Anda di halaman 1dari 5

Manfaat Gelombang Ultrasonik dalam Bidang Medis 1.

Memeriksa bagian dalam tubuh Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mengirim pulsa-pulsa ultrasonik ke bagian tubuh yang hendak dianalisis. Pulsa-pulsa ini akan dipantulkan oleh organ-organ tubuh bagian dalam. Masing-masing organ mempunyai struktur, kerapatan, dan kelentingan yang berbeda. Dengan mengukur waktu relatif dari gelombang-gelombang pantul ini, maka didapat kedalamankedalaman organ. Berdasarkan data kedalaman dan arah gelombang pantul, komputer akan membentuk bayangan bagian dalam tubuh. Salah satunya dengan ultrasonic transducer. Ultrasonic tranducer paling lazim dipakai untuk memantau janin pada wanita hamil, sistem arteri pada penderita lemah jantung, mengamati gangleon pada pasien penderita lemah atau kelainan otak, selain memanfaatannya pada bidang oceanographi, misalnya kedalaman laut, mengamati terumbu karang dan tentu saja jenis dan jarak pesawat amphibi dan submarin, baik fihak kawan maupun lawan disaat perang terutama, juga pada masa damai, mungkin juga untuk memantau posisi satelit, atau posisi dan kecepatan suatu pesawat ruang angkasa, meteorit atau asteroid dan gugus bintang yg relatif dekat dari BimaSakti. 2. Kaca mata orang buta Dengan menggunakan alat yang bisa mentranmisikan dan menerima gelombang ultrasonik. Pulsa ultrasonik dikirim dan kemudian benda akan memantulkan pulsa tersebut dan ditangkap kembali oleh alat tersebut. Pulsa pantul ini diubah menjadi bunyi yang memberitahkan kepada orang tersebut berapa jauh suatu benda dengan dirinya. http://kurnianastiti.blog.uns.ac.id/2009/09/29/apa-saja-manfaat-gelombang-ultrasonik/ Nanoteknologi Ultrasonik Membuka Jalan Untuk Melakukan Analisis Sel Tunggal Kata Kunci: diagnosa sel tunggal, nanoteknologi, ultrasonik, ultratransduser Ditulis oleh Rahmi Yusuf pada 19-06-2009

Teknik nanoteknologi ultrasonik yang dikembangkan oleh para peneliti dari University of Nottingham memungkinkan para tenaga medis untuk melakukan diagnosa tingkat seluler untuk mendeteksi penyakit-penyakit berat. Teknologi tersebut mengaplikasikan ultrasonik untuk melihat ke dalam sel. Sebelumnya, ultrasonik biasa digunakan untuk sonogram atau alat deteksi janin. Komponen dari mesin yang baru ini akan ribuan kali lebih kecil dari mesin yang sebelumnya ada. Skala pengukuran yang digunakan cukup kecil sehingga diagnosa sel tunggal dapat dilakukan pada tubuh manusia. Fungsi utamanya ditargetkan untuk lebih memahami struktur dan fungsi sel, serta mempercepat deteksi abnormalitas yang menyebabkan penyakit-penyakit kronik, seperti kanker. Ultrasound itu sendiri merupakan gelombang suara yang frekuensinya terlalu tinggi untuk didengar oleh pendengaran manusia, biasanya lebih dari 20 kHz. Ultrasound medis menggunakan transduser elektrik seukuran kotak korek api untuk memproduksi gelombang suara dengan frekuensi yang 100-1000 kali lebih tinggi lagi untuk memperoleh gambaran seluruh tubuh. Grup peneliti dari Nottingham berupaya untuk membuat versi yang lebih kecil lagi dari semua teknologi ultrasonik yang selama ini ada. Transduser yang digunakan akan berukuran sangat kecil hingga 500 buah alat tersebut bisa disusun selebar rambut manusia. Gelombang suara yang dihasilkan pun akan ribuan kali lebih tinggi, mencapai jangkauan GHz. Tantangan dari proyek ini tentu saja berpusat pada masalah teknik pembuatan. Untuk memproduksi ultrasonik, dibutuhkan ultratransduser. Hal ini berarti membagi-bagi transduser seukuran kotak korek api menjadi ukuran nano. Selanjutnya, perlu dirancang kabel-kabel halus yang dapat menghubungkan alat mungil tersebut dengan sumber listrik. Masalah pelik ini dijawab dengan membuat sebuah teknologi alat optik untuk meradiasikan cahaya laser yang dapat menghasilkan ultrasonik. Aplikasi teknologi baru ini tidak hanya terbatas pada dunia medis saja, tetapi ini akan mengubah penggunaan mikroskop atau alat detektor lainnya secara keseluruhan. Kini, kita dapat mengamati

objek dengan resolusi yang lebih teliti dari mikroskop optik, bahkan hingga ke skala molekul. Selain itu, para pelaku industri dapat menggunakannya untuk mendeteksi kerusakan paling kecil yang mempengaruhi kualitas dan ketahanan material, serta menghindari kerusakan dan penurunan performa mesin. Saat ini, nanoteknologi ultrasonik digunakan dalam industri pesawat terbang untuk mendeteksi retakan dan kerusakan lainnya yang tidak terlihat. Alat tersebut juga digunakan untuk meneliti metamaterial; komposit kompleks yang proses inspeksinya cukup rumit. Di sisi lain, kemajuan nanoteknologi menuntut kemajuan yang sejalan dalam nanoteknik. Teoriteori dan aplikasi skala laboratorium nanoteknologi tidak akan ada gunanya tanpa diimbangi oleh penemuan alat baru yang memungkinkan teori tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi para ilmuan dan ahli teknik untuk menciptakan kerjasama yang harmonis bagi masa depan nanoteknologi. http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/biokimia/nanoteknologi-ultrasonik-membuka-jalanuntuk-melakukan-analisis-sel-tunggal/

ULTRASONIK Untuk mempelajari ultrasonik, kita harus mengingat terlebih dahulu tentang penggolongan frekuensi bunyi. Ultrasonik adalah gelombang bunyi dengan frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Ultrasonik dapat diproduksi dengan piranti magnet listrik dan kristal piezoelektrik dengan frekuensi di atas 20.000 Hz. Magnet listrik Jika batang ferromagnetik diletakkan pada medan magnet listrik maka akan timbul gelombang ultrasonik pada ujung batang ferromagnetik tersebut. Demikian pula jika batang ferromagnetik tersebut dilingkari kawat, kemudian dialiri listrik.

Alat diagnostik USG menggunakan gelombang ultrasonik yang mempunyai frekuensi 1-10 MHz. Kecepatan gelombang suara didalam suatu medium akan berbeda dari medium lainnya. Sifat akustik medium menentukan perbedaan ini. Frekuensi dan daya ultrasonik yang dipakai dalam bidang kedokteran disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk diagnostik digunakan frekuensi 1 5 MHz dengan daya 0,01 W/cm2. untuk terapi daya ditingkatkan menjadi 1 W/cm2, bahkan untuk menghancurkan kanker daya yang diperlukan sebesar 103 W/cm2. Pengurangan intensitas merupakan atenuasi, yang dapat disebabkan oleh mekanisme, refleksi,

refraksi, absorpsi dan scattening. Pengaruh atenuasi dalam pemeriksaan USG : 1. Atenuasi akan membatasi kemampuan alat USG dalam memeriksa truktur jaringan tubuh hanya sampai batas ke dalaman tertentu. 2. Adanya atenuasi yang berbeda pada jaringan tubuh akan memberikan gambaran USG yang berbeda pula. 3. Alat USG sulit digunakan untuk memeriksa struktur jaringan tulang organ yang berisi gas. Dasar penggunaan ultrasonik adalah efek Dopler, yaitu terjadi perubahan frekuensi akibat adanya pergerakan pendengar atau sebaliknya dan getaran yang dikirim ke obyek akan direfleksikan oleh obyek itu sendiri. http://alifis.wordpress.com/2009/10/29/seri-fisika-kesehatan__bio-akustik_01/

1. Daya ultrasonik. Frekuensi dan daya ultrasonik yang dipakai dalam dibidang kedokteran disesuaikan menurut kebutuhan: F sebesar 1 5 MHz dengan daya 0,01 W/cm dipakai untuk diagnostik. Apabila daya ditingkatkan sampai 1 W/cm dipakai dalam pengobatan edangkan untuk merusak jaringan kanker dipakai daya 10 W/cm . Efek gelombang ultrasonik: 1. Mekanik Yaitu menimbulkan disintegrasi beberapa benda padat, dipakai untuk menentukan lokasi batu empedu. 2. Panas Sebagian ultrasonik mengalami refleksi pada titik yang bersangkutan, dan sebagian lagi pada titik tersebut mengalami perubahan panas. Pada jaringan bisa terjadi pembentukan rongga dengan intensitas tinggi. 3. Kimia Menyebabkan proses oksidasi dan hidrolisis pada ikatan tertentu.

4. Biologis
y y y y y

pelebaran pembuluh darah peningkatan permeabilitas membran sel darah. peningkatan aktifitas sel. Otot mengalami paralyse, bakteri dan virus mengalami kehancuran. Keletihan apabila daya ditingkatkan.

2. Hal hal yang Didiagnosis dengan Ultrasonik : Sesuai dengan metode skanning yang dipakai maka untra sonik dapat dipergunakan untuk diagnosis :
y

A Skanning :

Mendiagnosis tumor otak, memberi informasi tentang penyakit penyakit mata, daerah atau lokasi yang dalam dari bola mata, tumor retina.
y

B Skanning

1. Untuk memeperoleh informasi struktur dalam dari tubuh manusia. Misalnya hati, lambung, usus, mata, payudara, jantung janin. 2. Untuk mendeteksi kehamilan sekitar 6 minggu, kelainan dari uterus dan kasus kasus perdarahan yang abnormal, serta abortus. 3. Lebih banyak memberi informasi dari pada X ray dan sedikit resiko yang terjadi.
y

M Skanning :

1. memberi informasi tentang jantung, katup jantung, pericardial effusion. 2. M Skanning mempunyai kelebihan yaitu dapat dikerjakan sembari pengobatan berlangsung untuk mengetahui kemajuan dari pengobatan. 3. Penggunaan Ultrasonik dalam Pengobatan : Ultrasonik dapat digunakan dalm pengobatan diantaranya adalah : 1. Sebagai diatermi ( intensitas 1 10 W/ cm , f : 1 MHz, A : 10 W/cm. 2. Dapat dipakai untuk menghancurkan jaringan kanker. 3. Dapat dipakai untuk pengobatan penyakit parkinson dan penyakit Mienere. http://kepacitan.wordpress.com/category/keperawatan/page/29/