P. 1
Garam_cara_pengolahannya

Garam_cara_pengolahannya

|Views: 61|Likes:
Dipublikasikan oleh apihanas

More info:

Published by: apihanas on Feb 18, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN TRADISIONAL-3 (2-1

)

GARAM: PEMBUATAN GARAM
EKO SUSANTO
Click to edit Master subtitle style Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Semarang Indonesia email: eko_thp@undip.ac.id

Produksi garam dunia
U.S. Geological Survey Mineral Commodity Summaries, January 2006
60

( dlm Juta Ton )
55.4

50

46

48

40

30

20

18.6

16

15

12.4 8.5 7 7.3 5.8

10

0 United States China Germ any India Canada Australia Mexico France Brazil United Kingdom All Other

EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

biscuits Confectionery Industrial flavour Catering Casings Margarine. medical Bath salts Aplikasi bidang perikanan Fish brines Fish processing 'Dry' salt fish processing Fish canning Chill fish (Fish slaughter) EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO . fats Cans & preserves Brine making Dry seasonings Frozen foods Aplikasi pada bidang kesehatan Chlor-alkali Soap & cleaners Dental.Aplikasi garam Aplikasi pada industri Metal recovery Paper manufacture Rubber processing Road de-icing Dyes & textiles Ceramic glazing Refrigerant brines Water pollution control Water Softeners Aplikasi pada pertanian Hide & skin Stockfeed Fertilizer Farm drenching Water troughs Aplikasi pada pangan Cheese salting Butter making Snackfoods Breakfast Cereal Bread Cakes.

Salt Water molecules Water tends to separate ionic substances EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .

PENGOLAHAN GARAM EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .

MgSO4. Ada dua kelompok garam : garam konsumsi & garam industri. EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .Pendahuluan • • • • • • Pelengkap dari kebutuhan bahan pangan & non pangan. Kebutuhan akan garam meningkat. . MgBr2. Kualitas garam tradisional belum memenuhi standar mutu garam industri Garam dikenal dengan nama garam meja Garam alami mengandung traces MgCl2.

2 % 3–5% EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .5 % < 0.5 % < 0.Garam industri & konsumsi Keterangan NaCl Sulfat Magnesium Kalsium Kotoran lain Kadar air Garam konsumsi 95 % 2% 2% 2% 1% 7% Garam industri > 97.3 % < 0.

Teknologi pembuatan garam • Penguapan air laut dg tenaga surya • Penguapan air laut dg BB • Elektrodialisis • Penambangan garam dari rock salt EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .

399 1.0079 6.712 0.290 0.Komposisi air laut pada salinitas %o No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Ion ClNa+ K+ Mg2+ Ca2+ SO42BrFB+ Sr2+ IO3-.77 0.0045 0.0013 0.0673 0.4121 2. 1975 EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .354 10.0 x 10-5 Sumber: Riley & Skirrow. IGram per kg air laut 19.

5524 8 KCl Riley & Skirrow.003 0.7488 29.1172 1.4787 3.5339 Sumber: EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .Komposisi air laut pada bobot jenis 1.6959 5 6 7 MgSO4 MgCl2 NaBr 2.3172 0.2H2O NaCl Gram per liter air laut 0.0258 kg/L No 1 2 3 4 Senyawa Fe2O3 CaCO3 CaSO4. 1975 0.

00 17.00 Giliran mengkristal/mengendap Lumpur/pasir/Fe2O3/CaCO3 Gips (kalsium sulfat) Natrium Klorida Garam magnesium Natrium Bromida EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .00 – 35.00 28.50 – 35.Tingkat kepekatan & senyawa terendapkan dari air laut Tingkat kepekatan (oBe) 3.00 – 16.00 26.00 27.00 – 27.25 – 35.

Mg & SO42harus diendapkan.49% • 75% Ca. Mg & SO42.06% EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO . Mg & SO42.• Garam mutu >  senyawa Ca.mengendap  NaCl 98. • Ca.dikurangi  NaCl 95.

25 – 28.75 – 30.5 – 35.5 % NaCl terendapkan 72 28 - EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .2 26.75 16.1 – 16.1 7.Tahap-tahap pengendapan senyawa dalam air laut Senyawa yang terendapkan Lumpur/pasir/Fe2O3 CaCO3 Gips (kalsium sulfat) Natrium Klorida Garam magnesium Natrium Bromida Tingkat kepekatan (oBe) 7.25 Mulai 28.0 Mulai 26.5 28.

Pada 18-23oBe Ca 2+ Mg2+ terendapkan  Mudah diapat & murah • Pengendapan model oksalat menggunakan oksalat (C2O4). Pada 20oBe sudah terendapkan. Pada 18-23oBe Ca 2+ Mg2+ terendapkan. EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .Model pembuatan garam bermutu • Pengendapan model karbonat menggunakan karbonat (CO32-).

Kriteria lokasi penggaraman • Letak terhadap permukaan laut • Topografi (tidak miring) • Sifat fisis tanah • • Peminihan tanah liat Meja-meja  campuran pasir & tanah liat • Gangguan kehidupan (tanaman & binatang) • Gangguan bencana alam EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .

Tahapan proses pembuatan garam • Pengeringan lahan • Pengolahan air peminihan • Pengolahan air tanah • Proses kristalisasi • Proses pungutan • Proses pencucian EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .

Pembuatan garam evaporasi kadar NaCl tinggi EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .

Konstruksi penggaraman EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .

petak penggaraman yg komplit. bittern dialirakn ke meja kristalisasi EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO . terdiri peminihan & meja garam dg kontrukdi tangga aliran berjalan ilmiah • Konstruksi komplek meja (tafel complex) kontruksi penggaraman yang luas yg letaknya tidak teratur dijadikan suatu kelompok peminihan secara kolektif.Konstruksi penggaraman • Konstruksi tangga (getrape) konstruksi khusus & teratur.

EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .

Faktor yang mempengaruhi produksi garam • • • Air laut (kadar garam. kontaminasi air) Keadaan cuaca (musim. Tanah (porositas tanah & kec. kepekatan air tua) Cara pengutan garam (sistem portugis & maduris) Air bittern (mengandung Mg) EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO . kecepatan angin. perembesan) • • • Pengaruh air (pengaturan aliran. suhu udara).

Proses pencucian garam • Proses pencucian awal • Proses pencucian kedua • Tahapan pemisahan • Tahapan proses lanjutan EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .

B3: talang pencucian (15-30o) C : pipa pencucian garam terbuat dari pipa paralon D : pompa sirkulasi air pencuci E : Saluran pembuangan air pencuci . B2.3 : bak penampungan yg berisi garam yg bercampur air pencuci terbuat dari beton.Diagram proses pencucian garam I II III : baks isrkulasi pencuci terbuat dari beton 1.2. A : alat penghalus garam B1.

• Cara pemberian larutan KIO3: • • Drip feeding system Spray mixing system EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .Yodisasi garam • Yodisasi garam: memberikan & menambahkan larutan iodium (KIO3) ke dalam garam dg perbandingan tertentu.

As) •Persyaratan air: air laut / tawar yg bersih EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO . Cu.Pelarutan KIO3 dengan air •Persyaratan bahan KIO3: •Food grade •Kandungan 90% Garam KIO3 Air laut 40 ppm 25 ton 1 kg 25 L 50 ppm 20 ton 1 kg 10 L 80 ppm 15 ton 1 kg 15 L •Ukuran 100 mesh •Logam berat : Nihil (Pb. H. Zn.

Peralatan iodisasi yang biasa digunakan Belt conveyor Screw conveyor Belt dan screw conveyor Mesin dg piring berputar molen EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .

Kualitas garam Kualitas Kualias I Kualitas II Kualitas III Kandungan NaCl Kandungan kadar air NaCl > 98% Kandungan air maksimum 4 % 94.4 % < NaCl < 98 % Kandungan air maksimum 5 % NaCl < 94 % Kandungan air > 5 % EKO SUSANTO – FPIK UNIVERSITAS DIPONEGORO .

TERIMA KASIH 12/14/10 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->