Anda di halaman 1dari 8

KONSEP DAN PENGERTIAN SENI

Herbert Read

Biografi Sir Herbert Read adalah seorang profesor seni rupa di Universitas Edinburgh 19311933 dan seorang dosen seni di Universitas Liverpool (1935-36).Selama Perang Dunia II Read responsif terhadap ideologi 'perang rakyat'. Namun, sesuai dengan keyakinan politik anarkis, Read berpendapat dalam To Hell with culture (1941) Persetan dengan budaya, kebudayaan sebagai hal yang ditambahkan seperti saus ikan basi jika tidak enak!. Setelah perang Read bekerjasama dengan Roland Penrose dan Eduardo Paolozzi Institut Seni Kontemporer (ICA) di London, tujuannya adalah untuk menurunkan penghalang antar berbagai disiplin artistik.

Wajah Herbert Read

Pendapat Herbert Read

Herbert Read mendefinisikan bahawa keindahan adalah kesatuan dan hubunganhubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan inderawi kita. Pada umumnya orang beranggapan bahwa yang indah adalah seni atau bahwa seni adalah selalu indah, dan bahwa yang tidak indah bukanlah seni. Pandangan semacam ini akan menyulitkan masyarakat dalam mengapresiasi seni sebab ini tidak harus selalu indah, menurut pendapat Herbert Read.

Dalam seri buku, seperti The Meaning of Art (1930), Art Now (1933),Read berpendapat untuk 'bentuk organik' dan kebutuhan seni dalam pendidikan. Read telah mengadopsi ide dari Freud, Jung, Hegel, Schiller, dan Marx. Dia telah mengembangkan untuk keburukan industrialisme, dan menyangkal bahwa ada "hubungan yang diperlukan antara keindahan dan fungsi". English prose style (1928) mencerminkan kekecewaan terhadap era pasca perang dan kemegahan palsu. Read memuji kebaikan kesederhanaan, bahkan jika sekalipun itu kering dan rata - setidaknya itu menyampaikan perasaan kebenaran.

Keindahan adalah kesadaran nilai yang muncul di dalam presepsi kita yang muncul sewaktu menanggapi ekspresi suatu objek. Keindahan adalah unsur emosional suatu perasaan terpesona yang menyenangkan pada diri kita, yang ditimbulkan dari unsurunsur karya keindahan merupakan kesadaran yang bersifat apresiatif, suatu sensasi yang membangkitkan kekaguman dan penghargaan.

Feldman

Menurut Feldman ( 1996 ), beliau berpendapat bahawa pendidikan seni sebagai usaha yang melibatkan pengajaran dan pembelajaran membuat dan memahami seni, di samping mengetahui tentang dunia dan diri kita melalui seni. Seni yang dimaksudkan di sini adalah seni visual yang merangkumi keseluruhan bidangnya. Ini adalah kerana seni visual adalah berkait rapat dengan alam dan persekitarannya yang turut merangkumi manusia dan kemanusiaannya, kebudayaan dan lain-lain altiviti yang berkaitan dengan kehidupan. Secara jelasnya, pendidikan seni mempunyai peranan di dalam segenap aspek kehidupan sama ada sosial, politik, kebudayaan mahupun ekonomi.

Pembahagian fungsi seni mengikut Feldman: y y y Fungsi personal (the personal function of art) Fungsi social (the social function of art) Fungsi fisikal (the physical function of art)

. FUNGSI PERSONAL (THE PERSONAL FUNCTION OF ART) Fungsi Personal Fungsi personal seni merupakan saluran ekspresi pribadi, tidak hanya terbatas pada ilham saja yang semata-mata tidak berhubungan dengan emosi-emosi pribadi dan hal ihwal tentang kehidupan, tetapi juga mengandung pandangan-pandangan pribadi tentang peristiwa dan objek umum yang dekat dengan kehidupan, termasuk situasi kemanusiaan yang mendasar, seperti cinta, sakit, kematian, dan perayaan yang terulang secara konstan sebagai tema-tema seni.

Seni secara interpersonal berhubungan dengan tema-tema, seperti: cinta, seks, perkawinan, dan kematian. Sepasang kekasih, perkawinan, kehamilan, seorang ibu dan anak, orang tua, dan pasangan hidup, semua mencerminkan pada fungsi pribadi, mengenai tema paling sentral bagi kehidupan manusia sebagai anggota keluarga.

2. FUNGSI SOSIAL ( THE SOCIAL FUNCTION OF ART) Seni melakukan fungsi sosial jika:

y y

Hal ini dibuat untuk dapat dilihat atau digunakan dalam situasi umum Menggambarkan aspek-aspek kehidupan bersama oleh semua sebagai lawan jenis peribadi

Salah satu bentuk karya yang dihasilkan melalui fungsi sosial ialah seni ukir batu padas. Ini kerana ia merupakan salah satu daripada bentuk seni yang digunakan dalam masyarakat setempat. Untuk mengetahui bagaimana fungsi sosial dapat mengacu pada pendapat Feldman yang menjelaskan, bahwa karya seni menunujukkan fungsi sosial, apabila:

Karya seni itu mengekspresikan atau menjelaskan aspek-aspek tentang eksistensi sosial atau kolektif sebagai lawan dari bermacam-macam pengalaman personal individu.

Karya itu diciptakan untuk dilihat atau dipakai (dipergunakan), khususnya dalam situasi-situasi umum.

Karya seni itu mencari atau cenderung mempengaruhi perilaku kolektif orang banyak.

3. Fungsi Fizikal (THE PHYSICAL FUNCTION OF ART)

Lukisan dan bangunan dapat menjadi simbol, tetapi hanya bangunan melayani fungsi fisik. Seni dalam ikatan fungsi fisik merujuk pada benda-benda yang dibuat untuk digunakan sebagai alat atau wadah. Sebagai sebuah contoh, misalnya: pada desainer industri, mereka menciptakan benda industri, yang dibuat dan dijual untuk konsumen. Seni saling berhubungan dan bertanggung jawab terhadap cakupan wilayah atau lingkungan, baik tampilannya dan cara kerjanya. Dan di sini, seni berarti lebih daripada menghiasi atau memperindah padampengertian.dasarnya.

Kediaman adalah jenis bangunan paling awal dan paling dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Ini mungkin merupakan ilustrasi terbaik dari efek gabungan seni, teknologi, dan desain. Manusia larut dalam kecintaan pada produk industri, seperti: mesin pencuci piring, AC, oven otomatis, ubin kamar mandi, dan kesemuanya dibangun dalam konteks lebih dari sekedar kualitas ruang yang terang dan desain yang baik, sehingga dapat membawa nilai lebih dari sebuah rumah.

Teknologi mempengaruhi nilai-nilai estetika. Kecepatan tinggi pada lift, kerangka baja kerangka, dan cahaya konstruksi dinding, memungkinkan kita untuk membangun hampir setinggi yang kita inginkan, hampir diluar imajinasi seni itu sendiri

RUJUKAN
http://pagiidg.blogspot.com/2009/12/estetika-herbert-read-dg-1a.html