Anda di halaman 1dari 72
TUNTUNAN IBADAH PADA BULAN RAMADHAN Disusun Oleh: Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta

TUNTUNAN IBADAH PADA BULAN RAMADHAN

Disusun Oleh:

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Yogyakarta | 1432 H / 2011 M

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan Disusun Oleh : Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

Disusun Oleh

: Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Percetakan

: SURYA SARANA GRAFIKA Jl. Menteri Supeno No. 42 Yogyakarta Telp. (0274) 389823 Fax. (0274) 388760 e-mail : suryasarana_utama@yahoo.com

Desain sampul

: Agung SSG

Tata letak isi

:

Bagus W.

Cetakan Pertama, Agustus 2010 Cetakan Kedua, Juli 2011

PENGANTAR MAJELIS TARJIH DAN TAJDID PP MUHAMMADIYAH ميحرلا نحمرلا للها مسب Alhamdulillah, buku saku

PENGANTAR MAJELIS TARJIH DAN TAJDID PP MUHAMMADIYAH

ميحرلا نحمرلا للها مسب

Alhamdulillah, buku saku Tuntunan Ibadah Pada Bulan Ramadhan ini dapat diterbitkan kembali. Pada edisi revisi ini terdapat beberapa koreksi. Pertama, koreksi atau perbaikan teknis, tata letak, pembetulan kesalahan cetak. Kedua, koreksi atau perbaikan materi, khususnya beberapa hadits yang dijadikan sumber.

Buku ini dicetak dalam ukuran saku supaya mudah dibawa dan dapat dibaca sewaktu-waktu. Versi lengkap Tuntunan Ramadhan dapat dilihat

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

iii
iii

di buku Tuntunan Ramadlan terbitan Suara Muhammadiyah. Diharapkan, dengan membaca buku kecil ini para pembaca dapat menunaikan ibadah pada bulan Ramadhan secara lebih baik dan khusyuk. Buku ini juga diedarkan dalam format e-book, dan dapat diunduh dari website resmi Muhammadiyah, www.muhammadiyah. or.id.

Kepada para pembaca kami harapkan masukan, kritik dan sarannya untuk penerbitan buku ini selanjutnya.

Demikian, semoga bermanfaat. Amin.

iv
iv

Yogyakarta, 19 Syakban 1432 H

2011 M

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

21

Juli

Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah 21 Juli Ketua, Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, MA. Majelis
Ketua,
Ketua,

Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, MA.

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PENGANTAR PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH Assalamu’alaikum wr., wb. ALHAMDULILLAH kita dapat bertemu kembali dengan bulan

PENGANTAR PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH

Assalamu’alaikum wr., wb.

ALHAMDULILLAH kita dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan di mana umat Islam melaksanakan ibadah lebih intensif daripada hari-hari biasa, bulan di mana Al-Qur’an diturunkan pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW. Marilah kita sambut kedatangan bulan suci ini dengan penuh

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

v
v

kegembiraan seraya mengucapkan Marhaban ya Ramadhan.

Marilah kita laksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, semata-mata mengharap ridha Allah SWT. Kita laksanakan ibadah puasa sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, semoga puasa kita diterima dan pada akhirnya mendapatkan derajat Muttaqin sebagaimana yang dijanjikan. Di samping ibadah puasa, mari kita laksanakan ibadah lain selama Ramadhan dengan penuh ketekunan, seperti shalat malam (qiyamul-lail / qiyamu Ramadhan / shalat Tarawih), membaca dan memahami Al-Qur’an, berdzikir, berdo’a, menyediakan buka puasa, bersedekah, i’tikaf, membayar zakat dan lain sebagainya.

Marilah kita manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan emas sekali setahun ini untuk memohonkan keampunan kepada Allah SWT, untuk merenung dan melakukan muhasabah diri, untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas

vi
vi

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

ibadah kita, sehingga pada akhirnya kita dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Setelah Ramadhan nanti kita kembali kepada fithrah, kesucian diri, seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.

Untuk mengingatkan dan menyegarkan pemahaman kita terhadap tatacara pelaksanakan ibadah puasa (shiyam), qiyamul-lail (qiyamu Ramadhan / shalat Tarawih), shalat ‘Iedul Fithri dan zakat Fithri, maka Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan tuntunan ringkas untuk dapat dibaca dan disebarluaskan kepada umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan terhadap usaha yang mulia ini. Semoga menjadi amal shaleh bagi para penyusunnya.

Kepada seluruh pembaca akhirnya kami ucapkan selamat beribadah semoga seluruh amal

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

vii
vii

ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amien ya Rabbal’alamin.

Wassalamu’alaikum wr., wb.

Yogyakarta, 25 Sya’ban 1431 H / 6 Agustus 2010 M

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

1431 H / 6 Agustus 2010 M Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ketua Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas,

Ketua

1431 H / 6 Agustus 2010 M Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ketua Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas,

Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc, M.Ag.

Sekretaris Umum

Ketua Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc, M.Ag. Sekretaris Umum Dr. H. Agung Danarto, M.Ag. NBM.

Dr. H. Agung Danarto, M.Ag.

NBM. 569263

NBM. 608658

viii
viii

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Daftar Isi

Pengantar Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muham- madiyah | iii Pengantar Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daftar Isi | ix

v

|

A.

Persiapan

|

1

B.

Tuntunan Shiyam | 3

C.

Dasar Kewajiban Shiyam Ramadhan | 10

D.

Orang yang Diwajibkan dan yang Tidak

E.

Diwajibkan Berpuasa | 12 Orang yang Diberi Keringanan dan Orang

F.

yang Boleh Meninggalkan Puasa | 14 Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan Sanksinya | 18

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

ix
ix

G.

Masalah Orang yang Lupa | 22

H.

Hal-hal yang Harus Dijauhi Selama Berpuasa

|

23

I.

Amalan-amalan yang Dianjurkan Selama Berpuasa | 27

J.

Tuntunan Qiyamu Ramadhan (Shalat Tarawih) | 32

K.

Tuntunan Idul Fitri

|

48

x
x

Majelis Tarjih dan Tajdid

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

TUNTUNAN IBADAH PADA BULAN RAMADHAN Disusun Oleh: Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah A.

TUNTUNAN IBADAH PADA BULAN RAMADHAN

Disusun Oleh:

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

A.

Persiapan

1.

Dituntunkan agar setiap Muslim dan Muslimah mempersiapkan diri pribadi baik secara lahir maupun batin, dan memperbanyak melakukan puasa sunat di bulan Sya‘ban, berdasarkan hadits Nabi Muhammad saw:

َ

لو

َ

ُ

س

َ

أ

َ

ر ت ر ا م

ْ

ي

ُ

َ

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

ت َ لا َ ق ا ن

ْ

ه ع للها ضِي ر ة شِيئ ع ن ع

َ ْ

َ

ُ

َ

َ

َ

َ

َ

ْ

َ

1
1

َّ

لا إ ِي ر ش ما َ ص ِي ل ك َ سا م س

ْ

ْ

َ

ه

ٍ

َّ

َ

ل

َ

َ

ي

ف

ِي

َ

َ

م

ْ

ت

َ و َ هِي

ل

َ

َ

ُ ُ ت أ

ه ي ر

َ

ْ

ا

َ

م

و َ

ْ

ي ع للها ل ص للهاِي

َ

نا ض َ َ ر َ

.]هيلع قفتم[

ُ

َّ

َ

ش َ

. نا َ ع ْ

َ

ب

ُ

ه ْ نمِي

ا ما َ ص ِي ث ك َ أ

ً

ي

َ ْ

َ

م

Artinya: “Dari ‘Aisyah r.a. (diriwayatkan

Saya tidak pernah

melihat Rasulullah saw berpuasa sebulan penuh selain bulan Ramadhan. Juga saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa

kecuali di bulan Sya‘ban." [Muttafaq ‘Alaih]. 2. Melakukan pengkondisian Ramadhan pada bulan Sya‘ban di lingkungan masyarakat, rumah dan masjid-masjid dengan memperbanyak informasi dan kajian tentang Tuntunan Ibadah Ramadhan. 3. Mempersiapkan sarana dan prasarana kegiatan di bulan Ramadhan, seperti sound system yang memadai, mempersiapkan dan membersihkan tempat wudhu, air wudhu, kotak-kotak infaq, peralatan ta‘jil, dan lain- lain.

bahwa) ia berkata:

2
2

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

4.

Kebersihan, baik di dalam masjid maupun di lingkungan sekitarnya.

5.

Pengaturan shaf dan keamanan

6.

Jadwal mu’adzin, imam, penceramah dan

penjemputannya.

7.

Mempersiapkan tempat shalat ‘Idul Fitri, Imam/Khatib dan penjemputannya.

8.

Membentuk ‘Amil Zakat, untuk memungut

dan membagikannya serta mempersiapkan

peralatannya.

B.

Tuntunan Shiyam

1.

Pengertian Shiyam (Puasa)

a. Shiyam menurut bahasa: menahan diri dari sesuatu.

b. Shiyam menurut istilah: menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual suami isteri dan segala yang membatalkan

sejak dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah. Dasar keharusan niat berpuasa karena Allah:

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

3
3

1)

Firman Allah SWT:

َ

ُ

ل

ين صلِي ِي ْ ُ

َ

م

َ

للها

او د ُ ُ ع ْ َ

ب

لِي

.]5 :)89( ةنيلبا[

َّ لا ِي إ

ُ

َ َ

او رمِي أ ا و

َ

ف َ ح ني لدا

ُ

ُ

َ

م

ِّ

َ

ءا ن

Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyem- bah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (men- jalankan) agama dengan lurus …”

2)

4
4

[QS. Al-Bayyinah (98): 5].

Hadits Nabi Muhammad saw:

ل ص للهاِي

كلِي و ةِي َّ لنا ِي ب

،يراخلبا هجرخأ[

هِي

َ

ل

ُِّ

َ

َ

ُ

ِّ

ي

ْ

ي ع للها

َّ

لو ُ ر َ

س

َ

ا م َ َّ إ ِي

ن

ى

َ

َ

َ

أ ر َ َ ع ن ْ ع

َ

و

م س َ َ

َ

ُ

َّ

ن

ُ

َ

َّ ل

ْ

َ

م

لا َ ع ْ لأ ْ ا

م

لا ق َ

و َ ن ا م

َ

ئ ر ما

ٍ

ِي

.]ناميلإا باتك

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

3)

Artinya: “Dari Umar r.a. (diriwayat- kan) bahwa Rasulullah saw ber- sabda: Sesungguhnya semua per- buatan ibadah harus dengan niat,

dan setiap orang tergantung kepada niatnya …” [Ditakhrijkan oleh Al- Bukhari, Kitab al-Iman].

Hadits Nabi Muhammad saw:

ُ

ه ع للها

ا

َ ْ

ن

َ

ُ

ْ

َ

ْ

َ

م أ ة ص ح ن ْ ع

َ

ي ع للها ل ص ب َّ ِي لنا َّ ن أ

ت ِّ ب ُ

ِي .]351 ،2 ،نياعنصلا ،ةسملخا هاور[

ل ْ ق

ي ي

َ

ق

َ

ضِي ر

َ

ينِيمِي َْ ؤ ْ مل ُ ْ ا

َ

َّ

ل

ْ

و هِي

َ

ل

َ

ُ

َ

َ

ف

ْ

َ

ر ج لا

ف

ْ

َ

ب

َ

ِّ

َّ

َ

َ

َ

ْ

ف

ِّ

َ

ما َ صلا

ي

َ

ْ

َ

م ل ن م لا َ م س َ َ

َ

. ل ُ

ما َ ص ِي لا

َّ

َ

ي

َ

Artinya: “Dari Hafshah Ummul Mu’minin r.a. (diriwayatkan bahwa) Nabi saw bersabda: Barangsiapa tidak berniat puasa di malam hari sebelum fajar, maka tidak sah

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

5
5

puasanya.” [Ditakhrijkan oleh Al- Khamsah, lihat Ash-Shan‘aniy, II,

153].

2. Jumlah Hari Shiyam (Puasa)

a. Shiyam dimulai pada tanggal 1 bulan Ramadhan dan diakhiri pada tanggal terakhir bulan Ramadhan (29 hari atau 30 hari, tergantung pada kondisi bulan tersebut). Untuk itu, maka harus mengetahui awal bulan Ramadhan.

b. Dasar keharusan mengetahui awal bulan Ramadhan:

1) Firman Allah SWT:

َ َ

َ

م لا

ْ

َ

و

َّ ج َ يِي لا

ْ

م

س شلا

ُ

َ

َ

ْ

َّ

ه ُ

ُ

ل زا ِي َ م ُ ر د و ا رو ن

َ

ل

ع

َ

ن

ه

َ

َّ

َ

ق

َ

َ

َ

َ

و

ً

ر ق

ِّ

ي

ءا ً َ ض ِي

ين ن ِي سلا َ د ع او ل لِي

َ

د

َ

َ

َ

م ع

ْ

َ

.]5 :)01( سنوي[ . با سِي لا و

َ

َ

Artinya: “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan

6
6

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

2)

bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat)

bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).” [QS. Yunus (10): 5]

Hadits Nabi Muhammad saw:

لا َ ق َ

ُ

َ

لا ق َ

ُ

ُ ْ

ه ع َ

َّ

ل

ُ

للها

َ

ِي أ

ن

ضِي ر َ ر ر ه

َ

َ

ة

ي

َ

ب

ْ

ي ع للها ل ص للهاِي

َ

ل

َ

ُ

َّ

َ

َ ْ

ُ

ع َ

ْ

ن

ل ص للهاِي َ ل َ ُ َّ َ َ ْ ُ ع َ ْ ن

ُ

لو ُ ر َ

س

او مو ص م س َ َ

َ

و هِي

ُ ْ

ب

. ينثِي َ لا

غ

َ ِّ

َ

ن

َ ث

َ

ْ رِيل ُ

إ ِي َ ف

نا َ ع ْ

ب

هِيِي ت ؤ

ي

َ

ش َ َ دعِي َّ

ة

َ

او ر ط ِي ْ و

َ

أ

ُ

ف

ُ

ل

او م ِي

ك َ ف َ

ْ

أ

هِيِي ت ؤ

ي

م ْ ك ل

ي

ُ

ْ

َ

َ

ْ رِيل ُ

َ

ع

.]ملسمو يراخلبا هاور[

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata:

Rasulullah saw bersabda: Puasalah karena melihat hilal dan berbukalah

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

7
7

3)

8
8

karena melihatnya, apabila kamu

terhalang penglihatanmu oleh awan, maka sempurnakanlah bilangan bu- lan Sya’ban tiga puluh hari.” [HR. al-Bukhari, dan Muslim].

Hadits Nabi Muhammad saw:

َ

ج : لا َ ق ساٍ

ع

َ

ني ِي

ت ر َ

للها

ساِي َّ

نابح

.]مكالاو قىهيلباو نىطقرالداو

Artinya: “Dari Ibnu Abbas r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata:

ش ْ أ لا

ل

ِي ب ا َ لا ق َ م ن لا ق َ للهاِي

ا و ْ ُ و ْ ص ُ ي َ ْ ل ف َ

ل

ِي لنا َّ

َّ لا ِي إ ل َ ِي

إ

ِي

إ

ءا

َ

َّ

و

م س َ َ

َ

ل

َ

َ

ن ِي ْ با

َّ

َ

ل

ص

ْ

ْ

ن

ِّ

َ

ب

َ

أ

َ

ق

ْ

ل

َ

هِي

ي ع

َ

ُ

للها

ْ

ن

م

أ د ُ

َ

ه

َ

َ

ت

ه

َ

ُ

أ ل لا

َ

هاور[

َ

َ

ت

َ

ي

َ َ

ف

ق

َ

َ

َ لا َ ِي لا

ل

ه

ُ

م ْ َ ن َ لا َ

ق

َ

ع

ْ

َ َ

ع

َ

ً

.ا د غ

َ

م

ْ

ي

ُ

ُ

ُ

و ْ

س

ْ

با ٌّ ِي ر ع أ َ

َ

َ

َّ ع

ب

لا َ ف َ

َ

َ

إ لا

ر َ ا د

لنا

ً َّ َُ م ن َّ أ د ُ َ ش ْ أ لا َ

ق

ف ِي ن ِّ

ْ

ذ

نبا

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

4)

Datanglah seorang Badui kepada Nabi saw seraya katanya: Saya telah melihat hilal. Beliau bersabda:

Maukah kamu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah? Ia berkata:

Ya. Nabi saw bersabda: Maukah kamu bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah? Ia berkata: Ya. Bersabdalah Nabi saw: Hai Bilal, umumkanlah kepada semua orang supaya mereka besok berpuasa.”

[HR. Ibnu Hibban, Ad-Daruquthni, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim].

Hadits Nabi Muhammad saw:

ل ص للهاِي

ُ

للها

ا ذ َ

َ

إ

َ

ُ

م ك ل

ْ

َ

ي ع

ْ

َ

ِي و او مو ص ف ُ

ُ

غ

ُ

َّ

لو ِي ُ ر َ

س

ن ْ ع ر َ َ ع

م

َ

ُ

ن ِي ْ با

ع َ

ْ

ن

ُ

َ

َّ

م

م ي ر ا َ إ لا ق َ

ُ

هو

َ

ذ

ِي

ْ

ن

إ

ِي َ ف

او ر ط ِي ْ ف

ُ

َ َّ

ْ

ُ

ت أ

َ

َ ْ َ َ َ َ م س ل و هِي ي ع ل َ
َ
ْ
َ
َ َ
َ
م س
ل
و هِي
ي ع
ل
َ
َ
ُ
ْ
َ
أ َ
ف
هو ُ
م ي ر
ت ُ أ
9

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

ئىاسنلاو ناخيشلا هاور[ . ل ُ ا ْ ر ُ د ُ ْ قا ف َ

]هجام نباو

َ

و

Artinya: “Dari Ibnu Umar r.a. dari Rasulullah saw, (diriwayatkan bahwa) beliau bersabda: Bila kamu melihatnya (hilal) maka berpuasalah, dan bila kamu melihatnya maka berbukalah (berlebaranlah). Dan jika penglihatanmu tertutup oleh awan maka kira-kirakanlah bulan

itu.” [HR. Asy-Syaikhani, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah].

C. Dasar Kewajiban Shiyam Ramadhan

1. Firman Allah SWT:

ك َ

ا

َ

م

ِّ

ُ

ما َ صلا

ي

ُ

ُ ُ

م ك ل

ْ

َ

ك او ُ مآ

ت

َ

ن

َ

ْ

نمِي

َّ

نيِي َ لا

ُ

ُّ

نيِي لا ا ي

َّ

َ

أا َ ي

ُ

َ

ه

ك

َ

ت

ب ِي

ي ع

َ

م ْ كلِي ُ ْ ق

َ َ

ب ِي

ب

َ ُ َ . نو ت ق َّ ت 10
َ
ُ
َ
. نو ت
ق َّ ت
10

م ْ ك ع

َ

َّ ل

َ

ل

َ

َ

ع

.]381 :)2( ةرقلبا[

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu

agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2):

183].

2. Hadits Nabi Muhammad saw:

ي ع للها ل ص للهاِي

َ

ْ

هِي

َّ

لا إ ِي ه إ ِي لا

ل

َ

َ

ٰ

ل

ُ

َ

ْ

َ

َ

َ

َ

ٍ

َ

تي ِي و ةِي لا

إ

َ

ُ

إ

َ

ُ

و لو

ِي

ر

َ

. نا ض َ ر َ

َ

م

ْ

َ

مِي و ص و َ

َ

َ

ُ

ْ

َ

َّ

ق

لو ُ ر َ لا َ

ُ

لا َ ق للهاِي

َ

ْ

ِي

ا

ً َّ َُ

دِي ْ

ب

َ

ُ

َ

ع َ ن ْ ع َ

َّ ل

ِي

َّ

َ

أ

َ

ُ

َ

س

ْ

َ

َ و َ

ءاِي َ

م ن و للها

هاور[

ئياسنلاو يذمترلاو ،ل ظفللاو ملسمو يراخلبا

ةِي ك زلا َّ

َ

ن أ ةِي دا َ ه ش س خ ع م لا س لإ ْ ن ب م س

ق

صلا َّ ماِي َ

ه

س ُ َ و َ ُ د ُ ْ ع َ ا د

ب

م

ْ

َ

لبا

تِي

ي

ج ِّ َ

و َ

ح

.]دحمأو

Artinya: “Dari ‘Abdullah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

Islam dibangun di atas lima dasar, yakni bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

11
11

Allah; mendirikan shalat; menunaikan zakat; mengerjakan haji; dan berpuasa pada bulan

Ramadhan.” [HR al-Bukhari, Muslim, at- Turmudzi, an-Nasa’i, dan Ahmad, dan lafal ini adalah lafal Muslim].

D. Orang yang Diwajibkan dan yang Tidak Diwajibkan Berpuasa

1. Orang yang diwajibkan berpuasa Ramadhan Orang yang diwajibkan berpuasa Ramadhan adalah semua muslimin dan muslimat yang mukallaf. Dasarnya adalah hadits Abdullah di atas (huruf C).

2. Orang yang tidak diwajibkan berpuasa Ramadhan, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan adalah perempuan yang mengalami haidl dan nifas di bulan Ramadlan. Para ulama telah sepakat bahwa hukum nifas dalam hal puasa sama dengan haidl. Dasarnya adalah:

12
12

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

a. Hadits Nabi Muhammad saw:

ا ذ َ

هاور[ . ل َ ب ا َ

َ

إ س ل

ِي

َ

ي أ م س

ْ

َ

َ

َّ

ل

َ و َ هِي

ن ْ ل ُ

ق

م

ي ع للها ل ص للهاِي

ْ

ْ

ْ

َ

ل

َ

ُ

ص ُ َ ت

ْ

َ

َ

م و

ل

َّ

َ

ل و ْ ُ ر َ لا ق َ

ضا ح

.]يراخلبا

ُ

َ

َ

ل

م

س

ْ

َ

ت

َ

ِّ

ل

ص َ ُ ت

َ

Artinya: “Rasulullah saw bersabda:

Bukankah wanita itu jika sedang haidl, tidak shalat dan tidak berpuasa? Mereka menjawab: Ya.” [HR. Al-Bukhari].

b. Hadits Nabi Muhammad saw:

ءاِي

هاور[

ض َ

ق

َ

َ

م

ُ

ِي ب ر

.ةِي لا َ

َ

ؤ ْ ُ ف

ن

صلا َّ

ُ

كِيل ذ َ ا َ بي ص ِي ي

ض َ َ ِي ب

َ

ُ

ن

ق

َ

ن

ك َ

َ

ر ؤ ُ ن

ُ

م

ْ

ءاِي

َ

ة

َ

لا

شِيئ ع

َ

و

َ

َ

ْ

ن

صلا َّ

ع َ

ْ

مِي و

.]ملسم

Artinya: “‘Aisyah r.a. berkata: Kami pernah kedatangan hal itu [haid], maka kami diperintahkan mengqadla puasa

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

13
13

dan tidak diperintahkan mengqadla shalat. [HR. Muslim]. 1

E. Orang yang Diberi Keringanan dan Orang yang Boleh Meninggalkan Puasa

1. Orang yang diberi keringanan (dispensasi) untuk tidak berpuasa, dan wajib mengganti (mengqadla) puasanya di luar bulan Ramadhan:

a. Orang yang sakit biasa di bulan Ramadhan.

b. Orang yang sedang bepergian (musafir). Dasarnya adalah:

1 Ketika mensyarah hadis ini an-Nawaw menjelaskan,

!Ungkapan "# maka kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat$ adalah hukum yang telah disepakati. Kaum Muslimin juga telah berijmak bahwa wanita sedang haid dan nifas tidak wajib shalat dan puasa, dan tidak wajib mengqadla shalat tetapi wajib mengqadla puasa.

14
14

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

1)

Firman Allah SWT:

2)

َ

َ

ٌ َّ

ة دعِي ف ر س ع و أ ا ضي ر م م ك نمِي ن ك ن ف

َ

َ

ف

َ

َ

َ

ْ

ً

َ

ْ

ُ

ْ

ُ

َ

َ

ْ

َ

َ

م

ٍ

ِي .]481 :)2( ةرقلبا[

ر خ أ ماٍ َّ أ نمِي

َ

َ

ي

ْ

Artinya: “Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu

pada hari-hari yang lain

Baqarah (2): 184].

Sabda Nabi Muhammad saw:

[QS. Al-

َّ

ن

َ

م

إ ِي : لا َ ق هِي

ْ

َ

َ

ي ع

ْ

َ

ل

ُ

للها

َ

َ لا

ص للهاِي

ل

َ

َ

َ

َّ

َ

و َ ةِي لا َ

َ

ع

ن

َّ

َ

إ

ِي

ن ِي ع ع ض و َ ل ج و َ ز َّ ع َ للها

َ

ِي .]ةسملخا هاور[ . م َ و ْ صلا َّ

صلا ر ط و

ْ

َّ

لو ُ ر َ

س

ن

َ

َّ

و ْ صلا َّ رِيفا ِي س َ ُ لا

م

ْ

ُ

َ

لا و ِي أ

ْ

ِي ض ِي م

ع

ر

لماِي ِي

َ

ْ

َ

ش

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

15
15

Artinya: “Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sungguh Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia telah membebaskan puasa dan separo shalat bagi orang yang bepergian, dan membebaskan pula dari puasa orang hamil dan orang yang menyu- sui.” [HR. Al-Khamsah].

2. Orang yang boleh meninggalkan puasa dan menggantinya dengan fidyah 1 mud (0,5 kg)

atau lebih makanan pokok, untuk setiap hari.

a. Orang yang tidak mampu berpuasa, misalnya karena tua dan sebagainya.

b. Orang yang sakit menahun.

c. Perempuan hamil.

d. Perempuan yang menyusui. Dasarnya adalah:

1) Firman Allah SWT:

16
16

ينكِي

ْ

سمِي

ٍ

ُ

ما ط ة َ دِيف ه نو قي ط ِي ُ نيِي لا ع َ

ُ

و

َ

ع

َ

ٌ

ي

ْ

َّ

ُ َ

ي

َ

َ

َ

.]481 :)2( ةرقلبا[

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

2)

Artinya: “Dan wajib bagi orang- orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa)

membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” [QS. Al- Baqarah (2): 184].

Hadits Nabi Muhammad saw:

َّ

ن

َ

م

إ ِي : لا َ ق هِي

ْ

َ

َ

ي ع

ْ

َ

ل

ُ

للها

َ

َ لا

ص للهاِي

ل

َ

َ

َ

َ

و َ ةِي لا َ

َ

ع

ن

َّ

َ

إ

ِي

َّ

ن ِي ع ع ض و َ ل ج و َ ز َّ ع َ للها

َ

ِي .]ةسملخا هاور[ . م َ و ْ صلا َّ

صلا ر ط و

ْ

َّ

لو ُ ر َ

س

ن

َ

َّ

و ْ صلا َّ رِيفا ِي س َ ُ لا

م

ْ

ُ

َ

لا و ِي أ

ْ

ِي ض ِي م

ع

ر

لماِي ِي

َ

ْ

َ

ش

Artinya: “Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sungguh Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia telah membebaskan puasa dan separo shalat bagi orang yang bepergian, dan membebaskan pula dari

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

17
17

puasa orang hamil dan orang yang menyusui.” [HR. Al-Khamsah].

F. Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan

Sanksinya

1. Makan dan minum di siang hari pada bulan Ramadhan, puasanya batal, dan wajib menggantinya di luar bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman:

َ

نمِي

ُ

ْ

ض َ ب

ي

َ

و

لأ ْ ا ط ْ لخا م ك ل ين ب َ ت َ ت ح او ُ شا و او ُُ ك َ

ْ

ُ

َ

ي

ُ

ُ

َ

ََّ َ

ي

َّ

َ

ب

َ

ْ

َ

.]781 :)2( ةرقلبا[

ْ

َ

ر ِي ج لا نمِي دِي

ف

َ

َ

و

ْ

َ

س لأ ْ ط ِي ْ لخا

ْ

ا

َ

ي

ْ

Artinya: “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang

hitam, yaitu fajar

187].

2. Senggama suami-isteri di siang hari pada bulan Ramadhan; puasanya batal, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan, dan wajib membayar kifarah

[QS. Al-Baqarah (2):

18
18

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

berupa: memerdekakan seorang budak; kalau tidak mampu harus berpuasa 2 (dua) bulan berturut-turut; kalau tidak mampu harus memberi makan 60 orang miskin, setiap orang 1 mud makanan pokok. Dalam suatu hadits disebutkan sebagai berikut:

َ

ُ

ن

ُ

َ

ه

لا ق َ

ن

ْ

ا

َ ن َ َ ب

م ي

ْ

ذ

َّ ل

ْ

َ

لا ق َ

ه ُ ْ ع َ

ن

ْ

َ

ل

للها

ُ

ُ

للها

َ

َّ

َ

َ

ن

َ

َ

ْ

َ

ة

َ ْ

ي

َ

ُ

ْ نعِي

َ

ب

ٌ

ع َ

ُ

سو ج

ٌ

ل ج ُ ر َ

َ

ع و

ْ

ن

ُ

ل

ِي لنا َّ

َ

د

لا َ ف َ

َ

س

َ

أ

ْ

َ

َ

ْ

ن

إ ِي د ت ِي

أ

ُ

ق

َ

ُ

ْ

ق َ

َ

َ

ما ع ت

ْ

ي ع للها

َ

ل ف

َ

ل

َ

ُ

و هِي

َ

عي ط ِي َ س ت

ْ

ُ

ْ

َ

ت

َ

ل ف

َ

ه

ْ

َ

َ

ه

ق

َ

َ

َ

م

َ

ِي أ

ضِي ر َ ر ر ه

َ

ص

ءا َ

َ

ج

إ ِي م س

َ

َ و َ هِي

ي ع

َ

ك ل ا م

ُ

َ

َ

َ

ص للهاِي

ل

َ

َ

لا َ ق لا

َ لا

َ

لا َ ق لا

ع ن ن ا َ

َ

َ

لا ق َ

ُ

َ

س

ُ

ْ

ت

َ

ق

ً

ل

َ

ٌ

َ

ل

ك َ ه للهاِي

َ َ

ِّ

ب

لو ُ ر َ ا َ ي

َ

أ

لو ر لا ف مِيئا ص ا َ و ت ِي ر

َ

ر

َّ ل

َ

لا ق َ

َ

ُ

ْ

لا ق َ ا َ ق ُ ِي ع ْ ُ

ه

ت

ت ة َ

ق

ب

َ

ُ

ع

ين ِي ْ َ ِي با َ

َ ت ُ

ت

م

ن ِي ْ ر َ ْ ش َ

ْ

ِّ

ي

ه

َ

َ

مو ص ت

ُ

لا ق َ ا ً نيكِي

َ

سمِي

ين تسِي

َ

ما ع

َ

َ

َ

َّ ل

ن

ب

ْ َ

ي ف م س َ َ

َ

و هِي

َ

ل

َ

ُ

َ

د ت ِي ل ه م س َ َ

َ

ْ

ط

َّ

لا َ ف َ

ي ع للها ل ص ب ُّ ِي لنا َّ ث ك ف

ْ

َ

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

19
19

َ

ت ا هيفِي ق ر ب م س

َّ

ل

ُ

ْ

م

ر

َ

ٌ

َ

لا َ ق ا َ أ

ا َ ي ُ

ل

َ

َ َ

ٍ

ع

ِي

َ

َ

لا َ ف َ

ق

َ و َ هِي

َ

ن أ

َ

ْ

ي

ْ

ي ع للها ل ص ب ُّ لنا ت ِي أ كِيل ذ َ

َ

و

ي

َ

ل

َ

ُ

َّ

َ

ُ

َّ

ِي

ْ

م

ت

َ

َ

ْ

ق ر َ َ لا

َ

ُ

ع

ْ

ُ

ُ

لِيئا سلا َّ

َ

لا ق َ

ْ

لا َ ك ِي لا

ن

نمِي ِّ

َ َ

ق أ ع أ ل ج رلا َّ

َ

ر

َ

ف ْ

َ

َ

ُ

ُ

َ

لا

َ ف َ هِي ِي ب

ق

ْ

َّ

َ

ق د ص َ َ ف ا ه ذ خ

ه أ ين ِي ر َّ َ لا دي ر ِي ُ ي ا ه ْ ي َ ت َ لا ين َْ ب َ ا م للهاِي

ْ

ْ َ

ت

َّ

ل

َ

ص

ُ

ِي لنا َّ

ُّ

ب

َ

ب

َ

ح ِي ض َ ف َ

َ

ك

َ

َ

و ف للهاِي

ُ

ر

َّ

َ

َ

لو ُ ر َ

َ

ب

أ تٍ ْ َ

ْ

س

ُ

للها

.

َ

ت ِي ْ َ ب

ي

َ

َ

ل ِي ه أ نمِي

ْ

ْ

ف ْ

ق َ

ي

َ

ل

َ

ي ع

ْ

ك ه أ ه معِي ط أ لا َ م ث ه ُ با َ ن

َ َ

َ

ل

ْ

ُ

ْ

ْ

َ

ق

َّ

ُ

ُ

ي أ ت د ب ت ح م س

ْ

َ َ

َّ

َ

َ

ل

َ و َ هِي

َ ْ

]يراخلبا هاور[

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Ketika kami sedang duduk di hadapan Nabi saw, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki, lalu berkata: Hai Rasulullah, celakah aku. Beliau berkata: Apa yang menimpamu? Ia berkata: Aku mengumpuli isteriku di bulan Ramadhan sedang aku berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw:

Apakah engkau dapat menemukan budak

20
20

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

yang engkau merdekakan? Ia menjawab:

Tidak. Nabi bersabda: Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut? Ia menjawab: Tidak. Nabi bersabda: Mampukah engkau memberi makan enam puluh orang miskin? Ia menjawab: Tidak. Abu Hurairah berkata: Orang itu berdiam di hadapan Nabi saw. Ketika kami dalam situasi yang demikian, ada seseorang yang memberikan sekeranjang kurma (keranjang adalah takaran), Nabi saw bertanya: Dimana orang yang bertanya tadi? Orang itu menyahut: Aku (di sini). Maka bersabdalah beliau: Ambillah ini dan sedekahkanlah. Ia berkata: Apakah aku sedekahkan kepada orang yang lebih miskin daripada aku, hai Rasulullah. Demi Allah, tidak ada di antara kedua benteng-kedua bukit hitam kota Madinah ini keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku. Maka tertawalah Rasulullah saw hingga nampak gigi taringnya, kemudian bersabda: Berikanlah makanan itu kepada keluargamu.” [HR. Al-Bukhari].

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

21
21

G. Masalah Orang yang Lupa Orang yang makan atau minum karena lupa di siang hari pada bulan Ramadhan, dalam keadaan berpuasa, tidaklah batal puasanya, dan harus meneruskan puasanya tanpa adanya sanksi apapun. Dalam suatu hadits disebutkan sebagai berikut:

للهاِي

ُ

لو ُ ر َ

س

sebagai berikut: للهاِي ُ لو ُ ر َ س َ َ لا ق َ لا ق

َ

َ

لا ق َ لا ق َ ه ع للها ضِي ر َ ر ر ه ب ِي أ ن ع

َ

َ

ُ ْ

ن

َ

ُ

َ

ة

َ ْ

ي

َ

ُ

ْ

َ

َ

أ َ

أ ل َ ك َ َ ف

ْ

و

ٌ

مِيئا ص و و س ِي ن ن م م س

َ

ع َ

م

َ

َ

ه

َ

َ

َ

َ

ط ْ أ ا

َ َّ

م إ َ

ن ف

ِي

َ و َ هِي

ُ

ه و ْ ص

َ

ُ

َ

ْ

َ

َّ

ل

ْ

ي ع للها ل ص

َ

ل

َ

َّ

م

ت

ِي

ُ

ُ

ف

ي ْ ل َ

َّ

َ

هاور[ . ُ

ق

ها َ س

َ و َ للها ه

ُ

ُ

م َ

ب ش ِي

.]ةعاملجا

َ

َ

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

Barangsiapa lupa sedang ia berpuasa, lalu makan dan minum, maka sempurnakanlah puasanya, karena sesungguhnya Allahlah yang memberi makan dan minum itu kepadanya.” [HR. Al-Jama‘ah].

22
22

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

H. Hal-hal yang Harus Dijauhi Selama Berpuasa 1. Berkata atau melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, seperti:

berbohong, memfitnah, menipu, berkata kotor, mencaci maki, membuat gaduh, mengganggu orang lain, berkelahi, dan segala perbuatan yang tercela menurut ajaran Islam. Dasarnya adalah:

a. Hadits Nabi Muhammad saw:

لو ُ ر َ لا َ

َ

ل

ق

ُ

َ

َ

لا ق َ

َ

م

ٌ

ل

ُ ْ

ه ع للها ضِي ر َ ر ر ه ب ِي أ ن ع

ص للهاِي

َ

ْ

َ

ن

َ

ُ

َّ ل

م س

َ

َ

َ

ْ

ل

َ

ي ع

ة

َ ْ

ي

َ

ُ

للها

ُ

س

ْ

و ق

ع

ْ

َ

ْ

َ

د َ َ ي

ْ

َ

م َ

ْ

ن

َ

َ

َ و َ هِي

َ

ِي

ُ

َ

ل

ْ

َ

م لا

َ

َ

َ

َ

َ

ُ

ِي

َ

ُّ

َ

ع

َّ

َ

َ

ع د َ َ ي ن أ ف ِي ة جا ح للهِي

ِي س ْ ي َ ل ف َ هِي ب ل ع و رو زلا

َ

.]ةسملخا هاور[ . ه َ با ش و ه ما ط

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkanbahwaiaberkata:Rasulullah saw telah bersabda: Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong

Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan

23
23

dan suka mengerjakannya, maka Allah tidak memandang perlu orang itu meninggalkan makan dan minumnya.”

[HR. Al-Khamsah].

b. Hadits Nabi Muhammad saw:

لو ُ ر َ لا َ

مِي

ْ

ن

. مِيئا ٌ ص ؤ ر ما

لا ق َ

س

ق

ن

ْ

َ

ص

و

ُ

و ْ َ ي

م

ن َ ك َ ا َ

إ

ِي ف َ

ب خ س َ ي َ

َ

ْ

َ

ٌ

ُ

ْ

ْ

لا

ِّ

ني ِي

إ

َ

ُ

َ

َ

ُ ْ

ه ع للها ضِي ر َ ر ر ه ب ِي أ ن ع

َ

ْ

َ

ُ

َّ ل

َ

ْ

َ

َ

ل

ة

َ ْ

ي

َ

ُ

للها

ف َ

ُ

ذ

إ ِي م س َ َ

َ

و هِي

َ

ي ع

ْ

ُ

َ

ل ص للهاِي

َ

م ْ كدِي ح أ

َّ

َ

و ذٍ ِيئ و ي ث ر َ ي لا

َ

َ

م

ْ َ

ف

ْ

َ

ف

ل ْ ُ ي َ ْ ل َ

و أ د ح أ ه تا ش

.]ملسمو يراخلبا هاور[

ُ

ق

ه َ ل َ تا َ

ْ

َ

ٌ

َ

َ

ُ

ق

َ َ

م

َ

ُ

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata:

Bersabda Rasulullah saw: Jika seseorang di antara kamu berpuasa, maka janganlah berkata kotor pada hari itu, dan janganlah berbuat gaduh. Jika dimarahi oleh

24
24

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

seseorang atau dimusuhinya, hendaklah ia berkata: ‘saya sedang berpuasa’.”

[HR. Al-Bukhari dan Muslim].

2. Berkumur atau istinsyaq secara berlebihan. Dasarnya adalah hadits Nabi saw:

للهاِي

ْ ِّ

ل

لو ُ ر َ ا َ ي

ْ

َ

ت ْ ل ق ُ

ُ

َ

ْ

غ

ِي

ِي

س لا ِي ْ ا

ب

َ

َ

لا ق َ َ ب َُ ص َ

ة

ْ

ب

طيقِي ِي ل

ع َ

َ

ِي ِي با ص لأ ْ ا

ْ

ن

ن

َ

ع

ْ

ن

ْ

ْ

َ

ع َ

َ

ِي ب ِي خ أ

ين َْ ب َ

س

ن

ِي

ْ

َ

ل

ْ

ن

َ

أ

خ َ

و

َّ

لا

ُ

َ

ءو ض لا

ُ

و

س أ لا ق َ ءوِي

ف

ِي