Anda di halaman 1dari 18

O Inseminasi

adalah pemasukan sperma kedalam saluran genitalia betina.

O Inseminasi buatan : suatu cara untuk

menempatkan sperma di dalam atau di dekat saluran serviks atau uterus dengan menggunakan suatu alat dan bertujuan supaya terjadi kehamilan.

O Teknik modern untuk inseminasi buatan

pertama kali dikembangkan untuk industri ternak untuk membuat banyak sapi dihamili oleh seekor sapi jantan untuk meningkatkan produksi susu.

O Inseminasi buatan, atau juga disebut Intrauterine

Insemination (IUI) merupakan prosedur dimana sperma dari ejakulasi dicuci untuk menempatkan konsentrasi terbaik dari seluruh sperma ke dalam kateter. Kateter ini lalu dimasukkan melalui leher rahim menuju rahim di mana sperma akan disimpan. Setelah itu, tergantung pada sperma, bagaimana agar ia bisa menemukan cara untuk mencapai tuba falopi dan menemukan telur untuk dibuahi.

O Kurang lebih 10 % dari pasangan suami-

isteri di negara kita, Indonesia, mengalami kesukaran untuk mendapatkan keturunan. Mereka dibedakan dalam 3 golongan, yaitu O golongan suami-isteri yang kurang subur (subfertil), O tidak subur (infertil) O mandul (steril).

Inseminasi buatan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu: O Inseminasi Buatan Homolog (IBH) O Inseminasi Buatan Donor (IBD)

Syarat untuk melaksanakan IBH ialah: O Tidak adanya gangguan fertilitas pada pihak istri O Tindakan ini disetujui oleh suami istri IBH dilakukan dengan menggunakan sperma dari suami sendiri, biasanya disebabkan suami tidak mampu melakukan senggama.

O IBD biasanya dilakukan pada pasangan

suami-istri infertile, yang sebagian besar disebabkan karena suami mengalami kelainan sperma. Dengan cara IBD gejala atau perasaan tidak mempunyai anak yang sering mengganggu ketenangan hidup suami-istri dapat disingkirkan.

Pelaksanaan IBD memerlukan persiapan-persiapan yang baik, karena: O Dokter berusaha menemukan donor sperma yang fisik, mental, dan genetik baik dan sehat. O Harus diusahakan mendapatkan donor sperma dari bangsa/suku bangsa yang sama dengan pasangan yang menginginkan IBD itu. O Biasanya harus dapat merahasiakan darimana atau siapa spema itu berasal, sehingga gejolak perasaan emosional dapat dihindari. O Harus ada persetujuan tertulis di atas materai dari pasangan yang menginginkan IBD itu.

O Namun, jika IBH di Indonesia dapat diterima

oleh masyarakat, maka IBD tidak. Ini disebabkan karena di Negara kita IBD masih mengandung banyak aspek legalitas, moral etik, dan keagamaan yang sangat rumit.

O Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan

perundang-undangan yang menyinggung masalah ini. Dalam Undang-Undang No. 23 /1992 tenang Kesehatan, pada pasal 16 disebutkan, hasil pembuahan sperma dan sel telur di luar cara alami dari suami atau istri yang bersangkutan harus ditanamkan dalam rahim istri dari mana sel telur itu berasal. Hal ini menjawab pertanyaan tentang kemungkinan dilakukannya pendonoran embrio. Jika mengacu pada UU No.23/1992 tentang Kesehatan, upaya pendonoran jelas tidak mungkin.

Jika salah satu benihnya berasal dari donor O Jika Suami mandul dan Istrinya subur, maka dapat dilakukan fertilisasi-in-vitro transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut. Sel telur Istri akan dibuahi dengan Sperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikan ke dalam rahim Istri. Anak yang dilahirkan memiliki status anak sah dan memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya sepanjang si Suami tidak menyangkalnya dengan melakukan tes golongan darah atau tes DNA. Dasar hukum ps. 250 KUHPer.

O Jika embrio diimplantasikan ke dalam

rahim wanita lain yang bersuami maka anak yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut. Dasar hukum ps. 42 UU No. 1/1974 dan ps. 250 KUHPer

DILEMA INSEMINASI BUATAN


Permasalahan mengenai inseminasi buatan dengan bahan inseminasi berasal dari orang lain atau orang yang sudah meninggal dunia, hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia. Perlu segera dibentuk peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang

O Pada kasus yang sedang dibahas ini tampak sekali

ketidaksesuaiannya dengan budaya dan tradisi ketimuran kita. Sebagian agamawan menolak Fertilisasi invitro pada manusia, sebab mereka berasumsii bahwa kegiatan tersebut termasuk Intervensi terhadap karya Ilahi.

O Dalam DUHAM dikatakan semua orang dilahirkan

bebas dengan martabat yang setara. Pengakuan hak-hak manusia telah diatur di dunia international, salah satunya tentang hak reproduksi.

O Dalam kasus ini, meskipun keputusan

inseminasi buatan dengan donor sperma dari laki-laki yang bukan suami wanita tersebut adalah hak dari pasangan suami istri tersebut, namun harus dipertimbangkan secara hukum, baik hukum perdata,hukum pidana ,hukum agama, hukum kesehatan serta etika(moral) ketimuran yang berlaku di Indonesia .