Anda di halaman 1dari 2

TUGAS MATAKULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN TERINTEGRASI A OLEH : AIDIL FITRA JUFRI NPM : 1106014072

PROGRAM SARJANA S1 REGULER ILMU ADMINISTRASI NEGARA, FISIP UI

Sumber Artikel: http://akuindonesiana.wordpress.com/2010/10/02/dasar-terjadinya-amuk-massa/

Mencari Referensi dari artikel berdasarkan materi masing-masing.

Tiga faktor terjadinya Amuk Massa Ilmu positif memberikan analisis empiris. Pada kenyataannya, ada dimensi non-empiris yang turut menopang terjadinya kekerasan itu. Berdasarkan refleksi filsafat sosial, amuk massa itu terjadi karena tiga faktor, yakni kesalahan pemahaman tentang konflik, kehendak melukai yang lain, dan tindakan kekerasan.

Pada tingkat

pemahaman konflik, sistem sosial beserta komponen-komponen

pendukungnya memiliki pemahaman yang keliru tentang pemecahan konflik dalam medan sosial.

Bagi kita, sekarang konflik adalah penghancuran. Sistem sosial mewadahi gagasan ini. Contoh, organisasi massa yang mengatasnamakan agama beroperasi dengan cara anarki di tengah-tengah masyarakat. Ketika pemerintah tidak memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku dan kelompok tempat berlindung, pemerintah dapat dianggap turut serta di dalam kekerasan itu.

Pemerintah lalai melindungi warga negara dari kekerasan sistemis di tengah-tengah masyarakat. Contoh lain, atribut-atribut militer yang dijadikan simbol-simbol perilaku sosial memberikan ilustrasi tentang pentingnya kekuatan fisik untuk menyelesaikan konflik. Praktik-praktik politik yang korup, produk-produk putusan hukum yang timpang, serta orientasi pada jabatan dan kekayaan adalah bagian dari penghapusan nilai-nilai spiritual. Manusia terbelenggu dalam dimensi fisik.

Refleksi teoretis dan faktual itu memberikan rekomendasi tentang pentingnya memahami kekerasan itu sebagai fenomena luaran. Ada dimensi spiritual hilang dari proyek pembangunan manusia Indonesia. Hilangnya dimensi itu menjadi dasar mengeksekusi niat untuk melukai fisik orang lain dari waktu ke waktu.

Warisan primitif manusia mengungkap kenyataan bahwa kita sesungguhnya menyukai kekerasan. Itulah kenapa kekerasan yang terjadi berurutan itu berada dalam satu alur: berawal dari bentrok individual menuju amuk massa. Pemerintah kehilangan daya membangun manusia Indonesia yang mampu memahami resolusi konflik melalui komunikasi, empati, dan saling memaafkan

SOLUSI DARI MASALAH YANG DIANGKAT

Sebagai masyarakat Indonesia yang baik kita mempunyai peranan yang sangat penting dalam mecinptakan suasana yang damai tanpa adanya kekacauan. Masalah kemajemukan di Indonesia merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri lagi, karena masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku, bangsa, dan agama yang berbeda. Harapan sebagai masyarakat yang mendambakan keamanan dan ketentraman adalah supaya bisa menjaga egoisme masing-masing. Lebih mementingkan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi, jika itu sudah diterapkan dalam masyarakat maka amuk massa dapat dihindari. Poin kedua adalah pentingnya peranan pemerintah dalam mengatasi amuk massa ini. Pemerintah harus menjadi mediator diantara pelaku konflik, pemerintah harus bersifat netral dan tidak memihak kepada pihak manapun. Pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menyeluruh demi terciptanya keamanan dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.