BIODIVERSITAS Volume 8, Nomor 1 Halaman: 73-78

ISSN: 1412-033X Januari 2007

Kajian Pemanfaatan Tumbuhan Hutan Non Kayu oleh Masyarakat Lokal di Kawasan Konservasi PT. Wira Karya Sakti Sungai Tapa – Jambi
Study of the utilization of non-timber forest vegetation by local society at PT. Wira Karya Sakti Sungai Tapa conservation area - Jambi
MULYATI RAHAYU♥, SITI SUSIARTI DAN Y. PURWANTO Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bogor 16122
Diterima: 10 Oktober 2006. Disetujui: 29 Desember 2006

ABSTRACT
Forest exploitation especially for the material wood/timber has giving influence to condition environment and the society who lives around the forest. Therefore in this time, the research for non timber forest products is being an interest fot the researchers from many sciences. There is not than 100 plants species useful of non timber producer had known from the research which conducted in PT. Wira Karya Sakti conservation forest area in Sungai Tapa-Jambi. Two of them (Alstonia scholaris R.Br. and Scorodocarpus borneensis (Baillon) Jack) are included in a list of endangered species plants in Indonesia. © 2007 Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta Key words: Non Timber Forest Products, Jambi

PENDAHULUAN Propinsi Jambi memiliki kawasan hutan tropik basah yang cukup luas dan kekayaan jenis tumbuhan yang belum banyak terungkap potensi dan pemanfaatannya. Pengelolaam sumberdaya hutan di propinsi ini lebih dititikberatkan pada hasil hutan bahan bangunan dan pengembangan perkebunan tanaman industri antara lain kelapa sawit dan akasia. Keadaan demikian dikhawatirkan akan mengancam keberadaan tumbuhan lain. Tumbuhan berperan penting dalam kehidupan manusia. Tumbuhan merupakan sumber bahan pangan, papan, sandang, obat, kerajinan, kegiatan sosial dan sebagainya. Purwanto, dkk. (2003) mengemukakan bahwa terdapat 3 kelompok pengguna produk hasil hutan non kayu yaitu: a) masyarakat lokal b) konsumen urban dan c) perusahaan. Lebih lanjut dikemukakan bahwa masyarakat pedesaan merupakan kelompok terbesar pengguna hasil hutan non kayu. Pemanfaatannya yang berlebihan akan mengakibatkan adanya degradasi sumber daya hutan dan lingkungan. PT. Wira Karya Sakti merupakan salah satu perusahaaan yang banyak bergerak mengelola hutan di propinsi Jambi dengan luas sekitar 250.000 ha dan 10% dari luas tersebut diperuntukkan sebagai kawasan hutan konservasi. Tekanan pada peningkatan produksi kayu dan perluasan areal Hutan Tanaman Industri (HTI), dikhawatirkan akan meluas ke dalam kawasan hutan

konservasi yang ada dalam kawasan konsesi, sehingga akan mengancam keberadaan jenis tumbuhan lain yang belum banyak diungkap potensinya. Selain itu aktifitas manusia yang semakin meningkat terutama dalam pemanfaaatan hasil hutan non kayu akan mempercepat kehancuran berbagai jenis tumbuhan. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian dan pengumpulan data jenis tumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat antara lain: pangan. obat, kerajinan dan sebagainya. Penelitian ini juga bertujuan melestarikan pengetahuan lokal untuk pengembagan lanjutan yang berwawasan lingkungan dan kelestariannya.

BAHAN DAN CARA KERJA Pengumpulan data vegetasi dilakukan melalui penarikan petak cuplikan seluas 1 (satu) hektar pada kawasan hutan konservasi di Sungai Tapa. Pada petak tersebut selanjutnya dibuat petak-petak kecil berukuran 20 x 20 m. Pengumpulan data jenis-jenis tumbuhan non kayu yang bermanfaat yang terdapat dalam petak cuplikan dilakukan pada bulan September 2003 selama 12 hari. Jenis-jenis tumbuhan yang berguna non penghasil kayu dicatat nama lokalnya, bagian yang digunakan, cara penggunaan dan kegunaannya. Setiap tumbuhan yang belum diketahui nama ilmiahnya, diambil contohnya, dibuat herbariumnya untuk diidentifikasi guna mengetahui nama ilmiahnya. Wawancara ditujukan kepada 3 orang tetua adat penduduk setempat (suku Melayu) yang mengenal dan menggunakan tetumbuhan untuk berbagai keperluan sehari-harinya.

♥ Jl. Ir. H. Juanda 22, Bogor 16122. Tel.: +62-251-322035. Fax.: +62-251-336538. e-mail: herbogor@indo.net.id

. Pada dasarnya semua jenis tumbuhan berkayu atau yang berbentuk pohon dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar. (2000) melaporkan bahwa selain buahnya . 1982). Selain jenis pohon penghasil buah-buahan.. Penyebaran “kulim” Scorodocarpus borneensis di Indonesia juga terbatas. awet atau tidak cepat habis dan energi panas yang dihasilkan cukup tinggi. Artocarpus spp. “mempening” Lithocarpus lucidus. Sedikitnya keanekaragaman jenis tumbuhan obat yang ditemukan kemungkinan disebabkan karena hutan di kawasan konservasi Sungai Tapa merupakan hutan rawa. Sumiasri. Meskipun demikian ekosistem kawasan hutan ini memiliki keanekaragaman flora yang tinggi. keanekaragaman dan populasi jenis rotan juga banyak dijumpai. 1982). yaitu di Sumatra dan Kalimantan (Sleumer. No. Rotan mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat Melayu di sekitar kawasan konservasi Sungai Tapa pada masa sebelum datangnya Hak Pemilikan Hutan (HPH). 73-78 HASIL DAN PEMBAHASAN Hutan konservasi Sungai Tapa merupakan hutan sekunder tua bekas HPH yang umurnya diperkirakan lebih dari 20 tahun. Januari 2007. Rotan ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai tanaman hias. Beberapa jenis pohon penghasil buah yang berasal dari habitat aslinya ini mungkin dapat diperbaiki keunggulannya antara lain dengan teknologi modern. dari marga Calamus. upacara tradisional dan lain-lain (tabel 1). Selain produksi buahnya yang melimpah.. Selain digunakan untuk bahan kerajinan anyaman untuk keperluan sendiri. 1999).. Pimeleodendron griffithianum. baik sebagai pangan maupun pakan sarwa liar. ”sungkai” Peronema canescens dan lainlain (lihat tabel 1). namun tetap perlu adanya pembinaan atau penyuluhan terhadap masyarakat setempat tentang pentingnya peranan lestarinya hutan dalam kehidupan manusia.. Masyarakat setempat menggunakan jenis tumbuhan lain sebagai pengganti bahan pewarna yaitu “balam merah” Palaquium sp. obat tradisional ( akar dan daun) dan upacara ritual (kulit kayu dan buah) (Siagian. Salah satu jenis rotan yang dikenal dengan nama lokal “rotan duduk” mempunyai perawakan yang eksotik. “ridan” Nephelium sp. Beberapa jenis tumbuhan mempunyai manfaat ganda. Populasi jenis ini (“balam merah”) di lokasi penelitian cukup banyak ditemukan. Hanya umur rotan-rotan ini masih tergolong muda dan belum tampak adanya perbungaan sehingga sulit untuk diidentifikasi nama ilmiahnya. 2003). Jenis-jenis pohon yang mendominasi antara lain : Hydnocarpus polycephala. Menurut informasi masyarakat setempat getah “balam merah” kwalitasnya lebih rendah daripada jernang. tercatat sebanyak 20 jenis yang digunakan sebagai bahan obat tradisional. Perlu adanya penelitian fitokimia untuk mengetahui senyawa kimia yang dikandung bijinya. Di propinsi Jambi dan Riau. burung dll. sehingga seringkali terjadi konflik antara masyarakat lokal dengan penguasa HPH. tajuknya yang rindang dan untuk pertumbuhannya tidak memerlukan persyaratan khusus menyebabkan tumbuhan ini dapat dijadikan sebagai tanaman peneduh.Tampaknya pemanfaatan biji kasai sebagai bahan penganan tidak dikenal oleh masyakat Melayu di Sungai Tapa. namun menurut Burkill (1935) jika berlebihan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan organ ginjal. Hutan merupakan habitat asli pohon penghasil buah-buahan. banyak ditemukan populasi “jernang” Daemonorops draco yang umum digunakan sebagai bahan pewarna (Wiriadinata.. Hasil pengamatan diketahui bahwa masyarakat setempat gemar mengkomsumsi biji “kabau” sebagai penambah nafsu makan. Selain bijinya yang dimakan. “Raman” Bouea macrophyla merupakan salah satu jenis pohon yang umum dijumpai dalam transek cuplikan... Namun demikian pengetahuan masyarakat setempat tentang tumbuhan obat cukup baik. 8. Jenis ini terdaftar sebagai salah satu dari 200 jenis tumbuhan langka Indonesia (Mogea.Tampaknya pemanfaatan “kulim” selain sebagai bahan pangan tidak dikenal oleh masyarakat Melayu di lokasi penelitian. Jenis ini belum dibudidayakan seperti kerabatnya. Beberapa jenis kayu bakar utama antara lain “kranji” Dialium indum. hanya ditemukan di Sumatra (Hanum. dkk. dkk. dkk. Dari hasil pengamatan. Selain “raman”. menurut Perry dan Metzger (1980) melaporkan bahwa kulit kayu kabau berkhasiat sebagai penurun panas/obat demam. Hal ini dapat diketahui dari berbagai jenis tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan penyakit yang tergolong berat. Di antara 108 jenis tumbuhan bermanfaat. Namun demikian. “kulim” dikenal dengan nama “bawang hutan” dan dimanfaatkan selain sebagai pengganti aroma bawang putih (biji dan kulit kayunya). sehingga juga sangat digemari oleh satwa liar (kera. antara lain kayunya ”kering”. letak daunnya yang tersusun rapat. Meskipun sampai saat ini tidak terlihat adanya aktifitas kegiatan penebangan liar di kawasan konservasi. masyarakat pengumpul rotan juga dapat menjualnya dalam bentuk batangan. Jenis ini di daerah Papua (Irian Jaya) dikenal dengan nama lokal “matoa”. Daemonorops dan Korthalsia.). 1998). Saat ini masyarakat setempat tidak dapat lagi mengambil rotan atau bahan kayu lainnya dari kawasan tersebut. Menurut masyarakat setempat tumbuhan obat yang ditemukan di kawasan ini umumnya digunakan untuk penyakit yang tergolong ringan. Tidak seperti halnya “raman”.l. Bentuk dan rasa buahnya menyerupai lengkeng. berukuran kecil dan tingginya 20 – 50 cm. ”kempas” Koompassia malaccensis.. pembrantasan hama padi. obat. Menurut Rifai (1992) tumbuhan ini merupakan salah satu jenis yang direkomendasikan untuk ditanam pada areal transmigrasi di Sumatra.. dkk. Jumlah jenis pohon dalam petak pengamatan tercatat sekitar 150 jenis (Purwanto. Dari hasil wawancara dan pengamatan langsung di lapangan tercatat tidak kurang dari 100 jenis tumbuhan yang terdapat dalam transek dapat dimanfaatkan antara lain untuk pangan (buah-buahan dan sayuran ) dan pakan. pemanfaatan pohon penghasil buah-buahan dapat dikategorikan sebagai kelompok yang cukup besar.bijinya juga dimakan setelah diproses terlebih dahulu oleh masyarakat Sentani di Danau Sentani–Irian Jaya. juga sebagai sayuran (daun). Pada musim berbuah tampak biji-bijinya banyak berhamburan di dasar hutan.74 B I O D I V E R S I T A S Vol. Sayangnya. dkk. akan tetapi di kawasan hutan WKS tumbuhan ini tidak ditemukan. 1. dan lain-lain. masyarakat lokal sekitar WKS mempunyai kriteria tertentu dalam memilih kayu. “kasai” Pometia pinnata juga merupakan jenis pohon yang umum dijumpai. Buahnya sangat disukai oleh mamalia hutan (kera). namun jenis-jenis tersebut tidak ditemukan tumbuh di kawasan ini. 2001). yaitu jengkol Archidendron jiringa. 1994 dan Setyowati. 2000). Syzygium spp. Jenis-jenis dari 2 marga yang terakhir mempunyai nilai guna yang tinggi (Jacobs. Dacryodes spp. Dyxoxylum spp. pengetahuan . kerajinan. “arang-arang” Diospyros sp. Jenis-jenis rotan yang dijumpai di kawasan konservasi Sungai Tapa a. Di daerah Kenohan – Kalimantan Timur. hal. penyebaran “kabau” Archidendron microcarpum diketahui terbatas di Indonesia.

sehingga perlu ditindak lanjuti. bengkak . Rotan telekung Arecaceae batang Kerajinan 18 Calamus sp. 2000). Dari hasil pengamatan dapat dikemukakan bahwa kekayaan flora di kawasan konservasi PT.. perut Kl. 2002). dan tercatat sebanyak tidak kurang dari 108 jenis tumbuhan yang bermanfaat untuk berbagai keperluan sehari-hari di luar penggunaannya sebagai bahan bangunan atau timber. 13 Barringtonia sp. Perbanyakan jenis ini mudah dilakukan dan potensinya sebagai obat KB alami cukup besar. yaitu ”pulai” Alstonia scholaris merupakan jenis tumbuhan langka di Indonesia (Mogea. Pulus Moraceae Getah Racun 5 Antidesma neurocarpum Miq. penggunaan yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Melayu di Kabupaten Bungo Tebo – Jambi (Rahayu dan Susiarti. bisul 24 Coscinium fenestratum (Gaertn. Kegunaan digunakan 1 Alstonia scholaris R. Daun dan O. Balut Clusiaceae Kulit kayu Racun Canarium littorale Blume Martun-dung Burseraceae Buah Minyak sayur. dkk. 1980). Masyarakat lokal di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun (suku Sunda) menggunakan air batang jenis ini sebagai obat tetes mata (mata merah dan gatal) (Rahayu.s. Arg. Komponen aktif yang berperan dalam mencegah terjadinya proses kehamilan adalah diosgenin (Lubis. Smith Setawar Zingiberaceae Batang. Salah satu jenis tumbuhan obat.RAHAYU. 1996). Gerakan Euphorbiaceae Kulit kayu O. Wira Karya Sakti di Sungai Tapa cukup tinggi (lebih dari 150 jenis pohon). madu dan buah-buahan mempunyai peranan penting dalam menambah penghasilan pendapatan keluarga. Menurut Burkill (1935) di Semenanjung Malaya. dkk. Tingginya pemanfaaatan sumber daya hayati (SDH) di kawasan konservasi Sungai Tapa dan beberapa produk hasil hutan non kayu seperti rotan.anti racun Buah Buah-buahan 12 Baccaurea sp.) Bail.) Colber Akar kuning Menispermaceae Akar O. daun Sayuran 15 Puar cacing Zingiberacae akar O. anti racun. Putat Lecythidaceae Daun Sayuran 14 Bouea macrophlla Griff.) Lesch.Br. Diduga salah satu penyebab kemunduran pengetahuan tradisional tumbuhan obat a. Jenis-jenis tumbuhan penghasil non kayu yang bermanfaat di kawasan konservasi Hutan Sungai Tapa – Jambi No Nama Ilmiah Nama Lokal Suku Bagian yg. 2001). Penggunaan “setawar” Costus speciosus dalam upacara tradisional tidak hanya oleh masyarakat Melayu di Jambi. Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat setempat tentang peranan dan kelestarian SDH cukup tinggi.. namun tingkat kerusakan hutan yang relatif rendah menunjukkan bahwa kelestariannya tetap dipertahankan oleh masyarakat setempat. sedangkan penggunaannya sebagai obat Keluarga Berencana (KB) dan ramuan paska persalinan dilakukan oleh masyarakat Wawonii – Sulawesi Tenggara (Rahayu. batang 8 Archidendron microcarpum (Benth.s. ex Bl. pakan 22 O. Kelat/raman Anacardiaceae Buah dan Pakan. obat 2 Ancistrocladus tectorius (Lour. s. Schum. Pulai Apocynaceae Getah Pelitur. Rotan cincin Arecaceae batang Kerajinan 20 Calophyllum rubiginosum M. Semasam Euphorbiaceae Tangkai Jerat 7 Aporosa sp. demam bunga 26 Cratoxylum sumatranum (Jack) Blume Mampat Hypericaceae Getah O. s. Tabel 1. Basau Ancistroladaceae Akar O. Pengetahuan lokal ini perlu dilestarikan dan kesadaran masyarakat tentang kegunaan SDH dalam kehidupan sehari-hari perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut. dkk. Henderson Bintangur Clusiaceae Kulit kayu Rabun padi & Wyatt-Smith Batang Perkakas RT 21 Calophyllum soulatri Burm. O. s.l. Cempedak air Moraceae getah Perangkap burung 11 Baccaurea macrocarpa Muell. 2006). Ribu-ribu Rhizophoraceae Daun Rabun padi Batang Jerat kancil Buah Buah-buahan 4 Antiaris toxicaria (Pers. kudis Getah 23 Clidemia hirta D. Bekil Moraceae Kulit kayu Dinding rumah O. tradisi-onal. dkk – Pemanfaatan tumbuhan hutan non kayu 75 tradisional ini hanya dimiliki oleh generasi tua. perut Daun 10 Artocarpus kemando Miq. dkk. dalam 25 Costus speciosus (Koenig) J.. dkk. tetapi juga oleh masyarakat Sunda di Jawa Barat (Rahayu dan Siagian. Up. 2005). tumbuhan ini digunakan dalam sesaji upacara perkawinan. kuning.E. Bernai Euphorbiaceae Buah Buah-buahan 6 Aporosa bracteosa Pax & K. Don Kadudu batu Melastomataceae Buah Pakan.. cacingan Brachychilus horsfildii 16 Calamus javensis Blume Rotan peladas Arecaceae Batang Kerajinan 17 Calamus rhomboideus Bl.) Merr. memancing dan penjinakan gajah. luka 27 Curculigo orchidioides Gaertner Lembo Amaryllidaceae Buah O. Rotan duduk Arecaceae Buah Pakan 19 Calamus sp. perut 28 Cyathea junghuhniana (Kze) Copel Pakis batu Cyatheaceae Batang Tiang Daun O. dan masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan Timur (Susiarti.R. Rambai Euphorbiaceae Batang Kayu bakar utama O. Tampui Euphorbiaceae Buah Buah-buahan Kulit kayu O.. Peny. adanya kemudahan dalam pelayanan fasilitas kesehatan yang diberikan oleh penguasa HPH.) Kabau Fabaceae Biji Sayuran Nielsen 9 Artocarpus elasticus Reinw. perut 3 Anisophyllea disticha (Jack.

Nama Lokal Rotan udang Rotan batu Medang Kranji Benbam Durian burung Durian daun Arang-arang Kedondong Hujan panas Medang labu Kayu aro Manggis Manggis burung Asam kandis Antui Tulo-tulo Keniti Keladi kalameyang Merawan Puar Macanang Lipai tikus Kempas Suku Arecaceae Arecaceae Lauraceae Fabaceae Maranthaceae Bombacaceae Bombacaceae Ebenaceae Meliaceae Elaeocarpaceae Euphorbiaceae Moraceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Annonaceae Proteaceae Proteaceae Araceae Dipterocarpaceae Zingiberaceae Zingiberaceae Arecaceae Fabaceae Bagian yg. Metroxylon sp. rempah Atap (sirap) Kerajinan Buah-buahan Mainan anak-anak Pembungkus Pakan Lantai Atap Tali temali Atap Atap Kayu bakar utama Perkakas RT Madu Tali Kerajinan Kerajinan Rabun padi Pakan Pakan Wadah getah karet Bungkus rokok Kayu bakar utama Perkakas RT Atap Sangkar burung Sayuran O. Elaeocarpus sp.) F.luka O. Macaranga triloba (Bl. Memecylon sp. Jenis-jenis tumbuhan penghasil non kayu yang bermanfaat di kawasan konservasi Hutan Sungai Tapa – Jambi No 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 Nama Ilmiah Daemonorops sp. Melanochyla bracteata King Melastoma malabathricum L. Iguanura wallichiana (Wall. Arg. Korthalsia sp. bunga Buah daun Daun Selaput daun Batang Batang Daun Tangkai Umbut Getah Buah Buah Daun Daun Daun Buah Buah Daun Umbut Batang Kulit kayu Buah Buah Batang Kegunaan Kerajinan Kerajinan Perkakas RT Kayu bakar utama Tali Pakan Buah-buahan Kayu bakar utama Pakan Kayu bakar utama Buah-buahan Perkakas RT Pakan Pelumas Madu Buah-buahan O.Schum. Daemonorops sp. Koompassia malaccensis Maingay ex Benth.) Blume Homalomena cordata Schott. Helicia serrata (R.& Benth. No. Metroxylon sp.) Hook.Forster) K. gigi Pakan O paska persalinan. Dehaasia sp. Vill. luka Pakan Buah-buahan O. Neesia sp. Hornstedtia sp.) Bakh. Goniothalamus macrophyllus Hook. Dyospyros sp.) Miq. Dysoxylum sp. hal. Mangifera sp. Lithocarpus lucidus (Roxb. Dialium indum L..s. Br. Licuala pumila Bl. Januari 2007. Nephelium cuspidatum Blume Rotan semut Rotan udang Rotan dahan Akar bakung Langsat hutan Sesawa Lipai Mempening Medang kunyit Serdang Melawai Mahang abu Tayas Bacang hutan Rengas Kadudu Masam Rumbia Umbut isi Pendarahan Durian hantu Ridan Arecaceae Arecaceae Arecaceae Myrsinaceae Meliaceae Rubiaceae Arecaceae Fagaceae Lauraceae Arecaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Anacardiaceae Anacardiaceae Anacardiaceae Melastomataceae Melastomataceae Arecaceae Arecaceae Myristicaceae Bombacaceae Sapindaceae .) Merr. Garcinia mangostana L. 73-78 Tabel 1 (Lanjutan). alata (Bl.) Muell. Helicia rostrata (L. Garcinia rigida Miq. ex Mart. digunakan Batang Batang Batang Batang Tangkai Buah Buah Batang Buah Batang Buah Batang Buah Getah Pohon Buah Getah Buah Buah Batang Kulit kayu Buah Buah Daun Buah Kulit kayu Daun Batang Daun Daun Batang Banir Pohon Batang Batang Batang Daun.) Rehder Litsea sp. Donax cannaeformis (G.76 B I O D I V E R S I T A S Vol. Durio griffithii (Mast. Livistona chinensis R. Labisia pumila var. Durio zibethinus Murr. Garcinia atroviridis Griff. Mangifera laurina Bl. luka O. Endospormum sp. ex Martius Macaranga gigantea Muell. Arg. 8. Ficus sp. Hopea mengerawan Miquel Hornstedtia sp.. Myristica iners Bl.f. Br.luka Pakan Pakan Kerajinan Sayuran Perkakas RT Dinding Pakan Pangan Kayu bakar utama 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 Korthalsia rostrata Blume Korthalsia sp. Lansium domesticum Correa Lasianthus chrysoneurus (Korth. 1.

Meranti Dipterocarpaceae Damar Dempul 97 Shorea sp. Risalah Simposium Penelitian Bahan Obat I.peny. dalam: Sosef.M.) Marpanai Euphorbiaceae Batang Kayu baker utama Benth. peny.T. Kuku elang Rhamnaceae Akar O.P. Tumbuhan Langka Indonesia. Kuswara dan N.. dalam Kulit kayu Dinding Batang Atap 94 Scorodocarpus borneensis (Bailon) Becc. Herbarium Bogoriense.T= Rumah Tangga. I. Government of The Strait Settlement and Federated States. Daru-daru Olacaceae Batang Kayu bakar utama 102 Strombosia sp. dalam. 5(3) Timber tree: Lesser known timber. Jenis-jenis tumbuhan penghasil non kayu yang bermanfaat di kawasan konservasi Hutan Sungai Tapa – Jambi No Nama Ilmiah Nama Lokal Suku Bagian yg.) Beumee Merpayang Sterculiaceae Buah O.) Merr. batuk 100 Sterculia subpeltata Bl. 85 Pinanga patula Bl.Arg. s perut. Pinang buring Arecaceae Batang Tombak. Londang Moraceae Buah Pakan 87 Pometia pinnata J. Hong & S.) Mer.. 5 – 6 Mei 1998. Muller.R. ex King Kedon-dong Anacardiaceae Biji Minyak sayur. dkk – Pemanfaatan tumbuhan hutan non kayu 77 Tabel 1 (Lanjutan). 1980.) Mabb. Aminah-Lubis dan S. demam 76 Oncosperma hurridum Scheffer Bayas Arecaceae Umbut Sayuran 77 Palaquium sp. T.H. London Sw. D. Sikentut Rubiaceae Daun Sayuran. Tampui Sterculiaceae Buah Buah-buahan Kulit kayu O. Merubi Melastomataceae Buah Pakan 91 Reinwardtiodendron humile (Hassk.. I. Prawirohatmodjo (eds. Tercatat tidak kurang dari 100 jenis tumbuhan bermanfaat. peny. Prosiding Seminar Nasional Etnobotani III. Sumber nabati Baru Untuk Bahan Kontrasepsi. antiseptik Batang Perkakas RT 103 Tetracera scandens (L. Semurub Selaginellaceae Daun Penyaring getah karet 96 Shorea sp. lem 107 Xanthophyllum sp. 93 Scaphium macropadum (Miq.RAHAYU. Archidendron F. Departemen Fisiologi dan Farmakalogi FKH – IPB dan Forum Penelitian Jamu Gugus Bogor. Prosea. O. L. Nasution dan Irawati. “durian burung”. Setyowati-Indarto.v. Rubi Melastomataceae Batang Kayu baker utama 90 Pternandra sp. Bogor-Indonesia Hal: 84-87. H. pakan tunjuk Kayu baker utama 81 Peronema canescens Jack Sungkai Verbenaceae Batang O. Forster Kasai Sapindaceae Batang Kayu baker utama Buah-buahan Buah Rabun padi Daun 88 Psychotria viridiflora Reinw.I. Sumiasri. !935. & G. Bogor. Balam merah Sapotaceae Getah Pewarna 78 Palaquium sp.H. R. 4 Millbank. Mogea. N. By The Crown Agents for The Colonies. Bernas Melastomataceae Daun Rabun padi 84 Pimeleodendron griffithianum (Muell. Wiriadinata. Amplas kucing Dilleniaceae Daun Ampelas 104 Uncaria sp. Costus. “balam merah”. luka 89 Pternandra sp. 2001. Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi – LIPI. Tetmbung Olacaceae Daun O. 24 – 25 November 1977. daun Sayuran 95 Selaginella sp. perangkap ikan 86 Poikilospermum suaveolens (Bl.s = Obat Sakit. budidaya dan fitokimia sehingga potensinya dapat lebih dikembangkan dan kelestariannya di alam dapat tetap terjaga DAFTAR PUSTAKA Burkill. R. Dari hasil penelitian etnobotani ini juga diketahui kesadaran masyarakat setempat tentang kelestarian hutan cukup tinggi. demam.M. 1998.) di Beberapa Daerah di IrianJaya. bengkak Daun 82 Phanera phyrroneura Bth. Meranti sabut Dipterocarpaceae Kulit kayu Dinding 98 Shorea sp. Bogor.f. Penumpulan Polygalaceae Batang Kayu bakar utama 108 Ziziphus calophylla Wall. Pemanfaatan Matoa (Pometia pinnata Forst. Dua jenis tumbuhan bermanfaat ini yaitu Alstonia scholaris dan Scorodocarpus borneensis terdaftar sebagai tumbuhan langka Indonesia. Akar karet Apocynaceae Buah Buah-buahan Getah O. Sastrapradja. Indonesia. Beberapa jenis tumbuhan seperti “kulim”. S. ex Heyne Sipetir Fabaceae Getah O. M.. KESIMPULAN Hutan di kawasan konservasi Sungai Tapa masih terpelihara keutuhannya dan memiliki kekayaan jenis yang cukup tinggi. Karpek Meliaceae Buah Buah-buahan Batang Kayu bakar utama 92 Saprosma arboretum Bl. Kait-kait Rubiaceae Akar O. Balai Penelitian Botani. F. Balam putih Sapotaceae Buah Pakan 79 Parasonerila begoniaefolia Ohwi Asam bungkul Melastomataceae Buah Rempah 80 Pentaspadon motleyi Hook. .S. 1 Hanum..) Plant Resources of South-East Asia No. Akar bantai Fabaceae Batang Tali temali 83 Phyllogathis gymnatha Korth. Salung Rubiaceae Daun O. batuk 105 Vatica sp Resak Dipterocarpaceae Getah Pelitur 106 Willughbeia angustiflora Miq. “kabau” dan lain-lain perlu dilakukan penelitian lanjutan antara lain fisiologi. Lubis. Nilau air Dipterocarpaceae Daun Rabun padi 99 Sindora leiocarpa Bail. Hal: 182 – 185. Gandawidjaja. dalam Ket: O. Denpasar – Bali. “kranji”. Kulim Olacaceae Buah. Buku Seri Panduan Lapangan.E. J. ex Bl. Kegunaan digunakan 75 Ochanostachys amentacea Masters Petaling Oleaceae Kulit kayu O. A Dictionary of Economic Product of The Malay Peninsula. 2000. luka baker 101 Strombosia javanica Bl.

Muzakkir.M.10 Susiarti. 73-78 Rifai. Januari 2007. Prosiding Seminar NORINDRA. hal. 1. Rahayu. tidak diterbitkan).H. Pakuan – Bogor. D. No. M. M. Plant Resources of South-East Asia. Pemanfaatan Tumbuhan Obat Secara Tradisional oleh Masyarakat Lokal di Pulau Wawonii.2. Bouea macrophylla Griffith. 49 . Komara.273 Sleumer. dan R. Prosiding Simposium Nasional II Tumbuhan Obat dan Aromatik. Purwanto. Hal: 135 – 139 Siagian.56 Yacobs. Status Pengetahuan dan Model Konservasi Tumbuhan Masyarakat Kubu di Daerah Semambu. Rahayu dan M. 1 . M. Prosiding Seminar Nasional Etnobotani III. 2002. H. hal. Jambi. Massachustts and London. Rijksherbarium – Leiden University. Kajian Pemanfaatan Tumbuhan Obat oleh Masyarakat Lokal Sekitar Taman Nasional Gunung Halimun. 1982. Biodiversitas 7 (3): 245 – 250. Puslit Biologi – LIPI (Laporan perjalanan. Susiarti dan D. Makna Tumbuhan Dalam Ritual Sistem Pertanian Tradisional: Studi Kasus Penanaman Padi di Desa Pasir Eurih. 2006. The MIT Press. Prosea.78 B I O D I V E R S I T A S Vol. 1980. Metzger. Rahayu dan F. Status Pengetahuan Masyarakat Pedalaman Seberida Tentang Tumbuhan dan Peranannya dalam Kehidupan Sehari-hari. M. S. Rain Forest and Resorses Management. Ciomas – Bogor. Evaluasi Keanekaragaman Jenis Tumbuihan di Kawasan Konservasi PT. No. Jambi. Hal: 104 – 105 Setyowati. Rahayu. series I vol. Edible fruit and nuts. Harada dan A. Rahayu. 1999. 55 . Denpasar – Bali.M. Telaah pemanfaatan tumbuhan “bawang hutan” (Scorodocarpus borneensis) di Daerah Kenohan – Kalimantan Timur. 2003. M. dan J. H. M. Fak. M. S. 8 – 10 Agustus 2001.A. L. Denpasar – Bali. dalam: Verhej. dan S. Enviro 5 (1): 55 – 59. Prosiding Seminar dan Pameran Ilmiah Peranan MIPA dalam Menunjang Pengembangan Industri dan Pengelolaan Lingkungan. LIPI – Jakarta hal. 2005. Jawa Barat. Waluyo. Kajian Pemanfaatan Tumbuhan oleh Masyarakat Melayu di Kabupaten Bungo Tebo. Hal: 61 – 72.E. 8.B. 1994. Perry. Hapid. Sulawesi Tenggara. E. Syarif. Flora Malesiana. MIPA Univ. Susiarti. Cambridge. UPT Kebun Raya – LIPI.H. Wira Karya Saktyi. Coronel (eds). Rahayu.. M. 2000. 10. S. Prosiding Seminar Nasional Konservasi Flora Indonesia.. Medicinal Plants of East and Southeast Asia: Attributed Properties and Uses.M. Hal: 381 – 385. 1982. Rahayu dan U. Y. Sunarti. Siagian 1996 Tumbuhan Bermakna Gaib Dalam Kehidupan Masyarakat Dayak Kenya di Kalimantan Timur. F. E. dan M. Sulistiarini dan S.W. Hal: 270 . 1992. 2000. M. Olacaceae. Flora Nalesiana Bulletin 35: 3768– 3782. The Netherlands hal. Bogor – Indonesia.. Bogor. The Study of Minor Forest Products. Prosiding Seminar Nasional Etnobotani III.57 Wiriadinata. Prawiroatmodjo. Bogor. K. Siagian.. England.H. M. .