Sastra Lama dan Sastra Modern

Oleh: Valentina Galuh X-9/21

Periodisasi Kesusastraan di Indonesia
Sastra Lama Angkatan Balai Pustaka

Angkatan Pujangga Baru Zaman Peralihan Angkatan ‘45 Sastra modern Angkatan ’50-’60an Angkatan ’66-’70an

Cyber sastra

Angkatan 2000-an Angkatan Reformasi Angkatan Dasawarsa ’80-an

Persamaan Sastra Lama dan Sastra Modern • Karyanya sama-sama dibentuk oleh unsur intrinsik • Menggunakan bahasa/kata yang terpilih. atau drama . diksi yang tepat • Mempunyai bahasa tuturan dan dialog(dalam prosa dan drama) • Bertujuan untuk dibaca/didengar orang lain agar mereka mendapat hiburan dan/atau nasihat • Bentuknya dapat berupa puisi. prosa.

Penyebaran dari mulut ke mulut 2. Tema cerita tentang dewa-dewa. dongeng petualangan yang bersifat mistis 4.Perbedaan Sastra Lama dan Sastra Modern (Berdasarkan Ciri-cirinya) Sastra Lama 1. Penulisnya anonim Sastra Modern 1. Gaya yang aktifromantis 2. Dipengaruhi oleh sastra Arab dan Hindu/India 5. Diketahui nama pengarangnya karena dinyatakan dengan . bahasa. Dinamis dalam tema dan bahasa 3. dan masyarakat sentris 4. Tema memperjuangkan masalah kebudayaan. Bahasa yang digunakan kaku/statis 3.

• Contoh Sastra lama: – – – – – – – – – – – – – Gurindam Syair Pepatah Hikayat Legenda Seloka Dongeng Pantun Mythe Talibun Mantra Karmina Fabel . • Berkembang di daerah Sumatera.Sastra Lama • Dihasilkan antara tahun 1870-1942.

atau perjanjian dan baris kedua berisi jawaban atau akibatnya.Gurindam • Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama. • Ciri-ciri gurindam: – – – – Terdiri dari dua baris kalimat Rima sama Semua bagian merupakan isi Baris pertama berisi semacam soal. • Contoh gurindam: Gurindam 12 . masalah.

hikayat berisi tentang kisah. kesaktian. • Contoh hikayat: – Hikayat Hang Tuah – Hikayat Abu Nawas – Hikayat Raja-Raja Pasai . • Umumnya. dan dongeng tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan. biasanya ditulis dalam Bahasa Melayu. serta mukjizat tokoh pertama.Hikayat • Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa. cerita. pelipur lara atau untuk membangkitkan semangat juang. • Sebuah hikayat dibacakan sebagai hiburan.

Syair • Ciri-ciri syair: – – – – Berasal dari Arab/Parsi Biasanya terdiri atas 4 baris Rima aaaa Semua baris merupakan isi • Contoh syair: – Syair Panji Semirang – Syair Bidasari – Syair Perahu .

Sastra Modern • Ciri-ciri: – – – – – – – – – – – – Bergaya aktif-romantis Tema dan bahasa dinamis Tema diambil dari kehidupan sehari-hari Pengarang diketahui dengan jelas Pujangga Baru (tahun 1930/1933) Angkatan ’45 Angkatan ’50-’60an Angkatan ’66-’70-an Angkatan Dasawarsa ’80-an Angkatan Reformasi Angkatan 2000-an Cyber Sastra • Periodisasi sastra modern: .

pantun. Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali. bahasa Jawa dan bahasa Sunda.Angkatan Balai Pustaka • • • • • • Berkisar antara tahun 1920-1950. Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi. “Hulubalang Raja” . “Siti Nurbaya” Abdul Muis. “Surapati” Nur Sutan Iskandar. gurindam. Dipelopori oleh penerbit Balai Pustaka. Pada masa ini. Contoh pengarang dan karyanya yang termasuk angkatan Balai Pustaka: – – – Marah Roesli. bahasa Batak dan bahasa Madura. prosa dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair. dan hikayat dalam kesusastraan Indonesia.

T. Amir Hamzah. • Ciri dari angkatan ini ialah karyanyabersifat romantik-idealistik. • Angkatan ini dipelopori oleh Sutan Takdir Alisjahbana.Alisjahbana. • Contoh pengarang dan karyanya yang termasuk angkatan Pujangga Baru: – S. terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. “Layar Terkembang” – Armin Pane. “Nyanyi Sunyi” .Angkatan Pujangga Baru • Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut. “Belenggu” – Tengku Amir Hamzah. dan Armin Pane.

dan Rustandi Kartakusumah • Contoh pengarang dan karyanya yang termasuk angkatan ‘45: – Chairil Anwar. “Kerikil Tajam” – Pramoedya Ananta Toer. Miharja. “Tak Ada Esok” . Idrus. Achdiat K.Angkatan ‘45 • Disebut juga angkatan Chairil Anwar. “Perburuan” – Mochtar Lubis. Aoh Kartamiharja. atau angkatan Modern • Disebut aliran modern dalam kesusastraan Indonesia karena bercirikan ingin bebas dari segala ikatan • Karya sastra angkatan ini lebih bersifat realistik dibandingkan dengan Angkatan Pujangga Baru • Pengarang-pengarang terkenal yang termasuk angkatan ’45 diantaranya adalah Chairil Anwar. angkatan Jepang.

Jassin.H. • Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi dengan cerita pendek dan kumpulan puisi. asuhan H.B. “Robohnya Surau Kami” . “Pertemuan Dua Hati” – Ajip Rosidi.Dini. “Pertemuan Kembali” – Ali Akbar Navis. • Contoh pengarang dan karyanya yang termasuk angkatan ’50-’60an: – N.Angkatan ’50-60an • Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra “Kisah”.

“Telegram” – Sapardi Djoko Darmono. • Contoh pengarang dan karyanya yang termasuk angkatan ’66-’70an: – Putu Wijaya. “Ayat-ayat Api” – Iwan Simatupang. mulailah muncul aliran yang beragam dalam karya sastra. “Merahnya Merah” . • Angkatan ini ditandai dengan terbitnya majalah sastra Horison. • Pada angkatan ini.Angkatan ’66-70-an • Sering juga disebut angkatan kontemporer.

karya sastra Indonesia tersebar luas di berbagai majalah dan penerbitan umum. • Pada masa angkatan ini.Angkatan ’80-an • Ditandai dengan banyaknya roman percintaan. “Badai Pasti Berlalu” – Ashadi Siregar. “Cintaku Di Kampus Biru” . • Contoh pengarang dan karyanya yang termasuk angkatan ’80-an: – Hilman. “Lupus” – Marga T. majalah Horison sudah tidak ada lagi.

. khususnya yang bertemakan reformasi.Angkatan Reformasi • Kemunculan angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra yang bertemakan sosial-politik. wacana mengenai lahirnya angkatan ini tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki ‘juru bicara’. • Akan tetapi.

• Beberapa contoh sastrawan yang termasuk ke dalam Angkatan 2000 ialah: – Ayu Utami – Ahmadun Yosi Herfanda – Dorothea Rosa Herliany . yang terdiri atas kurang-lebih 100 penyair. cerpenis. eseis. novelis. Korrie Layun Rampan membuat wacana tentang lahirnya sastrawan angkatan 2000.Angkatan 2000-an • Pada tahun 2002. dan kritikus sastra.

banyak karya sastra yang tidak hanya dipublikasikan melalui buku atau majalah.org – www.com – www.com .puisi-indonesia.duniasastra.Cyber Sastra • Pada masa kini. • Contoh situs mengenai sastra Indonesia: – www.fordisastra. melainkan juga melalui internet.

Sebutkan ciri-ciri sastra modern! 4. Sebutkan! 5. Berikan masing-masing 2 contoh karya kesusastraan lama dan modern! . Sebutkan 3 contoh sastra lama! 3. Kesusastraan Indonesia modern dibagi dalam beberapa angkatan.Latihan Soal 1. Sebutkan 3 persamaan sastra lama dan modern! 2.

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful