Anda di halaman 1dari 33

12. 13. 14. 15. 16.

M n Ekonomi H. Adeng Zaenal H. Sosial Suwardi Sulaeman H. Bangsasik Ahmad Hussein H. Yusuf Penpub Badri, M.Ag H. M. Kepala Rumah Tangga Ma'mur

DEWAN HISBAH Ketua Wakil Ketua Sekretaris Wakil Sekretaris Anggota KH. Usman Shalehuddin KH. Prof. Dr. Maman Abdurrahman, MA KH. M. RahmatNajieb,S.Pd (diganti oleh KH.Wawan Shofwan) : KH. Wawan Shofwan (diganti oleh Al-Ustadz. Jae Nandang) ; 1. KH. Achyar Syuhada 2. KH. Ikin Shodikin 3. KH. Abdul Qodir Shodiq 4. KH. M.Abdurrahman,Ks 5. KH. Aceng Zakaria 6. KH. Muh.Romli 7. KH. Drs. Shiddiq Amien,MBA. 8. KH. Ad-Dailamy Abu Huraeroh 9. KH. Luthfi Abdullah Ismail Lc. 10. KH. Drs. Entang Mukhtar ZA. 11. KH. Drs. Ahmad Mubin 12. KH. Taufiq Rahman Azhar, S.Ag 13. KH. Drs. Uus Muh. Ruchiyat 14. KH. Ade Abdurrahman Lc. 15. KH. Drs. U. Jalaludin 16. KH. Drs. Ahmad Daerobby,M.Ag 17. KH. Drs. Jeje Zaenuddin, M.Ag

18. Ust.
SalamRusyad

19. Ust. Zae nandang 20.

DEWAN HISAB & RUKYAT Ketua : KH.M. Abdurrahman, Ks Wakil Ketua : Prof. Ir.H. Suwandojo Siddiq, DE., Eng. Sekretaris : Ridwan Sofyan, S.Ag
ti"
1

" '>Ptf.,

' ' <"

Anggota

: Syarif Ahmad Hakim, S.Ag H.Muh. Iqbal Santoso Hilman Syaukani,M.Pd

DEWAN TAFKIR Ketua

: Prof.Dr. H. Dadan Wildan Anas, M.Hum. Wakil Ketua : KH. Drs.Komaruddin Shaleh,M.Pd.I. Sekretaris : Ihsan Setiadi Latief, S.Ag, M.Si Para Anggota : 1. Dr. H. Benyamin Harits, MS. 2. H.M. Amin Jamaluddin 3. H.S. Kahfi Amien 4. Drs. Hamdani Hamid, MA. 5. Drs. Syamsul Bachry Day, MH. 6. Drs. Budi Hermawan,M.Pil. 7. Drs. D. Dedeng Rosyidin, M.Ag. 8. Ir. Muta'allih,APU C. Visi, Misi, Tujuan, dan Program Jihad Jam'iyyah

1. Visi Jam'iyyah Persatuan Islam


Visi Jam'iyah Persatuan Islam adalah terwujudnya "Al-Jam'aah" Sesuai tuntunan al-Qur'an dan as-Sunnah.

2. Misi Jam'iyyah Persatuan Islam


Misi Jam'iyyah Persatuan Islam adalah: 1. Mengembalikan umat kepada al-Qur'an dan as- Sunnah 2. Menghidupkan Ruhul Jihad, Ijtihad, dan Taj did

BAB IV - Persis Sebagai Jam'iyyah Dengan Visi Dan Misi Al-Jama'ah I 123

Bila kebathilan mempunyai kesempatan mengadakan penyerbuan, dan pendukung haq berusaha memperbaiki, tapi tidak berbekas, tidak berhasil, sunnah nabi mati tidak berdaya, maka kamu fangan berpisah dengan mesjid, carilah petunjuk dari al-Quran, dan jangan berpisah dengan al-Jama'ah (Jumhur Khitob Arobi : 183, Majalah Risalah) v^" Jadi keistimewaan sebuah jam'iyyah tergantung atas muatannya, jika jam'iyyah itu bermuatan al-Jama'ah , maka jam'iyyah tersebut insya Allah mendapat jaminan sesuai sabda Rasul diatas, tapi jika jam'iyyah itu hanya jam'iyyah (organisasi) semata, maka jelas tidak termasuk yang mendapat jaminan dari Rasulullah SAW tersebut. Demikian pula jika Persis sudah diberi muatan al-Jama'ah maka tidak akan ada orang yang menjadikan Persis sebagai alat, apalagi alat untuk memenuhi kepentingan pribadi. Dan tidak akan ada anggota yang mempunyai niat keluar dari keanggotaan Persis, karena dibentengi oleh suatu keyakinan bahwa keluar dari al-Jama'ah itu jika ia mati sama dengan mati di jaman jahiliyyah. 2. Kekuatan Imamah Kekuatan Imamah dalam Persis dibangun antara lain oleh :

a. a. a.

Peran para ulama yang cukup dominan, dan kuatnyj komitmen para pimpinan jam'iyyah terhadap visi dan mis Jamiyyah. Kuatnya aturan (Nizham ) dan sistem yang dibangun Adanya Pembidangan dan pembagian tugas yang j elas dengai keberadaan Bidang-Bidang Garapan ( BidGar ) Bagiai Otonom, Dewan dan Lembaga.

Pembidangan dalam jam'iyyah Persis terdiri atas atas:

130

1 Ponduan Hidup Berjamaa'ah Dalam Jam'iyyah Persis

(1) Bidang Jam'iyyah, yang mengkoordinasikan Bidang GarapanBidang Garapan: Hubungan Antar Lembaga dan Organisasi, Hubungan Luar Negeri, Pembinaan dan Pengembangan Organisasi, Pembinaan dan Pengembangan SDM. Bidang Tarbiyah, yang mengkoordinasikan Bidang GarapanBidang Garapan: Dakwah, Pendidikan Dasar dan Menengah, Pendidikan Tinggi, dan Bimbingan Haji dan Umrah Bidang Maliyah, yang mengkoordinasikan Bidang GarapanBidang Garapan: Perzakatan, Perwakafan, Sosial, Ekonomi, dan Pengemba ngan Sarana Fisik. Bidang Kesekretariatan, Yang mengkoordinasikan Bidang Garapan Penyiaran dan Publikasi dan Rumah Tangga Bidang Keuangan (Kebendaharaan).

(2) (3) (4)


(5) -

Bagian Otonom dalam jam'iyyah Persis terdiri atas:

1) 2) 3) 4) 5)

Persatuan Islam Istri (Persi stri) Pemuda Persatuan Islam (Pemuda Persis) Pemudi Persatuan Islam (Pemudi Persis). Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) Himpunan Mahasiswi Persatuan Islam (Himi Persis)

Dewan yang ada terdiri atas :

12-

Dewan Hisbah, terdiri dari para ulama Persis yang bertugas melakukan kajian tentang persoalan Aqidah, Ibadah , Mu'amalah, dan Akhlak. Dewan Hisab dan Ru'yat, Terdiri dari Para Ahli Hisab yang bertugas di bidang Hisab dan Ru'yat 3 - Dewan Tafkir, terdiri dari Para sarj ana dan cendekiawan dan ulama yang bertugas memberikan masukan ke PP Persis

BAB IV - Persis Sebogai Jam'iyyah Dengan Visi Dan Misi Al-Jama'ah I 131

tentang persoalan: Dakwah, pendidikan, sosial, ekonomi, dan politik Lembaga yang ada terdiri atas : 1 - PT Karya Imtaq, yang melayani bimbingan Haji Plus (BPIH Khusus) dan Umrah 2- Lembaga Bantuan Hukum Persis, yang bertugas memberikan pelayanan di bidang advokasi hukum dan pencerahan menyangkut masalah hukum positip 3- Pusat Zakat Umat, yang bertugas di bidang pengelolalan zakat, infaq dan shadaqah 3. KetaatanUmat Kuatnya ketaatan anggota Persis merupakan hasil dari: 1. Pembinaan yang intensif; 2. Rekrutmen anggota yang selektif; dan 3. Penekanan pada aspek kualitatif. Keta'atan yang dituntut dalam Jam'iyyah yang bervisi al-Jama'ah tentu bukan keta'atan tanpa alasan, sebab ketaatan anggota Persis baik kepada Nizham Jam'iyyah maupun kepada Imam bukan ta'at karena nama PERSIS atau pimpinannya, tetapi ta'at karena Jam'iyyah ini konsisten memperjuangkan Al-Quran dan As-Sunnah. Imam atau pimpinan ditaati bukan semata karena dia sebagai imam, tapi karena putusan, perintah, serta larangannya itu didasarkan pada nash atau nilai-nilai al-Quran dan as-Sunnah". Kita dapat menjadikan pelajaran bagaimana akibat dari ketidak ta'atan kepada Imam? Misalnya pada perang Uhud Zaman Rasulullah SAW (Fathul Bary 7:345-346). Akibat ketidak ta'atan sebahagian umat hampir saja kaum muslimin mengalami kekalahan dan kehancuran. Sejak sebelum berperang sudah ada dua keinginan, ada yang ingin menghadapi didalam kota Madinah sehingga seluruh masyarakat kota

lapat membantu, ada lagi yang berpendapat tidak baik cara demikian :arena akan merusak tatan an kehidupan dikota,walaupun umat Islam da dalam kemenangan, oleh karena itu musuh harus dihadang di uar kota madinah. Maka Rasulullah SAW sebagai pemimpin nengambil pendapat ke-dua musuh dihadang diluar kota Madinah. vfamun putusan itu tidak mengenakan bagi yang mengusulkan yang ertama, ia merasa tidak dihargai yang dipimpin oleh Abdullah bin Jbay tokoh munafiq, kemudian secara demonstratif mengadakan ienolakan mengajak pasukan kembali ke Madinah. Pada sa'at peperangan pasukan pemanah ditempatkan diatas bukit Jhud agar leluasa menyerang musuh, tetapi karena tergiur oleh harta honimah, mereka turun untuk mengambil harta kekayaan Hal itu ierakibat buruk bagi kaum muslimin. leta'atan terhadap suatu keputusan pimpinan tetap harus dita'ati ralaupun tidak sesuai dengan selera sebagaimana diriwayatkan:
Up

M J^>

ttfo:

jp Ul jp

A jiljl 'A*y? j> 2j>lLiIj

jillM

Js> liVQ\ HAp $>\ L JU> jXj

"Dari 'Ubadah bin Walid bin 'Ubadah dari bapaknya dari akeknya: NabiSaw menda'wahikami. Makakami berbai'at kepada eliau. Di antara (tuntutan) yang beliau ambil dari kami, kami erbai'at kepada beliau untuk selalu mendengar dan ta'at dalam eadaan suka atau benci, dalam kesusahan, atau kelapangan (Al->ukhari: 192, Muslim : 1470) >, 4 - I <>t

Dari 'Aufbin Malik dari Rasulullah SAW berkata: Apabila kami melihat dari pimpinan kamu perkara yang kamu tidak sukc (mengerjakan ma'shiat) maka hendaklah kamu membenc pekerjaannya dan janganlah kamu melepaskan keta'atan kepadanyc (Muslim: 1481) Ibnu Hajar al-'Ashqalani dalam Kitab Fathul Baary 2: 465 mengungkapkan suatu kejadian pada zaman Utsman bin 'Affan sa'al beliau ada di Mina (Safar) Sahabat Usman mengimami sholat dengan empat raka'at, kemudian Abdullah bin Mas'ud Istirja' (mengucapkau kalimat Inna lillahi wa inna ilahi roji'un) sebagai ungkapan telah terjadi suatu kekeliruan, sebab Sahabat Utsman tidak sesuai dengan yang diamalkan Rasulullah SAW, Sahabat Abu Bakar dan Umar di Mina melaksanakn jama' qosor, Ibnu Mas'ud berkata: berbeda dengan Imam itu ( ) suatu perbuatan bahaya, tapi Abdulah bin Mas'ud sholat 4 raka'at mengikuti Shahabat Utsman. Maka wajai apabila Ibnu Hajar mengungkapkan :

(\v: s r :^jU!

y&\ jSo C^Ql

jJi\ ^> I

Sesungguhnya ta'at kepada Amir itu wajib, dan barangsiapa yang meninggalkan kewajiban ia masuk neraka (Fathul Baary 13: 110). 4. Mengutamakan Syura Syura merupakan prinsip utama dalam jam'iyyah Persatuan Islam Persis sebagai jam'iyyah dengan visi dan misi al-Jamaah dalam gerak dan langkah jihadnya selalu mengutamakan syura, baik untuk menentukan atau memilih pimpinan mulai dari tingkat Pimpind Jamaah, sampai Pimpinan Pusat, ataupun dalam menyusun program jihad, termasuk dalam menentukan sikap terhadap suatu keadaan, bail yang menyangkut kepentingan jam'iyyah khususnya maupui kepentingan umat Islam pada umumnya.

BAB V DOKTRIN JAM'IYYAH_______


Mengembalikan Umat Kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah Kondisi masyarakat muslim di Indonesia sejak sebelum merdeka tnpai era reformasi, baik di bidang akidah, ibadah, akhlak maupun i'amalah, banyak diwarnai dan terkontaminasi oleh nilai-nilai dan iranajaran yang termasuk kategori syirik, bid'ah, dan munkarat. ratnya sikap taqlid buta dan pandangan bahwa pintu ijtihad telah tutup, telah membuat banyak masyarakat muslim semakin jauh ri tuntunan alQur'an dan as-Sunnah. Upaya kolonial Belanda dalam ngka memperkokoh kuku kolonialismenya dengan cara yang >temik. khususnya melalui cara pembodohan dan pemiskinan kaum uslimin lebih memperparah keadaan. Pemiskinan dilakukan dengan ra memonopoli kegiatan ekonomi. Pembodohan dilakukan melalui mbatasan kesempatan belajar, pelarangan penerjemahan al-Qur'an, larangan khutbah dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah, batasinya penerbitan buku-buku agama, dan sebagainya. Setelah :geri ini merdeka, monopoli ekonomi terus berlangsung, dengan stem ekonomi kapitalis yang telah melahirkan konglomerasi, dan igopoli. Kemakmuran hanya dirasakan oleh segelintir masyarakat ng mayoritas non muslim dan non pribumi. Sistem pemerintahan mg sekuleristik telah memberi andil semakin meluasnya maksiat in munkarat di segala bidang kehidupan. Menimbang kondisi seperti itu Persis menekankan medan ladnya pada upaya mengembalikan umat kepada al-Qur'an dan as-mnah (ArRuju Ha al- Qur'an wa Sunnah). Allah berfirman : i '(Cs-jti 5^

J$ IJJ^J !>*^j ^

\#*\ ^*
"J^ ijA

d&\h i jm ^(j <M> ^x^y p&fy dj-^J ^

Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Ra Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlai pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah Qur'an) dan Rasul (as-Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kep Allah dan hari kemudian. Yangdemikian itu lebih utama (bagimu) lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa: 59). Rasulullah SAW juga berpesan :
/
A

s C

3 s

*A s s s

'

S A

S A

A A

/?

/ i

Dari Malik sesungguhnya telah sampai kepadanya sesungguh Rasulullah SAW bersabda :Aku telah meninggalkan bagi kamu c hal, kamu tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduan Kitabullah (Al-Qur'an) dan Sunnah Nabi-Nya. ( HR.Malik dalam Muwatha2: 1594) B. Melakukan Amar Ma'ruf Nahyi Munkar Selama syetan masih ada, dan manusia tidak mam mengendalikan nafsu amarahnya, maka kemaksiatan, kezaliman, c kemunkaran tentu akan selalu ada di muka bumi ini. Kita ban) menyaksikan bagaimana berbagai kemaksiatan merajalela di teng masyarakat kita, seperti : perjudian, pelacuran (prostitus perampokan, korupsi, kezaliman, pembunuhan d penganiayaan.Banyak pula warga masyarakat yang mendakwat dirinya sebagai muslim tapi tidak menunaikan ajaran Islam dal^ peri kehidupannya. Allah telah memerintahkan untuk melakukan amar ma'ru, nahi munkar, sebagaimana termaktub dalam firman-Nya:

Dan hendaklah kamu sekalian menjadi umat yang menyeru zpada kebaikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari ing munkar, merekalah orangyang beruntung. (QS Ali Imran : 104

Tidak kurang dari 17 ayat dalam al-Quran Allah SWT lenerangkan tentang pentingnya hewmar ma'ruf dan nahyi munkar, li menunjukan bahwa kedua fakta tersebut baik ditinjau dari sejarah laupun sistem kemasyarakatan merupakan syarat mutlak dalam ehidupan suatu umat. Bani Israil dila'nat karena tidak melaksanakan amar ma'ruf nahi lunkar sebagaimana diungkap dalam al-Quran Surat al-Maidah 78-9 yaitu:
x x XX

i}

k ^ FX u? J*<fs *J& J*

J> C f

Telah dila 'nat sekalian orang-orang kafir dari Bani Israil dengan 'erantaraan lisan Nabi Daud dan Isa putra Maryam, demikianlah arena kedurhakaan mereka dan adalah mereka menganiaya. Adalah tereka itu tidak man bekerja sama melarang kemunkaran yang telah lereka lakukannya, memang amat jahat sekali apayang telah mereka >erbuat itu.

Ibnu Jarir dalam Tafsir ath-Thabary VI 180-182 meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: x } :xx x : xx i :xx J/ <*** Y * ' h IT -"'ll ".'-V\ < M I '

X.

X X X

Dew/ ^4//a/z .yang memegang jiwaku di dalam qudrat-Nya, hendaklah kamu memerintahkan yang baik dan mencegah yang munkar, dan hendaklah kamu tarik tangan orangyang berbuat jahat dan janganlah kamu bersepakat lagi dengan mereka atas sekalian pikiran (yang tersirat), jika tidak, nanti Allah SWT akan memukul hati sebagian kamu dengan sebagian lagi, dan akan melaknat kamu sebagaimana melaknat mereka (bani Israil). Persis sejak berdirinya lebih banyak mengkhusu'kan diri dalam menunaikan tugas mulia ini, dengan menyiapkan para kader da'i, memanfaatkan segala media dakwah dan dengan segala cara yang ma'ruf sesuai dengan kaidah: x > * l5jj*x t>y>\ (J^sw ^jyKi y>\ Barangsiapa yang memerintahkan kebaikan maka laksanakanlah secara baik pula. C . Menghidupkan dan Memelihara Ruhul Jihad, Ijtihad, dan Tnjdid Upaya memelihara ruhul jihad dilaksanakan melalui pembinaan para anggota khususnya dan umat Islam pada umumnya melalui kegiatan pendidikan dan dakwah, agar mereka memahami ajaran Islam secara utuh dengan baik dan benar, kemudian mengamalkan dalam

leri kehiduparrnya, baik secara fardi atau sendiri-sendiri, maupun lalam kehidupan sebagai sebuah masyarakat. Selain itu mereka juga iimotivasi untuk mengajarkannya, dan siap membela dan nempertahankan Islam dan muslimin dari berbagai tantangan. tambatan, dan gangguan musuh-musuh Islam dengan segala daya lan kemampuan serta potensi yang dimiliki, baik itu tenaga, fikiran. larta benda, jiwa, dan raga. Sesuai dengan perintah Allah: j

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dijalar, Ulah dengan harta benda dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi lerajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat emenangan.( QS. At-Taubah : 20.) IS Ruhul Ijtihad dipelihara dan dikembangkan dengan dimotivasi ileh kenyataan bahwa Al-Qur'an dan as-Sunnah yang diwariskan oler lasulullah SAW ayat-ayat dan hadits-hadits ahkamnya cukup terbatas umlahnya. Sementara tantangan dan problematika yang terkait dengar (ersoalan manusia dan kemanusiaan terus bermunculan dar >erkembang dengan pesat dan cepat. Diperlukan peran para mujtahic intuk mengerahkan segala daya dan kemampuan, dengar nemperhatikan dalil, nash, dan kaidah-kaidah umum yang baku untuk nemberikan respon atau jawaban terhadap setiap persoalan yang nuncul. Persatuan Islam melalui peran para Ulama dan Dewan Hisbahnyt erus berusaha melakukan kajian dan penelaahan serta member awaban terhadap persoalan yang muncul. Selain itu melalui lembagc >endidikan yang ada, serta kegiatan pelatihan-pelatihan, Persis >erusaha mempersiapkan kader-kader ulama dan mujtahid di mase nendatang.

Dalam menangkap esensi tajdid, di masyarakat kita muncul dua kutub pemikiran yang secara diametral berbeda. Pengertian Tajdid pada satu sisi diartikan dengan usaha merasionalkan teks-teks al-Qur'an dan as-Sunnah atau ajaran agama, dan memberikan konsesi atau kelonggaran terhadap ide-ide sekuler sebagai upaya modernisasi. Dengan kata lain Tajdid diartikan mengubah hukum-hukum Islam yang sudah mapan agar relevan dengan kondisi dan perkembangan zaman. Jadi, perubahan tersebut tidak hanya menuntut upaya pemecahan masalah-masalah baru, tetapi lebih menghendaki perubahan-perubahan fundamental terhadap teks-teks hukum Islam yang sudah ada untuk disesuaikan dengan hukum produk manusia yang ada, atau kondisi sosial yang tengah berlangsung dewasa ini. Pembaharuan dalam terminologi ini muncul dengan ide-ide sekularisme atau liberalisasi Islam, reaktualisasi dan pribumisasi Islam. Tajdid yang diusung Persis bukanlah sebagaimana pengertian di atas, yakni membuat sesuatu yang baru, mengganti atau mengubah agama itu sendiri, melainkan I'adatul Islam ila asliha, wa ihyaus sunnah, yakni mengembalikan ajaran Islam kepada asalnya dan menghidupkan sunnah. Jadi, tajdid bukanlah "Tahdits" (mengada-ada) atau "Tabdildan Taghyir" (mengganti atau mengubah), melainkan identik dengan "Ibanah " atau purifikasi, yakni membedakan mana yang sunnah dan mana yang bid'ah, mana tauhid dan mana syirik. "I'adah " memulihkan aj aran Islam sesuai dengan aslinya, dan "Ihya " menghidupkan kembali ajaran Islam yang pengamalannya terbengkalai dan terhenti. D. Membentuk Ash-haabun dan Hawaariyun Persis berupaya membentuk para anggotanya menjadi ash'habun (para pengikut Nabi) dan hawaariyyun Islam (pembela ajaran Rasul) yang mampu bertindak sebagai da'i atau mubaligh dengan jalan memperdalam dan memperkaya ilmu-ilmu yang berkenaan dengan

lkum-hukum syara' serta ajaran-ajaran Islam secara utuh, baik, dan :nar serta mempelajari pula metodologi dakwah. Hal ini sesuai :nean pernyataan Rasulullah SAW:

x x

x *xx>"^

xx* i

x ' x ' X x ' x x

( jjj-*j>> Jli ji^J ' JL^** ^ ^ j_A^ cJ>J^>- JV^JJU j <_JiL>a 1^1

"Dari Ibnu Mas 'ud berkata, telah bersabda Rasulullah SA W: Tidak la seorang nabipun yang Allah utus kepada ummatnya sebelum aku, zcuali ada para pembela dan para sahabat yang menjalankan inahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian datang beberapa ngkatan (generasi) sesudah mereka yang mengatakan apa-apayang dak mereka perbuat (ilmu tanpa amal) dan mengamalkan apa yang dak diperintahkan (bid'ah). Maka barang siapa yang bersungguh-mgguh menyadarkan mereka dengan tangannya, (dengan kekuasaan an wewenang yang ada pada tangannya,) maka ia seorang yang eriman dan barang siapa yang bersungguh-sungguh bekerja tenyadarkan mereka dengan lidahnya (seperti mengajar, bertabligh an amar ma'rufnahyi munkar), maka ia adalah seorang yang beriman. )an barang siapa yang bersungguh-sungguh menyadarkan mereka engan hatinya, maka ia juga termasuk seorang yang beriman. Dan slain dari pada yang tersebut itu, maka tidak ada padanya iman, teskipun sebesar biji sawi" ( HR. Ahmad 1:458/4379 dan Muslim I >9/50 dari Ibnu Mas'ud ra.)

-E. Mengembangkan Pendidikan dan Dakwah Pendidikan dan dakwah merupakan jalan dan cara utama yang dilakukan Persis dalam mengajak umat agar menjadi manusia yang berilmu, beriman, dan beramal shaleh. Hal ini dimotivasi oleh firman Allah SWT antara lain: J^>- j^^-** UJ AISIJ C>^-ji jvlaSi Ijij^
/ s 4 /

/ s

Ij^l8, ^jil 4 ^ 5 1 *2j

"Allah pasti meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan " (Q.S. Al-Muj adalah: 11)
* A J * >*

'

*m

Katakanlah: Samakah orang-orang yang mengetahui dengan orangorang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerimapelajaran (QS. Az-Zumar:9).

"Sampaikanlah berita gembira kepada hamba-hamba-Ku, mereka yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti apa yang terbaik di antaranya. Mereka itulah yang Allah beri petunjuk kepada mereka dan mereka itulah orang yang mempunyai akal" (Q.S. Az-Zumar: 17-18)

Q\
/>

jyjd [j ,_plj j^^^rj AAU^I '&2&y2\j SJSCdl Ciiij J~l* ^1 ol


S A S / / A s s SS / S / ' S Aw // s /

"Serulah orang ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk" (Q.S An-Nahl: 125) Persis berupaya menggali sumber daya dan dana untuk membangun lembaga-lembaga pendidikan, tenaga kependidikan, membuat manhaj pendidikan, dan mengoptimalkan potensi wakaf. Di bidang dakwah Persis berusaha membangun sarana ibadah, mempersiapkan dan membina para da'i, membangun jaringan serta sarana dan prasarana dakwah. Persis berupaya mendidik khususnya para anggota, dan kaum muslimin pada umumnya untuk menjadi hamba Allah yang mengamalkan syariat Islam dengan sebaik-baiknya, dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi uswatun hasanah bagi keluarga dan masyarakat sekelilingnya, baik dalam aqidah, ibadah, akhlak, dan mu'amalah. Tujuannya adalah agar semuanya menjadi 'ibaadur 'rahmaan yang mempunyai karakteristik seperti yang dilukiskan dalam QS. AlFurqan ayat 63-77: a /*
> x > f l y s ^ x-

Up

Is Ijlit li] j>JJlj ' l^>Uxj 1c>*tl* i


' X x x x ''xi X i

p o t <$n jp j] x^>X X X X

)s

X >

VV - "W : ^feySl Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orangorang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orangorang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal". Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh' jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya) yakni akan dilipat gandakan azab untuknyapada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah
1441 Ponduon Hidup Berjamaa'ah Dalam Jam'iyyah Persis

dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksianpalsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya. Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagaimana orang-orang yang tuli dan buta. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabatyang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): "Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak (azab)pasti (menimpamu)". ( QS AlFurqan: 63-77 ) ^ff" Menghidupkan Kegiatan Syari'ah Ijtima'iyah Dalam upaya menyebarkan al-Qur'an dan as- Sunnah, Persis berupaya untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya yang sejalan dengan tujuan jam'iyyah serta tidak menyimpang dari ajaran Qur'an dan Sunnah Rasulullah Saw. baik di bidang sosial, ekonomi, politik maupun budaya. Dakwah yang dilakukan bukan terbatas dengan dakwah bil-lisan (ceramah, khutbah, diskusi, halaqah, seminar ) atau bil-Kitabah ( dengan tulisan melalui penerbitan baik majalah, buku, kitab, brosur, bulletin, dan sebagainya ) tapi juga melalui upaya perbaikan kondisi sosial ekonomi, pendidikan, bahkan melalui jalur politik, yang

dilakukan secara simultan. Kemiskinan ekonomi dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat muslim, sering dieksploitasi oleh musuh-musuh Islam untuk memurtadkan mereka. Banyak produk hukum dan kebijakan penguasa yang sangat merugikan kegiatan dakwah dan kepentingan kaum muslimin. Sehingga dakwah mesti dilakukan secara bersamaan, baik melalui pendekatan kultural, maupun struktural. Rasulullah Saw bersabda: y\ 5^bJ jX*j 4* ^

^ JJ^J ---------------------------------------

j&b j>L^ j -

pishy>\'j> J^blj i Aj pk\'Mi* p^to

" Dari Anas berkata......maka bersabda Rasulullah SAW: Apabila ada sesuatu dari urusan keduniawianmu, maka kamu lebih tahu akan hal itu dan apabila ada sesuatu urusan agamamu, maka kepadakulah " (HR. Muslim 3: 2362, Ahmad 3: 152/14566, ) G. Memperkaya Perpustakaan Islam Persis berupaya memperkaya perpustakaan Islam dengan jalan mengadakan penerbitan-penerbitan keagamaan sebagai bagian dari kegiatan dakwah dengan tujuan lebih tersebarnya pemahaman terhadap ajaran Islam secara utuh, baik, dan benar, serta dalam upaya meyakinkan umat akan wajibnya kembali kepada al-Qur'an dan as-Sunnah. Upaya ini dimotivasi oleh firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Qalam ayat 1 yang berbunyi:

Nuun : Perhatikan Qalam dan sesuatu yang mereka tulis (atasnya)"

*.. XJ izi~::.

BAB VIII DEWAN HISBAH

. mclcb BrrtsII I

A. Sejarah Dewan Hisbah ?ers^7.iar. Islam yang sejak awal didirikan merupakan sebuah kelompok tadarus atau kelompok kajian dari orang-orang yang priharin terhadap kondisi akidah, ibadah dan akhlak ummat, yang tenggelam dalam berbagai perbuatan bid'ah, syirik dan munkarat lainnya. di bawah pimpinan Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus. kemudin membentuk sebuah jamiyyah dengan misi dan doktrin utama "Ar-Ruju' ila al-Qur'an wa as- Sunnah ", dan mengambil peran aktif dalam menunaikan tugas tajdid dalam arti "Islahul Islam, I'adatul Islam Ila Ashliha, dan Ibanah " Keberadaan Dewan Hisbah yang sebelumnya bernama Majlis Ulama Persis bisa disebutkan sebagai lanjutan atau mata rantai dari kelompok tadarusan atau kelompok kajian tersebut di atas. Majlis Ulama Persis baru resmi terbentuk dalam Muktamar ke-6 yang berlangsung tgl 15-18 Desember 1956 di Bandung. Mengenai fungsi dan keudukan Majlis Ulama Persis termaktub dalam Qanun Asasi Persis tahun 1957 Bab V pasal 1 sebagai berikut: a. Persatuan Islam mempunyai Majlis Ulama yang bertugas menyelidiki dan menetapkan hukum-hukum Islam berdasarkan alQur'an dan as-Sunnah, dan Pusat Pimpinan menyiarkannya. b. Majlis Ulama diangkat oleh Pusat Pimpinan buat selama-lamanya. c. Sesuai dengan kedudukannya sebagai Warasatul anbiya, Majlis Ulama memiliki hak veto ( menolak dan membatalkan ) segala keputusan dan langkah yang diambil dalam segala instansi organisasi Persatuan Islam. d. Cara bekerja majlis Ulama diatur dalam Qaidah Majlis Ulama.

e.

a. b. c. d.

Dalam Pasal 2 dinyatakan : Segala keputusan dan atau ketetapan yang diambil oleh Majlis Ulama dalam lapangan hukum agama wajib dipatuhi oleh Pusat Pimpinan dan segenap anggota Persatuan islam. Instansi Majlis Ulama hanya diadakan oleh Pusat Pimpinan . Cabang-cabang berhak mencalonkan ulama daerahnya kepada Pusat Pimpinan untuk menjadi anggota Majlis Ulama, disertai riwayat hidup ulama tersebut. Pusat Pimpinan berhak menolak calon yang diajukan itu. Anggota Majlis Ulama tahun 1953-1956 :

1) Ustadz KHM. Tamim (Bogor) 2) Ustadz A. Hassan ( Bangil) 3) Ustadz KH. Abdul Kadir Hassan ( Bangil) 4) Ustadz KHE. Abdurrahman ( Bandung) 5) Ustadz KH. Munawar Khalil ( Semarang) 6) Ustadz KH. Hasby As-Shiddiqy 7) Ustadz KHI. Sudibja (Bandung) 8) Ustadz KHE. Abdullah (Bandung) 9) Ustadz KH. Abdullah Ahmad ( Jakarta) 10) Ustadz KH. Junus Khadiri (Jakarta) 11) Ustadz KH. Abdurrafiq (Bandung) 12) Ustadz KH. Ma'shum (Yogyakarta)
Anggota Majlis Ulama tahun 1956-1960 :

1) 2) 3) 4) 5) 6) 7)

Ustadz A. Hassan ( Bangil) Ustadz KH. Ahmad Mansyur ( Bandung) Ustadz KH. Imam Ghazali ( Jakarta) Ustadz KH. Munawar Khalil ( Semarang) Ustadz KH. Said B. Thalib ( Pekalongan) Ustadz KH. Hasby As-Shiddiqy

7) Ustadz KH. Junus Al-Khadiri (Jakarta) 8) Ustadz KHE. Abdurahman ( Bandung ) 9) Ustadz KHO. Qomaruddin Shaleh ( Bandung ) 10) Ustadz KHM. Ali Al-Hamidy ( Jakarta ) 11) Ustadz KH Abdullah Ahmad ( Jakarta) 12) Ustadz KH Abdul Kadir Hassan ( Bangil ) 13) Ustadz KHE. Abdullah (Bandung) 14) Ustadz KH. Ma'shum (Yogyakarta) 15) Ustadz KHI. Sudibja ( Bandung )
Pada masa kepemimpinan Al-Ustadz KHE. Abdurrahman (1962 1983 )Majlis Ulama diganti namanya menjadi Dewan Hisbah dengan ketua Al-Ustadz KH. Abdul Kadir Hassan. Namun karena kesibukan dan berbagai masalah kejam'iyyahan, Dewan Hisbah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Berbagai masalah yang muncul, lebih banyak dijawab dan ditanggapi oleh Al-Ustadz KHE. Abdurrahman dengan segala kapasitasnya dan kemampuannya sebagai seorang Ulama yang mumpuni. Pada Masa kepemimpinan persis di bawah Al-Ustadz KH. Latief Muchtar, MA( ( 1983 -1997) tasykil Dewan Hisbah terbagi menjadi tiga priode : Priode 1983-1990:

Ketua Wkl. Ketua Sekretaris Wkl. Sekretaris Wkl. Sekretaris Para Anggota

KHE.Abdullah (Bandung) KH. Eman Sar'an (Jakarta) KH. Drs. Moh. Syarief Sukandy (Bandung) KHO. Syamsuddin (Bandung) KHI. Shodikin (Bandung)

1. 2. 3.

KHA. Hassan ( Purwakarta ) KHA. Syuhada ( Cianjur ) KHA. Ghazali ( Cianjur )

4.

4. 5. 6. 7.

KH. Ismail Fikri (Jakarta) KH. Usman Sholehuddin (Bandung) KH. Aceng Zakaria ( Garut) KH. Drs. Shiddiq Amien (Tasikmalaya) 8. KH. Suraedi ( Tasikmalaya ) Priode 1990 - 1995 :

1. 1.
Ketua Wakil Ketua Sekretaris Para Anggota
-

KHE. Sar'an( Jakarta) KHA. Syuhada ( Cianjur) KH. Drs. Shiddiq Amien (Tasikmalaya) KHA. Hassan (Purwakarta) KHO. Syamsuddin (Bandung) KHA. Latief Muchtar, MA ( Bandung ) KHA. Ma'shum Nawawi ( Majalengka) KHA. Ghazali ( Cianjur ) 6. KH. Drs. Nasihin bin Sayuti (Purwakarta) 7. KH. Usman Shalehuddin (Bandung ) 8. KHI. Shodikin (Bandung) 9. KH. Muh. Romli ( Bandung ) 10. KH. Aceng Zakaria ( Garut) 11. KH. Ismail Fikri (Jakarta ) 12. KH. Drs. M. Nurdin, SH (Jakarta) 13. KH. Ghazi Abdul Kadir (Bangil) 14. KH. Abdul Qodir Shodiq ( Bandung ) 15. KH. Ad-Dailamy Abu Huraurah (Sapeken) 16. KH. Drs. Moh. Syarief Sukandy (Bandung ) 17. KHM. Abdurahman Ks ( Tasikmalaya )

1. 2. 3. 4. 5.

18.

Priode 1995 -2000 : Ketua Wkl. Ketua Sekretaris Para Anggota : : KHE. Sar'an ( Jakarta) : KHA. Syuhada ( Cianjur ) : KH. Drs. Shiddiq Amien KH.O.Syamsuddin ( Bandung) KH. A. Latief Muchtar, MA ( Bandung ) KH. A. Ma'shum Nawawi ( Majalengka) KH. A. Ghazali ( Cianjur) KH. Abdul Qadir Shodiq ( Bandung) KH. Drs. Moh. Syarif Sukandy (Bandung) 7. KH. Abdurahman Ks (Tasikmalaya) 8. KH. Usman Shalehuddin ( Bandung ) 9. KH. Ikin Shodikin ( Bandung) 1. KH. Drs. M.Nurdin, SH (Jakarta) 2. KH. Moh. Romli (Bandung) 3. KH. Drs. Ahmad Mubin (Jakarta ) 4. KH. Aceng Zakaria ( Garut ) 1. KH. Ad-Dailamy Abu Hurairah ( Sapeken) 1. KH. Ghazi Abdul Kadir ( Bangil ) 2. KH. Luthfi Abdullah Ismail (Bangil) 3. KH. Mochtar Soemawikarta (Sukabumi) 1. KH. DR. M. Abdurrahman, MA ( Bandung)

1. 2. 3. 4. 5.

6.

Pada tanggal 12 Oktober 1997, Ketua Umum PP Persis yang juga anggota Dewan Hisbah Al-Ustadz KH. Latief Muchtar, MA wafat. Pada periode ini juga Dewan Hisbah kehilangan putra-putra terbaiknya, yaitu : KHO. Syamsuddin, KH. Drs. Moh. Syarief Sukandy, KH. Mochtar Soemawikarta, KH. Drs. Nasihin bin Sayuti, dan KH. Drs. M. Nurdin, SH.

Melalui Musyawarah khusus PP Persis yang melibatkan seluruh anggota Pimpinan Pusat, Para Ketua Umum PP bagian Otonom, Seluruh Anggota Dewan Hisbah, dan para Ketua PW Persis tanggal 25 Oktober 1997 di Ciganitri Bandung, secara aklamasi menujuk KH. Drs. Shiddiq Amien sebagai Ketua Umum Pengganti sampai Muktamar ke-12. Dan pada Muktamar ke-12 pada tanggal 9-11 September 2000 di Jakarta, Ustadz Shiddiq Amien terpilih kembali sebagai Ketua Umum untuk masa jihad 2000-2005. Pada priode ini tasykil Dewan Hisbah ditetapkan sebagai berikut: Ketua Waklil Ketua Sekretaris Wakil Sekretaris Anggota : : KHA. Syuhada ( Cianjur) : KH. Usman Shalehuddin (Bandung ) : KH. DR. M. Abdurrahman, MA : KH. Wawan Shofwan Para

1. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 1. 2. 3. 4. 5. 7.

KH. Ma'shum Nawawi ( Majalengka) KH. A. Ghazali ( Cianjur) KH. Abdul Qadir Shodiq ( Bandung ) KH. Abdurahman Ks ( Tasikmalaya) KHI. Shodikin ( Bandung ) KH. Drs. Shiddiq Amien (Tasikmalaya) KH. Moh. Romli ( Bandung ) KH. Aceng Zakaria ( Garut) KH. Ghazi Abdul Kadir ( Bangil) KH. Luthfi Abdullah Ismail (Bangil) KH. Drs. Ahmad Mubin ( Jakarta ) KH. Drs. Entang Muchtar, ZA ( Garut) KH. Taufiq Rahman, S.Ag ( Jakarta) KH. Drs. Uus Muhammad Ruhiyat ( Bandung ) 6. KH. M. RahmatNajieb, S.Ag ( Bandung )

Pada periode inipun Dewan Hisbah kembali kehilangan putra-putra terbaiknya dengan wafatnya : KH. Ma'shum Nawawi, KHA. Ghazali, dan KH. Ghazi Abdul Kadir. Mengenai kedudukan, hak, dan kewajiban Dewan Hisbah, diatur dalam Qanun Asasi pasal 13 dan Qanun Dakhili Bab VI pasal 34 -38. Hasil Muktamar ke-12. Dewan Hisbah dalam SK Nomor : 033/I.1.2-C.1/A.1/1994 yang ditandatangani oleh KHE. Sar'an sebagai Ketua dan KH. Drs. Shiddiq Amien sebagai Sekretaris menetapkan komisi-komisi dalam Dewan Hisbah yang terdiri dari: Komisi Ibadah mahdah, Komisi Mu'amalah, dan Komisi Aliran Sesat. Tapi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Pada Muktamar ke-13 Dewan Hisbah mengalami perubahan dalam menentukan keanggotaannya. Anggota Dewan Hisbah diajukan oleh para Ketua Pimpinan Daerah, dan kemudian mengadakan Pemilihan untuk Tasykilnya. Adapun susunan Tasykil Dewan Hisbah masa jihad 20052010 adalah sebagai berikut: Ketua Wakil Ketua MA : KH. Usman Shalehuddin Sekretaris Wakil : KH. Prof. Dr. Maman Abdurrahman, Sekretaris : KH. M. RahmatNajieb, S.Pd (diganti oleh KH.Wawan Shofwan) : KH. Wawan Shofwan (diganti oleh Al-Ustadz Jae Nandang)

Anggota

1. KH. Achyar Syuhada

2. KH. Ikin Shodikin 3. KH. Abdul Qodir Shodiq 4. KH. M.Abdurrahman Ks

5. KH.
Aceng Zakaria

6. KH. Muh. Romli 7. KH. Drs. Shiddiq Amien, MBA. 8.

8. KH. Ad-Dailamy Abu Huraeroh 9. KH. Luthfi Abdullah Ismail Lc. 10. KH. Drs. Entang Mukhtar ZA. 11. KH. Drs. Ahmad Mubin 12. KH. Taufiq Rahman Azhar, S.Ag 13. KH. Drs. Uus Muh. Ruchiyat 14. KH. Ade Abdurrahman, Lc. 15. KH. Drs. U. Jalaludin 16. KH. Drs. Ahmad Daerobby, M.Ag 17. KH. Drs. Jeje Zaenuddin, M.Ag 18. Ust. Salam Rusyad 19. Ust. Zae Nandang
Keputusan-keputusan Majlis Ulama dan dewan Hisbah sebelum tahun 1983 tidak diketemukan dokumentasinya. Masalah-masalah yang sudah dibahas dan diambil istinbathnya : Periode 1983 - 1990 : 1) Sedekap dalam I'tidal dalam shalat 2) Tasyahud Awal dalam shalat Tarawih yang 4-4-3 3) Fidyah bagi yang sakit 4) Memperbanyak Umrah pada masa haji 5) Shalat Jama' selama menunaikan haji 6) Shalat Qashar di Mekkah 7) Shalat Rawatib sewaktu safar 8) Taswib pada adzan Subuh 9) Hukum rokok 10) Miqat di Qarnul manazil 11) Hukum Menghormat bendera 12) Lafadl Ihlal Ihram 13) Mengangkat tangan dalam do'a melihat Ka'bah 14) Do'a di Multazam 15) Kaifiyyah di Ruknul Aswadi dan Yamani 16) Hukum Cadar

17)

17) Hukum Mabit di Mina dan Singgah di Namirah 18) Takbir dan Do'a di Jamarat 19) Shalat Sunat sebelum Ihram 20) Bayi Tabung 21) Transplantasi 22) Transeksual 23) Asuransi 24) SDSB
Periode 1990 - 1995 :

1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19)

Harta yang wajib Dizakati Pengertian Riba Mustahik Zakat Sa'i Bakda Thawaf Ifadah bagi Mutamatti' Bacaan Shalawat Dalam Tasyahud Awwal Qunut Nazilah Salam di Mimbar Pengajian Ramal(lari krcil) pada Thawaf Qudum Menikahkan wanita Hamil Posisi(hokum atau kedudukan) Imam Wanita Dalam Shalat Keluarga Berencana Darul Aitam Darul Arqam Shalat Jum'at di Arafah Menjama' Shalat pada Yaumu Tarwiyyah Kaifiyyah Berpakaian ihram di Luar Thawaf Qudum Hukum Mabit di Muzdalifah dan Melontar Jumrah Aqabah Pengunaan Alkohol pada proses produksi makanan Cara yang disyari'atkan di Ruknul Yamani waktu Thawaf dan di Ruknul Aswadi ba'da thawaf. 20) Menjamak melontar jamarat 21) Asuransi Takafful 22) Urine dijadikan Obat

23)

) Transplantasi dengan Organ Binatang haram ) Pengurusan jenazah AIDS ) Upacara adat dalam khitanan dan pernikahan ) Al-hadyu diganti dengan Al-Qimah ) Rahim Titipan / Sewa Rahim | Siapakah Ahlus Sunna wal Jama'ah itu. iode 1995-2000 : Isbal Euthanasia Wanita yang nifas di Bulan ramadlan Qadla atau fidyah Thawaf Ifadah di luar tgl 10 Dzul Hijjah Do'a di Jumratul Aqabah pada Ayyamut tasyriq Shigat Ta'liq Thalak Thuruqul istinbathul Ahkam dewan Hisbah i Isyarat di Hajar Aswad bakda shalat di Maqam Ibrahim i Perempuan jadi presiden atau Kepala Negara )) Isyarat telunjuk pada "jalsah baina sajdatain" [) Shalat dhuhur pada hari Idul Fithri atau Adha yang jatuh pada iri Jum'at 2) Shalat dua rakaat bakda Ashar 3) Posisi telapak kaki waktu sujud 4) Tasyahud awal pada shalatul lail 5) Thawaf Ifadah pada Ayyamu tasyriq 6) Hukum menghormat seseorang dengan berdiri 7) Sumpah dengan mengangkat al-Qur' an 8) Posisi Zakat dan Pajak 9) Posisi Tasawuf dalam ajaran Islam 1) Transplantasi dengan tubuh non muslim 2) Jual beli saham dan valas dalam rangka profit taking 3) Menghajikan orang yang sakit, lansia dan yang sudah mati 4) Pembuatan obat, kosmetik dari organ tubuh mayit 5) Perusahaan padat modal wajib zakat atau Infaq.

6)

Periode 2000-2005 :

1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14)

Haji Ifrad bagi Penduduk di Luar Mekkah Kloning Pada Manusia Baca Surat dan Kaifiyyat Salam Dalam Shalat Janaiz Hisab dan Rukyat Dalam Penetapan Awal Bulan Magic dan Kadugalan Shalat Jum'at Bagi Musafir Istighatsah Memelihara Jenggot Isyarat Telunjuk pada Jalsah Baina Sajdatain Hipnotis dan Tayangan Ghaib di TV Jadwal Kepulangan Sebelum Thawaf Ifadlah Karena Haid Wakaf Uang Mengepalkan Tangan Waktu Bangkit dari Sujud Ihram Haji Bagi Yang Sudah Ada di Mina atau Arafah pd Yaumu Tarwiyyah. 15) Hukum Thawaf Wada' 16) Mengangkat Imam di anatar Makmum yang Masbuk Untuk Masa jihad 2005-2010 Dewan Hisbah sampai bulan Mei 2007 telah melaksanakan dua kali siding dengan kajian : 1) Penempatan jema'ah haji di Mina Jadid tanggal 8-13 Dzulhijjah. 2) Bacaan di Hajar Aswad dan Marwah pada putaran/sa'I ketujuh 3) Konsep Al-Khilafah Al-Islamiyah 4) Berdiri saat menyanyikan lagu Indonesia Raya 5) Metodologi ijtihad 6) Masbuk mendapatkan ruku imam 7) I'tikaf Ramadhan Sebagian waktu dan I'tikaf di luar Ramadhan. Selain itu Dewan Hisbah juga telah menyusun Risalah Shalat, Risalah Shaum, Risalah Zakat dan Risalah haji, dan sudah diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Persatuan Islam kecuali Risalah Zakat yang masih disempurnakan.