Anda di halaman 1dari 205

LAPORAN PRAKTIKUM IPA 1.

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP


1. Ciri-ciri Umum Makhluk Hidup a. Tujuan Mengamati cirri-ciri makhluk hidup yang ada disekitar tempat tinggal b. Alat dan Bahan 1) Alat-alat tulis 2) Tabel pengamatan 3) Alam sekitar c. Cara Kerja 1) Siapkan alat-alat tulis dan table pengamatan yang diperlukan 2) Pergi ke lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggal, seperti kebun, sawah, hutan, atau lingkungan lainnya, sesuai tempat tinggal anda 3) Menentukan 10 makhluk hidup (5 hewan dan 5 tumbuhan) 4) Mencatat kesepuluh jenis makhluk hidup tersebut dalam lembar pengamatan 5) Mengamati cirri-ciri setiap makhluk hidup 6) Membubuhkan tanda cek () sesuai dengan ciri yang diamati, pada tabel d. Data Hasil Pengamatan Tabel 1.1. Hasil Pengamatan ciri-ciri makhluk hidup Ciri-ciri Makhluk Hidup *) No Nama Makhluk Hidup 1 2 3 4 1 Putri malu 2 Pohon mangga 3 Pohon belimbing 4 Kacang tanah 5 Sapi 6 Kambing 7 Ayam 8 Ikan 9 Burung 10 Kucing
1. 2. 3. 4. 5. *) Keterangan : bergerak dan bereaksi terhadap rangsang; bernapas; perlu makan (nutrisi); tumbuh; berkembang

e.

Pembahasan

Tumbuhan maupun hewan memiliki ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, bernafas, perlu makan, tumbuh, dan berkembang. Tumbuhan melakukan gerak, akan tetapi tidak semua dapat diamati dengan jelas. Tumbuhan yang mudah diamati geraknya yaitu daun putri malu dan gerak tidur berbunga kupu-kupu menjelang senja hari. Semua tumbuhan melakukan gerak yaitu gerak tumbuh akar dan batang. Gerak lainnya yaitu gerak reaksi terhadap rangsang misalnya gerak batang dan daun karena cahaya mengikuti/mengarah ke matahari. Gerak pada hewan dan tumbuhan berbeda. Jika hewan dapat bergerak organ di tempat maupun gerak berpindah tempat, maka gerak pada tumbuhan tidak menimbulkan perpindahan tempat (kecuali tumbuhan bersel tunggal) Hewan dan tumbuhan sama-sama melakukan pernafasan. Pada tumbuhan oksigen masuk melalui stomata dan lentisel (tumbuhan tidak punya organ khusus), sedangkan oksigen masuk ke dalam tubuh hewan melalui organ pernafasan khusus. Hewan dan tumbuhan memerlukan makan dan air, hanya saja saja berbeda bentuk dan prosesnya. Tumbuhan makan dengan melakukan fotosintesis, sedangkan hewan memakan bentuk yang sudah jadi. Hewan dan tumbuhan sama-sama tumbuh dan berkembang, bertambah ukuran tinggi dan besar maupun beratnya. f. Kesimpulan Makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, bernafas, memerlukan makan, serta dapat tumbuh dan berkembang. Kelima ciri ini pasti melekat pada makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan meskipun ada sedikit perbedaan misalnya proses bergerak dan bernafas.

g. Jawaban Pertanyaan 1) Ya, tumbuhan juga bergerak dan bereaksi terhadap rangsang. Gerak tumbuhan yaitu gerak taksis (gerak pindah tempat seluruh tubuh pada tumbuhan bersel satu), gerak nasti (gerak sebagian tubuh, tidak ditentukan arah datangnya rangsang), gerak tropisme (gerak sebagian tubuh, dipengaruhi arang datangnya rangsang) 2) Persamaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan yaitu bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, bernafas, memerlukan makan, serta dapat tumbuh dan berkembang Perbedaan ciri kehidupan hewan dan tumbuhan: Tumbuhan : reaksi terhadap rangsang lambat/terbatas, umumnya menetap atau bergerak sebagian tubuh - tidak memiliki alat pernafasan khusus, mengambil dan mengeluarkan gas secara pasif

menyusun zat-zat makanan sendiri tumbuh kembang berlangsung selama hidupnya, ada daerah tumbuh tertentu. Bentuk tubuh menyebar dan bercabang. Jumlah bagian tubuh tak tentu. Hewan : memiliki alat pernafasan khusus. Mengambil dan mengeluarkan gas secara pasif Reaksi terhadap rangsang cepat, simultan, aktif dan dapat berpindah tempat Makan makhluk hidup lain Tumbuh kembang terjadi dalam masa tertentu, serempak pada semua bagian tubuh. Jumlah bagian tubuh tertentu/pasti.

2. a. 1) 2) 3) b. 1) a) b) c) d) 2) a) b) c) d) c. 1) a) (1) (2)

Gerak pada Tumbuhan Tujuan Mengamati gerak seismonasti Mengamati gerak niktinasti Mengamati gerak geotropisme negative pada tumbuhan Alat dan Bahan Seismonasti dan Niktinasti Tanaman putrid dalam pot 1 buah Kotak dari karton warna hitam atau kardus dilapisi kertas hitam 1 buah Stop watch 1 buah Alat-alat tulis dan penggaris Geotropisme Pot berukuran kecil 1 buah Tanah yang subur secukupnya Biji kacang merah secukupnya Air secukupnya Cara Kerja Seismonasti dan Niktinasti Seismonasti Sediakan alat dan bahan yang diperlukan Pot putri malu sebaiknya disediakan beberapa hari sebelumnya agar ketika percobaan dalam keadaan segar. Caranya dengan mencari tanaman putri malu dan memindahkan dengan tanpa mengganggu akarnya (mengikutkan bagian tanahnya)

(3) Letakkan pot putrid malu di meja, selanjutnya lakukan sentuhan halus hingga sentuhan kasar pada bagian daun dengan menggunakan penggaris (4) Catatlah hasil pengamatan pada lembar kerja (table yang disediakan) b) Niktinasti (1) Sediakan dua buah pot putri malu (2) Berilah tanda A pada pot petama dan B pada pot kedua (3) Letakkan pot A di tempat terang dan terbuka (4) Simpanlah pot B di atas meja dan tutup dengan kotak karton atau kardus yang kedap cahaya (jangan menyentuhnya) (5) Biarkan pot B tertutup jam (6) Bukalah dengan hati-hati dan jangan sampai menyentuh tanaman (7) Amati yang terjadi pada daun putri malu dan bandingkan dengan pot A (8) Catatlah hasil pengamatan pada lembar kerja (table yang disediakan) 2) Geotropisme (1) Sediakan dua pot kecil untuk tanaman kacang merah. Tanamlah 3 biji kacang merah pada setiap pot 1-2 minggu sebelum percobaan dimulai. Pembuatan pot ini sebaiknya di tempat terang dan terbuka agar tanaman kacang merah tumbuh dengan tegak. (2) Beri label A untuk pot satu dan label B untuk pot lainnya. (3) Letakkan pot A dalam keadaan Norman (vertical), dan pot B dalam keadaan tidur (horizontal) (4) Lakukan pengamatan setiap pagi dan sore selama 1 minggu (5) Tuangkan hasil pengamatan pada lembar kerja (table yang disiapkan)

d. Data Hasil Pengamatan 1) Seismonasti dan Niktinasti Tabel 1.2. Hasil Pengamatan Seismonasti Jenis sentuhan pada Reaksi daun putri malu putri malu Halus Daun menutup perlahan Sedang Seluruh daun menutup Seluruh daun dan tangkai Kasar menutup Tabel 1.3. Hasil Pengamatan Niktinasti No Pot putri malu Reaksi putri malu Mula-mula jam kemudian

No 1 2 3

Keterangan Waktu cukup lama Waktu agak cepat Waktunya cepat

1 Disimpan di tempat terang Membuka Ditutup dengan penutup yang 2 Membuka kedap cahaya 2) Geotropisme Tabel 1.4. Hasil Pengamatan geotropisme negative Pengamatan hari ke hari 1 2 3 4

Tetap membuka Menutup

Jen is pot

Keteranga n Batang tumbuh tegak

Batang membelok ke atas menuju cahaya matahari

e. -

Pembahasan Seismonasti Seismonasti adalah gerak pada tumbuhan karena adanya rangsangan berupa getaran. Daun putri malu akan menutup bila disentuh. Perlakuan sentuhan yang berbeda, pengaruhnya juga berbeda. Jika sentuhan halus, proses menutupnya lambat. Bila disentuh dengan sedang, reaksinya agak cepat menutup. Dan jika disentuh dengan kasar akan dengan cepat menutup daun dan tangkainya. Reakei ini terjadi akibat perubahan tiba-tiba dalam keseimbangan air yang terjadi pada bantal daun yang kehilangan tekanan air sehingga daun maupun tangkai mengatup. Niktinasti Niktinasi (nyktos = malam) merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh suasana gelap, sehingga disebut juga gerak tidur. Selain disebabkan oleh suasana gelap, gerak tidur daun-daun tersebut dapat terjadi akibat perubahan tekanan turgor di dalam persendian daun.

Pengamatan niktinasti pada tumbuhan putri malu, dengan menyimpan putri malu di tempat terang atau terbuka dan membandingkannya dengan putri malu yang diletakkan di tempat tertutup atau kedap cahaya. Pada tumbuhan putri malu yang berada di tempat kedap cahaya, daun-daun putri malu tersebut mulai mengatup. Hal-hal yang menyebabkannya sama seperti yang terjadi pada saat gerak tidur pada tumbuhan putri malu. Geotropisme negatif Geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi. Jika arah geraknya menuju rangsang disebut geotropisme positif, misalnya gerakan akar menuju tanah. Jika arah geraknya menjauhi rangsang disebut geotropisme negatif, misalnya gerak tumbuh batang menjauhi tanah. Pada pengamatan percobaan, pot A mengalami pertumbuhan batang secara normal menuju ke atas. Pada pot B yang diletakkan horizontal pertumbuhan batang membelok dari horizontal menuju arah vertikal secara bertahap selama 7 hari. Hal ini terjadi akibat gerak tumbuh batang menjauhi tanah. Kesimpulan Sentuhan halus pada daun putri malu menyebabkan gerak menutup daun dengan pelan. Sentuhan sedang menyebabkan gerak menutup daun dengan agak cepat. Sentuhan kasarmenyebabkan gerak menutup daun dengan cepat. Tumbuhan putri malu yang berada di tempat kedap cahaya, daun-daun putri malu tersebut mulai mengatup. Sedangkan tumbuhan putri malu yang berada di tempat terang, daunnya tetap membuka. Tujuan putri malu mengatupkan daunnya ialah sebagai alat untuk pertahanan diri dan hewan-hewan yang akan mengkonsumsinya dan untuk melindungi simpanan airnya dan penguapan yang dikarenakan oleh angin. Kacang tanah dalam pot yang diletakkan horizontal, batangnya akan membengkok ke atas dan menjauhi tanah. Peristiwa ini disebut geotropisme negative.

f. -

g. Jawaban Pertanyaan 1) Leguminosae atau polong-polongan (Leguminosaceae) seperti bunga merak (Caesalpinia pulcherrima) dan daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea). Daun-daun tersebut akan menutup pada malam hari dan akan membuka kembali jika matahari terbit. 2) Pada percobaan di atas, Niktinasti : gerak daun putri malu dipengaruhi rangsang dari cahaya Seismonasti : gerak putri malu dipengaruhi rangsang sentuhan

3)

Pada percobaan geotropisme di atas sekaligus membuktikan fototropisme karena arah tumbuh batang menuju ke arah cahaya matahari. Jenis fototropisme yang terjadi adalah fototropisme positif karena arah tumbuh batang menuju sumber rangsang cahaya.

3. a. 1) 2) b. 1) a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) 2) a) b) c) d) e) f) g) h) i) c. 1) a) b)

Respirasi pada Tumbuhan Tujuan Membuktikan bahwa respirasi memerlukan oksigen (O2) Membuktikan bahwa respirasi menghasilkan karbondioksida (Co2) Alat dan Bahan Untuk membuktikan bahwa respirasi memerlukan oksigen (O2) Botol kecil 3 buah Sedotan air kemasan gelas 3 buah Plastisin secukupnya Vaselin secukupnya Kapur sirih secukupnya Kapas secukupnya Kacang merah/ kacang hijau yang berkecambah secukupnya Kecoa atau belalang 1 ekor Pipet tetes 1 buah Air yang diberi pewarna merah secukupnya Untuk membuktikan bahwa respirasi menghasilkan karbondioksida (Co2) Kapur tohor atau kapur sirih secukupnya Air suling, bila tidak ada bias digunakan air tawar secukupnya Botol selai / botol mulut lebar 3 buah Plastisin secukupnya Sedotan limun 6 buah Spidol 1 buah Selang plastic kecil 1 meter Kertas saring (jika perlu) 2 lembar Corong plastic ukuran kecil 1 buah Cara Kerja Respirasi memerlukan oksigen (O2) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan Masukkan sedikit kapur sirih ke dalam dasar botol, selanjutnya masukkan kapas secukupnya

c) d)

e) f) g) h) i) j) k) l)

Masukkan kacang merah / kecambah yang sedang berkecambah ke dalam botol yang telah diberialat kapas pada langkah (b) Lapisi bagian dekat pangkal sedotan air kemasan dengan segumpal plastisin, kira-kira dapat menutup mulut botol, selanjutnya masukkan pangkal sedotan air kemasan yang dilapisi gumpalan plastisin tersebut hingga plastisin menutup mulut botol, sedotan air kemasan menghubungkan udara luar dengan udara di dalam botol Rapikan ploastisin pada mulut botol hingga mulut botol tertutup dengan rapat dan rapi Olesi dengan vaselin celah yang terjadi di antara plastisin dengan sedotan air kemasan gelas agar tidak terjadi kebocoran udara yang dapat menghambat jalannya percobaan Respirometer buatan ini selanjutnya diberi label A dengan menggunakan spidol, kemudian letakkan secara horizontal Lakukan langkah a-g dengan cara yang sama, namun kecambah diganti dengan kecoa atau belalang dan diberi label B Lakukan langkah a-g, hanya tanpa menggunakan makhluk hidup (sebagai control) dan diberi label C Dalam waktu yang hamper bersamaan, dengan menggunakan pipet tetes tetesilah ujung sedotan air kemasan gelas pada setiap respirometer dengan air yang diberi warna merah Amatilah tetesan air berwarna pada setiap respirometer dengan selang 5 menit selama 5 kali pengamatan Tuangkan hasil pengamatan pada lembar kerja (table yang disiapkan)

2) Respirasi menghasilkan karbondioksida (Co2) a) Membuat air kapur jenuh (1) Larutkan kapur tohor atau kapur sirih ke dalam 250 ml hingga jenuh (sebagian ada yang tidak melarut) (2) Biarkan air kapur mengendap semalaman hingga diperoleh air yang jernih (3) Sedotlah air kapur yang jernih dengan selang plastic kecil, hati-hati agar endapan kapur tidak ikut tersedot (4) Bila anda ceroboh, maka endapan kapur akan ikut tersedot dan air menjadi keruh. Bila hal ini terjadi lakukan penyaringan dengan menggunakan kertas saring yang diletakkan pada corong plastic, hingga diperoleh air kapur yang benar-benar jernih b) Tuangkan air kapur jenuh pada botol selai A,B, dan C dengan ukuran yang sama, lebih kurang 50 ml c) Pasanglah perangkat percobaan lainnya yaitu sedotan limun dan plastisin. d) Hisaplah udara dari botol A, melalui sedotan limun (1), gunakan untuk bernafas. Selanjutnya hembuskan nafas anda pada botol B melalui sedotan limun 1 e) Lakukan langkah (4) berkali-kali hingga air kapur di botol B menjadi keruh f) Amati kedudukan air berwrna dalam pipa dari sedotan aqua gelas pada setiap respirometer

g) Tuangkan hasil pengamatan pada lembar kerja (table pengamatan) d. Data Hasil Pengamatan 1) Respirasi memerlukan udara (oksigen) Tabel 1.5. Hasil pengamatan respirasi memerlukan udara (oksigen) Keadaan air berwarna pada respirometer, 5 menit Respirometer Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima A 1,5 cm 2,6 cm 5 cm 6 cm 7,1 cm B 2 cm 4,2 cm 6,5 cm 8 cm 8,5 cm C tetap tetap tetap tetap tetap 2) Respirasi menghasilkan karbon dioksida Tabel 1.6. Hasil pengamatan respirasi menghasilkan karbon dioksida Botol percobaan Kondisi mula-mula Kondisi akhir percobaan A Jernih Jernih B Jernih Keruh C jernih jernih e. Pembahasan 1. Reaksi respirasi memerlukan udara (oksigen) pada respirometer A terdapat kecambah yang memerlukan proses respirasi. Udara tidak dapat berjalan cepat karena ukuran tumbuhan masih kecil (kecambah) pada respirometer B, belalang memerlukan udara untuk respirasi. Oksigen yang masuk berjalan dengan cepat karena belalang memerlukan oksigen lebih banyak daripada kecambah. Pada respirator C, tidak terjadi jalannya air warna karena tidak terdapat makhluk hidup di dalamnya. Hal ini membuktikan tidak ada respirasi. 2. Respirasi menghasilkan karbon dioksida (Co2) 3 botol yang diberi label A, B, dan C berisi endapan air kapur sirih mula-mula dalam keadaan jernih. Ketiga botol diberi sedotan limun (1) dan (2) dengan posisi yang berbeda seperti pada gambar :

Semua botol ditutup dengan plastisin Dengan menghirup udara dari botol A menggunakan sedotan limun (1) dan dihembuskan pada botol B melalui sedotan limun (1) secara berulang-ulang menghasilkan : botol B yang semula airnya jernih berubah keruh karena mendapat Co2 botol A airnya tetap jernih karena tidak mendapat Co2 tetapi melepaskan O2 peristiwa di atas membuktikan bahwa respirasi Co2 yang bereaksi dengan air kapur sirih dari jernih berubah menjadi keruh. Kesimpulan Respirasi pada makhluk hidup memerlukan oksigen Pada hewan respirasi terjadi lebih cepat dan aktif, sedangkan pada tumbuhan respirasi terjadi lambat dan pasif Hasil respirasi dari makhluk hidup adalah Co2 Hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan air kapur sirih yang dihembuskan nafas berubah dari jernih menjadi keruh.

f. -

g. Jawaban Pertanyaan 1) Guna kapur sirih dalam percobaan respirasi memerlukan oksigen adalah untuk mengidentifikasi bahwa dalam respirasi benar-benar memerlukan oksigen.

2) Pergerakan tetesan pewarna pada respirometer a. tetesan pewarna (eosin) berjalan pelan karena makhluk hidup (kecambah) respirasinya lamban. Kecambah lebih sedikit memerlukan Co2. b. tetesan pewarna (eosin) pada respirometer B berjalan lebih cepat karena belalang memerlukan O2 lebih banyak dalam respirasi. c. Pada respirometer C tetesan pewarna (eosin) tidak berjalan karena dalam respirometer tidak terdapat makhluk hidup jadi tidak ada respirasi. 3) Pada akhir percobaan respirasi menghasilkan karbondioksida. Air kapur sirih yang paling keruh pada botol B. Hal ini disebabkan respirasi menghasilkan Co2 yang ditandai keruhnya air setelah diberi hembusan nafas.

PRAKTIKUM IPA DI SD
09/08/2011 Leave a Comment Selamat datang pada tutorial Praktikum IPA di SD, semoga bulan puasa tidak menjadi kendala berarti justru menjadi motifasi untuk lebih giat lagi.

Dalam kuliah ini mahasiswa dapat mengklarifikasi konsep IPA yang dimiliki, mengembangkan ketrampilan berpikir dan bekerja ilmiah. Setelah kegiatan perkuliahan selesai, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan konsep dasar IPA melalui kegiatan percobaan dan terampil dalam mengajar IPA di SD. Untuk hal itu diharapkan memahami ketentuan sebagai berikut:

PENYEBARAN PRAKTIKUM IPA SD UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ PURWOKERTO POKJAR RANDUDONGKAL PEMALANG. Bidang IPA Biologi : v Praktikum Mandiri v Praktikum Bimbingan Bidang IPA Fisika v Praktikum Mandiri : : 6 Judul : 4 Judul : 6 Judul.

v Praktikum Bimbingan

: 8 Judul

Judul praktikum dapat dipilih dari daftar judul praktikum dengan dipertimbangkan : 1. 2. 3. 4. 5. Esential konsep IPA yang dilakukan dalam praktikum Dapat di aplikasikan di tingkat sekolah masing-masing Ketersediaan alat-alat dan bahan Mudah mencari bahan/alat substitusi jika di dalam Kit tidak tersedia Tingkat kemudahan dalam pelaksanaannya.

Pelaporan praktikum : 1. Dibuat setelah kegiatann praktikum selesai dilaksanakan, dengan tulisan tangan dengan urutan penulisan sbb: a. b. c. d. e. f. Dasar teori/ uraian materi pokok Tujuan Praktikum Alat dan bahan Cara kerja Data hasil praktikum dan pengolahan data Kesimpulan/menjawab pertanyaan dalam modul pada akhir praktikum. 2. Laporan praktikum mendapatkan pengesyahan pembimbing pada pertemuan berikutnya. 3. Pada akhir perkuliahan semua laporan praktikum yang sudah disyahkan pembimbing di jilid dengan Sistematika penyusunan sbb: 1) 2) 3) 4) Sampul Kata Pengantar Daftar isi laporan praktikum Tiap laporan praktikum :

Aspek penilaian 1. Kinerja kelompok dalam melaksanakan praktikum 2. Pemahaman konsep dasar IPA yang diperoleh dari Praktikum IPA 3. Pelaporan tertulis. Bobot penilaian 1. Kelompok praktikum Mandiri : 30 % 2. Kelompok praktikum Bimbingan : 70 % Semua mahasiswa telah mengumpulkan Laporan Hasil Praktikum paling pada minggu pertemuan terakhir. DAFTAR JUDUL PRAKTIKUM IPA DI SD UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ PURWOKERTO POKJAR RANDUDONGKAL PEMALANG.

No Modul 1 Makhluk Hidup

Kode KP.1

Judul Praktikum a. Ciri Makhluk Hidup b. Gerak pada tumbuhan c. Respirasi.

Jenis Percobaan Bimbingan

KP.2

a. Simbiosis Parasitisme b. Simbiosis Komensalisme c. Simbiosis Mutualisme

Mandiri

KP.3

a. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. b. Pertumbuhan dan perkembangan hewan

Bimbingan

c. Perkembangbiakan tumbuhan d.Perkembangbiakan vegetatif alami e. Perkembangbiakan vegetatif buatan.

Makhluk Hidup KP.1 dan Lingkungan.

a. Ekosistem darat b. Ekosistem perairan c. Rantai makanan,jaring makanan, Piramida ekologi

Bimbingan

KP.2

a. Pencemaran lingkungan, pengaruh Bimbingan ditergen tehadap pertumbuhan akar bawang merah. b. Pengaruh detergen terhadap perkecambahan biji

Makanan

KP.1

a. Pengelompokan bahan pangan b. Pengelompokan sayur c. Membuat menu makanan 4 sehat 5 sempurna

Mandiri

KP.2

a. Uji Karbohidrat b. Uji Lemak c. Uji Protein

Bimbingan

Mekanika

KP.3 KP.1

a. Struktur system pencernaan a. Gaya listrik statis b. Gaya Magnet

Mandiri Bimbingan

c. Gaya gesek d.Gaya pegas e. Gaya berat f. Perpaduan gaya

KP.2

a. Gerak Lurus Beraturan /GLB b. Gerak Lurus Berubah Beraturan /GLBB

Bimbingan

KP.3

a. Katrol b. Tuas. a. Titik Lebur es b. Perubahan wujud padat ke gas dan sebaliknya c. Perubahan wujud cair ke ga

Bimbingan

Kalor perubahan KP.1 wujud zat dan perpindahan pada suatu zat

Bimbingan

KP.2

a. Konduksi b. Konveksi c. Konveksi dalam air d.Radiasi

Bimbingan

KP.3

a. Perubahan panjang b. Perubahan zat cair c. Pemuaian benda gas

Gelombang

KP.1

a. Jenis-jenis gelombang b. Sifat pemantulan gelombang c. Gelombang Stationer

Bimbingan

KP.2

a. Getaran benda oleh pegas b. Getaran beban pada ayunan c. Benda bergetar sebagai sumber bunyi d.Reonansi bunyi

Bimbingan

KP.3

a. Kepekaan Indera pendengar Manusia b. Struktur dan fungsi Telinga c. Mekanisme transmisi Pendengaran

Mandiri

Optik

KP.1

a. Pemantulan Cahaya b. Pembiasan cahaya c. Defraksi,Interferensi dan dispersi

Bimbingan

KP.2

a. Lensa cembung b. Cermin Cekung

Bimbingan

KP.3

a. Bintik Mata b. Iris Mata

Bimbingan

Listrik dan

KP.1

a. Muatan Listrik

Bimbingan

Magnet. b. Arus da tegangan Listrik c. Energi Listrik

KP.2

a. Bentuk medan magnet b. Gejala medan magnet c. Sifat magnet d.Cara membuat magne

Bimbingan

Bumi dan Alam semesta

KP.1

a. Pembakaran memerlukan Udara b. Udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah c. Udara sebagai sumber bunyi d.Jenis-jenis batuan e. Karakteristik batuan f. Gambar batuan

Mandiri

KP.2

a. Panas Matahari b. Gerhana

Mandiri

RENCANA PRAKTIKUM IPA SD

KELOMPOK ANGGOTA No 1

: : Nama NIM

2 3 4 No Modul Kode Judul Praktikum / Jenis praktikum Tgl Praktikum dan ttd pembimbing.

Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh suatu zat. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit. Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 faktor 1. massa zat 2. jenis zat (kalor jenis) 3. perubahan suhu Sehingga secara matematis dapat dirumuskan : Q = m.c.(t2 t1) Dimana : Q adalah kalor yang dibutuhkan (J) m adalah massa benda (kg)

c adalah kalor jenis (J/kgC) (t2-t1) adalah perubahan suhu (C) Kalor dapat dibagi menjadi 2 jenis

Kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu Kalor yang digunakan untuk mengubah wujud (kalor laten), persamaan yang digunakan dalam kalor laten ada dua macam Q = m.U dan Q = m.L. Dengan U adalah kalor uap (J/kg) dan L adalah kalor lebur (J/kg)

Dalam pembahasan kalor ada dua kosep yang hampir sama tetapi berbeda yaitu kapasitas kalor (H) dan kalor jenis (c) Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda sebesar 1 derajat celcius. H = Q/(t2-t1) Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah kalorimeter. c = Q/m.(t2-t1) Bila kedua persamaan tersebut dihubungkan maka terbentuk persamaan baru H = m.c Analisis grafik perubahan wujud pada es yang dipanaskan sampai menjadi uap. Dalam grafik ini dapat dilihat semua persamaan kalor digunakan.

Keterangan : Pada Q1 es mendapat kalor dan digunakan menaikkan suhu es, setelah suhu sampai pada 0 C kalor yang diterima digunakan untuk melebur (Q2), setelah semua menjadi air barulah terjadi kenaikan suhu air (Q3), setelah suhunya mencapai suhu 100 C maka kalor yang diterima digunakan untuk berubah wujud menjadi uap (Q4), kemudian setelah berubah menjadi uap semua maka akan kembali terjadi kenaikan suhu kembali (Q5) Untuk mencoba kemampuan silakan kkerjakan latihan soal dengan cara klik disini. Hubungan antara kalor dengan energi listrik Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah dari satu bentuk kebentuk yang lain. Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi maka energi listrik dapat berubah menjadi energi kalor dan juga sebaliknya energi kalor dapat berubah menjadi energi listrik. Dalam pembahasan ini hanya akan diulas tentang hubungan energi listrik dengan energi kalor. Alat yang digunakan mengubah energi listrik menjadi energi kalor adalah ketel listrik, pemanas listrik, dll. Besarnya energi listrik yang diubah atau diserap sama dengan besar kalor yang dihasilkan. Sehingga secara matematis dapat dirumuskan. W=Q Untuk menghitung energi listrik digunakan persamaan sebagai berikut : W = P.t Keterangan :

W adalah energi listrik (J) P adalah daya listrik (W) t adalah waktu yang diperlukan (s) Bila rumus kalor yang digunakan adalah Q = m.c.(t2 t1) maka diperoleh persamaan ; P.t = m.c.(t2 t1) Yang perlu diperhatikan adalah rumus Q disini dapat berubah-ubah sesuai dengan soal. Asas Black Menurut asas Black apabila ada dua benda yang suhunya berbeda kemudian disatukan atau dicampur maka akan terjadi aliran kalor dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Aliran ini akan berhenti sampai terjadi keseimbangan termal (suhu kedua benda sama). Secara matematis dapat dirumuskan : Q lepas = Q terima Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh : Q lepas = Q terima m1.c1.(t1 ta) = m2.c2.(ta-t2) Catatan yang harus selalu diingat jika menggunakan asasa Black adalah pada benda yang bersuhu tinggi digunakan (t1 ta) dan untuk benda yang bersuhu rendah digunakan (tat2). Dan rumus kalor yang digunakan tidak selalu yang ada diatas bergantung pada soal yang dikerjakan. Scribd Upload a Document

Search Documents

Explore Sign Up | Log In

/ 5

Download this Document for Free

RENCANA PELAKSANA AN PEMBELAJAR AN(RPP)


Satuan Pendidikan :

SMP Mata Pelajaran : IPA Terpadu Kelas/Semester : VII/1 Alokasi waktu : 1 jam pelajaran

STANDAR KOMPETENSI 3. Memahami wujud zat dan perubahannya (Fisika)4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan

fisika dan kimia (Kimia) KOMPETENSI DASAR 3.1 Menyelidiki sifat sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya

dalamkehidupan sehari hari (Fisika)4.1 Membandingkan sifat fisika dan sifat kimia zat (Kimia) A.

Indikator1. Kognitif: a.

Produk 1) Mendeskripsikan pengetian zat dan

perubahan wujudnya2) Melakukan percobaan perubahan wujud zat3) Menginterpretasik an hasil percobaan

perubahan wujud zat4) Mendeskripsikan perubahan wjud zat5) Mengaplikasikan prisip perubahan wujud zat

dalam permasalaha n sehari hari b. ProsesMelakukan percobaan untuk menyelidiki brbagai perubahan wujudsuatu zat, meliput:1)

Merumuskan masalah2) Merumuskan hipotesis3) Mengidentifikasi variabel variabel4)

Menyusun data percobaan5) Menganalisis data6) Menyimpulkan


2

Psikomotor : a.

Melakukan percobaan perubahan wujud zat b.

Mengukur perubahan suhu zatc. Mengukur perubahan massa zat


3

Afektif: a.

Karakter: Berpikir kreatif, kritis, logis; bekerja teliti, jujur dan bertanggung

jawab, peduli serta berperilaku santun b. Ketrampilan sosial: bekerjasama, menyampaikan pendapat,menjadi pendengar yang

baik , dan menanggapi pendapat oranglain B.


Tujuan Pembelajaran1. Kognitif

a. Produk:1) Dengan kalimat sendiri, siswa dapat mendeskripsikan p engertian zat dan

perubahan wujudnya2) Dengan seperangkat alat percobaan perubahan wujud zat, siswadapat melakukan percobaan

perubahan wujud zat3) Berdasarkan hasil data percobaan, siswa daptmenginterpret asikan macam macam perubahan wujud zat4)

Dengan kalimat sendiri, siswa dapat mendeskripsikan macam macam perubahan wujud zat5)

Disajikan permasalahn sehari hari yang berhubungan dengan perubahan wujud zat, siswa dapat mengaplikasikan prinsip pserubahan

wujud zat untuk memecahkanya b. ProsesDisediakan seperangkat alt percobaan perubahan wujud zat, siswadapt melakukan percobaan untuk

menyelidiki macam macam perubahan wujud zat sesuai dengan rincian tugas yang ditentukandi LKS meliputi: merumusjan

masalah, merumuskan hipotesis,mengiden tifikasi variabel variabel, menyusun data percobaan,mrngko munikasikan data percobaan,

menganalisis data, danmenyimpulkan


2

. Psikomotor a.

Disediakan seperangkat alat

percobaan perubahan wujud zat, siswaterampil melakukan percobaan perubahan wujud zat b. Disediakan alat ukur suhu, siswa

dapat mengukur suhu zatc. Disediakan alat ukur massa, siswa dapat mengukur massa zat
3

Afektif: a.

Terlbat aktif dalam pembelajaran dan menunjukkan karakter berpikir kreatif, kritis, dan logis; bekerja teliti, jujur,

dan berperilaku santun sesuai LP: pengamatan perilaku berkarakter b. Bekerjasama dalam kegiatann praktik dan aktif menyampaikan pe

ndapat, menjadi pendengar yang baik, dan menanggapi pendapatorang lain dalam diskusi sesuai LP: keterampilan sosial C.

Materi Pembelajaran 1.

Menurut wujudnya zat digolongkan menjadi tiga yaitu


a.

zat padat,
b.

zat cair, dan


c.

zat gas. Pada suhu ruang, ketiga wujud zat tersebut memiliki sifat sifatseperti

ditunjukkan pada tabel berikut ini:


W

ujud Zat Sifat Bentuk Sifat Volume Padat Bentuk selalu tetap Volume selalutetapCair

Bentuk berubahmengikuti tempatnyaVolume selalutetapGas Bentuk berubahmengikuti tempatnyaVolume berubah2.

Perubahan wujud zat dapat digambarkan secata skematik sebagai berikut:Be rdasarkan diagram tersebut, zat dari wujud yang satu kewujud

yanglainnya dapat dijelaskan sebagai berikut.


a.

Membeku yaitu perubahan wujud zat dari cair ke padat


b.

Mencair atau melebur yaitu perubahan wujud zat dari padat ke cair
c.

Mengkristal yaitu perubahan wujud zat dari gas ke padat

d.

Menyublim yaitu perubahan wujud zat dari padat ke gas


e.

Menguap yaitu perubahan wujud zat dari cair ke gas


f.

Mengembun yaitu perubahan wujud zat dari gas ke cair. D.


Model dan Metode Pembelajaran :

Model Pembelajaran : Cooperative LearningMetode Pembelajaran : Diskusi, Tanyajawab dan Percobaan/eksperi men

E. Sumber Belajar 1.

Buku siswa Wujud Zat dan Perubahannya2.

LKS-01 dan kunci jawaban LKS-01

RPP WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA


Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document

Info and Rating

Follow pankcint

Share & Embed

Related Documents
PreviousNext 1.

p.

p.

p.

2.

p.

p.

p.

3.

p.

p.

p.

4.

p.

p.

p.

5.

p.

p.

p.

6.

p.

p.

p.

7.

p.

p.

p.

8.

p.

More from this user


PreviousNext 1.

16 p.

15 p.

36 p.

2.

34 p.

33 p.

58 p.

3.

15 p.

17 p.

19 p.

4.

14 p.

14 p.

1 p.

5.

6 p.

7 p.

2 p.

6.

30 p.

8 p.

4 p.

7.

3 p.

19 p.

152 p.

8.

5 p.

5 p.

6 p.

9.

8 p.

Add a Comment

Upload a Document

Search Documents

Follow Us! scribd.com/scribd twitter.com/scribd facebook.com/scribd About Press Blog Partners Scribd 101 Web Stuff Support FAQ Developers / API Jobs Terms Copyright Privacy

Copyright 2012 Scribd Inc. Language: English

Perubahan Zat atau Benda Cair, Padat dan Gas - Pelajaran Kimia dan Fisika

1. Benda atau zat padat berubah menjadi benda cair = Mencair atau Pencairan Contoh : - es krim yang berubah menjadi cair terkena suhu panas - permen atau coklat yang mencair terkena suhu panas 2. Benda atau zat cair berubah menjadi benda padat = Membeku atau Pembekuan Contoh : - membuat es kebo dari air sirup dalam plastik - membuat agar-agar atau jelly 3. Benda atau zat padat berubah menjadi benda gas = Menyublim atau Penyubliman atau Sublim Contoh : - kapur barus yang menyublim menjadi gas berbau wangi - Biang es didalam kotak es tongtong untuk mendinginkan es 4. Benda atau zat gas berubah menjadi benda padat = Menghablur atau Penghabluran atau hablur atau mengkristal atau pengkristalan Contoh : - pembuatan ammonium sulfat dan ammonium nitrat bahan pupuk 5. Benda atau zat gas berubah menjadi benda cair = Mengembun atau Pengembunan Contoh : - Hujan di malam minggu berasal dari uap awan yang menjadi air - Udara lembab dan dingin di pagi hari membuat embun di pucuk daun 6. Benda atau zat cair berubah menjadi benda gas = Menguap atau Penguapan Contoh : - Air comberan menguap menjadi uap terkena sinar matahari - Spirtus atau spiritus menguap saat terkena udara

kimia

Hak Cipta / Copyright 2005-2007 Organisasi.Org Diposkan oleh Syam di 00:48:00


o o o

Silahkan login bagi member:

User Password Ingat Saya


o

Lupa password?

Did U Know .. ?
"Rhythm" adalah kata terpanjang dalam bahasa Inggris yang tidak ada huruf vokalnya

-Andrew[+] Kamu Mengetahui Sesuatu ?

Zat dan Perubahan wujudnya


* * * 3 pemilih 12,799 views | April 10, 2010

oleh adit
A. zat Pengertian Zat adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Nah, Zat dapat kita bedakan berdasarkan wujudnya, massa jenis, dan sifatnya. B. Wujud Zat Dapat kita lihat Berdasarkan wujudnya, zat itu dapat dibagi menjadi tiga kelompok lho.. Apakah tiga kelompok itu ?? Hayoo tahu gak ?? Kita bisa menggolongkan menjadi zat padat, zat cair, dan zat gas. Nah, zat padat itu susunan partikelnya teratur, terus berdekatan, dan gaya tarik menarik antar partikelnya pun sangat kuat, gerak partikelnya juga tidak bebas, sifat zatnya berbentuk tetap dan volumenya pun juga tetap mengikuti zat tersebut. Dan zat cair mempunyai susunan partikel yang agak teratur dan berjarak, dan gaya tarik menarik antar partikelnya pun lebih lemah dibandingkan dengan zat padat,serta gerak partikelnya pun agak bebas partikelnya itu dapat bergerak dan berpindah tempat, sifat zatnya itu bentuknya dapat berubah menyesuaikan dengan wadah atau volume tetap. Sedangkan Zat gas mempunyai susunan partikel yang tidak teratur dengan jarak partikelnya berjauhan , gaya tarik menarik antar partikelnya pun sangat lemah dan dapat

berubah atau kita abaikan ,zat gas pun gerak partikelnya sangat bebas dan cepat, dan zat gas mempunyai sifat zat yang bentuk dan volume tidak tetap C. Perubahan Wujud Zat itu ternyata dapat berubah juga lho!!!! Ternyata Perubahan zat itu terjadi dari satu zat ke zat yang lain dan perubahan zat itu pastinya melalui suatu proses. Dan Berikut ini macam-macam perubahan zat yang kita ketahui: 1. Membeku merupakan proses perubahan wujud dari cair menjadi padat 2. Mencair merupakan proses perubahan wujud dari padat menjadi cair 3. Menguap merupakan proses perubahan wujud dari cair menjadi gas 4. Mengembun merupakan proses perubahan wujud dari gas menjadi cair 5. Menyublim merupakan proses perubahan wujud dari padat menjadi gas 6. Menghablur merupakan proses perubahan wujud dari gas menjadi padat D. Gaya Tarik Antarpartikel Zat Tenyata zat itu punya gaya tarik yang berbeda-beda juga lho.!! dalam setiap partikel, gaya partikelnya pun juga ada yang besar dan ada yang kecil, napa bisa gitu iya??? Ternyata hal itu terjadi Karena dipengaruhi dengan adanya suatu jarak antarpartikel yang bersangkutan. Semakin besar jarak antarpartikel maka gaya tarik-menariknya semakin kecil begitupun sebaliknya. Owh iya, ternyata Gaya tarik antarpartikel zat itu dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: 1. adhesi adalah gaya tarik-menarik antar partikel yang tak sejenis. Contohnya tuh kayak adhesi antara molekul air dan molekul gelas serta kohesi antara molekul minyak tanah dengan molekul kain pada sumbu kompor dalam peristiwa kapilaritas. 2. kohesi adalah gaya tarik-menarik antarpartikel yang sejenis. Contohnya kayak kohesi molekul air pada tetes hujan dan kohesi pada molekul raksa. E. Meniskus Pengertian Meniskus ialah sifat yang dimiliki zat cair berupa penampakan kelengkungan yang terjadi dan ada pada permukaan zat cair ketika zat berada dalam tabung atau celah yang sempit. Dan miniskus ini punya dua macam jenis yang berbeda,yaitu: 1. meniskus cekung, yaitu suatu keadaan di mana permukaan zat cair berada dalam tabung/bejana sempit yang tampak melengkung ke bawah. hal Ini disebabkan karena gaya adhesi antara molekul zat cair dan molekul wadahnya atau volumenya lebih besar daripada gaya kohesi antarmolekul zat cair. Contohnya tuh kayak bentuk permukaan air yang cekung di dalam tabung reaksi. 2. Sedangkan meniskus cembung, yaitu suatu keadaan di mana permukaan zat cair berada dalam tabung/bejana sempit yang tampak melengkung ke atas. hal Ini disebabkan karena gaya kohesi zat cair lebih besar daripada gaya adhesi antara zat cair dan wadah atau volume tabung/bejana. Contohnya itu kayak bentuk permukaan raksa yang cembung di dalam tabung reaksi.

F. Kapilaritas Pengertian Kapilaritas ialah peristiwa naik dan turunnya suatu permukaan zat cair ke dalam pipa kapiler (pipa dengan atau dalam celah sempit). Inilah Beberapa contoh gejala kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari kita adalah: 1. Naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor minyak/lampu minyak. 2. Meresapnya air pada kain pel, kertas tisu, spons, dan kertas isap. 3. Naiknya air dan mineral dari dalam tanah melalui akar pada tumbuhan. G. Massa Jenis Zat Massa jenis zat merupakan sifat zat yang hanya ditentukan oleh massa dalam satuan volume zat itu sendiri. Secara matematis, massa jenis itu ternyata dinyatakan sebagai besarnya massa zat tiap satu satuan volume. P=M/ V dengan: p = massa jenis (kg/m3) m = massa (kg)

Home Blog Akang Belajar Tips-Trik XP BSE

BAB Tentang Besaran dan Pengukuran


31.4K
Penimbangan berat badan balita di Posyandu merupakan salah satu contoh pengukuran. Contoh pengukuran lainnya adalah pengukuran suhu badan yang dilakukan dokter ketika memeriksa pasien. Selain berat badan dan suhu, apa saja yang dapat diukur? Disebut apakah sesuatu yang dapat diukur? Bagaimana prosedur melakukan pengukuran dengan alat yang tepat? Mari memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan. Dalam pembelajaran bab ini, kamu dapat mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya, melakukan pengukuran secara teliti dengan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, serta mendeskripsikan pengertian suhu dan pengukurannya.

A. Besaran dan Satuan


Dalam Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains, kamu akan banyak berhubungan dengan besaran-besaran hasil pengukuran yang dipakai untuk menyatakan hasil pengamatan atau hukumhukum Fisika, seperti panjang, massa, waktu, suhu, dan gaya. Beberapa di antara kata-kata itu mungkin biasa kamu gunakan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, Sepanjang ingatanku, dia tidak pernah bergaya seperti itu. Katakata panjang atau gaya yang dikaitkan dengan besaranbesaran fisis memerlukan pengertian yang tepat dan jelas, lain dengan penggunaan dalam bahasa sehari-hari. Dalam Sains, pengertian panjang atau gaya sama sekali tidak ada kaitanya dengan contoh kutipan pada percakapan di atas.

1.

Pengertian Mengukur Kamu mungkin sering mendapatkan pertanyaan seperti berapakah tinggi badanmu, berapa suhu tubuhmu, berapa lama kamu belajar, dan sebagainya. Untuk menjawab pertanyaanpertanyaan tersebut dengan tepat, apa yang harus kamu lakukan? Tentunya kamu harus mengukur tinggi badan, suhu tubuh, dan lama kamu belajar. Nah, tahukah kamu apakah sebenarnya pengertian pengukuran itu? Pada zaman dahulu, orang-orang menggunakan anggota tubuhnya untuk mengukur besaran panjang. Misalnya, bangsa Mesir Kuno mendefinisikan standar besaran panjang sebagai jarak dari siku sampai ke ujung jari yang disebut cubit atau hasta. Bangsa Eropa menggunakan standar besaran panjang sebagai jarak dari ujung ibu jari kaki sampai ke pangkal kaki yang disebut kaki (foot). Di Indonesia, untuk mengukur besaran panjang biasa menggunakan satuan jengkal, hasta, atau depa. Menurutmu, dapatkah anggota tubuh dijadikan sebagai standar ukuran besaran panjang? 2. Besaran Pokok dan Besaran Turunan Tahukah kamu apakah besaran pokok itu? Besaran pokok adalah besaran yang dipakai untuk menentukan besaranbesaran yang lain. Ada tujuh besaran pokok, yaitu panjang, massa, waktu, kuat arus listrik, suhu, jumlah zat, dan intensitas cahaya. Besaran pokok dan satuannya menurut International Systems of Units atau sistem satuan internasional (disingkat SI) dapat dilihat pada Tabel 1.1.

Tabel 1.1 Besaran pokok dan satuannya. Besaran Satuan Lambang Satuan panjang meter m massa kilogram kg waktu sekon s kuat arus listrik ampere A suhu kelvin K jumlah zat mol mol intensitas cahaya kandela cd Besaran yang diturunkan dari besaran pokok disebut besaran turunan. Besaran turunan yang telah kamu kenal di SD antara lain volume, luas, dan kecepatan. Contoh besaran turunan dan satuannya dapat dilihat pada Tabel 1.2. Tabel 1.2 Contoh besaran turunan dan satuannya. Besaran luas volume kecepatan percepatan gaya usaha daya 3. Satuan L V v a F W P Lambang Satuan m m m/s atau m.s m/s atau m.s kg.m/s atau kg.m.s kg.m /s atau kg.m .s kg.m /s atau kg.m .s
2 3 1 2 2 2 2 2 2 2 3 2

Satuan Internasional Penggunaan satuan yang tidak seragam antara satu daerah dengan daerah lainnya dapat menimbulkan kesulitan. Kesulitankesulitan itu antara lain sebagai berikut. a. Tidak adanya kesamaan hasil pengukuran. Hal ini diakibatkan karena besarnya anggota tubuh setiap orang berbeda. b. Menimbulkan masalah ketika ingin beralih dari satu satuan ke satuan lainnya. Misalnya, ketika kamu ingin beralih dari satuan depa ke satuan jengkal akan timbul kesulitan akibat tidak adanya aturan yang mengatur konversi satuan-satuan tersebut. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut, muncul gagasan menggunakan satuan standar pada besaran-besaran yang sering digunakan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan standar harus memenuhi syarat-syarat seperti berikut. a. Satuan yang ditetapkan tidak akan mengalami perubahan oleh pengaruh apapun. b. Satuan yang ditetapkan harus berlaku di semua tempat dan setiap saat. c. Satuan yang ditetapkan harus mudah ditiru. Mungkin kamu bertanya, siapakah yang melakukan pemilihan satuan standar? Pemilihan satuan standar dilakukan oleh Lembaga Berat dan Ukuran Internasional yang didirikan tahun 1875 dan berkedudukan di Prancis. Badan ini secara berkala melakukan konferensi internasional mengenai berat dan ukuran. Sampai saat ini, ada dua jenis satuan yang masih digunakan, yaitu sistem Inggris dan sistem Metrik. Dalam sistem Inggris

dikenal foot, pound, dan second (biasa disingkat FPS). Sedangkan sistem Metrik ini dibagi dua, yaitu MKS (meter, kilogram, sekon) dan CGS (centimeter, gram, sekon). Agar lebih jelas, mari perhatikan Tabel 1.3! Tabel Besaran panjang massa waktu 1.3 Sistem satuan dari besaran panjang, massa, dan waktu.

Sistem Inggris kaki (foot) pon (pound) sekon (second)

Sistem Satuan Sistem Metrik MKS CGS meter (m) centimeter kilogram (kg) (cm) sekon (s) gram (g) sekon (s)

Untuk mengonversi satuan sistem Metrik ke satuan sistem Inggris digunakan konversi seperti berikut. 1 cm = 0,3937 inci 1 meter = 3,281 ft (kaki) 1 meter = 1,094 yard 1 ft (kaki) = 12 inchi 1 yard = 3 ft Contoh Konversikan satuan-satuan a. 50 cm = b. 5 m = Jawab: a. 50 cm = 50 0,3937 b. 5 m = 5 3,281ft = 16,405 ft

... ... inci = 19,685

berikut! inci ft inci

4. Konversi Satuan Tahukah kamu berapa jarak antara kota Bandung dan kota Jakarta? Berapakah tebal buku ini? Satuan apakah yang digunakan untuk mengukur jarak kota Bandung dan kota Jakarta serta tebal buku? Jarak antara kota Bandung dan Jakarta sekitar 500 km, sedangkan tebal buku ini sekitar 3 cm. Tahukah kamu apakah hubungan antara satuan km dan cm?

Mengonversi Satuan Panjang, Massa, dan Waktu

Pada kehidupan sehari-hari adakalanya kamu harus mengonversi satuan panjang, satuan massa, dan satuan waktu. Bagaimana cara mengonversi satuan-satuan tersebut? Satuan panjang antara lain sentimeter (cm), meter (m), dan kilometer (km). Sedangkan satuan berat antara lain gram (g) dan kilogram (kg). Untuk mengonversi satuan-satuan tersebut diperlukan faktor pengali satuan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tangga konversi besaran panjang dan massa pada Gambar 1.3.

Seperti pada besaran panjang dan massa, besaran waktu juga memiliki beberapa satuan yang dapat saling dikonversikan. Satuan-satuan besaran waktu antara lain jam, menit, dan detik. Bagaimana cara mengonversi satuan-satuan tersebut? 1 jam = 60 menit atau 1 menit = 1/60 jam 1 menit = 60 sekon atau 1 sekon = 1/60 menit 1 jam = 3.600 sekon atau 1 sekon = 1/3600 meni

Mengonversi Satuan Besaran Turunan

Contoh besaran turunan adalah luas dan volume. Bagaimana menentukan luas papan tulis? Berapakah volume air dalam suatu bak mandi yang penuh? Luas merupakan besarnya suatu daerah bidang. Luas dapat diperoleh dengan mengalikan antara dua besaran pokok panjang (panjang dan lebar atau alas dan tinggi). Oleh karena luas merupakan turunan dari besaran panjang, maka satuannya juga diturunkan dari besaran panjang. Satuan luas yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari antara lain km2, m2, dan cm2. Volume dapat diartikan sebagai besarnya suatu ruang. Volume suatu balok dapat diperoleh dengan cara mengalikan tiga besaran pokok panjang (panjang, lebar, dan tinggi). Satuan volume antara lain cm3, m3, dan km3. Untuk memahami cara mengonversi satuan luas dan volume, mari perhatikan tangga konversi pada Gambar 1.4.

B. Melakukan Pengukuran Setelah mengenal definisi pengukuran, sekarang akan kamu pelajari bagaimana cara melakukan pengukuran besaran panjang, massa, dan waktu dengan alat ukur yang sesuai dan cara yang benar. 1. Melakukan Pengukuran Panjang Pernahkah kamu melihat tukang kayu, tukang kunci, atau tukang jam melakukan pengukuran besaran panjang? Alat apa yang mereka gunakan? Tukang kayu biasa menggunakan mistar dan rol meter untuk mengukur balok-balok kayu, sedangkan tukang kunci dan tukang jam menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup dalam pekerjaan mereka. Alat-alat pengukuran panjang tersebut ditunjukkan pada Gambar 1.5.

Tahukah kamu
alat-alat tersebut?

???, bagaimana cara mengukur panjang yang benar dengan

a. Pengukuran Panjang dengan Mistar dan Rol Meter Pada mistar dan rol meter terdapat garis-garis yang menunjukkan skala pengukuran. Pada umumnya, terdapat dua skala pengukuran pada mistar, yaitu sentimeter (cm) dan inci. Pada skala sentimeter, jarak terdekat antara dua garis panjang yang berhimpit adalah sepuluh kali skala terkecil (milimeter). Skala pengukuran terkecil pada mistar adalah 1 milimeter, sesuai dengan jarak garis terkecil yang terdapat pada skala penggaris. Mistar mempunyai tingkat ketelitian sebesar setengah dari skala terkecil yang dimiliki oleh mistar tersebut, yaitu 0,5 mm atau 0,05 cm. Cara melakukan pengukuran panjang sebuah pensil dengan sudut pandang yang benar yang benar seperti ditunjukkan pada Gambar 1.6 adalah sebagai berikut. 1. Tempatkan skala nol pada mistar sejajar dengan ujung benda. 2. Perhatikan ujung benda yang lainnya, kemudian bacalah skala pada mistar yang sejajar dengan ujung benda tersebut. 3. Untuk membaca skala pada mistar, matamu harus melihat tegak lurus dengan tanda garis skala yang akan kamu baca. b. Pengukuran Panjang dengan Jangka Sorong

Pernahkah kamu melihat tukang kunci mengukur batang anak kunci? Tukang kunci tersebut menggunakan sebuah alat yang disebut jangka sorong. Disebut jangka sorong karena ujungnya mirip jangka yang dapat digeser (disorong). Menurutmu, apakah tukang kunci tersebut boleh mengukur anak kunci dengan mistar? Ukuran anak kunci harus benar-benar sesuai dengan lubangnya, sehingga diperlukan tingkat ketelitian pengukuran yang lebih cermat. Dalam hal ini, alat ukur yang sesuai adalah jangka sorong.Jangka sorong mempunyai dua jenis skala, yaitu skala utama dan skala nonius yang dapat digeser-geser. Satu bagian skala utama, panjangnya 1 mm. Panjang 10 skala nonius adalah 9 mm. Ini berarti 1 skala nonius (jarak antara dua garis skala nonius yang berdekatan) sama dengan 0,9 mm. Jadi, selisih skala utama dengan skala nonius adalah 1 mm 0,9 mm = 0,1 mm atau 0,01 cm.

Contoh ditunjukkan sebagai Skala Skala Pembacaan

pengukuran pada Gambar utama nonius : :

menggunakan 1.7. Diperoleh : 0,05 cm 4,25

jangka hasil 4,2

sorong pengukuran berikut. cm + cm

c. Pengukuran Panjang dengan Mikrometer Sekrup

Sama halnya seperti jangka sorong, mikrometer sekrup mempunyai dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Skala utama ditunjukkan oleh silinder pada lingkaran dalam, sedangkan skala nonius ditunjukkan oleh selubung pada lingkaran luar. Jika selubung lingkaran luar diputar satu kali lingkaran penuh, skala utama akan berubah 0,5 mm. Selubung luar terbagi menjadi 50 skala sehingga 1 skala pada selubung luar adalah 0,5 mm : 50 = 0,01 mm, yang merupakan skala terkecil pada mikrometer sekrup. Contoh pengukuran diameter gotri menggunakan mikrometer sekrup ditunjukkan pada Gambar 1.8. Diperoleh hasil pengukuran sebagai berikut. Skala utama Skala nonius Pembacaan : 3,62 mm = 0,362 cm : : 0,12 3,5 mm mm +

2. Melakukan Pengukuran Massa Ketika menimbang berat (massa) badan, alat apakah yang kamu gunakan? Samakah dengan alat timbang yang digunakan oleh pedagang buah atau penjual emas? Alat yang digunakan untuk mengukur besaran massa adalah timbangan atau neraca. Ada bermacam-macam jenis timbangan atau neraca seperti ditunjukkan pada Gambar 1.9. Timbangan manakah yang digunakan untuk mengukur berat (massa) badan? Timbangan mana yang digunakan untuk mengukur berat (massa) benda? 3. Melakukan Pengukuran Waktu

Pengukuran waktu adalah menghitung lama suatu kejadian. Pelajaran di sekolah dimulai pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 14.00. Berapa lama pelajaran di sekolah? Pernahkah kamu melihat lomba lari atau balap sepeda? Petugas lomba biasanya mencatat waktu tempuh pelari atau pembalap tersebut. Alat apakah yang digunakan untuk mencatat waktu mereka? Gambar 1.10 menunjukkan alat pengukuran waktu, yaitu jam dan stopwatch. Gambar 1.10b menunjukkan cara memegang stopwatch analog yang benar. Tombol samping pada telunjuk adalah tombol start dan stop, sedangkan tombol atas pada ibu jari adalah tombol reset.

Satu meter didefinisikan sebagai jarak dua goresan pada batang ketika bersuhu 0 C . M e t e r standart ini disimpan di Internasional Bureau of Weights an Measure di Sevres dekat Paris.Batang meter standarf dapat berubah dan rusak karena dipengaruhi suhu, serta kesulitandalam menentukan ketelitian pengukuran, maka tahun 1960 batang meter standart dirubah. Satum e t e r didefinisikan sebagai jarak 1650763,72 kali panjang gelombang sinar jingga y a n g dipancarkan oleh atom gas krypton 86 dalam ruang hampa pada suatu lucutan listrik.Pada tahun 1983 Konferensi Internasional tentang timbangan dan ukuran memutuskansatu meter merupakan jarak yang ditempuh cahaya pada selang waktu 1/299792458 sekon.Penggunaan kecepatan cahaya ini, karena nilainya dianggap selalu konstan. Satuan Internasional untuk Massa Pernakah kamu pergi ke pasar tradisional ?.Dalam pembicaraan sehari-hari pedagang di pasar sering menggunakan satuan massa untuk besaran berat, misalnya berat beras itu 50 Kg, beratg u l a p a s i r t e r s e b u t 8 0 o n s . H a l i n i d a p a t m e m b i n g u n g k a n . D a l a m S I s a t u a n b e r a t a d a l a h Newton, nilainya dapt berubah rubah karena dipengaruhi gaya gravitasi bumi, sedangkanmassa mempunyai satuan Kg, ons, gr atau ton. Dan nilainya tetap.Dalam hubungan perdagangan tradisional dan internasional sangatlah diperlukan suatu besaran massa yang standart. Besaran massa dalam SI dinyatakan dengan satuan kilogram (Kg).Para ahli mendefinisikan satu kilogram sebagai massa sebuah silinder yang terbuat dari bahancampuran Platina dan Iridium yang disimpan di Sevres dekat Paris. Massa standart 1 Kg dapat juga disamakan dengan massa satu liter air murni pada suhu 4 C. Satuan Internasioanl untuk Waktu Pada awalnya satuan waktu dinyatakan atas dasar waktu rotasi bumi pada porosnya yaitu1 hari. Karena waktu berputar bumi tidak tetap maka waktu 1 hari berubah-rubah. Dalam SI,satuan waktu dinyatakan dalam satuan detik atau sekon. Para ahli mendefinisikan satu detik sama dengan selang waktu yang diperlukan oleh atom cesium-133untuk melakukan getaransebanyak 9192631770 kali. UJI KOMPETENSI 1 . A p a s a j a k a h s y a r a t - s y a r a t s a t u a n i t u ? 2.Sebutkan manfaat satuan sistem Internasional ?.3 . B a g a i m a n a k a h p e n d a p a t m u t e r h a d a p p e d a g a n g y a n g c u r a n g k e t i k a m e n i m b a n g b a r a n g dagangannya. C.Mengkonversi Satuan Panjang, Massa dan Waktu secara sederhana Setiap besaran memiliki satuan yang sesuai. Penggunaan satuan suatu besaran harust e p a t , sebab bila tidak sesuai akan berkesan janggal bahkan lucu. Misalkan s e s e o r a n g mengatakan bahwa tinggi badannya 150 C, orang lain yang mendengar akan tersenyum karena5 Christian Huygens,Seorang Ilmuan berkebangsaan Belandayang pertama kalimenciptakan jam pendulum atau bandulWARTA SAINS J a m K o t a J a m M a t a h a r i J a m T a n g a n d i g i t a l J a m T a n g a n A n a l o g Gambar 1.3 Berbagai Jenis Jam

hal itu salah, demikian pula dengan pernyataan bahwa suhu badan orang yang sehat biasanya 36meter, terdengar janggal.H a s i l s u a t u p e n g u k u r a n b e l u m t e n t u d i n y a t a k a n d a l a m s a t u a n yang sesuai dengankeinginan kita atau yang kita perlukan. Contohnya panjang m e j a 1 , 5 m , s e d a n g k a n k i t a memerlukan dalam satuan cm, Satuan gram dinyatakan dalam kilogram, dari satuan milisekonmenjadi sekon. Untuk mengkonversi atau mberubah dari suatu satuan ke satuan yang lainnyadiperlukan tangga konversi. Berikut ini adalah tangga konversi panjang, massa dan waktu,langkah-langkah penggunaan tangga konversi serta contoh-contohnya. Contoh 1 Nyatakan jarak 2000m dalam satuan cm dan Km ?Untuk membahas soal berikut ini perhatikan langkahlangkah berikut ini :1.Perhatikan posisi konversi satuan yang ditanyakan, letaknya di atas atau dibawah posisi satuanyang diketahui.2 . J i k a p o s i s i n y a d i a t a s dibagi dengan 10 n dan posisinya di atas dikali 10 n

.3.Nilai n adalah jumlah tangga di atas / dibawah satuan yang diketahui.Jawab ;* 2000 m = .. KmKarena satuan Km berada 3 tangga (n = 3) di atas satuan m, ( gambar tiga tangga)maka 2000 m :10 3 = 2000 : 1000 = 2 Km* 2000 m = ..cmSatuan cm berada 2 tangga ( n = 2) di bawah posisi satuan m, ( gambar 2 tangga )maka 2000 m X 10 2 = 2000 X 100 = 200.000 cm = 2 X 10 5 cm. Contoh 2 Konversikan 100 cm 2 ke dalam satuan m 2 dan mm 2 ?Jawab :* 100 cm 2 = ..m 2 Karena posisi satuan m 2 berada 2 tangga ( n = 2 => 10 2n => 10 4 ) (gbr 2 tangga)di atas posisi satuan cm 2 ,Maka 100 cm 2 : 10 4 = 10 -2 m 2 = 0,01 m 2 * 100 cm 2 = . mm 2 Posisi mm 2 berada 1 tangga ( n = 1 =>10 2n => 10 2 ) (gbr 1 tangga)dibawah posisi satuan cm 2 , maka 100 cm 2 X 10 2 = 10000 mm 2

= 10 4 mm 2 Contoh : N y a t a k a n m a s s a b e n d a 1 0 0 0 0 g r kedalam satuan Kg dan mg ?Jawab :*10000 gr = . Kg (gbr tangga gr ke kg)Berdasarkan contoh tangga konversisatuan panjang didapat10000 gr : 10 3 = 10000 : 1000 = 10Kg*10000 gr = .. mg (gbr tangga gr ke mg)6 K m . . . . . . . . . . . . ( K i l m t r H m . . . . . . . . . . . . ( H t m t r m . . . . . . . . . . . . ( m t r . . . . . . . . . . . . ( t r m . . . . . . . . . . . . ( i m t r C m . . . . . . . . . . . . ( C n t i m t r m . . . . . . . . . . . . ( i l i m t r i s t n i i r n s t t n i l i K m . . . . . . . . . . . . ( K i l m t r H m . . . . . . . . . . . . ( H t m t r m . . . . . . . . . . . . ( m t r . . . . . . . . . . . . ( t r m . . . . . . . . . . . . ( i m t r C m . . . . . . . . . . . . ( C n t i m t r m . . . . . . . . . . . . ( i l i m t r i s t n i i t r n s t t n i l i t K m . . . . . . . . . . . . ( K i l o m e t e r )H m . . . . . . . . . . . . ( H e k t o m e t e r )D a m . . . . . . . . . . . . ( D e k a m e t e r )M . . . . . . . . . . . . ( M e t e r )D m . . . . . . . . . . . . ( D e s i m e t e r )C m . . . . . . . . . . . . ( C e n t i m e t e r )M m . . . . . . . . . . . . ( M i l i m e t e r) N a i k s a t u T a n g g a d i b a g i 1 0 0 0 a t a u 1 0 T u r u n s a t u t a n g g a d i k a l i 1 0 0 0 a t a u 1 0 3333333 3 3 K . . . . . . . . . . . . ( K i l r m H. . . . . . . . . . . . ( r m C. . . . . . . . . . . . ( i l i r m N i s t n i i r n s t t n i l i K s . . . . . . . . . . . . ( K i l o s e k o n )H sD a s. . . . . . . . . . . . ( n C. . . . . . . . . . . . ( i l i n N a i k s a t u T n i i T u r u n s a t u t n i l i T A N G G A K O N V E R S I P A N J A N G T S A T A N G G A K O N V E R S I W A K T U K m . . . . . . . . . . . . ( K il m t r H m . . . . . . . . . . . . ( H e k t o m t r a m . . . . . . . . . . . . ( D e k a m e t e r ) M . . . . . . . . . . . . ( M e t e r )D m . . . . . . . . . . . . ( D e s i m e t e r )C m . . . . . . . . . . . . ( C e n t i m e t e r )M m . . . . . . . . . . . . ( M i l i m e t e r ) a i k s a t u T a n g i b a g i 1 0 T r s t t d i k a l i 1 0 K m . . . . . . . . . . . . ( K i l m t r H m . . . . . . . . . . . . ( H t m t r m . . . . . . . . . . . . ( m t r . . . . . . . . . . . . ( t r m . . . . . . . . . . . . ( i m t r C m . . . . . . . . . . . . ( C n t i m t r m . . . . . . . . . . . . ( i l i m t r i s t T i i 1 t 1 T r s t t i a l i 1 0 0 a t a u 1 0 K m . . . . . . . . . . . . ( K i l o m e t e r )H m . . . . . . . . . . . . ( H e k t o m e t e r )D a m . . . . . . . . . . . . ( D e k a m e t e r )M . . . . . . . . . . . . ( M e t e r )D m . . . . . . . . . . . . ( D e s i m e t e r )C m . . . . . . . . . . . . ( C e n t i m e t e r )M m . . . . . . . . . . . . ( M i l i m e t e r ) N a i k s a t u T a n g g a d i b a g i 1 0 0 0 a t a u 1 0 T u r u n s a t u t a n g g a d i k a l i 1 0 0 0 a t a u 1 0 3333333 3 3 K . . . . . . . . . . . . ( K i l r m H. . . . . . . . . . . . ( r m C. . . . . . . . . . . . ( i l i r m i s t T i i 1 T r s t t i l i 1

K s . . . . . . . . . . . . ( K i l n H. . . . . . . . . . . . ( n C. . . . . . . . . . . . ( i l i n i s t T i i 1 T r s t t i l i 1 T JT T A N G G A K O N V E R S I W A K T U TANGGA KONVERSI PANJANG

Gambar 1.4 Satuanml sebagai satuanvolume10000 gr X 10 3 = 10000 X 1000 = 10.000.000 mg = 10 7 mg Contoh : Nyatakan waktu 10 sekon dalam satuan das danJawab :* 10 sekon = .. das ( gbr tangga konversi dr se10 sekon : 101 = 1 das.* 10 sekon = ..ms ( gbr tngga konversi sekon10 sekon X 10 3

= 10 X 1000 ms = 10.000 ms UJI KOMPETENSI Minggu lalu Eko bersama temen temennya dari kelas VII A melaksanakan pengambilan nilai praktek pelajaran Olah raga, yaitu praktek lari satu kali putaran lapangan sepak bola dan lempar cakram 1 kg. Waktu tempuh Eko untuk berlari 1 menit 23 detik, sedangkan jarak lemparnya 6,5m. Nyatakan satuan massa, waktu dan jarak lempar masing masing kedalam satuan gr, sekon,dan dm. ? Awalan satuan dan Sistem satuan di luar Sistem Metriks Disamping satuan sistem metrics juga dikenal satuan lainnya yang sering dipakai dalamk e h i d u p a n s e h a r i - h a r i m i s a l n y a l i t e r , i n c h i , y a r d , f e e t , m i l , t o n , o n s d a n l a i n - l a i n . N a m u n demikian satuan-satuan tersebut dapat dikonversi atau diubah ke dalam satuan sistem metriksd e n g a n p a t o k a n y a n g d i t e n t u k a n . M i s a l k a n p a t o k a n u n t u k b e s a r a n p a n j a n g b e r l a k u s i s t e m konversi sebagai berikut. 1 mil = 1760 yard (1 yard adalah jarak pundak sampai ujung jari tangan orang dewasa). 1 yard = 3 feet (1 feet adalah jarak tumit sampai ujung jari kaki orang dewasa). 1 feet = 12 inci (1 inci adalah lebar maksimal ibu jari tangan orang dewasa). 1 inci = 2,54 cm 1 cm = 0,01 m.Satuan mil, yard, feet, inci tersebut dinamakan satuan sistem Inggris,s e h i n g g a b a y a n g k a n l a h p a t o k a n u k u r a n y a n g d i p a k a i a d a l a h u k u r a n orang Inggris yang dewasa.Untuk besaran massa berlaku juga sistem konversi satuan sehariharimaupun sistem Inggris ke dalam sistem SI. Contohnya sebagai berikut. 1 ton = 907,2 kg 1 kuintal = 100 kg 1 ons (oz) = 0,02835 kg 1 pon (lb) = 0,4536 kg 1 slug = 14,59 kgUntuk satuan waktu dalam kehidupan sehari-hari dapat dikonversi ke dalam sistem SI yaitudetik atau sekon. Contohnya sebagai berikut. 1 t a h u n = 3 , 1 5 6 x 1 0 7 detik 1 h a r i = 8 , 6 4 0 x 1 0 4 detik 1 j a m = 3 6 0 0 d e t i k 1 m e n i t = 6 0 d e t i k . Di dalam sistem metriks juga dikenal sistem awalan naik sampai ke sistem makro maupunturun sampai ke sistem mikro, dari acuan sistem MKS. Perhatikan tabel 2 berikut ini. Tabel 1.4. Awalan satuan sistem metrik besaran panjang S I S T E M A W A L A N S A T U A N D I S I N G K A T K O N V E R S I 7

Gambar 1.5 Untaian DNA danSel Embrio E k a E 0 18 P e a P 0 15 T e a T 0 12 K o n i G i g 9 M a o M a M 6 K i o k 0 3 H e o h 2 D e d a 1

s 1 t 1 r 1 v a e G k e 1 l 1 k 1 k 1 a 0 t 0 r 1 r g 0 s 0

M M e C i -2 M i 0 -3 K r 10 -6 M o o -9

K e r e c i m o o n v e r s n 1 l 1 i M 1

S t t 0

i n n

k a 1

r n 0

p i k o p 1 0 -12 f e m t o f 1 0 -15 a t t o a 1 0 -18 Dalam bidang teknologi dewasa ini banyak berkembang penelitian jagad mikro d e n g a n konversi sistem mikro contohnya teknologi nano yang menyelidiki jagad renik seperti sel, virus, bakteriofage, DNA dan lain-lain. Selain itu penelitian jagad makromenggunakan konversi sistem makro karena obyek penelitiannya mencakup wilayah lain dari jagad raya, yaitu obyek alam semesta di luar bumi. Pekerjaan Rumah Konversikan satuan satuan berikut ini ?a..1 cm = . m e . 1 0 g r = . M g = . . g = ..Kg b . 3 k m = . M m f . 3 o n s = . . g r = K g c. 254 cm = .. i n c i g . 3 0 m s = . . m e n i t d. 3 feet = .cm D.Mengkonversi berbagai satuan besaran Pokok maupun besaran Turunan. Besaran turunan memiliki satuan yang dapat dijabarkan dari satuan besaran-besaran pokok yangm e n d i f i n i s i k a n b e s a r a n t u r u n a n t e r s e b u t . C o n t o h s a t u a n b e s a r a n - b e s a r a n t u r u n a n d a p a t diperlihatkan pada tabel 3 berikut ini. Tabel 1.5. Beberapa besaran turunan beserta satuannya N o B e s a r a n T u r u n a n P e n j a b a r a n d a r i B e s a r a n P o k o k S a t u a n S i s t e m M K S

12345678910luasvolumemassa jeniskecepatan percepatangayausahadayatekananmomentum panjang x lebar panjang x lebar x tinggimassa : volume jarak : waktukecepatan : waktumassa x percepatangaya x jarak usaha : waktugaya : luasmassa x kecepatanm 2 m 3 kg/m 3 m/sm/s 2 newton = kg.m/s 2 joule = kg.m 2 /s 2 watt = kg.m 2 /s 3 pascal = N/m 2 kg.m/s 8

Scribd Upload a Document

Search Documents

Explore

Heni Sukma Nugraha

/ 20

Download this Document for Free

9.Sebutkan beberapa satuan panjang yang berada di lingkunganmu !

10.Sebutkan beberapa satuan waktu yang berada di lingkunganmu ! 11.Sebutkan beberapa satuan massa yang berada di

lingkunganmu ! 12.Sebutkan beberapa satuan luas yang berada di lingkunganmu ! 13.Sebutkan beberapa satuan kuat arus listrik

yang berada di lingkunganmu ! 14.Sebutkan macam-macam konversi satuan besaran pokok dari SI ke CGS ! 15.Lengkapilah sistem konversi

berikut ini.a.2,5 mil = ............... m b.6 ons = ................ gramc.36 km/jam = ...........m/sd.2 ampere =.........stat

Ae.40 liter = ............m


3

16.Tulislah hasil pengukuran berikut ini Pemecahan Masalah

1.Seorang Bapak sedang merenungkan tentang tegangan listrik, arus listrik, dan hambatan listrik,apakah diantaranya ada

yang besaran pokok atau besaran turunan, Bantulah Bapak tersebutmenjawa bnya.2.Siswa kelas VII kebingungan mendapatkan

lima macam contoh besaran skalar dan lima contoh besaran vektor. Coba, bantulah siswa tersebut mengatasi kebingungannya.

3.Carilah kesetaraan antara 1 inchi = ......m, 1 ons = ...... gram, 1 liter = ...... cm
3

.4.Konversikan kelajuan 72

km/jam ke dalam satuan m/s !5.Ibu membeli gula pasir sebanyak 50 ons, berapa kg massa gula pasir itu ? 6.Misalkan layar

pesawat TV yang sedang Anda tonton meradiasikan medan magnet 10


-12

oersted,konversik an ke dalam

satuan tesla ! 7.Sebuah batu massanya 50 gram berbentuk kubus dengan panjang rusuk 4 cm. Bagaimana caramenentukan volumenya ?

Berapakah volumenya ? 8.Kolam renang berukuran 10m x 8m x 2m berisi penuh dengan air. Bagaimana cara menentukanvolu

menya ? Berapakah volumenya ? 9.Bagaimana mengukur garis tengah sebuah kelereng menggunakan jangka sorong

ataumikrometer sekrup ? 10.Bagaimana cara mengukur volume sebuah biji salak ? PILIHLAH JAWABAN YANG TEPAT

1.Suhu benda 50 kelvin yang termasuk besaran yaitu a. bendac. Kelvin b . 5 0 d . s u h u 2. Sesuatu yang

dapat diukur disebuta . s a t u a n b . u k u r a n c. besaranc. b e n d a 3. Sebuah benda massanya 100 kg, yang

dikatakan besaran adalah a . m a s s a b. 100c. 100 kgd. k g 4. Yang termasuk besaran pokok yaitua. kuat arus, waktu,

luas b. panjang, massa, suhuc. massa,Kelvin,ga yad. jumlah zat, volume, berat5. Massa jenis diturunkan dari besaran pokok a. massa dan

volume b. massa dan panjanhgc. panjang dan waktud. massa dan waktu17ABC

6. Volume merupakan penjabaran dari besaran pokok a. panjangc. massa b . m e t e r d . w a k t u 7.

Berikut ini yang merupakan besaran pokok a. waktu, luas dan suhuc. massa, panjang dan w a k t u b.

panjang, volume dan kuat arus d. massa, luas dan volume8. Berikut ini yang termasuk besaran besaran turunan adalah a. panjang,

gaya, waktu b. gaya, usaha, massac. massa jenis, gaya, volumed. kecepatan, panjang, waktu9. Besaran kecepatan

diturunkan dari besaran pokok a. panjang dan waktuc. massa dan waktu b. panjang dan massad. jarak dan waktu10. Dibawah ini

yang merupakan kelompok besaran pokok adalah a. kecepatan, percepatan, berat b. panjang, kecepatan, volumec. luas,

volume, waktud. panjang, massa, waktu11. Berikut ini merupakan besaran pokok dengan satuannya dalam SI ..a. berat kg, panjang

neter b. kuat arus ampere, waktu sekonc. jumlah zat mole, massa gramd. waktu jam, kecepatan meter/sekon12. Kandela untuk

menyatakan satuan besaran pokok a. intensitas cahayac. kuat arusb . jumlah zatd. g a y a 13. Data:

1. meter 2. Kelvin 3. massa4. suhu 5.waktu. 6. sekonYang termasuk satuan yaitu nomora . 1,2,4c. 2,4,5b.

1,2,6d, 3 , 4 , 5 14. Satu kilogram standar adalah massa 1 liter air pada suhu.Ca . 0b.4c.10d. 1 0 0 15. Yang menyatakan

besaran dan satuan benar adalah BesaranSat uana . M a s s a m e t e r b.W a k t u s e k o n c . S u h u k i l o g r a

m d.K u a t a r u s d e t i k 16 . Satuan waktu dalam SI adalah a . h a r i b . jamc. menitd. d e t i k 17. Massa 1

kilogram setara dengana. massa 1 liter air murni dapa suhu 1


o

C b. massa 1 liter air murni pada suhu 4


o

Cc. massa 4 liter air murni pada suhu 1


o

Cd. massa 4 liter air murni pada suhu 4


o

C18. Satuan panjang dalam

sistem cgs adalah a . m m b . mc. kmd. c m 19. Perhatikan pernyataan berikut :1. Bersifat tetap2. Tidak mudah

diproduksi kembali3. Berlaku secara internasional4. Bahan bakunya mudah didapatDua Syarat yang harus dipenuhi

sebuah satuan yang benar ditunjukkan nomor a . 1 d a n 2 c . 2 d a n 3 b. 1 dan 3d. 3 d a n 4 20. Berikut ini

merupakan satuan baku.a . . meter, depa literc. centimeter, gram, s e k o n b. kilogram,

jengkall, meterd. hasta, kaki, jengkal21.Memb andingkan suatu besaran dengan besaran yang diukur.a. satuan c. mengukur 18

b. besaran pokok d. besaran turunan22. Alat yang mempunyai ketelitian 0,01mm yaitu a.

neracac. micromete r b. jangka sorongd. m i s t a r 23.Yang merupakan alat ukur besaran pokok adalah a. jangka

sorongc. v o l t m e t e r b. gelas ukurd. ohmmeter 24. Ukur mengukur massa jenis digunakan alat a. neraca b. gelas ukur c.

gelas berpancurand. neraca dan gelas ukur 25. Alat ukur waktu yang paling teliti a. Jam atomb. jam tangan c. Jam pasir d.

stopwatch26. Kubus dengan 10 cm maka volumenya .m


3

a.1000b. 10c. 0,1d. 0 , 0 0 1 27. Volume batu

sebesar .mla. 20 b. 30c. 40d. 5028. Massa Jenis benda 4 gr/cm


3

setara dengan .Kg/m


3

a . 4 0 0 0 b . 4 0 0 c . 4 0 d . 0 , 4 29. Sebuah persegi panjang luasnya 16 cm


3

, maka panjang sisinya adalah .cma . 1 b . 2 c . 4 d . 8 30 Luas benda 40 cm


2

setara dengan .m
2

a. 0,04b. 0,004c. 0,0004d. 4 0 0 0 31 Alat yang biasa digunakan untuk

menimbang benda yang paling teliti adalaha timbangan Ohaus b. timbangan dacin c.timbangan emas d.

timbangan elektronik 32. Untuk mengukur diameter dalam sebuah pipa digunakan a . micrometerc . mistar b . neracad.

jangka s o r o n g 33. Volume sebuah benda 30000 cm


3

, dalam SI volume tersebut .m


3

.a . 3 0 b . 3 c . 0 , 3 c . 0 , 0 3 34. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan 54 km/jam.

Kecepatan ini jika dinyatakan dalam SIadalah .m/sa . 5 , 4 b . 1 1 c . 1 5 d . 2 5 35. Data 1. Neraca pegas2.

Rol meter3. Gelas Ukur 4. Neraca Ohaus5. Termometer Da ri data tersebut alat alat ukur yang tepat untuk mengukur

besaran pokok ditunjukan datanomor .a . 1 d a n 3 c . 3 d a n 5 b. 2 dan 4 d. 1 dan 536. Alat yang dapat digunakan untuk mengukur

massa jenis balok adalah .a . 1 dan 2 b. 1 dan 3c. 2 dan 3d. 3 d a n 4 37. Alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus adalah

a . Volmeterb. speedometerc . ohmmeteram p e r m e t e r 38. Termometer adalah alat yang digunakan untuk

mengukur a. massa jenis bendac. volume benda b . s u h u bendad. ketebalan b e n d a 39. Hasil pengukuran dari jangka sorong

berikut adalah a. 5,4 cm b. 5,1 cmc. 4,35 cmd. 4,33 c m .19320 ml50 ml

40. Yang bukan Salah satu cara menjaga keselamatan di laboratorium adalah .a. Menggunakan pelindung badan. b.

Mematuhi tata tertib di laboratorium.c. Bersikap baik selama praktikum.d. Membuat kelompok kerja

sesuai keinginan kita20


Materi Smp Kelas 7 Bab i (Besaran Fisika Dan Pengukuran)
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document

Info and Rating


Fiction Textbooks pengukuran childrens books pembelajaran fisika besaran Pristiadi Utomo

Share & Embed

Related Documents
PreviousNext 1.

p.

p.

p.

2.

p.

p.

p.

3.

p.

p.

p.

4.

p.

p.

p.

5.

p.

p.

p.

6.

p.

p.

p.

7.

p.

p.

p.

8.

p.

p.

p.

9.

p.

p.

p.

10.

p.

p.

p.

11.

p.

p.

p.

12.

p.

p.

p.

13.

p.

p.

p.

14.

p.

p.

p.

15.

p.

p.

p.

16.

p.

p.

p.

17.

p.

p.

More from this user


PreviousNext

1.

106 p.

13 p.

63 p.

2.

19 p.

8 p.

70 p.

3.

4 p.

4 p.

62 p.

4.

11 p.

14 p.

13 p.

5.

4 p.

4 p.

6 p.

6.

14 p.

4 p.

3 p.

7.

70 p.

28 p.

2 p.

8.

4 p.

9 p.

4 p.

9.

3 p.

Recent Readcasters

Add a Comment

syauqiajeleft a comment TY^_^ 12 / 09 / 2011

Adm Archimedes Waeleft a comment i like it...... 11 / 25 / 2011

Mulianaa Liaa Yoonsunnleft a comment membantu bgtt... :))) 09 / 13 / 2011

Laily Ctyaa Beliberleft a comment knpa ssah bgt cri materix 09 / 07 / 2011

Khazev Zhalawaznaleft a comment pak, ada website yg lain ga buat downloadnya? di scrib terlalu dibatasi downloadnya, pdhal baru 2x dnload di ip yg sama.. 04 / 25 / 2011

Pristiadi Utomo replied: http://pristiadi-utomo.blogspot.com http://summitclub.blogspot.com 05 / 30 / 2011 Upload a Document

Search Documents

Follow Us! scribd.com/scribd twitter.com/scribd facebook.com/scribd About Press Blog Partners Scribd 101 Web Stuff Support FAQ Developers / API Jobs Terms Copyright

Privacy

Copyright 2012 Scribd Inc. Language: English