Anda di halaman 1dari 12

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN BIDANG ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK)

(Penyelewengan Nilai Pancasila dalam Situs Jejaring Sosial)

Oleh: Nama NIM : Andhina Rizkya Satriani : G1C 011 002

Program Studi : Kimia

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS MATARAM 2012

DAFTAR ISI

Halaman Judul Daftar Isi Isi A. Konsep Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Bidang IPTEK B. Kasus C. Analisis Kasus D. Solusi Kasus Daftar Pustaka ... .

i ii

1 2 8 8 10

A. Konsep Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Bidang IPTEK 1. Pengertian Paradigma Secara terminologis, tokoh yang mengembangkan istilah tersebut dalam dunia ilmu pengetahuan adalah Thomas S. Khun dalam bukunya yang berjudul The Structure of Scientific Revolution , paradigma adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum, metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, ciri, serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. Dalam masalah yang populer, istilah paradigma berkembang menjadi terminologi yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai, kerangka pikir, orientasi dasar, sumber, asas, serta tujuan dari suatu perkembangan perubahan serta proses dari suatu bidang tertentu termasuk dalam bidang pembangunan dan pendidikan. 2. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Tujuan negara yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia hal ini merupakan tujuan negara hukum formal, adapun Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa hal ini merupakan tujuan negara hukum material, yang secara keseluruhan sebagai tujuan khusus atau nasional. Adapun tujuan umum atau internasional adalah Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial . Secara filosofis, hakekat kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung suatu konsekuensi bahwa dalam segala aspek pembangunan nasional, kita harus mendasarkan pada hakekat nilainilai Pancasila. Unsur-unsur hakekat manusia monopluralis meliputi susunan kodrat manusia, terdiri dari rohani (jiwa) dan jasmani (raga), sifat kodrat manusia terdiri dari makhluk individu dan makhluk sosial serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri dan makhluk Tuhan. 3. Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan IPTEK Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakekatnya merupakan suatu hasil kreativitas rohani manusia. Unsur rohani (jiwa) manusia meliputi aspek akal, rasa, dan kehendak. Akal merupakan potensi rohaniah manusia dalam hubungannya dengan intelektualitas, rasa dalam bidang estetis, dan kehendak dalam bidang moral (etika).

Tujuan esensial dari IPTEK adalah demi kesejahteraan umat manusia, sehingga IPTEK pada hakekatnya tidak bebas nilai, namun terikat oleh nilai. Pengembangan IPTEK sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab. 1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta keseimbangan antara rasional dan irasional antara akal, rasa, dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga mempertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia dan sekitarnya. 2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersifat beradab. IPTEK adalah hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral. 3. Sila Persatuan Indonesia Mengkomplementasikan universalia dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa, serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia. 4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik, dikaji ulang, maupun dibandingkan dengan penemuan ilmuwan lainnya. 5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan masyarakat, bangsa, dan negara, serta alam lingkungannya. B. Kasus Pemahaman nilai-nilai Pancasila sebagai kepribadian dan jati diri bangsa amatlah penting. Masuknya internet secara bebas ke seluruh pelosok negeri Indonesia seharusnya dibarengi dengan panduan berinternet sehat agar nilai-

nilai Pancasila tetap kokoh. Kehadiran perangkat lunak ini acapkali diterjemahkan sebagai wahana entertainment dan hura-hura belaka. Melalui internet, kita bebas berekspresi sesukanya, tanpa terikat aturan apapun, termasuk Pancasila. Realita ini jelas menggerus dan meluluh-lantahkan nilai-nilai Pancasila. Kebebasan berekspresi yang tidak terikat aturan ini sudah sering terjadi, terutama di dalam situs jejaring sosial. Untuk mempelajarinya, saya mengangkat kasus perseteruan antara Marissa Haque, Kevin Aprillio, dan Addie MS di situs jejaring sosial Twitter dalam artikel berikut.

C. Analisis Kasus Berdasarkan sila kedua Pancasila, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab , sejatinya kita sebagai bangsa Indonesia dalam menggunakan IPTEK harus beradab dan bermoral. IPTEK hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa kemanusiaan. Pada hakekatnya, situs jejaring sosial merupakan media alternatif untuk memperluas pertemanan, berbagi informasi, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya, bukan dijadikan sebagai ajang saling hujat seperti dalam kasus ini. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan menodai nilai-nilai Pancasila. Jika tidak ada langkah preventif untuk mereduksi dampak negatif dari kasus seperti ini, tidak hanya Pancasila yang menjadi korban, namun Indonesia pun dapat hancur karenanya. Akibat dari penggunaan internet khususnya situs jejaring sosial suatu negara dapat terancam dan mengalami kegoncangan. D. Solusi Kasus Berdasarkan kasus ini, solusi yang dapat diambil yaitu: 1. Mengubah kepribadian kita menjadi lebih baik. Hal ini penting karena segala perubahan yang ingin dicapai harus dimulai dari diri sendiri. 2. Memanfaatkan situs jejaring sosial sesuai dengan kegunaanya yaitu untuk memperluas pertemanan, berbagi informasi, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya. Pertimbangkanlah tulisan-tulisan yang akan anda publikasikan. Pastikan tidak menyinggung orang lain baik sengaja maupun tidak sengaja.

3. Membagi pengetahuan kita kepada keluarga, teman, dan masyarakat agar keinginan untuk memperjuangkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dapat berjalan lebih cepat. 4. Perlunya Undang-Undang Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang memuat tentang penghinaan atau pencemaran nama baik. Namun, hal ini sulit untuk dilakukan karena setiap orang dapat menyalahgunakan kebebasan yang diperoleh secara sistematis sebagai konsekuensi pola komunikasi di internet yang tidak dapat mewajibkan setiap orang mencantumkan identitasnya secara benar. Dengan demikian, pelakunya sangat sulit untuk diketahui dan ditelusuri.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Marissa Haque, Kevin Vierra, dan Addie MS Vierra Berperang di Twitter. http://clubbing.kapanlagi.com/threads/119077-Marissa-Haque-Kevin-Vierra-danAddie-MS-quot-Vierra-quot-Berperang-di-Twitter/ (diakses pada tanggal 16 Januari 2012 pukul 19.52 WITA). Anonim. Tanya Jawab Seputar UU ITE. http://www.batan.go.id/sjk/uu-ite.html (diakses pada tanggal 17 Januari 2012 pukul 16.18 WITA). Ichsan, Adhie. Marissa Haque Laporkan Addie MS & Kevin ke Polisi?. http://hot.detik.com/read/2012/01/14/192411/1815733/230/marissa-haquelaporkan-addie-ms-kevin-ke-polisi/ (diakses pada tanggal 16 Januari 2012 pukul 19.48 WITA). Prihantoro, Edy. Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan dalam Masyarakat Berbangsa dan Bernegara. http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-andinformation/information-system-s1-1/pendidikan-pancasila/pancasila-sebagaiparadigma-kehidupan-dalam/ (diakses pada tanggal 16 Januari 2012 pukul 17.02 WITA). Putra, Owen. Internet Anak Muda Berbasis Pancasila. http://teknologi.kompasiana.com /internet/2011/11/15/internet-anak-muda-berbasis-pancasila/ (diakses pada tanggal 17 Januari 2012 pukul 16.03 WITA).

Anda mungkin juga menyukai