Anda di halaman 1dari 21

UPAYA MEMANDIRIKAN ANAK SEMENJAK DINI

UPAYA

USAHA

DOA

Mandiri

Kesadaran

Tanggung Jawab

Tindakan nyata

HASIL

DINI

Kanak-kanak

Remaja

Dewasa

Tindakan

Tindakan

Tindakan

HASIL!!!

ORANG TUA

GURU

ANAK

LINGKUNGAN

HASIL

Proses Belajar Mengajar


Guru Dosen Input Siswa Proses Belajar Mengajar Cara, Metode, Kurikulum, dll Output Alumni

Lingkungan

Attitude 75%

Knowledge 10% Skill 15%

Tipe Anak

TYPE V

MEDIA MELIHAT

KET
Gambar, Video, Film, Imajinasi, Alam nyata, dll Verbal, nada, irama, Musik, dll Kegiatan, gerakan, keterlibatan, dll

SUARA

GERAK

Kesalahan Umum dalam Proses Pembelajaran


1. Verbalisme

Ceramah Komunikasi

SISWA Visual (30)

Auditory Kinestetik (40) (30) 90%

Auditory

Ceramah Komunikasi

2. Evaluasi Harian Fikiran True Pintar False Bodoh Perasaan Right Diterima Wrong Ditolak

Skill 15% Attitude 75%

Knowledge 10%

Kunci Pokok

GURU / ORANG TUA

KOMUNIKASI
ANTAR & INTERN

SISWA / ANAK

Peningkatan Level Komunikasi


Level Komunikasi
LVL JENIS KOMUNIKASI INSTRUKTIF INTI PESAN SASARAN PENGARUH JANGKA PANJANG Serdadu, Satpam, Karyawan, dll Guru, Dosen, Instruktur, dll Wira usaha, Manager, CEO, Pekerja Mandiri, dll Pengusaha, Tokoh Masyarakat, Leader, Tokoh Partai, dll Investor, Negarawan,

Menyuruh Memaksa Menjelaskan

Takut Patuh Jelas Faham Sadar Minat

II

INFORMATIF

III

PERSUASIF

Mengetuk Mendorong

IV

MOTIVATIF

Menggerakkan Mambakar

Hasrat Antusias

REKREATIF

Menghibur

Senang Sensasi Baru

JENIS KOMUNIKASI INSTRUKTIF

CONTOH-CONTOH KALIMAT
Kamu harus Pokoknya saya tidak mau tahu Ambil !, Tembak !, Kerjakan! Rajin itu pangkal pandai Hemat itu pangkal kaya Istrinya yang di Surabaya sedang sakit Ayah Ari membawa rantai anjing. Saya yakin, jika anda, maka Saya tahu, kalau anda lebih paham Tindakan (yang akan datang): hari yang lebih (B.B.B) Tidak semua orang bisa, tapi saya yakin Anda Jika sekiranya saya, maka saya Bila gagal, bukan berarti, tetapimaka Saya mau, saya mampu, saya bisa dan saya menang. Presiden dan Tuhan menangis, Camat protes, presiden masuk surga Pengusaha menyogok malaikat Sapi jantan tua yang perkasa

INFORMATIF

PERSUASIF

MOTIVATIF

REKREATIF

Teknik Persuasif & Motivatif

Indera Visual

Pilihan Cara Imajinasi Gambar Nyata Suara = Impian, bayangan, sensasi = Wisuda, hoby, benda, suasana = Pegunungan, pemandangan, pantai, laut, hutan, sawah

Audiotory

= Gelombang (alpha) = Musik (lembut), nada rendah = Dominasi do, re, nafas perut Kalimat = Persuasif, motivatif = Hindari kalimat negatif Kecepatan = (10 s/d 20) kata/menit Usapa, belaian, gandeng tangan, rangkulan, pijatan, pelukan, kecupan, Hentakan, lompatan, kepalan tangan, dll

Kinestetik

Teknik Rekreatif

Rekreatif

Visual

Audiotory

Kinestetik

Lucu = f (V;A;K)

Teknik Humor
Teknik
Eksagarasi

Makna
Melebihkan sesuatu secara berlebihan.

Contoh
Sport jantung Atap langit, sarung jempol Buah yang paling keras Telor yang bisa diinjak Pepaya Bangkok, rumput Manila Dia ditemani herdernya Dia sedang memandikan kucingnya dll Sejak pertama ketemu, saya senang sama ka Mengapa babi menunduk? Sopia dan profesor Maaf ya dik Gafur Orang tuli mau mancing. Juragan , sopir, pembantu Membantu orang harus dengan Ibu mencabut uban Permen dan petromax Mulut penuh Pandangan hidup

Parodi

Peniruan suara & gaya seorang tokoh Peniruan verbal terhadap hal serius (mirip plesetan). Menggunakan kata-kata untuk meyampaikan makna yang bertentangan. Memperlakukan hal serius seenaknya, atau sebaliknya. Kelucuan dari cacat atau kehebatan para tokoh. Kelucuan yang dapat digali dari orang aneh, orang cacat dan orang gila. Mengatakan sesuatu yang sama sekali berbeda dari yang diharapkan pendengar. Teknis memainkan kata-kata.

Ironi

Burlesque

Perilaku Aneh Para Tokoh Perilaku Aneh Orang Dungu, Gila Belakon Mendadak Puns

LOVE

Children Learn What They Live

(by Dorothy Law Nolte) Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri, Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya pelakuan, ia belajar keadilan Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

INFORMASI
Bicara Diri Sendiri (+) & Orang Lain (-) (masa lampau) Bicara Kejadian-kejadian (masa kini) Bicara Gagasan-gagasan (masa yang akan datang)