bahasa Inggris. Bagi mahasiswa Jurusan NonPendidikan Bahasa Inggris, bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang dimaksudkan disini adalah bahasa baku yaitu memiliki beberapa ciri, antara lain tepat, jelas, lugas, dan sesuai dengan ketentuan ketentuan dan kaedah penulisannya, sehingga memudahkan para pembaca dalam mencerna isi skripsi tersebut, bahasa yang digunakan harus komunikatif dan jelas. Ketepatan penggunaan bahasa merupakan kejelian bagi mahasiswa dalam memilih kosakata, menyusun kalimat dan alinea yang tidak tumpang tindih. Jelas berarti, unsur-unsur kalimat seperti subjek, prediket, objek, dan keterangan serta hubungannya tampak secara jelas. Di dalam setiap kalimat terlihat bagian mana merupakan subjek, bagian mana yang merupakan prediket, dan bagian mana yang merupakan objek (di dalam unsur transitif), serta bagian mana yang merupakan keterangan (kalau ada) sehingga setiap kalimat yang terdapat di dalam skripsi memenuhi persyaratan kaidah tata bahasa. Lugas berarti bahasa yang digunakan tidak menimbulkan makna ganda. Bentuk dan pilihan kata serta susunan kalimat hanya memungkinkan satu pilihan tapsiran, yaitu tapsiran yang sesuai dencjan maksud penulisnya. Setiap kata yang digunakan di beri bobot makna yang sewajamya sehingga tidak perlu diulang dengan berbagai sinonim atau paralelisme. Pemakaian kata kiasan sedapatdapatnya dihindarkan. Demikian juga, pemakaian metafora dihindarkan karena bahasa yang lugas harus langsung menunjukkan persoalan. Di samping itu, bahasa yang lugas memperhatikan segi keekonomisannya sehingga dalam penulisan skripsi lebih mengutamakan padat isi, bukan banyak atau padat kata. Komunikatif berarti apa yang di tangkap pembaca dari wacana yang disajikan sama dengan yang dimaksud penulisnya. Wacana dapat menjadikan komunikatif jika disajikan secara logis dan tersistem. Kelogisan itu terlihat pada hubungan antar bagian di dalam kalimat, antar kalimat di dalam alinea, dan antara linea di dalam sebuah wacana. Bersistem berarti uraian yang disajikan menunjukkan urutan yang teratur. Hubungan yang logis dan teratur itu tercermin di dalam ketepatan penggunaan kata penghubung intrakalimat seperti karena, sehingga, supaya, dan, lalu, tetapi dan ketepatan penggunaan kata atau ungkapan penghubung antarkalimat misalnya jadi, namun, sebaliknya, oleh karena itu, disamping itu, sehubungan dengan itu, dan
19

dengan demikian. Disamping itu, tentu saja tanda baca ikut menunjang penyajian uraian yang logis dan bersistem itu. Masalah pemakaian kata/istilah asing atau daerah dan singkatan perlu pula mendapat perhatian di dalam penggunaan bahasa dalam skripsi. Pemakaian kata/istilah asing atau daerah apabila tidak tersedia dalam tersedia dalam pedoman umum bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Istilah istilah asing tersebut harus ditulis dengan huruf mereng (italic). Apabila ada istilah yang perlu diperkuat dengan bahasa asing, bahasa indonesia ditulis dahulu, lalu disertakan istiiah asing yang ditempatkan di dalam kurung dan digaribawahi atau diketik miring. Ejaan yang digunakan adalah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempumakan (EYD). Penulisan kata atau istilah dan penggunaan fungtuasi (tanda baca) benarbenar harus diperhatikan kaidah-kaidah yang terdapat di dalam buku Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. 2. Bagian-bagian Skripsi Dalam penulisan sebuah skripsi atau karya ilmiah lainnya pada dasarnya terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian pertama, bagian isi, dan bagian akhir. Masingmasing bagian tersebut memuat isi sebagai berikut.
a.

Bagian Awal Bagian pertama berisi sejumlah lembaran yang berisi yaitu : (1) Lembaran persetujuan dan pengesahan (lihat lampiran) (2) Abstrak ( satu spasi maksimal 1 halaman) (3) Kata Pengantar (4) Daftar Isi (5) Daftar Tabel, Kalau Skripsi memuat tabel-tabel (6) Daftar Gambar/ Grafik, kalau dibutuhkan (7) Daftar Lampiran
b.

Bagian Isi Bagian isi sering juga disebut sebagai batang tubuh suatu skripsi. Bagian ini terdiri atas sejumlah bab, masing-masing bab paling tidak memuat sebagai berikut.
(1)

Bab I Pendahuluan, berisikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, anggapan dasar, hipotesis dan organisasi laporan penelitian. Hipotesa tidak wajib ada dalam setiap skripsi, harus dilihat dari sifat penelitian yang dilakukan. Bab II Landasan Teori atau Kajian Pustaka, memaparkan sejumlah teori atau hasil penelitian yang mendukung permasalahan penelitian. Landasan teori bukan memindahkan tulisan buku, tetapi menganalisa dan membahas permasalahan yang akan diteliti berdasarkan sejumlah teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang dapat dinyakini kebenarannya yang dapat memperkuat permasalahan penelitian, dan didukung dengan kutipan seperlunya. Bab III Metode Penelitian, antara lain berisikan, metode yang akan digunakan dalam penelitian (memuat penjelasan rinci dan jelas tentang jenis
20

(2)

(3)

penelitian, Populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data dan organisasi laporan penelitian, masing-masing unsur tersebut dijelaskan serinci mungkin, karena masing elemen dalam metodologi tersebut saling terkait. Contoh dalam teknik pengumpulan data disebutkan angket dan wawancara. Hasil wawancara juga harus dianalisis untuk mendukung kesimpulan setiap permasalahan yang dibahas.
(4)

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian, memaparkan hasil-hasil penelitian yang diperoleh baik dalam bentuk fakta maupun hasil analisisnya. Selanjutnya, hasil-hasil penelitian tersebut dibahas secara komprehensif. Pembahasan dilakukan secara argumentatif yang diperkuat dengan landasan teori, konsep, atau pendapat yang mapan (sedapat mungkin yang terkini), baik yang sudah dipakai dalam bab II atau teori, konsep, pendapat lain yang diperoleh selama proses penelitian berlangsung. Bab V Penutup, berisikan kesimpulan dan saran. Isi bagian kesimpulan harus bersifat konseptual dan harus terkait langsung dengan masalah dan tujuan penelitian. Kesimpulan bukanlah singkatan dari poin-poin yang dibahas, tetapi hasil analisis pembahasan yang dapat dijadikan sebagai suatu konsep sesuai dengan tujuan penelitian. Kesimpulan harus terjawab semua tujuan penelitian dan kesimpulankesimpulan lain yang terkait sesuai dengan yang telah diuraikan secara lengkap dalam Bab I. Disamping itu dalam bab kesimpulan bisa saja ditambah dengan kesimpulan teoritis sebagaimana yang telah dibahas dalam bab II, namun yang utama sekali harus terjawab semua tujuan penelitian dan permasalahan yang telah dirumuskan di muka. Tata urutan dalam kesimpulan hendaknya sama dengan urutan-urutan yang ada di dalam Bab II dan Bab III. hal ini diperlukan untuk terciptanya konsistensi isi dan tata urutan kesimpulan, sehingga memudahkan bagi semua pembaca. Dalam Bab V ini juga disajikan saran. Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber dari hasil analisa data pada temuan penelitian dan hasil kajian teori yang mendukung. Dengan kata lain, saran tidak keluar dari batas-batas ruang lingkup dan implikasi hasil hasil penelitian. Saran hendaknya spesifik, rinci, dan operasional sehingga dapat memudahkan orang lain menafsirkan atau melaksanakannya. Saran diajukan kepada pihak-pihak yang terkait dengan masalah, hasil, dan temuan-temuan penelitian tersebut.
c.

(5)

Bagian Penutup Bagian penutup dari suatu skripsi terdiri dari beberapa hal sebagai berikut. (1) Daftar Kepustakaan (2) Daftar lampiran-lampiran. Sebuah skripsi yang baik memuat beberapa hal yang dapat memperkuat hasil temuan dan proses pembuatannya yaitu; a. Surat keputusan penunjukan pembimbing; b. Surat keterangan izin melaksanakan penelitian c. Surat keterangan telah selesai melaksanakan penelitian; d. Data tabel sebagai pembuktian hasil hitung dan uji, (3) Daftar Istilah (bila ada)
21

(4)

Daftar Riwayat Hidup penulis ditempatkan pada halaman terakhir.


3.

Sistimatika Pengetikan Skripsi Pengetikan atau penggandaan skripsi dilakukan di atas kertas putih berukuran kuarto A4 (210,0 x 297,0 mm) yang beratnya 70 grams.

4.

Penggunaan Huruf Skripsi Huruf yang digunakan dalam menulis skripsi adalah Time New Roman 12 pt, Seluruh bagian skripsi diketik menggunakan huruf yang homogenik, kecuali ukuran huruf untuk pengetikan isi tabel, grafik atau ilustrasi lainnya dapat lebih kecil dengan catatan mudah di baca. Instrumen pengetikan skripsi menggunakan komputer.

Margin Skripsi Untuk keseragaman format pada setiap halaman skripsi, pengetikan tidak dibenarkan keluar dari batas-batas margin berikut. Ketentuan batas margin ini berlaku juga untuk pengetikan tabel, gambar, grafik, atau bentuk ilustrasi lainnya. (oleh sebab itu apabila tabel terlalu besar dan tidak mungkin diperkecil dalam pengetikan portrait boleh saja tabel tersebut dibuat dalam format lansdcape).
5. (a) (b) (c) (d) 6.

Margin kiri Margin atas Margin bawah Margin kanan

= 4,00 cm; = 3,5,00 cm; = 3,5,00 cm; = 2,50 cm;

Penggunaan Spasi Seluruh bagian isi skripsi diketik dalam jarak baris dua spasi, termasuk jarak antara subjudul/ sub-subjudul dengan baris alinea pertama di bawahnya dan jarak antarparagraf, kecuali, pada beberapa hal berikut ini. (1) Abstrak (1 spasi). (2) Daftar isi (dalam satu point 1 spasi dan antar point 2 spasi). (3) Kutipan langsung yang lebih dari 4 baris (1 spasi). (4) Daftar Pustaka dalam tiap pustaka (1 spasi), anatar daftar pustaka (2 spasi). (5) Judul, Sub-judul, Judul tabel, grafik, atau keterangan gambar yang lebih satu baris (1 spasi). (6) Isi tabel atau lampiran (bervariasi 1-2 spasi). (7) Jarak judul bab dengan subjudul atau alinea baru (4 spasi). (8) Jarak baris terakhir suatu paragraph dengan subjudul (4 spasi). (9) Jarak baris terakhir suatu paragraf dengan table (4 spasi). (10) Jarak judul table dengan teks table (1 spasi). (11) Jarak keterangan gambar/grafik dengan alinea baru atau sub judul (4 spasi).
7.

Penomoran Halaman Skripsi Seluruh bagian pembukaan skripsi diberi nomor halaman dengan angka Romawi kecil, kecuali untuk halaman sampul, lembaran pengesahan pembimbing, dan lembaran pengesahan panitia ujian. Penomoran dimulai dari halaman kata pengantar yang dihitung dari halaman lembaran sampul. Semua nomor halaman
22

bagian pembukaan ini ditempatkan ditengah-tengah tepi bawah (2 spasi dari margin bawah). Seluruh bagian isi dan penutup skripsi diberi nomor halaman dengan angka Arab. Semua nomor halaman ini ditempatkan pada tepi kanan atas (2 spasi di atas margin atas). Semua halaman tempat terdapat judul bab, nomor halamannya ditempatkan ditengah-tengah tepi bawah (2 spasi dari margin bawah). 8. Judul Judul skripsi dan judul-judul bab diketik dengan huruf besar (kapital) dan ditempatkan ditengah-tengah tepi bagian atas. Nomor dan Judul-judul bab diketik sebagai satu kesatuan. Nomor bab diketik dengan angka Rumawi (huruf besar) yang ditempatkan di depan judul bab. Demikian juga dengan judul-judul lembaran pada bagian pembukaan diketik dengan huruf besar dan ditempatkan ditengahtengan halaman atas. Seluruh kata di dalam judul, baik di bagian pembukaan, isi, maupun penutup, tidak diketik miring, kecuali kosa kata bahasa asing atau bahasa daerah.
9.

Sub Judul Judul suatu bab dapat dirinci menjadi beberapa subjudul: Suatu sub judul dapat pula dirinci menjadi beberapa sub-subjudul. Setiap huruf pertama dari kata subjudut diketik dengan huruf besar kecuali kata penghubung dan kata penunjuk. Penulisan subjudul di beri nomor berurut dengan angka Arab, dengan titik dibelakang angka tersebut. Subjudul tidak dicetak tebal atau miring, kecuali kosakata bahasa asing atau daerah, dan tidak diakhiri dengan titik. Pengetikan subjudul (termasuk nomornya) dimulai dari margin kiri. Bila subjudul lebih satu baris diketik berjarak satu spasi dan baris kedua dan seterusnya dimulai sejajar huruf pertama baris atasnya. Jarak baris terakhir subjudul dengan alinea baru adalah dua spasi. Sub-Sub Judul Penomoran Sub-subjudul dimulai dengan nomor subjudul dan diikuti dengan nomor urut sub-subjudul. Nomor subjudul dengan nomor sub-subjudul diberi titik. Seluruh kata sub-subjudul, kecuali huruf awal, ditulis dengan huruf kecil, tidak dicetak tebal atau miring serta tidak diberi tanda titik. Pengetikan sub-sub judul (termasuk nomornya) dimulai dari margin kiri. Bila kata-kata Sub-sub judul lebih dari satu baris, diketik satu spasi, dan dimulai sejajar dengan huruf awal baris di atasnya. Jarak baris terakhir dengan sub-subjudul dengan alinea baru sama halnya dengan sub judul, yaitu dua spasi. Jarak baris terakhir suatu paragraf dengan subjudul atau sub-subjudul adalah empat spasi.
10.

11. Alinea atau Paragraf Baru Alinea atau paragraf baru diketik setelah ketukan ke-7 dari margin kiri. Jarak antara baris terakhir suatu paragraf dengan kalimat pertama paragraf berikutnya adalah sama dengan jarak antara tiap baris, yaitu dua spasi. Jika dalam suatu paragraf terdapat beberapa kalimat uraian yang perlu dinyatakan dengan angka, penulisan angka dapat dilakukan senyawa dengan isi teks

23

paragraf dan jika sangat teknis dapat pula dilakukan secara berurutan dan sejajar dengan alinea baru. Contoh penulisan angka dalam paragraf yang senyawa dengan isi teks paragraf, Selanjutnya visi tersebut dijabarkan dalam misi universitas yang meliputi: 1. Penyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas dan profesional, 2. Mengembangkan nilai-nilai budaya masyarat, ilmu pengetahuan dan teknologi dengan meningkatkan penelitian dan pangabdian kepada masyarat yang. 3. Mengembangkan dan membuka peluang-peluang kerja sama kerjasama institusional, baik dengan lembaga pemerintah dan swasta 4. Meningkatkan kemampuan instruksional para dosen guna mempengaruhi daya serap dan kualitas pembelajaran 5. Meningkatkan pelayanan (exelent service) melalui upaya peningkatkan kualitas manajemen institutional. Contoh penulisan angka dalam sutau paragraf yang ditulis secara berurutan 2.1 Belajar Belajar merupakan usaha sadar yang sistematis dan terencana dalam pembentukan kepribadian dan mental anak, untuk mencapai hal tersebut secara optimal maka ada beberapa unsur antara lain ; 1) Lingkungan 2) Kemampuan guru 3) Media Pembelajaran 4) Metoda Pembelajaran 5) Kemampuan siswa 6) Dan alat evaluasi 12. Kutipan dan Rujukan Kutipan adalah penulisan kembali sebagian teks dari suatu sumber bacaan atau rujukan. Kutipan itu bermacam-macam jenisnya: kutipan langsung, dan parafrase, teknik pengutipannya berbeda-beda. Rujukan adalah sumber bacaan tempat suatu kutipan atau informasi diperoleh untuk memperkuat suatu karya ilmiah. Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang diungkapkan dengan bahasa dan gaya penulis sendiri, sedangkan kutipan langsung adalah mengungkapkan suatu masalah persis sama dengan sumber aslinya. Di dalam penulisan kutipan perlu diperhatikan hal-hal berikut. a. Kutipan langsung yang kurang dari empat baris ditempatkan di dalam teks di antara tanda petik dengan jarak sama dengan jarak baris di dalam teks, yaitu dua spasi. Terdapat dua cara menulis kutipan langsung. Pertama, nama pengarang disebut secara terpadu di dalam teks. Contoh, Sebagaimana temuan Abubakar dan Anwar (2005 : 71) bahwa lebih dari 24% lebih remaja SMA Kota Banda Aceh pernah melakukan prilaku menyimpang beresiko tinggi (juvenile deliquence) seperti menggunakan narkoba, dan 6% lebih diantaranya sudah pernah melakukan free sex. b. Kutipan langsung lima baris atau lebih ditempatkan di bawah baris terakhir teks yang mendahuluinya. tipan itu diketik tanpa tanda petik, dengan jarak satu spasi dan menjorok masuk tujuh ketukan dari margin kiri.
24

Contoh : Sesuai dengan Pendapat Beth B. Hess (1986 ; 57) sebagai berikut ; The main poin to remember are these ; 1. Culture develope over the time according to the specific history of the group 2. Culture is learned and transmited from generation to another. Culture is understood and shere by the members of a society 3. The culture of any one group is composed of many elements that form a relatively unified whole. That is, various culture traits (single item) and pattern (set of traits) tend to be consistent with one ather. This consistency is called cultural integration. ........ Dimerengkan karena kutipan tersebut dari bahasa asing langsung, namun apabila kutipan dari sumber biasa tidak perlu dimerengkan tetapi penulisannya persis seperti contoh di atas.
c.

Kutipan tidak langsung: nama pengarang dapat disebut terpadu dalam teks, atau disebut dalam kurung bersama tahun penerbitnya. Contoh: Spradley (1997;6) mengemukakan bahwa pengamatan yang dilakukan oleh dua kelompok yang berbeda terhadap suatu kejadian dapat menimbulkan interpretasi yang berbeda, atau pengamatan yang dilakukan oleh dua kelompok yang berbeda terhadap suatu kejadian dapat menimbufkan interpretasi yang berbeda (Spradley, 1977:6). Jika sumber acuan di dalam bahasa asing, sebaiknya bagian yang dikutip diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia sebagai kutipan tidak langsung) jika terpaksa harus dikutip langsung, pernyataan di dalam bahasa asing itu dikutip sesuai dengan aslinya dan semua unsur bahasa asing itu diberi garis bawah atau diketik miring (kursif). Pengetikan kutipan tersebut sama dengan penjelasan (poin b diatas). Contoh, Bahkan Sutherland dan Cressey (1984 : 43) membanding angka penyimpang remaja pria dan wanita dengan 15 : 1. artinya dalam lima belas kasus prilaku menyimpang yang ditemukan hanya satu yang terjadi pada prilaku remaja wanita, terutama dalam masyarakat tradisional. Hal itu dapat kita lihat dalam pernyataan mereka berikut: Males dominate the world of crime ........... The crime rate for men greatly in excess of the rate for women in all nations, all communities a nations in Canada for example the ratio of male to fameles convicted of serius offenses is about 15:1. the difference is even greater in traditional societies. Jika di dalam teks nama pengarang tidak dinyatakan, dicantumkan nama akhir pengarang dan tahun terbit pustaka yang diacu serta nomor halaman (kalau dikutip pada halaman tertentu) di dalam kurung pada akhir pernyataan yang dikemukakan sebelum tanda titik akhir kalimat pernyataan itu. Di antara nama pengarang dan tahun terbit ditempatkan tanda koma; dan di antara tahun terbit dan nomor halaman ditempatkan tanda titik dua. Contoh: Dalam penelitian deskriptif tidak wajib harus ada hipotesis (Sanapiah 1998 : 36 ). Jika ada dua pengarang, dicantumkan kedua nama akhir pengarang itu yang dipisahkan dengan kata dan, serta tahun terbitnya. Jika pengarang lebih dari
25

d.

e.

dua orang, digunakan singkatan dkk. (dan kawan-kawan) sesudah nama akhir nama pengarang yang pertama. Kata dan singkatan dkk. tidak digarisbawahi. Contoh, Pergerakan buruh sering kali diawali oleh tidak terakomudirnya keiginan dan harapannya (Parker, S.R dkk. 1992 : 78). Atau Menuurut Aminuddin dkk. (1978:63), hemoglobin adalah pigmen merah pembawa oksigen pada butir darah merah. Jika ada beberapa karya terbitan tahun yang sama dari seseorang pengarang, sebagai pembeda digunakan huruf a, b, dan c, di belakang tahun terbit di dalam kurung. Contoh: Selanjutnya, Haris (2001a) berpendapat bahwa ... Pendapatnya itu diperkuatnya dengan mengatakan bahwa ... (Haris, 2001b).
f.

Jika beberapa sumber informasi diacu bersama, nama-nama pengarang dan tahun terbit ditempatkan di dalam satu kurung). Penempatannya mengikuti urutan tahun terbit. Tanda titik koma (;) memisahkan sumber informasi yang satu dengan yang lain. Contoh: ........ pembelajaran bahasa Indonesia masih dianggap bermasalah (Chaer, 1981; Badudu, 1985; Suyono, 1995).

g. Jika buku rujukan tidak mempunyai tahun terbit, dituliskan tanpa Tahun di dalam kurung sesudah penyebutan nama pengarang. Contoh: ........ dana moneter internasional (Wardhana, Tanpa tahun: 117) 13. Tabel dan Gambar Tabel dimaksudkan untuk menyajikan data dan informasi dalam bentuk yang lebih ringkas. Gambar juga merupakan jenis penyajian data atau informasi dalam bentuk grafik, peta, diagram, sketsa, foto, dan rumus-rumus bidang ilmu tertentu yang kompleks. Tabel atau gambar yang baik dapat mengungkapkan informasi lebih efektif dan efisien daripada menggunakan serangkaian kalimat. 14. Tabel Setiap table diberi nomor urut dengan menggunakan angka Arab dan diberi tanda titik di belakang nomor tersebut, lalu diikuti dengan judul tabel. Judul tabel diketik dengan huruf besar, kecuali huruf awalnya dan tidak diakhiri dengan tanda titik). Apabila judul tabel lebih satu baris di ketik satu spasi dan dengan gambar tabei jaraknya dua spasi. Penempatan tabel pada suatu halaman disesuaikan dengan teks tabel dan diupayakan seimbang antara margin- kiri dan kanan. Tabel juga dapat ditempatkan secara membujur ataupun melintang terhadap halaman. Sumber dan keterangan lain yang diperlukan untuk tabel langsung di tulis di bawah tabel dengan ketikan satu spasi. Contoh: Tabet 1. Jumlah Mahasiswa yang Memilih Program Studi Bahasa Indonesia FKIP Universitas Serambi Mekkah Tahun 2003 s/d 2006 berdasarkan Daerah Asal Tahun Masuk No. Daerah Asal 2003 2004 2005 2006
26

1. Pidie 2. Aceh Utara 3. Aceh Timur 4. Aceh Barat 5. Aceh Tengah 6. Aceh Selatan 7. Kota Lhokseumawe 8. Kota Langsa 9. Aceh Besar 10. Banda Aceh 11. Sabang 12. Luar Aceh Jumlah Biro Akademik USM 2006

24 29 15 13 9 7 10 4 7 5 8 9 140

19 20 23 14 3 4 5 5 6 4 6 2 111

21 19 19 23 10 9 3 15 12 11 7 67

20 23 12 19 12 9 8 9 23 35 12 10 192

Tabel diupayakan muat dalam satu halaman. Bila isi tabel tidak mungkin termuat dalam satu halaman, sisanya diteruskan ke halaman berikutnya, atau dapat juga halaman tabel itu disambung dengan kertas lain dan dilipat dengan baik. Atau apabila tabel terlalu panjang maka format pengetikan boleh dirobah dalam bentuk Landscape. 15. Gambar Setiap gambar juga diberi nomor urut yang di tulis dengan menggunakan angka Arab, dan dibelakang nomor tidak diberi tanda titik. Judul gambar diketik dengan huruf kecil (kecuali huruf awal), tidak dicetak tebal, dan tidak diakhiri dengan titik. Bila judul dan keterangan gambar lebih dari satu baris, diketik berjarak 1 (satu) spasi yang dimulai dibawah huruf awal judul gambar. Bila gambar bukan ciptaan sendiri, sumbernya ditulis di akhir keterangan gambar. Penempatan gambar sama dengan penempatan tabel, yakni ditengah-tengah halaman yang seimbang antara margin kiri dan margin kanan. Hanya saja judul gambar ditempatkan dibawah gambar. 16. Lampiran Lampiran merupakan bagian dari sebuah skripsi. Hal-hal yang dimuat dalam lampiran hendaklah yang langsung berhubungan dengan skripsi. Bila lampiran lebih dari satu, setiap lampiran diberi nomor urut dengan angka Arab, ditulis di sudut kiri atas dalam lembaran lampiran yang bersangkutan. Pengetikan judul lampiran sama seperti pengetikan judul tabel (kecuali lampiran berupa surat keterangan), yaitu dengan huruf kecil (kecuali huruf awal), dan bila judul lampiran lebih dari satu baris, baris berikutnya diketik 1 (satu) spasi. Bentuk lampiran juga bermacam-macam, dapat berupa tabel, gambar, dan ilustrasi lainnya. Lampiran ditempatkan setelah daftar pustaka, dan dalam satu halaman dapat dimuat lebih dari satu lampiran. Lampiran yang harus ada dalam sebuah skripsi adalah; 1) Surat Keterangan Penunjukan Pembimbing oleh Ketua Jurusan; 2) Surat Keterangan Izin Melaksanakan Penelitian /Mengumpulkan Data di lokassi penelitian;

27

Surat Keterangan Telah Selesai Melaksanakan Penelitian dari instansi terkait 4) Daftar Riwayat Hidup.
3)

17.

Daftar Rujukan Daftar rujukan adalah daftar sumber bacaan suatu karya tulis ilmiah, yang biasanya dicantumkan pada akhir suatu karya ilmiah, semua sumber yang dijadikan sebagai pedoman atau yang nama pernah dirujuk dalam suatu karya ilmiah wajib disebutkan dalam daftar rujukan. Sumber rujukan suatu karya tulis dapat berupa buku, jumal, skripsi, tesis, disertasi, majalah, buletin, makalah seminar, surat kabar, bank data, microfilm, internet, hasil wawancara, foto, atau bahkan komunikasi pribadi melalui telepon, e-mail, dan sebagainya. Semua rujukan yang dicantumkan dalam teks skripsi atau digunakan sebagai pedoman harus dicantumkan di dalam daftar rujukan atau semua sumber bacaan yang tertera dalam daftar rujukan dapat ditelusuri atau ditemukan dalam teks skripsi. Oleh sebab itulah maka judul bagian ini disebut daftar rujukan. Catatan kuliah atau ceramah tidak dibenarkan sebagai sumber rujukan, kecuali telah dibukukan atau diktat yang diterbitkan secara resmi. Itupun dianggap sebagai suatu rujukan yang lemah.
18.

Aturan-aturan Penyusun Daftar Pustaka Penulisan daftar rujukan menganut sistem American Psychological Assosiation (APA). Berikut ini adalah aturan-aturan yang harus diperhatikan dalam penyusunan daftar rujukan. (1) Daftar rujukan ditempatkan pada lembar bagian penutup skripsi. (2) DAFTAR PUSTAKA diketik dengan huruf kapital semua, diletakkan di tengah sehingga jarak margin kiri dengan margin kanan seimbang. (3) Sumber rujukan yang hendak dicantumkan dalam daftar rujukan disusun menurut abjad nama-nama pengarang atau lembaya yang menerbitkan jika tidak ada nama pengarangnya. (4) Jarak antara DAFTAR PUSTAKA dengan baris pertama adalah empat spasi. (5) Jika data sumber bacaan lebih dari satu baris, baris-baris berikutnya diketik satu spasi dan dimulai setelah ketukan delapan dari margin kiri. (6) Setiap baris akhir suatu sumber bacaan diakhiri dengan tanda titik. (7) Jarak antara baris akhir suatu sumber bacaan dengan baris pertama sumber bacaan berikutnya adalah dua spasi. (8) Tidak dibenarkan mengubah karakter (huruf) Latin seperti tanda tanya ( ?) menjadi alfa, beta, gamma dan lain-lain dari judul asli sumber rujukan.
19.

Penulisan Sumber Acuan dalam Daftar Rujukan 1) Buku Sebagai Sumber Acuan Urutan penyebutan keterangan tentang buku adalah sebagai berikut. Nama pengarang, Tahun terbit, Judul buku, Tempat terbit, dan
28

a. b. c. d.

e. Nama penerbit. Tiap-tiap penyebutan keterangan, kecuali penyebutan tempat terbit, diakhiri dengan tanda titik. Sesudah tempat terbit diberi tanda titik dua (:). Jika yang dicantumkan bukan nama pengarang, melainkan nama lembaga yang menerbitkan, urutan penyebutan di dalam daftar pustaka menjadi: a. nama lembaga/badan/instansi yang menerbitkan, b. tahun terbit, c. judul terbitan, dan d. tempat terbit. Jika yang dicantumkan bukan nama pengarang dan bukan nama lembaga yang menerbitkan, urutan penyajiannnya adalah , b. kata pertama judul buku/karangan, c. tahun terbit, d. judul buku(karangan (lengkap), e. tempat terbit, dan f. nama penerbit. Berikut penjelasan lebih rinci penulisan tiap-tiap butir tersebut di atas. a. Penulisan Nama Pengarang 1) Nama pengarang ditulis selengkap-lengkapnya, tanpa mencantumkan gelar akademik pengarang yang bersangkutan.
2)

Penulisan nama pengarang dilakukan dengan menyebutkan nama akhir atau marga lebih dahulu, baru kemudian nama pertama. Nama akhir yang ditulis lebih dahulu itu dipisahkan dengan tanda koma (,) dari nama pertama yang ditulis di belakang nama akhir. Contoh: James Coleman ----Coleman, James Sanapiah Faisal --- Faisal, Sanapiah Juanita H. William---- William H., Juanita . Cara penulisan nama pengarang seperti itu tidak berlaku bagi nama-nama Tionghoa karena pada nama Tionghoa unsur nama pertama merupakan nama lamili. Jadi, nama-nama pengarang Tionghoa di dalam daftar rujukan tidak perlu di balik urutannya. Contoh: The Lian Gie Lie Tie Gwan Atap Seng Nama The Lian Gie ditempatkan di dalam urutan huruf T dan nama Lie Tie Gwan ditempatkan di dalam urutan huruf L.

3)

Jika di dalam buku yang diacu itu yang tercantum nama editor, penulisannya dilakukan dengan menambahkan singkatan (Ed.) dibetakang nama. Singkatan (Eds.) digunakan jika editornya lebih dari satu. Singkatan Ed. atau Eds. diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan titik, ditempatkan di dalam tanda kurung dengan jarak satu ketukan dari nama editor.

29

Contoh: Letheridge, S. and Cannon, C.R. (Eds.). 1980. Bilingual Educahon: Teaching English as a Second Language. New York: Preager. Aminuddin (Ed.). 1990. Pengembangan Peneliban Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat Malang.
4)

Jika pengarang terdiri dari dua orang, nama pengarang pertama ditulis sesuai dengan ketentuan butir 2), yaitu dituliskan nama akhir lebih dahulu, sedangkan nama pengarang kedua dituliskan menurut urutan biasa. Di arttara kedua nama pengarang itu digunakan kata penghubung dan (tidak digarisbawahi). Contoh: Beuransah, Banta dan Abdulfah Rani Jika pengarang terdiri dari tiga orang atau lebih, dituliskan nama pengarang pertama saja sesuai dengan ketentuan butir 2) lalu ditambahkan singkatan dkk. (bentuk lengkapnya adalah dan kawankawan) dan tidak digarisbawahi. Contoh : Kadir, Abdul dkk. Jika beberapa buku yang diacu itu ditulis oleh seorang pengarang, nama pengarang disebutkan sekali saja pada buku yang disebut pertama, sedangkan untuk selanjutnya cukup di buat strep sepanjang sepuluh ketukan yang diakhiri dengan tanda titik dan dilanjutkan dengan tahun dan seterusnya Contoh: Hassan, Fuad ----------

5)

6)

b. Penulisan Tahun Terbit 1) Penulisan tahun terbit dituliskan sesudah nama pengarang dan dibubuhkan tanda titik sesudah tahun terbit. Contoh: Aminuddin (Ed.). 1990.
2)

Jika beberapa buku yang dijadikan bahan pustaka ditulis oleh seorang pengarang dan diterbitkan di dalam tahun yang sama, penempatan urutannya didasarkan pada urutan abjad judul bukunya. kriteria pembedaannya adalah tahun terbit, yaitu dibubuhkan huruf a, b, dan c sesudah tahun terbit, tanpa jarak. Contoh: Hassan, Fuad. 1982a ----------- 1982b Jika beberapa buku yang dijadikan bahan rujukan itu ditulis oleh seorang pengarang, tetapi tahun terbitnya berbeda, penyusunan daftar

3)

30

pustaka dilakukan dengan urutan berdasarkan urutan terbitan (dari yang paling lama sampai yang paling baru).
4)

Jika buku yang dijadikan bahan rujukan itu tidak menyebutkan tahun terbitnya, di dalam penyusunan daftar pustaka disebut Tanpa Tahun. Kedua kata ini diawali dengan huruf kapital dan tidak digarisbawahi. Contoh: Johan. Tanpa Tahun. Amin, Muhammad. Tanpa Tahun.

c. Judul Buku 1) Judul buku ditempatkan sesudah tahun terbit dan diberi garis bawah tiap-tiap katanya atau diketik miring (kursif). Judul ditulis dengan huruf kapital pada setiap awal kata yang bukan kata tugas seperti di, ke, dari, pada, dari pada, uniuk, bagi, dan, yang, dengan, yang tidak terietak pada posisi awal. Di belakang judul ditempatkan tanda titik. Contoh: Bogdan Robert, C. 1998. Qualitative Research for Education : an intruduction to theory and Methods. Boston, London, Sydney and Toronto: Allyn and Bacon Inc. Debert Miller, C. 1980. Handbook of Research Design and Social Measurement, New York : David McKay Company, Inc. Setiarso, Bambang. 1997. Penerapan Teknologi Informasi dalam Sistem Dokumentasi dan Perpustakaan. Surabaya: Erlangga.
2)

Laporan Penelitian, disertasi, tesis, skripsi, atau artikel yang belum diterbitkan atau dipublikasikan, di dalam daftar pustaka ditulis dengan diawali dan diakhiri tanda petik. jadi yang dicetak miring untuk sumber tersebut adalah nama majalah, laporan, jurnal, skripsi, tesis, disertasi dan makalah. Contoh: Abubakar dan Suwaibatul Islamiyah, 2007. Implimentasi Peran dan Fungsi Komite Madrasah dalam Mewujudkan Kemandirian dan Otonomi Pendidikan Daerah. Laporan Penelitian Dikti tidak diterbitkan. Banda Aceh: LP2M Universitas Serambi Mekkah.

3)

Unsur-unsur keterangan, seperti jilid dan edisi, ditempatkan sesudah judul. Penulisan keterangan itu ditulis dengan huruf kapital pada awal kata, kecuali kata tugas dan diakhiri dengan titik. Contoh: Hess, Beth. B. 1987. Sociology. Second Edition. London: Macmillan Publishing Company.
31

Tirtarahardja, Umar dan La Sula. 2003. Pengantar Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.
4)

Jika sumber acuan merupakan karya terjemahan tanpa tahun buku sumbernya, maka sumber pustaka seperti itu dapat seperti contoh berikut : Zeitlin. Irving M. 1995. Memahami Kembali Sosiologi, Kritik Terhadap Teori Sosiologi Kontempore. Penerjemah Anshori dan Juhanda. Dari Rethinking Sociology, A Critique of Contemporary Theory (Tanpa Tahun). Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Parker, S.R dkk. 1992. Sosiologi Industri. Alih Bahasa oleh G. Kartasapoetra, dari The Sociology of Industry, (Tanpa tahun). Jakarta : PT. Reneka Cipta.

5) Jika sumber acuan merupakan karya terjemahan yang ada tahun buku sumbernya, maka sumber pustaka seperti itu dapat seperti contoh berikut : Yusuf Qardhawi (asli 1991) Bagaimana Memahami Syariat Islam. Terjemahan oleh Nabhani Idris dari Madkhal Li Diraasat asySyariah al-Islamiyah, Tahun 1991. Jakarta : Islamuna Press.
d.

Tempat Terbit dan Nama Penerbit 1) Tempat terbit sumber rujukan/acuan, baik buku maupun rujukan lainnya ditempatkan sesudah judul atau keterangan judul (misalnya: edisi, jilid). Sesudah tempat terbit dituliskan nama penerbit dengan dipisahkan oleh tanda titik dua dari tempat terbit dengan jarak satu ketukan. 2) Sesudah penyebutan nama penerbit ditempatkan tanda titik. 3) Apabila buku rujukan tanpa nama pengarang dan ditulis atas nama lembaga, maka penulisan rujukan tersebut adalah sebagai berikut : Contoh: Anonimous. 2001. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Banda Aceh : Dinas Informasi dan Komunikasi Daerah Istimewa Aceh. Atau : Biro Pusat Statistik. 1993. Statistical Pocketbook of Indonesia. Jakarta : BPS.

2) Jika Sumber Acuan adalah Artikel Majalah atau Koran Jika sumber acuannya berasal dari artikel dalam majalah atau koran, maka pola penyusunan daftar pustaka berdasarkan urutan berikut:
32

a. b. c. d. e. f. g.

nama pengarang, tahun terbit, judul artikel, nama majalah, terbitan ke berapa (kalau ada), nomor majalah atau bulan terbitan, nomor halaman, Tiap-tiap penyebutan keterangan nama pengarang, tahun terbit, dan judul artikel diakhiri dengan titik. Nama majalah dan tahun terbitan dipisahkan oleh satu ketukan, sedangkan nomor majalah ditempatkan di dalam tanda kurung. Nomor halaman dipisahkan dengan tanda titik dua dari nomor majalah. Contoh: Syahkubat. 2006. Profesionalisme Mengajar Guru suatu Tinjauan Teoritis dan Prktik. Jurnal Kependidikan Metologika FKIP Univ. Pasundan Bandung. Volume 6. (1), Januari 2003 : 12-20. 3) Jika sumber acuan berasal dari artikel dalam surat kabar, urutan penyebutan keterangannya adalah sebagai berikut: a. nama pengarang, b. tahun terbit. c. judul artikel, d. nama surat kabar, e. tanggal terbit. Tiap-tiap penyebutan keterangan, kecuali penyebutan nama surat kabar, diakhiri dengan tanda titik. Nama surat kabar dan tanggal terbit dipisahkan oleh tanda koma. Contoh: Hasibuan, Rafli. 1989. 15% Prilaku Remaja SMA Sumatera Utara telah melakukan Hubungan Free Sex. Waspada, 1 Maret 2007. 4) Antologi sebagai Sumber Acuan Urutan penyebutan keterangan tentang karangan di dalam antologi adalah sebagai berikut: a. nama pengarang, b. tahun terbit pengarang,,. c. judul karangan, d. nama penghimpun/editor, e. tahun terbit antologi, f. judul antologi, g. nomor halaman, h. tempat terbit Tiap-tiap penyebutan keterangan, kecuali penyebutan tempat terbit, diakhiri dengan tanda titik. Sesudah tempat terbit diletakkan tanda titik dua. Penjelasan nama pengarang buku, tempat buku, nama penerbit berlaku juga bagi pengarang
33

karangan di dalam antologi. (periksa ketentuan mengenai buku sebagai sumber acuan). Contoh: Kartodirdjo, Sartono. 1977. " Metode Penggunaan Bahan Dokumen" Dalam Kontjaraningrat (Ed.) 1980. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Hlm. 67-92. Jakarta: Gramedia.
20.

Kata Pengantar Dalam kata pengantar sebuah skripsi berisikan puji syukur kepada Allah SWT dan selawat kepada Rasulullah SAW. Serta terimakasih kepada pembimbing dan pihak-pihak yang dirasa perlu yang menyukseskan pembuatan skripsi baik selama persiapan, pelaksanaan atau telah membantu penulis selama pendidikan. Tulisan KATA PENGANTAR ditulis dengan huruf besar, simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. Teks kata pengantar diketik dengan spasi ganda (dua spasi). Panjang teks tidak lebih dari dua halaman kertas ukuran kuarto. Pada bagian akhir teks (di pojok kanan bawah) dicantumkan nama penulis dan ditandatangani. 21. Abstrak Abstrak adalah penyajian isi suatu karya ilmiah secara padat dan singkat atau sering disebut rangkumam isi suatu skripsi, paling tidak memuat permasalahan yang diteliti tujuan, metodologi dan hasil penelitian. Panjang abstrak tidak lebih satu halaman atau antara 250-300 kata yang diketik berjarak satu spasi. 22. Riwayat Hidup Riwayat hidup penulis skripsi hendaknya disajikan secara naratif dan menggunakan sudut pandang orang ketiga (bukan menggunakan kata saya atau kamu. Hal-hal yang perlu dimuat dalam riwayat hidup adalah nama lengkap penulis, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan, pengalaman berorganisasi yang relevan, dan informasi tentang prestasi yang pernah diraih selama belajar di perguruan tinggi ataupun pada waktu belajar di sekolah dasar dan sekolah menengah. Yang sudah berkeluarga dapat mencantumkan nama suami/isteri dan putra-putrinya. Riwayat hidup diketik dengan spasi tunggal (satu spasi). 23. Pengesahan Skripsi 1. Skripsi dianggap sah apabila telah dipertanggung jawabkan dihapan Tim Penguji sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan di atas 2. Telah disahkan oleh ke dua pembimbing, diketahui oleh Ketua Prodi/Jurusan dan disahkan oleh Dekan fakultas (Form lembaran pengesahan terlampir) 3. Telah disahkan oleh Tim Penguji dan diketahui oleh Ketua Prodi/Jurusan (Form Pengesahan Tim Penguji Terlampir).

34

23. Sanksi Sanksi dan Pelanggaran Penulisan Skripsi A. Pelanggaran Berat Mahasiswa 1. Mengambil sebagian atau keseluruhan skripsi orang lain secara utuh untuk diadopsi menjadi karya sendiri dengan tidak menyebutkan sumber aslinya 2. Membeli skripsi yang dibuat oleh orang lain dengan sejumlah harga tertentu tanpa terlibat dalam berbagai hal untuk kesempurnaan penyelesaian skripsinya. 3. Memalsukan salah satu atau ke dua tanda tangan pembimbing untuk mempercepat penyelesaiannya. 4. Memalsukan tanda tangan tim penguji dan pimpinan fakultas. Sanksi Pelanggaran Berat Pemberian sanksi terhadap berbagai pelanggaran berat dilakukan berdasarkan evaluasi dan musyawarah seluruh elemen yang terlibat yang dipimpin oleh Ketua Program Studi/Jurusan setelah berkoordinasi dengan pimpinan fakultas. Sanksi sanksi yang dapat diberikan antara lain : a. Menunda sidang dalam jangka waktu tertentu, dengan mewajibkan memperbaiki pemalsuan/pelanggaran tersebut sebagaimana mestinya. b. Menunda yudisium dalam jangka waktu tertentu, dengan mewajibkan memperbaiki pemalsuan/pelanggaran tersebut sebagaimana mestinya c. Menunda proses pembuatan ijazah dalam jangka waktu tertentu, dengan mewajibkan memperbaiki pemalsuan/pelanggaran tersebut sebagaimana mestinya. d. Tidak berhasilnya ujian sarjana dan wajib mengikuti ujian ulang sebagaimana biasanya, meskipun tidak wajib membayar lagi biaya sidang. B. Pelanggaran Pembimbing 1. Membuat skripsi mahasiswa dengan meminta imbalan dalam jumlah tertentu tanpa mengindahkan etika profesi 2. Menghambat proses bimbingan dengan berbagai alasan dan tidak terkait dengan kepentingan akademik 3. Tidak menghadiri ujian sarjana terhadap mahasiswa yang di bimbingnnya. 4. Menandatangani skripsi mahasiswa tanpa mempelajari terlebih dahulu, baik kesesuaian isi, persyaratan dan dokumen penelitian lainnya. Sanksi Pelanggaran Pembimbing Penentuan pembimbing adalah wewenang Ketua Prodi/Jurusan yang diperlukan ketelitian dan kecermatan dalam mengajukan nama pembimbing yang sesuai dengan permasalahan yang sedang dikaji oleh mahasiswa. Usulan pembimbing semata-mata didasarkan pada kesesuaian pembimbing tersebut dengan masalah yang ditulis mahasiswa. Oleh sebab itu pembimbing boleh saja diambil diluar program studi yang bersangkutan.
35

Namun dalam pelaksanaan bimbingan mungkin saja berbagai pelanggaran di atas dapat terjadi, maka sanksi sanksi yang diberikan lebih mengarah kepada sanksi-sanksi yang dapat mendidik dan menegakkan moralitas sebagai seorang dosen, dengan berkonsultasi terlibih dahulu dengan pimpinan fakultas. Sanksi sanksi tersebut dapat berupa misalnya dengan mengurangi keterlibatannya sebagai pembimbing dan penguji. C. Upaya Pencegahan Penyimpangan Penulisan Skripsi 1. Penjualan skripsi adalah haram hukumnya, karena termasuk dalam katagori pembodohan, baik bagi si mahasiswa maupun pembuatnya, oleh sebab itu Ka. Prodi dan Pihak terkait dapat mensosialisasi kepada semua pihak untuk mengeliminir penyimpangan ini. 2. Pembimbing yang telah ditunjuk harus berpartisipasi aktif membimbing mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam penulisan skripsi dengan penuh tanggungjawab sesuai dengan etika keilmuan dan profesionalitas.

36

37