Anda di halaman 1dari 14

LABORATORIUM SISTEM TRANSMISI (WIRELESS)

SINYAL TELEVISI

KELOMPOK TT 4A

Nama Praktikan : Arya Wahyu Wibowo (1309030197) Ira Selfianthy (1309030243) Panji Agung Pambudi (130903009Y) Syahrul Ramadhan (1309030479)
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA SINYAL TELEVISI

I.

TUJUAN
1. Dapat menjelaskan sinyal dan gambar yang ada pada system televise PAL. 2. Dapat menjelaskan fungsi dari sinyal dan gambar tersebut.

II. PENDAHULUAN
Dengan TV kita dapat melihat gambar dan mendengar suara. Gambar dan suara ini diproduksi oleh standar sinyal TV. Standar sinyal TV yang ada di dunia ini ada tiga yaitu PAL (Phase Alternation by Line) yang berasal dari Jerman, NTSC (National TV System Committee) yang berasal dari Amerika dan SECAM (Sequential Coloures A Memoire). Perbandingan dari ketiga system tersebut dapat dilihat pada table berikut ini :
Tabel.1 Perbandingan Standar Sinyal TV

Karakteristik Lines per frame Rame per second Field frekuensi Line frekuensi Video Bandwith Channel Bandwith Video modulation Picture modulation Sound modulation Colour system

PAL 625 25 50 Hz 15.625 Hz 5 MHz 7 MHz Negatif AM FM PAL

NTSC 525 30 60 Hz 15.750 Hz 4 MHz 6 MHz Negatif AM FM NTSC

SECAM 625 25 50 Hz 15.625 Hz 6 MHz 8 MHz Negatif AM FM SECAM

Untuk standar yang dipakai di Indonesia adalah standar PAL. Untuk mengetahui apakah system yang dipakai itu PAL atau yang lainnya dapat dilihat pada frekuensi dari scope trigger. Frekuensi dari line frekuensi dtandar PAL adalah 15.625 Hz dan field frekuensinya adalah 50 Hz (lihat tabel atas). Sinyal alignment berfungsi untuk melihat kelinieran vertical dan horizontal dari pesawat TV. Sinyal alignment dapat dilihat pada gambar berikut : Selanjutnya sinyal yang ada pada system PAL adalah sinyal convergence yang berfungsi untuk pengaturan konvergensi static yang ada pada leher tabung gambar TV.

Sinyal ini apabila dilihat pada layar TV berbentuk kotak-kotak tengahnya terdapat titiktitik. Pola ini dapat diganti warnanya (tersedia pada PAL pattern generator).

Gambar.1 Sinyal alignment dalam bentuk circle chart

Gambar.2 Circle chart menunjukkan ketidaklinieran horizontal

Gambar.3 Circle chart menunjukkan ketidak linieran vertical

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

. . . . . . .

. . . . . . .

. . . . . . .

. . . . . . .

. . . . . . .

. . . . . . .

. . . . . . .

. . . . . . .

. . . . . . .

. . . . . . .

Gambar.4 Sinyal Convergence

Sinyal berikutnya adalah sinyal luminance yang digunakan untuk melihat level penerangan pada layar TV. Pada praktek menggunakan PAL pattern generator, sinyal luminance akan kelihata dari kiri ke kanan semakin gelap. Sinyal chrominance adalah sinyal yang memperlihatkan warna berdasarkan tingkat kecerahannya. Sinyal ini bila digabung dengan sinyal sinkronisasi (burst) maka pada TV akan kelihatan seperti gambar wana. Sedangkan bila sinyal sinkronisasi tidak digunakan maka gambar yang terlihat pada layar TV akan sama dengan sinyal luminance. Sinyal colour atau warna akan menghasilkan warna mulai dari putih hingga hitam. Sinyal blaster adalah sinyal yang digunakan untuk menampilkan warna tertentu. Warna yang ada dan dapat ditampilkan oleh PAL pattern generator adalah warna merah, hijau, dan biru. Juga dapat ditampilkann warna gabungan dari warna-warna tersebut. Sinyal sinkronisasi atau burst diperlukan pada stasiun TV pemancar maupun penerima, sinkronisasi warna dan chrominance. Informasi sinkronisasi dibawa pada muatan video diantara frame-frame dengan waktu pengembalian (retrace) diantara garis-garis. Gambar dilarik secara mendatar 15.750 kali perdetik dan secara tegak 60 kali perdetik.

III. ALAT DAN KOMPONEN YANG DIGUNAKAN


Tabel.2 Alat dan Komponen

No 1 2 3 4 5 6 7

Alat dan Komponen PAL Pattern Generator Televisi berwarna Osiloskop Frekuensi counter T junction BNC to BNC BNC to banana

Jumlah 1 1 1 2 2 3 2

IV. GAMBAR RANGKAIAN

Osiloskop PAL Pattern

TV

Gambar.5 Rangkaian Percobaan

V. LANGKAH KERJA
1. Merangkai rangkaian seperti gambar rangkaian diatas. 2. Menggatur pattern generator PAL pada sinyal alignment, lalu mencatat berapa level tegangan dan level dB-nya pada tabel 3. Menggambarkan apa yang tampak pada TV dan osiloskop pada tabel 4 dan 5. 3. Membandingkan gambar yang ada pada layar TV dengan yang ada di layar osiloskop. 4. Mengulangi langkah 2 dan 3 dengan mengatur secara bergantian sinyal-sinyal yang ada pada PAL pattern generator. Untuk pengesetan sinyal raster dilakukan dengan salah satu warna saja dan gabungan warna-warna tersebut.

VI.

DATA HASIL PERCOBAAN


Tabel.3 Gambar Bentuk Sinyal yang ada di TV, Osiloskop

Keadaan

Level Tegangan (Vpp)

Level Maksimum (dB)


3.52 2.92 0 2.27 (tinggi 0.83)&(tebal 4.6) 26.02dbm 2.27 (tinggi -20)&(tebal 2.27) 0 -0.9&-0.9 2.27 (tinggi -20)&(tebal 2.27) (tinggi 3.52)&(tebal 26.02dbm)

Alignment Convergence Luminance Chrominance Color Raster Raster +Red Raster + Green Raster + Blue Raster +Red + Green Raster +Red + Blue Raster + Blue + Green Raster +Red + Blue + Green

1.5 1.4 1 1.3 Tebal(1.7)&tinggi(1.1) 20mili 1.3 Tebal(1.3)&tinggi(0.1) 1 Tebal(0.9)&tinggi(0.9) 1.3 Tebal(1.3)&tinggi(0.1) Tebal(20mili)&tinggi(1.5)

Tabel.4 Gambar Bentuk Sinyal yang ada di TV, Osiloskop dan Pal Pattern

Kondisi TV Alignment

Gambar Sinyal di Osiloskop Pal Pattern Generator

Convergence

Luminance

Chrominance

Color

Tabel.5 Gambar Bentuk Sinyal yang ada di TV dan Osiloskop

Kondisi Televisi Raster

Gambar Sinyal di Osiloskop

Raster +Red

Raster + Green

Raster + Blue

Raster +Red + Green

Raster +Red + Blue

Raster + Blue + Green

Raster +Red + Blue + Green

VII. ANALISA
Berdasarkan hasil percobaan sinyal TV, maka diperoleh data seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3-5.

Alignment Dilihat dari pola yang dibentuk oleh televisi tersebut melalui input sinyal alignment terlihat tidak proporsional. Karena,pada masing masing busur yang dibentuk antara sudut sudut dari pola persegi panjang tampak tidak sama besar satu sama lain. Garis-garis tersebut tidak terlihat tegak lurus (terlihat patah-patah). Hal itu membuktikan bahwa pesawat televisi tersebut mempunyai tingkat kelinearan kurang baik. Dengan kata lain,dapat disimpulkan bahwa sinyal alignment berfungsi untuk melihat kelinearan vertikal dan horizontal dari pesawat televisi.. Convergence Pada saat kondisi convergence, pola yang dibentuk oleh televisi tidak proposional dimana setiap pertemuan antara garis tampak tidak lurus. Hal tersebut menunjukkan bahwa pesawat televisi ini tidak mempunyai tingkat konvergensi yang cukup baik. Dengan kata lain,dapat disimpulkan bahwa sinyal convergence berfungsi untuk pengaturan konvergensi static yang ada pada leher tabung gambar TV. Konvergensi adalah pendekatan terhadap nilai tertentu, titik tertentu, pandangan umum atau pendapat, atau ke arah yang tetap atau keadaan ekuilibrium. Luminance Luminance adalah ukuran dari sebuah cahaya yang dipancarkan dari sebuah permukaan. Cahaya mungkin dipantulkan dengan radiasi langsung dari sumber pada sebuah permukaan, atau cahaya tersebut dipantulkan oleh sebuah permukaan yang disinari oleh cahaya. Pada hasil percobaan diketahui bahwa Vpp sinyal televisi pada luminance adalah 1 Vpp. Berdasarkan teori idealnya saat luminance berwarna putih atau level maksimum, nilai dari R (merah), G (hijau), dan B (biru) adalah bernilai 1. Dengan melihat hasil pengukuran dan perhitungan tidak terdapat selisih,hasil tersebut bisa sebagai tolak ukur koreksi bahwa televise yang digunakan mempunyai tingkat luminance yang sangat baik.

Chrominance Chrominance adalah tingkat perbedaan 2 warna yang termodulasi kepada sub carrier dan dikombinasikan menjadi sebuah bentuk. Kualitas dari chrominance menunjukkan perbedaan antara area warna dan abu abu natural dari luminance yang sama. Penggunaan informasi chrominance menunjukkan bagian mana dari sinyal video yang memungkinkan receiver warna untuk menjabarkan sebuah area dalam warna dibandingkan dengan monochrome. Jika sinyal chrominance digabungkan dengan sinyal sinkronisasi (burst) maka pada televisi akan terlihat seperti gambar berwarna. Dimana sinyal sinkronisasi adalah suatu sinyal yang selalu diberikan secara periodik dan tetap yang berfungsi untuk mengemudikan jalannya scaning raster disetiap pesawat televisi sehingga pembentukan sinyal video menjadi gambar akan tetap dan tepat susunannya sama dengan posisi semula di bidang raster kamera. Dari hasil pengukuran didapatkan tingkat chrominance dari televisi tersebut adalah 1.3 Vpp. Color Baris warna adalah bentuk standar gelombang warna pada layar receiver warna, delapan baris vertikal yang saling membentuk. Gelombang ini hadir dari 3 warna primer, 3 warna komplementer, putih dan hitam. Mereka tersusun secara menurun dari luminance dimulai dari kiri ke kanan :

Putih

Kuning

Cyan

Hijau

Magenta

Merah

Biru

Hitam

Pada set monochrome, gelombang ini membentuk garis puncak putih pada layar sebelah kiri kemudian diikuti oleh garis garis abu abu yang berkembang secara progresif makin gelap dari kiri ke kanan.

Dari hasil pengukuran didapatkan jarak antara titik terendah ke titik tertinggi adalah 1.1 dan tebal 1.7 Vpp. Hal ini menunjukkan bahwa televisi tersebut mempunyai tingkat pencitraan warna yang kurang bagus.

Raster Sinyal raster adalah sinyal yang digunakan untuk menampilkan warna tertentu. Warna yang ada dan dapat ditampilkan oleh PAL pattern generator adalah warna merah, hijau, dan biru. Selain itu juga dapat ditampilkan warna gabungan dari warna warna tersebut. Dari hasil pengukuran melalui layar televisi didapatkan untuk masing masing raster adalah sebagai berikut : Kondisi Raster Raster + Red Raster + Green Raster + Blue Raster + Red + Green Raster + Red + Blue Raster + Blue + Green Raster + Red + Blue + Green Gambar sinyal di televisi Abu abu Merah Hijau muda Biru tua keabu-abuan Merah muda Biru muda Putih

Hasil percobaan di atas menggambarkan tingkat kejelasan warna pada pesawat televisi tersebut. Pada setiap warna raster, masing masing hasil pada layar televisi telah menggambarkan hasil warna yang sesuai dengan komposisi masing masing raster. Tetapi, hasil percobaan untuk raster + red + green kurang baik karena seharusnya berwarna kuning. Hal ini menggambarkan bahwa untuk pewarnaan raster + red + green kurang baik.

VIII. KESIMPULAN
1. Alignment berfungsi untuk melihat suatu ketidaklineran vertikal dan horizontal suatu sinyal pada pesawat televisi. 2. Convergenceberfungsi untuk melihat pendekatan terhadap nilai tertentu, titik tertentu, pandangan umum atau pendapat, atau ke arah yang tetap atau keadaan ekuilibrium. 3. Luminance berfungsi untuk mengetahui tingkat kecerahan sebuah detail varian antara niali minimum dan maksimum terakomodasi oleh sistem. 4. Chrominance merupakan suatu sinyal yang jika gigabungkan dengan sinkronisasi (burst) , maka hasilnya akan seperti gambar berwarna 5. Sinyal raster digunakan untuk menampilkan warna tertentu. Warna-warna tersebut diantaranya ; Red, Green dan Blue. Dimana dapat disetting pencampuran warnawarna raster tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.patentstorm.us/patents/5548343/claims.html http://en.wikipedia.org/wiki/Convergence http://www.docstoc.com/docs/8628656/Laporan-Kerja-Praktek---SISTEM-PENGOLAHANSINYAL-VIDEO