Pengertian Jenis dan Ruang Lingkup Imunisasi oleh: PakMarc (5 Tinjauan) Kunjungan : 1601 kata:900 More About

: definisi, jenis, cara imunisasi Pengarang : astaqauliyah Summary rating: 3 stars

IMUNISASI; Pengertian dan Ruang Lingkup

Definisi : Cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu Ag, sehingga bila ia terpapar pada Ag yang serupa, tidak terjadi penyakit.

Sistem Imun Spesifik : Hanya dapat menghancurkan benda asing yang dikenal sebelumnya

HUMORAL :

Peranan dari Limfosit B atau Sel B (Bursa Fabricius) dimana jika Sel B dirangsang ” sel plasma ” zat anti atau anti bodi ” didalam Serum Fungsi : Pertahanan terhadap infeksi virus, bakteri dan menetapkan toksin.

Antibodi :

1. IgG :

IgA : – Terbentuknya pd rangsangan selaput lendir – Kekebalan infeksi saluran nafas. anti virus . urogenitalis – Fiksasi komplemen. anti virus. pencernaan. reaksi aglutinasi. IgM : – Imunoglobulin terbesar – Respons imun primer – Mencegah gerakan mikroorganisme sekunder – Mengaktifkan komplemen 3.– Komponen utama Ig serum (75%) – Dapat menembus Placenta – Terbentuk pada respons sekunder – Anti bakteri. antitoxin. anti jamur 2.

Helper T-cell membantu sel B 1. IgE : – Sangat sedikit jumlahnya – Tinggi pada alergi. Suppressor T-cell : – Menghambat sel B . infeksi parasit SELULER Peranan dari limfosit T atau sel T dimana Sel T dibentuk di sumsum tulang ” Proliferasi dan diferensiasi terjadi di kelenjar Timus Fungsi : Pertahanan terhadap bakteri (intraselular). keganasan Terdiri dari 1. fiksasi komplemen. IgD : – Sangat rendah dalam sirkulasi – Fungsi belum jelas 5.4. jamur. parasit. virus. infeksi cacing.

pucat. Anti rabies. Anti – Snake venom – Profilaksi & terapeutik ( pengobatan ) Reaksi aktopik Terjadi beberapa menit dimana tubuh mengalami Shock berat. gelisah. dyspnoe. Corticosteroid Serum sickness . cyanosis. urticaria tempat suntik ” meluas.– Menghambat sel T 3. gatal seluruh tubuh. ADS. Cytotoxic T-cell : Menyerang antigen secara langsung Imunisasi Pasif Didapat Kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh bukan oleh individu itu sendiri. misalnya kekebalan bayi yang diperoleh dari ibu setelah pemberian Ig serum Daya lindung pendek ( 2 – 3 minggu) • Contoh : – Gama globulin murni penderita – campak – ATS. kejang ” mati Therapi : Adrenalin.

Eye test : 1 tetes serum kemudian tunggu 15 menit : + ” mata bengkak merah . berak. Accelerated Reaction : Masa tunas : 1 – 5 hari Gejala : Sama serum sickness " Pemberian serum – test lebih dahulu Test pemberian serum 1. Ana phylactic reaction : Masa tunas : Beberapa menit – 24 jam Gejala : Sama reaksi atopik – < ringan 2. exanthema. muntah. Corticosteroid.Masa tunas : 6 – 24 hari Panas. Anti Histamin Pemberian ke II (ulangan) 1. urticaria.1 ml seru 1/10 – intra kutan tunggu 15 menit : " infiltrat > 10 mm 2. Skin test : 0. bahaya urticaria (oedem) glottis ” tercekik. Therapi : Adrenalin.

mis: – campak pada bayi – kolustrum ASI – IgA polio • Maturasi imunologik: neonatus ® fungsi makrofag¯. aktifasi optonin¯.kadar komplemen¯. Status Imun Penjamu: • Adanya Ab spesifik pada penjamu ® keberhasilan vaksinasi.Sisa serum ” Intra Muskular Tujuan Imunisasi • Mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang • Menghilangkan penyakit tertentu pada populasi Keberhasilan Imunisasi tergantung faktor: 1.5 ml serum dlm 1 ml air garam fisiologis – Subkutan – tunggu ½ jam reaksi . .1 ml serum dlm 1 ml air garam fisiologis – Subkutan – tunggu ½ jam reaksi .Bila skin dan atau eye test positif ” pemberian Serum : Cara Bersedka .0.0.

Frekuensi Pemberian . rendah ® keberhasilan vaksinasi tidak 100% 4. misal polio oral ® imunitas lokal dan sistemik b. menimbulkan efek samping – rendah ® tidak merangsang sel imunokompeten c. kualitas vaksin a. Dosis vaksin – tinggi ® menghambat respon. 2. cukup. • Cakupan imunisasi semaksimal mungkin agar anak kebal secara simultan. bayi diimunisasi • Frekuensi penyakit . genetik secara genetik respon imun manusia terhadap Ag tertentu ® baik.• Pembentukan Ab spesifik terhadap Ag kurang ® hasil vaksinasi ¯ ® ditunda sampai umur 2 bulan. • Status imunologik ¯ (spt defisiensi imun) ® respon terhadap vaksin kurang. cara pemberian. dampaknya pada neonatus berat ® imunisasi dapat diberikan pada neonatus.

bakteri – vaksin yang dilemahkan: polio. d. kultur jaringan. cairan garam fisiologis. BCG – vaksin mati : pertusis – eksotoksin : Toksoid. Cairan pelarut : air. Jenis Vaksin Vaksin hidup menimbulkan respon imun lebih baik. Kandungan vaksin 1. campak. dipteri. . tetanus 1. Ajuvan : persenyawaan aluminium 2. Frekuensi pemberian mempengaruhi respon imun yang terjadi . Bila vaksin berikutnya diberikan pada saat kadar Ab spesifik masih tinggi ® Ag dinetralkan oleh Ab spesifik ® tidak merangsang sel imunokompeten. telur.Respon imun sekunder ® Sel efektor aktif lebih cepat. lebih tinggi produksinya. Antigen ® virus. Ajuvan : Zat yang meningkatkan respon imun terhadap Ag • mempertahankan Ag tidak cepat hilang • Mengaktifkan sel imunokompeten e. afinitas lebih tinggi.

prioritas penyebab kematian.Hal – hal yang merusak vaksin: • Panas ® semua vaksin • Sinar matahari ® BCG • Pembekuan ® toxoid • Desinfeksi/antiseptik : sabun Jadwal Imunisasi • Untuk keseragaman • Mendapatkan respon imun yang baik ® Berdasarkan keadaan epidemiologi. kesakitan Diterbitkan di: 06 Januari. 2010 .