A.

Selayang Pandang
a. Sejarah Kotim
Ditulis oleh Admin Kamis, 30 Juni 2011 11:21 Sampit sebagai Ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan salah satu kota terpenting di Provinsi kalimantan Tengah. Di samping karena secara ekonomis merupakan daerah kabupaten yang relatif maju juga karena terletak di posisi yang strategis. Dilihat dari peta regional Kalimantan Tengah, kota Sampit sebelumnya terletak di tengahtengah dan ini menyebabkan posisinya sangat strategis. Misalnya, warga dari Buntok mau ke Pulau Jawa, maka akan lebih dekat jika melewati Kota Sampit daripada harus ke Kota Banjarmasin. Begitu pun kalau dari Palangkaraya, Kuala Pembuang, maupun Kasongan. Jadi, posisi strategis tersebut akan meningkatkan keunggulan komparatif pelabuhan laut Sampit yang dimiliki daerah ini, terutama akan menarik perekonomian dari kabupaten yang ada di sekitar wilayah Kotawaringin Timur. Kota Sampit terletak di tepi Sungai Mentaya. Dalam Bahasa Dayak Ot Danum, Sungai Mentaya itu disebut batang danum kupang bulan (Masdipura; 2003). Sungai Mentaya ini merupakan sungai utama yang dapat dilayari perahu bermotor, walaupun hanya 67 persen yang dapat dilayari. Hal ini disebabkan karena morfologi sungai yang sulit, endapan dan alur sungai yang tidak terpelihara, endapan gosong, serta bekas-bekas potongan kayu. Hingga kini, yang masih menjadi pertanyaan banyak orang adalah asal kata Sampit itu sendiri. Menurut beberapa sumber, kata Sampit berasal dari bahasa Cina yang berarti ³31´ (sam=3, it=1). Disebut 31, karena pada masa itu yang datang ke daerah ini adalah rombongan 31 orang Cina yang kemudian melakukan kontak dagang serta membuka usaha perkebunan (Masdipura; 2003). Hasil usaha-usaha perdagangan perkebunan ketika itu adalah rotan, karet, dan gambir. Salah satu areal perkebunan karet yang cukup besar saat itu yakni areal di belakang Golden dan Kodim saat ini. Pada 1795-1802 terjadi peperangan sengit antara Belanda melawan Inggris. Hal ini mengakibatkan terjadi pemindahan pemukiman warga Samit ke pedalaman, tepatnya ke Kota Besi. Pemindahan itu tak terlepas dari adanya gangguan para bajak laut terhadap desa-desa di muara Sungai Mentaya. Pada 1836, eskader Belanda akhirnya dapat menghancurkan gerombolan bajak laut pimpinan Koewardt yang berkekuatan 25 perahu di sekitar Teluk Kumai dan Tanjung Puting. Tokoh bajak laut Koewardt akhirnya tewas dan dikuburkan di sekitar Ujung Pandaran. Hingga kini, Kuburannya itu dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Setelah merasa aman, pada 1836, penduduk kumudian pindah ke Seranau yang dulunya bernama Benua Usang (sekarang: Mentaya Seberang) di mana para pedagang-pedagang Cina waktu itu juga mulai berdatangan dan menetap di sana. Namun, sesuai kepercayaan masyarakat Cina, bahwa suatu kota harus dibangun menghadap matahari terbit. Sedangkan Seranau menghadap matahari terbenam,yang menurut perhitungan hongsui Cina dianggap
1

kurang baik. Karena itulah, mereka membangun pemukiman baru diseberang Seranau (Sampit sekarang) yang menghadap matahari terbit. Versi lain, menurut legenda rakyat setempat yang masih hidup kini, bahwa Sampit pada masa itu berbentuk sebuah kerajaan bernama Kerajaan Sungai Sampit dan diperintah oleh Raja Bungsu. Sang baginda memiliki dua putra masing-masing Lumuh Sampit (laki-laki) dan Lumuh Langgana (perempuan). Diceritakan, kerajaan Sungai Sampit akhirnya musnah akibat perebutan kekuasaan antara saudara kandung tersebut. Lokasi kerajaan Sungai Sampit ini diperkirakan sekitar perusahaan PT Indo Belambit sekarang (Desa Bagendang Hilir). Beberapa tahun lampau, tiang bendera kapal bekas kerajaan yang terbuat dari kayu ulin besar masih ada dan terkubur lumpur di bawah dermaga PT Indo Belambit tersebut. Bukti-bukti lain yang menguatkan dugaan ini,bahwa di lokasi tersebut pernah pula ditemukan pecahan keramik takala dilakukan penggalian alur parit. Bukti ini kian menguatkan dugaan bahwa di lokasi ini pernah ada Kerajaan Sungai Sampit yang pada masa itu sudah mengadakan kontak dagang dengan bangsa-bangsa luar seperti dari Cina, India bahkan Portugis. Diperkirakan, Kerajaan sungai Sampit berdiri pada masa kekuasaan Dunasti Ming di Cina (abad ke-13).Hal ini dapat dicermati dari ramainya lalu lintas perdagangan dari Cina yang demikian maju sampai kemudian runtuhnya Dinasti Ming dan merek banyak yang lari kearah selatan (Kalimantan). Diceritakan pula, bahwa Putti Junjung Buih,istri dari Pangeran Suryanata, pernah pula berkunjung ke kerajaan sungai Sampit. Seperti diketahui, Pangeran Suryanata (berkuasa antara 1400-1435) adalah seorang pangeran dari kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Prabu Wirakarrama Wardhana sekitar 1389-1435 (Masdipura; 2003). Bila ditelisik lebih jauh, Kerajaan Sungai Sampit ini usianya lebih tua dari Negara Dipa (abad ke-14),sehingga di buku Negarakertagama Kerajaan Banjar tidak tertulis. Terbukti pula, kala Putri junjung Buih hendak dikawinkan dengan Pangeran suryanata,40 kerajaan besar dan kecil pada waktu itu bermufakat untuk menyerang Negara Dipa. Namun, mereka dapat ditaklukkan dan sejak itulah kerajaan-kerajaan itu menjadi vazal Kerajaan Banjar. Buktibukti ini dapat ditelusuri pada Traktat Karang Intan di mana Sampit sebagai salah satu wilayah yang diserahkan kepada VOC. Kota Sampit juga pernah disebut-sebut di dalam buku kuno Negarakertagama. Pada masa itu disebutkan, terutama pada masa keemasan Kerajaan majapahit, yang diperintah oleh Raja Hayam Wuruk dengan mahapatihnya yang tersohor yaitu Gajah mada.Di salah satu bagian buku yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365 itu disebutkan, bahwa pernah dilakukan ekspedisi perjalanan nusantara di mana salah satu tempat yang mereka singgahi adalah Sampit dan Kuala Pembuang. o Perkembangan Islam di Kotawaringin Timur Pada abad ke-15, merupakan abad bercirikan penyebaran agama Islam. Walaupun kerajaankerajaan kecil Islam telah berdiri di pantai timur laut Sumatra sebelum tahun 1300, dan baru akhir abad ke-14 Raja Kutai menjadi pemeluk Islam pertama di Kalimantan. Demikian pula Islam di Sabah pada 1405 dan Brunei pada 1410, Malaka pada 1440, yang ketika itu ramai dikunjungi kapal-kapal dari Cina. Islam kemudian menyebar di pulau Jawa yang pada
2

akhirnya menyebabkan jatunya Kerajaan Majapahit ke tangan Kesultanan Islam Demak pada permulaan abad ke 16, sementara itu, hubungan perdagangan berlangsung terus, dan pengaruh-pengaruh Jawa Hindu tampak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kotawaringin, Kalimantan Tengah dan Sambas, Kalimantan Barat. Namun, di sisi lain, pengaruh Islam yang meningkat di Brunei menjadi suatu pusat baru penyebaran Islam, seluruh penduduk pantai akhirnya memeluk Islam. Di bawah Sultan Bolkiah dari Brunei, Islam pun menyebar ke Filipina, yang merupakan batas tumur pengaruh Islam. Pada awal abad ke-16 itu pula, Islam akhirnya menyebar ke Kalimantan. Semenjak itu pula, kerajaan-kerajaan Islam baru berdiri di Banjarmasin dan Pasir. Abad ke-16 ini merupakan zaman keemasan bagi Banjarmasin yang menguasai pantai-pantai Kalimantan sampai sejauh Sambas dan Sukasada di Barat, Kutai dan Berau di Timur. Brunei juga berkembang dan menguasai Pantai Utara, Sulu dan sebagian Palawan. Sementara itu, masuknya agama Islam ke Kotawaringin Timur tak bisa dilepaskan dari pengaruh Kerajaan Banjarmasin. Seperti diketahui, Kerajaan Sungai Sampit adalah vazal dari Kerajaan banjarmasin (lihat Traktat Karang Intan pada 1 Januari 1817). Bahkan, pada 1844, diketahui cukup banyak penduduk Kotawaringin Timur yang sudah memeluk agam Islam. Mereka bermukin di Sungai Mentaya seperti Tanah Hambau, Tangar, Kawan Batu, Pahirangan, Sumin, Balirik, Tangkaroba, Tambah, Pamintangan,dan Tumbang Kuayan (Masdipura; 2003). Sebetulnya, ada beberapa bukti lain yang mengindikasikan bahwa jauh sebelum itu sudah ada yang memeluk agam Islam di Kotawaringi Timur. Di antaranya adalah sejumlah kuburan tua, misalnya di Mentaya Seberang yang diperkirakan telah berumur ratusan tahun. Di daerah ini ada tiga buah kuburan, yang jika dilihat dari pola dan bentuk batu nisannya sudah beragama Islam. Salah satunya adalah kuburan Datuk Nabe/Ngabei (Jaya Kusuma). Diceritakan, yang dikuburkan tersebut adalah pendatang dari tanah Jawa dan dikuburkan di Mentaya Seberang (dulu: Seranau). Dulunya, tempat kuburan bagi masyarakat Kotawaringin Timur, khususnya Sampit adalah di Seranau. Jadi, bila mereka meninggal dunia akan dikuburkan di Sampit Seberang (Seranau). Kuburan tua lainnya ditemukan di Sungai Lenggana di mana pada batu nisannya tertulis H.Abdurrahman bin H.Abdulah Bugis, lahir 11 Muharram 1103 Hijriah atau 26 Juni 1691 Masehi dan Syech Basiri bin Sayidullah wafat 1500 Masehi, sementara data lahir tidak tertulis. Ada pula Kuburan tua di Kota Besi dan di ketapang. Kuburan-kuburan tua itu menjadi salah satu petunjuk tentang masuknya agama Islam di wilayah Kotawaringin Timur. Ketika Kerajaan Banjarmasin diperintah Sultan Suriansyah Putra Arja Jaya (1580-1620), sang baginda diketahui sudah memeluk Islam. Sejak itu pula, Sultan Suriansyah memerintahkan seluruh rakyatnya untuk segera memeluk Islam. Sementara mereka yang tidak bersedia mematuhi perintah Sultan kemudian menyingkir ke kaki Bukti Meratus yang kini disebut Orang Bukit (Masdipura;2003). Berikutnya, Sultan Suriansyah berkeinginan memasukkan agama Islam ke Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Timur, yang merupakan vazal Kerajaan Banjarmasin. Akan tetapi, ibunda Sultan mengingatkan, bahwa para ketua suku di pedalaman itu masih ada kaitan keluarga dekat, sehingga penyebaran Islam dikhawatirkan malah akan memunculkan kekerasan dan perang saudara.

3

Dalam beberapa kasus, penyebaran agama Islam di kalimantan Tengah, tanpa terkecuali di Kotawaringin Timur, memang sempat menimbulkan ketegangan. Seperti misalnya yang dialami Sultan Mustaim Billah (1656-1678), yang terpaksa berperang melawan mertuanya sendiri Patih Rumbih. Peperangan itu berlangsung di pulau Mintin karena Sultan memaksa istrinya masuk islam. Seperti di pulau Jawa, di mana para Walisongo menyebarkan agama Islam lewat media wayang kulit, begitu juga awalnya di pulau Kalimantan. Kesenian Wayang Banjar dibawa langsung dari Jawa Timur oleh Datu Purbaya semasa Sultan Talillullah (1679-1700) di Banjarmasin dengan gelar Ngabei Surapati Mangkubumi. Hal ini sesuai dengan jantaran berbunyi : Landak sirna narinting tanah mengandung sangkala memet. Ini kemudian disempurnakan dalam wanda keseluruhan melalui Datu Kartasura oleh Mantri Kedaton Kyai Masdipura (1824-1919). Sejak itulah, secara berangsur-angsur agama Islam disebarkan ke daerah-daerah di Kotawaringin Timur. Sebagai bukti, hingga kini masih dikenal adanya kesenian Wayang Banjar, Mamanda serta Kirik, yang masih tumbuh subur di Kotawaringin Timur dan lazim dikenal masyarakat sebagai seni pesisir. o Zaman Pendudukan Hindia Belanda Eksistensi Kabupaten Kotawaringin Timur secara Historis tidak terlepas dari pemerintah Majapahit dan masuknya agama Islam yang berkembang mulai tahun 1620. Pada waktu itu, daerah-daerah pantai Kalimantan Tengah bagian selatan dikuasai Kerajaan Demak. Pada Tahun 1679, Kerajaan Banjarmasin mendirikan Kerajaan kotawaringin yang berlokasi di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, meliputi daerah pantai Kalimantan Tengah termasuk Sampit, Mendawai dan Kuala Pembuang. Sedangkan daerah-daerah lainnya tetap berada di bawah pimpinan kepala suku yang kemudian menarik diri ke daerah pedalaman. Belanda muncul di Kalimantan pada 1598, dan kekuasaan kolonial mulai menancapkan kukunya pada abad ke-17 ketika Inggris dan belanda berusaha untuk memperoleh pijakan dalam perdagangan. Setelah perjanjian dagang yang tak bertahan lama dengan Banjarmasin, maka Belanda akhirnya menguasai kota itu pada 1747. Di utara, kompeni Inggris The British East India Company memperoleh suatu wilayah di Sabah dari Sultan Brunei pada 1784. Sementara itu, sejak ditandatanganinya perjanjian VOC dan Sultan banjar (1787), maka daerah Kotawaringin Timur dikuasai pemerintah kolonial Hindia Belanda. Pada tahun 1917, Belanda mengangkat petugas pemerintahannya dari penduduk pribumi di bawah pengawasan pejabat Hindia Belanda. Kotawaringin Timur pada masa itu merupakan suatu wilayah pemerintahan Onder Afdelling Sampit, yakni setingkat kewedanaan dengan kepala pemerintahnya yakni Kontrolir atau controleur (Asyari;4-6). Secara fisik, kondisi geografis Kotawaringin tidak begitu banyak berubah. Sebelah utara berbatasan dengan Kalimantan Barat (Onder Afdelling Sintang), sebelah timur dengan Sungai Kahayan (termasuk Onder Afdelling Beneden Dayak), sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa, sedangkan sebelah barat dengan Kotawaringin Barat (Onder Afdelling Kotawaringin). Awalnya, Kotawaringin Timur memiliki luas wilayah sekitar 50.700 kilometer persegi, sama dengan luas sebelum era kemerdekaan. Daerah Kotawaringin Timur dilintasi tiga sungai
4

Sejak 9 Oktober 1945. Namun. Selanjutnya. Samuda. luas Kotawaringin Timur menyusut hanya tinggal sekitar 17. Sementara itu. Rumah yang dijadikan kantor Pemerintah republik Indonesia wilayah samuda itu terletak di Basirih Hilir. Pangeran Muhammad Noor sebagai Gubernur Kalimantan. Pemerintah Onder Afdelling Sampit dikepalai oleh Bunken Kanrikan dan Gunco dalam kekuasaan pemerintah Angkatan Laut Jepang. Kotawaringin Timur dipecah menjadi dua kabupaten baru yakni Kabupaten Seruyan dan Katingan. Guru. dalam suatu upacara rapat umum disertai pengibaran bendera merah putih serta diiringi lagu Indonesia Raya dipimpin oleh Darham Ibul bertempat di muka pasar setempat. Dalam perang Asia Timur Raya. dilaksanakan upacara penurunan bendera Jepang dan dikibarkan bendera merah putih. 17 Agustus 1945 di Jakarta. Kotawaringin Timur Cuma memiliki Sungai Mentaya yang membelah Kota Sampit. 2003). sementara Sungai Seruyan dan Katingan termasuk dalam wilayah pemekaran kabupaten baru tersebut. Berita gembira itu kemudian disiarkan serta disebarluaskan melalui Radio Borneo Simbun di Banjarmasin dan Kandangan. Peresmiannya sendiri dilakukan pada tanggal 8 Oktober 1945. Kepala Kampung. Inhutani III yang dulu dikenal dengan nama N. Hamidan dan A.A. pada 24 Agustus 1945. dalam keadaan darurat dibentuklah Pemerintahan RI Wilayah Samuda dipimpin oleh Mohamad Baidawi Udan dengan wakilnya Ali Badrun Maslan. Rivai di Banjarmasin. khususnya setelah kedatangan A. Mereka menempati sebuah kantor sederhana yaitu sebuah rumah yang diserahkan oleh penduduk setempat.A. sampai kemudian datang utusan pemerintahan Jepang dari Banjarmasin. Ini bias ditelusuri dari adanya bukti peninggalan sejarah yakni kawasan Pelabuhan Sampit dan PT. pemerintah Jepang masih bertahan hingga awal September 1945. yang berpusat di Banjarmasin (sekarang Ibu Kota Kalimantan Selatan). tak jauh dari sungai Jajangkit. Bertindak mewakili pemerintah Jepang adalah Bunken Kanrikan Nomura Akira. Sejak itu pula. Seruyan dan Katingan yang mengalir menuju ke Laut Jawa. Bruinzell serta perusahaan Remiling yang bergerak dibidang pertanian. yang menyerahkan pemerintahan Jepang kepada pemerintah RI wilayah Sampit. Akibatnya. di wilayah Samuda.penting yakni Sungai Mentaya. Sampit. Tokoh Masyarakat. Borneo Minseibu. o Zaman Pendudukan Fasisme Jepang Pada zaman penjajahan Jepang (1942-1945). juga disiarkan pengangkatan Ir. Penyerahan secara resmi baru dilakukan dalam sebuah upacara di Lapangan Tugu. Selain berita proklamasi. Kesempatan baik itu dimanfaatkan oleh Soekarno-Hatta atas nama Bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya pada Jum¶at pagi. Acara tersebut diikuti seluruh komponen masyarakat Kota Sampit seperti para Pegawai Negeri. Onder Afdelling Sampit lebih dipusatkan pada kegiatan perdagangan dan industri. Lain halnya di sampit. serta murid-murid sekolah. Pemerintah Republik Indonesia wilayah Samuda mulai bekerja. berita kemerdekaan tersebut baru terdengar di Sampit dan wilayah Kalimantan lainnya. pasca pemekaran wilayah pada 2002. Jepang menderita kekalahan dari tentara sekutu. Saat itu.V.000 kilometer persegi (Eksekutif . 5 . Lantaran keterbatasan sarana komunikasi. pemerintah telah diambil alih oleh Panitia Aksi Kemerdekaan. pada 1 September 1945.

Willeme J. tepatnya pada subuh pukul 04. pada 17 Oktober 1947. maka pada tanggal 29 November 1945 pukul 07. Acara dihalaman kantor setempat itu berlangsung hikmad dan diiring lagu kebangsaan Indonesia Raya. dilakukan rapat pembentukan susunan pemerintahan yang dipimpin oleh Hasyim Djapar dan akhirnya terpilih Abdul Hamid Hasan sebagai Kepala Pemerintahan Setembat (KPS). Pasukan NICA berhasil menduduki Pemerintah RI wilayah Sampit dan Samuda di saat BPKR berangkat ke Banjarmasin memenuhi permintaan untuk membantu mengusir tentara NICA. TKR Samuda Usman H.Awalnya pemerintahan Sampit sempat pula dikuasai pemerintahan Belanda/NICA. Perlawanan sporadic oleh para pejuang kemerdekaan terjadi di beberapa daerah dan dilakukan secara bergerilya. Pemerintahan Republik Indonesia wilayah Sampit diresmikan dalam suatu upacara pengibaran bendera merah putih. Muhammad Baidawi Udan. Amiruddin Emanuel Marawi Jam¶an Suyoto Asal Sampit Kelapa Baru Kahayan Kapuas Kasongan Mangkaluhi Barito Mapulang Barabai Balikpapan Kahayan Hulu Kahayan Hulu Rantau Pulut tak diketahui Ponorogo 6 . Namun. Namun keadaan demikian tidak membuat semangat juang rakyat di wilayah Sampit maupun Samuda menjadi kendur. Bitak G. Rakyat setempat dengan senjata ala kadarnya terus berjuang mempertahankan kemerdekaan RI yang baru saja diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia di Jakarta. Kosasih Bachri Ali Akbar M.00. wilayah Sampit kembali direbut dari tangan musuh pada 29 Nopember 1945. Ke-14 orang itu adalah : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Iskandar J. Yogyakarta. o Masa Pendudukan NICA Tentara Belanda/NICA yang membonceng pasukan sekutu memang terkenal licik. Setelah pengambilan kekuasaan pemerintah berhasil. Ali Badrun Maslan.00 pagi. yang dipimpin secara gabungan oleh Pemuda Indonesia Merdeka Sampit yakni Hasyim Djapar dari PIM/BPRI Sampit. Sementara itu. satu tim pasukan terjun paying (14 orang) diberangkatkan dengan pesawat C-47 Dakota RI-002 dari Lapangan Udara Maguwo. Asan dan Majekur Maslan serta BPRI rombongan sembilan anak buah Bung Tomo. kondisi itu tak berlangsung lama. Pada 7 ± 8 Januari 1946. Pesawat itu membawa pemuda-pemuda berasal dari Kalimantan di bawah pimpinan Mayor Udara Tjilik Riwut dan Amir Hamzah sebagai jumping masters. Darius A. Berikutnya. Melalui pergerakan bersenjata dalam pertempuran heroik yang dikenak dengan nama ³Gerakan Operasi Subuh´.

Di Pulau Kalimantan kala itu terdapat lima pemerintahan federasi yaitu Kalimantan Barat. Negara Sumatera Selatan (1948). yakni Kapten Udara Hari Aryadi Sumantri. dipilihlah cara lewat pembentukan ³negara-negara boneka´. Dayak Besar.00. Pesawat yang membawa para Pejuang RI dalam revolusi fisik (1945-1950) di Bandara Maguwo. dimana pimpinan NICA saat itu dikendalikan Luittenant Gouvernuer General (LGG) Dr. Hadi Sumantri 14 Muh. Pada perkembangan selanjutnya. Sekitar pukul 07. Kalimantan Tenggara. tepatnya di atas Kampung Sambi. H. Negara Madura (1948). Langkah pertama adalam mendirikan Negara Indonesia Timur (NIT) melalui Konferensi Denpasar pada 7-24 Desember 1947. Letnan Muda Iskandar dan Sersan Kosasih. ketiga pahlawan tersebut oleh Pemerintah Daerah Sampit telah ditanam ³Pohon Beringin Iskandar´ di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sampit serta pemberian nama Jalan Iskandar dan Jalan Kosasi di Pusat Kota Sampit.J. Menyadari kenyataan itu. Dahlan Semarang Sampit Komandan pasukan Tjilik Riwut menunjuk selaku Komandan Pasukan Penerjun ini yaitu Letnan Muda Iskandar dan bilamana gugur digantikan M. Sebagai follow up dari pertempuran 15 Juli 1946 di Malino. Penambahan pasukan ini dimaksudkan untuk memperkuat BPKR Sampit dalam menumpas ratusan pasukan KNIL/KL. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya. Dachlan. Pertempuran sengit tak terelakkan. Sesudah itu lahirlah Negara Sumatera Timur (1947). gugur tiga orang pasukan paying. Banjar. Untuk mewujudkan rencana tersebut. mereka kemudian diterjunkan dibelantara Kalimantan. Di Kalimantan sendiri Belanda juga merencanakan untuk membentuk Negara Kalimantan. 7 . kemudian J. niat busuk yang sudah tercium para pejuang republik tersebut mendapat tantangan keras yang diwujudkan dengan penolakan dan perlawanan bersenjata terhadap Belanda. Pemerintah RI di Sampit sempat dikuasai tentara Belanda yang memboncengi NICA. dan satuan-satuan negara kecil lainnya. Pembentukan NIS tersebut tak lain merupakan strategi kolonial Belanda di bawah kamu flase NICA yang sebenarnya berkeinginan kembali menancapkan kukunya di bumi pertiwi. dan Kalimantan Timur.13 H. Van Mook. NIT merupakan negara bagian pertama dari Negara Indonesia Serikat yang direncanakan. Maka. terletak diantara Sungai Arut dan Seruyan serta tak jauh dari daerah Rantau Pulut. Jogjakarta. Negara Jawa Timur (1948). Belanda yang dikenal licik dengan politik de vide et impera-nya kemudian mencari siasat lain untuk menguasai wilayah Indonesia. Belanda membentuk daerah-daerah otonom yang berdiri sendiri dan kemudiannya menggabungkannya kedalam bentuk federasi. Bitak. Itulah sebabnya. yang kemudian menjadi dasar-dasar pembentukan Negara Indonesia Serikat (NIS). Dalam pertempuran tersebut. Negara Pasundan (1948).

Merespon tuntutan itu. agar mempunyai hak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Ketapang. maka diseluruh Daerah Provinsi Kalimantan Tengah telah disiapkan daerah-daerah otonom kabupaten dan daerah-daerah otonom setingkat dengan kabupaten. pada 3 Agustus 1950. Pontianak. Daerah Intimewa Berau dan Bulongan. o Menjadi Kabupaten Sendiri Hingga akhir 1949. tanggal 7 Januari setiap tahun akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi kota Sampit. 8 . Kota Besar Bandjarmasin. daerah Kotawaringin Barat rencananya juga akan dimasukkan ke dalam daerah Bagian dayak Besar menjadi sebuah negara bagian. dewan Kotawaringin tetap bersikeras memperjuangkan Kotawaringin untuk lepas dari pemerintahan Belanda dan hanya tunduk kepada pemerintahan RI yang sah. Murdjani datang ke daerah Kotawaringin di dampingi Mayor Tjilik Riwut dan lain-lain. Pada 14 januari 1946. Kabupaten Kotabaru. Hulu Sungai Selatan. sejak itulah secara resmi Pemerintahan Daerah Otonom Kabupaten Kotawaringin berkedudukan di Sampit di bawah Kepala Daerah Mayor Angkatan Udara Tjilik Riwut (1950-1957). wilayah Kotawaringin telah diterima ke dalam pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai daerah Swapraja Kotawaringin. Dan. pada 1 Mei 1950. Hulu Sungai Selatan. pada 16 April 1950. Hal ini dibuktikan dari adanya perlawanan sporadic di sejumlah daerah yang memang tidak mau lagi berada di bawah lingkungan kolonial Belanda. Barito. Dalam perkembangan berikutnya. Kotawaringin (meliputi kewedanan-kewedanan Sampit Barat. beberapa pemuka Daerah Istimewa Swapraja Kotawaringin mengadakan rapat umum dan mengeluarkan mosi bahwa daerah istimewa tersebut masih tertekan. Banyaknya desakan masyarakat dan mosi yang disampaikan ke Pemerintah RI sementara yang berkedudukan di Yogyakarta. Karenanya. Sanggau. Kotawaringin. Gubernur Kalimantan. Barito. Akhirnya. Daerah Istimewa Kutai. Sampit Timur dan Sampit Utara dan Swapraja Kotawaringin). Sintang dan Kapuas Hulu. Dr. Kotabaru dan Kutai. Kabupaten sambas. Kapuas. Selanjutnya. Beberapa wilayah yang merupakan bentukan sementara menurut Keputusan Gubernur Kalimantan pada 14 Agustus 1950 Nomor 186/OPB/92/14 adalah mencakup Bandjar. Hulu Sungai Utara. Sampit Timur dan Sampit Utara) ke dalam wilayah Pemerintah daerah Otonom Kotawaringin dengan ibukotanya di Sampit. Gubernur Kalimantan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 154/OPB/92/04 yang menyatakan bahwa Daerah Kotawaringin (Onder Afdelling Kotawaringin) disatukan dengan tiga kewedanan (Sampit Barat. mereka meminta kepada Gubernur Kalimantan untuk menghapuskan Swapraja Kotawaringin dan mengubahnya menjadi daerah biasa supaya sama majunya dengan daerah Sampit. Yakni Kabupaten Bandjar. Ini merupakan salah satu politik kotor pemerintah Belanda saat itu dimana tujuannya untuk memecah belah daerah sehingga mudah dikuasai kembali.Daerah Kotawaringin yang pada masa itu berkedudukan di Pangkalan Bun masih menjadi daerah pendudukan tentara Belanda. Maka. Namun. maka dikeluarkan pula Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tanggal 7 Januari 1953 tentang pembentukan (resmi) daerah otonom kabupaten/daerah istimewa tingkat Kabupaten/Kota Besar dalam lingkungan Daerah Provinsi Kalimantan.

di era reformasi yang kemudian disusl penerapan otonomi daerah. HM. Dan peletakan batu pertama pembangunan Kota Palangka Raya pada 17 Juli 1957 itu dilakukan langsung oleh Presiden RI Ir. Kota Sampit di bawah kepemimpinan Bupati Wahyudi K. Ibu Kota Provinsi Kalimantan tengah. Karena itu. Kini. Keinginan itu cukup beralasan. dan Sampit Utara (DAS Katingan) beribukota di sampit dan Kotawaringin Barat (Swapraja Kotawaringin meliputi Kewedanan Kotawaringin) beribukota di Pangkalanbun. Namun demikian. Soekarno. Apalagi. Para tokoh perintis kemerdekaan dan masyarakat Kotawaringin pada saat itu menginginkan Kota Sampit sebagai Ibu Kota Kalimantan Tengah. meliputi Kewedanan Sampit Barat (DAS Seruyan). Anwar dan wakil Bupati Drs. didukung oleh Pelabuhan Sampit yang merupakan outlet pintu masuk dan keluar barang-barang dan jasa dari provinsi Kalimantan. Sampit Timur (DAS Mentaya). dalam sebuah upacara adapt yang dimotori anggota Gerakan Mandau Telawang Pancasila (GMTPS). akhirnya Gubernur Milono (gubernur pada Departemen Dalam Negeri Koordinator Seluruh Kalimantan) menyatakan bahwa DEsa Pahandut dipilih sebagai Kota Palangka Raya. Pada 18 Mei 1957.o Pemekaran Daerah Otonom Keinginan untuk menambah keselarasan dalam menjalankan pemerintahan daerah yang terinspirasi dari UU Nomor 1 Tahun 1957 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan menggantikan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1948. yang membahana bersamaan lengser-nya sang patron Orde Baru Soeharto pada 21 Mei 1998. khususnya setelah dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959. Pemerintah Daerah Otonom Kabupaten yang saat itu dipimpin oleh Tjilik Riwut mempunyai keinginan untuk membagi daerah otonom Kotawaringin menjadi dua wilayah kabupaten dalam wilayah Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah. keinginan itu harus kalah karena aspirasi masyarakat di banyak wilayah Kalimantan Tengah justru menginginkan Ibu Kota Kalimantan tengah berada di Desa Pahandut (saat itu masuk dalam wilayah Kabupaten Kapuas). tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan. Dua Kabupaten ini menjadi bagian wilayah provinsi Kalimantan Tengah. gaungnya juga sampai ke Kota Sampit. berupaya maksimal menangkap aspirasi masyarakat yang berkembang 9 . o Era Reformasi Era reformasi. Amrullah Hadi. Salah satu aspirasi yang dikumandangkan adalah upaya pemekaran wilayah dimana sebelumnya tuntutan aspirasi tersebut dimasa Orba seolah tersumbat. dengan mempertimbangkan bahwa Kota sampit merupakan kota yang cukup tua dan bersejarah dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI serta merupakan salah satu kota maju karena berkembangnya industri kayu sejak zaman Belanda. maka perlu menambah daerah tingkat II di Kalimantan dengan jalan membagi beberapa daerah otonom kabupaten lama menjadi beberapa daerah tingkat II baru dan membentuk kotapraja baru. aspirasi masyarakat sampit kembali mengemuka. Sejak itu pula secara resmi Kotawaringin dipisah menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II Kotawaringin Timur.

Ketiga Kabupaten tersebut adalah Kabupaten Kotawaringin Timur(kabupaten induk mencakup DAS Mentaya seluas 16. dimekarkan menjadi tiga kabupaten.di daerahnya. semua itu dilakukan agar sejalan dengan tuntutan otonomi daerah yang selalu mengacu pada tiga factor mendasar yaitu : (1) Memberdayakan masyarakat. 10 .800 kilometer persegi. dengan 11 Kecamatan beribukota di Kasongan.404 kilometer persegi mencakup lima Kecamatan beribuko di Kuala Pembuang dan Kabupaten Katingan mencakup DAS Katingan dengan luas 17. dengan luas wilayah 16. Kabupaten Seruyan mencakup DAS Seruyan. Penetapan pemekaran itu berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2002. untuk memenuhi aspirasi masyarakat guna mempercepat dan melakukan pemerataan pembangunan. Tentu saja. dan (3) meningkatkan peran serta masyarakat secara aktif dan meningkatkan peran dan fungsi Badan Perwakilan Rakyat Daerah. (2) Menumbuhkan prakarsa dan kreativitas.700 kilometer persegi. Itulah sebabnya.496 kilometer persegi terdiri atas 10 Kecamatan beribukota di sampit. maka Kabupaten Kotawaringin Timur dengan luas wilayah 50.

b. Berakar tunjang 8 (delapan) buah melambangkan bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Angka 59 dan 4 melambangkan tahun dan tanggal disahkannya daerah tingkat II Kotawaringin Timur sebagai daerah otonom. Warna hijau berarti kesuburan Daerah Tingkat II Kotawaringin Timur c. a. Bintang Segi Lima/Bintang Lima Melambangkan Pancasila lambang dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Satu Sungai Melambangkan data monografi sungai mentaya. Talabang (Perisai) pada umumnya adalah salah satu alat penangkis dan kesanggupan mempertahankan diri dengan gagah berani. Didalam Talabang yang berbentuk perisai terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur lambang dengan penjelasan sebagai berikut. Warna merah : melambangkan keberanian dan kepahlawanan Warna putih : kesucian dan kejujuran Warna kuning : kesetiaan dan keluhuran Warna hijau tua : kesuburan dan kemakmuran Warna hitam : keteguhan dan keabadian Warna biru : keterangan c. Akar dan 5 (lima) kelompok daun rimbun melambangkan "pengayoman" yang berasaskan Pancasila. Jukung Patai/Perahu Patai Adalah alat perhubungan khas daerah dalam segala bentuk keperluan lalu lintas sungai d. Dengan penjelasan sebagai berikut : a. Arti Lambang Lambang Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur berbentuk "TALABANG" (Perisai) seg empat dengan warna dasar hijau tua bergaris sisi dengan putih didalam dan merah di luar. Di dalam Talabang terdapat bentuk Tajau (Belanga) yang dilingkari dengan tali yang bermata 59 (Lima Puluh Sembilan) yang didalamnya terdapat lingkaran padi dan kapas berbentuk bulat yang melambangkan kebulatan tekat serta kesetiaan rakyat kepada pemerintah sekaligus melambangkan kekayaan rakyat daerah. 11 . Tajau (belanga) yang dilingkari dengan tali bermata sebanyak 59 (lima puluh sembilan) pada leher terdapat 4 (empat) bunga telinga. b.b. Batang Beringin/Pohon Beringin Melambangkan sejarah nama Kotawaringin serta sekaligus melambangkan satuan pada umumnya.

j. i. Parei/Padi Berwarna kuning adalah makanan pokok Bangsa Indonesia. Motto "Habaring Hurung" "Habaring Hurung" dalam bahasa dayak yang berarti bahandep/gotong royong dalam pita berwarna kuning bagian atas dan warna putih bagian bawah. Angka yang melambangkan disahkannya Daerah TIngkat II Kotawaringin Timur sebagai daerah otonom. 12 . berwarna kuning dan sebanyak 45 butir melambangkan tahun kemerdekaan Republik Indonesia. padi dibawah bintang segi lima melambagkan ikatan persatuan yang tak terberaikan dalam suatu wadah tertentu serta merta sinari cahaya keagungan Pancasila yang dipancarkan oleh bintang segi lima. Sipet Adalah suatu senjata leluhur suku dayak yang paling ampuh. Mandau Adalah suatu senjata tradisional yang diciptakan oleh nenek moyang suku dayak. h. g. f. Tangkai kapas dan padi bersilang ditautkan dengan 17 lingkaran tali. Tali yang melingkar tajau dan ikatan pada kapas.e. Kapas Adalah bahan sandang rakyat Indonesia sebanyak 17 biji melambangkan tanggal kemerdekaan Republik Indonesia. Senjata ini digunakan untuk menghadapi musuh.

Batas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagi berikut : a) b) c) d) Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Katingan. Topografi. Iklim di Kabupaten Kotawaringin Timur pada umumnya termasuk Daerah beriklim tropis basah (lembab) dengan tipe B (menurut Scmidt dan Ferguson) dengan perincian kondisi iklim sebagi berikut : Curah Hujan : 1. Sungai Mentaya memiliki panjang kurang lebih 400 km Dan dapat dilayari sejauh kurang lebih 270 km dengan kedalaman rata ± rata 6 meter dan lebar rata ± rata 400 meter. Sumber daya alam Kotawaringin Timur yang diidentifikasikan sebagai kawasan pembangunan.organosal. a. berikut ini akan diuraikan potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan ekonomi. Kondisi Geografis Letak Geografis Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur secara geografis terletak pada 1120 7¶29´ sampai 1130 14¶22´ Bujur Timur dan 10 11¶50´ s/d 30 18¶51´ Lintang Selatan.Klimatologi.934 mm/tahun (jumlah hari hujan 69 HH) Suhu rata ± rata/ bulan : 270C ± 360C Kelembaban Nisbi : 82 ± 89 % Berdasarkan kondisi eksisting tentang kondisi geografis meliputi karakteritis topografi dan klimatologi Kabupaten Kotawaringin Timur.dimana sebagian besar merupakan dataran rendah yang meliputi bagian selatan sampai bagian tengah memanjang dari timur ke barat. Berdasakan hidrologinya Kabupaten Kotawaringin Timur dialiri oleh 1 (satu) sungai besar yaitu mentaya yang mengalir dari arah utara ke selatan dan bermuara di laut Jawa. dan Penggunaan Lahan Secara umum keadaan Topografi Kabupaten Kotawaringin Timur bervariasi dengan kisaran 0 ± 60 meter diatas permukaan laut.c. dan lithosol. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Seruyan. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Katingan. Sedangkan bagian utara merupakan dataran tinggi yang berbukit yang didominasi jenis tanah padsonik merah kuning dan beberapa bagian lain berjenis alluvial. Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Jawa. Kehutanan 13 .

Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki beberapa objek wisata yang cukup berpotensi dan sangat menarik untuk dikunjungi karena memiliki kekhasan tersendiri.129.898 Ha. 14 .640. Hutan produksi tetap 388.Memiliki potensi hutan kurang lebih 411.97 Ha.000 dan tahun 2008 13.907. Kawasan Pemukiman dan Penggunaan lainnya (KPP) 258. Secara keseluruhan diperuntunkan untuk 6.923.10 Ha. Objek wisata yang dimiliki antara lain : Rumah adat Betang Antang Kalang Tumbang Gagu.375. Pertambangan Potensi tambahan yang telah dikembangkan di Kabupaten Kotawaringin Timur adalah Biji Besi dengan produksi di tahun 2007 sebesar 1.000 c. Hutan produksi terbatas 234.97 Ha.698 dan 2.558. Hutan tanaman industri (HTI) 85. Monumental 625.13 Ha.718.38 Ha. b.00 Ha.230.00 Ha. Dan Kawasan Pengembangan Produksi 595.607.881 serta tanbang emas rakyat dengan produksi tahun 2007 sebesar 31. Arung Jeram di kecamatan Antang Kalang dan Pantai Ujung Pandaran.804.

766.983 18.717 13.801 5 Baamang 31.890 13.79 1.723 9 Pulau Hanaut 11.640 12. Jumlah ini menunjukkan kenaikan sebesar 0.258 21.Rata 2.00 1.d.174 15 L+P 20.01 10.032 35.567 61.642 2 Cempaga 12.343 4 Parenggean 18. Jumlah Desa / Kelurahan.00 316. Berdasarkan Laporan Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2010.258 21.60 20.00 619.241.851 keluarga.57 34.86% dari tahun sebelumnya tahun 2007 (322.00 610.00 Sumber : Laporan Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2010 Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin Tahun 2010 No Kecamatan Jumlah Penduduk Laki .63 1 Antang Kalang 2 Bukit Santuai 3 Parenggean 4 Mentaya Hulu 5 Cempaga Hulu 6 Cempaga 7 Telawang 8 Kota Besi 9 Baamang 10 Seranau 11 Mentawa Baru Ketapang 12 Mentaya Hilir Utara 13 Mentaya Hilir Selatan 14 Pulau Hanaut 15 Teluk Sampit Jumlah dan Rata .427 20. jumlah penduduk per 31 Desember 2010 adalah 422.911 29.891 .860.337 23.37 25.72 24.336 11.Laki Perempuan 1 Kota Besi 10. yang berarti terdapat rata ± rata 4 jiwa dalam satu keluarga.50 19.988 422.983 35.535 12.313 95.347 46.679 25.471 16.567 25.08 55.891 9.860 (Jiwa/Km2) 9.890 95.71 15.32 82.05 14.238 10.50 357. Jumlah Penduduk Dan Luas Wilayah Tiap Kecamatan Tahun 2010 No Kecamatan Luas (Km2 ) Penduduk Kepadatan (Jiwa) 2009 27.00 1.412 10 Antang Kalang 14.614.00 1.00 1.00 16.05 22.766 16. Jumlah penduduk Kotawaringin Timur adalah 324.5 723.88 104.650 27.863 jiwa.00 547.183.32 267.134 26.343 3 Mentaya Hulu 13.83 5.081 jiwa).651 8 Mentaya Hilir Selatan 13.679 17.240 23.21 591.650 9.860 jiwa.979 6 Mentawa Baru Ketapang 49.598 9.98 16.00 318.124 7 Mentaya Hilir Utara 8.975.00 1.134 26. Demografi Berdasarkan hasil Registrasi Penduduk pada akhir tahun 2008 yang dikumpulkan BPS Kotawaringin Timur.496.483 7.240 61. Jumlah keluarga pada tahun 2007 adalah sebesar 79.471 16.774.

358 17.988 13.743 4.529 7.128 0 Cempaga Hulu 12.438 12.508 0 Antang Kalang 12.721 74 35 0 118 Selatan Teluk Sampit 8.073 1.25 4.671 164 1.Laki Perempuan Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) 1 2006 164.474 324.303 140 137 Cempaga 14.480 11.930 152 Bukit Santuai 4.745 2.415 19.389 154.458 19.001 49 349 39 0 Mentaya Hilir 11.101 865 846 4.708 55 30 565 0 Utara Kota Besi 14.102 4.236 166.532 1.048 12 Mentaya Hulu 16.108 322.863 .400 1.384 9.948 8.129 324.618 4.771 6.709 220.756 2 2007 168.748 5 Jumlah 270.677 3.809 4.427 9.694 1.312 347.145 15.03 6.231 659 Ketapang Seranau 11.238 873 782 91 Telawang 8.959 17.032 422.451 30 13 0 0 Pulau Hanaut 19.081 3 2008 170.642 7.544 312.212 148.118 20 0 0 0 Mentawa Baru 56.355 1.323 22.380 8.181 25.138 66.313 18.217 6.226 % 83.060 13.337 17.94 0.666 1.548 5 2010 220.117 422.973 153.117 9.894 6.910 27.933 9.275 712 52 449 52 Baamang 38.995 22.990 40.743 202.558 4.862 784 571 964 0 Parenggean 21.863 4 2009 181.175 2.250 2.695 9.860 Sumber : Laporan Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2010 Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin Tahun 2006 ± 2010 No Tahun Laki .860 Sumber : Laporan Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2010 Jumlah Umat Beragama didaerah Kabupaten Kotawaringin Timur Kecamatan Agama Islam Kristen Katholik Hindu Budha Protestan (1) (2) (3) (4) (5) (6) Mentaya Hilir 21.38 Sumber : Kotawaringin Timur Dalam Angka 2008 16 Jumlah (7) 21.41 5.860 287 255 1.094 1.086 22.11 Teluk Sampit 12 Seranau 13 Cempaga Hulu 14 Telawang 15 Bukit Santuai Jumlah 5.

Yani : Hj. 21 Pebruari 1976 Islam Jl. SE. A. Iswanti.B. Kodeco Kalsel SMPN 1 Batu Licin STM Darusalam Martapura Universitas Riwayat Pekerjaan : : : : Tahun 1988 Tahun 1991 Tahun 1994 Universitas Terbuka Fak. Supian Hadi. Profil a. S. Profil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Identitas Nama Tempat Tanggal Lahir Agama Alamat Data Keluarga Nama Istri : : : : H.MM Riwayat Pendidikan SD PT. Ilmu Komunikasi Tahun 2007 Ketua DPRD Kab Kotim Bupati Kotim Periode 2010-2015 : 17 ..Ikom Kotabaru.

Kotim Pj.Kotim Menjadi Calon Kepala Daerah Staf Khusus Bupati Bid.M Sampit.Kotim Kepala Bappeda Kab. Saadillah Kurik : 01 Juni 1957 : Kapt. CZI Arseta Sabara Lailian Diana.Kotim Kabag.Kotim Pj.Kalteng (PNS) Staf Bappeda Kab. A. Kotim Asisten Ekobang Setda Kab.Kotim Merangkap Plt. Kabid Ekososbud Bappeda Kab.b. Taufiq Mukri. Kabid Dalap Bappeda Kab. Profil Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Identitas Nama Tempat Tanggal Lahir Agama Alamat Data Keluarga Nama Istri Tempat Tanggal lahir Anak : : : : Drs.Sekda Kab.M.Perencanaan Pembangunan Diaktifkan sebagai Kepala Bappeda Kab.ASisten Administrasi Setda Kab. Yani No. HM. A.H.. Perekonomian Sekda Kab.Kotim Ketua Bappeda Kab. 103 Sampit : Hj.Kotim Pj. 21 Desember 1952 Islam Jl. Fatmawati binti H.Kalteng (Capeg) Staf Bappeda Prov.Kasi Anpen Bappeda Kab.Md Rina Rahayu. Kotim Menjalani Masa Pensiun Dilantik menjadi Wakil Bupati 2010-2015 : : : : : : : : : : : : : : : : : 01 Januari 1980 01 Maret 1981 16 September 1982 01 April 1983 01 November 1984 01 Juli 1985 24 April 1993 27 September 1996 17 Pebriuari 2000 04 Mei 2001 08 April 2005 08 Agustus 2005 16 September 2005 26 September 2006 01 Pebruari 2008 28 Agustus 2009 25 ktober 2010 18 . ST Tiara Handayani Riwayat Pendidikan SDN Sampit SMPN Sampit SMAN Sampit Universitas : : : : Tahun 1965 Tahun 1968 Tahun 1971 Sarjana Muda Ekonomi Unlam Banjarmasin Tahun 1978 Sarjana Ekonomi Unpar Palangkaraya Tahun 1984 Sarjana Hukum STIH Habaring Hurung Sampit Tahun 2002 Magister Manajemen Unkris Jakarta Tahun 2000 Riwayat Pekerjaan Staf Bappeda Prov.Kotim Pjs. S.

19 . Mandiri. Dalam kehidupan sosial. keluarga dan masyarakat dalam semangat kedaerahan. regional dan bahkan internasional. Masyarakat yang dinamis adalah masyarakat dengan tingkat kesadaran membangun diri. tidak tergantung pada daerah lain. nelayan. serta secara simultan berupaya menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan investasi dan dunia usaha dalam tataran perkembangan dunia yang makin mengglobal. sehingga kemajuan yang diinginkan adalah kemajuan yang menjunjung semangat kelestarian budaya dan lingkungan. Dengan profesionalisme yang tinggi diharapkan Kabupaten Kotawaringin Timur akan berkembang dengan baik di masa depan dengan kekuatannya sendiri. kebangsaan. Dinamis . dan industri kecil dan menengah yang mampu dikelola dengan standar global.c. Pemerataan pembangunan bukan hanya terjadi pada pembangunan fasilitas pemukiman antar ibukota kecamatan. dan Berdaya Saing Dalam Suasana Religius. Diharapkan semua pemukiman mendapatkan pelayanan air bersih. Keadilan harus mampu dilaksanakan pada semua aspek kehidupan dengan tidak ada diskriminasi dalam mendapatkan pelayanan. dan kenegaraan yang utuh. Masyarakat yang berdaya saing adalah tatanan masyarakat madani yang profeisonal.tengah percaturan baik secara lokal. listrik dan persampahan. keterampilan dan good governance. Visi dan Misi o Visi Visi Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2011-2015 yaitu ³Terwujudnya Masyarakat Yang Madani. menyelaraskan pembangunan dengan lingkungan serta menjadi identitas daerah dan pada sisi yang lain memaksimalkan kemajuan teknologi dan informasi secara sinergis demi kemajuan daerah. hasil usaha masyarakat tani. Masyarakat yang mandiri memiliki arti bahwa pemerintah dan masyarakat Kotawaringin Timur diarahkan untuk mengedepankan profesionalisme sehingga pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pegawai dan aparatur pemerintah daerah adalah efektif dan efisien serta menjunjung tinggi asas keahlian. dinamis mengandung makna mempertahankan tradisi luhur dari nenek moyang. Dinamis dalam mempertahankan kondisi ideal yang pernah ada sebagai suatu tatanan budaya . Nilai-nilai positif budaya setempat yang merupakan kearifan lokal. tetapi juga keadilan dalam mendapatkan fasilitias sosial dan sarana prasarana. adanya kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif bagi penanaman investasi berskala menengah dan besar merupakan indikator suatu daerah memiliki nilai kompetitif atau berdaya saing di tengah . Budaya dan kesenian tradisional diharapkan dapat menangkal pengaruh budaya asing yang negatif dan menjadi sumber inspirasi pengembangan kebudayaan di masa yang akan datang. Produktifitas baik pemerintah dalam layanannya kepada masyarakat. nasional. Aman dan Sejahtera´ Masyarakat Madani yang dimaksudkan adalah masyarakat yang memiliki kedaulatan sosial dalam makna lain kesejahteraan akan tercapai jika terjadi keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Kabupaten kotawaringin Timur. menekankan akan tetap lestarinya lingkungan hidup atau melakukan pembangunan yang berwawasan lingkungan. kreatif dan inovatif dalam berbagai sektor kehidupan.

Mewujudkan pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat 3.Menyelenggarakan fungsi dan pelayanan pemerintahan yang aspiratif dan efektif 20 .Meningkatkan pembangunan lingkungan hidup untuk keberlanjutan dan kelestarian pengelolaan sumber daya alam. 4.Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang didasari pengusaan IPTEK dan IMTAQ 2.o Misi Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan misi pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai berikut. 1.

Pada tahun 2007 jumlah penduduk yang terdaftar sebagai murid di berbagai jenjang pendidikan relatif telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Potensi Daerah a. Kesempatan untuk mengenyam semua tingkatan pendidikan baik pendidikan dasar. Sebagaimana terlihat pada Tabel 1.1 Banyaknya Sekolah. Murid dan Guru TK Menurut Kecamatan dan Status Sekolah Sekolah Murid Guru Kecamatan N S N S Ni S 1 2 3 4 5 6 7 8 Mentaya Hilir 0 8 0 259 0 16 Selatan Teluk Sampit 0 0 0 0 0 0 Pulau Hanaut 0 8 0 156 0 14 Mentawa Baru 1 29 66 1838 7 155 Ketapang Seranau 0 4 0 58 0 5 Mentaya Hilir Utara 0 3 0 123 0 3 Kota Besi 1 6 0 244 0 11 Telawang Baamang 0 12 0 255 0 9 Cempaga 0 5 0 184 0 9 Cempaga Hulu 0 3 0 63 0 2 Parenggean 0 17 0 651 0 32 Mentaya Hulu 0 5 0 124 0 8 Bukit Santuai Antang Kalang 0 2 0 55 0 2 Jumlah 2009/2010 2 102 66 3980 7 298 2007/2008 2006/2007 2 100 2005/2006 2 90 Sumber : Kotawaringin Timur Dalam Angka 2008 66 55 3298 3787 7 7 253 322 21 . menengah.C. dan tinggi merupakan upaya yang harus dilaksanakan pemerintah agar terjadi sasaran kualitas sumber daya dapat tercapai. sekolah dan rasio masing-masing. Tabel 1. guru. Tabel 1. dan Tabel 1.1. Perkembangan jumlah anak yang memasuki usia sekolah terus meningkat setiap tahun.2.3 yang menampilkan jumlah murid. Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu untuk mencapai tujuan pembangunan yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Murid dan Guru SD Menurut Kecamatan dan Status Sekolah Sekolah Murid Guru Kecamatan Ni S N Sa N S 1 2 3 4 5 6 7 8 Mentaya Hilir Selatan 22 0 3517 0 166 0 Teluk Sampit 7 0 1438 0 52 0 Pulau Hanaut 19 0 2702 0 107 0 Mentawa Baru 41 8 8893 1427 440 88 Ketapang Seranau 10 2 1289 120 72 6 Mentaya Hilir Utara 11 0 1828 0 99 0 Kota Besi 24 0 2309 234 156 9 Telawang 14 1 2030 333 75 11 Baamang 20 1 5148 57 242 5 Cempaga 20 0 3202 0 152 0 Cempaga Hulu 21 1 2481 519 14 21 Parenggean 31 4 3648 1180 202 55 Mentaya Hulu 24 5 2533 1039 135 43 Bukit Santuai 14 1 1024 183 44 7 Antang Kalang 33 2 4134 373 146 19 Jumlah 2009/2010 311 25 46176 5465 209 264 1 2007/2008 2006/2007 299 24 44230 3409 204 190 8 2005/2006 302 22 40778 3341 216 186 9 22 .2 Banyaknya Sekolah.Tabel 1.

437 592 138 2007/2008 2006/2007 45 2005/2006 39 24 22 8.Tabel 1.349 1.906 2. Murid dan Guru SMP Menurut Kecamatan dan Status Sekolah Sekolah Murid Guru Kecamatan N S N S N S 1 2 3 4 5 6 7 8 Mentaya Hilir Selatan 2 0 523 0 33 0 Teluk Sampit 3 0 73 0 4 0 Pulau Hanaut 4 0 263 0 20 0 Mentawa Baru 6 5 2.570 1.108 193 47 7 Mentaya Hulu 7 2 793 150 46 8 Bukit Santuai 2 1 114 93 19 10 Antang Kalang 4 1 540 189 20 9 Jumlah 2009/2010 61 16 10.3 Banyaknya Sekolah.059 135 54 Ketapang Seranau 3 1 353 124 24 7 Mentaya Hilir Utara 3 0 477 0 35 0 Kota Besi 8 0 589 0 36 0 Telawang 4 2 403 185 32 12 Baamang 2 2 1.059 538 579 99 147 23 .334 2.114 444 62 31 Cempaga 4 975 0 53 0 Cempaga Hulu 3 660 0 26 0 Parenggean 6 2 1.554 8.

Murid dan Guru SMU Menurut Kecamatan dan Status Sekolah Sekolah Murid Guru Kecamatan N S N S N S 1 2 3 4 5 6 7 8 Mentaya Hilir Selatan 1 0 527 0 29 0 Teluk Sampit 0 0 0 0 0 0 Pulau Hanaut 0 0 0 0 0 0 Mentawa Baru 2 4 1.005 612 70 69 Ketapang Seranau 0 1 0 60 0 7 Mentaya Hilir Utara 1 0 169 0 12 0 Kota Besi 1 0 315 0 20 0 Telawang 0 0 0 0 0 0 Baamang 2 0 1.4 Banyaknya Sekolah.370 0 75 0 Cempaga 1 0 304 0 15 0 Cempaga Hulu 1 0 60 0 19 0 Parenggean 1 0 302 0 19 0 Mentaya Hulu 1 1 264 87 16 9 Bukit Santuai 0 1 0 0 0 0 Antang Kalang 1 0 97 0 5 0 Jumlah 2009/2010 12 7 4.Tabel 1.413 759 280 85 2007/2008 2006/2007 2005/2006 24 .

407 138 146 2007/2008 2006/2007 2005/2006 25 .5 Banyaknya Sekolah.985 1.382 279 95 17 Cempaga 0 0 0 0 0 0 Cempaga Hulu 0 0 0 0 0 0 Parenggean 0 1 0 258 0 26 Mentaya Hulu 0 1 0 72 0 18 Bukit Santuai 0 0 0 0 0 0 Antang Kalang 0 0 0 0 0 0 Jumlah 2009/2010 2 9 1. Murid dan Guru SMK Menurut Kecamatan dan Status Sekolah Sekolah Murid Guru Kecamatan N S N S N S 1 2 3 4 5 6 7 8 Mentaya Hilir 0 1 0 131 0 13 Selatan Teluk Sampit 0 0 0 0 0 0 Pulau Hanaut 0 1 0 141 0 12 Mentawa Baru 1 3 603 502 43 52 Ketapang Seranau 0 1 0 24 0 8 Mentaya Hilir Utara 0 0 0 0 0 0 Kota Besi 0 0 0 0 0 0 Telawang 0 0 0 0 0 0 Baamang 1 1 1.Tabel 1.

Sedangkan jumlah perawat 264 orang. Seperti tampak pada tabel 1. jumlah dokter umum 35 orang dan dokter gigi 7 orang. analis kesehatan dan lainnya.1 Prasarana Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur Kecamatan RSU Puskesmas Pustu Polindes Poskesdes 1 Mentaya Hilir Selatan Teluk Sampit Pulau Hanaut Mentawa Baru Ketapang Seranau Mentaya Hilir Utara Kota Besi Telawang Baamang Cempaga Cempaga Hulu Parenggean Mentaya Hulu Bukit Santuai Antang Kalang Jumlah 2 1 3 1 1 1 2 1 1 4 4 4 4 6 4 6 8 5 6 7 6 15 11 0 15 104 104 103 95 5 5 5 2 1 3 3 2 0 1 5 1 5 2 0 2 33 82 13 5 6 0 0 0 2 0 2 3 0 1 2 1 2 0 0 0 15 20 0 0 Posyan du 7 7 6 22 28 6 13 20 0 17 15 13 15 39 0 32 255 247 250 245 1 1 2 1 1 2 1 1 2 2008 1 19 2007 1 18 2006 1 17 2005 1 16 Sumber : Kotawaringin Timur dalam angka 2008 Jumlah tenaga kesehatan di tahun 2008 dibedakan menjadi dokter umum. Dengan makin meningkatnya kondisi sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur seperti yang telah disebutkan.000 jiwa maka jumlah dokter umum dan spesialis masing-masing minimal 105 dan 26 dokter. serta 255 Posyandu yang tersebar di 15 kecamatan. Untuk memenuhi hal tersebut melalui Pemerintah Daerah telah melaksanakan penerimaan tenaga kesehatan. 33 Polindes. tentu saja memerlukan tenaga medis dan paramedis yang cukup untuk melayani masyarakat. Kesehatan Sarana dan prasarana kesehatan yang ada berupa 1 (satu) buah rumah sakit umum daerah. 104 Puskesmas Pembantu. Memperhatikan jumlah penduduk dan jumlah dokter. Tabel 1. 26 . bidan 129 orang serta analis kesehatan dan lainnya mencapai 114 orang yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur. 19 Puskesmas. 15 Poskesdes. dokter gigi. perawat. dalam 5 tahun ke depan jumlah penduduk mencapai 395. bidan.2. maka sesuai dengan pertumbuhan penduduk yang tumbuh rata-rata 2-7% per tahun.b.

Kotim Tahun 2008-2009 Kecamatan Dokter Dokter Dokter Bidan Perawat Spesialis 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Umum 3 2 2 5 1 2 1 0 5 1 1 4 3 0 6 36 35 Gigi 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 6 7 Mentaya Hilir Selatan Teluk Sampit Pulau Hanaut Mentawa Baru Ketapang Seranau Mentaya Hilir Utara Kota Besi Telawang Baamang Cempaga Cempaga Hulu Parenggean Mentaya Hulu Bukit Santuai Antang Kalang Jumlah 2009 2008 7 4 5 13 7 6 1 0 18 10 4 8 10 0 7 100 129 11 6 2 13 5 7 7 0 5 8 8 19 13 0 12 116 264 Kecamatan Apoteker/ Asisten Apoteker 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 Tenaga Gizi Teknisi Medis Sanitasi Kesmas Jumlah Mentaya Hilir Selatan Teluk Sampit Pulau Hanaut Mentawa Baru Ketapang Seranau Mentaya Hilir Utara Kota Besi Telawang Baamang Cempaga Cempaga Hulu Parenggean Mentaya Hulu Bukit Santuai Antang Kalang 2 2 2 10 2 2 2 0 4 2 2 4 2 0 0 27 4 2 2 6 1 2 1 0 6 1 1 5 4 0 7 2 0 1 3 2 1 1 0 2 1 1 3 1 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 31 16 14 51 18 20 13 0 41 23 17 45 34 0 35 .Tabel 1.2 Sumber Daya Kesehatan Kab.

68 6.93 6. Sektor primer (pertanian) merupakan sektor yang kontribusinya terhadap PDRB paling besar.13 24.45 5. Restoran dan Hotel 19.36 0.19 6.99 3. Perekonomian Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2000 laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2007 adalah sebesar 6.94 8.23 2 Pertambangan dan Penggalian 0.75 0. Kotim tahun 2004 dan 2009 atas dasar harga konstan tahun 2000 selama lima tahun terakhir cukup seimbang.52 6.65% per tahun.24 6 Perdagangan.207.703.64 20.65 4.54 2.28 16.91 8 Keuangan.578.38 4.31 0.18 19.59 4.20 3. sedangkan dengan menggunakan jumlah penduduk pertengahan maka jumlah mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.73 10. Laju pertumbuhan ini meningkat dibandingkan dengan laju pertumbuhan tahun 2006 sebesar 5. Persewaan dan Jasa Pers 5.69 40.48 39.46 3.96 3. 7.80 6 Perdagangan.34 5 Bangunan/Konstruksi 2.Jumlah 2009 2008 2 9 36 23 42 35 20 28 0 19 358 560 sumber : Kotawaringin Timur Dalam Angka 2009 Tahun 2010 Dokter Spesialis berjumlah 23 orang c.25 21.46 7.595 sedangkan pada tahun 2006 adalah Rp.62 3.29 0.09 4 Listrik.24 1.93 11. Gas dan Air Bersih 4.93 16.63 6.44 20.54 5 Bangunan/Konstruksi 3.15 42.41 19.92 5. Persentase kontribusi seksot-sektor dalam PDRB Kab.92 3.28 12.25 8 Keuangan.96 5.95 Kontribusi Sektor Ekonomi PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 Kab.21 7 Pengangkutan dan Komunikasi 10.27%.26 11. Kotim Tahun 2004-2009 (persen) No Sektor/Subsektor Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 1 Pertanian 36.56 5.28 5.32 16.45 0.32 15.43 1.36 8.37 0.47 9.40 2 Pertambangan dan Penggalian 4.91 26. Kotim Tahun 2004-2008(persen) No Sektor/Subsektor Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 1 Pertanian 6.83 0.22 6. Pada tahun 2005 PDRB Per Kapita Kab. Gas dan Air Bersih 0.43 7.01 13. 7.618 dan tahun 2007 mencapai Rp.56 11. 28 . Kotim adalah sebesar Rp.79 3 Industri Pengolahan 17.36 40.52 2.03 3.74 0.60 14.09 9 Jasa-jasa 6.53 8.51 2.26 6.80 4 Listrik.35 6.94 8.98 7.05 40.33 0. Pertumbuhan Sektor Ekonomi PDRB atas dasar Harga Konstan Tahun 2000 Kab.08 1.87 7 Pengangkutan dan Komunikasi 4.21 15. 7.09 9 Jasa-jasa 5.04 6.90 5.93%.27 5.41 3.29 0.19 100 100 100 100 100 100 PDRB perkapita dari tahun 2004 sampai 2009 tumbuh rata-rata sebesar 3. Restoran dan Hotel 5.61 5.18 6.35 8.73 10.32 6. Persewaan dan Jasa Pers 2.89 13.319.00 3.78 0.72 4.60 5.20 3 Industri Pengolahan 2.74 7.

228 408.802 7.335 834.755 611. 5.905 Domba 590 805 460 304 Babi 7.300 1. Kambing 9.695 2. Ayam Pedaging 845.444 6.339 12.973 17.1 dan komoditas peternakan yang diusahakan memiliki cukup potensial untuk dikembangkan.189.630 3.000 425.600 405.982 8.904 288.595.369 3.650 5.038 6.207 6. usaha pertanian ini masih tergolong subsistem (menghasilkan untuk kebutuhan sendiri) dan hanya sedikit yang menggunakan input teknologi.460 427.032 378 14. (Ekor) 2. Pada beberapa desa.116 1.772 20.790 8. Kotim Tahun 2009 No 29 .018 11. 8.870.340 5.2 Produksi Daging Tahun 2005-2009 di Kabupaten Kotawaringin Timur Jenis Ternak Tahun 2005 (Ton) 2006 (Ton) 2007 (Ton) 2008 (Ton) 2009 (Ton) 1.346 1.619 167.576 13. Tabel 1.570 24.189 166.322 9.188 808.195. Pertanian dan Peternakan Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur berusaha di sektoer pertanian dalam arti luas.657 989.302 1.774 Kerbau 70 74 36 80 Kambing 2.709 327.918 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.550 Puyuh 15. peternakan dan kehutanan.473.140 16. Domba 1.143 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. 2. 7.856 92 4.308 27.158 1.194.554 15.591 1. 6.596 1.287 1.355 Jumlah 677.791 7. perkebunan. Sapi 383.040 6. 3.500 Itik/Entok 6. 4.528 18. Itik/Entok 9.2009 di Kabupaten Kotawaringin Timur No Jenis Ternak 2005 2006 2007 2008 2009 (Ekor) (Ekor) (Ekor) (Ekor) Sapi 2.950. Kerbau 25.450 703.665 428.500 Ayam Pedaging 487.462 4.465.210 813. perikanan.155 21.611 30.101. Ayam Buras 190.302 Jumlah 1.760 2.031 10.1 Populasi Ternak Tahun 2005 .428 937.386 2. seperti usaha tanaman pangan dan holtikultura.188 1.900 25.723 469.210 1. Kotim Tahun 2009 1.405 13. Komoditas tanaman pangan dan holtikultura yang diusahakan di Kabupaten Kotawaringin Timur dapat di lihat pada Tabel 1.700 4.991 2. 9.083 531.598.699 773.440 204.d. Babi 113.160 3.950 Ayam Buras 171.111 3. Puyuh 935 1.497 2.700 2.265.158 1.012 9.873 Tabel 1.331 19.755 618.155 173.880 4.

136 6.423 19. Ubi 90 867 92 892 98 Jalar 5.3 Luas Panen dan Produksi Pertanian Tanaman Pangan.731 3.204 1.382 14.746 5.745 36. Buah704 2.564 4.060 5.268 119.579 4. Kedelai 21 25 31 37 45 4. Kotim Tahun 2009 Tabel 1.614 17.811 18.175 21.766 73 17 4.599 18.707 497 Kayu 6.812 17.549 17.774 8.008 14.812 87.949 13.598 8. Sayuran 991 3.785 3.310 76.742 6.594 121.385 172 50 951 5. Padi Sawah -.Jenis Komoditi 1.423 35.362 ladang 2.394 93 13 4.189 973 29.728 102 20 1.537 51.476 53.297 14.162 buahan Jumlah 24. Holtikultura Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 Luas Produksi (Ton) Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Panen Panen (Ton) Panen (Ton) Panen (Ton) Panen (Ton) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) 10. Kacang 21 16 18 14 22 Hijau 8.543 19.846 67 14 4.217 4.008 30.107 30.951 90. Padi 6. Padi -.145 42.322 56 18 117 556 83 17 1. Kacang 91 96 67 68 72 Tanah 7.221 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.129 1. Jagung 84 135 47 81 99 3.947 13.636 492 5.201 135 39 1.039 4.611 74 35 109 507 60 18 1.536 856 3.164 30 .451 39.911 31.131 1.152 9.468 38. Ubi 486 5.942 1.801 13.835 4.

Kotim 2009 Jenis Tanaman 31 .7 42.4 30. karet.00 Kelapa Sawit 323.14 Jambu Mente 117 1.071.75 6 0 0 Jumlah 81.662. kopi dan sebagainya.892 169.456 30.3 5 Lada 127 283.965 1.674 2 Kelapa 32.85 607. Jumlah produksi perkebunan pada tahun 2009 dapat di lihat dalam tabel 2.143 28.70 Lada 713 176.881 25.526 2.2 44. Kotim Perkebunan Luas (ha) Produksi (Ton) Karet 44.2 30.00 Kopi 2.6 258.45 Nilam 65 13 Sumber : Dinas Perkebunan Kab.43 Produksi Komoditi Perkebunan Rakyat (Ton) Jenis Komoditi 2005 2006 2007 2008 2009 Perkebunan 1 Karet 26. Perkebunan rakyat yang ada sekarang ini sebagian besar merupakan pengembangan secara swadaya masyarakat (secara tradisional) sebagaimana dirinci pada tabel di bawah ini.537 237.853.150 3 Kelapa Sawit 20.388 246.4 2 2 7 Dan Lainnya 6 1.78 106.422 4 Kopi 793 900.673 170.795.673.30 Kelapa Dalam 41.199 981.905. kelapa.65 142.9 8.574.089 46.2 54.084.649.48 955.824 40.700.55 1.488.4 82.e. Kotim 2009 No Keberadaan Perkebunan di Kab.7 Sumber : Dinas Perkebunan Kab.885.75 Pinang 45 10.150.090 1.567 1. Perkebunan Komoditi perkebunan mencakup hasil tanaman perkebunan baik yang diusahakan oleh masyarakat maupun dikelola oleh perusahaan perkebunan besar seperti kelapa sawit.8 6 Jambu Menthe 14 0.486.

Wanayasa Kahuripan Indonesia PT.499 11.977 10.16 16.676 29. Windu Nabatindo Sejahtera PT.04 Aktif 5 6 7 8 9 10 36. Hati Prima Agro PT. Uni Primacom BUMITAMA GUNAJAYA AGRO GROUP PT.506.732 9.508 6. Dwi Mitra Adhiusaha PT.130 1.16 2. Intiga Prabhakara Kahuripan PT.596 Aktif Aktif .869 Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Perencanaan Total Group Aktif 11 12 13 6. Sapta Karya Damai PT.306 1.395 4. Karya Makmur Bahagia PT.437.8 113.410 32 7. Windu Nabatindo Abadi PT.097.3 Keterangan Total Group Aktif Aktif Aktif 1 2 3 4 7. Mananjung Hanyak MUSIRAWAS GROUP PT. Bakti Kalimantan Sejahtera MAKIN GROUP PT.973 7.3 1.094.448 18. Katingan Penanaman Inti (Ha) 14.891 5.450 4. Windu Nabatindo Lestari PT.530 Penanaman Plasma (Ha) 12.042 8.000 2.Perkembangan Perkebunan Besar Swasta Kelapa Sawit Yang Terdaftar Di Kabupaten Kotawaringin Timur Keadaan S/D Bulan November 2011 No Nama Perusahaan ASAM JAWA GROUP PT.133.

111. Sukajadi Sawit Mekar PT.332 6.100 33. Adhyaksa Dharmasatya WILMAR GROUP PT.114.3 16.065 15. Unggul Lestari BUMI HUTANI LESTARI GROUP PT.998.766. Surya Inti Sawit Kahuripan MUSIMAS GROUP PT.421 10 10 - Aktif Aktif Total Group Aktif Aktif Aktif Aktif 47.51 33 - Total Group Aktif Aktif Aktif 1.06 8. Tunas Agro Subur Kencana HUTANINDO GROUP 2.565.213. Buana Adhitama BEST GROUP PT.250 8.421 4.932.045 11. Mentaya Sawit Mas SINAR MAS GROUP PT.Hamparan Maswit Bangun Persada PT.62 13.314.14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Indah Utama PT.3 4.150 20.342.961.03 41. Maju Aneka Sawit PT. Agro Karya Prima Lestari PT. Karunia Kencana Permai Sejati PT.798 44.812 Aktif Aktif Total Group Aktif Aktif Total Group . Globalindo Alam Perkasa PT. Bumi Sawit Kencana PT.113 2.49 2.22 8.04 12.77 25. Mukti Sawit Kahuripan PT.

Menteng Jaya Sawit Persada PT.28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 PT.723 3.901.620 13. Agro Bukit PT. Borneo Sawit Perdana PT. Hutanindo Agro Lestari AGRO INDOMAS GROUP PT. Nusantara Sawit Persada PT.684 6. Agro Indomas PT.184 1.022 25. Sinar Citra Cemerlang PT.326 5.812 - Aktif Aktif Total Group Aktif Aktif Aktif Aktif 17.138 - Aktif Aktif Aktif Perencanaan Perencanaan Aktif Aktif Aktif Plasma Aktif .Bangkit Giat Usaha Mandiri PT. Karya Makmur Abadi PT.04 - Total group 8.Transindo Bakti Pertiwi PT. Kalimantan Hijau Sentosa PT. Karya Makmur Sejahtera KUALA LUMPUR KEPONG GROUP PT.273. Nabatindo 17. Sawit Mas Parenggean PT.820.54 14. Agro Wana Lestari PT.51 3.04 3.046 650 90 3. Mulia Agro Permai PT.356 6. Sarana Prima Multi Niaga PT. Hutan Sawit Lestari PT.901.100 34 350 248.930 950 4.283.

Karya Makmur Bahagia PT. Tunas Agro Subur Kencana Kec. Cempaga Hulu dan Parenggean . Windo Nabatindo Lestari PT. Swadaya Sapta Putra PT. Wahyu Inti Karya Abadi 4.001 - - Aktif Perencanaan Perencanaan Perencanaan Sumber : Dinas Perkebunan Kab. Bintang Satria PT. Sapta Karya Damai PT. Adhyaksa Dharmasetya PT. Cempaga Hulu Kec.Cempaga Hulu Kec. Hutan Sawit Lestari Kec.Hulu Kec. Parenggean Kec.M. Parenggean Kec. Bayan Perkasa PT. Uni Primacom PT. Parenggean Kec.H. Katingan Indah Utama PT.46 47 48 49 Karya Utama PT. Telawang Kec. Telawang Kec. Kotim 2011 Perkembangan Perusahaan Perkebunan Yang Memiliki Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Di Kabupaten Kotawaringin Timur Keadaan S/D Bulan November 2011 Kapasitas Produksi No Nama Perusahaan Lokasi/Kecamatan Keterangan (Ton / TBS/Jam) 30 Ton TBS/Jam 60 Ton TBS/Jam 45 Ton TBS/Jam 45 Ton TBS/Jam 45 Ton TBS/Jam 90 Ton TBS/Jam 60 Ton TBS/Jam 90 Ton TBS/Jam 45 Ton TBS/Jam 90 Ton TBS/Jam 30 Ton TBS/Jam 45 Ton TBS/Jam 90 Ton TBS/Jam 35 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 PT. Cempaga Hulu PT. Sukajadi Sawit Mekar PT. Parenggean Kec. Maju Aneka Sawit Kec. Bumi Sawit Kencana PT. Karya Makmur Abadi PT. Telawang Operasional Operasional Operasional Operasional Operasional Operasional Operasional Operasional Operasional Tahap Penyelesaian Tahap Penyelesaian Operasional Operasional PT. Cempaga Hulu Kec. Surya Inti Sawit Kahuripan PT.

Kotim 2011 Perkembangan Perkebunan Karet Di Kabupaten Kotawaringin Timur Keadaan S/D Bulan Nopember 2011 Nama Penanama N Pecadanga Penanama Keterang Perusahaa n Plasma o n (ha) n Inti ( ha) an n (ha) PT. Parenggean Mandiri PT. Parenggean Niaga PT. Agro Bukit PT. Sampit 3 (Pengolaha n Karet) f. Swadaya Sapta Kec. Perencan 1 2.82 Inhutani III aan PT. Parenggean Putra Kec. Berdasarkan data geologi Kabupaten Kotawaringin Timur ( Dinas pertambangan dan Energi. bahan galian tambang yang terdapat di Kabupaten Kotawaringin Timur cukup potensial (dapat dilihat pada tabel data dan peta potensi bahan galian tambang diwilayah Kabupaten Kotawaringin Timur) 36 .Bangkit Giat Usaha Kec.Sarana Prima Multi Kec.931. Telawang/ danau Sembuluh Kec.14 15 16 17 18 PT.500 aan Telawang Aktif PT.Cempaga Hulu 90 Ton TBS/Jam 90 Ton TBS/Jam 45 Ton TBS/Jam 45 Ton TBS/Jam 45 Ton TBS/Jam Operasional Operasional Operasional Operasional Operasional Sumber : Dinas Perkebunan Kab.Agro Indomas PT. Tiger Perencan 2 Mandau 3. Pertambangan Gambaran Umum. Tahun 2011) bahwa.

37 .

38 .

10 ha). Adapun hutan secara keseluruhan terdiri (tahun 2008) dari Hutan Lindung (6.679 54. Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lainnya (258. Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki potensial kelautan yang potensial untuk dikembangkan.97 .7 13.7 321.5 Baru/Ketapang Seranau Mentaya Hilir Utara Kota Besi Telawang Baamang Cempaga Cempaga Hulu Parenggean Mentaya Hulu Bukit Santuai Antang Kalang Jumlah Jumlah 190.986.6 0.97 6.5 4.604.7 2.0 105.8 31.0 101.0 0. Hutan produksi Tetap (388.558.5 Mentaya 0 74. sedangkan potensi lahan tambak mencapai 37.8 4.0 Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.0 95.094.8 587.0 0.6 32.6 0.3 251. hutan produksi (104.4 Pulau Hanaut 2. Kotim 2008 h.0 126.Hutan Tanaman Industri (85.97 Jenis Hutan 39 2009 6.71 ha) hutan produksi terbatas (20.38 Ha yang tersebar di 15 kecamatan.13 ha).97 6.0 107.310 ha). Areal Transmigrasi (35.0 10.3 112.0 36.321 ha).1 117.0 4.973.3 268.7 2.7 321.0 0. Luas Lahan Hutan di Kabupaten Kotawaringin Timur Luas Lahan (Ha) 2005 2006 2007 2008 Hutan Lindung 6.0 0. kawasan Pengembangan Produksi (595.0 0.97 6.604. Kehutanan Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki potensi hutan kurang lebih 1.558.0 0.2 421.607.9 102. Disamping usaha penagkapan ikan baik diperairan laut maupun perairan tawar dikembangkan pula usaha pembudidayaan ikan di tambak dan kolam.97 ha). hutan produksi Terbatas (234.194 km2 Ha.8 Selatan Teluk Sampit 2.0 556.804.7 0.0 36.559.705.6 140.1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8.3 268.g.2 185.3 247.9 102.558.7 0.97 ha).236.558.456.0 0.0 0.0 54. Produksi Perikanan Menurut Kecamatan Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Ton Basah) Kecamatan Perikanan Perikanan Darat Perairan Umum Budidaya Laut Mentaya Hilir 3.123.923.2 421.dengan panjang pantai yang dimiliki sekitar 321 km.558.230 ha).50).

604.10 234.71 258.928.973.983.230.094.00 625.50 35.50 1.633.129.52 Rimba 127.230.129.50 35.607.03 No 1 2 2009 180.13 85.607.816. 8 8 38 Sumber : Dinas Kehutanan Kab.094.40 266.230.60 2946.9 7 258.973.65 718.718.10 234.129.1 3 85.753.00 388.275.97 595.804.607.804.50 1.804.923.257.973.67 187. 38 Produksi Kayu di Kabupaten Kotawaringin Timur (M3) Jenis Kayu 2005 2006 2007 2008 Meranti 463.72 7.00 388.76 50.604.86 305.607.094.71 258.388.923.71 258.604.00 625.00 625.10 234.923.3 8 35.923.804.13 85.97 258.71 35.230.10 234.71 229.13 85.02 78.412.923.00 625.973.094.18 6.077.7 1 595. Kotim Tahn 2009 Taman Nasional Hutan Produksi Hutan Tamanan Industri Hutan Pendidikan dan Penelitian Hutan Produksi Terbatas Kawasan Pengembangan Produksi Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lainnya Pulau-Pulau Kecil Kawasan Transmigrasi Perairan Jumlah 388.922.3 1.357.00 388.723.50 40 .3 1.97 595.1 0 595.69 35.48 386.92 35.973.99 Indah Jumlah 591.1.094.129.50 35.00 234.00 625.52 Campuran 3 Kayu 657.604.12 42.230.604.00 388.129.607.804.275.13 85.97 595.158.

id http://www.co.DAFTAR PUSTAKA http://kotimkab.co.radarsampit.id 41 .go.kaltengpos.borneonews.id http://www.id http://www.web.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful