Anda di halaman 1dari 28

makalah SISTEM DAN ISI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

SISTEM DAN ISI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA A. PENDAHULUAN Pada awal berkembangnya agama Islam di Indonesia, pendidikan Islam dilaksanakan secara informal. Didikan dan ajaran Islam yang diberikan berupa contoh dan suri tauladan. Mereka berlaku sopan, ramah tamah, tulus ikhlas, amanah dan kepercayaan, pengasih dan pemurah, jujur, adil, menepati janji serta menghormati adat istiadat yang ada, yang menyebabkan masyarakat Indonesia tertarik untuk memeluk agama Islam.. Dari situlah semacam proses pendidikan islam dan pengajaran islam, meskipun dalam bentuk yang sangat sederhana. Materi pelajarannya yang pertama sekali adalah kalimat syahadad. Sebab barang siapa yang sudah bersyahadad berarti seseorang sudah menjadi islam. Dengan demikian kita ketahui bahwa ternyata dalam islam itu praktis sekali, dan dari sana pula pendidikan beranjak, dari hal-hal yang paling mudah, Penganjur-penganjur islam yang mula-mula mengembangkan agama islam (pendidikan islam) adalah dengan cara berangsur- angsur dan mudah, sedikit demi sedikit, pendeknya bila seseorang mengucap dua kalimat syahadad, mengakui rukun iman yang enam dan rukun islam yang lima, telah di anggap sebagi seorang muslim. Kemudian setelah itu barulah di perkenalkan bagaimana cara-cara melaksanakan sholat lima waktu, di ajarkan cara membaca Al-Quran dan seterusnya. B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana sistem pendidikan Islam di Indonesia? 2. Bagaimana isi pendidikan Islam di Indonesia?

C. PEMBAHASAN 1. Sistem Pendidikan Islam di Indonesia Sistem merupakan seperangkat komponen/unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.[1] Sistem pendidikan nasional seperti yang dijelaskan dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS adalah sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.[2] Sistem pendidikan Islam informal ini, terutama yang berjalan dalam lingkungan keluarga sudah diakui keampuhannya dalam menanamkan sendi-sendi agama dalam jiwa anak-anak. Anak-anak dididik dengan ajaran agama sejak kecil dalam keluarganya.[3] a) Sebab-sebab islam mudah di terima di Indonesia di karenakan beberapa faktor antara lain :[4] Agama islam tidak sempit dan tidak berat melakukan aturan-aturannya, bahkan mudah di turut oleh segala golongan umat manusia, bahkan masuk islam cukup dengan mengucap dengan dua kalimat syahadad.

b) c) d) e)

Sedikit tugas dan kewajiban dalm islam. Penyiaran islam itu di lakukan dengan berangsur-angsur sedikit demi sedikit. Penyiaran islam itu di lakukan dengan cara kebijaksanaan dan cara yang sebaik-baiknya. Penyiaran islam itu di lakukan dengan perkataan yang mudah di fahami umum dapat di mengerti semua golongan. Usaha-usaha pendidikan agama di masyarakat yang kelak di kenal dengan pendidikan non formal, ternyata mampu menyediakan kondisi yang sangat baik dalam menunjang keberhasilan pendidikan islam dan menjadi motifasi yang kuat bagi umat islam untuk menyelenggarakan pendidikan agama yang lebih baik dan sempurna.[5] Bentuk pendidikan islam pada permulaan meliputi surau, langgar atu di masjid dan masih bersifat sederhana. Modal pokok yang mereka miliki hanya semangat menyiarkan agama bagi yang telah memiliki agama dan semangat menuntut ilmu bagi anak-anak, yang penting bagi guru agama itu telah memberikan ilmunya kepada semua saja, terutama pada anak-anak. Tempat-tempat pendidikan inilah yang menjadi embrio terbentuknya sisitem pendidikan pondok pesantren dan pendididkan islam yang formal yang berbentuk maadrasah atau sekolah yang berdasar keagamaan. Adapun tujuan pendidikan islam antara lain : Memahami ajaran agama Keluhuran budi pekerti Kaum muslimin telah mengarahkan pendidikan mereka kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat Persiapan untuk bekerja Rencana pendidikan islam, kedatangan agama islam telah mengadakan perubahan yang besar dalam kehidupan bangsa arab.

1) 2) 3) 4) 5)

Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap tuhan YME kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.[6] Dalam rangka melaksanakan pendidikan nasional perlu di perluas dan di tingkatkan pelaksanaan pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P4), pendidikan moral serta unsur-unsur yang dapat meneruskan dan mengembangkan jiwa, semangat dan nilai-nilai 1945 kepada generasi muda harus makin di tingkatkan dalam kurikulum sekolah mulai dari TK sampai perguruan tinggi, baik negri, swasta, baik lingkungan keluarga maupun masyarakat.[7] Dengan meningkatnya dan meluasnya pembnagunan, terutama pembnagunan moral maka kehidupan keagamaan dan kepercayaan terhadap tuhan YME harus semakin di amalkan baik di dalam kehidupan pribadi maupun sosial kemasyarakatan. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan di laksanakan dalam lingkungan rumah tangga dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.[8] Adapun pembaharuan pendidikan islam meliputi :[9] 1) Adnya perubahan dari sistem ke sistem madrasah. 2) Adanya perubahan dari sistem ke sistem sekolah islam

BAB I PENDAHULUAN Sistem dan isi pendidikan islam di indonesia tidak dapat terlepas dari perjalanan sejarah perkembangan islam di indonesia itu sendiri. Seperti yang telah dipaparkan pada makalah yang telah lalu, Agama islam masuk dan tersyiar di indonesia pada abad ke7 yaitu pada zaman kekhalifahan usman, dan berkembang hingga berakhirnya perang salib yang menyebabkan islam mengalami kemunduran. tersiarnya agama islam ke indonesia diwarnai oleh dua kondisi yang kurang menguntungkan yaitu, 1. Akibat-akibat kemunduran dunia islam dengan jatuhnya andalusia. 2. Kondisi peradaban yang telah ada di indonesia lebih dulu yaitu peradaban hindu budha. Kedua kondisi tersebut yang sangat mempengaruhi perkembangan umat islam dan kemurnian amaliah islam di indonesia. Sebelum umat islam berhasil mengatasi masalah kelemahan-kelemahannya, telah datang musuh-musuh islam dalam perang salib dari eropa yaitu, portugis, spanyol, inggris, belanda ke indonesia, hingga 350th lamanya. Dalam pendidikan tidak terlepas dari adanya sistem dan isi. Pada kesempatan kali ini pemakalah akan membahas mengenai sistem dan isi pendidikan islam di indonesia ditinjau dari sudut pandang sejarah perkembangannya.

BAB II PPEMBAHASAN A. Sistem pendidikan islam di indonesia


1. Sistem pendidikan non formal

Agama islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang muslim. Mereka menyebarkan agama islam melalui perdagangan. Pendidikan dan penyebaran ajaran agama islam dengan melalui perbuatan serta suri tauladan yang baik. Mereka menunjukkan perilaku yang sopan santun ramah tamah jujur adil dan menghormati adat istiadat ditempat tersebut. Sehingga orang-orang tertarik dan kemudian memeluk islam. Para pendakwah mensyiarkan agama islam kapan saja dan dimana saja serta kepada siapapun yang ditemuinya. Sehingga lambat laun islam mulai tersebar di Indonesia. Tempattempat pendididkan dilakukan di surau, masjid, langgar, serambi rumah guru atau Kyai, dengan cara berkumpul nya para murid baik yang besar maupun kecil duduk dilantai dan menghadap guru untuk belajar mengaji. Dari sanalah, pondok pesantren mulai didirikan untuk mengintensifkan pendidikan agama pondok pesantren tumbuh sebagai strategi umat islam dalam mempertahankan eksistensinya terhadap pengaruh penjajahan barat. Lembaga ini murid atau santri belajar hidup sendiri,

mandiri, serta menyelesaikan masalahnya sendiri. Sistem pendidikan di pesantren masih sama dengan sistem pendidikan di surau langgar dan masjid. Hanya saja intensitas belajar santri lebih banyak dan lebih lama. Di pondok pesantren kurikulum pendidikan tidak didasarkan pada umur, lama belajar atau tingkat pengetahuan. Murid diberi kebebasan dalam memilih bidang pengetahuan yang ingin dipelajari dan pada tingkatan keberapa mereka akan memulai. System pendidikan dan pengajaran dipesantren Pondok psantren memiliki model-model pengajaran yang bersifat nonklasikal, yaitu model system pendidikan dengan menggunakan metode pengajaran sorogan dan wetonan atau bendungan(menurut istilah dari jawa barat). Sorogan disebut juga sebagai cara mengajar per kepala yaitu setiap santri mendapat kesempatan tersendiriuntuk memperoleh pelajaran secara langsung dari kiaidengan cara sorogan ini,pelajaran diberikan oleh pembantu kiai yag disebut badal. Dengan metode bandungan atau halaqoh dan sering juga disebut wetonan para santri dudukdisekitar kiaidengan membentuk lingkaran.kiai maupun santri dalam halaqah tersebutmemegang kitabnya amsing-masing. Kiai membacakan teks kitab, kemudian menterjemahkannya kata demikata,dan menerangkan maksudnya. Santri menyimak masingmasing dan mendengarkan dengan seksama terjemahan dan penjelasan-penjelasan kiai.kemudian santri mengulang dan mempelajari kembali secara sendiri-sendiri. Meskipun pesantren tidak mengenal evaluasi secara formal,dengan pengajaran secara halaqah ini, kemampuan parasantri dapat diketahui.[1] Secara garis besar, pesantren sekarang ini dibedakan atas dua macam, yaitu: a. Pesantren tradisional; pesantren yang masih tetap mempertahankansistem pengajaran tradisonal dengan materi pengajaran kiab-kitab klasik yang sering disebut kitab kuning. b. Pesantren modern; pesantren yang berusaha mengintegrasikan secara penuh system klasikal dan sekolah kedalam pondok pesantren. Semua santri yang masuk pondok terbagi dalam tingkatan kelas. Penagjian kitab-kitab klasik tidak lagi menonjol, bahkan ada yang cuma sekedar pelengkap, dan berubah menjadi mata pelajaran atau bidang studi. Begitu juga dengan system yang diterapkan seperti cara sorogan danbendungan mulai berubah memnjadi individual dalam hal belajar dan kuliah secara umum, atau stadium general.[2] 2. System Pendidikan Formal Di Indonesia Sistem pendidikan islam mulai mengalami perubahan sejalan dengan perubahan zaman dan pergeseran kekuasaaan di Indonesia. Kejayaan islam yang mengalami kemunduran sejak jatuhnya Andalusia kini mulai bangkit dengan gerakan pembaharuan islam, disamping itu pemerintahan belanda mulai mengenalkan system pendidikan formal yang lebih sistematis dan teratur untuk menarik kaum muslimin masuk pada pendidikan formal. Hal ini karena sistem pendidikan islam di masjid surau atau langgar sudah dipandang tidak memadai lagi dan perlu adanya pembaharuan dan disempurnakan. Selain itu, keinginan untuk membenahi, memperbaharui dan menyempurnakan sistem pendidikan islam disebabkan oleh dua hal yaitu, Semakin banyaknya kaum muslimin yang bisa menunaikan ibadah haji ke makkah dan belajar disana, maka setelah pulang kembali ke tanah air indonesia timbullah keinginan untuk mempraktekkan cara-cara pnyelenggaraan pendidikan pengajaran islam seperti di Makkah , yang pada saat itu islam mulai bangkit kembali dipelopori oleh Syekh Moh.Abdul, Syekh Moh Rasyid Rida, dan lain-lain.

Pengaruh sistem pendidikan barat mempunyai pogram yang lebih terkoordinir dan sistematis ternyata telah berhasil mencetak manusia terampil dan terdidik yang semakin jauh dari ajaran islam. Dengan adanya pikiran-pikiran baru di indonesia dan keinginan untuk mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan dan pengajaran, orientasi pendidikan dan pengajaran pendidikan islam mulai mengalami perubahan. Tujuan pendidikkan islam mulai berkembang pada upaya pemahaman ilmu alat disamping ilmu agama. Sejak saat itulah, sistem pendidikan klasikal mulai diterapkan. Pelaksanaan pendidikan dilaksanakan dengan menggunakan bangku, meja, dan papan tulis. Dalam perkembangannya, system madrasah ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu madrasah yang khusus memberi pendidikan dan pengajaran agama yang dikenal dengan madrasah diniyah. Dan madrasah yang memberikan pendidikan dan pengjaran agama juga memberi pelajaran umum. Untuk tingkat dasar disebut madrasah ibtidaiyah, untuk tingkat menengah pertama disebut madarasah tsanawiyah. Dan untuk tingkat menengah atas disebut madrasah aliyah. B. Isi Pendidikan Islam Di Indonesia 1. Isi pendidikan non formal di Indonesia Berbicara mengenai isi pendidikan islam di indonesia tidak dapat dilepaskan dari kajian tujuan pendidikan yang hendak dicapai oleh pendidikan itu sendiri. Tujuan yang hendak dicapai, ada yang bersifat tujuan akhir, yaitu menjadikan muslim yang paripurna, ada juga tujuan penting jangka pendek yang sangat mendesak untuk segera tercapai sesuai dengan situasi dan kondisi. Di awal penyebaran islam di Indonesia, para pendakwah islam ingin masyarakat memeluk agama islam yang pada saat itu masyarakat mayoritas memeluk agama hindu dan budha. Isi pendidikan islam yang diajarkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pokok-pokok aqidah islam dan ajaran islam yang mudah dipahami dan dilaksanakan. Dengan penyebaran islam yang begitu pesat, maka para orang tua merasa perlu dengan adanya pendidikan agama islam untuk anak-anaknya. Isi pendidikan dan pengajaran islam pada tingkat pemula meliputi: Belajar membaca al-quran, Pelajaran dan praktek sholat, Pelajaran Ketuhanan. Pada tingkat pemula mempelajari al-quran agar anak-anak dapat membaca alquran dan mengulangnya hingga dapat memahaminya. Pada tingkat yang lebih tinggi diajarkan bahasa arab ushul fiqh, fiqih. Apabila digeneralisasikan antara isi pendidikan islam hingga munculnya system madrasah baik itu diajarkan di surau masjid langgar atau madrsah adalah sebagai berikut: Pengajian al-quranyang meliputi: Huruf hijaiyah dan membaca al-quran, Ibadah praktek dan perukunan, Keimanan dan akhlaq, Pada tingkaktan yang lebih atas akan membahas mengenai ilmu tajwid lagu qasidah dan sebagainya Pengajian kitab, yang pelajarannya meliputi: Ilmu sharaf, Ilmu nahwu, Ilmu fiqih, Ilmu tafsir. 2. Isi pendidikan islam formal di Indonesia Dengan munculnya sistem madrasah maka, pendidikan islam dapat diselenggarakan secara formal sehingga lebih teratur dan tersystem. Materi pendidikan islam mencapai 12 macam ilmu,

yaitu: Ilmu nahwu, Ilmu sharaf, Ilmu fiqih, Ilmu tafsir, Ilmu tauhid,Ilmu hadits, Ilmu musthalah hadits, Ilmu mantiq, Ilmu maani, Ilmu bayan, Ilmu badi ,Ilmu ushul fiqh. Alasan yang mendasari untuk menyempurkan materi pelajaran pendidikan agama islam ini antara lain: a. Banyaknya ulama-ulama yang telah berhasil menyadap pikiran-pikiran baru tentang islam dari makkah dan mesir yang dipandang cocok dan baik untuk diterapkan di indonesia. b. Pendidikan islam yang selama ini telah dilakukan secara tradisional sebagai realisasi dari politik isolasi umat islam terhadap pengaruh penjajah barat tidak mampu menghasilkan manusiamanusia yang cakap memegang pimpinan suatu bangsa dalam berbagai bidang aktivitas kehidupan, karena pendidikan tradisional umumnya terbatas pada pendidikan keagamaan, tanpa mengajarkan segi-segi kehidupan moderen. Pendidikan islam hanya dapat melayani saasaran yang sangat terbatas. c. Makin banyaknya putra-putri muslim yang tertarik untuk memasuki sekolah umum yang diselenggarakan oleh pemerintah penjajah belanda yang secara politis dikatakan netral dari agama, namun hasilnya sangat merugikan umat islam. Kurikulum madrasah dan sekolah-sekolah agama masih mempertahankan agama sebagai mata pelajaran pokok, walaupun dengan presentasi yang berbeda.pada waktu pemerintahan Repulik Indonesia, kementrian Agama yang mengadakan pembinaan dan pengembangan terhadap system pendidikan madrasah melalui kementrian agama, merasa perlu menentukan criteria madrasah. Krteria yang ditetapkan oleh kementrian agamauntuk madrasah-madrasahyang berada dalam wewenangny adalah harus memberikanpelajaran agama sebagai mata pelajaran pokok, paling sedikit 6 jam seminggu. Pengetahuan umum yang diajarkan di madrasah antara lain:membaca dan menulis (huruf latin) bahasa Indonesia, berhitung,Ilmu bumi, sejarah Indonesia dan dunia, oleh raga dan kesehatan.[3]

KESIMPULAN A. System pendidikan islam di Indonesia dibagi menjadi dua: 1. System pendidkan islam non formal, masih di masjid surau, langgar pondok dan rumah kyai. Menggunakan system non klasikal. metode pengajaran sorogan dan wetonan atau bendungan 2. System pendidikan islam formal, sudah menggunakan system klasikal seperti sekarang. Dengan menggunakan bangku meja dan papan tulis B. Isi pendidikan islam di Indonesia terbagi menjadi dua: 1. Isi pendidikan islam non formal di Indonesia Isi pendidikan dan pengajaran islam pada tingkat pemula meliputi: Belajar membaca al-quran, Pelajaran dan praktek sholat, Pelajaran ketuhanan. Pengajian al-quranyang meliputi: Huruf hijaiyah dan membaca al-quran, Ibadah praktek dan perukunan, Keimanan dan akhlaq, Pada tingkaktan yang lebih atas akan membahas mengenai ilmu tajwid lagu qasidah dan sebagainya Pengajian kitab, yang pelajarannya meliputi: Ilmu sharaf, Ilmu nahwu, Ilmu fiqih, Ilmu tafsir.

2. Isi pendidikan islam formal di Indonesia Materi pendidikan islam mencapai 12 macam ilmu, yaitu:Ilmu nahwu, Ilmu sharaf, Ilmu fiqih, Ilmu tafsir, Ilmu tauhid,Ilmu hadits, Ilmu musthalah hadits, Ilmu mantiq, Ilmu maani, Ilmu bayan, Ilmu badi ,Ilmu ushul fiqh. Pengetahuan umum yang diajarkan di madrasah antara lain:membaca dan menulis (huruf latin) bahasa Indonesia, berhitung,Ilmu bumi, sejarah Indonesia dan dunia, oleh raga dan kesehatan.

sistem pendidikan islam indonesia


Indoesia merupakan negeri yang memiliki kekayaan alam yang meilmpah. Negara ini merupakan zamrud khatulistiwa yang memiliki potensi SDA yang tinggi, mulai dari daerah gunung berapi yang subur sampai kekayaan lautnya yang bervariatif. Namun, mengapa kekayaan alam yang ada tak sesuai dengan kemakmuran rakyatnya. Hal ini terjadi akibat rendahnya kualitas SDM yang ada. Kunci dari keberhasilan pengembangan SDM terletak pada pendidikannya. Pendidikan di Indonesia yang kurang baik lah yang menyebabkan kualitas SDM kita tak sebanding dengan kualitas pesaingnya, yang dalam era globalisasi ialah orang-orang terdidik yang berasal dari luar negeri. Fakta yang menyakitkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia berada di urutan 12 dari 12 negara Asia, bahkan lebih rendah dari Vietnam. Sementara itu, berdasarkan hasil penilaian program pembangunan PBB (UNDP) pada tahun 2000 menunjukan kualitas SDM Indonesia menduduki urutan ke109 dari 174 negara atau sangat jauh dibandingkan negara Singapura yang berada pada urutan ke-24 (Satunet.com). Lalu bagaimanakah kita memperbaiki sistem pendidikan kita agar dapat memberikan pendidikan yang bermutu bagi warga negara Indonesia. Dalam konteks pendidikan, Islam telah menentukan bahwa negaralah yang berkewajiban untuk mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan yang diterapkan dan mengupayakan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah. Perhatian Rasulullah saw. Terhadap dunia pendidikan tampak ketika beliau menetapkan para tawanan Perang Badar dapat bebas jika mereka mengajarkan baca-tulis kepada sepuluh orang penduduk Madinah. Imam ad-Damsyiqi telah menceritakan sebuah riwayat dari al-Wadliyah bin Atha yang menyatakan, bahwa di kota Madinah pernah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak, khalifah Umar bin al-Khathab memberikan gaji kepada mereka masing-masing sebesar 15 dinar ( 1 dinar=4,25 gram emas). Itulah sistem pendidikan ideal yang telah dicontohkan oleh rasul dan sahabat. Namun, yang terjadi di Indonesia saat ini justru sangat menyimpang. Biaya sekolah yang membumbung bahkan mencapai jutaan membuat rakyat Indonesia yang miskin tak mampu menjadi kaya. Sistem pendidikan Indonesia masih menggunakan warisan dari zaman kolonial Belanda yang berorientasi pada materialisme. Hal ini menimbulkan dampak buruk, karena ideologi materialisme yang merupakan bagian dari kapitalisme telah sampai pula pada bidang pendidikan. Faktor inilah yang membuat harga pendidikan di Indonesia menjadi mahal. Simak saja, biaya heregistrasi untuk anak Sekolah Dasar (SD) kini rata-rata telah

mencapai angka ratusan ribu rupiah. Bahkan uang pangkal masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada yang mencapai jutaan rupiah. Lalu bagaimana mungkin rakyat Indonesia yang miskin mampu meraih kekayaan. Megaproyek pengkapitalismetisasian pendidikan yang memaksa sistem pendidikan Indonesia tunduk dan terdikte pada aturan baku pembisnismahalan seluruh pembiayaan yang berkenaan dengan kebijakan seputar pendidikan, terpaksa menyeret publik pada perilaku pembodohan-bukan pencerdasan. Wajah pendidikan di negeri ini sekarang disinyalir tak mampu merubah generasi ini menjadi generasi yang dapat melakukan perubahan besar bagi bangsa, bahkan mungkin akan mengalami kejatuhannya. Yang harus dilakukan sekarang ialah mengubah sistem pendidikan kita. Pendidikan gratis, tetapi gaji guru besar. Kalaupun pendidikan tak bisa digratiskan, setidaknya dapat dimurahkan dengan memberikan biaya bantuan pada rakyat miskin. Pendidikan yang berkualitas memang butuh pembiayaan yang besar. Namun yang menjadi persoalan adalah yang seharusnya menanggulangi hal tersebut adalah pemerintah yang seharusnya menjamin setiap warganya untuk memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat untuk mendapatkan pendidikan bermutu.

Memotret Sistem Pendidikan Islam


Islam sebagai dien yang sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan, tidak terkecuali aspek pendidikan mengatur bahwa pendidikan merupakan bagian kebutuhan mendasar manusia dan dianggap sebagai bagian dari proses sosial. Pendidikan dalam Islam harus kita pahami sebagai upaya mengubah manusia dengan pengetahuan dengan sikap dan prilaku yang sesuai dengan kerangka nilai tertentu (Islam). Secara pasti tujuan pendidikan Islam yaitu menciptakan SDM yang berkepribadian Islam, dalam arti cara berfikirnya berdasarkan nilai Islam dan berjiwa sesuai dengan ruh dan nafas Islam. Begitu pula, metode pendidikan dan pengajarannya di rancang untuk mencapai tujuan tadi. Setiap metodologi yang tidak berorientasi pada tercapainya tujuan tersebut tentu akan dihindarkan. Jadi, pendidikan Islam bukan semata-mata melakukan knowledge transfer, tetapi memperhatikan apakah ilmu pengetahuan yang diberikan itu dapat mengubah sikap atau tidak. Dalam kerangka ini maka diperlukan monitoring yang intensif oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintah (negara) terhadap prilaku peserta didik, sejauh mana mereka terikat dengan konsepsi-konsepsi Islam.

Pengertian Pendidikan Islam


Pendidikan Islam yaitu bimbingan jasmani dan rohani menuju terbentuk kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam. Dengan pengertian lain Pendidikan Islam merupakan suatu bentuk kepribadian utama yakni kepribadian muslim. kepribadian yg memiliki nilai-nilai agama Islam memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab sesuai dgn nilai-nilai Islam. Pendidikan Islam merupakan pendidikan yg bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yg bercorak diri berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikan adl mewujudkan tujuan ajaran Allah (Djamaluddin 1999: 9).

Menurut Hasan Langgulung yg dikutip oleh Djamaluddin (1999) Pendidikan Islam ialah pendidikan yg memiliki empat macam fungsi yaitu :

Menyiapkan generasi muda utk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yg akan datang. Peranan ini berkaitan erat dgn kelanjutan hidup masyarakat sendiri. Memindahkan ilmu pengetahuan yg bersangkutan dgn peranan-peranan tersebut dari generasi tua kepada generasi muda. Memindahkan nilai-nilai yg bertujuan utk memilihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yg menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup suatu masyarakat dan peradaban. Mendidik anak agar beramal di dunia ini utk memetik hasil di akhirat.

An-Naquib Al-Atas yg dikutip oleh Ali mengatakan pendidikan Islam ialah usaha yg dialakukan pendidik terhadap anak didik utk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yg benar dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan akan tempat Tuhan yg tepat di dalam tatanan wujud dan keberadaan (1999: 10 ). Adapun Mukhtar Bukhari yg dikutip oleh Halim Soebahar mengatakan pendidikan Ialam adl seganap kegiatan yg dilakukan seseorang atau suatu lembaga utk menanamkan nilai-nilai Islam dalam diri sejumlah siswa dan keseluruhan lembaga-lembaga pendidikan yg mendasarkan program pendidikan atau pandangan dan nilai-nilai Islam (2002: 12). Pendidikan Islam adl jenis pendidikan yg pendirian dan penyelenggaraan didorong oleh hasrat dan semangat cita-cita utk mengejewantahkan nilai-nilai Islam baik yg tercermin dalam nama lembaga maupun dalam kegiatan-kegiatan yg diselenggarakan (Soebahar 2002: 13). Kendati dalam peta pemikiran Islam upaya menghubungkan Islam dgn pendidikan masih diwarnai banyak perdebatan namun yg pasti relasi Islam dgn pendidikan bagaikan dua sisi mata uang mereka sejak awal mempunyai hubungan filosofis yg sangat mendasar baik secara ontologis epistimologis maupun aksiologis. Yang dimaksud dgn pendidikan Islam disini adl : pertama ia merupakan suatu upaya atau proses yg dilakukan secara sadar dan terencana membantu peserta didik melalui pembinaan asuhan bimbingan dan pengembangan potensi mereka secara optimal agar nanti dapat memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam sebagai keyakinan dan pandangan hidup demi keselamatan di dunia dan akherat. Keduamerupakan usaha yg sistimatis pragmatis dan metodologis dalam membimbing anak didik atau tiap individu dalam memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam secara utuh demi terbentuk kepribadian yg utama menurut ukuran islam. Dan ketiga merupakan segala upaya pembinaan dan pengembangan potensi anak didik utk diarahkan mengikuti jalan yg islami demi memperoleh keutamaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akherat. Menurut Fadlil Al-Jamali yg dikutip oleh Muzayyin Arifin pendidikan Islam adl proses yg mengarahkan manusia kepada kehidupan yg baik dan mengangkat derajat kemanusiaan sesuai dgn kemampuan dasar (fitroh) dan kemampuan ajar (2003: 18). Maka dgn demikian pendidikan Islam dari beberapa pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa pendidikan Islam sebagai usaha membina dan mengembangkan pribadi manusia baik dari

aspek rohaniah jasmaniah dan juga harus berlangsung secara hirarkis. oleh krn itu pendidikan Islam merupakan suatu proses kematangan perkembangan atau pertumbuhan baru dapat tercapai bilamana berlangsung melalui proses demi proseskearah tujuan transformatif dan inovatif. Pendidikan islam sebagaimana rumusan diatas menurut Abd Halim Subahar ( 1992 : 64) memiliki beberapa prinsip yg membedakan dgn pendidikan lain Prinsip Pendidikan islam antara lain : Prinsip tauhid Prinsip Integrasi Prinsip Keseimbangan Prinsip persamaan Prinsip pendidikan seumur hidup dan Prinsip keutamaan.

Sedangkan tujuan pendidikan islam dapat dirumuskan sebagai berikut : Untuk membentuk akhlakul karimah. Membantu peserta didik dalam mengembangkan kognisi afeksi dan psikomotori guna memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam sebagai pedoman hidup sekaligus sebagai kontrol terhadap pola fikir pola laku dan sikap mental. Membantu peserta didik mencapai kesejahteraan lahir batin dangan membentuk mereka menjadi manusia beriman bertaqwa berakhlak mulia memiliki pengetahuan dan keterampilan berkepribadian integratif mandiri dan menyadari sepenuh peranan dan tanggung jawab diri di muka bumi ini sebagai abdulloh dan kholifatulloh.

Dengan demikian sesungguh pendidikan islam tak saja fokus padaeducation for the brain tetapi juga pada education for the heart. Dalam pandangan islam krn salah satu misi utama pendidikan islam adl dalam rangka membantu peserta didik mencapai kesejahteraan lahir batin maka ia harus seimbang sebab bila ia hanya focus pada pengembangan kreatifiats rasional semata tanpa diimbangi oleh kecerdasan emosional maka manusia tak akan dapat menikmati nilai kemajuan itu sendiri bahkan yg terjadi adl demartabatisasi yg menyebabkan manusia kehilangan identitas dan mengalami kegersangan psikologis dia hanya meraksasa dalam tehnik tapi merayap dalam etik. Demikian pula pendidikan islam mesti bersifat integralitik arti ia harus memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh kesatuan jasmani rohani kesatuan intelektual emosional dan spiritual kesatuan pribadi dan sosial dan kesatuan dalam melangsungkan mempertahankan dan mengembangkan hidup dan kehidupannya. Dasar-Dasar Pendidikan Islam Dalam tiap aktivitas manusia sebagai instrumen transformasi ilmu pengetahuan budaya dan sebagai agen perubahan sosial pendidikan memerlukan satu landasan fundamental atau basik yg kuat. Adapaun dasar yg di maksud adl dasar pendidikan Islam suatu totalitas pendidikan yg wajib bersandar pada landasan dasar sebagaimana yg akan dibahas dalam bagian berikut ini.

Pendidikan Islam baik sebagai konsep maupun sebagai aktivitas yg bergaerak dalam rangka pembinaan kepribadian yg utuh paripurna atau syumun memerlukan suatu dasar yg kokoh. kajian tentang pendidikan Islam tak lepas dari landasan yg terkait dgn sumber ajaran Islam yaitu :

Al-Quran

Al-Quran ialah firman Allah berupa wahyu yg disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalam terkandung ajaran pokok yg dapat dikembangkan utk keperluan aspek kehidupan melalui ijtihad. Ajaran yg terkandung dalam Al-Quran itu terdiri dari dua prinsip besar yaitu yg berhubungan dgn masalah keimanan yg disebut aqidah dan yg berhubungan dgn amal disebut syariah. Oleh krn itu pendidikan Islam harus menggunakan Al-Quran sebagai sumber dalam merumuskan berbagai teori tentang pendidikan Islam sesuai dgn perubahan dan pembaharuan (Darajat 2000: 19).

As-Sunnah

As-Sunnah ialah perkataan perbuatan ataupun pengakuan rasul. Yang di maksud dgn pengakuan itu ialah kejadian atau perbuatan orang lain yg diketahui oleh Rasulullah dan beliau membiarkan saja kejadian atau perbuatan itu berjalan. Sunnah merupakan sumber ajaran kedua sesudah Al-Quran yg juga sama berisi pedoman utk kemaslahatan hidup manusia dalam segala aspek utk membina umat menjadi manusia seutuh atau muslim yg bertaqwa. Untuk itulah rasul Allah menjadi guru dan pendidik utama. Maka dari pada itu Sunnah merupakan landasan kedua bagi cara pembinaan pribadi manusia muslim dan selalu membuka kemungkinan penafsiran berkembang. Itulah sebab mengapa ijtihad perlu ditingkatkan dalam memahami termasuk yg berkaitan dgn pendidikan. As-Sunnah juga berfungsi sebagai penjelasan terhadap beberapa pembenaran dan mendesak utk segara ditampilkan yaitu : Menerangkan ayat-ayat Al-Quran yg bersifat umum Sunnah mengkhitmati Al-Quran.

Ijtihad
Ijtihad adl istilah para fuqoha yaitu berfikir dgn menggunakan seluruh ilmu yg dimiliki oleh ilmuan syariat Islam utk menetapkan atau menentukan sesuatu hukum syara dalam hal-hal yg ternyata belum ditegaskan hukum oleh Al-Quran dan Sunnah. Namun dgn demikian ijtihad dalam hal ini dapat saja meliputi seluruh aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan tetapi tetap berpedoman pada Al-Quran dan Sunnah. Oleh krn itu ijtihad dipandang sebagai salah satu sumber hukum Islam yg sangat dibutuhkan sepanjang masa setelah rasul Allah wafat. Sasaran ijtihad ialah segala sesuatu yg diperlukan dalam kehidupan yg senantiasa berkembang. Ijtihad dalam bidang pendidikan sejalan dgn perkembangan zaman yg semakin maju bukan saja dibidang materi atau isi melainkan juga dibidang sistem. Secara substansial ijtihad dalam pendidikan harus tetap bersumber dari Al-Quran dan Sunnah yg diolah oleh akal yg sehat dari para ahli pendidikan Islam.

Al-Kaun

Maksud Allah menurunkan ayat kauniyah tersebut yaitu utk mempermudah pemahaman manusia terhadap lingkungan sekitar sehingga dapat mengakui kebesaran seperti yg terdapat dalam Al-

Quran surat Ar- Radu ayat 3 yg berbunyi : Arti : Dialah Tuhan yg mmembentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung sungai-sungai padanya. Dia menjadikan pada buah-buahan berpasang-pasangan. Allah jualah yg menutup malam kepada siang sesungguh pada yg demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yg berfikir (Depag RI 1992: 368). Berdasarkan firman Allah di atas bahwa tiap orang berfikir harus mengakui kebesaran Allah dan hal ini relevan utk dijadikan dasar dalam pendidikan Islam.

Unsur-Unsur Pendidikan Islam


Dalam implementasi fungsi pendidikan Islam sangat memperhatikan aspek yg mendukung atau unsur yg turut mendukung terhadap tercapai tujuan dari pendidikan Islam. Adapun aspek atau unsur-unsur tersebut adl : Tujuan Pendidikan Islam Menurut Fadlil Aljamali yg dikutip oleh Abdul Halim Soebahar sebagai berikut: Pertama mengenalkan manusia akan peran diantara sesama (makhluk) dan tanggung jawab pribadinya. Kedua mengenalkan manusia akan interaksi sosial dan tanggung jawab dalam tata hidup bermasyarakat. Ketiga mengenalkan manusia akan alam ini dan mengajak mereka utk mengetahui hikmah diciptakan serta memberi kemungkinan utk mengambil manfaat dari alam tersebut. Keempat mengenalkan manusia akan pencipta alam ini (Allah) dan memerintahkan beribadah kepada-Nya (2002: 19-20). Tujuan pendidikan Islam adl tercapai pengajaran pengalaman pembiasaan penghayatan dan keyakinan akan kebenarannya. Sedangkan menurut Zakiyah Dzarajat tujuan pendidikan Islam yaitu membentuk insan kamil dgn pola taqwa dapat mengalami perubahan bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. Oleh krn itulah tujuan pendidikan Islam itu berlaku selama hidup utk menumbuhkan memupuk mengembangkan memelihara dan mempertahankan (2000: 31). Hal yg sama pula tujuan pendidikan Islam dapat dipahami dalam firman Allah : Arinya: Wahai orang-orang yg beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dgn sebenar-benar taqwa; dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (QS. 3 Ali-Imron: 102). Sedangkan menurut Ahmad D Marimba yg dikutip oleh Halim Soebahar menyatakan bahwa tujuan pendidikan Islam adl terbentuk muslim. Dan menurut bahwa tujuan demikian identik dgn tujuan hidup tiap muslim. Adapun tujuan hidup seorang muslim adl menghamba kepada Allah yg berkaitan dgn firman Allah Surat Dzariat 56 yg berbunyi : Artinya: Dan aku (Allah) tak menjadikan jin dan manusia melainkan utk meyembah-Ku. Dan masih banyak beberapa deskripsi yg membahas tentang tujuan pendidikan Islam seperti konfrensi pendidikan di Islamabat tahun 1980 bahwa pendidikan harus merealisasikan cita-cita (idealitas) Islam yg mencakup pengembangan kepribadian muslim secara meyeluruh yg harmonis yg berdasarkan fisiologis dan psikologis maupun yg mengacu kepada keimanan dan sekaligus berilmu pengetahuan secara berkeseimbangan sehingga terbentuklah muslim yg paripurna berjiwa tawakkal secara total kepada Allah sebagaimana firman Allah Surat Al-Anam Ayat 162:

Artinya: Katakanlah sesungguh sholatku ibadahku hidup dan matiku hanya bagi Allah tuhan semesta alam. Imam Al-Ghazali mengatakan tujuan penddikan Islam adl utk mencapai kesempurnaan manusia yg mendekatkan diri kepada Allah dan bertujuan meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. (Langgulung 1990: 9). Maka dari pada itu tujuan pendidikan Islam dirumuskan dalam nilai-nilai filosofis yg termuat dalam filsafat pendidikan Islam. Seperti hal dasar pendidikan maka tujuan pendidikan Islam juga identik dgn tujuan Islam itu sendiri. Sedanagkan Muhammad Umar Altomi Al-Zaibani yg dikutip oleh Djalaluddin mengatakan tujuan pendidikan Islam adl utk mempertinggi nilai-nilai akhlak hingga mencapai akhlak ul karimah. Tujuan ini sama dan sebangun dgn tujuan yg akan dicapai oleh misi kerasulann yaitu membimbing manusia agar berakhlak mulia. (2001: 90). Maka dgn demikian tujuan pendidikan Islam yg berdasarkan deskripsi di atas ialah menanamkan makrifat (kesadaran) dalam diri manusia terhadap diri sendiri selaku hamba Allah kesadaran selaku anggota masyarakat yg harus meiliki rasa tanggung jawab sosial terhadap pembinaan masyarakat serta menanamkan kemampuan manusia utk menolak memanfaatkan alam sekitar sebagai ciptaan Allah bagi kepentingan kesejahteraan manusia dan kegiatan ibadah kepada pencipta alam itu sendiri. Telah kita ketahui bahwa dasar tujuan pendidikan ditiap-tiap negara itu tak selalu tetap sepanjang masa melainkan sering mengalami perubahan atau pergantian sesuai dgn perkembangan zaman. Perumbakan itu biasa akibat dari pertentangan pendirian atau ideologi yg ada di dalam masyarakat itu. Hal ini kerap kali terjadi lebih-lebih di negara yg belum stabil kehidupan politik krn mereka yg bertentangan itu sadar bahwa pendidikan memegang peranan penting sebagai generasi bangsa. Sama hal dgn tujuan pendidikan di Indonesia juga selalu berubah-rubah dikarenakan kondisi dan situasi politik tak stabil. Hal ini dibuktikan mulai tahun 1946 sampai pada saat sekarang. Dengan demikian tujuan pendidikan itu tak berdiri sendiri melainkan dirumuskan atas dasar hidup bangsa dan cita-cita negara dimana pendidikan itu dilaksanakan. Sikap hidup itu dilandasi oleh normanorma yg berlaku bagi semua warga negara. Oleh krn itu sebelum seseorang melaksanakan tugas kependidikan terlebih dahulu harus memahami falsafah negara supaya norma yg melandasi hidup bernegara itu tercermin dari tindakan agar pendidikan yg diarahkan kepada pembentukan sikap posisi pada peserta didik hendak diperhitungkan pula bahwa manusia muda (peserta didik) itu tak hidup tersendiri di dunia ini. (Uhbiyati dkk2001:135-139) Subjek Pendidikan. Subjek pendidikan adl orang yg berkenaan langsung dgn proses pendidikan dalam hal ini pendidik dan peserta didik. Peserta didik yaitu pihak yg merupakan sabjek terpenting dalam pendidikan. Hal ini disebabkan atau tindakan pendidik itu diadakan atau dilakukan hanyalah utk membawa anak didik kepada tujuan pendidikan Islam yg dicita-citakan. Dalam PPRI No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan disebutkan bahwa yg dimaksud dgn peserta didik ialah anggota masyarakat yg berusaha menyumbangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yg tersedia pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu (PPRI 2005: 12) Pendidik atau guru secara implisit ia telah merelakan diri dan memikul dan menerima sebagai

tanggung jawab pendidikan yg terpikul dipundak pada oranag tua. (Dzarajat 2000: 39) Maka dgn demikian subjek pendidikan Islam yaitu semua manusia yg berproses dalam dunia pendidikan baik formal informal maupunn nonformal yg sama-sama mempunyai tujuan demi pengembangan kepribadiannya. Sehingga menjadi insan yg mempunyai kesadaran penuh kepada sang pencipta. Kurikulum dan Materi. Hal penting yg perlu diketahui dalam proses belajar mengajar atau proses kependidikan dalam suatu lembaga adl kurikulum (Arifin 2003: 77). Menurut Soedijarto yg dikutip Khoiron Rosyadi mengartikan kurikulum dgn lima tingkatan yaitu : Pertama sebagai serangkaian tujuan yg menggambarkan berbagai kemapuan (pengetahuan dan keterampilan) nilai dan sikap yg harus dikuasi dan dimiliki oleh peserta didik dari suatu satuan pendidikan; Kedua sebagai kerangka materi yg memberikan gambaran tentang bidang-bidang study yg harus dipelajari oleh peserta didik utk menguasai serangkaian kemampuan nilai dan sikap yg secara institusional harus dikuasi oleh peserta didik setelah selesai dgn pendidikannya; Ketiga diartikan sebagai garis besar materi dari suatu bidang study yg telah dipilih utk dijadikan objek belajar. Keempat adalah sebagai panduan dan buku pelajaran yg disusun utk menunjang terjadi proses belajar mengajar; Kelima adalah sebagai bentuk dan jenis kegiatan belajar mengajar yg dialami oleh para pelajar termasuk di dalam berbagai jenis bentuk dan frekuensi evaluasi yg digunakan sebagai bagian terpadu dari strategi belajar mengajar yg direncanakan utk dialami para pelajar. (2004:243-244) Oleh karena itu kurikulum menggambarkan kegiatan belajar mengajar dalam suatu lembaga kependidikan tak hanya dijabarkan serangkai ilmu pengetahuan yg harus diajarkan pendidik kepada anak didik dan anak didik mempelajarinya. Tetapi juga segala kegiatan yg bersifat kependidikan yg dipandanag perlu krn mempunyai pengaruh terhadap anak didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Islam. Adapun pengertian kurikulum secara etimologi berasal dari bahasa latin (suatu jarak yg harus ditempuh dalam pertandingan olahraga) kemudian yg dialihkan kedalam pengertian pendidikan menjadi suatu lingkaran pengajaran dimana guru dan murid terlibat didalamnya. Dan secara termenologi adl menunjukkan tentang segala mata pelajaran yg dipelajarai dan juga semua pengalamam yg harus diperoleh serta semua kegiatan yg harus dilakukan anak. Adapun yg dimaksud dgn materi yaitu bahan-bahan atau pengalaman belajar ilmu agama Islam yg disusun sedemikian rupa atau disampaikan kepada anak didik.(Uhbiyati 2003:14) Materi dan kurikulum memiliki keterkaitan atau depadensi yg sangat erat mengingat meteri merupakan integral dari kurikulum dan pencapaian materi secara sistematis diatur dari kurikulum yg ada.

Metode Media dan Evaluasi.


Metode merupakan instrumen dan dipergunakan utk mencapai tujuan pendidikan atau alat yg mempunyai fungsi ganda yaitu yg bersifat polipragmatis dan monopragmatis. Oleh krn itu metode dalam pengertian litter lijk kata metode berasal dari bahasa grek yg terdiri dari meta yg berarti melalui dan hodos yg berarti jalan. Jadi metode berarti jalan yg dilalui. Maka secara umum metode diartikan sebagai cara mengerjakan sesuatu cara itu mungkin baik mungkin tak baik. atau

metode juag dapat diartikan sebagai cara utk mempermudah pemberian pemahaman kepada anak didik mengenai bahan atau materi yg diajarkan. (Arifin 2003: 89) Media menurut gerlach dan Eli sebagaimana dikutip Azhar Arsyad mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adl manusia materi atau kejadian yg membangun kondisi yg membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan keterampilan atau sikap (1996: 1) Jadi media merupakan sarana utk mempermudah pemberian pemahaman kepada peserta didik. Evaluasi adl suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi utk menilai keputusan-keputusan yg dibuat dalam merancang suatu sistem pengajaran atau yg dimaksud evaluasi dalam pendidikan Islam adl merupakan cara atau teknik penilaian terhadap tingkah laku peserta didik berdasarkan standar perhitungan yg bersifat komprehensif dari seluruh aspek-aspek kehidupan mental psikologis dan spritual religius krn manusia hasil pendidikan Islam bukan saja sosok pribadi yg tak hanya bersikap religius melainkan juga berilmu dan berketarampilan yg sanggup beramal dan berbakti kepada Tuhan dan masyarakatnya. (Arifin 2000: 238) Dalam rangka menilai keberhasilan pendidikan evaluasi penting utk dilaksanakan krn sebagai pijakan dalam merumuskan program-program pendidikan yg akan datang.

Lingkungan
Lingkungan ialah sesuatu yg berada diluar diri anak dan mempengaruhi perkembangannya. Lingkungan sendiri dibagi tiga macam yg keseluruhan mendukung terhadap proses implementasi pendidikan Islam misal masyarakat sekolah dan keluarga. Dalam arti yg luas lingkungan mencakup iklim dan geografis tempat tinggal adat istiadat pengetahuan pendidikan dan alam. Oleh krn itu dgn kata lain lingkungan ialah segala sesuatu yg tampak dan terdapat dalam alam kehidupan yg senantiasa berkembang. (Daradjat 2000: 63) Jadi lingkungan mempunyai andil yg sangat signifikan dalam pembentukan sikap dan prilaku yg pada akhir akan membentuk sebuah kepribadian yg sempurna.

Pendidikan di Indonesia adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Secara terstruktur, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Kemdiknas), dahulu bernama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Depdikbud). Di Indonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dan tiga tahun di sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah. Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan artikel ini: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003

Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagike dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi.
Daftar isi
[sembunyikan]

1 Sejarah 2 Jenjang

2.1 Pendidikan anak usia dini

2.2 Pendidikan dasar 2.3 Pendidikan menengah

2.4 Pendidikan tinggi

3 Jalur pendidikan

3.1 Pendidikan formal 3.2 Pendidikan nonformal

3.3 Pendidikan informal

4 Jenis

4.1 Pendidikan umum 4.2 Pendidikan kejuruan

4.3 Pendidikan

akademik

4.4 Pendidikan profesi 4.5 Pendidikan vokasi 4.6 Pendidikan keagamaan

4.7 Pendidikan khusus

5 Kurikulum

5.1 Keterangan

6 Waktu belajar 7 Tingkat

7.1 Prasekolah 7.2 Sekolah dasar 7.3 Sekolah menengah pertama

7.4 Sekolah menengah atas

7.5 Pendidikan tinggi

8 Referensi 9 Lihat pula 10 Pranala luar

[sunting]Sejarah Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal bagi penduduk Hindia-Belanda (cikal bakal Indonesia), meskipun terbatas bagi kalangan tertentu yang terbatas. Sistem yang mereka perkenalkan secara kasar sama saja dengan struktur yang ada sekarang, dengan tingkatan sebagai berikut:

Europeesche Lagere School (ELS), sekolah dasar bagi orang Eropa Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar bagi pribumi Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama Algemeene Middelbare School (AMS), sekolah menengah atas

Sejak tahun 1930-an, Belanda memperkenalkan pendidikan formal terbatas bagi hampir semua provinsi di Hindia Belanda.

[sunting]Jenjang Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. [sunting]Pendidikan

anak usia dini

Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anaksejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. [sunting]Pendidikan

dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah. [sunting]Pendidikan

menengah tinggi

Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar. [sunting]Pendidikan

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Kelas Usia

Taman kanak-kanak

Kelompok bermain 4

Kelompok A

Kelompok B

Sekolah dasar

Kelas 1

Kelas 2

Kelas 3

Kelas 4

10

Kelas 5

11

Kelas 6

12

Sekolah menengah pertama

Kelas 7

13

Kelas 8

14

Kelas 9

15

Sekolah menengah atas/kejuruan

Kelas 10

16

Kelas 11

17

Kelas 12

18

Akademi/Institut/Politeknik/Sekolah tinggi/Universitas

Sarjana

berbagai usia (selama kurang lebih 4 tahun)

Magister

berbagai usia (selama kurang lebih 2 tahun)

Doktor [sunting]Jalur

berbagai usia (selama kurang lebih 2 tahun)

pendidikan

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. [sunting]Pendidikan

formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. [sunting]Pendidikan

nonformal

Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja. Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. [sunting]Pendidikan

informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. [sunting]Jenis Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. [sunting]Pendidikan

umum

Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). [sunting]Pendidikan

kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK). [sunting]Pendidikan

akademik

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu. [sunting]Pendidikan

profesi

Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional. [sunting]Pendidikan

vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1). [sunting]Pendidikan

keagamaan

Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama. [sunting]Pendidikan

khusus

Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa/SLB). [sunting]Kurikulum Lihat pula: Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Jenis ilmu

Mata pelajaran

Jenjang (kelas)

SD # Nama # Nama

SMP

SMA

1 2 3 4 5 6

7 8 9 10

11 12 11 12 (IPA) (IPA) (IPS) (IPS)

Ilmu 1 Pendidikan 2

Agama

Kewarganegaraan

Jasmani dan Kesehatan

Jenis ilmu

Mata pelajaran

Jenjang (kelas)

Nama

Nama

SD

SMP

SMA

Teknologi Informatika dan Komunikasi

Bahasa Indonesia

Ilmu Bahasa (dan Sastra)

Bahasa Inggris

Bahasa Daerah

Bahasa Asing

Matematika

2 3 Ilmu Alam 3

Fisika

Biologi

Kimia

Ilmu Sosial 1

Sejarah

Geografi

Ekonomi

Jenis ilmu

Mata pelajaran

Jenjang (kelas)

SD # Nama # Nama

SMP

SMA

Sosiologi

Seni Musik

Ilmu Seni (dan Budaya)

Seni Rupa

Seni Ketrampilan

Seni Tari

Jumlah mata pelajaran [sunting]Keterangan

13

16

13

Mata pelajaran Fisika dan Biologi tingkat jengang sekolah dasar dan menengah pertama digabungkan menjadi Ilmu Pengetahuan Alam. Mata pelajaran Ekonomi dan Geografi tingkat jengang sekolah dasar dan menengah pertama digabungkan menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial. Mata pelajaran Seni Rupa, Seni Musik, Seni Ketrampilan dan Seni Tari tingkat jengang sekolah dasar dan menengah pertama digabungkan menjadi Seni Budaya dan Ketrampilan (dahulu Kerajinan Tangan dan Kesenian).

[sunting]Waktu

belajar

Sebagian besar sekolah di Indonesia memulai tahun pelajarannya pada bulan Juli. Satu tahun pelajaran dibagi ke dalam dua semester. Semester ganjil dimulai dari Juli sampai dengan Desember dan semester genap dari Januari sampai dengan Juni.

Jenjang

Lama waktu (menit) per mata pelajaran

Prasekolah

35

Sekolah dasar

40

Sekolah menengah 45

Sekolah tinggi [sunting]Tingkat

50

[sunting]Prasekolah Dari kelahiran sampai usia 3 tahun, kanak-kanak Indonesia pada umumnya tidak memiliki akses terhadap pendidikan formal. Dari usia 3 sampai 4 atau 5 tahun, mereka memasuki taman kanak-kanak. Pendidikan ini tidak wajib bagi warga negara Indonesia, tujuan pokoknya adalah untuk mempersiapkan anak didik memasuki sekolah dasar. Dari 49.000 taman kanak-kanak yang ada di Indonesia, 99,35% diselenggarakan oleh pihak swasta[1]. Periode taman kanak-kanak biasanya dibagi ke dalam "Kelas A" (atau Nol Kecil) dan "Kelas B" (atau Nol Besar), masing-masing untuk periode satu tahun. [sunting]Sekolah

dasar

Kanak-kanak berusia 611 tahun memasuki sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI). Tingkatan pendidikan ini adalah wajib bagi seluruh warga negara Indonesia berdasarkan konstitusi nasional. Tidak seperti taman kanak-kanak yang sebagian besar di antaranya diselenggarakan pihak swasta, justru sebagian besar sekolah dasar diselenggarakan oleh sekolah-sekolah umum yang disediakan oleh negara (disebut "sekolah dasar negeri" atau "madrasah ibtidaiyah negeri"), terhitung 93% dari seluruh sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah yang ada di Indonesia[2]. Sama halnya dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat dan Australia, para siswa harus belajar selama enam tahun untuk menyelesaikan tahapan ini. Beberapa sekolah memberikan program pembelajaran yang dipercepat, di mana para siswa yang berkinerja bagus dapat menuntaskan sekolah dasar selama lima tahun saja. [sunting]Sekolah

menengah pertama

Sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) adalah bagian dari pendidikan dasar di Indonesia. Setelah tamat dari SD/MI, para siswa dapat memilih untuk memasuki SMP atau MTs selama tiga tahun pada kisaran usia 12-14. Setelah tiga tahun dan tamat, para siswa dapat meneruskan pendidikan mereka ke sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), atau madrasah aliyah (MA). [sunting]Sekolah

menengah atas

Sebuah sekolah menengah atas negeri di Jakarta

Di Indonesia, pada tingkatan ini terdapat tiga jenis sekolah, yaitu sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah(MA). Siswa SMA dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, sedangkan siswa SMK dipersiapkan untuk dapat langsung memasuki dunia kerja tanpa melanjutkan ke tahapan pendidikan selanjutnya. Madrasah aliyah pada dasarnya sama dengan sekolah menengah atas, tetapi porsi kurikulum keagamaannya (dalam hal ini Islam) lebih besar dibandingkan dengan sekolah menengah atas. Jumlah sekolah menengah atas di Indonesia sedikit lebih kecil dari 9.000 buah[3]. [sunting]Pendidikan

tinggi

Setelah tamat dari sekolah menengah atas atau madrasah aliyah, para siswa dapat memasuki perguruan tinggi. Pendidikan tinggi di Indonesia dibagi ke dalam dua kategori: yakni negeri dan swasta. Keduaduanya dipandu oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Terdapat beberapa jenis lembaga pendidikan tinggi; misalnya universitas, sekolah tinggi, institut, akademi, dan politeknik. Ada beberapa tingkatan gelar yang dapat diraih di pendidikan tinggi, yaitu Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4), Strata 1 (S1), Strata 2 (S2), dan Strata 3 (S3

KURIKULUM DI MADRASAH
Posted on 4 Agustus 2009 by nurman karim

2 Votes KURIKULUM DI MADRASAH

Pendidikan adalah hak

setiap warga Negara Indonesia untuk

mendapatkannya. Ini tersurat di Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 BAB XIII pasal 31 dan 32. Untuk melaksanakan amanat UUD ini presiden mengeluarkan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (sisdiknas). Untuk pelaksanaan undang-undang ini Departemen Pendidikan Nasional yang diberikan tugas dan wewenang untuk mengembangkan pendidikan mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Dalam perjalannya penerapan dari UU NO 20 tahun 2003 ini telah terjadi banyak sekali pasang surut mulai dari pemberlakuan Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dan yang terakhir pemerintah mendapatkan satu format pelaksanaan UU tersebut dalam konsep Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mudah-mudahan pelaksanaan dari KTSP ini bisa menjawab tantangan globalisasi dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia tercinta ini. Madrasah yang merupakan salah satu pelaksana pendidikan di Indonesia sangatlah gencar melaksanakan trobosan-trobosan yang diharapkan mampu untuk lebih mengembangkan pendidikan di Negara kita yang bukan lagi sebagai lembaga yang memiliki kualitas yang rendah jika dibandingkan dengan sekolah pada umumnya. Dalam hal ini departemen agama sebagai penanggung jawab pelaksanaan pendidikan di Madrasah telah menentapkan berbagai format pendidikan keagamaan diantaranya:

1. Raudatul Athfal yang setara dengan sekolah taman kanak-kanak.


2. Madrasah Ibtidaiyah yang setara dengan sekolah dasar 3. Madrasah Ibtidaiyah yang setara dengan SLTP 4. Madrasah Aliyah yang setara dengan SMU

Untuk melaksanakan pendidikan di madrasah Menteri agam

a telah

mengeluarkan beberapa peraturan yang terakhir dengan Peraturan menteri agama republik Indonesia nomor 2 tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab Di Madrasah. Dengan dikeluarkannya peraturan menteri ini terjawablah sudah PR besar departemen agama dalam pengembangan pendidikan di madrasah. Terakhir bagi Bapak/Ibu guru yang memerlukan dokumen semua itu bisa di download dari blog saya ini. Dan mohon bagi pembaca untuk memberikan kritik dan saran demi pengembangan blog ini. Dan terakhir semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk pengembangan pendidikan Indonesia. DOWNLOAD :

1. Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hasil amandemen. Download
dari Zidduatau Download dari 4shared

2. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Download dari
Ziddu atauDownload dari 4shared

3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2006 tentang
Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Download dari Ziddu atau Download dari 4shared

4. Peraturan menteri agama republik Indonesia nomor 2 tahun 2008 tentang Standar Kompetensi
Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab Di Madrasah. Download dari Ziddu atauDownload dari 4shared <![if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE <![endif]><![if gte mso 9]> <![endif]><![endif]>

KURIKULUM DI MADRASAH Pendidikan adalah hak setiap warga Negara Indonesia untuk mendapatkannya. Ini tersurat di Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 BAB XIII pasal 31 dan 32. Untuk melaksanakan amanat UUD ini presiden mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (sisdiknas). Untuk pelaksanaan undang-undang ini Departemen Pendidikan Nasional yang diberikan tugas dan wewenang untuk mengembangkan pendidikan mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Dalam perjalannya penerapan dari UU NO 20 tahun 2003 ini telah terjadi banyak sekali pasang surut mulai dari pemberlakuan Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dan

yang terakhir pemerintah mendapatkan satu format pelaksanaan UU tersebut dalam konsep Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mudah-mudahan pelaksanaan dari KTSP ini bisa menjawab tantangan globalisasi dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia tercinta ini. Madrasah yang merupakan salah satu pelaksana pendidikan di Indonesia sangatlah gencar melaksanakan trobosan-trobosan yang diharapkan mampu untuk lebih mengembangkan pendidikan di Negara kita yang bukan lagi sebagai lembaga yang memiliki kualitas yang rendah jika dibandingkan dengan sekolah pada umumnya. Dalam hal ini departemen agama sebagai penanggung jawab pelaksanaan pendidikan di Madrasah telah menentapkan berbagai format pendidikan keagamaan diantaranya:
<![if !supportLists]>1. <![endif]>Raudatul Atfal yang setara dengan sekolah taman kanak-kanak. <![if !supportLists]>2. <![endif]>Madrasah Ibtidaiyah yang setara dengan sekolah dasar <![if !supportLists]>3. <![endif]>Madrasah Ibtidaiyah yang setara dengan sLTP <![if !supportLists]>4. <![endif]>Madrasah Aliyah yang setara dengan SMU

Untuk melaksanakan pendidikan di madrasah Menteri agama telah mengeluarkan beberapa peraturan yang terakhir dengan Peraturan menteri agama republik Indonesia nomor 2 tahun 2008 tentang Tandar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab Di Madrasah. Dengan dikeluarkannya peraturan menteri ini terjawablah sudah PR besar departemen agama dalam pengembanga pendidikan di madrasah. Terakhir bagi Bapak/Ibu guru yang memerlukan dokumen semua itu bisa di download dari blog saya ini. Dan mohon bagi pembaca untuk memberikan kritik dan saran demi pengembangan blog ini. Dan terakhit semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk pengembangan pendidikan Indonesia.