Anda di halaman 1dari 10

10 Jenis Terapi Autisme

administrator

Akhir-akhir ini bermunculan berbagai cara / obat / suplemen yang ditawarkan dengan iming-iming bisa menyembuhkan autisme. Kadang-kadang secara gencar dipromosikan oleh si penjual, ada pula caracara mengiklankan diri di televisi / radio / tulisan-tulisan. Para orang tua harus hati-hati dan jangan sembarangan membiarkan anaknya sebagai kelinci percobaan. Sayangnya masih banyak yang terkecoh , dan setelah mengeluarkan banyak uang menjadi kecewa oleh karena hasil yang diharapkan tidak tercapai. Dibawah ini ada 10 jenis terapi yang benar-benar diakui oleh para professional dan memang bagus untuk autisme. Namun, jangan lupa bahwa Gangguan Spectrum Autisme adalah suatu gangguan proses perkembangan, sehingga terapi jenis apapun yang dilakukan akan memerlukan waktu yang lama. Kecuali itu, terapi harus dilakukan secara terpadu dan setiap anak membutuhkan jenis terapi yang berbeda.

1) Applied Behavioral Analysis (ABA) ABA adalah jenis terapi yang telah lama dipakai , telah dilakukan penelitian dan didisain khusus untuk anak dengan autisme. Sistem yang dipakai adalah memberi pelatihan khusus pada anak dengan memberikan positive reinforcement (hadiah/pujian). Jenis terapi ini bias diukur kemajuannya. Saat ini terapi inilah yang paling banyak dipakai di Indonesia.

2) Terapi Wicara Hampir semua anak dengan autisme mempunyai kesulitan dalam bicara dan berbahasa. Biasanya hal inilah yang paling menonjol, banyak pula individu autistic yang non-verbal atau kemampuan bicaranya sangat kurang. Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang, namun mereka tidak mampu untuk memakai bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain. Dalam hal ini terapi wicara dan berbahasa akan sangat menolong.

3) Terapi Okupasi Hampir semua anak autistik mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerakgeriknya kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang pinsil dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuap makanan kemulutnya, dan lain sebagainya. Dalam hal ini terapi okupasi sangat penting untuk melatih mempergunakan otot -otot halusnya dengan benar.

4) Terapi Fisik Autisme adalah suatu gangguan perkembangan pervasif. Banyak diantara individu autistik mempunyai gangguan perkembangan dalam motorik kasarnya. Kadang-kadang tonus ototnya lembek sehingga jalannya kurang kuat. Keseimbangan tubuhnya kurang bagus. Fisioterapi dan terapi integrasi sensoris akan sangat banyak menolong untuk menguatkan ototototnya dan memperbaiki keseimbangan tubuhnya.

5) Terapi Sosial Kekurangan yang paling mendasar bagi individu autisme adalah dalam bidang komunikasi dan interaksi . Banyak anak-anak ini membutuhkan pertolongan dalam ketrampilan berkomunikasi 2 arah, membuat teman dan main bersama ditempat bermain. Seorang terqapis sosial membantu dengan memberikan fasilitas pada mereka untuk bergaul dengan teman-teman sebaya dan mengajari cara2nya.

6) Terapi Bermain Meskipun terdengarnya aneh, seorang anak autistik membutuhkan pertolongan dalam belajar bermain. Bermain dengan teman sebaya berguna untuk belajar bicara, komunikasi dan interaksi social. Seorang terapis bermain bisa membantu anak dalam hal ini dengan teknik-teknik tertentu.

7) Terapi Perilaku. Anak autistik seringkali merasa frustrasi. Teman-temannya seringkali tidak memahami mereka, mereka merasa sulit mengekspresikan kebutuhannya, Mereka banyak yang hipersensitif terhadap suara, cahaya dan sentuhan. Tak heran bila mereka sering mengamuk. Seorang terapis perilaku terlatih untuk mencari latar belakang dari perilaku negatif tersebut dan mencari solusinya dengan merekomendasikan perubahan lingkungan dan rutin anak tersebut untuk memperbaiki perilakunya,

8) Terapi Perkembangan Floortime, Son-rise dan RDI (Relationship Developmental Intervention) dianggap sebagai terapi perkembangan. Artinya anak dipelajari minatnya, kekuatannya dan tingkat perkembangannya, kemudian ditingkatkan kemampuan sosial, emosional dan Intelektualnya. Terapi perkembangan berbeda dengan terapi perilaku seperti ABA yang lebih mengajarkan ketrampilan yang lebih spesifik.

9) Terapi Visual Individu autistik lebih mudah belajar dengan melihat (visual learners/visual thinkers). Hal inilah yang kemudian dipakai untuk mengembangkan metode belajar komunikasi melalui gambar-gambar, misalnya dengan metode . Dan PECS ( Picture Exchange Communication System). Beberapa video games bisa juga dipakai untuk mengembangkan ketrampilan komunikasi.

10) Terapi Biomedik Terapi biomedik dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam DAN! (Defeat Autism Now). Banyak dari para perintisnya mempunyai anak autistik. Mereka sangat gigih melakukan riset dan menemukan bahwa gejala-gejala anak ini diperparah oleh adanya gangguan metabolisme yang akan berdampak pada gangguan fungsi otak. Oleh karena itu anak-anak ini diperiksa secara intensif, pemeriksaan, darah, urin, feses, dan rambut. Semua hal abnormal yang ditemukan dibereskan, sehingga otak menjadi bersih dari gangguan. Terrnyata lebih banyak anak mengalami kemajuan bila mendapatkan terapi yang komprehensif, yaitu terapi dari luar dan dari dalam tubuh sendiri (biomedis).

JENIS-JENIS TERAPI DALAM PENDIDIKAN KHAS


12:04 PM SK PADANG HILIRAN NO COMMENTS

a) Terapi pertuturan
kaedah yang digunakan untuk membantu murid yang mengalami kesukaran dalam menyebut perkataan dan berkomunikasi. membantu murid menghasilkan bunyi-bunyi bahasa. melatih murid-murid yang menghadapi masalah artikulasi melalui latihan asas tertentu antara aktiviti terapi pertuturan ialah : - latihan lisan.

- meniup belon. - meniup kertas di atas air. - mengetap bibir ; dan sebagainya.

b) Terapi Fizikal (fisioterapi)

memberi pengaruh yang besar terhadap kehidupan murid Pendidikan Khas. Ia bertujuan untuk membantu murid-murid yang mempunyai masalah kawalan motor. Terapi yang dilaksanakan ini akan dapat meningkatkan lagi perkembangan kemahiran motor kasar, motor halus dan perkembangan kecerdasan fizikal mengikut keutamaan.

c) Terapi Carakerja
merupakan aktiviti yang menjurus ke arah membantu individu bermasalah fizikal dan intelek bagi mengatasi ketidakupayaan semaksima yang mungkin. Aktiviti berfokus kepada kepelbagaian pergerakan dan kebolehan otot-otot untuk membantu murid mencapai kejayaan dalam bidang vokasional dan kerjaya.

d) Terapi muzik
bertujuan untuk mententeramkan murid supaya bersedia untuk belajar. Guru menggunakan muzik untuk merangsang minda dan menarik perhatian murid. terapi ini digunakan untuk mengawal emosi dan dijalankan oleh seorang terapis. aktiviti yang dijalankan adalah seperti pergerakan bebas mengikut irama muzik, memainkan alatan muzik mengikut rentak yang diperdengarkan serta menghayati irama. murid melakukan gerakan menggunakan alatan untuk menghasilkan bunyi. Bunyi-bunyi ini apabila digabungkan akan menghasilkan satu irama muzik yang tersusun.

Kanak-kanak

berkeperluan

khas

merupakan kanak-kanak yang

mempunyai

pelbagai

kekuatan

dan kelemahan yang ada bersama mereka. Sebagaipendidik, guru-guru seharusnya memikirkan bahawa mereka perlu melengkapkan diri dengan pelbagai strategi danseterusnya kreatif dalam pengajaran bagi membantu kanak-kanak ini melalui pembelajaran mereka serta menjalani kehidupan secara optimumPengajaran dan pembelajaran kanak-kanak ini perlu menggunakan kepelbagaian teknik yang bersesuaian berserta penggunaan sumber dengan mengambil kira kemahiran yang ada dan perlu mereka capai (Yasmin, 2000;Khatijah & Yasmin 2006). Ini bertujuan mendidik dan membantu kanak-kanak ini melalui perkembangan mental, kestabilan emosi, integrasi sosial dan kemahiran motor mereka. Kanak-kanak berkeperluan khas yang datang ke sekolah kadang-kadang mempunyai masalah tingkah laku, masalah pengamatan, masalah motor, sosialisasi dan masalah emosi. Bagi membantu kanak-kanak inimencapai potensi yang maksimum sesuai dengan keupayaan mereka, antara yang boleh dijalankan oleh guru-guru ialah terapi. Keperluan Terapi Terapi merupakan kaedah untuk membantu seseorang pelajar untuk bergerak balas terhadap aktiviti atau kemahiran. Rawatan pemulihan ke atas pesakit yang pernah menghadapi sebarang penyakit atau mengalami sesuatu kecederaan bertujuan menyebabkankefungsian badan secara normal (Kamus Perubatan Mosley, 2001)

Dalam konteks Pendidikan Khas, terapi merupakan kaedah bagi membantu individu yang mempunyai pelbagai keperluan khas yang melibatkan kognitif, emosi, sosial dan psikomotor mencapai perkembangan secara maksimum dan digunakan dalam pengajaran danpembelajaran. Antara kepentingan terapi ialah bagi meningkatkan daya pengamatan murid-murid, meransang murid untuk bergerak balas secara positif terhadap sesuatu kemahiran serta meningkatkan perkembangan fungsi kognitif, emosi, sosial dan psikomotor mereka. Di samping itu, melalui terapi juga guru-guru dapat melatih murid-murid menguasai kemahiran tertentu yang bersesuaian dan berkaitan dengan kehidupan seharian serta mewujudkan suasana pembelajaran yang kondusif lagi menyeronokkan. ( G. Eliana, 2008, S. Pengilly, 2008; Z. Ibrahim, 2009). Terapi-terapi yang boleh dilaksanakan ialah: i) terapi fisio ii) terapi kuda iii) terapi cara kerja iv) terapi pertuturan v) terapi muzik dan pergerakan kreatif vi) terapi seni vii) terapi air/hidro viii) terapi pasir ix) terapi main x) terapi alternative Contoh Seorang Aktiviti terapi: Terapi motor kasar berjalan, berlari, gallop dan lompat di garisan lurus, di garisan bengkok dan menggunakan alatan seperti bangku. Terapi pengamatan (visual, auditori dan tactile) melihat gambar bertindih, mencari benda tersembunyi dalam gambar, membeza bunyi-bunyian dan menyentuh/merasa jenis permukaan Terapi motor halus memegang pensel dan menconteng atas kertas Terapi kuda menunggang kuda serta membetul postur badan dan perkembangan emosi. Terapi pasir meramas pasir, menconteng atas pasir, bermain dengan pasir untuk kemahiran motor halus. Terapi air bermain dengan bola dalam air bagi pengukuhan pergerakan dan perkembangan otot. Pada kesimpulannya, guru-guru perlu didedahkan kepada aktiviti terapi bagi memantapkan penyampaian pengajaran dan pembelajaran murid-murid berkeperluan khas. Aktiviti-aktiviti terapi boleh dijalankan di sekolah atau di luar premis sekolah secara kumpulan atau individu bagi meningkatkan keupayaan kognitif, efektif, psikomotor dan sosial kanak-kanak berkeperluan khas. kanak-kanak sindrom down yang mempunyai masalah pergerakanserta mempunyai masalah pertuturan dan pengamatan.

Jenis - Jenis Terapi Pendidikan Khas.


Terapi

1. Terapi Fisio dan Terapi Cara kerja

2. Terapi Muzik dan Nyanyian

3. Pergerakan Kreatif dan Drama

4. Terapi Seni

5. Terapi Hidro

Terapi hidro di lihat sesuai untuk perkembangan fizikal kerana kombinasi pergerakan motor kasar dan halus serta mental murid dapat dirangsang secara serentak. Pergerakan dalam air didapati lebih mudah dan bebas serta ti dak dibebani oleh keperluan alatan sokongan selain daya apungan air sahaja.

Rangsangan air yang secara semulajadi dapat membantu murid tenang walaupun pada permulaannya sesetengah murid akan berasa takut untuk masuk ke dalam air. Perkara ini dapat diatasi dengan membawa murid ke kawasan cetek sebelum berpindah ke kawasan yang lebih dalam. Secara tidak langsung guru-guru telah melatih membina keyakinan diri murid-murid "water confidence". Melalui terapi seumpama ini, ianya dapat memantapkan perkembangan fizikal dengan aktiviti-aktivi seperti regangan seterusnya melembutkan sendi dan meningkatkan daya ketahanan jantung dan otot-otot rangka.

Sepanjang pengalaman saya mengendalikan murid-murid pendidikan khas untuk menjalani terapi air ini, kebanyakkan murid ADHD dilihat tidak lagi berkelakuan aktif ketika berada di dalam air. Mereka kelihaan leka dan ashik bermain dengan pasir dan juga objek-objek yang terapung di dalam air.

5.1. PENGENALAN

Pemilihan program rekreasi renang/hidroterapi bagi murid-murid Program Pendidikan Khas Pembalajaran (PPKP) adalah bagi memberi peluang kepada murid-murid bermasalah pembelajaran menjalani aktiviti dan program yang sama seperti murid-murid normal yang lain. Program yang dirancang biasanya merupakan program awalan atau permulaan renang. Murid diajar berenang dan bermain air di dalam kolam yang cetek. Kawasan yang paling dalam di kolam tersebut berukuran 1 meter.

5.2. OBJEKTIF

Aktiviti berenang dapat memberi keseronokan dan menggembirakan murid-murid bermasalah pembelajaran ketika berada di dalam kolam atau air di samping dapat membentuk sikap kerjasama dengan rakan-rakan mereka. Ia juga membolehkan muridmurid bermasalah pembelajaran memperolehi kemahiran renang sama seperti murid-murid normal. Selain itu, renang juga merupakan salah satu latihan latihan terapi (Hidroterapi/Terapi Air) bagi murid-murid PPKP ini.

5.3. DEFINISI DAN KONSEP

Hidroterapi didapati sesuai untuk perkembangan fizikal dan pergerakan motor kasar dan motor halus serta mental murid-murid berkeperluan khas di mana segala otot-otot dan otak mereka dapat dirangsang, pergerakan dalam air lebih mudah dan bebas, serta tidak dibebani seperti keperluan alat sokongan yang menghadkan pergerakan. Imbangan dalam air bukanlah masalah utama. Oleh itu lebih banyak pergerakan dapat dilakukan dan daya penumpuan individu dapat dipertingkatkan dan masalah tingkahlaku didapati tidak seperti lazimnya. Ini disebabkan oleh ransangan air secara semulajadi.

Walaubagaimanapun, murid-murid PPKP mungkin mengalami sedikit rasa takut dengan air. Di sinilah guru memainkan peranan membantu dalam membina keyakinan diri. Hasilnya murid-murid akan dapat membina konsep diri yang positif melalui aktiviti hidroterapi ini. Melalui hidroterapi juga, ianya dapat memantapkan perkembangan fizikal melalui pelbagai aktiviti seperti regangan, melembutkan sendi-sendi, meningkatkan daya ketahanan otot-otot dan jantung. Banyak aktiviti dan pergerakan yang tidak dapat dilakukan di darat dapat dipraktikkan di dalam air.

Dalam hubungan ini, hidroterapi dapat meneroka pergerakan-pergerakan yang boleh dilakukan oleh murid-murid PPKP ini. Bagi sesetengah murid, mereka didapati lebih berkeyakinan di air berbanding di darat. Kejayaan sesuatu program pengajaran bergantung

pada prosedur pengajaran yang jelas, sokongan dan garis panduan yang diberi. Walau bagaimanapun garis panduan adalah sama untuk semua, hanya penyesuaian dan modifikasi diperlukan terhadap individu berkeperluanyang unik ini.

5.4. KEPENTINGAN HIDROTERAPI

Hidroterapi merupakan suatu bidang yang agak luas bertujuan untuk mengembalikan, memelihara dan memulih keadaan emosi, fizikal, psikologi dan spiritual kepada keadaan yang lebih baik atau normal. Antara kepentingan hidroterapi ini ialah:

i. Menghilangkan tekanan ii. Keupayaan berkomunikasi iii. Simulasi sistem otak iv. Bina keyakinan diri v. Kreativiti vi. Kawalan diri vii. Latihan Social skill viii. Merangsang pertuturan ix. Melatih sikap bekerjasama x. Meningkatkan kesabaran xi. Pengamatan xii. Latihan koordinasi badan dan anggota badan yang lain xiii. Latihan daya kepimpinan xiv. Manipulasi tangan dan jari-jemari xv. Daya konsentrasi xvi. Pembentukan body image xvii. Peningkatan self-esteem

5.5. PANDUAN KESELAMATAN

Sebelum menjayakan aktiviti renang untuk murid-murid PPKP ini, faktor yang paling penting dan perlu diambil kira adalah faktor keselamatan. Kita melihat faktor keselamatan ini dalam sudut ketidakupayaan fizikal dan tahap ketidakupayaan intelektual murid-murid tersebut.

i. Ketidakupayaan Fizikal

Guru hendaklah berada di dalam air dan bersedia untuk menerima murid ke dalam kolam. Semasa berada di dalam air hendaklah dalam kedudukan berdiri dengan kaki terbuka dan kepala berada di atas paras air. Gunakan bahagian atas badan untuk mengawal imbangan dan sentiasa apungkan badan. Elakkan daripada menunjukkan perasaan bimbang kepada murid sewaktu berada di dalam air kerana ini boleh menyebabkan mereka menjadi bimbang dan takut. Guru perlu sentiasa bercakap dan memberi galakkan kepada murid semasa mereka hendak masuk ke dalam air. Eye Contact boleh membantu membina keyakinan murid. Latihan hendaklah dimulakan dengan memasuki kawasan sudut kolam yang cetek.

ii. Ketidakupayaan Intelektual

Ketidakupayaan intelek juga dialami oleh murid PPKP di mana tahap tumpuan yang singkat menyebabkan maklumat yang diberi tidak dapat disimpan dengan sempurna. Oleh itu, penjelasan guru perlulah ringkas dan tepat. Ada murid-murid PPKP yang kurang persepsi kemahiran motor dan persepsi mengenai jarak atau kedalaman kolam renang. Maka persepsi yang tepat dan betul perlu disampaikan kepada mereka. Guru juga harus ingat bahawa murid-murid PPKP tidak mempunyai pencapaian kemahiran yang sama, namun pada satu keadaan atau ketika mereka mungkin boleh menguasainya.

5.6 AKTIVITI REKREASI RENANG/HIDROTERAPI

i. Pendahuluan

Memanaskan badan dan meregangkan otot. Mengenakan jaket keselamatan.

ii. Isi Pelajaran

Bermain-main di tepi air.

Murid masuk ke dalam kolam dengan bantuan guru dengan cara yang betul Guru membantu murid mengadakan aktiviti-aktiviti ampungan. Melakukan aktiviti berjalan di dalam kolam dengan bantuan guru. Aktiviti renang dengan bantuan guru. Aktiviti renang bebas menggunakan bola dengan pemerhatian guru. Murid keluar daripada kolam dengan menggunakan kaedah tertentu.

iii. Penutup

Aktiviti kelonggaran dan regangan tangan dan kaki. Mengemaskan dan membersihkan diri.