Anda di halaman 1dari 6

Karawitan Jawa Sukses Mendunia: sebuah citra sekaligus tantangan untuk bangsa

oleh Amelia Eka Putri, 1006672106

Indonesia patut berbangga karena memiliki Karawitan Jawa yang pamornya dapat disandingkan dengan musik klasik barat di dunia internasional. Harmonisasi permainan gamelan berhasil memukau dunia dengan keindahannya. Karawitan Jawa dikagumi masyarakat internasional sebagai budaya yang unik dan berkelas. Namun, di sisi lain justru masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda, masih kurang sadar dan peduli akan Karawitan Jawa sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai budaya tinggi. Oleh sebab itu, perkembangan Karawitan Jawa masa kini dapat membawa citra baik bangsa dalam hal budaya tetapi juga dapat menjadi tantangan besar bagi masyarakat Indonesia untuk terus mempertahankan nilai budaya tersebut agar tetap menjadi milik bangsa Indonesia. Negara-negara lain mengagumi Karawitan Jawa dari berbagai sisi. Tak hanya unsur estetik musikal, namun terkandung nilai unik, keberagaman, toleransi, demokrasi, kemerdekaan, dan unsur universal lainnya. Faktor itu membuat karawitan terdorong mendunia. (Hastanto, 2006). Maka tak heran jika sekarang ini banyak orang-orang asing yang datang ke Indonesia untuk belajar Karawitan Jawa. Pada perkembangan selanjutnya, sudah banyak sekolah-sekolah karawitan Jawa yang didirikan di luar negeri. Selain itu, beberapa universitas di beberapa negara pun telah membuka program studi Karawitan Jawa ini. Program studi tersebut mempelajari dasar ilmu, sejarah, maupun teknik bermain karawitan. Fenomena yang lebih unik lagi yaitu sudah banyak dosen-dosen ataupun pengajarpengajar Karawitan Jawa di luar negeri yang merupakan orang asli negara tersebut, bukan orang Indonesia. Seperti itulah beberapa fenomena yang benar-benar terjadi di luar negeri sana. Sebenarnya, sesuatu yang membingungkan jika ditanya apakah hal tersebut membanggakan atau justru menyedihkan. Bangga dalam hal ini adalah merasa budaya Karawitan Jawa terkenal dan disukai oleh masyarakat internasional. Sementara itu, hal tersebut juga dapat menjadi sesuatu yang menyedihkan di mana masyarakat asing lebih peduli dan menyukai Karawitan Jawa dibandingkan dengan masyarakat asli Indonesia. Suatu kekurangan yang dimiliki masyarakat Indonesia, khususnya pemuda, adalah pemikiran dan anggapan bahwa karawitan ataupun budaya tradisional lainnya merupakan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman. Mereka lebih menyukai budaya kebarat-baratan yang dianggap lebih

keren dan modern. Jika dikaji lebih lanjut ternyata hal tersebut cukup membuat miris di hati. Ketika pemuda-pemuda Indonesia sedang sibuk-sibuknya mengikuti gaya kebarat-baratan, justru orang barat berbondong-bondong belajar budaya Indonesia yang menurut mereka memiliki nilai seni yang tinggi dan mahal. Di saat Indonesia mengalami krisis orang-orang yang akan mewarisi budaya Karawitan Jawa, di luar negeri sana sudah banyak orang-orang yang dapat mengajar Karawitan Jawa. Beberapa contoh yang membuktian perkembangan Karawitan Jawa di luar negeri dicontohkan oleh Hastanto (2006) dalam Suara Merdeka, yaitu Amerika telah memiliki lebih dari 600 perangkat gamelan Jawa, sedangkan Inggris, Belanda, Australia, Jepang, Jerman, dan New Zeland memiliki puluhan perangkat Karawitan Jawa tersebut. Perangkat alat musik sebanyak itu mereka gunakan untuk mengembangkan Karawitan Jawa di negara masingmasing.
''Malah akhir-akhir ini gamelan sudah mengalir ke negeri Cina, Skotlandia, Austria, dan negara-negara Eropa Timur. Itu semua merupakan jalan panjang yang dilewati secara dinamis, sesuai dengan dinamika sosial dan budaya masyarakat. Karawitan pun tampil sebagai multifaced (banyak ragam), yang memiliki dimensi multi. (Waridi, 2011 dalam Hastanto, 2006).

Sungguh luar biasa mendunianya budaya Indonesia yang satu ini. Minat masyarakat internasional terhadap Karawitan Jawa ternyata sangatlah besar. Hal tersebut juga benar-benar membuktikan bahwa Karawitan Jawa merupakan warisan yang memiliki nilai budaya tinggi dan pantas menyandang seni berkelas internasional. Sehingga, anggapan dan pemikiran bahwa Karawitan Jawa merupakan hal yang kuno dan ketinggalan zaman haruslah dirubah. Tanpa disadari, anggapan-anggapan ataupun pemikiran-pemikiran masyarakat

Indonesia yang sempit memang sangat berpengaruh terhadap perkembangan Karawitan Jawa. Hal yang cukup memprihatinkan adalah ketika kesenian tersebut dapat berkembang sangat pesat di negara lain, namun tidak terlalu berkembang di negara asalnya sendiri. Modernisasi sangat mempengaruhi pembentukan pola pikir masyarakat Indonesia. Budaya-budaya yang lebih diperhatikan pun adalah budaya dari negara-negara maju dan modern, yaitu negara barat. Padahal jika teliti berpikir, orang-orang barat saja justru tertarik mempelajari kesenian dan kebudayaan Indonesia, seharusnya masyarakat Indonesia bangga dan lebih cinta dengan seni dan budaya sendiri. Fenomena yang justru banyak terjadi sekarang ini adalah remajaremaja Indonesia lebih menyukai modern dance, band, break dance, dan lain-lain. Amerika Serikat dan Jepang merupakan negara yang paling pesat mengembangkan Karawitan Jawa. Beberapa contoh perkembangan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Amerika Serikat a. hampir semua universitas terkemuka memiliki program studi Gamelan Indonesia, termasuk Gamelan Jawa; b. gamelan masuk dalam kurikulum pendidikan, dari mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi; c. Westleyan University merupakan universitas yang memiliki mahasiswa dengan minat belajar Gamelan Jawa tertinggi; d. terdapat sekitar tiga ratus kelompok Gamelan Jawa dan Bali yang terdaftar di berbagai negara bagian. Perkembangan gamelan di Amerika sangat pesat karena para komposernya tidak terikat pada perkembangan sejarah dan terbuka pada multikulturalisme. 2. Jepang a. telah masuk ke desa-desa; b. terdapat empat puluhan kelompok gamelan; c. memadukan musik Jepang dengan gamelan. Jepang sendiri telah banyak menjalin kerjasama dengan Indonesia untuk menggelar pertunjukkan-pertunjukkan gamelan. Untuk terus mengembangkan kesenian ini, Jepang pun sering mengadakan seminar serta workshop yang berkaitan dengan gamelan. Perkembangan Karawitan Jawa di Indonesia sedang mengalami penurunan disebabkan oleh tidak adanya generasi penerus yang mempelajari dan mengembangakan Karawitan Jawa sebagai budaya warisan leluhur. Pemain-pemain atau kelompok-kelompok Karawitan Jawa yang ada di Indonesia lebih banyak yang sudah tua. Perkembangan yang masih aktif bermain hingga saat ini pun terbatas pada beberapa wilayah saja, terutama di Yogjakarta dan Surakarta, baik di dalam keraton maupun di luar keraton. Bahkan hampir setiap kelurahan di Yogyakarta memiliki set peralatan gamelan. Dahulu, Karawitan Jawa cukup berkembang di Indonesia. Beberapa bukti yang pernah dimiliki Indonesia dalam menunjang perkembangan kesenian tersebut adalah sebagai berikut: 1. tujuh SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia); 2. lembaga pendidikan formal (sederajat SMA); 3. tempat belajar intens bagi anak-anak remaja; 4. program studi karawitan di perguruan tinggi. Hal terjadi selanjutnya adalah berkurangnya anak-anak yang berminat melanjutkan sekolah di lambaga-lembaga yang berhubungan dengan karawitan. Bahkan, lama-kelamaan sekolah

tersebut tidak dapat memenuhi jumlah kuota untuk mengadakan pendidikan. Akibatnya, berkuranglah ahli-ahli karawitan di Indonesia karena tidak ada generasi penerusnya. Jika negara lain bisa mengembangkan Karawitan Jawa hingga pesat, Indonesia sebagai negara asal kesenian tersebut tentunya bisa lebih berkembang. Meskipun Karawitan Jawa berasal dari Indonesia, jangan pernah ragu dan malu untuk belajar dari negara-negara yang telah mampu mengembangkan kesenian itu dengan baik. Secara umum, dalam

mengembangkan Karawitan Jawa, ada beberapa hal yang kurang diperhatikan oleh Indonesia dibandingkan negara lain, yaitu: 1. minat dan apresiasi masyarakat terhadap Karawitan Jawa; 2. generasi penerus dan ahli Karawitan Jawa; 3. tunjangan perangkat gamelan dari pemerintah; 4. paradigma tentang Karawitan Jawa; 5. program studi Karawitan Jawa di universitas-universitas; 6. kurikulum untuk Karawitan Jawa; 7. kontemporer untuk Karawitan Jawa; 8. pengadaan seminar dan workshop Karawitan Jawa. Belajar dari negara-negara yang lebih maju dalam pengembangan Karawitan Jawa, ada banyak hal yang perlu dibenahi dan Indonesia pasti mampu melakukannya. Penanaman minat dan paradigma masyarakat Indonesia dalam hal seni dan budaya tradisional Indonesia, khususnya Karawitan Jawa, perlu dilakukan sejak kecil. Hal tersebut dapat diintergrasikan dalam suatu sistem pendidikan yang berjenjang dan berkelanjutan, sehingga rasa cinta terhadap seni dan budaya Indonesia tetap terjaga. Dalam mengoptimalkan peran pendidikan sebagai sarana melestarikan Karawitan Jawa, pemerintah perlu memberikan penunjang berupa perangkat gamelan dan mendukung kegiatan-kegiatan seminar, workshop, ataupun pagelaran kesenian tersebut. Nantinya, diharapkan generasi-generasi muda Indonesia dapat terus mengembangkan kreativitasnya dan dapat menjadi penerus ahli Karawitan Jawa. Jadi, melihat kenyataan saat ini bahwa Karawitan Jawa semakin berkembang pesat di masyarakat internasional, ada dua hikmah yang dapat diambil oleh masyarakat Indonesia, yaitu: 1. Meningkatnya citra Indonesia sebagai bangsa yang memiliki seni Karawitan Jawa yang berkelas internasional. Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia harus bangga memiliki seni Karawitan Jawa. Rasa bangga tersebut dapat diwujudkan dengan mempelajari dan mengapresiasi kesenian tersebut.

2. Adanya tantangan bagi Indonesia, sebagai negara asal Karawitan Jawa, untuk lebih baik dalam mengembangkan kesenian tersebut. Masyarakat Indonesia tidak boleh diam saja apabila sewaktu-waktu Karawitan Jawa tersebut dipatenkan oleh negara lain yang perkembangan karawitannya lebih baik. Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia harus lebih mengembangkan kesenian tersebut dan menjadi yang terbaik dalam mengapresiasikannya. Semoga dengan cara-cara seperti itu Indonesia dapat lebih mendunia dengan keanekaragaman seni dan budayanya.

Referensi Atmanto, B.D. (2010). Padu-Padankan Musik Tradisi Jepang dengan Gamelan. http://senibudaya.timlo.net/baca/3162/padu-padankan-musik-tradisi-jepang-dengangamelanv, 25 Mei 2011, pk.06.10. Hastanto, J.D. (2006). Karawitan Jawa Sejajar dengan Musik Klasik Barat. http://www.suara merdeka.com/cybernews/harian/0611/15/dar6.htm, 24 Mei 2011, pk.02.12. WARTAWARGA. (2010). Sejarah Gamelan Jawa dan Perkembangannya. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/sejarah-gamelan-jawa-dan-perkembangan nya/, 24 Mei 2011, pk.06.13.