Anda di halaman 1dari 2

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA

Yang bertanda tangan dibawah ini : I.. Nama : H. Muhandis Jabatan : Pemilik Perusahaan : Wahana teknik Alamat : Jl. Rungkut Kidul V No.1 Surabaya Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut dengan PIHAK PERTAMA II. Nama : Mucharom Jabatan : Kepala Bengkel Perusahaan : Wahana teknik Alamat : Jl. Rungkut Kidul V No.1 Surabaya Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut dengan PIHAK KEDUA III.Nama : Iqwan ( Kipli ) Jabatan : Kepala Bidang Perusahaan : Wahana teknik Alamat : Jl. Rungkut Kidul V No.1 Surabaya Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut dengan PIHAK KETIGA Ketiga belah pihak telah sepakat untuk mengadakan kerjasama dalam bidang teknik berupa bengkel beserta isinya dengan ketentuan sebagai berikut : PASAL I KETENTUAN UMUM Perjanjian ini bersifat mengikat ketiga belah pihak yang mengadakan perjanjian sebagai dasar untuk melakukan kerjasama yang dimaksud. Perlu adanya kejelasan mengenai hak dan kewajiban masing - masing pihak atas kegiatan operasional teknik. PASAL II HAK & KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA 1. Memenuhi kebutuhan secara finansial ( modal ) 2. Pihak pertama mendapat perbandingan persentase 20 % dari laba bersih setiap order. PASAL III HAK & KEWAJIBAN PIHAK KEDUA 1. Memenuhi kebutuhan bengkel ( peralatan dan perlengkapan ) 2. Membayar tagihan listrik, kontrakan tempat, dan menyicil hutang 3. Pihak kedua mendapat perbandingan persentase 40 % dari laba bersih setiap order. PASAL IV HAK & KEWAJIBAN PIHAK KETIGA 1. Bertanggung jawab atas order yang dikerjakan didalam maupun diluar bengkel dimulai dari pembelian bahan baku, menghitung setiap order, sampai tagihan terbayar lunas 2. Pihak ketiga mendapat perbandingan persentase 40 % dari laba bersih setiap order. PASAL V

BENTUK KERJASAMA 1. Pihak pertama memberikan modal, selanjutnya pihak ketiga mengerjakan setiap order dimulai dari pembelian bahan baku, menghitung setiap order, hingga tagihan terbayar lunas 2. Pihak kedua membantu kelancaran pengerjaan setiap order pihak ketiga dengan memenuhi kebutuhan bengkel ( peralatan dan perlengkapan ) 3. Perhitungan laba bersih harus dilakukan setiap order. Perhitungan laba bersih berdasarkan modal dikurangi pembelian bahan baku dan gaji karyawan PASAL VI PENUTUP 1. Surat perjanjian ini dibuat dan ditanda tangani tertanggal 8 Desember 2011 oleh ketiga belah pihak dalam keadaan sadar dan tidak dalam tekanan pihak lain. 2. Apabila di kemudian hari terjadi ketidaksepahaman dan terdapat hal - hal lain yang belum ada dalam surat perjanjian maka akan diselesaikan secara musyawarah. Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Pihak Pertama Pemilik Pihak Kedua Kepala Bengkel Pihak Ketiga Kepala Bidang

H. Muhandis

Mucharom

Iqwan ( Kipli )

Anda mungkin juga menyukai