Gerak Melingkar Untuk SMA Kelas X (Modul ini telah disesuaikan dengan KTSP

)
Penulis : I Wayan Mudiyasa,SPD,MMPd Kelas : X J
Materi Bimbingan Belajar Tujuan Pembelajaran Kompetensi Dasar : Gerak Melingkar : Untuk Mengetahui Ruang Lingkup Gerak Melingkar : Menganalisis Gerak Melingkar Menggunakan Vektor : 1. Menganalisis Besaran Kecepatan dan Percepatan menggunakan Vektor. Vektor. 2. Menganalisis Besaran yang Berhubungan Antaran pada Gerak Melingkar dengan Laju Konstan

Indikator

BesaranBesaran-besaran Fisika Pada Gerak Melingkar Pada gerak melingkar memiliki tiga komponen besaran utama yaitu periode frekuensi. dan percepatan sudut 1. Hubungan antara periode dan Frekuensi dinyatakan sebagai : 1 T! 2 . penuh. Frekuensi dalam gerak melingkar adalah waktu yang diperlukan benda untuk menempuh satu lingkaran penuh. kecepatan sudut. Periode dan Frekuensi Periode dalam gerak melingkar adalah waktu yang diperlukan benda untuk menempuh lintasan satu lingkaran penuh. penuh. posisi sudut. percepatan sentripetal.

Percepatan Sentripetal  Percepatan Sentripetal adalah kecepatan menuju pusat lingkaran tegak lurus dengan komponen percepatan. Rumus Percepatan Sentripetal V2 aS ! ! r 2 r Dengan : as = besar kecepatan sentripetal (m/s2) V = kelajuan linear (m/s) r = jari-jari lingkaran (m) jari- . percepatan.

yaitu dengan kalimat polar (r. ) sebagai berikut : x : r cos y : r sin r = Tan x2  y2 y r = .y).y). ada cara lain yang lebih (x. Akan tetapi.y). mudah untuk menyatakan posisi titik A. jam. besar x dan y dalam koordinat cartesius selalu berubah. Besaran berubah. Sekarang tinjau sebuah benda tegar berotasi pada bidang xy terhadap sumbu tetap melewati titik pusat dan tegak lurus bidang gambar. maka kita dapat menyatakan setiap saat pada koordinat cartesius (x. ). Apabila kita hanya meninjau sebuah partikel benda tegar di titik A yang berjarak tetap r dari titik O.y). Sedangkan dalam koordinat polar hanya yang berubah.y) dan koordinat polar (r. gambar. Selama berotasi. Berdasarkan rumus trigonometri dan pythagoras dapat dinyatakan hubungan antara koordinat kartesius (x.Posisi Sudut Posisi sebuah tenda dapat dinyatakan dengan dalam koordinat (x. (x. disebut posisi sudut yang diukur terhadap sumbu x berputar berlawanan arah dengan gerak jarum jam. berubah.

berarti lintasan s sama dengan keliling lingkaran.Posisi sudut dari suatu partikel yang bergerak sepanjang busur lingkaran sebesar s yang berjarak r dari sumbu putarnya memenuhi hubungan : s = r : radian (rad) s r : panjang busur : jari-jari lingkaran Apabila partikel menempuh satu putaran penuh. sehingga diperoleh : s 2T r = = r r = 2 T rad .

30 = 2 6. Kecepatan Sudut Kecepatan sudut rata-rata suatu partikel didefinisikan sebagai laju perubahan posisi sudut U terhadap interval waktu Ut ( r = (t = r  2 t 2  t1 1 = Kecepatan sudut (rad/s) = posisi sudut (rad) t = waktu (s) .Putaran penuh 2 T rad 1 rad = 3600 = 3600 360 0 360 ! ! 57.28 Jadi. dapat disimpulkan bahwa 1 rad adalah besar sudut dihadapan suatu busur yang penjangnya sama dengan radius lingkaran.

maka kecepatan sudut sesaat dapat dinyatakan sebagai : = tan Percepatan Sudut Percepatan sudut rata-rat ar didefinisikan sebagai laju perubahan kecepatan sudut sesaat U terhadap interval waktu : ar = (  1 ! 2 (t t 2  t1 Satu Percepatan sudut adalah radian per sekon kuadrat atau disingkat rad/s2. .Bagaimana dengan kecepatan sudut sesaat ? Kecepatan sudut sesaat kita peroleh dengan membandingkan perubahan waktu yang sangat singkat. secara Matematis kita tulis : r = ( (t Ut sangat kecil Kecepatan sudut sesaat di definisikan berdasarkan tafsiran geometris sebagai gradien garis singgung kurva posisi sudut terhadap waktu t.

a = tan F Contoh soal : 1. Jika F adalah sudut kemiringan garis singgung terhadap sumbu waktu t maka percepatan sudut dapat dinyatakan sebagai.22 = 6+8 = 14 rad . Sebuah roda berputar pada suatu poros yang tetap sehingga suatu titik pada roda memenuhi persamaan (t) = 3t + 2t2 dengan dalam radian dan t dalam sekon. Tentukan posisi sudut titik tersebut untuk : a) t = 2 sekon b) t = 5 sekon Penyelesaian : a) Untuk t = 2 sekon = 3t + 2t2 = 3.Percepatan sudut sesaat E didefinisikan berdasarkan tafsiran geometris sebagai gradien garis singgung kurva kecepatan sudut terhadap waktu.2 + 2.

b) Untuk t = 5 sekon = 3t + 2t2 = 3.52 = 15 + 50 = 65 rad = (4 + 2t2) rad dengan t 2.5 + 2. Posisi sudut titik pada roda dinyatakan oleh dalam sekon. a) Posisi sudut titik tersebut pada t = 25 b) Kecepatan sudut rata-rata dalam selang waktu t = 0 hingga t = 25 c) Kecepatan sudut pada saat t = 25 .

Penyelesaian : a) = 4 + 2t2 = 4 + 2(2)2 = 4+8 = 12 rad b) ( 2  1 = = (t t 2  t1 12  4 = 20 = 4 rad/s ( 2  1 = = (t t 2  t1 c) 12  4 = 2 = 4 rad/s .

diperoleh v = = r r. kecepatan linear disebut juga kecepatan tangensial. ( (t . dan untuk nilai r tetap. Sehingga diperoleh : v= ( (t Karena s = r. Kecepatan linear dan kecepatan sudut Setiap partikel dari benda yang berotasi memiliki kecepatan linear v partikel bergerak melingkar dengan vektor kecepatan linearnya selalu tegak lurus terhadap jari-jari lingkaran. Oleh karena itu.Hubungan antara besaran rotasi dan Translasi ‡ Perpindahan Linear dan Perpindahan Sudut Hubungan antara perpindahan linear artikel dititik A sepanjang lintasan lingkaran (s) dan pepindahan sudut ( ) dapat ditulis sebagai ‡ s = r.

maka dapat dirumuskan : s 2 .rf t T Satuan SI untuk kelajuan linear (v) adalah m/s Kecepatan sudut adalah hasil bagi sudut pusat dengan selang waktu tempuhnya. karena untuk menempuh sudut pusat 3600 diperlukan waktu tempuh 1 periode (T).r v! ! ! 2 .Persamaan diatas menyatakan semakin besar jarak suatu titik terhadap sumbu rotasi maka semakin besar pula kecepatan linearnya. Karena untuk menempuh sudut pusat 3600 diperlukan waktu tempuh 1 periode (T). Kelajuan linear adalah hasil bagi panjang lintasan yang ditempuh dengan waktu tempuhnya. maka dapat dirumuskan : 2 ! 2 .f = T .

Berdasarkan definisi percepatan linear pada pembahasan tentang gerak lurus.‡ Percepatan linear dan Percepatan sudut Pada benda yang bergerak melingkar. Percepatan tangensial arahnya selalu tegak lurus dengan jari-jari lingkaran. maka : (v at = (t Dengan memasukkan v = r . sedangkan percepatan sentripetal arahnya selalu menuju pusat lingkaran. setiap partikel mengalami 2 komponen percepatan.E Percepatan Sentripetal memenuhi persamaan V2 as = r = 2 c . maka diperoleh at r( = (t = r. yaitu percepatan tangensial at dan percepatan sentripetal as.

Tentukan : . Contoh Soal Pembahasan 1) Sebuah bola diikatkan dengan tali yang panjangnya 2 m dan kemudian diputar horizontal hingga bergerak melingkar beraturan dalam 20 selama 50 putaran. sedangkan percepatan sentripetal menyebabkan perubahan arah kecepatan.Oleh karena itu percepatan linear total partikel adalah penjumlahan vektor kedua komponen percepatan a = at + as 4 a ! a t 2  a s2 ! r 2 a 2   r2 4 ! 2r 2  a 2  ! r a2  4 Percepatan tangensial menyebabkan perubahan besar kecepatan.

a) Periode b) Frekuensi c) Kelajuan Linear d) Kecepatan Sudut Penyelesaian : a) T = t n 20 ! 0.5 Hz .4 s = 50 b) h n = t 20 = 5 = 2.

c) v 2 .4 .3.14 0.4 m/s d) 2 = T = = 2.3.7 rad/s 0.28 ! 15.4 6.r = T 2.14.2 = 0.4 = 31.

14 ! 94.3.2) Seorang tentara mengamati sebuah baling-baling helikopter yang berputar 900 putaran per menit. tentukan : a) Kecepatan sudut baling-baling b) Kelajuan linear sebuah titik di ujung baling-baling jika radius baling-baling 3 m Penyelesaian : a) = 2 T T 3 t ! = n 45 2.2 rad/s = 3 45 .

14.r = T 2.84 x 15 282.3 = 3 45 = = 18.6 m/s .3.b) v 2 .