Anda di halaman 1dari 10

ANNUAL WORTH ANALYSIS

PENDAHULUAN
Pokok bahasan pada materi Annual Worth Analysis meliputi penjelasan mengenai konsep pengambilan keputusan dengan menggunakan analisis annual worth terhadap beberapa alternatif yaitu analisis annual worth terhadap alternatif tunggal, analisis annual worth terhadap beberapa alternatif dan periode analisis tak terhingga.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah mempelajari materi ini mahasiswa dapat memahami penjelasan mengenai konsep pengambilan keputusan dengan menggunakan analisis annual worth terhadap beberapa alternatif yaitu analisis annual worth terhadap alternatif tunggal, analisis annual worth terhadap beberapa alternatif dan periode analisis tak terhingga.

TUJUAN INSTUKSIONAL KHUSUS

1. Mahasiswa dapat memahami penjelasan mengenai konsep pengambilan keputusan dengan menggunakan analisis annual worth. 2. Mahasiswa dapat memahami penjelasan mengenai kasus pengambilan keputusan dengan analisis annual worth terhadap alternatif tunggal. 3. Mahasiswa dapat memahami penjelasan mengenai kasus pengambilan keputusan dengan analisis annual worth terhadap beberapa alternatif. 4. Mahasiswa dapat memahami penjelasan mengenai kasus pengambilan keputusan dengan periode analisis tak terhingga.

1. 2. 3. 4.

SKENARIO PEMBELAJARAN

Kegiatan perkuliahan dilaksanakan dengan skenario sebagai berikut: 1. Perkenalan 2. Ringkasan materi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. 3. Class review dengan tanya jawab 4. Penutup

RINGKASAN MATERI

Annual worth analysis (Analisis nilai tahunan) didasarkan pada konsep ekuivalensi di mana semua arus kas masuk dan arus kas keluar diperhitungkan dalam sederatan nilai uang tahunan yang sama besar pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (minimum attractive rate of return-MARR). Untuk mencari AW dari sembarang arus kas, maka kita harus melibatkan faktor bunga yang disebut Uniform Payment Series - Capital Recovery Factor (A/P,i,n). Hasil AW alternatif sama dengan PW dan FW, dimana AW = PW (A/P,i,n) dan AW = FW (A/F,i,n). Dengan demikian, AW dari setiap alternatif dapat dihitung juga dari nilai- nilai ekuivalen lainnya.

Nilai AW alternatif diperoleh dari persamaan: AW = R E CR Dimana: R = revenues (penghasilan atau penghematan ekuivalen tahunan)

E = expenses (pengeluaran ekuivalen tahunan) CR = capital recovery (pengembalian modal) Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai AW 0, maka alternatif tersebut layak diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka alternatif dengan nilai AW terbesar merupakan alternatif yang paling menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua alternatif yang memiliki nilai AW 0. Analisis annual worth terhadap alternatif tunggal Contoh: Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan untuk membeli tanah seharga Rp 100.000.000,. Dengan membeli tanah itu akan diperoleh penghematan sebesar Rp 2.000.000,- per tahun selama 5 tahun. Pada akhir tahun ke-7, mobil itu memiliki nilai jual Rp 150.000.000,-.Apabila tingkat suku bunga 12% per tahun, dengan annual worth analysis, apakah pembelian tanah tersebut menguntungkan? Penyelesaian:
150 jt

2 jt 1 100 jt

2 jt 2

2 jt 3

2 jt 4

2 jt 5

2 jt 6

2 jt 7

AW = 150.000.000(A/F,12%,7)-100.000.000(A/P,12%,7)+2.000.000 AW = 150.000.000(0.0991)-100.000.000(0.2191)+2.000.000 AW = 14.865.000-21.910.000+2.000.000 AW = -5.045.000 Oleh karena AW yang diperoleh < 0, maka pembelian tanah tersebut tidak menguntungkan.

Analisis annual worth terhadap beberapa alternatif Usia pakai semua alternatif sama Contoh: Sebuah restoran akan membeli sebuah peralatan masak baru untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif peralatan masak dengan usia pakai masing- masing 7 tahun ditawarkan kepada perusahaan: Peralatan masak A B Harga beli (Rp.) 2.000.000 3.500.000 Keuntungan per tahun (Rp.) 500.000 750.000 Nilai sisa pada akhir usia manfaat (Rp.) 1.000.000 2.000.000

Dengan tingkat suku bunga 9% per tahun, tentukan peralatan masak mana yang seharusnya dibeli. Penyelesaian:
u = Keuntungan Nilai sisa

u 1 Harga beli 2

u 3

u 4

u 5

u 6

u 7

Peralatan masak A : AWA = 1.000.000(A/F,9%,7)-2.000.000(A/P,9%,7)+500.000 AWA = 1.000.000(0,1087)-2.000.000(0,1987)+500.000 AWA = 108.700-397.400+500.000 AWA = 211.300 Peralatan masak B : AWB = 2.000.000(A/F,9%,7)-3.500.000(A/P,9%,7)+750.000 AWB = 2.000.000(0,1087)-3.500.000(0,1987)+750.000 AWB = 217400-695450+750.000 AWB = 271.950

AW Peralatan masak B, Rp 271.950, lebih besar daripada AW Peralatan masak A, Rp 211.300. Maka dipilih peralatan masak B.

Usia pakai alternatif berbeda Pada situasi dimana terdapat usia pakai alternatif yang berbeda-beda, perhitungan setiap alternatif cukup dilakukan pada satu siklus usia pakai saja. Hal itu lebih memudahkan karena kita tidak perlu dicari kelipatan persektuan terkecil dari usia pakai alternatif. Contoh: Sebuah perusahaan travel akan membeli mobil baru untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif jenis mobil ditawarkan kepada perusahaan: Usia Harga beli Mobil pakai (Rp.) (tahun) A 7 75.000.000 B 8 80.000.000 Dengan tingkat suku bunga 12% seharusnya dibeli. Penyelesaian: Mobil A:
U = 20.000.000 50.000.000

Keuntungan Nilai sisa pada per tahun akhir usia manfaat (Rp.) (Rp.) 20.000.000 50.000.000 25.000.000 65.000.000 per tahun, tentukan mobil yang

u 1 75.000.000 2

u 3

u 4

u 5

u 6

u 7

AWA = 20.000.000-75.000.000(A/P,12%,7)+50.000.000(A/F,12%,7) AWA = 20.000.000-75.000.000 (0,2191)+50.000.000(0,0991) AWA = 20.000.000-16.432.500+4.955.000 AWA = 8.522.500

Mobil B:
U = 25.000.000 65.000.000

u 1 85.000.000 2

u 3

u 4

u 5

u 6

u 7

u 8

AWB = 25.000.000-80.000.000(A/P,12%,8)+65.000.000(A/F,12%,8) AWB = 25.000.000-80.000.000(0,2013)+65.000.000(0,0813) AWB = 25.000.000-16.104.000+5.284.500 AWB = 14.180.500 AW mobil B, Rp 14.180.500,- lebih besar daripada AW mobil A, Rp 8.522.500,- Maka dipilih mobil B.

Periode Analisis Tak Terhingga Pada situasi di mana periode analisis tak terhingga, nilai tahunan dari besarnya investasi dapat dihitung menggunakan persamaan: A = P(A/P,i,) = Pi Jika aliran kas masuk dan keluar diperkirakan memiliki siklus berulang dengan nilai yang sama sampai waktu tak terhingga, perhitungan untuk mendapatkan nilai tahunan dapat dilakukan hanya pada satu siklus saja. Contoh (1): Dengan tingkat suku bunga 12%, hitung nilai A yang ekuivalen dengan siklus berulang seperti pada gambar berikut:

150 100 50 100 100 50

150 100 50 100

150 100 50 100

150 100

Penyelesaian: Perhitungan cukup dilakukan pada satu siklus saja. A = 50 + [50(P/F, 12%,2)+100(P/F,12%,3)+50(P/F,12%,4)](A/P,12%,4) A = 50 + [50(0,7972)+100(0,7118)+50(0,6355)](0,3292) A = 50 + [39,86+71,18+31,775](0,3292) A = 97,015 Contoh (2): Manajer Pelayanan di suatu Divisi Regional sedang mempertimbangkan usulan kontrak kendaraan operasional (Jenis Kendaraan Niaga) dengan sebuah rekanan bidang tersebut. Harga penawaran terendah dari kontraktor yang memenuhi persyaratan aspek administrasi dan teknis adalah Rp.30.000.000 per unit per tahun (termasuk supir, BBM, Spare Part, Maintenance, ass.all risk) dengan jangka waktu kontrak 5 tahun. Dari data bagian perlengkapan diperoleh informasi bahwa dengan memiliki dan mengoperasika n KBM opersional dibutuhkan biaya pengadaan kendaraan sebesar Rp.40 juta/unit, biaya OAM (spare part, BBM pelumas, maintenanance, ass. all risk) pada tahun-1s/d tahun-3 Rp.15 juta, tahun ke-4 Rp.20 juta, tahun ke-5 Rp.25 juta. Pada tahun ke-5 nilai sisa (nilai dum) KBM tersebut adalah Rp. 10 juta. Saudara diminta membantu manajer pelayanan tersebut untuk menentukan alternatif manakah yang paling menguntungkan (ekonomis), jika di MARR ditentukan sebesar 18% per tahun. Penyelesaian : 1. 2. Sewa (kontraktor) : AW(18%) = Rp.30 juta/tahun Beli - Kelola Sendiri : AW = {40(A/P,18%,5)-10(A/F,18%,5)}

+15+{5(P/F,18%,4)+10(P/F,18%,5)}(A/P,18%,5) = {40(0,3198) - 10(0,1398) + 15 + {5(0,5158) +10(0,4371)}(0,3198) = Rp.31,41 juta/tahun Dipilih sewa kontraktor, karena biaya ekivalen tahunannya lebih rendah.

EVALUASI

1. Seorang kontraktor mendapatkan suatu proyek besar yang diperkirakan berlangsung selama 7 tahun. Selama proyek tersebut berlangsung diperlukan mesin khusus yang belum dimiliki. Kontraktor menerima dua penawaran yang mungkin dapat memenuhi kebutuhannya, yaitu: Mesin Harga Beli Biaya pemeliharaan rutin per tahun Biaya pemeliharaan khusus/3 tahun Usia pakai Nilai sisa A Rp 100.000.000,Rp 500.000,Rp 4.500.000,5 tahun Rp 5.000.000,B Rp 125.000.000,Rp 1.000.000,Rp 6.000.000,10 tahun Rp 25.000.000,-

Tentukan mesin mana yang lebih menguntungkan untuk dibeli kontraktor tersebut berdasarkan tingkat suku bunga 10% per tahun. 2. Bandingkan dua rencana usaha pemerintah yang berumur abadi dengan rincian data seperti pada tabel berikut menggunakan tingkat suku bunga 12% per tahun dan annual worth analysis. Kemudian, tentukan rencana mana yang harus diplih. Rencana 1 Investasi awal (Rp.) Biaya pengulangan (Rp.) 250.000.000.000 120.000.000 (setiap 30 tahun) Rencana 2 300.000.000 150.000.000 (setiap 50 tahun)

Biaya operasional (Rp.) : - Tiap 5 tahun, mulai akhir tahun-1 - Tiap 5 tahun, mulai akhir tahun-2 - Tiap 5 tahun, mulai akhir tahun-3 - Tiap 5 tahun, mulai akhir tahun-4 - Tiap 5 tahun, mulai akhir tahun-5 300.000.000 350.000.000 400.000.000 450.000.000 500.000.000 250.000.000 300.000.000 350.000.000 400.000.000 450.000.000

3. Sebuah perusahaan elektronik melakukan investasi sebesar Rp 600.000.000,untuk pengecekan perangkat secara presisi. Selain itu, diperlukan Rp 40.000.000,- untuk mengoperasikan dan perawatan pada tahun pertama, dan Rp 30.000.000,- dalam tiap tahun berikutnya. Pada akhir tahun keempat perusahaan mengubah prosedur pengecekan, menghilangkan kebutuhan untuk perangkat tersebut. Agen pembelian sangat senang untuk dapat menjual perangkat pengecekan sebesar Rp 600.000.000,-. Manager perencana meminta anda untuk menghitung equivalent uniform annual cost dari perangkat tersebut selama empat tahun perangkat tersebut digunakan dengan tingkat suku bunga sebesar 10% per tahun. 4. Sebuah pengilangan minyak menemukan bahwa perlu dilakukan proses pembersihan limbah cair dalam proses pengilangan tersebut. Departemen teknik memperkirakan proses pembersihan limbah cair tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp 300.000.000,- pada akhir tahun pertama. Dengan membuat proses dan rencana perhitungan, diperkirakan ongkos akan meningkat Rp 30.000.000,- setiap tahunnya. Sebagai alternatif, spesialisasi perusahaan pembersihan limbah, Hydro-Clean, menawarkan kontrak untuk memproses limbah tersebut untuk 10 tahun dengan biaya tetap sebesar Rp 200.000.000,per tahun, dibayar pada setiap akhir tahun. Setelah itu tidak diperlukan lagi perlakuan terhadap sampah setelah 10 tahun. Jika Manager pengilangan menghitung 8% bunga apakah dia harus menerima tawaran tersebut?

REFERENSI
1. Raharjo, Ferihanto.EKONOMI TEKNIK : Analisis Pengambilan Keputusan, ANDI Yogyakarta, 2007. 2. Ginting, Risdiyanto.Diktat Ekonomi Teknik, Universitas Sumatera Udara, 2006.