Anda di halaman 1dari 78

KAMI INGIN MOMONGAN

Nurananda Budi Muliani Faculty of Medicine Tarumanagara University

KELOMPOK 15
` TUTOR ` Ketua Diskusi ` Sekretaris ` Penulis ` Anggota RESTI RIYANDINA M EVA FAUZIAH ZULFA TSURAYA AFRILEO VEBI EKA UTAMA NURANANDA BUDI MULIANI MELLY DIKA CAHAYA PUTRI KASOKI SIFA JUSTINE GABRIELLA HAFIDHA B

: : DODDY RENALDO : EGARIZKY DANOZA : STEPHEN WIJAYANTO STEPHENWIJAYANTO : 405100135 405100132 405110027 405110016 405110042 405110119 405110124 405110233 405110167 405110146 405110255 405110198

KAMI INGIN MOMONGAN


Sepasang suami istri berusia 35 tahun dan 31 tahun telah menikah selama 3 tahun dan belum dikaruniai anak. Mereka berkonsultasi dengan dokter dan sang suami disarankan untuk melakukan pemeriksaan sperma. Sang istri mengalami menstruasi yang tidak teratur setiap bulannya. Hormon-hormon apa saja yang berperan dalam kasus ini?

LEARNING OBJECTIVE
y Menjelaskan organ-organ reproduksi wanita dan pria. y Menjelaskan hubungan hipotalamus, hipofisis dengan reproduksi. y Menjelaskan hormon yang berpengaruh terhadap reproduksi

wanita dan pria.


y Menjelaskan mekanisme analisis sperma.

Learning Objective 1
Menjelaskan organ-organ reproduksi wanita dan pria.

ORGAN REPRODUKSI

*Pria menghasilkan gamet jantan atau spermatozoa.

*Wanita menghasilkan sel telur (ovum) yang dibentuk di dalam ovarium.

Sistem Reproduksi Wanita dan Sistem Reproduksi Pria

Sistem Reproduksi Pria

Alat Reproduksi Pria


y Alat reproduksi pria dibedakan menjadi alat reproduksi luar dan dalam
y Alat kelamin luar pada pria berupa PENIS, yang berfungsi:

- sebagai alat kopulasi (proses pertemuan antara alat kelamin pria dan wanita) - untuk menyalurkan sperma. Sperma keluar melalui saluran uretra yang terdapat dalam penis
y Alat kelamin dalam pada pria adalah TESTIS, SALURAN

REPRODUKSI, dan KELENJAR KELAMIN.

Alat Reproduksi Pria


y Alat kelamin dalam pria adalah TESTIS,

SALURAN REPRODUKSI, dan KELENJAR KELAMIN. 1.Testis p tempat pembentukan sperma dan hormon kelamin (testosteron). Sperma dan testosteron dihasilkan di tubulus seminiferus. Testis berbentuk bulat telur dan dilindungi oleh kantung yang disebut skrotum. 2. Saluran Reproduksi Epididimis merupakan tempat pematangan dan penyimpanan sementara sperma Vas deferens merupakan saluran untuk menyimpan dan mengangkut sperma

Testis

Tubulus seminiferus

Sel spermatogonia

3. Kelenjar Kelamin terdiri atas vesika seminalis, kelenjar prostat, kelenjar bulbouretral (Cowper) Vesika seminalis berjumlah 2, kiri dan kanan. Berfungsi untuk mensekresikan: a. prostaglandin (berfungsi untuk merangsang kontraksi otot sehingga mendorong Vas deferens semen mencapai uterus) b. cairan yang banyak mengandung fruktosa dan vitamin, kental serta bersifat alkalis. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang Epididimis mengandung fosfolipid dan garam-garam alkalis Testis ke dalam uretra. Kelenjar bulbouretral menghasilkan lendir yang alkalis, terletak di bawah kelenjar prostat.

Kelenjar Prostat Kelenjar Bulbouretra

Uretra

Sistem Reproduksi Pria (tampak samping)

Sistem Reproduksi Pria

Figure 1

Sistem Reproduksi Pria (tampak depan)

The Male Reproductive System in Anterior View

Figure 2

Human Spermatozoa

Spermatozoa
y Sperma terdiri atas akrosom, leher,

dan flagel. y Akrosom mengandung enzim hialuronidase untuk melarutkan dinding sel telur. y Leher dan bagian tengah mengandung mitokondria y Flagel (Ekor) berfungsi untuk pergerakan (motilitas) Pada manusia volum semen yang dihasilkan sekitar 3,5 cc, mengandung sekitar 350 juta sperma.

Proses Pembentukan Sel Kelamin (Gametogenesis)


y Proses gametogenesis meliputi spermatogenesis dan oogenesis. y Spermatogenesis terjadi pada testis (pria) dan oogenesis terjadi di ovarium

(wanita).

Spermatogenesis
y Pembelahan meiosis

dimulai saat Pubertas


y Setiap sel sperma-

togonia meng hasilkan 4 sel sperma fungsional.

SPERMATOGENESIS

SEMEN
Adalah cairan yang dikeluarkan waktu orgasme terdiri dari sperma dan sekret dari vesica seminalius, kel.prostat, kel.cowper, dan kel.uretra. Sekali ejakulasi keluar 2,5 3,5 cc semen mengandung k.l 100 juta sperma/cc.

Semen berfungsi untuk menetralisir asam yang ada pada uretra dan vagina.

ORGAN REPRODUKSI WANITA


Berfungsi selain menghasilkan sel ovum, juga berfungsi menerima sel sperma dan memberikan tempat berkembang bagi embrio yang tumbuh setelah fertilisasi.Terdiri dari ovarium, saluran kelamin, dan kelenjar kelamin (asesoris)

Alat Reproduksi Wanita


Uterus

Tuba falopi

y 1. Ovarium y Berjumlah sepasang dan berbentuk oval

seukuran kacang. y Mengandung ribuan folikel (5000 200.000 buah) yang tiap folikel mengandung 1 ovum. y 2. Saluran Kelamin y Menghubungkan ovarium ke uterus y Terdiri dari berturut-turut : Fimbria, tuba falopi, uterus (rahim), dan vagina. y 3. Kelenjar Kelamin (Asesoris) Asesoris) y Kelenjar Bartholin : menghasilkan cairan pelumas vagina

Ovarium Fimbria

Serviks Vagina

Folikel

Alat Reproduksi Wanita


Alat Kelamin Luar terdiri atas bagian-bagian: y Labia Mayor (bibir luar vagina dan berlapis lemak) y Labia Minor (lipatan kulit yang halus dan tipis serta tidak dilapisi lemak) y Klitoris (tonjolan kecil terdapat dalam labia mayor, mgd pembuluh darah dan ujung-ujung saraf) y Selaput dara/hymen (mengelilingi tempat masuk ke vagina) y Vagina (struktur menyerupai tabung berlapis otot, dindingnya banyak memiliki lipatan tipis). Pada dinding vagina terdapat kelenjar bartholin yang berfungsi menghasilkan lendir sehingga lubang vagina menjadi basah.

Alat Reproduksi Wanita


Alat Kelamin Dalam y Ovarium, sepasang terletak di rongga perut, berfungsi untuk mengasilkan sel telur (ovum), hormon estrogen dan progesteron.
y Tuba Fallopii/oviduct, menghubungkan ovarium dengan uterus.

Oviduct berjumlah sepasang dan setiap ujungnya berumbai-umbai (fimbria). Fimbria berfungsi menangkap ovum yang baru dikeluarkan melalui proses ovulasi.
y Uterus merupakan ruang untuk pertumbuhan janin. Rahim wanita

rata-rata mempunyai panjang 7 cm dan lebar 4-5 cm.

Sistem Reproduksi Wanita

Figure 12

Oogenesis
y Merupakan proses pembentukan

sel ovum di dalam ovarium


y Dimulai pada saat masih embrio

dan diteruskan sampai pubertas.


y Setiap sel oogonia menghasilkan

1 ovum fungsional dan 3 badan polar (tak fungsional)

Oogenesis
Oogonium (sel selapis gepeng) Mitosis Oogonia Oosit I (dalam egg nest) Eggnest Pecah Folikel Primordial Folikel Primer Fase Diktioten (Meiosis I - Diploten)
Embrio 4 bulan Embrio > 7 bulan Menjelang Lahir Saat Lahir

Sel Selapis Kubis + Zona Pellucida

Sel Selapis Gepeng

Folikel II Folikel III

Oosit II (Meiosis II Metafase II) OMI Polar Body II

Folikel DGraff

Masa Akil Balik Masa Ovulasi Masa Fertilisasi

OOGENESIS

Sel telur dikelilingi oleh: Membran Vitellin Sebuah

Sel telur (ovum)

lapisan tipis transparan disekresi kan oleh sel telur itu sendiri. Zona pellucida - Sebuah lapisan tengah yang tebal transparan dan non - selular.
Corona radiata -

Sebuah mantel, luar tebal yang terbentuk dari sel folikel radial memanjang. Antara membran vitelline dan zona pellucida, ada ruang sempit yang disebut ruang perivitelline.

Perbandingan antara Spermatogenesis dan Oogenesis

FASE-FASE SIKLUS MENSTRUASI


1.

Fase folikuler : < perkembangan folikel menjadi folikel matang < FSH dan LH meningkat < Estrogen meningkat mulai hari ke 8 sampai puncaknya 1 hari sebelum LH meningkat. < 8 9 hari. < folikel menjadi matang dan siap untuk terjadinya ovulasi.

FASE-FASE SIKLUS MENSTRUASI


Fase ovulasi : < sekitar hari ke 15 terjadi ovulasi. < setelah ovulasi kadar estrogen menurun dan progesteron meningkat. 3. Fase postovulasi atau fase luteal : < 13 14 hari kemudian. < endometrium berkembang maksimum dan siap menerima konsepsi. < terbentuk korpus luteum. < estrogen dan progesteron meningkat < FSH menurun. Bila tidak terjadi kehamilan, kurpus luteum berubah menjadi kurpus albikan dan estrogen dan progesteron menurun.
2.

Siklus Menstruasi
y

Terjadi hanya pada wanita dan hewan mamalia tertentu.

Folikel Tumbuh Fase Pra Ovulasi

Folikel Matang

Fase Ovulasi

Korpus luteum Fase Menstruasi

Hancurnya korpus luteum

Estrogen Pengaruh hormon Estrogen dan Progesteron

Progesteron dan estrogen

Siklus menstruasi terdiri dari 3 fase, yaitu :


a.

Estrogen Progesteron Estrogen Progesteron dan estrogen

Fase Pra Ovulasi (proliferasi)


Fase Menstruasi

b. c.

Fase Ovulasi Fase Peluruhan (Menstruasi)

Endometrium

Menstruasi

Hari ke

Menstruation
Menstruasi (haid) : ~ Ovum tidak dibuahi, dinding rahim yang telah menebal dan penuh dengan pembuluh darah, akan rusak dan luruh/runtuh. ~Bersama-sama dengan ovum, jaringan tersebut dikeluarkan melalui vagina.

3 Masa Utama Siklus Haid


1. Masa menstruasi y Berlangsung selama 2-8 hari. y Terjadi involusi dan nekrosis pada dinding endometrium khususnya pada PD di stratum vaskularis, akibatnya darah merembes ke lapisan vaskular. y Semua lapisan superfisisal akan terdeskuamasi yang akan merangsang kontraksi uterus. y Menstruasi akan berhenti karena dinding endometrium sudah terepitelisasi ulang. 2. Masa proliferasi y Dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. y Terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. y Endometrium tumbuh kembali. y Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (ovulasi) 3. Masa sekresi y Masa sesudah terjadinya ovulasi. y Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)

Learning Objective 2
Menjelaskan hubungan hipotalamus, hipofisis dengan reproduksi.

Learning Objective 3
Menjelaskan hormon yang berpengaruh terhadap reproduksi wanita dan pria.

Terdiri;
I. II.

Kelenjar gonad pada pria yaitu testis menghasilkan hormon testosteron yang terjadi pada sel leydig, juga testis menghasilkan sperma Kelenjar gonat wanita yaitu ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron, kelenjar ini menghasilkan ovum.

Kedua-duanya memiliki fungsi sebagai endokrin dan reproduksi. Pada waktu menjelang prepubertas kelenjar gonat ini aktif dan memberikan sifat kelainan sekunder mulai nampak. Pada pubertas terjadi peningkatan sekresi gonadotropin (FSH dan LH) yang akan merangsang perkembangan dan produksi kelenjar gonat. Peningkatan ini disebabkan karena kepekaan hypothalamus terhadap inhibisi steroid menurun.

Pengaturan fungsi endokrin testis


y LH : merangsang sintesa testesteron di sel leydig. LH akan

mengaktifkan konversi kolesterol menjadi pregnenolon y Testosteron dan estradiol testis umpan balik negatif terhadap sekresi LH. Di sel sertoli, testosteron akan mengalami aromatisasi menjadi estradiol. y Prolaktin : dalam dosis besar akan menekan konversi kolesterol menjadi pregnenolon.

Pengaturan fungsi reproduksi testis


y FSH : diperlukan untuk memulai dan mempertahankan

spermatogenesis. FSH juga merangsang pembentukan ABP (androgen binding protein) di sel sertoli. Fungsi FSH dihambat oleh inhibin

Pengaturan fungsi reproduksi testis


y Testosteron : diperlukan untuk mempertahankan

spermatogenesis. Testosteron tidak mempunyai efek umpan balik negatif terhadap FSH. y Estrogen : mempunyai efek menurun konsentrasi testosteron, melalui umpan balik negatif terhadap sekresi LH.

Faal endokrin
Sel-sel leydig menghasilkan hormon testosteron yang berasal dari kolesterol, mempunyai efek : y Menumbuhkan dan mempertahankan sifat kelamin pria sekunder. y Mempunyai efek anabolik protein/stimulasi pertumbuhan. y Menghambat sekresi LH adenohipofisa.

Kelainan fungsi testis


1. 2.

Kriptorkismus : testis tidak turun ke dalam skrotum. Kelainan ini menyebabkan kemandulan pada pria. Male hypogonadism : terjadi hipofungsi testis. Gangguan pada hipotalamus atau hipofisis akan menyebabkan sekresi LH dan FSH menurun dan mengakibatkan hipofungsi testis. Gangguan yang terjadi sebelum pubertas akan menyebabkan lambatnya perkembangan sifat kelamin sekunder.

Kelainan fungsi testis


3.

Pubertas prekoksia : ke hipersekresi hormon sek sebelum pubertas. < Pubertas prekoksia sejati ; a. Hipersekresi FSH dan LH b. Terjadi gametogenesis menjadi spermatozoa < Pubertas prekoksia tak sejati : disebabkan karena hiperfungsi kelenjar adrenal atau tumor sel leydig. Pada kelainan ini tidak ada gametogenesis.

SISTEM REPRODUKSI WANITA


Terdiri dari : Alat genitalia eksterna dan interna. Ovarium pada wanita mempunyai fungsi menghasilkan hormon (estrogen dan progesteron) dan fungsi reproduksi yaitu menghasilkan ovum.

FUNGSI ENDOKRIN OVARIUM


y y 1.

2. 3.

Estrogen : dibentuk di sel-sel granulosa follikel dan sel lutein corpus luteum. Progesteron : dibentuk sebagai hasil antara (kolesterol ke pregnenolon ke progesteron ke androstenedion menjadi testosteron). dibentuk di sel-sel lutein. Mempengaruhi sifat kelamin sekunder wanita dan proses laktasi, menyiapkan endometrium uterus untuk menerima ovum yang dibuahi.

FUNGSI REPRODUKSI OVARIUM


Oogenesis, yang terdiri : < Oogenesis fetal, dimana gonad primitif telah membelah mitosis dan berkembang jadi oogonia. Pada kehamilan 20-28 minggu berubah menjadi oosit primer. < Oogenesis postnatal (pada bayi usia 6 bulan), oogonia telah berubah menjadi oosit primer dan terjadi penyusutan. < Oogenesis prepubertal, terjadi penyusutan. < Oogenesis pubertal, oosit menjadi ootid matang dan siap ovulasi. 2. Steroidogenesis (berlangsung di folikel, korpus luteum dan stroma, tetapi penghasil utama steroid hanya di folikel dan korpus luteum. Hormon ovarium antara lain steroid progestogen (progesteron).
1.

PENGATURAN FUNGSI OVARIUM


y FSH. y LH. y Estrogen. y Progesteron dan estrogen menghambat perkembangan

folikel. y Prolaktin mengatur produksi progesteron di corpus luteum.

KERJA FISIOLOGI ESTROGEN


y Endometrium : merangsang regenerasi stratum basalis. y Miometrium : meningkatkan jumlah protein kontaktil y y y y y

uterus. Servik : menghasilkan cairan yang membantu fertilisasi. Mammae : merangsang pertumbuhan duktus alveoli bersama progesteron, merangsang tumbuhnya lobulo-alveolar. Tulang : meningkatkan aktifitas osteoblast. Ginjal : retensi ion Na. Seks sekunder : menghaluskan rambut, kulit, dan pita suara.

KERJA FISIOLOGIS PROGESTERON


y Endometrium : kelenjar memanjang dan berkelok y Miometrium : mengurangi frekuensi dan amplitudo kontraksi y Servik : cairan jadi kental dan tebal y Mammae : meningkatkan pertumbuhan lobulo-alveolar. y Ginjal : meningkatkan ekskresi ion Na.

FERTILISASI DAN KEHAMILAN


Terjadi pada tuba falopii setelah pertemuan sperma dan ovum, ovum dimasuki satu sperma blastokist sinsitiotrofoblast dan sitotropoblast implantasi pada endometrium plasenta

HORMON-HORMON YANG DIHASILKAN PLASENTA


y HCG berfungsi mempertahankan korpus luteum dan y y y y y

mencegah menstruasi. Progeteron Estrogen Renin Relaksin Human plasenta lactogen (human chorionic somato mammotropin). Timbul pada minggu ke 5 kehamilan.

y Semua hormon dari plasenta dihasilkan oleh

sinsitiotrofoblast. y Korpus luteum gravidarum menghasilkan estrogen dan progesteron pada bulan ke 3 kehamilan setelah plasenta terbentuk, fungsi produksi diambil alih sampai kelahiran tiba.

Learning Objective 4
Menjelaskan mekanisme analisis sperma.

Utk mengetahui keadaan fungsi reproduksi pria pem. laboratorium, berguna:


1. Pemeriksaan pokok: Analisis semen (cairan sperma) baik fisik maupun mikroskopik 2. Pemeriksaan bantu: Analisis hormon, imunologi, kromosom, dsb.

64

2/17/2012

Persiapan Analisis Sperma


y abstinesia 2 5 hari (tdk boleh >5hari) y pengeluaran sperma dengan senggama terputus dalam ruang

khusus y penampungan dalam pot steril (kaca bermulut lebar) y laboratorium dalam waktu satu jam sesudah dikeluarkan y suhu antara 2040C

65

2/17/2012

Faktor Analitik (Pemeriksaan An. Sperma)


y pemeriksaan fisik/makroskopis, y mikroskopis, y uji biokimiawi, y uji imunologi y dan uji mikrobiologi

66

2/17/2012

Pem. Makroskopis A. Sperma


y Warna (N: putih kelabu dan berbau seperti bunga akasia y y y y

pada pagi hari) Liquefaksi (N: semen mencair (liquefaction) dalam 60 pada suhu kamar Volume (N: 2-5 ml) Konsistensi: membentuk benang yang panjangnya < dari 2 cm pH: (N: 7,2-7,8)

67

2/17/2012

Mikroskopis Analisis Sperma


y morfologi, y motilitas, y jumlah sperma, adanya sel-sel bukan sperma, y dan aglutinasi sperma.

68

2/17/2012

Teteskan 1 tetes sperma

Tutup dg gelas penutup

40x

Lapangan pandang diperiksa secara sistematik dan motililas sperma yang dijumpai dicatat 4 6 LP yang diperiksa (100 sperma secara berurutan)
69 2/17/2012

Motilitas (Kategori Mengklasifikasi)


y (a), (b), (c), (d), y Kategori (a) jika sperma bergerak cepat dan lurus ke muka. y Kategori (b) jika geraknya lambat atau sulit maju lurus atau

bergerak tidak lurus y Kategori (c) jika tidak bergerak maju. y Kategori (d) jika sperma tidak bergerak.

% setiap kategori motilitas. pemeriksaan ulang dengan (tetesan sperma Ke-2)




70

2/17/2012

Motilitas (pergerakan spermatozoa dengan pedoman garis bilik)

y (N:60% pergerakan bagus dan bertahan sampai 2-3 jam y Astenospermia <50%

71

2/17/2012

Mikrokopis (Jumlah sperma)


kamar hitung. y Menghitung jumlah spermatozoa rata-rata pada beberapa LP y pembesaran 40x (hasil dikalikan 1.000.000) y Jika ada 40/LP maka jumlah sperma secara kasar kira-kira 40 juta/ml
y (kasar)

N: 40 juta/mL. Oligospermia: < 20 juta/mL


72 2/17/2012

Morfologi Analisis Sperma

y Morfologi: Optimal bila 60% mempunyai bentuk

oval. y Teratospermia <30% bentuk normal

73

2/17/2012

Pemeriksaan selular yang bukan sperma

y Elemen bkn sperma (sel epitel gepeng dari saluran uretra, sel

spermatogenik, dan lekosit.)---?/LP y Jika jumlah sel tersebut > 1 juta/ml (pembesaran 40x), dilakukan pemulasan khusus untuk membedakan antara lekosit yang peroksidase positif dengan sel lain. y Jika lekosit > 1 juta/ml (kecurigaan infeksi)

74

2/17/2012

Mikroskopik (aglutinasi)
y Sperma motil saling melekat kepala dengan kepala, bagian tengah

y y y

dengan bagian ekor, atau campuran bagian tengah dengan bagian ekor. Melekatnya sperma yang tidak motil atau motil pada benang mukus atau pada sel bukan sperma tidak boleh dicatat sebagai aglutinasi. Adanya aglutinasi (??adanya faktor imunologi sebagai penyebab infertilitas). Aglutinasi tidak tergantung banyaknya. Beberapa kelompok kecil sperma yang beraglutinasi sudah dianggap positif. Perlu dikonfirmasi dengan uji imunologi (MAR)

Uji Biokimiawi
y Kemampuan sekresi vesika seminal (pengukuran fruktosa) y Kemampuan kapasitas sekresi epididimis (pemeriksaan L

karnitin)

76

2/17/2012

Pemeriksaan hormonal:
y y y

Hormon testis: testosteron, untuk mengetahui fungsi gonade secara keseluruhan Hormon hipofise anterior: FSH, LH dan prolaktin Hormon lain, terutama hormon kelenjar tiroid.

77

2/17/2012

Kesimpulan Analisis Sperma


y Oligospermia: Jumlah sperma <20 juta y Hipospermia: Volume < 1,5 ml (Hiperspermia > 5,5 ml) y Astenospermia: motilitas sperma <50% y Aspermia: tdk ada sama sekali y Nekrospermia: Tdk ada gerakan sama sekali

78

2/17/2012