..

PLC-4
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
01 SEKTOR INFORMAL
Oleh:
Mohamad Yani
Depertemen Teknologi Industri Pertanian, Fateta,
Institut Pertanian Bogor
Disampaikan pada :
KONVENSI NASIONAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
" Evaluasi Perkembangan Budaya K3 dalam Mengatasi Permasalahan
K3 Masa Depan"
Diselenggarakan oleh :
DEWAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA NASIONAL (DK3N)
Didukung oleh :
OEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI
DAN
JAPAN INDUSTRIAL SAFETY AND HEALTH ASSOCIATION (JISHA)
Jakarta, 11 - 13 Januari 2006
I
\
\
i
I
I
\
2
1. PENDAHULUAN
Selum ada pembagian yang jelas antara jenis dan tempat kerja dari
kegiatan pekerjaan formal dan informal. Sementara ini sekotr informal dan
formal dibedakan karena ketidakberadaannya hubllngan kerja atau kontrak
kerja yang jelas. Pada umumnya sifat pekerjaan informal hanya berdasarkan
perintah dan perolehan upah. Hubungan yang ada hanya sebatas majikan dan
buruh (tenaga kerja), dengan minimnya perlindungan K3. Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu perlindungan tenaga kerja di
segala jenis kegiatan usaha, baik formal maupun informal. Kegiatan dan
penerapan K3 terhadap tenaga kerja di sector formal, pada umumnya sudah
diterapkan dengan baik. Sedangkan penerapan di sector informal beilim
diketahui dengan baik. Kegiatan pekerjaan dan tempat kerja sector informal
sangat banyak dan belum diklasifikasikan atas jenis usaha , jenis pekerjaan,
dan tempat kerja Sila ditinjau dari ketiganya, nampaknya tidak jauh berbeda.
Nanlun bila dilihat kondisi tempat kerja dan K3 nya a ! ~ a n berbeda (sangat
berbeda).
Dalam makalah ini mencoba diamati ksgiatan K3 di sector informal
dengan mengamati kondisi tempat kerja, {::snggunaan alat pelindung diri,
pengetahuan K3, dan faslitas kesehatan di kegiatan sector informal.
2. TEMPAT KERJA
Dalam UU NO. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, dinyatakan
bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan
dalam melakllkan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan
produksi serta produktifitas nasional. Setiap orang lainnya berada di tempat
kerja perlu terjamin keselamatannya.
Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka,
bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja, atau yang sering dimasuk
tenaga kerja untuk keperilian suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau
sumber-sumber bahaya tertentu.
T empat k e ~ a :
a. dibllat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat
perkakas, peralatan stau instalasi yang berbahaya atau dapat
menimbulkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan
b. dibuat, diolah, dipergunakan, diperdagangkan. diangkut atau disimpan
bahan atau barang, yang dapat meledak, mudah terbakar. menggigit,
beracun, menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi.
c. dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan. pembersihan atau
pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya termasuk
bangunan pengairan, saluran atau terowongan di bawah tanah dan
sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan.

3
d. dilakukan usaha : pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengerjaan
hutan, pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan
dan lapangan kesehatan.
e. dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan : emas, perak, logam,
mineral lainnya, baik di permukaan atau di dalam maupun di dasar
perairan.
f. dilakukan pengangkutan barang, binatang, atau manusia, baik di
daratan, melalui terowongan, di permukaan air, di dalam air maupun di
udara.
g. dikerjakan bongkar muat barang muatan di kapal, perahu dermaga, dok,
stasiun atau gudang
h. dilakukan penyelamatan pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam
air
i. dilakukan pekerjaan dalam ketinggian di atas permukaan tanah atau
perairan
j. dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau
rendah
k. dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah,
kejatuhan, terkena peiantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanya
atau terpelanting.
I. dilakukan pekerjaan dalam tangki sumur atau lobang
m. terdapat atau meryebar suhu, kelembaban, debu, kotoran, api, asap,
uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radjasi suara atau getaran.
n. dilakukan pembuangan atau pamusnahan sampah atau limbah
o. dilakukan pemancaran, penyinaran, atau penerimaan radio, radar,
televisi atau telepon
p. diiakukan pendidikan, pembinaan, percobaan, penyeledikan, atau riset
(penelitian) yang menggunakan alat tekr.is
q. dibangkitkan, dirubah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan, atau
disalurkan listrik, gas, minyak atau air.
r. diputar film, dipertunjukkan sandiwara atau diselenggarakan rekreasi
lainnya yang memakai peralatan, instalasi listrik atau mekanik.
Dari definisi tempat kerja tersebut, seluruh kegiatan usaha dan p&kerja di
sector informal mencakup tempat kerja yang sangat luas. Tempat kerja sekotr
informal sangat beragam, misalnya bengkel, bangunan, kawasan
pertambangan, rumah, pertokoan, bangunan industri, jalan, trotoar, dan
sebagainya.
3. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Dalam UU No. 1 tahun 1970 dinyatakan bahwa syarat-syar:=!t keselamatan
kerja untuk :
a. mencegah dan mengurangi kecelakaan
b. mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran
c. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan
4
d. memberikan kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu
kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya
e. memberikan pertolongan pada waktu kecelakaan
f. memberikan alat-alat perlindungan diri pada para pekerja
g. mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu,
kelembaban, debu, kotoran, asap, gas, hembusan
h. mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik
physik maupun psikis, peracunan, infeksi dan penularan
i. memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai
j. menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik
k. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup
I. memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban
m. memperoleh keserasian antara tenaga kerja, lingkungan, cara dan
proses kerjanya
n. mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan
dan penyimpanan barang
o. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan
p. mencegah terkena ali ran listrik yang berbahaya
q. menyesuaikan dan menyempurnakan pengamatan pada pekerjaan yang
bahaya kecelakaan menjadi bertambah tinggi.
Dalam UU. No. 23/1992 tentang Kesehatan. Ps. 23 dinyatakan bahwa
kesehatan kerja meliputi :
1. Kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktifitas
kerja yang optimal
2. Kesehatan kerja meliptui pelayanan kesehatan kerja, pencegahan
penyakit akibat kerja, dan syarat kesehatan kerja.
3. S&tiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja
4. PENILAIAN K3
Peniiaian tempat kerja dan pekerja pada penerapan K3 di sector informal
diamati terhadap 5 faktor K3, sebagal berikut di bawah ini.
No I Faktor K3 yang dinilai
1 Pengetahuan tentang K3
_.
2 Kondisi rucmg kerja
i3
Penggunaan alat pelindunQ diri (APD)
I
Pencegahan dan teknik pemadam
4 kebakaran
5 Fasilitas kesehatan
I
Masing-masing factor dirinci untuk 10 jenis pengamatan. Setiap
pengamatan yang sesuai atau mendekati di berii nilai satu, sehingga total nilai
5
maksimum adalah 50 (lihat Tabel 1). Pengamatan dilakukan terhadap 12
kegiatan dekotr informal dan 3 sektor formal, sebagai berikut :
1. Kegiatan sector informal:
1. Pedagang Kaki Lima (PKL)
2. Rumah makan
3. Industri rumah tangga (Perajin Tahu, tempe)
4. Pertanian (petani, peternakan, budidaya ikan)
5. Penangkapan ikantangkap (perahu, kapalsedang)
6. Bengkel Las, motor, mobil
7. Bengkel kayu (gergaji, kusen, fumitur)
8.0jek
9. Supir angkot
10. Pekerja Bangunan rumahan
11. PETI (Penambang tanpa ijin)
12. PRT (Pembantu rumah tangga)
2. Kegiatan Sektor Formal:
1. Bengkel mobil
2. Pekeda bangunan dibawah kontraktor
3. Pekerja pertambangan
Pengelompokkan pengamatall ini sangat tE::(batas dari berbagai jenis
pekerjaan di sector informal yang ada. Sebagai gambara awal pada tJanilaian
perlindungan K3 pad a industri rumah tangga di perajin tahu dapat dilihat
pengamatan perlindungan K3 terhdap pekerjanya (Tabel 2). Perajin tahu dan
pekerjanya sangat minim dalam pengetahuannya tentang K3, terbatas pada 4
poin tersebut (pernah mendengar dan melihat dari media masa atau petunjuk
atasan, dan beberapa tetah mencoba atau penglaman buruk terhadap
pengalaman kecelakaan-kecelakaan kecil yang dialaminya). Kondisi ruang
kerja sangat minim dapat dinilai dari luasan cukup, pergerakan pekerja cukup,
ada ventilasi, ada tempat istirahat. Namun kondisi ruang kerja tersebut cukup
panas, cahaya kurang (agak gelap), sedikit berdebu, tidak ada meja dan kursi.
Walaupun mereka tahu bahaya di tempat bekerja, semua pekerja tidak
menggunakan jenis alat pelindung diri hanya yang memadai, kecuali bebreapa
ornag menggunakan sepatu boot, pelindung tangan pada sa at memegang atau
memindahkan alat yang panas. Kondisi pencegahan dan teknik pemadaman
kebakaran masih sangat rendah, sebatas pengetahuan terjadinya kebakaran
dan adanya karung basah yang selalu ada. 8ebberapa fasilitas kesehatan
dapat (mihat dari toiliet, kamar mandi y a n ~ memadai, kotak P3 (beberapa
dengan peralatan yang minim), air bersih berlimpah, dan air minum cukup.
Nllai total dari penilaian industri rumah tangga perajin tahu ini adalah 18.
Beberapa Industri rumah tangga lainnya yang kondisinya lebih baik, mungkin
mendapat nilai lebih dari ini.
6
Tabel 1. Daftar penilaian factor K3 di tempat kerja dan pekerja
Faktor K3
yang dinilai
Setiap poin bern1lai 1
penjelas I
Pengetahuan pengalam
:sa11 training:
I rutin I
I
L-J K3 mendengar melihat mcncoba an baca
training Trainer tramer
kelembab
cahaya ada I ada I Tidak I meja dan I ada
2 I ruaD2 keria I luasan cukup I bebas I cukup
ventilasi blower
berdebu kursi kerja istirahat
pelindu
Tahu dan I I ng
safety
teliLga
,h", J
persediaan
Penggunaan
I bclum
I pelindung I
I pelindung I (ear
sarong atau personal
3 I APD menerapkan kepala masker muka plU:l) tangan booth bajukhusus safety
bebcrapa
alat I unit alat
madam alram
poster kebakaran kcbakaran atou
Pencegahan dilarang di
latihan
dan teknik penjelasan poster merokok tabung, beberapa sensor pcnangananJ I program
pemadam bahaya pencegahan di tempat karung tempat pakaian pilltu kebakar pencegahan pelatihan
4 I kebakaran kebakaran kebakaran berbahaya basah) sD:8:tegis
anti api darurat an I kebakaran
I
I
Hlaya
Kotak P3 rujukan penanganan
kamar berisi ohat
fasilitas dan
toilet I I mandi
yang aIr kesehatan pengobatan
Fasilitas memadai dan memadai cukup air minum tersedia bila terjadi bila
5 kesehatan bersih westafel dan bersih kotakP3K memadai bersih cukup klinik kecelakaarJ kecelakaar!
Nilai maksimum : 50
label 2. Penllaian K3 terhadap jenis kegiatan industri rumah tangga (pldrajin tahu, tempe, dsb)
Jenis Kegiatan usaha lpckerjaan: Perajin Tahu
! ! I
FaktorK3
No yam! dimlai Nilai Setiap poin lJernilai 1 (yang beret-10k tebalJmiring)
, I I --::l- I I-
I Pengetahuan ! pel'tjelasa
i 1 ten tang K3 4 mentlengar melihat meneoba pengaiamall baea i It atasan
pergerakall
bebas eahaya eukull
kelembaban
eukup
nyaman
suhu tidak
panas
ada
velttilasi
I ruang I I masan
2 kerJa 4 cukup
Tahu dan J '['
perlu tetap;
belum helm atau I pelindung
I Penggunaan I menerapka pelindung pelindung I teling'!
f- 3 APD 3 _ n kcpala kaea mata masker muka 0 I (ear plug)
alat -r
I pemadam beberapa unit [
training
ada
blower
silrung
tangall
rutin
training
Tidak
berdebu
safety shoes
alau booth
Trainer
bajukhusus
poster I kebakaran alat pemadam 'I
dilarang i (pasir, kebakaran di , ! alrarn atau latihan
merokok di I tablmg, beberapa I sirine, penangananJ
Pencegahan
dan teknik -Ll penjelasan
pemadam bahaya

poster
pcneegahan
kebakarall
tempat [' karung temp&l, pakaian pinlu sensor peneegahan
_ berbahaya basah) strategis I anti api darurat kebakaran kebakaran
I I
7
Master
trainer
ada
tempat
istirahat
persediaar
personal
safety
program
pelatihan
tenaga
kerja
Biaya
penangam
I I
I
Kotak 1'3 I
rujukan n dan
toilet
Fasilitas J melllildai
5 I kestlhatan_ 5 dan bersih _ westafcl
'-----'_-"-Total NiJai 18
kllmar mrllldi beris! obat ,
lIIellladai dan " ,yang eukup I
_, bersiJI kotok P3K memadai.1 air bersih
fasilitas pengobata
aiili kesehatan n bila
lIIilt.UIll tersedia bila terjadi keeelakaa
cllku klinik kecelakaan n
8
Hasil penilaian sementara penilaian dari 12 jenis usaha sector informal
dan 3 jenis formal diperlihatkan pada Tabel 3, berikut ini. Perlindungan K3
terhadap tenaga kerja dinilai dari 5 faktor tersebut, sebenamya masih minim
dan perlu dikembangkan untuk pengamatan selanjutnya. Sebagai langkah
awal, penilaian ini dapat diamati terhadap 12 pekerjaan informal dan
dibandingkan dengan 3 pekerjaan formal. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai
perlindungan K3 di sector informal masih rendah dibandingkan dengan sector
formal.
Bagi pekerja dan kegiatan usaha informal tersebut perlindungan K3
sesuai persyaratan K3 tersebut sangat lemah. Pekerja umumnya mereka
(pengusaha/pekerja) hanya memikirkan bekerja dan memperoleh uang, dengan
mengabaikan keselamatan dan kesehatan dirinya dan mungkin juga orang lain
di sekitamya. Kecelakaan kecil dianggap hal yang wajar, karena kelalaiannya.
Penanganan K3 sebatas apa yang pemah didengar, dilihat, atau dialami.
Pengetahuan K3 inilah yang diturunkan ke bawahan atau pekerja lainnya,
hanya sebagai imbuan bukan peringatan, ataupun pelatihan. Kondisi ruang
kerja terbatas agar bias melakukan pekerjaan dengan baik, dengan sedikir
mengabaikan ruang kerja yang baik untuk pelindungan K3. Alat pelindung diri
hanya diketahui beberapa jenis saja, tapi belum mampu membeli atau
menerapkannya. Diketahui beberapa jenis alat pelindung diri ini cukup mahal
dan merupakan investasi yang belum dipikirikan oleh pengusaha maupun
pekerja. Pencegahan dan teknik kebakaran terbatas pada pengetahuan pada
alat pembakar (kompor) dan listrik yang digunakan, dengan menyetiiakan
karullg basah di dalam ruang kerja. Sebagai keperluan minimum untuk
menjaga kesehatan pekerja, tersedia fasilitas kesehatan berupa toilet dan
kamar mandi yang memadai, air bersih, dan air minum yang cukup.
Nilai total dari perlindungan tenaga kerja sector informal ini relative
sang at rendah dibandingkan dengan sector formal. Hal ini dapat dijelaskan dan
diamat! lebih jauh dari keterbatasan beberapa factor keterbatasan ekonomi dan
sosila budaya sebagai berikut :
Faktor ekonomi bagi pengusaha dan pekerja informal :
a. modal lemah
b. tekartan ekonomi (pekerjaan suiit, kebutuhan hid up, dsb)
c. saingan usaha dan jumlah tenaga kerja I pengangguran
d. dan lain-lain.
Faktor social dan budaya antara lain:
a. Pendidikan rendah
b. Pengetahuan K3 yang minim
c. Hak dan kewajiban pekerja
d. Kebiasaan I pengalaman yang kurang baik
e. Hubungan antara pengusaha dan pekerja (informal)
f. Sifat pasrah dan ml'merima apa adanya
Faktor ekonomi, social dan budaya ini harus dijelaskan atas dasar
kepentingan dan perlunya perlindungan K3 terhadap tenaga kerja sector
informaL Perlindungen tenaga kerja sector informal perlu diperhatian, antara
9
lain dengan melakukan pendataan dan monitoring, sosialisasi K3 melalui
pelatihan, dan bantuan jaminan kesehatan yang memadai.
Tabel3. Hasil Pengamatan Penilaian terhadap kegiatan K3 (tempat kerja dan
pekerja) di beberapa kegiatan sector informal (12) dan formal (3)
I Kegiatan
I Keqiatan Sektor Informal
Sektor
Formal
Faktor K3
No yang dinilai
i 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 i 2
Pengetahuan !
:
!7
1 ten tang K3
:2
5 4 3 5 3 3 4 3 4
:5
3 7
Kondisi I
10 1
10 2 ! ruang kerja 1 2 4 8 8 8 4 3 4 1 8
--.
i
:
3
\
9
I
8
f
'-'
I Penggun-aan
10 1 10 I
3 APD : 1 2 3 1 :2 :3 '3 1 1 2 4 1 !9
Pencegahan
I dan teknik
pemadam
4 kebakaran 1 2 2 1 1 .4 ·2 0 1 ! 1 • 1 '2 5 7
. Fasilitas
~ 7 h
15
~ __ tesehatan
2 4 5 6
1 1 2 4 2 7 9 9
Total Nilai 7 17 121 24 20 10f 10 , .5 13 21 I 1(1 43
-----'--
Kegiatan Sektor Informal: (Nilai < 25)
1. Pedagang Kaki Lima (PKL)
2. Rumah makan
3. Industri Rumah Tangga (Perajin Tahu. Tempe)
4. Pertanian (petani, peternakan, budidaya ikan)
5. Penangkapanikantangkap(perahu, kapalsedang)
6. Bengkel Las. motor, mobil
7. Bengkel kayu (gergaji, kusen, furnitur)
8.0jek
!:I. l::>uplr angKot
10. Pekerja Bcmgunan rumahan
11. PETI (Penambang tanpa ijin)
12. PRT (Pembantu rumah tangga)
5. PENUTUP
Sektor Formal: (Nilai >= 40)
1. Bengkel mobil
2. Pekerja bangunan -jibawah kontraktor
3. Pekerja pertambangan
Berdasarkan penilaian di atas, perlindungan K3 di sector informal sangat
lemah. Sektor informal memiliki beberapa kelemahan dalam perlindungan K3
karena keterbatasan factor ekonomi dan social budaya. Seharusnya,
perlindungan K3 tidak membedakan antara sector formal dan informal. Upaya
yang dapat dilakukan antara lain pendataan dan monitoring, sosialisasi K3
melalui pelatihan, dan bantuan jaminan kesehatan yang memadai.
I
19
r ~
46

10
6. PUSTAKA
Stellman, J.M. (ed). 1988. Encyclopedia of Occupational Health and Safety. 4th
ed. International Laboour Office, Geneva .
Yanri, Z. 2002. Himpunan Peraturan Perundangan Kesehatan Kerja.
Sekretariat Asean-Oshnet.

2 1. baik formal maupun informal. yang dapat meledak. diangkut atau disimpan bahan atau barang. atau yang sering dimasuk tenaga kerja untuk keperilian suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya tertentu. dinyatakan bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dalam melakllkan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktifitas nasional. perbaikan. Hubungan yang ada hanya sebatas majikan dan buruh (tenaga kerja). Nanlun bila dilihat kondisi tempat kerja dan K3 nya a!~an berbeda (sangat berbeda). perawatan. dan tempat kerja Sila ditinjau dari ketiganya. mudah terbakar. dicoba. Kegiatan dan penerapan K3 terhadap tenaga kerja di sector formal. bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja. menggigit. pesawat. pembersihan atau pembongkaran rumah. gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan pengairan. dipakai atau dipergunakan mesin. Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. diolah. TEMPAT KERJA Dalam UU NO. PENDAHULUAN Selum ada pembagian yang jelas antara jenis dan tempat kerja dari kegiatan pekerjaan formal dan informal. dengan minimnya perlindungan K3. kebakaran atau peledakan b. diperdagangkan. dikerjakan pembangunan. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. dibuat. pengetahuan K3. pada umumnya sudah diterapkan dengan baik. jenis pekerjaan. tertutup atau terbuka. Kegiatan pekerjaan dan tempat kerja sector informal sangat banyak dan belum diklasifikasikan atas jenis usaha . Tempat ke~a : a. . Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu perlindungan tenaga kerja di segala jenis kegiatan usaha. beracun. dipergunakan. Pada umumnya sifat pekerjaan informal hanya berdasarkan perintah dan perolehan upah. Sedangkan penerapan di sector informal beilim diketahui dengan baik. c. Sementara ini sekotr informal dan formal dibedakan karena ketidakberadaannya hubllngan kerja atau kontrak kerja yang jelas. menimbulkan infeksi. nampaknya tidak jauh berbeda. Dalam makalah ini mencoba diamati ksgiatan K3 di sector informal dengan mengamati kondisi tempat kerja. Setiap orang lainnya berada di tempat kerja perlu terjamin keselamatannya. bersuhu tinggi. 2. peralatan stau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan. dibllat. dan faslitas kesehatan di kegiatan sector informal. {::snggunaan alat pelindung diri. alat perkakas. saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan.

disimpan. peternakan. n. terjatuh atau terperosok. 3. dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah. pertokoan. dirubah. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan • . dilakukan usaha : pertanian. kejatuhan. dilakukan pengangkutan barang. baik di permukaan atau di dalam maupun di dasar perairan. hembusan angin. terdapat atau meryebar suhu. asap. diiakukan pendidikan. percobaan. dan memadamkan kebakaran c. uap. gas. dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah k. dikumpulkan. cuaca. televisi atau telepon p. sinar atau radjasi suara atau getaran. bangunan industri. api. r. kelembaban. atau disalurkan listrik. dibangkitkan. 1 tahun 1970 dinyatakan bahwa syarat-syar:=!t keselamatan kerja untuk : a. radar.is q. trotoar. dilakukan penyelamatan pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air i. dilakukan pekerjaan dalam ketinggian di atas permukaan tanah atau perairan j. stasiun atau gudang h. pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya. dibagi-bagikan. g. mencegah dan mengurangi kecelakaan b. hanya atau terpelanting. Tempat kerja sekotr informal sangat beragam. rumah. binatang. penyeledikan. f. dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan : emas. bangunan. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Dalam UU No. gas. mencegah. dan sebagainya. penyinaran. perahu dermaga. mineral lainnya. seluruh kegiatan usaha dan p&kerja di sector informal mencakup tempat kerja yang sangat luas. dipertunjukkan sandiwara atau diselenggarakan rekreasi lainnya yang memakai peralatan. e. di permukaan air. pembinaan. atau penerimaan radio. melalui terowongan. jalan. dok. dilakukan pekerjaan dalam tangki sumur atau lobang m. minyak atau air. mengurangi. atau manusia. kawasan pertambangan. dilakukan pemancaran.3 d. I. pengerjaan hutan. perikanan dan lapangan kesehatan. perkebunan. misalnya bengkel. debu. baik di daratan. instalasi listrik atau mekanik. Dari definisi tempat kerja tersebut. diputar film. atau riset (penelitian) yang menggunakan alat tekr. terkena peiantingan benda. perak. pembukaan hutan. dilakukan pembuangan atau pamusnahan sampah atau limbah o. logam. dikerjakan bongkar muat barang muatan di kapal. kotoran. di dalam air maupun di udara.

memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai j. cara dan proses kerjanya n. memberikan kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya e. perlakuan dan penyimpanan barang o. PENILAIAN K3 Peniiaian tempat kerja dan pekerja pada penerapan K3 di sector informal diamati terhadap 5 faktor K3. Dalam UU. sehingga total nilai . memberikan pertolongan pada waktu kecelakaan f. mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu. 1 2 i3 4 5 I Masing-masing factor dirinci untuk 10 jenis pengamatan. 23 dinyatakan bahwa kesehatan kerja meliputi : 1. memelihara kebersihan. 23/1992 tentang Kesehatan. mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. Kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktifitas kerja yang optimal 2. dan syarat kesehatan kerja. menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik k. asap.4 d. kotoran. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup I. pencegahan penyakit akibat kerja. mencegah terkena ali ran listrik yang berbahaya q. infeksi dan penularan i. 3. menyesuaikan dan menyempurnakan pengamatan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaan menjadi bertambah tinggi. hembusan h. kelembaban. gas. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan p. mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psikis. peracunan. dan ketertiban m. Ps. Setiap pengamatan yang sesuai atau mendekati di berii nilai satu. No I Faktor K3 yang dinilai Pengetahuan tentang K3 Kondisi rucmg kerja Penggunaan alat pelindunQ diri (APD) Pencegahan dan teknik pemadam kebakaran Fasilitas kesehatan I _. lingkungan. S&tiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja 4. sebagal berikut di bawah ini. debu. memperoleh keserasian antara tenaga kerja. memberikan alat-alat perlindungan diri pada para pekerja g. Kesehatan kerja meliptui pelayanan kesehatan kerja. No. kesehatan.

Sebagai gambara awal pada tJanilaian perlindungan K3 pad a industri rumah tangga di perajin tahu dapat dilihat pengamatan perlindungan K3 terhdap pekerjanya (Tabel 2). sedikit berdebu. sebatas pengetahuan terjadinya kebakaran dan adanya karung basah yang selalu ada. Beberapa Industri rumah tangga lainnya yang kondisinya lebih baik. dan beberapa tetah mencoba atau penglaman buruk terhadap pengalaman kecelakaan-kecelakaan kecil yang dialaminya).5 maksimum adalah 50 (lihat Tabel 1). sebagai berikut : 1. ada tempat istirahat. Industri rumah tangga (Perajin Tahu. Penangkapan ikantangkap (perahu. air bersih berlimpah. Pengamatan dilakukan terhadap 12 kegiatan dekotr informal dan 3 sektor formal. budidaya ikan) 5. terbatas pada 4 poin tersebut (pernah mendengar dan melihat dari media masa atau petunjuk atasan. Bengkel mobil 2. Kegiatan sector informal: 1. mungkin mendapat nilai lebih dari ini. PRT (Pembantu rumah tangga) 2. motor. kamar mandi yan~ memadai. PETI (Penambang tanpa ijin) 12. 8ebberapa fasilitas kesehatan dapat (mihat dari toiliet. Kegiatan Sektor Formal: 1. Perajin tahu dan pekerjanya sangat minim dalam pengetahuannya tentang K3. pergerakan pekerja cukup.0jek 9. . Pekeda bangunan dibawah kontraktor 3. Walaupun mereka tahu bahaya di tempat bekerja. Pekerja Bangunan rumahan 11. pelindung tangan pada sa at memegang atau memindahkan alat yang panas. dan air minum cukup. tempe) 4. Pekerja pertambangan Pengelompokkan pengamatall ini sangat tE::(batas dari berbagai jenis pekerjaan di sector informal yang ada. kecuali bebreapa ornag menggunakan sepatu boot. Supir angkot 10. Nllai total dari penilaian industri rumah tangga perajin tahu ini adalah 18. tidak ada meja dan kursi. Pedagang Kaki Lima (PKL) 2. kotak P3 (beberapa dengan peralatan yang minim). Kondisi ruang kerja sangat minim dapat dinilai dari luasan cukup. Bengkel kayu (gergaji. kapalsedang) 6. Kondisi pencegahan dan teknik pemadaman kebakaran masih sangat rendah. semua pekerja tidak menggunakan jenis alat pelindung diri hanya yang memadai. fumitur) 8. mobil 7. ada ventilasi. peternakan. Pertanian (petani. Rumah makan 3. kusen. cahaya kurang (agak gelap). Bengkel Las. Namun kondisi ruang kerja tersebut cukup panas.

ta poster dilarang merokok di tempat berbahaya 4 Pencegahan teknik dan pemadam I kebakaran penjelasan bahaya kebakaran I I poster pencegahan kebakaran muka bebcrapa I unit alat alat madam kebakaran kcbakaran di beberapa tabung. Daftar penilaian factor K3 di tempat kerja dan pekerja Faktor K3 Setiap poin bern1lai 1 penjelas ~ yang dinilai I training: L-J 2 Pengetahuan tentan~ K3 mendengar melihat mcncoba cahaya I cukup pengalam an kelembab baca :sa11 ada ventilasi pelindu I ng teliLga plU:l) I training I Trainer rutin I Tidak berdebu safety I tramer ~ster I ada istirahat I ada blower I meja I ruaD2 keria I luasan cukup I bebas Tahu dan I dan kursi kerja Penggunaan 3 I APD I bclum menerapkan I kepala ~ pelindung I masker ka~a. tempat karung basah) sD:8:tegis Kotak P3 berisi ohat yang cukup memadai I pelindung I (ear sarong tangan atau booth .llla.6 Tabel 1. J bajukhusus persediaan personal safety alram atou sensor kebakar an latihan pcnangananJ pencegahan I kebakaran I program pelatihan Hlaya penanganan dan pengobatan bila kecelakaar! pakaian anti api pilltu darurat 5 Fasilitas kesehatan toilet memadai dan bersih I westafel Imandi memadai dan bersih kotakP3K kamar air bersih aIr minum cukup tersedia klinik rujukan fasilitas kesehatan bila terjadi kecelakaarJ Nilai maksimum : 50 .h".

bersiJI kotok P3K memadai. [' karung basah) pelindung muka 0 -r I teling'! I (ear plug) silrung tangall safety shoes alau booth bajukhusus persediaar personal safety beberapa unit [ alat pemadam 'I kebakaran di . I tablmg. dsb) Jenis Kegiatan usaha lpckerjaan: ! ! I Perajin Tahu Setiap poin lJernilai 1 (yang beret-10k tebalJmiring) meneoba .1 air bersih I I I lIIilt. f- IPenggunaan 3 APD Pencegahan dan teknik pemadam ~~akaran 3 I_n menerapka belum J helm atau pelindung kcpala '[' I ada velttilasi ada tempat istirahat pelindung kaea mata -Ll J 18 penjelasan bahaya 2~bakaran poster pcneegahan kebakarall poster dilarang merokok di tempat _berbahaya masker alat I pemadam I kebakaran i (pasir. sensor kebakaran latihan penangananJ peneegahan kebakaran 5 I Fasilitas kestlhatan_ 5 toilet melllildai dan bersih I Kotak 1'3 I kllmar mrllldi I beris! obat . tempe.UIll aiili tersedia cllku klinik rujukan fasilitas kesehatan bila terjadi kecelakaan program pelatihan tenaga kerja Biaya penangam n dan pengobata n bila keeelakaa n '-----'_-"-Total NiJai . Penllaian K3 terhadap jenis kegiatan industri rumah tangga (pldrajin tahu. I i No 1 FaktorK3 yam! dimlai Pengetahuan ten tang K3 Nilai 4 mentlengar I melihat pergerakall bebas I eahaya eukull pengaiamall kelembaban eukup nyaman --::l- baea suhu tidak panas pel'tjelasa i It atasan I ! I- training ada blower rutin training Tidak berdebu Trainer Master trainer 2 I kerJa ruang I KO~disi 4 _~__ I masan cukup Tahu dan perlu tetap.7 label 2. beberapa I temp&l. lIIellladai dan " . y a n g eukup I _westafcl _. pakaian strategis I anti api ! pinlu darurat alrarn atau sirine.

antara . dan air minum yang cukup. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai perlindungan K3 di sector informal masih rendah dibandingkan dengan sector formal. sebenamya masih minim dan perlu dikembangkan untuk pengamatan selanjutnya. Faktor social dan budaya antara lain: a. air bersih. karena kelalaiannya. tapi belum mampu membeli atau menerapkannya. Diketahui beberapa jenis alat pelindung diri ini cukup mahal dan merupakan investasi yang belum dipikirikan oleh pengusaha maupun pekerja. tersedia fasilitas kesehatan berupa toilet dan kamar mandi yang memadai. kebutuhan hid up. dengan sedikir mengabaikan ruang kerja yang baik untuk pelindungan K3. modal lemah b. dengan mengabaikan keselamatan dan kesehatan dirinya dan mungkin juga orang lain di sekitamya. tekartan ekonomi (pekerjaan suiit. Perlindungan K3 terhadap tenaga kerja dinilai dari 5 faktor tersebut. atau dialami. ataupun pelatihan. social dan budaya ini harus dijelaskan atas dasar kepentingan dan perlunya perlindungan K3 terhadap tenaga kerja sector informaL Perlindungen tenaga kerja sector informal perlu diperhatian. Pengetahuan K3 yang minim c. dilihat. Pekerja umumnya mereka (pengusaha/pekerja) hanya memikirkan bekerja dan memperoleh uang. Pencegahan dan teknik kebakaran terbatas pada pengetahuan pada alat pembakar (kompor) dan listrik yang digunakan. Sebagai langkah awal. Kondisi ruang kerja terbatas agar bias melakukan pekerjaan dengan baik. saingan usaha dan jumlah tenaga kerja I pengangguran d. Pengetahuan K3 inilah yang diturunkan ke bawahan atau pekerja lainnya. Kecelakaan kecil dianggap hal yang wajar.8 Hasil penilaian sementara penilaian dari 12 jenis usaha sector informal dan 3 jenis formal diperlihatkan pada Tabel 3. dsb) c. Hal ini dapat dijelaskan dan diamat! lebih jauh dari keterbatasan beberapa factor keterbatasan ekonomi dan sosila budaya sebagai berikut : Faktor ekonomi bagi pengusaha dan pekerja informal : a. Sifat pasrah dan ml'merima apa adanya Faktor ekonomi. Bagi pekerja dan kegiatan usaha informal tersebut perlindungan K3 sesuai persyaratan K3 tersebut sangat lemah. Hubungan antara pengusaha dan pekerja (informal) f. Kebiasaan I pengalaman yang kurang baik e. berikut ini. dengan menyetiiakan karullg basah di dalam ruang kerja. dan lain-lain. Nilai total dari perlindungan tenaga kerja sector informal ini relative sang at rendah dibandingkan dengan sector formal. Alat pelindung diri hanya diketahui beberapa jenis saja. Pendidikan rendah b. hanya sebagai imbuan bukan peringatan. Sebagai keperluan minimum untuk menjaga kesehatan pekerja. Penanganan K3 sebatas apa yang pemah didengar. penilaian ini dapat diamati terhadap 12 pekerjaan informal dan dibandingkan dengan 3 pekerjaan formal. Hak dan kewajiban pekerja d.

dan bantuan jaminan kesehatan yang memadai. budidaya ikan) 5.4 6 ·2 15 0 11 1 ! 1 •1 2 '2 7 21 I 5 9 1(1 7 9 43 19 ~7 h 17 121 24 20 4 2 10f 10 . furnitur) Sektor Formal: (Nilai >= 40) 1. perlindungan K3 di sector informal sangat lemah. . dan bantuan jaminan kesehatan yang memadai. motor. kusen. PETI (Penambang tanpa ijin) 12. peternakan. PENUTUP Berdasarkan penilaian di atas. Rumah makan 3. Tabel3. Industri Rumah Tangga (Perajin Tahu. Pekerja bangunan -jibawah kontraktor 3. sosialisasi K3 melalui pelatihan.9 lain dengan melakukan pendataan dan monitoring. mobil 7. Tempe) 4. sosialisasi K3 melalui pelatihan. l::>uplr angKot 10. Pekerja Bcmgunan rumahan 11. Penangkapanikantangkap(perahu. kapalsedang) 6.0jek !:I. .5 -----'-- 13 r~ 46 Kegiatan Sektor Informal: (Nilai < 25) 1. PRT (Pembantu rumah tangga) 5. Bengkel Las. Pedagang Kaki Lima (PKL) 2. Seharusnya. Pertanian (petani. Fasilitas I 1 2 7 2 2 1 4 1 5 . Sektor informal memiliki beberapa kelemahan dalam perlindungan K3 karena keterbatasan factor ekonomi dan social budaya. Bengkel mobil 2. perlindungan K3 tidak membedakan antara sector formal dan informal. Hasil Pengamatan Penilaian terhadap kegiatan K3 (tempat kerja dan pekerja) di beberapa kegiatan sector informal (12) dan formal (3) I I Keqiatan Sektor Informal No Faktor K3 yang dinilai i Kegiatan Sektor Formal i : 1 2 5 2 2 3 4 3 8 5 5 8 6 ! 7 3 8 4 4 1 9 3 3 10 4 11 :5 1 --. Upaya yang dapat dilakukan antara lain pendataan dan monitoring. Bengkel kayu (gergaji. Pekerja pertambangan 8. 4 12 : 1 7 10 !9 i 2 3 \ 1 '-' 2 3 I ! Pengetahuan :2 ten tang K3 Kondisi 1 ruang kerja Penggun-aan APD : 1 4 4 3 3 8 :3 3 8 !7 1 9 8 1 I 1 :2 f I 4 10 10 '3 1 2 1 10 I I 4 ~__tesehatan Total Nilai Pencegahan dan teknik pemadam kebakaran .

PUSTAKA Stellman. 4th • Yanri. (ed). ed. Encyclopedia of Occupational Health and Safety. Sekretariat Asean-Oshnet.M. 1988. Z. Geneva . . J.10 6. Himpunan Peraturan Perundangan Kesehatan Kerja. 2002. International Laboour Office.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful