Anda di halaman 1dari 2

PEMERIKSAAN SPUTUM Hari ke-1

1. Gambarkan penampilan spesimen

Jelaskan apakah sputum : Purulen : hijau, sebagian besar nanah Mukopurulen : hijau dengan nanah dan lender Mukoid : kebanyakan lendir Mucosalivary : lendir dengan sejumlah kecil air liur Jika sputum mengandung darah, hal ini juga harus dilaporkan.

2. Memeriksa spesimen secara mikroskopis Pewarnaan gram : Dengan menggunakan ose, pindahkan bagian purulen dari sputum ke objek glass, dan buat apusan tipis. Keringkan ditempat yang aman, kemudian lakukan pewarnaan gram. Periksa sediaan : - Gram positif diplococci : kemungkinan S. pneumonia - Gram positif cocci : kemungkinan S. aureus - Gram negatif batang : kemungkinan H. influenza - Gram negatif batang berkapsul : kemungkinan K.pneumoniae Sejumlah kecil cocci, diplococci, streptokokus dan batang dapat dilihat dalam sputum normal karena mereka merupakan bagian dari flora normal saluran pernapasan bagian atas. 3. Kultur spesimen Untuk memperoleh sebuah biakan murni bakteri pathogen dari pernapasan perlu untuk mengurangi jumlah kommensal saat diinokulasi. Cara untuk mengurangi jumlah komensal dengan mencuci sputum bebas dari air liur atau mencairkan dan mengencerkannya. Dalam manual ini digunakan teknik pencucian sputum dengan saline. Tehnik pengenceran ini membutuhkan agen pencair seperti dithiothreitol (sputolysin, sputasol) yang mahal dan tidak stabil. Darah agar dan agar-agar cokelat a. Cuci bagian purulen dari sputum sekitar 5 ml dengan garam fisiologis steril b. Inokulasi sputum yang telah dicuci pada plat agar darah dan agar coklat c. Tambahkan optochin disc ke plate agar coklat untuk membantu identifikasi S.pneumoniae. d. Inkubasi plat agar darah secara aerob dan plat agar coklat dalam suasana karbondioksida yang diperkaya pada suhu 35-37oC selama 48 jam, periksa pertumbuhan setelah diinkubasi semalam.

HARI KE 2 4. Periksa dan laporkan hasil kultur Agar darah dan agar coklat Lihat terutama koloni yang mungkin ada : Streptococcus pneumonia Staphylococcus aureus Haemophilus influenza Klebsiella pneumonia Pseudomonas aeruginosa