Anda di halaman 1dari 4

1.

Center of Gravity Fahrima Nisya Otopart menurut rencana akan dibagun di salah satu kota berikut ini yaitu Cikarang, Cirebon dan Pati. Untuk melakukan pemilihan dari ketiga kota terebut, salah satu metode yang digunakan adalah center of gravity. Sebelum melakukan pemilihan lokasi, yang harus diketahui terlebih dahulu adalah letak koordinat dari masing-masing sebagaimana yang ditunjukan pada gambar 1 serta jumlah permintaan sepeda motor untuk masing-masing wilayah yang ditunjukan pada tabel 1. Jumlah permintaan sepeda motor ini diperlukan karena Fahrima Nisya otopart merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufakturing salah satu onderdil sepeda motor yaitu rotor hubung.

Gambar 1 Letak Koordinat Masing-Masing Lokasi

Tabel 1 Jumlah Permintaan Sepeda Motor Masing-Masing Lokasi

Lokasi

Demand Sumbu-X

Sumbu-Y

Demand x Demand x Sumbu-X Sumbu-Y 17875 8250 6875

Cikarang 5500 Cirebon Pati 3000 2500

2,5 4,4 7,5

3,25 2,75 2,75

13750 13200 18750

Sehingga diperoleh hasil perhitungan center of gravity sebagai berikut ini:

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat diketahui bahwa lokasi yang paling tepat untuk mendirikan Fahrim Nisya Otopart adalah pada koordinat sumbu x 4,15 dan koordinat sumbu-y 3 (4,15;3) 2. AHP (Analitical Hierarchy Process) Selain menggunakan metode center of gravity, metode yang dapat digunakan adalah AHP (Analitical Hierarchy Proces). Proses pengerjaan metode AHP dimulai dengan membuat struktur hirarki dari permasalahan yang ingin diketahui. Pada pemilihan lokasi Fahrima Nisya Otopart, berikut ini adalah struktur hirarki dari permasalahan penentuan lokasi dari perusahaan tersebut sebagaimana yang ditunjukan pada gambar 2.

Gambar 2 Struktur Hirarky Pemilihan Lokasi Perusahaan Fahrima Nisya Otopart dengan Mengguanakan Analitical Hierarchy Process

Berdasarkan gambar 2 tersebut, dapat diketahui bahwa dalam pemilihan lokasi perusahaan Fahrima Nisya Otopart terdapat lima kriteria penilaian yang digunakan yaitu upah minimum regional (UMR), supplier, kedekatan dengan konsumen, kualitas tenaga kerja dan infrastruktur yang ada pada masing-masing wilayah. Selain itu juga, diketahui pula terdapat tiga alternatif yang dipilih yaitu Cikarang, Cirebon dan Pati. Dalam metode AHP penilaian dilakukan oleh pakar, dimana pada pemilihan lokasi perusahaan Fahrima Nisya Otopart, pakar yang menilai adalah Nindya Shannaz Pargustien serta dalam pengerjaanya dilakukan dengan bantuan software expert choise. Hasil yang diperoleh yaitu sebagaimana ditunjukan oleh gambar 3 untuk hasil penilaian secara keseluruhan, gambar 4 untuk hasil penilaian masing-masing alternatif yang digunakan dan gambar 5 untuk hasil penilaian kriteria yang digunakan dalam penilaian.

Gambar 3 Hasil software expert choise untuk Hasil Keseluruhan

Gambar 4 Hasil software expert choise untuk Hasil Masing-Masing Alternatif

Gambar 3 Hasil software expert choise untuk Hasil Masing-Masing Kriteria

Berdasarkan hasil pengerjaan menggunakan bantuan software expert choise tersebut, dapat diketahui bahwa kriteria yang paling berpengaruh dalam menentukan lokasi perusahaan Fahrima Nisya Otopart adalah supplier yaitu senilai 0,510 dengan nilai inconsistency (CR) sebesar 0,27. Dan alternatif yang terpilih adalah Cikarang dengan nilai alternatif sebesar 0,594 dan nilai inconsistency (CR) sebesar 0,26. Dengan nilai inconsistency (CR) sebesar 0,26, dimana nilai CR-nya lebih besar dari 0,1 yang mengindikasikan semakin besar ketidak konsistenan pilihan pakar dalam menilai masing-masing kriteria yang digunakan. Sehingga terdapat beberapa langkah yang seharusnya dilakukan sehingga hasil AHP tersebut dapat diterima dan digunakan yaitu salah satunya adalah mengganti pakar atau juga dapat dilakukan penilaian kembali oleh pakar dengan terlebih dahulu menyamakan persepsi antara pakar dan yang peneliti inginkan.