Anda di halaman 1dari 14

PLANKTONOLOGI ( SP) MATERI MOLLUSCA DAN CRUSTACEA

: OLEH: YUDHAWIRA B. SEMBIRING 26020110130078

33
PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012

I.

Mollusca

Zooplankton atau plankton fauna laut dan samudera yang tersusun atas biota biota yang dikenal sebagai produser sekunder maupun konsumer primer. Peranan zooplankton sebagai produser sekunder maupun konsumer prmer ditunjukkan dengan keanekaragaman jenis biota yang menjadi anggotanya. Denagn keanekaragaman jenis tersebut setiap biota zooplankton memiliki peran sebagai pemangsa pertama terhadap phytoplankton dalam sistem jaring jaring makanan dan sekaligus mangsa bagi biota biota laut lain di tropik level diatasnya. Salah satu biota zooplankton tersebut adalah mollusca. Keberadaan mollusca sebagai produser sekunder dan konsumer primer mempunyai ciri anatomi, morfologi dan fisiologi yang sangat spesifik. Spesifikasi yang menonjol dari Mollusca adalah sebagian dari anggotanya merupakan biota biota laut yang ketika fase larvanya masuk kedalam klasifikasi plankton atau meroplankton. Meskipun demikian terdapat juga zooplankton Mollusca yang selama fase hidupnya tetap sebagai plankton atau holoplankton. Oleh karenanya pengenalan terhadap ciri dan karakterisitik anatomi, morfologi dan fisiologi Mollusca sangatlah diperlukan. Klasifikasi Zooplankton Phyllum Mollusca Klasifikasi zooplankton untuk Phyllum Mollusca tersusun dengan urutan sebagai berikut :

Phylum Class Subclass Ordo Subordo Genus Subclass Ordo Genus Ordo Genus Ordo

: Mollusca : Gastropoda : Prosobranchia : Mesogastropoda : Heteropoda : Atlanta, Carinaria, Hydrobia, Janthina, Pterotrachea : Opistobranchia : Thecosomata ( Pteropoda ) : Cavolina, Clio, Creseis, Spiratella ( Limacina ) : Gymnosomata ( Pteropoda ) : Clione, Pneumoderma : Nudibranchia

Genus

: Glaucus

Tinjauan Umum Zooplankton Phyllum Mollusca Menurut Wimpeny ( 1966 ), Phylum Mollusca memiliki karakteristik sebagai berikut :

1. Mollusca terdiri dari beberapa kelompok dengan jumlah lebih dari 100.000 species 2. Mollusca mempunyai badan yang relatif lunak dan tertututp oleh cangkang yang keras, meskipun beberapa species tidak memiliki cangkang 3. Mollusca sebagian besar adalah bentik, kecuali pada Heteropoda dan Pteropoda. Selanjutnya ditambahkan terdistribusi sangat luas dan terdiri dari lima klas yaitu :

1. Amphineura, yang berarti sebuah bentuk dengan potongan cangkang berjumlah delapan 2. Gastropoda, biasanya bercangkang tunggal dengan bentuk melingkar membentuk kerucut 3. Sachopoda, adalah kelompok kecil yang dicirikan dengan bentuk gading dan terbuka pada kedua ujung 4. Lamellibranchiata, berbentuk sepasang cangkang bivalvia 5. Cephalopoda, dengan bentuk kepala yang dikelilingi dengan tentakel Keempat klas pertama hidup dari awal hingga dewasa kontak dengan air laut. Kecuali pada Cephalopoda, biota biota tersebut pada stadia larva awal hampir sebagian speciesnya mengalami phase plankton yang melayang pasif.

Phase pertama, kadang kadang melalui phase telur, tetapi akan menetas menjadi plankton, yaitu trocophore. Ukurannya sangat kecil, mempunyai mulut menghadap kebawah berbentuk cincin equatorial, yang dilengkapi dengan cilia, berlanjut ke lambung dan berakhir di anus.

Pada tahap berikutnya, kelenjar cangkang tunggal atau ganda beserta cangkang akan berkembang pada satu sisi. Pada daerah sekitar mulut akan berkembang dua cuping ciliata yang akan membentuk organ pergerakan bernama VELUM.

Selanjutnya diantara mulut dan anus, akan tumbuh semacam kaki, yang akan memodifikasi trocophore menjadi berbentuk keong keongan, dan disebut tahap larva VELLIGER . Pada tahap berikutnya, stadia velliger akan berubah menjadi biota dewasa, namun masih dalam bentuk plankton, dan secara bertahap akan tenggelam dan berada pada lapisan dasar hingga menjadi dewasa. Khusus untuk keong-keong laut dan bivalvia, stadia juvenil tersebut dapat dengan mudah dikenali baik species maupun genusnya ketika dijumpai dalam stadia plankton, akan tetapi sangat sulit untuk mengenalinya pada stadia larva.

Pada Klas Gastropoda, sebagian species, bersifat sebagai holoplankton. Contohnya : Janthina fragilis. Gambar 3. Janthina fragilis dengan sekumpulan telur (Wimpeny, 1966) Pada Cephalopoda, phase plankton mempunyai kecenderungan pergerakan aktif sebagaimana nekton, dan berenang baik pada kedalaman maupun permukaan. Hal

Gambar

4.

Toxeuma

belone

ini dikarenakan pada cumi-cumi dilengkapi dengan sepuluh tentakel disekeliling mulutnya dan delapan tentakel pada gurita. Pada klas ini tidak terdapat stadia larva, sehingga bentuk pada waktu muda tidak berbeda jauh dengan bentuk dewasa. Meskipun demikian, khusus untuk Toxeuma belone dan Cirrothauma murray Chun, ukurannya kecil dan pergerakannya pasif mengikuti arus, meskipun sampai dewasa, sehingga seringkali bersifat planktonik.

Tinjauan Umum Plankton Mollusca SubClass Prosobranchia Biota zooplankton Mollusca SubClass Prosobranchia secara umum adalah stadia larva dari biota Mollusca. Newell dan Newell ( 1977 ) menyatakan bahwa pada daerah bermusim sedang zooplankton larva Mollusca dapat dijumpai pada perioda musim semi, musim panas dan musim gugur, namun sebagian besar species muncul di musim panas. Sebagian besar ( 60 % ) biota zooplankton larva Mollusca melalui fase larva yang panjang di daerah pelajik, dimana berkaitan dengan keberadaan induknya yang bersifat epifaunistik. Sebagian besar biota prosobranchia melapisi telurnya dengan massa gelatinous atau berbentuk terompet untuk alat menempel pada substrat. Hal ini yang menyebabkan tidak banyak telur Prosobranchia yang dijumpai sebagai plankton. Tinjauan Umum Plankton Mollusca SubOrdo Heteropoda 1. Heteropoda hidup dalam kolom air secara planktonik, dimana mengalami reduksi pada cangkanya, dan terdapat kaki dayung yang bertindak sebagai dayung renang. 2. Hampir sebagian besar bentuk Heteropoda mendekati bentuk gastropoda 3. Ukuran heteropoda relatif besar ( diantara 1 4 cm panjangnya ) dan menyerupai bentuk cacing 4. Heteropoda bersifat karnivora dengan memakan zooplankton yang lain. Tinjauan Umum Plankton Mollusca Ordo Archaeogastropoda Telur Archaegastropoda biasanya dikeluarkan langsung ke air, seperti Acmaea virginea dan Gibbula cineraria, dan larvanya akan menetas dalam bentuk trochopore. Tetapi sebagian besar biota ini akan meletakkan telurnya pada massa gelatinous dimana akan

menempel pada substrat dan menetas dalam bentuk veliger, sedangkan tahapan trocophore terabaikan. Biasanya, veliger tersebut akan dilengkapi di sekeliling tubuhnya dengan velum ciliata.

Tinjauan Umum Plankton Mollusca Ordo Mesogastropoda Kelompok ini adalah kelompok prosobranchia yang mayoritas tinggal didaerah intertidal. Telurnya berbentuk non-viviparous dan dilapisi dengan bahan gelatinous serta melekat pada substrat. Telur biota ini jarang dijumpai sebagai plankton kecuali pada Littorina littorea dan Littorina neritoides.

Gambar 5. Littorina littorea dan Littorina neritoides ( Newell & Newell, 1977 )

Gambar 6. Contoh Larva Gastropoda dari Ordo Mesogastropoda

Bentuk stadia pertama adalah veliger ( gambar 5 dan 6 ). Hal ini dicirikan dengan munculnya lobus velum. Jumlah dari lobus velum bervariasi, biasanya dua buah, terkadang ada yang empat, khusunya pada larva yang baru menetas, sedangkan pada perkembangan berikutnya bisa menjadi empat atau enam. Keseluruhannya akan berkembang terus menerus sepanjang tahapan larva, dan akan menjadi berjumlah delapan sebelum tahapan metamorfosa selanjutnya.

Tinjauan Umum Subordo Pteropoda 1. Pteropoda dikenal dengan sebutan kupu kupu laut dan sangat melimpah 2. Ukuran Pteropoda relatif lebih kecil dibandingkan dengan heteropoda, dengan kisaran panjang 1 2 cm 3. Pteropoda bermakna kaki yang melayang, dalam hal ini karena terdapat modifikasi yang bertindak sebagai dayung renang 4. Pteropoda memiliki dua bentuk : a. Ordo Thecosomata : bercangkang b. Ordo Gymnosomata : Tanpa cangkang 1. Cangkang Pteropoda pada bagian luarnya tersusun atas bahan aragonit, yaitu sejenis calcium catbonat yang merupakan salah satu komponen penting dalam sedimen 2. Pteropoda tanpa cangkang merupakan salah satu pakan yang penting bagi paus 3. Setiap bentuk pteropoda mempunyai cara / kebiasaan makan yang berbeda :

a. Cangkang Pteropoda akan menjebak partikel makanan, seperti phytoplankton, beberapa bakteri dan zooplankton kecil, dengan menggunakan lapisan mucus yang transparan b. Partikel makanan tersebut selanjutnya akan dijebak kedalam jaring jaring, mucus dan secara perlahan akan terretraktasi ( tergeser ) menuju ke mulut Pteropoda c. Pteropoda tanpa cangkang bersifat carnivora eksklusif dengan makanan selain zooplankton

Spriratella retroversa Gambar 7. Contoh Larva Gastropoda dari Subordo Pteropoda Ordo Newell, 1977 ) ( Newell and Thecosomata

A. Clione limacina B, C., D., Pneumodermopsis paucidens

Gambar 8. Contoh Larva Gastropoda dari Subordo Pteropoda Ordo Gymnosomata I. Crustacea

Crustacea adalah hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air tawar. Ciri-ciri crustacea adalah sebagai berikut: a. Struktur Tubuh Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut). Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit. Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu: 1) 2 pasang antena

2) 1 pasang mandibula, untuk menggigit mangsanya 3) 1 pasang maksilla 4) 1 pasang maksilliped Maksilla dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut. Alat gerak berupa kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen) dan berfungsi untuk berenang, merangkak atau menempel di dasar perairan.

Gambar 2. Struktur tubuh Crustacea Cobalah perhatikan gambar di atas! Anda cari/tunjukkan organ struktur tubuh pada bagian kepala dada dan perut.

b. Sistem Organ 1) Sistem Pencernaan Makanan Crustacea berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan. Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan esophagus, lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior. Hewan ini memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala dada di kedua sisi abdomen. Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala. 2) Sistem Saraf Susunan saraf Crustacea adalah tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat peraba), statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai. 3) Sistem Peredaran Darah Sistem Peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka. Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap O2 (oksigen) rendah.

4) Sistem Pernafasan Pada umumnya Crustacea bernafas dengan insang. Kecuali Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya. 5) Alat Reproduksi Alat reproduksi pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa Crustacea rendah. Alat kelamin betina terdapat pada pasangan kaki ketiga. Sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara eksternal (di luar tubuh). Dalam pertumbuhannya, udang mengalami ekdisis atau pergantian kulit. Udang dewasa melakukan ekdisis dua kali setahun, sedangkan udang yang masih muda mengalami ekdisis dua minggu sekali. Selain itu udang mampu melakukan autotomi (pemutusan sebagian anggota tubuhnya). Misalnya: udang akan memutuskan sebagian pangkal kakinya, bila kita menangkap udang pada bagian kakinya. Kemudian kaki tersebut akan tumbuh kembali melalui proses regenerasi. a) Branchiopoda Contoh: Daphnia pulex dan Asellus aquaticus. Hewan ini sering disebut kutu air dan merupakan salah satu penyusun zooplankton. Pembiakan berlangsung secara parthenogenesis.

Gambar 4. Contoh : Branchiopoda b) Ostracoda Contoh: Cypris candida, Codona suburdana. Hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan dapat bergerak dengan antena.

c) Copepoda Contoh: Argulus indicus, Cyclops. Hidup di air laut dan air tawar, dan merupakan plankton dan parasit, segmentasi tubuhnya jelas.

d) Cirripedia Contoh: Lepas atau Bernakel, Sacculina. Tubuh dengan kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup di laut melekat pada batu atau benda lain. Cirripedia ada yang bersifat parasit Cara hidup Cirripedia beraneka ragam. Salah satu diantaranya adalah Bernakel yang terdapat pada dasar kapal, perahu dan tiang-tiang yang terpancang di laut atau mengapung di laut.

Malakostraca (udang tingkat tinggi) Hewan ini kebanyakan hidup di laut, adapula yang hidup di air tawar. Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks yaitu kepala dan dada yang bersatu serta perut (abdomen). Malakostraca dibagi menjadi 3 ordo, yaitu Isopoda, Stomatopoda dan Decapoda.

a)

Isopoda Tubuh pipih, dorsiventral, berkaki sama. Contoh: - Onicus asellus (kutu perahu) - Limnoria lignorum Keduanya adalah pengerek kayu.

b) Stomatopoda Contoh: Squilla empusa (udang belalang). Hidup di laut, bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna yang mencolok. Belakang kepala mempunyai karapaks. Kepala dilengkapi dengan dua segmen anterior yang dapat bergerak, mata dan antena. c) Decapoda (si kaki sepuluh) Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam. Hewan ini mempunyai sepuluh kaki dan merupakan kelompok udang yang sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia. Decapoda banyak digunakan sebagai sumber makanan yang kaya dengan protein. Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan. Kepala dada menjadi satu (cephalothorax) yang ditutupi oleh karapaks. Tubuh mempunyai 5 pasang kaki atau sepuluh kaki sehingga disebut juga hewan si kaki sepuluh. Hidup di air tawar, dan beberapa yang hidup di laut. Beberapa contoh Decapoda berikut uraiannya, yaitu: - Udang 1. Penacus setiferus (udang windu), hidup di air payau, enak dimakan dan banyak dibudidayakan. 2. Macrobrachium rasenbengi (udang galah), enak dimakan, hidup di air tawar dan payau. 3. Cambarus virilis (udang air tawar) 4. Panulirus versicolor (udang karang), hidup di air laut dan tidak memiliki kaki catut. 5. Palaemon carcinus (udang sotong) Ketam 1. Portunus sexdentatus (kepiting) 2. Neptunus peligicus (rajungan) / Pagurus sp. 3. Parathelpusa maculata (yuyu) 4. Scylla serrata (kepiting) 5. Birgus latro (ketam kenari)

d) Peran Crustacea bagi Kehidupan Manusia Jenis Crustacea yang menguntungkan manusia dalam beberapa hal, antara lain: 1) Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang, lobster dan kepiting. 2) Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi sumber makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda danCopepoda. Sedangkan beberapa Crustacea yang merugikan antara lain: 1) Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopoda. 2) Parasit pada ikan, kura-kura, misal oleh anggota Cirripedia danCopepoda. 3) Merusak puematang sawah ata saluran irigasi misalnya ketam. Sekarang marilah kita pelajari kelas yang ke 2 yang termasuk ke dalamArthropoda yaitu Arachnida.

II. Soal dan Jawaban 1. Mollusca a. Phase pertama pada mollusca, kadang kadang melalui phase telur, tetapi akan menetas menjadi plankton, yaitu. . . . . . . . Trokophor a. Apa yang anda ketahui tentan vellum dan velliger?

Vellum adalah kelenjar cangkang tunggal atau ganda beserta cangkang akan

berkembang pada satu sisi. Pada daerah sekitar mulut akan berkembang dua cuping ciliata yang akan membentuk organ pergerakan Velliger adalah diantara mulut dan anus, akan tumbuh semacam kaki, yang akan memodifikasi trocophore menjadi berbentuk keong keongan 1. Crustacea a. Kutu air sering disebut dengan . . . . . Branchiopoda a. Sebutkan 4 pembagian clas pada crustacea Branchiopoda, ostracoda, copepod, cirripedia