Anda di halaman 1dari 18

STRATEGI PELAKSANAAN WAHAM

Januari 4, 2011 Written by Kesit Tesno Saputro Tinggalkan komentar STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN WAHAM Tgl: 22 November 2010 Masalah Pertemuan : waham kebesaran : Ke 1 (satu)

A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Pasien DS : pasien mengatakan bahwa dirinya adalah seorang artis. DO: duduk seolah olah seperti orang berdandan, tertawa sendiri, berbicara sendiri 2. Diagnosa Keperawatan Kerusakan komunikasi verbal berhubungan denngan waham kebesaran. 3. Tujuan umum: Klien mampu berkomunikasi dengan baik kepada orang lain. Tujuan Khusus: Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. 4. Tindakan keperawatan (sesuai Rencana Tindakan Keperawatan di NCP) B. Strategi Komunikasi

Fase Orientasi

Selamat siang pak

Bagaimana kabar bapak hari ini? Bapak hari ini tampak segar sekali? Sudah makan pagi apa belum? Menunya masih ingat apa tadi ? Kenalkan, nama saya Kesit Tesno Saputro, biasa dipanggil Kesit. Nama bapak siapa?, suka dipanggil siapa? Onama bapak suparmin, suka dipanggil pak parmin ya, baiklah. Saya mahasiswa Keperawatan Stikes Bethesda pak, Saya bertugas di sini selama 14 hari, saya akan merawat bapak selama saya bertugas di sini, tiap hari kita akan ketemu dan bincang-bincang Hari ini kita akan bincang-bincang untuk lebih saling mengenal, waktunya 15 menit cukup tidak pak?. Dimana kita bicara? Bagaimana kalau sambil duduk di teras? Di depan sana pak, ok baiklah kalau begitu.

Fase Kerja

Bagaimana perasaan dan keadaan pak Parmin hari ini? Apakah ada yang dikeluhkan atau ditanyakan sebelum kita berbincang-bincang?. Pak tidak usah kawatir karena kita berada di tempat yang aman. Saya dan perawat-perawat di sini akan selalu menjadi teman dan membantu pak Parmin Pak Parmin, bisa saya tahu sekarang identitas Bapak, baik. alamat, keluarga, hobi atau mungkin keinginan sekarang?.Wah terima kasih Pak parmin karena sudah mau berkenalan dengan saya dan sekarang saya akan memberitahu identitas saya, Pak parmin mau kan mendengarkan? Nah karena kita sudah saling mengenal maka sekarang kita berteman, jadi Pak Parmin tidak perlu sungkan lagi bila ada masalah bisa diceritakan pada saya, Pak parmin mau kan berteman dengan saya?

Fase Terminasi

Sementara itu dulu yang kita bicarakan ya Pak? Coba bisa diulang tadi, nama saya siapa? Wah, bagus sekali, Pak Parmin bisa ingat nama saya. Saya sangat senang bisa berkenalan dengan Pak parmin dan Pak Parmin sudah bisa mengungkapkan perasaan dengan baik dan mau berkenalan dan berteman dengan saya.Bagaimana perasaan Pak Parmin setelah berbincang bincang dengan saya? Besok kita ketemu lagi ya? Dan bincang-bincang lagi tentang cara mempraktekkan membina hubungan dengan orang lain dan membicarakan kemampuan yang bapak miliki, jam 10.30 WIB, tempatnya disini lagi, bagaimana pak Parmin setuju? Baiklah, saya minta pamit dulu, terimakasih, sampai bertemu besok ya? C. Evaluasi (setelah melakukan tindakan) http://kepacitan.wordpress.com/2011/01/04/strategi-pelaksanaan-waham/

Minggu, 17 Februari 2008


STRATEGI PELAKSANAAN KLIEN DG WAHAM STRATEGI PELAKSANAAN (SP) Tindakan Keperawatan Interaksi Ke : I (Pertama)

Tanggal Pertemuan :.. A. Kondisi Klien Klien terlihat gelisah, curiga terhadap orang yang berada di sekelilingnya, kadang-kadang klien berbicara sendiri dan berkata bahwa dirinya adalah Imam Mahdi yang tahu bahwa kapan dunia akan kiamat, perhatian terhadap lingkungan sekitar menurun. B. Diagnosa Keperawatan Perubahan proses pikir C. Tujuan Khusus 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan orang lain D. Tindakan Keperawatan : a. Bina hubungan saling percaya b. Perkenalan diri dengan klien secara sopan c. Sapa klien dengan ramah d. Jelaskan tujuan pertemuan e. Jujur & tepati janji f. Beri perhatian kepada klien g. Tunjukkan sikap empati kepada klien E. Strategi Komunikasi 1. Fase Orientasi : Salam Terapeutik: Selamat pagi,pak. Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Andika, bapak bisa panggil saya Dika (sambil mengulurkan tangan kepada klien untuk berjabat tangan), saya perawat disini yang akan membantu bapak selama dirawat di sini. Nah sekarang saya yang bertanya ya pak? nama Bapak siapa?.,Oh Suwarno namanya bagus sekali, saya boleh panggil apa?., Baiklah akan saya panggil pak Imam. Evaluasi/validasi : Bagaimana perasaan bapak hari ini? Bapak terlihat segar, tetapi apa yang membuat bapak terlihat begitu curiga terhadap saya? Ceritakan apa yang mengganjal di pikiran bapak sekarang? Baiklah semoga setelah bertemu dengan saya masalah bapak akan teratasi. Begitu ya pak? Kontrak: Bapak, tujuan saya menemui bapak saat ini adalah ingin mengenal lebih dekat pak Imam sehingga kita bisa saling kenal dan bapak bisa menceritakan segala masalah bapak selain itu saya dapat membantu apa yang bapak disini. Bagaimana pak? Apakah bapak setuju? Baiklah bagaimana kalau kita duduk di kursi teras depan? Berapa lama bapak mempunyai waktu dengan saya? Bagaimana kalau 20 menit, cukup? Baiklah kalau begitu 15 menit saja ya pak? 2. Fase Kerja : Nah, tadi saya sudah menyebutkan nama saya, coba ulangi siapa nama saya? Lupa?

Masih sebentar kok sudah lupa? Saya ulangi lagi nama saya Andika, bapak bisa memanggil saya Dika ya pak? Baiklah semoga bapak bisa mengenal saya, begitu pula sebaliknya sehingga bapak bisa merasa nyaman bercerita kepada saya. Bapak, mengapa bapak terlihat gelisah serta selalu berbicara sendiri tentang Imam Mahdi?. oh begitu ya pak? saya mengerti apa yang bapak maksudkan. Coba jelaskan darimana bapak mendapatkan ilham bahwa bapak adalah seorang Imam Mahdi? 3. Fase Terminasi : Evaluasi Subyektif : Baiklah, saya rasa bapak sudah mulai terbuka dan merasa nyaman dengan kehadiran saya, sekarang bagaimana perasaan bapak setelah bertemu dan bercerita dengan saya? Bagus, rasa berharap bapak lebih bisa mengungkapkan perasaan bapak dan lebih terbuka dengan harapan agar masalah bapak dapat teratasi. Evaluasi Obyektif : Nah, sekarang coba sebutkan lagi siapa nama saya? Bagus sekali. Mulai sekarang kalau ketemu saya jangan lupa panggil saya dengan? Bagus. Tindak Lanjut : Baiklah, saya rasa perkenalan kita cukup sekian, kita sudah cukup saling mengenal saat ini, Saya berharap setiap bapak bertemu dengan saya dan saat memerlukan bantuan saya, bapak mau memanggil saya supaya selama bapak di sini dapat bekerjasama dengan saya serta bapak mampu sembuh kembali. Kontrak yang akan datang : Sekarang 15 menitnya sudah habis, berarti pertemuan kita disini juga sudah selesai. Nanti pukul 11.00 sebelum makan siang saya akan datang kembali menemui bapak untuk mendiskusikan masalah yang sedang bapak hadapi sekarang, nanti dimana kita bisa bertemu kembali? Baiklah nanti kita bertemu lagi disini ya pak? Assalamualaikum.

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) Tindakan Keperawatan Interaksi Ke: II (Kedua) Tanggal Pertemuan:.. A. Kondisi Klien Klien masih terlihat gelisah, mudah curiga terhadap orang yang berada di sekelilingnya, kadang-kadang klien berbicara sendiri dan berkata bahwa dirinya adalah Imam Mahdi yang tahu bahwa kapan dunia akan kiamat, perhatian terhadap lingkungan sekitar menurun. B. Diagnosa Keperawatan Perubahan proses pikir C. Tujuan Khusus 2: Pasien dapat mengenal dan menjelaskan tentang waham yang merupakan salah satu bentuk dari perubahan proses pikir D. Tindakan Keperawatan: a. Perlihatkan sikap penuh perhatian dan kepedulian b. Validasi arti komunikasi dengan pasien c. Bantu pasien mengidentifikasi perbedaan antara realita dan proses pikir internal E. Strategi Komunikasi 4. Fase Orientasi: Salam Terapeutik: Assalamualaikum, Pak Imam. Bagaimana apakah Bapak sudah siap? Saat ini saya datang lagi untuk menemui bapak sesuai dengan janji saya tadi. Sekarang sudah pukul 11.00. Bagaimana Pak apakah dapat kita mulai?

Evaluasi: Bagaimana perasaan bapak saat ini? Bapak, apakah masih ingat nama saya? Bagus, seratus untuk bapak. Oh iya. Pak Imam apakah sudah makan? Kalau begitu nanti setelah pertemuan kita ini bapak langsung ke ruang makan ya pak. Kontrak: Pak Imam, punya waktu berapa menit? Baiklah kalau begitu. 15 menit ya pak. Tempatnya apakah sama seperti tadi atau kita ngobrolnya di ruang makan? Baiklah kalau begitu kita keruang makan ya pak sekarang.

5. Fase Kerja: Bapak, bolehkah saya bertanya? Apakah yang bapak rasakan saat ini? Bapak, sebenarnya nama bapak adalah Suwarno tetapi mengapa bapak menamakan diri Imam Mahdi? Bapak, sebenarnya Imam Mahdi itu akan datang ketika dunia akan kiamat, nah sekarang kiamat itu hanya Allah yang tahu. Apakah bapak sepandapat dengan saya? Bapak, apa yang membuat bapak menamakan diri Imam Mahdi? Bapak, Sekarang Bapak mengalami suatu gangguan proses pikir yang dinamakan waham. Waham adalah gangguan proses pikir terhadap realita yang meyakini sesuatu yang salah. Nah, sekarang bapak coba bertanya pada teman saya ini siapakah nama saya? Pak, benarkan apa yang saya bilang, nama bapak adalah Suwarno. Bagaimana kalo mulai sekarang bapak saya panggil dengan nama pak Suwarno? Baiklah, kalau begitu. 6. Fase Terminasi: Evaluasi Subyektif: Baiklah saya rasa bapak sudah mulai mengenal tentang realita atau kenyataan yang ada.Bagaimana perasaan bapak setelah pertemuan kita kali ini? Ok, kalau begitu apakah nanti bapak mau bertemu saya lagi untuk membahas masalah bapak? Evaluasi Obyektif: Sekarang coba sebutkan apa yang dimaksud dengan waham? Benar sekali, apakah bapak sudah paham tentang yang bapak alami sekarang? Baiklah kalau bapak ada masalah dengan penjelasan saya tadi bapak dapat menemui saya. Tindak Lanjut: Saya rasa bapak sudah banyak memahami isi pembicaraan kita kali ini. Saya berharapa agar setiap masalah yang bapak hadapi selalu mendiskusikannya dengan saya. Agar masalah bapak dapat segera teratasi Kontrak yang akan datang: Wah, pak sepertinya bau soto sudah mengundang selera ya? Apakah sekarang bapak sudah lapar? Yah, memang waktunya sudah habis pak, sesuai dengan perjanjian kita tadi yaitu 15 menit. Bagaimana pak kapan kita bisa ketemu lagi? Baiklah kalu besok. Jam berapa pak? Ok, jam 08.00 ya pak nanti saya jemput di kamar bapak ya? Nanti kita akan membahas masalah waham dan realita. Baiklah sekian pertemuan kita kali ini tapi ingat pesan saya pak ya! Selalu mendiskusikan masalah yang bapak hadapi. Terima kasih atas waktunya. Selamat makan siang. Assalamualaikum pak Suwarno.

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) Tindakan Keperawatan Interaksi Ke: III (Ketiga) Tanggal Pertemuan:.. A. Kondisi Klien Klien masih terlihat gelisah, atensi terhadap lingkungan menurun, klien sering berbicara sendiri. B. Diagnosa Keperawatan Perubahan proses pikir C. Tujuan Khusus 3: Pasien dapat membedakan antara pikiranwaham dengan realita D. Tindakan Keperawatan: a. Bantu pasien menghubungkan masalahnya dengan realita yang ada b. Fokus dan kuatkan pada realita c. Bantu pasien mengungkapkan secara verbal perasaannya E. Strategi Komunikasi 1. Fase Orientasi: Salam Terapeutik: Assalamualaikum, Selamat pagi Pak Suwarno. Bagaimana kabar Bapak hari ini? Bagaimana tidurnya seamalam pak? Sekarang saya menapati janji saya yang kemarin yaitu akan mengajak bapak berdiskusi masalah waham dan realita. Bagaimana Apakah bapak sudah siap? Bagus. Kita ngobrol dimana pak? Dibawah Pohon yang rindang itu saja ya? Ok. Evaluasi: Bagaimana perasaan bapak saat ini? Bapak, apakah masih ingat nama saya? Bagus, Bapak masih hafal nama saya. Oh iya. Pak Imam apakah sudah sarapan pagi? Dengan

lauk dan sayur apa pak? Wah enak sekali ya pak? Ngomong-ngomong bapak apakah masih ingat apa yang disebut waham itu? Baiklah saya akan menjelaskannya kembali. Kontrak: Pak Suwarno, kali ini bapak punya waktu berapa menit? Baiklah kalau begitu. 15 menit ya pak. Dibawah pohon ini saja ya pak? 2. Fase Kerja: Bapak, apakah yang bapak rasakan beberapa hari terakhir ini? Oh begitu ya? Nah, sekarang saya jelaskan kembali apa yang disebut waham itu. Waham adalah suatu pemikiran yang salah terhadap realita yang ada. Misalnya seperti menganggap diri adalah seorang yang sangat ditakuti oleh bayak orang yang pada kenyataannya tidak begitu. Pak apakah bapak masih ingat siapa nama bapak sebenarnya? Wah seratus pak! Nah sekarang saya tanya, sebenarnya siapa kah yang bapak sebut Imam Mahdi? Nah berarti dalam diri bapak ada dua oarang dong? Padahal dalam diri setiap orang hanya ada satu. Berarti bapak adalah pak Suwarno bukan Imam Mahdi. Saya tahu yang bapak maksudkan. Tapi sebenarnya yang bapak alami sama dengan yang saya maksudkan tadi jadi bapak sebenarnya adalah pak Suwarno. Baiklah kalo begitu. Saya paham apa yang bapak inginkan. Tapi yang perlu diketahui bahwa saat ini yang namanya Imam Mahdi tidak ada, dan yang tahu mengenai hari kiamat adalah Allah SWT. Begitu pak ya? 3. Fase Terminasi: Evaluasi Subyektif: Ok, saya rasa bapak sudah sedikit mengenal tentang waham dan realita dan bapak sudah mengenal siapakah bapak sebenarnya Evaluasi Obyektif: Sekarang coba sebutkan apa yang dimaksud dengan waham? Benar sekali, apakah bapak sudah paham tentang yang bapak alami sekarang? Baiklah kalau bapak ada masalah dengan penjelasan saya tadi bapak dapat menemui saya. Tindak Lanjut: Baiklah pak saya rasa bapak sudah mampu membedakan antara waham dengan realita nah, saya ingatkan lagi kalau bapak ada masalah tolong paka menemui saya. Bagaimana pak? Sekarang tos dulu pak. Nah ok. Kontrak yang akan datang: Bapak saya rasa ngobrol kita kali ini sudah cukup karena sudah 15 menit. Nah nanti siang saya akan menemui bapak kembali sebelum makan siang jam 11.00 ya pak? Nanti kita akan membahas cara menghilangkan waham ya pak? Bagaimana apakah bapak setuju? Baiklah. Terimakasih atas waktu yang telah bapak luangkan. Assalamualaikum. Diposkan oleh diary seorang mahasiswa keperawatan di 19:03 http://andika-setiadi-140288.blogspot.com/2008/02/strategi-pelaksanaan-klien-dgwaham.html

Minggu, 04 Juli 2010


STRATEGI PELAKSANAAN KOMUNIKASI PADA PASIEN DENGAN WAHAM
STRATEGI PELAKSANAAN KOMUNIKASI PADA PASIEN DENGAN WAHAM SP 1 P : Membina hubungan saling percaya ; mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi dan cara memenuhi kebutuhan ; mempraktekkan pemenuhan kebutuhan yang tidak terpenuhi. ORIENTASI : Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Citto, saya perawat yang dinas pagi ini di Ruang melati. Saya dinas dari jam 07.0014.00, saya yang akan membantu perawatan bapak hari ini. Nama bapak siapa? senangnya dipanggil apa? Bisa kita berbincang-bincang tentang apa yang bapak R rasakan sekarang? Berapa lama bapak R mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit? Dimana enaknya kita berbincang-bincang pak? KERJA : Saya mengerti pak R merasa bahwa pak R adalah seorang Nabi, tapi sulit bagi saya untuk mempercayainya, karena setahu saya semua Nabi tidak hidup didunia ini, bisa kita lanjutkan pembicaraan yang tadi terputus pak? Tampaknya pak R gelisa sekali, bias pak R ceritakan kepada saya apa yang pak R rasakan? Oooo, jadi pak R merasa takut nanti diatur-atur oleh orang lain dan tidak punya hak untuk mengatur diri pak R sendiri? Siapa menurut pak R yang sering mengatur-atur diri pak R? Jadi teman pak R yang terlalu mengatur-atur ya pak, juga adik pak R yang lain? Kalau pak R sendiri inginnya seperti apa? Ooo, Bagus pak R sudah punya rencana dan jadwal unutk diri sendiri. Coba kita tuliskan rencana dan jadwal tersebut pak R. Wah, bagus sekali, jadi setiap harinya pak R ingin ada kegiatan di luar rumah sakit karena bosan kalau dirumah sakit terus ya? TERMINASI : Bagimana perasaan pak R setelah berbincang-bincang dengan saya? Apa saja tadi yang telah kita bicarakan? Bagus. Bagaimana kalau jadwal ini pak R coba lakukan, setuju pak? Bagaimana kalau bincang-bincang kita saat ini kita akan lanjutkan lagi. Saya akan datang kembali dua jam lagi. Kita akan berbincang-bincang tentang kemampuan yang pernah pak R miliki? Bapak mau kita berbincang-bincang dimana? Bagaimana kalau disini saja pak R? SP 2 P : Mengidentifikasi kemampuan positif pasien dan membantu mempraktekannya. ORIENTASI : Assalamualaikum pak R, bagaimana perasaannya saat ini? Bagus

Apakah pak R sudah mengingat-ngingat apa saja hobi atau kegemaran pak R? Bagaimana kalau kita bicarakan hobi tersebut sekarang? Dimana enaknya kita berbincang-bincang tentang hobi pak R tersebut? Berapa lama pak R mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 20 menit? KERJA : Apa saja hobi pak R? Saya catat ya pak, terus apa lagi? Wah, rupanya pak R pandai main suling ya. Bisa pak R ceritakan kepada saya kapan pertama kali belajar main Suling, siapa yang dulu mengajarkannya kepada pak R, dimana? Bisa pak R peragakan kepada saya bagaiman bermain suling yang baik itu. Wah, bagus sekali pak. Bagaimana kalau kita buat jadwal untuk kemampuan pak R ini. Berapa kali sehari/seminggu pak R mau bermain suling? Apa yang pak R harapkan dari kemampuan bermain suling ini? Ada tidak hobi atau kemampuan pak R yang lain selain bermain suling? TERMINASI : Bagaimana perasaan pak R setelah kita berbincang-bincang tentang hobi dan kemampuan pak R? Setelah ini coba pak R lakukan latihan bermain suling sesuai denga jadwal yang telah kita buat ya? Bagaimana kalau bincang-bincang kita saat ini kita akan lanjutkan lagi. Bagaiman kalau nanti sebelum makan siang? Nanti kita ketemuan di taman saja, setuju pak? Nanti kita akan membicarakan tentang obat yang harus pak R minimum, setuju?

SP 3 P : Mengajarkan dan melatih cara minum obat yang benar. ORIENTASI : Assalamualaikum pak R. Bagaimana pak, sudah dicoba latihan main sulingnya? Bagus sekali. Sesuai dengan janji kita tadi, kita akan membicarakan tentang obat yang harus pak R minum, Bagaimana kalau kita mulai sekarang pak? Berapa lama pak R mau kita membicarakannya? Bagaimana kalau 20 atau 30 menit saja? KERJA: Pak R berapa macam obat yang diminum, jam berapa saja obat yang diminum? Pak R perlu minum obat ini agar pikirannya jadi tenang, tidurnya juga tenang. Obatnya ada tiga macam pak, yang warnanya oranye namanya CPZ gunanya agar

tenang, yang putih ini namanya THP gunanya agar rileks, dan yang merah jambu ini namanya HLP gunanya agar pikiran jadi teratur. Semuanya ini diminum 3 kali sehari, jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam. Bila nanti setelah minum obat mulut pak R terasa kering, untuk membantu mengatasinya pak R bisa banyak minum dan mengisap-isap es batu. Sebelum minum obat ini pak R mengecek dulu label dikotak obat apakah benar nama pak R tertulis disitu, berapa dosis atau butir yang harus diminum, jam berapa saja harus diminum. Baca juga apakah nama obatnya sudah benar! Obat-obat ini harus diminum secara teratur dan kemungkinan besar harus diminum dalam waktu yang lama. Agar tidak kambuh lagi, sebaiknya pak R tidak menghentikan sendiri obat yang harus diminum sebelum berkonsultasi dengan dokter. TERMINASI : Bagaiman perasaan pak R setelah kita becakap-cakap tentang obat yang pak R minum? Apa saja nama obatnya? Jam berapa minum obat? Mari kita masukkan pada jadwal kegiatan! Jangan lupa minum obatnya dan nanti saat makan minta sendiri obatnya pada perawat! Jadwal yang telah kita buat kemarin dilanjutkan ya pak! Pak besok kita ketemu lagi untuk melihat jadwal kegiatan yang telah dilaksanakan. Bagaimana kalau seperti biasa, jam 10 dan ditempat sama? Sampai besok ya pak. STRATEGI PELAKSANAAN KOMUNIKASI PADA KELUARGA PASIEN DENGAN WAHAM SP 1 KP : Membina hubungan saling percaya dengan keluarga ; mengidentifikasi masalah; menjelaskan proses terjadinya masalah; dan obat pasien. ORIENTASI : Assalamualaikum pak, pekenalkan nama saya Citto, saya perawat yang dinas diruang melati ini. Saya yang merawat Pak R selama ini. Kalau bisa saya tahu nma bapak siapa? Senangnya dipanggil apa? Bagaimana kalau sekarang kita membicarakan tentang masalah pak R cara merawat pak R dirumah. Dimana bapak mau berbicara dengan saya? Bagaimana diruang wawancara? Berapa lama bapak mau berbincang-bincang dengan saya? Bagaimana kalau 0 menit saja? KERJA : Pak S, apa masalah yang bapak rasakan dalam merawat pak R? apa yang sudah pak R lakukan dirumah? Dalam menghadapi sikap pak R yang selalu mengaku-ngaku sebagi seorang nabi tetapi nyatanya bukan nabi hanya merupak salah satu gangguan proses berpikir. Untuk itu akan saya jelaskan sikap dan cara enghadapinya. Setiap kali pak R berkata bahwa ia seorang nabi, pak S dan ibu berikap dengan mengatakan; Pertama: Pak S atau ibu mengerti bahwa pak R merasa seorang nabi, tapi sulit bagi pak S

dan ibu untuk mempercayainya karena setahu kita semua nai tidak ada yang hidup didunia. Kedua: Pak S atau ibu harus lebih sering memuji Pak R jika ia melakukan hal-hal yang baik Ketiga: hal-hal ini sebaiknya dilakukan oleh seluruh keluarga yan berinteraksi dengan pak R. Bapak dan ibu dapat bercakap-cakap dengan Pak R tentang kebutuhan yang diinginkan oleh pak R, misalnya; Pak S dan ibu percaya kalau pak R punya kemampuan dan keinginan. Coba ceritakan kepada kami, R kan punya kemampuan

Keempat: Pak S atau ibu mengatakan kepada pak R, Bagaimana kalau kemampuan untuk bermain suling dengan baik dicoba sekarang dan kemudian setelah dia melakukannya pak S dan ibu harus memberikan pujian. Pak S dan ibu jangn lupa, pak R ini perlu minum obat agar pikirannya jadi tenang. Obatnya ada tiga macam pak, yang warnanya oranye namanya CPZ gunanya agar tenang, yang putih ini namanya THP gunanya agar rileks, dan yang merah jambu ini namanya HLP gunanya agar pikiran jadi teratur. Semuanya ini diminum 3 kali sehari, jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam, jangn dihentikan sebelum berkonsultasi dengan dokter karena dapat menyebabkan Pak R bisa kambuh kembali. Pak R sudah punya jadwal minum obat. Jika dia minta obat sesuai jamnya, segera berikan pujian! TERMINASI : Bagaimana perasaan bapak dan ibu setelah berbincang-bincang dengan saya tentang cara merawat pak R dirumah nanti? Setelah ini coba bapak dan ibu lakukan apa yang sudah saya jelaskan tadi setiap kali berkunjung kerumah sakit. Baiklah, bagaimana kalau dua hari lagi bapak dan ibu datang kembali kesini dan kita akan mencoba melakukan langsung cara merawat pak R sesuai dengan pembicaraan kita tadi. Baik kalau begitu pertemuan kita kali ini kita akhiri dulu, saya tunggu kedatangan bapak dan ibu lagi kita ketemu ditempat ini ya pak,bu.

SP 2 KP : Melatih kelurga cara merawat pasien. ORIENTASI: Assalamualaikum pak, bu sesuai dengan janji kita dua hari yang lalu kita sekarang ketemu lagi. Bagaimana pak, bu ada pertanyaan tentang cara merawat pasien seperti yang telah kita bicarakan dua hari yang lalu?, sekarang kita akan latihan cara-cara merawat pasien tersebut ya pak, bu. Kita akan coba disini dulu, setelah itu baru kita coba langsung pada Pak R ya? KERJA: Sekarang anggap saja saya pak Ryang sedang mengaku nabi, coba bapak dan ibu praktikkan cara bicara yang benar bila pak R sedang dalam keadaan seperti ini! Bagus,betul begitu caranya, sekarang coba praktikkan cara memberikan pujian atas kemampuan yang dimiliki oleh pak R. bagus ! Sekarang coba cara memotivasi pak R minum obat dan melakukan kegitan positifnya sesuai jadwalnya! Bagus sekali ternyata bapak dan ibu sudah mengerti cara merawata Pak R. Bagaimana kalau sekarang kita coba langsung kepada pak R. TERMINASI: Bagaimana perasaan bapak dan ibu setelah kita berlatih cara merawat pak R? Setelah ini coba bapak dan ibu lakukan apa yang sudah dilatih tadi setiap kali bapak dan ibu membesuk pak R! Baiklah, bagaimana kalau dua hari lagi bapak dan ibu datang kembali ke sini dan kita akan mencoba lagi cara merawat pak R sampai bapak dan ibu lancer elakukannya? Jam berapa bapak dan ibu bisa kemari? Baik, kita akan ketemu lagi di tempat ini ya pak,bu.

SP 3 KP : Membuat perencanaan pulang bersama keluarga. ORIENRASI: Assalamualaikum pak, bu, karena pada hari ini pak R sudah boleh pulang, maka kita

bicarakan jadwal pak R selama dirmah. Bagaimana pak, bu selama bapak dan ibu besuk apakah sudah terus dilatih cara merawat pak R? Nah, sekarang bagaimana kalau kita bicarakan jadwal di rumah? Mari bapak dan ibu ikut saya Berapa lama bapak dan ibu mau berbincang-bincang dengan saya? Bagaimana kalau 30 menit saja? Sebelum ibu dan bapak menyelesaikan administrasinya KERJA: Pak, bu, ini jadwal pak R selama di rumah sakit. Coba perhatikan! Apakah kira-kira dapat dilaksanakan semuanya di rumah? Jangan lupa perhatikanpak R agar ia tetap melaksanakannya dirumah dan jangan lupa member tanda M (mandiri), B (bantuan), atau T (tidak mau melaksanakannya). Hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perilku yang ditampilkan oleh pak R selama dirumah. Misalnya pak R mengaku sebagai seorang nabi terus menerus dan tidak memeperlihatkan perbaikan, menolak minum obat atau memperlihatkan perilaku membahayakan orang lain. Jika hal ini terjadi segera hubungi petugas rumah sakit, agar petugas rumah sakit dapat memantaunya. TERMINASI: Apa yang ingin bapak dan ibu tanyakan? Bagaimana perasaan bapak dan ibu? Sudah siap unutk melanjutkan dirumah? Ini jadwal kegiatan hariannya. Ini rujukan untuk bisa control lagi. Kalau ada apa-apa bapa dan ibu segera menhubungi kami. Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan mohon maaf bila ada kata-kata saya yang menyinggung perasaan bap dan ibu mohon dimaafkan. Terimakasih atas kerjasamanya pak,bu. Silahkan ibu dan Bapak unutk dapat menyelesaikan administrasinya ke kantor depan! Diposkan oleh Muslimahwaty di 02:07 http://muslimahwatyyahoocoid.blogspot.com/2010/07/strategi-pelaksanaan-komunikasipada.html

SP WAHAM
STRATEGI PELAKSANAAN Masalah : Waham Kebesaran Pertemuan : Ke 1 (satu) A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien Klien tenang, kooperatif, duduk sendiri, nonton televisi sambil duduk di kursi 2. Diagnosa Keperawatan Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan perubahan isi pikir : waham kebesaran 3. Tujuan khusus

Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat B. Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan (SP) I. Fase Orientasi Hallo, selamat siang pak Bagaimana kabar bapak hari ini? Aduh bapak hari ini tampak segar sekali? Sudah makan pagi apa belum? Menunya masih ingat apa tadi ? Kenalkan, nama saya wayan Darsana, biasa dipanggil wayan. Nama bapak siapa?, suka dipanggil siapa? Onama bapak suparmin, suka dipanggil pak parmin ya, baiklah. Saya mahasiswa Keperawatan wira medika pak, Saya bertugas di sini selama 14 hari, saya akan merawat ibu selama saya bertugas di sini, tiap hari kita akan ketemu dan bincang-bincang Hari ini kita akan bincang-bincang untuk lebih saling mengenal, waktunya 15 menit cukup tidak pak?. Dimana kita bicara? Bagaimana kalau sambil duduk di teras? Di depan sana pak, ok baiklah kalau begitu. II. Fase Kerja Bagaimana perasaan dan keadaan pak hari ini? Apakah ada yang dikeluhkan atau ditanyakan sebelum kita berbincang-bincang? Pak nggak usah kawatir karena kita berada di tempat yang aman. Saya dan perawatperawat di sini akan selalu menjadi teman dan membantu Pak parmin Pak parmin, bisa saya tahu sekarang identitas Bapak, baik alamat, keluarga, hobi atau mungkin keinginan sekarang? Wah terima kasih Pak parmin karena sudah mau berkenalan dengan saya dan sekarang saya akan memberitahu identitas saya, Pak parmin mau kan mendengarkan? Nah karena kita sudah saling mengenal maka sekarang kita berteman, jadi Pak Parmin tidak perlu sungkan lagi bila ada masalah bisa diceritakan pada saya, Pak parmin mau kan berteman dengan saya? III. Fase terminasi Sementara itu dulu yang kita bicarakan ya Pak? Coba bisa diulang tadi, nama saya siapa? Wah, bagus sekali Pak bisa ingat nama saya. Saya sangat senang bisa berkenalan dengan Pak parmin dan Pak Parmin sudah bisa mengungkapkan perasaan dengan baik dan mau berkenalan dan berteman dengan saya. Besok kita ketemu lagi ya? Dan bincang-bincang lagi tentang cara mempraktekkan membina hubungan dengan orang lain dan membicarakan kemampuan yang bapak miliki , jam 10.30 WIB, tempatnya disini lagi, bagaimana bapa parmin setuju? Baiklah, saya minta pamit dulu, terimakasih, sampai bertemu besok ya?

STRATEGI PELAKSANAAN

Masalah : Waham Kebesaran Pertemuan : Ke 2 (Dua) A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien Klien tenang, kooperatif, duduk sendiri, sambil duduk di meja makan, tatapan mata kosong, 2. Diagnosa Keperawatan Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan perubahan isi pikir : waham kebesaran 3. Tujuan khusus Klien dapat membina hubungan saling percaya dan Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki B. Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan (SP) I. Fase Orientasi Selamat pagi pak parmin? Apa kabar? Bagaimana keadaan hari ini? Semalam bisa tidur tidak? Tadi makan pagi dengan lauk dan sayur apa? Kemarin kita sudah berkenalan, masih ingat kan nama saya? Belum lupa kan? Bagus sekali pak parmin mampu mengingat nama saya. Melanjutkan pertemuan kita kemarin dan sesuai dengan kesepatan kita, hari ini kita akan mencoba mempraktekkan kembali dalam membina hubungan dengan orang lain dengan cara berkenalan baik dengan sesama klien maupun dengan perawat, dan kita juga akan membicarakan tentang kemampuan yang dimiliki pak parmin. Waktunya 30 menit saja, kita ngobrol di kursi ruang depan bagaimana pak? II. Fase Kerja Penampilan pak parmin hari ini bagus, rapi dan bersih, bagus sekali pak dipertahankan ya.? Sudah mandi ya pak tadi, bapak kelihatan segar sekali. pak parmin seperti yang sudah saya sampaikan tadi, saya ingin melihat pak berkenalan dengan teman (klien) dan perawat, coba sekarang bapak praktikkan Bagus sekali, ternyata bapak mampu berkenalan. Bagaimana senang kan punya banyak teman. pak parmin sudah tahu nama teman-temannya yang berada di sini ya, coba disebutkan kembali. bagus pak, dipertahankan ya! Sekarang pak parmin berkenalan dengan perawat juga yaayo ini ada pak perawat, silahkan berkenalan juga. Wah hebat pak parmin berani berkenalan dengan pak perawat yang baru di lihat. Bagaimana senang kan mempunyai kenalan banyak. Nah, coba sebutkan dengan siapa saja tadi yang sudah diajak berkenalan. Hebat sekali pak, daya ingatannya bagus sekali. pak parmin sekarang kita akan membicarakan kemampuan yang dimiliki oleh bapak. Kalau saya lihat selama di ruangan ini pak parmin jarang beraktivitas, Jadi saya ingin

tahu kemampuan atau ketrampilan yang dimiliki oleh bapak apa saja? Misalnya menyapu, mengepel, merapikan tempat tidur sendiri dll. Wah hebat sekali. Selain itu apa lagi pak. Bagus sekali ternyata bapak pandai mengukir ya. bapak kalau di rumah pekerjaannya mengukir ya? Tapi apakah ibu bisa mengerjakan apa yang disebutkan tadi? Kalau dirumah aktivitas sehari-hari apa yang pak kerjakan? Oh ya, di sini pak parmin bisa juga melakukan, bisa dianggap rumah sendiri jadi harus dipertahankan kemampuan yang dimiliki. Terus pak parmin bisa juga menonton TV, melakukan aktifitas seperti di rumah ataupun merawat diri seperti mandi, gosok gigi, keramas dll.

III. Fase Terminasi Sementara cukup di sini dulu ya, pembicaraan kita Saya senang bapak parmin mau mengobrol dengan saya. Tadi pak parmin sudah bagus bisa berkenalan dan mengungkapkan kemampuan apa yang dimiliki dengan baik, pertahankan ya. Besok kita akan bertemu lagi, berbincang lagi tentang kebutuhan-kebutuhan pak parmin yang belum terpenuhi, bapak setuju? Bagaimana kalau jam 10.00 lagi. Disini lagi ya bu? Baik, saya permisi dulu, bapak bisa melanjutkan kegiatan yang lainnya terimakasih ya atas waktunya? di 08:31 Diposkan oleh Wayan Darsana http://darsananursejiwa.blogspot.com/2009/08/sp-waham.html

Kamis, 28 Mei 2009


STRATEGI PELAKSANAAN (SP) WAHAM
ASUHAN KEPERAWATAN WAHAM

No. 1. 2. 3.

Pasien
SPIP SPIk

Keluarga

Membantu orientasi realita

Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala waham, dan jenis waham yang dialami pasien beserta proses terjadinya. Membantu pasien memenuhi kebutuhannya Menjelaskan cara-cara merawat pasien waham

4.

Menganjurkan pasien jadwal kegiatan harian


SPIIP

memasukkan

dalam
SPIIk

1. 2. 3. 1. 2. 3.

Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien Berdiskusi tentang kemampuan yang dimiliki Melatih kemampuan yang dimliki
SPIIIP

Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan waham Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat langsung kepada pasien waham
SPIIIk

Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien Memberikan pendidikan kesehatan penggunaan obat secara teratur Menganjurkan pasien memasukkan jadwal kegiatan harian

Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas di rumah termasuk minum obat (discharge planning) tentangMenjelaskan follow up pasien setelah pulang dalam

Diposkan oleh ham di 5/28/2009 04:32:00 AM http://hamkarumkit.blogspot.com/2009/05/strategi-pelaksanaan-sp-waham.html