Anda di halaman 1dari 3

TUGAS BIOLOGI (Persilangan Monohibrid)

DISUSUN OLEH: M. Rizky Wahyudi

KELAS : XII IPA. 3

GURU PEMBIMBING : Saparudin, S.Pd.

SMA NEGRI 8 PALEMBANG TAHUN AJARAN 2011/2012

Tugas Biologi Persilangan Monohibrid


A. Tujuan Membuktikan persilangan monohibrid melalui penghitungan kancing. B. Alat dan Bahan - Kancing kuning - Kancing hijau - Ember kecil

: 60 buah : 60 buah : 2 buah

C. Cara Kerja 1. Pada 60 kancing kuning dan hijau, pisahkan bagian kancing yang berlubang (betina) ke dalam ember kecil and juga bagian kancing bertombol (jantan) ke dalam ember kecil lainnya. 2. Campurkan kancing kuning dan hijau yang berlubang maupun yang bertombol pada kedua ember kecil yang terpisah tadi. 3. Cocokkanlah kancing-kancing tersebut pada masing-masing ember kecil tanpa melihat secara langsung (acak). 4. Catatlah hasil pencocokan kancing-kancing tersebut pada tabel yang disediakan. Jika kancing hijau dengan hijau artinya bergenotipe tinggi (PP), jika kancing hijau dengan kuning artinya bergenotipe tunggi-heterozigot (Pp), dan jika kancing kuning dengan kuning artinya bergenotpe pendek (pp). D. Hasil Pengamatan Berikut ini adalah hasil pengamatan dari empat kelompok. Kelompok 1 2 3 4 Jumlah Genotipe Tinggi (P_) Pendek (pp) 88 32 91 29 90 30 88 32 357 123

Setelah ditentukannya hasil pengamatan, maka dilakukannlah penjumlahan (rasio) persilangan monohibrid dengan persamaan:

Dari tabel pertama, diambillah jumlah genotipe secara keseluruhan sebagai nilai untuk rasio (x hitung). Keterangan     Genotipe Tinggi (P_) Pendek (pp) 357 123 360 120 3 3  2.5 2.5  6.25 6.25 0.017 0.05 0.67 x Hitung  Keterangan: : Nilai yang di amati (Observed) : Nilai yang diharapkan (Expected) : Deviasi : Nilai rasio monohibrid pada fenotipe

E. Penjelasan dan Kesimpulan Pada dasarnya persilangan monohibrid dapat dijelaskan sebagai berikut. P F1 F1>< F1 : : : Pp (Tinggi) PP (Tinggi) >< Pp (Tinggi) >< pp (Pendek)

Pp (Tinggi) P,p P p Pp (Tinggi) pp (Pendek)

Gamet F2

: P,p :

P p

PP (Tinggi) Pp (Tinggi)

Sehingga ditemukan rasio genotipe nya (MM : Mm : mm = 1 : 2: 1) dan fenotipe nya (Tinggi : Pendek = 3 : 1). Sedangkan berdasarkan hasil pengamatan, rasio persilangan monohibrid (pada fenotipe) adalah: x Hitung < x Tabel (3,84) Dari hasil pengamatan, didapatlah rasio (x Hitung) nya sebesar 0,67. Kesimpulannya, dari pengapatan tersebut telah sesuai dengan rasio yang telah ditentukan. x Hitung (0,67) < x Tabel (3,84) -> (Terbukti)

--++*++--