P. 1
ATRIBUT TOKO JURNAL

ATRIBUT TOKO JURNAL

|Views: 355|Likes:
Dipublikasikan oleh Yudhi Toliz

More info:

Published by: Yudhi Toliz on Feb 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2015

pdf

text

original

PENGARUH ATRIBUT TOKO TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA SWALAYAN SAMI MAKMUR PALUR KARANGANYAR

JAKA SULARKO ABSTRACT Marketing represent one of the fundamental activity conducted by entrepreneur in effort to maintain the continuity of his life, to expand, and get profit. A Company told to succeed to run his function if able to sell product at consumer and obtain maximum profit. Consumer as one of element, playing a part important where from time to time they critical more and more in attitude an product. Mini market Sami Makmur Palur Karanganyar as one of business concern realize that finish do not him company in conducting goods sale of depend on effort in comprehending and accepting fact for his important is behavioral role multifarious consumer manner. Go together effort draw and give decision to consumer, hence behavior of consumer has to be comprehended totally. Attribute any kind of influencing enthusiasm buy consumer in Mini Market Sami Makmur Palur Karanganyar? What correctness of attribute of goods equipment, service, price, shop location, and quality of goods become fascination of consumer to go shopping? Target of research is to know influence of goods equipment, service, price, shop location, and quality of goods to enthusiasm buy consumer in Mini Market Sami Makmur Palur Karanganyar, and also to know attribute of most dominant shop in influencing enthusiasm buy consumer in Mini Market Sami Makmur Palur Karanganyar. Population taken by entire visitor Mini Market Sami Makmur Palur Karanganyar in adult category that has conducted product buys in Mini Market Sami Makmur Palur Karanganyar period February – April 2004. While sample used in this research as much 100 responder. Techniques data collecting conducted disseminatedly is questioner / angket to responder. Result of hypothesis examination and data analysis by using program Eviews 3.1 version student obtained by coefficient determiner R2 equal to equal to 0,840109, indicating that statistically variation from goods equipment variable, service, price, shop location, and the goods quality able to explain variation from enthusiasm variable buy consumer equal to 84,011% and the rest 15,989% explained variation outside model. From research result obtained by equation regresi LnY = - 6,809 + 0,373X1 - 0,029X2 + 0,167X3 + 0,828X4 + 4,980X5 + e examination and by parsial indicate that t count goods equipment (X1) equal to 3,218, t count service (X2) equal to - 0,408, t count price (X3) equal to 2,397, t count shop location (X4) equal to 10,554, and t count goods quality (X5) equal to 4,203. Conclusions obtained indicate that attribute of shop cover: goods equipment, price, shop location, and quality of goods become factor influencing enthusiasm buy consumer. Variable attribute of most dominant shop in influencing enthusiasm buy consumer is shop location. While attribute of service unable to influence enthusiasm buy consumer in Mini Market Sami Makmur Palur Karanganyar.

PENDAHULUAN Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan

kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba. Sebuah perusahaan dikatakan berhasil menjalankan fungsinya apabila mampu menjual produknya pada konsumen dan mmperoleh profit semaksimal mungkin. Konsumen sebagai salah satu elemen, memegang peranan penting dimana dari

1

waktu ke waktu mereka semakin kritis dalam menyikapi suatu produk. Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar sebagai salah satu perusahaan dagang menyadari bahwa berhasil tidaknya perusahaan dalam melakukan penjualan barang tergantung pada usahanya di dalam memahami dan menerima kenyataan atas pentingnya peranan perilaku konsumen yang beraneka ragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana pengaruh kelengkapan barang, pelayanan, harga, lokasi toko, dan kualitas barang terhadap minat beli konsumen pada Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar; (2) Variabel atribut toko mana yang paling dominan dalam mempengaruhi minat beli konsumen pada Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar. LANDASAN TEORI Pemasaran Pengertian Pemasaran menurut Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa untuk

memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli

1

potensial (Stanton, 1997). Pengertian tersebut dapat memberikan gambaran bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan

mendistribusikan barang/jasa kepada pembeli secara individual maupun kelompok pembeli. Kegiatan-kegiatan tersebut beroperasi dalam suatu

lingkungan yang dibatasi sumber-sumber dari perusahaan itu sendiri, peraturanperaturan, maupun konsekuensi sosial perusahaan.

2

harga. pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan. Lingkungan ini tidak dapat dikendalikan perusahaan. pemasar. dan personal) dan komponenkomponen bauran pemasaran yang meliputi: produk. menawarkan dan mempertukarkan produk dengan pihak lain. Variabel ini dapat dikendalikan oleh perusahaan. nilai. (2) Variabel Internal Sistem Pemasaran. yaitu: (1) Lingkungan Eksternal Sistem Pemasaran. permintaan (demands). transaksi. dan jaringan. biaya. menawarkan. terdiri atas dua kelompok. hubungan. Definisi pemasaran tersebut berdasarkan pada prinsip inti yang meliputi: kebutuhan (needs). keuangan. serta prospek. yaitu sumber bukan pemasaran (kemampuan produksi. dan distribusi (Swastha. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi cara dan keberhasilan perusahaan terhadap pemasarannya. misalnya kebebasan masyarakat dalam menerima atau menolak produk perusahaan. promosi. keadaan perekonomian. Pengertian Perilaku Konsumen Perilaku Konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa 3 . pasar. kepuasan. produk (goods. dan pertukaran. politik dan peraturan pemerintah. services and idea). Dalam hal ini pemasaran merupakan proses pertemuan antara individu dan kelompok dimana masing-masing pihak ingin mendapatkan apa yang mereka butuhkan/inginkan melalui tahap menciptakan. kependudukan serta munculnya pesaing. 2002).Pengertian pemasaran menurut Kotler (2000: 8). pertukaran.

(2) Influencer. (3) Decider. sosiologis dan antropologis. adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian.termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut (Swastha dkk. 4 . harga. apa yang akan dibeli. (5) User. Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan desain produk. psikologis. Perilaku konsumen mempelajari di mana. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak. bagaimana membelinya. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor ekonomi. (4) Buyer. adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya.. dalam kondisi macam apa. saluran distribusi. 1997). Informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak. Kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Peran yang dilakukan tersebut adalah: (1) Initiator. yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli. adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan pembelian terhadap suatu produk. Manajemen perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya dapat lebih berhasil. sesuai dengan peran masing-masing. dan program promosi yang efektif. dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. serta beberapa aspek lain dari program pemasaran perusahaan. adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu.

Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen. Pengambilan sampel dilakukan 5 . (3) Teori Antropologis. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. (2) Teori Psikologis. Sampel meliputi sebagian dari para pengunjung toko dalam kategori dewasa yang sudah pernah melakukan pembelian produk di Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar. seperti kebudayaan. Sampel merupakan bagian dari populasi yang karakteristiknya akan dijadikan obyek penelitian. kelas-kelas sosial dan sebagainya. Populasi dalam penelitian ini adalah mencakup para pengunjung Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar dalam kategori dewasa yang sudah pernah melakukan pembelian produk di Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar periode Februari-April 2004. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan.Adapun beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut: (1) Teori Ekonomi Mikro. METODE PENELITIAN Populasi Dan Sampel Populasi merupakan jumlah keseluruhan dari subjek-subjek yang karakteristiknya akan diduga. karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung. di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya.

lokasi toko. Variabel lokasi toko adalah merupakan areal swalayan termasuk di dalamnya fasilitas tempat parkir. Metode Pengumpulan Data Data yang dibutuhkan berasal dari data primer dan data sekunder. (2) Observasi. maupun karyawan-karyawati untuk mendapatkan informasi yang lebih luas dan dalam. dan kualitas barang. staf. Sementara variabel harga adalah nilai yang diberikan seorang pembeli terhadap suatu produk. pelayanan. harga. Data primer diperoleh dengan cara: (1) Kuesioner atau angket yang diberikan kepada responden. (3) Wawancara. Pelayanan dalam penelitian ini diproksi dengan service yang diberikan karyawan-karyawati terhadap konsumen. yaitu mengadakan wawancara dengan pimpinan. Jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 100 orang responden. 6 . yaitu dengan mengadakan pengamatan dan penelitian secara langsung terhadap obyek yang diteliti guna melengkapi data yang diperlukan. Definisi Variabel Penelitian ini menggunakan dependent variabel (minat beli konsumen) dan independent variabel yang terdiri dari: kelengkapan barang. Kelengkapan barang meliputi aneka macam jenis produk yang ditawarkan pihak swalayan. dimana peneliti telah membuat kisi-kisi/kriteria-kriteria tertentu berdasarkan ciri-ciri subjek yang akan dijadikan sampel penelitian. Sedangkan kualitas barang yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kualitas yang meliputi segi keawetan dan keaslian produk-produk yang ditawarkan swalayan.secara Purposive Random Sampling terhadap objek yang diteliti.

Ada dua syarat penting yang berlaku pada sebuah angket. yaitu keharusan angket untuk valid dan reliabel. tabel analisis statistik dan uraian serta kesimpulan hasil penelitian. baik yang bebas maupun terikat diungkap dengan kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan dan sistem pengukurannya menggunakan skala Likert. 7 . Hal ini dikarenakan jawaban pada angket dapat dimanifestasikan ke dalam angkaangka. Sedangkan dikatakan reliabel (andal) jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisiten atau stabil dari waktu ke waktu (Azwar. Untuk mengetahui minat beli konsumen diukur dengan skala Likert yang merupakan pengukuran variabel yang hasilnya bersifat ordinal (jenjang). Validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsinya. Suatu angket dikatakan valid (sah) jika pertanyaan pada suatu angket mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh angket tersebut. Dalam Skala Likert digunakan 5 katagori penilaian yang masing-masing katagori tersebut akan dikualifikasikan dengan memberi katagori bobot penilaian. 2003). Validitas dan Reliabilitas Validitas Salah satu instrumen yang sering dipakai dalam penelitian ilmiah adalah angket yang bertujuan untuk mengetahui pendapat seseorang mengenai suatu hal. Sample yang digunakan sebanyak 100 responden.Instrumen Penelitian Angket Angket merupakan alat pengumpulan data yang cukup relevan dengan tujuan penelitian serta memiliki validitas dan reliabilitas yang optimal. Dalam penelitian ini kedua variabel.

069014. berarti tidak ada problem Heteroskedastisitas.0 menunjukkan hasil bahwa semua item pertanyaan dalam angket terbukti valid dan reliabel. 8 . reliabilitas alat ukur menunjukkan sejauh mana hasil usaha pengukuran dapat dipercaya.762597) diperoleh hasil 0. Uji Instrumen Penelitian Hasil pengujian dengan menggunakan program SPSS 10. karena bila dibandingkan dengan alpha 0.542051.58239. sehingga dapat dinyatakan bahwa data yang diuji berdistribusi normal.05 ternyata lebih besar.05 ternyata lebih besar.413366.Reliabilitas Menurut Azwar (2003). HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Selama aspek dalam diri subyek yang diukur belum berubah. kemudian dikalikan probability sebesar 0. Uji Validitas Asumsi Klasik Normalitas Hasil pengujian normalitas (e) dengan formula Jarqu Berra (JB tes) diperoleh hasil 0.28 dan bila dibandingkan dengan alpha 0. Heteroskedastisitas Hasil pengujian dengan White Heteroskedasticity Test diperoleh nilai Obs*R-squared sebesar 18. 2. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai 1. kemudian dikalikan dengan probability (0. Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap sekelompok subyek yang sama memperoleh hasil yang sama pula.

pelayanan (X2).373 X1 . (b) Koefisien Regresi sebesar 0. Uji Hipotesa 1.Multikolinieritas Hasil pengujian dengan metode Klein. 3.554)*** (4.203)*** Dari persamaan diatas dapat diketahui: (a) Konstanta sebesar –6. (e) Koefisien Regresi sebesar 0. baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.809 jika tidak ada kelengkapan barang (X1).6. (d) Koefisien Regresi sebesar 0.809 + 0.0.029 X2 + 0. dan kualitas barang (X5).828 X4 + 4. maka Ho ditolak atau dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini tidak terdapat pengaruh multikolinearitas.167.408) (2.828 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% 9 .809. terlihat bahwa R² > r ².029 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% pelayanan akan mengurangi minat beli konsumen sebesar 0.029. lokasi toko (X4). dirumuskan sebagai berikut: LnY = .373 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% Persamaan regresi kelengkapan barang akan meningkatkan minat beli konsumen sebesar 0. Persamaan Regresi Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent.397)*** (10.218)*** (-0.167 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% harga akan meningkatkan minat beli konsumen sebesar 0. maka minat beli konsumen akan berkurang sebesar –6.373. harga (X3). (c) Koefisien Regresi sebesar -0.167 X3 + 0.980 X5 (3.

X3.lokasi toko akan meningkatkan minat beli konsumen sebesar 0.980 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% kualitas barang akan meningkatkan minat beli konsumen sebesar 4. Uji Statistik Uji ketepatan Model Koefisien determinasi (R2) menunjukkan Y yang dijelaskan oleh X1. maka dapat dikatakan bahwa variabel-variabel independent secara bersamasama memiliki pengaruh terhadap variabel dependent.05 (5%) adalah sebesar 2.828.06276.840109 yang menunjukkan bahwa secara statistik variasi dari Variabel Kelengkapan Barang. 2.31 karena F-statistik pada model ini lebih besar dari F-tabel. dan Kualitas Barang dari uji koefisien determinasi (R2) mampu menjelaskan variasi dari Variabel Minat Beli Konsumen sebesar 84. Uji F Untuk uji F-statistik. Lokasi Toko. X4.989% dijelaskan variasi di luar model (unselected variabel). diperoleh F-statistik pada hasil regresi sebesar 77. Pelayanan.011% dan sisanya 15. berarti H0 ditolak dan menerima Ha. Harga. 10 . (f) Koefisien Regresi sebesar 4.980. Hasil perhitungan diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 0. X5. X2. sementara F-tabel dengan α =0.

=94) adalah 1.6612 kemudian dibandingkan dengan nilai t-hitung dari pelayanan sebesar –0. ternyata t-hitung terletak didaerah kritis (H0 ditolak Ha diterima) berarti hipotesa yang menyatakan bahwa kelengkapan barang berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen diterima dan dapat dikatakan variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan. dengan menggunakan uji one-tailed side pada tingkat signifikansi 5 % (α =0.f.Uji t terhadap koefisien regresi Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel.=94) adalah 1.05) nilai t dengan derajat bebas (d. dengan menggunakan uji one-tailed side pada tingkat signifikansi 5 % (α =0.05) nilai t dengan derajat bebas (d.6612 kemudian dibandingkan dengan nilai t-hitung dari kelengkapan barang sebesar 3. apabila thitung > ttabel berarti variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. (b) Pada Variabel X2 (Pelayanan). dengan menggunakan uji one-tailed side pada tingkat signifikansi 5% (α =0.f.f.408 .05) nilai t dengan derajat bebas (d. Hasil yang diperoleh dari pengujian regresi dapat dibahas pada variabel-variabel independent.218 .=94) adalah 1. ternyata t-hitung terletak di daerah penerimaan (H0 diterima Ha ditolak) berarti hipotesa yang menyatakan bahwa pelayanan berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen ditolak dan dapat dikatakan variabel tersebut tidak memiliki hubungan yang signifikan. sebagai berikut: (a) Pada Variabel X1 (Kelengkapan Barang). (c) Pada Variabel X3 (Harga).6612 kemudian dibandingkan dengan 11 .

dengan menggunakan uji one-tailed side pada tingkat signifikansi 5 % (α =0. (e) Pada Variabel X5 (Kualitas Barang). ternyata t-hitung terletak di daerah kritis (H0 ditolak Ha diterima) berarti hipotesa yang menyatakan bahwa kualitas barang berpengaruh terhadap minat beli konsumen diterima dan dapat dikatakan variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan.554.6612 kemudian dibandingkan dengan nilai t-hitung dari kualitas barang sebesar 4. ternyata t-hitung terletak didaerah kritis (H0 ditolak Ha diterima) berarti hipotesa yang menyatakan bahwa lokasi toko berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen diterima dan dapat dikatakan variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan.f. (d) Pada Variabel X4 (Lokasi Toko). ternyata t-hitung terletak didaerah kritis (H0 ditolak Ha diterima) berarti hipotesa yang menyatakan bahwa harga berpengaruh terhadap minat beli konsumen diterima dan dapat dikatakan variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan.05) nilai t dengan derajat bebas (d.f.=94) adalah 1. dengan menggunakan uji one-tailed side pada tingkat signifikansi 5 % (α =0.203.05) nilai t dengan derajat bebas (d.nilai t-hitung dari harga sebesar 2.6612 kemudian dibandingkan dengan nilai t-hitung dari lokasi toko sebesar 10.=94) adalah 1.397. 12 .

peralatan elektronika. 1) Variabel Kelengkapan Barang Dari hasil penelitian. 13 . variabel harga.4. fashion. dan produk lainnya yang ditawarkan pihak Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar mampu mempengaruhi minat beli konsumen. dan variabel kualitas barang. PEMBAHASAN Pada pembahasan yang berkaitan dengan hasil regresi ini adalah variabel kelengkapan barang. Hal ini dapat terjadi berdasarkan penelitian. Faktor lainnya adalah produk-produk yang dijual merupakan merk-merk terkenal yang mampu menciptakan daya tarik bagi konsumen dengan berbagai selera yang beragam. Sehingga kelengkapan barang yang meliputi aneka macam jenis dan merk produk yang meliputi: kebutuhan rumah tangga. perlengkapan kantor. bahwa di Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar ada variabel-variabel yang mampu mempengaruhi minat beli konsumen dan ada variabel yang tidak mampu mempengaruhi minat beli konsumen. variabel lokasi toko. Selain itu konsumen juga tertarik untuk membeli karena produk yang dijual di Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar selalu up to date atau mengikuti mode yang sedang trend dan berkembang. variabel kelengkapan barang mampu mempengaruhi minat beli konsumen dan memiliki hubungan yang signifikan. mainan anak. variabel pelayanan. alat tulis.

adanya diskon harga yang diadakan pada bulan-bulan tertentu menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen dengan daya beli yang beragam.2) Variabel Harga Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga mampu mempengaruhi dan memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat beli konsumen sehingga penetapan harga di Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar cukup bersaing dan terjangkau oleh konsumen. sehingga dengan sendirinya akan memberikan rasa aman bagi pengunjung Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar yang memiliki sarana transportasi serta letak yang sangat strategis. sehingga apabila kualitas barang itu rendah maka minat beli konsumen akan rendah dan sebaliknya 14 . variabel lokasi toko mampu mempengaruhi minat beli konsumen dan memiliki hubungan yang signifikan sehingga lokasi toko ini memiliki peranan yang cukup besar. 4) Kualitas Barang Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas barang mampu mempengaruhi minat beli konsumen dan memiliki hubungan yang signifikan. karena tersedianya sarana tempat parkir dan keamanan yang memadai bagi para pengunjung toko. mengingat kemampuan dan daya beli konsumen di lingkungan penelitian cukup banyak memiliki perhatian terhadap harga yang diperkenalkan. 3) Variabel Lokasi Toko Dari hasil penelitian. yakni berada di kawasan Palur Karanganyar yang mudah dijangkau konsumen dari segala penjuru.

sebanyak 63% responden menyatakan tanggapan baik. Dalam uji one-tailed side pada tingkat signifikansi 5% (α =0. Pada aspek pramuniaga yang ramah. Hal ini menunjukkan bahwa aspek pelayanan di Swalayan Sami Makmur sudah cukup baik dan mendapatkan tanggapan yang positif dari konsumennya. sehingga kualitas merupakan faktor kunci yang tidak bisa ditawar lagi. Berdasarkan deskripsi data diketahui bahwa aspek pelayanan yang baik dan cepat. namun tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli mereka.05) ternyata t-hitung terletak di daerah penerimaan (H0 diterima Ha 15 . diketahui sebanyak 59% reponden menyatakan tanggapan baik. Di era informasi seperti ini konsumen semakin kritis dan cerdas dalam melakukan pembelian barang. 5) Variabel Pelayanan Untuk variabel pelayanan dari hasil penelitian tidak mampu mempengaruhi dan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat beli konsumen. sebanyak 63% responden menyatakan tanggapan baik. Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar senantiasa menjaga dan memperhatikan betul akan kualitas barang yang dijualnya dan sedapat mungkin menghindari menjual barangbarang berkualitas rendah meskipun harganya murah. maka minat beli konsumen juga akan tinggi.apabila kualitas barang itu tinggi. Pada aspek karyawan-karyawati yang tepat pelayanan.

sebagian besar berusia 26-36 tahun.ditolak) berarti hipotesa yang menyatakan bahwa pelayanan berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen ditolak.000. sebagian besar pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Seorang penjual dituntut untuk memberikan respon secara cerdik terhadap pertanyaan-pertanyaan tentang produk/jasa dari konsumen. pelayanan terkait erat dengan sejumlah faktor meliputi: produk dan jasa yang ditawarkan. Karakteristik konsumen Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar dapat digambarkan sebagai berikut: jumlah perempuan lebih besar dibanding laki-laki. adanya penampilan pribadi yang menarik yang merupakan konsumen. Menurut Mayer (2002). dan sebagian besar berasal dari strata sosial ekonomi menengah atau yang berpendapatan antara Rp 300. adanya sikap yang baik terhadap pelanggan dimana sikap dihubungkan dengan etika yang merupakan cara yang dapat diterima secara sosial dalam berhubungan dengan konsumen. jasa pendukung penjualan dan kesan yang baik yang diterima konsumen.000 – Rp 750. kriteria terpenting yang dapat mempengaruhi PENUTUP KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. 16 . paling banyak berpendidikan tamat SLTA.

218. Besarnya pengaruh dari masing-masing variabel penelitian pada persamaan regresi sebagai berikut: dapat dijelaskan 5. harga (X3). 6% tidak mantap dan 4% responden menyatakan sangat mantap. terbukti mempunyai pengaruh positif terhadap minat beli konsumen dan mempunyai hubungan yang signifikan. lokasi. yakni: 44% menyatakan mantap. 3. kelengkapan barang sebesar 3.397.203. Deskripsi data tentang minat beli konsumen menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai minat beli yang besar di Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar dengan tingkat kemantapan yang sangat variatif. dan harga sebesar 2. Tanggapan konsumen terhadap atribut toko yang meliputi: kelengkapan barang. 12% sangat tidak mantap. 34% kurang mantap. 17 . Sementara itu kualitas barang sebesar 4. Adanya pengaruh positif dan signifikan dari kelengkapan barang (X1). 4. harga. dan kualitas barang (X5) terhadap minat 89 beli konsumen. lokasi toko (X4).554. Variabel atribut toko yang paling dominan dalam mempengaruhi minat beli konsumen adalah lokasi toko yakni sebesar 10. pelayanan.2. dan kualitas barang sebagian besar responden menyatakan tanggapan yang positif atau menyetujui dan ada sebagian responden yang memberikan tanggapan negatif atau tidak menyetujui pada aspek ragam barang yang lengkap yakni 68% responden. Sedangkan variabel pelayanan (X2) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap minat beli konsumen.

Hal ini sebenarnya dapat ditingkatkan mengingat daerah Palur dan sekitarnya adalah daerah yang cukup banyak segmen remajanya. sebagai berikut:  Ditinjau dari jumlah pembeli terlihat bahwa perempuan lebih dominan melakukan pembelian dibanding laki-laki. akademi. Cara yang ditempuh bisa dengan menata ulang lay-out swalayan sehingga terkesan mewah dan tidak terkesan murahan. 18 . bahwa konsumen remaja (15–25 tahun) hanya 26% saja. lembaga pendidikan) yang berdiri di daerah itu. mengingat banyaknya sekolah (perguruan tinggi. misalnya: ragam produk laki-laki ditingkatkan jenis dan jumlahnya. seperti mengadakan lomba-lomba. Oleh karena itu manajemen perlu menjaring segmen remaja ini dengan lebih serius.  Ditinjau dari aspek usia.  Ditinjau dari tingkat pendapatan bahwa sebagian besar konsumen adalah golongan ekonomi menengah.REKOMENDASI Berdasarkan analisis data dan pembahasan serta hasil pengamatan langsung di Swalayan Sami Makmur Karanganyar. misalnya: mengadakan program-program promosi yang sifatnya melibatkan segmen remaja. oleh karena itu perlu adanya upaya serius untuk menjaring segmen menengah ke atas. maka penulis mengajukan beberapa saran yang diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pihak manajemen guna kemajuan dan perkembangan swalayan. kontes hiburan. sehingga segmen laki-laki perlu digarap lebih serius lagi. dan sebagainya.

dan kualitas barang dapat mempengaruhi variabel dependent.  Hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen meliputi: variabel kelengkapan barang.  Variabel lokasi toko terbukti dari hasil penelitian mempunyai pengaruh yang paling dominan dalam mempengaruhi minat beli 19 . harga. (2) meningkatkan pengetahuan (science) karyawan/karyawati meningkatkan terhadap produk yang dijualnya. baik dalam hal kelengkapan barang. (3) kemampuan komunikasi (communication) karyawan/ karyawati terhadap konsumen. lokasi toko. harga. lokasi toko. oleh karena itu pihak manajemen perlu lebih meningkatkan jenis dan ragam produk yang dijual sehingga dapat memenuhi keinginan serta kebutuhan konsumen yang beraneka ragam terutama di wilayah Palur dan sekitarnya. dari hasil penelitian ternyata tidak mampu mempengaruhi dan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat beli konsumen. yakni minat beli konsumen di Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar yang untuk kemudian hari perlu ditingkatkan secara komprehensif. Pada aspek ragam barang yang lengkap sebanyak 65% responden Swalayan Sami Makmur tidak menyetujui atau memberikan tanggapan negatif. misalnya: (1) memperbaiki penampilan (performance) karyawan/ karyawati. sehingga perlu dilakukan serangkaian strategi yang matang dan tepat dalam membangkitkan minat beli konsumen dari aspek pelayanan. dan kualitas barang. Sedangkan variabel pelayanan.

konsumen untuk di kemudian hari perlu mendapat perhatian yang lebih serius dan perlu dilakukan usaha peningkatan yang lebih intensif dan berkesinambungan dalam memaksimalkan daya tarik lokasi toko. 20 . sehingga pengunjung toko tidak merasa was-was selama berbelanja. misalnya: adanya petugas khusus (satpam) yang bertanggungjawab terhadap keamanan dan kenyamanan lalu lintas parkir di depan Swalayan Sami Makmur Palur Karanganyar.

Yogyakarta. Kinnear. Pengendalian. Jakarta: Gramedia. Kotler. New Jersey. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Elex Media Komputindo. Sutrisno. Edisi Bahasa Indonesia. Metode Statiska Untuk Menarik Kesimpulan. (2003). Metode Penelitian. Penelitian Program Sarjana. James R. Jakarta: Erlangga. Manajemen Pemasaran. Kotler. Pemasaran. Asmarani Devi. Edisi kesatu. Riset Pemasaran. Edisi enam. Prentice Mayer. (2000). (1999). Jenis Pekerjaan. (2000). (2000). Philip. Puspaningtyas. Marketing Management. Analisis Perencanaan. Edisi Bahasa Indonesia. Analisis Perbedaan Tanggapan Konsumen Terhadap Alfa Solo Baru Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset. Prentice Hall..DAFTAR PUSTAKA Aaker dan Day. Thomas C. Damodar. Saifudin. 21 . Marketing Management. Philip. Philip. (1998). Konsep dan Strategi. (2001). Azwar. Kotler. Gujarati. Hall Inc. Ekonometrika Dasar. The Millenium Edition. (2002). dan Tingkat Pendapatan. Edisi tiga. (1998). Covey. Jakarta: Salemba 4. Hadi. (1995). (2003). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. An Asian Perspectif. New Jersey. Analisis Regresi. Edisi lima Jakarta: Gramedia. Pemasaran Eceran (Retail Marketing). Warren G. dan Taylor. Universitas Sanata Dharma. Prentice Hall Inc.

Edisi ke-2. dan Handoko. William. (1997). Fundamental of Marketing. Yogyakarta: Liberty. Basu. Edisi tiga. Graw-Hill Book. Basu. Fandy.Setyoko. Edisi dua. Penelitian Program Sarjana Universitas Muhammadiyah. Manajemen Pemasaran Analisis Perilaku Konsumen. Surakarta. Strategi Pemasaran. Yulianingsih. Susilowati. Tokyo. Surakarta. (1997). 22 . Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Pembelian Konsumen Pada Toko Granada Delanggu. (2001). Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta. Dewi. (2000). Analisa Perilaku Konsumen Dalam Melakukan Pembelian Pada Swalayan Mitra Palur Karanganyar. Mc. (1999). Yogyakarta: Andi Offset. (1997). Swastha Dh. Penelitian Program Pasca Sarjana Universitas Islam Indonesia. Stanton. Tjiptono. Swastha Dh. Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sim–Card GSM Prabayar Di Surakarta. Afri. Penelitian Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah. Yogyakarta: Liberty. Hani. (2002).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->