P. 1
1. Pendahuluan

1. Pendahuluan

|Views: 59|Likes:
Dipublikasikan oleh Tiheto Tjah Arjep

More info:

Published by: Tiheto Tjah Arjep on Feb 15, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2012

pdf

text

original

Bahan Galian Industri

Ir. I. Putu Somayasa Jl. Sawahan Baru II/30, Surabaya Tlp. 5474766 HP. : 081 23107050 Flexi : 72139190

Pendahuluan
‡ Bahan galian industri (industrial minerals) sebagai bahan tambang yang karena sifat fisk dan kimianya dapat langsung digunakan oleh industri, dan atau dengan sedikit dan tanpa diolah sudah dapat dimanfaatkan, ‡ Secara geologi, Indonesia mempunyai sumber daya mineral (bahan galian) industri atau BGI yang cukup besar, ‡ Pembentukan pegunungan, aktivitas magma pada gunung-gunung api, serta proses sedimentasi yang telah berjalan dalam periode waktu lama, selalu disertai dengan proses evolusi geologi yang mengakibatkan terjadinya proses pembentukan bahan galian, ‡ BGI hampir terdapat dalam semua formasi batuan, mulai dari formasi batuan berumur pra-tersier sampai kuarter, baik berasosiasi dengan batuan beku dalam dan batuan volkanik maupun dengan batuan sedimen dan malihan.

Pengelompokan BGI
Berdasarkan keterkaitan dengan terdapatnya BGI tersebut, yaitu : batuan tempat

-Kelompok 1, BGI yang berkaitan dengan batuan sedimen, -Kelompok 2, BGI yang berkaitan dengan gunung api, -Kelompok 3, BGI yang berkaitan dengan intrusi plutonik batuan asam dan ultrabasa, -Kelompok 4, BGI yang berkaitan endapan residu, -Kelompok 5, BGI yang berkaitan dengan cebakan hidrothermal, -Kelompok 6, BGI yang berkaitan dengan batuan malihan

‡ Kelompok 1, kelompok ini dibedakan lagi atas dua sub kelompok, yaitu : - Sub kelompok A, BGI yang berkaitan dengan batu gamping, contoh : batu gamping, batu pualam, dolomit, kalsit, fosfat, oniks, rijang, dan gipsum, - Sub kelompok B, BGI yang berkaitan dengan batuan sedimen lainnya, contoh : bentonit, ball clay, zeolit, feldspar, yodium, diatome, dan mangan, ‡ Kelompok 2, contoh : perlit, obsidian, batu apung, belerang, opal, kalsedon, kayu terkersikan, tras, andesit, basal, dan pasir gunung,

‡ Kelompok 3, contoh : granit, alkali, felspar, bauksit, mika, gabro, peridotit, dan asbes, ‡ Kelompok 4, contoh : lempung, kaolin, pasir kuarsa, zirkon, korundum, sirtu, intan, dan kristal kuarsa, ‡ Kelompok 5, contoh : toseki, pirofilit, barit, magnesit, talk, dan gipsum, ‡ Kelompok 6, contoh : marmer, batu sabak, kuarsit, grafit, jade, mika, wolastonit, dan kalsit,

Berdasarkan Penggunaan dan Pemanfaatannya
‡ Bahan Mentah Keramik - Bahan mentah Semen : Batu kapur, Tanah liat, Pasir Kuarsa, Pasir Besi, Gipsum dan Trass - Bahan mentah Kaca : Pasir Kuarsa, Felspar, Dolomit dll, - Bahan mentah Keramik : Felspar, Pasir Kuarsa, Kaolin, Toseki, Pirofilit, Dolomit dll ‡ Bahan Mentah untuk Bangunan dan Kontruksi - Bahan Bangunan : Andesit, Basal, Granit, Kerikil, Pasir dll, - Bahan Batu Dimensi dan Batu Potong : Marmer, Granit, Diabase, Batu tulis, Batu pasir dll, ‡ Bahan Mentah Batu Permata - Bahan Permata dan Batu Permata : Intan, Agate dll - Bahan Batu Berharga dan Kerajinan :Onik, Granit, Feldsfar dll ‡ Bahan Mentah untuk berbagai Industri - Industri Kosmetik, Farmasi, Pertanian dll : Yodium, Batu kpaur, Barit, Sulfur, Bentonit, Kaolin, Mika, Grafit dll

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->