Anda di halaman 1dari 12

BAB I ( BUDAYA POLITIK )

A. HAKIKAT BUDAYA POLITIK Budaya politik berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu dari kata buddayah, bentuk jamak dari kata budhi yang berarti budi atau akal. Jadi budaya adalah hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. Budaya menurut Koentjoroningrat didefinisikan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan cara belajar. Istilah politik berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata polis yang berarti negara kota. Dari kata polis tersebut berkembang istilah-istilah sebagai berikut : a. b. c. d. Politea Politica Polities Politikus : semua yang berhubungan dengan negara : pemerintahan negara : warga negara : ahli negara atau negarawan

Pengertian politik menurut ahli kenegaraan 1. Miriam Budiharja : Politik adalah macam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik yang menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. 2. Jocye Mitchell : Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat seluruhnya. 3. Teuku May Rudy : Politik adalah berkenaan dengan kekuasaan, pengaruh, kewenangan pengaturan dan ketaatan atau ketertiban 4. Karl W. Duetch : Politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum Berdasarkan beberapa pengertian diatas, Miriam Budiharja berpendapat bahwa unsur-unsur politik yaitu : negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan umum, dan pembagian kekuasaan Pengertian Politik secara umum adalah : a. Pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan b. Suatu persoalan dan tindakan, seperti kebijakan dan siasat mengenai pemerinatahan negara c. Cara bertindak dalam menghadapi dan menangani suatu masalah Istilah Budaya Politik meliputi hal-hal sebagai berikut ini : a. b. c. d. e. f. Legitimasi Pengaturan kekuasaan Proses pembuatan kebijakan pemerintah Kegiatan partai-partai politik Perilaku aparat negara Gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah

Budaya politik didasarkan pada etika politik yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Etika politik merupakan tata nilai, sopan santun, atau ukuran baik buruknya tingkah laku politik atau pelaku politik, baik dalam suprastruktur maupun infrastruktur. Budaya politik merupakan kunci untuk memahami setiap sistem politik. Dengan demikian budaya politik dapat diartikan sebagai suatu sistem

nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat secara keseluruhan. Berdasarkan pengertian budaya politik diatas, maka budaya politik terbagi atas beberapa budaya politik, yaitu : a. Budaya politik apatis b. Budaya politik mobilisasi c. Budaya politik partisipan : misalnya acuh tak acuh, masa bodoh, dan pasif : misalnya didorong atau sengaja dimobilisir : yaitu masyarakat yang bersifat aktif

B. MACAM MACAM BUDAYA POLITIK a. Budaya politik parokial 1. Terbatas pada wilayah tertentu 2. Masyarakatnya belum memiliki kesadaran berpolitik 3. Tingkat partisipasi politik masyarakatnya masih sangat rendah b. Budaya politik subyek ( kaula ) 1. Masyarakatnya sudah memiliki kesadaran terhadap sistem politik 2. Masyarakatnya sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya, tetapi masih relatif pasif c. Budaya politik partisipan 1. Masyarakatnya telah memiliki kesadaran politik yang tinggi dan aktif dalam kehidupan politik 2. Masyarkatnya tidak menerima begitu saja keputusan politik karena masyarakat telah sadar politik d. Budaya politik militan 1. Perbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif terbaik, tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang 2. Bila terjadi krisis, yang dicari adalah kambing hitamnya, bukan mencari solusinya 3. Aturan yang salah dan masalah pribadi/ kelompok selalu sensitif dan membakar emosi e. Budaya politik toleransi 1. Pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai, berusaha mencari konsensus yang wajar, dan selalu membuka pintu untuk bekerja sama. 2. Sikap netral atau kritis terhadap ide orang, tetapi bukan curiga terhadap orang FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUDAYAAN POLITIK, YAITU : 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat pendidikan warga negara Tingkat ekonomi Reformasi politik ( political will ) Supremasi hukum Media komunikasi yang independen

Menurut Mirriam Budiharja, bentuk dari budaya politik dalam suatu masyarakat dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya : 1. 2. 3. 4. Sejarah perkembangan dari sistem politik Agama yang terdapat dalam suatu masyarakat Kesukuan Status sosial

5. Konsep mengenai kekuasaan atau kepemimpinan CIRI-CIRI BUDAYA POLITIK YANG BERKEMBANG DI INDONESIA 1. Di awal kemerdekaan bahkan sampai lahirnya reformasi sesungguhnya masih mencari jati dirinya 2. Budaya politik berlandaskan Pancasila 3. Budaya poliitk yang belum mampu memberikan sumbangsih terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh C. SOSIALISASI POLITIK DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA POLITIK Sosialisasi politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi politik pada anggota masyarakat. Sosialisasi politik adalah bagian dari proses sosialisasi yang khusus membentuk nilai-nilai politik dan menunjukkan bagaimana seharusnya masing-masing anggota masyarakat berpartisipasi dalam sistem politik. Sosialisasi politik suatu masyarakat dapat ditentukan oleh hal-hal berikut : 1. Lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya dimana individu berada 2. Oleh interaksi pengalaman-pengalaman serta kepribadian seseorang 3. Usaha saling mempengaruhi diantara kepribadian individu dengan pengalaman-pengalaman politik yang relevan yang memberi bentuk terhadap tingkah laku politiknya Sosialisasi politik juga merupakan sarana bagi suatu generasi untuk mewariskan patokan-patokan atau keyakinan-keyakinan politik kepada generasi berikutnya. Proses ini disebut transmisi kebudayaan Sosialisasi bersifat langsung, yaitu melibatkan komunikasi informasi, niali-nilai, atau perasaanperasaan mengenai politik secara eksplisit. Mata pelajaran kewarganegaraan yang diberikan disekolah-sekolah adalah contoh dari sosialisasi politik langsung. Sosialisasi politik tidak langsung terutama sangat kuat berlangsung dimasa kanak-kanak sejalan dengan perkembangan sikap penurut dan sikap pembangkang terhadap orang tua, guru, dan teman, yaitu sikap-sikap yang cenderung memengaruhi sikapnya dimasa dewasa terhadap pemimpinpemimpin politik dan terhadap sesama warga. FUNGSI DARI ADANYA SOSIALISASI POLITIK 1. 2. 3. 4. 5. Membentuk dan mewariskan kebudayaan politik suatu bangsa Memelihara kebaudayaan politik suatu bangsa dari generasi ke generasi berikutnya Mengubah kebudayaan politik Menciptakan kebudayaan politik yang baru sama sekali Memelihara, mengubah, dan menciptakan kebudayaan politik

FUNGSI PARTAI POLITIK 1. Sarana Komunikasi Politik Dengan fungsi ini partai politik sebagai penyalur aspirasi dan pendapat rakyat, menggabungkan berbagai macam kepentingan, dan merumuskan kepentingan yang menjadi dasar kebijakannya . Selanjutnya parpol akan memperjuangkan agar aspirasi rakyat tersebut dapat dijadikan kebijakan umum oleh pemerintah.

2. Sarana Sosialisasi Politik Dengan fungsi ini parpol berperan sebagai sarana untuk memberikan penanaman nilai-nilai, norma, dan sikap serta orientasi terhadap fenomena politik tertentu. Di negara-negara berkembang, melalui fungsi ini parpol juga berperan untuk memupuk identitas dan integritas nasional 3. Sarana Rekrutmen Politik Dengan fungsi ini parpol mencari dan mengajak orang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota dari partai. Dalam hal ini , parpol juga memperluas keanggotaan partai, sekaligus mencari kader militan yang dipersiapkan untukj mengganti pemimpin yang lama. 4. Sarana Pengatur Konflik Dengan fungsi ini parpol dapat mengatasi berbagai macam konflik yang muncul sebagai konsekuensi dari negara demokrasi yang didalamnya terdapat persaingan dan perbedaan pendapat. Biasanya masalah-masalah tersebut cukup mengganggu stabilitas nasional. Pendidikan Poliitk dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik sehingga masyarakat memahami dan menghayati niali-nilai yang terkandung dalam sistem politik ideal yang hendak dibangun. Faktor yang mendorong partisipasi politik menurut Myron Weiner adalah : 1. Modernisasi 2. Perubahan-perubahan struktur kelas sosial 3. Pengaruh kaum intelektual dan komunikasi massa modern 4. Konflik antar kelompok pemimpin konflik 5. Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan sosial, ekonomi, dan kebudayaan Bentuk peran serta ( Partisipasi Politik ) ada dua yaitu : a. Konvensional modern b. Nonkonvensional : yaitu bentuk partisipasi politik yang normal dalam demokrasi : bentuk partisipasi politik yang tidak sebagaimana mestinya

BAB II ( BUDAYA DEMOKRASI )


Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan. Jadi, secara sederhana, demokrasi dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat atau kekuasaan tertinggi terletak pada rakyat. Pada masa pemerintahan Yunani Kuno, demokrasi langsung sudah diterapkan dalam mengatur kehidupan bangsa dan negara dengan mengikutsertakan rakyat dalam pemerintahan secara langsung. Namun demokrasi langsung pada jaman Yunani Kuno tersebut sesungguhnya bukanlah seluruh rakyat memerintah. Demokrasi langsung memungkinkan diterapkan pada masa itu karena memenuhi hal-hal berikut ini : 1. Jumlah penduduk yang relatif tidak sebanyak sekarang 2. Permasalahan kehidupan berbnagsa dan bernegara tidak sekompleks dan serumit saat i i 3. Wilayah negaranya tidak terlalu luas Jumlah penduduk sebuah polis ( negara kota ) tidaklah terlalu banyak. Mereka yang memerintah adalah golongan kelas satu atau bangsawan, sedangkan perempuan dan budak tidak memiliki hak untuk duduk dalam pemerintahan. Dengan demikian, demokrasi pada zaman Yunani Kuno bila diukur dari prinsip-prinsip demokrasi saat ini tidaklah demokratis. Namun demokrasi pada zaman Yunani Kuno telah memberikan sumbangsih dan pelajaran sejarah bagi perkembangan demokrasi didunia. Demokrasi Perwakilan tumbuh dan berkembang karena : 1. Penduduk selalu bertumbuh sehingga suatu musyawarah pada satu tempat tidak mungkin dapat dilakukan 2. Masalah yang dihadapi oleh pemerintah makin kompleks dan rumit tidak seperti yang dihadapi oleh pemerintahan desa atau pemerintahan tradisional 3. Setiap warga negara sibuk mengurus kehidupannya sehingga masalah pemerintah cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan ahli dibidang pemerintahan negara MACAM MACAM DEMOKRASI A. Berdasarkan Cara Penyaluran Kehendak Rakyat : 1. Demokrasi Langsung : paham demokrasi yang mengikutsertakan setiap warga negaranya dalam sistem pemerintahan 2. Demokrasi Tidak Langsung: paham demokrasi yang dilaksanakan melalui sistem perwakilan. Penerapannya biasanya melalui pemilu. B. Berdasarkan Titik Perhatian ( Tujuannya ) 1. Demokrasi Formal : demokrasi yang menjunjung tinggi persamaan dalam bidang politik tanpa disertai upaya untuk mengurangi atau menghilangkan kesenjangan dalam bidang ekonomi. 2. Demokrasi Material : demokrasi yang dititikberatkan pada upaya-upaya menghilangkan perbedaan dibidang ekonomi sedangkan persamaan dibidang politik kurang diperhatikan bahkan dihilangkan. 3. Demokrasi Gabungan : demokrasi yang menggabungkan antara demokrasi formal dan material serta mengambil kebaikan serta menghilangkan keburukan dari demokrasi formal dan demokrasi material

C. Berdasarkan Paham Ideologi 1. Demokrasi Konstitusional : demokrasi yang didasarkan pada paham kebebasan dan individualisme. Kekuasaan pemerintahannya tidak diperkenannkan terlalu banyak ikut campur dalam permasalahan warga negaranya dan kekuasaan pemerintahannya dibatasi konstitusi. Contoh : Amerika Serikat, Inggris, Prancis, serta negara Eropa lainnya. 2. Demokrasi Rakyat : demokrasi yang berpaham pada ajaran MarxismeLininisme-Komunisme yang mencita-citakan masyarakat tanpa kelas sosial dalam masyarakat. Contoh : RRC, Korea Utara, dan bekas negara Uni Soviet PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI : 1. Keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan politik 2. Persamaan ( Kesetaraan ) di antara warga negara 3. Kebebasan atau kemerdekaan yang diakui dan disepakati oleh warga negara 4. Supremasi hukum 5. Pemilu berkala MASYARAKAT MADANI Secara sederhana, masyarakat madani punya arti masyarakat yang beradab. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, masyarakat madani adalah masyarakat yang berhubungan dengan hak-hak sipil atau masyarakat yang berhubungan dengan perkotaan. Masyarakat madani adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai , norma, dan hukum yang ditopang oleh penguasaan iman, ilmu, dan teknologi yang berperadaban. Masyarakat Madani berttujuan untuk menolak kesewenang-wenangan kekuasaan elit yang mendominasi kekuasaan negara. CIRI-CIRI MASYARAKAT MADANI 1. Menjunjung tinggi nilai, norma, dan hukum yang ditopang oleh iman dan teknologi. 2. Mempunyai peradaban yang tinggi 3. Mengedepankan kesederajatan dan transparansi ( keterbukaan ) 4. Kehidupan yang toleran, menghargai pluralisme dan musyawarah

PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA Indonesia adalah negara demokrasi, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 yang sudah diamandemen pada Pasal 1 ayat (2 ) bahwa, Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar Aspek aspek demokrasi Pancasila menurut Prof. S.Pamudji : 1. Aspek formal 2. Aspek material

3. 4. 5. 6.

Aspek normatif Aspek optatif Aspek organisasi Aspek kejiwaan

FUNGSI DEMOKRASI PANCASILA : 1. Menjamin keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara 2. Menjamin tetap tegaknya negara Indonesia sesuai dengan cita-cita Proklamasi 3. Menjamin tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menggunakan sistem konstitusional 4. Menjamin tetap tegaknya hukum yang bersumber pada Pancasila 5. Menjamin adanya hubungan yang selaras, serasi, dan seimbang antar lembaga negara SEPULUH PILAR DEMOKRASI PANCASILA : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Berdasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa Menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia Berkedaulatan Rakyat Didukung oleh kecerdasaan warga negara Menganut sistem pemisahan atau pembagian kekuasaan Menerapkan prinsip Rule of Law Menjamin otonomi daerah Berkeadilan sosial Mengusahakan kesejahteraan rakyat Sistem Peradilan yang Merdeka, Bebas, dan tidak Memihak

Indonesia menrapkan prinsip Rule Of Law, artinya hukum adalah panglima atau yang berdaulat dalam sistem politik demokrasi Pancasila. Hal ini dibuktikan dalam Pasal 1 ayat ( 3 ) UUD 1945 yang menyatakan Negara Indonesia adalah negara hukum Otonomi Daerah memberikan pelimpahan wewenang daripemerintah pusat kepada daerah ( asas desentralisasi ) sehingga pemerintah daerah diberi kesempatan seluas-luasnya dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun ada beberapa urusan yang tidak dapat dilimpahkan kepada pemerintah daerah antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. Masalah hubungan luar negeri Masalah ekonomi makro ( kebijakan ekonomi nasional ) Masalah peradilan Masalah pertahanan dan keamanan Masalah agama

Untuk menjamin berjalannya sistem politik demokrasi Pancasila, maka dibangunlah kekuasaan yudikatif yang berwibawa dan terhormat. Oleh karena sebab itu , pada masa reformasi dibuatlah penataan dalam bidang yudikatif dengan berhasilnya amandemen Pasal 24 dan 25 UUD 1945, yang semula kekuasaan yudikatif hanya pada Mahkamah Agung, berganti menjadi kekuasaan yudikatif dipegang oleh Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi Yudisial.

PERIODE PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA 1. Awal Kemerdekaan Berlaku demokrasi dengan sistem presidensil, yaitu kekuasaan presiden sangat luas karena belum terbentuknya lembaga-lembaga negara Sebelum terbentuk MPR dan DPR, segala kekuasaan terletak pada KNIP 2. Orde Lama Berlakunya demokrasi terpimpin yang berdasarkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Namun pelaksanaannya berubah menjadi pemerintahan yang sentralistik dibawah pemimpin besar revolusi Bung Karno 3. Orde Baru Terjadi penyimpangan pada masa akhir pemerintahan Orde Baru dengan banyaknya KKN, pelanggaran HAM, dan terjadinya krisis ekonomi yang berkepanjangan sehingga menyebabkan jatuhnya pemerintahan Orde Baru. 4. Reformasi Diselenggarakannya Pemilu pertama pada masa Reformasi, pada 7 Juni 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik. Pemilu tersebut diselenggarakan oleh KPU yang kemudian menghasilkan pemerintahan baru secara demokratis dibawah pemerintahan Presiden Abdulrrahman Wahid dan Megawati. Hal tersebut terjadi setelah pertanggungjawaban B.J. Habibie ditolak MPR karena lepasnya Timor-Timur dari Indonesia. ASAS PEMILU 1. Langsung Rakyat sebagai pemilih mempunyai hak untuk memberikan suaranya secara langsung sesuai kehendak hati nurani atau tanpa perantara. 2. Umum Semua warga negara yang memenuhi persyaratan sesuai dengan undang-undang pemilu berhak mengikuti pemilu. 3. Bebas Setiap warga negara bebas menentukan pilihannya sesuai dengan hati nuranidan kepentingannya tanpa tekanan atau paksaan dari siapapun, serta dijamin keamanannya 4. Rahasia Dalam memberikan suaranya , pemilih dijamin pilihannya tidak akan diketahui oleh pihak manapun. 5. Jujur Dalam penyelenggaraan pemilu, setiap penyelenggara pemilu, aparat pemerintah, peserta pemilu, pengawas pemilu,pemantau pemilu, pemilih, serta semua pihak yang terkait harus bersikapdan bertindak jujur sesuai dengan perundang-undangan 6. Adil Setiap pemilih dan peserta pemilu mendapat perlakuan yang sama serta bebas dari kecurangan dari pihak manapun MAKNA PEMLIU 1. Pemilu adalah pelaksanaan demokrasi Pancasila yang konkret dan nyata 2. Pemilu merupakan sarana demokrasi, yaitu sarana untuk memilih wakil-wakil rakyat 3. Pemilu adalah salah satu aktivitas pemilihan anggota badan perwakilan rakyat 4. Pemilu adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat 5. Pemilu adalah pelaksanaan hak politik warga negara RI

6. Pemilu merupakan sarana yang penggunaanya tidak boleh mengakibatkan rusaknya sendi-sendi demokrasi TUJUAN PEMILU DI INDONESIA 1. Memilih wakil rakyat dan wakil daerah 2. Membentuk pemerintahan yang demokratis, kuat, dan memperoleh dukungan dari rakyat 3. Memilih presiden dan wakil presiden

SISTEM PEMILU Berdasarkan cara penyelenggaraannya, pemilu dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : a. Cara langsung : artinya rakyat langsung memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di badan perwakilan rakyat atau presiden dan wakil presiden b. Cara bertingkat: artinya rakyat memilih dulu para wakilnya, kemudian para wakil tersebut akan memilih presiden dan wakil presiden Berdasarkan sistem yang digunakan , pemilu dapat dibagi tiga yaitu : a. Sistem distrik : yaitu satu daerah pemilihan memilih satu wakil b. Sistem proporsional : satu daerah pemilihan memilih beberapa wakil c. Sistem gabungan : sistem yang menggabungkan ssitem distrik dan proporsional Penyelenggara Pemilu di Indonesia adalah Komisi Pemilihan Umum Hak Pilih Aktif : Hak untuk memilih wakil wakil rakyat Hak Pilih Pasif : Hak untuk dipilih menjadi wakil rakyat Tugas dan wewenang Panitia Pengawas Pemilu adalah : 1. 2. 3. 4. Mengawasi semua tahapan penyelenggaraan pemilu Menerima laporan pelanggaran peraturan perundang-undangan pemilu Menyelesaikan sengketa yang timbul dalam penyelenggaraan pemilu Meneruskan temuan dan laporan yang tidak dapat diselesaikan kepada instansi yang berwenang

BAB III ( KETERBUAKAAN DAN KEADILAN )


Prinsip-prinsip pemerintahan yang berbasis good government adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Asas kepastian hukum Asas keseimbangan dan kesamaan Asas larangan penyalahgunaan wewenang Asas bertindak cermat dan motivasi Asas perlakuan yang jujur dan wajar

6. Asas kebijakan 7. Asas penyelenggaraan kepentingan umum TEORI KEADILAN MENURUT PARA TOKOH 1. PLATO a. Keadilan moral : suatu perbuatan yang dapat dikatakan adil secara moral adalah apabila telah mampu memberikan perlakuan seimbang antara hak dan kewajiban b. Keadilan prosedural : suatu perbuatan dikatakan adil secara prosedural apabila seseorang telah mampu melaksanakan perbuatan adil berdasarkan tata cara yang telah ditetapkan. 2. ARISTOTELES a. Keadilan Komutatif : perlakuan terhadap seseorang dengan tidak melihat jasa-jasa yang telah diberikannya b. Keadilan distributif : perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang telah diberikannya c. Keadilan kodrat alam : memberikan sesuatu sesuai dengan yang diberikan oleh orang lain kepada kita d. Keadilan konvensional : apabila seseorang warga negara telah menaati segala peraturan perundang-undangan yang telah dikeluarkan atau dibuat oleh negara e. Keadilan menurut teori perbaikan : apabila seseorang telah berusaha memulihkan nama baik orang lain yang telah tercemar. 3. THOMAS HOBBES : Sesuatu perbuatan dikatakan adil apabila telah didasarkan pada perjanjian-perjanjian tertentu. Artinya seseorang yang berbuat berdasarkan perjanjian yang telah disepakati bisa dikatakan adil. 4. Prof. Drs. Notonagoro, S.H : Ia menambahkan tentang adanya keadilan legalitas ( keadilan hukum ) artinya sesuatu dikatakan adil jika sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

MACAM-MACAM KEADILAN DARI SUDUT PANDANG POLITIK 1. Keadilan utilitis : artinya sesuatu dikatakan adil apabila berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, sesuatu dikatakan tidak adil apabila tidak bermanfaat, tidak menguntungkan dan bahkan merugikan. 2. Keadilan intusionis : artinya sesuatu dikatakan adil berdasarkan bisikan langsung hati nurani, bukan berdasarkan nasionalisme 3. Keadilan faimes : artinya keadilan ini dibangun berdasarkan keadilan yang dirumuskan masyarakat secara demokratis. BENTUK-BENTUK PEMERINTAHAN YANG TERTUTUP 1. MONARKI ABSOLUT Bentuk pemerintahan oleh seorang raja ( ratu, kaisar, atau sultan ) yang memegang kekuasaan tidak terbatas. 2. TIRANI Bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang demi kepentingan pribadi 3. OLIGARKI Bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang cendekiawan demi kepentingan kelompoknya.

4. OTOKRASI Bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh satu orang untuk kepentingan dirinya sendiri. 5. ANARKI Bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat, tetapi tujuan kekuasaan untuk kepentingan golongan masing-masing. Menurut teori Syklus Polybios, bahwa pemerintahan demokrasi dapat bergeser menjadi pemerintahan anarkis bila pemerintahan demokrasi yang awalnya baik diwarnai kekacauan, kebobrokan, dan korupsi sehingga hukum sulit ditegakkan . CIRI CIRI MANAJEMEN PEMERINTAHAN YANG TERTUTUP 1. Tidak terdapat keikutsertaan rakyat secara langsung dalam pemerintahan 2. Tidak adanya pertanggungjawaban pemerintahan kepada rakyat 3. Tidak adanya kontrol atau pengawasan langsung rakyat terhadap pemerintah 4. Menganut ideologi yang doktriner 5. Tidak terdapat pembagian kekuasaan CIRI-CIRI MANAJEMEN PEMERINTAHAN YANG TRANSPARAN 1. 2. 3. 4. Ikutsertanya rakyat dalam pemerintahan Pertanggungjawaban pemerintahan terhadap rakyat Dukungan rakyat terhadap pemerintahan Pengawasan rakyat terhadap pemerintahan

PERAN MEDIA MASSA DALAM UPAYA PENINGKATAN JAMINAN KETERBUKAAN DAN KEADILAN 1. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui 2. Menegakkan nilai-nilai dasar-dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan hak asasi manusia, serta menghormati kebinekaan 3. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar 4. Melaksanakan pengawasan, kritik, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum 5. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran

CATATAN

: SOAL ADA 50 PILIHAN GANDA SOAL ESAI ADA 2 DARI , BAB II DAN BAB III