Anda di halaman 1dari 14

Peran Pemerintah Amerika Serikat Dalam Menangani Penyelundupan Narkotika Di Perbatasan Meksiko (2008-2011)

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas ujian akhir semester mata kuliah studi strategis Oleh:

Benni Yusriza Hasbiyalloh 208000121

PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS FALSAFAH DAN PERADABAN UNIVERSITAS PARAMADINA JAKARTA 2012

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah 14 Maret 2010, dua masyarakat Amerika Serikat (AS) diberitakan tewas ditembak di Ciudad Juarez, Meksiko. Salah satu dari korban merupakan karyawati kantor konsulat AS di wilayah perbatasan AS-Meksiko. Kesaksian polisi yang berada ditempat kejadian mengatakan bahwa serangan tersebut sudah diperkirakan ditunjukan kepada warga AS untuk menjadi target pembunuhan.1 Akibat dari peristiwa tersebut, pemerintah AS bereaksi dengan mengeluakan peringatan bepergian ke Meksiko sampai keadaan kembali membaik. Dugaan kuat sementara pelaku penembakan terkait dengan jaringan kartel penyelundupan Narkotika di Meksiko. Hal tersebut tersirat dari detail travel warning yang keluarkan oleh AS yang mengatakan konfrontasi antara pihak kemanan Meksiko dan kartel-kartel Narkotika mengakibatkan kartelkartel mempersenjatai diri mereka untuk melawan. Oleh karena itu, terkait kasus tersebut, menteri luar negeri AS , Hillary Clinton mengeluarkan pernyataan akan terus melakukan yang terbaik untuk bekerjasama dengan pemerintah Meksiko dalam upaya menangani kartel-kartel tersebut.2 Melalui peristiwa tersebut sebenarnya dapat terlihat bahwa kasus penyelundupan Narkotika dan tumbuh kembangnya kartel di Meksiko merupakan cerita yang tidak pernah usai. Dari literatur yang ada, secara resmi pemerintah AS bersinggungan dengan kasus obatobatan terlarang ini sekitar tahun 1970an. Presiden Nixon yang secara terang-terangan mendeklarasikan perang terhadap Narkotika War on Drugs tanggal 17 Juni 1971 kepada media di AS. Ketika itu Nixon banyak mengkritik lemahnya penguatan hukum dalam menangani kasus tersebut hingga membuat Narkotika menjadi kutukan tersendiri bagi anak muda di AS. Salah satu fokus Nixon dalam penanggulangan narkotika berada di perbatasan Meksiko dengan menahan laju penyelundupan opium dan ganja. Terobosan terpenting dalam
CNN. (2010, Maret 14). 3 people associated with U.S. consulate killed in Meksiko. Retrieved January 14, 2012, from CNN World: http://articles.cnn.com/2010-03-14/world/Meksiko.violence_1_detention-officer-policeofficer-sheriff-s-office?_s=PM:WORLD 2 CNN. (2010, Maret 14). 3 people associated with U.S. consulate killed in Mexico. Retrieved Januari 14, 2012, from CNN World: http://articles.cnn.com/2010-03-14/world/mexico.violence_1_detention-officer-policeofficer-sheriff-s-office/2?_s=PM:WORLD
1

pemerintahan Nixon adalah dibentuknya badan khusus yang dinamakan DEA (Drugs Enforcement Administration), sebuah badan yang terdiri dari bebeberapa departemen antiNarkotika yang dijadikan satu komando untuk penanggulangan narkotika di AS.3 Perlu diketahui bahwa di AS sendiri penyebaran narkotika terbesar berasal dari dua negara yaitu Kolombia dan Meksiko. Kolombia merupakan penghasil terbesar kokain dengan estimasi di tahun 2010 sebesar 225 ton metric. 4 Sedangkan Meksiko merupakan salah satu penghasil terbesar ganja (17,500 hektar kebun ganja tahun 2009) dan heroin (125 ton metric tahun 2009).5 Pola penyebaran kedua negara tersebut beragam seperti melalui laut maupun udara. Meksiko sendiri lebih banyak melakukan penyelundupan melalui area perbatasan karena wilayah perbatasan AS-Meksiko merupakan salah satu area paling sibuk di dunia. Menurut statistik Biro Transportasi AS di tahun 2003 saja, 4,23 Juta truk dengan 2,6 Juta truk kontainer, 7.774 kereta dengan 266.469 mobil berkereta, 88 juta mobil pribadi dengan 194 juta orang, 319.087 bis dengan 3.747.337 orang, dan 48.663.773 pejalan kaki menyebrang ke Meksiko.6 Dengan statistik yang besar tersebut sudah membuka banyak peluang untuk melakukan penyelendupan narkotika dengan memanfaatkan tingkat kesibukan di perbatasan. Diawal tahun 1980an, operasi besar-besaran dilakukan di perairan Karibia untuk mencegah arus masuk kokain dari Kolombia ke Amerika Serikat. Namun, operasi inilah yang menjadikan posisi Meksiko secara geopolitik menjadi sangat strategis bagi negara lain untuk bekerjasama dengan penyelundup di Meksiko. Salah satu yang terkenal ditahun 80an adalah Miguel Angel Felix Gallardo seorang penyelundup narkotika yang berhasil

mengkoordinasikan banyak penyelundup kecil dibawah kontrolnya pada tahun 1970an. Aliansinya dengan penguasa narkotika membuat Gallardo memiliki kartel yang cukup kuat dieranya. Gallardo tertangkap tahun 1989 di Mexico namun ia tetap bisa menjalakan bisnisnya melalui penjara. Gallardo membuat sistem pembagian kartel yang dipimpin oleh masing-masing satu letnan yang kemudian melalui penjara dia mengontrol letnannya untuk

Carpenter, T. G. (2033). Bad Neighbor Policy Washington's Futile War on Drugs in Latin America. New York: Palgrave Macmillan. Hal 11-15 4 Arronowitz, H. (2011, Maret 3). Colombia remains #1 cocaine producer: US . Dipetik Januari 14, 2012, dari Colombia Report: http://colombiareports.com/colombia-news/news/14723-colombia-remains-1-producer-ofcocaine-us.html 5 U.S. Department of State. (2011, Maret 3). 2011 INCSR: Country Reports - Afghanistan through Costa Rica. Retrieved Januari 15, 2012, from U.S. Department of State Diplomacy in Action: http://www.state.gov/g/inl/rls/nrcrpt/2011/vol1/156359.htm#mexico 6 Payan, T. (2006). The Three U.S.-Mexico Borders Wars Drugs, Immigration and Homeland Security. Westport: Praeger Security International.

bekerja. 7 Inilah cikal bakal sebuah sistem yang kuat melalui pembagian kekuasaan kartel dan aliansi dengan penyelundup negara lain yang membuat perbatasan Meksiko sangat sulit untuk diamankan hingga sekarang. Melalui latar belakang masalah yang singkat ini, penulis mencoba untuk mengeloborasi peran pemerintah AS pada masa administrasi Presiden Obama dalam menanggulangi peredaran narkotika di perbatasan Meksiko. Isu ini dipilih karena peredaran narkotika di AS merupakan isu keamanan non tradisional yang masih sangat relevan untuk dikaji hingga sekarang. Relevansi isu ini terlihat dari belum selesainya isu ini hingga sekarang meskipun usaha penanggulangan sudah dilakukan dari masa pemerintahan Presiden Nixon. Pembatasan isu hanya pada penanggulangan di perbatasa Meksiko juga dipilih perbatasan Meksiko merupakan pintu masuk utama peredaran narkotika di AS. Oleh karena itu, dalam upaya penanggulangan pemerintah AS, penulis akan menggunakan pendekatan Neo-Liberal Institusionalisme dalam mengkaji kebijakan Pemerintahan Presiden Obama yang cenderung menggunakan pendekatan penegakan hukum dan kerjasama. I.2 Rumusan Masalah 1. Seperti apakah pola kekuatan kartel narkotika di Meksiko pada jenjang tahun 2008-2011? 2. Kebijakan apa yang diambil oleh Pemerintahan Presiden Obama dalam menanggulanngi penyelundupan narkotika di perbatasan Meksiko? I.3 Kerangka Pemikiran Dalam menjawab rumusan masalah diatas, teori yang digunakan adalah neoliberal institusionalisme yang dipopulerkan oleh Robert Keohane. Bangunan awal teori ini sebenarnya menekankan pada kondisi dimana dunia mengalamai fenomena yang disebut dengan interdependensi kompleks dimana aktor yang bermain dalam hubungan internasional tidak lagi terfokus pada aktor negara melainkan memperhitungkan peran aktor non negara. Dibawah situasi interdependensi kompleks, hasil akhir akan ditentukan melalui kemampuan aktor dalam mendistribusikan sumber daya dan kerentanan didalam suatu isu tertentu. Jadi dalam hal ini, tidak ada hirarki yang pasti seperti yang ada didalam neorealis yaitu hirarki yang mempertegas perlunya kemanan militer dan proliferasi kekuatan. Dalam situasi interdependensi kompleks, hubungan transnasional menjadi faktor penting dalam membuat

Ibid. Hal 27-28

kebijakan, termasuk didalamnya koalisi internasional baik melalui institusi pemerintah maupun non pemerintah.8 Dalam neoliberalisme institusionalisme, institusi sendiri diartikan sebagai

seperangkat aturan yang baku dan saling berhubungan baik formal maupun informal yang mengatur tingkah laku aktor-aktornya. Ada tiga bentuk utama dalam institusi internasional, hubungan formal aktor negara dan organisasi non negara, rezim internasional, dan perjanjianperjanjian yang mengikat. Institusi internasional ini merupakan komponen penting dalam teori ini, karena didalamnya mengatur pola hubungan aktor-aktornya sehingga aktor tersebut bisa bergerak sesuai kepentingannya tanpa memberikan efek yang buruk bagi aktor lainnya yang berada dibawah institusi-institusi tersebut.9 Melalui teori inilah, penulis akan menjelaskan tentang peran pemerintah AS dalam menanggulangi penyelundupan narkotika dari Meksiko. Salah satu aktor non negara terkait interdependensi kompleks yang muncul adalah variabel kartel-kartel narkotikan yang mempunyai kekuatan hampir sama dengan negara, dan institusi yang saling berhubungan untuk membentuk suatu aliansi atau kerjasa adalah variabel negara yaitu AS dan Meksiko.

Keohane, R. O. (2009). Neoliberal. In M. Griffiths, S. C. Roach, & M. S. Solomon, Fifty Key Thinkers in International Relation 2nd Edition (Hal. 105-113). New York: Routledge. Hal 107 9 keohane, R. O. (1989). Neoliberal Institutionalism: a Perspective on World Politics, in International Institusional and State Power. Boulder: Westview Press. Hal 1-20

BAB II POLA PENYEBARAN NARKOTIKA DI MEKSIKO DAN KEBIJAKAN STRATEGIS AS TERKAIT PENYELUNDUPAN NARKOTIKA DI PERBATASAN
Dalam Bab II ini, penulis akan mengelaborasi pola penyebaran narkotika di Meksiko yang didalamnya termasuk peta kekuatan kartel-kartel narkotika terkuat serta pola penyelundupan yang mereka lakukan. Kemudian untuk melihat, pola kerjasama yang dilakukan AS dan Meksiko, dalam bab ini juga dijelaskan kebijkan-kebijakan apa yang diambil oleh pemerintahan Presiden Obama dalam memerangi peredaran narkoba. Untuk mecegah adanya perluasan topik, dalam menganalisa poin-poin pada bab ini penulis akan mengkerucutkan periode yaitu dari tahun 2008-2011. II.1 Peta Kekuatan dan Pola Penyebaran Narkotika Di Meksiko Salah satu alasan mengapa kartel-kartel di Meksiko sangat sulit untuk diberantas adalah keuntungan yang didapat melalui penjualan narkotika sangatlah tinggi sehingga mereka bisa membangun infrastruktur untuk melawan aliansi pemerintah. Tentu saja dapat disimpulkan bahwa yang membuat mereka tetap hidup adalah faktor ekonomi dimana ada permintaan dan pasar yang besar untuk mereka melakukan transaksi tersebut. Keinginan pemerintah AS untuk memerangi narkotika menyebabkan narkotika dilarang untuk dijual di AS. Larangan-larang tersebut tentu saja menciptakan apa yang sering kita sebut dengan pasar gelap. Dalam pasar gelap perdangan narkoba, tentu saja keuntungan dan resiko yang dihadapi cukup berat. Sebagai contoh 0,5 gram ganja dengan ongkos produksi sebesar $1,70 dijual dipasaran $8,60 dan margin keuntungan yang diperoleh adalah $6,90. Namun dalam pola pasar bebas yang mengutamakan kompetisi, margin keuntungan tersebut bisa diartikan sebagai resiko yang akan diterima. Bisa saja dalam beberapa waktu keuntungan tersebut hilanga akibat resiko yang diperoleh. Oleh karena itu, dalam pasar gelap perdangan narkotika, kelompok kriminal membentuk kelasnya masing untuk meminalisir resiko yang ada.10 Disanalah kartel-kartel dengan infrastruktur yang kuat terbentuk di Meksiko. Ditahun 2008, ada tujuh kartel utama yang menguasai Meksiko. Sinaola Federation and Cartel, Gulf Cartel, Beltran Leyva Organization, Arrelano Felix Organization/Tijuana
10

Op.cit. Payan,T. Hal 24-25

Cartel, Vicente Carillo Fuentes Organization/Juarez Cartel, dan Los Zetas. Di tahun 2007, Gulf Cartel, merupakan kartel terkuat di Meksiko sebelum pemerintah menetapkan sasaran utama kepada kartel ini. Tahun 2008, setelah Gulf Cartel mengalami perpecahan, Los Zetas mulai mendapatkan tempat sebagai kartel terkuat dengan infrastruktur persenjataan yang memadai untuk melawan keamanan setempat.11 Berikut gambar daerah kekuasaan masingmasing kartel:

12

Jika melihat dari peta diatas, hampir seluruh wilayah Meksiko termasuk dalam teritori kekuasaan kartel-kartel besar. Ada relasi yang cukup mengejutkan antara meningkatnya penyebaran kartel di Meksiko dengan angka kekerasan yang terjadi. Kekerasan terkonsentrasi di perbatasan utara AS-Meksiko seperti di Chihuahua, Sinaloa, Michoacan, dan Guererro. Secara garis besar, selama tahun 2011 angka kematian sebanyak 12.903 akibat organisasi kriminal di Meksiko. kemudian jika diakumulasi selama 5 tahun masa kepresidenan Calderon, sudah 47.515 orang meninggal akibat organisasi kriminal.13 Ada beberapa faktor penyebab tingginya angka kematian di Meksiko. Pertama dalam penjelasan diawal, pasar gelap yang menciptakan kelas-kelas kriminal yang akhirnya
Beittel, J. S. (2009). Mexico's Drug-Related Violence. Washington: Congressional Research Service. Hal-7-8 BBC. (2012, Januari 12). Q&A: Mexico's drug-related violence. Dipetik Januari 15, 2012, dari BBC News: http://www.bbc.co.uk/news/world-latin-america-10681249. 13 Ibid.
12 11

bersinggungan. Sifat konflik berupa inter-kartel konflik (antara organisasi narkotika transnasional) dan intra-kartel konflik (antara internal organisasi narkotika transnasional), dan perlawanan aparat penegak hukum, hingga penculikan untuk mendapatkan uang.14 Situasi pertempuran ini tidak mengherankan ketika melihat pola produksi dan daerah operasi dari masing-masing kartel besar di Meksiko:

Dari bagan tersebut telihat rata-rata kartel besar yang ada di Meksiko memproduksi dua komoditas utama yaitu Ganja dan Kokain. Kemudian daerah operasinya pun hampir serupa yaitu diseputar Florida, New England, Mid Altantic, Southwest, Great Lakes, Pacific, dan West Central. Inilah yang menurut penulis menjadi alasan utama mengapa kekerasan inter maupun intra kartel terjadi di Meksiko akibat perebutan lahan kekuasaan. Ketika kemanan makin diperketat, otomatis akses terhadap pasar narkotika akan semakin sempit, disanalah kekerasan banyak terjadi. Akibat dari perebutan lahan ini juga, banyak dari kartel-kartel besar mempersiapkan infrastruktur untuk melakukan perlawanan. Seperti berita terkini yaitu kartel-kartel menyiapkan kendaraan tempur yang disebut dengan narco-tank sebuah truk yang dimodifikasi dengan pelat baja setebal 2,5 cm dan mampu menahan peluru kaliber 50 serta dilengkapi dengan senjata. Diperkirakan ada sekitar 100 narco-tank tersebar diseluruh kartel

14

Op cit. Beittel J.S, hal 14

di Meksiko. Beberapa kartel besar juga mempunyai persenjataan yang cukup kuat, seperti yang ditemukan pertengahan Juni 2011 di gudang senjata milik Los Zeta yang didalamnya berisikan 150 senjata laras panjang, 92.000 amunisi peluru, 4 mortir, dan 2 pelontar granat.15 Melalui pemaparan tersebut, sebetulnya dapat disimpulkan kondisi interdependesi kompleks terjadi pada kasus ini. Ketika kartel-kartel sebagai aktor non negara ternyata mempunyai kekuatan yang bisa menyaingi negara. Tentu saja, hal ini menampar pandangan realis yang memperlihatkan bahwa negara adalah segalanya dalam menjaga kemanan. Karena dalam situasi seperti ini dimana angka kematian bertambah tiap tahunnya masyarakat akan menganggap negara tidak menjalankan fungsinya untuk memberikan kemanan kepada masyarakatnya. Jika situasi ini terus berlanjut ada kemungkinan masyarakat akan meminta kemanan bukan kepada negara, melainkan kepada kartel-kartel tersebut. Oleh karena itu, di sub bab selanjutnya penulis akan mengelaborasi kerjasama antara AS dan Meksiko dalam upaya memotong lingkar setan peredaran narkotika. II.2 Respon Kebijakan AS Dalam Upaya Memotong Suplai Narkotika Dari Meksiko Amerika Serikat seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya merupakan sasaran pasar dari peredaran narkotika. Permintaan yang sangat tinggi dan populasi yang besar merupakan faktor utama mengapa AS menjadi sasaran penjualan narkotika diberbagai negara. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk menyelundupkan narkotika ke AS melalui perbatasan utara (AS-Kanada) dan Perbatasan Selatan (AS-Meksiko). cara yang dilakukan pun beragam, baik melalui udara dan air atau memanfaatkan lengahnya penjagaan di perbatasan. Dalam batasan masalah makalah ini, untuk kasus Meksiko tentu saja penyelundupan dilakukan melalui perbatasan selatan. Cara yang digunakan cukup beragam seperti melalui kereta api, galian terowongan maupun pesawat super ringan. Melalui kereta biasanya jenis yang digunakan adalah kereta pengangkut barang. Pada Desember 2010 investigasi yang dilakukan melaporkan sekitar 11 ton metric ganja diselundupkan melalu kereta kargo ini. Selanjutnya melalui terowongan bawah tanah yang digali sepanjang baratdaya perbatasan AS-Meksiko. Tahun 2010, penemuan terowongan bawah tanah ini banyak ditemukan di Arizona dan California. Banyak terowongan yang ditemukan hanya dilengkapi teknolgi drainase seadanya untuk meneyelundupkan narkotika.
15

Kistyarini. (2011, Juni 8). Inilah "Narcotank", Truk Perang Geng Narkoba. Dipetik Januari 15, 2012, dari Kompas.com:http://internasional.kompas.com/read/2011/06/08/10143585/Inilah.Narcotank.Truk.Perang.Gen g.Narkoba

Namun, dalam temuan tersebut terowongan dengan dilengkapai rel, kelistrikan dan ruang ventilasi udara juga ditemukan oleh penegak hukum setempat. Terakhir melalui pesawat super ringan yang penggunaanya melonjak semenjak tahun 2008. Pesawat ini menjadi tren digunakan penyelundup karena efisiensi pengiriman narkotika seperti ganja, dan sulitnya untuk dilacak oleh penegak hukum setempat.16 Akibat dari penyelundupan inilah angka ketersediaan narkotika pada tahun 2010 menunjukan angka yang cukup signifikan:17

Peta tersebut menunjukan angka ketersediaan narkotika di AS. Dari data penyebaran, angka tertinggi diduduki oleh ganja (warna hijau) diseluruh negara bagian yaitu diatas 50%. Tentu saja penyebaran ganja ini paling besar disuplai oleh Meksiko yang mengalami peningkatan produksi sebesar 113% dalam kurun waktu 2005-2009.18 Oleh karena itu, data singkat ini sudah menunjukan bahwa ada ancaman besar yang harus segera diatasi oleh pemerintah AS terkait isu penyelundupan narkotika. Respon kebijakan yang dikeluarkan oleh gedung putih sendiri berfokus pada pola penegakan hukum/law enforcement bukan memerangi secara langsung. Strategi utama yang dikeluarkan oleh gedung putih ditahun 2011 memusatkan pada pengamanan perbatasan ASMeksiko. Dana yang dikeluarkan untuk mengamankan wilayah perbatasan adalah sebesar
16

U.S. Department of Justice National Drug Intelligence Center. (2011). National Drug Threat Assesment 2011. Washington: National Drug Intelligence Center. Hal 13-15 17 Ibid. Hal 48 18 Ibid. Hal 29

$600 juta termasuk didalamnya $244 juta untuk merekrut dan membiayai agen patroli perbatasan, $196 juta untuk Departemen Hukum AS menambah petugas penegak hukum serta meningkatkan pelatihan untuk membantu penegak hukum di Meksiko. $80 juta untuk perekrutan agen imigrasi dan beacukai dan investasi pada negara bagian tersebut yang berkaitan dengan penanggulangan narkotika.19 AS juga melakukan insiatif untuk melakukan kerjasama bilateral dengan Meksiko untuk memerangi oraganisasi transnasional narkotika. Adapun perjanjian ini dimulai pada masa Presiden Bush (2007) yang disebut dengan Inisiatif Merida. Insiatif Merida ini terdiri dari $700 juta bantuan kepada pemerintah Meksiko. Tabel berikut menunjukan pendanaan dari Insiatif Merida:20

Data tersebut menunjukan dana yang dikeluarkan oleh pemerintah AS untuk membantu Meksiko dalam memerangi kartel narkotika. INCLE (International Narcotics Control
and Law Enforcement), ESF (Economic Support Fund), dan FMF (Foreign Military Financing)

merupakan badan yang ditunjuk kongres AS untuk menyalurkan bantuan tersebut. Kemudian pada Pemeritahan Obama tahun 2009, gedung putih meminta kepada kongres menambah $66 juta untuk membeli helikopter Blackhawk yang akan diberikan kepada penegak hukum di Meksiko.21

Executive Office of The President of The United States. (2011). National Drug Control Strategy. Washington: Executive Office of The President of The United States. Hal 60 20 Op cit. Beittel J. S, hal 16 21 Ibid. Hal 17.

19

10

Efeknya adalah penegakan hukum di daerah perbatasan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Contoh paling jelas dapat dilihat dari jumlah penyitaan yang dilakukan oleh keamanan setempat:

22

Dari tahun 2006, walaupun fluktuatif namun angka penyitaan ganja di perbatasan Meksiko, menunjukan angka yang cukup besar. Seperti pada titik tertinggi tahun 2009 sebesar 1.730.344 Kilogram Ganja. Langkah kebijakan AS yang diambil yaitu bertumpun pada penegakan hukum dan kerjasama penegak hukum merupakan implementasi dari teori neoliberal institusionalisme. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, produk dari institusi pada neoliberal salah satunya adalah terbentuknya sebuah aliansi. Aliansi ini diatur melalui norma hukum yang ada oleh karena itu penyerangan militer secara langsung bukan merupakan langkah yang benar. Langkah yang diambil AS dengan mengeluarkan bantuan kepada Meksiko baik secara finansial ataupun penegak hukum memberikan ruang bagi Meksiko untuk mengembangkan infrastruktur penegakan hukumnya. Implikasinya, penegak hukum di Meksiko akan mendapatkan kepercayaan kembali dari masyarakat dan mendapat dukungan penuh untuk memberantas jaringan narkotika. Pilihan aliansi juga menjadi penting, karena didalamnya ketika kemanan dan stabilitas terjadi di Meksiko, pasti AS akan melakukan investasi dengan segera, hal ini akan makin memotong garis peredaran narkotika karena lapangan kerja yang terbuka luas bagi rakyat Meksiko.

22

Op cit. U.S. Department of Justice National Drug Intelligence Center. Hal 50

11

BAB III KESIMPULAN


Perang terhadap narkotika di AS memang sudah lama dideklarasikan semenjakan kepemimpinan Presiden Nixon. Namun, cerita ini seperti sebuah rangkaian yang tak pernah selesai hingga sekarang. Banyak faktor yang menyebabkan rantai peredaran gelap narkoba tetap terjadi hingga sekarang seperti sistem kartel yang kuat, pengangguran di Meksiko, maupun permintaan terhadap narkotika yang masih banyak dari masyarakat AS. Ketiga faktor tersebut berhasil membentuk pasar gelap peredaran narkotika yang pada akhirnya menciptakan kelas-kelas kriminal. Pada Pemerintahan Obama, kebijakan yang diambil dalam memberantas rantai penyelundupan narkotika lebih menekankan pada penegak hukum. Langkah-langkah yang diambil beragam dari penguatan infrastruktur perbatasan hingga membentuk kerjasama bilateral dengan Meksiko. Upaya penegakan hukum ini juga yang pada akhirnya menyempitkan ruang gerak kartel-kartel besar yang membuat mereka mulai menghancurkan diri satu sama lain. Pola seperti ini tentu saja cukup efisien dengan pemerintah AS tidak perlu langsung turun seperti dalam memerangi terorisme di Afghanistan yang menelan biaya sangat besar. Apa yang dapat digaris bawahi adalah ketika berhadapan dengan aktor non negara, pemangku kebijakan harus jeli dalam mengambil langkah strategis karena pada dasarnya dalam interdependensi kompleks aktor non negara tersebut bisa saja mempunyai kekuatan melebihi negara. Oleh karena itu, jika merujuk pada teori neoliberas institusionalisme, kerjasama antar institusi adalah jalan terbaik untuk memberantas peredaran narkotika di perbatasan. Saling bertukar informasi, penguatan penegak hukum, dan operasi bersama menjadi cikal bakal aliansi yang kuat. Jadi kesimpulan terakhir yang dapat disampaikan, walaupun penanggulangan narkotika diperbatasan Meksiko belum seluruhnya dapat selesai. Paling tidak AS dan Meksiko sudah mengambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan masyarakatnya dari bahaya kartel narkotika. Walaupun progresivitas berjalan lambat, namun dampaknya akan jauh lebih baik ketimbang memerangi secara langsung dengan militer.

12

Daftar Pustaka
Arronowitz, H. (2011, Maret 3). Colombia remains #1 cocaine producer: US . Dipetik Januari 14, 2012, dari Colombia Report: http://colombiareports.com/colombia-news/news/14723-colombia-remains1-producer-of-cocaine-us.html BBC. (2012, Januari 12). Q&A: Mexico's drug-related violence. Dipetik Januari 15, 2012, dari BBC News: http://www.bbc.co.uk/news/world-latin-america-10681249 Beittel, J. S. (2009). Mexico's Drug-Related Violence. Washington: Congressional Research Service. Carpenter, T. G. (2033). Bad Neighbor Policy Washington's Futile War on Drugs in Latin America. New York: Palgrave Macmillan. CNN. (2010, Maret 14). 3 people associated with U.S. consulate killed in Mexico. Retrieved Januari 14, 2012, from CNN World: http://articles.cnn.com/2010-03-14/world/mexico.violence_1_detentionofficer-police-officer-sheriff-s-office?_s=PM:WORLD CNN. (2010, Maret 14). 3 people associated with U.S. consulate killed in Mexico. Retrieved Januari 14, 2012, from CNN World: http://articles.cnn.com/2010-03-14/world/mexico.violence_1_detentionofficer-police-officer-sheriff-s-office/2?_s=PM:WORLD Executive Office of The President of The United States. (2011). National Drug Control Strategy. Washington: Executive Office of The President of The United States. Keohane, R. O. (2009). Neoliberal. In M. Griffiths, S. C. Roach, & M. S. Solomon, Fifty Key Thinkers in International Relation 2nd Edition (pp. 105-113). New York: Routledge. Keohane, R. O. (1989). Neoliberal Institutionalism: a Perspective on World Politics, in International Institusional and State Power. Boulder: Westview Press. Kistyarini. (2011, Juni 8). Inilah "Narcotank", Truk Perang Geng Narkoba. Dipetik Januari 15, 2012, dari Kompas.com: http://internasional.kompas.com/read/2011/06/08/10143585/Inilah.Narcotank.Truk.Perang.Geng.N arkoba Payan, T. (2006). The Three U.S.-Mexico Borders Wars Drugs, Immigration and Homeland Security. Westport: Praeger Security International. U.S. Department of Justice National Drug Intelligence Center. (2011). National Drug Threat Assesment 2011. Washington: National Drug Intelligence Center. U.S. Department of State. (2011, Maret 3). 2011 INCSR: Country Reports - Afghanistan through Costa Rica. Retrieved Januari 15, 2012, from U.S. Department of State Diplomacy in Action: http://www.state.gov/g/inl/rls/nrcrpt/2011/vol1/156359.htm#mexico

13