Anda di halaman 1dari 4

A.

Penelitian Kuantitatif PENGARUH IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP EFISIENSI ADMINISTRASI DI SMA COLOMBO YOGYAKARTA Sistem administrasi yang terorganisasi dengan baik sangat memberikan manfaat bagi pelaksanaan kelembagaan. Pada penelitian kali ini penulis menentukan populasi SMA Colombo Yogyakarta sebagai unit analisis. Sampel diambil dari siswa dengan metode pengumpulan data questionare dan guru dengan structure interview. Tehnik pengambilan sample untuk siswa dilakukan dengan random sampling dan guru dengan purposive sample. Penelitian ini memiliki dua variabel induk yang disebut dengan independent variable dan dependent variable. Independent variable dalam penelitian ini, implementasi teknologi informasi, merupakan variabel yang mempengaruhi dependent variable, dalam penelitian ini efisiensi administrasi. Pola hubungan antar variable tersebut digambarkan dalam pola X dan Y dimana X adalah implementasi teknologi administrasi dan Y adalah efisiensi administrasi. Independent Variable Implementasi teknologi informasi (X) 1. Program aplikasi 2. Perangkat komputer (PC) 3. Jaringan 4. Tenaga administrasi Dependent Variable Efisiensi administrasi (Y) 1. Pengorganisasian data 2. Prosedur layanan 3. Layanan data -

Penelitian pada implementasi teknologi informasi akan mengungkap ketersediaan perangkat teknologi informasi untuk mendukung efisiensi administrasi. Sedangkan efisiensi administrasi akan mengungkap model administrasi. Penulis memberi judul penelitian ini Pengaruh Implementasi Teknologi Informasi Terhadap Efisiensi Administrasi di SMA Colombo Yogyakarta, yang menganalisa implementasi teknologi informasi dalam sistem administrasi dan pengaruhnya terhadap efisiensi sistem administrasi. Jenis data yang digunakan antara lain data nominal, data interval, data ratio, data ordinal. Skala pengukuran yang digunakan antara lain: Guttman, Likert, Semantic Differensial, dan Rating. Sub variabel Program aplikasi Perangkat PC Jaringan Jenis data Nominal Nominal Nominal Nominal, ratio Skala pengukuran Guttman Guttman Guttman skoring Tidak [1], ya [2]. Tidak pernah [1], pernah [1] Tidak [1], ya [2] Tidak [1], ya [2]. Tidak setuju [1], setuju [2] Tidak [1], ya [2]. Sangat baik [4], cukup baik [3], kurang baik [2], sangat tidak baik [1]. Sangat baik [4], cukup baik [3], kurang baik [2], sangat tidak baik [1].

Tenaga administrasi

Likert, rating

Pengorganisasian data

Ratio

Rating

Prosedur layanan Layanan data

Interval Ordinal

Semantic differensial rating

Mudah 4 3 2 1 ribet, Cepat [4], cukup cepat [3], kurang cepat [2], sangat tidak cepat [1].

Dengan sub variabel di atas terdapat dua hipotesa: H0: terdapat korelasi positif yang signifikan antara implementasi teknologi informasi dengan efisiensi administrasi Ha: tidak terdapat korelasi positif yang signifikan antara implementasi teknologi informasi dengan efisiensi administasi.

B. Penelitian Kualitatif IMPLEMENTASI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI DI SMP IT BINA UMAT Implementasi pendidikan teknologi informasi di sekolah pada umumnya bertujuan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, akuntabilitas, dan kenyamanan belajar. Obyeknya adalah pembelajaran yang lebih baik, menarik, interaktif, dan atraktif. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan prestasi, kecakapan akademik siswa karena mereka dituntut mandiri dan bertanggungjawab terhadap proses pembelajarannya. Materi yang disampaikan dalam pembelajaran dapat berbasis visual, audio visual, komputer, interactive video, internet, dan e learning. Implementasi pendidikan teknologi informasi penulis memfokuskan penelitian pada jenjang sekolah lanjutan pertama sebagai unit analisa. SMP IT Bina Umat sebagai populasi. Sedangkan sampel terdiri dari siswa, guru, waka kurikulum, dan kepala sekolah. Penulis meyakini sampel merupakan responden yang mengetahui, memahami, dan mengalami. Pada penelitian ini penulis membatasi pendidikan teknologi informasi pada wilayah implementasi sebagai variabel penelitian, yang akan mengungkap penerapan kurikulum dan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan In depth interview dengan instrument dokumentasi, voice recorder, dan video recorder. Dalam penelitian ini, penulis mengangkat judul Implementasi Pendidikan Teknologi Informasi di SMP IT Bina Umat. Penulis ingin mengetahui urgensi dan implementasi pendidikan teknologi di jenjang sekolah lanjutan pertama dengan harapan optimalisasi siswa di bidang teknologi informasi.

C. Penelitian Studi Pustaka

PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DALAM GLOBALISASI JARINGAN INFORMASI (STUDI PEMIKIRAN MUNIR) Dalam bukunya Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi, konsep Munir mengenai kurikulum berbasis teknologi-informasi tidak berbeda dengan konsep kurikulum pada umumnya, yaitu membahas tentang pengembangan tujuan, pengembangan materi, pengembangan strategi dan pengembangan evaluasi dalam pendidikan. Hal yang membedakan dari konsep kurikulum Munir, yaitu memposisikan teknologi informasi sebagai basis dalam kurikulum, seperti computer assisted instructional, pemanfaatan internet dalam pembelajaran, e-Learning dan multimedia dalam pembelajaran. Berdasarkan konsep pemikiran Munir, variable yang menjadi obyek pdalam penelitian ini adalah kurikulum berbasis teknologi informasi. Meliputi tujuan, materi, strategi dan evaluasi yang kesemuanya berbasis teknologi informasi Di sini penulis akan menentukan posisi terkait penerapan teknologi informasi dalam kurikulum di lembaga pendidikan. Hal ini didasarkan atas asumsi beberapa tokoh pendidikan teknologi informasi, antara lain: Bambang Warsita, Fred Percival dan Azhar Arsyad. Berikut adalah asumsi penulis yang dijadikan sebagai hipotesis alternatif penelitian ini: Ha1: Ada pengaruh yang signifikan antara kurikulum berbasis teknologi informasi dengan ketersediaan media pembelajaran. Ha2: Ada pengaruh yang signifikan antara kurikulum berbasis teknologi informasi dengan guru yang memiliki kecakapan mengoperasikan media pembelajaran. Ha3: Ada pengaruh yang signifikan antara kurikulum berbasis teknologi informasi dengan evaluasi pembelajaran berbantuan komputer (computer assited instructional). Adapun penelitian studi pustaka yang berjudul Penerapan Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dalam Globalisasi Jaringan Informasi (Studi Pemikiran Munir) ini menggunakan model analisa berperspektif globalisasi teknologi informasi atau jaringan informasi. Sebelum beranjak jauh ke model analisa berperspektif globalisasi jaringan informasi, perlu disampaikan bahwa manifestasi globalisasi jaringan informasi merupakan akibat dari globalisasi ekonomi. Rasionalisasinya, kegiatan ekonomi bagi suatu negara di seluruh belahan dunia menjadi satu kekuatan pasar yang terintegrasi melalui ekonomi internasional, tanpa adanya batas teritorial negara yang menghalanginya. Globalisasi ekonomi ini termanifestasikan melalui globalisasi produksi, tenaga kerja, pembiayaan, jaringan informasi dan perdagangan. Yakni dengan ciri-ciri sebagai berikut: pertama, berubahnya konstantasi ruang dan waktu. Kedua, ketergantungan produksi pasar. Ketiga, meningkatnya interaksi kultural. Dan keempat, meningkatnya masalah bersama, seperti krisis multinasional dan inflasi regional. Hematnya, yang dimaksudkan dengan globalisasi jaringan informasi yakni konstantasi masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari berbagai negara di belahan dunia dikarenakan kemajuan teknologi, di antaranya: TV, radio, media cetak, televisi satelit, internet dan lain sebagainya. Berangkat dari semakin majunya jaringan informasi di berbagai belahan dunia telah menimbulkan implikasi semakin meluasnya produksi pasar dan semakin meningkatnya interaksi kultural. Sehingga selera masyarakat dalam konteks ini baik yang berdomisili di kota maupun di desa menuju suatu kesetaraan, yaitu selera global.

Berdasarkan uraian di atas, kiranya yang paling relevan untuk dijadikan model analisa penelitian studi pustaka ini adalah menggunakan model analisa berperspektif globalisasi jaringan informasi. Kemudian model analisa ini akan didasarkan atas teori keunggulan komparatifnya David Ricardo. Teori keunggulan komparatif ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling tergantung dan dapat saling menguntungkan satu sama lainnya. Di antara kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai keunggulan komparatifnya. Berdasarkan uraian di atas, kiranya yang paling relevan untuk dijadikan model analisa penelitian studi pustaka ini adalah menggunakan model analisa berperspektif globalisasi jaringan informasi. Kemudian model analisa ini akan didasarkan atas teori keunggulan komparatifnya David Ricardo. Teori keunggulan komparatif ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling tergantung dan dapat saling menguntungkan satu sama lainnya. Di antara kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai keunggulan komparatifnya. Berdasarkan uraian di atas, kiranya yang paling relevan untuk dijadikan model analisa penelitian studi pustaka ini adalah menggunakan model analisa berperspektif globalisasi jaringan informasi. Kemudian model analisa ini akan didasarkan atas teori keunggulan komparatifnya David Ricardo. Teori keunggulan komparatif ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling tergantung dan dapat saling menguntungkan satu sama lainnya. Di antara kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai keunggulan komparatifnya. Sedangkan dalam konteks ini lembaga pendidikan memiliki hubungan dengan lembaga pendidikan lain, yakni dengan indikasi adanya peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar lembaga pendidikan melalui berbagai macam bentuk interaksi, sehingga menyingkirkan batas-batas yang disebabkan perbedaan lembaga pendidikan, negara, letak geografis, ekonomi dan kebudayaan suatu masyarakat. Suatu lembaga pendidikan yang menerapkan kurikulum berbasis teknologi informasi akan memiliki keunggulan yang setara atau sejajar dengan lembaga pendidikan bermutu lainnya. Keunggulan yang setara atau sejajar di sini dimaksudkan bahwa setiap lembaga pendidikan yang menerapkan kurikulum berbasis teknologi informasi itu memberikan keluasan terhadap peserta didik untuk mengembangkan potensinya dengan cara mengorganisir informasi yang terkait upaya pengembangan potensi peserta didik, sehingga kompetensi output pendidikan antara lembaga yang satu dengan lembaga yang lain memiliki kekhasan tersendiri.